Artikelilmiahs
Menampilkan 12.701-12.720 dari 49.594 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 12701 | 5697 | A1M008036 | PENGARUH PROPORSI SUSU SKIM DAN KACANG MERAH TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA DAN SENSORI SUSU JAGUNG MANIS | Susu jagung merupakan salah satu minuman suplemen (tambahan) yang berasal dari ekstrak biji jagung dengan atau tanpa penambahan bahan lain. Kacang merah digunakan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan kandungan protein pada susu jagung manis. Bahan penstabil yang digunakan pada proses pembuatan susu jagung ini adalah susu skim. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan konsentrasi susu skim yang menghasilkan kualitas susu jagung terbaik, 2) menentukan proporsi kacang merah yang menghasilkan kualitas susu jagung terbaik, dan 3) menetapkan kombinasi perlakuan produk terpilih yang dapat menghasilkan susu jagung terbaik. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor dimana masing-masing faktor terdiri dari 4 taraf. Faktor yang dicoba yaitu rasio jagung manis dan kacang merah (J) yang terdiri dari J1 (50% : 50%); J2 (60% : 40%); J3 (70% : 30%); J4 (80% : 20%), dan proporsi susu skim (S) yang terdiri dari S1 (4%); S2 (8%); S3 (12%); S4 (16%) sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dari kombinasi rasio jagung manis 80%, kacang merah 20% dan penambahan susu skim 12% (J4S3). Karakteristik produk susu jagung ini yaitu memiliki viskositas 0,80 Pa.S, kadar air 87,15 %bb, kadar abu 4,04 %bk, kadar lemak 6,34 %bb, kadar protein total 2,49 %bk, dan agak disukai. | Corn milk is one of supplement drink, which came from corn seed extract with or without the addition of other ingredients. Red bean was used as an attempt to increase the protein content in sweet corn milk. The other additive was skim milk, which was used for stabilizer. This study aimed to: 1) determined the concentration of skim milk that produced the best quality corn milk, 2) determined the proportion of red bean that produced the best quality corn milk, and 3) established the best treatment combinations of the corn milk. This research was an experimental research which was using a completed randomized design, consisting of 2 factors, which each factor consists of 4 levels. Factor that were tested were the ratio of sweet corn and red bean (J) consisting of J1 (50%: 50%), J2 (60%: 40%); J3 (70%: 30%); J4 (80%: 20% ), and the proportion of skim milk (S) consisting of S1 (4%), S2 (8%), S3 (12%), S4 (16%). So there were 16 combinations. The results showed that best corn milk was J4S3, which had 80% sweet corn and 20% red bean ratio, and 12% of skim milk addition. The characteristics of this corn milk were had a viscosity of 0,80 Pa.S, water content 87.15%, ash content 4.04%, 6.34% fat content, 2.49% of total protein content and somewhat preferred. | |
| 12702 | 5698 | G1F009056 | Pengaruh Edukasi tentang Imunisasi pada Anak terhadap Pengetahuan dan Perilaku Apoteker di Kabupaten Banyumas | Penyebab kematian anak sebesar 48% adalah penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Apoteker mempunyai peran dalam hal imunisasi pada anak melalui pemberian edukasi dan motivasi kepada orangtua dan tenaga kesehatan lain. Salah satu upaya untuk meningkatkan peran apoteker melalui pemberian edukasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh edukasi tentang imunisasi pada anak terhadap pengetahuan dan perilaku apoteker di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan quasi experimental non randomized pretest-posttest with control group design. Instrumen penelitian menggunakan angket. Sampel penelitian adalah kelompok perlakuan dan pembanding masing-masing 28 responden. Analisis data terdiri dari univariat dan bivariat yang menggunakan independent sample t-test, Wilcoxon-signed Rank test, dan Mann-Whitney test. Analisis pretest dan posttest kelompok perlakuan menunjukkan ada perbedaan bermakna pada pengetahuan (p<0,001) dan tidak ada perbedaan bermakna pada perilaku (p=0,075). Analisis pretest dan posttest kelompok pembanding menunjukkan ada perbedaan bermakna pada pengetahuan (p=0,027) dan perilaku (p=0,002). Analisis pretest kelompok perlakuan dan pembanding menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada pengetahuan (p=0,266) dan perilaku (p=0,125). Analisis posttest kelompok perlakuan dan pembanding menunjukkan ada perbedaan bermakna pada pengetahuan (p<0,001) dan perilaku (p=0,006). Edukasi berupa modul, ceramah, dan praktik lapangan dapat meningkatkan pengetahuan apoteker tentang imunisasi pada anak di Kabupaten Banyumas, namun tidak dapat meningkatkan perilaku. Apoteker perlu meningkatkan pengetahuan dan perannya sebagai advocate dalam imunisasi pada anak. | The causes of children mortality by 48% was infectious disease that can be prevented by immunization. Pharmacists have a role in terms of immunization in children through the provision of education and motivation to parents and other health professionals. One of the efforts to enhance the roles of pharmacists through education programs. The aim of this research was to know the influence of education about immunization in children on the knowledge and behavior of pharmacists in Banyumas Regency. These study used non randomized pretest-posttest control group design. The research instrument used questions form. Sample on this research, both treatment and control group were 28 respondents respectively. Data analysis comprises univariate and bivariate that used independent t-test, Wilcoxon-Signed Rank test, and Mann-Whitney test. Pretest and posttest analysis of treatment group showed there were significant difference in knowledge (p<0,001) and there were no significant difference in behavior (p=0,075). Pretest and posttest analysis of control group showed there were significant difference in knowledge (p=0,027) and behavior (p=0,002). Pretest analysis between the treatment group and control group showed there were no significant difference in knowledge (p=0,226) and behavior (p=0,125). Posttest analysis between the treatment group and control group showed there were significant difference in knowledge (p<0,001) and behavior (p=0,006). Education was provided through modules, lectures, and field practice can increase pharmacists’s knowledge about immunization on children in Banyumas Regency, but cannot increase behavior. Pharmacists needs improved knowledge and their role as advocate in immunization on children. | |
| 12703 | 5699 | H1A009031 | SINTESIS DAN KARAKTERISASI Fe3O4 DARI PASIR BESI SECARA HIDROTERMAL DAN UJI DAYA ADSORPSINYA TERHADAP METILEN BIRU | Sintesis Fe3O4 dan aplikasinya untuk mengadsorpsi zat warna metilen biru telah dilakukan. Fe3O4 disintesis dari pasir besi dengan menggunakan metode hidrotermal. Fe3O4 telah dikarakterisasi dengan X-Ray Diffractometer (XRD) untuk menentukan ukuran partikel, serta kandungan fasa. Ukuran partikel rata-rata Fe3O4 hasil sintesis dengan metode hidrotermal yaitu 26,5 nm dan fasa yang terkandung merupakan fasa Fe3O4. Uji daya adsorpsi Fe3O4 terhadap metilen biru dilakukan dengan variasi waktu kontak dan variasi konsentrasi. Mekanisme adsorpsi Fe3O4 terhadap metilen biru sesuai dengan model adsorpsi isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum (qm) 9,7182 mg/g dan konstanta Langmuir yaitu 0,17045 L/mg. Kinetika adsorpsi pada adsorpsi metilen biru oleh Fe3O4 cenderung mengikuti persamaan laju orde II dengan nilai konstanta laju reaksi (k) yaitu 0,020321 g mg-1 min-1. | Synthesis of Fe3O4 and its application to adsorption methylene blue has been done. Fe3O4 synthesized from ferruginous sand using a hydrothermal method. Fe3O4 was characterized by X-Ray Diffractometer (XRD) to determine the phase and particle size of Fe3O4. The average particle size of Fe3O4 synthesized by the hydrothermal method is 26,5 nm. The Fe3O4 adsorption test of methylene blue was done with a variety of contact time and concentration. The adsorption mechanism followed Langmuir isoterm model and the maximum adsorption capacity were calculated as 9,7182 mg/g and the Langmuir constants 0,17045 L/mg. Adsorption kinetics of methylene blue to Fe3O4 followed the second-order rate equation with constant reaction (k) of 0,020321 g mg-1min -1. | |
| 12704 | 5700 | C1C007091 | DAMPAK KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN INTELEKTUAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI, KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unsoed) | DAMPAK KECERDASAN EMOSIONAL DAN KECERDASAN INTELEKTUAL TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN AKUNTANSI, KEPERCAYAAN DIRI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Unsoed) Oleh: Fikar Andrian Aziz¹, Edward Kanam Sinoeraya², Negina Kencono Putri³ e-mail: fikarandrianaziz@yahoo.co.id Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Soedirman Abstrak Tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk menganalisis dampak kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi. 2. Untuk menganalisis dampak kecerdasan intelektual terhadap tingkat pemahaman akuntansi. 3. Untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri sebagai variabel pemoderasi pada hubungan antara kecerdasan emosional dengan tingkat pemahaman akuntansi. 4.Untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri sebagai variabel pemoderasi pada hubungan antara kecerdasan intelektual dengan tingkat pemahaman akuntansi. Objek penelitian ini adalah kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual yang diukur posisinya terhadap tingkat pemahaman akuntansi dengan kepercayaan diri sebagai moderasi. Sedangkan Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi S1 akuntansi Fakultas Ekonomi Unsoed dari angkatan 2007 hingga 2009 terutama yang sedang menyusun tugas akhir dikarenakan telah memperoleh manfaat penuh atas pengajaran akuntansi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik dan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Kecerdasan emosional berdampak terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Adanya dampak tersebut menunjukkan semakin tinggi kecerdasan emosional, semakin tinggi tingkat pemahaman akuntansinya. 2. Kecerdasan intelektual berdampak terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan intelektual yang dimiliki mahasiswa, semakin tinggi tingkat pemahaman akuntansinya. 3. Kepercayaan diri mampu memoderasi pada hubungan kecerdasan emosional terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Adanya variabel kepercayaan diri memperlemah hubungan kecerdasan emosional dengan tingkat pemahaman akuntansi. 4. Kepercayaan diri tidak mampu memoderasi pada hubungan kecerdasan intelektual terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Adanya kepercayaan diri, tidak berdampak pada meningkat dan atau melemahnya hubungan kecerdasan intelektual dengan tingkat pemahaman akuntansi. | THE IMPACT OF THE EMOTIONAL INTELLIGENCE AND INTELLECTUAL INTELLIGENCE TO THE ACCOUNTING UNDERSTANDING LEVEL, SELF CONFIDENCE AS THE MODERATING VARIABLE (Study to The Student University of Economy Faculty of Accounting Direction in Unsoed) By: Fikar Andrian Aziz¹, Edward Kanam Sinoeraya², Negina Kencono Putri³ e-mail: fikarandrianaziz@yahoo.co.id Economy Faculty of Jenderal Soedirman University Abstract The purpose of this research is 1. To analyze the impact of emotional intelligence to the accounting understanding level. 2. To analyze the impact of intellectual intelligence to the accounting understanding level. 3. To analyze the effect of self confidence as the modernization variable in the correlation between the emotional intelligence and the accounting understanding level. 4. To analyze the effect of self confidence as the modernization variable in the correlation between the intellectual intelligence and the accounting understanding level. The object of this research is the emotional intelligence, intellectual intelligence that is measured its position to the accounting understanding level and the self confidence as the modernization. And the population in this research is the male and female student university S1 Accounting in Economy Faculty of Unsoed from 2007 to 2009 academy especially they who are arranging the last task because they has obtained the full benefit for the accounting lesson. Technique of data collection uses the questioner. Technique of data analysis uses the classical assumption and double linear regression by using program of SPSS. The result of research shows that 1. The emotional intelligence gives the impact of the accounting understanding level. This impact shows the higher the emotional intelligence, the higher its accounting understanding level. 2. The intellectual intelligence gives the impact of the accounting understanding level. This shows that the higher the intellectual intelligence that is owned by student university, so it will make the higher of its accounting understanding level. 3. The self confidence can modernize the correlation of the emotional intelligence to the accounting understanding level. The self confidence variable make weak the correlation of emotional intelligence with the accounting understanding level. Self confidence can not modernize the correlation of intellectual intelligence to the accounting understanding level. The self confidence does not give the impact to the increment and reduction of the correlation of intellectual intelligence with the accounting understanding level. | |
| 12705 | 5703 | F1B009028 | EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT (PAMSIMAS) DI DESA BANDINGAN KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA | Air merupakan kebutuhan dasar bagi umat manusia, namun fakta menunjukkan tidak semua orang dapat mengakses air bersih dan sehat secara memadai, sesuai dengan kebutuhannya. Masalah air dan sanitasi yang buruk di Indonesia melahirkan program Pamsimas. Tujuan program Pamsimas adalah meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan peri-urban, serta meningkatkan nilai dan perilaku hidup sehat dengan membangun/menyediakan prasarana dan sarana air minum serta sanitasi berbasis masyarakat berkelanjutan dan mampu diadaptasi oleh masyarakat dalam upaya mencapai target MDGs. Atas dasar hal tersebut, maka perlu di kaji evaluasi implementasi program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat itu sendiri di desa Bandingan Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga. Kata kunci: Evaluasi, Implementasi, Program Pamsimas | Water is a basic need for human beings, but the facts show not everyone has access to clean and healthy water adequately, according to his needs. Problems of water and poor sanitation in Indonesia gave birth Pamsimas. Pamsimas goal is to increase access to drinking water and sanitation for the poor rural and peri-urban, as well as increase the value and healthy behavior by building / providing infrastructure and facilities for drinking water and sanitation, community-based sustainable and can be adopted by the community in an effort to achieve the target MDGs. On the basis of this, it is necessary to examine the evaluation of program implementation Drinking Water Supply and Sanitation Community-Based themselves in the village of Bandingan Kejobong Purbalingga district. Keywords: Evaluation, Implementation, Programme Pamsimas | |
| 12706 | 5704 | C1A009098 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEKERJA DI INDUSTRI KERAJINAN SANGGUL DAN WIG DI DESA KARANGBANJAR KECAMATAN BOJONGSARI KABUPATEN PURBALINGGA | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pekerja di Industri Kerajinan Sanggul dan Wig di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh masa kerja, jam kerja dan tingkat pendidikan terhadap pendapatan yang diterima oleh pekerja di industri kerajinan sanggul dan wig di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan data primer yang didapat dari wawancara dengan pekerja dan pengusaha kerajinan sanggul dan wig, serta data sekunder dari BPS Kabupaten Purbalingga. Hipotesis dari penelitian ini yaitu masa kerja, jam kerja dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan pekerja di Industri Kerajinan Sanggul dan Wig di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Regresi Linear Berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh masa kerja, jam kerja serta tingkat pendidikan terhadap pendapatan pekerja di Industri Kerajinan Sanggul dan Wig di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga, serta dilakukan pula uji asumsi klasik yang meliputi uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji autokorelasi dengan tujuan agar didapat hasil analisis yang BLUE (Best Linier Unbiased Estimator) di mana hasil yang diperoleh merupakan estimasi yang paling baik dengan metode OLS (Ordinary Least Square). Hasil dari penelitian ini yaitu : Variabel masa kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pekerja, variabel jam kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pekerja dan variabel tingkat pendidikan secara parsial berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pendapatan pekerja. Dan dari nilai koefisien yang didapat dari uji secara parsial, dapat disimpulkan bahwa jam kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pekerja. Hasil pengujian secara bersama-sama menunjukkan bahwa variabel masa kerja, jam kerja dan tingkat pendidikan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pekerja. Dari hasil perbandingan antara rata-rata pendapatan pekerja di Industri Kerajinan Sanggul dan Wig di Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga dengan standar Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Purbalingga tahun 2012 menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pekerja masih belum memenuhi standar UMR Kabupaten Purbalingga. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pendapatannya, pekerja yang memiliki jam kerja yang rendah diharapkan dapat menambah jam kerjanya agar jumlah produk yang dikerjakannya meningkat dan pada akhirnya pendapatannya akan bertambah. Dengan menambah jam kerja, pekerja dapat berlatih lebih baik dalam melaksanakan pekerjaannya sehingga pekerja akan semakin mahir dalam menghasilkan produk sanggul dan wig. | Abstract This research entitled "The Factors that Affecting Workers Income in Industry and Handicrafts wig and bun wig in the Village District Karangbanjar Bojongsari Purbalingga". The purpose of this research was to determine the influence of length of service, hours of work and level of education on income earned by workers in the craft industry in the Village District Karangbanjar Bojongsari Purbalingga. This research uses a survey with primary data obtained from interviews with workers and employers , and secondary data from BPS Purbalingga. The hypothesis of this research is the period of employment, hours of work and level of education affect the earnings of workers in the craft industry wig and bun wig in the Village District Karangbanjar Bojongsari Purbalingga either partially or simultaneously. The method of analysis used in this research is a multiple linear regression analysis is used to determine the effect of length of service, hours of work and level of education of the labor income in the Craft Industry wig and Wig bun in the Village District Karangbanjar Bojongsari Purbalingga. The results of this research are : variable period of employment partially had positive and significant effect on labor income, variable working hours partially had positive and significant effect on labor income and education level variable also had positive but unsignificant effect on labor income. And from the coefficient obtained from partial test, it can be concluded that the hours of work is the most influential variable on labor income.The test results together indicate that the variable length of service, hours of work and level of education are jointly significant effect on labor income. From the comparison between the average income of workers in the craft industry and Wig bun in the Village District Karangbanjar Bojongsari Purbalingga standards Minimum Wage (UMR) Kabupaten Purbalingga in 2012 showed that the average income of workers still do not meet the standard minimum wage Purbalingga. The implication of this research is to increase their income, workers who have low working hours is expected to increase the hours of work that has earned increasing number of products and ultimately increases revenue. By increasing working hours, workers can practice better to do the job so that workers will be more proficient in producing bun wig and wig | |
| 12707 | 5589 | C1B008101 | ANALISA PENGARUH EASE OF USE, USEFULNESS, DAN USER ATTITUDE TERHADAP BEHAVIOR INTENTION PELAYANAN TIKET PENUMPANG PADA PT.KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAERAH OPERASI 5 PURWOKERTO (Studi Pada Karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh ease of use, usefulness dan user attitude terhadap behavior intention. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan populasi penelitian meliputi semua petugas loket dan karyawan operasional yang memiliki pengalaman di bidang ticketing. Selain itu, metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel yang diambil sebanyak 100 responden, meliputi semua petugas loket berjumlah 50 responden dan karyawan operasional berjumlah 50 responden.. Dengan menggunakan Structural Equation Modeling (Smart PLS 2.0), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Ease of use memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap usefulness; (2) Usefulness memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap user attitude; (3) Ease of use memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap user attitude; (4) Usefulness memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap behavior intention; (5) Ease of use memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap behavior intention; (6) User attitude memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap behavior intention. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pengaruh usefulness dinilai masih rendah. Hal ini disebabkan oleh tidak semua petugas loket dan karyawan operasional yang memiliki pengalaman di ticketing mendapatkan pelatihan terlebih dahulu tentang sistem pelayanan yang baru dan apabila mengalami kesulitan mereka bertanya kepada teman kerja. Selain itu latar belakang pendidikan dan masa kerja yang tidak sama juga mempengaruhi hasil penelitian. Sebaiknya perusahaan sebelum menerapkan perubahan sistem pelayanan tiket dari manual ke komputerisasi di persiapkan terlebih dahulu semua sumber daya yang dimiliki perusahaan. Tiap operator di masing-masing stasiun diberikan pelatihan secara bergantian supaya sitem terbaru tersebut dapat memberikan manfaat kepada operator dan perusahaan. Kemudian bagi petugas yang baru mengenal sistem komputerisasi diberikan waktu yang lebih lama dalam pelatihan supaya dapat memberikan pelayanan prima kepada pengguna setia kereta api penumpang di PT.Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto. | The aim of this research is to explain the influence of ease of use, usefulness and user attitude toward behavior intention. Research method used is survey method and the population is includes all counter staff and operational employees who have experience in the field of ticketing. In addition, sampling method used is purposive sampling with a sample of 100 respondents taken, covering all the counter staff totaled 50 respondents and operational employees totaled 50 respondents . By using Structural Equation Modeling (Smart PLS 2.0), the results of this research shows: (1) Ease of use has a significant positive effect toward usefulness, (2) Usefulness has a positive but insignificant effect toward user attitude, (3) Ease of use has a significant positive effect toward user attitude, (4) Usefulness has a positive but insignificant influence toward behavior intention; (5) Ease of use has a significant positive effect toward behavior intention, (6) User attitude has a significant positive effect toward behavior intention. From the data analysis it can be concluded that the effect of usefulness is still considered low. This is due to not all the counter staff and operational employees who have experience in ticketing receive previous training on the new systems and services have difficulty if they ask a partner. Besides the educational background and years of service are not the same also affected the results. Should the company before implementing changes to the service system from manual to computerized tickets in advance to prepare all the resources of the company. Each operator in each station in turn are given training so that the latest sitem can provide benefits to operators and enterprises. Then the officers who are new to computerized systems given more time in the training in order to offer excellent service to the loyal users passenger train in PT.Kereta Api Indonesia (Persero) Regional Operations 5 Purwokerto. | |
| 12708 | 5705 | C1L009007 | THE INFLUENCE OF INTERNAL CONTROL AND SUITABILITY OF COMPENSATION ON FRAUD PREVENTION OF PROCUREMENT OF GOODS/SERVICES AT GOVERNMENT INSTITUTIONS IN BANYUMAS REGENCY | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan secara parsial, dan variabel yang paling dominan dari pengendalian internal, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, pemantauan dan kesesuaian kompensasi terhadap pencegahan kecurangan pengadaan barang/jasa di institusi pemerintah di Kabupaten Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah pejabat pengadaan institusi pemerintah di Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian adalah 42 pejabat pengadaan. Penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan program SPSS untuk menguji pengaruh dari lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, pemantauan dan kesesuaian kompensasi terhadap pencegahan kecurangan pengadaan barang/jasa. Hasil menunjukkan bahwa variabel lingkungan pengendalian, aktivitas pengendalian, pemantauan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencegahan kecurangan pengadaan barang/jasa, tetapi kesesuaian kompensasi, penilaian risiko, informasi dan komunikasi memiliki pengaruh yang signifikan. Pemantauan tidak memiliki pengaruh dominan, sedangkan penilaian risiko memiliki pengaruh yang dominan terhadap pencegahan kecurangan pengadaan barang/jasa di institusi pemerintah di Kabupaten Banyumas. | The objectives of this study are to find out the significant influences partially, and the most dominant variable of internal control, namely control environment, risk assessment, control activities, information and communication, monitoring and suitability of compensation on fraud prevention of procurement of goods/services at government institutions in Banyumas Regency. The population in this research was procurement officials of government institutions in Banyumas Regency. The research samples were 42 procurement officials. This study used multiple regression with SPSS program to examine the influence of control environment, risk assessment, control activities, information and communication, monitoring and suitability of compensation on fraud prevention of procurement of goods/services. The results show that variables control environment, control activities, monitoring do not have a significant influence on fraud prevention of procurement of goods/services, but suitability of compensation, risk assesment, information and communication have significant influences. Monitoring has no dominant influence, while risk assessment has dominant influence on fraud prevention of procurement of goods/services at government institutions in Banyumas Regency. | |
| 12709 | 5706 | A1M008051 | PENGARUH JENIS PENYALUT DAN KONSENTRASI PIGMEN BIJI BUAH SOMBA TERHADAP SIFAT FISIK DAN SENSORI KERUPUK KARAK | Somba (Bixa orellana L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami. Pigmen yang terkandung dalam somba adalah karotenoid yang tersusun atas bixin dan norbixin. Pada penelitian ini biji buah somba disalut dengan menggunakan pati singkong dan maltodekstrin yang kemudian hasil penyalutan tersebut digunakan sebagai pewarna alami pada produk kerupuk karak. Kerupuk karak merupakan kerupuk khas dari daerah Purbalingga yang berbahan baku singkong. Penambahan pewarna somba dapat memperbaiki sifat fisik dan sensori dari produk kerupuk karak. Tujuan penelitian ini adalah : 1) mengetahui pengaruh jenis penyalut terhadap sifat fisik dan sensori kerupuk karak; 2) mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan biji buah somba terhadap sifat fisik dan sensori kerupuk karak; 3) mengetahui pengaruh interaksi jenis penyalut dengan konsentrasi penambahan buah somba terhadap sifat fisik dan sensori kerupuk karak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang dicoba adalah jenis penyalut (P) yang terdiri dari pati singkong (P1), maltodekstrin (P2), dan tanpa penyalut (P3), serta konsentrasi pigmen biji buah somba (K) yang terdiri dari 2% (K1), 3% (K2), dan 4% (K3) sehingga diperoleh 9 perlakuan yang diulang 3 kali dan diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik yaitu P3K3, merupakan perlakuan jenis penyalut maltodekstrin dengan konsentrasi pigmen biji buah somba 4%. Kombinasi tersebut mengasilkan rata-rata nilai pengembangan kerupuk 38,8147% dan nilai warna 4,8. | Somba (Bixa orellana L.) is a plant that can be used as a natural dye. Pigment contained in somba is carotenoid composed of bixin and norbixin. In this research, somba seeds were coated by cassava starch and maltodextrin. The result of this coating was used as a natural dye in karak cracker. Karak cracker is a typical cracker from Purbalingga that was made from cassava. The addition of somba pigment could improve the pysical and sensory properties of karak cracker. This research aimed to : 1) determined the effect of coating material type on the pysical and sensory properties of karak cracker; 2) determined the effect of somba pigment concentration on the pysical and sensory properties of karak cracker3) determined the effect from the interaction of coating material type and somba pigment concentration on the pysical and sensory properties of karak cracker. This research used experimental method with randomized block design (RBD). Factors tested were coating material types (P) that consist of cassava starch (P1), maltodextrin (P2) and without coating (P3) and somba pigment concentration that consist of 2% (K1), 3% (K2) and 4% (K3) so there were 9 combination treatments. Each treatment was repeated 3 times to obtained 27 experimental units. The result showed that the best treatment was P2K3, with maltodextrin as coating material and 4% somba pigment concentration. This combination treatment result 38.81% in crackers expansion and 4.8 in color value. | |
| 12710 | 5707 | F1D009017 | PERJUANGAN PAGUYUBAN DUKUH (PANDU) KABUPATEN BANTUL DALAM GERAKAN PERLAWANAN TERHADAP RANCANGAN UNDANG-UNDANG KEISTIMEWAAN YOGYAKARTA PADA TAHUN 2010 | Penelitian ini membahas tentang perjuangan Paguyuban Dukuh (Pandu) dalam gerakan perlawanan terhadap Rancangan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta pada tahun 2010. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Pada proses perlawanan terhadap RUU keistimewaan, Pandu melancarkan aksi masa dan melakukan berbagai bentuk strategi perlawanan diantaranya adalah melakukan strategi advokasi untuk melancarkan aspirasi dan tuntutan terkait dengan keistimewaan. Kemudian lobi terhadap legislatif untuk memberikan masukan tentang 5 item pokok dasar RUU keistimewaan, dan melakukan konstruksi wacana penetapan melalui berbagai tulisan di media surat kabar melalui partisipasi pergerakan. Momentum peralihan suksesi masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dan kesetiaan masyarakat Yogyakarta yang tinggi terhadap Rajanya, serta homogenitas masyarakat Yogyakarta menjadi faktor pendukung perjuangan Pandu. Disamping itu, berdiri kelompok pro pemilihan yang turut mewarnai sekaligus menjadi penghambat perjuangan. Hingga pada akhirnya, Pandu mampu berjuang melalui hambatan tersebut dengan tetap mengawal RUU keisitimewaan sampai dengan disahkanya Undang-Undang 13 Tahun 2012 tentang keistimewaan DIY sesuai dengan amanat rakyat Yogyakarta. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah Pandu sebagai salah satu bagian dari elemen pergerakan membuktikan bahwa mereka berhasil dalam memperjuangan keistimewaan DIY. | This research discussed about struggle of Paguyuban Dukuh (Pandu) in the resistance movement toward Yogyakarta Laws Privileges Draft in 2010. The method used in this study is a phenomenological qualitative approach the process of resistance to the bill privileges draft, staged Pandu future strategy and undertake various forms of resistance such as doing advocacy strategy for waging the aspirations and demands associated with privilege. Then lobby the legislature to provide input on the basic staple items 5 bill privileges, and perform construction discourse determination through various posts at the newspaper media participation through movement. Momentum shift succession tenure of Governor and Deputy Governor of Yogyakarta and the Yogyakarta high fidelity towards their king, the people of Yogyakarta and the homogeneity of a factor supporting the struggle of Pandu. In addition, standing pro foreshadowed electoral struggle as well as a barrier. Until at last, able to fight through obstacles Drive is to keep control of the previlages bill up had valid Law 13th 2012 about DIY privileges in accordance with the mandate of the Yogyakarta people. The conclusion in this research is Pandu are as one element of movement to prove that they are successful in the fight for the privilege of DIY. | |
| 12711 | 5708 | H1C009012 | PROTOTYPE GENERATOR MAGNET PERMANEN AXIAL AC 1 FASA BERKAPASITAS 10 WATT SEBAGAI KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO HIDRO | Peningkatan kebutuhan energi listrik tidak diimbangi dengan pembangunan infrastrukturnya sehingga daerah-daerah terpencil seperti pegunungan masih belum terjangkau listrik. Sungai-sungai di pegunungan berpotensi untuk dibangun pembangkit listrik tenaga piko hidro (PLTPH). Komponen utama pada PLTPH adalah generator. Untuk itu pada penelitian ini dirancang sebuah prototipe generator magnet permanen aksial AC 1 fasa. Generator magnet permanen dipilih karena tidak memerlukan arus eksitasi DC serta sistem pemeliharaan yang relatif mudah. Jenis magnet permanen yang digunakan adalah NdFeb (Neodymium-Iron-Boron). Generator yang dirancang bertipe double sided coreless stator. Dari hasil pengujian diperoleh tegangan rms sebesar 12,13 volt dengan frekuensi 50,2 Hz pada pengujian tanpa beban dan 11,93 volt dengan frekuensi 50,1 Hz pada pengujian berbeban. Beban yang digunakan yaitu 3 buah lampu pijar 24 volt 125 mA terhubung paralel. Berdasarkan kedua data pengujian didapatkan persentase kesalahan tegangan rata-rata sebesar 9.283 % dan persentase regulasi tegangan rata-rata sebesar 3.071 %. Hal ini masih dalam batas toleransi regulasi tegangan yang diperbolehkan berdasarkan standar PLN yaitu < 10 %. Namun gelombang yang dihasilkan tidak berbentuk gelombang AC karena tegangan maksimum dan minimum yang tidak stabil disebabkan rapat fluks magnet tidak merata, persebaran fluks tidak merata pada setiap kumparan dan celah udara yang berubah-ubah. | Enhancement of electrical energy needs are not matched by infrastructure development so that remote areas such as mountains still not affordable electricity. The rivers in the mountains has the potential to be built pico hydro power plant (PLTPH). The main component of PLTPH is generator. Therefore in this research designed a prototype of 1-phase AC axial permanent magnet generator. Permanent magnet generator is chosen because it does not require a DC excitation current and a relatively easy system maintenance. The type of permanent magnet used is NdFeb (Neodymium-Iron-Boron). Type of generator is designed double sided coreless stator. The result of this research obtained rms voltage of 12.13 Volt with a frequency of 50.2 Hz at no-load examination and 11.93 Volt with a frequency of 50.1 Hz at load examination. Load used is 3 pieces of incandescent lamps 24 Volt 125 mA connected parallel. Based on both examination, there is both voltage error percentage average of 9.283% and the percentage of voltage regulation of 3.071%. It is still within the tolerance of voltage regulation allowed by PLN standard about <10%. However, the wave production doesn’t form AC wave due to unstable of the maximum and minimum voltage caused by magnetic flux density which is uneven, the spread of flux is uneven on every coil, and the air gap changes. | |
| 12712 | 5709 | H1C006034 | Pengukuran Viskositas Minyak Pelumas Menggunakan Viskometer Kapiler Cannon-Fenske Routine F853 | Faktor kekentalan dan viskositas bahan dasar oli merupakan besaran yang harus disesuaikan dengan klasifikasi mesin. Dengan demikian jenis minyak pelumas yang digunakan dapat diklasifikasikan menurut tipe, performa dan penggunaannya. Mesin pada kecepatan tinggi memerlukan nilai viskositas yang rendah dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan mengukur nilai viskositas dengan simulasi alat ukur. Penelitian menggunakan Viskometer Cannon-Fenske F853 dan Mikrokontroler ATmega 8535 dalam pengukuran. Karakterisasi sensor menggunakan labview 7.1 dan driver DAQ USB N16009. Dari hasil penelitian diperoleh angka viskositas dari pengukuran dengan viskometer Cannon-Fenske Routine F853 dan Mikrokontroler ATmega 8535. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai viskositas semakin menurun saat suhunya meningkat. Pengaruh suhu terhadap viskositas dapat digambarkan dengan persamaan matematika non linier X = 6782.Y-0,93. | Viscosity factors and the basic materials viscosity of oil are the quantities must be adjusted to engine type. Thus the type of lubricant oil can be classified according to the type, performance and the use. The machine at high speed requires lower viscosity and vice versa. This study is aimed to measure the value of viscosity by simulation tool. During the measurement, this study uses Viscometer Cannon-Fenske F853 and Microcontroller ATmega 8535. Thus the sensor characterized by labview 7.1 and driver DAQ USB N16009. The value of viscosity is obtained from the measurement by Viscometer Cannon-Fenske F853 and Microcontroller ATmega 8535. The results show that the value of viscosity decreases with the increase of temperature. The effect of temperature on the viscosity is described by non linier mathematical equation X = 6782.Y-0,93. | |
| 12713 | 5710 | H1C009044 | PROTOTIPE GENERATOR MAGNET PERMANEN FLUKS AKSIAL 3 FASA 10 WATT SEBAGAI KOMPONEN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PIKO-HIDRO (PLTPH) | Generator merupakan alat konversi tenaga putar mekanik menjadi energi listrik dimana generator tersebut terhubung dengan turbin putar yang digerakan oleh pengerak mula sesuai dengan jenis pembangkitnya (air, uap, gas, dll). Pada umumnya, generator yang digunakan pada proses pembangkitan adalah generator AC dengan medan magnet buatan. Pada penelitian ini dirancang generator magnet permanen dengan menggunakan dua buah rotor dan satu buah stator. Magnet permanen yang digunakan adalah neodymium iron boron (NdFeB) sehingga tidak perlu magnetisasi disebabkan medan magnet yang cukup kuat yang dihasilkan oleh magnet tersebut. Sehingga secara konstruksi lebih sederhana, dimana terdapat 9 kutub/rotor dan 9 buah kumparan. Adapun teknik pemasangan magnet pada rotor dilakukan dengan semi-embedded dimana 0.5 cm bagian magnet tertanam pada rotor dan 0.78 cm menonjol keluar, dengan tipe TORUS NS. Sedangkan untuk stator setiap fasanya terdiri dari 3 buah kumparan. Umumnya generator magnet permanen digunakan pada pembangkit listrik bertenaga putar angin, karena generator magnet permanen merupakan tipe generator putaran rendah. Sehingga pada penelitian ini penulis mencoba mengaplikasikan prototype generator magnet permanen pada Pembangkit Listrik Tenaga Piko-Hidro (PLTPH). Pada penelitian ini di rancang generator magnet permanen fluks aksial 3 fasa 12/22 Volt dengan kapasitas 10/22 Watt. | Generator is a machine to convert a mechanical energy to electricity energy that is connected with the turbine which driven by prime mover according to typical of power plant (hydro, steam, gas, ECT). Generator is used in process of power generation is generator sinkron AC with magnetization. In this research, was designed a generator permanent magnet with double disk and single stator. Permanent magnet used are neodymium iron boron (NdFeB) so it does not need magnetization procces due to the strong magnetic field generated by the magnet. Then, the construction is simple, where there are 9 poles / rotor and 9 pieces coil. The magnets on the rotor mounting technique performed with semi-embedded sections where 0.5 cm magnet embedded in the rotor and 0.78 cm protruding, with a TORUS NS type. While for the stator, each phase consists of 3 coils. In general, permanent magnet generator is use in wind turbine because typical of generator is low rotation. In this study, the author will application s prototype 3-phase magnet permanent generator as a component of hydro power plant. In this research has designed a 3-phase axial flux permanent magnet generator 12/22 Volt with a capacity of 10/22 Watt. | |
| 12714 | 5711 | C1C009001 | Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance terhadap Perataan Laba serta Implikasinya pada CSR Disclosure pada Perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap perataan laba serta implikasinya pada CSR Disclosure pada Perusahaan Manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 dan 2011. Kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komite audit, dewan direksi serta dewan komisaris independen digunakan sebagai proksi mekanisme good corporate governance, discretionary accruals sebagai proksi perataan laba serta CSR Index merupakan proksi dari CSR Disclosure. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari IDX. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 135 perusahaan manufaktur dengan total sampel yang diambil sebanyak 32 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling selama dua tahun. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur dan pengujian hipotesis yang digunakan adalah uji t sedangkan pengujian akan pengaruh mediasi menggunakan Uji Sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan di antara sejumlah proksi mekanisme good corporate governnace secara signifikan, kepemilikan institusional mempunyai pengaruh yang signifikan baik terhadap perataan laba maupun pelaksanaan CSR Disclosure dan perataan laba tidak dapat menjadi variabel pemediasi pengaruh mekanisme good corporate governance terhadap CSR Disclosure. | This research tried to analyze and identify influences of good corporate governance mechanism to income smoothing and the implication from that influences for CSR Disclosure at manufactury companies listed on the Indonesia Stock Exhange 2010 and 2011. Institusional ownership, managerial ownership, audit committee, board of directors and board of commissioner are used as proxies of good corporate governance mechanism, discretionary accruals and CSR Index are used as proxies of income smoothing and CSR Disclosure. The number of population were 135 manufactury companies and the total sample examined was 32 based on the purposive sampling method from two years. The analysist method that was used in this research was path analysis and the hyphotesis test was used in this research was t test while mediating hyphotesis test used Sobel test. The result showed that there are relationship between good corporate governance mechanism proxies, institusional ownership and board of directors have had influences the income smoothing and CSR Disclosure, income smoothing could not be mediate the variable good corporate governance influence on CSR Disclosure. | |
| 12715 | 5712 | E1A006022 | PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA SECARA BERSAMA-SAMA (Studi Terhadap Putusan Perkara Nomor : 81/Pid.B/2010/PN.Clp) | Salah satu motif melakukan tindak pidana terhadap nyawa adalah dengan cara melakukan pembunuhan secara bersama-sama dengan direncanakan terlebih dahulu. Hal tersebut diatur dalam Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Syarat esensial terwujudnya kejahatan pembunuhan adalah unsur mengenai tingkah laku atau perbuatan materiil dan unsur keadaan yang menyertai tempat dilakukannya perbuatan materiil yakni secara bersama-sama dengan direncanakan terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap para pelaku dalam tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama pada Putusan Perkara No. 81/Pid.B/2010/PN.Clp. serta dasar pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan. Penilaian Hakim dalam menilai pertanggungjawaban pidana para terdakwa nampak bahwa perbuatan menghilangkan nyawa orang lain yang dilakukan dengan direncanakan terlebih dahulu secara bersama-sama adalah terkandung makna dapat dicelanya para terdakwa atas perbuatannya. Sehingga perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang dapat dicela oleh masyarakat. Kesalahan yang dilakukan para terdakwa berupa kesengajaan (dolus) dan adanya kemampuan bertanggungjawab, tidak adanya alasan yang menghapuskan kesalahan atau tidak ada alasan pemaaf. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah putusan perkara No.81/Pid.B/2010/PN.Clp. Setelah data diperoleh, penulis menganalisa data tersebut dengan analisa data deskriptif analitis dengan metode kualitatif, yaitu membuat gambaran secara sistematis mengenai segala informasi yang diperoleh. Selanjutnya data dianalisis dan dicari persesuaian antara alat bukti yang diajukan ke persidangan dengan alat bukti yang lain. Hal ini sebagai dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pemidanaan. | One of the motives of committing a crime against life is by committing murder together with premeditation. It is arranged in (Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP). The essential requirements of the realization of the crime of murder are the elements about behavior or material action and the circumstances elements that accompany the state where the material action is committed together with premeditation. The aim of this research is to determine the criminal responsibility towards the perpetrators of the crime of premeditated murder together on (Putusan Perkara No. 81/Pid.B/2010/PN.Clp.) and also the judge’s basic considerations in sentencing verdict. The judge’s assessment in assessing criminal responsibility towards the defendant appears that the action of killing other people which committed together with premeditation contained meaning that the defendants can be reproached for their actions. Thus, the action is an act which can be criticized by the public. Mistakes made by the defendants in the form of intention (dolus), and the ability to be responsible, there is no reason which can eliminate errors or excuses. The required data in this research is (putusan perkara No.81/Pid.B/2010/PN.Clp.). After the data is obtained, the author analyzed the data with descriptive data analysis with qualitative methods, which create a systematic overview on all the information obtained. Furthermore, the data were analyzed and the author searched a rapprochement between the evidence presented to the court with the other evidence. It is as a judge’s basic consideration in sentencing verdict. | |
| 12716 | 5713 | A1C008040 | PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERSAMA DAN LAPORAN RUGI LABA PRODUK BAWANG GORENG KRIUK DI PT. BAWANG TUNGGAL SEJATI KABUPATEN KUNINGAN | Bawang merah (Allium ascalonicum sp) adalah komoditas utama dalam prioritas pengembangan sayuran dataran rendah di Indonesia digunakan sebagai bahan baku utama bawang goreng kriuk yang di produksi PT.Bawang Tunggal Sejati. Bawang goreng kriuk merupakan hasil agroindustri. Setiap agroindustri membutuhkan ketersediaan komoditas pertanian sebagai bahan baku utamanya seperti bawang merah segar, tepung gaplek dan tepung tapioka. Ketiga bahan tersebut merupakan bahan baku utama pembuatan bawang goreng kriuk. Salah satu agroindustri di Kabupaten Kuningan yang memproduksi bawang goreng kriuk adalah PT.Bawang Tunggal Sejati dengan bentuk bawang goreng kriuk Grade I dan Grade II. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menghitung besarnya biaya produk bersama (2) Menghitung harga pokok penjualan per unit (3) Menghitung rugi atau laba. Sasaran penelitian ini adalah PT.Bawang Tunggal Sejati yang mengusahakan bawang goreng kriuk per 31 Desember 2012. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Garawangi. Sasaran penelitian ini adalah PT.Bawang Tunggal Sejati. Metode analisis data yang digunakan yaitu biaya bersama, alokasi biaya bersama, harga pokok produksi, harga pokok penjualan dan perhitungan rugi atau laba produk bersama. Metode pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan hasil perhitungan, besarnya biaya bersama yang dikeluarkan oleh PT.Bawang Tunggal Sejati per 31 Desember 2011 adalah Rp4.277.551.933,33.- (2) Harga pokok penjualan per kilo gram Grade I adalah Rp17.026,34.- dengan harga jual Rp30.000,00, Harga pokok penjualan per kilo gram Grade II adalah Rp16.655,72.- dengan harga jual Rp35.000,00.- (3)Laba yang diperoleh PT.Bawang Tunggal Sejati pada produksi bawang goreng kriuk per 31 Desember 2011 sebesar Rp3.606.909.093,34. | Red Onion (Allium ascalonicum sp) is Indonesia main commodity in vegetables development which used as primary raw materials for crispy onion by PT. Bawang Tunggal Sejati. Crispy onion is one of agri-industrial products. Every agri-industrial need the availabilty of agriculture commodities as raw materials such as fresh red onion, cassava flour and tapioca flour. It use as raw materials to produced crispy onion. One of agri-industry in Kuningan Regency which produced crispy onion is PT. Bawang Tunggal Sejati by both Grade I and II crispy onions. Aim of this research are to : 1) Account the joint product primary cost 2) Account primary selling per unit price 3) Account it profit and loss. The research was conducted in the Subdistrict of Garawangi. Target of this research was PT.Bawang Tunggal Sejati by Collecting data of production srispy onion at 31Desember 2013. Data analysis method used was joint cost, allocation of joint cost, production main price, selling main proce, and loss or profit of joint product. The research method in this research is survey. Methods of data collection through observation, interview.s and literature Results of analysis in the research showed that (1) joint cost on desember 2011 was Rp4.277.551.933,33.- (2) selling main price of Grade I Rp17.026,34.- with the selling price Rp30,000.00, selling main price of Grade II Rp16.655,72.- with the selling price Rp35,000.00, (3) Profit PT.Bawang Tunggal Sejati from srispy onion production at 31 December2011 was Rp3.606.909.093,34. | |
| 12717 | 5715 | B1J008160 | KEKAYAAN JENIS DAN KANDUNGAN ALGINAT RUMPUT LAUT COKELAT DI PANTAI MENGANTI KEBUMEN | Rumput laut cokelat atau Phaeophyta adalah salah satu kelas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya. Zat warna yang lebih dominan adalah zat warna xantofil yang menyebabkan rumput laut berwarna cokelat. Rumput laut cokelat sebagai sumber bahan baku untuk industri pengolahan alginat. Alginat merupakan salah satu komponen utama penyusun dinding sel dan mempunyai kemampuan menyerap air sangat besar dan kuat dengan membuat gel. Rumput laut cokelat tersebar di beberapa perairan pantai Indonesia yang mempunyai substrat karang. Pantai Menganti Kebumen didominansi oleh 70 % substrat karang, wilayah pantainya ditumbuhi berbagai jenis rumput laut, di antaranya rumput laut cokelat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan jenis dan kandungan alginat rumput laut cokelat dari Pantai Menganti Kebumen. Penelitian ini menggunakan metode survai, pengambilan sampel secara acak terpilih dengan membuat transek sebanyak 6 garis transek yang dibuat secara tegak lurus dengan garis pantai, dan jarak antar transek sepanjang 25 m dengan panjang tiap transek 30 m. Sampel rumput laut cokelat diidentifikasi sifat-sifat morfologinya dengan buku kunci determinasi dan dianalisis kandungan alginatnya menggunakan metode ekstraksi Kelco Co. Alginat yang didapat dibandingkan dengan standar mutu FCC (1983). Hasil penelitian teridentifikasi 4 jenis rumput laut cokelat dari Pantai Menganti Kebumen yaitu Sargassum duplicatum J.G Agardh, Sargassum polycystum C.A Agardh, Turbinaria ornata dan Padina australis Hauck. Kandungan alginat yang tertinggi dihasilkan oleh rumput laut Sargassum duplicatum J.G Agardh yaitu sebesar 70,11 %, sedangkan yang paling rendah dihasilkan oleh rumput laut Padina australis Hauck yaitu 28,65%. | Brown seaweeds or Phaeophyta is one of a class of algae based ondye or pigmentation. Themore dominant dye is xanthophillthat causes browncolour. Brown seaweed (Phaeophyta) serves as a source of raw materials for alginate processing industries. Alginate is one of the major components of the cell wall constituent and has the huge and powerful ability to absorb waterby creating a gel or viscous solution. Alginate is present in all kinds of brown algae (Phaeophyta). Brown seaweed scatter in several Indonesian coastal waters which have coral substrate.Menganti beach Kebumen is dominated by 70% coral substrate.Beach area largely covered by different types of seaweed among them is brown seaweedthat has a potency to producealginate. This study aimed to determine the species richness andalginate content of brown seaweed fromMenganti beach Kebumen. This study used survey methods with sampling randomly selected to create as many as 6 transects linemade perpendicular to the shoreline, and the distance between transects was 25 m and each transect was 30 m lenth. Samples of brown seaweed were identified morphologically by matching with user determination andalginate content was analyzed.Seaweed that produced alginate wasextracted usingKelco Co method. Then the results were compared to the standard quality of FCC(1983). The results of the identification of brown seaweed from the Menganti beach Kebumen were 4 types i.e.,Sargassum duplicatum JG Agardh, Sargassum polycystum CA Agardh, Turbinaria ornata and Padina australis Hauck. Thehighestalginate produced was content by the seaweed Sargassum duplicatum JG Agardh that was equal to 70.11%, while the lowest was producedby seaweeds PadinaaustralisHauck that was 28,65%. | |
| 12718 | 5718 | E1A008187 | PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PARTAI POLITIK BERDASARKAN UNDANG - UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PARTAI POLITIK (Studi di Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Banyumas) | Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011, Mengatur tentang Bantuan Keuangan Partai politik yang menetapkan bahwa partai politik yang berhak mendapatkan bantuan keuangan adalah partai politik yang memiliki kursi di DPR/DPRD, yang dihitung secara proporsional berdasarkan perolehan suara masing-masing. peraturan pemerintah menetapkan harga setiap suara yang diperoleh partai politik pemilik kursi DPR/DPRD, baru kemudian mengalikan harga suara tersebut dengan suara yang dimiliki masing-masing partai politik. Sementara harga suara pemilu DPRD provinsi dan pemilu DPRD kabupaten/kota, diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah. Dalam pasal 34 A ayat 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 menyebutkan bahwa partai politik wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran yang bersumber dari dana bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) secara berkala 1 (satu) tahun sekali untuk diaudit paling lambat 1 (satu) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Banyumas (PKS) melaporkan pertanggung jawabannya keuangannya pada akhir tahun kepada Bupati melalui Kantor kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyumas. karena ada perwakilannya yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyumas. Laporan pertanggungjawaban yang disampaikan berbentuk format rekapitulasi realisasi Penerimaan dan Belanja bantuan keuangan partai politik dan rincian realisasi Belanja Dana Bantuan Keuangan Parpol Perkegiatan dan Barang Inventaris/Modal (Fisik), Barang Persediaan Pakai Habis dan Pengadaan/ Penggunaan Jasa. Laporan pertanggungjawaban disampaikan oleh Ketua umum Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Banyumas. | Law No. 2 of 2011, Set of Financial Aid political party which stipulates that political parties are eligible for financial aid are political parties that have seats in the DPR / DPRD, which is calculated in proportion to the votes each. government regulation sets the price of each political party votes that seat owners DPR / DPRD, and then multiplying the price of voice with the voice of each political party. While the price of electoral votes and the provincial assembly elections regency / city, handed over to the respective local governments. In Article 34 A, paragraph 1 of Law No. 2 of 2011 states that a political party must submit an accountability report receipts and expenditures are sourced from grants State Budget (Budget) and Budget and Expenditure (Budget) to the BPK (CPC) periodic 1 (one) year to be audited at least 1 (one) month after the fiscal year ends. Banyumas Prosperous Justice Party (PKS) reported its financial accountability to the mayor at the end of the year through the Office of National and Political unity Banyumas. because there are representatives who are members of Banyumas Regency. Accountability reports submitted form realization recapitulation format Receipts and Expenditure for the financial support of political parties and details of spending of Financial Aid and Political Perkegiatan Inventory / Capital (Physical), Disposable Goods Sold Inventory and Procurement / Use of Services. Accountability report submitted by the Chairman of the Prosperous Justice Party Banyumas. | |
| 12719 | 5717 | E1A008329 | Pengawasan Terhadap Orang Asing berdasarkan Undang- undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Studi di Kantor Imigrasi kelas II Wonosobo, Jawa Tengah) | ABSTRAK Menurut Pasal 1 ayat (1) Undang- undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian bahwa Keimigrasian adalah hal ihwal lalu lintas orang yang masuk atau keluar wilayah Negara Indonesia Republik Indonesia dan pengawasan orang asing di wilayah Republik Indonesia. Hukum Keimigrasian merupakan bagian dari sistem hukum yang berlaku di Indonesia, bahkan merupakan subsistem dari Hukum Administrasi Negara. Fungsi Keimigrasian merupakan fungsi penyelenggaraan administrasi Negara atau penyelenggaraan kekuasaan eksekutif, yaitu fungsi administasi Negara dan pemerintahan, maka hukum keimigrasian dapat dikatakan bagian dari hukum administrasi Negara. Keimigrasian merupakan instansi yang menjalankan fungsi pengawasan keimigrasian di lapangan Hukum Administrasi Negara khusunya di bidang pengawasan terhadap orang asing yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia. Pengawasan Keimigrasian adalah suatu kegiatan yang berkaitan erat dengan Bidang Intelijen dan untuk di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi sudah waktunya dipersiapkan suatu konsep pemikiran untuk membentuk dan mengembangkan pengetahuan, kegiatan dan organisasi intelijen keimigrasian tersendiri yang merupakan bagian dari intelijen nasional. Untuk melindungi keutuhan yurisdiksi Negara Kesatuan Republik Indonesia di sepanjang garis perbatasan, keimigrasian (dalam pengertian fungsi) secara teknis dan administrative melayani, mengatur, mengawasi, dan mengendalikan lalu lintas keluar masuk setiap orang yang melintasi batas wilayah Indonesia, serta melakukan pelanggaran ketentuan keimigrasian. Pengawasan keimigrasian terhadap orang asing oleh Kantor Imigrasi kelas II Wonosobo dilaksanakan pada saat permohonan visa masuk atau keluar dan pemberian izin tinggal dengan: a. Pengumpulan, pengolahan, serta penyajian data dan informasi; b. Penyusunan daftar nama orang asing yang dikenai penangkalan; c. Pengawasan terhadap keberadaan dan kegiatan orang asing di Wilayah Indonesia; d. Pengambilan foto dan sidik jari; dan e. Kegiatan lain yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Adapun dokumen yang wajib harus dimiliki oleh orang asing selain paspor yaitu dokumen keimigrasian yang dibutuhkan orang asing di Indonesia adalah Visa, Tanda Masuk dan Izin Tinggal. Apabila orang asing yang tidak memiliki dokumen sah sesuai dengan ketentuan Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian maka orang asing tersebut akan dikenakan tindakan administratif Keimigrasian. Menurut pasal 1 ayat (31) Undang- undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian bahwa Tindakan Administratif Keimigrasian adalah sanksi administratif yang ditetapkan pejabat imigrasi terhadap orang asing diluar proses peradilan. Tindakan administrasi keimigrasian tersebut berupa: a. Pencantuman dalam daftar pencegahan atau penangkalan; b. Pembatasan, perubahan, atau pembatalan izin tinggal; c. Larangan untuk berada di satu atau beberapa tempat tertentu di wilayah Indonesia; d. Keharusan untuk bertempat tinggal di suatu tempat tertentu di wilayah Indonesia; e. Pengenaan biaya beban dan/ atau f. Deportasi dari wilayah Indonesia. | ABSTRACT According to Article 1, paragraph (1) of Act No. 6 of 2011 About Immigration Immigration is that matters of traffic entering or leaving the territory of the Republic of Indonesia and the Indonesian supervision of foreigners in the territory of the Republic of Indonesia. Immigration Law is part of the legal system in Indonesia, even a subsystem of Administrative Law. Immigration function is a function of the administration of the State or organization of the executive power, which is the function of the State administration and the government, the immigration law can be said to be part of the law of the State administration. Immigration is an oversight agency in the field of immigration law especially in the field of Public Administration surveillance of foreigners in the territory of the Republic of Indonesia. Immigration Oversight is an activity that is closely related to Field Intelligence and the Directorate General of Immigration was time prepared a concept thought to establish and develop the knowledge, activities and its own immigration intelligence organizations that are part of national intelligence. To protect the integrity of the jurisdiction of the Republic of Indonesia along the border, immigration (in the sense of function) technical and administrative service, manage, supervise, and control traffic in and out of every person that crosses the borders of Indonesia, as well as violating immigration regulations. Supervision of immigration of foreigners by the Immigration Office Class II Wonosobo conducted during entry or exit visas and stay permits to: a. The collection, processing, and presentation of data and information; b. Preparation of the list of foreigners who are deterrence; c. Supervision of the existence and activities of foreigners in Indonesia Region; d. Taking photos and fingerprints, and e. Other activities that can be legally defensible. The documents that must be owned by a foreigner than a passport is required immigration documents of foreigners in Indonesia are Visa, Signs and Stay Permit. If a foreigner who does not have legal documents in accordance with the provisions of Act No. 6 of 2011 on Immigration then foreigners will be subject to administrative action Immigration. According to article 1, paragraph (31) of Law No. 6 of 2011 on immigration that Immigration Administrative Measures are administrative immigration officer assigned to foreigners outside the judicial process. Immigration administrative action in the form of: a. Inclusion in the list of prevention or deterrence; b. Restriction, change, or cancellation of residence permits; c. Prohibition to be in one or a few specific places in Indonesia; d. Requirement to reside in a particular place in the territory of Indonesia; e. Imposition of cost burden and / or f. Deportation from Indonesia. | |
| 12720 | 5720 | B1J009024 | ANALISIS TAKSIMETRI FAMILIA ARECACEAE | Penelitian mengenai hubungan kemiripan familia Arecaceae berdasarkan karakter morfologi telah dilakukan di Lereng Selatan Gunung Slamet jalur pendakian Baturraden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai eksploratif dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak terpilih (Purposive Random Sampling) di sekitar Lereng Selatan Gunung Slamet melalui jalur pendakian Baturraden. Kemudian dilakukan deskripsi anggota dari familia Arecaceae berdasarkan ciri morfologinya. Data karakter dan sifat morfologi tumbuhan dari familia Arecaceae dianalisis secara deskriptif menggunakan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean). Hasil penelitian diperoleh 11 spesies tumbuhan dari familia Arecaceae yaitu: Arenga pinnata, Calamus heteroideus, C. javensis, C. manan, Caryota maxima, C. mitis, Nenga pumila, Pinanga coronata, P. javana, Plectocomia elongata, dan Salacca zalacca. Hubungan kemiripan terdekat adalah Caryota maxima dengan C. mitis dan Pinanga coronata dengan P. javana dengan nilai dissimilaritas 0,071, sedangkan hubungan kemiripan terjauh adalah antara Calamus javensis dengan Caryota maxima dengan nilai dissimilaritas 1,891. Berdasarkan fenogram diperoleh enam kelompok familia Arecaceae. Kelompok I terdiri atas Caryota maxima dan Caryota mitis. Kelompok II terdiri atas Arenga pinnata, kelompok III terdiri dari Nenga pumila, Pinanga coronata, dan Pinanga javana. Kelompok IV terdiri atas Plectocomia elongata. Kelompok V terdiri atas Salacca zalacca. Kelompok VI terdiri atas Calamus heteroideus, Calamus javensis dan Calamus manan. | A research about the relationship amongst the family Arecaceae has been done in Southern Slope of Mount Slamet climbing path Baturraden. The research methods was explorative survey in which the samplings were obtained through purposive random sampling technique in southern slope of Mount Slamet climbing path Baturraden. Then do the descriptions of members of the familia Arecaceae based on morphologic characteristics. Character data and morphological of plants from family Arecaceae was analyzed descriptive by using UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) methods. The result of this research showed eleven spesies of Arecaceae, namely Arenga pinnata, Calamus heteroideus, C. javensis, C. manan, Caryota maxima, C. mitis, Nenga pumila, Pinanga coronata, P. javana, Plectocomia elongata, and Salacca zalacca. The closest relationship is between Caryota maxima with Caryota mitis and Pinanga coronata with Pinanga javana with a dissimilarity of 0,071, while the farthest relationship is between Calamus javensis and Caryota maxima with a dissimilarity of 1.891. The first group consists of Caryota maxima and Caryota mitis. The second group is Arenga pinnata. The third group consists of Nenga pumila, Pinanga coronata, and Pinanga javana. The fourth group Plectocomia elongata. The five group is Salacca zalacca. The sixth group consists of Calamus heteroideus, Calamus javensis and Calamus manan. |