Artikelilmiahs

Menampilkan 12.661-12.680 dari 49.574 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
126615655A1M009058PENGARUH pH PELARUT DAN KONSENTRASI EKSTRAK BIJI BUAH SOMBA TERHADAP SIFAT SENSORI MINUMAN JELI PEPAYA NANASSomba (Bixa orellana Linn) merupakan sumber pewarna alami golongan karotenoid yang dapat memberikan warna kuning sampai merah. Karotenoid yang terdapat pada somba tersusun atas bixin dan norbixin. Karotenoid somba terdapat pada biji dalam buah somba. Biji buah somba dapat diekstrak dengan variasi pH pelarut dan menghasilkan warna yang bervariasi. Penelitian ini mempelajari pemanfaatan ekstrak pigmen biji buah somba sebagai pewarna alami pada produk minuman jeli pepaya nanas. Penambahan ekstrak biji buah somba dapat memperbaiki sifat sensori minuman jeli pepaya nanas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pH pelarut dan konsentrasi ekstrak biji buah somba terhadap sifat sensori minuman jeli pepaya nanas. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi pH pelarut dapat meningkatkan kekuatan aroma ekstrak biji buah somba pada minuman jeli pepaya nanas dan semakin tinggi konsentrasi penambahan ekstrak biji buah somba menyebabkan intensitas warna dan kekuatan aroma ekstrak biji buah somba pada minuman jeli pepaya nanas semakin meningkat. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu perlakuan pH pelarut 4 dan penambahan ekstrak biji buah somba konsentrasi 3% (P1C3) yang menghasilkan sifat sensori dengan intensitas warna oranye kemerahan (4,31); aroma ekstrak biji buah somba yang sedikit kuat (4,29) dan kesukaan pada parameter agak disukai (3,15).Somba (Bixa orellana Linn) is a natural producer of dyes in carotenoid group which can give color ranging from yellow to red. Carotenoids are found in somba which consist of bixin and norbixin. Somba’s carotenoid can be found in the seeds of somba fruit. Somba fruit seed can be extracted with variations in solvent’s pH and produced variations of color. This research studied about the use of the somba fruit seed extract as natural colorants in papaya pineapple jelly drink. The addition of somba fruit seed extract can improve sensory nature of the papaya pineapple jelly drink. The purpose of this research is to determine the effect of solvent’s pH and concentration of somba fruit seed extract against the sensory nature of papaya pineapple jelly drinks. The results showed that the solvent’s pH 7 (neutral) is able to provide the best stability of carotenoids and an increase in the solvent’s pH causes an increase in the aroma of somba fruit seeds extract on the papaya pineapple jelly drink. An increase in the concentration of somba fruit seed extract added increase the levels of carotenoids, color intensity, and the aroma of somba fruit seeds extract on the papaya pineapple jelly drink. The best treatment resulted from combination treatment of solvent’s pH 4 and concentration of somba fruit seed extract of 3% (P1C3) that produced the sensory properties with reddish orange color intensity (4.31); somba unpleasant smell slightly stronger (4.29) and the fondness of the parameter somewhat favored (3.15).
126625656G1A008104Korelasi Lama Waktu Menderita Dengan Aktivitas Glutation peroksidase (GPx) Pada Pasien Talasemia di RSUD Banyumas Latar Belakang: Lama waktu menderita penyakit talasemia menyebabkan peningkatan ferritin dalam darah karena pemberian transfusi darah terus menerus pada pasien talasemia dan juga menyebabkan pembentukan radikal bebas, sehingga terjadi peningkatan stres oksidatif dan pembentukan malondialdehid akibat peningkatan akitivitas peroksidasi lipid sehingga juga berpengaruh kepada aktivitas enzim antioksidan yaitu penurunan glutation peroksidase (GPx).
Tujuan: Untuk mengetahui korelasi lama waktu menderita dengan aktivitas glutation peroksidase pada pasien talasemia di RSUD Banyumas
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pada bulan Februari 2013 penelitian dilakukan di RSUD Banyumas pada ruang perawatan khusus pasien talasemia. Sampel yang diambil penderita talasemia di RSUD Banyumas berjumlah 30 subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil: Rerata lama menderita talasemia pada penelitian ini diperoleh 7,59 ± 2,94 tahun, sedangkan aktivitas glutation peroksidase (GPx) mempunyai rerata 45,5 ± 13,6 µmol/l. Hasil uji korelasi pearson diperoleh nilai r = -0,397 (p 0,030) yang berarti ada korelasi antara lama menderita dengan aktivitas glutation peroksidase (GPx), dan mempunyai kekuatan korelasi lemah dengan arah korelasi negatif.
Kesimpulan: Semakin lama waktu menderita, aktivitas glutation peroksidase (GPx) semakin menurun.


Background: The onset of suffering thalassemia lead to ferritin increasing in blood because of giving continuous blood transfusions in thalassemia patients and caused formation of free radical, resulting in the formation of stress oxidative and malondialdehyde lipid because peroxidation activated, so that it affected to decreased activities of enzyme antioxidant gluthatione peroxidase (GPx).
Purpose: To know the correlation between onset of thalassemia with gluthatione peroxidase (GPx) activities in thalassemia patient at Banyumas District Hospital
Method: This study used an observational analysis design with cross-sectional approach. On February 2013 research was conducted in thalassemia patients special treatment room. The samples taken thalassemia patients at Banyumas District Hospital total 30 subjects by using purposive sampling technique.
Result: Average of onset of thalassemia in this research obtained value of 7,59 ± 2,94 years, while the activities gluthatione peroxidase (GPx) concentration had an average 45,5 ± 13,6 µmol/l. Pearson correlation test result was obtained the value r = -0,397 (p 0,030) which means there is correlation between onset thalassemia gluthatione peroxidase activities levels.
Conclusion: The longer suffering, the lowest gluthatione peroxidase activities levels decreased.
126635657A1M009026PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN CENGKEH, KULIT BUAH MANGGIS DAN DAUN SIRIH HIJAU TERHADAP WARNA DAN RASA MANIS GULA KELAPA KRISTALGula kelapa kristal merupakan produk diversifikasi nira yang berbentuk serbuk. Selama pengolahan gula kelapa terjadi reaksi Maillard yang menghasilkan melanoidin yang diduga memiliki aktivitas antioksidan. Potensi antioksidan pada gula kelapa kristal dapat ditingkatkan dengan penambahan sumber antioksidan alami dari bahan lain seperti ekstrak daun cengkeh, daun sirih hijau,dan kulit buah manggis.Penambahan antioksidan alami tersebut diharapkan menghasilkan karakteristik warna dan rasa manis yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) menentukan jenis ekstrak yang menghasilkan gula kelapa kristal dengan rasa manis dan warna terbaik 2) mengetahui pengaruh jumlah penambahan ekstrak terhadap rasa manis dan warna gula kelapa kristal; 3) menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan gula kelapa kristal dengan rasa manis dan warna terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) jenis ekstrak kulit buah manggis-daun sirih hijau menghasilkan gula kelapa kristal dengan warna coklat kekuningan dan rasa manis, 2) jumlah penambahan ekstrak berpengaruh terhadap warna dan rasa manis gula kelapa kristal. Semakin rendah jumlah penambahan ekstrak, intensitas warna coklatnya tidak terlalu tinggi dan intensitas rasa manis gula kelapa kristal tidak akan terlalu rendah, 3) kombinasi perlakuan ekstrak kulit buah manggis-daun sirih hijau sebanyak 20 ml/L menghasilkan gula kelapa kristal dengan warna coklat kekuningan dan rasa yang manis. Granulated coconut sugar is a diversification product based of sap which form a granula. Maillard reaction occurs during processing of coconut sugar that produces melanoidin allegedly having an antioxidant activity. Potential of antioxidant activity in granulated coconut sugar can be improved with the additional of a natural antioxidants from other ingredients such as clove leaf, green betel leaf, and mangosteen rind extract. Additional of those extract are expected to produce granulated coconut sugar with good color and sweet taste. The research aimed to: 1) determine type of extracts that produce granulated coconut sugar with the best color and sweet taste, 2) determine the influence of the amount additional extracts to the best color and sweet taste of granulated coconut sugar; 3) determine combination of treatments which produce the best color and sweet taste of granulated coconut sugar. The result showed that: 1) type of mangosteen rind-green betel leaf extract produces granulated coconut sugar with yellowish brown color and sweet taste, 2) Additional the amount extract influential to the color and sweet taste of granulated coconut sugar. Lowering the amount of additional extract tend to lowered intensity of brown colored and the intensity of sweet taste of granulated coconut sugar was not would be too low, 3) combination treatments mangosteen rind-green betel leaf extract with additional of extract 20 ml/L produced granulated coconut sugar with yellowish brown color and sweet taste.
126645658G1A009105KORELASI ANTARA NILAI PROTEINURIA DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK SINDROM NEFROTIK “Studi Cross-Sectional di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto”
Latar Belakang. Sindrom nefrotik merupakan penyakit kronis pada anak yang memiliki manifestasi biologis, perilaku, dan sosial yang akan berimplikasi bagi kesehatan mental dan kepribadian anak. Jumlah penderita sindrom nefrotik tidak terlalu banyak, meskipun begitu anak dengan sindrom nefrotik memerlukan penanganan khusus. Sindrom nefrotik adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan proteinuria masif yang menyebabkan hipoalbuminemia dan edema.
Tujuan Penelitian. Mengetahui korelasi antara nilai proteinuria dengan kualitas hidup anak sindrom nefrotik.
Metode Penelitian. Penelitian dilakukan dengan metode analatik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data proteinuria diambil berdasarkan hasil laboratorium urinalisis pasien yang melakukan rawat jalan. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner Peds QL Generic Care Scale 4.0. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan insidental sampling, sedangkan jumlah sampel dihitung berdasarkan total sampling dengan jumlah sampel 30 anak. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat (Spearman).
Hasil Penelitian. Hasil analisis dengan menggunakan Spearman diperolah nilai r -0,351 dengan p 0,095 (p>0,05).
Kesimpulan. Tidak terdapat korelasi antara nilai proteinuria dengan kualitas hidup anak sindrom nefrotik.
Background: Nephrotic syndrome is a chronic disease in children who manifest in biological, behavioral, and social which can implicate to mental health and personality of children. The number of patients with nephrotic syndrome are few, nevertheless they require special treatment. Nephrotic syndrome is a clinical condition characterized by massive proteinuria causing hypoalbuminemia and edema.
Purpose: To understand the correlation between proteinuria level and quality of life in children with nephrotic syndrome.
Methods: This was an analytic observational with cross sectional design study. Proteinuria data was determined by urinalysis examination in laboratory of outpatient. The quality of life was measured using a Peds QL Generic Care Scale 4.0 questionnaire. Sampling techniques was incidental sampling with total sampling 30 respondents. The analysis used was univariate and bivariate (Spearman test).
Results: The result obtained by using Spearman test was r value is -0,351 with p 0,095 (p>0,05).
Conclusion: There is no correlation between proteinuria level and quality of life in children with nephrotic syndrome
126655650C1B006008Analisis Pengdalian Kualitas Produk Akhir Pada
UD. Yuasafood Krasak Wonosobo
Pengendalian kualitas merupakan faktor penting untuk kelangsungan produksi perusahaan. Dengan pengendalian kualitas yang baik, maka baik pula daya saing terhadap perusahaan-perusahaan sejenis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan produk carica pada bulan Oktober 2012 apakah masih berada dalam batas pengawasan kualitas atau tidak serta untuk membandingkan rata-rata tingkat kerusakan produk carica dengan standar kerusakan produk yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
1. Tingkat kerusakan produk carica kemasan cup plastik 250 gram UD. Yuasafood Krasak Wonosobo dengan diagram kontrol P-Chart masih berada dalam batas pengendalian kualitas.
2. Rata-rata tingkat kerusakan produk yang terjadi lebih kecil dari standar kerusakan yang ditetapkan oleh UD. Yuasafood Krasak Wonosobo.
Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah tingkat kerusakan produk masih berada dalam batas pengendalian kualitas atau tidak yaitu dengan menggunakan P-Chart sedangkan untuk mengetahui apakah rata-rata tingkat kerusakan produk yang terjadi dengan standar kerusakan produk yang telah ditentukan oleh perusahaan digunakan uji proporsi.
Dengan menggunakan analisis ¬P-Chart dapat diketahui produksi yang dihasilkan perusahaan terdapat produksi yang out of control karena melewati batas pengendalian yang sudah ditentukan atau tidak. Berdasarkan perhitungan selama masa observasi dapat diketahui dengan analisis P-Chart bahwa rata-rata tingkat kerusakan produk masih berada dalam batas pengendalian kualitas dengan rata-rata kerusakan sebesar 0,69% batas atas pengendalian atau Upper Control Limit (UCL) sebesar 2,12% dan batas bawah pengendalian atau Lower control Limit (LCL) sebesar 0% walaupun hari ke-5 melampaui batas atas pengendalian.
Berdasarkan uji proporsi, maka akan diketahui apakah tingkat kerusakan produk yang terjadi lebih kecil atau tidak terhadap kerusakan yang ditetapkan oleh perusahaan UD. Yuasafood sehingga hasil analisisnya menyatakan bahwa rata-rata tingkat kerusakan yang terjadi lebih kecil dari tingkat kerusakan yang ditentukan oleh perusahaan.
Quality control is an important factor for the continuity of the production company. With control of quality is good, then good did the competitiveness against similar companies. The purpose of this research is to know the extent of the damage the product in October 2012 carica is still within the limits of quality control or not as well as to compare the average level of damage to the product with the standard product damage carica which has been established by the company.
The hypothesis in this study are:
1. the level of damage to the packaging plastic products carica cup 250 gram UD. Yuasafood with diagram of the Krasak Wonosobo P-Chart control are still within the limits of quality control.
2. the average rate of product damage that occurred is smaller than the standard damage defined by UD. Yuasafood Krasak Wonosobo.
Methods of analysis used for the find out if the product failure rate remained within the limits of quality control or not by using the P-Chart and to find out if the average level of damage that occurs with standard products damage to products that have been determined by the company used test of proportions. By using the P-Chart analysis can be known production company production are generated that is out of control because the control limits are determined or not. Based on the calculations for the duration of observation can be known with the P-Chart analysis that the average level of damage to the product is still within the limits of quality control with an average damage of 0,69% upper limit or Upper control Limit (UCL) Control of 2.12% and lower limit or control the Lower control Limit (LCL) of 0% even though the day 5 upper control limit. Based on the proportion of trials, it will be known whether the level of damage to the product going smaller or not against damage set forth by company UD. Yuasafood so the results its analysis reveals that the average level of damage that occurs is smaller than the degree of damage as determined by the company.
126665685G1A009091HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU DENGAN PROGNOSIS PADA PASIEN CEDERA KEPALA BERAT DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2012Latar belakang: Cedera kepala merupakan salah satu penyebab kematian maupun kecacatan. Pada pasien cedera kepala berat terjadi peningkatan kadar glukosa darah sewaktu. Peningkatan kadar glukosa darah sewaktu ini sebagai faktor prediksi yang buruk terhadap prognosis pasien cedera kepala berat.

Tujuan: Mengetahui hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan prognosis pada pasien cedera kepala berat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo periode Januari-Desember 2012.

Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2013. Jumlah sampel adalah 64 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian bersumber dari data sekunder yaitu data rekam medis di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Sampel penelitian didapat dengan total sampling yaitu pasien cedera kepala berat periode Januari - Desember 2012 yang telah diperiksa kadar glukosa darah sewaktu dan tidak menjalani operasi. Analisis statistik yang digunakan adalah uji bivariat chi square.

Hasil:Ujichi square menghasilkan terdapat hubungan signifikan kadar glukosa darah sewaktu dengan prognosis pada pasien cedera kepala berat dengan nilai p=0,000 dan ratio prevalence= 8,273 (Confident Interval95%2,408 - 28,416).

Kesimpulan: Terdapat hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan prognosis pada pasien cedera kepala berat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo periode Januari-Desember 2012.

Background: Head injury is one of the causes of death and disability. In patient with severe head injury, the increasing of random blood glucose levels occurs. This activity shows that prediction of the patients prognosis.

Purpose: Determine the relationship random blood glucose levels with prognosis in patients severe head injuries in Prof. Dr. Margono Soekarjo General Hospital period January to December 2012.

Methods: This study used observational analytic design with cross sectional. The study was conducted in June 2013. The number of samples is 64 who the inclusion and exclusion criteria. Data sourced research of secondary data which medical records. Total study sample is obtained by sampling the severe head injury patients the period January to December 2012 that were examined during the blood glucose levels and did not undergo surgery. Statistical analysis is used bivariate chi square test.

Results: The results of the chi square test shows that there is a significance relationship random blood glucose levels with prognosis in patients severe head injury with a value of p = 0.000 and ratio prevalence= 8,273 (Confident Interval2.408 to 28.416).

Conclusion: There is a relationship random blood glucose levels with prognosis in patients severe head injuries in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo period January to December 2012.


126675813D1E009041FERMENTASI LIMBAH SOUN DENGAN Aspergillus niger DITINJAU DARI KECERNAAN BAHAN KERING DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK SECARA IN VITROPenelitian berjudul Fermentasi Limbah Soun Dengan Aspergillus niger Ditinjau Dari Kecernaan Bahan Kering (KBK) Dan Kecernaan Bahan Organik (KBO) Secara In Vitro telah dilaksanakan pada 1 April 2013 sampai 1 Mei 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh taraf Jamur Aspergillus niger terhadap Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KBO) limbah soun secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah Limbah Soun yang terdapat di pabrik soun di Purwokerto, jamur Aspergillus niger dari Fakultas Biologi, Unsoed Purwokerto serta cairan rumen sapi yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Metode penelitian dilakukan eksperimental secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu R0 = Limbah soun tanpa fermentasi, R1= limbah soun fermentasi dengan Aspergillus niger 1%, R2= limbah soun fermentasi dengan Aspergillus niger 2%, R3= limbah sounfermentasi dengan Aspergillus niger 3%. Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering (KBK) dan kecernaan bahan organik (KBO). Data yang didapat dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji orthogonal polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah soun yang difermentasi dengan Aspergillus niger memiliki respon kecernaan bahan kering secara linier (P<0,01) dengan persamaan Y = 58,66 + 5,164 X, dengan koefesien determinasi (r2) 69,47% dan respon kecernaan bahan organik secara kuadrater (P<0,01) dengan persamaan Y = 58,59 + 4,251 X – 3,38 X2, dengan koefesien determinasi (r2) 59,41%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah limbah soun fermentasi Aspergillus niger meningkatkan tingkat kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. A research entitled Fermentation Cassava flour noodle waste Used Aspergillus niger Viewed from Dry Matter Digestibilities and Organic Matter Digestibilities by In Vitro. This research was held from April 1th 2013 until Mei 1th 2013. The purpose of the researche was to review the effect of Aspergillus niger level to cassava flour noodle waste on Dry Matter Digestibilities and Organic Matter Digestibilities by In Vitro. The materials of this research were Cassava flour noodle waste from cassava flour noodle factory in Purwokerto, preparation of Aspergillus niger that was purchsdes from the faculty of biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and cow’s rumen fluid that was obtained from slaughter house (RPH) in Mersi. The research method was experimental by in vitro using completely randomized design (CRD). The treatments were R0 = Waste Of Soun without fermentation, R1= Cassava flour noodle waste fermented of Aspergillus niger 1%, R2= Cassava flour noodle waste fermented of Aspergillus niger 2%, R3= Cassava flour noodle waste fermented of of Aspergillus niger 3%. The variables observed were Dry Matter Digestibilities and Organic Matter Digestibilities, data were analyzed using analysis of variance and followed by orthogonal polinomial. The results showed that the use of fermented Aspergillus niger. Cassava flour noodle waste with viewed from Dry Matter Digestibilities significantly on equation (P<0.01) Y = 58,66 + 5,164 X, (r2) 69,47% and viewed from Organic Matter Digestibilities quadratic on equation (P<0,01) Y = 58,59 + 4,251 X – 3,38 X2, (r2) 59,41%. The conclusion of this research is the fermented Aspergillus niger Cassava flour noodle waste significantly reduces the Dry Matter Digestibilities and Organic Matter Digestibilities.
126685794A1M009050PENGARUH PROPORSI TEPUNG UBI KAYU TERMODIFIKASI DENGAN TERIGU DAN PENAMBAHAN SODIUM TRIPOLIFOSFAT TERHADAP
KARAKTERISTIK MIE KERING
Penelitian tentang penggunaan tepung ubi kayu termodifikasi (modified cassava flour) sebagai bahan baku pembuatan mie kering perlu dilakukan untuk mengurangi konsumsi dan ketergantungan akan terigu. Keterbatasan tidak adanya gluten pada modified casava flour (mocaf) yang berpengaruh pada kekenyalan dan elastisitas pada mie dapat dikurangi dengan penggunaan proporsi mocaf dengan terigu yang tepat dan penambahan Sodium tripolifosfat (STPP) sebagai agensia cross linking pembentuk tekstur kenyal. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kombinasi antara proporsi mocaf dengan terigu dan penambahan STPP yang menghasilkan mutu mie kering terbaik (sensoris). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Factor yang diuji terdiri dari: proporsi mocaf dengan terigu b/b (M) terdiri dari 30:70 (M1), 45:55 (M2), 60:40 (M3), dan penambahan STPP (S) yang terdiri dari 0,1% (S1), 0,3% (S2) dan 0,5% (S3) sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan.Variabel yang diamati yaitu variabel sensoris (warna, tekstur, flavor, aroma ubi kayu, elastisitas dan kesukaan). Mie kering perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan proporsi mocaf dengan terigu 30:70 dan penambahan STPP 0,5 (M1S3) dengan tekstur agak kenyal (2,15), agak elastis (2,20), warna coklat kekuningan (2,53), flavor agak enak (2,35), aroma ubi kayu agak kuat (2,85) dan agak disukai (2,43).
Research on the use of cassava starch modified (modified cassava flour) as the raw materials necessary to manufacture dry noodles to reduce consumption and dependence on wheat. Limitations in the absence of gluten modified casava flour (mocaf) that affect the chewy texture and elasticity of the noodle can be reduced by the appropriate of mocaf flour proportion and the addition of sodium tripolyphosphate (STPP) as a cross-linking agent formed a chewy texture. The purpose of this study was determine the combination of mocaf with wheat flour proportion and the addition of STPP that produced the best quality of dried noodles (sensory). This study was used a randomized block design (RBD). Factors were tested consists of the proportion mocaf with wheat flour w/w (M) consists of a 30:70 (M1), 45:55 (M2), 60:40 (M3), and the addition of STPP (S) consists of 0.1% (S1), 0.3% (S2) and 0.5% (S3) to obtain 9 treatment combinations. Observed were sensory characteristic (color, texture, flavor, aroma of cassava, elasticity and preferences). The proportion of mocaf with wheat flour 30:70 and the addition of 0.5 % STPP were the best treatment to produce the best sensory characteristics of dried noodle it was rather chewy texture (2.15), rather elastic (2.20), yellowish brown (2.53), rather tasty flavor (2.35), rather strong aroma of cassava (2.85) and rather favored (2,43).
126695666G1B009058FAKTOR RISIKO PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN BANYUMASLeptospirosis is an acute infection caused by pathogenic bacteria called Leptospira sp and transmitts from animal to human (zoonosis). Leptospirosis in Banyumas newly discovered in 2010 and the number of Leptospirosis cases from 2010 through 2013 was 14 people, one of them died. Incidence of Leptospirosis associated with a particular behaviors especially work, some patients with Leptospirosis in Banyumas have jobs at risk. The purpose of this research was to know the relation factors of behavior with Leptospirosis in Banyumas. This research was analytical with case-control study design. Sample amounted to 65 people consisting of 13 cases and 52 controls. Data was analyzed in univariate and bivariate using chi-square test with calculation of OR and 95% CI. The result showed that risk factors associated with the incidence of Leptospirosis were aqueous activity (p value = 0,014, OR = 12,00, 95% CI = 1,45 to 99,09), activities of bathing or washing in the river (p value = 0,034, OR = 4,348, 95% CI = 1,212 to 15,600) and use of personal protective equipment (p value = 0,046, OR = 7,5, 95% CI = 0,90 to 62,17). Suggestion in this research are society need to make prevention efforts by using personal protective equipment in a risky activity. Banyumas Health Regency needs to give information to the public about preventive efforts of Leptospirosis.Leptospirosis adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri patogen yang disebut Leptospira sp. Jumlah penderita Leptospirosis tahun 2010 sampai 2013 adalah 14 orang, satu diantaranya meninggal dunia. Kejadian Leptospirosis berhubungan dengan perilaku khususnya yang berhubungan dengan pekerjaan, beberapa penderita Leptospirosis di Banyumas memiliki pekerjaan yang beresiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko perilaku dengan kejadian Leptospirosis di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi kasus kontrol, sampel penelitian berjumlah 65 orang yang terdiri atas 13 kasus dan 52 kontrol. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan perhitungan OR dan 95%CI. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Leptospirosis yaitu aktivitas di tempat berair (p value=0,014, OR=12,00, 95%CI=1,45-99,09), aktivitas mandi atau mencuci di sungai (p value=0,034, OR=4,348, 95%CI=1,212-15,600) dan penggunaan alat pelindung diri (p value=0,046, OR=7,5, 95%CI=0,90-62,17). Saran dari penelitian ini adalah masyarakat perlu melakukan upaya pencegahan yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri apabila akan melakukan aktivitas yang beresiko. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas perlu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan Leptospirosis.
126705661B1J009187ANALISIS FILOGENETIK 16S rDNA BAKTERI PENDEGRADASI SENYAWA XENOBIOTIK DARI MANGROVE TIRITIH KULON CILACAPSenyawa xenobiotik merupakan senyawa asing yang dapat mencemari
lingkungan. Beberapa bakteri memiliki kemampuan dalam mendegradasi senyawa
xenobiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri indigenous
berdasarkan identifikasi secara molekuler yang mampu mendegradasi senyawa
pencemar xenobiotik yaitu solar, pewarna tekstil, dan deterjen dari mangrove Tiritih
Kulon, Cilacap dan menentukan hubungan kekerabatannya berdasarkan sekuensing
gen 16S rDNA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Parameter yang
digunakan yaitu panjang pita hasil amplifikasi DNA, persen homologi spesies bakteri,
dan hasil konstruksi filogenetik berdasarkan jarak genetik. Data dianalisis
menggunakan metode deksriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
DNA teramplifikasi menggunakan 16S rDNA. Isolat bakteri yang teridentifikasi
memiliki kesamaan homologi dengan bakteri dari genus Vibrio, Orchobactrum,
Pseudomonas, Bacillus, dan Acinetobacter. Analisis hubungan filogenetik antara
isolat bakteri dengan data GenBank adalah terbentuk dua klaster menggunakan 16S
rDNA dengan jarak genetik yang bervariasi.
Xenobiotic compounds are a foreign compound that capable of contaminating the environment. Some bacteria have the ability to degrade xenobiotic compound. The aims of this research were to know the kinds of indigenous bacteria based on molecular identification that capable of degrading xenobiotic compound such as solar, textile dye, and detergent from Tiritih Kulon Mangrove, Cilacap and to determine their genetic relationship based on 16S rDNA sequence. The descriptive method was used in this research. As parameters, long fragments DNA amplification, percent homologous bacterial species, and phylogenetic construction based on genetic distance were recorded. The obtained data were analyzed by comparative descriptive method. The result of this research showed that DNA was amplified by 16S rDNA. Bacterial isolated were identified as having homology similarities with bacteria from genus Vibrio, Orchobactrum, Pseudomonas, Bacillus, and Acinetobacteria. The phylogenetic relationship analysis between bacterial isolates and GenBank data are maked two cluster by 16S rDNA with varied of genetic distances.
126715662B1J009157KEBERADAAN LARVA NYAMUK Aedes spp.
SEBAGAI VEKTOR PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE
DI KELURAHAN KEDUNGWULUH KECAMATAN PURWOKERTO BARAT
Kelurahan Kedungwuluh merupakan salah satu wilayah endemis di Kecamatan Purwokerto Barat karena selama tiga tahun berturut-turut terjadi kasus Demam Berdarah Dengue. DBD disebabkan oleh virus dengue yang termasuk ke dalam golongan Arbovirus (virus yang ditularkan melalui Arthropoda) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes spp. sebagai vektor utamanya. Kontainer baik buatan manusia maupun alami, air jernih, kelembaban tinggi, cahaya rendah dan sanitasi lingkungan yang kurang bersih merupakan faktor pendukung meningkatnya breeding place yang berpotensi terhadap peningkatan vektor nyamuk Aedes spp. sehingga meningkatkan pula terjadinya penyakit DBD. Jarak rumah yang dekat juga menjadi salah satu faktor terjadinya penyakit DBD karena mengingat radius terbang nyamuk maksimal 200 m memudahkan nyamuk untuk meletakkan telur pada setiap kontainer yang berada di dalam maupun di luar rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan larva nyamuk Aedes spp. sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue dan potensi penyebaran dan penularan penyakit DBD di Kelurahan Kedungwuluh Kecamatan Purwokerto Barat. Metode penelitian menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu dipilih tiga RT di Kelurahan Kedungwuluh yang pernah terjadi kasus DBD, dari tiga RT tersebut diambil 100 rumah secara acak. Analisis data menggunakan perhitungan House Index, Container Index, Breateu Index, dan ABJ (Angka Bebas Jentik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelurahan Kedungwuluh Kecamatan Purwokerto Barat berpotensi untuk penyebaran penyakit DBD sehingga perlu dilakukan surveilance secara terus-menerus.Kedungwuluh village is one of endemic area at West Purwokerto district because it finds dengue case during 3 years successively. DBD is caused by dengue virus which includes to Arbovirus (virus transmission by Arthropoda) which transmitted by Aedes spp. as a primary vector. Container by man made or natural container, water, high humidity, low light and less net environmental sanitation are supporting factors in increasing the breeding place that be potential in increasing the vector of Aedes spp. so can increase the dengue disease too. The near home distance is also one of factor in dengue disease because the maximum flying radius of mosquito is 200 m, it is easy for mosquito to put its egg in every containers inside and outside home. This research aims to know the presence of Aedes spp. larvae as dengue disease vector and to know the spread and transmission potential of dengue disease at Kedungwuluh village West Purwokerto district. The research method used survey method, to determine the research location by using purposive sampling, that is chose 3 RT based on the high of dengue disease threshold and from 3 RT taken 100 random houses. The data analysis is using House Index, Container Index, Breateu Index, dan ABJ (Angka Bebas Jentik) calculation. The result shows that the presence of Aedes spp. larvae at Kedungwuluh village West Purwokerto district is high potential enough in spread and transmission of dengue disease, so it needs to do surveilance constantly.
126725663C1C009136PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTIMBANGAN AUDITOR DALAM PENENTUAN TINGKAT MATERIALITAS
(Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi di Perguruan Tinggi di Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam penentuan tingkat materialitas serta mengetahui faktor dominan yang mempengaruhi pertimbangan auditor dalam penentuan tingkat materialitas menurut persepsi mahasiswa akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan metode survei dengan menggunakan analisis faktor untuk menganalisis data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 657 mahasiswa akuntansi. Sampel diambil menggunakan rumus slovin dan menghasilkan 90 responden menggunakan metode disproportionate stratified random sampling sebagai metode pengambilan sampelnya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 16 variabel yang menurut persepsi mahasiswa akuntansi dapat mempengaruhi pertimbangan auditor dalam penentuan tingkat materialitas yang kemudian membentuk 5 faktor yakni faktor profesionalisme dan kompetensi auditor, faktor kecerdasan emosional, faktor kompleksitas tugas, faktor keahlian dan kecakapan auditor dan faktor etika auditor. Berdasarkan nilai persentase varian terbesar diketahui bahwa Faktor Profesionalisme dan kompetensi auditor merupakan faktor yang dominan mempengaruhi pertimbangan auditor dalam penentuan tingkat materialitas menurut persepsi mahasiswa akuntansi.

The aims of this research are to analyze the factors that affect the auditor's judgement in determining the level of materiality and determine the dominant factors that affect the auditor's judgement in determining the level of materiality according to the perception of accounting students. This research was an exploratory study with a survey method using factor analysis to analyze the data obtained. Population in this study amounted to 657 accounting students. Sample were taken with slovin formula and resulted as many as 90 respondents using dispropotionate stratified random sampling method.
Results of this study indicate that there are 16 variables that can affect the accounting student perceptions about the auditor's judgment in determining the materiality levels. These varibles then form 5 factors which are professionalism and competence of auditors, emotional intelligence, complexity of the task, expertise and skills from the auditors, and the ethics of auditors. Based on the highest percentage of varians is known that professionalism and competence of auditors factor is the dominant factor affecting the auditor's judgment in determining materiality levels according to the perception of accounting students.

126735665D1E009229FERMENTASI LIMBAH SOUN DENGAN MENGGUNAKAN Aspergillus niger DITINJAU DARI PRODUKSI VOLATILE FATTY ACID (VFA) DAN AMONIA SECARA IN VITRO
Penelitian berjudul Fermentasi Limbah Soun dengan Aspergillus niger ditinjau dari Kadar Volatile Fatty Acid (VFA) Total dan Kadar Amonia Secara In Vitro dilaksanakan mulai tanggal 1 April sampai dengan tanggal 30 Mei 2013 di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh taraf jamur Aspergillus niger terhadap kadar VFA total dan Amonia menggunakan limbah soun secara in vitro. Materi penelitian yang digunakan adalah limbah soun yang didapat dari Pabrik soun di Purwokerto, jamur Aspergillus niger dari Fakultas Biologi,Unsoed Purwokerto dan cairan rumen sapi yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Mersi, Purwokerto. Perlakuan yang diujicobakan yaitu L0: limbah soun kontrol, L1 : Limbah Soun + Aspergillus niger 1% , L2 : Limbah Soun + Aspergillus niger 2% dan L3 : Limbah Soun + Aspergillus niger 3% ditambah 2% urea dan 6% mineral mix dengan peubah yang diukur adalah produksi VFA total dan produksi amonia. Data di analisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji lanjut orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata pada kadar VFA (P>0,05) dengan kisaran produksi dari 64,4 mM – 81,5 mM, namun berpengaruh sangat nyata pada kadar amonia (P<0,01) dengan kisaran produksi dari 2,44 mM – 14,06 mM. Fermentasi limbah soun dengan jamur Aspergillus niger dengan level 1%, 2% dan 3% berpengaruh sangat nyata pada produksi amonia yaitu meningkatkan kadar amonia, hasil uji lanjut orthogonal polynomial menghasilkan persamaan Y = 3,048x + 1,089 R2 sebesar 0,397 hal ini menunjukan bahwa 39,7 % perlakuan yang berpengaruh terhadap limbah soun. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fermentasi limbah soun menggunakan jamur Aspergillus niger level 1%, 2% dan 3% berpengaruh tidak nyata pada kadar VFA, namun berpengaruh sangat nyata pada kadar amonia secara In Vitro.
A research entitled “Fermentation Cassava Flour Noodle Waste Using Aspergillus niger its effect on Volatile Fatty Acid (VFA) and Ammonia (NH3) by In Vitro” was held from April 1st 2013 until May 30th 2013 in Nutrition and Feed Science Laboratory, Faculty of Animal Science , Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purpose of the researche was to review the effect of Aspergillus niger level to cassava flour noodle waste on Volatile Fatty Acid (VFA) and Ammonia (NH3) by In Vitro. The materials of the research were cassava flour noodle waste from cassava flour noodle factory in Purwokerto, preparation of Aspergillus niger that was purchased from the Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and cow’s rumen fluid that was obtained from slaughter house (RPH) in Mersi, Purwokerto. The treatments tested were L0: cassava flour noodle waste as control, L1 : cassava flour noodle waste + Aspergillus niger 1% , L2 : cassava flour noodle waste + Aspergillus niger 2% and L3 : cassava flour noodle waste + Aspergillus niger 3% with 2% urea and 6% mineral and parameters measured is VFA totally and Ammonia . The Analysis of data used Analysis of Variance and was followed by Orthogonal Polynomial test. The results of the research indicated that treatment had no significant effect on Volatile Fatty Acid (VFA) (P>0,05) with production between 64,4 mM – 81,5 mM but there was a significant effect on ammonia (NH3) (P<0,01) with production between 2,44 mM – 14,06 mM. The fermentation cassava flour noodle waste using Aspergillus niger with the level 1%, 2% and 3% had a significant effect on ammonia spesificaly it increased ammonia. The further, the results of orthogonal polynomial test is showed on equation, Y = 3.048x + 1.089 and R2 of 0.397. This showed that 39.7% of the results was effect by treatment. The conclusion from this research is fermentation cassava flour noodle waste using Aspergillus niger level 1%, 2% and 3% had no significant effect on VFA and had a significant effect on ammonia by In Vitro.
126745664G1F009017Aktivitas Kombinasi Ekstrak Temulawak, Kunyit dan Jahe Merah Sebagai Agen Ko-Kemoterapi Doksorubisin pada Sel T47DEkstrak tunggal temulawak (C.xanthoriza), kunyit (C.domestica) dan jahe merah (Z.officinale var. rubrum) dilaporkan memiliki efek sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas sitotoksik dari kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah dengan ekstrak tunggalnya serta mengetahui efek sinergisme kombinasi ekstrak tersebut dengan doksorubisin sebagai agen ko-kemoterapi pada sel kanker payudara T47D.
Ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Masing-masing ekstrak, kombinasi ekstrak dan doksorubisin diuji sitotoksik untuk menentukan nilai IC50. Kemudian dilanjutkan dengan uji ko-kemoterapi dari kombinasi ketiga ekstrak dan doksorubisin pada sel T47D dengan metode yellow MTT assay. Nilai IC50 didapatkan dari dianalisis probit. Nilai IC50 dianalisis dengan uji Kolmogorov-Smirnov, One Way Anova dan Tukey HSD. Sitotoksisitas sinergistik ditetapkan menggunakan Combinatorial Index Method.
Hasil uji sitotoksik didapatkan nilai IC50 kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah pada sel kanker payudara T47D sebesar 90,20 µg/mL lebih tinggi bila dibandingkan dengan ekstrak tunggal jahe merah sebesar 64,68 µg/mL dan lebih rendah jika dibandingkan dengan ekstrak tunggal temulawak dan kunyit sebesar 92,61 dan 111,61 µg/mL. Nilai IC50 doksorubisin terhadap sel T47D didapatkan nilai sebesar 0,065 µg/mL. Kombinasi ekstrak temulawak, kunyit dan jahe merah memiliki efek antagonis dengan doksorubisin yang ditunjukkan dengan nilai Combination Index (CI>1).
Single extract of ginger (C.xanthoriza), turmeric (C.domestica) and red ginger (Z.officinale var. rubrum) was reported has cytotoxic effects. This study aimed to compare the cytotoxic activity of the combination of curcuma, turmeric and red ginger extracts with the single extracts and determine the synergism effects of combined extracts with doxorubicin as a co-chemotherapy agent in breast cancer T47D cells.
Extracts of curcuma, turmeric and red ginger obtained by maceration with 96% ethanol. Each extract, combination extract and doxorubicin cytotoxic tested to determine IC50 values. Then proceed with the trial of co-chemotherapy combination of three extracts and doxorubicin on T47D cells with yellow MTT assay method. IC50 values obtained from probit analysis. IC50 values were analyzed by Kolmogorov-Smirnov analysis, One Way ANOVA analysis and Tukey HSD analysis. Synergistic cytotoxicity determined using Combinatorial Index Method.
Cytotoxic assay results obtained IC50 value of combination of curcuma, turmeric and ginger red extract on T47D breast cancer cells was 90,20 µg/mL is higher when compared with single red ginger extract was 64.68 µg/mL lower than the single extracts of curcuma and turmeric was 92,61 and 111,6 µg/mL. IC50 value of doxorubicin on T47D cells obtained a value of 0.065 mg /mL. Combination extract of curcuma, turmeric and ginger red extract had antagonistic effects with doxorubicin with values Combination Index (CI>1).
126755660C1B008026Analisis Pengaruh Kepribadian Merek Terhadap Loyalitas Merek.
(Studi Kasus Pada Konsumen Produk Fashion Merek Rabbani di Purwokerto)
Keberadaan konsumen yang memiliki loyalitas terhadap merek adalah sangat penting dibutuhkan, karena dengan memiliki basis pelanggan yang loyal merupakan jaminan untuk mendapatkan kepastian pendapatan di masa mendatang. Konsumen akan memberikan loyalitas dan kepercayaan mereka pada merek untuk merek yang sesuai dengan harapan yang dimiliki oleh konsumen. Ada dua faktor yang mempengaruhi loyalitas yaitu kepribadian bawaan manusia dan kepribadian merek. Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji kepribadian merek yang berpengaruh terhadap loyalitas merek. Secara khusus pada dimensi ketulusan, dimensi kegembiraan, dimensi kompetensi dan dimensi kemoderenan terhadap loyalitas merek. Untuk mengumpulkan data, digunakan purposive sampling sebanyak 100 responden. Data dianalisis dengan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dimensi ketulusan, dimensi kompetensi, dimensi dari kemoderenan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek. Hanya dimensi kegembiraan saja yang tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas merek. Dan dimensi kemoderenan adalah variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap loyalitas merek.The existence of consumers who have loyalty to the brand is a very important needed, because by having a loyal customer base is a guaranty to obtaining certainty of future revenue. Consumers will give their loyalty and trust in the brand for the brand in line with expectations held by consumers. There are two factors that influence the brand loyalty that is personality trait and the brand brand personality. This study seeks to examine the influence brand personality toward brand loyalty. Specifically, it offers empirical result of dimention of sincerity, dimention of excitement, dimention of competence and dimention of shopitiscation in influencing brand loyalty. To collect data, a purposive sampling of 100 respondents was recruited. Data were analyzed using path analysis. The results of this study indicate that dimention of sincerity, dimention of competence, dimention of shopitiscation have positive influence and significant toward brand loyalty but only demention of excitement has not positive influence and not significant toward brand loyalty. And dimention of shopitiscation is variable that has the most impact on brand loyalty
126765668I1B006071KUAT LENTUR DINDING PANEL DENGAN PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI CAMPURAN Sekam padi merupakan produk samping yang melimpah dari hasil penggilingan padi, dan selama ini hanya digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran bata merah dimana menghasilkan abu sekam padi yang melimpah yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan. Dalam upaya mengurangi limbah abu sekam padi yang melimpah dan memanfaatkannya sebagai bahan bangunan alternatif khususnya dalam pembuatan dinding panel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan campuran yang tepat untuk perencanaan dinding panel yang mampu menahan momen lentur rencana. Besarnya momen lentur rencana adalah sebesar momen yang ditimbulkan oleh beban garis horisontal sebesar 100 Kg/m pada ketinggian 1 meter dari lantai. Penelitian dilakukan di Laboratorium Universitas Jenderal Soedirman dengan pengujian kuat lentur menggunakan benda uji dimensi 13 cm x 5 cm x 3 cm dan pengujian kuat tekan dengan dimensi 5 cm x 5 cm x 5 cm. Campuran optimum perencanaan dinding panel pada kondisi abu sekam padi ssd didapatkan perbandingan 1: 0,55 : 0,45 dengan komposisi campuran semen, abu sekam padi, dan air. Untuk kondisi abu sekam padi kering dengan perbandingan 1 : 0,21 : 0,79 dan kuat lentur dinding panel pada kadar semen 50% didapatkan sebesar 6,19 MPa sedangkan kapasitas desak yang didapatkan sebesar 14,99 MPa.
Rice husk is an abundant by-product of rice milling results, and so far only used as fuel for burning bricks which produce abundant rice husk ash which can cause pollution to the environment. In an effort to reduce waste rice husk ash in abundance and use it as an alternative building material, especially in the manufacture of wall panels. The purpose of this study is to get the right mix for the planning of wall panels that can withstand the bending moment plan. The magnitude of the bending moment at the moment the plan is generated by the horizontal line load of 100 Kg / m at a height of 1 meter from the floor.Research conducted at the University Laboratory of General Sudirman with flexural strength testing using specimen dimensions of 13 cm x 5 cm x 3 cm and compressive strength testing with dimensions of 5 cm x 5 cm x 5 cm. The optimum mix design wall panels on the condition of rice husk ash obtained ssd ratio 1: 0.55: 0.45 with the composition of a mixture of cement, rice husk ash, and water. Rice husk ash to dry conditions in the ratio 1: 0.21: 0.79 and flexural strength of cement wall panels at 50% concentration of 6.19 MPa obtained urged obtained while capacity was 14.99 MPa.
126775669D1E009060KONSENTRASI VFA TOTAL DAN AMONIA PADA ONGGOK YANG DIFERMENTASI
DENGAN Aspergillus niger SECARA IN VITRO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan level terbaik penggunaan Aspergillus niger pada fermentasi onggok terhadap konsentrasi VFA total dan konsentrasi amonia. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian adalah O0 = Onggok tanpa difermentasi O1 = Onggok difermentasi dengan level Aspergillus niger 2 % + urea 2 % + mineral 6 % O2 = Onggok difermentasi dengan level Aspergillus niger 4 % + urea 2 % + mineral 6 % O3 = Onggok difermentasi dengan level Aspergillus niger 6 % + urea 2 % + mineral 6 %. Konsentrasi VFA total dan amonia memiliki rataan 228,35 mM dan 6,23 mM. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa fermentasi onggok dengan Aspergillus niger berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi VFA total dan amonia onggok fermentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Aspergillus niger dalam fermentasi onggok berpengaruh sangat nyata terhadap konsentrasi VFA total dan konsentrasi amonia. Level terbaik penambahan Aspergillus niger dalam fermentasi onggok untuk meningkatkan konsentrasi VFA total dan konsentrasi amonia yaitu pada level 1,7-2,3 % karena pada level tersebut mampu meningkatkan konsentrasi VFA total dan konsentrasi amonia lebih tinggi dari pada penambahan level Aspergillus niger lainnya. The aim of this research was to know the effect and the best level of addition of Aspergillus niger of fermentation tapioca waste on total VFA and ammonia concentrations. Research of in vitro with a completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The tested treatments research were O0 = Tapioca waste not fermented O1 = Tapioca waste fermented with the level of Aspergillus niger of 2 % + urea 2 % + minerals 6 % O2 = Tapioca waste fermented with the level of Aspergillus niger of 4 % + urea 2 % + minerals 6 % O3 = Tapioca waste fermented with the level of Aspergillus niger of 6 % + urea 2 % + minerals 6 %. The average value of total VFA and ammonia concentrations are 228,35 mM and 6,23 mM. The results of the Analysis of Variance showed that the fermentation by Aspergillus niger on tapioca waste affected highly significantly (P<0.01) on total VFA and ammonia concentrations of fermented tapioca waste. Based on the results of the research it can be concluded that the use of Aspergillus niger in the fermentation of tapioca waste affect highly significantly on the concentrations of VFA total and ammonia. The best level of the addition of Aspergillus niger for the fermentation of tapioca waste to increase the total VFA and ammonia concentrations was at the level of 1,7-2,3 %, because level was able to increase the concentrations of total VFA and ammonia that were higher than the other addition levels of Aspergillus niger.
126785670D1E009235ANALISIS EFISIENSI USAHA DAN KONTRIBUSI PENDAPATAN PETERNAK KELINCI DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan mengetahui pendapatan, efisiensi usaha dan kontribusi pendapatan usaha ternak kelinci di Kabupaten Banyumas dan mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi efisiensi usaha ternak kelinci. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pengamatan langsung. Responden yang digunakan adalah peternak kelinci sebanyak 35 peternak. Peternak responden setidaknya telah beternak lebih dari satu tahun. Ternak kelinci yang dimiliki merupakan kelinci yang diproduksi untuk menghasilkan keuntungan dan bukan untuk kesenangan. Variabel yang diukur meliputi pendapatan, efisiensi usaha dan kontribusi pendapatan usaha ternak kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, usaha ternak kelinci di Kabupaten Banyumas memberikan pendapatan selama satu bulan sebanyak Rp 469.365 dengan efisiensi usaha sebesar 1,48 dan rentabilitas sebesar 8,46 persen. Usaha ternak kelinci di Kabupaten Banyumas memberikan kontribusi terhadap pendapatan total keluarga peternak sebesar 14,16 persen. Faktor jumlah ternak dan biaya penyediaan bibit secara parsial berpengaruh terhadap efisiensi usaha ternak kelinci.The research aims to find out the revenue, business efficiency and income contribution of rabbits farms in Banyumas district and find out the social and economic factors that affect the business efficiency of rabbits farms. Data collection was done using questionnaires and direct observation. Respondents used are rabbit breeders as much as 35 breeders. the respondents have breeding at least more than one year. Owned rabbits produced to make a profit and not for pleasure. Variables that are measured include income, business efficiency and revenue contribution of rabbits farms. The results showed that the operating revenues of rabbit farms for one month in Banyumas district was Rp 469.365 with business efficiency by 1,48 and profitability by 8,46 percent. Rabbit farms business in Banyumas district contributes to the total income of the family farmers amounted to 14.16 percent. Factor of the number of livestock and the cost of the provision of rabbits had an effect on the efficiency of rabbit farms.
126795671H1C009015PERANCANGAN KENDALI SISTEM RUANG PENGERING PADA MESIN PENGERING SURYA EFEK RUMAH KACA TIPE RAK BERPUTAR DENGAN METODE FUZZY BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA32Mesin pengering surya Efek Rumah Kaca tipe rak berputar merupakan mesin pengering yang memanfaatkan energi surya. Mesin ini menggunakan pelindung dengan bahan tembus cahaya pada bagian atap dan dinding samping, sedangkan bagian bawah menggunakan plat hitam untuk menyerap panas serta menggunakan rak yang berputar untuk meratakan panas. Pada proses pengeringan, suhu dan kelembaban di dalam ruang pengering harus dikendalikan untuk mendapatkan kualitas pengeringan bahan yang baik. Dalam penelitian ini dirancang kendali sistem ruang pengering dengan metode fuzzy menggunakan sensor SHT11 sebagai masukan nilai suhu dan kelembaban terukur, yang dihubungkan dengan mikrokontroler ATMega32 untuk mengendalikan aktuator berupa motor servo yang mengatur kecepatan blower dan motor DC yang mengatur kecepatan kipas cerobong pada mesin pengering surya. Pengujian sistem kendali ruang pengering dilakukan sebanyak 5 kali dengan memberikan nilai referensi suhu berturut-urut adalah 39°C, 36°C, 39°C, 35°C, 38°C dan nilai referensi kelembaban berturut-urut adalah 55%, 59%, 60%, 47%, 61%. Hasil pengujian menunjukkan nilai persentase kesalahan pada pengujian ke-1, 2, 3 dan 5 berada di bawah 5,85%. Sementara pada pengujian ke-4 nilai persentase kesalahan sebesar 17,64%.Greenhouse effect solar dryer with rotating rack is defined as a dryer utilizing solar energy. The dryer uses transparent covers on the roof and the side wall, and a black plate at the bottom to absorb the heat. Meanwhile, rotating rack in the dryer is used for distributing the heat evenly. During drying process, temperature and humidity in the dryer have to be controlled to obtain a good drying quality. Dryer room system control using fuzzy method with SHT11 censor as measured-temperature and humidity value input which is connected to ATMega32 microcontroller is designed in this research to organize servo motor actuator which control the blower speed and DC motor which control the exhaust fan speed in the solar dryer. Dryer room control system testing is performed in 5 times by assigning set point values of temperature are in a sequence of 39°C, 36°C, 39°C, 35°C, 38°C and set point values of humidity are in a sequence of 55%, 59%, 60%, 47%, 61% . The result demonstrates percentage errors in the 1st, 2nd, 3rd, and 5th testing are below 5.85%. Meanwhile, in the 4th testing, the percentage error is 17.64%.
126805672H1C009034DETEKSI NYALA LAMPU BELAKANG SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN METODE SEGMENTASI BERDASAR WARNA PADA CITRA DENGAN DETEKSI WARNA HSV ( HUE, SATURATION, VALUE)
Segmentasi citra berdasar warna merupakan salah satu proses pengolahan citra yang membagi citra menjadi wilayah-wilayah tertentu berdasarkan kriteria keserupaan antara tingkat keabuan suatu piksel dengan tingkat keabuan piksel-piksel tetangganya. Dalam bidang otomotif perkembangan inovasi kendaraan sepeda motor telah berkembang dengan cukup bervariasi. Salah satunya pada tampilan fisik dari lampu belakang sepeda motor yang memiliki bentuk yang berbeda-beda dari motor satu dengan yang lainnya. Sehingga pada penelitian ini segmentasi citra secara luas dikembangkan dan diterapkan untuk mendeteksi nyala lampu belakang dari kendaraan bermotor dengan membuat suatu program untuk mendeteksi nyala lampu belakang pada satu citra. Citra masukan diambil dengan menggunakan kamera dan metode yang dilakukan dengan menggunakan deteksi warna HSV (Hue, Saturation, Value) yang merupakan ruang warna yang sangat cocok untuk mengidentifikasi warna-warna dasar. Proses segmentasi yang dilakukan meliputi pembacaan citra, konversi RGB ke HSV, histogram HSV, maling citra, structuring element, hapus objek piksel kecil, region fill, hapus piksel besar dan pengembalian warna ke warna asli. Penulis meneliti 120 citra sepeda motor yang diperoleh dengan kriteria tertentu sehingga dapat membuat sistem yang mampu mendeteksi pada bagian nyala lampu belakang saja. Hasilnya sekitar 104 citra berhasil dideteksi hanya pada bagian nyala lampu belakang saja dengan persentase keberhasilannya 86,67%.Color based image segmentation is one of the image processing that divides the image into certain areas based on criteria of similarity between the gray level of a pixel with gray level pixels neighbors. The development of innovation in automotive vehicles motorcycles have grown quite varied. One is the physical appearance of the motorcycle taillights that have different shapes from one bike to another. So in this study the image segmentation is widely developed and applied to detect the rear lights of a motor vehicle by creating a program to detect the rear lights on a single image. Input image is taken using a camera and method of detection is done using color HSV (Hue, Saturation, Value) color space which is very suitable to identify basic colors. Segmentation process was conducted on the reading of the image, converting RGB to HSV, HSV histogram, image thief, structuring element, remove objects smaller pixels, region fill, delete large pixels and the color returns to the original color. Authors examined 120 motorcycle image obtained with certain criteria in order to make the system capable of detecting at the rear lights only. The results are about 104 images were detected only on the rear lights any time by 86.67% success percentage.