Artikelilmiahs

Menampilkan 13.201-13.220 dari 49.632 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1320116579A1L109027Pengaruh Konsentrasi Lilin Lebah dan Suhu Penyimpanan Terhadap Kualitas dan Umur Simpan Buah Stroberi (Fragaria spp.)Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh aplikasi pelilinan terhadap kualitas dan umur simpan buah stroberi (Fragaria spp.), Mengetahui pengaruh beda suhu terhadap kualitas dan umur simpan buah stroberi (Fragaria spp.), Mengetahui konsentrasi lilin dan suhu yang terbaik terhadap kualitas dan umur simpan buah stroberi (Fragaria spp.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februasi 2016 sampai dengan Maret 2016 di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Buah stroberi yang digunakan berasal dari salah satu sentra stroberi di Jawa Tengah yaitu Desa Serang, Purbalingga. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Data dianalisis dengan Uji F pada taraf 5% dan 1%, dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test. Faktor yang dikaji adalah konsentrasi larutan lilin lebah (L) terdiri empat taraf yaitu konsentrasi 0%, 3%, 6%, 9%, dan suhu yang terdiri dari 2 taraf yaitu suhu rendah 6oC dan suhu ruang normal 26-29oC. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah umur simpan, persentase kerusakan, susut bobot buah, Total Padatan Terlarut (TPT), kekerasan buah, kadar air, dan kandungan vitamin C. Hasil penelitan menunjukkan kombinasi perlakuan lilin lebah taraf 9% dan suhu ruangan penyimpanan 6oC mampu mempertahankan kualitas buah stroberi selama 13 hari setelah panen.The purpose of this research are to determine the effect of Beeswax Concentration on shelf life and quality of strawberry (Fragaria spp.), determine the effect of Storage Room Temperature on the shelf life and quality of strawberry (Fragaria spp.),to know the best Beeswax Concentration and Storage Room Temperature for the shelf life and quality of strawberry (Fragaria spp.). This research was conducted in February 2016 until March 2016 in the Laboratory of Agronomy and Horticulture Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The Strawberry used came from Serang village, Purbalingga. The researcher used factorial randomized block design patern. The data were analyzed by F test at 5% and 1%, followed by DMRT (Duncan Multiple Range Test). Treatments consisted of combinations between four concentrations of beeswax 0%, 3%, 6%, 9% and two Storage Room Temperatures 6oC and temperature 26-29oC. Each treatment was repeated 3 times. The observed variables were the shelf life, the weight loss, Total Dissolved Solids, the fruit hardness, water content, and vitamint C content. The results showed that treatment combination between 9% concentration of beeswax and 6oC storage room temperature were able to maintain strawberry for 13 days after harvest.
1320216539H1H012046PENGARUH C/N RASIO BERBEDA TERHADAP KELIMPAHAN BAKTERI DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) PADA SISTEM BIOFLOKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh C/N rasio yang berbeda pada pemeliharaan ikan lele dumbo dengan sistem bioflok terhadap kelimpahan bakteri dan kelangsungan hidup.Metode yang digunakan ialahrancanganacaklengkap(RAL)dengan empat perlakuandanulangan ikan. Perlakuan yang diujikan adalah C/N rasio yang berbeda dalam sistem bioflok yaitu C/N rasio 14, C/N rasio 16, C/N rasio 18 dan C/N rasio 20. Berdasarkan uji ANAVA, hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap kelimpahan bakteri dan kelangsungan hidup. Nilai kelimpahan bakteri berkisar antara64,51±23,06 - 95,12±39,89 CFU/mL. Nilai kelangsungan hidup berkisar antara25,5 - 41,2%. Produktifitas yang dihasilkan berkisar antara 696,15 - 2748,15 g/m3. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, nitrit, nitrat dan ammonia berfluktuatif tetapi masih dalam kisaran yang dapat ditoleransi ikan Lele Dumbo.The purpose of this research is to know the influence of C/N ratio which is different in fish-breeding African Catfish on biofloc system againts bacterial abundance and survival rate. The method used was a completely randomized design (CRD) with four treatments and replication fish. The treatments tested are different ratios onbiofloc system. They are C/N ratio of 14, C/N ratio of 16, C/N ratio of 18 and C/N ratio of 20. According to ANOVA, the results showed that the effect was not significantly different (P> 0.05) on the bacterial abundance and survival rate. Value abundance of bacteria ranged from 64.51 ± 23.06 to 95.12 ± 39.89 CFU/mL. Value survival ranged from 25.5 to 41.2%. The resulting productivity ranged from 696.15 to 2748.15 g / m3. Water quality parameters were observed include temperature, pH, dissolved oxygen, nitrite, nitrate and ammonia volatile but still within the range that can be tolerated African catfish.
1320316540A1M012064KAJIAN PENERAPAN GMP DAN SSOP PRODUK GULA KELAPA KRISTAL: STUDI KASUS PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH "UD. NIRA ASLI" KABUPATEN BANYUMASAdanya jaminan keamanan dalam produk pangan menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan preferensi masyarakat terhadap produk. UKM UD. Nira Asli merupakan usaha kecil dan menengah yang melakukan pengolahan gula kelapa kristal sebagai produk yang dikembangkan. UKM UD. Nira Asli berkeinginan untuk menciptakan produk yang aman dipasarkan secara luas sesuai dengan tuntutan konsumen saat ini. Syarat mendasar dalam penjaminan mutu yang harus dipenuhi yaitu telah dilaksanakannya GMP dan SSOP sebagai pendukung untuk mewujudkan tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui seberapa jauh UKM UD. Nira Asli sudah menerapkan GMP dan SSOP dalam usaha produksi gula kelapa kristal yang memenuhi standar SNI dan (2) mengetahui tindakan korektif dan pencegahan serta solusi dalam masalah GMP dan SSOP di UKM UD. Nira Asli.
Pelaksanaan penelitian dilakukan secara survei di UKM UD. Nira Asli dengan tahapan: (1) identifikasi awal di UKM UD. Nira Asli, (2) penilaian terhadap persentase kesesuaian antara penerapan GMP menurut SK MENKES No. 23/MENKES/I/2003, dan penerapan SSOP menurut FDA (1995), (3) perbaikan terhadap koreksi aspek-aspek yang terjadi penyimpangan, (4) pengujian produk akhir yang dilakukan di Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Surakarta.
Hasil penelitian menunjukkan standar tentang praktek hygiene yang disyaratkan pemerintah dalam GMP dan SSOP belum dapat dilaksanakan secara maksimal oleh UKM UD. Nira Asli. Dari 12 aspek GMP yang dikaji hanya 2 aspek yang mendapat penilaian cukup memenuhi yaitu aspek bahan dan aspek produk akhir. Sedangkan 8 aspek SSOP lainnya mendapat penilaian tidak memenuhi. Kesimpulan yang di dapat yaitu UKM UD. Nira Asli belum menerapkan GMP dan SSOP dengan baik dan benar.
The existence of security assurance in food products is one of factors that can improve the preference of people on the products. UD. Nira Asli is a small and medium enterprise that processes the granulated palm sugar as the developed products. UD. Nira Asli wants to make product that is safe to be marketed comprehensively based on the current demand of consumers. The fundamental requirement in assuring the quality that must be accomplished the implementation of GMP and SSOP in order to support the realization of that objective. This research aimed to: (1) determine how far UD. Nira Asli already implementing GMP and SSOP in production business of granulated palm sugar that meets SNI standards and (2) determines corrective and preventive actions as well as the solution to the problems of GMP and SSOP at UD. Nira Asli.
The research implemented the survey methods in UD. Nira Asli through four steps: (1) early identification at UD. Nira Asli, (2) assessment of suitability percentages among of the implementation of GMP according to Decree of Ministry of Health No. 23/MENKES/I/2003 and the implementation of SSOP according to FDA (1995), (3) the improvement on the correction for deviation aspects, and (4) the laboratory test of final product of granulated palm sugar in the Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Surakarta.
The result of research showed the standard about hygiene practice that was required by the government on GMP and SSOP had not implemented optimally by UD Nira Asli. There are 12 aspects of GMP which is assessed but only two aspects that categorized as “enough to meet”, aspect of materials and final products. While all 8 SSOP aspects categorized as “did not meet”. The conclusion is UD. Nira Asli have not implement GMP and SSOP properly.
1320416552A1M012031PENGUJIAN FORMULA LARU ALAMI BENTUK BUBUK TERHADAP PENGHAMBATAN Saccharomyces cereviceae
(The Testing of Powder’s Natural Preservative Formulas towards Inhibitions of
Saccharomyces cereviceae)
Nira kelapa mudah mengalami kerusakan karena kontaminasi mikroba. Upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan nira adalah dengan menambahkan bahan pengawet nira yang dikenal dengan istilah laru. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengaruh formula laru alami bentuk bubuk terhadap penghambatan mikroba Saccharomyces cereviceae; 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi laru alami bentuk bubuk terhadap penghambatan mikroba Saccharomyces cereviceae; 3) Mengetahui pengaruh interaksi perlakuan formula dan konsentrasi laru alami terhadap penghambatan mikroba Saccharomyces cereviceae. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu formula laru alami (A) yang terdiri dari 8 taraf yaitu ekstrak daun jambu biji : ekstrak daun cengkeh : larutan kapur = 5 : 5 : 90 (A1), ekstrak daun jambu biji : ekstrak daun cengkeh : larutan kapur = 10 : 10 : 80 (A2), ekstrak daun jambu biji : ekstrak daun slatri : larutan kapur = 5: 5: 90 (A3), ekstrak daun jambu biji : ekstrak daun slatri : larutan kapur = 10 : 10 : 80 (A4), esktrak daun cengkeh : ekstrak daun slatri : larutan kapur = 5: 5: 90 (A5), ekstrak daun cengkeh : ekstrak daun slatri : larutan kapur = 10: 10: 80 (A6), ekstrak daun jambu biji : ekstrak daun cengkeh : ekstrak daun slatri : larutan kapur = 5: 5: 5: 85 (A7), ekstrak daun jambu biji : ekstrak daun cengkeh : ekstrak daun slatri : larutan kapur = 10: 10: 10: 70 (A8). Faktor kedua adalah konsentrasi laru alami (K) terhadap air (b/v) yang terdiri dari 4 taraf yaitu 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3), dan 20% (K4). Pengujian dilakukan dengan metode zona jernih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji F, apabila menunjukkan adanya pengaruh dilanjutkan dengan Uji DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula ekstrak daun jambu biji : ekstrak daun cengkeh : ekstrak daun slatri : larutan kapur = 10: 10: 10: 70 (A8) dan konsentrasi laru alami 20% (K4) memberikan penghambatan tertinggi tertinggi terhadap Saccharomyces cereviceae, namun tidak menunjukkana adanya interaksi diantara kedua perlakuan.Coconut sap is easily damaged because of microbial contamination. Efforts made to prevent it is by adding sap natural preservatives which called Laru. The purposes of this research are : 1) knowing the effect of natural laru formulas of inhibition of Saccharomyces cereviceae, 2) knowing the effect of natural laru concentrations of inhibition of Saccharmyces cereviceae, 3) knowing the treatment interactions of both formulas and concentrations of natural laru of inhibition of Saccharomycess cereviceae. This research was conducted by Completely Randomized Design (CRD) with two factors. First factor was Natural Laru Formulas which consist of 8 level, that were guava leaves extract: clove leaves extract: lime solution = 5: 5: 90 (A1); guava leaves extract: clove leaves extract: lime solution = 10: 10: 80 (A2); guava leaves extract: slatri leaves extract : lime solution = 5 : 5: 90 (A3) guava leaves extract: slatri leaves extract : lime solution = 10: 10: 80 (A4); clove leaves extract: slatri leaves extract : lime solution = 5: 5: 90 (A5); clove leaves extract: slatri leaves extract : lime solution = 10: 10: 80 (A6), guava leaves extract: clove leaves extract : slatri leaves extract : lime solution = 5: 5: 5: 85 (A7); guava leaves extract: clove leaves extract : slatri leaves extract : lime solution = 10: 10: 10: 70 (A8). The second factors was Natural Laru Concentrations which consist of 4 levels that were 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3), 20% (K4). Testing was done by clear zone method. Data gained was analyzed by analysis of variance, there were significcantly influenced continued by DMRT test 5%. This researh resulting the highest inhibition of Saccharomyces cereviceae was done by guava leaves extract: clove leaves extract : slatri leaves extract : lime solution = 10: 10: 10: 70 (A8) and natural laru concentration of 20%, but both treatment did not shows interactions.
1320516611A1M012009ANALISIS DESKRIPTIF KUANTITATIF SERTA UJI PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP NUGGET BERBASIS JAMUR KANCING DAN JAMUR KUPINGNugget merupakan produk pangan beku berbasis daging yang kini banyak digemari oleh masyarakat. Produk yang terbuat dari daging biasanya mengandung lemak dan protein yang tinggi namun rendah serat. Penelitian ini memanfaatkan bahan nabati berupa jamur kancing dan jamur kuping sebagai bahan baku dalam pembuatan nugget. Oleh karena itu, diperlukan suatu analisis untuk mengetahui deskripsi atribut sensori dan tingkat kesukaan konsumen terhadap nugget jamur kancing dan kuping. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan atribut sensori nugget jamur kancing dan jamur kuping. 2) Mengkaji profil intensitas masing-masing atribut sensori nugget jamur kancing dan jamur kuping menggunakan metode QDA. 3) Mengkaji tingkat kesukaan konsumen pada nugget jamur kancing dan jamur kuping. Penelitian ini mengkaji satu faktor percobaan yaitu proporsi jamur kancing dan jamur kuping dengan daging ayam (100% : 0% dan 75% : 25 %). Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif dan uji hedonik. Atribut sensori yang terdeteksi pada nugget jamur kancing 100% yaitu berwarna cokelat keabuan, aroma dan rasa jamur yang kuat, cukup asin dan kekenyalan yang tinggi dibandingkan nugget jamur kancing 75%. Sedangkan atribut sensori pada nugget jamur kuping 100% yaitu cokelat, aroma dan rasa jamur yang kuat, dan kekenyalan yang tinggi dibandingkan nugget jamur kancing 75%. Intensitas atribut warna crumb kuning, warna bagian dalam abu-abu, homogenitas, aroma jamur matang, aroma bawang putih, serta kehalusan pada nugget jamur kancing yaitu cukup tinggi. Sedangkan intensitas atribut warna crumb kuning, warna bagian dalam abu-abu, homogenitas, aroma dan rasa jamur matang, aroma dan rasa tepung, aroma lada, kekenyalan, serta kehalusan pada nugget jamur kuping yaitu cukup tinggi. Berdasarkan uji hedonik, tingkat kesukaan pada nugget berbasis jamur kancing dan jamur kuping yaitu netral.Nugget is meat-based frozen food product that now popular and liked by public. Meat-based products are usually containing high fat and protein but low on fiber content. In order to make high fiber nugget , this research utilized some raws material as source of fiber such as button mushroom and ear mushroom but the sensory attributes did not acknowledged yet. Therefore, nuggets need to be analyzed to determine public preferences on sensory attributes. The aims of this research were: 1) To describe about sensory attributes of button mushrom nugget and ear mushroom nugget, 2) To assess the intensity profile of each sensory attributes of button mushroom nugget and ear mushroom nugget by using QDA method and 3) To review public preferences on button mushroom and ear mushroom. Factor experiment of this research were the proportion variation of button mushroom and ear mushroom also chicken meat as raw material. The proportion were: 100% : 0% and 75% : 25%. Analyzes performed included depcription analysis and hedonic test. Sensory attributes were detected in 100% nugget button mushroom is grayish brown color, aroma and strong mushroom flavor, salty enough stoutness and higher than 75% nugget button mushroom. While the sensory attributes on a nugget of mushroom 100% ie chocolate, aroma and strong mushroom flavor, and viscosity higher than 75% nugget button mushroom. The intensity of the yellow crumb color attributes, inner color gray, homogeneity, aroma of ripe mushrooms, garlic aroma and smoothness to the nugget button mushroom is quite high. While the intensity of the yellow crumb color attributes, inner color gray, homogeneity, aroma and taste of cooked mushrooms, aroma and taste of flour, pepper aroma, firmness, and smoothness to the nugget mushroom is quite high. Based on the hedonic test, a nugget-based preference level on the button mushrooms and mushroom which is neutral.
1320616534A1M012050PROFIL LIPID PLASMA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR HIPERKOLESTEROLEMIA YANG DIBERI MINUMAN KUNYIT ASAM Minuman kunyit asam selama ini banyak dikonsumsi hanya untuk mengurangi dismenore diketahui juga memiliki kandungan senyawa bioaktif, seperti kurkuminoid, minyak atsiri, pektin, tanin dan asam askorbat yang diduga mampu menurunkan kadar kolesterol darah hingga mengurangi resiko penyakit kardiovaskuler. Banyak penelitian terkait pemanfaatan minuman kunyit asam sebagai minuman fungsional namun belum diketahui konsentrasi konsumsi harian minuman kunyit asam yang tepat sebagai penurun kolesterol dan menentukan konsentrasi minuman kunyit asam yang tepat sebagai penurun kolesterol. Kolesterol ditranspor dalam bentuk HDL dan LDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi minuman kunyit asam yang dikonsumsi per hari terhadap profil lipid. Penelitian ini dilaksanakan secara ekperimental menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan masing-masing dengan 6 pengulangan yaitu: Kelompok kontrol (P1K), kelompok perlakuan yang diberi minuman kunyit asam dengan jumlah takaran 20 g/200 ml (P2K), kelompok perlakuan yang diberi minuman kunyit asam dengan jumlah takaran 60 g/200 ml gelas (P3K) dan kelompok perlakuan yang diberi minuman kunyit asam dengan jumlah takaran 180 g/200 ml (P4K). Minuman kunyit asam diberikan secara disonde. Pemberian minuman kunyit dapat menurunkan kadar LDL dalam darah, namun tidak didapatkan dose related response. Pemberian minuman kunyit asam tidak signifikan terhadap kadar HDL, namun tetap dapat menaikkan kadar HDL plasma.Tumeric Acid Drink is widely consumed during only to reduce dysmenorrhea are also known to contain bioactive compounds, such as kurkuminoid, essential oils, pectin, tannins, and ascorbic acid were allegedly able to lower blood cholesterol levels to reduce the risk of cardiovascular disease. Many studies related to the use of turmeric acid beverages as yet unknown functional beverage concentration daily consumption of turmeric, tamarind drinks right as lowering cholesterol level. The aims of this research are to determine the effect of the concentration of acid turmeric drink consumed per day on lipid profile and determine the dose of turmeric acid beverage consumption. This research was conducted in the experimental design was the basis of completely randomized design (CRD) with 4 groups each with 6 repetitions ie: group control (P1K), the treatment group were given a drink of tumeric acid by the number of doses 20 g/200 ml (P2K) , the treatment group were given a drink of turmeric acid with concentrations by the number of doses 60 g/ 200 ml (P3K) and the treatment group were given a drink of turmeric acid with concentrations by the number of doses 180 g 200 ml (P4K). Giving drink turmeric acid could decrease LDL level in blood, but there was no dose related response. There was no significant difference by giving tumeric acid drink on HDL level but the tumeric acid could decrease HDL level.
1320716541E1A112075TANGGUNG JAWAB PT. MULYO DITO PANGESTU PURWOKERTO TERHADAP PRODUK TUPPERWARE YANG RUSAK/CACAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMENPerlindungan konsumen tidak dapat dipisahkan dalam sebuah kegiatan perdagangan, karena perlindungan konsumen memberikan gambaran bahwa hubungan antara konsumen dan pelaku usaha pada dasarnya adalah hubungan hukum yang menimbulkan hak dan kewajiban secara timbal balik antara kedua belah pihak. Hal ini sudah di atur dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab PT. Mulyo Dito Pangestu terhadap produk Tupperware yang rusak/cacat.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan normatif kualitatif yaitu metode pendekatan dengan Undang-undang. Spesifikasi penelitian adalah spefikasi deskriptif dengan menguraikan secara jelas kemudian dikaitkan dengan teori hukum dan hukum positif yang dihubungkan dengan penelitian yang dilakukan.
Tanggung jawab PT. Mulyo Dito Pangestu terhadap produk Tupperware rusak/ cacat sudah sesuai dengan Pasal 19 ayat (1) dan (2) Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen yang dibuktikan dengan adanya pengaturan Ketentuan dan Prosedur garansi seumur hidup. Mengenai kewajiban pelaku usaha yang diatur dalam Pasal 7 huruf (b) Undang-Undang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa pelaku usaha berkewajiban memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa tidak diberikan kepada konsumen disebabkan karena tidak diberikannya buku garansi yang berisi tentang ketentuan garansi seumur hidup dan sales force tidak selalu melakukan kewajibannya yaitu memberikan informasi tentang produk dan garansi Tupperware, karena pelaksanaan penjualan tidak selalu melalui party tetapi langsung dengan cara menjual dari rumah ke rumah.

Consumer protection can not be separated in a trade activity, because consumer protection suggests that the relationship between consumers and businesses is basically legal relationships that give rise to rights and obligations are reciprocal between the two sides. It is already regulated in Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection. This study aims to determine the responsibility of PT. Dito Mulyo Pangestu on Tupperware products are damaged / defective.
This study uses normative approach qualitative approach with the Act. Specifications spefikasi research is descriptive outline clearly is then associated with the theory of law and positive law is linked to the research conducted.
The responsibility of PT. Dito Mulyo Pangestu on Tupperware products damaged / defective is in conformity with Article 19 paragraph (1) and (2) of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection evidenced by the setting terms and procedures lifetime warranty. Regarding the obligation of businesses that provided for in Article 7 (b) of the Consumer Protection Act which states that business operators are obliged to provide information that is correct, clear and honest about the condition and guarantee of the goods and / or services are not provided to the consumer due to the withholding of warranty book which contains provisions lifetime warranty and sales force does not always perform its obligations of providing information about the product and warranty Tupperware, since the implementation of the sales are not always through the party but directly by selling from house to house.
1320816487F1I012007Kebijakan Perdagangan Batik dan Produk Batik Indonesia dalam Menghadapi ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) Tahun 2007-2015Skripsi ini membahas Kebijakan Indonesia terkait dengan implementasi ACFTA yang dimulai pada 1 Januari 2010 dan dampak perdagangan bebas tersebut terhadap perdagangan batik dan produk batik Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pola deskriptif. Langkah-langkah pemerinah dalam mengeluarkan kebijakan menjadi fokus penelitian ini terkait dengan strategi kebijakan yang telah dirumuskan. Penelitian ini memperlihatkan banyaknya kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah agar tetap dapat melindungi batik dan produk batik sebagai warisan budaya Indonesia yang bersaing dengan Tekstil buatan China yang harganya lebih murah dipasaran. Menggunakan Teori Integrasi Ekonomi diharapkan mampu menunjukkan bagaimana kesiapan Indonesia serta negara ASEAN lainnya dalam menghadapi ACFTA. Selain itu pembuatan kebijakan kedalam yang dilakukan pemerintah Indonesia menunjukkan adanya reaksi sebagai kebijakan publik untuk dapat memperkuat perdagangan Batik, dan mempertahankan Batik agar mampu bersaing dengan produk asing.The focus of this study is the Indonesia government Policy in facing ASEAN China Free Trade Area in January, 1 2010 by analyzing the policy strategic and implication of that free trade to the Indonesia’s Batik and Batik Product. This research was done by qualitative in descriptive pattern. The research show many policy strategic made by Indonesia government to establish and protect Batik as Indonesia’s cultural wisdom to face compete the cheaper textile and apparel industry products of China. Using Economic Integration theory can show how the readiness of Indonesia government and another ASEAN member countries to facing ACFTA. Therefore the Indonesia government formulated the policy strategic as the reaction to survive Batik trade which can improve the competitiveness with another product.
1320916542H1H012026PENGARUH RASIO C : N YANG BERBEDA TERHADAP INDEK HEPATOSOMATIK DAN PERTUMBUHAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIPELIHARA PADA SISTEM BIOFLOKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian C:N rasio yang berbeda terhadap nilai indek hepatosomatik dan pertumbuhan ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang dipelihara dengan sistem bioflok. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan ulangan ikan. Perlakuan yang diujikan adalah perlakuan satu C:N rasio 14, perlakuan dua C:N rasio 16, perlakuan tiga C:N rasio 18, dan perlakuan empat C:N rasio 20. Ikan uji menggunakan ikan Lele dumbo dengan rata-rata berat tubuh 1-3 gram, yang dipelihara dalam kolam bundar dengan volume air ±2000 L selama 35 hari dan pemberian pakan 3% dari berat biomassa. Berdasarkan uji ANAVA hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap nilai IHS, dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap LPS dan LPH. Nilai kisaran pada IHS yaitu 7,35±2,97% - 16,35±2,71%, dan pada LPS nilai pada perlakuan satu dan tiga menunjukkan nilai yang lebih baik dari perlakuan lainnya dengan nilai 9,4±1,58% dan 9,44±1,93%, sedangkan pada LPH nilai pada perlakuan satu dan tiga menunjukkan nilai yang lebih baik dari perlakuan lainnya dengan nilai 0,15±0,06 g/hari dan 0,16±0,08 g/hari. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, nitrit, nitrat, dan ammonia yang berada dalam kisaran yang masih dapat ditoleransi ikan Lele Dumbo.The purpose of this study was to determine the effect of C:N ratio different to the value hepatosomatic index and growth of african catfish (Clarias gariepinus) in bioflok system. This study uses a completely randomized design (CRD) with four treatments and replications fish. The treatments tested is treatment one C: N ratio of 14, treatment two C: N ratio of 16, treatment three C: N ratio of 18, and the treatment four C: N ratio of 20. The fish trials using african catfish fish with an average weight of 1-3 grams, which is maintained in a circular pool with a water volume of ±2000 L for 35 days and feeding 3% of the weight of the biomass. Based on the ANOVA the results showed that effect was not significantly different (P>0.05) to the value of IHS, and significantly (P<0.05) on growth. The values range of IHS is 7.35% ± 2.97% - 16.35% ± 2.71%, and in the LPS treatment value at one and three showed a better value than other treatments with a value of 9.4% ± 1.58% and 9.44% ± 1.93%, while the value of the treatment LPH one and three showed a better value than other treatments with a value of 0.15 g/day ± 0.06 g/day and 0.16 g/day ± 0.08 g/day. Water quality parameters were observed include temperature, pH, dissolved oxygen, nitrite, nitrate and ammonia, which is within the range that can be tolerable by catfish.
1321016543C1A012088PENGARUH JAM KERJA, LUAS LAHAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI SINGKONGDI DESA KALIWEDI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini merupakan penelitian survey pada rumah tangga petani singkong di Desa Kaliwedi Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul “PENGARUH JAM KERJA, LUAS LAHAN DAN JUMLAH TANGGUNGAN KELUARGA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI SINGKONG DI DESA KALIWEDI KECAMATAN KEBASEN KABUPATEN BANYUMAS”
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis pengaruh antara jam kerja luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga terhadap tingkat pendapatan rumah tangga petani singkong di Desa Kaliwedi Kecamatan Kebasen kabupaten Banyumas. (2) Untuk menganalisis kecenderungan konsumsi rumah tangga petani singkong di Desa Kaliwedi Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas.
(3) untuk mengetahui pendapatan rumah tangga petani singkong di desa kaliwedi Kecamatan Kabupaten Banyumas dalam kaitannya pemenuhan kriteria standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas tahun 2015 atau belum.
Penelitian ini dilakukan di desa Kaliwedi Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui teknik kuisioner, wawancara, dan telaah pustaka. Jumlah responden yang diambil adalah 86 responden dengan pemgambilan sampel menggunakan rumus Slovin. Teknik analisis ini menggunakan analisis linier berganda dan analisis linier sedrhana. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Jam kerja, luas lahan dan jumlah tanggungan keluarga berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangga petani singkong di Desa Kaliwedi Kecamatan Kabupaten Banyumas. (2) Rumah tangga petani singkong di Desa Kaliwedi Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas masih cenderung konsumtif.
(3) Pendapatan rumah tangga petani singkong Desa Kaliwedi sebagian besar belum memenuhi standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Implikasi dari penelitian adalah Pendapatan para petani dalam rumah tangga pedesaan seperti di Desa Kaliwedi hendaknya terus ditingkatkan dengan cara lebih mempergunakan tanah pertaniannya secara intensif. Hendaknya instansti pemerintah khusunya Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas memberikan penyuluhan lebih baik lagi. Pemasaran hasil pertanian hendaknya perlu diperhatiakan oleh para petani agar pendapatan mereka terus meningkat.
This study is a survey of households casavva farmer in the District of Kebasen Kaliwedi, Banyumas. This research took the title "INFLUENCE OF HOURS AND SIZE OF LAND AND NAMBER FAMILY ON HOUSEHOLD INCOME IN THE VILLAGE FARMER SINGKONG Kaliwedi Kebasen DISTRICT DISTRICT BANYUMAS" The purpose of this study is (1) to analyze the influence of the land area of working hours and the number of family dependents to the level of household income cassava farmers in the Kaliwedi village Kebasen District of Banyumas. (2) to analyze the influence of household income levels of farmers on the amount of household consumption of cassava in the Kaliwedi village Kebasen District of Banyumas. (3) to determine household income of cassava farmers in the village Kaliwedi District of Banyumas dakam relation to the fulfillment of standard criteria Living Needs (KHL) Banyumas in 2015 or not. This research was conducted in the village Kaliwedi Kebasen District of Banyumas. The data used are primary data and secondary data obtained through the technique of questionnaires, interviews, and a literature review. The number of respondents was 86 respondents taken by pemgambilan sample using the formula Slovin. These analytical techniques using multiple linear analysis and linear analysis Simpler. These results indicate (1) hours, the land area and the number of family dependents positive effect on household income of cassava farmers in the village of Kaliwedi District of Banyumas. (2) The level of household income cassava farmers positive effect on the amount of household consumption of cassava farmers in the village of Kaliwedi District of Banyumas. (3) Household income Kaliwedi village cassava farmers mostly have not met the Living Needs (KHL). The implication of the study is the income of farmers in rural households in the village as Kaliwedi should be improved by means of more intensive agricultural land use. Instansti government should especially Banyumas District Agriculture Office provides better illumination. Marketing of agricultural products should need diperhatiakan by farmers to continue to increase their income.
1321116544A1L012112PENGARUH BERBAGAI FREKUENSI PEMBERIAN DAN JENIS PEMBENAH TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA DILAHAN PASIR PANTAIIndonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki potensi pemanfaatan lahan pasir pantai sebagai lahan budidaya pertanian, namun lahan pasir pantai mempunyai kadar unsur hara yang rendah dan kemampuan menyekap air rendah. Oleh sebab itu penambahan frekuensi dan jenis bahan pembenah yang tepat diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui frekuensi pemberian bahan pembenah tanah terbaik yang diberikan terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga; 2) mengetahui jenis pembenah tanah terbaik yang diberikan terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga; dan 3) mengetahui kombinasi frekuensi pemberian bahan pembenah tanah dan jenis pembenah tanah bagi pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan selama empat bulan, yaitu pada bulan Mei 2016 sampai dengan Agustus 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial, terdiri 2 faktor, 6 taraf, 8 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi pemberian pembenah tanah terdiri dari P0 = 1 kali, P1 = 2 kali. Faktor kedua adalah jenis bahan pembenah terdiri dari J0 = tanpa, J1 = vertisol, J2 = pupuk kandang sapi ayam, J3 = campuran. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi frekuensi pemberian meningkatkan bobot kering batang. Pemberian jenis pembenah meningkat pertumbuhan bobot segar daun, bobot kering daun, bobot segar akar, bobot segar batang, bobot kering batang, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman dan meningkatkan hasil bobot segar bunga dan bobot kering bunga.Indonesia is an archipelago country that has the potential use of coastal sandy land as agriculture land, but coastal sandy land has a low nutrient content and a low to water holding capacity. Therefore, the exact addition of various frequencies and types of soil conditioner expected to improve the physical properties of the soil and improved the growth and yield of cauliflower.
This research aimed to: 1) determine the best frequencies application of soil conditioner on growth and yield of cauliflower; 2) determine the best type of soil conditioner on growth and production of cauliflower; and 3) determine the combination of frequencies application and types of soil conditioner for growth and yield of cauliflower.
This research was conducted on coastal sandy land of Jetis beach, Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap Regency. The research for was conducted over for months, from May 2016 to August 2016. The experimental design that used was Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial, that consists of 2 factors, 6 level, 8 combination treatments and 3 replications. The first factor is the frequencies of soil conditioner consists of P0 = 1 time, P1 = 2 times. The second factor is the types of soil conditioner consists of J0 = without, J1 = vertisol, J2 = cow or chicken manure, J3 = mixture. The data were analyzed by Duncan's Multiple Range Test at 5% level of error.
The results showed that the frequencies application of soil conditioner increased the dry weight of stem. The types of soil conditioner increased the growth fresh weight of leaf, dry weight of leaf, fresh weight of root, fresh weight of stem, dry weight of stem, fresh weight of plant, dry weight of plant and increased the yield of fresh weight of flower and dry weight of flower.
1321216545E1A012235Penerapan Waralaba (Franchise)
Dalam Bisnis Donat Madu
Cihanjuang – Sokaraja Berdasarkan
Peraturan Pemerintah Nomor 42
Tahun 2007 Tentang Waralaba
Salah satu terobosan yang dilakukan oleh pelaku bisnis adalah pengembangan usaha melalui sistem waralaba atau franchise. Waralaba dalam norma hukum di Indonesia diatur dalam Peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentanang waralaba yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba. Bisnis Donat Madu Cihanjuang merupakan salah satu bisnis yang mengunakan konsep waralaba atau franchise.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan waralaba atau franchise pada bisnis Donat Madu Cihanjuang - Sokaraja berdasarkan Peraturan pemerintah nomor 42 Tahun 2007 tentang waralaba. Tipe penelitian adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis yaitu penemuan hukum in concreto dengan menggunakan sumber bahan hukum . Bahan hukum tersebut disajikan dengan uraian sistematis, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif terhadap objek yang diteliti.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa Bisnis Donat Madu Cihanjuang - Sokaraja telah menerapkan waralaba atau franchise sesuai dengan pengaturan waralaba atau franchise dalam norma hukum di indonesia yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba yang dilaksanakan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Waralaba . Ketentuan mengenai waralaba atau franchise dalam bisnis Donat Madu Cihanjuang dibuat secara tertulis dalam kontrak franchise Donat Madu Cihanjuang - Sokaraja dengan bentuk perjanjian baku dengan nomor : 06.50/KFDMC/2014 yang telah disepakati oleh Ibu Lyas Djatu Pramulyani sebagai penerima waralaba atau franchisee dan Ibu Fanina Nisfulaily sebagai pemberi waralaba atau franchisor
One of the breakthroughs made by the businessman is the business development through the franchise. Franchise in the rule of law in Indonesia is under the government regulation Number 42 of 2007 concerning about franchise, implemented according to the Indonesian Minister of Trade's regulation Number 31/MDAG/PER/8/2008 about franchising. Donat Madu Cihanjuang is one of the bussines which runs with franchise concept.
The purpose of this research is to know the application of franchising on Donat Madu Cihanjuang - Sokaraja, which is well-suited to the government regulation Number 42 of 2007 concerning about franchise. This research is a normative juridical with research specification analytic descriptive about in concerto source of law. The source of law was served with a systematic description, and it was analyzed by the qualitative normative object under study.
Depends the result in this research and the discussion, we knew thar Donat Madu Cihanjuang - Sokaraja was implemented by applying franchise according to the Government regulation number 42 of 2007 concerning about franchise was mplemented by Indonesian Minister of Trade's Regulation Number 31/M-DAG/PER/8/2008 about franchising. The franchise's provisions at Donat Madu Cihanjuang - Sokaraja was written in franchise contract Donat Madu Cihanjuang - Sokaraja number : 06.50/KFDMC/2014 which agreed by Mrs. Lyas Djatu Pramulyani as a franchisee and Mrs. Fanina Nisfulaily as a franchisor
1321316546H1D012056PERBANDINGAN STRUKTUR GEDUNG DENGAN SHEAR WALL DAN TANPA SHEAR WALL DALAM ASPEK BIAYA
(Studi Kasus Pembangunan Gedung Rusunawa T-36 Muntilan, Jawa Tengah)
Bangunan tinggi tahan gempa umumnya menggunakan elemen-elemen struktur kaku berupa dinding geser. Pada dasarnya dinding geser akan ekonomis digunakan pada bangunan 30 lantai untuk rangka baja dan 20 lantai untuk rangka beton bertulang. Penggunaan dinding geser pada konstruksi struktur rusunawa dinilai kurang efisien mengingat bahwa bangunan hanya memiliki 4 lantai. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan alternatif yang lebih baik, dari segi rasio kapasitas dan biaya. Objek penelitian adalah pembangunan gedung rusunawa T-36 Muntilan tahun 2015. Penelitian dilakukan dengan melakukan pemodelan 3 dimensi menggunakan program SAP 2000 v.14 tanpa mengubah geometri kolom dan balok yang ada dan menghilangkan dinding geser (shear wall). Redesain dilakukan dengan mengubah dimensi dan jumlah tulangan pada kolom dan balok. Efisiensi biaya dilakukan dengan membandingkan biaya eksisting dengan biaya redesain. Hasil penelitian didapatkan peningkatan rasio kapasitas untuk elemen balok, rerata rasio kapasitas dari 0.25 menjadi 0.78 (68%). Sedangkan untuk elemen kolom terjadi peningkatan rerata rasio kapasitas dari 0.24 menjadi 0.78 (69%). Biaya total pekerjaan struktur atas eksisting adalah Rp3.644.559.884 sedangkan biaya total redesain pada struktur atas tanpa menggunakan shear wall adalah Rp 2.984.580.434 dengan efisiensi sebesar Rp 659.979.450 (18.11%).The earthquake resistant high rise buildings commonly use shear wall as rigid structure elements. Basically, shear wall will be economically used in buildings with 30 stories with steel frame, and 20 stories for the building with reinforced concrete. The use of shear wall in rusunawa structure construction is considered as less efficient, due to the building is only designed as 4-stories building. This study is purposed to find better alternative, both from capacity and cost ratios. The object of this study is the construction of T-36 rusunawa building in Muntilan on 2015. The study was conducted by doing the 3-dimension modeling in SAP 2000 v.14 program without changing the geometry of existing column and beams, and removing the shear wall. Redesigning was done by changing the dimension and reinforcements in column and beam. Cost efficiency was done by comparing the existing and redesign cost. The result of this study found that there is an increasing of capacity ratio in beam elements, which is shown at the increasing of average capacity ratio from 0.25 to 0.78 (68%). The column element also got increasing average capacity ratio from 0.24 to 0.78 (69%). The total cost of existing structure construction is Rp. 3.644.559.884, while the total cost of redesigned structure without using shear wall is Rp. 2.984.580.434, which means there is an efficiency of RP. 659.979.450 (18.11%)
1321416547A1L012100UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER DUA ISOLAT Pseudomonas fluorescens DAN DUA ISOLAT Trichoderma harzianum TERHADAP PENEKANAN PENYAKIT ANTRAKNOSA PEPAYA LEPAS PANENPenelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan dari metabolit sekunder Pseudomonas fluorescens P60 dan P32 dengan Trichoderma harzianum isolat jahe dan bawang merah dalam menekan penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides dan pengaruhnya terhadap kualitas buah pepaya lepas panen. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Pelindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, mulai April 2016 sampai Juli 2016. Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap pada uji in vitro dan Rancangan Acak Kelompok pada uji in vivo, dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya terdiri atas kontrol, metabolit sekunder P. fluorescens P60 dan T. harzianum isolat jahe, metabolit sekunder P. fluorescens P60 dan T. harzianum isolat bawang merah, metabolit sekunder P. fluorescens P32 dan T. harzianum isolat jahe, metabolit sekunder P. fluorescens P32 dan T. harzianum isolat bawang merah, dan fungisida berbahan aktif Maneb. Variabel yang diamati yaitu tingkat penghambatan antagonis, masa inkubasi, luas serangan, tingkat kekerasan dan kadar gula serta uji organoleptik. Hasil pengujian in vitro menunjukkan perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens P60 dan T. harzianum isolat jahe dan perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens P60 dan T. harzianum isolat bawang merah, mampu menekan pertumbuhan patogen masing-masing sebesar 48,11 dan 43,46%. Hasil uji in vivo menunjukkan perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens P60 dan T. harzianum isolat jahe mampu menunda masa inkubasi sebesar 12,63% dan mampu menekan luas serangan patogen sebesar 44,29%. Perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens dan T. harzianum tidak berpengaruh terhadap kadar gula, kekerasan buah, dan uji organoleptik. This research aimed to test ability of secondary metabolites from P. fluorescens P60 and P32 with T. harzianum ginger and shallots isolates to suppres anthracnose disease caused by Colletotrichum gloeosporioides and the effected on postharvest papaya quality. This research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, from April 2016 until July 2016. Completely Randomized Design was used in in vitro tests and Randomized Completely Block Design was used in in vivo tests with six treatments and four replicates. The treatments were control, secondary metabolites of P. fluorescens P60 and T. harzianum ginger isolates, P. fluorescens P60 and T. harzianum shallot isolates, P. fluorescens P32 and T. harzianum ginger isolates, P. fluorescens P32 and T. harzianum shallot isolates, and fungicides with active ingredient of maneb. Variable observed was inhibition level, incubation period, attack area, hardness level, sugar content, and organoleptic test. Result of the in-vitro test showed that the secondary metabolites of P. fluorescens P60 dan T. harzianum ginger isolates and P. fluorescens P60 dan T. harzianum shallot isolates inhibited the pathogen growth as 48.11 and 43.46%, respectively. Result of in vivo test showed that the secondary metabolites of P. fluorescens P60 dan T. harzianum ginger isolates treatment could delay the incubation period as 12.63% and suppres the attack area as 44.29%. The all secondary metabolites of P. fluorescens and T. harzianum did not affect sugar content, hardness level, and organoleptic test.
1321516548A1G013004PROGRAM KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI DAN KONTRIBUSI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (STUDI KASUS PADA KELOMPOK WANITA TANI SRI HANDAYANI, DESA PEJOGOL, KECAMATAN CILONGOK, KABUPATEN BANYUMAS).Program Kawasan Rumah Pangan Lestari merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan di tingkat rumah tangga dengan menggerakan kembali budaya menanam di lahan pekarangan. Salah satu kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Sri Handayani adalah kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam sayuran di pekarangan dimana masing-masing anggota menanam berbagai jenis sayuran seperti kembang kol, bawang merah, kangkung, caisim, cabe rawit dan terong. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui profil Kelompok Wanita Tani Sri Handayani di Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, (2) mengetahui pendapatan pemanfaatan pekarangan yang diperoleh anggota Kelompok Wanita Tani Sri Handayani dari kegiatan KRPL dan (3) mengetahui kontribusi pendapatan pemanfaatan pekarangan dalam kegiatan KRPL.
Metode penelitian menggunakan metode studi kasus. Pelaksanaan penelitian dan pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 01 Mei 2016 sampai dengan 01 Juni 2016. Sasaran penelitian adalah 20 anggota Kelompok Wanita Tani Sri Handayani, Desa Pejogol, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas yang melaksanakan kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) tahun 2015. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, biaya, penerimaan, pendapatan dan kontribusi pendapatan terhadap pendapatan rumah tangga.
Hasil analisis menunjukkan Kelompok Wanita Tani Sri Handayani terdiri dari 20 anggota aktif yang masih menjalankan program KRPL, memiliki kelembagaan yang sah, dan struktur organisasi yang jelas dan diketahui oleh Kepala Desa. Hasil Usahatani selama satu bulan, menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani sebesar Rp.818.447, rata-rata penerimaan usahatani sebesar Rp.1.677.612, rata-rata penerimaan rumah tangga sebesar Rp.2.721.665, rata-rata pengeluaran rumah tangga sebesar Rp.1.632.105, rata-rata pendapatan usahatani sebesar Rp.859.165 dan rata-rata pendapatan rumah tangga sebesar Rp.1.089.560. Kontribusi pendapatan pemanfaatan pekarangan di Kelompok Wanita Tani Sri Handayani terhadap pendapatan rumah tangga selama satu bulan sebesar 9,30 persen, artinya kegiatan pemanfaatan pekarangan di Kelompok Wanita Tani Sri Handayani sebagai pemenuhan kebutuhan pangan keluarga bukan sebagai mata pencaharian utama untuk memperoleh keuntungan (laba).
Program of Sustainable Farm Food House Area (KRPL) is a government progam that is aimed to achieve food self-sufficiency at the household level by reactivating the culture to plant in the yard. On of the activities that is done by this group is planting vegetables in the yard as a process of the yard utilization. In this activity, each member of the group plants various kind of vegetable such as cauliflower, onion, kale, caisim, cayenne pepper, and eggplant. This research was aimed to: (1) know the profile of Sri Handayani women farmers group, Pejogol village, Cilongok subdistrict, Banyumas Regency, (2) determine revenue utilization of the yard received by members of Sri Handayani Women Farmers Group, Pejogol village, Cilongok subdistrict, Banyumas Regency, and (3) determine the contribution of revenue utilization of the yard in KRPL activities.
This study was designed by using the case study method. The data collection was held on May 1, 2016 until June 1, 2016. The object of this research was 20 members of the Sri Handayani women farmers group, who joined on the Program of Sustainable Farm Food House Area (KRPL) in 2015 which was located in Pejogol village, Cilongok subdistrict, Banyumas Regency. The data analysis used in this study was analysis descriptive, costs, revenues, income, and income contribution to the household income.
The analysis results showed that Sri Handayani women farmers group consists of 20 active members who still carry out the Sustainable Farm Food House Area (KRPL), has a legitimate institutional and an obvious organizational structure that is known by the village head. Farming Results for one month, showed that the average cost of production amounted Rp.818.447, the average farm receipts amounted Rp.1.677.612, the average household receipts amounted Rp.2.721.665, the average household expenditure amounted Rp.1.632.105, the average farm income amounted Rp.859.165, and the average household income amounted Rp.1.089.560. The income contribution of this yard utilization in Sri Handayani women farmers group to the household income for one month amounted to 9.30 percent. it means that the yard utilization in Sri Handayani women farmers group is beneficial for both fulfilling the food necessary of famiy and gaining profit of the main livelihood.
1321616556C1L012042determinants of user acceptance of sistem informasi manajemen keuangan daerah (SIMDA) (study in SKPD Purbalingga)Perkembangan teknologi informasi membawa pengaruh terhadap banyak bidang. Teknologi informasi meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi dalam kecepatan pemrosesan, konsistensi, dan keterandalan dalam menangani aktivitas-aktivitas organisasi. Sistem informasi akuntansi menjadi penting dalam proses pelaporan keuangan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris penerimaan pengguna dari Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) yang berdasarkan pada teori UTAUT. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para pengguna SIMDA, bendahara, atau operator SIMDA di SKPD Kabupaten Purbalingga. Pengujian hipotesis pada metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan software AMOS Versi 21 untuk menganalisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy dan social influence berpengaruh positif terhadap behavioral intention. Behavioral intention mempunyai pengaruh positif terhadap use behavior. Pada hubungan antara performance expectancy dan behavioral intention dimoderasi oleh variable age, dimana umur pekerja yang lebih muda lebih dominan memoderasi. Sedangkan, effort expectancy, facilitating condition tidak berpengaruh positif terhadap behavioral intention.
Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi, SIMDA, UTAUT
Information and technology development has affected many fields. Information and technology increase the effectiveness and efficiency of organization related to the accuracy of process, consistency and reliability in overcoming its activities. Accounting information system is critical to governmental financial reporting process recently. This research aims to empirically examine the user’s acceptance of Local Finance Management Information System (SIMDA) which in accordance with UTAUT theory. The data is collected by distributing questionnaires to the users of SIMDA, treasurer, or operator of SIMDA in SKPD of Purbalingga regency. Hypotheses testing is conducted by using AMOS Version 21 software.
The results showed that performance expectancy and social influence is positively affected towards behavioral intention. Behavioral intention has positive effect towards use behavior. The correlation between performance expectancy and behavioral intention which is moderated by age variable is that younger employee more dominant moderating. Meanwhile, effort expectancy, facilitating condition do not have positive effect towards behavioral intention.
Keywords: Accouting Information System, SIMDA, UTAUT
1321716550A1M012032PENGARUH KONSENTRASI GULA PASIR DAN PERBANDINGAN NIRA KELAPA DENGAN EKSTRAK PALA TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS WARNA DAN AROMA PERMEN NIRA-PALA (Effect of Sugar Concentration and Coconut Sap and Nutmeg Extract Proportion on Sensory Characteristics of Color and Distinctive Aroma of Nutmeg of Sap-Nutmeg Candy)
Nira kelapa tinggi akan sukrosa yaitu 12-17%, sehingga berpotensi untuk diolah menjadi permen. Permen adalah produk yang dibuat dengan mendidihkan campuran gula, air, bersama bahan pewarna dan perasa sampai tercapai kadar air sekitar 3%. Penambahan gula pasir diperlukan untuk memperoleh tekstur dan penampakan yang ideal serta mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Penambahan ekstrak pala bertujuan sebagai flavorant yang khas pada permen nira kelapa dan untuk diversivikasi buah pala khususnya bagian daging buahnya. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi gula pasir terhadap karakteristik sensoris warna dan aroma khas pala permen nira-pala; 2) Mengetahui pengaruh perbandingan nira kelapa dengan ekstrak pala terhadap karakteristik sensoris warna dan aroma khas pala permen nira-pala; 3) Menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan permen nira-pala dengan karakteristik sensoris warna dan aroma khas pala terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) disusun secara faktorial dan diulang 3 kali. Faktor yang diuji meliputi konsentrasi gula pasir dan perbandingan nira kelapa dengan ekstrak pala. Variabel yang diamati meliputi variabel sensoris yang terdiri atas warna dan aroma khas pala. Data sensoris yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Friedman kemudian jika berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji banding ganda pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan G1P1 merupakan kombinasi perlakuan yang lebih baik dibandingkan kombinasi perlakuan lainnya dengan karakteristik: warna coklat tua (3,29); aroma khas pala agak kuat (2,22).Coconut sap contains a lot of sucrose, i.e. 12-17%, so it has the potential to be processed into candy. Candy is a product made by boiling sugar, water together with dyes and flavorant to achieve moisture content 3%. The addition of sugar is needed to obtain the ideal texture and appearance as well as prevent the growth of microorganisms. The addition of nutmeg extract aim as giving a distinctive flavor in coconut sap candy and for diversification nutmeg especially the flesh.
This research aimed to: 1) Determine effect of sugar concentration on sensory characteristics of color and distinctive aroma of nutmeg of sap-nutmeg candy; 2) Determine effect of coconut sap and nutmeg extract proportion on sensory characteristics of color and distinctive aroma of nutmeg of sap-nutmeg candy; 3) Determine the treatment combination that produces sap-nutmeg candy with the best sensory characteristics of color and distinctive aroma of nutmeg. This research is an experimental with a randomized block design (RAK) arranged in factorial and triplicates. Factors tested included sugar concentration and sap coconut and nutmeg extract proportion. The observed variable include variable sensory consist of color and distinctive aroma of nutmeg. Sensory data were analyzed using the Friendman test, if a significant effect followed by double comparative tests at 5% level.
The results showed that the treatment combination G1P1 is a better treatment combination than the other with the characteristics: dark brown (3,29); the distinctive aroma of nutmeg rather strong (2,22).
1321816551C1L012047THE READINESS OF KEBUMEN’S GOVERNMENT OFFICER IN THE IMPLEMENTATION OF ACCRUAL BASISStandar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual merupakan suatu standar pemerintahan yang mencatat dan mengakui transaksi pada saat terjadinya transaksi, tanpa memperhatikan kas dan setara kas diterima atau dibayarkan. Penerapan SAP berbasis akrual dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, maka diperlukan kesiapan infrastruktur pendukung pada pemerintah. Pemerintah Indonesia, khususnya pemerintah Kabupaten Kebumen yang dituntut menerapkan secara penuh akuntansi berbasis akrual pada laporan keuangan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sesuai amanat PP No. 71 tahun 2010. Dengan adanya peraturan tersebut, maka tujuan penelitian ini dimaksukan untuk mengetahui tingkat kesiapan pemerintah Kabupaten Kebumen dari beberapa faktor diantaranya adalah; 1) bagaimana kesiapan komitmen organisasi pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menerapkan SAP berbasis akrual, 2) bagaimana kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menerapkan SAP berbasis akrual, 3) bagaimana kesiapan dari segi infrastruktur pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menerapkan SAP berbasis akrual, 4) bagaimana kesiapan Sistem Informasi pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menerapkan SAP berbasis akrual, Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan menekankan pada pendekatan interpretif. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, antara lain; 1) Pengumpulan Data, 2) Reduksi Data, 3) Penyajian Data, dan 4) Pengambilan Keputusan atau Verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) kesiapan dari komitmen organisasi pemerintah Kabupaten Kebumen sudah siap dalam penerapan SAP berbasis akrual yang ditunjukkan dengan adanya komitmen para pemimpin untuk menerapkan SAP berbasis akrual, 2) kesiapan dari SDM pemerintah Kabupaten Kebumen sudah siap namun masih perlu pengetahuan dan pelatihan lebih lanjut guna memahami penerapan SAP berbasis akrual secara penuh, 3) kesiapan dari infrastruktur menunjukan bahwa sudah siap dengan adanya pendukung berupa regulasi yang mewajibkan pemerintah kabupaten kebumen menerapkan SAP berbasis akrual, dan 4) kesiapan dari sistem informasi menunjukan bahwa sudah ada sistem khusus yang bernama Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) yang digunakan dalam pelaporan keuangan pada pemerintah Kabupaten Kebumen.

This research is aimed to determine the readiness of Kebumen government in implementing Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) accrual basis in terms of several factors including; 1) the readiness of Kebumen government commitment in applying SAP accrual basis, 2) the readiness of Kebumen government human resources in applying SAP accrual basis, 3) the readiness Kebumen government infrastructure in applying SAP accrual basis, 4) the readiness of Kebumen government Information Systems in applying SAP accrual basis. This research was conducted using qualitative methods, with interpretive approach. The data were analyzed in three stages, including; 1) Data Collection, 2) Data Reduction, 3) Data Presentation, and 4) Data Verification. The result of this research shows that 1) The Kebumen government is ready to apply SAP accrual basis in terms of commitment, proved by the commitment of the leaders to implement SAP accrual basis, 2) The Kebumen government is ready to apply SAP accrual basis in terms of human resources, however a further training to fully understand about SAP accrual basis is still needed, 3) The Kebumen government is ready to apply SAP accrual basis in terms of infrastructure, proved by the supporting regulation which requires the Kebumen government to apply SAP accrual basis, and finally 4) The Kebumen government is ready to apply SAP accrual basis in terms of Information System, proved by a special system named Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) which is used in the financial reporting on Kebumen government.
1321916553A1M012033PENGARUH FORMULA DAN KONSENTRASI LARU ALAMI BENTUK CAIR TERHADAP DAYA HAMBAT Acetobacter acetii (The Effect of Natural Preservatives Formulas and Concentrations Against Inhibition of Acetobacter acetii)Gula kelapa cetak merupakan produk yang dihasilkan dari proses pemasakan nira kelapa sebagai bahan bakunya. Nira mudah mengalami kerusakan, hal ini disebabkan kandungan gizi yang lengkap pada nira sangat baik untuk pertumbuhan mikroba. Salah satu tanda kerusakan nira yaitu terjadinya penurunan nilai pH yang disebabkan adanya perombakan gula menjadi asam organik oleh bakteri (Acetobacter sp.). Penambahan pengawet pada nira yang dikenal dengan laru dilakukan untuk mencegah kerusakannya. Penambahan laru harus diketahui seberapa baik efektifitas terhadap aktivitas antimikrobia, terutama daya hambat terhadap bakteri Acetobacter acetii. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui pengaruh formula laru alami bentuk cair terhadap daya hambat Acetobacter acetii; 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi laru alami bentuk cair terhadap daya hambat Acetobacter acetii; 3) Menentukan kombinasi perlakuan antara formula dan konsentrasi laru alami bentuk cair yang memiliki daya hambat Acetobacter acetii terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor yang dicoba meliputi: Formula laru alami (F) yang terdiri dari 8 perlakuan antara lain daun jambu : daun cengkeh: kapur (5:5:90) (F1), daun jambu : daun cengkeh : kapur (10:10:80) (F2), daun jambu : daun slatri : kapur (5:5:90) (F3), daun jambu : daun slatri : kapur (10:10:80) (F4), daun cengkeh : daun slatri : kapur (5:5:90) (F5), daun cengkeh : daun slatri : kapur (10:10:80) (F6), daun jambu : daun cengkeh : daun slatri : kapur (5:5:5:85) (F7), daun jambu : daun cengkeh : daun slatri : kapur (10:10:10:70) (F8);dan Konsentrasi laru alami (K) yang terdiri dari 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3), 20% (K4). Terdapat 32 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 64 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu daya hambat Acetobacter acetii. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F), apabila hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Formula laru alami dari campuran daun jambu: daun cengkeh: daun slatri: kapur (10:10:10:70) dengan konsentasi 20% menghasilkan daya hambat terhadap Acetobacter acetii terbaik yaitu dengan zona bening sebesar 12,60 mm.Solidified coconut sugar is a food product produced from coconut sap coking process. Coconut sap can be easily damaged due to its complete nutrient content make it a good medium for microbial activity.One of the signs of damaged coconut sap which has been decreasing pH value due to the overhaul of sugar into organic acids by bacteria (Acetobacter sp.). The addition of preservatives for coconut sap as known as laru was done to prevent to damage. The effectivenes of the addition of natural laru must be known of the antimicrobial activity, especially inhibitory effect of Acetobacter acetii. The purpose of this result were : The purpose of this result were : 1) Determine the effect of liquid natural laru formulas on inhibitory effect of Acetobacter acetii 2) Determine the effect of natural laru concentration on inhibitory effect of Acetobacter acetii. 3) Determine the combination of treatment between natural laru formula and concentration which has the best inhibitory effect of Acetobacter acetii.The experimental design used a randomized
block design (RAK) arranged as factorial with two replications. Factors to be observed include: 1) Natural laru formulas (F) i.e: guava leaves : clove leaves : lime (5:5:90) (F1), guava leaves : clove leaves : lime (10:10:80) (F2), guava leaves :slatri leaves : lime (5:5:90)(F3),guava leaves :slatri leaves : lime (10:10:80) (F4), clove leaves : slatri leaves: lime (5:5:90) (F5), clove leaves : slatri leaves: lime (10:10:80) (F6), guava leaves : clove leaves : slatri leaves: lime (5:5:5:85) (F7), and guava leaves : clove leaves : slatri leaves: lime (10:10:10:70) (F8); 2) Natural laru concentration (K), 5% (K1),10% (K2), 15% (K3) and 20% (K4). There were 32 combination which repeated 2 times to obtain 64 experiment units. The variables observed were inhibitory effect of Acetobacter acetii. Data were analyzed using analysis of variance, if the result were significantly different then continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results showed that a mixture of guava leaves: clove leaves: slatri leaves: lime (10:10:70) with concentration 20% produced the best inhibitory effect of Acetobacter acetii with clear zone 12,60 mm.
1322016555D1E009240TINGKAT KOHESIVITAS KELOMPOK PETERNAK KAMBING PERAH
DI KABUPATEN TEGAL
Penelitian dilaksanakan di Desa Margasari dan Desa Dukuh Turi, Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Tujuan penelitian 1) mengetahui tingkat kohesivitas kelompok peternak kambing perah di Kabupaten Tegal 2) mengetahui hubungan antara tingkat kohesivitas dengan lama bergabung dan jumlah anggota pada kelompok peternak kambing perah di Kabupaten Tegal. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Sasaran penelitian adalah anggota kelompok peternak kambing perah di Desa Dukuh Turi dan Desa Margasari. Responden diambil sebanyak 30% dari total peternak yaitu sebanyak 145 secara acak dan diperoleh 45 orang. Variabel yang diamati adalah Kohesivitas (Y), Lama Bergabung (X1) dan Jumlah Anggota (X2). Hasil penelitian menunjukan tingkat kohesivitas pada Kelompok Peternak Kambing Perah di Kabupaten Tegal termasuk pada kategori tinggi dilihat dari tingkat kerjasama, toleransi, dan keeratan hubungan. Selain itu, terdapat hubungan tidak nyata antara kohesivitas (kerjasama, toleransi, dan keeratan hubungan) dengan lama bergabung. Terdapat hubungan nyata antara kohesivitas (kerjasama, toleransi, dan keeratan hubungan) dengan jumlah anggota.
Kata kunci: Kohesivitas Peternak Kambing Perah
The research was conducted in Margasari and Desa Dukuh Turi village, Tegal, Central Java. The objective of this research were to 1) determine the level of cohesiveness in goat breeders in Tegal 2) to determine the relationship between the level of cohesiveness with period of involvement and the total number in goat Breeders group in Tegal. The research was conducted by survey method. The respondents of this research were members of goat breeders in Dukuh Turi and Margasari village. Respondents were 30% of the total members 145 and obtained 45 respondents. The variables measured were Cohesiveness (Y), period of involvement (X1) and Number of Members (X2). The results showed that the level of cohesiveness to goat Breeders Group in Tegal showed high category seen from the level of cooperation, tolerance, and the relationship. In addition, there was no significant relationship between cohesiveness (cooperation, tolerance, and the relationship) with period of involvement. There was a significant correlation between the cohesion (cooperation, tolerance, and the relationship) with the number of the members.
Keywords: Goat Breeders Cohesiveness