Artikelilmiahs

Menampilkan 1.261-1.280 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
12617274C1B010097ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL YANG DAPAT MEMPENGARUHI PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA
(Studi Empiris Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012)
Penelitian ini merupakan penelitian studi empiris pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Januari 2010-Juni 2012. Penelitian ini mengambil judul "Analisis Faktor Internal dan Eksternal yang Dapat Mempengaruhi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia".
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor internal dan eksternal pergerakan IHSG. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah BI rate, inflasi, harga minyak dunia, harga emas dunia, Hang Seng Index ,Kuala Lumpur Stock Exchange, Indeks Dow Jones. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi, tinjauan pustaka serta pencarian di internet. Penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Populasi penelitian ini adalah Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampel terpilih tujuh variabel yang dapatdianalisis.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan: (1) Variabel Hang Seng Index dan Kuala Lumpur Stock Exchange secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG. (2) Variabel inflasi dan indeks Dow Jones secara parsial berpengaruh negative signifikan terhadap pergerakan IHSG dan variabel BI rate, harga minyak dunia, dan harga emas dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Implikasi dari kesimpulan penelitian ini adalah pihak manajemen perusahaan dan investor harus lebih memperhatikan inflasi, Hang Seng Index, Kuala Lumpur Stock Exchange dan indeks Dow Jones yang signifikan pada penelitian ini untuk menganalisis pergerakan IHSG. Pada hasil penelitian ini nilai Adjusted R-Square sebesar 97% sehingga sisanya sebesar 3% dijelaskan oleh variabel lain. Oleh karena itu, bagi penelitian selanjutnya hendaknya memasukan variabel independen lain seperti harga minyak dalam negeri, tingkat investor. Selain itu, penelitian selanjutnya hendaknya memperluas ataupun mengganti objek penelitian seperti LQ45 agar diperoleh hasil yang lebih beragam.


This research is an empirical study ofIHSG movement listed on Indonesia Stock Exchange during January 2010 until June 2012. This research titled: "Analysis of Internal and External Factors Influencing the IHSG Movement Listed in the Indonesian Stock Exchange".
The purpose of this researchis to analyze the effect of external and internal factors to IHSG movement listed on Indonesia Stock Exchange. Variables used in this research were the BI rate, inflation, world crude oil price, world gold price, Hang Seng Index, Kuala Lumpur Stock Exchange, Dow Jones Index. Data collection techniques used the method of documentation, literature review and internet search. This research used multiple regression analyze . The population in this research is Indonesian Stock Exchange, using purposive sampling as sampling method seven variables were chosen.
Based on the research and data analysis which used multiple regression analysis showed: (1) variableHang Seng Index andKuala Lumpur Stock Exchange simultaneously affect the financial distress. (2) variableinflation and Dow Jones index are partially significant negative impact to financial distress, and variable BI rate, world crude oil price, and world gold price are no significant impact to IHSG movement.
The implication of the conclusions of this research is that investors should pay more attention to the variable of inflation, Hang Seng Index, Kuala Lumpur Stock Exchange and Dow Jones Index to analyze IHSG movement. From the research result, the R-square value is 97%, so that the remaining is 3% which is explained by other variables. Therefore, for further research is necessary to include other variables such as local oil price and investment rate. Beside that, further research should expand or replace the object of research such as LQ45 to obtain more diverse results.
12627275C1B010119Analisis Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Pengguna Vaseline Men Face Wash di PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, harga dan promosi terhadap kepuasan konsumen pengguna Vaseline Men Face Wash di Purwokerto. Responden sebanyak 100 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pengguna Vaseline Men Face Wash di Purwokerto. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t dan uji F.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen, promosi berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen dan secara simultan kualitas produk, harga dan promosi berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Dalam penelitian ini harga tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen.


This study aimed to analyze the effect of product quality, price and promotion on consumer satisfaction users Vaseline Men Face Wash in Purwokerto. Respondents many as 100 people. The population in this study were consumers of Vaseline Men Face Wash in Purwokerto. Analysis of data using multiple linear regression analysis. Testing this hypothesis using the t test and F test.
The results of this study concluded that the quality of the products has a positive effect on customer satisfaction, promoting positive effect on customer satisfaction and product quality simultaneously, pricing and promotion of a positive effect on customer satisfaction. In this study the price does not have an influence on consumer satisfaction.


12637276C1B010096Pengaruh Promosi Jabatan dan Insentif Finansial terhadap Retensi Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi pada PT Nulab Pharmaceutical Indonesia Kantor Cabang TegalTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh promosi jabatan terhadap retensi karyawan, pengaruh insentif finansial terhadap retensi karyawan, pengaruh promosi jabatan terhadap kepuasan kerja, pengaruh insentif finansial terhadap kepuasan kerja, pengaruh kepuasan kerja terhadap retensi karyawan, pengaruh kepuasan kerja dalam memediasi hubungan antara promosi jabatan terhadap retensi karyawan dan pengaruh kepuasan kerja dalam memediasi hubungan antara insentif finansial terhadap retensi karyawan pada PT Nulab Pharmaceutical Indonesia Kantor Cabang Tegal.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Promosi jabatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. (2) Insentif finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. (3) Promosi jabatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. (4) Insentif finansial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. (5) Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap retensi karyawan. (6) Kepuasan kerja mampu memberikan pengaruh mediasi hubungan antara promosi jabatan dengan retensi karyawan pada PT Nulab Pharmaceutical Indonesia Kantor Cabang Tegal. (7) Kepuasan kerja mampu memberikan pengaruh mediasi hubungan antara insentif finansial dengan retensi karyawan pada PT Nulab Pharmaceutical Indonesia Kantor Cabang Tegal.
The purpose of this research is to investigate and analyze the effect of promotion on the retention of employees, the effect of financial incentives on the retention of employees, the effect of promotion on job satisfaction, the effect of financial incentives on job satisfaction, the effect of job satisfaction on employee retention, job satisfaction influences in mediating the relationship between promotion to employee retention and job satisfaction in mediating the effect of the relationship between financial incentives to retention of employees at PT Nulab Pharmaceutical Indonesia Branch Office Tegal.
The results of this research showed that: (1) Promotion has a positive and significant effect on employee retention. (2) Financial incentives has a positive and significant effect on employee retention. (3) Promotion has a positive and significant effect on job satisfaction. (4) Financial incentives has a positive and significant effect on job satisfaction. (5) Job satisfaction has a positive and significant effect on employee retention. (6) Job satisfaction is able to provide mediation effect relationship between promotion with employee retention PT Nulab Pharmaceutical Indonesia Branch Office Tegal. (7) Job satisfaction is able to provide mediation effect relationship between financial incentives with employee retention PT Nulab Pharmaceutical Indonesia Branch Office Tegal.
12647277C1L009022THE EFFECT OF INTERNAL CONTROL AND INTERNAL AUDIT ON QUALITY OF ACCOUNTING INFORMATION USING GOOD GOVERNANCE AS INTERVENING VARIABLE IN BANYUMAS REGION : MIXED METHODTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan melihat pengaruh pengendalian intern, internal audit dan penerapan prinsip tata kelola pemerintahan dan kualitas informasi akuntansi di SKPD kabupaten banyumas. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran yang menggunakan explanatory survey dan wawancara langsung. Data di koleksi dari kuisioner yang diisi oleh top manager di masing-masing SKPD di banyumas. PLS adalah alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini. kesimpulan penelitian ini 1). Internal control have positive and significant influence to good corporate governance,2) Internal audit no have influence to good corporate governance,3) Good corporate governance no have influence to quality accounting information,4) Internal control have positive and significant influence to quality accounting information,5) Good corporate governance mediates internal control to quality accounting information,6) Internal audit no have influence to quality accounting information and 7) Good corporate governance no mediates internal audit to quality accounting information.The purpose of this research are to analyze and see the influence of internal control, internal audit and implementation of good corporate governance’s principles and quality accounting information in public sector in Banyumas region. The method of this research is mix methods using explanatory survey and direct interview. The data collecting was carried out by spreading questionnaires to top manager and interview in every public institute of Banyumas region.Partial Least Square used as the instrument of this research. The conclusion of research are 1) Internal control have positive and significant influence to good corporate governance,2) Internal audit no have influence to good corporate governance,3) Good corporate governance no have influence to quality accounting information,4) Internal control have positive and significant influence to quality accounting information,5) Good corporate governance mediates internal control to quality accounting information,6) Internal audit no have influence to quality accounting information and 7) Good corporate governance no mediates internal audit to quality accounting information.
12657279C1C009119PENGARUH KOMPLEKSITAS TUGAS, PENGALAMAN AUDITOR DAN TEKANAN KETAATAN TERHADAP AUDIT JUDGMENT
(Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kompleksitas tugas, pengalaman audit, dan tekanan ketaatan untuk mengaudit keputusan yang diambil oleh auditor.
Sampel dari penelitian ini adalah auditor yang bekerja pada Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dibagikan langsung kepada auditor sebanyak 60 dan hanya 32 kuesioner dapat digunakan. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 17.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman auditor memiliki pengaruh positif yang signifikan pada penilaian audit auditor sementara tekanan ketaatan dan kompleksitas berpengaruh negatif signifikan. Menilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kompleksitas tugas, pengalaman auditor dan tekanan ketaatan secara kolektif berkontribusi terhadap variabel dependen (penghakiman Audit) 35% sedangkan sisa 65% dipengaruhi oleh variabel lain.
This research was aimed to examine empirically the effect of task complexity, audit experience, and obedience pressure to audit judgment taken by auditor.
The sample of this research are auditors who worked on Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Representative of Daerah Istimewa Yogyakarta. The sample was conducted by purposive sampling method. Collecting data was conducted by questionnare distributed directly to auditors as much 60 and only 32 questionnare can be used. Data analysis used multiple linear regression method with SPSS 17.
The result of this research shows that auditor experience have significant positive influence on the audit judgment of the auditors while obedience pressure and task complexity have negative significant influence on the audit judgment. The assess of determination coefficient shows that task complexity, auditor experience and obedience pressure collectively contribute on dependent variable (the audit judgment) as 35 % while the residue as 65 % is influenced by another variable.
12667281G1D010060GAMBARAN PENYEMBUHAN LUKA DIABETIK PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN MENGGUNAKAN WOUND VACUUM MODIFIKASI BREAST PUMP BERTEKANAN 100 mmHg Latar belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang setiap tahun prevalensinya terus meningkat.Luka diabetik merupakan salah satu komplikasi yang terjadi pada penderita DM yang dapat ditangani menggunakanwound vacuum.Namun,wound vacuum di Indonesia masih memiliki beberapa kelemahan. Oleh karena itu, diciptakan wound vacuum modifikasi breast pumpagar lebih aplikatif.
Tujuan: Penelitian ini akan menguji pengaruh wound vacuum modifikasi breast pump bertekanan 100mmHg terhadap penyembuhan luka diabetik.
Metode: Penelitian eksperimen dengan pendekatan posttest only design pada tikus wistar jantan. Tikus dibagi menjadi kelompok perlakuan (vacuum) dan kontrol. Tikus diinjeksi aloksan kemudian diberi perlukaan pada kedua sisinya.Kelompok vacuum diberi perawatan menggunakan wound vacuum modifikasi breast pump bertekanan 100mmHg setiap 2 jam/hari, sedangkan kelompok kontrol menggunakan perawatan luka konvensional. Perawatan luka dilakukan selama 7 hari.Perkembangan luka diamati secara makroskopis dan mikroskopis.
Hasil: Gambaran makroskopis pada kelompok vacuum menunjukkan edema terjadi pada hari ke-1 sampai dengan hari ke-7. Pada kelompok kontrol edema terjadi pada hari ke-1 sampai hari ke-5. Warna luka pada masing-masing kelompok berwarna merah pucat pada hari ke-0 dan merah segarpada hari ke-1 sampai hari ke-7, sama-sama tidak terdapat jaringan nekrotik dan luas luka sampai hari ke-7 lebih kecil kelompok kontrol. Pada gambaran mikroskopis, inflamasi pada kelompok vacuum lebih banyak daripada kelompok kontrol dan belum terdapat reepitelisasi pada masing-masing kelompok.
Kesimpulan: Penyembuhan luka diabetik menggunakan wound vacuum modifikasi breast pump bertekanan 100mmHg tidak berpengaruh pada tikus yang diinduksi aloksan.

Background: Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease whose continues to increase every year. Diabetic ulcer is one of the complications that occur in patients with diabetes that can be treated using a wound vacuum. However, wound vacuum in Indonesia still has some drawbacks. Therefore, the wound created vacuum modified breast pump to make it more applicable.
Purpose: This study aimed to examine the effect of wound vacuum modified breast pump with 100mmHg pressure on diabetic wound healing.
Methods: The experimental study with a posttest only design approach in male Wistar rats. Rats were divided into treatment group (vacuum) and control. Rats were induced with alloxan then given the wounds on both sides. The vacuum group was given a wound care using a wound vacuum modified breast pump with 100mmHg pressure every 2 hours/day, while the control group using conventional wound care. Wound care is done for 7 days. The progression of the wound was observed macroscopically and microscopically.
Results: Macroscopic description of the vacuum group showed edema occurred on day-1 until day-7. Edema occurred in the control group on day-1 to day-5. Color wounds in each group of pale red on day-0 and red fresh on day-1 to day-7, there is equally haveno necrotic tissue and extensive wound up 7th day smaller control group. At microscopic, inflammation of the vacuum group more than the control group and yet there reepitelization in each group.
Conclusion: Wound healing of diabetic ulcer using wound vacuum modified breast pump with 100mmHg pressure have no effect on alloxan-induced rats.
12677282C1L009032THE RELATIONSHIP BETWEEN SALES AND PROFIT GROWTH TO ACCOUNTING IMPLEMENTATION WITH LIFE CYCLE OF FIRM APPROACH
(Study on SME’s Printing Industry in Banyumas Regency)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pertumbuhan penjualan dan pertumbuhan laba dalam tahap siklus hidup dengan pelaksanaan akuntansi . Setelah mengelompokkan pada 47 sampel UKM untuk setiap tahap siklus hidup berdasarkan tingkat pertumbuhan penjualan , penelitian ini menemukan bahwa tidak ada UKM dapat dikelompokkan ke dalam tahap perkenalan karena tidak ada UKM dapat memenuhi kriteria . Dan ada 38 UKM dalam tahap pertumbuhan , 5 dalam tahap matang, dan 4 dalam tahap penurunan .
Setelah pengujian korelasi metode Product Moment pada 47 UKM yang telah diklasifikasikan , penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan antara penjualan dan pertumbuhan laba dalam tahap pertumbuhan , dewasa , dan penurunan dengan pelaksanaan akuntansi . Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan untuk ( 2012) pendapat Jaken yang menyatakan pelaksanaan akuntansi yang dibutuhkan dalam setiap tahap tahap siklus hidup . Selain itu, temuan ini menunjukkan bahwa pemilik UKM perlu memperhatikan dalam penjualan dan pertumbuhan laba untuk mempertahankan eksistensi bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan melalui penerapan manajemen yang profesional , melakukan pengelolaan aset dan struktur modal yang lebih efisien dengan cara meningkatkan penanaman modal di aset yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi dan produktif , dengan pertimbangan berdasarkan prinsip kehati-hatian risiko , dan perlu melakukan pengendalian biaya operasional yang lebih efektif untuk meningkatkan penjualan dan tingkat keuntungan yang diperoleh ....
The objective of the research is to analyze the relationship between sales growth and profit growth in the life cycle stage with the accounting implementation. After classifying on 47 SME’s sample to the each stage of life cycle based on sales growth rate, this research found that none of the SMEs can be grouped into the introductory stage because none of SMEs can fulfill the criteria. And there are 38 SME’s in growth stage, 5 in mature stage, and 4 in the decline stage.
After a correlation examination of Product Moment method on 47 SME’s that has been classified, this research found that there are relationship between sales and profit growth in growth stage, mature,and decline with implementation of accounting. This result shows that support to Jaken’s (2012) opinion which states the implementation of accounting are needed in each stage of life cycle stage. In addition, these finding suggest that SME’s owner need to pay attention in sales and profit growth to maintain the existence of the business which are run on ongoing basis through the application of professional management, conduct management of assets and the structure of its capital more efficiently by means of increasing capital investment in the assets that have high liquidity levels and productive, with consideration of risk based on the principle of prudence, and need to perform its operational cost control more effectively in order to boost sales and profit levels obtained.
12687283F1C009085Proses Komunikasi pada Bidang Kesehatan Program Pos Pemberdayaan Keluarga (POSDAYA) di Desa Wanakarsa, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten BanjarnegaraPenelitian ini berjudul “PROSES KOMUNIKASI PADA BIDANG KESEHATAN PROGRAM POS PEMBERDAYAAN KELUARGA (POSDAYA) DI DESA WANAKARSA, KECAMATAN WANADADI, KABUPATEN BANJARNEGARA”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: proses komunikasi dan kendala yang dihadapi dalam Bidang Kesehatan Program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Desa Wanakarsa, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Model analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif dari Miles dan Huberman serta validitas data diuji dengan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian bahwa proses komunikasi yang berlangsung dalam Bidang Kesehatan Posdaya di Desa Wanakarsa adalah proses komunikasi secara primer yaitu proses komunikasi secara langsung melalui proses komunikasi kelompok dan proses komunikasi antarpribadi. Proses komunikasi kelompok dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi, dan proses komunikasi antarpribadi dilakukan dengan kunjungan langsung kader ke rumah warga untuk proses sharing. Tujuan dari adanya proses penyuluhan dan sharing adalah untuk merubah pola pikir dan pola perilaku masyarakat Wanakarsa untuk lebih sehat serta untuk mengetahui permasalahan kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat.
Kendala-kendala yang dihadapi diantaranya: keyakinan agama yang terlalu kuat, tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi serta pendanaan yang kurang memadai. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat diajukan saran sebagai berikut: perlu meningkatkan cara efektif untuk menarik masyarakat yang pasif dan bagi kader yang kurang aktif perlu ditingkatkan keaktifannya dan bagi masyarakat sebaiknya lebih terbuka dengan program-program kesehatan yang ditawarkan.
Kata kunci: Proses Komunikasi, Pemberdayaan Masyarakat
This study was entitled "PROCESS COMMUNICATION IN HEALTH FAMILY EMPOWERMENT PROGRAM POS (POSDAYA) IN WANAKARSA VILLAGE, WANADADI SUBDISTRICT, BANJARNEGARA DISTRICT". Purpose of this study was to determine: the communication process and the obstacles encountered in Health Affairs Post Family Empowerment Program (Posdaya) in Wanakarsa Village, Wanadadi Subdistrict, Banjarnegara District. The method used is descriptive qualitative research methods, with the selection of informants purposive sampling techniques. Data was collected through in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis model that is used is interactive analysis of Miles and Huberman and validity of the data was tested by triangulation.
Based on the research results that the communication process that takes place within the Health Sector in Rural Wanakarsa Posdaya is the primary communication process which is a process of communication directly through the process of group communication and interpersonal communication process. The process of group communication is done through education and socialization, and interpersonal communication process is done by personal visits to the homes cadres for sharing the process. The purpose of the process of counseling and sharing is to change the mindset and Wanakarsa behavior patterns for healthier communities as well as to determine the health problems faced by society.
The constraints faced by them: religious beliefs are too strong, the level of education and economic levels, and inadequate funding. Based on the discussion of the results of the study, the following suggestions can be put forward: need to increase the effective way to attract the public for passive and active cadre less activeness needs to be improved and for the people should be more open with the health programs offered.
Keywords : Process Communication , Community Empowerment
12697284G1B009005PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG NORMA KEHAMILAN DI DESA KERTANEGARA KECAMATAN HAURGEULIS KABUPATEN INDRAMAYULatar belakang pengalaman, budaya dan suasana psikologis yang berbeda juga membuat persepsi kita berbeda atas suatu objek. Walaupun ibu hamil berada dalam suatu kondisi masyarakat yang menganjurkan larangan-larangan perilaku tertentu namun latar belakang pengalaman, budaya dan kondisi psikologis dari ibu hamil tersebut bisa menghasilkan persepsi yang berbeda dari yang berlaku di masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan persepsi ibu hamil tentang makna norma (anjuran dan larangan) kehamilan masyarakat di Desa Kertanegara. Lokasi penelitian adalah Desa Kertanegara Kecamatan Haurgeulis Kabupaten Indramayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa makna dianjurkannya keluar malam membawa pisau untuk mengusir makhluk halus, makna dianjurkannya setiap malam Jum’at meminum air jeruk nipis dan minyak kelapa serta makna pintu rumah yang harus diolesi minyak goreng untuk memperlancar supaya proses persalinannya menjadi mudah. Makna larangan tidak boleh memakan belut yaitu jika mengkonsumsi pada saat hamil membuat proses persalinannya tersendat, makna larangan tidak boleh minum air es yaitu bayi akan besar di dalam perut, makna laranga tidak boleh mengkonsumsi sambal yaitu pinggang akan terasa sakit dan panas pada saat melahirkan, makna larangan tidak boleh mengkonsumsi kerak nasi yaitu dapat membuat bayi melekat dalam perut, makna larangan tidak boleh mengkonsumsi udang dapat membuat bayi bengkok, makna larangan tidak boleh tidur siang di kamar namun harus dilantai agar bayinya tidak kotor dan tidak seperti monyet. Saran yang bisa diberikan yaitu memberikan pendekatan interpersonal kepada masyarakat dengan cara penyuluhan dari bidan desa dan dukun bayi.
Different backgrounds of experiences, cultures, and psychological conditions also differ our perceptions on an object. Although pregnant women are in a state of society which are prohibited to certain behaviors, but their backgrounds of experiences, cultures and psychological conditions could result in different perceptions prevailed in societies. The purpose of this study is to describe pregnant women’s perceptions of meanings of some norms (suggestions and prohibitions) in pregnancy among society of Kertanegara Village. The location of research was at Kertanegara Village, Haurgeulis sub District, Indramayu Regency. The researcher uses qualitative paradigm for the study. To collect data the researcher did in-depth interview technique, observation and documentation. Triangulation method is used to test validity of the data. Results of the study show that meaning of suggesting pregnant women to bring knives while going outside at night is to ward off spirits, meaning of suggesting pregnant women to drink lemon juice and coconut. Meaning of prohibiting pregnant women not to eat eels is not to make the process of labour stalled, meaning of prohibiting pregnant women not to eat chili is not to make the waists sore and hot at the time of the labour, meaning of prohibiting pregnant women not to eat rice crust is not make the babies attached to the stomachs, meaning of prohibiting pregnant women not to eat shrimps is not to make the babies bent, meaning of prohibiting pregnant women not to take a nap in bedrooms, but it must be on floor, is not to make the babies dirty and looked like monkeys. Advice that can be given is to give an interpersonal approach to the public by way of extension of village midwives and traditional birth attendants.
12707286C1B010036ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS PERUSAHAAN DITINJAU DARI SEGI MANAJEMEN MODAL KERJA, LIKUIDITAS, LEVERAGE, SIZE, DAN SALES GROWTH (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Periode 2008-2012)Penelitian yang berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Perusahaan Ditinjau dari Segi Manajemen Modal Kerja, Likuiditas, Leverage, Size, dan Sales Growth” bertujuan untuk menganalisis pengaruh periode pengumpulan piutang, periode penangguhan utang, siklus konversi kas, rasio lancar, rasio utang, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan terhadap return on assets (ROA) pada perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008-2012.
Jenis penelitian ini adalah studi empiris pada perusahaan manufaktur yaitu sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun pengamatan 2008-2012. Objek penelitian ini yaitu komponen-komponen manajemen modal kerja (periode pengumpulan piutang, periode penangguhan utang, dan siklus konversi kas), likuiditas (rasio lancar), leverage (rasio utang), ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan return on assets sebagai proksi dari profitabilitas.
Data penelitian diambil dari laporan keuangan yang telah audit dari perusahaan manufaktur industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI tahun 2008 sampai tahun 2012. Data tersebut diperoleh dari website BEI dan Indonesian Capital Market Directory (ICMD) tahun 2008–2012. Dengan menggunakan metode purposive sampling, penelitian ini menggunakan sebanyak 11 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif, analisis regresi berganda dan uji asumsi klasik, sedangkan untuk menguji tingkat signifikansi digunakan uji secara simultan (uji F) dan secara parsial (uji t).
Berdasarkan hasil analisis, pengujian secara simultan menunjukkan bahwa variabel periode pengumpulan piutang, periode penangguhan utang, siklus konversi kas, rasio lancar, rasio utang, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan mempunyai secara bersama-sama berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan. Untuk pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel periode penangguhan utang dan siklus konversi kas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas. Rasio lancar, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas. Sedangkan periode pengumpulan piutang dan rasio utang tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Implikasi dari penelitian ini adalah manajer dapat meningkatkan efisiensi manajemen modal kerja dengan memperpendek periode penangguhan utang dan siklus konversi kas untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan. Selain itu, manajer juga sebaiknya mempertimbangkan likuiditas, ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan karena ketiga hal ini berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan.
The research entitled “An Analysis of Factors Influencing the Profitability In Terms of Working Capital Management, Liquidity, Leverage, Size, and Sales Growth” aims to analyze the influences of receivables collection period, payables deferral period, cash conversion cycle, current ratio, debt ratio, size, sales growth in the return on assets (ROA) in the consumer goods of manufacturing companies that is listed on the Indonesia Stock Exchange 2008-2012 period.
The type of the research is empirical study on consumer goods of manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange 2008-2012 period. The object of the research is working capital management components (receivable collection period, payables deferral period, and cash conversion cycle), liquidity (current ratio), leverage (debt ratio), the size of the company, sales growth, and return on assets as a proxy of profitability.
The research data are taken from the audited financial statements from the consumer goods of manufacturing companies that is listed on the Indonesia Stock Exchange 2008-2012 period. The data are obtained from the Indonesia Stock Exchange website and Indonesian Capital Market Directory (ICMD) 2008-2012. By using purposive sampling method, this research uses 11 consumer goods of manufacturing companies as the sample. The analytical method used are descriptive statistics, multiple regression analysis and classical assumptions test, while to test the significance level is used the simultaneous test (F test) and partial (t-test).
Based on the analysis results, simultaneous testing indicates that the variable of receivable collection period, the payables deferral period, the cash conversion cycle, current ratio, debt ratio, the size of the company, and sales growth have influenced the profitability of the company. The partial test indicates that the variable of payables deferral period and cash conversion cycle have influenced negatively and significantly on profitability. Current ratio, the size of the company and sales growth affects positively and significantly on profitability. Whereas the receivables collection period and the debt ratio do not affect the profitability of the consumer goods of manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
The implication of this research is the manager can enhance the working capital management efficiency by shortening the payables deferral period and cash conversion cycle to increase the profitability of the company. In addition, the manager should also consider the liquidity, the size of the company and sales growth because these are influenced positively toward the profitability of the company.
12717287G1A009051PENGARUH INTUBASI ENDOTRAKEA TERHADAP LAJU NADI DAN
TEKANAN DARAH DENGAN PEMBERIAN FENTANIL PADA PASIEN RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
Latar Belakang: Intubasi endotrakea adalah pemasangan selang di trakea melalui mulut atau hidung dan bertujuan untuk membuka saluran pernafasan. Intubasi endotrakea dapat menyebabkan gejolak kardovaskular berupa peningkatan laju nadi dan tekanan darah. Pada beberapa kasus seperti penyakit jantung koroner, infark miokard, preeklamsi, dan penyakit serebrovaskular, dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas jika terjadi peningkatan laju nadi dan tekanan darah selama proses pemasangan selang endotrakea.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejolak kardiovaskular yang ditimbulkan akibat intubasi endotrakea pada pasien Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode: Studi observasional analitik cross sectional ini dilakukan pada tanggal 28 Oktober sampai 15 November 2013 pada 20 pasien laki-laki dan perempuan yang berusia 20-40 tahun. Semua sampel adalah pasien yang menjalani operasi elektif di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Marono Soekarjo dan berstatus fisik ASA I dan II. Premedikasi menggunakan fentanil 2-4µg/kgBB. Laju nadi, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik dicatat sebelum intubasi, menit ke 1, 2, 3, 4 dan 5 setelah intubasi. Data dianalisa dengan One-way ANOVA dengan derajat kemaknaan p<0,05.
Hasil: Pada menit pertama setelah intubasi, laju nadi meningkat secara signifikan (p<0,05) dan secara bertahap menurun hingga menit kelima. Pada tekanan darah sistolik setelah intubasi meningkat secara signifikan pada menit pertama dan mencapai puncaknya pada menit ketiga (p<0,05) dan secara bertahap menurun hingga menit kelima sedangkan pada tekanan darah diastolik tidak terjadi peningkatan secara signifikan (p>0,05) setelah tindakan intubasi.
Kesimpulan: Terdapat peningkatan laju nadi dan tekanan darah sistolik yang bermakna setelah tindakan intubasi endotrakea.



Background: Endotracheal intubation of the trachea is the tube installation through the mouth or nose and aims to open up the airways. Endotracheal intubation can cause cardovaskular response such as heart rate and blood pressure enhancement . In some cases such as coronary heart disease, myocardial infarction, preeclamsia , and cerebrovascular disease , may increase morbidity and mortality in the event of increased heart rate and blood pressure during the installation process endotracheal tube .
Objective: This study aimed to investigate the cardiovascular response caused by endotracheal intubation in patients of Margono Soekarjo Hospital Purwokerto.
Methods: This is an observational analytic with cross-sectional study. This study was conducted on 28 October to 15 November 2013 to 20 patients , men and women aged 20-40 years old. All samples were patients undergoing elective operations in Installation of Central Surgical Marono Soekarjo Hospital and ASA physical status I and II . Premedication using fentanyl 2-4μg/kgBW . Heart rate , systolic blood pressure and diastolic blood pressure was recorded before intubation , minute 1 , 2 , 3 , 4 and 5 after intubation . Data were analyzed by One- way ANOVA with significance level of p < 0.05 .
Results: In the first minute after intubation , heart rate increased significantly ( p < 0.05 ) and gradually decreased until the fifth minute . Systolic blood pressure after intubation increased significantly in the first minute and reached its peak in the third minute ( p < 0.05 ) and gradually decreased until the fifth minute and the diastolic blood pressure did not significantly increased (p < 0.05) after action intubation .
Conclusion: Heart rate and systolic blood pressure are increase significantly after endotracheal intubation.



12727288F1F008108The Study of The Jakarta Post’s Tendency in Reporting Israel – Palestine Conflict on November 20th 2012
(A Study of Critical Discourse Analysis)
Peneliti melakukan penelitian berjudul The Study of The Jakarta Post’s Tendency in Reporting Israel – Palestine Conflict on November 20th 2012: a study of Critical Discourse Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kecenderungan dalam representasi pada artikel the Jakarta Post tentang konflik Israel - Palestina pada tanggal 20 November 2012. Penelitian ini menekankan untuk mengetahui cara surat kabar tersebut merepresentasikan Israel dan Palestina selama konflik tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk mengungkapkan kecenderungan di balik representasi dalam artikel tersebut. Peneliti menganalisis representasi dalam artikel the Jakarta Post berdasarkan teori Halliday dan Fairclough tentang analisis wacana kritis, yang meliputi tematisasi, transitivity, passivization, nominalisasi, dan lexical choice analysis.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif . Data penelitian ini adalah seluruh klausa dalam artikel. Sumber data diambil dari situs The Jakarta Post.
Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 37 topical theme yang menggambarkan Israel dan 45 topical theme yang menggambarkan Palestina. Peneliti juga menemukan bahwa terdapat 49 klausa proses material, 15 klausa proses mental, 12 klausa proses relasional, dan 15 klausa proses verbal. Melalui analisis passivization dan nominalisasi, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa yang mengandung passivization dan 4 klausa yang mengandung nominalisasi. Dengan menganalisa analisis pilihan leksikal, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Israel dan 4 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Palestina.
Sebagai penutup, artikel ini menunjukkan bahwa Israel direpresentasikan sebagai pihak negatif yang menyebabkan penderitaan bagi pihak lain, Palestina. Sementara itu, Palestina direpresentasikan sebagai pihak positif yang menjadi korban dalam konflik. Peneliti menyimpulkan bahwa surat kabar cenderung mengambil sisi Palestina daripada Israel. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi baru untuk para pembaca, khususnya para mahasiswa yang tertarik dalam analisis wacana kritis.
Peneliti melakukan penelitian berjudul The Study of The Jakarta Post’s Tendency in Reporting Israel – Palestine Conflict on November 20th 2012: a study of Critical Discourse Analysis. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kecenderungan dalam representasi pada artikel the Jakarta Post tentang konflik Israel - Palestina pada tanggal 20 November 2012. Penelitian ini menekankan untuk mengetahui cara surat kabar tersebut merepresentasikan Israel dan Palestina selama konflik tersebut. Hal ini juga bertujuan untuk mengungkapkan kecenderungan di balik representasi dalam artikel tersebut. Peneliti menganalisis representasi dalam artikel the Jakarta Post berdasarkan teori Halliday dan Fairclough tentang analisis wacana kritis, yang meliputi tematisasi, transitivity, passivization, nominalisasi, dan lexical choice analysis.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif . Data penelitian ini adalah seluruh klausa dalam artikel. Sumber data diambil dari situs The Jakarta Post.
Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 37 topical theme yang menggambarkan Israel dan 45 topical theme yang menggambarkan Palestina. Peneliti juga menemukan bahwa terdapat 49 klausa proses material, 15 klausa proses mental, 12 klausa proses relasional, dan 15 klausa proses verbal. Melalui analisis passivization dan nominalisasi, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa yang mengandung passivization dan 4 klausa yang mengandung nominalisasi. Dengan menganalisa analisis pilihan leksikal, peneliti menemukan bahwa ada 12 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Israel dan 4 klausa mengandung konotasi negatif yang menggambarkan Palestina.
Sebagai penutup, artikel ini menunjukkan bahwa Israel direpresentasikan sebagai pihak negatif yang menyebabkan penderitaan bagi pihak lain, Palestina. Sementara itu, Palestina direpresentasikan sebagai pihak positif yang menjadi korban dalam konflik. Peneliti menyimpulkan bahwa surat kabar cenderung mengambil sisi Palestina daripada Israel. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat memberikan kontribusi baru untuk para pembaca, khususnya para mahasiswa yang tertarik dalam analisis wacana kritis.
12737290A1L010006UJI DAYA HAMBAT Trichoderma sp. ISOLAT JAHE DAN NENAS
TERHADAP JAMUR PATOGEN TULAR-TANAH PADA
TANAMAN MENTIMUN
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui 1) pengaruh pemberian jamur Trichoderma sp. untuk menekan empat penyebab penyakit pada tanaman mentimun; dan 2) pengaruh pemberian Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan di Rumah Kasa Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto selama enam bulan, yang dimulai pada Mei - Oktober 2013. Pengujian in planta dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah dua isolat Trichoderma sp. (jahe dan nenas), tanpa aplikasi Trichoderma sp., dan aplikasi fungisida berbahan aktif Mankozeb 80%. Faktor kedua adalah empat jamur patogen, yaitu Fusarium oxysporum, Phytophtora infestans, Colletotrichum capsici, dan Sclerotium rolfsii. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: masa inkubasi, intensitas penyakit, kepadatan akhir Trichoderma sp. dan patogen, analisis kandungan fenol, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah akar, bobot kering akar, bobot basah tajuk, dan bobot kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan Inokulasi Trichoderma sp. baik isolat jahe maupun nenas belum mampu menurunkan masa inkubasi dan intensitas penyakit, tetapi mampu meningkatkan kandungan saponin dan glikosida dalam tanaman. Pada variabel pertumbuhan, perlakuan tunggal Trichoderma sp. isolat jahe mampu meningkatkan bobot kering akar sebesar 48,35% dan Trichoderma sp. isolat nenas mampu meningkatkan bobot kering akar sebesar 38,36%.This research aimsed at determining 1) the effect of Trichoderma sp. application on suppressing four cucumber disease causes and 2) the effect of Trichoderma sp. on cucumber growth. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection and Screen House Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, in May-October 2013. Randomized block design arranged by factorial was used in in-planta research. The first factor was two isolates of Trichoderma sp. (ginger and pineapple), without application of Trichoderma sp., and fungicide application Mankozeb 80% active ingredients. The second factor was four fungal pathogens, i.e., Fusarium oxysporum, Phytophtora infestans, Colletotrichum capsici, and Sclerotium rolfsii. Variables observed were incubation period, intensity of the disease, late density of Trichoderma sp. and the pathogens, analysis of phenolic compound content, crop height, number of leaves, root length, root fresh weight, root dry weight, canopy wet weight, and canopy dry weight. Result of the research showed that inoculation of Trichoderma sp. ginger and pineapple isolates was not able to decrease the incubation period and the disease intensity, but could increase saponin and tanin content. Trichoderma sp. ginger and pineapple isolates could increase dry root weight by 48.35 and 38.36%, respectivly.
12747291F1F009007Masculinity in Romance: A Study On Sandra Brown's Novels Entitled In A Class by Itself and Fanta CPenelitian yang berjudul Masculinity in Romance: A Study on Sandra Brown Novels Entitled In A Class by Itself and Fanta C bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas dalam karya sastra roman. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Sumber data utama dari penelitian ini adalah karya sastra roman milik Sandra Brown yang berjudul In A Class by Itself dan Fanta C yang dianalisis menggunakan teori gender yaitu mengenai isu maskulinitas. Data mengenai klasifikasi representati maskulinitas didasarkan pada karakteristik tokoh hero dalam dua konsep maskulinitas: konsep tradisional dan konsep moderen. Selain karakteristik hegemoni lelaki terhadap perempuan seperti power dan dominasi, kewajiban seorang lelaki mencari nafkah dan kekuatan fisik lelaki, tokoh hero juga merepresentasikan identitas pria baru yang muncul dalam konsep modern sebagai bentuk dukungan terhadap wanita seperti tugas lelaki dalam area domestik, kelembutan dan kepekaan seorang lelaki, hubungan interpersonal, penampilan fisik dan gaya konsumtif serta hedonis seorang lelaki.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah media untuk menambah pemahaman tentang novel roman sebagai sebuah bentuk karya sastra dan menambah pengetahuan tentang teori gender, terutama mengenai konsep maskulinitas, sehingga dapat menjadi bahan tambahan untuk diterapkan dalam objek penelitian lain. The research entitled Masculinity in Romance: A Study on Sandra Brown Novels Entitled In A Class by Itself and Fanta C is aimed to analyze the representation of masculinity in romance genre. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The classification data of representation of masculinity is based on the characteristic of the heroes in two masculinity concepts: traditional and modern concept. The data is connected with gender theory, especially masculinity. The conclusion of representation of masculinity in romance is represented by the heroes in two masculinity concepts they are traditional and modern concept. Beside the hegemony characteristic over woman which is represented in traditional concept, such as the power and domination, the role of a man in public area and the physical strength of a man, the heroes also represent the new man identity of modern concept as the form of supporting woman such as the role of a man in domestic area, the sensitiveness and softness, the interpersonal relationship, the physical appearance and the consumerism as well as hedonism style. The result of the research is expected to enrich the comprehension of romance novels as a literary work and to add the knowledge about gender theory especially masculinity concept, so they can apply them in other objects.
12757292E1A009026PENERAPAN YURIDIS TERHADAP PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK TERLANTAR DAN ANAK DENGAN PERLINDUNGAN KHUSUS DI KOTA CIREBON
(Peran dan Tanggungjawab Pemerintah Kota Cirebon
dalam Mengatasi Anak Jalanan)
Fenomena Anak jalanan memiliki tipologi yang khas yaitu : (1)anak-anak jalanan yang tumbuh dari jalanan (of the street childrens),karenanya mereka telah lama hidup sendiri di sepanjang jalanan kota-kota besar. Anak jalanan kategori ini umumnya sudah lama terpisah dari keluarga karena berbagai masalah keluarga, seperti: perceraian orang tua, kemiskinan, dan disharmoni keluarga. Sedangkan kategori (2) adalah anak yang masih memiliki keluarga dan tinggal di daerah pemukiman-pemukiman kumuh dan tidak layak huni.
Faktor utama seseorang menjadi anak jalanan terkait dengan latar keluarga dan lingkungan sosial (komunitas) yang memaksa anak untuk berada di jalan. Upaya pengentasan anak jalanan tidak bisa parsial, akan tetapi harus integral dan menyeluruh dengan melibatkan potensi keluarga, komunitas dan pemerintah. Metode therapeutic community merupakan model penanganan anak jalanan yang efektif membantu anak jalanan keluar dari situasi kehidupan jalanan kedalam kehidupan normal.
The phenomenon of street children have a distinctive typology, namely: (1) street children are grown from the streets (of the street childrens), hence they have been living alone through the streets of major cities. Street children of this category generally estranged from the family due to a variety of family issues, such as parental divorce, poverty, and family disharmony. While the category (2) is a child who still has family living in the area and the slums and uninhabitable.
The main factors a person become street children associated with family background and social environment (community) which forces the child to be on the road. Alleviation of street children can not be partial, but must be an integral and comprehensive involving potential families, communities and government. The method is a therapeutic community model of treatment that effectively helps street children street children out of the street life situation into a normal life.
12767294F1C009004ANALISIS RESEPSI PEMBACA PEREMPUAN DALAM MEMAKNAI GAYA HIDUP DALAM NOVEL CONFESSIONS OF A SHOPAHOLIC DI BEKASI SELATANPenelitian ini berjudul “Analisis Resepsi Pembaca Perempuan Dalam Memaknai Gaya Hidup Konsumerisme Dalam Novel Confessions of a Shopaholic di Bekasi Selatan”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui resepsi pembaca buku dalam memaknai gaya hidup konsumerisme pada novel Confessions of a Shopaholic di Bekasi Selatan.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis resepsi, khususnya metode diakronis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara Focus Group Discussion (FGD) dengan dibagi menjadi dua kategori kelompok informan, yaitu pembaca perempuan belum berpenghasilan dan pembaca perempuan sudah berpenghasilan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kedua kelompok menyetujui bahwa konsumerisme sudah menjadi suatu gaya hidup yang diterapkan oleh kaum perempuan di Era Globalisasi seperti sekarang ini. Dua kelompok pembaca perempuan sebanyak 10 orang mengartikan shopaholic sebagai kebiasaan orang-orang, khususnya kaum perempuan, yang tidak mampu mengontrol diri dalam mengkonsumsi barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan dalam jumlah yang banyak. Shopaholic tidak bisa menentukan skala prioritas ketika berbelanja.
Terdapat persamaan penerimaan makna gaya hidup konsumerisme atas sosok Rebecca Bloomwood dalam novel Confessions of a Shopaholic pada masing-masing kelompok pembaca. Persamaan penerimaan pesan setiap informan itu sebagian besar dipengaruhi oleh pengalaman. Menurut pembacaan teks Morley, kategorisasi kelompok yang sebagian menerima pesan disebut negotiated readings dan bagi yang menolak disebut oppositional readings. Kelompok negotiated readings terdiri dari kelompok pembaca perempuan belum berpenghasilan dan beberapa anggota dari kelompok pembaca perempuan sudah berpenghasilan. Adapun oppositional readings hanya terdiri dari satu pembaca perempuan dari kategori sudah berpenghasilan.
The title of this research is "Analysis of Women Readers Reception Meaning in Lifestyle of Consumerism in the novel Confessions of a Shopaholic in South Bekasi”. This study was conducted to determine the meanings readers receptions lifestyle of consumerism on the novel Confessions of a Shopaholic in South Bekasi.

The method that used in this research is the method of reception analysis, especially diachronic method. As for the method of data collection was done by Focus Group Discussion (FGD) with categories divided into two groups of informants, namely readers and reader -income women yet women already earn.

The results obtained from this study is that both groups agree that consumerism has become a way of life that is applied by women in today's era of globalization. Two groups of women readers as many as 10 people have interpreted as a shopaholic habits of the people, especially women, who are unable to control themselves in consuming goods that are not needed and in large numbers. Shopaholic could not give priority when shopping.

There is a common acceptance of the meaning of the figure of lifestyle consumerism Rebecca Bloomwood in Confessions of a Shopaholic novel in each reading group. Equation receiving messages each informant was largely influenced by the experience. According to the text readings Morley, categorization of the majority group to receive messages called for a negotiated readings and declined to be oppositional readings. Negotiated readings group consists of a group of female readers have income and some members of the groups already -income women readers. The oppositional readings consist of only one female readers of the already -income category .
12777295A1H008004KAJIAN KESETIMBANGAN AIR DAN NUTRISI TANAH PADA BUDIDAYA SORGUM MANIS (Sorghum bicolor L Moench) DENGAN VARIASI IRIGASI DAN JENIS PUPUK DI WILAYAH IKLIM TROPIS GUNA MENUNJANG
KONSERVASI ENERGI DAN LINGKUNGAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesetimbangan air dan nutrisi
tanah pada lahan sorgum manis dengan variasi irigasi dan jenis pupuk yang berbeda untuk
menentukan dosis yang sesuai untuk diterapkan. Sorgum manis dengan varietas KC105 ditanam
pada polibag dengan menggunakan 2 kombinasi irigasi yang berbeda (I1: tiga hari penyiraman; I2:
tujuh hari penyiraman) dan 4 jenis pupuk (KP: pupuk kimia seperti NPK; OP: pupuk organik;
KOP: kombinasi pupuk kimia dan organik; Pkon: tanpa pupuk sebagai kontrol). Dengan demikian,
terdapat 8 perlakuan yang diterapkan yaitu I1KP, I1OP, I1KOP, I1Pkon, I2KP, I2OP, I2KOP, dan
I2Pkon. Selain itu, dosis dari masing – masing pupuk disamakan menjadi 120 kg/ha N, 120 kg/ha
P, dan 107 kg/ha K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan masukan hujan (Pw) 1689.18
mm, irigasi 1 (I1) 134.34 mm dan irigasi 2 (I2) 91.92 mm, neraca air pada setiap komponen seperti
perkolasi, aliran permukaan, evapotranspirasi atau serapan, dan storage tanah masing – masing
sebagai berikut: 126.18, 1279.55, 439.12, dan -21.32 mm (I1KP); 153.31, 1118.78, 521.43, dan -
12.42 mm (I2KP); 186.54, 1133.08, 518.09, dan -14.19 mm (I1OP), 112.95, 1243.90, 448.03, dan -
23.78 mm (I2OP); 152.24, 1301.21, 523.07, dan -16.93 mm (I1KOP); 163.28, 1233.58, 405.25, dan
-21.01 mm (I2KOP); 147.41, 1014.08, 551.98, dan 60.56 mm (I1Pkon); dan 97.11, 1151.18,
441.87, 48.52 mm (I2Pkon). Lebih jauh, dengan masukan nitrogen 120 kg/ha pada pemupukan,
34.66 kg/ha pada air hujan, dan 1.25 kg/ha pada air irigasi, kesetimbangan nitrogen pada setiap
komponen tersebut berturut – turut sebagai berikut: 2.83, 33.77, 119.31, dan 0 kg/ha (I1KP); 1.09,
22.59, 132.23, dan 0 kg/ha (I1OP); 1.02, 31.62, 123.27, dan 0 kg/ha (I1KOP); dan 0.45, 1.05,
33.61, dan 0 kg/ha (I1Pkon). Demikian juga, untuk masukan fospor 120 kg/ha pada pemupukan
(kecuali pada I1OP 240kg/ha dan I1KOP 180kg/ha), 19.54kg/ha pada air hujan, dan 2.05kg/ha pada
air irigasi, kesetimbangan fospor pada komponen – koponen tersebut satu per satu sebagai berikut:
0.07, 19.15, 122.38, dan 0 kg/ha (I1KP); 0.32, 6.49, 254.79, dan 0 kg/ha (I1OP); 0.23, 20.06,
181.30, dan 0 kg/ha (I1KOP); 0:04, 1.92, 18,34, dan 0 kg/ha (I1Pkon). Tiga hari penyiraman
dengan 7.07, 49.49, 14.14, 21.21, 42.42mm masing - masing periode pertumbuhan, yaitu 0-20 hari
setelah tanam (HST), 21-40 HST, 41-60 HST, 61-85 HST, dan 86-122 HST merupakan
penjadwalan irigasi yang sesuai, sedangkan pupuk anorganik dengan dosis nitrogen dan fospor 120
kg / ha adalah jenis pupuk yang tepat untuk tanaman sorgum manis. Hasil diatas diharapkan dapat
digunakan sebagai data dasar atau pertimbangan untuk mengembangkan teknologi budidaya yang
tepat pada tanaman untuk mencapai produksi yang baik serta untuk melestarikan lingkungan.
The objective of this research was to identify soil water and nutrient balance in sweet
sorghum field under different irrigation and fertilizer type and dosage in order to find their
suitable amount to be applied. The KC105 sweet sorghum variety was sowed in polybag/pot under
the combination of twodifferent irrigation rates (I1: three days scheduled; I2: seven days
scheduled) and four fertilizer types (KP: inorganic fertilizer such as NPK; OP: organic fertilizer;
KOP: combined inorganic and organic fertilizer; Pkon: no fertilizer as a control). Therefore,
totally eight treatments, namely I1KP, I1OP, I1KOP, I1Pkon, I2KP, I2OP, I2KOP, and I2Pkon were
applied. In addition, the dosage of each fertilizer applied was equalized to 120 kg/ha N, 120 kg/ha
P, and 107 kg/ha K. The results showed that with 1689.18mm rainfall(Pw), and 134.34 I1and
91.92mm I2. as the input, the water balance in each compartment including percolation, surface
runoff, evapotranspiration or uptake, and soil storage could be respectively quantified as follows:
126.18, 1279.55, 439.12, and -21.32 mm (I1KP); 153.31, 1118.78, 521.43, and -12.42 mm (I2KP);
186.54, 1133.08, 518.09, and -14.19 mm (I1OP), 112.95, 1243.90, 448.03, and -23.78 mm (I2OP);
152.24, 1301.21, 523.07, and -16.93 mm (I1KOP); 163.28, 1233.58, 405.25, and -21.01 mm
(I2KOP); 147.41, 1014.08, 551.98, and 60.56 mm (I1Pkon); and 97.11, 1151.18, 441.87, 48.52 mm
(I2Pkon). Furthermore, with the input of120 kg/ha N-fertilizer, 34.66 kg/ha N-rainfall, and 1.25
kg/ha N-irrigation, the N balance in the compartments was consecutively quantified as follows:
2.83, 33.77, 119.31, and 0 kg/ha (I1KP); 1.09, 22.59, 132.23, and 0 kg/ha (I1OP); 1.02, 31.62,
123.27, and 0 kg/ha (I1KOP); and 0.45, 1.05, 33.61, and 0 kg/ha (I1Pkon). Similarly, with the input
of 120 kg/ha P-fertilizer (except I1O P of 240kg/ha and I1KOP of 180kg/ha), 19.54kg/ha P-rainfall,
and 2.05kg/ha P-irrigation, the P balance in the compartments was one-by-one quantified as
follows: 0.07, 19.15, 122.38, and 0 kg/ha (I1KP); 0.32, 6.49, 254.79, and 0 kg/ha (I1OP); 0.23,
20.06, 181.30, and 0 kg/ha (I1KOP); 0:04, 1.92, 18,34, and 0 kg/ha (I1Pkon). Three day watering
with 7.07, 49.49, 14.14, 21.21, 42.42mm in each growing period, namely 0-20 days after sowing
(DAS), 21-40 DAS, 41-60 DAS, 61-85 DAS, and 86-122 DAS was the suitable irrigation
scheduling,while inorganic fertilizer with 120 kg/ha N and P was the proper fertilizer type for
sweet sorghum crop. It is expected that the above results can be used as a basic data or
consideration for developing an appropriate cultivation technology for the crop to achieve good
production as well as to conserve environment.
12787296A1H009041KARAKTERISTIK EROSI PADA LAHAN KENTANG GULUDAN HORIZONTAL DENGAN VARIASI JENIS PUPUK DAN DOSIS ARANG DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Kentang umumnya ditanam di dataran tinggi pada lahan yang miring. Hal tersebut memicu terjadinya erosi pada saat hujan.Selain tanah yang tergerus, unsur hara yang seharusnya bisa menjadi nutrisi untuk tanaman kentang tersebut ikut terangkut oleh aliran permukaan atau runoff.Penelitian berfokus pada identifikasi proses erosi tanah pada guludan horizontal dengan jenis pupuk dan dosis arang yang berbeda. Perlakuan dibedakan berdasarkan jenis pupuk, jenis arang dan dosis arang.Perbedaan perlakuan diuraikan sebagai berikut: pupuk organik (Po), pupuk organik arang sekam 5 ton/ha (PoAs1), pupuk organik arang sekam 10 ton/ha (PoAs2), pupuk organik arang kayu 5 ton/ha (PoAk1), pupuk organik arang kayu 10 ton/ha (PoAk2), pupuk anorganik (Pk), pupuk anorganik arang sekam 5 ton/ha (PkAs1), pupuk anorganik arang sekam 10 ton/ha (PkAs2), pupuk anorganik arang kayu 5 ton/ha (PkAk1), pupuk anorganik arang kayu 10 ton/ha (PkAk2). Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya run off dan kehilangan tanah dengan variasi jenis pupuk masing-masing sebesar 782,02-917,17 m3 dan 7,19-52,71 kg/ha/tahun (demplot pupuk organik), dan 646,94-873,02 m3 dan 6,21-15,19 kg/ha/tahun (demplot pupuk anorganik). Kehilangan nutrisi tanah pada run off sebesar 0,54-5,31 kg/ha, 0,85-4,52 kg/ha, 0,54-20,83 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-org pada demplot pupuk organik) dan 0,52-1,4 kg/ha, 1,13-3,24 kg/ha, 0,4-20,59 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot pupuk anorganik). Kehilangan nutrisi tanah pada sendimen sebesar 3,34-24,56 kg/ha, 2,96-23,9 kg/ha, 24,81-236,06 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot pupuk organik) dan 3,96-9,14 kg/ha, 3,86-9,11 kg/ha, 32,53-81,77 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot pupuk anorganik). Besarnya run off dan kehilangan tanah dengan variasi dosis arang masing-masing sebesar 506,34-707,26 m3 dan 6,21-7,19 kg/ha/tahun (demplot tanpa arang/kontrol), 646,94-873,02 m3 dan 14,47-48,93 kg/ha/tahun (demplot 5 ton/ha), 694,46-917,17 m3 dan 12,98-52,71 kg/ha/tahun (demplot 10 ton/ha). Kehilangan nutrisi tanah pada run off sebesar 0,72-5,31 kg/ha, 0,89-1,40 kg/ha, 0,54-2,55 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot tanpa arang/kontrol), 0,78-1,03 kg/ha, 1,49-1,83 kg/ha, 4,51-9,57 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot 5 ton/ha), dan 0,52-3,73 kg/ha, 0,85-4,52 kg/ha, 20,56-20,83 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot 10 ton/ha). Kehilangan nutrisi tanah pada sendimen sebesar 3,34-3,96 kg/ha, 2,96-3,87 kg/ha, 24,81-32,53 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot tanpa arang/kontrol), 6,53-21,03 kg/ha, 7,27-19,74 kg/ha, 57,21-213,82 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot 5 ton/ha), dan 7,92-24,56 kg/ha, 7,87-23,90 kg/ha, 80,34-236,06 kg/ha (masing-masing untuk N, P, C-organik pada demplot 10 ton/ha).Potato is commonly planted in the highland areas with steep slope, which encourages significant soil erosion. In such process, not only soil can be degraded, but also nutrient that is beneficial for the crop can be transported through surface runoff. This study focused on the identification of soil erosion process on horizontal ridge of potato cropping field with different fertilizer and charcoals application. The treatment was distinguished based on combination of fertilizer and charcoal type and dosage as follows: organic fertilizer as control (Po), organic fertilizer with rice husk-charcoal of 5 tons/ha (PoAs1), organic fertilizer with rice husk-charcoal of 10 tons/ha (PoAs2), organic fertilizer with wood-charcoal of 5 tons/ha (PoAk1), organic fertilizer with wood-charcoal of 10 tons/ha (PoAk2), inorganic fertilizer as control(Pk), inorganic fertilizer with rice husk-charcoal of 5 tons/ha (PkAs1), inorganic fertilizer with rice husk-charcoal of 10 tons/ha (PkAs2), inorganic fertilizer with wood-charcoal of 5 tons/ha (PkAk1), inorganic fertilizer with wood-charcoal of 10 tons/ha (PkAk2) . The results showed that the amount of run off and total soil loss with various fertilizer types respectively ranged from 782.02-917.17 m3 and 7.19-52,71 kg/ha/year (organic fertilizer demplot), and 646.94-873.02 m3 and 6,21-15,19 kg/ha/year (inorganic fertilizer demplot). The total soil loss through run off ranged from 0.54-5.31 kg/ha, 0.85-4.52 kg/ha, 0.54–20.83 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in organic fertilizer demplot) and 0.52 –1.4 kg/ha, 1.13 – 3.24 kg/ha, 0.4–20.59 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in inorganic fertilizer demplot). The total soil loss in sediment ranged from 3.03-24 kg/ha, 2.96–23.9 kg/ha, 6.74-70.52 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in organic fertilizer demplot) and 3.98–9.16 kg/ha, 3.86–9.11 kg/ha, 11.74-29.33 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in inorganic fertilizer demplot). The amount of run offand total soil loss with various dosage of charcoal respectively ranged from 506.34-707.26 m3 and 6.21-7.19 kg/ha/year (without charcoal/control demplot), 646.94-873.02 m3 and 14.47-48.93 kg/ha/year (5 ton/ha demplot), 694.46-917.17 m3 and 12.98-52.71 kg/ha/year (10 ton/ha demplot). The soil nutrients loss through run off ranged from 0.72-5.31 kg/ha, 0.89-1.40 kg/ha, 0.54-2.55 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in control demplot), 0.78-1,03 kg/ha, 1.49-1,83 kg/ha, 4.51–9.57 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in 5 ton/ha demplot), and 0.52 – 3.73 kg/ha, 0.85-4,52 kg/ha, 20.56 – 20.83 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in 10 ton/ha demplot). The soil nutrients loss in sediment ranged from 3.34 – 3.96 kg/ha, 2.96-3.87 kg/ha, 24.81-32.53 kg/ha (respectively for N, P, C-organic incontrol demplot), 6.53-21.03 kg/ha, 7.27–19.74 kg/ha, 57.21-213.82 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in 5 ton/ha demplot), and 7.92–24.56 kg/ha, 7.87-23.90 kg/ha, 80.34-236.06 kg/ha (respectively for N, P, C-organic in 10 ton/ha demplot)
12797298A1H009053MODEL PRODUKSI KENTANG ATLANTIK BERDASARKAN KETERSEDIAAN AIR, NUTRISI, DAN BAHAN PEMBENAH TANAH PADA SKALA POT DAN DEMPLOTTujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah optimum suplai air, nutrisi serta bahan pembenah tanah pada skala pot dan skala demplot. Untuk skala pot penelitian ini menggunakan beberapa faktor perlakuan, yaitu jenis pupuk (P1=anorganik, P2=organik), jenis arang (A0= tanpa arang, A1=arang kayu, A2=arang sekam, A3=arang aktif), dan dosis arang (D1=5ton/ha, D2=10 ton/ha,D3=15 ton/ha). Untuk skala demplot, yaitu jenis pupuk (Pk=anorganik, Po=organik), jenis arang (A0= tanpa arang, As=arang sekam, Ak=arang kayu) dan dosis arang ( D1=5ton/ha, D2=10 ton/ha). Variabel yang diamati dalam peneltian ini diantaranya yaitu :variabel produksi ( jumlah umbi, bobot umbi) dan Iklim (RH, kecepatan angin, suhu). Jumlah suplai air dan nutrisi (NPK) yang optimal pada skala pot untuk produktivitas kentang tertinggi masing-masing yaitu 308.72 mm/musim(ET), 0.19836 ton/ha Nitrogen (N), 0.2167 ton/ha Posfor (P) dan 0.0607 ton/ha Kalium (K). Perlakuan bahan pembenah tanah yang optimal pada skala pot yaitu perlakuan P2A0 (pupuk organik tanpa arang) dengan produktivitas sebesar 13.5 ton/ha.Jumlah suplai air dan nutrisi (NPK) yang optimal pada skala demplot untuk produktivitas kentang tertinggi masing-masing yaitu 241.60 mm/musim(ET), 0.2028 ton/ha Nitrogen (N), 0.1744 ton/ha Posfor (P) dan 0.00663 ton/ha Kalium (K). Perlakuan bahan pembenah tanah yang optimal pada skala demplot yaitu perlakuan PkAkD2 (pupuk anorganik arang kayu dosis 10 ton/ha) dengan produktivitas sebesar 10.02 ton/ha.The aim of this research is to know the optimum of water supply, nutrients and soil amandemend on a pot scale and field scale. For pot scale, treatments were type of fertilizers (P1 = inorganic, P2 = organic ), type of biochar ( A0= without biochar, A1 = wood charcoal, A2 = husks charcoal, A3 = active charcoal), and dosage of biochar ( D1 = 5ton / ha, D2 = 10tons / ha, D3 = 15ton / ha). For field scale, treatments were typeof fertilizers ( Pk = inorganic, Po = organic ), type of biochar ( A0= without biochar, As = husks charcoal , Ak = wood charcoal ) and dosage of biochar ( D1 = 5ton / ha, D2 = 10 tons / ha).The observed variables in this study are, production variables (number of bulbs, tuber weight) and weather parameters (RH, wind speed, temperature). The optimal of water supply and soil nutrients (NPK) on a pot scale to maximum productivity namely 308.72 mm / of the season ( ET), 0.19836 ton / ha nitrogen ( N), 0.2167 ton / ha posfor (P) and 0.0607 ton / ha of potassium ( K). The optimal biochar dosage for pot scale appearson P2A0(organic fertilizer without biochar) resulting productivity of 13.5 ton / ha. The optimal of water supply and soil nutrients (NPK) on a fieldscale to maximum productivity namely 241.60 mm / of the season ( ET ), 0.2028 ton / ha nitrogen ( N ), 0.1744 ton / ha posfor ( P ), 0.00663 ton / ha of potassium ( K ). The optimal biochar dosage for field scale appearson PkAkD2( inorganicfertilizer,wood charcoal, doses 10ton / ha ) 10.02 ton / ha.
12807372A1L010065UJI KEMEMPANAN TIGA ISOLAT BAKTERI ANTAGONIS TERHADAP INSTAR LARVA Spodoptera exiguaPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui isolat bakteri antagonis yang efektif untuk mengendalikan hama S. exigua, (2) mengetahui instar larva S. exigua yang rentan terhadap perlakuan bakteri antagonis (3) mengetahui kemempanan bakteri antagonis sebagai anti peletakan telur pada imago S. exigua, dan (4) mengetahui kemempanan bakteri antagonis sebagai anti penetasan telur S. exigua. Penelitian ini di laksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu, tahap pertama uji patogenitas bakteri dan tahap kedua uji anti peletakan telur dan tahap ketiga anti penetasan telur. Rancangan percobaan untuk uji patogenitas bakteri dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, faktor pertama terdiri dari lima taraf (bakteri Bacillus B8, Bacillus B11, Bacillus thuringiensis, insektisida kimia (profenofos), dan kontrol) dan faktor kedua (larva S. exigua instar 3 dan larva S. exigua instar 4. Rancangan percobaan untuk uji anti peletakan telur dan anti penetasan telur Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan (bakteri Bacillus B8, Bacillus B11, Bacillus thuringiensis, insektisida kimia (profenofos), dan kontrol). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Bacillus B8, Bacillus B11, dan B. thuringiensis mampu mengendalikan hama S. exigua, mortalitas larva yang ditimbulkan secara berturut-turut 47,288%, 50,307%, dan 42,635%, serta dapat mengurangi umur larva secara berturut-turut 20%, 17%, dan 17%. Larva S. exigua instar 3 dan instar 4 mempunyai tingkat kerentanan yang sama terhadap perlakuan Bacillus B8, Bacillus B11, dan B. thuringiensis. Bacillus B8, Bacillus B11, dan B. thuringiensis tidak mampu menekan peletakan telur oleh imago S. exigua. Bacillus B8, dan Bacillus B11 mampu menekan penetasan telur S. exigua sebesar 69% dan 55%.This study goal to (1) determine an effective antagonist of bacterial isolates to control pests S. exigua, (2) determine instar larvae of S. exigua are susceptible to bacterial antagonist treatment, (3) determine susceptible bacterial antagonists as anti oviposition on the imago S. exigua, and (4) determine susceptible bacterial antagonists as ovicidal activity of S. exigua. This study was carried on in the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University Jenderal Sudirman. The study consisted of three stages, the first stage of bacterial pathogenicity test, the second test phase anti oviposition and tree test of ovicidal activity. Experimental design to test the pathogenicity of bacteria with randomized block design (RBD) factorial, the first factor consists of five level (Bacillus B8, Bacillus B11, Bacillus thuringiensis, chemical insecticides (profenofos), and control) and the second factor (instar larvae of S. exigua 3 and 4 instar larvae of S. exigua. Experimental design to test anti oviposition and ovicidal activity randomized block design (RBD) with treatment (Bacillus B8, Bacillus B11, B. thuringiensis, chemical insecticides (profenofos), and control ). The variables measured were the symptoms in the test insects, larval mortality, larval age after treatment, appetite larvae, the number of groups of eggs laid, and the number of eggs that hatched.Outcome of results showed treatment Bacillus B8, Bacillus B11, and B. thuringiensis capable of controlling pests S. exigua, larvae mortality caused respectively 47.288%, 50.307% and 42.635%, and can reduce the life of the larvae, respectively 20%, 17%, and 17%. Larvae of S. exigua instar instar 3 and 4 have the same level of susceptibility to treatment Bacillus B8, Bacillus B11, and B. thuringiensis. Bacillus B8, Bacillus B11, and B. thuringiensis was not able to suppress oviposition by imago S. exigua. Bacillus B8, and Bacillus B11 suppressed the hatching eggs of S. exigua by 69% and 55%.