Artikelilmiahs

Menampilkan 12.581-12.600 dari 49.568 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
125815649G1B008058HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA UMUR 12-59 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS WANASARI KABUPATEN BREBESStatus gizi menjadi indikator dalam menentukan derajat kesehatan anak. Gizi yang baik sangat diperlukan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pengasuhan merupakan faktor yang sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan dan perkembangan anak berusia di bawah lima tahun. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pola asuh pemberian makan, personal hygiene, sanitasi lingkungan, perawatan kesehatan dengan status gizi balita umur 12 – 59 bulan di wilayah puskesmas Wanasari Kabupaten Brebes. Metode penelitian menggunakan metode survey dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai balita umur 12-59 bulan sebanyak 4309 orang, sampel berjumlah 94. Pengambilan sampel secara cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pengukuran berat badan dan tinggi badan balita. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan pola asuh pemberian makan (p value = 0,013), pola asuh perawatan kesehatan (p value = 0,035), pola asuh personal hygiene (p value = 0,245), pola asuh sanitasi lingkungan (p value = 1,000). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan antara pola asuh pemberian makan, pola asuh perawatan kesehatan dengan status gizi balita. Disarankan Puskesmas Wanasari memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar memperhatikan pola asuh pemberian makanan melalui program Kadarzi, serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pola asuh perawatan kesehatan balita.Nutritional status is an indicators that determining the health status of children. Good nutrition is needed to produce qualified human resources. The parenting is a factor that is closely associated with the growth and development of under five children. The purpose of this study is to analysis the correlations of parenting the feeding, personal hygiene, environmental sanitation and health care with nutritional status of the age 12 - 59 months old, under five children at puskesmas Wanasari area Brebes regency. The study was survey with cross sectional design. The population for this study in 4309 mothers having under fives children and 94 of the mothers were selected to be the sample for this study through cluster random sampling tecnique. The data was collected with interviews, observations, measurements of weight and height under five children. The data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with chi square. The result show that parenting the feeding (p value = 0.013), parenting health care (p value = 0,035), parenting personal hygiene (p value = 0,245), environmental sanitation (p value = 1,000) showed that is not correlation with nutritional status of under five children at puskesmas Wanasari area Brebes regency. Based on the results of the study concluded that of parenting the feeding, parenting health care with the nutritional status of children. Puskesmas wanasari must give knowledge to build pattern giving food through the kadarzi, and increasing public knowledge of the importance of health care parenting toddlers.
125825566H1F008031GEOLOGI DAN ANALISIS KARAKTERISTIK POLA TEGASAN STRUKTUR GEOLOGI DAERAH SIJENGGUNG DAN SEKITARNYA
KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA
JAWA TENGAH
Jawa Tengah, merupakan daerah yang menunjukan indentasi pada garis pantai sebelah utara dan selatannya apabila dibandingkan dengan garis pantai di Jawa Timur dan Jawa Barat. Indentasi ini merupakan ekspresi dari gejala tektonik di Pulau Jawa. Gejala tektonik Paleogene Pulau Jawa yang berbelok ke arah Meratus (Kalimantan) menyebabkan terbentuknya dua sesar utama di Jawa Tengah. Daerah Sijenggung merupakan daerah yang berada di utara Pulau Jawa yang dilewati oleh salah satu sesar utama di Jawa Tengah. Bila dipandang dari sisi geologi, daerah ini merupakan daerah yang kompleks dengan struktur geologi yang cukup beragam, selain itu daerah ini juga memiliki potensi gas alam yang ditandai dengan adanya rembesan gas atau seepage (Mengacu berdasarkan penelitian Kamtono dkk, 2005 dan D.Noeradi dkk, 2006). Daerah ini umumnya didominasi oleh endapan turbidit yang mengalami sesar anjakan-lipatan atau thrust-fold belt. Sesar anjakan-lipatan tersebut membentuk tinggian dan cekungan yang menunjukan suatu batas ketidakselarasaan pada selang waktu pembentukan sesar tersebut dan membentuk suatu sikuen stratigrafi yang cukup jelas (Mulhadiyono, 1996). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pemetaan geologi yang mencakup geomorfologi daerah penelitian dengan pengamatan peta topografi dan kondisi morfologi daerah penelitian, stratigrafi daerah penelitian dengan melakukan spot mapping dan struktur geologi daerah penelitian dengan melakukan pengukuran bukti-bukti struktur yang terdapat di daerah peneitian, selain itu studi khusus dilakukan untuk mengetahui karakteristik pola tegasan struktur geologi yang terdapat di daerah penelitian dengan melakukan rekonstruksi penampang geologi dan pengelompokan arah pola tegasan maksimum (σ1), di tampilkan dalam bentuk diagram roset. Tahap ini dilakukan untuk menginterpretasikan dan mendeskripsikan arah umum pola tegasan yang mempengaruhi seluruh batuan di daerah penelitian supaya informasi geologi daerah penelitian lebih informatif dan komunikatif. Daerah penelitian memiliki tatanan geologi berupa geomorfologi yang terdiri dari enam satuan geomorfologi daerah penelitian. Stratigrafi dengan lima satuan batuan. Struktur geologi daerah penelitian berupa sesar anjak, sesar mendatar dan lipatan.Central Java is an area that shows indentation in northern and southern shoreline if compared with shoreline that located in East Java and West Java. This indentation is an expression from tectonic phenomenon in Java island. Paleogen Tectonic phenomenon of java island that turned to Meratus (Borneo) causes there are formed two of main fault in Central Java. Sijenggung district is an area that located in southern of Java island that be passed by one of main fault in central java. If It been seen from geological side, this area is a complex area with diverse structure geology, besides this area also has potential gas reserves that signed with gas seep or seepage. (Referring to research by Kamtono et al, 2005 and D.Noeradi et al, 2006). This area is generally dominated by turbidite sediments that cause to thrust-fold belt. Thrust fault-folds forming heights and hollows that showed an unconformity boundary fault on the formation interval and form a fairly clear stratigraphic sekuen (Mulhadiyono, 1996). The investigation method used in this research is a mapping of geology geomorphology of the area covering the observational study topographic maps and morphological conditions of the study area, regional stratigraphic studies by conducting spot mapping and geological structure of the study area by measuring the evidence contained in the structure of the fieldwork, in addition to The special study was conducted to determine the characteristics of the geological structure of the sharpness pattern contained in the study area by reconstructing the geological cross sections and grouping patterns of sharpness towards the maximum (σ1), on show in the form of a rosette diagram. This stage to interpret and describe the general direction of sharpness pattern that affects all rocks in the study area so that information is more informative geology of the study area and communicative. Investigation area has the geological condition such as geomorphology that consisted of 6 geomorphology units. Stratigraphy with 5 litology units. Geological structure of investigation area is thrust fault, transform fault and folds.
125835567F1G009007POLISEMI BAHASA INDONESIA DALAM HARIAN SUARA MERDEKA EDISI DESEMBER 2012Penelitian yang berjudul “ Polisemi Bahasa Indonesia dalam Harian Suara Merdeka Edisi Desember 2012” ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk – bentuk polisemi dan faktor- faktor penyebab terbentuknya polisemi dalam Harian Suara Merdeka.
Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif . Pengumpulan data digunakan metode simak dengan teknik dasar sadap, teknik lanjutannya adalah teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan ekstralingual dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu. Teknik lanjutannya adalah hubung banding, yaitu hubung banding membedakan dan hubung banding menyamakan.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat ditunjukkan beberapa hal. Polisemi bahasa Indonesia dalam Harian Suara Merdeka dilihat dari bentuk katanya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) polisemi dasar dan (2) polisemi turunan. Dari masing – masing polisemi dasar dan polisemi turunan dibagi menjadi tiga kelas kata yaitu (1) nomina, (2) verba, dan (3) adjektiva. Ketiga kelas kata itu didominasi oleh jenis polisemi yang berupa nomina.
Bentuk polisemi turunan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu polisemi turunan berafiks, polisemi turunan bereduplikasi, dan polisemi turunan dari hasil gabungan proses. Keseluruhan kalimat yang mengandung polisemi berjumlah 42 kata yang terbagi ke dalam kelas kata jenis polisemi.(a) Bentuk Polisemi dasar yang terbagi atas polisemi berkelas nomina dasar, polisemi berkelas verba dasar, dan polisemi berkelas adjektiva dasar. (b) Bentuk polisemi turunan yang terbagi atas nomina turunan berafiks dengan sufiks { - an }, polisemi verba turunan berafiks dengan prefiks { me}dan {ber -}, polisemi turunan bereduplikasi, dan polisemi turunan dari hasil gabungan proses. Ditemukan dua faktor penyebab terbentuknya polisemi yaitu, (1) faktor gramatikal, (2) faktor leksikal yang bersumber dari (a) sebuah kata yang mengalami perubahan pemakaian dalam ujaran yang mengakibatkan munculnya makna baru, (b) digunakan pada lingkungan berbeda, (c) Karena berkias – kias atau bermetafora. Faktor penyebab terbentuknya polisemi dalam harian Suara Merdeka didominasi oleh faktor gramatikal.


This study is entitled “Polisemi Bahasa Indonesia dalam Harian Suara Merdeka Edisi Desember 2012”. It is purposed to describe many kind of polysemy and to find out the effects how polysemy is formed in Suara Merdeka newspaper.
The search is descriptive qualitative .The data is collected by using observation method with tapping technique as the basic technique, and written technique as the advanced one. The analyzed data used extralingual identity method is used in analyzing the advanced technique is comparative relation, that is comparative relation of difference and comparative relation of similarity.
Based on the result of the data analysis can be seen that. Indonesian polysemy in Suara Merdeka newspaper if has been seen the varians of polysemy it can be devided into there types are (1) basic polysemy,(2) derivative polysemy. The basic polysemy and derivate polysemy devided into there three speech class there types are (1) noun, (2) verbs, (3) adjectives. The noun is one of the most important part of speech.
Derivative polysemy form it can be devided into there types are derivative polysemy of afix, polysemy of reduplication, and polysemy of derived from the combined results of the process. Totally sentences polysemy devided into there three speech class of polysemy. (a) Basic polysemy form devided of polysemy types are basic noun class, the polysemy of basic verb class, and polysemy of basic adjective class. (b) Derivatives polysemy for devided of polysemy types are noun derivative polysemy of afix with sufix {-an}, verbs derivative polysemy of afix with prefix {me-} and {ber-}, derivative polysemy reduplication, and derivative polysemy process merger. The founded, there are two factors that formed polysemy. They are (1) grammatical factor, and (2) lexical factor which of source (a) a word which changed use of statement so result new meaning emerge, (b) used in different areas, (c) caused human imagine ormetaphore. The domination factors that cause polysemy in Suara Merdeka newspaper is grammatical factor.
125845568J1A006026PEMETAAN SEBARAN MANGROVE BERDASARKAN KERAPATAN VEGETASI MANGROVE DI PLAWANGAN TIMUR SEGARA ANAKAN CILACAPPerairan Plawangan Timur merupakan ekosistem yang di pengaruhi oleh sedimen rawa berupa lempung yang bercampur dengan material organik dan berbentuk dataran alluvial. Terkait dengan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi lingkungan, struktur vegetasi, pemetaan kerapatan dan jenis hutan mangrove di Plawangan Timur, Segara Anakan Cilacap. Metode dan teknik pengambilan contoh dilakukan dengan metode survey berdasarkan zona habitat mangrove menggunakan transek garis dengan membagi stasiun pengamatan menjadi 5 stasiun, setiap transek garis dibuat plot sampling sebanyak 3 plot yang ditetapkan secara acak. Stuktur vegetasi mangrove tahapan semai memiliki nilai kerapatan berkisar 15000 – 35000 ind/ha, INP 200, dan nilai keanekaragaman berkisar 0,4 – 0,96. Tahapan pancang memiliki nilai kerapatan berkisar 5200 – 9066 ind/ha, INP 200, dan nilai keanekaragaman berkisar 0,49 – 1,61. Tahapan pohon memiliki nilai kerapatan berkisar 533 – 1366 ind/ha, INP 300, dan nilai keanekaragaman berkisar 0,45 – 1,31. Setelah data didapat maka dilakukan proses pemetaan menggunakan software ArcView.

Plawangan Timur waters ecosystems are ecosystems influenced by the form of clay marsh sediments mixed with organic material and shaped alluvial plain. In relation to that condition, this research was aimed to determine the environmental conditions, vegetation structure, density and type of mapping of mangrove forests in Plawangan Timur, Segara Anakan Cilacap. Sample was taken by applied a survey method based mangrove habitat zones using line transect. It was done by dividing the station of observation into 5 areas. In this case, each line transect sampling plot made as much as 3 plots randomly assigned. Vegetation structure of mangrove seedling stage has a density value ranges 15000-35000 ind / ha, INP 200, and the value of diversity ranging from 0.4 to 0.96. Stages stake has a density value ranges 5200 - 9066 ind / ha, INP 200, and the value of diversity ranging from 0.49 to 1.61. Stages of the tree has a density value range 533 - 1366 ind / ha, INP 300, and the value of diversity ranging from 0.45 to 1.31. After extracting, the mapping process was carried out using ArcView software.

125855569H1C009027PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI BENDA PADAT PADA SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK LV-MAXSONAR-EZ1 BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8Setiap tahun tingkat kecelakaan lalu lintas khususnya sepeda motor di kota-kota besar semakin meningkat. Salah satu faktor penyebabnya adalah pengendara sepeda motor yang kurang fokus dalam berkendara sehingga menabrak kendaraan yang ada di depannya. Oleh karena itu, perlu adanya penambahan sistem keamanan pada sepeda motor. Sistem tersebut dapat memberi tahu kepada pengendara jika ada kendaraan lain di depannya. Penelitian ini bermaksud merancang sebuah alat yang dapat mendeteksi dan mengukur jarak objek benda padat yang ada di depannya kemudian menginformasikan langsung kepada pengendara berupa isyarat getar dan bunyi klakson. Alat pendeteksi benda padat yang dirancang menggunakan sensor LV-MaxSonar-EZ1 yang bekerja berdasarkan prinsip gelombang ultrasonik. Alat ini mendapat suplai tegangan 12 volt dari aki sepeda motor yang kemudian diregulasi menjadi 5 volt menggunakan rangkaian regulator tegangan. Alat ini menggunakan Mikrokontroler ATMega8 untuk mengolah masukan dari sensor ultrasonik dan mengendalikan keluaran berupa sistem getar dan saklar klakson. Pengujian menunjukkan bahwa alat pendeteksi benda pada dapat bekerja dengan baik saat mendeteksi permukaan benda padat yang rata. Sensor LV-MaxSonar-EZ1 dapat mendeteksi objek dengan persentase kesalahan 0,68% saat dioperasikan dengan antarmuka pulse width dan 3,41% saat dioperasikan dengan pin analog. Alat ini juga bekerja dengan baik pada kondisi cuaca gerimis dan hujan sedang. Sistem getar dan saklar klakson juga bekerja dengan baik sesuai instruksi yang diberikan oleh mikrokontroler.Annually the degree of traffic accidents, especially motorcycles at the metropolis, is increasing. One of the contributing factor when the motorists lose their focus on driving so that they hit another motorist in front of them. Therefore, the addition of the security system on motorcycle is a must. It can give an informaion for the motorists that there is another motorist in front of them. This research intend to design a tool which can detect and measure the distance of a solid object in front of it, then immediately inform to the motorist such as vibrating and sounding the klaxon. This solid detector is designed by using LV-MaxSonar-EZ1 sensor which works based on the princip of ultrasonic waves. it obtains the supply voltage of 12 volt from the motorcycle accumulator which is regulated up to 5 volt and use a voltage regulator circuit. Microcontroller ATMega8 function is to process the inputs from ultrasonic sensor and control the output as a vibrating system and switching klaxon. The experiment indicates that the tool can work well when detecting a flat surface of the solid. LV-MaxSonar-EZ1 sensor can detect an object with a percentage error of 0.68% when it is operated with a pulse width interface and 3.41% with analog pin. This tool also works well in the drizzle and rain weather conditions. A vibrating system and switching klaxon also works well according to the instructions provided by the microcontroller.
125865570G1A009120KORELASI KADAR VITAMIN D (25[OH]D3)
DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA
PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
DI PUSKESMAS I PURWOKERTO TIMUR
ABSTRAK

Latar Belakang: Insidensi penyakit diabetes melitus selalu meningkat setiap tahunnya. Diabetes melitus (DM) disebabkan oleh gangguan sekresi insulin dan sensitivitas insulin yang menyebabkan hiperglikemia. Vitamin D (25[OH]D3) memiliki efek yang kompleks pada tubuh, salah satunya untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan mempengaruhi sel-β di pankreas sehingga dapat mensekresi insulin secara normal.
Tujuan: Mengetahui korelasi kadar vitamin D (25[OH]D3) dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas I Purwokerto Timur.
Metode: Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Responden merupakan 32 orang penderita DM tipe 2 di Puskesmas I Purwokerto Timur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kalsidiol (25[OH]D3) diukur dengan menggunakan metode Chemiluminescent Immunoassay, sedangkan glukosa darah puasa diukur dengan menggunakan metode strip tes. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman.
Hasil: Sebagian besar responden adalah perempuan (65,60%) dan seluruh responden berusia >45 tahun. Rerata tingkat stres dan IMT berturut-turut yaitu 131,25 dan 21,06 kg/m2. Rerata kadar vitamin D (25[OH]D3) dan kadar glukosa darah puasa responden berturut-turut yaitu 18,93 ng/mL dan 138,41 mg/dl. Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif kadar vitamin D (25[OH]D3) dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas I Purwokerto Timur (p<0,001; rs=-0,573).
Kesimpulan: Terdapat korelasi negatif kadar vitamin D (25[OH]D3) dengan kadar glukosa darah puasa pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas I Purwokerto Timur.
ABSTRACT

Background: Incidence of diabetes mellitus is increasing every year. Diabetes mellitus (DM) is caused by impaired insulin secretion and sensitivity that leading to hyperglycemia. Vitamin D (25[OH]D3) has complex effects on the body, one of which is to decrease blood glucose levels by affecting the β-cells in the pancreas.
Objective: The aim of study was to know correlation of vitamin D (25[OH]D3) levels with fasting blood glucose levels in type 2 DM patients at Community Health Centre I East Purwokerto.
Methods: The study design used analytic observational with cross sectional approach. Respondents were 32 patients with type 2 DM that fulfil inclusion and exclusion criterias at Community Health Centre I East Purwokerto. Calcidiol (25[OH]D3) was measured by chemiluminescent immunoassay method, whereas fasting blood glucose was measured by strip test method. Data was analyzed by Spearman's correlation test.
Results: Mostly of the respondents are females (65,60%) and all of the respondents age >45 years. The average of stress levels and BMI were 131,25 and 21,06 kg/m2 respectively. The average of vitamin D (25[OH]D3) and fasting blood glucose levels were 18,93 ng/mL and 138,41 mg/dl respectively. The results showed negative correlation between vitamin D (25[OH]D3) levels with fasting blood glucose levels in type 2 DM patients at Community Health Centre I East Purwokerto (p<0,001; rs=-0,573).
Conclusion: There is negative correlation between vitamin D (25[OH]D3) with fasting blood levels in type 2 DM patients at Community Health Centre I East Purwokerto.
125875571A1M009063KAJIAN KOMPARATIF MUTU TIWUL INSTAN YANG DIBUAT DARI BAHAN UTAMA TEPUNG UBI KAYU-TEPUNG LEMBAGA GANDUM DENGAN TEPUNG UBI KAYU-BEKATUL GANDUMTiwul instan adalah salah satu produk olahan dari tepung ubi kayu. Tiwul instan berpotensi untuk dijadikan makanan pokok alternatif masyarakat Indonesia. Namun, tiwul instan yang dibuat dari tepung ubi kayu memiliki kandungan protein 1,65%. Rendahnya kandungan protein tepung ubi kayu yang digunakan sebagai bahan baku utama tiwul instan ini dapat diatasi dengan penambahan tepung substitusi tinggi protein yaitu tepung bekatul gandum dan lembaga gandum serta suplementasi konsentrat protein kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan jenis dan proporsi tepung substitusi; 2) menentukan persentase konsentrat protein kedelai yang ditambahkan; 3) menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan tiwul instan dengan kualitas terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor yang dicoba terdiri dari jenis tepung substitusi bekatul gandum (T1) dan lembaga gandum (T2); proporsi tepung ubi kayu:tepung substitusi (P, b/b) yaitu 100:0 (P0), 90:10 (P1), 80:20 (P2) dan 70:30 (P3); persentase penambahan konsentrat protein kedelai (K, b/b) yaitu 0% (K0), 1% (K1), 2% (K2) dan 3% (K3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan tepung substitusi lembaga gandum proporsi 70:30 b/b dan konsentrat protein kedelai 3% (T2P3K1) menghasilkan tiwul instan terbaik dengan rendemen 104,67%; densitas kamba 0,74; koefisien rehidrasi 3,52; kadar air 7,48 %bb; kadar abu 1,73 %bb (1,87 %bk); kadar protein terlarut 1,86 %bb (2,01 %bk); kadar protein total 7,88 %bb (9,08 %bk); kadar lemak total 1,15 %bb (1,24 %bk); karbohidrat (by difference) 74,84 %bb (80,89 %bk); warna 3,03 (agak cokelat); tekstur 2,63 (kenyal); aroma tepung substitusi 2,63 (agak bau); flavor 2,20 (agak enak) dan kesukaan 2,23 (agak suka).Tiwul instant is one of products processed from cassava flour. Tiwul instant has high potency to be used as an alternative staple food of the Indonesian people. However, the problem encountered in the manufacture of tiwul instant from cassava flour is processed tiwul has low protein content i.e. 1.65%. The low protein content of cassava flour used as the main raw material of tiwul instant can be overcome with the substitution of high protein flours those are wheat pollard and wheat germ and supplementation with soybean protein concentrate. This research aims to 1) determine the types and proportions of substitution-flour. 2) determine the percentage of soybean protein concentrate added to the tiwul instant. 3) determine the combination treatments produced the highest quality of tiwul instant. The research used Randomized Block Design. Factors attempted consisted of 3 factors i.e. type of substitution-flours were wheat pollard flour (T1) and wheat germ flour (T2), proportions of cassava flour: substitution-flour (P, w/w) were 100:0 (P0), 90:10 (P1), 80:20 (P2) and 70:30 (P3), the percentage of addition soybean protein concentrate (K, w/w) were 0% (K0), 1% (K1), 2% (K2) and 3% (K3). Result of the research showed that treatment of subtitution with wheat germ flour proportion 70:30 w/w and soybean protein concentrate of 3% (T2P3K1) produced the best tiwul instant with water content of 7.48 %wb, ash content of 1.73 %wb (1.87 %db), soluble proteins of 1.86 %wb (2.01 %db), total fat content of 1.15 %wb (1.24 %db), yield of 104.67%, bulk density of 0.74, rehydration coefficient of 3.52, total protein content of 7.88 %wb (9.08 %db), carbohydrate content (by difference) of 74.84 %wb (80.89 %db), color of 3.03 (rather brown), firmness of 2.63 (chewy), smell substitution-flour of 2.63 (rather smell), flavor of 2.20 (rather palatable) and preferences of 2.23 (rather prefer).
125885559C1C008125"Pengaruh Integritas dan objektivitas Auditor terhadap orientasi etika"
(Survey pada Auditor di Kantor Akuntan Publik PriceWaterhouse Coopers)
"Penelitian Ini merupakan penelitian survey pada Kantor Akuntan Publik Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) pada Tahun 2012. penelitian ini mengambil judul "Pengaruh Integritas dan objektivitas Auditor terhadap orientasi etika". tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh integritas dan objektivitas auditor terhadap orientasi etika auditor baik secara simultan maupun parsial.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers), jumlah sampel auditor yang diambil menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sebanyak 100 orang auditor yang terdiri dari 45 orang junior auditor, 40 orang senior auditor, 10 orang senior manajer, 3 direktur, 2 orang patner. berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan.

Berdasarkan uji t dapat disimpulkan bahwa integritas auditor di Kantor Akuntan Publik Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) memiliki pengaruh terhadap orientasi etika auditor.

Objektivitas auditor di Kantor Akuntan Publik Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) berpengaruhterhadap orientasi etika auditor.

Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi. variabel Integritas dan Objektivitas auditor memiliki pengaruh terhadap orientasi etika auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers).

Berdasarkan implikasi dan kesimpulan di atas sebaiknya Kantor Akuntan Publik Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) semakin sering memberikan pelatihan terhadap junior dan senior auditor untuk meningkatkan Integritas dan Objektivitas para Auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers).
This paper is a survey research on Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) Publik Accountant Office on 2012. The title of this study " The Influence of Auditor's Integrity and Objektivity on Ethic Orientation". This study aims to examine the Influence of integrity and objektivity toward auditor's ethic orientation, either partially or simultaneously.
the population in this study is all of auditor who work in Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) Publik Accountant Office. The sample technique. Thus, there are 100 auditor's that consist of 45 of junior auditor's, 40 of senior auditor's, 10 of senior's managers, 3 of directors, and 2 partners. Based on the result and data analysis with t-test can be conclude that auditor's integrity and objektivity in Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) Publik Accountant Office has impact on ethic orientation simultaneously.
implication from this study is Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) Publik Accountant Office should often give training to auditor's junior and senior to improve integrity and objektivity of auditor's who work Tanudireja, Wibisana & Rekan (PriceWaterhouse Coopers) Publik Accountant Office
125895575H1D009009ANALISIS BATAS KECEPATAN MAKSIMUM KENDARAAN TERHADAP KESELAMATAN LALU LINTAS PADA RUAS JALAN KOLEKTOR PERKOTAAN DI KABUPATEN BANYUMASSetiap tahunnya angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Tengah terjadi peningkatan dari tahun ke tahun, khususnya di Kabupaten Banyumas yang mengalami peningkatan angka kecelakaan paling tinggi diantara kabupaten lainnya, yaitu sebesar 152 kejadian pada tahun 2010 menjadi 1451 kejadian di tahun 2012. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan tersebut adalah karena penggunaan kendaraan dengan kecepatan yang melebihi nilai batas kecepatan maksimum kendaraan. Dengan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan analisis tentang nilai batas kecepatan maksimum kendaraan khususnya di ruas jalan kolektor perkotaan untuk mengurangi tingkat fatalitas kejadian kecelakaan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Lokasi black spot pada ruas jalan kolektor perkotaan di Kabupaten Banyumas dicari dengan melakukan perhitungan Angka Ekivalen Kecelakaan (AEK) dari data kecelakaan tiga tahun terakhir (2010-2012) dengan Metode Pembobotan yang mengacu pada Pedoman Konstruksi dan Bangunan Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah Pdt T-09-2004-B tahun 2004. Data primer diperoleh dari survei kecepatan kendaraan eksisting pada lokasi black spot yang kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui nilai batas kecepatan dari 85 persentil kecepataan kendaraan eksisting tersebut. Usulan batas kecepatan maksimum kendaraan diperoleh dengan membandingkan nilai batas kecepatan 85 persentil dengan peraturan nilai batas kecepatan maksimum yang sudah ada.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh lokasi black spot untuk ruas jalan kolektor perkotaan di Kabupaten Banyumas adalah Jalan Raya Baturaden km. 5, Purwokerto, Jalan Jendral Sudirman Timur, Purwokerto dan Jalan HR. Bunyamin Purwokerto. Pelanggaran yang dilakukan pengemudi terhadap batas kecepatan yang berlaku untuk ruas Jalan Raya Baturaden km. 5 untuk sepeda motor sebesar 7%, untuk ruas Jalan Jendral Sudirman Timur, Purwokerto untuk sepeda motor sebesar 1%, untuk ruas Jalan HR. Bunyamin, Purwokerto untuk sepeda motor sebesar 3%. Nilai batas kecepatan yang diusulkan untuk ruas Jalan Raya Baturaden km. 5 sebesar 60 km/jam untuk kendaraan roda dua dan 70 km/jam untuk kendaraan roda empat atau lebih, Jalan Jendral Sudirman Timur, Purwokerto sebesar 80 km/jam untuk kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat atau lebih, dan Jalan HR. Bunyamin, Purwokerto sebesar 60 km/jam untuk kendaraan roda dua dan 70 km/jam untuk kendaraan roda empat atau lebih.
Every year, the number of traffic accident in Central Java is increased from year to year, specially in Banyumas regency which is got the highest number among the other, its about 152 events in 2010 become 1451 event in 2012. One of couses of that accident was the vehicle that speeding on the road. So that, we need to analysis this case about the speed limit of the vehicle especially in urban collector roads for decreasing the number of accident and increasing traffic safety.
Black spot locations on the urban collector roads in Banyumas regency is gotten by calculating the Equivalent Accident Number (EAN) of the last three years (2010th-2012th) with weighting method refers to the Guidelines for Construction and Building Ministry of Settlement and Regional Infrastructure Rev. 09-2004 T-2004-B. The primary data obtained from a survey on the existing vehicle speed in black spot locations, then analyzed to determine the value of the 85th percentile speed limit from the existing vehicle speed. The suggestion speed limit of the vehicle is obtained by comparing between the value of the 85th percentile speed limit and the speed limit value from rules that already exist.
Based on the results obtained by analysis of the location of the black spot for urban collector roads in Banyumas is Baturaden Highway 5th kilometers, Purwokerto, East Jendral Sudirman Highway, Purwokerto and HR. Bunyamin Highway, Purwokerto. Violation that drivers do speed limit in Baturaden Highway 5th kilometers for motorcycles is 7%, In the East Jalan Sudirman, Purwokerto for motorcycles is 1%. And in HR. Bunyamin Highway, for motorcycles is 3% . The suggestion of the speed limit for Baturaden Highway 5th kilometer is 60 km/h for two-wheeled vehicles, and 70 km/h for four-wheeled vehicles or more. For East Jendral Sudirman Highway is 80 km/h for both two-wheeled vehicles and four-wheeled vehicles or more. For HR. Bunyamin Highway is 60 km/h for two-wheeled vehicles and 70 km/h for four-wheeled vehicles or more.
125905580G1B008107HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN AKSES INFORMASI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRA NIKAH DI SMA NEGERI 1 WANADADI BANJARNEGARA
Perilaku seksual adalah perilaku yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan dan mendapatkan kesenangan organ seks melalui berbagai perilaku termasuk berhubungan intim. Prevalensi di 12 kota di Indonesia diperkirakan 10 -12 persen remaja pernah melakukan hubungan seks pra nikah.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap dan akses informasi tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual pra nikah.Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkorelatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi penelitian sebanyak 791 siswa-siswi dengan sampel sebanyak 100 siswa-siswi diambil secara acak menggunakan stratified random sampling.Teknik analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat.Hasilyang didapat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, sikap(p=0.000)dan akses informasi(p=0.001)berhubungan dengan perilaku seksual pranikah.
Saran bagi siswa-siswi diharapkan dapat mempertahankan pengetahuan, sikap dan akses informasi yang sudah baik agar terhindar dari perilaku seksual pranikah.
Sexual behavior is behavior that is based on sexual desire or activity and get pleasure organ through a variety of behaviors, including sexual intercourse. Prevalence in 12 cities in Indonesia is estimated at 10 -12 percent of teens have had sex before marriage.
The purpose of this study to determine whether there is a relationship between knowledge, attitudes and access to information on reproductive health to sexual behavior is pre nikah.Penelitian correlative descriptive method with cross sectional approach. Study population as much as 791 students with a sample of 100 students drawn randomly using stratified random sampling. Data analysis techniques include univariate and bivariate analysis. The results showed that the variables of knowledge, attitudes(p=0.000) and access to information (p = 0.001) associated with premarital sexual behavior.
Advice for students are expected to maintain the knowledge, attitude and has good access to information in order to avoid pre-marital sexual behavior
125915581H1C009010PENGARUH PENGGUNAAN SP-E PADA JARINGAN METRO-E TERHADAP JUMLAH LDP, QOS, DAN BEBAN CPU, STUDI KASUS PT. TELKOM OAM IP METRO DIVISI INFRATEL JAKARTASwitching Provider Edge (SP-E) merupakan node yang digunakan pada suatu jaringan sebagai penampung paket data yang dikirim dari node asal menuju node tujuan sebagai upaya pengaturan disisi tengah jaringan. Pengunaan SP-E diharapkan dapat mengurangi jumlah LDP binding, beban CPU, dan QoS karena pengaturan jaringan disisi tengah. Pada penelitian ini melakukan pengujian terhadap tiga metode topologi jaringan untuk mengetahui pengaruh penggunaan SP-E tersebut. Metode A tanpa menggunakan SP-E sehingga pengiriman paket data dilakukan secara langsung dari node asal menuju node tujuan, Metode B menggunakan SP-E, pengiriman data dikirimkan menuju SP-E terlebih dahulu kemudian dikirimkan menuju node tujuan. Begitu juga metode C, tetapi pada metode C menggunakan 2 SP-E yang di-binding dengan VLAN. Hasil pengujian menunjukkan jumlah LDP binding untuk ketiga metode tidak berubah. QoS berupa delay dan jitter menunjukkan hasil lebih besar untuk metode A, tetapi terjadi perubahan beban CPU pada metode B dan C yang menggunakan SP-E menjadi lebih kecil dibanding metode A.Switching Provider Edge (SP-E) is a node that is used in some network as a data packet’s receptacle which is delivered from transmitter node to receiver node as a regulating effort in the middle of network. SP-E is expected to decrease the number of LDP bindings, CPU load, and QoS because of regulation in the middle of network. In this project, we verify three methods of network topology to find out the influence of SP-E. First method is without SP-E, so that deliver the data packet is delivered directly from transmitter to receiver. Second method is using SP-E, the data is transmitted to SP-E first, then to the receiver node. Same with second method, the third method is using 2 SP-Es which is binded with a VLAN. Test result shows that the number of LDP bindings for three methods did not change. The QoS which are delay and jitter, is greater for method A, on the other hand the CPU load on method B and C which use SP-E, is lower.
125925583C1B008069PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN PEMBERDAYAAN KARYAWAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KARYAWAN PT. PANGANMAS INTI PERSADA CILACAPTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan pengalaman kerja terhadap produktivitas kerja dengan pemberdayaan sebagai variabel mediasi dalam karyawan PT. Pangan Mas Inti Persada.
Sampel yang digunakan adalah karyawan PT. Pangan Mas Inti Persada sebanyak 75 responden. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah proporsional stratified random sampling, sedangkan metod digunakan untuk analisis data adalah regresi linier, regresi linier berganda, dan regresi multivariat, dengan bantuan IBM SPSS Statistics 17.00 Program.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) kepuasan kerja tidak memiliki dampak positif terhadap pemberdayaan. 2) pengalaman kerja memiliki dampak positif terhadap pemberdayaan. 3) kepuasan kerja memiliki dampak positif terhadap produktivitas kerja. 4) pengalaman kerja memiliki dampak positif terhadap produktivitas kerja. 5) pemberdayaan memiliki dampak positif pada kinerja. 6) pemberdayaan sebagian berpengaruh dalam mediasi efek antara kepuasan kerja terhadap produktivitas kerja. 7) pemberdayaan sebagian berpengaruh dalam mediasi efek antara pengalaman kerja terhadap produktivitas kerja.
Kata kunci: kepuasan kerja, pengalaman kerja, pemberdayaan, produktivitas kerja.
The purpose of this study is to analyze the influence of job satisfaction and work experience on work productivity with empowerment as a mediation variable in the employees of PT. Pangan Mas Inti Persada.
The samples used were employees of PT. Pangan Mas Inti Persada as many as 75 respondents. The method used for sampling is proportionate stratified random sampling, while the metod used for data analysis is linier regression , multiple linier regression, and multivariate regression, with the help of IBM SPSS Statistics 17.00 program.
Results of this research shows that : 1) job satisfaction didn’t have a positive impact on empowerment. 2) work experience has a positive impact on empowerment. 3) job satisfaction has a positive impact on work productivity. 4) work experience has a positive impact on work productivity. 5) empowerment has a positive impact on performance. 6) empowerment partially influential in mediating effects between job satisfaction on work productivity. 7) empowerment partially influential in mediating effects between work experience on work productivity.
Keywords: job satisfaction, work experience, empowerment, work productivity.
125935586D1E009047FERMENTASI KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L. ) MENGGUNAKAN Aspergillus niger PENGARUHNYA TERHADAP KADAR VFA DAN N-NH3 SECARA IN-VITROPenelitian berjudul Fermentasi Kulit Buah Kakao (Theobroma Cacao L.) Menggunakan Aspergillus niger Pengaruhnya Terhadap Kadar VFA Dan N-NH3 Secara In-Vitro yang dilaksanakan pada 1 Januari sampai 26 April 2013. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit buah kakao, cairan rumen sapi potong, Aspergillus niger, urea, dan mineral mix. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu K0 = Kulit buah kakao tanpa terfermentasi Aspesgillus niger, K1 = Kulit buah kakao terfermentasi Aspesgillus niger 1%, K2 = Kulit buah kakao terfermentasi Aspesgillus niger 2%, dan K3 = Kulit buah kakao terfermentasi Aspesgillus niger 3%. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polinomial. Konsentrasi VFA yaitu K0 77,8 ± 45,49 mM, K1 83,6 ± 23,85 mM, K2 83,6 ± 22,78 mM, K3 87,2 ± 49,20 mM dan konsentrasi N-NH3 yaitu K0 2,04 ± 0,54 mM, K1 3,12 ± 0,27 mM, K2 3,6 ± 0,57 mM, K3 4,92 ± 1,31 mM. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar VFA (P>0,05) dan berpengaruh sangat nyata terhadap N-NH3 (P>0,01) secara linier. Kesimpulan dari penelitian adalah semakin tinggi level Aspergillus niger yang digunakan maka kadar VFA dan N-NH3 semakin tinggi.A research entitled Cocoa Pods (Theobroma Cacao L.) Fermentation Using Aspergillus niger,its Effect on The VFA Level and N-NH3 In Vitro was conducted from 1st January to 26th April 2013. The materials of the research were cocoa pods, rumen fluid of beef cattle, Aspergillus niger, urea and mineral mix. The research method was experimental using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replicaties were K0 = cocoa pods without fermentation by Aspergillus niger, K1 = cocoa pods fermented by 1% Aspergillus niger, K2 = cocoa pods fermented by 2% Aspergillus niger and K3 = cocoa pods fermented by 3% Aspergillus niger. VFA concentration is K0 77.8 ± 45.49 mM, K1 83.6 ± 23.85 mM, K2 83,6 ± 22,78 mM, K3 87,2 ± 49,20 mM and the concentration of N-NH3 K0 2,04 ± 0,54 mM, K1 3,12 ± 0,27 mM, K2 3.6 ± 0.57 mM, K3 4.92 ± 1.31 mM. Data were analyzed using analysis of variance and followed by Orthogonal Polinomial Test. The results showed that the treatment did not significantly affect levels of VFA (P> 0.05) and very significant effect on N-NH3 (P> 0.01) in a linear manner. The results of this study concluded that the higher levels of Aspergillus niger used, the higher VFA and N-NH3 consentration.
125945585B1J009031KERAGAMAN DAN PERSENTASE PENYAKIT PADA TANAMAN STROBERI KERAGAMAN DAN PERSENTASE PENYAKIT PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria sp.) YANG DISEBABKAN OLEH CENDAWAN DI DESA SERANG
KABUPATEN PURBALINGGA
Stroberi (Fragaria sp.) merupakan salah satu jenis buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan mempunyai banyak manfaat. Stroberi memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan di Indonesia menjadi suatu komoditas pertanian di kawasan wisata agroindustri seperti yang terdapat di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Serangan patogen terutama cendawan menyebabkan menurunnya kualitas produksi. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai Juni 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman penyakit yang disebabkan oleh cendawan pada tanaman stroberi, mengetahui persentase penyakitnya, serta mengetahui penyakit yang paling dominan pada tanaman stroberi di Desa Serang. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei dengan teknik Cluster Sampling pada tiga lokasi yang berbeda. Sampel tanaman sakit dideskripsikan berdasarkan gejala dan tanda penyakitnya menurut Agrios (1997) dan Semangun (1993; 1994; 2001), kemudian dilanjutkan dengan menghitung persentase penyakit pada tanaman stroberi. Hasil penelitian ini ditemukan delapan jenis penyakit pada tanaman stroberi yaitu penyakit bercak daun, penyakit daun gosong, penyakit layu Fusarium, penyakit layu Verticillium, penyakit busuk daun, penyakit busuk tangkai, penyakit busuk buah Botrytis dan busuk buah Rhizopus. Total persentase penyakit di lapangan sebesar 80,44% dengan penyakit yang paling dominan yaitu bercak daun.




Strawberry is a kind of fruits which has big economy value and and has a lot of benefits. Strawberry has good prospect to be developed in Indonesia and becomes an agricultural commodity at agroindustry area such as at Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. Pathogen’s attack especially fungi results in the decrease of production. This research was conducted from February to June 2013. The purposes of the research were to determine the disease varieties that were caused by fungi on strawberry’s plants, to determine the disease percentage, and also to determine the most dominant disease on strawberry plants at Serang Village. The research was conducted by survey method with Cluster Sampling technic at three different locations. The samples of attacked plants were described based on symptoms and their disease signs according to Agrios (1997) and Semangun (1993; 1994; 2001), and then continued by counting disease percentage on strawberry’s plant. The results was found eight diseases on strawberry’s plants, i.e., spotted leaf disease, scorched leaf disease, withered disease by Fusarium and Verticillium, rotten leaf disease, rotten stem disease, and rotten fruits disease by Botrytis and Rhizopus. Percentage totally of disease at the site was about 80,44% with the most dominant disease was spotted leaf.


125955591E1A009047Penerapan Pasal 68 ayat (1) jo. Pasal 6 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 165 PK/Pdt.Sus/2011Merek merupakan hal penting dalam dunia perdagangan, baik itu perdagangan barang ataupun jasa. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek secara tersirat menyebutkan bahwa Indonesia menganut pendaftaran merek dengan sistem konstitutif, dimana pendaftar pertama lah yang memiliki hak atas suatu merek terdaftar.
Salah satu fungsi merek ialah sebagai pembeda antara produk barang/jasa yang satu dengan yang lain. Di dalam praktiknya, dapat ditemukan peristiwa dimana terdapat persamaan baik pada pokoknya maupun secara keseluruhan antara suatu merek dengan merek lain maupun antara suatu merek dengan nama suatu badan hukum.
Mengenai persamaan suatu merek dengan nama suatu badan hukum, Pasal 6 ayat (3) huruf a Undang-Undang Merek menyebutkan bahwa suatu merek haruslah ditolak pendaftarannya apabila merek tersebut merupakan atau menyerupai nama suatu badan hukum, akan tetapi di dalam penjelasan pasal tersebut disebutkan bahwa yang dimaksud dengan nama suatu bada hukum ialah nama badan hukum yang digunakan sebagai merek dan telah terdaftar dalam daftar umum merek. Apabila terjadi hal demikian, maka dapat dilakukan pembatalan merek.
Trade-mark is an important issue in a trade world, both in merchandise or service trade. Act Number 15, 2001 about Trade-mark implicitly states that Indonesia adopted trade-mark registration with the constitutive system, whereby the first applicant who has the rights to a registered mark.
One of the function of trade-mark is as a differentiator between one merchandise/service to another merchandise/service. In practice, can be found where there are similarities substantially or overall between one trade-mark with another trade-mark, or one trade-mark with the name of legal entity.
Regarding the similarity between one trade-mark with the name of legal entity, Article 6, paragraph (3) letter a Trade-mark Act states that a registration of trade-mark must be refused if that trade-mark is or resembles the name of legal entity, but in the description of this article mentioned that the name of legal entity itself is the name of legal entity used as a trade-mark and has been registered on the public register of trade-mark. If such a case occurs, it can be done by an annulment of registered trade-mark.
125965701D1E009026KINERJA EKONOMI USAHA AYAM SENTUL DI KABUPATEN CIAMIS

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Maret sampai dengan tanggal 20 April 2013 di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui analisis ekonomi ayam Sentul di Kabupaten Ciamis Pendapatan, Efisiensi Ekonomi dan Break Even Point. 2) Mengetahui jumlah kepemilikan, biaya pakan, lama beternak, jumlah anggota keluarga peternak, pendidikan peternak dan tenaga kerja terhadap pendapatan ternak ayam Sentul di Kabupaten Ciamis. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak ayam Sentul di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Pengambilan sampel wilayah menggunakan metode purposive sampling dan metode pengambilan sampel responden menggunakan metode sensus. Berdasarkan jumlah populasi ayam Sentul dari setiap kecamatan diambil beberapa peternak berdasarkan jumlah populasi yang ada dikecamatan tersebut. Variabel yang diamati antara lain variabel dependent (pendapatan, efisiensi ekonomi dan Break Even Point) dan variabelindependent (jumlah kepemilikan, biaya pakan, lama beternak, jumlah angggota keluarga peternak, pendidikan peternak dan tenaga kerja).Hasil perhitungan analisis ekonomi usaha ayam Sentul di Kabupaten Ciamis rataan pendapatan sebesar Rp 42.726.125,- sedangkan rataan efisiensi ekonomi sebesar 1,63 dan rataan Break Event Point dalam produk sebesar 2.844 (ekor) dan BEP dalam rupiah Rp 10.511.491,- yang berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan adalah jumlah kepemilikan ternak dengan P value 0.0037 (P<0.01), yang berpengaruh nyata biaya pakan dengan P value 0.025 (P<0.05) dan tenaga kerja P value 0.037 (P<0.05). yang berpengaruh sangat nyata terhadap efisiensi ekonomi adalah jumlah anggota keluarga dengan P value 0.0033 (P<0.01). sedangkan yang berpengruh nyata terhadap BEP adalah jumlah kepemilikan P value 0.0006 (P<0.01) dan lama beternak P value 0.025 (P<0.05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa usaha ayam Sentul layak dijalankan agar dapat berkembang dimasa akan datang dan memberikan pendapatan terhadap peternakdengan tingkat signifikan 99 persen.

This reseach was conducted from March 20th until April 20th, district in Ciamis 2013 in the province of West Java. The purpose of this study was 1) To know performance of economic of analysis Sentul chicken business (income, efficiency economic, and Break Even Point). 2) To know the influence of socio-economic factors (number of chicken, cost of feed, farming period, number of family, farming education and cost of labor) to labor income Sentul chicken farmers business in the district of Ciamis. The study was conducted by survey method. The research targets were a farmer Sentul chicken in Ciamis district, West Java. The sampling area used purposive sampling method and the respondents were selected using census method. Based on the total population, of Sentul chicken of each district taken from some farmers based on the amount of the existing population in each, sub-districts. Other variables were observed between the dependent variables (income, economic efficiency and Break Even Point) and independent variables (number of chicken, cost of feed, farming period, number of family, farming education and cost of labor). The results of calculation of the economic analysis showed that economic business District in Ciamis chicken Sentul average of revenue of Rp 42,726,125, - while the average economic efficiency of 1.63 and average of Break Event Point in the products of 16 509 (tail) and BEP in rupiah Rp 30,314,728,- the performance that was very significant is effect very revenue the amount of number of chicken with P value of 0.0037 (P <0.01) of, the significant effect of feed costs with P value of 0.025 (P <0.05), and cost of labor, P value of 0.037 (P <0:05). the very significant effect on economic efficiency was the number of family members with a P value of 0.0033 (P <0.01), and the significant effect on BEP was the number of chicken P value of 0.0006 (P <0.01), and farming period with P value of 0.025 (P <0.05). From the results of this study it can be concluded that the Sentul chicken business is warth to be done order to develop in the future and provides income to the farmers. With a rate of 99 percent signifikan.
125975592C1B009052PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS), RETURN ON EQUITY (ROE), ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) TERHADAP HARGA SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA
(Studi pada sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009-2011)
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis apakah Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap harga saham pada perusahaan sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Diperoleh sampel sebanyak 11 perusahaan dari 45 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda. Hasil dari penelitian ini adalah Earning Per Share berpengaruh positif terhadap harga saham, Return on Equity berpengaruh positif terhadap harga saham, Economic Value Added tidak berpengaruh terhadap Harga Saham, Market Value Added berpengaruh positif terhadap harga saham dan variabel yang paling dominan terhadap harga saham adalah Market Value Added.The research aim is to know and analyze the effect of EPS, ROE, EVA, MVA to the share price on company’s infrastructure sector, utilities, and transportation were listed on the Indonesian stock exchange. The sampling technique that used is purposive sampling. The total samples are 11 companies of 45 companies on company’s infrastructure sector, utilities, and transportation were listed on the Indonesian stock exchange. Technique data analysis is multiple linear regression analysis. The results of the research shows that EPS has positive influence on share price, ROE has positive influence on share price, EVA doesn’t significantly influence on share price, MVA has positive influence on share price and MVA is the dominan variable.
125985593G1B009065EFEKTIVITAS MEDIA LEAFLET DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS
Salah satu strategi pencegahan kematian ibu adalah mencegah terjadinya kondisi berbahaya melalui pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tanda bahaya kehamilan. Upaya pendidikan kesehatan tersebut adalah dengan memberikan media leaflet tanda bahaya kepada ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap ibu tentang tanda bahaya kehamilan. Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan pre and post test design with control group design. Sampel yang digunakan adalah 30 ibu hamil pada kelompok perlakuan dan 30 ibu hamil pada kelompok pembanding. Analisis data yang digunakan adalah uji paired-sampel t-test dan Independent-sampel t-test. Hasil penelitian ini menunjukan ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan tanda bahaya kehamilan (p=0,000) dan sikap terhadap tanda bahaya kehamilan (p=0,008) setelah pendidikan kesehatan dengan media leaflet tanda bahaya kehamilan. Ada perbedaan pengetahuan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding (p=0,000) dan perbedaan sikap yang signifikan antara kelompok perlakuan dan pembanding (p=0,037) setelah pendidikan kesehatan dengan media leaflet pada kelompok perlakuan. Dengan demikian media leaftet dapat disarankan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil.One of the maternal mortality prevention strategy is to prevent the occurrence of dangerous conditions through education and raising public awareness of the danger signs of pregnancy. The health education efforts is providing leaflet as a danger signs for pregnant women. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the leaflet toward the increase of knowledge and attitudes of pregnant women about danger signs of pregnancy. The method used was a quasi experiment with pre and post test design with control group design. The samples used were 30 pregnant women in the treatment group and 30 pregnant women in the comparison group. Data analysis used was paired-sample t-test and Independent-samples t-test. Results of this study showed that there was a significant difference in knowledge of danger signs of pregnancy (p = 0.000) and attitude toward the danger signs of pregnancy (p = 0.008) after the health education with leaflets media of danger signs of pregnancy. There was a significant difference in knowledge between the treatment group and the comparison group (p = 0.000) and significant differences in attitudes between the treatment and comparison groups (p = 0.037) after the health education with leaflets media in the treatment group. Thus, leaftet media can be suggested to improve the knowledge and attitudes of pregnant women.
125995572I1A006002STUDI THREE LEVEL NEUTRAL POINT CLAMPED INVERTER SATU FASA UNTUK KONVERSI TEGANGAN DC KE AC DENGAN LEVEL SHIFTED CARRIER BASED SINUSOIDAL PWMSinusoidal pulse width modulation (SPWM) adalah teknik modulasi yang bisa mengatur frekuensi dan tegangan keluaran pada inverter. Three level H-bridge inverter dan three level Neutral point clamped inverter menggunakan level shifted carrier based sinusoidal PWM. Level shifted carrier based sinusoidal PWM membutuhkan dua inputan gelombang segitiga dan satu buah gelombang sinusoidal. Semakin besar indeks modulasi maka tegangan dan arus keluaran akan semakin besar, namun THD (total harmonic distortion) yang dihasilkan akan menurun sampai pada saat indeks modulasi bernilai 1. Semakin besar frekuensi penyaklaran maka THD arus yang dihasilkan akan semakin kecil. Efisiensi three level H-bridge inverter tertinggi 97,75% dan three level Neutral point clamped inverter tertinggi 97,80 %.Sinusoidal pulse width modulation (SPWM) is a modulation technique which can adjust the frequency and voltage of the inverter output. Three-level H-bridge inverter and Neutral point clamped three-level inverter use level shifted carrier based sinusoidal PWM. Level shifted carrier based sinusoidal PWM need two input triangular wave and one sinusoidal wave. The larger the index modulation output voltage and current will be greater, but the resulting THD (total harmonic distortion) will decrease until the current modulation index is 1. The greater the frequency of switching the current THD generated will be smaller. Efficiency three-level H-bridge inverter highest 97.75% and the three-level Neutral point clamped inverter highest 97.80%.
126005594P2DA11014PENGARUH SUPLEMENTASI EKSTRAK ETANOL DAUN WARU DAN IMBANGAN JERAMI PADI AMONIASI DAN KONSENTRAT TERHADAP PRODUK FERMENTASI RUMEN SAPI POTONG
Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh interaksi rasio jerami padi amoniasi : konsentrat dengan taraf ekstrak etanol daun waru terhadap produk fermentasi rumen secara in vitro. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dua faktor. Faktor pertama yaitu rasio jerami padi amoniasi : konsentrat (R) (45:55, 55:45, dan 65:35) dan faktor kedua yaitu taraf suplementasi ekstrak etanol daun waru (0, 200 dan 400 ppm). Variabel yang diamati meliputi N-NH3, total VFA, asam asetat, asam propionat, asam butirat dan rasio Asetat/Propionat (A/P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara rasio jerami padi amoniasi : konsentrat dan taraf ekstrak etanol daun waru terhadap N-NH3, total VFA, asam asetat, asam propionat, asam butirat dan rasio A/P. Rasio jerami padi amoniasi:konsentrat menunjukkan respon kuadratik terhadap asam asetat, total VFA dan rasio asetat/propionat. Suplementasi ekstrak etanol daun waru sampai 400 ppm menyebabkan penurunan N-NH3, asam asetat dan rasio A/P dan peningkatan asam propionat. Penurunan asam asetat, total VFA dan rasio A/P terbesar dicapai pada pemberian jerami padi amoniasi masing-masing sebesar 55,36%, 56,64% dan 53,75%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rasio jerami padi amoniasi : konsentrat sebesar 53–55 : 45-47 merupakan rasio terbaik yang dapat menurunkan asam asetat dan rasio A/P. Suplementasi ekstrak etanol daun waru sampai 400 ppm berpengaruh linear negatif terhadap N-NH3, asam asetat dan rasio asetat/propionat serta berpengaruh linear positif terhadap asam propionat.
This experiment aimed to study the effect of the interaction rice straw amoniation : concentrate ratio with level of ethanolic extract of waru leaves on the rumen fermentation products in vitro. The experiment was conducted by experimental methode in randomized block design factorial with two factor. The first factor was the ratio of rice straw ammoniation and concentrate (R) (45:55, 55:45, and 65:35) and the second factor was the level etanolic extract of waru leaves (0, 200 and 400 ppm). The variables observed were N-NH3, total VFA, acetic acid, propionic acid, butyric acid and the ratio of Acetate/Propionate (A/P). The results showed that there were no interaction (P>0.05) between the ratio of rice straw amoniation : concentrate and level of ethanolic extract of waru leaves on the N-NH3, total VFA, acetic acid, propionic acid, butyric acid and Acetate/Propionate (A/P) ratio. Ratio of rice straw ammoniation : concentrate showed quadratic respond on acetic acid, total VFA and A/P ratio. Supplementation of ethanolic extract of waru leaves up to 400 ppm showed N-NH3, acetic acid and A/P ratio decrease and propionic acid increase. The highest decline of acetic acid, total VFA and A/P ratio achieved by rice straw ammoniation of 55,36%, 56,64% and 53,75% respectively. Based on the results of this study concluded that rice straw ammoniation : concentrate ratio 53-55 : 45-47 was best ratio can decrease acetic acid and Acetat/Propionate ratio. Supplementation of ethanolic extract of waru leaves up to 400 ppm showed negative linearly on N-NH3, acetic acid and Acetate/Propionate ratio and positive linearly on propionic acid.