Artikel Ilmiah : G1A012104 a.n. DYTHA FITRIYANI

Kembali Update Delete

NIMG1A012104
NamamhsDYTHA FITRIYANI
Judul ArtikelHubungan Tingkat Stresor Psikososial dengan Tingkat Depresi pada Tenaga Kerja Wanita Sektor Industri Tekstil di PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Situasi lingkungan di tempat kerja dapat mempengaruhi kesehatan mental, terutama depresi yang masih menjadi masalah kesehatan mental di Indonesia. Depresi merupakan suatu gangguan mental umum yang ditandai dengan mood yang tertekan, kehilangan kesenangan atau minat, perasaan bersalah atau harga diri rendah, gangguan makan atau tidur, kurang energi, dan konsentrasi yang rendah. Wanita mempunyai resiko dua kali lipat dibandingkan pria untuk mengalami gangguan depresi di dalam hidupnya. Stresor psikososial adalah peristiwa yang menyebabkan perubahan pada kehidupan seseorang, sehingga orang tersebut terpaksa melakukan adaptasi atau menanggulangi stresor yang timbul
Tujuan: Mengetahui hubungan stresor psikososial dengan tingkat depresi pada tenaga kerja wanita sektor industri tekstil di PT. Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 80 tenaga kerja wanita, di PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan yang memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian diperoleh dari hasil pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Social Readjusment Rating Scale (SRRS) dan hasil pengukuran tingkat depresi menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI). Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi koefesien kontingensi.
Hasil: Dari 80 responden, 52,5% tidak mengalami depresi dan 51,3% mengalami stresor sedang. Hasil uji Koefesien Kontingensi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan pada stresor psikososial dengan tingkat depresi dengan nilai p = 0,000 dan r = 0, 613.
Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stresor psikososial dengan tingkat depresi pada tenaga kerja wanita sektor industri tekstil di PT. Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Workplace environment can affect mental health, especially depression which is still a mental health problem in Indonesia. Depression is a common mental disorder characterized by depressed mood, loss of interest or pleasure, feelings of guilt or low self-esteem, eating disorders or sleep, lack of energy, and lack of concentration. Women have twice the risk than men to experience depression in their lives. Psychosocial stressors are phenomenon that cause changes in a person's life, so people are forced to adapt or overcome when stressors arising
Objective: To determine the relationship of psychosocial stressor with level of depression on women workers in the textile industry PT. Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan.
Methods: This study was conducted using an analytic observational study design with cross sectional approach. Total sample was 80 women workers, in PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan that meet the inclusion criteria. Data were obtained from measurements of stress levels using a questionnaire Social Readjusment Rating Scale (SRRS) and the results of a questionnaire measuring depression levels using the Beck Depression Inventory (BDI). The data analysis used was contingency coeffecient’s test.
Results: From 80 respondents, 55% did not experience depression and 51.3% have a stressor. Contingency Coeffecient's test results show that there is a significant relationship at the level of psychosocial stressors depression with p = 0.000 and r = 0,613..
Conclusion: There is a relationship of psychosocial stressor level with depression level on women workers in textile industrial sector PT.Sampangan Duta Panca Sakti Pekalongan.
Kata kuncitingkat depresi. stresor psikososial, tenaga kerja wanita
Pembimbing 1dr. Basiran, Sp.KJ., MMR
Pembimbing 2Anna Kartika PP, S.Psi., M.Si., Psi
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2016-11-04 06:19:09.98107
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.