Artikelilmiahs
Menampilkan 13.181-13.200 dari 49.630 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13181 | 16521 | A1L012146 | Mikropropagasi Tanaman Melon (Cucumis melo L.) dengan Perlakuan BAP dan NAA pada Eksplan Ujung Tunas dan Daun | Permasalahan yang terjadi pada pengembangan melon di Indonesia saat ini adalah belum terpenuhinya kebutuhan benih melon sehingga sebagian besar kebutuhan benih masih impor. Penelitian dilaksanakan untuk mempelajari alternatif perbanyakan melon secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk untuk 1) mengetahui perlakuan BAP dan NAA untuk memacu pertumbuhan eksplan ujung tunas dan daun tanaman melon, 2) mempelajari respon pertumbuhan eksplan ujung tunas dan daun melon, dan 3) mendapatkan kombinasi terbaik dari BAP dan NAA untuk pertumbuhan eksplan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman selama lima bulan dari April 2016 sampai dengan Agustus 2016. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama berupa jenis eksplan dan faktor kedua perlakuan BAP dan NAA dengan taraf A : 0 mg/l BAP+0 mg/l NAA, B : 0 mg/l BAP+0,01 mg/l NAA, C : 0,5 mg/l BAP+0 mg/l NAA, D : 0,5 mg/l BAP+0,01 mg/l NAA, E : 1 mg/l BAP+0 mg/l NAA, dan F : 1 mg/l BAP+0,01 mg/l NAA. Kombinasi perlakuan sebanyak 12 kombinasi yang diulang sebanyak 7 kali. Variabel yang diamati berupa warna kalus, perakaran, luas kalus (mm2), waktu muncul akar (hari setelah tanam), waktu muncul kalus (hst), persentase pertumbuhan kalus (%), morfologi kalus yang dihasilkan, jumlah tunas, tinggi tunas, dan jumlah daun. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F dengan taraf 5% kemudian dilanjutkan dengan menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan BAP dan NAA memberikan pengaruh yang nyata terhadap luas kalus (mm2), waktu muncul kalus (hst), dan waktu muncul akar (hst). Eksplan daun memberikan respon pertumbuhan kalus dan eksplan ujung tunas memberikan respon tumbuhnya tunas. Perlakuan BAP dan NAA terbaik untuk pertumbuhan kalus adalah 1 mg/l BAP dan 0 mg/l NAA dengan rata-rata 237,71 mm2, variabel waktu muncul kalus tercepat pada perlakuan 0 mg/l BAP dan 0,01 mg/l NAA dengan rata-rata 4,28 hst, sedangkan variabel waktu muncul akar tercepat pada media kontrol dengan rata-rata 1,35 hst. Kalus yang dihasilkan dalam penelitian ini sebagian besar berwarna hijau dan bertekstur kompak. | Currently, main problem in the development of melon in Indonesia is the needs of seeds are not yet full filled, thereby most of the seeds are imported. This research was conducted to find alternative propagation method by using in vitro technique. This research aimed to 1) determine effects of BAP and NAA for explants growth, 2) to determine response of shoot tips and leaf explants, 3) and to determine the best combination of PGR for explants growth. This research was conducted in the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology Faculty of Agriculture for five months from April to August 2016. Experimental design used in the research was Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was type of explants and the second factor was the treatment of BAP and NAA. The treatment were A : 0 mg/l BAP+0 mg/l NAA, B : 0 mg/l BAP+0.01 mg/l NAA, C : 0.5 mg/l BAP+0 mg/l NAA, D : 0.5 mg/l BAP+0.01 mg/l NAA, E : 1 mg/l BAP+0 mg/l NAA, and F : 1 mg/l BAP+0.01 mg/l NAA. The treatments were consisted of 12 combinations with 7 replications. Observed variables were discoloration of callus, number of shoots (shoots), time for emerging callus (day after planting/dap), time for emerging roots (dap), number of leaf (leaf), the length of shoots (cm), emerging roots, callus area (mm2), percentage of callus (%), and morphology of callus. The data were analyzed by using F 5%, followed by using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result of analysis showed that the treatment of BAP and NAA showed significant effect to some variables such as callus area (mm2), time emerging roots (dap), and time for emerging callus (dap). Leaf explants showed a good growth response of emerging callus and shoot tips showed good response of emerging shoots. The best treatment of BAP and NAA for callus area was 1 mg/l BAP and 0 mg/l NAA with average 237.71 mm2. The shortest time for emerging callus was induced by 0 mg/l BAP and 0.01 mg/l NAA with average 4.28 dap. The shortest time for emerging roots was induced by 0 mg/l BAP and 0 mg/l NAA with average 1.35 dap. Most of the callus showed green and compact form. | |
| 13182 | 16522 | E1A012228 | PENYALAHGUNAAN KEKEBALAN DAN HAK ISTIMEWA DIPLOMATIK OLEH ANGGOTA KELUARGA DIPLOMATIK MENURUT KONVENSI WINA 1961 (Studi Tentang Kasus Penyalahgunaan Kekebalan Diplomatik oleh Anggota Keluarga Duta Besar Brazil di Amerika Serikat Tahun 1982) | Kekebalan dan keistimewaan diplomatik diberikan dengan tujuan untuk mempermudah pelaksanaan tugas perwakilan diplomatik. Pemberian kekebalan dan keistimewaan telah diatur dalam Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Pada Pasal 37 Konvensi Wina 1961 menyatakan bahwa anggota-anggota keluarga dari seorang pejabat diplomatik juga menikmati kekebalan dan keistimewaan tersebut, namun dewasa ini kerap terjadi penyalahgunaan kekebalan dan keistimewaan diplomatik yang dilakukan oleh anggota keluarga perwakilan diplomatik. Pada 29 November 1982, Antonio F. Azeredo da Silveira Jr, seorang anak dari Duta Besar Brazil untuk Amerika Serikat melakukan tindak pidana, da silveira terlibat dalam penembakan terhadap seorang pegawai bar di Washington DC, Amerika Serikat yang mengakibatkan anak tersebut beserta Duta Besar Brazil di-recall dari Amerika Serikat untuk kembali ke Brazil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peraturan kekebalan dan keistimewaan bagi anggota keluarga perwakilan diplomatik menurut Konvensi Wina 1961 dan untuk mengetahui penyelesaian kasus penyalahgunaan kekebalan diplomatik yang dilakukan oleh anak dari Duta Besar Brazil untuk Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan yang bersifat deskriptif analitis, sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan dan sumber data primer sebagai data pendukung dengan metode wawancara, diuraikan dalam bentuk teks naratif secara sistematis, dan metode analisis data normatif kualitatif. Kekebalan dan keistimewaan diplomatik untuk anggota keluarga perwakilan diplomatik diatur dalam Pasal 37 Konvensi Wina 1961. Konvensi Wina 1961 tidak mengatur secara khusus tentang anggota keluarga yang dapat menikmati kekebalan dan hak istimewa diplomatik sehingga ketentuan lebih lanjut diatur berdasarkan pada kesepakatan antara negara pengirim dan negara penerima melalui perjanjian bilateral. Berdasarkan Pasal 37 Konvensi Wina 1961, Antonio F. Azeredo da Silveira Jr. yang merupakan anak dari Duta Besar Brazil menikmati kekebalan atas jurisdiksi pidana di negara penerima yang artinya bahwa ia tidak dapat ditahan di negara penerima. Penyalahgunaan kekebalan yang dilakukan oleh Antonio F. Azeredo da Silveira Jr. mengakibatkan ia dan ayahnya sebagai Duta Besar Brazil di-recall dari Amerika Serikat untuk kembali ke Brazil. | Diplomatic immunities and privileges are granted in order to facilitate the implementation of the functions of diplomatic missions. Immunity and privileges have been codified in the Vienna Convention On Diplomatic Relations 1961. Article 37 of the Vienna Convention On Diplomatic Relations 1961 defines that the members of family of a diplomatic agent enjoy the immunities and privileges, however there is still happen an abuse of diplomatic immunity and privileges which is conducted by the members of family of a diplomatic agent. In November 29th1982, Antonio F. Azeredo da Silveira Jr, son of Brazil’s Ambassador to the United States committed a crime, da silveira was involved in the shooting to a bar employee in Washington DC, United States causing a recall to the son and Brazil’s Ambassador from United States to return to Brazil. The aims of this research are to ascertain the rules regarding immunities and privileges for the members of family of a diplomatic agent according to the Vienna Convention 1961 and to ascertain the settlement of abuse of diplomatic immunity and privileges case committed by the son of Brazil’s Ambassador to the United States. This research uses juridical normative method with legislation approach which is descriptive analysis, sources data uses sources of secondary data with methods of data collection study in literature and sources of primary data as additional data, outlined in the form systematically narative text, analysis methods normative qualitative data. Diplomatic immunities and privileges for the members of family of a diplomatic agent regulated in Article 37 of the Vienna Convention On Diplomatic Relations 1961. Vienna Convention 1961 does not specifically regulate about the members of family who can enjoy diplomatic immunities and privileges so the further regulations based on agreements between sending State and receiving State through bilateral agreement. Under Article 37 of the Vienna Convention 1961, Antonio F. Azeredo da Silveira Jr which is the son of Brazil’s Ambassador enjoy immunity from criminal jurisdiction in receiving State which means he could not be arrested in the receiving State. Abuse of diplomatic immunity which was conducted by Antonio F. Azeredo da Silveira Jr. causing recall for him and his father as Brazil’s Ambassador from United States to return to Brazil. | |
| 13183 | 16523 | E1A012086 | PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN RUMAH SAKIT PELNI JAKARTA BARAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 44 TAHUN 2009 TENTANG RUMAH SAKIT | Kesehatan merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dalam pemenuhannya membutuhkan sarana pelayanan kesehatan. Rumah sakit merupakan salah satu penyelenggara pelayanan kesehatan yang terorganisir karena memiliki karakteristik sebuah organisasi yang kompleks. Rumah Sakit PELNI Jakarta Barat merupakan salah satu badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang berorientasi selain memberikan pelayanan kesehatan yang professional kepada masyarakat juga mencari keuntungan (profit oriented). Hubungan hukum antara Rumah Sakit dengan pasien berawal dari sebuah perjanjian yang disebut dengan perjanjian terapeutik. Objek yang diperjanjikan dalam perjanjian terapeutik berupa upaya semaksimal mungkin dalam menyembuhkan pasien (belum tentu berhasil), sehingga kepentingan pasien perlu dilindungi secara utuh. Rumah Sakit PELNI Jakarta Barat memberikan perlidungan dengan menjamin terpenuhinya hak dan kewajiban pasien selama menerima pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pasien dapat menerima atau menolak tindakan medis yang hendak diberikan kepadanya melalui lembar persetujuan tindakan medis (informed consent). Rumah Sakit PELNI Jakarta Barat bersikap terbuka dalam menyelesaikan sengketa medis dengan pasiennya. Pemerintah memberikan wadah bagi pasien yang merasa dirugikan atas pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan mengadukannya kepada Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan perlindungan hukum bagi pasien selama menerima pelayanan kesehatan di rumah sakit diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. | Health is a part of the human rights that requires health-care facilities. The Hospital is one of the organizers of an organized health care because it has the characteristics of a complex organization. PELNI Hospital West Jakarta is the one of business entity formed as Private Limited (Pte Ltd.) Company in addition to provide professional health care services to the people as well as for profit oriented. The legal relation between the Hospital and the Patient begins from a contract called as Therapeutic Contract. The object of the contract is to effort as maximum as possible in healing the Patient (may failed), so the interest of the Patients need to intact protectedly. PELNI Hospital West Jakarta provides protections by ensuring fulfillment rights and obligations of the Patients during receiving health care services in the hospital. The Patients may approve or refuse a medical action that they would get by the Informed Consent Letter. PELNI Hospital West Jakarta is open in resolving medical dispute with the Patients. The government provides a facility for the Patients who are aggrieved by health care service in the hospital to report to Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi. Based on the results of research, the regulation of legal protection for the Patients during receiving health care service in the hospital stipulated in Law Number 44 of 2009 on Hospitals. | |
| 13184 | 16524 | A1H012008 | PENGARUH PENGGUNAAN JENIS BAHAN PENGEMAS PLASTIK TERHADAP KUALITAS KENTANG (Solanum tuberosum L.) SELAMA PENYIMPANAN | Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan salah satu jenis umbi yang masih mengalami proses hidup setelah dipanen yaitu meliputi perubahan fisiologis, enzimatis, dan kimiawi. Perubahan fisiologis yang mempengaruhi sifat dan kualitas produk setelah dipanen adalah fotosintesa, respirasi, transpirasi dan proses menuanya produk setelah dipanen. Proses tersebut menyebabkan perubahan kandungan dalam kentang, dengan ditandainya perubahan warna, tekstur dan kadar air. Salah satu upaya untuk mempertahankan kualitas kentang adalah dengan menggunakan pengemasan plastik yang dapat menekan proses respirasi pada kentang. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jenis kemasan plastik untuk mempertahankan kualitas kentang (Solanum tuberosum L.) selama penyimpanan. 2) mengetahui kemasan plastik yang sesuai untuk mempertahankan kualitas kentang (Solanum tuberosum L.) selama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Perlakuan yang digunakan yaitu mengemas kentang menggunakan kemasan plastik LDPE (P1T). plastik PP (P2T), strech film (P3T) dan tanpa kemasan (P0T) dengan pengambilan data 2 hari sekali selama 10 hari. Metode penelitian yang digunakan adalah kinetika perubahan mutu dan data dianalisis menggunakan persamaan kinetika reaksi. Variabel yang diukur yaitu warna, kadar air, kekerasan dan susut bobot. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis perlakuan kemasan yang sesuai untuk mempertahankan kualitas kentang yaitu perlakuan P1T (plastik LDPE) untuk nilai L dan nilai b(+); P2T (plastik PP) untuk nilai a(+), kadar air, susut bobot dan kekerasan pada kentang. | Potato (Solanum tuberosum L.) is one type of root that is still undergoing a process of life after harvesting which includes changes in physiological, enzymatic and chemical. Physiologic changes affect the nature and quality of the products after harvest is photosynthesis, respiration, transpiration and the aging process after the product is harvested. The process causes a change in the content of the potatoes, marked a change in color, texture and moisture content. One of the efforts to maintain the quality of the potatoes is to use plastic packaging that can suppress respiration in potatoes. This study aims: 1) to know the effect of the type plastic packaging to maintain the quality of the potato (Solanum tuberosum L.) during storage. 2)to know suitable plastic packaging for potato quality (Solanum tuberosum L.) during storage. This research was carried in Laboratory Food Processing and Technology of Agriculture Product, Agriculture Technology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The treatment used is packing potatoes using plastic packaging LDPE (P1T), PP (P2T), stretch film (P3T) and without packaging (P0T) with data capture 2 days for 10 days. The method of study is the kinetics of quality changes and the data were analyzed using the equations of reaction kinetics. Measurement of variable in this study consist of color, water contents, hardness, and weight loss. The result shows in kind of packaging treatment that properly to maintain potato quality is P1T (LDPE plastic) for L value and b(+); P2T (PP plastic) for value of a(+). water contents, weight loss and hardness for potato. | |
| 13185 | 16525 | C1A012005 | Analisis Efisiensi Ekonomis dan Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur (Studi pada Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Ekonomis dan Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur (Studi pada Usaha Peternakan Ayam Ras Petelur di Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui biaya produksi, pengaruh input-input produksi, efisiensi ekonomis, dan biaya minimum (minimum cost) terhadap usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Banyumas dalam satu kali periode produksi. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan data primer berupa data terbaru periode bulan Juni-September pada tahun 2016 . Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis keuntungan, analisis regresi linear berganda, analisis efisiensi ekonomis, dan analisis biaya minimum (mininum cost). Hasil penelitian ini menunjukkan biaya produksi, pengaruh input-input produksi, efisiensi ekonomis, dan biaya minimum (minimum cost) terhadap usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Banyumas dalam satu kali periode produksi dalam usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Banyumas. Keuntungan (π) sebesar Rp. 166.647.918.522. Berdasarkan dengan F hitung dan F significant, menjelaskan bahwa bibit (DOC), luas kandang, pakan, obat dan vitamin, dan tenaga kerja bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penerimaan produksi, dan berdasarkan hasil uji t, variabel bibit (DOC), pakan, obat dan vitamin, dan tenaga kerja hipotesis yang telah terbukti pada sampel dapat diberlakukan pada populasi, terkecuali pada variabel luas kandang hipotesis yang telah terbukti pada sampel tidak dapat diberlakukan pada populasi. Usaha peternakan ayam ras petelur di Kabupaten Banyumas telah efisien. Biaya minimum (minimum cost) dalam penelitian ini sebesar Rp. 183.744.176. Implikasi untuk penelitian ini yaitu peternak seharusnya membentuk suatu paguyuban antar peternak di Kabupaten Banyumas yang bertujuan untuk mengatur segala bentuk pemasaran, penggunaan pakan buatan sendiri, pemanfaatan sisa hasil produksi, dan pengunaan cairan kimia atau herbal demi mengurangi aroma tidak sedap di sekitar areal kandang. | This study entitled "Efficiency Analysis Economical and Factors Affecting Production Enterprises Ranch Broiler Laying (Studies in Business Ranch Broiler Laying in Banyumas)". The purpose of this study to determine the cost of production, the effect of production inputs, economic efficiency, and the minimum cost of the farm chicken laying in Banyumas in one production period. This type of research is associative research. This research was conducted in the district of Banyumas. This study uses primary data in the form of recent data month period from June to September in 2016. The analytical tool used in this research is the analysis of the advantages, multiple linear regression analysis, analysis of economic efficiency and minimum cost analysis (mininum cost). The results of this study indicate the cost of production, the effect of production inputs, economic efficiency and minimum cost (minimum cost) against farm chicken laying in Banyumas in one period of production in farm chicken laying in Banyumas. Profit (π) Rp. 166 647 918 522. Based on the calculated F and F significant, explained that the seedlings (DOC), spacious cages, feed, medicines and vitamins, and labor together significantly influence the acceptance of production, and based on the results of the t test, variable seedlings (DOC), feed, drugs and vitamins, and labor hypothesis has been proven in the sample can be imposed on the population, including in spacious enclosures variable hypotheses that have been proven in the samples can not be enforced on the population. Laying chicken farm in Banyumas has been streamlined. The minimum fee (minimum cost) in this study amounted to Rp. 183 744 176. The implications for this research that farmers should form a community among farmers in Banyumas which aims to regulate all forms of marketing, the use of artificial feed itself, the use of the rest of the production and use of liquid chemicals or herbs to reduce the unpleasant aroma in areas surrounding the enclosure. | |
| 13186 | 16526 | G1A012093 | PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DI KOMUNITAS POSYANDU LANSIA MUGIRAHAYU 2 KALIBAGOR DAN PANTI WREDA CATUR NUGRAHA BANYUMAS | Latar Belakang: Peningkatan usia harapan hidup menyebabkan populasi lansia meningkat. Masalah kesehatan berupa gangguan mental yang sering terjadi pada lanjut usia adalah depresi. Perbedaan tempat tinggal dilaporkan sebagai prediktor depresi pada lanjut usia. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat depresi pada lanjut usia di komunitas Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor dan Panti Wreda Catur Nugraha Banyumas. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 52 lansia, terdiri dari 37 lansia di komunitas Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor dan 25 lansia di Panti Wreda Catur Nugraha Banyumas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh dari hasil pengukuran tingkat depresi mengunakan kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) long form. Analisis data yang digunakan adalah Chi-square. Hasil: Hasil peneilitian dari 52 responden diperoleh tingkat depresi pada lanjut usia di komunitas Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor yaitu tidak depresi 20 orang (54,1%), tingkat depresi ringan 16 orang (43,2%), tingkat depresi berat 1 orang (2,7%). Tingkat depresi pada lanjut usia di Panti Wreda Catur Nugraha Banyumas yaitu tidak depresi 6 orang (24,0%), tingkat depresi ringan 11 orang (44,0%), tingkat depresi berat 8 orang (32,0%). Hasil uji Chi-square menunjukkan terdapat perbedaan tingkat depresi pada lanjut usia di komunitas Posyadu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor dan Panti Wreda Catur Nugraha Banyumas yang bermakna secara statistik (p=0,002). Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat depresi pada lanjut usia di kounitas Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor dan panti wreda Catur Nugraha Banyumas. | Background: The increase in life expectancy increases the elderly population. Health problems such as mental disorders which often occur in the elderly is depression. Residence difference was reposted as predictor of depression in elderly. Objective: This study aims to understand the difference of depression level between elderly in communities of Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor and Catur Nugraha nursing home Banyumas. Methods: This research was an analytic observational with cross sectional approach. Sample was 52 elderly consist of 37 elderly in communities of Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor and 25 in Catur Nugraha nursing home Banyumas who completed inclusion and exclusion criterias. Research data was collected from depression leves measurement questionnaire which was Geriatric Depression Scale (GDS) long form. Data analyzed by Chi-square. Result: The study resulted of 52 respondents was depression levels in the elderly in community of Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor that was not depression 20 respondents (54,1%), mild depression 16 respondents (43,2%), severe depression 1 respondent (2,7%). Depression levels in the elderly in Catur Nugraha nursing home Banyumas that was not depression 6 respondents (24%), mild depression 11 respondents (44%), severe depression 8 respondent (32%). The result showed there was significant difference on depression level between elderly in communities of Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor and Catur Nugraha nursing home Banyumas (p=0,002). Conclusion: The conclusion is there is significant difference on depression level beetwen elderly in communities of Posyandu Lansia Mugirahayu 2 Kalibagor and Catur Nugraha nursing home Banyumas. | |
| 13187 | 16527 | E1A112054 | PERANAN INTERNATIONAL ORGANIZATION FOR MIGRATION TERKAIT PERLINDUNGAN BAGI PENCARI SUAKA DARI NEGARA KONFLIK (Studi Tentang Konflik di Negara Suriah Tahun 2015) | Setiap Negara yang terjadi konflik memungkinkan timbulnya korban jiwa yang tidak sedikit, dan para korban khususnya warga negaranya banyak mengungsi ke negara lain. Konflik yang terjadi Suriah yang menimbulkan banyak kekacauan dihampir semua wilayahnya dan menimbulkan trauma tersendiri bagi para warga negara oleh karena itu mereka mengungsi ke negara lain. International Organization for Migration (IOM) merupakan sebuah organisasi internasional antarpemerintah dalam hal ini dituntut untuk berperan guna melindungi pengungsi atau pencari suaka Suriah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi International Organization for Migration sebagai subjek hukum internasional dan peranan mereka dalam melindungi pencari suaka dari negara konflik khususnya konflik di Suriah. Penelitian ini menggunkan pendekatan yuridis normatif dengan pengumpulan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi IOM sebagai subjek hukum internasional dapat dilihat dari pengakuan PBB bahwa IOM merupakan organisasi internasional yang bernaung di bawahnya sejak tahun 1951 dan IOM memiliki sebuah konstitusi sebagai indikasi bahwa IOM masih eksis pada saat ini. Peranan IOM terhadap pengungsi atau pencari suaka Suriah berupa pemberian bantuan kesehatan, transportasi ke negara tujuan, dan rehabilitasi mental, kemudian dalam melakukan tindakannya berdasar pada Pasal 3, dan Pasal 33 ayat (1) Konvensi Pengungsi 1951. Terkait pemberian fasilitas bagi pengungsi atau pencari suaka sebaiknya IOM melakukan kesepakatan bersama antara organisasi internasional lainnya yang mengurusi masalah pengungsi atau pencari suaka agar tidak terdapat tumpang tindih dalam pelaksanaannya. | In each conflict State raise the emergence of casualties is not small, and the victims in particular many citizens fled to another State. Syrian conflicts that cause a lot of chaos in almost all of its own territory and traumatizing for citizens therefore they fled to another State. International Organization for Migration (IOM) is an intergovernmental international organization in this case are required to play a role to protect refugees or asylum seekers Syrian. The purpose of this study was to determine the existence of the International Organization for Migration as a subject of international law and its role in protecting asylum seekers from conflict States, especially the conflict in Syria. This study using the normative juridical approach.to the collection of secondary data. The results showed that the existence of IOM is as a subject of international law this can be seen from UN recognition that IOM is an international organization under its aegis since 1951 and IOM has a constitution as indicated that the IOM still exist at this time. The roles of IOM to refugees or asylum seekers Syria are for the provision of medical assistance, transportation to the destination country, and mental rehabilitation, then in performing actions based on Article 3 and Article 33 paragraph (1) the 1951 Refugee Convention. Related facilitation of refugee or asylum seeker should do a joint agreement between the IOM and the other international organizations that suitable with the problem of refugees or asylum-seekers so that there is no overlapping its implementation. | |
| 13188 | 18110 | G1A013068 | PENGARUH TERAPI MUSIK KELOMPOK TERHADAP GEJALA POSITIF DAN NEGATIF PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RSJ MENUR SURABAYA | Skizofrenia merupakan kelainan jiwa kronis yang biasanya ditandai dengan adanya halusinasi atau delusi yang menonjol. Gejala psikotik skizofrenia umumnya muncul pada fase aktif, dimana pada fase ini pasien dapat menunjukkan gejala positif atau gejala negatif selama minimal 1 bulan. Tatalaksana standar skizofrenia adalah terapi farmakologis, namun studi menunjukkan bahwa intervensi psikososial dapat meningkatkan perbaikan klinis. Salah satu contoh dari terapi psikososial yaitu terapi musik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik kelompok terhadap gejala positif dan negatif pada pasien skizofrenia. Desain penelitian ini adalah quasi-eksperimental dengan metode one-group pre-test post-test design. Total subjek pada penelitian ini yaitu sebanyak 8 pasien yang didapatkan melalui metode consecutive sampling. Skor gejala positif dan negatif subjek dinilai sebelum dan sesudah subjek mengikuti sesi terapi musik kelompok selama 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor gejala positif dan negatif sebelum dan sesudah pemberian terapi musik kelompok (p<0,05). Dari kedua jenis gejala, penurunan gejala mayoritas terlihat pada kelompok gejala negatif, sehingga dapat diasumsikan bahwa penurunan gejala pada subjek adalah karena pemberian terapi psikososial, dalam hal ini terapi musik. | Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized primarily with hallucination or delusion. Psychotic symptoms of schizophrenia usually can be seen on the illness active phase, when patient usually exhibit a positive symptoms or a negative symptoms for at least 1 month. Pharmacological therapy is a standard therapy for schizophrenic patient, however various studies have shown that psychosocial intervention may enhance a patient clinical condition. Music therapy is an example of psychosocial therapy that can be used for schizophrenic patient. The aim of the study was to examine the effect of group music therapy on positive and negative sympyom in schizophrenic patients. This research was a quasi-experimental study using pre-test post-test design. Total sample for this study was 8 patients from consecutive sampling. Score of positive and negative symptom was measured before and after 2 session of music therapy over the course of 2 weeks. The result of the study show a significance difference between positive and negative symptoms before and after therapy session (p<0,05). Out of 2 group of symptoms monitored, the decrease of symptoms majorly seen on negative symptoms group, suggesting that the result was obtained for the administration of music therapy. | |
| 13189 | 16528 | P2DA14012 | Efek Penggunaan Sinbiotik Terhadap Kondisi Miklofora dan Histologi Usus Ayam Sentul Jantan (Effect Synbiotic usage Toward Microbiological and Hystological States of Sentul Rooster Intestine) | Sinbiotik merupakan gabungan dari probiotik dan prebiotik yang dapat memperbaiki mikroflora disaluran pencernaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan sinbiotik sebagai feed aditif terhadap jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL), Escherichia colli, tinggi dan lebar vili usus. Ayam Sentul jantan sebanyak 63 ekor yang dipelihara mulai umur 2 bulan sampai umur 4 bulan. Perlakuan R0 = Pakan kontrol, R1 Sinbiotik alami (2%), R2 = Sinbiotik Alami (4%), R3 = Sinbiotik Alami (6%), R4 = Sinbiotik Komersil (2%), R5 = Sinbiotik Komersil (4%), R6 = Sinbiotik Komersil (6%). Analisis statistik yang digunakan adalah ANOVA (Analisis Varian) dan uji lanjut menggunakan Orthogonal kontras. Hasil penelitian menunjukan pemberian sinbiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kondisi mikroflora usus, meningkatkan jumlah bakteri asam laktat, dan menurunkan jumlah Escherichia colli) sedangkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap histologi tinggi dan lebar vili usus), rataan jumlah bakteri asam laktat yang diperoleh pada duodenum 5,42 ± 0,39 jejenum 4,56 ± 0,35 dan ileum 5,18 ± 0,60 x 106 CFU/ml (Colony Forming Unit)/ml) . Rataan jumlah Escherichia colli yang diperoleh 4,87 ± 0,37 jejenum 4,91± 0,58 dan ileum 4,48 ± 0,41 x 106 CFU/ml. Rataan Tinggi vili yang diperoleh pada duodenum 127,28 ± 29,28 jejenum 125,57 ± 28,79 dan ileum 120,42 ± 37,28 µm. Rataan lebar vili yang diperoleh duodenum 47,14 ± 6,86 jejenum 46,28 ± 4,53 dan ileum 45,42 ± 10,01 µm. Simpulan dari penelitian adalah penggunaan Sinbiotik Alami 2% dapat meningkatkan, jumlah bakteri asam laktat di duodenum, jejenum dan ileum, menurunkan bakteri Escherichia colli di ileum. Penggunaan sinbiotik komersil 4% meningkatkan, tinggi vili usus duodenum, jejenum dan ileum, dan lebar vili di ileum. | Synbiotic is a combination of probiotic and prebiotic which is used to improve microflora in digestive system. This study aims to determine the effect of synbiotic usage as a feed additive toward the number of lactic acid bacteria, Escherichia coli, the height and the width of villi. Used 63 animals of 2-4 months old Sentul rooster. Treatment R0 = Diet control, R1 Natural Synbiotic (2%), R2 = Natural Synbiotic (4%), R3 = Natural Synbiotic (6%), R4 = Commercial Synbiotic (2%), R5 = Commercial Synbiotic (4%), R6 = Commercial Synbiotic (6%). Statistical analysis used was ANOVA (Analysis of Variant) and advance test to use Orthogonal contrasts The data were analyzed using completely random design and were continued with further test of Orthogonal Contrast. The result of this research showed the given synbiotic is significant (P<0,05) toward the condition of the intestinal micro flora, (the number of lactic acid bacteria and Escherichia coli), as well as significant (P<0,05) toward the hystological of the height and the width of the intestinal villi). The average number of lactic acid bacteria obtained in duodenum 5.42 ± 4.56, jejunum 0.39 ± 0.35, and ileum 5.18 ± 0.60 x 106 CFU/ml respectively. The average number of Escherichia coli obtained in duodenum 4.87 ± 0.37, jejunum 4.91 ± 0.58, and ileum 4.48 ± 0.41 x 106 CFU/ml respectively. The height average of villi obtained in duodenum 127.28 ± 29.28, jejunum 125.57 ± 28.79, and ileum 120.42 ± 37.28 µm respectively. The width average of duodenum villi obtained 47.14 ± 6.86, jejunum 46.28 ± 4.53, and ileum 45.42 ± 10.01 µm respectively. The conclusions of the study is the use 2% of natural synbiotic can increase the amount of lactic acid bacteria in duodenum, jejunum, and ileum. However, it reduces Escherichia coli in ileum, the height of intestinal villi in duodenum and the width of intestinal villi in ileum. The use 4% of commercial synbiotic can increase the height of intestinal villi in duodenum, jejunum, and ileum. It also increases the width of intestinal villi in ileum. | |
| 13190 | 16529 | G1B012026 | ANALISIS PERAN STAKEHOLDERS DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN MELALUI PROMOSI KESEHATAN DAN PENGEMBANGAN TABUNGAN GULA KELAPA (Studi Kasus Pada Penderes Gula Kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas) | Promosi kesehatan mengenai BPJS Kesehatan kepada penderes gula belum pernah dilakukan sehingga pengetahuan mereka tentang BPJS kesehatan masih minim. Model yang diinginkan penderes untuk memenuhi iuran BPJS Kesehatan adalah tabungan gula kelapa. Keterlibatan stakeholders dalam penyampaian program BPJS Kesehatan menjadi kunci utama dalam kesuksesan program tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, analisis data thematic network. Informan kunci penelitian ini adalah BPJS Kesehatan Purwokerto, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Disperindagkop Kabupaten Banyumas, Puskesmas Cilongok, Kelompok Penderes Gula, Koperasi, Perangkat Desa, Bidan Desa, dan Kader Kesehatan Desa, sedangkan informan pendukungnya adalah penderes gula kelapa. Hasil penelitian menunjukan bahwa stakeholders yang berperan dalam peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan pada penderes terbagi menjadi tiga yaitu stakeholders utama, penunjang dan kunci, dengan rekomendasi dukungannya adalah pendampingan disertai dengan bimbingan, pelatihan dan pengakomodiran masyarakat. | The promotion of health about Nasional Health Insurance has not been done to palm sugar farmers. Therefore, their knowledge of Nasional Health Insurance is still limited. The model which is desired by palm sugar farmers to fulfill the payment obligations of Nasional Health Insurance is the model of coconut sugar savings. Engagement of stakeholders were the main key of the success of that program. This research was qualitative with phenomenoligical approcah, and thematic network analysis. The key informants of this research was BPJS Kesehatan Purwekerto, Department of Health of Banyumas Regency, Disperindagkop of Banyumas Regency, Puskesmas Cilongok, Association of palm sugar farmers, Koperasi, Village officials, Village midwifery, and Village health officials in Langgonsari, Pageraji, and Rancamaya. Additional informants are palm sugar farmers. This research showed that the stakeholders, contributing in the increase of participation of palm sugar farmers in Nasional Health Insurance by the means of health promotion and the development of sugar savings, are classified into three: stakeholders of key; support; and main. The recommendation of supports was accompaniment, along with counseling, training, and acommodation of civilians. | |
| 13191 | 16530 | F1C012007 | Media Sosial di Kalangan Sufi (Studi Fenomenologi terhadap Pemaknaan Media Sosial oleh Jamaah Tarekat Khalidiyah Naqsabandiyah Kedung Paruk Banyumas. | Sufi berasal dari tradisi Islam yang mendalam. Sufisme dibangun diatas kepasrahan dan rasa iman terhadap Allah SWT untuk mendapatkan sebuah pencerahan, ketenangan dalam hal beragama dan ketuhanan. Namun, sufi dalam masyarakat sering dipandang sebagai aliran yang hanya mengedepankan akhirat dan tidak mengurus perkara duniawi. Tarekat Khalidiyah Naqsabandiyah di Kedung Paruk, Banyumas merupakan salah satu aliran sufi yang telah lama ada. Uniknya, mereka menggunakan media sosial yang merupakan hal bersifat duniawi. Penggunaan media sosial ini melawan paradigm masyarakat yang menganggap sufi anti duniawi. Penelitian ini bermaksud mencari pengalaman bermedia dari jamaah sufi yang ada di Kedung Paruk, Banyumas yang kemudian melahirkan pemaknaan tersendiri terhadap media sosial. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan fenomenologi . Penelitian ini mengacu pada teori fenomenologi dari Alfred Schutz. Peneliti menetapkan 4 informan dengan kualifikasi khusus yaitu meliputi Mursyid (Guru Tarekat), Badal (Wakil), dan santri atau murid. Analisis data menggunakan metode analisis data fenomenologi dari Van Kaam. Hasil penelitian mengungkap beberapa pengalaman menggunakan media sosial pada jamaah sufi antara lain digunakan untuk: 1) Alat kontrol keluarga dan murid, 2) Alat konseling atau konsultasi, 3) Sarana dakwah, 4) Sarana hiburan, 5) Sarana perniagaan atau perdagangan. Melalui pengalaman tersebut, jamaah sufi di Kedung paruk memiliki pemaknaan tersendiri mengenai media sosial : 1) Media yang tidak dapat ditolak kehadirannya karena tuntutan jaman, 2) Media yang hadir sebagai pengejawantahan media batin, 3) Media yang strategis untuk berdakwah, 4) Media paling instan untuk menyebarkan informasi. - | Abstract Sufi is derived from a deep Islamic traditions. Sufism is built upon resignation and a sense of faith in God to get an enlightenment, tranquility in terms of religion and divinity. However, Sufis in society is often seen as the only forward flow of the hereafter and do not take care of mundane matters. Tarekat Khalidiyah Naqsabandiyah in Kedung Paruk, Banyumas is one of the Sufi orders that have long existed. Uniquely, they are using social media that is worldly. The use of social media is against the paradigm of people who think the anti worldly Sufi. This study intends to seek experience of media from Sufi worshipers in Kedung Paruk, Banyumas which then spawned its own meaning to social media. The method used by the researchers is a qualitative research method using the phenomenological approach. This study refers to the theory of phenomenology of Alfred Schutz. Researchers set four informants with special qualifications which include Murshid (Master Tarekat), Badal (Deputy), and students or pupils. Data analysis using data analysis phenomenology of Van Kaam. Which revealed some experience using social media on Sufi worshipers, among others, be used for: 1) control device families and students, 2) Tool counseling or consultation, 3) Means of propaganda, 4) Means of entertainment, 5) Means of commerce or trade. Through this experience, pilgrims Sufi Kedung Paruk has a meaning of its own on social media: 1) Media that can not be denied attendance because of the demands of time, 2) Media are present as the embodiment of media mind, 3) Media is positioned to preach, 4) Media most instant to disseminate information. | |
| 13192 | 16531 | A1M012052 | PENGARUH PROPORSI SERBUK GULA KUNYIT DAN SERBUK ASAM JAWA SERTA PENAMBAHAN REMPAH TERHADAP SIFAT FISIK DAN KUALITAS SENSORI MINUMAN SERBUK KUNYIT ASAM | Minuman kunyit asam pada umumnya dipasarkan dalam bentuk cair dan menggunakan gula pasir. Komponen bioaktif pada minuman kunyit merupakan senyawa polifenol yang mudah rusak karena adanya interaksi cahaya, suhu, dan pH. Penanganan yang sesuai untuk memperpanjang umur simpan produk yaitu denganpembuatan minuman kunyit asam dalam bentuk serbuk dan proporsi kombinasi antara serbuk gula kunyit dan serbuk asam jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi proporsi serbuk gula kunyit dan serbuk asam jawa, pengaruh penambahan rempah dan pengaruh kombinasiproporsi serbuk gula kunyit dan serbuk asam jawa dengan penambahan rempah terhadap sifat fisik dan karakteristik sensori minuman serbuk kunyit asam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Dua faktor yang dicoba yaitu proporsi serbuk gula kunyit dan serbuk asam jawa (K) terdiri dari (K1) 100:0, (K2) 90:10, (K3) 80:20, (K4) 70:30, (K5) 60:40 dan penambahan rempah (R) yang terdiri dari tanpa tambahan rempah (R1); dengan tambahan rempah (R2). Variasi proporsi serbuk gula kunyit dan serbuk asam jawa berpengaruh nyata terhadap sifat fisik dan karakteristik sensori minuman serbuk kunyit asam. Nilai intensitas kekuningan dan kecerahan tertinggi berturut turut pada proporsi serbuk gula kunyit dan serbuk asam jawa diperoleh pada perlakuan (K2) 90:10 dengan nilai (b*) = +22,9 dan nilai (L*) = +20,7 serta intensitas kekuningan dan kecerahan pada penambahan rempah diperoleh pada perlakuan (R1) tanpa tambahan rempah dengan nilai (b*) = +16,6 dan nilai (L*) = +14,9. Kombinasi perlakuan antara proporsi serbuk gula kunyit dan serbuk asam jawa (K)dan penambahan rempah (R)berpengaruh nyata terhadap sifat sensoris minuman serbuk kunyit asam. Minuman serbuk kunyit asam dengan kombinasi perlakuan K2R2 (90:10 dengan tambahan rempah) menghasilkan nilai rata-rata tertinggi terhadap warna 3,0 (kuning kecoklatan), kenampakan 1,3 (tidak bening), aroma rempah 4,1 (kuat), rasa asam 2,7 (agak kuat), flavor 3,4 (agak terasa), rasa pahit 3,8 (pahit) dan kesukaan 2,5 (agak suka). | Turmeric tamarind drinks generally marketed in liquid. Bioactive compounds that easy damaged due to the interaction of light, temperature, and pH. Handling corresponding to extend the shelf life of the product to the acid in the manufacture of beverages turmeric powder and powdered sugar proportion of the combination of turmeric and tamarind powder. This research aims are: 1) to know the effect of variations in the proportion of tumeric powder and tamarind powder towards the physical and sensory properties of turmeric drink powder; 2) to know the effect of adding spice; 3) to know the combined effect of the proportion of turmeric powder and tamarind powder with the addition of spices in the physical and sensory characteristics of turmeric drink powder. The methods used in this research is completely randomized design (RAL) with 3 combinations treatment. Two factors that proportion of sugar powder turmeric and tamarind powder (K) consists of (K1) 100:0, (K2) 90:10, (K3) 80:20, (K4) 70:30, (K5) 60:40 and the additions of spices (R) consists of no extra spices (R1) and with the addition of spices (R2). The results showed that: 1) the addition of tamarind to 10% on to turmeric powder drink acid increases the intensity of brightness (L) and the intensity of yellow (b) compare with no tamarind but the addition of tamarin up to 40% causing the color to become darker drinks; 2) drinks are extra spices turmeric acid with or without the additions of spices didn’t noticeable differents on the physical properties and cause the aroma of spices increase; 3) the combination of sugar turmeric powder proportion of 90% and 10% tamarind powder without the addition of spices have the best of pysical properties and sensory quality that has a browniesh-yellow color (3,0); the appearance is not clear (1,3); strong aroma of spices (4,1); sour taste is stronger (2,7); flavor tasted (3,4); has a bitter taste (3,8); and rather preferred (3,3) by the panelists. | |
| 13193 | 16532 | A1C011013 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PETANI JAMBU BIJI MELAKSANKAN KEMITRAAN DENGAN PERUSAHAAN MITRA DI KECAMATAN JAMBLANG KABUPATEN CIREBON | Jambu biji merupakan komoditi unggulan di Indonesia dan terus mengalami peningkatan produksinya. Jambu biji mempunyai potensi besar yang harus terus dikembangkan mengingat adanya peluang yang besar dalam usaha budidaya. Permasalahan yang sering dihadapi petani jambu biji adalah harga-harga sarana produksi yang semakin mahal, tetapi tidak diikuti dengan kenaikan harga jual produk di tingkat petani, sehingga diperlukannya suatu kemitraan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Keputusan petani jambu biji untuk mengikuti kemitraan atau tidak tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hubungan kemitraan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, khususnya bagi petani jambu biji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani jambu biji dalam melakukan kemitraan; 2) Memperoleh gambaran tentang bentuk dan mekanisme kemitraan antara petani jambu biji dengan perusahaan mitra; 3) Mengetahui manfaat yang diperoleh petani dengan adanya kemitraan. Penelitian dilakukan di Desa Bakung Kidul dan Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam melakukan kemitraan di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon yaitu faktor harga jual, jaminan pasar, dan ketersediaan modal.(2) Pola kemitraan yang dilakukan oleh petani jambu biji di Desa Bakung Kidul dan Bakung Lor adalah pola kemitraan inti plasma dimana pihak perusahaan mitra memasarkan hasil yang dihasilkan oleh petani mitra dan petani mitra menyediakan produk yang dibutuhkan perusahaan mitra. (3) Manfaat kerjasama kemitraan dilihat dari sudut pandang petani dalam berusahatani diantaranya adalah adanya jaminan harga jual, kepastian pasar, dan keuntungan yang lebih tinggi. | Guava is a prime commodity in Indonesia and the production continously increase. Guava has a great potential to be developed because there is a big opportunity in this farming. The problems that often encountered by the farmers of guava farming are the prices of production mean is getting more expensive, but it is not followed by an increase in selling prices at the farmer level, so that partnership is needed to solve this problem. Guava farmer's decision to join the partnership or not depends on the factors that influenced it. The partnership is expected to provide benefits for both parties, especially for guavafarmers. The purposes of this study were to: 1) Determine the factors that affect guavafarmers in a partnership; 2) Obtain the description of the forms and mechanisms of partnership between guava farmers and companies partner; 3) Determine the benefits of guava farmers with their partnership. The research was conducted in Bakung Lor Village and Bakung Kidul Village, Jamblang Subdistrict, Cirebon Regency. The method of the research used a survey method. The sampling method used simple random sampling method. The data analysis of used is descriptive analysis and logistic regression analysis. The results showed that (1) the factors that affects the farmers’ decision in partnership in District Jamblang, Cirebon Regency are selling price, guarantee of the market, and the availability of the capital. (2) The partnership pattern that have doing by the guava farmers in Bakung Kidul Village and Bakung Lor Village is the plasma core in which the company partner should market the products which produced by the guava farmers and the guava farmers should provide the products that needed by the company partner. (3) The benefits of partnership from the perspective of the farmers in the guava farming are the guarantee of the selling price, the market certainty, and higher profits. | |
| 13194 | 16533 | A1C011082 | STUDI KOMPARATIF USAHATANI KEDELAI PUTIH DAN KEDELAI HITAM DI KABUPATEN BANYUMAS | Kedelai merupakan bahan baku pangan yang dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan dan minuman antara lain tempe, tahu, kecap, tauco, dansusu kedelai. Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Kebasen merupakan daerah berpotensi dilihat dari aspek agroklimatologi dan agroekologi untuk usahatani kedelai. Sentra kedelai di Kabupaten Banyumas antara lain yaitu Wangon, Kalibagor, Kebasen, Purwojati, Rawalo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan keuntungan usahatani kedelai putih dan hitam, dan mengetahui pengaruh faktor luas lahan, benih, pestisida, tenaga kerja dan variabel dummy terhadap pendapatan usahatani kedelai di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Kecamat Jatilawang dan Kecamatan Kebasen pada 28 September sampai dengan 1 Desember 2015. Lokasi penelitian ini dipilih secara Purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, rancangan pengambilan sampel dengan metode Simple Random Sampling menghasilkan 26 petani kedelai putih dan 26 petani kedelai hitam di Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Kebasen yaitu Desa Tinggarjaya, Gentawangi, Kalisalak dan Kebasen. Sasaran penelitian yaitu petani yang berusahatani kedelai putih dan hitam. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan serta analisis fungsi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani kedelai putih sebesar Rp 11.118.326,18,- lebih kecil dari rata-rata penerimaan per hektar petani kedelai hitam sebesar Rp 18.990.818,64,- dan biaya produksi rata-rata per hektar kedelai putih sebesar Rp 9.232.361,61,- lebih kecil dari biaya produksi rata-rata per hektar kedelai hitam sebesar Rp 10.478.012,33,- sehingga pendapatan yang diterima petani kedelai putih sebesar Rp 1.885.964,57,- lebih kecil dari pendapatan yang diterima petani kedelai hitam sebesar Rp 8.956.904,71,- dengan R/C ratio usahatani kedelai putih sebesar 1,30 lebih kecil dari R/C ratio usahatani kedelai hitam sebesar 1,86. Faktor yang berpengaruh nyata pada usahatani kedelai adalah luas lahan dan variabel dummy, sedangkan faktor benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata. | Soybean is food raw materials that can be processed into various types of food and beverages, such as, tempeh, tofu, soy, tauco, and soy milk. Jatilawang and Kebasen sub-district aretwo potential soybean farm areas that can be seen from the aspect of Agroclimatology and agroecology. Soybeans sentra in Banyumas are Wangon, Kalibagor, Kebasen, Purwojati, Rawalo. The purpose of this study is to determine the difference inputbetween white and black soybean, and to determine the influence of factors of land, seeds, pesticides, labor and dummy variables to soybean farming income in Banyumas. Research conducted in District Jatilawang and District Kebasen on 28 September until 1 December 2015. The research location is selected in a purposive. The research is using survey method, design of sampling with simple random sampling method of that is producing 26 white-soybean farmer and 26 black soybean farmers in the district and sub-district JatilawangKebasen the Village Tinggarjaya, Gentawangi, Kalisalak and Kebasen. Goal of the research is the farmer who is farming white and black soybean. The data research includes primary and secondary data. The analysis method is using the analysis of the costs and revenues and analysis of Cobb Douglas’ function. The results shows that the average receipts per hectare of white-soybean farmer is Rp 11.118.326,18, - less than the average receipts per hectare of black-soybean farmers is Rp 18.990.818,64, - and average production costs per hectares of black soy is Rp 10.478.012,33, - more than the average production cost per hectare of white soybean is Rp 9.232.361,61, - so that the income received by white-soy farmer is Rp 1.885.964,57, - less than the income of black soybean farmers is Rp 8.956.904,71 , - the R / C ratio of white soybean is 1,30 smaller than R/C ratio of black soybean , that is, 1,86. The influence factors of soybean farming are land and a dummy variable, seed, fertilizer, pesticides and labor are not the real effect. | |
| 13195 | 16535 | F1F009031 | EXPLORING THE APPLICATION OF SCRAMBLED LETTER GAME METHOD IN TEACHING VOCABULARY (A Case Study of English Course Students of EC Class in ELTI Gramedia Purwokerto) | ABSTRAK Falderama, Muhammad Fardilan. 2016. Exploring the Application of Scrambled Letter Game Method in Teaching Vocabulary (A Case Study of English Course Students of EC Class in ELTI Gramedia Purwokerto). Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris .Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing 1: Drs. Agus Sapto Nugroho., M.Ed.TESOL. Second Supervisor: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Penguji: Drs. Ashari, M.Pd. Kata kunci: Kosakata, Menyedlidiki, Scrambled Letter Game. Penelitian ini membahas tentang bagaimana metode Scrambled Letter Game dipakai untuk mengajar kosa kata. Bagi siswa yang ingin belajar suatu bahasa baru, utamanya bahasa Inggris, penguasaan kosakata adalah hal yang sangat utama, karena kosa kata merupakan salah satu kunci untuk mengerti suatu bahasa. Belajar kosa kata melalui media permainan merupakan cara yang bisa dipakai dan dapat membantu siswa dalam proses belajar. Scrambled Letter Game adalah satu permainan yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner dalam mengumpulkan data. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan belajar mengajar menggunakan metode Scrambled Letter Game. Kemudian, wawancara diadakan setelah observasi kelas berakhir. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat guru dan siswa mengenai metode Scrambled Letter Game, peneliti mewawancarai guru dan lima murid untuk mengetahui hal tersebut. Kuesioner kemudian diberikan kepada siswa. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualtatif. Penelitian ini tidak menggunakan pengukuran dan statistic. Data disajikan dalam bentuk deskripsi. Berdasarkan hasil dari observasi, wawancara, dan kuesioner, metode Scrambled Letter Game dapat membantu siswa dalam proses belajar. Metode ini meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, membantu memahami pelajaran, dan dapat membantu mengingat kosakata baru. Sebelum permainan dimulai, sebaiknya guru memberikan penjelasan tentang tata cara permainan kepada siswa. Guru juga harus memberikan variasi pada topic dan pertauran game agar tidak terjadi kebosanan. Untuk para murid, mereka harus meningkatkan kemampuan kerjasama mereka agar dapat berpartisipasi aktif dalam proses kegiatan Scrambled Letter Game. Meskipun dalam prakteknya terdapat beberapa permaslahan, keseluruhan metode Scrambled Letter Game sangat membantu dalam proses belajar mengajar. Metode permainan tersebut dapat digunakan oleh guru untuk mengajar kosakata. | ABSTRACT Falderama, Muhammad Fardilan. 2016. Exploring the Application of Scrambled Letter Game Method in Teaching Vocabulary (A Case Study of English Course Students of EC Class in ELTI Gramedia Purwokerto). English Language and Literature Study Program. English Literature Department. Humanities Faculty. Jenderal Soedirman University Purwokerto. First Supervisor: Drs. Agus Sapto Nugroho., M.Ed.TESOL. Second Supervisor: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. External Examiner: Drs. Ashari, M.Pd. Keywords: Vocabulary, Exploring, Scrambled Letter Game. This research discusses about how the scrambled letter game method is applied in teaching vocabulary. For students who want to learn new language, especially English, vocabulary is very important to master, because vocabulary is one of the keys to understand the language. Learning vocabulary through game is one of the many ways to learn and could help the students in the learning process. One of the games that can be used is scrambled letter game. The data in this research were collected through observation, interview, and questionnaire. The observation was held to observe the vocabulary teaching and learning process using scrambled letter game method. Afterwards, the interview was held after the class observation ended. The researcher interviewed the teacher and five students to find out what their opinions are about the scrambled letter game method. Furthermore, the questionnaire was given for the students. This research belongs to descriptive qualitative research. Qualitative research does not involve measurement or statistics. The data were explained descriptively. Based on the findings from the result of observation, interview, and questionnaire, it can be seen that the scrambled letter game method could help the students in the learning process. Scrambled letter game method boosted students’ motivation in learning, helps them understand the lesson better, and could help them to memorize the vocabulary. Before the game was started, it would be better for the teacher to explain the rules clearly to the students. Also, the teacher should add variation in the topic and in the game rules to avoid boredom. For the students, they have to improve their teamwork ability, thus they can involve actively in the process of the scrambled letter game. Although there were some problems in the application of the scrambled letter game method, overall this kind of game is very helpful in the teaching and learning process. Hence, this kind of game could be used by the teacher as the alternative way to teach vocabulary. | |
| 13196 | 16536 | H1G012001 | BIOEKOLOGI IKAN WADER PARI (Rasbora argyrotaenia, Blkr.) DALAM UPAYA KONSERVASI SPESIES ASLI DI WADUK SEMPOR, KAB. KEBUMEN, JAWA TENGAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa aspek bioekologi ikan wader pari (R. argyrotaenia) yang meliputi hubungan panjang – berat, faktor kondisi, jenis pakan alami, serta aspek reproduksi (rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks gonad somatik, fekunditas dan diameter telur) di Waduk Sempor Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015 - Maret 2016. Ikan wader pari sebagai ikan sampel selama penelitian berjumlah 413 ekor, yang terdiri atas ikan jantan 79 ekor dengan kisaran panjang antara 60 - 82 mm dan kisaran berat antara 1,6 -5,03 g, ikan betina berjumlah 334 ekor dengan kisaran panjang antara 61- 87 mm dan berat antara 2,11 – 6,1 g. Nilai koefisien regresi (b) hubungan panjang - berat ikan wader pari pada bulan November, Januari, dan Maret adalah allometrik negatif (b < 3). Nilai rerata faktor kondisi berkisar antara 1,002 – 1,007, hal ini menunjukkan bahwa ikan jantan dan ikan betina ikan masih dalam kondisi sehat. Komposisi pakan alami ikan wader pari didominasi oleh plankton, serasah tumbuhan dan serpihan hewan. Rasio kelamin ikan wader pari menunjukkan perbandingan 1 : 4. Ikan wader pari contoh memiliki TKG I - III. Nilai Indeks Gonad Somatik (IGS) menunjukkan bahwa ikan ini belum siap memijah. Fekunditas total ikan ini berkisar antara 148 - 1.517 butir dan diameter telur berkisar antara 0,432 – 0,521 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ikan wader pari memiliki pola pemijahan parsial. | This research aimed to determine the bioecology of silver rasbora such as the body length - weight relationship, condition factor, feeding behavior, and biology reproduction (sex ratio, gonad maturity, GSI, fecundities, and eggs diameter) of silver rasbora (R. argyrotaenia) in Sempor Reservoir, Kebumen Regency, Central Java has been done from November 2015 to March 2016. The silver rasbora were observed during the study numbered 413 with 79 of male with the total length range between 60 to 80 mm, and weight ranged between 1,6 – 5,03 g. The silver rasbora fish are 334 of female with the ranged between 61 to 87 mm and weight ranged between 2,11 to 6,1 g. The result showed that the silver rasbora (R. argyrotaenia) in the Sempor Reservoir have negative allometric growth pattern (b < 3). While the condition factor ranged 1,002 – 1,007, showed that all around within heathfull condition. The dominant composition of food habit the silver rasbora is planktivore. The sex ratio of silver rasbora (R. argyrotaenia) in the Sempor Reservoir is 1 : 4. Gonad maturity also observed that fish which have TKG I-III. The GSI value monthly in the November 2015 (5,52-18,18 %), January 2016 (3,83 – 17,86 %), and March 2016 (3,78-12,43%). Total fecundity ranged from 148 to 1.517 eggs and eggs diameter ranged from 0,432 to 0,521 mm. That mean the silver rasbora has a partial spawner. | |
| 13197 | 16537 | D1E011012 | PERAN PENYULUH TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BOYOLALI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyuluhan dan peran penyuluh pada kelompok peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali serta hubungan antara pemberian materi budidaya sapi perah dan pemberian motivasi dengan keberlangsungan usaha sapi perah. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Boyolali mulai tanggal 9 Desember 2015 sampai dengan 9 Januari 2016 dengan metode survey dan dengan sasaran penelitian adalah peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali. Metode penetapan sampel wilayah yang digunakan yaitu purposive sampling (secara sengaja), yaitu memilih 3 wilayah di Kabupaten Boyolali yang memiliki populasi sapi perah terbanyak. Terpilih Kecamatan Cepogo, Musuk dan Mojosongo. Selanjutnya, diambil responden sebanyak 30 orang secara acak (Non Proposional) pada setiap kecamatan terpilih. Hasil analisis menunjukkan bahwa, terdapat hubungan yang sangat signifikan antara materi budidaya (X1) dan motivasi (X2) dengan keberlangsungan usaha (Y). Proses penyuluhan di Kabupaten Boyolali dilakukan dengan baik dan terprogram. Peran penyuluh sebagai teknisi dan penasehat juga dilakukan dengan baik. | This study aims to investigate the process of training and role of trainers at dairy cattle groups in Boyolali and to assess the relationship between the courses on dairy cattle bearding and motivation training and the sustainability of dairy cow business in Boyolali. The research had been conducated with a survey method from 9 December 2015 to 9 January 2016. The sample area were determined with a purposive sampling (intentionally), resulting three selected areas in Boyolali, i.e. Cepogo, Musuk, and Mojosongo. 30 respondents were selected randomly (non proposional) from each sub district. The result of analysis shows that, there is very significant relantionship between the course on cultivation (X1) and motivation training (X2) with the farmers’ business sustainability (Y). The process of counseling in Boyolali has been well preformed and programmed, and so is the role of trainers and advisers. | |
| 13198 | 16519 | G1A012104 | Hubungan Tingkat Stresor Psikososial dengan Tingkat Depresi pada Tenaga Kerja Wanita Sektor Industri Tekstil di PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan | Latar Belakang: Situasi lingkungan di tempat kerja dapat mempengaruhi kesehatan mental, terutama depresi yang masih menjadi masalah kesehatan mental di Indonesia. Depresi merupakan suatu gangguan mental umum yang ditandai dengan mood yang tertekan, kehilangan kesenangan atau minat, perasaan bersalah atau harga diri rendah, gangguan makan atau tidur, kurang energi, dan konsentrasi yang rendah. Wanita mempunyai resiko dua kali lipat dibandingkan pria untuk mengalami gangguan depresi di dalam hidupnya. Stresor psikososial adalah peristiwa yang menyebabkan perubahan pada kehidupan seseorang, sehingga orang tersebut terpaksa melakukan adaptasi atau menanggulangi stresor yang timbul Tujuan: Mengetahui hubungan stresor psikososial dengan tingkat depresi pada tenaga kerja wanita sektor industri tekstil di PT. Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 80 tenaga kerja wanita, di PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian diperoleh dari hasil pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Social Readjusment Rating Scale (SRRS) dan hasil pengukuran tingkat depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI). Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi koefesien kontingensi. Hasil: Dari 80 responden, 52,5% tidak mengalami depresi dan 51,3% mengalami stresor sedang. Hasil uji Koefesien Kontingensi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada stresor psikososial dengan tingkat depresi dengan nilai p = 0,000 dan r = 0, 613. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stresor psikososial dengan tingkat depresi pada tenaga kerja wanita sektor industri tekstil di PT. Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan. | Background: Workplace environment can affect mental health, especially depression which is still a mental health problem in Indonesia. Depression is a common mental disorder characterized by depressed mood, loss of interest or pleasure, feelings of guilt or low self-esteem, eating disorders or sleep, lack of energy, and lack of concentration. Women have twice the risk than men to experience depression in their lives. Psychosocial stressors are phenomenon that cause changes in a person's life, so people are forced to adapt or overcome when stressors arising Objective: To determine the relationship of psychosocial stressor with level of depression on women workers in the textile industry PT. Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan. Methods: This study was conducted using an analytic observational study design with cross sectional approach. Total sample was 80 women workers, in PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan that meet the inclusion criteria. Data were obtained from measurements of stress levels using a questionnaire Social Readjusment Rating Scale (SRRS) and the results of a questionnaire measuring depression levels using the Beck Depression Inventory (BDI). The data analysis used was contingency coeffecient’s test. Results: From 80 respondents, 55% did not experience depression and 51.3% have a stressor. Contingency Coeffecient's test results show that there is a significant relationship at the level of psychosocial stressors depression with p = 0.000 and r = 0,613.. Conclusion: There is a relationship of psychosocial stressor level with depression level on women workers in textile industrial sector PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan. | |
| 13199 | 16538 | E1A011171 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENYELESAIN KREDIT BERMASALAH MELALUI LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN (Study terhadap Putusan No.84/Pdt.G/2014/PN.Krg) | Penelitian ini berawal dari adanya perkara Perjanjian Kredit antara Bambang Tri Wahyudi dan Bank Danamon. Ketika debitur wanprestasi, kreditur melakukan eksekusi dengan cara lelang terhadap objek jaminan tersebut, namun debitur tidak terima atas pelaksanaan eksekusi oleh kreditur, kemudian debitur mengajukan gugatan ke pengadilan bahwa kreditur dalam mengeksekusi objek jaminan bertentangan dengan Pasal 26 UUHT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis terkait pelaksanaan lelang eksekusi Hak Tanggungan, serta untuk mengetahui dan menganalisis dasar dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan Putusan No.84/Pdt.G/2014/Krg. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus serta spesifikasi penelitian secara deskriptif dengan metode analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis dapat diambil kesimpulan bahwa Pelaksanaan lelang eksekusi terhadap objek jaminan Hak Tanggungan yang dilakukan oleh Kreditur telah sah dan mengikat karena telah berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan sehingga tidak termasuk ke dalam Perbuatan Melawan Hukum, yaitu karena debitur wanprestasi, dan pelelangan umum dilakukan oleh KPKNL. Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan Putusan No.84/Pdt.G/2014/Krg telah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu sesuai dengan teori hukum jaminan kebendaan khususnya Hak Tanggungan sebagaimana diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan serta dalam KUHPerdata, sehingga Majelis Hakim menolak seluruh gugatan yang diajukan oleh Penggugat. | This research started from the matter credit agreement between bambang tri wahyudi and bank danamon. When a debtor wanprestasi , a creditor do execution by means of auction towards an object the insurance, but debtors are not receive for to the execution by a creditor, then a debtor filed a lawsuit to the hearing that his creditor in security execute object contrary to article 26 UUHT . This research aims to understand and analyze auction related to the implementation of the execution of a hak tanggungan, and to know and analyze the base and consideration the judge in dropping the award No.84 /PDT.G/2014/Krg. Methods used using research methodology juridical normative, with the approach legislation and approach cases specifications research as well as a sort of descriptive set with the methods of the data analysis normatively qualitative . Based on the results of the analysis can be taken the conclusion that the auction the execution of object security the right are done by a creditor been unlawfully and binding for based on article 6 rights legislation dependents so they were not included into action against the law, is the debtors wanprestasi, and auction commonly done by KPKNL. Basis of consideration the judge in dropped decisions No.84 /PDT.G/2014/Krg have based on laws and regulations namely compatible with insurance legal theories kebendaan especially formal use of hak tanggungan as stipulated in section 6 rights legislation dependents as well as in KUHPerdata, so that the judge in refuse all a lawsuit filed by the plaintiff. | |
| 13200 | 16549 | F1C012053 | Representasi Survival dalam Potret Bencana Alam melalui Buku Foto MT Merapi Karya Boy T Harjanto | Letusan Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 merupakan bencana letusan gunung merapi terbesar dari siklus tahunan yang terjadi di negara Indonesia. Bencana ini mengundang beragam pewarta foto media massa lokal dan mancanegara untuk ikut andil dalam proses peliputan letusan. Boy T Harjanto adalah salah satu pewarta foto yang berhasil mendokumentasikan dan mencapai keprofesionalannya sebagai pewarta foto setelah berhasil menerbitkan buku foto dokumenter “MT Merapi” secara mandiri. Penelitian yang telah dilakukan ini menggunakan metode semiotika Roland Barthes dan menggunakan lima kode leksia sebagai instrumen analisis tanda untuk merepresentasikan pesan dan makna sikap survival yang terkandung dalam tanda – tanda yang ada pada sembilan foto terseleksi. Analisa tanda menggunakan semiotika foto memiliki fungsi untuk mengetahui pesan, makna yang ingin disampaikan oleh fotografer melalui analisis denotatif – konotatif yang sampai pada tataran mitos. Pesan dan makna yang ingin disampaikan fotografer melihat peristiwa letusan Gunung Merapi ada kemungkinan bahwa foto merupakan komunikasi visual yang memiliki historikal tinggi untuk dimaknai oleh setiap manusia untuk berbenah diri dan menyadari akan arti dari mempertahankan hidup. Kata Kunci: Representasi, Survival, Foto Dokumenter, Semiotika, Gunung Merapi. | The eruption of the Merapi Mountain that happened in 2010 was the biggest eruption natural disaster of the Merapi Mountain from the annual cycle that happened in the country of Indonesia. This disaster invited vary of photography news of local and foreign press to participate in the process of eruption observation. Boy T Harjanto was one of the photography journalist who succeeded to document and achieve his professionalism ass the photography journalist after succeeding to launch the documenter book of “MT Merapi” autonomously. This research was conducted by using the method of semiotic Roland Barthes and five lexica code as the sign analysis instrument to represent the message and the meaning of survival manner that contained in the signs which was in the nine selected photos. The sign analysis used the photo semiotic that had the function to know the message, the meaning that wanted to be conveyed by photographer through the denotative-connotative analysis - that was delivered to the myth perception. The message and meaning that wanted to be delivered by photographer was to see the event of Merapi Eruption there was the possibly that the picture were the visual communication that had the high historical to be defined by every human to self-introspection and aware for the meaning of life survival. |