Artikelilmiahs

Menampilkan 12.721-12.740 dari 49.594 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
127215721A1L009037PENEKANAN DUA MIKROBA ANTAGONIS TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM GLADIOL DI LOKAWISATA BATURADEN
(Supression of Two Antagonistic Microbes On Gladiolus Fusarium Wilt at Lokawisata Baturaden)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Antagonis yang paling efektif dalam penekanan penyakit layu fusarium gladiol, 2) Pengaruh gabungan dua antagonis terhadap penekanan penyaakit layu fusarium gladiol, dan 3) Adanya pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan Taman Bunga Lokawisata Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada ketinggian tempat 650 meter dpl, dari bulan Juli - Agustus 2012. Rancangan yang digunakan adalah RAK (Rancangan Acak Kelompok) terdiri dari 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan yang dicoba meliputi: Kontrol, Fungisida Benomil 5 %, Trichoderma harzianum, Pseudomonas fluorescens P60, Gabungan T. harzianum dan P. fluorescens P60. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, populasi akhir P. fluorescens P60, T. harzianum, dan F. oxysporum, panjang tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot basah tajuk, bobot basah akar, rasio tajuk, dan pengkelasan dan standar mutu. Hasil penelitian belum menunjukkan penekanan penyakit layu fusarium gladiol yang nyata dari antagonis T. harzianum dan P. fluorescens P60. T. harzianum cenderung lebih efektif menekan penyakit layu fusarium gladiol terhadap intensitas penyakit, masa inkubasi, dan populasi akhir, masing-masing sebesar 79,64 %; 1,08 hsi; dan 6x106 spora/g tanah. Gabungan T. harzianum dan P. fluorescens P60 mampu menekan masa inkubasi, intensitas penyakit, dan populasi akhir patogen masing-masing sebesar 0,93 hsi; 58,38 %; dan 1x107 spora/g tanah. Perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.This research aimed at knowing: 1) the most effective antagonist in controling the disease, 2)the effects of two antagonists on suppression of the disease, and 3) the effect the antagonists on growth and yield. This research was caried out at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, Jeneral Soedriman University and the Lokawisata Flower Garden, Baturaden, Banyumas Regency, Central Java at 650 m above sea level, from July to December 2012. Randomized Block Design was used consisted of 5 treatments and 5 replicates. The treatments tested were: Control, benomil 5%, T. harzianum, P. fluorescens P60, and Combination of T. harzianum and P. fluorescens P60. Variables observed were incubation period, disease intensity,infection rate,number of late population density of both antagonist and pathogen, length plants, number of leaves, fresh and dry weigth shoot, weigth corms with root, classification and quality standart. Result of the research showed that T. harzianum tend to be more effective in suppression igh and dry weight of shoots, fresh weight bulb w of Gladiolus fusarium wilt with the disease intensity, the disease incubation period of pathogen; and late populations of pathogen, each 79,64 %; 1,08 day after inoculation; and 6x106 spores/soil gram. The combinations of T. harzianum and P. fluorescens P60 could suppress the disease incubation period of pathogen to 0,93 day after inoculation; 58,38 %; and 1x107 spores/soil gram. However, the application of treatment has not been able to give significant effect on suppression of disease, growth, and yield.
127225722E1A007083PERAN PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK) DALAM SISTEM TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANGPencucian uang menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap ekonomi negara karena pencucian uang dilakukan pada uang tindak kejahatan seperti perdagangan obat bius, korupsi, penyelundupan senjata, perjudian, penggelapan pajak dan lain-lain. Tindak pidana pencucian pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan yang tidak hanya mengancam mengancam suatu negara tertentu saja, tetapi sudah meluas menjadi ancaman serius bagi seluruh bangsa. Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang merupakan lembaga independen yang berperan dalam pencegahan dan pemberantasan pencucian uang di Indonesia. Selain daripada lembaga Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sistem pembuktian dalam tindak pidana pencucian uang memegang peranan penting. Karena ketentuan-ketentuan dalam hukum acaranya bertujuan untuk memperoleh jaminan maksimal atas kebenaran dan keadilan melalui suatu putusan hakim, didasarkan pada penerapan hukum pembuktian.Money laundering inflict a negative impact on the economy of a country because of money laundering was conducted on the money criminal acts such as trade narcotic,corruption, the smuggling of guns, gambling, tax evasion and others. Money Laundering on virtually is an activity that not only threatening a particular state but has reached a serious threat to the whole nation. Indonesia Financial Transaction Reports and Analysis Center (INTRAC), which is an independent institution that will play a role in the prevention and fight against money laundering in Indonesia. Aside from the Financial institution of Indonesia Transaction Reports and Analysis Center (with INTRAC), a system of proof in money laundering plays an important role. Because of the provisions contained in the law the show ' s aims to obtain maximum security for the truth and justice through an award judge, proof based on the rule of law.
127235725A1H009020KETAHANAN MUTU DAUN BAWANG (Allium Fistulosum L.) KERING MENGGUNAKAN KEMASAN ALUMUNIUM FOIL DAN POLYPROPHYLENE SELAMA PENYIMPANAN
Daun bawang (Allium Fistulosum L. ) merupakan tanaman yang termasuk jenis sayuran daun karena berbentuk rumput dengan struktur tubuh yang terdiri dari akar, batang semu dan daun. Salah satu upaya penanganan pascapanen untuk memperpanjang umur simpan yaitu melalui proses pengeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar air daun bawang selama pengeringan, mutu daun bawang kering dengan kemasan polyprophylene dan alumunium foil selama penyimpanan dan nilai kesukaan terhadap daun bawang kering sebelum dan setelah penyimpanan. Daun bawang segar dipotong 5-10 mm kemudian dikeringkan menggunakan pengering kabinet pada suhu 50°C lalu dikemas menggunakan alumunium foil ketebalan 0,2 mm, PP ketebalan 0,12 mm dan PP ketebalan 0,05 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan menggunakan pengering kabinet pada suhu 50°C memerlukan waktu 9,5 jam dengan kadar air mencapai 6,05%. Model matematik perubahan kadar air selama pengeringan adalah Mt = Me + (Mo – Me) exp (-0,8178t) dengan error rata-rata 13,72%. Kadar air akhir penyimpanan daun bawang kering kemasan paling baik (alumunium foil 0,2 mm) yaitu 6,67%, persamaan model matematik At = A0 exp (0,0034t) dengan error rata-rata 2,7%. Untuk nilai warna L di akhir penyimpanan sebesar 15,5; persamaan model matematiknya yaitu At = A0 exp (-0,0019t) dengan error rata-rata 0,4%; nilai akhir a sebesar -2,7 model matematiknya yaitu At = A0 exp (-0,008t) dengan error rata-rata 1,3% dan nilai akhir b sebesar -1,9 model matematiknya yaitu At = A0 exp (0,0039t) dengan error rata-rata 0%. Kandungan abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, karbohidrat dan kalori daun bawang setelah dikeringkan berturut-turut sebesar 9,67%; 24,44%; 5,21%; 16,01%; 38,62% dan 2932,55 kal/gram dan setelah penyimpanan 20 hari sebesar 9,63%; 24,24%; 5,12%; 15,97%; 38,37% dan 2902,17 kal/gram. Daun bawang kering kemasan alumunium foil 0,2 mm masih disukai panelis sedangkan kemasan PP 0,12 mm dan PP 0,05 mm tidak disukai panelis di akhir penyimpanan. Prediksi umur simpan alumunium foil 0,2 mm menggunakan acuan kadar air maksimum sebesar 13% yaitu selama 225 hari.Green onion (Allium Fistulosum L.) is a plant that belongs to the type of leaf vegetables because the body structure are consists of a pseudo root, stem and leaf. One of the harvest handling effort to extend the shelf life of vegetables is drying process. This research aimed to know the change of green onion moisture content during drying, the quality of dried green onion packaged with alumunium foil and polyprophylene during storage and preferences score of green onion before and after storage by tester. Fresh green onion was cut 5-10 mm then dried using cabinet dryer at temperature 50°C and then packaged with aluminum foil thickness 0,2 mm, PP thickness 0,12 mm and PP thickness 0,05 mm. The result showed that drying used cabinet dryer at temperature 50°C took 9,5 hours until the moisture content reached 6,05%. Mathematical model of moisture content changes during the drying was Mt = Me + (Mo – Me) exp(-0,8178t) with an average error rate 13,72%. The final moisture content of dried green onion storage best packaging (alumunium foil 0,2 mm) was 6,67%, mathematical models At = A0 exp (0,0034 t) with an average error rate 2,7%. The value of L at the end of storage was 15,5; mathematical models At = A0 exp (-0, 0019t with an average error rate 0,4%, for a was -2,7; mathematical models At = A0 exp (-0,008t) with an average error rate 1,3% and b was -1,9; mathematical models At = A0 exp (-0,0039t) with an average error rate 0%. The content of ash, protein, fat, fiber, carbohydrates and gross energy of green onion after dried were 9,67%; 24,44%; 5,21%; 16,01%; 38,62% and 2902,17 cal/gram and after 20 days storage were 9,63%; 24,24%; 5,12%; 15,97%; 38,37% and 2902,17 cal/gram. Dried green onion packaged with alumunium foil 0,2 mm was still liked by tester but dried green onion packaged with PP 0,12 mm and 0,05 mm were disliked by tester at the end of storage. Shelf life prediction alumunium foil 0,2 mm with maximum moisture content 13% was for 225 days.
1272423488C1K014011CUSTOMER SATISFACTION AS MODERATING VARIABLE OF INDIHOME CUSTOMERS LOYALTYInternet merupakan suatu aspek yang sudah menjadi satu dalam kegiatan masyarakat Indonesia sehari – hari, tak terkecuali di Purwokerto. Hampir semua aktifitas melibatkan bantuan internet di dalamnya. Hal ini didukung oleh PT Telkom selaku penyedia layanan internet terbesar di Indonesia untuk memudahkan masyarakat mendapatkan akses internet dengan produknya yaitu Indihome. Belakangan ini, muncul pesaing yang cukup mengancam eksistensi Telkom selaku penyedia layanan internet di Purwokerto, yaitu Biznet. Oleh karena itu, PT Telkom perlu memeriksa factor apa yang membuat konsumen Indihome menjadi loyal. Berdasarkan permasalahan diatas, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis komponen dari perceived product quality (persepsi kualitas produk), perceived service quality (persepsi kualitas layanan), perceived value (persepsi nilai), dan perceived price (persepsi harga) terhadap customer loyalty (loyalitas konsumen) yang dimediasi oleh customer satisfaction (kepuasan konsumen). Metodologi penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survei. Sampel untuk penelitian ini sebanyak 155 orang yang dipilih melalui teknik convenience sampling yang berasal dari teknik sampling non probability. Sampel berasal dari pengguna internet Indihome yang berada di Purwokerto. Software yang digunakan untuk menganalisis data adalah software statistic SPSS dan AMOS.The internet is an aspect that has become one in the daily activities of Indonesian society, even in Purwokerto. Almost all activities involve the help of the internet in it. This is supported by PT Telkom as the largest internet service provider in Indonesia to facilitate the society to get internet access with its products, Indihome. Lately, a competitor is emerging which threatens the existence of PT Telkom as an internet service provider in Purwokerto, which is Biznet. Therefore, PT Telkom needs to examine what factors that make Indihome's customers loyal. Based on the problems above, this study was conducted to analyze the components of perceived product quality, perceived service quality, perceived value, and perceived price to the customer loyalty, mediated by customer satisfaction. The research methodology used for this study is a case study with survey research methods. The sample for this study were 155 people selected through convenience sampling technique derived from non-probability sampling technique. The sample comes from Indihome internet users in Purwokerto. The software used to analyze data is SPSS and AMOS statistical software.
127255742E1A009089PEMBERIAN BANTUAN HUKUM KEPADA KORBAN TINDAK PIDANA (Studi Terhadap Implementasi Kewajiban Advokat Menurut Pasal 22 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 di Wilayah Kota Semarang dan Surakarta)Korban dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia merupakan pihak yang lemah. Kedudukan korban dalam Sistem Peradilan Pidana hanya sebagai pelengkap dalam suatu proses peradilan. Hal ini di sebabkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana lebih berorientasi kepada kepentingan pelaku daripada korban. Advokat sebagai officium nobile mempunyai kewajiban untuk memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis prosedur pemberian bantuan hukum oleh advokat kepada korban di wilayah kota Semarang dan Surakarta dan mengetahui dan menganalisis kendala advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada korban tindak pidana.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di dua kota yaitu Semarang dan Surakarta. Metode Pengambilan informan dengan menggunakan Purposive Sampling dengan criterian based selection dan metode analisis data secara kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pemberian bantuan hukum kepada korban tindak pidana sudah diberikan tetapi belum maksimal dikarenakan peraturan perundang-undangan yang lebih condong melindungi hak-hak tersangka/terdakwa dibandingkan hak-hak korban.

Victim in Indonesian Criminal Justice System is one of weak parties. The position of victim in Criminal Justice System is only as complement of justice process. That’s problem is caused by Law Act Number 8 Year 1981 about criminal procedural law that has more orientation to the doer interest than the victim interest. Advocate as officium nobile has a duty to give free law assistance.
The Purpose of this research is to know and analyze about procedure of law assistance giving from advocate to victim in Semarang and Surakarta area and to know and analyze the obstacle of advocate in law assistance giving toward criminal victim.
Approaching method that used in this research was socio-juridical and the specification of this research was descriptive research. The Informant taking method with used Purposive Sampling with criterian based selection and data analyze method used qualitative method.

Based on the result of research, that law assistance giving toward criminal victim had given but it was not maximize enough. It was because the laws are more tend to protect the right of suspect/defendant than the right of victim.
127265924H1H007026PEMANFAATAN TEPUNG KULIT UMBI SINGKONG TERFERMENTASI SEBAGAI SUBTITUSI SUMBER ENERGI BAHAN PAKAN PADA PERTUMBUHAN DAN SINTASAN NILA MERAH (Oreochromis spp.)
Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Tepung Kulit Umbi Singkong Terfermentasi Sebagai Subtitusi Sumber Energi Bahan Pakan pada Pertumbuhan dan Sintasan Nila Merah (Oreocromis spp.) dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2013 di Laboratorium Nutrisi dan Manajemen Pakan Ikan Jurusan Perikanan dan Kelautan, Unsoed. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan tepung kulit umbi singkong terfermentasi subagai subtitusi sumber energi bahan pakan pada pertumbuhan, sintasan, konversi pakan Nila dan mengetahui tingkat subtitusi terbaik. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 4 perlakuan, yaitu pemberian kulit umbi kayu terfermentasi dalam pakan sebesar P1(0%), P2 (5%), P3 (10%), P5 (15%). Setiap perlakuan diulang 3 kali. Variabel meliputi pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, sintasan dan rasio konversi pakan. Hasil laju pertumbuhan mutlak berkisar 3,280-4,640 g, laju pertumbuhan harian 0,117-0,167 g/hari, laju pertumbuhan spesifik 6,979-8,256%/hari, konversi pakan 2,600-3,060, sintasan 53,067-70,075%. Laju pertumbuhan spesifik yang paling tinggi adalah P4 sebesar 8,260 %/hari. Kesimpulannya adalah pemberian tepung kulit umbi singkong terfermentasi pada pakan memberikan nilai yang tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan harian, konversi pakan dan sintasan namun memberika hasil yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik.A research entitled Utilization of Fermented Cassava Flour Crust as Energy Source Subtances to Substitute Feed for Growth and Survival of Red Tilapia (Oreocromis spp.), was conducted in February-March 2013 in Fish Nutrition and Feed Management Laboratory of Fisheries and Marine Resources Department of Unsoed. The research aimed to examine use of fermented cassava flour crust to substitute feed for growth, survival, feed conversion ratio of Red Tilapia. An experimental method was used with completely randomized design applying four treatments, namely providing wood tuber skin fermented in feed for P1 (0%), P2 (5%), P3 (10%), P5 (15%), in triplicate each. Variables were growth, survival and feed conversion ratio. Absolute growth rate ranged 3.280-4.640 g, daily growth rate from 0.117-0.167 g/day, specific growth rate from 6.979-8.256%/day, feed conversion rate from 2.600-3.060, survival rate from 53.067-70.075%. Specific growth rate was higher in P4 i.e. 8.260%/day. In conclusion, fermented cassava flour crust as artificial feed did not affect survival, growth, and feed convertion rates, affected significantly specific growth rate.
127275953A1L109007PENGARUH MODIFIKASI SUHU DAERAH PERAKARAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH KENTANG KULTIVAR GRANOLA DI DATARAN MEDIUM DENGAN SISTEM AEROPONIK DAN HIDROPONIK SUBSTRATPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suhu daerah perakaran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang di dataran medium, dan membandingkan sistem hidroponik terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di screen house di Desa Karangmangu, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas, dari bulan Agustus sampai Oktober 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, suhu pendinginan nutrisi 15 °C, suhu pendinginan nutrisi 19 °C, dan suhu pendinginan nutrisi 24 °C. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar terpanjang, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar dan kering akar, jumlah dan bobot umbi per tanaman, serta diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rata-rata harian larutan nutrisi perlakuan kontrol dan suhu pendinginan nutrisi 24 °C lebih tinggi 0,9 °C dibandingkan suhu daerah perakaran, sedangkan suhu rata-rata harian larutan nutrisi 15 dan 19 °C lebih rendah berturut-turut sebesar 4,3 dan 1,7 °C dibandingkan suhu daerah perakaran. Perlakuan untuk mendapatkan jumlah umbi terbanyak adalah sistem aeroponik tanpa pendinginan (kontrol) dengan rata-rata jumlah umbi sebesar 4,63 knol umbi/tanaman. Sistem aeroponik menghasilkan jumlah umbi per tanaman lebih banyak daripada sistem hidroponik substrat. Secara umum, pertumbuhan dan hasil benih kentang terbaik pada sistem aeroponik suhu pendinginan larutan nutrisi 19 °C dengan rata-rata jumlah umbi sebesar 4,37 knol umbi/tanaman.Research was aimed to get the best root-zone temperature on growth and yield of seed potatoes in medium altitude, and compare the hydroponic system on growth and yield of seed potatoes in medium altitude. The Research was conducted in the screen house at Karangmangu Village, Baturaden District, Banyumas Regency, started from August to October 2012. Randomized Block Design (RBD) was used with four treatments and three replicates. The treatments tested were control, nutrient cooling temperature of 15 °C, nutrient cooling temperature of 19 °C, and nutrient cooling temperature of 24 °C. The variable observed were crop height, number of leaves, the longest root length, fresh and dry weight of crop, fresh and dry weight of root, number and weight of tubers per crop, and tubers diameter. The result of the research showed that the average daily temperature of nutrient solution in the control treatment and nutrient cooling temperature of 24 °C is higher at 0.9 °C than the root-zone temperature, while the average daily temperature of the nutrient solution 15 and 19 ° C is lower at 4.3 and 1.7 °C continuously compared to the root-zone temperature. The treatment obtained the highest number of tubers is aeroponic system without cooling (control) with an average number of 4.63 knol tubers/crop. Aeroponic system produced the number of tubers per crop higher than hydroponic substrate system. In general, the growth and yield of the best seed potatoes is aeroponic system nutrient cooling temperature of 19 °C with an average number of 4.37 knol tubers/crop.
127285965E1A008218PERAN NEGARA DALAM MENANGGULANGI KEMISKINAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIALIndonesia sebagai negara yang merdeka serta berdaulat mempunyai tujuan negara yang dalam menjalankan pemerintahannya negara harus tunduk pada apa yang telah dicita-citakan dan di sepakati bersama dalam konstitusi. Salah satunya adalah memajukan kesejahteraan umum. Kenyataan tentang masih adanya kemiskinan yang telihat dalam penyelenggaran negara di Indonesia menunjukkan bahwa belum meyeluruhnya kesejahteraan ada bagi tiap warga negara.
Keberadaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial merupakan payung hukum bagi pemerintah dalam upaya menjalankan tanggung jawabnya dan melaksanakan tiap-tiap ketentuan yang ada didalamnya agar salah satu amanat konstitusi yaitu majunya kesejahteraan umum, benar-benar tercapai dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Pengaturan mengenai penyelenggaraan kesejahteraan sosial dengan melaksanakan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial dan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin merupakan peran negara yang harus dilakukan dalam penanggulangan kemiskinan.
Kemiskinan yang merupakan permasalahan krusial di Indonesia, dalam penanggulangannya memerlukan sinergisitas pelaksanaan peran dari beberapa pihak diantaranya masyarakat. Pemerintah selaku penyelenggara juga berkewajiban untuk mendukung semua pihak dalam tiap upaya penyelenggaraan kesejahteraan sosial, agar kemiskinan secara nyata dapat tertanggulangi. Untuk hal tersebut pembinaan serta pengawan dari pemerintah mutlak adanya agar mutu penyelenggaraan kesejahteraan sosial akan lebih terarah.
Indonesia as independent country and sovereign has aimed state in running his reign state to be subject to what has been expected and agreed on together in the constitution. One of them is advancing the public welfare. The reality of the poverty look in the state in indonesia show that is not yet overall welfare for every citizen.
The existence of Act No. 11 of 2009 About social welfare an umbrella law for the Government in an effort to run and execute the responsibilities of each of the existing provisions in it to one of the constitutional mandate that the advance of general well-being, really accomplished in the life of a country in Indonesia. Arrangement on the implementation of social welfare with an implement social rehabilitation, social security, social empowerment and social protection for the poor is the role of the state must be done in poverty alleviation.
Poverty is crucial problem in indonesia in alleviation requires synergy the implementation of the role of several parties such as the public. Government as organizers also are obligated to support all parties in each of the social welfare organization of the effort, so that poverty can be significantly alleviation. For that stuff guidance and supervision of a government absolute the to the quality of the implementation of social welfare will be directed.
127295728E1A008172UPAYA HUKUM KASASI TERHADAP PUTUSAN BEBAS TIDAK MURNI DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN
(Tinjauan Yuridis Putusan No: 653 K/Pid/2011)
ABSTRAK
Putusan merupakan hal vital dalam suatu persidangan. Putusan yang dihasilkan oleh Majelis Hakim terdiri dari putusan bebas, putusan lepas dari segala tuntutan hukum, dan putusan pemidanaan. Putusan-putusan tersebut dapat dimintakan upaya hukum. Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana putusan-putusan tersebut ada yang tidak dapat dimintakan upaya hukum. Namun pada prakteknya, putusan terhadap putusan bebas yang tercantum dalam KUHAP tidak dapat dimintakan upaya hukum, akan tetapi dengan adanya Yurisprudensi konstan dari Mahkamah Agung Reg. No. 275 K/Pid/1983 menyatakan bahwa, tidak bisa diajukan upaya hukum terhadap putusan bebas, dan masih membuka untuk pemeriksaan dalam tingkat kasasi terhadap putusan bebas tidak murni.
Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor : 653 K/Pid/2011, terdakwa Rasmiah alias Rasminah telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian sesuai Pasal 362 KUHP tentang Pencurian. Pertimbangan hukum hakim yang digunakan adalah dengan menggunakan sistem pembuktian menurut undang – undang secara negatif, dimana terdakwa Rasmiah alias Rasminah telah terbukti melakukan tindak pidana pencurian karena judex facti Pengadilan Negeri Tangerang hanya mendengarkan kesaksian Terdakwa dan tidak mempertimbangkan keterangan saksi korban dan terdakwa, sehingga Putusan Negeri Tangerang No. 775/Pid.B/2010/PN.TNG tanggal 22 Desember 2010 tidak dapat dipertahankan lagi. Oleh karena itu harus dibatalkan dan Mahkamah Agung akan mengadili sendiri perkara tersebut.


Kata Kunci : Upaya Hukum Kasasi, Putusan Bebas, Pencurian

ABSTRACT
Decisions are vital for a trial. The decision generated by the panel of judges consisting of independent judgment, decision free from all charges, and sentencing decisions. Decisions can be requested remedy. According to the Code of Criminal Procedure Code there are decisions that can not be requested remedy. However, in practice, the verdict against acquittal listed in the Code of Criminal Procedure shall not be legal effort, but with the constant jurisprudence of the Supreme Court Reg. No. K/Pid/1983 275 states that no legal action can be filed against the acquittal, and is still open to examination in appeal against acquittal is not pure.
Based on Supreme Court Decision No. 653 K/Pid/2011, defendant Rasmiah a.k.a Rasminah has been proven legally and convincingly of a crime of theft under Article 362 of the Criminal Code Theft. Legal reasoning of judges is to use the system according to the law of evidence - legislation negatively, where the defendant has been proven Rasmiah a.k.a Rasminah crime of theft because of Judex facti just listen to the Tangerang District Court did not consider the testimony of the defendant and the victim and the defendant's testimony, so the decision of State No. Tangerang. 775/Pid.B/2010/PN.TNG dated December 22, 2010 can not be sustained anymore. Therefore it should be canceled and Suprme Court will hear the case itself.

Key words: Cassation, Acquittal, Theft

127305714D1E009199INDEKS ERITROSIT PADA ITIK BETINA TEGAL, MOJOSARI DAN MAGELANG YANG PAKANNYA DI SUPLEMENTASI PROBIOTIK DENGAN LEVEL YANG BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara level probiotik dan jenis itik terhadap MCV, MCH dan MCHC darah itik. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 10 Desember 2012 sampai 19 Januari 2013 di Desa Dukuhwaluh, Kec. Kembaran, Kab. Banyumas. Analisis kadar Mean Corpuscullar Volume (MCV), Mean Corpuscullar Hemoglobin (MCH) dan Mean Corpuscullar Hemoglobin Concentration (MCHC) darah itik dilakukan di Laboratorium Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Metode penelitian yang dilakukan adalah experimental. Analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3x3. Materi penelitian menggunakan itik betina lokal (Tegal, Mojosari dan Magelang) umur 22 minggu (periode produksi) sebanyak 81 ekor itik betina. Peubah yang diamati adalah kadar MCV, MCH dan MCHC darah itik. Rataan hasil penelitian kadar MCV tertinggi pada perlakuan itik Mojosari dengan 3 gr probiotik/ kg pakan (142.040 μ3/ fL dan terendah pada itik Mojosari dengan 6 gr probiotik/ kg pakan (127.290 μ3/ fL). MCH tertinggi pada perlakuan itik Mojosari dengan 3 gr probiotik/ kg pakan (40.667 μμg/ pg) dan terendah itik Magelang dengan 0 gr probiotik/ kg pakan (25.773 μμg/ pg). MCHC tertinggi pada perlakuan itik Mojosari dengan 3 gr probiotik/ kg pakan (28.513 %) dan terendah itik Magelang dengan 0 gr probiotik/ kg pakan (20.067 %).
Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa bangsa itik betina (Tegal, Mojosari dan Magelang) tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar MCV, MCH dan MCHC darah itik. Sedangkan pemberian level probiotik berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap MCH dan MCHC, namun tidak berpengaruh nyata pada MCV.
The aim of this study was to determine the level of interaction effect between probiotics and ducks species on MCV, MCH and MCHC in duck blood. This study was conducted from December 10, 2012 to January 19, 2013 in Dukuhwaluh Village, Kembaran Regency, Banyumas District. Analysis of Mean Corpuscullar Volume (MCV), Mean Corpuscullar Hemoglobin (MCH) and Mean Corpuscullar Hemoglobin Concentration (MCHC) levels in duck blood performed at the Clinical Pathology Laboratory, Veterinary Faculty, Gadjah Mada University, Yogyakarta.
The method of this research was experimental. The data ware analyzed using completely randomized design, 3x3 Factorial. The research materials were 81 local female ducks (Tegal, Mojosari and Magelang) at 22 weeksof age (production period). The variables measured were the levels of MCV, MCH and MCHC of duck blood. The highest mean of MCV levels was resulted from Mojosari ducks fed with 3 gr of probiotic/ kg of fed (142.040 μ3/ fL) and Mojosari ducks fed 6 gr of probiotic/ kg of fed was the lowest (127.290 μ3/ fL). The highest MCH was Mojosari ducks fed with 3 gr of probiotic/ kg of fed (40.667 μμg/ pg) and the lowest was Magelang ducks fed with 0 gr of probiotic/ kg of fed (25.773 μμg/ pg). The highest MCHC was Mojosari ducks fed with 3 gr of probiotic/ kg of fed (28.513 % ) and the lowest was Magelang ducks fed with 0 gr of probiotic/ kg of fed (20.067 % ).
The Analysis of variance showed that the duck species not significantly (P> 0.05) affected the levels of MCV, MCH and MCHC of duck blood. While the level of probiotic addition significantly affected (P <0.05) the MCH and MCHC, but it had no significant effect on MCV.
127315729E1A009185PEMBATASAN KEBEBASAN BEREKSPRESI (Studi tentang Wewenang Lembaga Sensor Film berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman)Perfilman nasional tidak dapat dipisahkan dengan peran lembaga yang melaksanakan tugas sebagai pembatas kebebasan berekspresi film-film. Pengaruh yang ditimbulkan oleh film tidak hanya pengaruh yang menuju ke arah positif, tetapi juga menuju ke arah yang negatif. Dibentuknya Undang-Undang No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, telah mengubah tata cara sensor film dari peraturan sebelumnya. Dalam penghilangan adegan didalam film saat ini telah diberlakukan penyensoran yang dilakukan oleh pemilik film setelah film tersebut diteliti oleh LSF. Namun, oleh berbagai pihak yang bergelut dalam industri film hal tersebut masih dianggap tidak merubah apapun dalam proses sensor film di Indonesia. Peraturan tersebut justru membuat para pihak dalam industri film mengalami pembatasan dalam kebebasannya untuk berekspresi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kebebasan berekspresi berdasarkan Undang-Undang No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman serta untuk menganalisis wewenang Lembaga Sensor Film dalam melaksanakan pembatasan kebebasan berekspresi berdasarkan Undang-Undang No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan historis. Hasil Penlitian ini menunjukan bahwa fungsi, tugas, dan wewenang Lembaga Sensor Film sangat penting bagi Negara. Melalui pengawasan kebudayaan dalam perfilman, LSF berperan sebagai lembaga yang terus menjaga dan melestarikan budaya bangsa, menjaga nama baik bangsa serta membuktikan adanya jati diri bangsa Indonesia.National film can not be separated from the role of institutions that carry out the task of limiting freedom of expression as movies. The effect caused by the influence of the film not only toward the positive, but also negative toward. The establishment of Undang-undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, has changed the procedures of film censorship laws previously. In the removal of a scene in the film has now imposed censorship by the owners of the film after the film was investigated by Lembaga Sensor Film. However, by the various parties who are struggling in the film industry it is still considered not change anything in the process of film censorship in Indonesia. The regulation makes the parties in the film industry faced limitations in the freedom of expression. The purpose of this study was to analyze the expression based on Undang-undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman as well as to analyze the Film Censorship Board authority to implement restrictions on freedom of expression under Undang-undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Research methods used in this study is normative juridical approach to legislation and historical approach. The results of this study to show that the functions, duties, and powers of the Lembaga Sensor Film is very important for the country. Through surveillance cultures in film, Lembaga Sensor Film role as an institution that continues to maintain and preserve the national culture, maintain the good name of the nation and prove the identity of Indonesia.
127325731F1B009014KUALITAS PELAYANAN PROGRAM LISTRIK PRABAYAR
(STUDI TENTANG INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) PELANGGAN PRABAYAR DI PT PLN (PERSERO)
RAYON PURWOKERTO KOTA)
Listrik merupakan sumber energi yang berperan penting bagi kehidupan masyarakat dan dikuasai oleh negara. PT PLN (Persero) Rayon Purwokerto Kota sebagai badan usaha milik negara bertanggung jawab dalam pemenuhan listrik di wilayah Purwokerto yang pemenuhannya dilakukan melalui program listrik prabayar dan penelitian ini mengungkapkan tingkat kepuasan pelanggan listrik prabayar di wilayah Purwokerto.
Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampelnya adalah multistage sampling (sampel bertahap). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Sasaran penelitian ini adalah pelanggan listrik prabayar di PT PLN (Persero) Rayon Purwokerto Kota yang dikelompokkan menjadi 3 golongan yaitu rumah tangga, bisnis, dan sosial. Teknik pengolahan data mengacu kepada Kep.Men.PAN Nomer 25 tahun 2004.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan program listrik prabayar di PT PLN (Persero) Rayon Purwokerto Kota adalah BAIK yaitu sebesar 69.25. Nilai indeks kepuasan pelanggan listrik prabayar golongan rumah tangga yaitu sebesar 69.50 dengan nilai B yang berarti baik, nilai indeks kepuasan pelanggan listrik prabayar golongan bisnis yaitu sebesar 69.25 dengan nilai B yang berarti baik, dan nilai indeks kepuasan pelanggan listrik prabayar golongan sosial yaitu sebesar 66.50 dengan nilai B yang berarti baik.
Electricity is an important source of energy for social life and controlled by the country. PT PLN (Persero) Purwokerto Kota District as a state-owned business that has responsibility to fulfil the electricity in Purwokerto which the fulfilment of it through the program of prepaid electricity and this research states satisfaction level of the customer prepaid electricity in Purwokerto area.
This research method is quantitative descriptive. The technique of taking sample is multistage sampling (gradual sampling). The method of collecting data that used in this researchs is questioner, observation, and documentation. The research target is the customers of prepaid electricity in PT PLN (Persero) Purwokerto Kota District are classified into three, household, business, and social. The technique of processing data refers to Kep.Men.PAN number 25, 2004.
According to the result of this reserach, the quality of prepaid electricity service program in PT. PLN (Persero) Purwokerto Kota District is GOOD. It is about 69.25. Index values of customer’s satisfaction of prepaid electricity for household is 69.50 with the grade B or good, index values of customer’s satisfaction of prepaid electricity for business is 69.25 with the grade B or good, and index values of customer’s satisfaction of prepaid electricity for social is 66.50 with the grade B or good.

127335732I1B006005PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN KARET BAN SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGRAT KASAR TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETON. Indonesia memiliki potensi cukup besar untuk memanfaatkan serat yang diperoleh dari sampah organik pertanian berupa abu sekam padi dan dapat menggunakan limbah anorganik berupa limbah karet ban sebagai bahan substitusi beton.Bahan substitusi merupakan bahan yang dapat menggantikan material beton baik itu agregat halus, agregat kasar maupun semen.
Penelitian eksperimen dilakukan dengan membuat 24 benda uji yang dicor dengan bahan tambah berupa abu sekam padi dan karet ban sebagai substitusi agregrat kasar. Variasi abu sekam padiyang digunakan untuk bahan tambah adalah 0%, 10%, 20% dan 30% dan Variasi karet ban sebagai bahan substitusi adalah 0% dan 20% dengan ukuran sisi karet ban 15 mm.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi dan karet ban sebagai substitusi agregrat kasar menghasilkan kuat tekan rerata berturut-turut sebesar 7,67 MPa, 6,67 MPa, dan 2,83 MPa pada 28 hari. Nilai modulus elastisitas rerata pada umur 28 hari pengaruh abu sekam padi dan karet ban yaitu berturut-turut sebesar 15599,52MPa; 12789,58 MPa; 11318,36 MPa; dan 6227,46 MPa.Dapat disimpulkan bahwa hasil nilai kuat tekan beton rerata pengaruh abu sekam padi dan substitusi karet ban memiliki kuat tekan rerata kurang dari 17,5 MPa sehingga beton yang dihasilkan tidak bisa digunakan untuk beton struktural dan menghasilkan modulus elastisitas beton rendah.

Indonesia has considerable potential to utilize fibers obtained from agricultural organic waste such as rice husk ash and can use inorganic waste such as waste tire rubber as a substitute material of concrete. Materials substitution is a material that can replace concrete material either fine aggregate, coarse aggregate and cement.
Experimental research carried out by making 24 specimens casted with added ingredients such as rice husk ash and rubber tires as a substitute for coarse aggregate. Variation of rice husk ash which is used for the added material was 0%, 10%, 20% and 30% and Variations tire rubber as a material substitution is 0% and 20% with a size of 15 mm side tire rubber.
These results indicate that the optimum use of rice husk ash by 10%. The addition of rice husk ash and aggregate substitute rugged rubber tires to produce an average compressive strength of 7.67 MPa, 6.67 MPa, and 2.83 MPa at 28 days. Mean value of the modulus of elasticity at 28 days the effect of rice husk ash and rubber tires are, respectively for 15599.52 MPa; 12789.58 MPa; 11318.36 MPa, and 6227.46 MPa. It can be concluded that the results of the mean value of concrete compressive strength and the influence of rice husk ash substitution of rubber tires have an average compressive strength of less than 17.5 MPa so that the resulting concrete can not be used for structural concrete and produce a low modulus of elasticity of concrete.
127345733B1J008018PENGARUH KONSENTRASI PUPUK EKSTRAK Marsilea crenata TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROALGA Spirulina platensis
PADA KULTUR SKALA SEMI MASSAL
Spirulina platensis merupakan mikroalga yang dikelompokkan dalam divisi Cyanophyta. S. platensis dimanfaatkan sebagai pakan alami larva ikan dan udang. Pertumbuhan S. platensis pada media kultur membutuhkan unsur hara makro dan mikro dalam jumlah yang cukup. Penggunaan pupuk anorganik, seperti ZA, TSP, urea, EDTA, dan FeCl3 pada kultur Spirulina secara terus menerus dapat membahayakan organisme pemangsanya. Pemanfaatan Marsilea crenata sebagai pupuk pada kultur S. platensis dapat menjadi alternatif pupuk organik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk ekstrak M. crenata terhadap pertumbuhan S. platensis pada kultur skala semi massal dan menentukan konsentrasi yang dapat meningkatkan pertumbuhan tertinggi S. platensis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang dicobakan yaitu pemberian pupuk ekstrak M. crenata pada konsentrasi yang berbeda sebesar 0 (kontrol), 100, 300, 500, 700, dan 900 ppm dengan 3 kali ulangan. Parameter utama yang diukur adalah kepadatan S. platensis, sedangkan parameter pendukungnya adalah suhu, pH, salinitas, intensitas cahaya, kandungan Nitrat, Fosfat, dan Kalium pupuk ekstrak M. crenata. Hasil penelitian menunjukkan, pertumbuhan S. platensis pada kultur skala semi massal semakin meningkat seiring dengan pemberian pupuk ekstrak Marsilea crenata dari konsentrasi rendah ( 0 ppm) hingga konsentrasi tertinggi (900 ppm). Pupuk ekstrak M. crenata konsentrasi 900 ppm menghasilkan pertumbuhan paling tinggi dengan kepadatan rata-rata 3246 sel/ml pada hari ke enam setelah inokulasi.Spirulina platensis is microalgae that grouped in Cyanophyta. It utilized as natural feed to the fish larvae and shrimp. It growth at culture media needs macro and micro nutrients in sufficient amount. Inorganic fertilizer utilized like ZA, TSP, urea, EDTA, and FeCl3 on Spirulina culture continually could harm to the predators. The extract Marsilea crenata as fertilizer on S. platensis culture could be an alternative organic fertilizer. The purposed of this study were to know the effect of different concentration extract M. crenata fertilizer to the growth microalgae S. platensis in semi mass culture, and determined which concentration that could increase S. platensis growth at maximal. This study used experimental method with completely random sampling, there were 6 concentrations (0, 100, 300, 500, 700, and 900 ppm) with 3 replication. Main parameter measured was S. platensis density, while the support parameter were temperature, pH, salinity, light intensity, Nitrate, phosphate, and potassium in extract M. crenata fertilizer. The result showed that the growth of S. platensis could be increased significantly along with concentration extract M. crenata fertilizer that given from low concentration (0 ppm) until the highest concentration (900 ppm). The concentration of extract M. crenata fertilizer at 900 ppm produced the highest density with the average 3246 cell/ ml at sixth day after the inoculation.
127355734B1J008062PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI Eucheuma cottonii MENGGUNAKAN SISTEM WARING
DENGAN BOBOT AWAL BERBEDA DI PERAIRAN PANDANSARI BREBES.
Peningkatan produksi rumput laut dapat dilakukan dengan budidaya yang tepat disesuaikan dengan
lahan budidaya. Penggunaan sistem waring dan bobot awal yang tepat akan menghasilkan produksi rumput
laut yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem waring dan bobot awal yang
menghasilkan pertumbuhan dan produksi rumput laut Eucheuma cottonii tertinggi di perairan Pandansari,
Brebes. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan dasar Rancangan Acak
Kelompok (RAK) pola Split Plot dengan ulangan sebanyak tiga kali. Perlakuan-perlakuan yang dicobakan
adalah sistem waring sebagai main plot yang terdiri dari waring rakit terbuka dan waring rakit tertutup,
sebagai subplotnya adalah bobot awal yaitu 75 g, 100 g dan 125 g. Parameter utama yang diamati adalah
bobot rumput laut Eucheuma cottonii, sedangkan parameter pendukung adalah suhu, salinitas dan pH. Data
pertumbuhan dan produksi basah Eucheuma cottonii dianalisis dengan menggunakan Uji F, untuk
mengetahui pengaruh faktor yang dicobakan, dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) untuk
mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penggunaan sistem
waring dan bobot awal yang berbeda menghasilkan pertumbuhan Eucheuma cottonii yang berbeda pada
umur 10 hst, 20 hst, 30 hst dan 40 hst serta produksi basah yang berbeda pula. Perlakuan menggunakan
sistem waring rakit tertutup dengan bobot awal 100 g menghasilkan pertumbuhan Eucheuma cottonii
tertinggi yaitu sebesar 6,867 g/hari dan produksi basah tertinggi yaitu sebesar 1452,7 g/m2.
Increase seaweed production can be done with proper cultivation adapted to cultivation. Waring
system usage and appropriate initial weights will result in higher production of seaweed. This study aims to
determine the initial weight waring systems that generate growth and production of the highest cottonii
Eucheuma seaweed in the waters Pandansari, Bradford. This study used an experimental method with the
basic design of randomized block design (RBD) Plot pattern Split with repeated three times. Treatments
were tested was waring system as the main plot consisting of open and waring waring raft raft covered, as
subplotnya is the initial weight of 75 g, 100 g and 125 g. The main parameters measured were weight
Eucheuma seaweed cottonii, while supporting parameters are temperature, salinity and pH. Data growth and
production of wet Eucheuma cottonii analyzed using the F test, to determine the effect of factors is tested,
and the test continued with Least Significant Difference (LSD) to determine differences between treatments.
The results showed that the use of the system early waring different weights produce different cottonii
Eucheuma growth at 10 dap, 20 dap, 30 dap and 40 dap and production of different wet. The treatment uses
a closed system with a raft waring initial weight 100 g Eucheuma cottonii generate the highest growth in the
amount of 6.867 g / day and the highest wet production of 1452.7 g/m2.
127365735E1A008045TINDAK PIDANA DENGAN TIDAK BERHAK SENGAJA ATAU MEMBERI KESEMPATAN MAIN JUDI KEPADA KHALAYAK UMUM
(Studi Terhadap Putusan Perkara Pengadilan Negeri Purbalingga
Nomor : 115/Pid.B/2011/PN.Pbg)
TINDAK PIDANA DENGAN TIDAK BERHAK SENGAJA ATAU MEMBERI KESEMPATAN MAIN JUDI KEPADA KHALAYAK UMUM
(Studi Terhadap Putusan Perkara Pengadilan Negeri Purbalingga
Nomor : 115/Pid.B/2011/PN.Pbg)

ABSTRAK
Oleh :
Berizki Farchan Handhitama
NIM. E1A008045


Perjudian sebagai suatu kejahatan pada hakikatnya adalah sebagai bentuk penyimpangan sosial yang ada dalam masyarakat (misalnya bertentangan dengan agama, kesusilaan dan moral Pancasila serta membahayakan bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat bangsa dan negara). Ditinjau dari kepentingan nasional, penyelenggaraan perjudian mempunyai exes yang negatif dan merugikan terhadap moral dan mental masyarakat terutama terhadap generasi muda.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur yang terdapat dalam Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP jo Undang-Undang No. 7 Tahun 1974. Di samping itu juga untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa pada kasus tindak pidana dengan tidak berhak sengaja atau memberi kesempatan main judi kepada khalayak umum.
Dari hasil penelitian terhadap Putusan Perkara No.115/Pid.B/2011/PN.Pbg tentang tindak pidana dengan tidak berhak sengaja atau memberi kesempatan main judi kepada khlayak umum dianalisa dengan cara deskriptif normatif dengan metode kualitatif, yaitu membuat gambaran secara sistematis mengenai segala informasi yang diperoleh. Hasilnya adalah telah terpenuhinya unsur-unsur Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP jo Undang-Undang No. 7 tahun 1974.
Selanjutnya Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam menjatuhkan putusan pemidanaan telah mempertimbangkan persesuaian antara alat bukti yang diajukan ke persidangan yaitu alat bukti keterangan para saksi dan keterangan terdakwa serta barang bukti dengan alat bukti. Adanya hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa serta adanya syarat pemidanaan yaitu perbuatan yang memenuhi rumusan undang-undang, bersifat melawan hukum, adanya kesalahan, mampu bertanggung jawab dan tidak ada alasan pemaaf. Dari fakta-fakta hukum tersebut sebagai dasar keyakinan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan terhadap terdakwa.

Kata kunci : tindak pidana, perjudian, tidak berhak.
CRIME WITH NOT RIGHT OR INCIDENTAL GAMBLING CHANCE TO PUBLIC AUDIENCES
(Study of State Court Decision Case Against Purbalingga
Number: 115/Pid.B/2011/PN.Pbg)

ABSTRACT
By :
Berizki Farchan Handhitama
NIM. E1A008045


Gambling as a crime is essentially a form of social deviance in society (eg, conflict with religion, ethics and morality as well as endangering the livelihoods of Pancasila and civic life of the nation and the state). In terms of national interest, the conduct of gambling has a negative exes and moral and mental harm to the public, especially the younger generation.
The purpose of this study is to investigate the application of the elements contained in Article 303 paragraph (1) part-2 KUHP jo. Code of Law No.7 Year 1974. In addition, it is also to know the legal reasoning of judges in sentencing verdict against the defendant in the criminal case is not entitled to accidental or provide gambling opportunities to the public.
From the results of research on No.115/Pid.B/2011/PN.Pbg Case Decision on crime by intentionally or not entitled to give a chance to the gambling public normative analyzed by using descriptive qualitative method, which makes a systematic overview on all information obtained. The result is already fulfilled the elements of Article 303 paragraph (1) part-2 KUHP jo. Code of Law No.7 Year 1974.
Furthermore Purbalingga District Court Judge in sentencing verdict had been considering a rapprochement between the evidence presented to the trial evidence and testimony of witnesses and the defendant's statement of evidence with evidence. The existence of the aggravtating circumstances and relieve the defendant as well as the requirement that criminal acts that meet the formulation of the law, is against the law, any error, able to be responsible and no excuses. Of the facts as the basis for the belief that the law judge in sentencing verdict against the defendant.
Keywords: crime, gambling, not right.
127375736E1A009079PERANAN BADAN LEGISLASI DAERAH DALAM PENGUATAN FUNGSI LEGISLASI DPRD KOTA BANJARDPRD dalam melaksanakan fungsi legislasi dibantu oleh alat kelengkapan DPRD yaitu Badan Legislasi Daerah (Balegda). Eksistensi Balegda terdapat didalam Pasal 302 Undang-undang Nomor 27 Tahun 2009 Tentang MPR, DPR dan DPRD. Lahirnya Badan Legislasi Daerah memberikan peluang dan momentum bagi anggota Dewan untuk menghasilkan Perda yang intensif. Namun berdasarkan pengalaman periode lalu (2004-2009) banyak perda yang terkait dengan investasi dan pajak serta retribusi daerah yang dibatalkan oleh Kementrian Dalam Negeri dan dinyatakan bertentangan dengan kepentingan umum. Pokok permasalahan yang disampaikan dalam skripsi ini adalah bagaimana peranan badan legislasi daerah dalam penguatan fungsi legislasi DPRD Kota Banjar. Penelitian ini adalah penelitian hukum kepustakaan (normatif) yang berupa penemuan hukum in concreto. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi documenter serta wawancara sebagai data pendukung. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis. Local parliament in carrying out its legislative function fittings Council assisted by the Regional Legislative Board (Balegda). Balegda existence contained in Article 302 of Law No. 27 Year 2009 on the MPR, DPR and DPRD. The birth of the Regional Legislative Board provides opportunities and momentum for the Board to make regulations intensive. But based on past experience of the period (2004-2009) many regulations related to investment and taxes and levies that were canceled by the Ministry of Interior and declared contrary to the public interest. The issue presented in this thesis is how the role of the legislature in the area of ​​strengthening the legislative function of Parliament Banjar. This research is a law library (normative) in the form of legal discovery in concreto. Method of data collection with library research and study of documentary and interviews as supporting data. The collected data is then presented in the form of narrative text systematically arranged.
127385738C1C009037PENGARUH PERPUTARAN KOMPONEN MODAL KERJA TERHADAP
LABA OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG
TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Perputaran Komponen Modal Kerja
Terhadap Laba Operasional Pada Perusahaan Manufaktur Yang Tercatat Di
Bursa Efek Indonesia (BEI)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh perputaran kas, perputaran piutang dan perputaran persediaan secara parsial
dan simultan terhadap laba operasional serta mengetahui komponen modal kerja yang
paling dominan pengaruhnya terhadap laba operasional pada perusahaan kelompok
manufaktur di BEI periode 2009-2011.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data sekunder. Data diperoleh
dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Teknik analisis yang digunakan
adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui secara simultan perputaran kas,
perputaran piutang dan perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap laba
operasional. Secara parsial, variabel perputaran kas dan perputaran piutang
berpengaruh positif signifikan terhadap laba operasional, sedangkan variabel
perputaran persediaan mempunyai pengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap laba
operasional. Variabel perputaran kas merupakan variabel paling dominan
mempengaruhi laba operasional.
Implikasi penelitian yaitu diharapkan dapat terus mempertahankan modal
kerja yang digunakan dengan meningkatkan penjualan sehingga dapat memberikan
efek yang baik terhadap laba operasional. Bagi peneliti selanjutnya disarankan agar
lebih banyak menggunakan variabel independen dalam penelitian sehingga lebih
dapat menjelaskan variabel dependennya contohnya, biaya operasional, produktivitas
tenaga kerja, struktur modal, skala perusahaan dan status perusahaan.
This research entitled “The Influence Of Cash Turnover, Receivable Turnover
and Inventory Turnover to Operating Income Of Manufacturing Company Listed On
Indonesian Stock Exchange”. The aim of this research are to analyze the
influence of cash turnover, receivable turnover and inventory turnover in whole
and partially on operational benefit and finding out the variable has dominant
influence on operating income in the manufacturing sector companies listed on
Indonesian Stock Exchange for 2009-2011.
This study using secondary data from ICMD (Indonesian Capital Market
Directory). Multiple regression was applied to data analysis.
The results of this study indicate that the variable cash turnover, receivable
turnover and inventory turnover does have a simultaneous effect on operating
income. While partially, cash turnover and receivable turnover variables that have an
impact on operating income. Inventory turnover hasn’t positive significance on
operating income. Cash turnover is the most influenced variable on operating
income.
Based on these conclusions should be suggested that every companies should
be save working capital and increasing sales, In order to obtain operating profit
larger. Further research is expected to add variable, for example operasing cost,
labour expenses, capital structure, companies size skala and state of the company.
127395667A1H009008RANCANG BANGUN DAN UJI PERFORMANSI PROTOTIPE PERONTOK PADI (Thresher) TIPE PEDAL 3 (TIGA) TRANSMISITujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh transmisi terhadap tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakan pedal thresher, ergonomis alat saat pemakaian, dan tingkat efisiensi Pedal Thresher. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perancangan, pembuatan dan uji perfomansi. Menurut hasil penelitian menyatakan bahwa efisiensi alat pedal thresher tiga transmisi dapat ditentukan dengan persamaan Efp = -0,0015(rpm)2 + 0,716(rpm) dengan error sebesar 2,3%. sehingga efisiensi alat bernilai maksimum 85.4% pada kecepatan putar optimum 238 rpm dan didapat kapasitas perontokan sebesar 24,8 kg/jam. Parameter kualitas hasil perontokan meliputi persentase gabah hampa, gabah rusak, kotoran gabah, dan gabah utuh, pada transmisi satu didapat gabah hampa 2.9 %, gabah rusak sebesar 4.8%, kotoran gabah 1.09%, dan gabah utuh sebesar 91.1%. Pada transmisi dua didapat gabah hampa 2.4 %, gabah rusak sebesar 4.3%, kotoran gabah 0,7% dan gabah utuh sebesar 92.8%. Pada transmisi tiga didapat gabah hampa 2.2 %, gabah rusak sebesar 3.9%, kotoran gabah 0.5% dan gabah utuh sebesar 93.7%. Beban kerja dan daya yang digunakan untuk mengoperasikan perontok padi (thresher) tipe pedal 3 (tiga) transmisi masih pada kriteria ”agak berat” ditinjau dari kriteria detak jantung. Pada transmisi satu (G1), transmisi dua (G2) dan transmisi tiga (G3) secara berturut-turut sebesar 28,25 watt, 24,38 watt dan 19.48 watt sehingga bersifat ergonomis bagi operator.The aim of this research is to find out the effect transmissionon power required to operate the thresher, to observe ergonomic aspect during operation, and to measure efficiency of the thresher. The research was done through several steps namely; design, prototyping and performance testing. Result showed that the efficiency of the threser can be determined by equation of Efp=-0,0015(rpm)2+0,716(rpm) with the error of 2,3% so that the maximum value is 85,44% at optimum rotational speed of 238 rpm. Threshing capacity in the speed is 24,77 kg/hours. Quality parameter of threshing result include the following : amount of empty grain, amount of damaged grain, amount of grain musk, and amount of undamaged grain, Quality parameter of the first transmission is 2,9% empty grain, 4,8% damaged grain, 1,09% grain musk, and 91,1% undamaged grain. Quality parameter of second transmission is 2,4% empty grain, 4,3% damaged grain, 0,7% grain musk, and 92,8% undamaged grain. Furthermore for the third transmission is 2,2% empty grain, 3,9% damaged grain, abau 0,5% grain musk, and 93,7% undamaged grain. The workload and power which are used to operate paddy thresher is have modeerate value according to criteria of heart rate by Sumamur (1989). Power to operate the thresher in first transmission (G1), second transmission (G2), and third transmission (G3) are 28,25 watt, 24,38 watt, and 19,48 watt, respectively. It is concluded that the thresher is ergonomically acceptable.
127405737E1A009135Penempatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural ( Studi di Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas)ABSTRAK
Penempatan (placement) pegawai adalah kegiatan untuk menempatkan orang-orang yang telah lulus seleksi dalam jabatan-jabatan tertentu sesuai dengan uraian pekerjaan dan klasifikasi pekerjaannya.Penempatan pegawai harus sesuai dengan prinsip “the right man, on the right place and on the right job”.Penempatan pegawai diarahkan untuk menempatakan pegawai pada jabatan yang tepat sesuai dengan kompetensi mereka. Tetapi secara realita masih ada beberapa instansi, khususnya pemerintah yang mengabaikan prinsip itu. Fenomena inilah yang dijadikan sebagai latar belakang penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penempatan dan kesesuaian kompetensi dengan jabatan struktural di Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer,data tersier, dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa wawancara kepada informan yang terkait langsung dengan judul penelitian dan dokumentasi berupa data-data sebagai literatur dan referensi. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Penempatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural Di Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas dapat disimpulkan bahwa prosedur penempatan terdiri dari 6 (enam) tahap yaitu : Analisa jabatan, Informasi jabatan, Formasi pegawai negeri sipil, Pengolahan Data Calon Pegawai Negeri Sipil, Pengesahan, Penempatan, dan parameter kesesuaian kompetensi dengan suatu jabatan struktural dapat dilihat dari beberapa hal yaitu : latar belakang pendidikan terakhir,pendidikan dan latihan jabatan ,pengalaman kerja serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatannya.
ABSTRACT

Placement for Public Servant is activity to fill the candidate who passed test at new posts according from jobdesk and classification. It must be appropriate with “The man on the right place and on the right job” principle. This activity had course wich mean for public servant get their job suitable with their skill. But in reality there are still lack of hole at at civil administration authority. Based from those kind of point so this reality becoming background for research.
Goal of this research are to knowing how is the procedure of placement itself and suitability of competence with civil administration authority at Secretariat of Banyumas Province. The metode in this research is descriptive qualitative. The sort of the data are premier data, secunder data and tertiary data. The mechanism to collect data is interviewed directly to the trusted source who have correlation with the title of this research and also documentation consist of data as literature and reference.
The result of Placement Public Servant at civil administration authority Secretariat of Banyumas Province are six phase, first is Analize of Function, the second Function of Information , the third Formation of Public Servant, the fourth is The Data Process of Public Servant Candidate, the fifth Validation and the last is Placement. The parameter of competence compatibility with a structural function we can look on several things that is: Education Background, Education and Workshop, Experience of Work also have a competence skill wich suitable with their duty.