Home
Login.
Artikelilmiahs
7262
Update
RIA RIZQI UTAMI
NIM
Judul Artikel
HIGIENE DAN SANITASI PENGRAJIN TEMPE DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tempe merupakan bahan makanan hasil fermentasi kacang kedelai atau jenis kacang-kacangan lainnya menggunakan jamur Rhizopus oligosporus dan Rhizopus oryzae. Penelitian tentang tempe baru menfokuskan pada aspek sosio-ekonomi dan aspek karakteristik tempe (sifat kimia, fisik, biologi dan kandungan gizi). Berdasarkan hal tersebut di atas maka perlu diadakan penelitian terutama tentang pengendalian kondisi sanitasi dan higiene selama pelaksanaan proses produksi tempe. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk : 1) mengetahui tingkat higiene pekerja yang berkaitan langsung dengan produksi tempe, 2) mengetahui tingkat sanitasi peralatan dan fasilitas produksi tempe, 3) mengetahui tingkat sanitasi lingkungan produksi tempe, 4) mengetahui tingkat sanitasi produk, dan 5) Mengetahui hubungan tingkat pendidikan, umur pengrajin dan jumlah produksi tempe terhadap higiene dan sanitasi pengrajin tempe di Desa Pliken. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan dengan metode survei dengan sasaran para pengrajin tempe di Desa Pliken.Pemilihan pengrajin tempe sebagai responden dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Banyaknya pengrajin tempe yang akan diwawancarai ditentukan dengan menggunakan metode slovin. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: higiene pekerja, sanitasi peralatan dan fasilitas produksi, sanitasi lingkungan, sanitasi produk. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat higiene pekerja pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 24,1 % termasuk kategori buruk, 62,1% termasuk dalam kategori sedang, dan 13,8% termasuk kategori baik. Tingkat sanitasi peralatan dan fasilitas produksi pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 33,3% termasuk kategori sedang, dan 66,7% termasuk kategori baik. Tingkat sanitasi lingkungan pengolahan pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 3,5% termasuk kategori buruk, 42,5% termasuk kategori sedang, dan yang 54% termasuk dalam kategori baik. Tingkat sanitasi produk yang dihasilkan oleh pengrajin tempe di Desa Pliken adalah 83,9% termasuk kategori baik dan 16,1% termasuk kategori sedang. Tidak ada hubungan antara tingkat tingkat pendidikan, umur pengrajin, dan jumlah produksi tempe per hari terhadap higiene pekerja sanitasi peralatan dan fasilitas produksi, sanitasi lingkungan dan sanitasi produk tempe di Desa Pliken. Namun ada hubungan antara jumlah produksi tempe per hari terhadap higiene pekerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tempeh is a fermented food ingredient soy beans or other legumes types using the fungus Rhizopus oligosporus and Rhizopus oryzae. Research on new tempeh focus on aspects of socio-economic characteristics and aspects of tempeh (Chemical properties, physical, biological and nutrient content). Based on the above it is necessary to research, especially on the control of sanitary conditions and hygiene during the implementation process of the production of tempeh. The purpose of this study was to : 1)determine the level of hygiene of workers that are directly related to the production of tempeh, 2)determine the level of sanitary equipment and tempeh production facilities, 3)determine the level of environmental sanitation tempeh production , 4)determine the level of sanitary products, and 5)determine level of education, age and number of tempeh production craftsman to hygiene and sanitation of tempeh craftsman in the Plikenvillage. This research use survey method. The target of this research are the tempehcraftsman inthe Pliken village.This research using simple random sampling technique and who will be interviewed tempeh determined using Slovin. The variables used in this study include: worker hygiene, sanitation equipment and production facilities, environmental sanitation, sanitary products, level of education, age craftsman, as well as the amount of soybean production per day. Based on the results of the study showed that the level of hygiene of tempehcraftsman working in the Plikenvillage was 24.1% are poor, including 62.1% in the medium category, and 13.8% are good. The level of sanitation equipment and production facilities of tempeh craftsman working in the Pliken village is categorized as being 33.3%, and 66.7% are good. The level of processing of environmental sanitation of tempeh craftsman in the Plikenvillage was 3.5% are poor, 42.5% are medium, and 54% were included in both categories. The level of sanitation products produced by tempeh craftsman in thePliken village was 83.9% categorized as good, and 16.1% are moderate. There is no relationship between level of education, age craftsman, and the amount of soybean production per day to hygiene of workers, sanitation equipment and production facilities, environmental sanitation and sanitation tempeh products. But there is a relationship between the amount of soybean production per day to hygiene workers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save