Artikelilmiahs

Menampilkan 1.241-1.260 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
12417255G1A010001PERBEDAAN SKOR SPERMATOGENIK
TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN PASCA PEMBERIAN VITAMIN C DAN E PADA MODEL STRES PARADOXICAL SLEEP DEPRIVATION
Latar belakang: Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) dapat meningkatkan pengeluaran hormon glukokortikoid dan produksi Reactive Oxygen Species serta penurunan antioksidan sehingga menyebabkan stres oksidatif yang dapat memicu kerusakan sel spermatogenik. Vitamin C dan E merupakan antioksidan untuk mencegah kerusakan sel spermatogenik dengan mencegah reaksi akibat radikal bebas.
Tujuan: Mengetahui perbedaan skor spermatogenik tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca pemberian vitamin C dan E pada model stres Paradoxical Sleep Deprivation.
Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimental post test only with control group design. Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan berjumlah 28 ekor dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol dengan PSD (KI), kelompok PSD dan vitamin C (KII), kelompok PSD dan vitamin E (KIII), dan kelompok PSD dengan vitamin C dan E (KIV). Pemberian perlakuan diberikan selama 7 hari. Testis kiri diambil kemudian dilakukan pembuatan preparat dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin.
Hasil penelitian: Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) dan dilanjutkan Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok II,III dan IV dengan kelompok kontrol. KI memiliki rerata skor spermatogenik terendah (5,27±0,28), KII (7,12±0,84), KIII (7,72±0,55) dan KIV memiliki rerata skor spermatogenik tertinggi (8,95±0,62).
Kesimpulan: Vitamin C, E serta kombinasi vitamin C dan E dapat mencegah penurunan skor spermatogenik tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang mengalami PSD. Pemberian kombinasi vitamin C dan E mempunyai rerata skor spermatogenik tertinggi.

Background: Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) increase glucocorticoid level and the production of Reactive Oxygen Species and decrease levels of antioxidants causing oxidative stress that can trigger spermatogenic cells damage. Vitamins C and E are antioxidants to prevent spermatogenic cells damage by preventing free radical rection
Objective: Knowing the difference spermatogenic score the male albino rats (Rattus norvegicus) post giving vitamin C and E on Paradoxical Sleep Deprivation
Method: The research was an experimental methods with post-test only with control group design. Totaling of the male albino rats (Rattus norvegicus) were 28 which divided into 4 groups of treatment. Control group with PSD (KI), PSD and vitamin C (KII), PSD and vitamin E (KIII), and PSD with vitamin C and E (KIV). Treatment were given for 7 days. Left testis was taken then made preparations with Hematoxylin-Eosin staining.
Result: Kruskal-Wallis test show significant differences (p <0,05) and Mann-Whitney test show a significant difference (p <0,05) between groups II, III and IV with control group. KI has the lowest mean score of spermatogenic (5,27 ± 0,28), KII (7,12 ± 0,84), KIII (7,72 ± 0,55) and KIV has the higest a mean score of spermatogenic (8,95 ± 0,62).
Conclusion: Vitamin C, E and a combination of vitamins C and E can prevent a decrease in spermatogenic score male albino rat (Rattus norvegicus) on PSD. Combination of vitamins C and E have the highest mean score of spermatogenic.

12427247G1A010027PENGARUH SENAM AEROBIK TERPROGRAM TERHADAP KETAHANAN OTOTLatar Belakang. Setiap hari manusia tidak lepas dengan berbagai macam aktivitas yang berulang. Aktivitas harian yang berulang dapat dilakukan dengan baik jika mempunyai ketahanan otot yang baik. Ketahanan otot adalah kemampuan otot untuk melakukan gerakan pengulangan dalam periode waktu tertentu. Salah satu aktivitas fisik yang diduga berpengaruh terhadap ketahanan otot adalah senam aerobik.
Tujuan. Mengetahui apakah terdapat pengaruh senam aerobik terprogram terhadap ketahanan otot.
Metodologi Penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu Experimental Quasi dengan one group pre and post test design. Dua puluh delapan subjek penelitian diambil dengan metode consequtive sampling. Subjek diberikan intervensi senam aerobik selama 12 minggu dengan frekuensi 3 kali setiap minggu. Pengukuran ketahanan otot dengan metode Sit Up 1 menit sebelum dan setelah intervensi senam aerobik. Data terdistribusi normal (uji Saphiro Wilks p>0,05) sehingga analisis data menggunakan uji t berpasangan.
Hasil. Terdapat pengaruh bermakna senam aerobik terhadap ketahanan otot (p=0,001). Nilai rerata Sit Up 1 menit setelah senam aerobik meningkat dari 19,04±7,36 menjadi 24,96±6,01.
Kesimpulan. Terdapat pengaruh senam aerobik terhadap ketahanan otot.
Background. Every day human beings can not be separated with a variety of recurrent activity. Repetitive daily activities can be done well if you have good muscle endurance. Muscle endurance is the ability of muscles to perform the movement repetition within a certain time period. One of the alleged physical activity affect muscle endurance is aerobic dance.
Purpose. Determine whether there is influence programmed aerobic dance to muscle endurance.
Methodology. The research method used was a Quasi Experimental with one group pre and post test design. Twenty eight samples taken with consequtive sampling. Samples were given 12 weeks of aerobic dance interventions with a frequency of 3 times in week. Measurement of muscle endurance by doing Sit Up 1 minute before and after aerobic dance intervention. Data were normally distributed (Shapiro Wilks test p > 0,05) so that analysis using a paired t test.
Results. There is significant aerobic dance to muscle endurance p=0,001. Mean value of Sit Up after aerobic dance are increase, that are from 19.04 ± 7.36 up to 24.96 ± 6.01.
Conclusion. There was an effect of aerobic dance to muscle endurance.
12437248C1B010006ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PDAM KABUPATEN BANYUMASPada penelitian ini yang berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Banyumas” meneliti dua permasalahan yang terdapat pada tujuan, yaitu untuk menganalisis kinerja keuangan dan perkembangan (trend) kinerja keuangan pada perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Banyumas pada Tahun 2008-2012.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. analisis rasio yang digunakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM untuk menganalisis kinerja keuangan PDAM Kabupaten Banyumas pada tahun 2008-2012, sedangkan untuk analisis trend menggunakan analisis trend least square.
Berdasarkan tujuan di atas maka didapatkan hasil, yaitu pertama, kinerja keuangan PDAM Kabupaten Banyumas pada tahun 2008-2012 berada pada kategori baik dengan nilai 32,40 sehingga hipotesis pertama diterima. Kedua, perkembangan kinerja keuangan PDAM Kabupaten Banyumas pada tahun 2008-2012 cenderung meningkat karena garis kinerja keuangan (b) menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar 0,075 sehingga hipotesis kedua diterima.
Berdasarkan hasil yang telah dikemukakan, maka terdapat beberapa implikasi. Kinerja keuangan PDAM Kabupaten Banyumas harus bisa mempertahankan kinerjanya yang sudah baik, bahkan meningkatkan kinerja agar meningkat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan laba perusahaan, seperti memperluas cakupan jaringan air agar semua masyarakat dapat mendapat air bersih dan juga bisa dengan memperkecil tingkat kehilangan air agar tidak terjadi kerugian. PDAM Kabupaten Banyumas juga perlu memperhatikan penghijauan disekitar sumber air agar air yang didistribusikan kepada masyarakat selalu dalam kondisi yang bersih dan tidak tercemar oleh limbah.
In this study, entitled "Analysis of Financial Performance at the Clean Water Government Company of Banyumas Regency" examines two issues that are represented in two purposes , which is to analyze financial performance and financial performance trend at Government Clean Water Company of Banyumas Regency during the periods of 2008 -2012 .
This research uses the case study method . ratio analysis used by the Minister of Home Affairs No. 47 Year 1999 on Guidelines for Performance Assessment to analyze the financial performance of Government Clean Water Company of Banyumas Regency in 2008-2012 , while for trend analysis using least square trend analysis .
Based on the above objectives the results obtained , the first, financial performance of PDAM during the year 2008-2012 was in good category with score 32.40 so the first hypothesis is accepted . Second , the development of the financial performance of PDAM Kabupaten Banyumas in 2008-2012 is likely to increase due to the financial performance of the line (b) shows a positive number that is equal to 0.075 so that the second hypothesis is accepted .
Based on the results that have been put forward , there are several implications . Banyumas PDAM financial performance should be able to maintain its performance is already good , and even improve in order to increase performance . This can be done by increasing corporate profits , such as water expands network coverage so that all people can get clean water and can also reduce water loss rate in order to avoid losses . PDAM Banyumas also need to pay attention to the greening around the water source for the water that is distributed to the public in a state that is always clean and not polluted by sewage.
12447256C1A010063IDENTIFIKASI SEKTOR PERTANIAN SEBAGAI SEKTOR UNGGULAN DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA DI KOTA SEMARANG TAHUN 2007-2011Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sektor pertanian merupakan sektor unggulan, untuk mengetahui sub sektor pertanian apa saja yang menjadi sub sektor unggulan, untuk mengetahui kondisi internal dan eksternal bagi pengembangan sektor pertanian, serta untuk mengetahui strategi pengembangan yang tepat untuk sektor pertanian.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regional, yaitu metode analisis Shift Share Esteban Marquillas, Analisis Internal Factor Evaluation (IFE), Analisis External Factor Evaluation (EFE), Analisis Internal-External (IE), dan Analisis SWOT.
Berdasarkan hasil Analisis Esteban Marquillas, dapat teridentifikasi bahwa sektor pertanian di Kota Semarang memiliki keunggulan kompetitif sebesar 1,59% serta memiliki spesialisasi paling besar diantara sektor perekonomian lainnya yaitu sebesar 267,696 milyar rupiah. Selain itu juga dapat teridentifikasi bahwa sub sektor pertanian yang memiliki keunggulan kompetitif serta spesialisasi adalah sub sektor tanaman pangan dengan keunggulan kompetitif sebesar 0,06% serta spesialisasi sebesar 223,587, sub sektor perkebunan dengan keunggulan kompetitif sebesar 4,79 serta spesialisasi sebesar 26,885 milyar rupiah, dan sub sektor peternakan dengan keunggulan kompetitif sebesar 2,66% serta spesialisasi sebesar 48,977 milyar rupiah.
Berdasarkan hasil Analisis Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), dapat diketahui bahwa terdapat 7 indikator kekuatan, 3 indikator kelemahan, 3 indikator peluang, serta 2 indikator ancaman dalam sektor pertanian, serta berdasarkan hasil Analisis Matriks Internal-External (IE) dimana dapat diketahui bahwa kedudukan sektor pertanian berada pada divisi dalam sel I yang berarti strategi pengembangan yang terbaik yang dapat digunakan yaitu strategi tumbuh dan kembangkan. Ada dua strategi utama yang dapat dilakukan dalam sel ini. Strategi yang pertama adalah strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, serta pengembangan produk) dan strategi kedua adalah strategi integratif (Integrasi ke belakang, integrasi ke depan, serta integrasi horizontal).
Berdasarkan hasil Analisis SWOT, dapat diketahui bahwa dari empat usulan strategi, masing-masing strategi ini memberikan beberapa alternatif strategi. Untuk strategi SO memberikan 4 alternatif strategi, strategi WO memberikan 4 alternatif strategi, strategi ST memberikan 3 alternatif strategi, dan strategi WT memberikan 2 alternatif strategi.
Kebijakan yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan mengikutsertakan sektor non unggulan sebagai penunjang keberadaan sektor unggulan. Selain itu juga sebaiknya dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, baik SDM di sektor pertanian maupun warga masyarakat di Kota Semarang dengan melakukan diklat pengelolaan sektor pertanian serta upaya sosialisasi mengenai potensi sub sektor pertanian. Dan untuk Pemerintah Kota Semarang lebih mengoptimalkan kerja sama dengan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan sektor pertanian di Kota Semarang seperti Dinas Pertanian Kota Semarang, serta untuk kelompok organisasi yang peduli terhadap sektor pertanian (HTKS) lebih meningkatkan promosinya potensi sektor pertanian baik melalui media massa, elektronik, maupun pameran dan bazaar komoditi sub sektor pertanian.

Kata Kunci: Sektor Pertanian, Sektor Unggulan, Shift Share Esteban Marquillas
Summary
This research is entitled "The Identification of Agricultural Sector As Leading Sector and Its Development Strategy of Semarang City in 2007-2011 " . This research aims to determine whether the agricultural sector is the leading sector, to determine the agricultural sub-sector which are the leading sub-sector, to determine the internal and external conditions for the development of the agricultural sector, as well as to determine the appropriate development strategy for the agricultural sector . The method of analysis used in this research are the analysis of Esteban Marquillas, analysis of Internal Factor Evaluation ( IFE ), analysis of External Factor Evaluation ( EFE ), analysis of IE, and analysis of SWOT.
Based on the analysis of Esteban Marquillas results, it can be identified that the agricultural sector in Semarang City has a competitive advantage and the biggest specialization among other economic sectors . It can also be identified that the agricultural sub-sector which has a competitive advantage and specialization are food crops, plantations and livestock.
Based on the analysis of Internal Factor Evaluation ( IFE ) and External Factor Evaluation ( EFE ) results, it is known that there are seven strengths, three weaknesses, three opportunities and two threats in the agricultural sector, where the position of the agricultural sector is in cell I, which means that the best development strategy that can be used are the strategy to grow and to develop. There are two strategies that can be done in this cell . The first strategy is the intensive strategy and the second strategy is integrative strategy .
Based on the results of the SWOT analysis , it can be identified that there are four strategies , they are SO strategy that generates four alternative strategies, WO strategy that produces four alternative strategies, ST strategy that produces three alternative strategies, and WT strategy that produces two alternative strategies .
This research implies that the government should prioritize the leading sector of the region in fostering a regional development while involving non-leading sector as supporting sector to the leading sector. In the development of this agricultural sector is also required to improve the quality of human resources , both human resources in its agricultural sector and citizens of Semarang City. Semarang City Government should optimize its partnership with parties related to the development of the agricultural sector in Semarang City such as its Department of Agriculture . The organizations which have already concerned with the agricultural sector of Semarang City should enhance its promotion through printed and electronic media, and Semarang City Government can do intensive and integrative strategies for the development of the agricultural sector of Semarang City and more optimize the implementation of the plan to develop the agricultural sector as a leading sector .
12457257D1E009184KUALITAS INTERIOR TELUR BERBAGAI JENIS AYAM SENTUL DI GABUNGAN KELOMPOK TANI TERNAK “CIUNG WANARA” DI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas interior telur berbagai jenis ayam Sentul di Gabungan Kelompok Tani Ternak “Ciung Wanara”di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbagai jenis ayam Sentul yang dipelihara di kelompok tani ternak Ciung Wanara kecamatan Ciamis kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang penetapan sampelnya menggunakan purposive sampling (5 peternak untuk tiap jenis ayam Sentul dan 4 butir telur tiap peternak). Data dianalisis menggunakan analisis ragam General Linear Model (GLM). Sebagai perlakuan adalah berbagai jenis ayam Sentul dan sebagai ulangan yaitu peternak sebanyak 5 kali. Variabel yang akan diuji yaitu tebal kerabang, indeks putih telur, indeks kuning telur dan haugh unit ayam Sentul Abu, Batu, Debu, Emas, dan Geni. Data di analisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa berbagai jenis ayam Sentul berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap tebal kerabang, indeks putih telur, indeks kuning telur, dan haugh unit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas interior telur berbagai jenis ayam Sentul di Gabungan Kelompok Tani Ternak “Ciung Wanara” Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.The research aimed to learn the interior quality of Sentul egg chicken in different types of “Ciung Wanara” chicken farmers groups in Ciamis sub-district, Ciamis regency.The material used were several kinds of sentul chicken which were maintained in “Ciung Wanara” chicken farmers groups in Ciamis sub-district, Ciamis regency. The method used was survey method which had purposive sampling (5 farmer for each kind of sentul chicken and 4 eggs for each farmer). The data were analyzed using General Linear Model (GLM). As fixed effect were several kinds of sentul chicken and as replication is farmer in 5 times. The dependent variable which were analyzed were thickness of eggshell, egg white index, yolk index, and haugh unit of abu, batu, debu, emas, and geni sentul chicken. Data were analyzed using analysis of variance. The results showed that the kind of Sentul chickens had no significant (P>0,05) on thickness of eggshell, egg white index, yolk index, and haugh unit. Based on the results of the study it can be concluded that there is no difference in the interior quality of various types of Sentul chicken eggs in "Ciung Wanara" Chicken Farmer Groups in Ciamis Sub-district, Ciamis Regency.
12467258F1F007158THE EFFECTIVENESS OF USING SHARED READING TECHNIQUE TO IMPROVE STUDENTS’ ABILITY IN SPEAKING SKILL
(an experimental study on class F and G of the seventh grade students in SMP Muhamadiyah 1 Purwokerto)
Fokus dari penelitian ini adalah tentang keefektifan penggunaan teknik shared reading (membaca bersama) dalam kemampuan berbicara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) memberikan informasi tentang bagaimana teknik shared reading (membaca bersama) digunakan sebagai salah satu teknik untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto, (2) mengetahui bagaimana keefektifitasan penggunaan teknik shared reading (membaca bersama) dalam pengajaran berbicara pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto, (3) mengetahui respon guru dan siswa terhadap pengguaan teknik shared reaading (membaca bersama). Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari para siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. Jumlah seluruh populasi adalah 165 siswa yang terdiri dari 8 kelas. 49 siswa dijadikan sebagai responden. Pengumpulan data diperoleh melalui test, kuisioner, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan peningkatan dalam kemampuan berbicara siswa. Hal itu dapat dilihat dari hasil rata-rata grup eksperimen yang mengalami peningkatan dari 62,80 pada pre test menjadi 75,33 pada post test. Hasil itu didukung dengan hasil kuisioner yang menunjukan bahwa sebagian besar siswa pada grup eksperimen merasa lebih tertarik dan termotivasi dalam berbicara menggunakan shared reading. Berdasarkan hasil penelitian di atas, penggunaan shared reading memberikan pengaruh yang baik dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam kemampuan berbicara.The main concern of this research is about “The Effectiveness of Using Shared Reading Technique to Improve Students’ Ability in Speaking Skill. The purposes of this research are (1) to give more information how shared reading is used as teaching technique to improve speaking skill of the seventh grade students’ at SMP Muhamadiyah 1 Purwokerto. (2) to find out the effectiveness of using shared reading technique to improve the students’ ability in speaking skill on the seventh grade students of SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. (3) to find out the perception of the teacher and the students in using shared reading technique.The data used for the analysis were taken from the seventh grade students of SMP Muhammadiyah 1 Purwokerto. The total population was 165 students divided into 8 classes.There were 49 students for the sample. The data collections were taken from test, questionnaire, observation and interview. The result of the research showed an improvement on students’ ability in speaking skill. It could be seen from the mean of experimental group which got increased from 62, 88 in pre test to 75.33 in post test.It was supported by the result of questionnaire showing that most of the students in experimental group felt more interested and motivated in learning speaking skill by using shared reading. Based on the research results above, it showed that the usage of shared reading gave good effect in improving the students’ ability and motivation in speaking skill.
12477259D1E009023PENGGUNAAN BAKTERI Lactobacillus bulgaricus DAN Lactobacillus rhamnosus DENGAN KONSENTRASI BERBEDA PADA YOGURT SUSU KAMBING TERHADAP KEASAMAN DAN KESUKAANPenelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi starter bakteri asam laktat (BAL) yang berbeda terhadap derajat keasaman (pH) dan tingkat kesukaan yogurt susu kambing. Materi penelitian yang digunakan adalah 4000 ml susu kambing, bakteri Lactobacillus bulgaricus, bakteri Lactobacillus rhamnosus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan.Perlakuannya yaitu R1 (5%), R2 (10%) dan R3 (15%), dengan ratio starter BAL 1:1.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi starter Lactobacillus bulgaricus dan Lactobacillusrhamnosus memberikan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, rataan nilai pH yaitu 4,82. Konsentrasi starter Lactobacillus bulgaricus dan lactobacillusrhamnosusmemberikan berpengaruh nyata (P<0,05)terhadap tingkat kesukaandengan rataan tertinggi yang diperoleh yaitu 3,4 (agak suka) pada konsentrasi 15%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan starter Lactobacillus bulgaricus dan Lactobacillusrhamnosus sebanyak 15% direkomendasikan untuk membuat yogurt susu kambing yang mengandung probiotik.The purpose of this research was to study the effects of different concentration of lactic acid bacteria’s (LAB’s) starter on acidity and preference of goat’s milk yogurt. The materials used in this research were 4000 ml goat’s milk, Lactobacillus bulgaricusbacteria, Lactobacillusrhamnosus. The research method was experimental using a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replications. The treatments were R1 (5%), R2 (10%) and R3 (15%), with Lactobacillus bulgaricusLactobacillusrhamnosus ratio 1:1. The result showed that different concentration of starter Lactobacillus bulgaricus and Lactobacillusrhamnosus have not significant effect (P>0,05), the average are 4,76. Concentration of starterLactobacillus bulgaricus and Lactobacillusrhamnosus have significant effect (P<0,05) on preference level with the highest average are 3,4 (Little like)on concentrations 15%. In conclusion, 15% of LAB’s starter concentration is recommended to produce probiotic yogurt from goat’s milk.
12487260N1A006044HUBUNGAN ANTARA KEHAMILAN PADA REMAJA DENGAN KEJADIAN KELAHIRAN BAYI PREMATUR DI RSUD BANYUMAS
Risiko kelahiran prematur pada remaja berkaitan dengan usia ibu yang secara biologi belum matang. Faktor lain yang berpengaruh adalah tekanan sosial yang menimbulkan stres atau kurangnya pengetahuan akan kehamilan, sehingga ibu tidak mengetahui tanda-tanda bayi lahir prematur seperti adanya infeksi dalam rahim, ketuban pecah dini, sehingga kondisi kandungan pada remaja lemah, sehingga timbul pendarahan. Tujuannya untuk mengetahui hubungan antara kehamilan pada remaja dengan kejadian kelahiran bayi prematur di RSUD Banyumas.Jenis penelitian yang digunakan observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 105 orang. Analisa hubungan menggunakan uji chi-square. Hasilnya adalah 1) Karakteristik responden rata-rata berumur 10-19 tahun (84,76%), , tinggi badan >154cm (83,81%), dengan pendidikan SMP (47,61%), serta pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (64,76%). 2) Kejadian kehamilan remaja di RSUD Banyumas sebanyak 84,76%. 3) Kejadian bayi lahir prematur di RSUD Banyumas selama periode September 2011 - September 2012 sebanyak 65,71%. 4)Uji chi-square: terdapat hubungan antara kehamilan pada remaja dengan kejadian kelahiran bayi prematur di RSUD Banyumas dengan nilai signifikan (p value) 0,000 lebih kecil dari nilai (α)= 0,05.Ada hubungan antara kehamilan pada remaja dengan kejadian kelahiran bayi prematur di RSUD Banyumas.The risk of preterm delivery in adolescents related to the age of the mother is biologically. Another influential factor is the social pressures that cause stress or lack of knowledge of the pregnancy, so that the mother does not know the signs of premature birth such as an infection in the uterus, premature rupture of membranes, so that the condition of weak content in adolescents, causing bleeding. To determine the relationship between the incidence of teenage pregnancy in preterm births in RSUD Banyumas. The study used an observational retrospective cohort analytic approach used simple random sampling with respondents 105. There analysis relationship using chi-square test.1) Characteristics of respondents average age of 10-19 years (84,76%), height >154cm (83,81%), with secondary education (47,61%), as well as the work of housewives (64,76%). 2) The incidence of teenage pregnancy in the hospitals is 84,76%. 3) incidence of premature birth in RSUD Banyumas during the period September 2011-September 2012 as much as 65,71%. 4) The chi-square relationship between the incidence of teenage pregnancy in preterm births in RSUD Banyumas have significant value (p value) 0.000 less than the value of (α) = 0,05.There is a relationship between the incidence of teenage pregnancy in preterm births in RSUD Banyumas.
12497262A1M008030HIGIENE DAN SANITASI PENGRAJIN TEMPE DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARANTempe merupakan bahan makanan hasil fermentasi kacang kedelai atau jenis kacang-kacangan lainnya menggunakan jamur Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae. Penelitian tentang tempe baru menfokuskan pada aspek sosio-ekonomi dan aspek karakteristik tempe (sifat kimia, fisik, biologi dan kandungan gizi). Berdasarkan hal tersebut di atas maka perlu diadakan penelitian terutama tentang pengendalian kondisi sanitasi dan higiene selama pelaksanaan proses produksi tempe. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui tingkat higiene pekerja yang berkaitan langsung dengan produksi tempe, 2) mengetahui tingkat sanitasi peralatan dan fasilitas produksi tempe, 3) mengetahui tingkat sanitasi lingkungan produksi tempe, 4) mengetahui tingkat sanitasi produk, dan 5) Mengetahui hubungan tingkat pendidikan, umur pengrajin dan jumlah produksi tempe terhadap higiene dan sanitasi pengrajin tempe di Desa Pliken. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan dengan metode survei dengan sasaran para pengrajin tempe di Desa Pliken.Pemilihan pengrajin tempe sebagai responden dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Banyaknya pengrajin tempe yang akan diwawancarai ditentukan dengan menggunakan metode slovin. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: higiene pekerja, sanitasi peralatan dan fasilitas produksi, sanitasi lingkungan, sanitasi produk. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat higiene pekerja pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 24,1 % termasuk kategori buruk, 62,1% termasuk dalam kategori sedang, dan 13,8% termasuk kategori baik. Tingkat sanitasi peralatan dan fasilitas produksi pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 33,3% termasuk kategori sedang, dan 66,7% termasuk kategori baik. Tingkat sanitasi lingkungan pengolahan pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 3,5% termasuk kategori buruk, 42,5% termasuk kategori sedang, dan yang 54% termasuk dalam kategori baik. Tingkat sanitasi produk yang dihasilkan oleh pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 83,9% termasuk kategori baik dan 16,1% termasuk kategori sedang. Tidak ada hubungan antara tingkat tingkat pendidikan, umur pengrajin, dan jumlah produksi tempe per hari terhadap higiene pekerja sanitasi peralatan dan fasilitas produksi, sanitasi lingkungan dan sanitasi produk tempe di Desa Pliken. Namun ada hubungan antara jumlah produksi tempe per hari terhadap higiene pekerja.Tempeh is a fermented food ingredient soy beans or other legumes types using the fungus Rhizopus oligosporus and Rhizopus oryzae. Research on new tempeh focus on aspects of socio-economic characteristics and aspects of tempeh (Chemical properties, physical, biological and nutrient content). Based on the above it is necessary to research, especially on the control of sanitary conditions and hygiene during the implementation process of the production of tempeh. The purpose of this study was to : 1)determine the level of hygiene of workers that are directly related to the production of tempeh, 2)determine the level of sanitary equipment and tempeh production facilities, 3)determine the level of environmental sanitation tempeh production , 4)determine the level of sanitary products, and 5)determine level of education, age and number of tempeh production craftsman to hygiene and sanitation of tempeh craftsman in the Plikenvillage. This research use survey method. The target of this research are the tempehcraftsman inthe Pliken village.This research using simple random sampling technique and who will be interviewed tempeh determined using Slovin. The variables used in this study include: worker hygiene, sanitation equipment and production facilities, environmental sanitation, sanitary products, level of education, age craftsman, as well as the amount of soybean production per day. Based on the results of the study showed that the level of hygiene of tempehcraftsman working in the Plikenvillage was 24.1% are poor, including 62.1% in the medium category, and 13.8% are good. The level of sanitation equipment and production facilities of tempeh craftsman working in the Pliken village is categorized as being 33.3%, and 66.7% are good. The level of processing of environmental sanitation of tempeh craftsman in the Plikenvillage was 3.5% are poor, 42.5% are medium, and 54% were included in both categories. The level of sanitation products produced by tempeh craftsman in thePliken village was 83.9% categorized as good, and 16.1% are moderate. There is no relationship between level of education, age craftsman, and the amount of soybean production per day to hygiene of workers, sanitation equipment and production facilities, environmental sanitation and sanitation tempeh products. But there is a relationship between the amount of soybean production per day to hygiene workers.
12507263G1F009012Penetapan Kadar Proantosianidin dalam Ekstrak Biji dan Kulit Buah Pinang (Areca catechu) dengan Metode spektrofotometriPinang dikatakan memiliki khasiat astringen dan antiinflamasi karena mengandung senyawa tanin, yaitu proantosianidin. Proantosianidin merupakan suatu tanin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proantosianidin tersebut dalam ekstrak biji dan kulit buah pinang.
Metode pengukuran dalam penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri visible. Biji dan kulit buah pinang yang telah dikeringkan diekstraksi dengan cara maserasi, kemudian direaksikan dengan larutan vanillin-HCl dan diukur absorbansinya dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 497 nm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T dua arah untuk menguji perbedaan kadar proantosianidin dalam ekstrak biji dan kulit buah pinang.
Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil kadar proantosianidin dalam biji pinang sebesar 41,75±0,05 mg/gram dan dalam kulit buah pinang sebesar 4,94±0,06 mg/gram. Hasil analisis uji T dua arah dengan taraf kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikansi 0,12 x 10-10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar proantosianidin dalam biji dan kulit buah pinang.
Areca cathecu has astringent and anti-inflammatory properties because it contains tannin, which is a proanthocyanidin. Proanthocyanidin is a condensed tannins that are included in the class of flavonoids. This study aimed to determine the content of the proanthocyanidin in areca seed and areca peel extract.
Methods of measurement in this study using visible spectrophotometry. Areca seed and areca peel was dried and extracted by maceration, then reacted with a solution of vanillin-HCl and absorbance was measured by spectrophotometry at a wavelength of 497 nm. Data were analyzed using two tailed T test to see the differences of proanthocyanidin content between areca seed and areca peel.
Based on the calculation, the level of proanthocyanidin in areca seed is 41,75 ± 0,05 mg/g and in areca peel is 4,94 ± 0,06 mg/g. T test results with a level of 95% obtained significant value 0,12 x 10-10. It can be concluded that there are differences of proanthocyanidin content between areca seed and areca peel.
12517264G1F009011PENENTUAN KADAR HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KADAR BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana) TERHADAP BAKTERI Shigella flexneri
Penyakit disentri dan diare persisten merupakan penyakit diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella flexneri. Pengobatan yang biasa digunakan adalah antibiotik, namun penggunaan yang kurang tepat akan menimbulkan masalah resistensi. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan yang rasional dan eksplorasi bahan alam yang memiliki efek antibakteri. Salah satu tanaman yang memiliki efek sebagai antibakteri adalah kulit buah manggis (Garcinia mangostana). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol kulit buah manggis terhadap bakteri S.flexneri.
Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai KHM dan KBM adalah metode dilusi cair, dengan membuat seri pengenceran ekstrak kulit buah manggis yaitu konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, dan dua kelompok kontrol yaitu: kontrol negatif menggunakan media Nutrien Broth (NB) dan kontrol positif menggunakan antibiotik ciprofloksasin. Nilai KHM dinilai dengan tingkat kejernihan visual ekstrak etanol kulit manggis (G. mangostana) dalam media Nutrien Broth (NB), sedangkan nilai KBM dinilai dengan tumbuh tidaknya S. flexneri pada medium Mueller Hinton Agar (MHA) dan dihitung dengan colony counter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.flexneri dengan nilai KHM 12,5% dan KBM didapatkan pada konsentrasi 25%
Dysentery and diarrhea is persistent diarrhea can be caused by a bacterial infection of Shigella flexneri. Treatment is commonly used antibiotics, yet inappropriate use will cause problems of resistance. Therefore we need a rational treatment and exploration of natural materials that have antibacterial effects. One of the plants that have an antibacterial effect is mangosteen rind (Garcinia mangostana). The purpose of this study was to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) mangosteen rind extract against bacterial S.flexneri .
The method used to determine the MIC and MBC is the liquid dilution method, by making serial dilutions of mangosteen peel extract is a concentration of 50%, 25%, 12,5% , 6,25%, 3,125%, 1,56%, and the two groups control ie : negative control using medium Nutrient Broth (NB) and positive control using ciprofloxacin. MIC was assessed by the level of visual clarity bark ethanol extract of mangosteen (G. mangostana) in medium Nutrient Broth (NB), while MBC was assessed by growing absence of S. flexneri in medium Mueller Hinton Agar (MHA) and calculated by colony counter. The results showed that the ethanol extract of mangosteen rind has antibacterial activity against S.flexneri with MIC values of 12,5% and MBC obtained at a concentration of 25 %
12527267G1A009135HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Latar Belakang: Tidur merupakan status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Gangguan tidur pada seseorang dapat mempengaruhi fungsi kognitif, afektif, dan psikomotor. Gangguan tidur yang umum terjadi adalah insomnia. Insomnia timbul sebagai akibat gejala gangguan lain yang mendasarinya, seperti stres, kecemasan, depresi atau gangguan emosi lain. Mahasiswa dalam kegiatannya tidak dapat terlepas dari stres sehingga proses belajar tidak maksimal, kehidupan pribadi terganggu dan sering tidak hadir dalam perkuliahan.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, jumlah responden 52 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stres Scale). Kejadian insomnia diukur dengan kuesioner KSBPJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta- Insomnia Rating Scale). Analisis data menggunakan korelasi pearson.
Hasil: Analisis univariat sebagian besar sampel memiliki tingkat stres sedang (31 sampel, 59,6 %) dan kejadian insomnia (30 sampel, 57,7 %). Analisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia dilakukan dengan menggunakan uji korelasi pearson dan memperoleh nilai p=0,009 dan nilai r=0,357 yang berarti memiliki korelasi positif dengan kekuatan korelasi lemah.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kejadian insomnia, semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi pula kejadian insomnia pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Background: Sleep was status change of consciousness when individual perception and reaction to environment decreased. Sleep disorder could affect cognitive, affective, and psychomotor function. The most common sleep disorder was insomnia. Insomnia caused by stress, anxiety, depression, and others emotional disruption. Students always exposed by many stressors caused decrease in learning process, personal life disturbtion, and absence in class.
Objective: Knowing the correlation between stress level and occurance of insomnia on students in general medicine program, medicine and health sciences faculty, Jenderal Soedirman University.
Methods: Observational analytic with cross-sectional study, conducted 52 students fulfilled inclusion and exclusion criteria. Stress level measured by DASS (Depression Anxiety Stres Scale) questionnaire. Occurance of insomnia measured by KSBPJ-IRS questionnaire (Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta- Insomnia Rating Scale). Data were analyzed by pearson correlation.
Results: Univariate analysis showed that most of respondents had moderate stress level (31 respondents, 59,6%) and occurance of insomnia (30 respondents, 57,7%). Bivariate analysis using pearson correlation was obtained p= 0,009 and r= 0,357, that was mean positive and weak correlation.
Conclusion: There was correlation between stress level and occurance of insomnia, increasing stress level caused higher insomnia occurance on students in general medicine program, medicine and health sciences faculty, Jenderal Soedirman University .
12537265G1D010045Hubungan antara Golongan Darah dengan Tebal Lipatan Lemak Bawah Kulit (Skinfold) pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya penimbunan lemak pada dewasa muda, salah satunya faktor genetik. Faktor genetik merupakan faktor yang tidak dapat diubah polanya, termasuk golongan darah. Setiap golongan darah memiliki sensitivitas terhadap lektin khusus golongan darah masing-masing yang terkandung dalam makanan tertentu, hal ini dapat menyebabkan gizi tidak dimetabolisme secara efisien dan dapat mengakibatkan akumulasi lemak, lemak berlebih akan ditimbun di dalam sel lemak di bawah kulit yang dapat meningkatkan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara golongan darah dengan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 76 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden perempuan (59,2%), tingkat aktivitas responden sebagian besar kadang-kadang melakukan olahraga (51,3%), rata-rata penghasilan orang tua responden di atas UMR (93,4%), pola makan responden (92,1%) biasa mengkonsumsi lektin. Mayoritas responden bergolongan darah O (39,5%), dan rata-rata responden mempunyai kategori skinfold tidak tebal (60,5%). Karakteristik responden yang memiliki hubungan dengan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) adalah aktivitas fisik dan pola makan dengan nilai p masing-masing 0,007 dan 0,043. Hubungan antara golongan darah dengan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) memiliki nilai Chi square = 12,008 dengan p = 0,007 yang berarti p value ≤ 0,05. Ada hubungan antara golongan darah dengan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman.
Kesimpulan: Golongan darah B dan AB rata-rata memiliki tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) lebih tinggi dibandingkan golongan darah A dan O.
Background: Many factors affecting the stockpiling fat in young adults, one of which genetic factors. Genetic factors are factors that can not be altered pattern, including blood type. Each blood type has a special sensitivity to the blood type lectin respectively contained in certain foods, it can cause the nutrients are not metabolized efficiently and can lead to the accumulation of fat, excess fat will be deposited in the fat cells under the skin which can increase the thick folds subcutaneous fat (skinfold).
Purpose: This study aims to determine the relation between blood type with subcutaneous fat thickness (skinfold) on Student of Nursing Program.
Method: This study uses an analytical method with cross-sectional correlation of the 76 respondents who met the inclusion criteria. Sampling was done by purposive sampling technique.
Result: The results showed that the majority of female respondents (59.2%), the level of activity of the majority of respondents sometimes do sports (51.3%), the average income of the elderly respondents above the minimum wage (93.4%), diet of respondents ( 92.1 % ) ordinary consume lectin. The majority of respondents as blood group O (39.5%), and the average respondent has not skinfold thickness category (60.5%). Characteristic of respondents having the relationship with subcutaneous fat thickness (skinfold) is physical activity and diet with each p value 0.007 and 0.043. The relationship between blood type with subcutaneous fat thickness (skinfold) has a value of Chi square = 12.008 with p = 0.007, which means p value ≤ 0.05. There is a relation between blood type with subcutaneous fat thickness (skinfold) on Student of Nursing Program.
Conclusion: The blood group B and AB average having thick folds fat under the skin ( skinfold ) higher than the blood group A and O.
12547268G1A010019Korelasi antara Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus dan Hemoglobin Darah Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronik merupakan penyakit yang menyebabkan ginjal tidak dapat melakukan fungsinya seperti semula. Penilaian fungsi ginjal dilakukan dengan menghitung estimasi laju filtrasi glomerulus (LFG). Menurut beberapa penelitian penyakit ginjal kronik berhubungan dengan anemia yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain efek uremia, kehilangan darah, dan defisiensi eritropoietin.
Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara estimasi laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin.
Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dan teknik consecutive sampling .Subjek penelitian berjumlah 30 pasien peyakit ginjal kronik di Unit Hemodialisis RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang belum pernah melakukan hemodialisis . Variabel bebas adalah estimasi LFG yang diukur menggunakan formula Modification of Diet in Renal Disease (MDRD). Variabel tergantung adalah kadar hemoglobin darah pasien. Data yang diambil adalah data sekunder dari rekam medik sebelum hemodialisis.
Hasil: Rerata estimasi LFG 5,99±4,60 ml/menit/1,73m2. Rerata kadar hemoglobin 8,74±1,74 g/dL Uji pearson nilai p<0,05, dan nilai r=0,600. Korelasi tersebut kuat dan arahnya positif.
Kesimpulan: Terdapat korelasi antara estimasi LFG dengan kadar hemoglobin pasien penyakit ginjal kronik.
Background : Chronic kidney disease is a disease that causes kidney can not perform its function as before. Assessment of renal function is done by calculating the estimated glomerular filtration rate (GFR). According to several studies chronic kidney disease related to decrease in hemoglobin levels. Factors affecting are the effects of uremia, blood loss, and erythropoietin deficiency.
Objective : To determine the correlation between estimated glomerular filtration rate and hemoglobin levels.
Methods: The study was an observational analytic, cross sectional and consecutive sampling technique. Subjects were 30 patients with chronic kidney disease in Hemodialysis Unit Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. The independent variable was measured GFR estimation using the Modification of Diet in Renal Disease (MDRD) formula. Dependent variable was blood hemoglobin levels. The data were taken from medical records before hemodialysis.
Results : The mean estimated GFR was 5.99± 4.60 ml / min/1.73 m2. The mean hemoglobin level was 8.74±1.74 g /dL. Pearson test p-value < 0.05 , and r = 0.600. The correlation is strong and positive direction.
Conclusion : There is a correlation between the estimated GFR and hemoglobin levels of patients with chronic kidney disease.
12557270C1K007024THE INFLUENCE OF NET PROFIT MARGIN, RETURN ON ASSETS, CURRENT RATIO, AND CASH FLOW FROM OPERATION ON DIVIDEND PAYOUT RATIOTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh net profit margin, return on assets, current ration, dan cash flow from operation terhadap dividend payout ratio. Penelitian ini adalah studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, dimana sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu. Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier. Berdasarkan analisis data, kesimpulan dari penelitian ini adalah net profit margin berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio, return on assets berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio, current ratio berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio, dan cash flow from operation berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio.The aims of this research are to analyze the influence of net profit margin, return on assets, current ratio, and cash flow from operation on dividend payout ratio. This research is an empirical study on manufacturing companies listed in the Indonesian Stock Exchange between 2009 until 2012. The population of this research is all manufacturing companies listed in the Indonesian Stock Exchange since 2009 until 2012. Samples were selected using purposive sampling method, non–random sample selection, whereby samples are chosen based on certain considerations. Furthermore, the technique of data analysis used in this research is multiple linear regression analysis. Based on data analysis, the conclusions are net profit margin has a positive influence on dividend payout ratio, return on assets has a positive influence on dividend payout ratio, current ratio has a positive influence on dividend payout ratio, and cash flow from operation has a positive influence on dividend payout ratio.
12567271G1D010012GAMBARAN PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM MENGGUNAKAN WOUND VACUUM DENGAN MODIFIKASI BREAST PUMP BERTEKANAN 85 mmHg PADA TIKUSDiabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit herediter yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah. Dari tahun ke tahun jumlah penderitanya semakin meningkat. Komplikasi dari DM adalah munculnya ulkus yang susah sembuh. Salah satu terapi yang terbukti efektif adalah dengan menggunakan wound vacuum. Di Indonesia sudah ada alat wound vacuum menggunakan modifikasi breast pump, namun belum pernah diuji keefektifannya. Sehingga, penelitian ini akan menguji keefektifan alat tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh wound vacuum dengan modifikasi breast pump bertekanan 85 mmHg terhadap penyembuhan ulkus diabetikum pada tikus.
Penelitian ini menggunakan metode true experimen dengan pendekatan posttest only with kontrol group terhadap 3 tikus jenis wistar yang telah diinduksi aloksan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan tenik systematic random sampling.
Hasil dari penelitian ini dilihat secara makroskopik dan histologi. Data makroskopik menunjukkan bahwa warna luka pada kelompok kontrol lebih merah gelap dibandingkan kelompok perlakuan. Edema terjadi dari hari ke-1 sampai hari ke-7 baik pada kelompok perlakuan maupun kelompok kontrol. Kemerahan pada luka kelompok kontrol terjadi di hari ke-1, ke-4, sampai hari ke-7, sedangkan pada kelompok perlakuan hanya terjadi pada hari ke-2 sampai ke-4. Namun, kemerahan dan edema pada kelompok kontrol terlihat lebih jelas dibandingkan kelompok perlakuan. Jaringan nekrotik terlihat pada hari ke-7 dan hanya terdapat pada kelompok kontrol. Luas luka kelompok perlakuan lebih mengecil dibandingkan kelompok kontrol. Data histologi menunjukkan bahwa inflamasi pada kelompok kontrol lebih luas dan kuat dibandingkan kelompok perlakuan.
Gambaran makroskopis dan histologi menunjukkan bahwa wound vacuum modifikasi breast pump bertekanan 85 mmHg mampu menurunkan inflamasi sehingga ulkus diabetikum pada tikus cepat sembuh.
Diabetes Mellitus (DM) is a hereditary disease characterized by increased levels of glucose in the blood. From year to year the number of sufferers is increasing. Complications of diabetes is the appearance of ulcers are difficult to heal. One proven effective therapy is to use a vacuum wound. In Indonesia there are already tools wound vacuum using a modified breast pump, but its effectiveness has not been tested. So, this study will test the effectiveness of these tools. This study aimed to determine the effect of wound vacuum with a modified breast pump pressure to 85 mmHg diabetic ulcer healing in rats. This study used a true experimental method to approach the posttest only with control group in the 3 types of Wistar rats that had been induced alloxan. Sampling was conducted using systematic random sampling tenik. The results of this study extend macroscopically and histologically. The data show that the color macroscopic injury in the control group over a dark red than the treatment group. Edema occurs from day 1 to day 7 in both the treatment group and the control group. Redness of the injuries occurred in the control group 1st, 4th, until day 7, whereas in the treated group occurred only on day 2 to day 4. However, redness and edema in the control group revealed more clearly than the treatment group. Necrotic tissue seen on day 7 and only found in the control group. Extensive wound treatment group than the control group decreases. Histological data showed that inflammation in the control group wider and stronger than the treatment group. Macroscopic and histological picture showed that the wound vacuum pump breast modification 85 mmHg can to decrease inflammation that diabetic ulcers heal faster in mice.
12577266G1G009021PENGARUH SIMVASTATIN DAN DEMINERALIZED BONE MATRIX TERHADAP PROLIFERASI OSTEOBLAS PADA TULANG KALVARIA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTARTindakan dalam bidang kedokteran gigi seperti pencabutan, penanganan fraktur rahang, dan pemasangan implan dapat menimbulkan dampak terbentuknya perlukaan pada jaringan tulang. Saat ini banyak digunakan bone graft untuk membantu proses penyembuhan tulang. Selain bone graft saat ini banyak diteliti obat-obatan yang mampu menunjang penyembuhan tulang salah satunya simvastatin. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh simvastatin per oral danDemineralized Bone Matrix pada proses penyembuhan tulang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Dua puluh delapan ekor tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar disiapkan dibagi ke dalam 4 kelompok dan dilakukan pengeboran di tulang kalvaria. Kelompok (1) diaplikasikan kombinasi simvastatin per oral 20 mg/kgBB dan± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix; kelompok (2) diaplikasikan kombinasi simvastatin per oral 10 mg/kgBB dan± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix; kelompok (3) diaplikasikan ± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix; kelompok (4) tanpa aplikasi simvastatin per oral dan Demineralized Bone Matrix. Tikus dikorbankan 10 hari paska pembentukkan defek tulang selanjutnya dilakukan pembuatan sediaan jaringan histologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin. Hasil yang diperoleh ditabulasikan menggunakan uji ANOVA satu arah dan LSD. Rerata osteoblas terbanyak dihasilkan oleh kelompok (1) sebanyak 35,00, jika dibandingkan dengan kelompok (2) sebanyak 30,86, kelompok (3) sebanyak 24,57, dan kelompok (4) sebanyak 19,86. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh Demineralized Bone Matrix dan simvastatin terhadap proliferasi osteoblas. Rerata osteoblas terbanyak pada kelompok yang diaplikasikan simvastatin per oral 20 mg/kgBB dan± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix.Dental Procedures such as tooth extraction, jaw fracture treatment, and implantation can cause injury on bone tissue. Nowadays bone graft is currently widely used bone graft to help the healing process of the bone. In addition, beside bone graft, there are several medicines investigated to support bone healing such as simvastatin. The purpose of this study was to demonstrate the influence of oral simvastatin and Demineralized Bone Matrix on bone healing process. The research method used was experimental laboratory method. Twenty eight white rats (Rattusnorvegicus) Wistar strain, were divided into 4 groups and drilled in calvaria. The treatments were group (1) the combination of oral simvastatin 20 mg/kg and ± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix; group (2) the combination of oral simvastatin 10 mg/kg and ± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix; group (3) ± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix; group (4) without application of simvastatin and Demineralized Bone Matrix (as control). Rats were sacrificed 10 days post bone defect formation, histological tissue were preparared done making by hematoxylin eosin staining. The results were tabulated using one-way ANOVA and LSD. The mean osteoblasts were generated by the group (1) of 35.00, compared to the group (2) as much as 30.86, the group (3) as much as 24.57, and group (4) of 19.86. Conclusion of this study was that there was an effect of Demineralized Bone Matrix and simvastatin on proliferation of osteoblasts. The highest osteoblasts mean was in the group that applied with oral simvastatin 20 mg/kg and± 5x10-4 cc Demineralized Bone Matrix.
12587269C1B010042ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, LEVERAGE, PRICE EARNING RATIO (PER), RETURN ON EQUITY (ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP NILAI PERUSAHAAN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP RETURN SAHAMTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, leverage, price earning ratio (PER), return on equity (ROE), dan earning per share (EPS) terhadap nilai perusahaan serta pengaruhnya terhadap return saham. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua perusahaan yang termasuk ke dalam indeks LQ 45. Dengan menggunakan metode purposive sampling, jumlah sampel valid yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 12 perusahaan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ukuran perusahaan dan leverage tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan dan nilai perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap return saham. Sedangkan, price earning ratio (PER), return on equity (ROE), dan earning per share (EPS) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.
Sebagai implikasi, bagi perusahaan yang ingin meningkatkan nilai perusahaan dan investor yang ingin melakukan investasi hendaknya untuk lebih memperhatikan price earning ratio (PER), return on equity (ROE), dan earning per share (EPS) perusahaan karena ketiga faktor tersebut terbukti berpengaruh terhadap besarnya nilai perusahaan.
The purpose of this research was to analyze the influence of firm size, leverage, price earning ratio (PER), return on equity (ROE), and earning per share (EPS) to firm’s value and impact on stock return. The population in this study are all companies on indeks LQ 45. By using purposive sampling, this research used 12 companies as the samples. Using multiple regression analysis and simple regression analysis.
The result shows that firm size and leverage hasn’t influence to firm’s value and hasn’t impact of firm’s value on stock return. While, price earning ratio (PER), return on equity (ROE), and earning per share (EPS) has positive influence to firm’s value.
As implications, companies who want to increase firm’s value and investor who want to make an investment should pay more attention to price earning ratio (PER), return on equity (ROE), earning per share (EPS) because it proved effect on firm’s value.
12597278G1A010098Jumlah Sel Leydig Pasca Pemberian Vitamin C Dan E Pada Tikus Putih Jantan Yang Mendapat Model Stres Paradoxical Sleep Deprivation Latar Belakang: Paradoxical Sleep Deprivarion (PSD) dapat menyebabkan kondisi stres oksidatif akibat pembentukan Reactive Oxygen Spesies (ROS) sehingga mengakibatkan kerusakan sel Leydig.Vitamin C dan E dapat menstabilkan ROS dengan melengkapi kekurangan elektron dan menghambat terjadinya reaksi berantai sehingga mencegah kerusakan sel Leydig.
Tujuan: Mengetahui perbedaan jumlah sel Leydig pasca pemberian vitamin C, E dan kombinasinya pada tikus putih jantan yang mendapat stres PSD.
Metode: Metode penelitiannya adalah penelitian eksperimental dengan posttest only with control group designselama 7 hari. Tikus putih jantan (28 ekor) dibagi 4 kelompok. Kelompok I (kontrol (PSD)), kelompok II (PSD dan vitamin C), kelompok III (PSD dan vitamin E), dan kelompok IV (PSD dan vitamin C dan E). Testis diambil kemudian dibuat preparat dengan pewarnaan hematoksilin eosin.
Hasil: Jumlah sel Leydig kelompok I (11,39±1,58),kelompok II (18,15±0,51), kelompok III (17,15±1,62) dan kelompok IV (18,88±0,65). Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,002), dilanjutkan Post Hoc LSD menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok II, III dan IV dengan kontrol.
Kesimpulan: Jumlah sel Leydigyang lebih tinggi pada tikus putih jantan yang mendapat stres PSD pasca pemberian vitamin C, E dan kombinasinya dibandingkan dengan kontrol, namun antar kelompok yang mendapat vitamin C dan E tunggal tidak berbeda dengan kombinasinya.

Background: Paradoxical Sleep Deprivarion (PSD) can cause oxidative stress conditions due to formation of Reactive Oxygen Species (ROS), which causes damage to Leydig cells. Vitamins C and E can stabilize ROS with complete lack of electrons and inhibit the chain reaction, thus preventing damage to Leydig cells.
Objective:Knowing difference among the number of Leydig cells after administration of vitamin C, E and their combinations in male albino rats that received stress PSD.
Method: The research methodwas anexperimental researchwith posttest only with control group designfor 7days. 28male albinoratswere divided into 4:Group I (control (PSD)), group II (PSD and vitamin C), group III (PSD and vitamin E), and group IV (PSD and vitamin C and E).Testes were taken and then made preparations with hematoxylin eosin staining.
Result: Number ofLeydigcellsof group I was (11,39±1,58), groupII (18,15±0,51), groupIII (17,15±1,62)andgroup IV(18,88±0,65).ANOVA test showed significantdifferences(p=0.002), post hoc LSD showed a significant difference (p < 0.05) between groups II, III and IV with control.
Conclusion: The number of Leydig cells were higher in rats that received stress PSDafter administration of vitamin C, E and combinations compared with control, but there was no differencein the group receiving vitamin C and E single compared with combination.
12607273F1A009069Peran Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman Dalam Menghadapi Kerusakan LingkunganRINGKASAN
Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam merupakan organisasi mahasiswa yang mempunyai peran menjaga kelestarian lingkungan dengan menjalankan kode etik pecinta alam. Dalam kenyataannya, tidak sedikit mahasiswa pecinta alam yang arah dan gerakannya tidak mencerminkan diri sebagai pencinta alam. Di kota Purwokerto terdapat beberapa universitas dan salah satunya adalah Universitas Jenderal Soedirman yang memiliki organisasi mahasiswa pecinta alam terbanyak di wilayah eks Karesidenan Banyumas yaitu berjumlah 13 organisasi, maka dari itu judul dalam penelitian ini adalah “Peran Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Jenderal Soedirman Dalam Menghadapi Kerusakan Lingkungan”.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dekriptif. Lokasi penelitiannya adalah di Purwokerto Kabupaten Banyumas. Sasaran utama penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti atau terdaftar di organisasi pecinta alam yang ada di Universitas Jenderal Soedirman dan sasaran pendukungnya adalah mantan anggota pecinta alam Universitas Jenderal Soedirman dan aktivis lingkungan yang ada di Purwokerto. Jenis data yang dipakai adalah data dari lapangan melalui observasi dan wawancara langsung yang didukung dengan pedoman wawancara, pengamatan, maupun dokumentasi gambar dari informan. Teknik analisis data yang dipakai adalah model analisis interaktif.
Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa Peran Mahasiswa Pecinta Alam di Purwokerto diwujudkan melalui dorongan hati untuk tergabung dalam organisasi pecinta alam karena adanya kejadian kerusakan lingkungan yang ada disekelillingnya dan juga melalui media masa yang mereka lihat. Penyebab terjadinya kerusakan lingkungan yang kebanyakan menurut mahasiswa pecinta alam adalah karena faktor manusia, lalu melakukan kegiatan yang dilakukan secara individu ataupun kelompok yang dapat membantu mengurangi terjadinya kerusakan dan bencana alam.
Implikasi dari penelitian ini adalah Mahasiswa dan masyarakat harus memiliki kesadaran yang tinggi tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, bukan hanya memakai hasil alam tanpa memperbaharui kembali, harus menambah pengetahuannya mengenai lingkungan dengan cara mengikuti kegiatan pelestarian dan atau diskusi, sharing mengenai lingkungan. Dengan begitu mahasiswa dan masyarakat sadar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya kewajiban bagi anggota pencinta alam saja akan teteapi kewajiban semua lapisan masyarakat.
Kata Kunci: Mahasiswa, Organisasi, lingkungan, alam.
SUMMARY

The University Student Organization of Natural Lover is the university student organization that has the role to preserve the environment sustainability by doing the ethic code of natural lover. In its reality, There are many of the natural lover student university that their movement do not reflect their self as the natural lover. In the city of Purwokerto, there is some of universities and one of them is the Jenderal Soedirman University that has the most student university of natural lover in the area of ex Karesidenan Banyumas that is 13 organizations, so the title in this research is “The Role of the Student University of Natural Lover in the Jenderal Soedirman University in dealing with the Environment Damage”.

This research uses the method of descriptive qualitative. Its research location is in Purwokerto in the Regency of Banyumas. The main target in this research is the student university that follow or listed in the natural lover organization in the Jenderal Soedirman University and its support target is the ex natural lover in the Jenderal Soedirman University and environment activist in Purwokerto. The type of data that is used in this research is the data from field through the direct observation and interview that is supported with the guidance of interview, observation, or picture documentation from informant. Technique of data analysis in thisresearch uses the interactive analysis model.

The conclusion from this research, that the Role of the Student University of natural Lover in Purwokerto is reflected through the heart encouragement to join in the natural lover organization because the environment damage case in the their surrounding and also through the mass media that has been seen. The cause of the environment damage that most of them according student university is caused by the human factor, they do the activities that are conducted individually or group that can help to reduce the case of environment damage and natural disaster.

Implication from this research is the Student University and society must belong to the high awareness about the important of preserving the environment balance, not only use the natural result without repair it again, they must add their knowledge about eh environment by following the reservation activities and or discussion, sharing about the environment. With that, the student university and society aware that preserve the environment not just the obligation to the natural lover member but it is the obligation for all the society.


Keywords: UniversityStudent, Organization, Environment, Nature .