Artikel Ilmiah : G1B009058 a.n. SRI BUDI FAJARIYANI

Kembali Update Delete

NIMG1B009058
NamamhsSRI BUDI FAJARIYANI
Judul ArtikelFAKTOR RISIKO PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Leptospirosis is an acute infection caused by pathogenic bacteria called Leptospira sp and transmitts from animal to human (zoonosis). Leptospirosis in Banyumas newly discovered in 2010 and the number of Leptospirosis cases from 2010 through 2013 was 14 people, one of them died. Incidence of Leptospirosis associated with a particular behaviors especially work, some patients with Leptospirosis in Banyumas have jobs at risk. The purpose of this research was to know the relation factors of behavior with Leptospirosis in Banyumas. This research was analytical with case-control study design. Sample amounted to 65 people consisting of 13 cases and 52 controls. Data was analyzed in univariate and bivariate using chi-square test with calculation of OR and 95% CI. The result showed that risk factors associated with the incidence of Leptospirosis were aqueous activity (p value = 0,014, OR = 12,00, 95% CI = 1,45 to 99,09), activities of bathing or washing in the river (p value = 0,034, OR = 4,348, 95% CI = 1,212 to 15,600) and use of personal protective equipment (p value = 0,046, OR = 7,5, 95% CI = 0,90 to 62,17). Suggestion in this research are society need to make prevention efforts by using personal protective equipment in a risky activity. Banyumas Health Regency needs to give information to the public about preventive efforts of Leptospirosis.
Abtrak (Bhs. Inggris)Leptospirosis adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri patogen yang disebut Leptospira sp. Jumlah penderita Leptospirosis tahun 2010 sampai 2013 adalah 14 orang, satu diantaranya meninggal dunia. Kejadian Leptospirosis berhubungan dengan perilaku khususnya yang berhubungan dengan pekerjaan, beberapa penderita Leptospirosis di Banyumas memiliki pekerjaan yang beresiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor risiko perilaku dengan kejadian Leptospirosis di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain studi kasus kontrol, sampel penelitian berjumlah 65 orang yang terdiri atas 13 kasus dan 52 kontrol. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dengan perhitungan OR dan 95%CI. Hasil penelitian menyatakan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Leptospirosis yaitu aktivitas di tempat berair (p value=0,014, OR=12,00, 95%CI=1,45-99,09), aktivitas mandi atau mencuci di sungai (p value=0,034, OR=4,348, 95%CI=1,212-15,600) dan penggunaan alat pelindung diri (p value=0,046, OR=7,5, 95%CI=0,90-62,17). Saran dari penelitian ini adalah masyarakat perlu melakukan upaya pencegahan yaitu dengan menggunakan alat pelindung diri apabila akan melakukan aktivitas yang beresiko. Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas perlu memberikan informasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan Leptospirosis.
Kata kunciLeptospirosis, Perilaku, Faktor Risiko
Pembimbing 1Dwi Sarwani S R, S.KM,M.Kes. (Epid)
Pembimbing 2Sri Nurlaela, S.KM,M.Epid.
Pembimbing 3
Tahun2013
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.