Artikelilmiahs
Menampilkan 13.121-13.140 dari 49.632 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13121 | 16454 | D1E012186 | TOTAL SOLID DAN SOLID NON FAT SUSU DI KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaktersitik peternak, kadar total solid, solid non fat serta hubungan antara total solid dan solid non fat dikelompok peternak sapi perah Andini Lestari I dan Andini Lestari II. Sasaran penelitian yaitu 13 peternak Andini Lestari I dan 7 peternak Andini Lestari II. Materi yang digunakan adalah ternak sapi perah dengan pengambilan sampel susu pada pemerahan pagi hari secara komposit sebanyak 1 liter pada masing-masing peternak. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Hasil penelitian karakteristik peternak menggunakan analisis deskriptif dikelompok Andini Lestari I menunjukkan bahwa presentase pengalaman beternak dan lamanya menjadi anggota kelompok >10 tahun (54%) dan keaktifan peternak (77%), sedangkan kelompok Andini Lestari II pengalaman beternak dan lamanya menjadi anggota kelompok >10 tahun (71%) dan keaktifan peternak (57%). Hasil analisis data uji kualitas susu menggunakan uji “t” dengan rataan total solid dan solid non fat dikedua kelompok tidak memiliki perbedaan yang nyata (P>0,05). Hubungan antara kadar total solid dan solid non fat dikelompok Andini Lestari I dan Andini Lestari II dikategorikan kuat dengan nilai kolerasi masing-masing yaitu R=0,825 dan R=0,638. Kesamaan hasil rataan kadar total solid dan solid non fat susu disebabkan informasi serta pelatihan yang relatif sama pada kedua kelompok. | The purpose of this study was to determine the characteristics of farmers, the levels of total solid, solid non-fat, and the relationship between total solid and solid non-fat in dairy farmers of group Andini Lestari I and Andini Lestari II. Participant of the study were 13 farmers in Andini Lestari I and 7 farmers in Andini Lestari II. The materials used were of dairy cows. Sampling of milk were collected in the morning composite by 1 liters in each farmers. Survey method was used to identify characteristics of farmers in both group. Descriptive analysis in Andini Lestari I shows that more than 54% of the respondens have experience >10 years, 75% were considered as active members. Then in Andini Lestari II 71% have experience >10 years and only 57% of the members were considered as active. The results of the analysis of milk quality using "t" test with the average of total solid and solid non-fat in both groups had no significant differences (P> 0.05). The relationship between the levels of total solid and solid non fat in group Andini Lestari I is categorized strong with correlation the value of each is R = 0.825 and R = 0.638. The similarity of the average levels of total solid and solid non fat milk because the information and training that are relatively similar in both groups. | |
| 13122 | 16458 | H1L011038 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DATA PENGHAPUSAN ASET DAN LIMBAH PT. INDONESIA POWER UNIT PEMBANGKITAN MRICA BANJARNEGARA | Penggunaan sistem informasi akan mendukung terwujudnya manajemen informasi yang baik. Saat ini PT. Indonesia Power UP Mrica Banjarnegara belum menggunakan sistem informasi dalam mengelola data penghapusan aset dan limbah, sehingga kerap terjadi masalah dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan dalam membangun sistem ini adalah waterfall. Dokumentasi perancangan meliputi Data Flow Diagram (DFD), Conceptual Data Model (CDM), dan Phisycal Data Model (PDM). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dan DBMS MySQL. Pada implementasinya sistem ini diharapkan akan mempermudah proses manajemen pengelolaan data penghapusan aset dan limbah di PT. Indonesia Power UP Mrica Banjarnegara. | The use of information system will supports the realization of good information management. Currently, PT. Indonesia Power UP Mrica Banjarnegara is not use information systems to manage the elimination of their assets and wastes data, that often causing problems in managing the process. The method used to built this system is Waterfall method. The design documentation includes Data Flow Diagrams (DFD), Conceptual Data Model (CDM), and phisycal Data Model (PDM). The programming language that has been used is PHP and also using MySQL as its DBMS. The expected implementation of this system is to simplify the process of managing the elimination of assets and waste data in PT. Indonesia Power UP Mrica Banjarnegara. | |
| 13123 | 16457 | H1L011056 | RANCANG BANGUN APLIKASI IDENTIFIKASI KEPRIBADIAN DENGAN METODE PERSONALITY PLUS BERBASIS WEB | Aplikasi identifikasi kepribadian merupakan suatu aplikasi yang dapat mengidentifikasi kepribadian seseorang dengan menggunakan metode identifikasi personality plus. Jenis-jenis kepribadian yang terdapat pada aplikasi personality plus ini berdasarkan pada empat jenis kepribadian yang dikemukakan oleh Hipocrates. Aplikasi ini memiliki dua hak akses yaitu sebagai pengguna biasa dan sebagai super admin. Pengguna biasa hanya dapat melakukan test kepribadian setelah memilliki akun dan login, jika belum memiliki akun maka pengguna dapat mendaftarkan data diri terlebih dahulu pada halaman daftar. Setelah melakukan test, pengguna akan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan kepribadiannya, diantaranya adalah kondisi psikologis, jenis-jenis makanan yang pantang dan yang dianjurkan dan jenis-jenis penyakit yang mudah menyerang. Super admin dapat mengolah data-data yang dibutuhkan di dalam aplikasi, diantaranya adalah data result dominan, data result subdominan dan data kuisioner. | Personalty identification application is an application that can identify a person's personality by personality plus identification method. Personality types contained in the application personality plus based on four types of personalities founded by Hipocrates. This application has two users access rights are as ordinary user and as a super admin. An ordinary users can only do the test after having an account and login, if do not have an account, the users can register first on the register page. After doing the test, users will know the things that related to their personalities, including the psychological conditions, the types of recommended and abstinence foods and the types of diseases are easy suffered. Super admin can manage the data that required in the application, including the dominant result data, subdominan result data and questionnaire data. | |
| 13124 | 16459 | A1L012055 | Eksplorasi, Identifikasi Bakteri Entomopatogen dan Potensinya untuk Mengendalikan Hama Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) Pada Tanaman Padi | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendapatkan isolat BE yang berpotensi mengendalikan hama WBC; 2) Mengidentifikasi isolat BE yang diperoleh; 3) Menguji patogenisitas BE yang diperoleh untuk mengendalikan hama WBC. Penelitian ini menggunakan metode purposive random sampling untuk memperoleh lokasi sebaran WBC. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banyumas sejak Bulan November 2015 hingga Bulan Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Pola Tersarang pada tahap eksplorasi. Faktor ke-1 adalah Kecamatan yang terdiri atas Kecamatan Kebasen, Cilongok, Kembaran, Jatilawang Sumpiuh dan faktor ke-2 adalah desa yang tersarang dalam Kecamatan. Masing-masing kecamatan terdiri atas 5 desa dengan variabel yang diamati yaitu intensitas serangan WBC, populasi WBC dan tingkat infeksi bakteri entomopatogen. Pada uji patogenisitas rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial, faktor ke-1 yaitu isolat BE yang terdiri atas Is1, Is2, Is3. Is4 dan Is5 dan faktor ke-2 yaitu konsentrasi yang terdiri atas 106 cfu/ml, 108, cfu/ml 1010 cfu/ml dengan variabel yang diamati yaitu mortalitas WBC. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila beda nyata, maka di uji lanjut menggunakan Duncan Multiple Range Test pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan kisaran intensitas serangan WBC pada semua kecamatan yaitu 8,34 %-18,38% yang termasuk dalam kategori rendah. Populasi nimfa WBC tertinggi di Kecamatan Jatilawang sebanyak 34,8 individu/rumpun dan terendah di Kecamatan Kembaran sebanyak 1,08 individu/rumpun. Populasi imago WBC tertinggi di Kecamatan Sumpiuh sebanyak 1,82 individu/rumpun dan terendah di Kecamatan Kebasen sebanyak 0,67 individu/rumpun, tingkat infeksi bakteri entomopatogen sedang hingga rendah. Diperoleh 5 isolat yang dominan, Is1 asal Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, Is2 asal Desa Panusupan Kecamatan Cilongok, Is3 asal Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen, Is4 asal Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen dan Is5 asal Desa Bantar Kecamatan Jatilawang. Morfologi koloni BE menunjukkan bentuk koloni yang tidak teratur, warna koloni krem, putih dan putih keruh. Pada uji gram, 3 isolat bertipe gram negatif dan 2 isolat yang bertipe gram positif. Morfologi sel BE berbentuk sel tipe batang dan bulat. Pada uji biokimia, semua isolat bereaksi negatif terhadap H2O2, 3 isolat bereaksi positif terhadap uji KOH dan 2 isolat bereaksi negatif terhadap uji KOH. Pada uji patogenisitas Is4 mempunyai tingkat virulensi sedang (persentase mortalitas 30-50%); Is1, Is2, Is3 dan Is5 tingkat virulensinya rendah (persentase mortalitas<30%). | This research was aimed to: 1) get potensial EB isolates to control BPH, 2) identify EB isolates were found, 3) testing the EB pathogenicity was found to control BPH. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection And screen house Agroecology Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from November 2015 to July 2016. Research was used a Pattern Design Nested at the exploration stage. First factor is the subdistrict which contain Kebasen Subdistrict, Cilongok Subdistrict, Kembaran Subdistrict, Jatilawang Subdistrict, Sumpiuh Subdistrict and second factor is the village that nested on the subdistrict. Each sub districts consist of 5 villages with the observed variables are the intensity of BPH’s attact, BPH population and EB infection rates. On pathogenicity test, design using Factorial randomized block design, the first factors is EB that consist of Is1, Is2, Is3, Is4, Is5 and second factors is concentration that consist of 106, 108, 1010 cfu/ml with the observed variable is BPH mortality. The result show that the range of intensity of BPH’s attact is 8,34% - 18,38% on every subdistricts which include low categories. The highest nymph population is in Jatilawang Subdistrict with 34,8 individual/clump and the lowest is in Kembaran Subdistric with 1,08 individual.clump. EB infection rates is medium to low. The research found 5 isolates were dominant, Is1 from Panusupan Village, Cilongok Subdistrict; Is2 from Panusupan Village, Cilongok Subdistrict, Is3 from Kalisalak Village, Kebasen Subdustrict, Is4 from Kalisalak Village, Kebasen Subdistrict and Is5 from Bantar Village, Jatilawang Subdistrict. On all isolates, colony morphology showed irregular shapes; the color beige, white and cloudy white. On gram test, 3 isolates are gram negative type and 2 isolates gram positive type. On cell morphology EB are spherical and rod type. On biochemical test all isolates show reacted negatively to H2O2. On KOH test show that 3 isolates reacted positively and 2 isolates reacted negatively. On pathogenicity test, I4 has a medium level of virulence(mortality percentage 30-50%); Is1, Is2, Is3 and Is5 has a low level of virulence (mortality percentage <30%). | |
| 13125 | 16460 | A1C012055 | ANALISIS NILAI TAMBAH NIRA SEBAGAI BAHAN BAKU GULA KELAPA CETAK DAN KRISTAL DI KELOMPOK USAHA BERSAMA SARI BUMI (Studi Kasus : Kelompok Usaha Bersama Sari Bumi Desa Bojong Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga) | Kelompok Usaha Bersama Sari Bumi merupakan kelompok usaha yang bergerak dibidang industri gula kelapa cetak dan kristal. Kelompok mengumpulkan gula kelapa cetak dan kristal yang diproduksi oleh perajin anggota. Pengolahan gula kelapa cetak dan kristal menggunakan bahan baku nira. Kelompok menjual produk gula kelapa kristal pada eksportir melalui pedagang pengumpul, diharapkan dengan adanya produk gula kelapa kristal berkualitas ekspor dapat memberikan nilai tambah yang lebih tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha pengolahan gula kelapa; (2) besarnya nilai tambah usaha pengolahan gula kelapa; (3) pola saluran pemasaran gula kelapa. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 Juni sampai dengan 17 Juli 2016. Sasaran penelitian adalah perajin gula kelapa yang menjadi anggota KUB Sari Bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan jumlah responden 35 perajin. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, analisis nilai tambah metode Hayami dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi gula kelapa cetak adalah Rp3.114.905,20, sedangkan biaya produksi gula kelapa kristal adalah Rp3.470.817,30. Rata-rata penerimaan yang diperoleh dari produksi gula kelapa cetak adalah Rp3.879.900, sedangkan gula kelapa kristal adalah Rp4.317.531,00. Pendapatan produksi gula kelapa cetak adalah Rp764.994,80, sedangkan gula kelapa kristal Rp846.714,13. Nilai tambah gula kelapa cetak yaitu Rp990,90 per kilogram sedangkan gula kelapa kristal yaitu Rp1.008,73 per kilogram. Pemasaran gula kelapa cetak didistribusikan ke pasar lokal dengan pola saluran yaitu : Perajin Kelompok Pedagang Pengumpul Pedagang Besar Pedagang Eceran Konsumen. Sedangkan gula kelapa kristal didistribusikan ke pasar luar negeri melalui perusahaan ekspor dengan pola saluran yaitu : Perajin Kelompok Pedagang Pengumpul Pabrik. Produk gula kelapa kristal diekspor ke Jepang dan Kanada melalui PT (Perseroan Terbatas) dan CV (Commanditaire Vennootschap) yang bekerja sama dengan pedagang pengumpul. | Business Group Sari Bumi is a group that work in mold palm sugar and crystal palm sugar industry. The group collecting the mold palm sugar and crystal palm sugar which is produced by craftsman member. The processing of mold palm sugar and crystal palm sugar uses the sap raw material. The group selling mold palm sugar product to the exporter through collecting traders, expected by the mold palm sugar with an export quality can provide higher added value. This research aims are to determine (1) the cost of production, revenue, and income of palm sugar processing business; (2) the added value of palm sugar processing business; (3) the pattern of palm sugar marketing channel. This study conducted from June 15th till July 17th 2016. The object of this study are all palm sugar artisan which are registered as a member of Sari Bumi Business Group. 35 artisans are taken as respondents, using case study as the research method in this research Data were analyzed using analysis of cost, revenue, and income, Hayami added value analysis method, and descriptive analysis. The results of this research show that the average of mold palm sugar production cost is Rp3,114,905.20, while the average of crystal palm sugar production cost is Rp3,470,817.30. The average of mold palm sugar revenue is Rp3,879,900.00, while the average of crystal palm sugar revenue is Rp4,317,531.00. The production income of mold palm sugar is Rp764,994.80 and crystal palm sugar is Rp846,714.13. The added value of mold palm sugar is Rp990.90 per kilogram while the added value of crystal palm sugar is Rp1,008.73 per kilogram. The pattern collecting the mold palm sugar marketing are distributed to the local market : Craftsman member Sari Bumi Business Group Collecting Traders Big Traders Resaller Consumer. Meanwhile the pattern of crystal palm sugar marketing are distributed to overseas market: Craftsman member Sari Bumi Business Group Collecting Traders Factory. Th crystal palm sugar are export to Japan and Canada through PT (Perseroan terbatas) and CV (Commanditaire Vennootschap) which is cooperate with collecting traders. | |
| 13126 | 16481 | D1E012122 | Total Mikroba dan Derajat Keasaman Susu Segar di BBPTUHPT Baturraden dan Experimental Farm Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto | Penelitian tentang Total Mikroba dan Derajat Keasaman Susu Segar di BBPTUHPT Baturraden dan Experimental Farm Fakultas Peternakan Unsoed Purwokerto dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 30 Maret 2016. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan total mikroba dan derajat keasaman susu segar serta mengetahui hubungan total mikroba dengan derajat keasaman susu segar di BBPTUHPT Baturraden dan Experimental Farm. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sebanyak 500 ml/ekor yang diambil dari 30 ekor sapi FH di BBPTUHPT Baturraden dan Experimental Farm, pada pemerahan sore hari. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei dan pengujian mutu susu segar di laboratorium. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji “t” dan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rataan total mikroba susu di BBPTUHPT Baturraden dan Experimental Farm adalah 9,4 × 〖10〗^5 /ml susu dan 9,9 × 〖10〗^5 /ml susu, sedangkan derajat keasamannya adalah 7,1 °SH dan 7,3 °SH. Hasil analisis uji “t” terhadap total mikroba dan derajat keasaman dikedua tempat tersebut tidak berbeda nyata (P > 0,05). Hubungan total mikroba dan derajat keasaman susu segar diformulasikan dengan persamaan regresi linier Y = 2,537 + 4,833 X. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa total mikroba dan derajat keasaman susu segar dikedua tempat masih memenuhi syarat SNI (2011) dan total mikroba dapat digunakan untuk menduga derajat keasaman susu segar. Kata Kunci : Total Mikroba, Derajat Keasaman, BBPTUHPT Baturraden, Experimental Farm Unsoed Purwokerto. | Research on Total Microbes and Degree of Acidity of Fresh Milk in BBPTUHPT Baturraden and Experimental Farm of The Faculty of Animal Husbandry Unsoed Purwokerto held on 1^st to March 〖30〗^th 2016. The purpose of this research was to determine differences in the total microbes and the degree of acidity of fresh milk as well as determine the relationship of total microbes with the degree of acidity of fresh milk in BBPTUHPT Baturraden and Experimental Farm. The materials used in this research were 500 ml/cow of milk were taken from 30 FH cows in BBPTUHPT Baturraden and Experimental Farm, on the afternoon milking. The experiment was conducted using the survey method and the fresh milk quality testing in the laboratory. Data were analyzed by “t” test and linear regression. The results showed the average value of total microbes in BBPTUHPT Baturraden and Experimental Farm is 9.4 × 〖10〗^5/ ml of milk and 9.9 × 〖10〗^5/ ml of milk, recpecting whereas the degree of acidity is 7.1 °SH and 7.3 °SH. The results of analysis "t" test showed that total microbes and degree of acidity in both places were not significant (P> 0.05). Relationships of total microbes and degree of acidity of fresh milk is formulated with a linear regression equation Y = 2.537 + 4.833 X. It can be concluded that the total microbes and degree of acidity of fresh milk in both places still qualify SNI (2011) and total microbes can be used to suspect the degree of acidity of fresh milk. Keywords: Total Microbes, Degree of Acidity, BBPTUHPT Baturraden, Experimental Farm Unsoed Purwokerto. | |
| 13127 | 16463 | H1A012055 | ELEKTROKOAGULASI ZAT WARNA POLIAZO DIRECT BLACK MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUM / KARBON | Zat warna poliazo direct black merupakan salah satu zat warna sintetik yang banyak digunakan dalam industri batik. Penggunaan zat warna poliazo direct black ini dapat merusak lingkungan jika dibuang ke badan perairan tanpa pengolahan terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh voltase, jarak elektroda, pH, dan waktu pada proses elektrokoagulasi zat warna poliazo direct black, mengetahui persentase penurunan konsentrasi zat warna poliazo direct black menggunakan metode elektrokoagulasi, dan untuk mengetahui hasil uji kualitatif larutan produk elektrokoagulasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode elektrokoagulasi dengan menggunakan Aluminium (Al) sebagai anoda dan Karbon (C) sebagai katoda. Elektrokoagulasi zat warna poliazo direct black dilakukan dengan mengelektrolisis zat warna pada berbagai variasi voltase, jarak elektroda, pH, dan waktu. Larutan zat warna sebelum dan setelah elektrolisis dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elektrokoagulasi zat warna poliazo direct black dipengaruhi oleh voltase,jarak elektroda, pH, dan waktu elektrolisis. Persentase penurunan konsentrasi zat warna poliazo direct black menggunakan metode elektrokoagulasi adalah 99,71% . Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa larutan produk elektrokoagulasi tidak terdeteksi mengandung zat warna poliazo direct black. | Poliazo direct black dye was a synthetic dye that was widely used in the batik industry. The use of poliazo direct black dye can damage the environment if discharged into water bodies without treatment. The purpose of this study is to know the effect of voltage, electrode distance, pH, and time in the process electrocoagulation poliazo direct black dye , determine the percentage reduction in the concentration of the poliazo direct black dye using electrocoagulation method, and to know the results of qualitative test product solution electrocoagulation using UV–Vis spectrophotometer. The research was conducted using aluminum ( Al ) as the anode and carbon (C ) as a cathode. Electrocoagulation poliazo direct black dye was made with electrolyzing dye on a wide variety of voltage , electrode distance , pH , and time. The dye solution before and after electrolysis was analyzed using UV - Vis spectrophotometer. The results showed that electrocoagulation poliazo direct black dye is affected by the voltage, electrode distance , pH , and the electrolysis time. The percentage decrease in the concentration of the poliazo direct black dye using electrocoagulation method was 99.71 %. Qualitative test results showed that the product solution not detected contains electrocoagulation poliazo direct black dye. | |
| 13128 | 16479 | D1E012263 | PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH DAN KUNYIT TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA DAN KOLESTEROL DARAH PADA AYAM ARAB | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan kunyit (Curcuma domestica Val) dalam pakan terhadap penurunan kadar kolesterol dan trigliserida darah ayam arab. Materi yang digunakan adalah 84 ekor ayam arab petelur fase produksi. Bawang putih dan kunyit dijadikan tepung dan disuplementasikan pada pakan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan, setiap perlakuan diulang 7 kali dan setiap 1 unit perlakuan terdiri atas 4 ekor ayam arab. Perlakuan pada penilitian ini terdiri atas R0 = Pakan basal, R1 = Pakan basal + 3% tepng bawang putih, R2 = Pakan basal + 3% tepung kunyit. Pakan diberikan dua kali sehari sebanyak 85 g/ekor/hari dan diberi air minum secara adlibitum. Peubah respon yang diamati adalah kadar kolesterol dan trigliserida darah ayam arab. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji ortogonal kontras. Hasil analisis menunjukan bahwa pemberian suplementasi tepung bawang putih dan kunyit pada ayam arab berpengaruh sangat nyata (P<0,01) untuk kolesterol tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) untuk teriliserida. Rataan kadar trigliserida R0 = 106,12 ± 32,84(mg/dl), R1 = 95,91 ± 34,71 (mg/dl), R2 = 100,00 ± 28,57 (mg/dl). Rataan kadar kolesterol R0 = 144,44 ± 19,24 (mg/dl), R1 = 120,63 ± 11,87 (mg/dl), R2 = 117,45 ± 14,13 (mg/dl). Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi tepung bawang putih dan kunyit pada pakan ayam arab sebanyak 3 % menurunkan kolesterol darah ayam arab, dan menghasilkan kadar trigliserida yang relatif sama. | This research aims to determine the effect of supplementation of garlic (Allium sativum) and turmeric (Curcuma domestica Val) in the feed to the decrease of blood cholesterol and triglyceride levels arab chicken. The materials used are 84 arab laying hens production phase. Garlic and turmeric used as flour and supplemented on feed. The experimental design used was completely randomized design (CRD) with 3 treatments, each treatment was repeated seven times and each one treatment unit consisting of four chickens arab. Treatment in this research consists of R0 = Feed basalt, R1 = Feed basal + 3% tepng garlic, R2 = Feed basal + 3% turmeric powder. The feed is given twice a day as much as 85 g / head / day and given water to drink in adlibitum. The observed response variable was blood cholesterol and triglyceride levels arab chicken. Data were analyzed by using using Analysis of Variance (ANOVA) and continued by orthogonal contrasts. Results of the analysis showed that supplementation of garlic and turmeric powder on the chicken arab highly significant (P <0.01) for cholesterol but the effect was not significant (P> 0.05) for teriliserida. Mean triglyceride levels R0 = 106.12 ± 32.84 (mg / dl), R1 = 95.91 ± 34.71 (mg / dl), R2 = 100.00 ± 28.57 (mg / dl). The mean cholesterol levels R0 = 144.44 ± 19.24 (mg / dl), R1 = 120.63 ± 11.87 (mg / dl), R2 = 117.45 ± 14.13 (mg / dl). The conclusion of this study is the supplementation of garlic powder and turmeric to the chicken feed as much as 3% arab blood cholesterol arab chicken, and produce the same relative levels of triglycerides. | |
| 13129 | 16482 | G1B012066 | PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA BURUH PLASMA DI DESA BANDINGAN KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA | Latar Belakang: Lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas pekerjaannya. Lingkungan kerja yang mendukung produktivitas kerja akan menimbulkan kepuasan kerja dalam suatu organisasi. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 99 karyawan dan dipilih sampel 49 karyawan menggunakan simple random sampling Alat ukur digunakan yaitu luxmeter, thermometer, sound level meter. Data diuji dengan menggunakan Rank Spearman kemudian dilanjutkan dengan uji multivariat untuk melihat pengaruh dengan uji Regresi Linier Berganda Hasil Penelitian : Hasil uji statistik tidak ada satupun variabel lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Sedangkan dari coefficient determinan adjustedR square bervariasinya nilai produktivitas dipengaruhi oleh variabel suhu dan kebisingan sebesar 6% sedangkan 94% di pengaruhi oleh variabel lain. Simpulan : Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa tidak ada pengaruh langsung terhadap produktivitas, kemungkinan ada fator lain yang mampu mempengaruhi produktivitas. Saran yaitu dalam bekerja tetap memperhatikan lingkungan kerja yang sesuai sehingga mampu meningkatkan produktivitas kerja para buruh plasma. | Background: The working environment is all of things that is around of workers which can influence themself in working their tasks. Working environment that supports the productivity of workers will effect to job satisfaction in an organization. Method: This study used a quantitative method with cross sectional design. The population was 99 employees and choosen 49 employees for sample study by simple random sampling. The measuring instrument used luxmeter, thermometer,and sound level meter. The data was analysed with Rank Spearman, then analysed in multivariate test with Binary Logistic Regression. Results: Statistical test results, none work environment variables that affect the productivity of labor. While the coefficient of variation of the determinants adjusted R-square value of productivity is affected by the variable temperature and noise by 6% while 94% is influenced by other variables. Conclusion: This research is getting results that had no direct impact on productivity, there may be other Fator capable of affecting productivity. Suggestions that the work still consider a suitable work environment so as to improve the productivity of the workers plasma. | |
| 13130 | 16462 | A1L112043 | PENGARUH PEMANGKASAN TUNGGUL DAN WAKTU PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI KULTIVAR INPAGO UNSOED 1 DENGAN TEKNIK SALIBU | Penelitian bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh tinggi pemangkasan tunggul padi dan 2) mengetahui waktu pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil gabah kultivar Inpago Unsoed 1 dengan budidaya padi salibu serta 3) mengetahui apakah ada keterkaitan tinggi pemangkasan tunggul dengan waktu pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil gabah kultivar Inpago Unsoed 1 dengan budidaya padi salibu. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah tadah hujan di Desa Gandrungmanis, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Agrohortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai April 2016 sampai Juli 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design), dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama yaitu waktu pemupukan yang terdiri atas 3 taraf yaitu, 1). P1 = waktu pemberian pupuk organik cair riogen setiap 7 hari sekali, P2 = waktu pemberian setiap 10 hari sekali, P3 = waktu pemberian setiap 13 hari sekali.. Faktor kedua yaitu tinggi pemangkasan yang terdiri atas 2 taraf yaitu, 1). T1 = 5 cm diatas permukaan tanah (ratun) dan 2). T2 = 25 cm diatas permukaan tanah (salibu). Variabel yang diamati yaitu kadar klorofil, luas daun, tinggi tanaman, jumlah anakan total, umur berbunga, umur panen, jumlah anakan produktif per rumpun, panjang malai, jumlah gabah total per malai, persentase gabah isi, bobot gabah per petak, bobot gabah per rumpun dan bobot 1000 butir. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjut DMRT taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemupukan 7 hari sekali pada tanaman padi dengan teknik salibu menghasilkan tinggi tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan waktu pemupukan 10 dan 13 hari sekali. Tinggi pemangkasan tunggul 5 cm pada tanaman padi salibu menunjukkan pengaruh yang lebih baik dibandingkan pemangkasan tunggul 25 cm terhadap beberapa variabel. Waktu pemupukan tidak ditentukan oleh tinggi pemangkasan tunggul tanaman padi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman padi kultivar Inpago Unsoed 1. | This research aimed to study the effect of stump cutting height and different fertilization time on growth and yield of Inpago Unsoed 1 rice by salibu system and to know interaction between stump cutting height and different fertilization time on growth and yield of Inpago Unsoed 1 rice. This research was conducted at the rainfed lowland rice in Gandrungmanis village, Gandrungmangu district, Cilacap and Laboratory of Agrohorticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from April 2016 to July 2016. This experimental design used Split Plot Design with two factors and four replications The first factor as main plot is different fertilization time consist of 3 levels are 1). P1 = fertilizing with a liquid organic fertilizer every 7 days, P2 = fertilizing with a liquid organic fertilizer every 10 days, P3 = fertilizing with a liquid organic fertilizer every 13 days. The second factor as sub plot is stump cutting height consist of 2 levels are, 1). T1 = 5 cm above the ground (salibu) and 2). T2 = 25 cm above the ground (ratoon). Variable observed are chlorophyll content, high of plants, the number of tillers, flowering age, harvesting age, the number of tillers productive, panicles length, the number of grain per panicles, percentage of filledgrain, grain weight per slot, grain weight per tillers, and 1000 grain weight. The data was analyzed using F test, futher test by DMRT at the level of 5% error. The result showed that the time of fertilization 7 days on a paddy produced plant height higher than time of fertilization 10 and 13 days. Stump cutting height 5 cm above ground in paddy showed better effect than stump cutting height 25 cm above the ground in several variables. Time fertilization was not determined by stump cutting height of paddy in influencing the growth and yield of rice cultivar Inpago Unsoed 1. | |
| 13131 | 16464 | A1L012191 | PENGARUH ROOTONE F DAN KITOSAN TERHADAP PEMBENTUKAN AKAR DAN PERTUMBUHAN STEK BATANG KENTANG (Solanum tuberosum L.) | ABSTRAK Kentang merupakan salah satu tanaman sayuran utama yang ditanam oleh petani Indonesia di daerah dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui pembentukan akar dan pertumbuhan stek batang kentang yang telah direndam kitosan, mengetahui pembentukan akar dan pertumbuhan stek batang kentang yang telah direndam Rootone F, mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi kitosan dan Rootone F terhadap pembentukan akar dan pertumbuhan stek batang kentang setelah perendaman larutan Rootone F dan kitosan Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2016, di screen house. Penelitian ini adalah penelitian faktorial 3x3 dengan 3 ulangan yang dirancang secara acak lengkap. Faktor pertama adalah perendaman stek dalam konsentrasi larutan kitosan yang terdiri atas kitosan 0 ppm, kitosan 2,5 ppm, dan kitosan 5 ppm. Faktor kedua adalah perendaman stek dalam konsentrasi larutan Rootone F yang terdiri atas Rootone F 0 ppm, Rootone F 1000 ppm, dan Rootone F 2000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman stek batang kentang dalam Rotoone F dan kitosan secara sendiri tidak berpengaruh pada jumlah akar dan persentase stek yang hidup. Ada interaksi antara perendaman stek batang kentang dalam Rootone F dan kitosan sebelum tanam pada variabel jumlah daun, panjang tunas, dan panjang akar. Konsentrasi terbaik pada variabel panjang akar adalah dengan perendaman Rootone F 2000 ppm dan kitosan 2,5 ppm. Konsentrasi terbaik pada variabel jumlah daun adalah dengan perendaman Rootone F 2000 ppm dan kitosan 0 ppm. Konsentrasi terbaik pada variabel panjang tunas adalah dengan perendaman Rootone F 2000 ppm dan kitosan 0 ppm. Kata kunci: kitosan, Rootone F, stek batang kentang. | ABSTRACT Potatoes are one of the major vegetable crops grown by farmers in the highlands Indonesia. The research aims to: determine the formation of roots and growth of stem cuttings of potatoes that have been soaked chitosan, determine root formation and growth of stem cuttings of potatoes that have been soaked Rootone F, knowing the interaction effect of chitosan concentration and Rootone F to root formation and growth of stem cuttings of potatoes after soaking Rootone F and chitosan solution.The research was conducted in January to March 2016, in screen house. This is a 3x3 factorial experiment with three replications arranged in completely randomized design. The first factor was soaking the stems on levels of chitosan concentration i e. chitosan 0 ppm, chitosan 2,5 ppm, and chitosan 5 ppm. The second factor was soaking the stems on levels of Rootone F i e. Rootone F 0 ppm, F Rootone 1000 ppm, and Rootone F 2000 ppm. The results showed that soaking potatoes cuttings in Rotoone F and chitosan by itself had no effect on the number and percentage of root cuttings life. There is an interaction between stem cuttings soaking potatoes in Rootone F and chitosan before planting on a variable number of leaves, shoot length and root length. The concentration of the best in the variable length of the root is by immersion Rootone chitosan F 2000 ppm and 2.5 ppm. The concentration of the best on the variable number of leaves is by soaking Rootone chitosan F 2000 ppm and 0 ppm. The best concentration in shoot length is variable by soaking Rootone chitosan F 2000 ppm and 0 ppm. Keywords: chitosan, Rootone F, potato stem cuttings. | |
| 13132 | 16465 | E1A109018 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN PRAKTIK BIDAN DI PUSKESMAS MAOS DALAM HAL PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI IMPLANT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 2009 TENTANG KESEHATAN | Perlindungan hukum terhadap Pasien Praktik Bidan diupayakan oleh pemerintah dengan menerapkan sistem pembinaan dan pengawasan terhadap Praktik Bidan. Upaya pemerintah ini dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat terhadap maraknya Praktik Bidan yang sudah memiliki izin dan Praktik Bidan yang belum memiliki izin yang dalam praktiknya seharusnya hanya sesuai kewenangannya namun terkadang ada yang sedikit keluar dari tugas pokok dan fungsinya, salah satunya bidan tidak boleh melakukan tindakan persalinan dan Pemasangan alat kontrasepsi dalam hal ini kontrasepsi implant dirumah pribadi praktik bidan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pasien praktik bidan berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu dengan pendekatan perundang-undangan yang bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah data sekunder dan didukung dengan data primer yang diperoleh dengan wawancara. Data diuraikan dengan teks yang sistematis. Metode yang digunakan adalah metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam melindungi hak-hak pasien sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan bahwa salah satu hak konsumen yakni hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau, sudah dipenuhi oleh Pemerintah dengan membuat suatu peraturan sebagaimana dirumuskan di dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan disebutkan bahwa Pemerintah bertanggungjawab dalam hal Merencanakan, Mengatur, Menyelenggarakan, Membina dan Mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Pasien, Pemakaian Alat Kontrasepsi Implant. | Legal protection of the Midwife Practice Patient pursued by the government to implement a system of guidance and supervision of Midwives Practice. This government effort is made to answer the public unrest against the rampant practice of midwives who already have a license and Practice Midwives who do not have permits in practice should only appropriate authorities, but sometimes there is a bit out of the main tasks and functions, one of which midwives may not do deliveries and Installation of contraception in this case the contraceptive implant private home of the midwife practice. This study aims to determine the legal protection for patients midwifery practices based on Law Number 36 Year 2009 on Health. This study uses normative juridical approach is to approach legislation that is descriptive. The data source of this research is secondary data and supported by primary data obtained through interviews. Data is described by a systematic text. The method used is a qualitative normative method. The results showed that the government's efforts in protecting patients' rights as stated in Article 5 (2) of Law Number 36 Year 2009 on Health that one of the consumer's rights or the right to obtain health services safe, quality, and affordable, already fulfilled by the Government to make a regulation as defined in Article 14 of Law Number 36 Year 2009 on Health stated that the Government is responsible in case Plan, Organize, Organize, direct and supervise health efforts equitable and affordable by the community. Keywords: Legal Protection, Patient, Use of Contraceptive Implant | |
| 13133 | 16466 | C1L012038 | THE INFLUENCES OF AUDITOR’S ACCOUNTABILITY AND INDEPENDENCY TOWARDS AUDIT QUALITY WITH EMOTIONAL QUOTIENT AS MODERATING VARIABLE | Di Indonesia ada banyak sekali kasus terkait akuntabilitas dan independensi auditor yang dapat mempengaruhi kredibilitas publik terhadap kualitas kinerjanya. Akuntabilitas dan independensi auditor dipengaruhi oleh kecerdasan emosional yang berhubungan dengan bagaimana melakukan tugas dalam tim, dan bagaimana mengontrol emosi terkait dengan pekerjaannya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas dan independensi auditor terhadap kualitas audit dengan kecerdasan emosional sebagai variabel moderasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik sampel aksidental. Kuesioner didistribusikan kepada 76 auditor fungsional BPKP DIY dan BPKP Jawa Tengah. Teknik analisis yang digunakan adalah uji interaksi Moderated Regression Analysis (MRA) yang berguna untuk menguji pengaruh akuntabilitas dan independensi auditor terhadap kualitas audit dimoderasi oleh kecerdasan emosional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memoderasi pengaruh akuntabilitas dan independensi auditor terhadap kualitas audit. Semakin tinggi kecerdasan emosional auditor, maka semakin tinggi akuntabilitas dan independensi auditor terhadap kualitas audit. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi bagi auditor BPKP DIY dan BPKP Jawa Tengah dalam hal pengembangan akuntabilitas dan independensi didukung oleh kecerdasan emosional. Setelah banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia, auditor harus lebih memperhatikan dan secara bijaksana memanfaatkan kecerdasan emosionalnya untuk mempertahankan akuntabilitas dan independensi yang tinggi terhadap kualitas audit. Sebagai referensi untuk institusi BPKP DIY dan BPKP Jawa Tengah dalam hal peningkatan kinerja yang kompetitif. | In Indonesia, there are so many cases related with auditor’s accountability and independency which can influence the public credibility towards auditors’ performance quality. Auditor’s accountability and independency could be influenced by the emotional quotient related with how do the job within a group, how control the emotion related to his/her job. This study aims to analyze the influence of auditor’s accountability and independency towards audit quality with emotional quotient as moderating variable. This research is a quantitative research with accidental sampling. The population of this study are the Auditors in BPKP of Yogyakarta and BPKP of Central Java. This study takes a sample of 76 functional auditors of BPKP of Yogyakarta and BPKP of Central Java. The data is analyzed by Moderated Regression Analysis (MRA) which used to test the influence of auditor’s accountability and independency towards audit quality moderated by emotional quotient. The result of this study are emotional quotient moderates the influence of auditor’s accountability and independency to audit quality. This means, the higher the emotional quotient of an auditor, the more auditor’s accountability and independency to audit quality. The finding of this study have an implication for auditors of BPKP of Yogyakarta and BPKP of Central Java as a reference in terms of accountability and independency development supported with emotional quotient. After all cases showed in media, the auditors should be more aware and wisely use the emotional quotient to keep his/her accountability and independency to audit quality. It also helps the BPKP of Yogyakarta and BPKP of Central Java institution to increase a competitive performance. | |
| 13134 | 16473 | E1A010238 | PENERAPAN SANKSI PIDANA KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK (Studi di Kota Purwokerto) | Penelitian ini berjudul: “PENERAPAN SANKSI PIDANA KEPADA PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK (Studi di Wilayah Purwokerto).” Tindak pidana penganiayaan merupakan tindak pidana yang sering terjadi dimasyarakat, baik yang telah di proses di peradilan maupun yang tidak. Korban penganiayaan seringkali adalah orang orang yang dianggap lemah secara fisik yaitu anak. Tingginya anak sebagai korban penganiayaan di Indonesia makin mengkhawatirkan. Sanksi pidana yang tidak memberikan efek jera kerap dipersalahkan akan tingginya kasus penganiayaan di Indonesia. Kasus-kasus penganiayaan anak di Pengadilan Negeri Purwokerto dalam kurun waktu 2014 sampai 2015 tercatat ada 4 (empat) kasus penganiayaan dengan korban anak. Pidana yang diberikan terhadap keempat kasus tersebut tidak ada yang melebihi 1 tahun penjara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hakim dalam menerapkan sanksi pidana kepada pelaku tindak pidana penganiayaan terhadap anak dan sejauh mana sanksi pidana tersebut dapat memberikan efek jera baik kepada pelaku sebagai pihak yang menjalankan sanksi pidana tersebut, juga kepada masyarakat. Metode yang digunakan guna tercapainya tujuan tersebut adalah yuridis sosiologis, dimana sumber data utamanya merupakan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam menerapkan sanksi pidana kepada pelaku tindak pidana tidak hanya didasarkan kepada ancaman pidananya, melainkan juga didasarkan pada faktor-faktor yang ada pada diri pelaku maupun diri korban yang nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan sehingga tercipta keputusan yang seadil-adilnya. Sanksi pidana yang diberikan ditujukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku yang menjalani pidana, serta sebagai bentuk pencegahan supaya pelaku tidak mengulangi hal serupa. Sanksi tersebut juga ditujukan untuk pencegahan bagi masyarakat supaya tidak melakukan tindak pidana tersebut, namun sayangnya efektifitas dari sanksi pidana tersebut tidak tercapai dengan baik karena kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai ancaman pidana terhadap tindak pidana penganiayaan dimana fungsinya untuk menakut-nakuti menjadi tidak terwujud. | This research title is:“CRIMINAL SANCTION APPLICATION TO CHILD ABUSE CRIMINAL PERPETRATOR” (Purwokerto Area Study). Abuse criminal act is a criminal act that often happened in community, either has been proceed in court or not. Abuse victims are usually someone who considered physically weak such as children.Children as abuse victim rate is quite high in Indonesia that alarming. Criminal sanction considered not provide a deterrent effect enough since the abuse case is increasing in Indonesia. Abuse case that recorded in Purwokerto District Court during 2014 to 2015 was 4 (four) cases as the children became the victims. Criminal sanction given to whose 4 cases are not more than one year prison. This research purposes are to know how the Judges applied the criminal sanction to the child abuse perpetrator and how far those criminal sanctions creates a deterrent effect to the perpetrator as the convict as well as the community.The method used to fulfill the purposes is socio-juridical where the main data source is an interview. The research result shows that Judges criminal sanction application to the perpetrator not only to its criminal threats, but as well as the factors inside the perpetrator and victims which will be a consideration to create the fairest decision. Criminal sanction applied to give a deterrent effect to the perpetrator as a convict, as well as preventive act so the same case will not happen again. The sanction also provide as a prevention to community to not do the same criminal act, but unfortunately the effectivity of those criminal sanction not bring the desirable outcome due to lack of knowledge in community regarding the child abuse criminal threats true function of threatening. | |
| 13135 | 16480 | C1A011019 | ANALISIS PERMINTAAN BERAS DI KABUPATEN KEBUMEN | Penelitian ini berjudul “Analisis Permintaan Beras di Kabupaten Kebumen”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh harga beras, harga jagung, pendapatan perkapita, jumlah penduduk terhadap permintaan beras dan tingkat kepekaan (elastisitas) permintaan beras di Kabupaten Kebumen, serta menganalisis perkiraan permintaan beras di Kabupaten Kebumen dari tahun 2014 hingga tahun 2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder selama kurun waktu lima belas tahun. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda, uji elastisitas, dan analisis trend. Hasil penelitian menggunakan analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif namun tidak berpengaruh signifikan antara harga beras dengan permintaan beras, terdapat hubungan positif namun tidak berpengaruh signifikan antara harga jagung dengan permintaan beras, terdapat hubungan negatif dan berpengaruh signifikan antara pendapatan perkapita dengan permintaan beras, dan terdapat hubungan positif dan berpengaruh signifikan antara jumlah penduduk dengan permintaan beras. Selanjutnya, hasil penelitian menggunakan uji elastisitas menunjukkan bahwa berdasarkan elastisitas harga, harga beras bersifat inelastis namun tidak signifikan. Sedangkan berdasarkan elastisitas silang, harga jagung bersifat inelastis dan bertanda positif namun tidak signifikan. Berdasarkan elastisitas pendapatan, pendapatan perkapita bersifat inelastis dan bertanda negatif. Sedangkan dari hasil perhitungan analisis trend, menunjukkan bahwa permintaan beras di Kabupaten Kebumen dari tahun 2014 hingga tahun 2020 menurun. Implikasi yang pertama dari penelitian ini terkait dengan adanya pengaruh positif antara jumlah penduduk dengan konsumsi beras, maka perlu adanya upaya pengendalian laju pertumbuhan jumlah penduduk dengan cara membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya program Keluarga Berencana. Sedangkan implikasi selanjutnya yang terkait dengan elastisitas pendapatan yang bersifat inelastis dan bertanda negatif maka diperlukan peran pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan selain beras khususnya bahan makanan pendamping beras seperti sayuran dan lauk pauk, karena apabila permintaan beras menurun, maka diperkirakan permintaan bahan pangan selain beras akan meningkat, dan dikhawatirkan harga dari bahan pangan selain beras tersebut juga akan mengalami kenaikan. Sedangkan implikasi dari permintaan beras yang mengalami penurunan adalah diperlukan peran pemerintah khususnya dinas pertanian untuk melakukan penyuluhan guna meningkatkan produksi bahan pangan yang berbasis pada sumberdaya lokal, karena jika permintaan beras menurun sedangkan jumlah penduduk meningkat berarti ada pergeseran konsumsi masyarakat dari beras kebahan pangan selain beras. Sehingga permintaan bahan pangan lain akan meningkat. | The title of this research is “The Analysis of The Demand of Rice in Kebumen Regency”. The purpose of this research was to analyze the influence of the price of rice, the price of corn, per capita income, population toward the demand of rice and elasticity level of demand of rice in Kebumen regency, and analyzing the estimated demand of rice in Kebumen Regency from 2014 to 2020. The data used in this research is secondary data during fifteen years. The technique to analyze this data in this research use multiple linear regression analysis, elasticity test, and trend analysis. The result of this research use multiple linear regression analysis showed that there are negative relationship but didn’t have significant influence the price of rice with demand of rice, there are a positive relation but didn’t have significant influence the price of corn with demand of rice, there is a negative relationship and significant influence the per capita income with demand of rice, and there is a positive and significant influence the population with demand of rice. Then, the result of research using the elasticity test showed that based on the price elasticity, the price of rice is inelastic but not significant. Whereas based on the cross elasticity, the price of corn is inelastic and positive marked but not significant. Based on the income elasticity, per capita income is inelastic and negative marked. Whereas from the result of this research use trend analysis, show that the demand of rice in Kebumen Regency from year 2014 until year 2020 is downhill. The first implication of this research is related to the positive influence of population with rice consumption, therefore was to obliged to effort to control the rate of population growth by building public awareness of the importance of Keluarga Berencana programs. Whereas the further implication related to income elasticity there was inelastic and negative marked so it was necessary role of government to maintain the stability price of food other of rice, especially foodstuff companion rice such as vegetables and side dishes, because if demand of rice decreases, so it could be estimate demand for foodstuff other of rice will increased, and it was fear it the price of foodstuff could be rise too. Whereas the implications of demand for rice has decreased is necessary role of government, especially the departement of agriculture to do counseling in order to increase food production based on local resources, because if demand of rice decreased while the population increased means there was a shift of consumption from rice in to foodstuffs other of rice. So, the demand for other foodstuffs will increased. | |
| 13136 | 16467 | H1F012010 | Studi Geologi Karakteristik Dan Korelasi Endapan Paleotsunami Daerah Wonoharjo Dan Sekitarnya, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat | Indonesia berada pada zona aktivitas seismik yang signifikan akibat tataan lempeng tektonik dan pergerakannya sehingga menyebabkan banyak gempa bumi dan beberapa diantaranya berpotensi tsunami, tsunami merupakan suatu kejadian alam yang dapat diprediksi kejadian dan perulangannya, sayangnya Indonesia tidak memiliki rentang catatan waktu sejarah yang panjang untuk mendeteksi perulangan kejadian gempa berpotensi tsunami sehingga dibutuhkan penelitian untuk mencari dan mengidentifikasi tsunami dimasa lalu (paleotsunami) agar dapat memperpanjang catatan sejarah. Daerah Wonoharjo dan sekitarnya merupakan suatu kawasan yang berdekatan dengan zona subduksi, adanya bentukan bentang alam beach ridge dan swale, serta kejadian tsunami 2006 Pangandaran pada daerah tersebut mengindikasikan daerah Wonoharjo dan sekitarnya adalah tempat yang ideal untuk mencari endapan paleotsunami dan mempelajari karakteristik endapan tsunami. Untuk mengidentifikasi karakteristik endapan tsunami dilakukan beberapa metoda, antara lain: analisis granulometri, analisis Lost on ignition (LOI), analisis mikrofauna, dan analisis mineral. Dari sampel core SW.2-BT.3 disimpulkan kandidat paleotsunami berada di lapisan dengan besar butir pasir halus hingga lanau dan berada pada kedalaman 118cm - 122cm dengan karakteristik kandidat paleotsunami berupa bentukan kurva unimodal hingga polymodal, sortasi terpilah sedang hingga terpilah sangat buruk, didominasi oleh ukuran butir halus, memiliki kandungan organik rata-rata 25,50% dan kandungan karbonat 7,04%, tidak ditemukan adanya mikrofosil foraminifera pada kandidat dimungkinkan karena kandungan organik pada lapisan ini cukup tinggi sehingga sifat asam yang dihasilkan material organik tersebut mampu merusak dan menghilangkan kandungan foraminifera, kandidat paleotsunami memiliki komposisi mineral kuarsa (dominan), piroksen, amphibol, feldspar , magnetit , litik, dan glaukonit. Berdasarkan hasil korelasi, kandidat tsunami akan ditemukan pada kedalam 115 cm hingga 150 cm dan tersebar pada beberapa satuan lapisan yang memiliki hubungan stratigrafi menjari, ketebalan ditiap sampel core beraneka ragam mulai dari ketebalan ± 15 cm hingga 4 cm. Persebaran kandidat tsunami dapat ditemukan pada bagian barat swale namun cukup sukar ditemukan pada bagian timur | Indonesia is located in the zone of seismic activity significantly as to result from system of plate tectonics and the movement to result in a lot of earthquakes and some potential tsunami, the tsunami is a natural event that can predict the incidence and recurrence, unfortunately Indonesia does not have the range of a time long history to detect recurrence potential tsunami of the resulting earthquake event so it takes research to find and identify the tsunami of the past (Paleotsunami) in order to extend the historical record. Wonoharjo and the surrounding area is an area that is adjacent to subduction zones, exist the formation landscape beach ridge and swale, as well as the 2006 tsunami in Pangandaran on the area indicates Wonoharjo and surrounding area is the ideal place to find the paleotsunami deposits and study the characteristics of tsunami deposits. To identify the characteristics of tsunami deposits made several methods, among others: granulometri analysis, analysis of Lost on ignition (LOI), mikrofauna analysis and mineral analysis. From core samples SW.2-BT.3 concluded paleotsunami candidates are in layers with a grain size is fine sand to silt and located at a depth of 118cm - 122cm with the characteristics of the candidate Paleotsunami be unimodal curve notching up polymodal, sorting disaggregated from moderate until very poorly, dominated by fine grain size, has average organic content of 25.50% and carbonate content of 7.04%, not detectable microfossils foraminifera on candidates to result from the organic content in this layer is high enough so that the acidic nature of the resulting organic material is able to destroy and eliminate content of foraminifera, the candidates of paleotsunami have quartz mineral composition (dominant), pyroxene, amphibol, feldspar, magnetite, lytic, and glauconite. The candidate of tsunami will be found at a depth 115 cm to 150 cm and spread out on several units of stratigraphic layers that have ties fingering, the thickness of the core in each sample diverse ranging from a thickness of ± 15 cm to 4 cm. Distribution of tsunami candidates can be found in the western part of the swale however quite hard to find on the east. | |
| 13137 | 16468 | D1E012110 | ANGKA REDUKTASE DAN pH SUSU SEGAR DI KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH TIRTO MARGO UTOMO DAN TIRTO MARGO MUKTI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian tentang angka reduktase dan pH susu segar di kelompok peternak sapi perah Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti Kecamatan sumbang telah dilaksanakan pada tanggal 1 – 15 April 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara angka reduktase dan pH susu segar. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah susu sapi segar sebanyak 20 liter, yang berasal dari dua kelompok tersebut, masing – masing kelompok diambil sampel sebanyak 10 liter yang berasal dari 10 peternak. Sampel susu tersebut kemudian diuji dilaboratorium produksi ternak perah fakultas peternakan UNSOED Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei dan uji laboratorium. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji “t” dan regresi linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan angka reduktase di kelompok peternak sapi perah Tirto Margo Utomo dan Tirto Margo Mukti adalah sama yaitu 7,9 jam, sedangkan rataan phnya adalah 6,75 dan 6,80. Angka reduktase dan pH susu segar pada kedua kelompok tersebut masih tergolong normal / baik. Berdasarkan uji “t” terhadap angka reduktase dan pH susu segar pada kedua kelompok tersebut menunjukkan perbedaan yang tidak nyata (P > 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa angka reduktase dan pH susu segar pada kedua kelompok tersebut adalah sama. Selain itu, hubungan antara angka reduktase dengan pH susu segar adalah lemah (tidak erat), karena angka korelasinya sangat rendah. | Research on reductase numbers and the pH of fresh milk in a group of dairy farmers Tirto Margo Utomo and Tirto Margo Mukti District Sumbang was held on April 1 to 15, 2016. The purpose of this study was to determine the relationship between the numbers reductase and the pH of fresh milk. The materials used in this study is a fresh cow's milk as much as 20 liters, which is derived from the two groups, each group as much as 10 liters of samples taken from more than 10 farmers. And then milk samples tested in the laboratory dairy farm production faculty UNSOED Purwokerto. This research was conducted by survey and laboratory testing. Data were analyzed by 't' and linear regression. The results showed that the average number reductase in a group of dairy farmers Tirto Margo Utomo and Tirto Margo Mukti is the same, namely 7.9 hours, while the average pH was 6.75 and 6.80. Figures reductase and the pH of fresh milk in both groups were relatively normal / good. Based on the test "t" with reductase number and pH of fresh milk in both groups showed no differences (P> 0.05), so it can be concluded that the amount of reductase and a pH of fresh milk in both groups was the same. In addition, the relationship between numbers reductase with a pH of fresh milk is weak (not tight), because their numbers are very low correlation. | |
| 13138 | 16469 | D1E012194 | INVENTARISASI KARAKTERISTIK KUALITATIF TANDUK, GUMBA DAN BENTUK PUNGGUNG SAPI PASUNDAN DI KABUPATEN CIAMIS | Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi karakteristik kualitatif sapi Pasundan dan mengetahui perbedaan karakteristik tanduk, gumba dan bentuk punggung sapi Pasundan di Kabupaten Ciamis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei (penelitian lapangan). Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling (ditentukan) di tiga kecamatan Kabupaten Ciamis yang menjadi sentra pengembangan sapi Pasundan. Hasil analisis secara deskriptif menunjukkan bahwa proporsi keberadaan tanduk pada sapi Pasundan di Kabupaten Ciamis adalah sapi yang bertanduk 52,8% dan tidak bertanduk 47,2%. Proporsi bentuk tanduk anoa 30,30%, bajeg 30,30%, conglok 19,70% dan manggul gangsa 19,70%. Proporsi sapi memiliki gumba 53,6%, dan tidak memiliki gumba 46,4%. Proporsi bentuk punggung sapi Bali 44%, sapi Madura 35,2% dan sapi Ongole 20,8%. Hasil analisis menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata (P < 0,01) dari karakteristik kualitatif keberadaan tanduk, keberadaan gumba dan bentuk punggung sapi Pasundan jantan dan betina, sedangkan untuk jenis tanduk tidak ada perbedaan (P > 0,05). Kesimpulan penelitian adalah sapi Pasundan jantan lebih banyak yang bertanduk dan bergumba dibandingkan dengan yang tidak sedangkan pada betina lebih banyak yang tidak memiliki gumba dan tanduk, jenis tanduk yang paling banyak ditemukan adalah jenis tanduk anoa pada jantan dan betina dan bentuk punggung yang paling banyak ditemukan adalah bentuk punggung menyerupai sapi Madura pada jantan sedangkan pada betina dengan bentuk sapi Bali. | This purposes of research were to inventory qualitative characteristic of Pasundan cattle and to investigate the difference of the form of horns, the form of the back and the existence of horn and hump of Pasundan cattle in Ciamis regency. A survey was conducted in the Ciamis regency, in which three sub district were purposively chosen. The three sub district were the center of Pasundan cattle development. The results of descriptive analysis showed that 52,8% have horns and 47.2% do not have horns. The proportion of the shape of horn of anoa, bajeg, conglok and manggul gangsa types were 30,30%, 30,30%, 19,70% and 19,70% respectively. The proportion of cattle having hump was 53.6% and Pasundan cattle do not have hump was 46,4%. The proportion of the form of the back of Bali, Madura and Ongole types were 44%, 35,2%, and 20.8% respectively. The results showed that there was significant differences ( P < 0.01 ) in the existence of horns, the existence of hump and the form of the in back male and female Pasundan cattle. While there was no significant difference of horn kind between sexes of Pasundan cattle ( P > 0.05 ). In conclusion, more horn and hump are found in male Pasundan cattle than female Pasundan cattle. The type of anoa horn is more frequently found in male and female Pasundan cattle. The form of the ridges Madura type is commonly found in male Pasundan cattle while the form of Bali type is commonly found in female Pasundan cattle. | |
| 13139 | 16470 | E1A012232 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN MELALUI BADAN PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN (BPSK) KOTA PALEMBANG PADA TINGKAT MEDIASI (STUDI KASUS KEPUTUSAN BPSK NO. 002/BPSK/KEP/V/2012) | Perkembangan perekonomian nasional pada era globalisasi haru mampu mendukung dunia usaha sehingga mampu menghasilkan barang dan atau jasa yang menunjang kebutuhan masyarakat yang bermacam-macam kebutuhannya. Lahirnya UUPK adalah dalam rangka untuk mempertahankan hak-hak konsumen terhadap pelaku usaha yang curang atau tidak jujur. UUPK tersebut diantaranya mengatur tentang Lembaga Penyelesaian Sengketa Konsumen serta mekanisme penyelesaiannya yang disebut dengan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Artikel ini berjudul “Tinjauan Yuridis Terhadap Penerapan Penyelesaian Sengketa Konsumen Melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Palembang Pada Tingkat Mediasi (Studi Kasus Keputusan BPSK No. 002/BPSK/Kep/V/2012). Tujuan penelitian mengetahui Penerapan Penyelesaian Sengketa Konsumen melalui BPSK Kota Palembang di Tingkat Mediasi dalam Keputusan BPSK No. 002/BPSK/Kep/V/2012. Berdasarkan hasil penelitian terkait keputusan BPSK Kota Palembang maka diperoleh hasil penelitian yaitukonsumen dapat melakukan pengaduan jika terdapat pelanggaran hak-hak konsumen oleh pelaku usaha sebagaimana dalam Pasal 4 UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (UUPK).Penyelesaian sengketa konsumen melalui mediasi diatur dalam Pasal 52 huruf (a) UUPK. Pasal 31 huruf (a) Kepmenperindag No. 350/MPP/Kep/12/2001 Tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang BPSK, Majelis BPSK dalam menyelesaikan sengketa konsumen melalui mediasi menyerahkan sepenuhnya kepada konsumen dan pelaku usaha. Hasil musyawarah dituangkan dalam Akta Perdamaian No. 036/BPSK/AP/V/2012, kemudian akta perdamaian tersebut sebagai dasar untuk dikeluarkan Keputusan BPSK No. 002/BPSK/KEP/V/2012 tanggal 24 Mei 2012 sebagai hasil akhir dalam penyelesaian sengketa konsumen. | National economic development in the globalization got incapable of supporting the business world order to be able to produce goods and or services that support the needs of the people of various needs .The birth of UUPK is in order to defending the rights of the customers to business doers that fraudulent or dishonest. The UUPK are set about the institution dispute resolution consumers and the solution mechanism called with the dispute resolution consumers. This Article with the tittle “Juridical review against the implementation of consumer dispute resolution through the dispute settlement consumers (BPSK) Palembang City at the mediation (a case study from decision of BPSK no.002 /BPSK/KEP/v/ 2012). This research aims to understand the application of dispute resolution BPSK consumers through the City of Palembang at the mediation in decision of BPSK no.002 /BPSK/KEP/v/ 2012. Based on the results of associated research decision BPSK the City of Palembang so the results research that is consumers can made complaints if there is a violation of the rights consumers for business operators, as in clause no 4 at The constitution no. 8 years 1999 on consumer protection (UUPK). Dispute resolution consumers by mediation arranged in clause no 52 letters (a) from UUPK. Clause no 31 letters (a) from the Ministerial decisions trade and industry no. 350/MPP/Kep/12/2001 on the implementation of BPSK responsibility and authority, The tribunal of BPSK in resolve disputes consumers by mediation hand over it to consumers and businesses. The results of consultation is poured in the deed peace No. 036/BPSK/AP/V/2012, and then the peace certificate as a basis for issued BPSK decision No. 002/BPSK/KEP/V/2012 On may 24 2012 as the end result in solving the consumer. | |
| 13140 | 16472 | H1D012071 | PENGARUH KELANGSINGAN TERHADAP KEKUATAN KOLOM BETON BERTULANGAN KAYU ULIN | Di kalangan masyarakat Kepulauan Nabire, Papua, khususnya di Desa Uwapa, ulin sudah lama dikenal dengan sebutan kayu besi, kayu ulin dimanfaatkan sebagai bahan perabot rumah tangga seperti meja dan kursi, serta bahan bangunan untuk kusen pintu, jendela, balok dan kolom serta rangka atap pada bangunan rumah, meskipun beton bertulang saat ini marak digunakan, oleh sebab itu, diperlukan penelitian ini agar dapat mengetahui beban maksimum yang dapat di terima dan mengetahui pengaruh kelangsingan pada kolom beton bertulangan kayu ulin, metode penelitian yang dilaksanakan: pengujian kuat tekan kolom (uji laboratorium), analisis kolom, dan membandingkan antara hasil uji kuat tekan dengan hasil analisis kolom, benda uji kolom pertama yaitu kolom A dengan dimensi benda uji 100 mm x 100 mm yang memiliki: tinggi ke1 600 mm, tinggi ke2 500 mm, dan tinggi ke3 400 mm, tulangan utama 4, benda uji kolom kedua yaitu kolom B dengan dimensi benda uji 150 mm x 150 mm yang memiliki: tinggi ke1 600 mm, tinggi ke2 500 mm, dan tinggi ke3 400 mm, tulangan utama 4, dan Benda uji kolom ketiga yaitu kolom C dengan dimensi benda uji 200 mm x 200 mm yang memiliki: tinggi ke1 400 mm, tinggi ke2 500 mm, dan tinggi ke3 600 mm, tulangan utama 8 bentuk persegi dengan dimensi 20 mm x 20 mm, berdasarkan hasil penelitian diperoleh: pada kolom A memiliki kuat tekan 13,44 MPa, analisis kolom 16,58 MPa, dengan selisih -3.1%, kolom B memiliki kuat tekan 14,77 MPa, analisis kolom 15,01 MPa, dengan selisih -0.2%, dan kolom C memiliki kuat tekan 14,67 MPa, analisis kolom 15.17 MPa, dengan selisih -0,5%, pengaruh kelangsingan berdasarkan: kekuatan yang besar sangat dipengaruhi oleh dimensi yang optimal, tinggi dan penambahan jumlah tulangan sangat mempengaruhi hasil uji kuat tekan. | Among the people of Nabire Islands, papua, particularly in the Village Uwapa, Eusideroxylon Zwageri has long been known as ironwood, ironwood be used as home furnishings such as tables and chairs, as well building material for door frames, windows, beams and columns as well on the roof frame house building, although concrete is currently widespread use, therefore this research is required in order to determine the maximum load that can be received and determine the influence of slenderness on reinforced concrete columns ironwood, the research method is implemented: a column compressive strength testing (laboratory testing), analytical columns, and comparing the results of compressive strength test with the results of the analysis column, the first column of the test object is column A with the dimensions of the specimen 100 mm x 100 mm which have: the 1st height 600 mm, 2nd height 500 mm, and 3rd height 400 mm, the main reinforcement 4, second column of test object is column B with the dimensions of test specimens 150 mm x 150 mm which have: the 1st high 600 mm, 2nd high 500 mm, and 3rd high 400 mm, the main reinforcement 4, third column of test object is column C with the dimensions of test specimens 200 mm x 200 mm which have: the 1st high 400 mm, 2nd height 500 mm, and 3rd height 600 mm, the main reinforcement 8 square shape with dimension 20 mm x 20 mm, based on the results obtained: column A has a compressive strength of 13.44 MPa, analytical columns 16,58 MPa, by a margin of -3,1%, column B has a compressive strength of 14.77 MPa, analytical columns 15,01 MPa, by a margin of -0,2%, and column C has a compressive strength of 14.67 MPa, analytical columns 15,17 MPa, by a margin of -0,5%, it can be concluded based on the influence of slimness: a great power highly influenced optimum dimension, tall, and addition amount of reinforcement affect the compressive strength test result. |