Artikel Ilmiah : A1C011082 a.n. ROSSI TRI SEPTIANDINI
| NIM | A1C011082 |
|---|---|
| Namamhs | ROSSI TRI SEPTIANDINI |
| Judul Artikel | STUDI KOMPARATIF USAHATANI KEDELAI PUTIH DAN KEDELAI HITAM DI KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kedelai merupakan bahan baku pangan yang dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan dan minuman antara lain tempe, tahu, kecap, tauco, dansusu kedelai. Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Kebasen merupakan daerah berpotensi dilihat dari aspek agroklimatologi dan agroekologi untuk usahatani kedelai. Sentra kedelai di Kabupaten Banyumas antara lain yaitu Wangon, Kalibagor, Kebasen, Purwojati, Rawalo. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan keuntungan usahatani kedelai putih dan hitam, dan mengetahui pengaruh faktor luas lahan, benih, pestisida, tenaga kerja dan variabel dummy terhadap pendapatan usahatani kedelai di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Kecamat Jatilawang dan Kecamatan Kebasen pada 28 September sampai dengan 1 Desember 2015. Lokasi penelitian ini dipilih secara Purposive. Metode penelitian yang digunakan adalah survey, rancangan pengambilan sampel dengan metode Simple Random Sampling menghasilkan 26 petani kedelai putih dan 26 petani kedelai hitam di Kecamatan Jatilawang dan Kecamatan Kebasen yaitu Desa Tinggarjaya, Gentawangi, Kalisalak dan Kebasen. Sasaran penelitian yaitu petani yang berusahatani kedelai putih dan hitam. Data penelitian berupa data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan serta analisis fungsi Cobb Douglas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan rata-rata per hektar petani kedelai putih sebesar Rp 11.118.326,18,- lebih kecil dari rata-rata penerimaan per hektar petani kedelai hitam sebesar Rp 18.990.818,64,- dan biaya produksi rata-rata per hektar kedelai putih sebesar Rp 9.232.361,61,- lebih kecil dari biaya produksi rata-rata per hektar kedelai hitam sebesar Rp 10.478.012,33,- sehingga pendapatan yang diterima petani kedelai putih sebesar Rp 1.885.964,57,- lebih kecil dari pendapatan yang diterima petani kedelai hitam sebesar Rp 8.956.904,71,- dengan R/C ratio usahatani kedelai putih sebesar 1,30 lebih kecil dari R/C ratio usahatani kedelai hitam sebesar 1,86. Faktor yang berpengaruh nyata pada usahatani kedelai adalah luas lahan dan variabel dummy, sedangkan faktor benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja berpengaruh tidak nyata. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Soybean is food raw materials that can be processed into various types of food and beverages, such as, tempeh, tofu, soy, tauco, and soy milk. Jatilawang and Kebasen sub-district aretwo potential soybean farm areas that can be seen from the aspect of Agroclimatology and agroecology. Soybeans sentra in Banyumas are Wangon, Kalibagor, Kebasen, Purwojati, Rawalo. The purpose of this study is to determine the difference inputbetween white and black soybean, and to determine the influence of factors of land, seeds, pesticides, labor and dummy variables to soybean farming income in Banyumas. Research conducted in District Jatilawang and District Kebasen on 28 September until 1 December 2015. The research location is selected in a purposive. The research is using survey method, design of sampling with simple random sampling method of that is producing 26 white-soybean farmer and 26 black soybean farmers in the district and sub-district JatilawangKebasen the Village Tinggarjaya, Gentawangi, Kalisalak and Kebasen. Goal of the research is the farmer who is farming white and black soybean. The data research includes primary and secondary data. The analysis method is using the analysis of the costs and revenues and analysis of Cobb Douglas’ function. The results shows that the average receipts per hectare of white-soybean farmer is Rp 11.118.326,18, - less than the average receipts per hectare of black-soybean farmers is Rp 18.990.818,64, - and average production costs per hectares of black soy is Rp 10.478.012,33, - more than the average production cost per hectare of white soybean is Rp 9.232.361,61, - so that the income received by white-soy farmer is Rp 1.885.964,57, - less than the income of black soybean farmers is Rp 8.956.904,71 , - the R / C ratio of white soybean is 1,30 smaller than R/C ratio of black soybean , that is, 1,86. The influence factors of soybean farming are land and a dummy variable, seed, fertilizer, pesticides and labor are not the real effect. |
| Kata kunci | kedelai hitam dan putih, pendapatan, variabel dummy |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Agus Sutanto, M. P. |
| Pembimbing 2 | Ir. Sri Widarni, M. Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 20 |
| Tgl. Entri | 2016-11-04 21:29:13.554915 |