Artikelilmiahs
Menampilkan 12.641-12.660 dari 49.574 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12641 | 5659 | P2CD11002 | PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN KOPERASI PASCA PENCABUTAN PSAK 27 TENTANG AKUNTANSI KOPERASI (Studi Kasus pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Pemalang) | DJUMIKO, Program Studi Akuntansi-Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Koperasi Pasca Pencabutan PSAK 27 tentang Akuntansi Koperasi (Studi Kasus pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia Kabupaten Pemalang), Komisi Pembimbing, Ketua : Dr. Adi Wiratno, MM, Ak. Anggota : Dr. Margani Pinasti, M.Si, Ak. Pencabutan PSAK 27 tentang akuntansi koperasi oleh Ikatan Akuntan Indonesia telah membawa dampak terhadap penyajian laporan keuangan gerakan koperasi. Kurangnya sosialisasi dari pemerintah menyebabkan koperasi mengambil langkah yang tidak seragam dalam penyusunan laporan keuangan koperasi. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan masukan awal untuk pemerintah dan gerakan koperasi terkait dengan penerapan standar pelaporan keuangan koperasi pasca pencabutan PSAK 27. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 6 (enam) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) yang dianggap sebagai KPRI besar, dilihat dari volume usaha dan pencapaian SHU pada akhir tahun 2012. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu meliputi : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bukti bahwa seluruh KPRI yang dijadikan sumber data masih menerapkan PSAK 27 sebagai acuan dalam penyusunan laporan keuangan koperasi. Ada tiga faktor yang mempengaruhi penerapan standar pelaporan keuangan koperasi di KPRI Kabupaten Pemalang, yaitu : 1). Penggunaan software akuntansi koperasi, 2). Diklat tentang akuntansi koperasi dari pemerintah, dan 3). Sosialisasi regulasi dari pemerintah terkait standar pelaporan keuangan koperasi. KPRI di Kabupaten Pemalang menyatakan kesiapannya untuk menerapkan SAK ETAP sebagai acuan penyusunan pelaporan keuangan koperasi pasca pencabutan PSAK 27, sepanjang ada regulasi dari pemerintah yang mengatur hal tersebut. | The Revocation of PSAK 27 about cooperative accounting by Ikatan Akuntans Indonesia (IAI), have brought an impact on financial statements cooperative presentation of movement. Lack of causing cooperative socialization of government took steps that is not uniform in drafting cooperative financial report. The aim of this research is beginning to provide input government and movement cooperative relating to financial reporting standards implementation cooperative after the revocation PSAK 27 This research using a qualitative approach to a case study model. Data resources in this research are 6 ( six ) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) considered a great KPRI viewed from business volume and the profit and loss at the end of 2012. The data analysis technic in this research using model developed by miles and huberman, including : data collection, data reduction, data display and withdrawal conclusion. The result of this research is to find evidence that all KPRI used as a source of data still apply PSAK 27 as reference in the cooperative financial statement. There are three factors affecting the implementation of standards in the cooperative financial reporting, KPRI in Pemalang, namely : 1). Using of the cooperative accounting software, 2). Trainning about cooperative accounting from the government, 3). Socialization related government regulation of financial reporting standards coöperative. Kpri in pemalang declare ready to apply SAK ETAP as a reference drafting the financial reporting cooperative, after the revocation psak 27, as long as of government regulation that regulates it. | |
| 12642 | 5676 | G1B009082 | FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DAYA TERIMA ASUPAN MAKANAN PASIEN RAWAT INAP DI BANGSAL BEDAH RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO | JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU – ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2013 INTISARI IVANDA PITRA MAMELISKA FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DAYA TERIMA ASUPAN MAKANAN PASIEN RAWAT INAP DI BANGSAL BEDAH RUMAH SAKIT WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO Upaya pemenuhan gizi untuk pasien rawat inap juga dilakukan melalui penyelenggaraan makanan yang merupakan kegiatan mulai dari perencanaan menu sampai dengan pendistribusian makanan kepada pasien, seperti penyelenggaraan makanan pada pasien rawat inap di bangsal bedah. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan daya terima asupan makanan pasien rawat inap di bangsal bedah Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Jenis Penelitian ini adalah metode explanatory research dan metode penelitian yang digunakan adalah metode survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu pasien di bangsal bedah Rumah Sakit Wijayakusuma Puwokerto sehingga diperoleh sampel sebanyak 43 responden. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square¬ dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan menggunakan metode Enter. Berdasarkan uji bivariat faktor – faktor yang berhubungan dengan daya terima asupan makanan di bangsal bedah yaitu cita rasa (p=0,05) dan penampilan makanan (p=0,008). Analisis multivariat tidak ada variabel yang mempengaruhi secara bersama – sama terhadap daya terima asupan makanan pasien rawat inap di bangsal bedah Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Agar memperbaiki pelayanan makanan pada pasien dengan memperhatikan kembali makanan yang akan diberikan melalui peningkatan cita rasa dan penampilan makanan. Kata Kunci : Daya Terima Asupan Makanan, Sisa Makanan dan Bangsal Bedah Pustaka : 33 (1991 – 2012) | DEPARTMENT OF PUBLIC HEALTH FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY PURWOKERTO 2013 ABSTRACT IVANDA PITRA MAMELISKA THE FACTORS RELATED TO POTENTIAL RECEIVED FOOD INTAKE OF HOSPITALIZES PATIENTS IN SURGICAL WARD AT WIJAYAKUSUMA HOSPITAL PURWOKERTO Nutritional fulfillment effort for hospitalized patients has been done by food organization which is started in planning the menu until distributing the food to the patients, especially for hospitalized patients in surgical ward. The purpose of this research is to reveal what factors that relate to potential received food intake of hospitalized patients in surgical ward at Wijayakusuma Hospital purwokerto. This research is a explanatory research which uses analitical survey method with cross sectional approach. The population in this research are 43 respondents of hospitalized patients in surgical ward at Wijayakusuma Hospital purwokerto. Data analysis is done using univariate, bivariate and multivariate analysis. Bivariate analysis is done using chi-square test. Meanwhile, multivariate analysis is done using logistic regression analysis which relates to the potential received food intake in surgical ward. It is in the form of taste (p=0,05) and food appereance (p=0,008). Multivariate analysis no variables that affect the joint at the potential received food intake of hospitalizes patients in surgical ward at Wijayakusuma Hospital Purwokerto. In order to improve the serving of food in patients it should gave attention on food which is an increasing the taste and appereance of food. Keywords : Potential received food intake, Food waste, and Surgical ward Literature : 33 (1991 – 2012) | |
| 12643 | 5638 | F1A006043 | MOTIVASI PEREMPUAN YANG BEKERJA SEBAGAI PETUGAS SPBU DI WILAYAH PURWOKETO. | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi perempuan yang bekerja sebagai petugas SPBU, agar dapat diperoleh gambaran tentang motivasi perempuan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini adalah motivasi perempuan bekerja di SPBU itu adalah bervariasi. Pada penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial dari Max Weber bahwa Tindakan sosial dapat berupa tindakan yang nyata-nyata ditujukan pada orang lain, juga dapat berupa tindakan yang bersifat “mbatin” atau bersifat subyektif yang mungkin terjadi karena pengaruh positif dari situasi tertentu, atau merupakan tindakan perulangan dengan sengaja sebagai akibat dari pengaruh situasi yang serupa. Bagi perempuan yang masih lajang, motivasi bekerja adalah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri, tempat kerja yang dekat dengan rumah, mengisi waktu luang untuk menghindari dari kebosanan, mencari pengalaman kerja. Sedangkan bagi perempuan yang sudah menikah motivasi bekerja adalah mencari uang untuk menambah penghasilan keluarga, pekerjaan yang tidak terlalu berat membuat ibu rumah tangga berusaha demi keluarga. *Kata kunci: Motivasi, Perempuan yang bekerja, SPBU. | This study aims to determine how motivated women who worked as a gas station attendant, in order to obtain information on the motivation of women working to make ends meet. In this research uses descriptive qualitative research methods with interactive analysis method. Results of this study was motivated women working at the gas station is varied. In this study, using a social action theory of Max Weber that social action can be action ostensibly aimed at other people, can also be acts of "mbatin" are subjective or that may occur due to the positive influence of a particular situation, or an action looping deliberately as a result of the influence of a similar situation. For women who are single, the motivation to work is looking for money to make ends meet themselves, workplace close to home, spend leisure time to avoid boredom, looking for work experience. As for married women to work motivation is to earn money to supplement the family income, a job that is not too heavy to make the housewife trying for a family. *Keyword: Motivation, Working women, Gas station. | |
| 12644 | 5576 | B1J009077 | STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI EKOSISTEM KARST CITATAH-RAJAMANDALA KABUPATEN BANDUNG BARAT SEBAGAI LANDASAN PEMBUATAN KAWASAN PENCADANGAN HAYATI | Penelitian yang berjudul Struktur dan Komposisi Vegetasi Ekosistem Karst Citatah-Rajamandala Kabupaten Bandung Barat sebagai Landasan Pembuatan Kawasan Pencadangan Hayati dilakukan di kawasan hutan karst dekat Power House PLTA Saguling, Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur dan komposisi vegetasi di lokasi penelitian untuk dijadikan landasan pembuatan kawasan pencadangan hayati. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lahan karst didominasi struktur vegetasi stratum E (lapisan penutup tanah) dan stratum C (4-20 m). Berdasarkan kelas diameter batang, terjadi penurunan jumlah individu pohon dari kelas diameter kecil ke kelas diameter besar. Nilai INP tertinggi tumbuhan bawah yaitu Oxalis corniculata L., sebesar 24,39% dan nilai INP terendah Physalis angulata L sebesar 1,52%. Nilai INP tertinggi anakan pohon yaitu Solanum verbascifolium L sebesar 43,87% dan nilai INP terendah Ficus callosa Willd sebesar 1,44%. Nilai INP tertinggi pohon yaitu Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen sebesar 61.70% dan nilai INP terendah Aphanamixis polytachya (Wall.) R.N. Parker sebesar 1,60%. Analisis vegetasi adalah aspek ekologi yang penting bagi pengetahuan pengelolaan ekologi tumbuhan yang menjadi landasan pembuatan Taman Keanekaragaman Hayati. Taman Keanekaragaman Hayati bertujuan untuk mendukung pencadangan sumber daya alam hayati guna penyelamatan berbagai spesies berupa tumbuhan. Vegetasi yang diutamakan ditanam adalah tingkat pohon degan kriteria lokal, endemik, serta memiliki tingkat ancaman tinggi dan penyerbukan dilakukan oleh satwa sebagai spesies utama dan spesies lain sebagai spesies pendukung. Berdasarkan penelitian tidak didapat pohon lokal dan endemik, sehingga diutamakan pohon yang penyerbukannya dilakukan dengan hewan. Setiap hektar lahan dapat ditanami 6 spesies utama, masing-masing spesies utama terdiri dari 15 individu dan minimal 15 individu spesies pendukung untuk setiap spesies utama. | Research about Sructure and Composition Vegetation of Citatah-Rajamandala Karst Ecosystem, West Bandung Sub-Province as Base to Make Biodiversity Park has been done around karst forest area near of Saguling Power House, Rajamandala, West Bandung Sub-Province. The aim of this research was to know structure and composition vegetation as base to make biodiversity park. This research used line plot transect. The result shows that vegetation structure of karst location is dominated by E (understorey) and C (4-20 m) stratum. Base of diameter class, there is degradation amount of tree individual from small diameter class to big diameter class. Most family at location are Moraceae, Meliaceae, Euphorbiaceae, and Sterculiaceae. The highest Important Index Value of seedling is Oxalis corniculata L. (24,39%) and the lowest is Physalis angulata L. (1,52%). The highest Important Index Value of pole is Solanum verbascifolium L. (43,87%) and the lowest is Ficus callosa Willd (1,44%). The highest Important Index Value of tree is Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen (61.70%) and the lowest is Aphanamixis polytachya (Wall.) R.N. Parker (1,60%). Vegetation Analyse is important ecology aspect as base to make Biodiversity Park. Biodiversity Park aim to biodiversity resources, especially are endemic, local, and also have high threat level and pollination by animal as especial species and other species as supporter species. Majored to be planted is tree level. Base of research, no species has all of criteria, so the choice base of the local vegetation, Important Index Value and pollination. Every hectare can be planted by 6 especial species, each especial species consist of 15 individual and minimize 15 supporter species individual to each especial species. | |
| 12645 | 5640 | G1A009119 | PERBEDAAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK ANTARA REMAJA DESA DAN KOTA DI KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Latar Belakang: Aktivitas fisik adalah pergerakan tubuh yang diproduksi oleh kontraksi otot rangka yang akan meningkatkan pengeluaran energi. Tingkat aktivitas fisik rendah atau gaya hidup sedentary menjadi kecenderungan perilaku penduduk dunia saat ini. Hampir separuh dari remaja dan dewasa di Indonesia menganut gaya hidup sedentary. Penelitian mengenai tingkat aktivitas fisik pada remaja di desa dan kota belum pernah dilakukan sebelumnya. Padahal banyak perbedaan antara desa dan kota yang secara tidak langsung mempengaruhi tingkat aktivitas fisik. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat aktivitas fisik antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah studi analitik observasional cross sectional dengan 72 orang remaja sebagai responden. Responden adalah siswa-siswi SMA yang berasal dari 2 sekolah di desa dan 2 sekolah di kota. Masing-masing responden dari sekolah di desa dan kota berjumlah 36 responden. Tingkat aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner GPAQ. Hasil: Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik paired T-test. Analisis univariat menunjukkan rerata tingkat aktivitas fisik remaja desa 2272,78±3165,26 MET/minggu dan rerata tingkat aktivitas remaja kota 2321,89±2387,91. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna tingkat aktivitas fisik antara remaja desa dan kota (p=0,249). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan tingkat aktivitas fisik antara remaja desa dan kota di Kabupaten Banyumas. | ABSTRACT Background: Physical activity is movement of the body produced by skeletal muscle contraction that increase energy expenditure. Low levels of physical activity or sedentary behavior is one of the behavioral tendency of the current world population. Nearly half of adolescents and adults in Indonesia adopted sedentary behavior. The research on levels of physical activity in adolescents in rural and urban areas have never done before. Although many differences between rural and urban are indirectly affect the level of physical activity. Objective: The aim of this study is to knowing the different levels of physical activity between rural and urban adolescents at Banyumas Regency. Methods: This study was conducted by using observational analytic cross sectional design with 72 adolescents as respondents. The respondents were high school students derived from 4 high schools of urban and rural area, 2 schools each. Each respondents from school of rural and urban were 36 respondents. Physical activity level was assessed with GPAQ questionnaire. Results: Analysis for the differences of physical activity level was using paired T-test analysis. Univariate analysis showed a mean rate of rural adolescent’s physical activity 2272.78±3165.26 MET/week and a mean rate of urban adolescents’s physical activity 2321.89±2387.91. Bivariate analysis showed no significant differences of physical activity level between rural and urban adolescents (p=0,249). Conclusion: There was no different level of physical activity between rural and urban adolescents at Banyumas Regency. | |
| 12646 | 5641 | C1L008026 | THE INFLUENCE OF MODERN TAX ADMINISTRATION SYSTEM IMPLEMENTATION ON TAX REVENUE AND TAX PAYER COMPLIANCE (SURVEY ON TAX OFFICE (KPP) PRATAMA PURBALINGGA) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Moderen Terhadap Penerimaan Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak (Survey di KPP Pratama Purbalingga)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi penerapan sistem administrasi perpajakan modern terhadap penerimaan pajak dan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini menggunakan data penerimaan pajak sebelum dan sesudah penerapan sistem administrasi perpajakan modern yang terdaftar di KPP Pratama Purbalingga dan kuesioner yang diberikan kepada wajib pajak dan pegawai pajak yang terdaftar di KPP Pratama Purbalingga. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode random sampling dengan total sampel 83 wajib pajak dan 42 pegawai pajak. Analisis data menggunakan analisis uji kualitas data, analisis uji beda, analisis asumsi klasik, dan analisis uji hipotesis. Dari hasil penelitian diketahui bahwa persepsi penerapan sistem administrasi perpajakan modern memberikan pengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. | This research was entitled “The Influence of Modern Tax Administration System Implementation on Tax Revenue and Taxpayer Compliance (Survey on Tax Office (KPP) Pratama Purbalingga)”. The research objectives of this research was to examining the influence of modern tax administration system implementation on tax revenue and taxpayer compliance. This research used tax revenue data before and after modern tax administration system implementation registered in Tax Office (KPPP Pratama Purbalingga and questionnaire those given to taxpayer and tax officer who listed in Tax Office (KPP) Pratama Pubalingga The sampling technique method used was random sampling with the total sample of 83 taxpayers and 42 tax officer. The data analyses used were data quality test, compare mean test, classical assumption test and hypotheses testing. The result shows that the modern tax administration system implementation has significant influence on taxpayer compliance. | |
| 12647 | 5564 | H1E009018 | SIFAT AKUSTIK DAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL PEREDAM SUARA BERBAHAN DASAR LIMBAH SERABUT DAN TEMPURUNG KELAPA | Karakterisasi sifat akustik dan mekanik papan partikel peredam suara berbahan dasar limbah serabut dan tempurung kelapa dilakukan untuk mengetahui nilai koefisien serap suara dan nilai kuat tekan serta kuat lenturnya. Pada penelitian ini tempurung kelapa yang digunakan dihaluskan menjadi serbuk terlebih dahulu. Selanjutnya papan partikel yang digunakan untuk uji akustik dibuat dengan cara memasukkan bahan dasar ke dalam cetakan berbentuk silinder dengan ukuran diameter 9,9 cm, diameter 4,5 cm dan ketebalan 2cm yang kemudian ditekan dengan alat press. Sedangkan sampel yang akan digunakan untuk pengujian kuat tekan dan kuat lentur cetakannya berbentuk balok berukuran 20x 5x 2cm. Lima sampel uji dibuat dengan menggunakan variasi komposisi massa serabut dan tempurung dengan perbandingan 100% : 0%,75% : 25%, 50% : 50%, 25% : 75% dan 0% : 100%. Pengukuran nilai koefisien serapan suara dilakukan dengan menggunakan tabung impedansi satu mikrofon tipe ASTM 423. Sedangkan mesin press atau UTM digunakan untuk pengujian kuat tekan dan kuat lentur. Dari data hasil pengukuran diketahui bahwa nilai koefisien serap suara meningkat seiring dengan penambahan fraksi serabut kelapa pada sampel papan partikel yang telah dibuat. Namun demikian nilai tertinggi koefisien serap suara, yaitu sebesar 0,46 didapat pada komposisi serabut dan tempurung 75% : 25%. Disisi lain diketahui pula bahwa papan partikel peredam suara akan menjadi lebih kuat dengan penambahan tempurung kelapa. | Acoustic and mechanical properties characterization of particle board sound absorbers which mainly consist of coconut fiber and shell waste material was done to examine the value of absorption coefficient and the compressive strength and flexural strength. In this research, the shell coconut waste was pulverized into powder. And then set the particle board material in the cylinder cast and pressed with press machine. Five test samples were made by varying the composition of fibers and shell with a ratio of 100%: 0%, 75%: 25%, 50%: 50%, 25%: 75% and 0%: 100%. Measurement of sound absorption coefficient was performed by using a microphone impedance tube ASTM type 423. While the press or UTM machine was used for testing compressive strength and flexural strength. From the measured data, it is known that the value of sound absorption coefficient increases with the addition of coconut fiber fraction in the sample. Yet, the highest absorption coefficient value i.e 0,46 was found in the composition of the fibers and shell 75%: 25%. Whereas the result of mechanical properties characterization note that the particle board sound absorbers will be stronger with the addition of coconut shell. | |
| 12648 | 5644 | D1E009004 | KADAR AIR, KEMASIRAN DAN TEKSTUR TELUR ASIN AYAM NIAGA YANG DIMASAK DENGAN CARA BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perbedaan cara pemasakan terhadap kadar air, kemasiran dan tekstur telur asin ayam niaga. Penelitian dilaksanakan tanggal 03 sampai 26 April 2013 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 150 butir telur ayam niaga, 2,7 kg garam, 10,8 kg serbuk batu bata dan air secukupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental untuk kadar air dan tekstur menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, kemasiran dengan pengujian organoleptik (25 panelis agak terlatih). Perlakuan yang diberikan yaitu pemasakan telur asin ayam niaga dengan cara T1= direbus selama 60 menit dengan suhu 100oC, T2 =dikukus selama 60 menit dengan suhu 100oC, T3= dioven selama 60 menit dengan suhu 100oC, T4= direbus selama 30 menit dengan suhu 100oC + dioven selama 30 menit dengan suhu 100oC, T5= dikukus selama 30 menit dengan suhu 100oC + dioven selama 30 menit dengan suhu 100oC. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan Duncant New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemasakan yang direbus, kukus, oven, rebus yang dikombinasikan oven dan kukus yang dikombinasikan oven tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, tekstur telur asin ayam niaga, namun memberikan pengaruh yang nyata terhadap kemasiran. Disimpulkan bahwa cara pemasakan kukus + oven menghasilkan telur asin ayam niaga yang paling masir. Untuk menghasilkan telur asin ayam niaga yang kadar airnya lebih rendah, lebih masir dan lebih kenyal sebaiknya dimasak dengan cara kombinasi. | This study was aimed to evaluate the effect of cooking methods on water content, grittiness, and texture of salted chicken eggs. The experiment was carried out on April 03rd to 26th, 2013 at Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science Jenderal Soedirman University, Purwokerto. A total of 150 chicken eggs, 2.7 kgs of salt, 10.8 kgs of brick powder and water were used. The experimental conducted using a Completely Randomized Design with 5 treatments and 5 replicates. Grittiness was assesed with organoleptic test (25 semi-trained panels). Treatments given were T1= boiling at 100o C for 60 minutes, T2= steaming at 100o C for 60 minutes, T3= roasting at 100o C for 60 minutes, T4= boiling at 100o C for 30 minutes + roasting by oven at 100o C for 30 minutes, T5= steaming at 100o C for 30 minutes + roasting by oven at 100o C for 30 minutes. Data were analyzed by analysis of variance followed by Duncant New Multiple Range Test (DMRT). Results showed that cooking methods have no significant effects on water content and texture of salted eggs, however cooking methods heve significant effects on grittiness. Cooking salted eggs by boiling at 100o C for 30 minutes followed by roasting at 100o C for 30 minutes produce salted chicken eggs with the most grittiness. Therefore, it is recomended to use combination cooking methods to produce salted chicken eggs. | |
| 12649 | 5643 | F1C009052 | STRATEGI KOMUNIKASI PROGRAM JAMINAN PERSALINAN DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAKSI Jaminan Persalinan merupakan program jaminan pembiayaan yang digunakan untuk pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca persalinan dan pelayanan bayi baru lahir. Sebagai sebuah program baru pemerintah dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, program ini mempunyai kedudukan penting di Kecamatan Purwokerto Selatan mengingat tingginya angka kematian ibu dan anak di kecamatan ini. Selain itu, pengguna Jaminan Persalinan di Kecamatan Purwokerto Selatan pun sedikit. Oleh karena itu, penelelitian mengenai “Strategi Komunikasi Program Jaminan Persalinan di Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas” menjadi hal yang penting untuk diteliti. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi sekaligus hambatan komunikasi dalam program Jaminan Persalinan di Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi deskriptif. Informan dipilih dengan menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan) dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis interaktif sedangkan untuk kepentingan keabsahan data digunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan Jaminan Persalinan di Purwokerto Selatan tidak menggunakan analisis SWOT. Strategi komunikasi Puskesmas Purwokerto Selatan dalam mensukseskan program Jaminan Persalinan yaitu dengan menggunakan sosialisasi, kunjungan ibu hamil, dan penggunaan leaflet. Hambatan dalam strategi komunikasi program Jaminan Persalinan di Kecamatan Purwokerto Selatan yaitu hambatan kompetisi dimana masyarakat melakukan kegiatan lain seperti menggendong anak sambil mendengarkan informasi Jampersal. Munculnya hambatan kompetisi juga menimbulkan hambatan baru yaitu physical distractions (lingkungan) karena anak-anak yang dibawa pada saat sosialisasi seringkali menangis sehingga suasana sosialisasi menjadi gaduh. | Jampersal Programme is a guarantee of the financing program used for prenatal care, delivery assistance, postpartum care including family planning services, postpartum and newborn care. As the new government programme to decrease mortality of mothers and children in Indonesia, this programme has an important position in South Purwokerto. Besides, the user of Jampersal in Purwokerto are not big. Because of that, this research about “Strategy communication of Jampersal Programme in South Purwokerto, Banyumas Regency” is compatible to be researched. This study was conducted to determine how well the communication strategy of communication barriers in Jampersal Programme in South Purwokerto, Banyumas. The method used is descriptive qualitative method to study. Informants were selected using purposive sampling (samples intended) with data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Data analysis was performed using an interactive analysis while the validity of the data used for the benefit of triangulation. From the results of the study concluded that the implementation of Delivery Guarantee in South Purwokerto not using SWOT analysis. Communication strategy in the success of Jampersal Programme in South Purwokerto Delivery Guarantee program by using socialization, visit pregnant women, and the use of leaflets. Barriers in communication strategy Delivery Guarantee program in the District of South Purwokerto the barriers of competition where people do other activities such as holding a child while listening Jampersal information. The emergence of competition barriers also pose new obstacles: the physical distractions (environment) for the children who were taken at the time of socialization cry so often rowdy atmosphere of socialization. | |
| 12650 | 5645 | D1E009013 | PENGARUH CARA PEMASAKAN TELUR ASIN AYAM NIAGA PETELUR YANG BERBEDA TERHADAP KADAR GARAM DAN KESUKAAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan cara pemasakan telur asin ayam niaga petelur terhadap kadar garam dan kesukaan konsumen. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 3 April sampai dengan 26 April 2013 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 150 butir telur ayam niaga petelur, 2.700 gram garam, 10.800 gram serbuk bata merah dan air secukupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk kadar garam dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk kesukaan (25 panelis agak terlatih) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T1= Pemasakan dengan cara direbus, T2 = Pemasakan dengan cara dikukus, T3= Pemasakan dengan cara dioven, T4= Pemasakan dengan cara direbus + dioven, T5 = Pemasakan dengan cara dikukus + dioven. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pemasakan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar garam telur asin dengan cara pemasakan dioven lebih rendah (5,41%) dibandingkan dengan cara pemasakan direbus (8,52%), dikukus (6,59%), direbus + dioven (5,58%), dan dikukus + dioven (7,58%), tetapi berpengaruh tidak nyata (P˃0,05) terhadap kesukaan. Kesimpulan, pemasakan dengan cara dioven menghasilkan kadar garam yang lebih rendah dibandingkan dengan cara pemasakan yang lainnya dan cara pemasakan yang berbeda mempunyai tingkat kesukaan yang relatif sama. Untuk menghasilkan telur asin ayam niaga petelur yang sangat disukai oleh konsumen dan mempunyai kadar garam yang relatif rendah dilakukan pemasakan dengan cara direbus dilanjutkan dengan dioven. | This study was aimed to determine the effect of different ways of cooking salted chicken eggs on salinity and consumer preferences. The experiment was carried out from April 03rd to 26th, 2013 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The materials used were 150 chicken eggs, 2.700 grams of salt, 10.800 grams of brick powder and water. The method used was an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) for salinity and Randomized Block Design (RBD) for preference (25 semi-trained panels) with 5 treatments and 5 replicates. The treatments were T1= cooking by boiling, T2= cooking by steaming, T3= cooking by roasting, T4= cooking by boiling + cooking by roasting, T5= cooking by steaming + cooking by roasting. The data were analyzed by analysis of variance followed by Duncant Test. The results showed that different ways of cooking significant by (P<0.05) affected the salinity of salted egg with way of cooking by roasting was lower (5.41%) compared to way of cooking by boiling (8.52%), steaming (6.59%), boiling + roasting (5.58%), and steaming + roasting (7.58%), but the effect was not significant (P˃0.05) on the preference. The conclusion is, way of cooking by roasting produces a lower salinity than the other way of cooking and different ways of cooking have the relative by similar level of preference. To produce commercial salted chicken eggs that are favored by consumers and has a relatively low salinity is recommended cooking by boiling followed by roasting. | |
| 12651 | 5646 | C1A008012 | FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN DI WILAYAH CIAYUMAJAKUNING TAHUN 2001 - 2011 (Aplikasi Model Regresi Data Panel dengan Metode Random Effect) | Penelitian ini berjudul “Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Wilayah Ciayumajakuning Tahun 2001 – 2011 (Aplikasi Model Regresi Data Panel dengan Metode Random Effect)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengangguran, jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi terhadap kemiskinan di Wilayah Ciayumajakuning tahun 2001 – 2011. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan alat analisis panel data yang terdiri dari data time series selama periode 2001 – 2011 dan data cross section 5 kabupaten/kota di Wilayah Ciayumajakuning. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengestimasi model regresi dengan data panel adalah dengan menggunakan Random Effect. Berdasarkan hasil perhitungan Regresi Logaritma Natural Berganda dengan bantuan software Eviews 4.1 dapat diketahui bahwa variabel tingkat pengangguran dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Wilayah Ciayumajakuning. Implikasi dari penelitian ini adalah (1) Dengan melaksanakan program pemerintah yaitu Program Nasional Pembangunan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) dengan cara memberikan pinjaman modal bagi masyarakat yang menganggur dan berpenghasilan rendah untuk membuka usaha agar memperoleh pendapatan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di wilayah Ciayumajakuning dapat diturunkan. Diharapkan pemerintah daerah dan masyarakat perlu bekerja sama dengan terus menggalakkan program Keluarga Berencana dengan cara melakukan penyuluhan-penyuluhan secara langsung kepada penduduk yang berusia produkif akan pentingnya KB. (2) Pemerintah daerah diharapkan dapat mempermudah ijin pendirian usaha agar para investor tertarik untuk menanamkan modalnya pada sektor-sektor industri yang bersifat padat tenaga kerja seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat menyerap tenaga kerja dari golongan masyarakat menengah ke bawah yang berpendidikan rendah. Dengan berkembangnya UMKM, maka dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan dapat mengurangi pengangguran, sehingga kemiskinan di wilayah Ciayumajakuning dapat diturunkan. | The study is entitled "Some Factors That Influence on Poverty in Ciayumajakuning region in 2001 - 2011 (Application to Panel Data Regression Model with Random Effect Method)". The purpose of this study was to determine the effect of the unemployment rate, population, and economic growth on poverty in the Ciayumajakuning region in 2001-2011. This study used secondary data with analysis tools in the form of panel data comprising time series data for 2001 – 2011 period and a cross section of 5 districts / cities in Ciayumajakuning Region. One of the approaches used to estimate the regression model with panel data is by using Random Effect. Based on the results of the Natural Logarithm Multiple Regression calculations using Eviews 4.1, it can be seen that the variable of unemployment rate and the number of population has a positive and significant effect, but the economic growth variable has a negative effect and significant impact on poverty in the Ciayumajakuning region. The implications of this study are; (1) By implementing the government program, that is Program Nasional Pembangunan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) by providing capital loans to unemployed people and whose low income to start a business in order to earn an income to be able to meet their needs, so it can reduce the amount of unemployment and poverty in the Ciayumajakuning region. To reduce poverty, population growth must be controlled. Appealed to local governments and communities need to work together to promote Family Planning program by doing a counseling directly to the productive age population about that. (2) The local government is expected to facilitate the establishment of business license so that investors are interested to invest in industry sectors that are labor intensive, such as the Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) that can absorb labor from lower-middle class and less educated. Comparable with the development of SMEs, it may increase economic growth and reduce unemployment, so that poverty can be reduced in the Ciayumajakuning region. | |
| 12652 | 5647 | H1A009010 | FRAKSINASI FRAKSI KLOROFORM EKSTRAK METANOL DAUN SIRSAK DAN UJI SITOTOKSISITASNYA TERHADAP SEL KANKER PAYUDARA T47D SECARA In Vitro | Penelitian fraksinasi fraksi kloroform ekstrak metanol daun sirsak dan uji sitotoksisitasnya telah dilakukan terhadap sel kanker payudara T47D secara in vitro untuk mengetahui fraksi manakah dari fraksi kloroform ekstrak metanol daun sirsak yang memiliki toksisitas tertinggi terhadap sel kanker payudara secara in vitro. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol, selanjutnya ekstrak metanol difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan dan kloroform. Fraksi kloroform difraksinasi dengan metode kromatografi kolom menggunakan eluen n-heksan : kloroform (1:5) menghasilkan lima fraksi. Fraksi-fraksi hasil kromatografi kolom diuji toksisitasnya terhadap sel kanker payudara T47D secara in vitro dan diperoleh toksisitas tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 22,471 µg/mL pada fraksi 3. Fraksi 3 , kemudian diidentifikasi dengan spektrofotometer FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi –OH, C-H alifatik, C=O, C=C, -CH2, -CH3, C-O, dan menggunakan LC-MS menunjukkan adanya empat puncak utama dengan satu puncak dominan pada waktu retensi (Rt) 2,0 dan luas area 5964,16 (80,225 %) dengan m⁄z terbesar adalah 343,4167. | Studies fractionation of chloroform fraction extract metanol soursop leaf and cytotoxicity test was performed on T47D breast cancer cells in vitro to determine which the fraction of chloroform fraction extract metanol soursop leaf possesing the highest toxicity against breast cancer cells in vitro. The extraction was done by maceration method using methanol. Methanol extract was further fractionated by liquid-liquid extraction method with the solvent n-hexane and chloroform. Chloroform fraction was fractionated by chromatography column using eluent n-hexane : chloroform (1:5) prduced five fractions. The result fraction of column chromatography was tested toxicity on T47D cancer cells in vitro and obtained the highest toxicity with IC50 value of 22.471 µg/mL in fraction 3. Fraction 3, then identified afterward using FT-IR spectrophotometer which indicate a functional group –OH, aliphatic CH, C=O, C=C, -CH2, -CH3, C-O, and using LC-MS which show the existence of four primary peaks with a dominant peak at retention time (Rt) 2.0 and 5964.16 (80.225%) area with the highest m⁄z at 343.4167. | |
| 12653 | 5648 | C1A009081 | KONTRIBUSI REMITANSI TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT DI DESA DADAP KECAMATAN JUNTINYUAT KABUPATEN INDRAMAYU | Tujuan penelitian ini yakni : a) untuk mengetahui pola penggunaan remitansi TKI, b) untuk mengetahui kontribusi remitansi TKI dalam meningkatkan kualitas hidup TKI dan keluarganya, dan c) untuk mengetahui dampak remitansi TKI terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif. Jumlah responden sebanyak 90 orang TKI purna, adalah TKI yang sudah tidak bekerja di luar negeri atau masa kontrak kerja di luar negeri berakhir. Untuk mencapai tujuan penelitian, analisis data menggunakan tabulasi, uji chi square, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat 15 pola penggunaan uang remitansi TKI. Sebagian besar keluarga TKI memperioritaskan penggunaan uang remitansi TKI untuk memenuhi kebutuhan dasar (konsumsi makan, pakaian, rumah) terlebih dahulu. Kebutuhan sosial yang terpenuhi yakni pendidikan, kesehatan, hiburan/rekreasi, dan kegiatan sosial di desa. Hanya 29 persen keluarga TKI yang menggunakan uang remitansi untuk modal usaha. Bentuk usaha antara lain: usaha nelayan, usaha pengolahan ikan, usaha dagang, dan usaha lainnya. Usaha tersebut menyerap tenaga kerja dan menghasilkan pendapatan. Dan, bagi keluarga TKI yang merasa ada perubahan sejahtera setelah menjadi TKI, mengaku mempunyai rumah yang lebih bagus. Implikasi dari penelitian ini adalah; bagi TKI purna atau calon TKI yang ingin bekerja di luar negeri lagi, perlu merencanakan penggunaan uang remitansi dengan keluarganya. Penting diperhatikan pula yakni peningkatan ilmu pengetahuan dan keahlian TKI saat bekerja di luar negeri seperti bahasa, pemikiran, kapital sosial, sehingga saat mereka purna bisa mengajarkan kepada masyarakat di daerah asal (remitansi sosial). Kemudian, perlu pelatihan jiwa kewirausahaan dan akses modal usaha bagi TKI purna agar mereka bisa berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja lokal. Serta, bagi calon TKI yang kesulitan modal untuk biaya keberangkatan, bisa memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) TKI dari pemerintah. | The objectives of this study are: a) to determine the pattern of use of migrant labor’s remittance, b) to determine the contribution of migrant labor’s remittance in increasing the quality of life of migrant labors and their families, and c) to determine the impacts of migrant labor remittances on economic activity. The method used was a descriptive survey. The total respondents were 90 people of ex migrant labors, whose migrant labors hadn't worked at aboard or their contracts had expire. To achieve the objectives of study, the analysis of data used tabulation, chi - square test, and t test. The results showed that, there were 15 patterns of migrant labor remittances. Most of the migrant labor's family prioritize to use of money remittance to meet the basic needs (consumption of food, clothing, shelter) in advance. The sosial needs had met education, health, entertainment / recreation, and social activities in the village. Only 29 percent of migrant labor's families, whose used money remittance to venture capital. Their form of businesses were: fishery, fish processing business, trade, and other businesses. The businesses provide employment and generate income. And, for migrant labor's families, whose had no change prosperous after a migrant labor, mostly having a nicer house. The implications of this study are; for ex migrant labors or candidate migrant labors who will work at aboard again, need to plan the use of money remittance with their families. It is also important to note that increasing knowledge and skill migrant labors while working aboard such as, language, ideas, social capital, so ex migrant labors can teach the society in their homeland (social remittances). Then, the entrepreneurial spirit training and access for the venture capital for eks migrant labors, so that they can be self-employed full time and create local jobs vacancues. And, for candidate migrant labors who find difficulties in the capital for the cost of departure, could take advantage of KUR's (Public Credit) migrant labors from government. | |
| 12654 | 5675 | G1F009064 | FORMULASI DAN EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTISEPTIK TANGAN MINYAK ATSIRI DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) | Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung minyak atsiri yang aktif sebagai antibakteri. Minyak atsiri daun jeruk nipis kurang praktis apabila digunakan sebagai antiseptik, sehingga perlu dibuat sediaan gel antiseptik tangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula sediaan gel daun jeruk nipis yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik selama penyimpanan serta mengetahui efektivitas antiseptik dari setiap sediaan gel. Minyak atsiri daun jeruk nipis diperoleh dengan cara destilasi uap air. Formula sediaan gel dibuat dengan variasi kadar carbopol 940 (0,5%, 1%, dan 1,5%) mengandung 1 mL minyak atsiri daun jeruk nipis. Evaluasi gel antiseptik daun jeruk nipis dilakukan pada sifat fisik dan kestabilan fisik sediaan. Pengujian efektivitas antiseptik sediaan gel dilakukan menggunakan metode replika.Data homogenitas dan stabilitas fisik sediaan gel dianalisis secara deskriptif sedangkan data pengukuran pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan data hasil penurunan jumlah koloni bakteri dari setiap sediaan dianalisis dengan uji ANAVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula gel memenuhi syarat stabilitas fisik dengan viskositas sediaan mengalami penurunan selama penyimpanan. Daya sebar sediaan gel selama penyimpanan mengalami peningkatan seiring penurunan viskositas, sebaliknya daya lekat mengalami penurunan selama penyimpanan seiring penurunan viskositas. Semua sediaan gel menunjukkan efektivitas antiseptik. Efektivitas antiseptik tertinggi diperoleh pada Formula I yaitu 74,89% yang tidak jauh berbeda dengan kontrol positif yang mampu menurunkan jumlah koloni sebesar 86,67% dari kontrol negatif yang digunakan. | Leaf lime (Citrus aurantifolia) is known to contain essential oils that are active as antibacterial. The essential oils of leaf lime less practicial when used as an antiseptic, so it is necessary to be made antiseptic hand gel preparation. This research aims to create formula gel preparations leaf lime qualified evaluation of the physical properties and physical stability during storage as well as knowing the effectiveness of antiseptic gel preparations of each. Volatile oil leaf lime are distilled by distillation of steam. The formulation of gels were prepared with variations in the levels of carbopol 940 (0.5%, 1%, and 1,5%) contain 1 mL of essential oil of leaf lime. The gel evaluated about the physical properties and stability.Testing the effectiveness of an antiseptic preparation gel is carried out by replicamethods. Homogeneity and stability physical gel in the preparation of descriptive analyzed while pH measurement, viscosity, spread power, adhesion, and data results a decrease the number of colonies of bacteria of any preparations are analyzed using one way ANAVA test with the confidence 95%. The results showed that all gel preparation qualified physical stability with viscosity preparations decreased during storage. Power gel preparations during the spread increased storage over a decrease in viscosity, otherwise the power loss during storage latched onto as a decrease in viscosity. All gel preparation show the effectiveness of antiseptic gels. Effectiveness of antiseptic formula I highest obtained at that 74,89% is not much different with the positive control is capable of lowering the number of colonies of 86,67% of the negative control is used. | |
| 12655 | 5631 | H1A009047 | PENURUNAN KESADAHAN AIR DIDESA DARMAKRADENAN MENGGUNAKAN MEMBRAN DARI Sargassum sp. | Salah satu teknologi yang bisa digunakan untuk mengatasi kesadahan air adalah filtrasi menggunakan membran. Bahan baku pembuatan membran adalah polimer diantaranya selulosa. Rumput laut adalah tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan nata de seaweed. Nata de seaweed dibentuk melalui proses fermentasi selama 8 hari dengan bantuan Acetobacter xylinum. Karakteristik membran ditentukkan berdasarkan nilai massa jenis, fluks, rejeksi dan sifat mekaniknya. Membran yang dihasilkan mempunyai massa jenis, fluks, rejeksi, dan kekuatan tarik sebesar 1,0832 g/cm3, 8,784 L/m2.jam, 52,76%, dan 110,9625 Mpa. Presentase penurunan kesadahan air CaCO3 dan MgCO3 sebesar 27% dan 12,78%. | One of technology that could be used to overcame the water hardness was the filtration which uses the membrane. The Raw materials of Membrane was polymers such as cellulose. Seaweeds were plants that contain cellulose. Sargassum sp was seaweed belong to the brown algae that can be used as a base material of producing nata de seaweed. Nata de seaweed was formed through a process of fermentation for 8 days with the help of Acetobacter xylinum. The Characteristics of the membrane were determined by the value of density, flux, rejection, and mechanical characteristic of its. The membrane were resulted had a density, flux, rejection, and tensile strength of 1.0832 g/cm3, 8.784 L/m2.hour, 52.76%, and 110.9625 MPa. The decrease percentage of water hardness CaCO3 and MgCO3 by 27% and 12.78%. | |
| 12656 | 5597 | B1J008090 | ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT DESA PONJEN KECAMATAN KARANGANYAR KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian yang berjudul "Etnobotani Tumbuhan Obat yang dimanfaatkan oleh Masyarakat Desa Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga ", telah dilakukan dari bulan Oktober - November 2012 dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat dan cara pemanfaatannya oleh masyarakat Desa Ponjen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive Random Sampling) dengan melakukan wawancara semi terstruktur kepada tetua desa, dukun bayi, penjual jamu dan penduduk setempat. Species tumbuhan obat diidentifikasi berdasarkan karakter morfologi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan species tumbuhan yang ditemukan adalah 50 spesies dari 33 familia. Tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan adalah Curcuma domestica Val dengan nilai manfaat 5, sedangkan jumlah individu tumbuhan obat yang paling sedikit dimanfaatkan adalah Centella asiatica L. dengan nilai manfaat 1. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat tradisional adalah rimpang, batang, daun, bunga, buah, biji, kulit buah dan daging buah. Cara pemanfaatan tumbuhan sebagai obat yang dilakukan masih secara tradisional dengan cara dikunyah atau dimakan mentah, ditumbuk, diparut, direbus, disangrai dan direndam. | A research entitled "Ethnobotanic Medicinal Plants by villagers of District Ponjen Karanganyar Purbalingga" has been conducted from October to November 2012. The aims of this study were to find out the types of plants used as traditional medicine and the way to use herbs for traditional medicine. The method was survey with randomly selected sampling and semi-structured interviews using questionnaires the village elder, midwife, herbalist and locals. Medicinal plant species were identified based on morphological characters. Sample of was collected from the Village District ponjen Karanganyar Purbalingga. Data were analyzed descriptively. The results of this study indicate by the type of herbs found were 50 species from 33 familia. Widely used medicinal plant Curcuma domestica Val is the value of the benefits of 5, while the number of individual herbs are the least utilized Centella asiatica L. with the value of benefits 1 of some of the respondents. Parts of the plant used, among others, rhizomes, stems, leaves, flowers, fruits, seeds, fruit skin and flesh of the fruit. The way to use traditional medicinal plants was simple by chewing or eating raw, crushed, shredded, boiled, cooked, crushed, roasted, crushed and soaked. | |
| 12657 | 5651 | G1B009012 | STUDI KOMPARASI ANGKA KUMAN LANTAI PADA RUANG BERSALIN DAN RUANG PERAWATAN BAYI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KEBUMEN | Rumah Sakit merupakan sarana pelayanan kesehatan, tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau dapat menjadi tempat penularan penyakit infeksi oleh kuman. Kuman dapat tumbuh dimana saja termasuk pada lantai. Ruang Besalin dan Perawatan Bayi adalah bagian dari pelayanan kesehatan dirumah sakit. Kebersihan lantai kedua ruangan tersebut perlu diperhatikan karena kuman lantai dapat menyebabkan penyakit dengan dampak langsung kematian ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan angka kuman lantai ruang bersalin dengan ruang perawatan bayi di RSUD Kebumen. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 5 titik pada setiap ruangan, sampel diambil pada saat sebelum dan sesudah pemakaian/jam kunjung pasien. Analisis data dilakukan dengan menghitung selisih angka kuman sebelum dan sesudah pemakaian/jam kunjung dengan menggunakan uji t-test independent. Berdasarkan hasil uji statistik t-test dengan nilai signifikan 5% (0,05) diperoleh nilai p=0,001. Dengan demikian p-value lebih kecil dari 0,05 sehingga Ho ditolak atau ada perbedaan yang signifikan antara selisih angka kuman pada ruang bersalin dan selisih angka kuman lantai pada ruang perawatan bayi sebelum dan sesudah pemakaian. Berdasarkan perhitungan angka kuman didapatkan hasil selisih angka kuman ruang bersalin sebelum dan sesudah pemakaian pada 5 titik sebesar 18, 18, 17.8, 22.8, 34 dan selisih angka kuman ruang perawatan bayi sebesar 66, 82, 69, 81 dan 38. Nilai tersebut melebihi standar Permenkes No 1402 Tahun 2004. Perlu dilakukan pembersihan dan desinfeksi secara rutin untuk menurunkan angka kuman lantai di kedua ruangan. | Hospital is a health care facility, a gathering place for the sick and healthy people, or it can be a place of transmission of infectious diseases by bacteria. Germs can grow anywhere, including on the floor. Besalin space and Baby Care is part of a health service hospital. Cleanliness of the second floor of the room should be attended, because germs can cause illness to the floor directly impact maternal and infant mortality. The purpose of this study is determine difference in the number of germs maternity room floor with infant care room in the hospital Kebumen. The study was an observational analytic cross sectional approach. Samples taken by 5 points in any room, at the time the sample was taken before and after use / patient visiting hours. Data analysis was performed by calculating the difference in number of bacteria before and after use / visiting hours using independent t-test. Based on the results of statistical t-test with a significant value of 5% (0.05) p value = 0.001 is obtained. Thus p-value less than 0.05 thus Ho is rejected or there is a significant difference between the difference in the number of germs on the maternity ward and the difference in the number of germs on the floor nursery before and after use. Based on the calculation of the difference in numbers is obtained germs in maternity room before and after use on a 5 point by 18, 18, 17.8, 22.8, 34 and the difference in numbers infant care germs by 66, 82, 69, 81 and 38. This value exceeds the standard Permenkes No. 1402 of 2004. Cleaning and disinfection need to be done regularly to reduce the number of germs on the second floor of the room. | |
| 12658 | 5652 | E1E007027 | PENANGGULANGAN MINUMAN KERAS OLEH KEPOLISIAN DI WILAYAH HUKUM POLISI RESORT BANYUMAS | ABSTRAK Penelitian dilakukan pada Resort Polres Banyumas, dengan tujuan untuk mengetahui tentang perkembangan penyalahgunaan terhadap fungsi alkohol di wilayah Banyumas, yang memicu banyak terjadinya tindak kriminal, dan tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa saja, tetapi juga pada kalangan remaja dan anak-anak, diharapkan masyarakat lebih memahami tentang fungsi dan kegunaan alkohol sebenarnya. Di samping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tentang penanggulangan penyalahgunaan alkohol yang dilakukan oleh Resort Polres Banyumas. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan metode kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan hasil-hasil penelitian, literatur-literatur, makalah-makalah dan artikel-artikel yang behubungan dengan alkohol, penelitian ini juga menggunakan metode wawancara (interview) yaitu dengan mengumpulkan data-data tentang penyalahgunaan minuman keras melalui tanya jawab yang dilakukan dengan bapak Bambang Sidik S,SH selaku Kepala Satuan SABHARA di kantor Polres Banyumas. Dari hasil operasi yang dilakukan Polres Banyumas dapat diketahui pula bahwa tidak hanya orang-orang dewasa yang mengkonsumsi alkohol sebagai minum-minuman keras, tetapi para remaja yang berawal dari coba-coba dan menjadi kebiasaan yang berakibat pada tindak kriminal. Kata kunci : penanggulangan, minuman keras, Kepolisian | Abstract The study was conducted at the Resort Police Banyumas. Which aims to find out about the development of alcohol abuse on the functions in Banyumas region, which sparked a lot of the crime, and not only by adults, but also in teenagers and children, the community is expected to understand more about the function and use of alcohol is actually . In addition, this study also aims to find out about alcohol abuse prevention conducted by the Resort Police Banyumas. This research was conducted using the method of literature by collecting the results of research, literature, papers and articles that relate to alcohol, this research also uses the interview method (interview) is to collect data on alcohol abuse through debriefing conducted by Mr. Sidik Bambang S, SH as Unit Chief SABHARA in Banyumas Police station. From the results of operations performed Banyumas Police can also be shown that not only adults who consume alcohol as drinking alcohol, but the teenagers who came from trial and error and a habit that resulted in criminal. Keywords: prevention, liquor, Police | |
| 12659 | 5653 | G1B009049 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KELURAHAN GRENDENG, PURWOKERTO | Permasalahan lingkungan yang umum terjadi adalah menumpuknya sampah perkotaan tanpa adanya pengelolaan yang baik. Kelurahan Grendeng merupakan daerah sekitar kampus Universitas Jenderal Soedirman yang berpenduduk padat, daerah tersebut juga dijadikan tempat kos dan lahan berjualan para pedagang, sehingga sampah yang dihasilkan semakin banyak. Pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng belum dilaksanakan secara maksimal, pengelolaannya belum menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng, Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 2269 KK dan jumlah sampel 93 KK. Pengambilan sampel secara cluster random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara terhadap responden menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat (Chi square). Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,00), sikap (p=0,00), peran petugas kesehatan (p=0,00), tokoh masyarakat (p=0,00), sumber dana (p=0,00), sarana dan prasarana (p=0,02), cara/proses pengelolaan (p=0,00), kelembagaan (p=0,00) dengan pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng, Purwokerto. Hasil penelitian menyimpulkan ada hubungan antara pengetahuan, sikap, peran petugas kesehatan, tokoh masyarakat, sumber dana, sarana prasarana, cara pengelolaan kelembagaan dengan pengelolaan sampah di Kelurahan Grendeng, Purwokerto. Sebaiknya Dinas Lingkungan Hidup lebih aktif memberikan sosialisasi pada masyarakat tentang pengelolaan sampah yang baik. | A common environmental problem is the accumulation of municipal waste without proper management. Urban Village Grendeng is an area around the University of Jenderal Sudirman that densely populated, the area is also used as a boarding house and land selling traders, so that more and more waste is generated. Waste management in the Grendeng Village is yet fully implemented, management has not applied the principles of Reduce, Reuse, and Recycle. The purpose of this study was to determine the factors associated with management of waste in the Grendeng Village, Purwokerto. This research is quantitative research with cross sectional approach. The study population consists of 2269 households and the number of samples is 93 households. Sampling is gained with cluster random sampling. Collecting data through interviews with respondents using a questionnaire. Data analysis includes univariate and bivariate analysis (Chi square). Results of the bivariate analysis showed association between knowledge (p = 0.00), attitude (p = 0.00), the role of health workers (p = 0.00), society figures (p = 0.00), the source of funds (p = 0.00), infrastructure (p = 0.02), method / process management (p = 0.00), institutional (p = 0.00) with the management of waste in the Grendeng Village, Purwokerto. The research concludes there is a relationship between knowledge, attitudes, the role of health workers, community leaders, sources of funding, infrastructure, institutional management practices with the management of waste in the Grendeng Village, Purwokerto. Environment Agency should more actively give information to the public about good management of waste. | |
| 12660 | 5654 | A1L009129 | PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK TERHADAP HASIL DAN RENDEMEN PATI GARUT (Maranta arundinacea L.) YANG DIPANEN PADA UMUR BERBEDA | Penelitian bertujuan untuk : 1) Mengetahui dosis pupuk organik yang tepat untuk mendapatkan hasil umbi dan rendemen pati garut tertinggi yang dipanen pada umur berbeda, 2) Mengetahui dosis pupuk organik yang tepat untuk mendapatkan hasil umbi garut tertinggi, dan 3) Mengetahui umur panen yang tepat untuk mendapatkan rendemen pati yang tertinggi. Penelitian dilakukan di lahan Dinas Perkebunan Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan dilaksanakan mulai April 2012 sampai Februari 2013. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik dengan 5 taraf meliputi 0; 5; 10; 15; 20 ton/ha, dan faktor kedua adalah umur panen dengan 3 taraf meliputi 7; 8; 9 bulan setelah tanam. Variabel pertumbuhan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, indeks luas daun, lebar bukaan stomata, kehijauan daun dan bobot kering brangkasan. Sedangkan variabel hasil yang diamati adalah bobot umbi per hektar, bobot umbi per rimpang/tanaman, dan rendemen pati. Data dianalisis dengan uji F dan apabila ada perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji BNT pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk organik dengan tanpa perlakuan yang dipanen pada umur 9 bulan mampu memberikan hasil bobot umbi per hektar dan bobot umbi per tanaman tertinggi dengan bobot masing-masing 6577,77 kg dan 112,92 gram. Sedangkan rendemen pati tertinggi didapat pada dosis pupuk organik 5 ton/ha yang dipanen pada umur 9 bulan dengan hasil rendemen pati sebesar 7,55%. Pemberian dosis pupuk organik sebesar 15 ton/ha mampu memberikan hasil rerata bobot umbi per hektar tertinggi yaitu 4414,81 kg dan umur panen garut 9 bulan mampu memberikan hasil tertinggi terhadap rerata bobot umbi per hektar sebesar 4623,70 kg, bobot umbi per tanaman sebesar 86,01 gram, dan rendemen pati garut sebesar 6,31%. | This study aims to: 1) determine the proper dose of organic fertilizer to get the highest yield of arrowroot tubers and starch that harvested at different age, 2) determine the proper dose of organic fertilizer to get the highest arrowroot yield, and 3) determine appropriate harvest time to get the highest arrowroot starch. The research was conducted in the department of land estates of Limpakuwus, Sumbang Dictrict, Banyumas Regency and conducted from April 2012 till February 2013. The design used was a randomized block design with two factors and three replications. Ther first factor is the dosage of organic fertilizer (0; 5; 10; 15; 20 tons/ha) and the second factor is the harvesting time (7, 8, 9 months after planting). Growth variabel were observed in this research were plant height, number of tillers, leaf area index, stomata aperture wide, greenish leaves, and dry weight of stover. While the yield variabel is the tuber weight ha-1, tuber weight plant-1, and the yield of arrowroot starch. Data was analyzied by F test and continued to LSD test with 95% trust. The result showed that the organic fertilizer with no treatment that harvested at the age of 9 months after planting gave the highest yield of tuber weight ha-1 and tuber weight plant-1 with each weight is 6.577,77 kg and 112,92 grams. While the highest starch yield is 7,55% obtained at a dose of organic fertilizer 5 tons/ha and 9 months harvesting. Organic fertilizer dose at 15 tons/ha provides the highest average yield of tuber weight ha-1 with 4.418,41 kg and 9 months harvesting provides the highest average yield of tuber weight ha-1 with 4.623,70 kg, tuber weight plant-1 with 86,01 grams, and arrowroot starch with 6,31%. |