Artikelilmiahs
Menampilkan 13.081-13.100 dari 49.629 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13081 | 16418 | D1E012092 | Kualitas Fisik Daging Itik Petelur Afkir yang Direndam Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Dengan Konsentrasi Berbeda | Tujuan penelitian yaitu mengetahui konsentrasi perendaman Belimbing Wuluh yang dapat menghasilkan kualitas fisik terbaik daging itik petelur afkir. Data diambil pada tanggal 24 sampai dengan 28 Mei 2016 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah 20 potong daging dada itik petelur afkir dan belimbing wuluh 1 kg. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu daging itik petelur afkir yang direndam akuades (P0), direndam Belimbing Wuluh dengan konsentrasi 20% (P1), 40% (P2), 60% (P3) dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Peubah yang diukur yaitu pH, keempukan dan daya ikat air. Data diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman menggunakan Belimbing Wuluh berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH dan keempukan daging dada itik petelur afkir namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air. Rataan pH daging dada itik petelur afkir masing-masing adalah; P0: 6.19, P1: 5.82, P2: 5.46, P3: 5.28. Keempukan P0: 0.065 mm/g/detik, P1: 0.072 mm/g/detik, P2: 0.076 mm/g/detik, P3: 0.079 mm/g/detik. Daya ikat air (DIA) P0: 36.59 %, P1: 31.01 %, P2: 31.04 %, P3: 40.45 %. Kesimpulan, perendaman dengan konsentrasi 60 % Belimbing Wuluh menghasilkan pH dan keempukan terbaik daging itik petelur afkir namun daya ikat air relatif sama. | The aim of the research was to asses the juice concentration of Belimbing Wuluh that could yield the best physical quality of layer duck meat. Data were taken from 24-28 May 2016 in the Labolatory of livestock Product Technology and the Laboratory of Feedstuff Science, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials used were 20 pieces of breast meat and 1 kg of Belimbing Wuluh. The Method used was Completly Randomized Design with four treatments namely (P0) with water only, breast meat with Belimbing Wuluh concentrations of 20 % (P1), 40 % (P2), and 60 % (P3) and each treatment was replicated five times. Data were analised with Variance Analisys and continued Honestly Significance Difference. The Results showed the Belimbing Wuluh had very significant (P<0.01) effect on pH and tenderness of breast meat of layer duck but not significant (P>0.05) on water holding capacity. The Average pH of breast meat of duck layer were P0: 6.19, P1:5.82, P2: 5.46, P3: 5.28. The tenderness were P0: 0.065 mm/g/s, P1: 0.072 mm/g/s, P2:0.076 mm/g/s, P3: 0.079 mm/g/s. The Water Holding Capacity were P0: 36.59 %, P1: 31. 01 %, P2: 31.04 %, P3: 40.45 %. The conclusion, is the concentration of 60 % of Belimbing Wuluh can produce the best tenderness and lowest pH of meat of the layer duck but water holding capacity were relatively similar. | |
| 13082 | 16372 | F1G010002 | MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL MERAJUT HARKAT KARYA PUTU OKA SUKANTA | Penelitian ini berjudul “Masalah Sosial dalam Novel Merajut Harkat Karya Putu Oka Sukanta”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel meliputi; plot, tokoh dan penokohan, serta latar, dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. (2) Masalah-masalah sosial meliputi; kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, dan masalah generasi muda dalam masyarakat modern dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Penelitian ini berbentuk deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Data yang diperoleh peneliti berasal dari novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Mencatat bagian-bagian penting yang berkaitan dengan fokus penelitian. mengklasifikasikan data-data sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menganalisis data dengan cara mendeskripsikan hubungan keterkaitan unsur plot, tokoh dan penokohan, serta latar. Menganalisis masalah-masalah sosial yang terdapat dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta. Menyimpulkan hasil analisis secara deskriptif. Kesimpulan penelitian ini adalah : (1) unsur-unsur yang terkandung dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta yang meliputi a) plot, b) tokoh dan penokohan, c) latar. (2) masalah sosial yang terkandung dalam novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta yang meliputi a) kemiskinan yang dialami oleh para tahanan politik di dalam penjara, b) kejahatan yang dilakukan oleh Handi memfitnah Mawa dan beberapa tahanan, c) disorganisasi keluarga para tahanan sebagai dampak penahanan mereka oleh orde baru, d) masalah generasi muda dalam masyarakat modern yang dilakukan oleh anak-anak muda di dalam penjara. | This research entitles “Masalah Sosial dalam Novel Merajut Harkat karya Putu Oka Sukanta”. The purpose of this research are to describe: (1) novel structures including plots, characters, characterizations, and backgrounds in the novel of Merajut Harkat written by Putu Oka Sukanta; (2) social problems including poverty, crimes, family disorganization, and juvenile delinquency in modern society in the novel of Merajut Harkat written by Putu Oka Sukanta. This research is in the form of analytical description with a sociological literary approach. The data are taken and collected by reading the novel of Merajut Harkat written by Putu Oka Sukanta, recording the important part related to the research focus, and classifying those data based on the research problems. The data are then analyzed by describing the relationship between plots, characters, characterizations, and backgrounds. The social problems in the novel of Merajut Harkat written by Putu Oka Sukanta are also analyzed that the results of analysis are finally described. The conclusions of this research are (1) the elements contained in the novel of Merajut Harkat written by Putu Oka Sukanta include a) plots, b) characters, and characterizations, c) backgrounds; (2) the social problems contained in the novel of Merajut Harkat written by Putu Oka Sukanta include a) poverty experienced by the political prisoners in jails, b) crimes committed by Handi slandering Mawa and some prisoners, c) prisoner’ family disorganization as the impact of their detention committed by the new order, d) juvenile delinquency in modern society committed by the youth in jails. | |
| 13083 | 16419 | H1D012035 | AUDIT DEFISIENSI INFRASTRUKTUR KESELAMATAN JALAN PADA LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS (Studi Kasus Ruas Jalan Antar Kota Kabupaten Purbalingga) | Salah satu masalah yang sering terjadi pada jalan raya adalah kecelakaan lalu lintas. Tercatat kecelakan yang terjadi di Kabupaten Purbalingga cukup tinggi dan terus meningkat tiap tahunnya yaitu sebanyak 301 kejadian kecelakaan pada tahun 2011 menjadi 548 kejadian pada tahun 2015. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut adalah defisiensi infrastruktur jalan sehingga perlu dilakukan audit defisiensi infrastruktur keselamatan jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui lokasi black spot pada ruas jalan antar kota Kabupaten Purbalingga, memaparkan hasil audit defisiensi infrastruktur jalan pada lokasi black spot dan menyusun usulan penanganannya. Lokasi black spot pada ruas jalan antar kota di Kabupaten Purbalingga didapat dari analisis data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2011 – 2015 yang diperoleh dari Polres Purbalingga dengan menggunakan metode UCL (Upper Control Limit). Audit dilakukan pada lokasi black spot yang memiliki angka ekivalen kecelakaan tertinggi yaitu ruas jalan raya turut Desa Tlahab Lor Kec. Karangreja, ruas jalan raya turut Desa Brobot Kec. Bojongsari, dan ruas Jalan Raya Mayjend Sungkono turut Desa Blater Kec. Kalimanah dengan membandingkan kondisi eksisting jalan dan standar teknisnya. Hasil audit keselamatan jalan menunjukkan bahwa beberapa bagian infrastruktur yang harus segera diperbaiki yaitu : (1) ruas jalan raya turut Desa Tlahab Lor Kec. Karangreja yaitu aspek geometrik yang meliputi jarak pandang menyiap, aspek perkerasan yang meliputi kerusakan berupa alur bekas roda kendaraan dan beda elevasi jalan dengan bahu, dan aspek harmonisasi perlengkapan yang meliputi tidak terdapatnya rambu batas kecepatan, rambu peringatan, rambu pengarah tikungan, dan sinyal. (2) ruas jalan raya turut Desa Brobot Kec. Bojongsari yaitu aspek geometrik yang meliputi jarak pandang menyiap, aspek perkerasan yang meliputi kerusakan beda elevasi jalan dengan bahu, dan aspek harmonisasi perlengkapan yang meliputi tidak terdapatnya rambu batas kecepatan, rambu peringatan, dan sinyal. (3) ruas Jalan Raya Mayjend Sungkono turut Desa Blater Kec. Kalimanah yaitu aspek geometrik yang meliputi jarak pandang menyiap, aspek perkerasan yang meliputi kerusakan berupa alur bekas roda kendaraan dan beda elevasi jalan dengan bahu, dan aspek harmonisasi perlengkapan yang meliputi tidak terdapatnya rambu batas kecepatan. Usulan secara umum adalah dengan penambahan rambu serta marka dan memperbaiki kerusakan jalan. | One of the problems that often happen on the road is the traffic accident. It has been recorded that accident happens in the Regency of Purbalingga that is high enough and keep increasing every year that is 301 accident incidents in 2011 and become 548 accident incidents in 2015. One of the causes the traffic accident incident is the road infrastructure deficiency, so it is needed the road safety audit of infrastructure deficiency. This study is aimed to determine black spot area in inter-city roads at Purbalingga District, to present the result of road safety audit, and compile the handle efforts in the black spot area. The location of black spot in the space road among the cities in the Regency of Purbalingga there is the data analysis of traffic accident in 2011 – 2015 that is obtained from the Polres of Purbalingga by using the method of UCL (Upper Control Limit). Audit performed on black spot area that have the highest number of accident equivalents that is in every space roads in Village of Tlahab Lor Sub district of Karangreja, space road in Village of Brobot Sub district of Bojongsari, and Mayjend Sungono St in the Village of Blater Sub district of Kalimanah in the Regency of Purbalingga by comparing the existing condition and technical standard. The result of road safety audit shows that some of road infrastructure must be repaired to reduce the accident potential incident, that is : (1) space roads in Village of Tlahab Lor Sub district of Karangreja is geometric aspect that involves the visual distance, aspect of pavement that involves rutting and lane / shoulder drop off, and equipment harmonization aspect that involves the speed limit sign, warning sign, steering bend sign, and traffic signal. (2) space road in Village of Brobot Sub district of Bojongsari is geometric aspect that involves the visual distance, aspect of pavement that involves lane / shoulder drop off, and equipment harmonization aspect that involves the speed limit sign, warning sign, and traffic signal (3) Mayjend Sungono St in the Village of Blater Sub district of Kalimanah is geometric aspect that involves the visual distance, aspect of pavement that involves lane / shoulder drop off, and equipment harmonization aspect that involves the speed limit sign. Traffic general proposal is by extra traffic signs and markings and repair the pavement damage. | |
| 13084 | 16422 | F1A012039 | STUDI DESKRIPTIF TENTANG PERUBAHAN BUDAYA DI KEHIDUPAN MASYARAKAT KAMPUNG NAGA | ABSTRAK Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah suku bangsa terbanyak di dunia, yaitu memiliki lebih dari 1.300 jenis suku bangsa yang didalamnya terdapat berbagai kelompok masyarakat adat. Kampung Naga yang berada di Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu masyarakat sunda yang dikenal sebagai masyarakat yang masih sangat tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan budaya yang terjadi di kehidupan masyarakat Kampung Naga dan untuk mengetahui bentuk modernisasi yang berkaitan dengan teknologi modern yang terjadi di kehidupan masyarakat Kampung Naga.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perpaduan antara kuantitatif dan kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori fakta sosial dan teori modernisasi. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi masyarakat Kampung Naga saat ini berbeda dengan kondisi masyarakat Kampung Naga dulu sebelum ada teknologi modern cenderung lebih tertutup. Modernisasi serta perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat menyebabkan unsur-unsur kebudayaan yang ada di Kampung Naga mulai mengalami perubahan. Alat elektronik seperti televisi dan handphone merupakan teknologi modern yang telah banyak dijumpai, bahkan beberapa petani sudah menggunakan traktor untuk kegiatan pertaniannya. Bahasa dan mata pencaharianpun telah berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Namun hal tersebut tidak berlaku pada kepercayaan dan tradisi masyarakat Kampung Naga. Mereka tetap memegang teguh tradisi dan kepercayaan yang diamanatkan oleh nenek moyang Kampung Naganya. Masyarakat Kampung Naga telah menghendaki perubahan budaya dalam bidang teknologi dengan ketentuan-ketentuan yang telah disepakati, namun tidak menghendaki terjadinya perubahan pada tradisi dan kepercayaan yang diturunkan oleh leluhur. | ABSTRACT Indonesia is the country with the largest ethnic group in the world, which has more than 1,300 kinds of ethnic groups in which there are different indigenous groups. Kampung Naga is one of the indigenous people known as the public is still very traditional.The purpose of this study is to determine the cultural changes that occured in Kampung Naga. The theory used in this research is the theory of social facts and the theory of modernization. The method used in this research is quantitative and qualitative. Methods for sampling is using simple random sampling. Object of this research is the indigenous people in Kampung Naga. Data analysis techniques in this study is using a frequency distribution. The results show, the condition of Kampung Naga society is in status quo is different from the conditions of Kampung Naga society in past which was more closed from outside. Over time, the modernization and the development of information and communication technology very rapidly lead elements change the culture in Kampung Naga. Electronic tools such as televisions and mobile phones are the modern technologies that have been encountered in Kampung Naga, some farmers already use a tractor for agricultural activities as the evidence. Language and work has now evolved along with the times, Sundanese not only become everyday language Kampung Naga society but also they use Indonesian language, and even a tour guide who is Kampung Naga citizen already fluent in English. The modern value does not apply to the beliefs and traditions of the people in Kampung Naga. They remain true to the traditions and beliefs that are mandated by the ancestors of Kampung Naga even the modernization is growing up fast. Kampung Naga society has will on cultural change in technology with the provisions that have been agreed upon, but they unwilling to give a change in the traditions and beliefs handed down by their ancestors. Keywords: Change Culture, Tradition, Modernization, Modern Technology. | |
| 13085 | 16409 | A1C112022 | Kajian Finansial Usaha Emping Melinjo pada IKM "Sumber Emping" di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon | IKM “Sumber Emping” merupakan industri terbesar yang ada di Desa Tuk Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon yang mengolah biji melinjo menjadi emping melinjo. Industri ini mengolah biji melinjo menjadi beberapa jenis emping yaitu Ketuk Pedas Manis (KPM), Ketuk Manis (KM), Ketuk Asin (KA), Seloman Manis (SM) dan Seloman Asin (SA). IKM “Sumber Emping” tidak memperhitungkan secara terperinci aspek-aspek finansial dalam usaha seperti biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, sehingga industri tidak mengetahui usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, serta untuk mengetahui nilai rentabilitas, titik impas dan R/C dari usaha pengolahan emping melinjo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2016 pada IKM “Sumber Emping” dengan menggunakan metode studi kasus. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive). Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, analisis rentabilitas, analisis titik impas dan analisis R/C usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi emping melinjo selama bulan Mei 2016 sebanyak 1.540 kg. Besarnya biaya produksi yang dikeluarkan adalah Rp63.106.123,00, besarnya penerimaan yang diperoleh Rp85.260.000,00 dan pendapatan yang dihasilkan sebesar Rp22.153.877,00. Nilai analisis rentabilitas modal sendiri sebesar 33,35 persen dari keseluruhan modal yang digunakan atau Rp21.045.892,00. Titik impas atau Break Even Point (BEP) usaha emping melinjo yang diperoleh sebesar Rp16.138.062,00 lebih kecil dari penerimaan yang didapatkan. Sedangkan nilai R/C usaha yang diperoleh sebesar 1,35 lebih besar dari 1,00. Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa usaha emping melinjo di IKM “Sumber Emping” sudah menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. | IKM “Sumber Emping” is the biggest industry in Tuk Village Kedawung District Cirebon Regency who process seeds melinjo into emping melinjo. This industry process emping melinjo into several types of melinjo such as Sweet Spicy Ketuk (SSK), Sweet Ketuk (SWK), Salty Ketuk (SK), Sweet Seloman (SWS) and Salty Seloman (SS). IKM “Sumber Emping” does not calculate financial aspects of the business in detail such as cost of production, revenue and income, so the industry does not know the business feasible or not to be continued. The research aims to calculate the cost of production, revenue and income, as well as to determine the value of profitability, Break Even Point (BEP) and R/C of emping melinjo processing business. The research was conducted on May 2016 in IKM “Sumber Emping” by using the case of study method. Location selection was done by purposive. The analysis method that was used in this research was the analysis of cost, revenue and income, analysis of profitability, analysis of Break Even Point (BEP) and analysis of R/C business. The result showed that the production of emping melinjo on May 2016 was 1.540 kg. The production costs that were expended were Rp63.106.123,00, the amount of revenue were Rp85.260.000,00 and the income was earned as Rp22.153.877,00. The results of analysis of profitability of own capital that was generated was 33,35 percent of the total capital employed or Rp21.045.892,00. Break Even Point (BEP) of emping melinjo business was Rp16.138.062,00 smaller than gained acceptance. Whereas the value of R/C business was 1,35 greater than 1,00. The results of research proved that the business of emping melinjo in IKM “Sumber Emping” was profitable and feasible to be developed. | |
| 13086 | 16421 | F1G012017 | Interferensi Fonologi, Morfologi,dan Leksikal Bahasa Jawa pada Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Presiden Joko Widodo | Penelitian ini berjudul “Interferensi Fonologi, Morfologi, dan Leksikal Bahasa Jawa pada Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Pidato Presiden Joko Widodo”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interferensi fonologi, morfologi, dan leksikal bahasa Jawa pada penggunaan bahasa Indonesia dalam pidato Presiden Joko Widodo serta faktor yang mempengaruhi munculnya peristiwa intererensi tersebut. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan intralingual yang diwujudkan melalui teknik hubung banding membedakan. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini bersifat informal yaitu dengan menggunakan kata-kata biasa. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, interferensi fonologi ditemukan dalam enam bentuk. Keenam bentuk interferensi fonologi tersebut berupa interferensi pelesapan fonem pada awal kata (aferesis) (1 data), interferensi pelesapan fonem pada akhir kata (apokop) (2 data), interferensi pelesapan fonem pada tengah kata (sinkop) (8 data), interferensi perubahan dua bunyi vokal atau vokal rangkap (diftong) menjadi vokal tunggal (monoftong) (5 data), interferensi penggantian fonem (16 data), interferensi perubahan bunyi fonemis sebagai akibat pengaruh lingkungan (netralisasi) (2 data). Kedua, interferensi morfologi ditemukan dalam interferensi prefiks (17 data), interferensi konfiks (1 data). Ketiga, Interferensi leksikal ditemukan dalam tiga bentuk yaitu, bentuk dasar (10 data), bentuk berimbuhan (6 data), dan bentuk ulang (2 data). Faktor yang mempengaruhi munculnya peristiwa interferensi dalam pidato Presiden Joko Widodo yaitu, lingkungan kebahasaan penutur yang berada dalam ranah di sebuah desa, terbawanya kebiasaan bahasa ibu, pengucapannya terlalu cepat, dan suka melakukan bercandaan. | The title of this research is "Interference of phonology, morphology, and Javanese Lexical in the use of Indonesian in the Joko Widodo;s Presidential speech". The aim of this research are to describe the interference of phonological, morphological, and lexical of Javanese in the use of Indonesian in Jokowi‟s presidential speech and the factors that affect the appearance of the interferences events. This is descriptive qualitative research. In collecting the data, the researcher used observation method that is realized by tapping technique as the basic technique and uninvolved conversation observation technique and noting techniques as advanced techniques. In analyzing data, the researcher used intralingual comparing method which were realized through the connect and compare distinguish technique. The results of data analysis presented informally by using ordinary words. Based on data analysis that has been done, the researcher can conclude several things. First, phonological interference were found in the seven forms. The seventh form of interference phonology in the form of interference deletion of phonemes in the beginning of the word (aferesis) (1 data), interference deletion phoneme at the end of a word (apokop) (2 data), interference deletion of phonemes in the middle of a word (syncope) (8 data), the interference changes two vowels or vowel multiple (diphthong) into a single vowel (monophthongs) (5 data), interference replacement of phonemes (16 data), interference sound changes phonemic as a result of the influence environment (neutralization) (2 data). Second, morphological interference were found in the prefix interference (17 data), interference konfiks (1 data). Third, Interference lexical were found in three forms, there were the basic form (10 data), affixes forms (6 data), and reshaped (2 data). Factors that affect the appearance of interference in the Jokowi‟s presidential speech were the peoples language in the village environment where the speakers come from, the mother tongue habit, the pronunciation is too fast, and like to make jokes. | |
| 13087 | 16423 | F1A012021 | EKSISTENSI ONDEL-ONDEL SEBAGAI BUDAYA ASLI MASYARAKAT BETAWI (PERUBAHAN FUNGSI DAN MAKNA PADA KESENIAN ONDEL-ONDEL DI KECAMATAN KEMAYORAN, JAKARTA PUSAT) | Ondel-ondel merupakan salah satu warisan budaya asli masyarakat Betawi yang pada awalnya berfungsi sebagai tradisi ritual untuk mengusir makhluk halus. Masalah muncul ketika perkembangan zaman membuat kesenian Ondel-ondel ini nyaris kehilangan eksistensinya karena mengalami perubahan, baik fungsi dan maknanya yang membuat Ondel-ondel kehilangan identitas aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai perubahan fungsi dan makna pada kesenian Ondel-ondel serta upaya-upaya yang dilakukan oleh masyarakat, pemerintah serta sanggar dalam pelestarian kesenian Ondel-ondel, khususnya di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Penelitian ini dilakukan di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penentuan sasaran penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kesenian Ondel-ondel, khususnya di Kecamatan Kemayoran, sudah mengalami berbagai perkembangan sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan pada fungsi dan maknanya. Perubahan fungsi pada kesenian Ondel-ondel terlihat pada berubahnya fungsi ritual menjadi fungsi hiburan dan ekonomi. Salah satu perubahan fungsi dari Ondel-ondel yang menjadi populer saat ini dan memunculkan pro dan kontra yaitu dijadikannya Ondel-ondel sebagai alat bisnis atau pencari nafkah sebagai pengamen, khususnya di Kemayoran. Makna yang terkandung pada Ondel-ondel pun nyatanya ikut mengalami perubahan. Perubahan makna pada Ondel-ondel meliputi perubahan makna pada warna dan upacara ritual ukup. Perubahan makna pada warna Ondel-ondel yaitu dulu memiliki ciri khas warna merah bagi laki-laki yang berarti seram, tegas, marah dan warna putih bagi perempuan yang berarti lembut dan bersifat keibuan. Kini, warna hanya menjadi pembeda antara Ondel-ondel laki-laki dan perempuan saja. Perubahan makna dalam upacara ritual ukup, yaitu dalam ukup memiliki arti bentuk berserah diri kepada Yang Kuasa, namun dikarenakan pergeseran nilai dan kepercayaan masyarakat Betawi, hal tersebut kini tidak dilakukan lagi karena tidak sesuai dengan ajaran agama yang berlaku. Berbagai upaya pelestarian terhadap Ondel-ondel sebagai salah satu warisan budaya asli masyarakat Betawi agar tetap eksis dan berkembang telah banyak dilakukan, baik dari pihak masyarakat, pemerintah serta sanggar. Namun, alangkah baiknya jika upaya-upaya yang telah dilakukan masyarakat, pemerintah dan sanggar tersebut lebih tersinergikan dengan baik, maka Ondel-ondel akan tetap eksis dan berkembang lebih maksimal. | Ondel-ondel is one of originally culture heritage from Betawi society, which used to drive away the ghost in the ancient times. Problem rises when modern culture development makes ondel-ondel lose its exsistence because of its functional changing. Ondel-ondel almost lose its original identity, its meaning, as an art of culture heritage. This research is aimed to find functional changing from ondel-ondel and efforts taken to protect ondel-ondel especially in Kemayoran District, Central Jakarta. This research is located in Kemayoran area, Central Jakarta, by using descriptive-qualitative methods. The target of this research was decided by purposive sampling technique. This research will explain that ondel-ondel, especially in Kemayoran District, Central Jakarta, has already meet various development and effects some changing from its meaning and function. Ondel-ondel’s functional changing seen from its ritual function that becomes economic and amusement function for other people. One of its popular changing which has raised pro and contra was ondel-ondel is used as a business asset or a tool for beneficial need (breadwinners’ tool) as troubadours especially in Kemayoran District. In facts, the meaning of ondel-ondel is also change. The changing is consist of its color and ukup’s ceremony. In a long time ago, male ondel-ondel has red character as a symbol of anger, spooky and assertive.While female ondel-ondel has white character which symbolized softness and maternity. The meaning of those color as their represented character, is not interpreted as before. Changes of the meaning in the ukup’s ceremony, which is ukup means surrender to the almighty God, but today, it has replaced by Betawi society’s beliefs to their religion. Various conservations effort to Ondel-ondel as one of originally Betawi’s culture heritage that still exist and evolve has been done, both from the public, the government, as well as from the studio. However, it would be nice if these efforts more synergized well, then ondel-ondel will continue to exist and develop more leverage. | |
| 13088 | 16424 | F1F009075 | CODE-MIXING ANALYSIS OF SACHA STEVENSON’S VLOG “HOW TO ACT INDONESIAN” | Wijaya, Nicolas Christian G.J. 2016. Code Switching Analysis of Sacha Stevenson’s Vlog “How to Act Indonesian” . Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing I: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. Pembimbing II: Dyah Raina P., M.Hum. Penguji: Ika Maratus S., M.A. Kata Kunci: Alih-kode, Vlog Sacha Stevenson. Penelitian ini berjudul “Code Switching Analysis of Sacha Stevenson’s Vlog “How to Act Indonesian”. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bentuk dari alih kode English-Indonesian yang ditemukan pada kumpulan vlog milik Sacha Stevenson berjudul ‘How to Act Indonesian’, (2) Untuk mengidentifikasi faktor-faktor alih kode English-Indonesian yang ditemukan pada kumpulan vlog milik Sacha Stevenson berjudul ‘How to Act Indonesian’. Sumber data utama adalah vlog Sacha Stevenson. Data di unduh dari Youtube. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Peneliti menonton vlog untuk mengumpulkan data.Hanya ujaran English-Bahasa Indonesia atau Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris yang mengandung alih kodeyang dipilih sebagai data. Dan kemudian data tersebut di analisis menggunakan teori Hoffman. Terdapat 34 ucapan alih-kode di kompilasi vlogs ini. Peneliti menemukan semua jenis alih kode berdasarkan teori Hoffman. Data tersebut terdiri dari inter-sentential switching 44%, emblematic switching 53%, dan establishing continuity with the previous speaker 3%. Peneliti juga menganalisis tujuan alih-kode berdasarkan teori Hoffman dan hanya menemukan 5 fator pada data ini. Data tersebut terdiri about particular topic 88%, quoting somebody else 3%, being emphatic about something 3%, repetition used for clarification 3%, dan intention of clarifying the speech content for interlocutor 3%. | Wijaya, Nicolas Christian G.J. 2016. Code Switching Analysis of Sacha Stevenson’s Vlog “How to Act Indonesian” . English Language and Literature Study Program. English Literature Department. Humanities Faculty. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. First Supervisor: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. Second Supervisor: Dyah Raina P., M.Hum. Examiner: Ika Maratus S., M.A. Key words: Code-switching, Sacha Stevenson’s Vlog. The research entitled “Code Switching Analysis of Sacha Stevenson’s Vlog “How to Act Indonesian”. The purposes of this research are (1) To find out the forms of English-Indonesian code switching found on Sacha Stevenson’s vlogs compilation ‘How to Act Indonesian’, (2) To identify the factors of English-Indonesian code switching found on Sacha Stevenson’s vlogs compilation ‘How to Act Indonesian’. The main data source is Sacha Stevenson’s vlog. The data are downloaded from YouTube. Descriptive qualitative approach was applied in this research. The researcher watched the vlog to collect the data. Only English-Bahasa Indonesia or Bahasa Indonesia-English code-switching utterances were chosen as the data. And finally, the data were analyzed by using Hoffman’s theory. There are 34 code-switching utterances found in this vlogs compilation. The researcher found all types of code-switching based on Hoffman's theory. There are inter-sentential switching 44%, emblematic switching 53%, and establishing continuity with the previous speaker 3%. The researcher also analyze the purpose of code-mixing based on Hoffman’s theory in this vlog and only 5 purposes found in this data. There are talking about particular topic 88%, quoting somebody else 3%, being emphatic about something 3%, repetition used for clarification 3%, and intention of clarifying the speech content for interlocutor 3%. | |
| 13089 | 16436 | D1E012049 | IMBANGAN PAKAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN DALAM SILASE PAKAN KOMPLIT TERHADAP KONSUMSI BAHAN KERING DAN PERTUMBUHAN DOMBA LOKAL JANTAN | ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh imbangan pakan konsentrat dan hijauan dalam silase pakan komplit terhadap konsumsi bahan kering dan pertumbuhan domba lokal jantan. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 20 ekor domba lokal jantan. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah silase pakan komplit (SPK). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas P1 (Rumput gajah 70% + konsentrat 30%), P2 (Rumput gajah 60% + konsentrat 40%), P3 (Rumput gajah 50% + konsentrat 50%), P4 (Rumput gajah 40% + konsentrat 60%) dan P5 (Rumput gajah 30% + konsentrat 70%), Bobot badan domba sebagai blok. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan kering (BK) dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan perlakuan yang berpengaruh dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap konsumsi BK (P<0,01) namun tidak bepengaruh terhadap PBBH (P>0,05) domba lokal jantan. Berdasarkan uji BNJ konsumsi BK (P1, P2, P3 dan P4) berbeda sangat nyata terhadap P5, sedangkan antar perlakuan (P1, P2 dan P3) tidak berbeda dan perlakuan P4 berbeda nyata terhadap (P2 dan P3). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa P2 memiliki nilai rataan konsumsi BK tertinggi yaitu sebesar 883,3 g, namun nilai PBBH tertinggi terdapat pada P4 sebesar 139,38 g/hari. | ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of the concentrates to forage ratio in complete feed silage on dry matter intake and the growth of male local sheep. The Materials used in the study were 20 male local sheep and complete feed silage (CFS). The method used is experimentally using a completely randomized block design (CRBD). The treatment consisted of P1 (70% of elephant grass + 30% of concentrates), P2 (60% of elephant grass + 40% of concentrates), P3 (50% of elephant grass + 50% of concentrates), P4 (40% of elephant grass + 60% of concentrates) and P5 (30% of elephant grass + 70% of concentrate), sheep body weight as a block. Variables measured of dry matter intake and the daily body weight gain. Data were analyzed using analysis of variance and treatment showed significant effect, it was followed by Honestly Significant Difference test (HSD). The results showed that treatment of very significant effect on dry matter intake (P<0.01) but not significant on weight gain (P>0.05) of male local sheep. Based on the HSD test, dry matter intake of (P1, P2, P3 and P4) highly significant to P5, while among the treatments of (P1, P2 and P3) showed no differences, and the treatment significantly different P4 to (P2 and P3). The conclusion from this study that the P2 has the highest average value of dry matter intake amounted to 883.3 g, but the value of daily gain highest in P4 amounted to139.38 g / day. | |
| 13090 | 16425 | H1K012008 | UJI POTENSI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI LAUT PENDEGRADASI HIDROKARBON MINYAK BUMI DARI PERAIRAN SELAT LOMBOK | Perairan Selat Lombok sebagai salah satu selat aktif pelayaran internasional dan termasuk ke dalam wilayah alur laut Indonesia tidak terlepas dari potensi pencemaran laut akibat aktivitas kapal seperti kecelakaan maupun kebocoran. Upaya untuk mengatasi pencemaran tersebut salah satunya dengan cara biologis yaitu menggunakan bakteri untuk mendegradasi minyak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan mengidentifikasi bakteri yang berpotensi mendegradasi hidrokarbon minyak bumi dari perairan Selat Lombok. Metode yang digunakan adalah uji oil spreading, uji biodegradasi dengan analisis gravimetri dan identifikasi 16S rDNA. Diperoleh enam isolat bakteri dari jumlah total 21 isolat bakteri yang berpotensi mendegradasi minyak bumi dengan degradasi terbesar terdapat pada isolat 20SL (44,34%), diikuti oleh isolat 13SL (32,88%), 3SL (30,24%), 14SL (24,91%), 15SL (23,35%) dan 16SL (16,64%). Hasil identifikasi molekuler (16S rDNA) berdasarkan perbandingan dengan BLAST database diketahui isolat bakteri 3SL, 13SL, 14SL dan 20SL memiliki kemiripan dengan spesies Bacillus flexus (98%-99%), 15SL dengan spesies Bacillus methylotrophicus (99%), 16SL dengan spesies Bacillus vietnamensis (96%) dan Bacillus aquimaris (96%). Seluruh bakteri tersebut diketahui mampu mendegradasi minyak bumi. | Lombok Strait is one of the international shipping pathways which belongs to Indonesian sea territory. This circumstance causes its territory has a marine pollution potential resulting from shipping accident or oil leakage. One of the solutions is by finding bacteria which can degrade oil. This studied was aimed to know the potential and identify bacteria that could potentially degrade petroleum hydrocarbons from the Lombok Strait. The methods in this research consisted of oil spreading assay, biodegradation assay by gravimetric analysis and 16S rDNA identification. The result showed that six bacteria isolates from 21 total bacteria isolates had potential to degrade oil, the greatest potential was bacteria isolates 20SL (44,34%), followed by bacteria isolates 13SL (32,88%), 3SL (30,24%), 14SL (24,91%), 15SL (23,35%) and 16SL (16,64%). Based on molecular identification (16S rDNA) comparing with BLAST database was known bacteria isolate 3SL, 13SL,14SL and 20SL had similarity with Bacillus flexus (98%-99%), 15SL with Bacillus methylotrophicus (99%), 16SL with Bacillus vietnamensis (96%) and Bacillus aquimaris (96%). All of the bacteria had been known to degrade petroleum. | |
| 13091 | 16426 | H1D012043 | Pengaruh Angkur Ujung Terhadap Kinerja Kabel Baja Sebagai Perkuatan Eksternal Balok Beton Bertulang | Salah satu penyebab dari kegagalan struktur adalah bencana angin. Agar tidak terjadi kegagalan struktur, maka dibutuhkan perkuatan struktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja kabel baja diameter 6 mm sebagai perkuatan eksternal balok beton bertulang dengan penambahan angkur ujung. Metode perkuatan ini tidak diperlukan penambahan mortar, sehingga tidak ada penambahan berat beban sendiri. Parameter pengujian meliputi kapasitas lentur, daktalitas, kekakuan lentur, dan pola retak serta tipe keruntuhan. Penelitian dilakukan terhadap 5 buah balok beton bertulang, masing-masing 1 buah balok tanpa perkuatan atau balok kontrol, 2 buah balok perkuatan yang diperkuat dengan angkur ujung tipe 1, dan 2 buah balok perkuatan yang diperkuat dengan angkur ujung tipe 2. Penampang benda uji balok berbentuk persegi dengan dimensi 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan third point loading. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kapasitas lentur rata-rata balok perkuatan angkur tipe 1 dan balok perkuatan angkur tipe 2 mengalami peningkatan terhadap balok kontrol dengan rasio sebesar 1,48 dan 1,32. Indeks daktilitas rata-rata balok perkuatan angkur ujung tipe 1 dan balok perkuatan angkur ujung tipe 2 mengalami peningkatan terhadap balok kontrol dengan rasio 1,17 dan 1,16. Kekakuan efektif rata-rata balok perkuatan angkur ujung tipe 1 dan balok perkuatan angkur ujung tipe 2 mengalami peningkatan terhadap balok kontrol dengan rasio 1,07 dan 1,05. Pola retak yang terjadi untuk benda uji balok beton bertulang relatif seragam dapat dikategorikan tipe keruntuhan lentur. | One of the causes of structural failure is typhoon. To avoid it, we need to void it by strengthening system of a structure element. The purpose of this study is to determine the performance of 6 mm diameter wire rope as external strengthening concrete beams reinforced with the addition of anchorage. This method is not required additional mortar, so there is no additional self weight. Experimental parameter consist of flexural capacity, index of ductility, effective stiffness and crack patterns and the type of failure. In this experiment conducted on 5 reinforced concrete beams, which were 1 beam without strengthening as a beam control, 2 beams strengthened by anchorageage type 1, and 2 beams strengthened by anchorageage type 2. Cross section of the specimen beam is rectangular with dimensions of 100 mm x 150 mm x 1000 mm. Third point loading was set up as a loading method. The test results show that the average of flexural capacity to strengthening anchorage beam type 1 and type 2 rises against the control beam with a ratio of 1.48 and 1.32. The average of ductility index beam strengthening anchorage type 1 and type 2 rises againt the control beam by ratios of 1.17 and 1.16. The average of effective stiffness beam strengthening anchorage beam type 1 and type 2 rises against the control beam with a ratio of 1.07 and 1.05. Cracking pattern of reinforced concrete beam is relatively uniform and can be categorized as flexural failures. | |
| 13092 | 16427 | A1L112011 | UJI KEMAMPUAN FORMULASI DUA ISOLAT Bacillus sp. DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT | Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan formulasi dua isolat Bacillus sp. yaitu Bacillus sp. B42 dan Bacillus sp. B64 dalam mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) non-faktorial dengan 4 perlakuan dan 7 ulangan, perlakuan terdiri atas kontrol, Bacillus sp. B42, Bacillus sp. B64, dan fungisida binomil. Variabel yang diamati adalah komponen patosistem meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi; komponen pertumbuhan yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman, bobot segar akar, dan bobot segar tajuk; dan kandungan senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi Bacillus sp. B42 mampu menekan intensitas penyakit sebesar 39,40%, meningkatkan tinggi tanaman sebesar 38,40%, meningkatkan jumlah daun sebesar 22,13%, meningkatkan bobot basah total sebesar 42,41%, meningkatkan bobot basah tajuk sebesar 42,87%, dan meningkatkan bobot basah akar sebesar 43,72%, serta mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol (tanin dan saponin) dalam jaringan tanaman. | This research aimed to test the ability of the formulation of two isolates of Bacillus sp., namely Bacillus sp. B42 and Bacillus sp. B64 in controlling fusarium wilt on tomato plants. The experimental design used was a randomized block design (RAK) non-factorial with 4 treatments and 7 replications. The treatments were control, Bacillus sp. B42, Bacillus sp. B64, and fungicides binomil. The variables measured were patosistem components include the incubation period, the intensity of the disease, the rate of infection; component of growth in terms of height, leaf number, total plant fresh weight, root fresh weight, and fresh weight of the canopy; and the content of phenolic compounds. The results showed that the formulations of Bacillus sp. B42 is able to suppress the intensity of the disease amounted to 39.40%, increased plant height of 38.40%, increased the number of leaves by 22.13%, increased the total wet weight of 42.41%, increased the weight of the wet canopy of 42.87%, and increased root wet weight of 43.72%, and able to enhanced the content of phenolic compounds (tannins and saponins) in the plant tissue. | |
| 13093 | 16428 | H1D012042 | ANALISIS PERILAKU LENTUR BALOK BETON BERTULANG YANG DIPERKUAT DENGAN METODE NEAR SURFACE MOUNTED (NSM) MENGGUNAKAN BAJA TULANGAN DENGAN PROGRAM ATENA | Kegagalan dalam pelaksanaan menyebabkan penyimpangan mutu dari elemen struktur. Salah satu upaya untuk menghindari kegagalan struktur adalah dengan dilakukannya perkuatan elemen struktur. Suatu pengamatan perilaku lentur balok beton bertulang pada umumnya dilakukan melalui pengujian secara eksperimental, namun membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Perkembangan teknologi saat ini memungkinkan penggunaan program komputer untuk menganalisis perilaku lentur balok beton bertulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji balok beton bertulang dengan memodelkan benda uji yang diperkuat dengan memasang baja tulangan pada permukaan beton seperti pada penelitian sebelumnya, menganalisis model tersebut terhadap perilaku lentur menggunakan ATENA dan membandingkannya dengan hasil eksperimental. Analisis dilakukan terhadap 2 model yaitu balok tanpa perkuatan (BK), dan balok dengan perkuatan (BP). Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan beban-lendutan yang cenderung identik dengan hasil eksperimental. Kapasitas beban lentur benda uji balok perkuatan mengalami peningkatan terhadap balok kontrol seperti pada eksperimental dengan rasio kenaikan berturut-turut 1,58 dan 1,08. Daktilitas benda uji balok perkuatan mengalami penurunan terhadap balok kontrol dengan rasio terhadap eksperimental berturut-turut 0,87 dan 1,35. Sedangkan kekakuan efektif benda uji balok perkuatan juga mengalami peningkatan terhadap balok kontrol dengan rasio terhadap eksperimental berturut-turut 1,04 dan 0,72. Pola retak yang terjadi pada hasil numerik menandakan bahwa tipe keruntuhan yang terjadi adalah keruntuhan lentur seperti hasil eksperimental dengan kerusakan pada beton serat tarik terluar yang mulai terjadi pada saat mendekati beban maksimum. | The failure in the construction prosess will may cause quality deviations of structural elements. One of the efforts to avoid failure of structure is the strengthening of structural elements. An observation of flexural behavior analysis of reinforced concrete beams is generally done by experimental research. However, experimental research usually needs times and costs. Nowadays, the development of technology has made it possible to use the computer programs to analyze flexural behavior of reinforced concrete beams. This study aims to design object of the flexural behavior of reinforced concrete beams by setting up steel bar on concrete’s surface as in the previous research, to analyze the object of flexural behavior by using ATENA and to compare it with the results of experimental research. The analysis conducted 2 models. They are control beam (CB), and beams which got strengthening (CS). The results of the study showed that the relationship load deflection tends synonymous with experimental results. The capacity of flexural load on reinforced beams had increased toward the control beams’ as in the experimental research with a ratio of consecutive rise in 1.58 dan 1.08. The ductility of reinforced beams had decreased toward the control beams’ with a ratio toward the experimental research continually in 0.87 dan 1.35. While the effective stiffness of reinforced beams had also increased toward the control beams’ with a consecutive ratio toward the experimental research continually in 1.04 dan 0.72. The cracked pattern occurred in the numerical results can be categorized as a type of collapse which occurs in flexural collapse as in the experimental results which the damage is on the outer fiber concrete that begins to occur when approaching the maximum load. | |
| 13094 | 16429 | B1J012135 | ANALISIS VARIASI INTRAPOPULASI IKAN KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus) DI PULAU REANG-REANG SULAWESI SELATAN BERDASARKAN SEKUEN PARSIAL GEN SITOKROM C OKSIDASE I (COI) | Grouper are important fisheries commodity because it is one of export oriented products. This entails to high economic value. Grouper are widely distributed across Indonesia. It can be found in Sumatra, Java, Sulawesi, and Ambon reef ecosystems. Sulawesi has a potential catchment are e.g. Spermonde Archipelago, South Sulawesi. Leopard grouper (Plectropomus leopardus) is among the economically important species. This species is also exploited in Spermonde Archipelago, including Reang-Reang Island. Spermonde Archipelago’s fisherman collected leopard grouper using destructive methods, such as banning and cyanide fishing. These fishing methods are contradictive with conservation principles. Therefore, various conservation efforts are needed. Systematic study, especially, intra-populational variation study is among of the important starting point. Intra-populational variation data can be obtained from a study using cytochrome c oxidase 1 (COI) gene. This research aims to obtain genetic diversity data on leopard grouper population in Reang-Reang Island based on partial sequences of cytochrome C oxidase 1 gene. The research used survey method. Caudal fin samples were obtain from Animal Taxonomy Laboratory Biology Faculty of Unsoed collection. Grouper DNA is extracted, then performed with the techniques of PCR amplification. The sequence of genetic diversity has on the PCR was then edited using the Bio-Edit and statistically analyzed using analysis of molecular variance (AMOVA) with the help of Arlequin software. Fragments that have been amplificated will be in order to see the sequencing of DNA. Characters can be used as molecular genetic marker is a cytochrome oxidase 1 gene (CO1). The variables observed in this study i.e. intrapopulation genetic diversity. The calculated parameters include gene CO1 polymorphism, haplotype diversity, and nucleotides diversity. The Arlequin K2P model analysis showed high haplotype diversity with the value of 1.0000 +/- 0.0764 and high nucleotide diversity at 1,5 % +/- 0,9 %. Polymorphism analysis showed polymorphism sites percentage of 5,015198%. This mean that COI gene of leopard grous was polimorphic. | Grouper are important fisheries commodity because it is one of export oriented products. This entails to high economic value. Grouper are widely distributed across Indonesia. It can be found in Sumatra, Java, Sulawesi, and Ambon reef ecosystems. Sulawesi has a potential catchment are e.g. Spermonde Archipelago, South Sulawesi. Leopard grouper (Plectropomus leopardus) is among the economically important species. This species is also exploited in Spermonde Archipelago, including Reang-Reang Island. Spermonde Archipelago’s fisherman collected leopard grouper using destructive methods, such as banning and cyanide fishing. These fishing methods are contradictive with conservation principles. Therefore, various conservation efforts are needed. Systematic study, especially, intra-populational variation study is among of the important starting point. Intra-populational variation data can be obtained from a study using cytochrome c oxidase 1 (COI) gene. This research aims to obtain genetic diversity data on leopard grouper population in Reang-Reang Island based on partial sequences of cytochrome C oxidase 1 gene. The research used survey method. Caudal fin samples were obtain from Animal Taxonomy Laboratory Biology Faculty of Unsoed collection. Grouper DNA is extracted, then performed with the techniques of PCR amplification. The sequence of genetic diversity has on the PCR was then edited using the Bio-Edit and statistically analyzed using analysis of molecular variance (AMOVA) with the help of Arlequin software. Fragments that have been amplificated will be in order to see the sequencing of DNA. Characters can be used as molecular genetic marker is a cytochrome oxidase 1 gene (CO1). The variables observed in this study i.e. intrapopulation genetic diversity. The calculated parameters include gene CO1 polymorphism, haplotype diversity, and nucleotides diversity. The Arlequin K2P model analysis showed high haplotype diversity with the value of 1.0000 +/- 0.0764 and high nucleotide diversity at 1,5 % +/- 0,9 %. Polymorphism analysis showed polymorphism sites percentage of 5,015198%. This mean that COI gene of leopard grous was polimorphic. | |
| 13095 | 16430 | D1E012165 | Pengaruh Bahan Perekat Tepung Tapioka, Sagu dan Bentonit pada Pellet Broiler Periode Finisher Terhadap Aktivitas Air dan Kelarutan. | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan bahan perekat tapioka, sagu dan bentonit dalam ransum bentuk pellet terhadap uji aktivitas air dan kelarutan. Materi yang digunakan jagung kuning 1200 g, bungkil kedelai 300 g, dedak halus 110 g, meat bone meal 220 g, bungkil kelapa 100 g, minyak kelapa 40 g, grit 20 g, premix 10 g, tepung tapioka 40 g, sagu 40 g, dan bentonit 40 g. Penelitian dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan terdiri dari 3 macam perlakuan yaitu R1 Ransum basal + 2% perekat tepung tapioka, R2 Ransum basal + 2% perekat sagu dan R3 Ransum basal + 2% perekat bentonit. Variabel yang diukur yaitu aktivitas air dan kelarutan. Rataan aktivitas air dengan bahan perekat tepung tapioka, sagu dan bentonit yaitu R1 = 0,4840 ± 0,0392, R2 = 0,5330 ± 0,0620, R3 = 0,7470 ± 0,0458. Rataan kelarutan dengan bahan perekat tepung tapioka, sagu dan bentonit yaitu R1 = 39,10 ± 1,54, R2 = 34,53 ± 4,79, R3 = 31,47 ± 2,97. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian bahan perekat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap aktivitas air dan kelarutan pada pellet broiler periode finisher. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung tapioka adalah bahan perekat terbaik ditinjau dari aktivitas air rendah dan kelarutan tinggi pada pellet broiler periode finisher. | The research aims to know the effect of cassava flour, sago and bentonite as adhesive material in pellet for finisher broiler to water activity and solubility. The materials used in the research were yellow corn 1200 g, soybean meal 300g, bran 110 g, meat bone meal 220 g, coconut meal 100 g, coconut oil 40 g, grit 20 g, premix of 10 g, cassava flour 40 g, sago 40 g and bentonite 40 g. The research with the experimental methods using Completed Randomized Design with 3 treatment and 6 replication. The treatment consists of 3 kinds of treatment i.e. R1 = basal ration + 2% cassava flour, R2 = basal ration + 2% sago and R3 = basal ration + 2% bentonite. The measured variables were water activity and solubility. The average of water activity with adhesive materials of cassava flour, sago and bentonite i.e. R1 = 0,4840 ± 0,0392, R2 = 0,5330 ± 0,0620, R3 = 0,7470 ± 0,0458. Respectialy the average solubility with adhesive materials of cassava flour, sago and bentonite i.e R1 = 39,10 ± 1,54, R2 = 34,53 ± 4,79, R3 = 31,47 ± 2,97. The results showed that treatment of adhesive materials has significant effect (P<0,01) toward water activity and solubility of feed pellets for finisher broiler. In conclusion, of cassava flour was the best adhesive materials to produce low water activity and to produce high solubility in pellet for finisher broiler. | |
| 13096 | 16431 | D1E012219 | KADAR LEMAK DAN BERAT JENIS SUSU SEGAR PADA DUA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH SERTA FAKTOR SOSIAL PENDUKUNGNYA DI KECAMATAN CILONGOK (Levels of Fat and Density of Fresh Milk in Two Dairy Cattle Farmers Group and the Social Supporters in Cilongok District) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar lemak dan berat jenis susu segar, hubungan antara kadar lemak dan berat jenis susu segar, dan kondisi aspek sosial peternak di kelompok peternak sapi perah Andini Lestari I dan Andini Lestari II Kecamatan Cilongok. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 29 Juli 2016 sampai 08 Agustus 2016. Materi yang digunakan adalah susu segar sebanyak 20 liter dan 20 peternak pada kedua kelompok tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan uji laboratorium. Variable kuantitatif yang diukur yaitu kadar lemak dan berat jenis susu, sedangkan data kualitatif didapatkan dari wawancara terhadap peternak berdasarkan daftar pertanyaan yang terstruktur. Data kuantitatif dianalisis dengan uji t dan regresi linear, sedangkan data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kadar lemak susu segar di kelompok peternak Andini Lestari I dan Andini Lestari II adalah 4,07 % dan 3,67 %, sedangkan berat jenis susu segar adalah 1,0257 dan 1,0251. Berdasarkan uji t, kadar lemak dan berat jenis susu segar di kedua kelompok peternak tersebut tidak berbeda nyata (P>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kadar lemak dan berat jenis susu segar kedua kelompok sama. Hubungan antara kadar lemak dan berat jenis susu segar pada kedua kelompok memiliki korelasi yang cukup, yang dapat diformulasikan Y= 1,020 + 0,001 X. | This study aimed to knowing levels of fat and density of fresh milk, the relationship between levels of fat and density of fresh milk and the farmers social conditions in dairy farmer groups of Andini Lestari I dan Andini Lestari II in Cilongok District. The study was held from July 29th until August 08th 2016. The research materials were 20 liter of fresh milk and 20 dairy farmers in that groups. The research used survey and laboratory methods. The quantitative variables measured were levels of fat and density of milk, meanwhile data were qualitative obtained from interviewing farmers based on a list of structured questionnaire. The quantitative data analyzed by “t’’ test and linear regression, whereas qualitative data were analyzed by descriptive statistics. The result showed that the average levels of fat in the farmers groups Andini Lestari I and Andini Lestari II was 4,07 %, and 3,67 %, respectively while density of fresh milk in the farmers groups of Andini Lestari I and Andini Lestari II was 1,0257 and 1,0251. Based on “t” test to levels of fat and density of fresh milk in both farmers groups is not significantly different, so it can be said that levels of fat and density of the milk in both groups were not different. The relationship between levels of fat and density of fresh milk in both groups has enough correlation, that can be formulated by Y= 1,020 + 0,001 X. | |
| 13097 | 16445 | F1A012068 | PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSI BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PAUD TERPADU PUTRA HARAPAN PURWOKERTO | Pendidikan Inklusi adalah sebuah pelayanan pendidikan yang mengutamakan anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang layak di sekolah umum tanpa memandang kekurangan yang dimiliki. Program Pendidikan Inklusi pada PAUD Terpadu Putra Harapan telah terlaksana sejak tahun 2005. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan anak berkebutuhan khusus selama mendapatkan pendidikan inklusi serta mendeskripsikan interaksi yang terjadi di antara murid PAUD Terpadu Putra Harapan Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan life history. Teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data pada penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif milik Milles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa program pendidikan inklusi memberikan akses kepada murid ABK untuk berkembang secara optimal sesuai dengan ketunaannya masing-masing. Perkembangan dari anak berkebutuhan khusus yang ditunjukkan pada murid ABK di PAUD Terpadu Putra Harapan menunjukkan bahwa murid ABK berkembang sesuai dengan kemampuan mereka. Perkembangan ini tidak secara langsung muncul sekaligus, ada yang cepat dan ada pula yang perlahan. Kemudian dalam berinteraksi murid ABK cenderung tidak mengalami hambatan dalam bersosialisasi baik dengan temannya sesama murid ABK, murid non ABK maupun guru. | Inclusion education is a an educational service that prioritizes children with special needs to obtain a decent education services in public schools regardless of their disabillity. Inclusion Education Program has been applied in PAUD Terpadu Putra Harapan since 2005. The purpose of this research are to describe the development of children with special needs for inclusion education and to describe interactions among students of PAUD Terpadu Putra Harapan Purwokerto. The research uses qualitative as the method of research and life-story approach. Mechanical determination of informants used in this research is purposive sampling. The process of data collection is done by in-depth interviews, observation and documentation. Methods of data analysis in this study refers to an interactive model belongs Milles and Huberman. The result of this research shows the inclusion model applied in PAUD Terpadu Putra Harapan Purwokerto gives access to students with special educational needs to develop and improve significantly based on their disability. The improvement is noticed as not all of them develop rapidly. Some of them are noticed to have developed slowly. Furthermore, students with special educational needs tend to have no constraint in case of interaction and communication either with their friends with special needs and normal friends or their teachers. | |
| 13098 | 16432 | H1G012045 | SISTEM PENGELOLAAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) BERBASIS PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DI PEKALONGAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan pelelangan berbasis peningkatan kesejahteraan nelayan di Pekalongan. Metode yang digunakan yaitu stratified sampling dengan wawancara, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukan sistem lelang yang digunakan yaitu lelang terbuka, lelang sampel untuk kapal freezer serta pembayaran tunai. Tingkat pendapatan nelayan dari hasil lelang tergantung dari jumlah hasil produksi ikan yang didaratkan Rata-rata nelayan mendapatkan upah sekitar Rp. 1.277.974 - Rp. 3.277.400. diketahui dari 25 orang responden,bahwa sebanyak 18 orang responden (94%) nelayan berada pada tahap Keluarga Prasejahtera dan sebanyak 7 orang responden (6%) berada pada tahap Keluarga Sejahtera. Strategi untuk pengelolaan TPI adalah upaya peningkatan meningkatkan peran TPI, kinerja organisasi, produksi kualitas hasil tangkapan lelang melalui mutu sehingga harga yang didapatkan juga lebih tinggi agar dapat menambah pendapatan bagi nelayan, meningkatkan kualitas tata niaga. Kondisi ini akan akan dipengaruhi oleh akses pemasaran dan pengolahan hasil produksi perikanan, serta melengkapi beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan operasional pelayanan pelelangan. | This study aims to determine the auction management system to increase of fishermen welfare in Pekalongan. The method used stratified sampling with interviews, and observation. This result showed that auction system used the open auction, auction for freezer vessels sample and cash payment . The income level of the fishermen for the auction system depending on the production of fish landed. The average fisherman income between Rp. 1,277,974 - Rp. 3.277.400, and from 25 respondents were divided 18 respondents (94%) were not welfare fishermen and aseven respondents (6%) as welfare fisherman. Management strategies of TPI were increasing role of TPI, the organization performance, the production quality of the catches for the auction system through increasing quality and price so would increase fishermen income, the quality of trade system. This conditions were influenced by marketing accessing and fisheries products processing, supporting facilities to support auction services operation. | |
| 13099 | 16434 | D1E012325 | PENAMPILAN UKURAN LINIER TUBUH SAPI PASUNDAN MUDA DI KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT | MUHAMAD DINAN KUSUMA. Penelitian dengan judul “Penampilan Ukuran Linier Tubuh Sapi Pasundan Muda di Kabupaten Ciamis Jawa Barat” telah dilaksanakan pada tanggal 01 April sampai dengan 01 Mei 2016 di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Rancah dan Kecamatan Rajadesa Kabupaten Ciamis. Tujuan penelitian adalah untuk 1) mempelajari ukuran linier tubuh (tinggi gumba, lingkar dada, panjang badan) sapi Pasundan muda jantan dan betina, 2) mempelajari perbedaan ukuran linier tubuh (tinggi gumba, lingkar dada, panjang badan) sapi Pasundan muda jantan dan betina, 3) mempelajari hubungan umur terhadap ukuran linier tubuh sapi Pasundan muda. Lokasi ditentukan berdasarkan purposive sampling dilihat dari wilayah Kabupaten Ciamis yang merupakan daerah pengembangan sapi Pasundan. Penelitian dilaksanakan dengan metode sensus. Analisis yang digunakan adalah analisi deskriptif, uji t dan regresi linier. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata tinggi gumba sapi Pasundan muda jantan 105,76 ± 10,54 cm dan sapi betina 103,42 ± 7,7 cm. Lingkar dada sapi jantan 126,53 ± 10,01 cm dan sapi betina 122,07 ± 10,7 cm. Panjang badan sapi jantan 103,76 ± 9,8 cm dan sapi betina 101,42 ± 5,7 cm. Hasil uji t menunjukkan tidak terdapat perbedaan (P > 0,05) antara ukuran linier tubuh sapi Pasundan muda jantan dengan sapi betina, tetapi terdapat selisih 3-4 cm antara sapi jantan dan betina. Umur memiliki hubungan yang sangat nyata (P < 0,01) terhadap tinggi gumba, lingkar dada dan panjang badan sapi Pasundan muda. Hasil persamaan regresi linier untuk hubungan umur dengan tinggi gumba Y = 79,007 + 1,5344X dengan R2 = 0,59. Umur dengan lingkar dada Y = 94,947 + 1,7792X dengan R2 = 0,64. Umur dengan panjang badan Y = 81,221 + 1,2859X dengan R2 = 0,50. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan secara nyata antara ukuran linier tubuh (tinggi gumba, lingkar dada, panjang badan) sapi Pasundan muda jantan dan betina, tetapi umur sangat berpengaruh terhadap ukuran linier tubuh (lingkar dada, tinggi gumba, panjang badan) sapi Pasundan muda. | MUHAMAD DINAN KUSUMA. This research entitled “The Appearance of Linear Body Size of Pasundan Young Cattle in Ciamis Districts West Java” was conducted from April 1st until May 1st, 2016 in three sub-districts, consisted of Tambaksari, Rancah and Rajadesa in Ciamis Districts. The objectives of this research were: 1) to study the linear body size (hump height, chest circumference, body length) of Pasundan young bull and heifers, 2) to study the difference of linear body size (hump height, chest circumference, body length) Pasundan young bulls and heifers, 3) to study the corelation between age and linear body size of Pasundan young cattle. The location were determined by purposive sampling chosen from Ciamis Disticts that was known for regional development of Pasundan cattle. This research was conducted by census method. The analyses used in this research were descriptive analysis, t test and simple linear regression. The descriptive analysis results indicated that the average hump height of Pasundan bulls was 105,76 ± 10,54 cm and heifers was 103,42 ± 7,7 cm. The chest circumference of bulls was 126,53 ± 10,01 cm and heifers was 122,07 ± 10,7 cm. the body length of bulls was 103,76 ± 9,8 cm and heifers was 101,42 ± 5,7 cm. The results of t-test indicated that there was no difference (P > 0,05) between linear body size of Pasundan young bulls and heifers, but there was a difference of 3-4 cm between bulls and heifers. The age had a significant corelation (P < 0,01) with hump height, chest circumference and body length of Pasundan young cattle. The results of linear regression between age with hump height was Y = 79,007 + 1,5334X with with R2 = 0,59. Between age with chest circumference was Y = 94,947 + 1,7792X with R2 = 0,64. Between age and body length was Y= 81,221 + 1,2859X with R2 = 0,50. Based on the results of the research, it can be concluded that there was no significant difference between linear (chest circumference, hump height, body length) body size of Pasundan young bulls and heifers, but the age had high influence on linear body sizes (chest circumference, hump height, body length) of Pasundan young cattle. | |
| 13100 | 16435 | D1E011107 | IMBANGAN PAKAN KONSENTRAT DAN HIJAUAN DALAM SILASE PAKAN KOMPLIT TERHADAP KONSUMSI ENERGI (TDN) DAN LEMAK DOMBA LOKAL JANTAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan imbangan pakan konsentrat dan hijauan dalam silase pakan komplit terhadap konsumsi energi dan lemak pada domba lokal jantan serta mencari imbangan konsentrat dan hijauan dengan konsumsi energi dan lemak yang tinggi pada domba lokal jantan. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 2 Agustus 2016 sampai 2 Oktober 2016 bertempat di Experimental farm Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Materi penelitian menggunakan rumput gajah, konsentrat, 1,5% mineral, 0,5% garam, 0,5% urea, 1,5% tetes tebu dan 20 ekor domba lokal jantan. Metode penelitian adalah secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas P1, P2, P3, P4, P5. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi energi (TDN) dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi lemak. Hasil uji beda nyata jujur (BNJ) konsumsi energi (TDN) menunjukan bahwa P1 berbeda sangat nyata terhadap P5 (P1 615,07 ± 34,57g vs P5 437,88 ± 51,02g), P2 berbeda sangat nyata dengan P5 (P2 643,38 ± 10,50g vs P5 437,88 ± 51,02g) dan berbeda nyata dengan P4 (P2 643,38 ± 10,50g vs P4 551,92 ± 82,79g), P3 berbeda sangat nyata terhadap P5 (P3 655,80 ± 18,74g vs P5 437,88 ± 51,02g) dan berbeda nyata dengan P4 (P3 655,80 ± 18,74g vs P4 551,92 ± 82,79g), serta P5 berbeda sangat nyata dengan perlakuan lainnya (P5 437,88 ± 51,02g vs P1 615,07 ± 34,57g vs P2 643,38 ± 10,50g vs P3 655,80 ± 18,74g vs P4 551,92 ± 82,79g). Hasil uji beda nyata jujur (BNJ) konsumsi lemak menunjukan bahwa P1 berbeda nyata terhadap P3 (P1 45,09 ± 4,96g vs P3 55,84 ± 1,83g). Kesimpulan dari penelitian menyatakan bahwa perlakuan pakan ke 3 merupakan pakan terbaik dengan konsumsi energi (Total Digestible Nutrien) dan lemak paling banyak dibandingkan dengan perlakuan lainnya. | The research aimed to evaluate evaluate the effect of concentrate to forage ratio in complete feed silage on energy (TDN) and fat consumptions of male local sheep and to get the best concentrate to forage ratio to yield the highest energy (TDN) and fat consumptions by male local sheep. The research was conducted from August 2nd 2016 to October 2nd 2016 located in the Experimental farm, Animal Science Faculty, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto, Province of Central Java. The materials for this research were napier grass (Pennisetum purpureum), concentrate, 1.5% mineral, 0.5% salt, 0,5% urea, 1.5% molasses and 20 male local sheep. The method of the research was an experimental, using Randomized Complete Block Design (RCBD). The treatments that were tested consisted of P1, P2, P3, P4, and P5. The data were analyzed using analysis of variance followed by Honesty Significant Difference Test (HSD). The results of the research showed that the treatments had a highly significant effect (P<0,01) on energy (TDN) consumption and had a significant effect (P<0,05) on fat consumption. Based on Honesty Significant Difference Test (HSD) energy (TDN) consumption showed that P1 was high significantly different to P5 (P1 615,07 ± 34,57gab vs P5 437,88 ± 51,02gc), P2 was high significantly different to P5 (P2 643,38 ± 10,50ga vs P5 437,88 ± 51,02gc) and was significantly different to P4 (P2 643,38 ± 10,50ga vs P4 551,92 ± 82,79gb), P3 was high significantly different to P5 (P3 655,80 ± 18,74ga vs P5 437,88 ± 51,02gc) and was significantly different to P4 (P3 655,80 ± 18,74ga vs P4 551,92 ± 82,79gb), and P5 was high significantly different to other treatments (P5 437,88 ± 51,02gc vs P1 615,07 ± 34,57gab vs P2 643,38 ± 10,50ga vs P3 655,80 ± 18,74ga vs P4 551,92 ± 82,79gb). Based on Honesty Significant Difference Test (HSD), fat consumption of P1 was significantly different to P3 (P1 45,09 ± 4,96gb vs P3 55,84 ± 1,83ga). The conclusion of the research is that the treatment number 3 is the best of all with the highest energy (Total Digestible Nutrient) and fat consumptions. |