Artikelilmiahs

Menampilkan 13.241-13.260 dari 49.632 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1324116582H1H012033PENGARUH C/N RASIO YANG BERBEDA TERHADAP DINAMIKA NUTRISI BIOFLOK DAN RASIO KONVERSI PAKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) DENGAN SISTEM BIOFLOKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh C/N rasio yang berbeda pada pemeliharaan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) pada sistem bioflok terhadap dinamika nutrisi bioflok dan rasio konversi pakan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan ikan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan pemberian C/N rasio berbeda yaitu C/N rasio 14, 16 18 dan 20. Variabel yang diamati meliputi nutrisi bioflok dan rasio konversi pakan dengan parameter pendukung berupa volume flok, pertumbuhan dan kualitas air. Hasil nilai rata-rata kadar protein paling baik yaitu P3 28,06±2,79%. Nilai rata-rata kadar lemak paling baik yaitu P3 2,83±2,15%. Nilai rasio konversi pakan paling baik yaitu P3 0,73. Nilai pertumbuhan mutlak paling baik yaitu P3 5,57±2,77g. Nilai volume flok paling baik yaitu P1 2,7±1,15mg/L. Hasil ANOVA dari C/N rasio yang berbeda menunjukkan bahwa nutrisi bioflok dan volume flok tidak mempengaruhi nutrisi bioflok dan volume flok tetapi berpengaruh terhadap pertumbuhan mutlak. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, nitrit, nitrat dan ammonia yang berada dalam kisaran yang masih ditoleransi ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus).The purpose of this study was to determine the effect of different C / N ratio in farming African catfish (Clarias gariepinus) on the biofloc system againts the nutrition of biofloc dynamics and feed conversion ratio. The design used was completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications fish. The treatments used in this study was the provision of different C / N ratio in 14, 16, 18 and 20. The observed variables include bioflok nutrition and feed conversion ratio with the parameters support such as the floc volume, growth and water quality. The best results of the average value of the protein content was P3 28.06 ± 2.79%. The best result of average fat value was P3 2.83 ± 2.15%. The best result of feed conversion ratio was P3 0,73. The best Value of absolute growth was P3 5.57 ± 2,77g. The best Values of floc volume was P1 2.7 ± 1,15mg / L. The result of ANOVA in the different C / N ratio has no affect in the biofloc nutrition and volume floc but affect in the absolute growth. Water quality parameters were observed include temperature, pH, dissolved oxygen, nitrite, nitrate and ammonia, which is within the range that can be tolerated in Dumbo catfish (Clarias gariepinus).
1324216583E1A011096WEWENANG MENGADILI DALAM TINDAK PIDANA YANG DILAKUKAN PRAJURIT TNI (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN MILITER NOMOR 48-K/PM II-11/AD/VI/2013)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lembaga Peradilan yang berwenang dalam kasus tindak pidana yang dilakukan oleh prajurit TNI dalam putusan Pengadilan Militer Nomor: 48-K/PM II-11/AD/VI/2013. Pengembangan dan penyempurnaan sistem hukum merupakan salah satu aspek penting bagi upaya pengembangan profesionalisme tentara sebagai kekuatan dan alat pertahanan negara.
Penelitian ini termasuk jenis penelitian yuridis normatif, sumber data yang digunakan adalah data sekunder, metode pengumpulan data berdasarkan Studi Pustaka, penyajian data secara teks naratif dan analisis data menggunakan normatif kualitatif. Permasalahan yang terjadi adalah diputusnya suatu Putusan dalam lingkungan Peradilan Militer yang dilakukan oleh anggota TNI diluar dinas dengan pertimbangan Hakim berdasarkan KUHP dan apakah Putusan tersebut adil bagi Terdakwa.
Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum Hakim dalam Putusan Pengadilan Militer Nomor: 48-K/PM II-11/AD/VI/2013 dirasa tepat tanpa mengesampingkan aturan dalam KUHPM.
This study aims to determine the institution authorized Justice in the case of criminal offenses committed by soldiers in the Military Court decision No. 48-K / PM II-11 / AD / VI / 2013. Development and improvement of the legal system is one important aspect of efforts to develop the professionalism of the army as the power and the means of defense.
This research is normative juridical research, sources of data used are secondary data, data collection methods based Study Library, presenting the data in narrative text and data analysis using qualitative normative. The problem that occurs is diputusnya a Decision in the neighborhood of Military Justice committed by military members outside the department with consideration of the judge by the Criminal Code and whether the decision has been fair to the defendant.
Conclusions based on the results showed that the judge in the legal considerations of the Military Court Decision No. 48-K/PMII-11/AD/VI/2013 deemed appropriate without prejudice to the rules in KUHPM.
1324316610D1F014018PERBEDAAN KUALITAS FISIK TELUR ITIK HASIL PERSILANGAN RESIPROK ITIK TEGAL DENGAN MAGELANGTujuan penelitian ini adalah Mengetahui perbedaan kualitas fisik telur hasil persilangan resiprok antara pejantan itik Tegal dengan betina Magelang (Gallang) dan pejantan itik Magelang dengan betina Tegal (Langgal). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 150 butir telur yang dihasilkan oleh 50 itik hasil persilangan antara pejantan itik Tegal dengan betina itik Magelang (Gallang) dan 150 butir telur yang dihasilkan oleh 50 itik hasil persilangan antara pejantan itik Magelang dengan betina itik Tegal (Langgal). Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen. Data dianalisis menggunakan uji t. Variabel yang diukur kualitas fisik telur meliputi bobot telur, bobot kuning telur, bobot putih telur, haugh unit (HU), warna kuning telur, indeks telur, ketebalan kerabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot telur itik Gallang dan Langgal masing-masing yaitu 61,592±2,309 g dan 62,692±1,896 g, rataan bobot yolk Gallang dan Langgal masing-masing yaitu 18,951±1,491 g dan 19,511±1,569, rataan berat albumen itik Gallang dan Langgal masing-masing yaitu 33,568±1,669 g dan 34,640±2,482 g, rataan warna yolk itik Gallang dan Langgal yaitu 7,983±0,390 dan 8,08±0,444, rataan indeks telur itik Gallang dan Langgal masing-masing yaitu 81,189±1,945 dan 81,663±2,038, rataan ketebalan kerabang itik Gallang dan Langgal masing-masing yaitu 0,344±0,0268 dan 0,349±0,024, dan rataan haugh unit itik Gallang dan Langgal masing-masing yaitu 96,779±2,239 dan 97,047±2,133. Hasil uji t menunjukkan kualitas fisik telur Gallang dan Langgal berbeda sangat nyata (P<0,01) pada bobot telur dan bobot albumen, berbeda tidak nyata (P>0,05) pada kualitas fisik telur yang meliputi bobot kuning telur, warna kuning telur, indeks telur, ketebalan kerabang dan haugh unit. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa kualitas fisik telur (bobot kuning telur, haugh unit, warna kuning telur, indeks telur, ketebalan kerabang) pada itik Gallang dan Langgal relatif sama kecuali bobot telur dan bobot albumen. Itik Langgal memiliki bobot telur dan bobot albumen lebih tinggi dibandingkan bobot telur dan bobot albumen Gallang.The purpose of this study was to study the differences of the physical quality of eggs resulted from resiprocal cross between Tegal drake with Magelang duck (Gallang) and Magelang drake with Tegal duck (Langgal). The materials used in this study were 150 eggs which were resulted by 50 ducks from the cross between Tegal drake and Magelang duck (Gallang) and 150 eggs which were resulted by 50 ducks from the cross between Magelang drake and Tegal duck (Langgal). The method of this study used was experiment. The data were analyzed with t-test. Variables that measured by physical quality of eggs including the weight of eggs, egg yolks, egg whites, haugh unit (HU), the color of the egg yolks, index of eggs, eggshell thickness. The results of this study showed that the average of Gallang and Langgal eggs weight was 61,592±2,309 g and 62,692±1,896 g, the average of Gallang and Langgal egg yolks was 18,951±1,491 g and 19,511±1,569g, the average of Gallang and Langgal albumen weight was 33,568±1,669 g and 34,640±2,482 g, the average of Gallang and Langgal egg yolks color was 7,983±0,390 and 8,08±0,444, the average of Gallang and Langgal index eggs was 81,189±1,945 and 81,663±2,038, the average of the Gallang and Langgal eggshell thickness was 0,344±0,0268 dan 0,349±0,024, and the average of Gallang and Langgal haugh unit was 96,779±2,239 dan 97,047±2,133. The results of t-test showed that physical quality of Gallang and Langgal were significantly different (P<0,01) on the weight of eggs and weight of albumen, not significantly different (P>0,05) on the weight of egg yolks, the color of egg yolks, the index of eggs, the eggshell thickness, and haugh unit. Based on the result of the study, the physical quality of eggs (egg yolks weight, haugh unit, egg yolks color, index of the eggs, eggshell thickness) on the Gallang and Langgal ducks were relatively similar except the egg weight and albumen weight. Langgal ducks had the eggs and albumen weight higher than Gallang ducks eggs and albumen weight.
1324416559C1J009032ANALYSIS OF CALIFORNIAN PAPAYA FRUIT FARMING
IN KEMANGKON DISTRICTS PURBALINGGA
RINGKASAN

Penelitian ini berjudul “ Analisis Usahatani Buah Papaya California Di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga”. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengukur besarnya tingkat keuntungan, Mengukur besarnya tingkat efisiensi ekonomi, dan Mengukur besarnya Break Even Point (BEP) usahatani buah papaya California di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.
Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode survey dan kepemilikan lahan. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, biaya, keuntungan, analisis efisiensi ekonomi R/C, dan analisis (BEP) break even point.
Dari hasil tersebut menunjukan bahwa usahatani buah papaya California menguntungkan karena TR > TC, sudah efisiensi ekonomis karena perhitungan tersebut nilainya lebih besar dari R/C > 1. Dari perhitungan BEP, tersebut secara keseluruhan usahatani buah papaya sudah melewati titik BEP yang ditentukan sehingga usahatani yang dijalankan tidak mengalami kerugian.

SUMMARY

This study is entitled "Analysis of California Papaya Fruit Farming In District Kemangkon Purbalingga district". The purpose of this study is Measuring the magnitude of the rate of profit, Measuring the level of economic efficiency, and Measuring the Break Even Point (BEP) of California papaya fruit farming in Kemangkon district Purbalingga.
The sampling method used is the method of survey and land ownership. The analysis is the analysis of income, expenses, profit, economic efficiency analysis of R / C, and analysis (BEP) break even point.
From these results indicate that the farming of California papaya is advantageous because TR> TC, already economical efficiency because the calculation is a value greater than R / C> 1. From the BEP calculation, the overall farming of papaya is already past the point of BEP is determined so that farming run do not suffer losses.
1324516584A1H012061PENDUGAAN UMUR SIMPAN MINUMAN NIRA KELAPA PADA BERBAGAI SUHU PENYIMPANAN DAN KEMASANNira kelapa merupakan minuman yang digemari oleh masyarakat, namun tidak dapat bertahan dengan jangka waktu yang panjang, karena nira kelapa mudah mengalami kerusakan oleh reaksi kimia dan mikrobiologi, oleh karena itu perlu diteliti proses pengolahan minuman nira kelapa supaya umur simpannya lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk 1) melakukan analisis umur simpan minuman nira kelapa pada berbagai suhu penyimpanan, 2) melakukan analisis umur simpan minuman nira kelapa dengan berbagai jenis kemasan, dan 3) memberikan rekomendasi untuk penggunaan kemasan dan penyimpanan pada suhu tertentu pada produk minuman nira kelapa.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman serta di Showroom Gendhis, Grendeng, Purwokerto Utara. Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2015 sampai Februari 2016. Metode yang digunakan yaitu dengan kinetika reaksi. Variabel yang diamati yaitu pH dan total padatan terlarut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu penyimpanan dan jenis kemasan yang baik dari penelitian ini yaitu pada suhu 5oC dengan kemasan botol kaca. Nilai pH dan total padatan terlarut pada suhu 5oC dengan kemasan botol kaca berturut-turut yaitu antara 5,8 hingga 6,1 dan antara 28 hingga 30oBrix.
Coconut sap has been a popular drink among the society, however it won’t last long as the coconut sap easily damaged by chemical and microbiological reactions. Hence, it is necessary to study the processing of coconut sap drink to extend its shelf life. The aims of this research were 1) to analyze the shelf life of coconut sap drink at various storage temperatures, 2) to analyze the shelf life of coconut sap drink on various types of packaging, and 3) to provide recommendation on the best packaging and temperature for the products of coconut sap.
Research was conducted at the Laboratory of Food Processing Technique and Agricultural Products, Department of Agricultural Technology, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and in Showroom Gendhis, Grendeng, North Purwokerto. The research was conducted from September 2015 to February 2016. The method used was the reaction kinetics. The variables observed were pH and dissolved solids.
The results showed that the best storage temperature and type of packaging according to this research is the temperatur of 5°C with a glass bottle packaging. With those condition, pH value is ranged between 5,8 to 6,1 and the value of dissolved solids is ranged between 28 to 30oBrix.
1324616585B1J012012KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU (PTERIDOPHYTA) TERESTRIAL DIKEBUN RAYA BATURRADENTumbuhan paku termasuk ke dalam tumbuhan kormus karena sudah memiliki akar, batang, dan daun yang jelas. Sehubung dengan banyaknya tumbuhan paku di Kebun Raya Baturraden yang belum teridentifikasi, banyaknya data yang belum lengkap, maka perlu dilakukan penelitian tentang tumbuhan paku di Kebun Raya Baturraden. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan paku terestrial dan mengetahui kekerabatan tumbuhan paku terestrial yang ditemukan di Kebun Raya Baturraden. Penelitian dilakukan dengan metode survei, dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga April 2016. Pengambilan data parameter pendukung yaitu suhu, kelembaban, pH tanah, intensitas cahaya, dan ketinggian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 43 jenis tumbuhan paku yang termasuk kedalam 30 marga dan 18 suku. Tumbuhan paku terestrial yang dapat dianalisis hubungan kekerabatannya hanya pada marga yang memiliki lebih dari dua jenis tumbuhan paku terestrial yakni marga yaitu Asplenium, Diplazium, dan Adiantum.Ferns are vascular plants that reproduce and disperse via spores, because they produce neither flowers nor seeds, they are referred to as cryptogams. Based on the potential benefits of ferns incomplete data, unidentified species, the inventory of ferns that have not been completed even still many have not been identified, especially in the area of conservation in Botanical Garden Baturraden. This study was aimed at to determine the diversity of terrestrial ferns and the relationships amongst the ferns. The research was conducted with survey method, with exploratory sampling technique randomly. The parameters include air temperature, humidity, soil pH, light intensity, and altitude. The results of this research showed that there are 43 species of ferns which consist of 30 genera and 18 sukues. The relationships of the terrestrial ferns that can be observed are of Asplenium, Diplazium, and Adiantum.
1324716512H1A012016SINTENSIS KARBOKSIMETIL KITOSAN DAN APLIKASINYA SEBAGAI PENGAWET SOSIS DAGING SAPISalah satu penerapan kitosan yang dibutuhkan saat ini adalah sebagai
pengawet makanan. Hal ini dikarenakan kitosan memiliki gugus aktif yang
mampu menghambat pertumbuhan mikroba. Namun kitosan memiliki
kecenderungan hanya larut dalam asam-asam organik lemah. Upaya
meningkatkan kelarutan dan kemampuan kitosan dalam menghambat
pertumbuhan mikroba dapat dilakukan dengan melakukan derivatisasi
kitosan. Salah satu derivat kitosan adalah karboksimetil kitosan. Sosis
merupakan makanan olahan berbahan baku daging sehngga rentan
ditumbuhi mikroba dalam penyimpanannya. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui karakteristik kitosan dan karboksimetil kitosan, dan
mengetahui kualitas sosis berbahan pengawet karboksimetil kitosan yang
meliputi kadar air, kadar abu, pH, nilai Total Plate Count dan nilai
organoleptik. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu sintesis
karboksimetil kitosan, karakterisasi hasil sintesis, aplikasi penambahan
karboksimetil kitosan sebagai bahan pengawet sosis dan uji kualitas sosis.
Hasil penelitian menunjukkan proses eterifikasi
kitosan dengan asam monokloroasetat menghasilkan karboksimetil
kitosan yang dibuktikan pada spektrum IR yaitu pada
bilangan gelombang 3425 cm-1 melebarnya serapan dari vibrasi ulur gugus
-OH yang tumpang tindih dengan serapan vibrasi ulur –NH serta pelebaran
gugus C=O pada bilangan gelombang 1589 cm-1 dan vibrasi ulur C-O pada
bilangan gelombang 1000-3000 cm-1. Hasil ujikualitas sosis yang meliputi kadar air, kadar abu, pH, nilai Total Plate Count dan nilai organoleptik menunjukkan sosis yang disimpan mampu bertahan sampai masa simpan dua hari.
One application of chitosan that is needed today is as
food preservative. This is because chitosan has an active group
able to inhibit microbial growth. However, chitosan has
the trend is only soluble in weak organic acids. Effort
increase the solubility and the ability of chitosan in inhibiting
microbial growth can be conducted by derivatization
chitosan. One of the chitosan derivative is carboxymethyl chitosan. Sausage
a processed food made from raw meat so vulnerable
overgrown microbes in storage. The purpose of this study is
to know the characteristics of chitosan and carboxymethyl chitosan, and
know the quality of the sausages made from preservative carboxymethyl chitosan
include moisture content, ash content, pH, Total Plate Count value and value
organoleptic. This research was conducted in several stages, namely synthesis
carboxymethyl chitosan, characterizing the results of the synthesis, application additions
carboxymethyl chitosan as a preservative sausages and sausage quality test.
The results showed the process of etherification
chitosan with acid to produce carboxymethyl monokloroasetat
Chitosan proved in the IR spectrum that is on
wave number of 3425 cm-1 absorption of stretching vibration widening group
OH overlapping with -NH stretching vibration absorption and widening
group C = O at wave number 1589 cm-1 and C-O stretching vibration at
wave number 1000-3000 cm-1. Results ujikualitas sausage which includes moisture content, ash content, pH, Total Plate Count value and organoleptic value indicates sausage saved
shelf life can last up to two days.
1324816586A1L012028PENGARUH KOMBINASI KETINGGIAN DAN WARNA PERANGKAP TERHADAP HASIL TANGKAPAN LALAT BUAH (Bactrocera sp) MENGGUNAKAN ATRAKTAN MINYAK DAUN WANGI (Melaleuca bracteata L) PADA TANAMAN JAMBU BIJIPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh ketinggian perangkap minyak daun wangi terhadap hasil tangkapan lalat buah pada tanaman jambu biji, 2) mengetahui pengaruh warna perangkap minyak daun wangi terhadap hasil tangkapan lalat buah pada tanaman jambu biji. 3) mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan ketinggian perangkap dan warna perangkap untuk memerangkap lalat buah pada tanaman jambu biji. Penelitian dilaksanakan di kebun jambu biji organik Desa Ketenger, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas dan laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Maret sampai April 2016. Penelitian ini berupa percobaan lapang dengan rancangan faktorial 3 x 3. Faktor pertama yaitu ketinggian perangkap dengan tiga taraf, yakni ketinggian 1, 2, dan 3 m, sedangkan faktor kedua yaitu warna perangkap dengan tiga jenis, yakni warna perangkap merah, perangkap kuning dan tanpa warna perangkap. Semua kombinasi perlakuan dialokasikan ke dalam Rancangan Acak Kelompok 3 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 2 perangkap lalat buah. Variabel yang diamati pada percobaan ini meliputi total lalat buah terperangkap, jenis lalat buah terperangkap. Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan uji F dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test 5%. Hasil penelitian menunjukkan 1) ketinggian perangkap minyak daun wangi pada 1 meter dan 2 meter memberikan hasil tangkapan lalat buah terbanyak yaitu 18 dan 21 individu 2) perangkap minyak daun wangi berwarna kuning memberikan hasil tangkapan lalat buah terbanyak yaitu 20,56 individu.This research aimed to 1) know the effetcs height level of the trap oil fragrant leaf to trap the fruit flies on guava plants, 2) know the effects of color trap oil fragrant leaf to trap the fruit flies on guava plants, and 3) know the combination treatment between the height level and the color of trap to trap the fruit flies on guava plants. The experiment was conducted in an organic guava orchard located in ketenger village, baturaden district, Banyumas and Plant Protection Laboratory of Agricultural Faculty of Jenderal Soedirman University from March to April 2016. This research was field experiment with 3 x 3 factorial treatments. The first factor was the height level of the trap consisted of 1, 2, and 3 meters, the second factor was the color trap the red color trap, yelow trap and control. All treatment combinations were allocated to Completed Randomized Block Design with 3 replication. Each units consisted of 2 fruit fly traps. The variables observed in this research were total fruit flies which were caught and type fruit flies trapped. Data were analyzed using the F test and continued with Duncan Multiple Range Test at the level of 5%. The results showed that 1 ) the height level trap oil fragrant leaf of 1 meters and 2 meters trap the most result trapping fruit fly which were caught is 18 and 21 individual 2) color trap oil fragrant leaf color yelow the most results trapping fruit fly which were caught is 20,56 individual.
1324916587H1H011026INVENTORY OF PARASITES IN TILAPIA (Oreochromis sp.) VARIOUS SIZES CULTIVATED IN THE DISTRICT BANYUMAS
INVENTARISASI PARASIT PADA IKAN NILA (Oreochromis sp.) BERBAGAI UKURAN YANG DIBUDIDAYAKAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi parasit pada ikan Nila (Oreochromis sp.) berbagai ukuran yang dibudidayakan di Kabupaten Banyumas. Sampel ikan Nila didatangkan dari tiga lokasi berbeda di Wilayah Banyumas yaitu BBI Pandak (P1 : 5-6,5 cm), BBI Sidabowa (S1 : 8,2-11,5 cm ; S2 : 15-18 cm) dan Beji (B1 : 14,5-16,8 cm ; B2 : 17-20 cm). Masing-masing ukuran di ambil sebanyak 10 ekor, kecuali kelompok ukuran S2 (15-18 cm) yaitu hanya 9 ekor sampel. Identifikasi parasit dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan empat jenis ektoparasit yaitu Trichodina sp., Epistylis sp., Monogenea, dan Ichthyophthyrius multifiliis. Sedangkan endoparasit tidak ditemukan pada semua sampel dari semua lokasi. Parasit yang ditemukan di lokasi Beji dengan jumlah terbanyak yaitu empat jenis parasit sedangkan di BBI Pandak dan Sidabowa masing-masing hanya tiga jenis parasit yang teridentifikasi. Nilai prevalensi parasit ikan berukuran besar cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan ikan ukuran kecil. Nilai prevalensi untuk semua parasit tertinggi ditemukan pada kelompok B2 (17-20 cm) dengan nilai prevalensi pada kulit dan isang yaitu Trichodina sp. (100% dan 90%), Epistylis sp. (40% dan 10%), Monogenea (50% dan 40%), Ichthyophthirius multifiliis (30% dan 60%). Sedangkan terendah ditemukan pada kelompok S1 (8,2-11,5 cm) dengan nilai prevalensi Trichodina sp. (100% dan 30), Monogenea (0% dan 20%) dan Ichthyophthirius multifiliis (0% dan 10%).This study aimed to determine the prevalence of parasites in fish Tilapia (Oreochromis sp.) at various sizes that were cultivated in the region Banyumas. Tilapia fish samples were obtained from three different locations in the Banyumas region namely BBI Pandak (P1: 5 to 6.5 cm), BBI Sidabowa (S1: 8.2 to 11.5 cm; S2: 15-18 cm) and Beji (B1 : 14.5 to 16.8 cm; B2: 17-20 cm). From each group 10 fish were collected, except from group S2 which only 9 individuals were collected. Identification of parasites was conducted at Laboratory of Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Jenderal Sudirman University, Purwokerto. The results showed finding of four types of ectoparasites including Trichodina sp., Epistylis sp., Monogenea, and Ichthyophthyrius multifiliis. While endoparasit was not found in all groups of size from all locations. From Beji, four types of parasites were found, while from BBI Pandak and Sidabowa only three species of parasites were identified. It is indicated that prevalence of parasites was higher in bigger size of fish than in small size of fish. Group B2 (17 to 20 cm) showed generally highest prevalence of parasites both on skin and gill: Trichodina sp. (100% and 90%), Epistylis sp. (40% and 10%), monogenea (50% and 40%), Ichthyophthirius multifiliis (30% and 60%), while group S1 (8 , 2 to 11.5 cm) showed the lowest prevalence of parasites both on skin and gill: Trichodina sp. (100% and 30%), monogenea (0% and 20%) and Ichthyophthirius multifiliis (0% and 10%).
1325016588D1E012340PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) DALAM PAKAN TERHADAP WARNA KUNING TELUR DAN HAUGH UNIT TELUR PUYUH JEPANG (Coturnix-coturnix Japonica)
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung daun sukun (Artocarpus altilitis) dalam pakan terhadap warna kuning telur (WKT) dan haugh unit (HU) telur puyuh dan menentukan level penambahan tepung daun sukun (Artocarpus altilitis) yang optimal terhadap WKT dan HU telur puyuh yang baik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah puyuh betina umur 2 minggu yang berjumlah 100 ekor. Variabel yang diamati adalah warna kuning telur dan haugh unit telur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diteliti adalah level penambahan tepung daun sukun dalam pakan basal yang terdiri atas : S0 (tanpa penambahan tepung daun sukun), S1 (0,5 % tepung daun sukun), S2 (1 % tepung daun sukun), S3 (1,5 % tepung daun sukun) dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun sukun dalam ransum puyuh tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap WKT dan HU telur puyuh Jepang. Kesimpulan bahwa penambahan tepung daun sukun dalam ransum sampai dengan level penambahan 1,5% tidak memengaruhi warna kuning telur dan haugh unit telur puyuh Jepang.The purpose of the research was to know the effect of breadfruit leaf meal on egg yolk color (EYC) and haugh unit (HU) of quail egg and to determine the best level of breadfruit leaf meal (Artocarpus altilis) in feed. The materials used in this research were 100 Japanese quails which two-weeks old. The variable observed were EYC and HU. This research used Completely Randomized Design (RAL). The treatments were the levels of breadfruit leaf meal addition in basal feed, consisted of : S0 (basal feed without breadfruit leaf meal), an undergraduate degree (basal feed plus 0,5% breadfruit leaf meal), S2 (basal feed plus 1% breadfruit leaf meal ), S3 (basal feed plus 1,5% breadfruit leaf meal) and each treatment was of repeated five times. Data were analyzed using analysis by of variance. The results showed that the addition of breadfruit leaf meal in feed had no significant effect (P>0.05) on the EYC and HU eggs of japanese quail. It can be concluded that the 1,5% breadfruit leaf meal had no effect (P>0.05) on increase egg yolk color and haugh units of eggs Japanese quail.
1325116590F1A012051Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pengrajin Anyaman Pandan
(Studi di Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen)
Penelitian ini berjudul “Strategi Pemberdayaan Pengrajin Anyaman Pandan (Studi di Desa Klopogodo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan untuk memberdayakan pengrajin dan strategi yang digunakan pengrajin untuk mempertahankan usahanya. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampling dalam penelitian ini, dimana pengrajin anyaman pandan sebagai sasaran utama, sedangkan sasaran pendukungnya yaitu Paguyuban Pandan Raharja, Pengusaha Anyaman Pandan, Pemerintah Desa, dan Disperindagsar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis berpedoman pada model analisis interaktif. Hasil penelitian ini yaitu strategi untuk memberdayakan pengrajin anyaman pandan di Desa Klopogodo yaitu 1) Pengadaan pelatihan pembuatan kerajinan anyaman pandan. 2) Mendampingi pengrajin dalam proses pemberdayaan. 3) Mensosialisasikan cara mengembangkan usaha kerajinan anyaman pandan. 4) Mengupayakan pendanaan dan fasilitas terkait program pemberdayaan. 5) Pemberian motivasi agar pengrajin lebih kreatif dalam membuat design kerajinan dan memperoleh pasar. Strategi pengrajin untuk mempertahankan pekerjaannya yaitu pengrajin membeli ayaran kepada pihak lain dalam hal ini yaitu pengepul agar menghemat waktu serta tenaga, pengrajin tidak menargetkan jumlah complong yang dikerjakan setiap harinya, dan pengrajin secara kontinu melakukan kegiatan menganyam pada waktu senggang. Strategi pengepul untuk mempertahankan usahanya yaitu 1) Pengepul mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan masalah hutang piutang. 2) Meminimalisir bentuk penipuan dengan menerapkan sistem ‘ada uang ada barang’. 3) Mengambil pinjaman ketika kekurangan modal. 4) Berani dan ulet dalam mengahadapi tantangan ketika berbisnis.This research entitled "The Empowerment Strategies of Pandanus Woven Craftsmen (Study in The Klopogodo Village, Gombong District, Kebumen)". The purpose of this research is to determine the strategy that the people used to empower the artisans and craftsmen to maintain their business. Purposive sampling is a technique that was used in this research, in which the pandanus woven craftsmen as the main target, while the supporting target were the Pandan Raharja Association, Pandanus Woven Entrepreneur, village government, and Disperindagsar. Collecting the data were done by in-depth interviews, observation, and documentation. The method of analysis was based on the model of interactive analysis. The results of this research showed that the strategies to empower the pandanus woven craftsmen in the Klopogodo village are : 1) Pandanus woven craftsmen production training. 2) Guidance for the craftsmen in empowerment 3) Socializing the ways to develop their business. 4) Seek for the funding related to the development program. 5) The motivation support for the craftsmen to be more creative in developing their product. The strategies that the craftsmen used to maintain their job is to buy ayaran to the other party, in this case is collectors in oder to save their time and energy. They are not targeting the number of complong. The craftsmen are braiding in their spare time. The collectors strategies to maintain their business are : 1) Collectors anticipating problems related to accounts debt. 2) They used the 'no money no goods' system to minimize fraud. 3) Taking a loan when undercapitalized. 4) Brave and tough to face the challenges when doing business.
1325216591D1E012189PERBEDAAN KONSENTRASI CH3COOH DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP VISKOSITAS DAN KEKUATAN GEL GELATIN KULIT KAMBINGPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan konsentrasi asam asetat dan waktu ekstraksi terhadap viskositas dan kekuatan gel gelatin kulit kambing. Materi penelitian menggunakan 5,4 kg kulit kambing jawa randu dan 16,2 liter asam asetat. Kulit kambing direndam menggunakan asam asetat 1%,3% dan 5% selama 24 jam, kemudian dicuci dan diekstraksi dengan lama waktu 4, 8, dan 12 jam. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental rancangan acak lengkap pola faktorial (3x3). Variabel yang diukur yaitu viskositas dan kekuatan gel gelatin kulit kambing. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi asam asetat 1% dan waktu ekstraksi 12 jam dihasilkan rata-rata viskositas dan kekuatan gel gelatin tertinggi (4.20 cP dan 102.30 bloom). Hasil analisis variansi dari penelitian ini menunjukan bahwa peningkatan konsentrasi asam asetat berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap viskositas gelatin, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kekuatan gel gelatin. Waktu ekstraksi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap viskositas tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kekuatan gel gelatin kulit kambing. Interaksi konsentrasi asam asetat dengan waktu ekstraksi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap viskositas dan kekuatan gel gelatin kulit kambing. The aim of this research were to investigate the difference of the concentration of acetic acid and the extraction of time on viscosity and the strength of gelatine gel of goat skin. The materials which were used in the research were 5,4 kg of jawa randu goat skin and 16,2 liter of acetic acid. The goat skin cured in 1%, 3%, and 5% of acetic acid for 24 hours, and then washed and extracted for 4, 8, and 12 hours. The research was conducted using by experimental method, used a factorial completely randomized bloc design (3x3). The measured variables were viscosity and the strength of gelatine gel. The result of the research showed that the 1% concentration of acetic acid and the extraction of time in 12 hours showed the highest average of viscosity and the strength of gelatine gel (4.20 cP and 102.30 bloom). The result of variance analysis showed that the increase of acetic acid concentration did not significantly (P>0.05) affect the viscosity of gelatine, but highly significantly (P<0.01) affected the strength of gelatine gel. The extraction time was significantly (P<0.05) affected the viscosity of gelatine and also highly significantly (P<0,01) affected the strength of gelatine gel. The interaction of acetic acid concentration and extraction time did not significantly (P>0,05) affect the viscosity of gelatine and the strength of gelatine gel of goat skin.
1325316592F1A012057PROSES BELAJAR MENGAJAR ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI SEKOLAH INKLUSI
(Studi di Sekolah Dasar Negeri Desa Cipari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat)
Penelitian ini bertujuan yaitu untuk Mengetahui Proses Belajar Mengajar di SD Negeri Cipari Kuningan Jawa Barat terhadap anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber atau subjek penelitian ini meliputi pengurus SD Negeri Cipari Kuningan Jawa Barat yang terdri dari Kepala Sekolah, dan 2 guru yang menangani anak berkebutuhan khusus. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara Purposive Sampling, serta menggunakan 3 teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah dengan menggunakan analisis model interaktif Milles Huberman yang memiliki 4 komponen diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan. Triangulasi yang dilakukan adalah dengan menggunakan triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Proses belajar mengajar di SD Negeri Cipari Kuningan Jawa Barat terhadap anak berkebutuhan khusus dilakukan yaitu dengan cara berpatok pada peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia tentang pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, memberikan metode pembelajaran yang menyenangkan, memberikan jam belajar diluar waktu sekolah. Pembelajaran yang di terapkan di SD Negeri Cipari Kuningan Jawa Barat salah satunya adalah pembelajaran life skills. Pembelajaran life skills adalah pembelajaran tentang keterampilan hidup. Pembelajaran ini sangat penting bagi anak berkebutuhan khusus, karena dapat mengembangkan potensi dirinya dengan sebaik-baiknya, dapat menolong diri sendiri dalam arti ia tidak di rendahkan oleh lingkungan sekitar dengan upaya ia memiliki bakat tersendiri yang dimilikinya, berdiri sendiri dan tidak ketergantungan oleh orang lain dan berguna bagi masyarakat sekitar. (2) Dalam proses mengajar di SD Negeri Cipari Kuningan Jawa Barat, memang tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pembelajaran pada umumnya, hanya saja penggunaan pendekatan anak berkubutuhan khusus menggunakan pendekatan individual secara khusus, artinya guru-guru yang memberikan pengajaran kepada anak berkebutuhan khusus tersebut lebih sabar dalam memberikan pengajaran. (3) Hambatan dalam melaksanakan pendidikan inklusi di SD Negeri Cipari Kuningan Jawa Barat, yaitu pembiayaan pendidikan, sarana dan prasarana serta kurangnya tenaga guru pendamping anak berkebutuhan khusus.
The aim of this study is to Know the Teaching and Learning in Elementary School Cipari Kuningan, West Java against children with special needs. This research is descriptive research with a qualitative approach. The source or the subject of this study included elementary school administrators Cipari Kuningan in West Java terdri of principal and two teachers who work with children with special needs. Mechanical determination of informants is done by purposive sampling, as well as using three data collection techniques by observation, interview and documentation. Techniques used in analyzing the data is to use the analysis Milles Huberman interactive model that has 4 components such as data collection, data reduction, data presentation and final conclusion. Triangulation is done by using triangulation.
The results of this study indicate that: (1) The process of teaching and learning in primary schools Cipari Kuningan, West Java against children with special needs do that is by berpatok on the regulation of the Minister of National Education of the Republic of Indonesia on inclusive education for children with special needs, provides a method of learning fun, gives hours of study outside of school time. Lessons learned for SD Negeri Cipari Kuningan, West Java one of which is learning life skills. Learning life skills is learning about life skills. Learning is very important for children with special needs, because it can develop her potential as well as possible, can help themselves in the sense that he is not lowered by the neighborhood with the effort he has the talent of its own has, stand-alone and not reliance by others and useful for the surrounding community.(2) In the process of teaching in primary schools Cipari Kuningan, West Java, is not much different from the implementation of learning in general, just use approach to child berkubutuhan specifically using individual approach in particular, means that teachers who provide instruction to children with special needs are more patient in provide teaching. (3) The obstacles to implementing inclusive education in primary schools Cipari Kuningan, West Java, namely the financing of education, infrastructure, and a lack of teachers accompanying children with special needs.
1325416578H1H012003PENGARUH SISTEM BIOFLOK DENGAN C/N RASIO BERBEDA TERHADAP KELIMPAHAN ZOOPLANKTON DALAM BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus)Penelitian ini berjudul “ Pengaruh Sistem Bioflok Dengan C/N Rasio Berbeda Terhadap Kelimpahan Zooplankton Dalam Budidaya Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)”. Tujuannya untuk mengetahui C/N rasio yang paling baik pengaruhnya terhadap kelimpahan zooplankton dan zooplankton yang paling dominan pada C/N rasio berbeda dalam budidaya ikan lele dumbo dengan sistem bioflok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada empat perlakuan dan empat kali ulangan waktu pengambilan sampel. Data dianalisi dengan menggunakan uji F dan aturan 50%. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan zooplankton pada perlakuan C/N rasio 14 berkisar 175-7434 ind/L dengan rata-rata 3027 ± 2785 ind/L, pada perlakuan C/N rasio 16 berkisar 77-3959 ind/L dengan rata-rata 1533 ± 1479 ind/L, pada perlakuan C/N rasio 18 berkisar antara 291-2269 ind/L dengan rata-rata 1315 ± 727,5 ind/L, dan pada perlakuan C/N rasio 20 berkisar 155- 5182 ind/L dengan rata-rata 2088 ± 2044,2 ind/L. Genus zooplankton yang ditemukan meliputi Monostyla, Difflugia, Asplanchna, Euchlanis, Filinia, dan Diurella.This research entitled "Effects of Biofloc System With Different C / N ratio to Abundance of Zooplankton in culture of african catfish (Clarias gariepinus)". The aim was to determine the best C/N ratio to influence the abundance and dominant of zooplankton in the different of C / N ratio of African catfish’s culture with biofloc system. The method used in this study was an experimental method with a completely randomized design (CRD) with four treatments and four replications sampling time. Data was analyzed using the F test and the 50% rule. The results showed the abundance of zooplankton in treatment C / N ratio of 14 ranges from 175-7434 ind / L with an average of 3027 ± 2785 ind / L, the treatment of the C / N ratio of 16 ranges from 77-3959 ind / L with an average of 1533 ± 1479 ind / L, the treatment of the C / N ratio of 18 ranged between 291-2269 ind / L with an average of 1315 ± 727.5 ind / L, and the treatment of the C / N ratio of 20 ranges from 155- 5182 ind / L with a mean -rata 2088 ± 2044.2 ind / L. Genus zooplankton were found Monostyla, difflugia, Asplanchna, Euchlanis, Filinia, and Diurella.
1325516593H1G012041PENGARUH WAKTU TINGGAL PADAROTATING BIOLOGICAL CONTACTOR (RBC) DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHULimbah cair tahu mengandung polutan organik yang cukup tinggi serta padatan tersuspensi maupun terlarut yang akan mengalami perubahan fisika, kimia, dan biologi. Metode RBC digunakan untuk mengurangi kandungan bahan organik pada limbah cair industri seperti industri tahu. RBC adalah teknologi pengolahan limbah secara biologi yang menggunakan biofilm sebagai tempat tumbuh mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan RBC dalam menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair industri tahu, mengetahui waktu tinggal RBC yang paling efektif menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair industri tahu, serta mengetahui kesesuaian hasil pengolahan bahan organik dengan RBC pada limbah cair industri tahu dengan standar baku mutu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor perlakuan adalah waktu tinggal RBC (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 hari) dengan 1 buah kontrol, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa RBC mampu menurunkan kandungan bahan organik limbah cair tahu sebesar 92,93±0,41% (BOD), 89,59±0,64 % (COD) dan 71,66±1,40 % (TSS). Waktu tinggal RBC yang paling efektif menurunkan kandungan bahan organik limbah cair industri tahu adalah 6 hari. Kemudian hasil pengolahan limbah cair tahu berupa bahan organik dengan RBC telah memenuhi standar baku mutu menurut Perda Prov. Jateng No. 5 th. 2012.Tofu liquid waste containing organic pollutants is high enough and the suspended solids and dissolved that will change the physics, chemistry, and biology RBC method used to reduce the content of organic material in the wastewater industry such as tofu. RBC is a biological waste treatment technology that uses microorganisms to grow as a biofilm. The purpose of this study was to determine the ability of RBC in lowering the content of organic matter in the wastewater of tofu, knowing when to stay RBC most effectively reduce the content of organic material in the wastewater of tofu, as well as determine the suitability of the processing of organic materials with RBC on liquid industrial waste tofu with quality standards. This research used an experimental method with a completely randomized design (CRD). Treatment factor is the detenton time on RBC (0, 2, 4, 6, 8, and 10 days) with 1 piece of control, each treatment was repeated 3 times. The results showed that RBC can lower the organic matter content of wastewater out of 92.93 ± 0.41% (BOD), 89.59 ± 0.64% (COD) and 71.66 ± 1.40% (TSS). The residence time of the most effective RBC degrades organic matter content of tofu wastewater is 6 days. Then the results of processing liquid waste out in the form of organic matter with RBC has met quality standards in accordance with regulation Prov. Java No. 5th. 2012.
1325616471B1J012167HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR VEGETASI TUMBUHAN BAWAH, UNSUR HARA TANAH, DAN KELIMPAHAN NEMATODA PADA TEGAKAN HUTAN PINUS
DI KPH BANYUMAS TIMUR
Tanah merupakan salah satu faktor pembatas alam yang mempengaruhi struktur dan komposisi vegetasi tumbuhan di atasnya. Tipe tanah akan berpengaruh terhadap tipe hutan yang terbentuk. Selain tipe tanah, fungsi ekosistem didalam hutan juga dipengaruhi oleh keanekaragaman organisme tanah, seperti nematoda. Nematoda dipandang penting oleh karena perannya dalam perombakan bahan organik di dalam tanah. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan hutan pinus dan hubungan antara struktur vegetasi tumbuhan bawah, unsur hara tanah (N,P,K, dan C), dan kelimpahan nematoda pada tegakan hutan pinus di KPH Banyumas Timur. Penelitian menggunakan metode kuadrat dengan peletakan plot secara stratified sampling. Tegakan pinus dikelompokkan ke dalam empat kelompok umur yakni 39, 36, 33 dan 9 tahun. Kerapatan dan diameter tegakan pinus pada setiap kelompok umur diambil dari kuadrat berukuran (10 x 10) m² sebanyak 5 buah. Sedangkan jenis – jenis tumbuhan bawah dan jumlah individu masing-masing tumbuhan bawah diambil dari kuadrat berukuran (2 x 2) m² sebanyak 4 buah yang dibuat pada setiap petak (10 x 10) m². Sampel tanah diambil dari 5 kuadrat berukuran (10 x 10) m² menggunakan core sampler untuk mengukur faktor kimia dan fisika tanah serta kelimpahan nematoda. Data hasil penelitian dianalisis regresi korelasinya menggunakan analisis CCA. Analisis CCA dilakukan dengan menggunakan software Canoco for Windows V 4.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk hidup rumput Paspalum conjugatum dan Ottochloa nodosa mendominasi pada tegakan umur 33 tahun, bentuk hidup terna Synedrella nudiflora mendominasi pada tegakan umur 9 tahun, bentuk hidup perdu Clidemia hirta mendominasi pada tegakan umur 36 tahun, sedangkan pada tegakan umur 39 tahun di dominasi oleh bentuk hidup paku-pakuan Nephrolepis exaltata. Korelasi kuat terjadi antara komunitas tumbuhan bawah dan faktor lingkungan.Soil is one of factors limiting nature that affects the structure and composition of vegetation on it. Soil type will affect the forest type which is formed. In addition, ecosystem function within the forests is also influenced by the diversity of soil organisms, such as nematodes. Nematodes are important because of its role in reorganizing organic substances in the soil. Based on these problems, it is necessary to do the research which aims to determine the structure of vegetation under the forest stands of pine and the relationship between the structure of vegetation undergrowth, soil nutrients (N, P, K, and C), and the abundance of nematodes in stands of pine forests in KPH East Banyumas. The research used squares method with the laying of stratified sampling plots. Pine stands were categorized into four age classes namely 39, 36, 33 and 7 years old. Pine stands density and diameter at each age group were drawn 5 pieces from the squares of 10 m x 10 m. While the types of undergrowth plants and the number of individuals of each plant were taken 4 units from squares of 2 m x 2 m which placed on each swath of 10 m x 10 m. Soil samples were taken from 5 squares of 10 m x 10 m using a core sampler to measure factors of chemical and physical soil and the abundance of nematodes. The correlation regression data were analyzed using CCA analysis. CCA analysis was performed using Canoco software for Windows V 4.5. The results showed that forms of living grass Paspalum conjugatum and Ottochloa nodosa dominated on pine stand age 33 years, forms of living herbaceous Synedrella nudiflora dominated on pine stand age 9 years, forms of living shrub Clidemia hirta dominated on pine stand age 36 years, while in pine stand age 39 years dominated forms of living ferns Nephrolepis exaltata. Strong correlation occurred between undergrowth plant communities and environmental factors.
1325716594C1L012060THE EFFECT OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE ON EARNINGS MANAGEMENT WITH ENVIRONMENTAL PERFORMANCE AS MODERATING VARIABLE
(Empirical Study of Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara pelaporan CSR (CSR Disclosure) terhadap manajemen laba. Penelitian ini juga melibatkan variabel moderasi yaitu kinerja lingkungan yang diukur dengan peringkat PROPER untuk menguji apakah kinerja lingkungan dapat memoderasi pengaruh pelaporan CSR terhadap manajemen laba. Manajemen laba dalam penelitian ini menggunakan pendekatan discretionary accruals.

Populasi pada penelitain ini adalah perusahaan manufaktur dari tahun 2012-2014 yang terdaftar di BEI. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan 32 sampel. Analisis data menggunakan Analisis Regresi Sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa CSR Disclosure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba dengan pendekatan discretionary accruals. Pengujian terhadap variabel moderating juga menunjukkan bahwa kinerja lingkungan dapat memoderasi pengaruh CSR Disclosure terhadap manajemen laba dengan pendekatan discretionary accruals
This study aims to analyze the influence of CSR disclosure on earnings management. This study include environmental performance measured by PROPER rank as moderating variable to test whether environmental performance can moderate the influence of CSR disclosure on earnings management. This study use discretionary accruals to measure earnings management.

The population of this study is manufacturing firms that listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) during 2012 to 2014. The sampling method used for this study is purposive sampling, there are 32 samples. Data analysis used are simple regression analysis and Moderated Regression Analysis (MRA).

The result of this study shows that CSR disclosure has negative effect and significant on earnings management that measured with discretionary accruals approach. This study also show that environmental performance moderated the effect of CSR disclosure on earnings management with discretionary accruals approach
1325816595E1A012211PENGARUH PERS MAHASISWA DALAM DINAMIKA KAMPUS (STUDI DI FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN).
ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang Lembaga Pers Mahasiswa Pro Justitia Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peran dan kedudukan pers mahasiswa dalam sistem pers nasional dan bagaimana pengaruh Lembaga Pers Mahasiswa Pro Justitia dalam dinamika kampus di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sosiologis, adapun sumber data dalam penelitian ini berupa wawancara sebagai sumber primer. Data primer lainnya adalah dokumen-dokumen seperti SK Dekan Fakultas Hukum No. 017/PT.30.1/1985 tentang berdirinya Lembaga Pers Mahasiswa Pro Justitia. Sebagai sumber sekunder peneliti menggunakan buku-buku dan majalah yang memuat persoalan relevan atau berkaitan dengan tema. Teknis analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data kualitatif, dengan demikian penulis menggunakan analisa yang bersifat deskriptif-analitis dalam menceritakan laporan hasil penulisan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran dan kedudukan pers mahasiswa dalam sistem pers nasional dan untuk mengawasi bagaimana pengaruh LPM Pro Justitia dalam dinamika kampus FH UNSOED.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LPM Pro Justitia sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk mengenal dunia pers. LPM Pro Justitia menjadi media bagi para mahasiswa untuk menyuarakan ide dan gagasan melalui dunia tulis menulis. LPM Pro Justitia sangat berpengaruh terhadap dinamika kampus FH UNSOED, karena posisinya sebagai penyalur informasi, kontrol sosial, edukasi, bahkan media alternatif bagi mahasiswa.

Kata Kunci : Pengaruh, Pers Mahasiswa, Dinamika Kampus.
ABSTRACT
This study discusses the Student Press Agency Pro Justitia Faculty of Law, University of General Sudirman. The research problems are how the role and position of the student press in the national press system and how the influence of the Student Press Agency Pro Justitia in the dynamics of the campus at the Faculty of Law, University of General Sudirman.
The method used in this study is the sociological method, while the source of the data in this study in the form of interviews as the primary source. Primary data Other documents such as the Dean of the Faculty of Law Decree No. 017 / PT.30.1 / 1985 on the establishment of the Student Press Agency Pro Justitia. As a secondary source research using books and magazines that contain relevant issues or related to the theme. Technical analysis of the data used is qualitative data analysis techniques, thus the author uses the analysis is descriptive-analytic in communicating the results of the writing of the report. This study aims to analyze how the role and position of the student press in the national press systems and to oversee how the influence of the dynamics of LPM Pro Justitia UNSOED FH campus.
The results of this study indicate that the LPM Pro Justitia as a forum for students to know the world of the press. LPM Pro Justitia becomes a medium for students to voice their ideas and through the world of writing. LPM Pro Justitia affects the dynamics UNSOED FH campus, because of its position as a supplier of information, social control, education, and even alternative media for students.

Keywords: Effect, Student Press, Dynamics Campus.
1325916596H1K012012AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK RUMPUT LAUT DARI PANTAI DRINI, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTASecara umum fungi patogen Candida albicans, Aspergillus flavus, dan Fusarium oxysporum dapat ditanggulangi menggunakan antifungi sintetis. Akan tetapi antifungi sintetis memiliki efek samping seperti mual, pusing, demam, muntah, diare, kerusakan pada kulit, resistensi pada manusia, dan meninggalkan residu beracun pada tumbuhan. Oleh karena itu, solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menemukan senyawa antifungi alami yang aman bagi manusia dan ramah lingkungan. Salah satu sumber senyawa antifungi alami adalah rumput laut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi senyawa antifungi dari rumput laut di Pantai Drini, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel rumput laut, ekstraksi rumput laut, dan uji aktivitas antifungi ekstrak rumput laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak metanol Laurencia papillosa menghasilkan zona hambat sebesar 6,70 mm pada Fusarium oxysporum; ekstrak etil asetat Gracilaria edulis menghasilkan zona hambat sebesar 7,07 mm pada Candida albicans, 6,12 mm pada Aspergillus flavus, dan 8,67 mm pada Fusarium oxysporum; dan ekstrak heksana Gracilaria edulis menghasilkan zona hambat sebesar 5,72 mm pada Fusarium oxysporum. Maka dapat disimpulkan bahwa zona hambat terbesar pada masing-masing fungi dihasilkan oleh ekstrak etil asetat Gracilaria edulis, dan rumput laut yang memiliki potensi senyawa antifungi dengan kategori sedang adalah Laurencia papillosa dan Gracilaria edulis.Generally, pathogenic fungal Candida albicans, Aspergillus flavus, and Fusarium oxysporum can be solved by synthetic antifungal. However, synthetic antifungal has side effect such as queasy, headache, fever, vomit, diarrhea, damage to skin, resistance in human, and toxic residue in plant. Hence, the solution to solve those problems is by finding natural antifungal compound that are safe for human and environmental friendly. Seaweed is known as source of natural antifungal compound. This research was aimed to know antifungal compound potential of seaweed from Drini Beach, Gunung Kidul Regency, Daerah Istimewa Yogyakarta. The methods in this research included seaweed sampling, seaweed extraction, and antifungal activity assay of seaweed extract. The result showed that methanol extract of Laurencia papillosa had 6,70 mm inhibition zone on Fusarium oxysporum; ethyl acetate extract of Gracilaria edulis had 7,07 mm inhibition zone on Candida albicans, 6,12 mm inhibition zone on Aspergillus flavus, and 8,67 mm inhibition zone on Fusarium oxysporum; and hexane extract of Gracilaria edulis had 5,72 mm inhibition zone on Fusarium oxysporum. We might conclude that the largest inhibition zone on each fungal was produced by ethyl acetate extract of Gracilaria edulis, and seaweeds that had antifungal compound potential with medium category were Laurencia papillosa and Gracilaria edulis.
1326016597E1A012237PERTANGGUNGJAWABAN PEJABAT NOTARIS TERHADAP PEMBUATAN AKTA NOTARIS YANG MENGANDUNG UNSUR PERBUATAN MELAWAN HUKUM
( Studi Putusan Nomor 83 /Pdt.G/2013/PN.SLMN)
Notaris merupakan pejabat umum yang di atur dalam K.U.H Perdata pada Pasal 1868 dan pengaturan mengenai pejabat notaris diatur lebih lanjut dalam Undang–Undang Nomor 30 tahun 2004 dan Undang–Undang Nomor 2 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris, namun dalam praktek di kehidupan bermasyarakat terdapat beberapa pejabat notaris yang melakukan tugas dan kewenangan nya tidak berdasar pada undang–undang yang berlaku, sehingga terdapat pejabat notaris yang terlibat dalam permasalahan hukum, seperti pejabat notaris yang terlibat melakukan perbuatan melawan hukum dalam Putusan Pengadilan Nomor 83 / Pdt.G/2013/PN.SLMN.
Pokok permasalahan yang diangkat di dalam penulisan skripsi ini mengenai bagaimanakah pertangunggjawaban pejabat notaris terhadap pembuatan Akta notaris yang mengandung unsur perbuatan melawan hukum berdasar pada peraturan perundang-undangan,dan apakah pertimbangan hakim telah sesuai dalam mengkualifisir perbuatan melawan hukum yang berkaitan dengan notaris berdasar pada Putusan Pengadilan Nomor 83 / Pdt.G/2013/PN.SLMN. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis.
Hasil Penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa terhadap pejabat notaris yang melakukan perbuatan melawan hukum dapat dikenai sanksi berdasarkan undang-undang yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris dan Undang-Undang No 2 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Pertimbangan hakim telah sesuai dengan kualifisir perbuatan melawan hukum, karena sesuai dengan teori yang berkaitan dengan perbuatan melawan hukum.

Notary officer is the public officer who is regulated in the criminal code in 1868 article. The detailed rule about notary offficer is also regulated in the Law Number 30 In 2004 and Law Number 2 In 2014 about change of law number 30 In 2004 about Notary Position. However, in the daily life, there are some notary officers who do the illegal act and against the law, like the notary officer who did an illegal act in the Jurisdictional Judgement Number 83/Pdt.G/2013/PN.SLMN.
The main topic of this thesis is about the responsibility of notary officers who made an illegal notarial deed and about the legal consideration from the judge in making an eligibility to the guilty notary officer as regulated in the Jurisdicational Judgement Number 83/Pdt.G/2013/PN.SLMN. In this research, the researcher used the normative jurisdiction as the apporoaching method. The data collecting method was done by literature research. And then , the gathered data was presented in the systematically arranged narative form.
The result of the research showed that the noatry officer who made an illegal act could be punished as explained in the law, especially in Law Number 30 in 2004 about the Notary Position and the Law Number 2 in 2014 about The Change of Law Number 30 in 2004 about Notary Position. The conjurisdictional consideration from the judge has showed that has obeyed the law very well.