Artikelilmiahs
Menampilkan 1.201-1.220 dari 48.724 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1201 | 7205 | A1M009070 | OPTIMALISASI PROSES PADA PEMBUATAN MINYAK KELAPA (MINYAK KLENTIK) UNTUK MENCAPAI KUALITAS SESUAI SNI | Minyak klentik adalah produk minyak kelapa yang dibuat secara tradisional. Proses pembuatan minyak klentik melibatkan variasi lama perendaman parutan kelapa, lama pendiaman santan dan suhu pemanasan agar minyak yang dihasilkan memiliki rendemen tinggi dan memenuhi mutu SNI. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama perendaman parutan kelapa untuk menghasilkan santan, lama pendiaman dan suhu pemanasan yang optimal serta interaksi antara lama perendaman parutan kelapa, lama pendiaman santan dan suhu pemanasan untuk mendapatkan minyak klentik dengan mutu sesuai SNI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Faktor yang dikaji meliputi lama perendaman parutan kelapa(menit) 20(R1); 40(R2); 60(R3). Lama pendiaman santan(menit) 60(D1); 90(D2); 120(D3). Suhu pemanasan(C) 70(T1); 80(T2); 90(T3). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik adalah R3D1T3 dengan lama perendaman parutan kelapa selama 60 menit, lama pendiaman santan selama 60 menit dan suhu pemanasan 90C. Hasil analisis fisikokimia diperoleh rendemen sebesar 92,87 %; kadar air sebesar 0,03 %; kadar asam lemak bebas (FFA) sebesar 0,05 %; bilangan asam sebesar 0,10 %; bilangan peroksida tidak terdeteksi; tingkat kejernihan sebesar 0,26; indeks bias sebesar 1,45. Untuk uji sensori diperoleh warna agak kuning (3,93); kenampakan jernih (3,33); aroma agak harum (2,8); kesukaan agak suka (2,77). Kandungan asam laurat dalam minyak klentik sebesar 46,02 %. | “Klentik” is a traditional Coconut oil. It’s processing method involved soaking time of shredded coconut to produce coconut milk, standing time of coconut milk and heating temperature; which all can affect the physico-chemical and sensoric characteristics of Coconut oil (Klentik) produced. This research was aimed to study effects of soaking time of shredded coconut, standing time of coconut and heating temperature of coconut milk that can produce coconut oil; which in turn compared to Indonesian Standard National (SNI) of Virgin coconut oil. The examined research was include soaking time of shredded coconut 20(R1); 40(R2); 60minutes(R3); standing time of coconut milk 60(D1); 90(D2); 120minutes(D3); heating temperature 70(T1); 80(T2); 90C(T3). Result of the research showed that the best combination was soaking time of shredded coconut for 60 minutes, standing time of coconut milk for 60 minutes and heating temperture 90C (R3D1T3). The oil has 92,87% for yield; moisture content 0,03% for moisture content; 0,05% for free fatty acids content (FFA); 0,10% for acid value; undetected of peroxide value; 0,26% for clearness; 1,45 for refractive index of physic-chemical characteristics and slighty yellow color (scale of 3,93); clear apperance (scale of 3,33), slightly aromatic (scale of 2,8); rather like of level preferences (scale of 2,77) for sensoric characteristics. Content lauric acid of the Coconut oil (Klentik) was about 46,02 %. | |
| 1202 | 7206 | A1M009068 | PENGGUNAAN JENIS KEDELAI DAN JENIS PATI YANG BERBEDA PADA PEMBUATAN CHIPS TEMPE TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA, KIMIA, DAN SENSORI PRODUK | Chips tempe dibuat dari tempe kedelai. Kedelai sebagian besar masih menggunakan kedelai impor. Tempe merupakan produk pangan sumber gizi yang baik, tetapi termasuk produk pangan yang mudah rusak. Salah satu usaha pengawetan tempe bisa dilakukan dengan mengolah tempe menjadi chips tempe. Chips tempe dibuat dari adonan tempe yang terdiri dari tempe dan bahan pengikat. Bahan pengikat yang digunakan adalah tapioka dan pati garut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1). Mengetahui pengaruh jenis kedelai, 2). Mengetahui pengaruh jenis pati, 3). Mengetahui interaksi penggunaan jenis kedelai dan jenis pati terhadap sifat fisikokimia, kimia dan sensori chips tempe. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 16 perlakuan dan 2 ulangan, sehingga diperoleh 32 unit percobaan. Faktor yang dicoba terdiri dari 3 faktor yaitu jenis kedelai yang terdiri dari kedelai impor (K1); kedelai lokal (K2); jenis pati yang digunakan yaitu tapioka (P1); pati garut (P2); dan penambahan pati terhadap tempe (T) yaitu 2,5% (T1); 5% (T2); 7,5% (T3); 10% (T4). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik adalah chips tempe K2P1T4 (kedelai lokal, tapioka, dan penambahan pati 10% terhadap tempe). Produk ini memiliki kadar protein total 30,87% bk; kadar lemak 24,70% bk dan kadar karbohidrat (by difference) 42,61% bk; kadar air 2,83% bb; kadar abu 2,57% bk; kadar asam lemak bebas 0,43% bk; absorpsi minyak 1,23% bb; tekstur renyah (3,40), rasa agak getir/pahit tempe (3,33) dan agak suka (2,90). | Tempe chips is made from soybean tempe. Soybean is still largely imported. Tempe is a food product which high in nutrients, but it is very perishable. One of the efforts of preservation can be performed by processing tempe into tempe chips. Tempe chips was made by mixing tempe and binders. Binders that used here were tapioca and arrowroot starch. The purpose of this study was : 1). Knowing the effect of soybean types, 2). Knowing the effect of starch types, 3). Knowing the interaction of soybean types and starch types on physicochemical, chemical, and sensory properties of tempe chips. This study used an experimental study with Randomined Complete Block Design (RCBD) consisting of 16 treatments and two replications, in order to obtain 32 experimental units. Factors tested consisted of three factors: the types of soy consisting of imports soybean (K1); local soybean (K2), the types of starch were tapioca (P1); arrowroot starch (P2), and the addition of starch to the tempe i. e. 2.5% (T1); 5% (T2); 7.5% (T3); 10% w/w(T4). The results showed that the best treatment was tempe chips K2P1T4 (local soybeen, tapioca, and the starch addition of 10%). This product had a total protein content of 30.87% db; 24.70% db fat and 42.61% db carbohydrate content (by difference), 2.83% wb moisture content; 2.57% db ash content; 0.43% db free fatty acid content; 1.23% wb oil absorption; crunchy texture (3.40), slightly bitter/bitter taste of tempe (3.33) and like of preference (2.90). | |
| 1203 | 7209 | G1A009062 | HUBUNGAN PSIKOPATOLOGI ANTARA SISWI DAN SISWA OBESITAS DI SMA NEGERI 1 PURWOKERTO | Latar Belakang: Psikopatologi merupakan hal yang serius khususnya pada usia remaja. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan psikopatologi pada remaja yaitu obesitas. Hal ini dapat mengakibatkan dimensi psikopatologi seperti depresi, mental stress, skizofrenia bahkan kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan psikopatologi antara siswa dan siswi obesitas di SMA Purwokerto. Metode: Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah subyek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 36 sampel. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (uji Fisher). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara psikopatologi dengan obesitas (nilai p = 0,182) dengan besar sampel 30 orang (83,3%) tidak mengalami gangguan psikopatologi dan 6 orang (16,7%) mengalami gangguan psikopatologi, yaitu diantaranya 5 orang wanita (13.89%) dan 1 pria (2.78%) dari total seluruh sampel. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan psikopatologi antara siswa dan siswi obesitas di SMA Purwokerto. | Background: Psychopathology is a serious problem especially in adolescencts. One of the factors that leads to psychopathology in adolescents is obesity. Obesity can lead to psychopathology dimensions in adolescents such as depression, mental stress, schizophrenia and even the tendency to commit suicide. Purpose: This study was to aim the association between psychopathology and obese high school students in Purwokerto. Methods: This study was an observational study with cross sectional approach. The samples of this study were 36 samples. This study was analyzed using univariate, bivariate (Fisher test) method. Results: The results of this study showed no association between psychopathology with obesity (p = 0,182). The samples 30 people (83.3%) did not undergo psychopathology disorder and 6 samples (16.7%) had undergone impaired psychopathology, those are 5 females (13.89%) and 1 male (2.78%) of the total sample. Conclusion: There was no association between psychopathology and obese in high school students at Purwokerto. | |
| 1204 | 7210 | F1A009070 | Pola Asuh Orang Tua pada Anak Tunagrahita di SLB Bagian C dan C1 Yakut Purwokerto (Parenting Pattern of Parents on Mental Retardation Child at SLB Class C and C1 Yakut Purwokerto) | Kesiapan orang tua dalam menerima dan mengasuh anak cacat adalah salah satu hal pokok yang diperlukan untuk membantu pertumbuhan anak. Beberapa orang tua yang menunjukkan penolakan pada anak yang mengalami kecacatan termasuk pada anak tunagrahita. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh yang dilakukan orang tua pada anak tunagrahita di SLB Bagian C dan C1 Yakut Purwokerto, dan mendeskripsikan tindakan orang tua menghadapi tanggapan masyarakat serta mendeskripsikan kendala yang dihadapi orang tua dalam mengasuh anak dengan keterbelakangan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian SLB Bagian C dan C1 Yakut Purwokerto. Teknik penentuan sasaran penelitian menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Analisis Interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; Pertama, penerapan pola asuh yang dilakukan orang tua tidak dapat dikategorikan ke dalam jenis tertentu. Pada kenyataanya penerapan pola asuh bukan hanya mencakup satu tindakan saja. Orang tua menyesuaikan kemampuan dan keinginan anak dalam penerapan kedisiplinan, pola pemberian makanan, pola afeksi dan pola interaksi. Kedua, masyarakat tidak menunjukkan perlakuan yang berbeda terhadap keluarga yang memiliki anak dengan keterbelakangan mental. Tanggapan masyarakat mengenai kondisi anak dengan keterbelakangan mental tidak menjadi permasalahan bagi orang tua. Kendala yang dihadapi orang tua pada dasarnya mengenai kemampuan orang tua dalam mengendalikan anak dan mengendalikan diri menghadapi kelakuan anak. | The readiness of parent in accepting and taking care of children with disabilities is needed to help the child growth. There are many parents that showed their rejection to children with disabilities including children with mental retardation. Based on that, this research aimed to describe parenting of the parents to the children with mental retardation in special school (SLB) Class C and C1 Yakut Purwokerto and describe the actions of parents in facing the public responses and also describe the obstacles faced by parents in taking care of children with mental retardation. This research uses the descriptive qualitative approach. Location of research at SLB Class C and C1 Yakut Purwokerto. The research targeting techniques used purposive sampling method. Technique of data collection uses the observation, depth interview, and documentation. Data analysis was performed using the interactive analysis model. The result of research shows that: first, parenting method used by the parents couldn’t be categorized into specific types. In fact the application of the method was not only the cause of action. Parents adjusted their children’s ability and desire in the application of discipline, feeding patterns, affection and interaction patterns. Secondly, people didn’t show different treatment of families who have children with mental retardation. Public response on the condition of children with intellectual disability was not a problem for parents. Constraints faced by parents basically about their ability to control their children and themselves to cope with the children’s behavior. | |
| 1205 | 7211 | D1E009244 | KUALITAS EKSTERIOR TELUR BERBAGAI JENIS AYAM SENTUL DI KELOMPOK TANI TERNAK “CIUNG WANARA” DI KECAMATAN CIAMIS KABUPATEN CIAMIS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas eksterior telur berbagai jenis ayam Sentul di Kelompok Tani Ternak “Ciung Wanara”di Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbagai jenis ayam Sentul yang dipelihara di kelompok tani ternak Ciung Wanara kecamatan Ciamis kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang penetapan sampelnya menggunakan purposive sampling (6 peternak untuk tiap jenis ayam Sentul dan 5 butir telur tiap peternak). Data dianalisis menggunakan analisis ragam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebagai perlakuan adalah berbagai jenis ayam Sentul dan sebagai kelompok adalah peternak. Variabel yang diuji yaitu bobot, volume, dan indeks telur. Berdasarkan hasil penelitian, rataan bobot telur berbagai jenis ayam Sentul untuk Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas, Sentul Geni berturut turut adalah 45,07±9,14 g, 43,53±1,32 g, 44,33±6,74 g, 40,47±2,91 g, 38,13±2,58 g. Rataan volume telur berbagai jenis ayam Sentul untuk Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas, Sentul Geni berturut turut adalah 42,43±9,41 ml, 40,53±1,32 ml, 41,17±6,44 ml, 37,47±2,91 ml, 35,33±2,23 ml. Rataan indeks telur berbagai jenis ayam Sentul untuk Sentul Abu, Sentul Batu, Sentul Debu, Sentul Emas, Sentul Geni berturut turut adalah 77,59±1,44 %, 77,31±1,55 %, 74,91±1,17 %, 76,23±2,41 %, 77,39±2,75 %. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis ayam Sentul berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap bobot, volume dan indeks telur ayam Sentul. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah berbagai jenis ayam Sentul menghasilkan bobot, volume dan indeks telur yang relatif sama. | The research aimed to learn the exterior quality of egg of Sentul chicken in “Ciung Wanara” farmer group in sub district of Ciamis, Ciamis Regency.The material used were several kind of sentul chicken which were maintained in “Ciung Wanara” farmer group in sub district Ciamis, Ciamis regency. The method used was survey method which had purposive sampling (6 farmer for each kind of sentul chicken and 5 eggs for each farmer), The data were analyzed using Randomized Complete Block Designe. As treatment were several kinds of sentul chicken and as group is a farmer. The dependent variable which were analyzed were egg weight, egg volume, and egg index of sentul chicken. Based on the results, the average of egg weights of Sentul abu, Sentul batu, Sentul debu, Sentul emas and Sentul geni were 45,07±9,14 g, 43,53±6,74 g, 44,33±6,74 g, 40,47±2,91 g, 38,13±2,58 g. Egg volume of Sentul abu, Sentul batu, Sentul debu, Sentul emas and Sentul geni were 42,43±9,41 ml, 40,53±1,32 ml, 41,17±6,44 ml, 37,47±2,91 ml, 35,33±2,23 ml. Egg index of Sentul abu, Sentul batu, Sentul debu, Sentul emas and Sentul geni were 77,59±1,44%, 77,31±1,55 %, 74,91±1,17 %, 76,23±2,41 %, 77,39±2,75 %. The results showed that the kind of Sentul chickens had no effect the exterior quality of egg in terms of egg weight, egg volume and egg index of Sentul chickens in significant (P<0,05), It can be concluded that any kind several Sentul chickens had similiarly values of egg weight, the average of egg volume and egg index. | |
| 1206 | 7220 | G1A010014 | Perbedaan Jumlah Ekspresi Caspase-3 Sel Leydig Tikus Model Stres Yang Diberi Vitamin C, Vitamin E dan Kombinasinya | Latar Belakang. Model stres kerja jenis Paradoxical Sleep Deprivation paling berat menurunkan fungsi reproduksi. Peningkatan glukokortikoid selama stres dapat menyebabkan apoptosis sel Leydig. Antioksidan vitamin C dan vitamin E dapat mencegah kerusakan sel Leydig akibat stres. Tujuan penelitian. Mengetahui perbedaan jumlah ekspresi caspase-3 sel Leydig tikus putih (Rattus norvegicus) jantan antara pemberian vitamin C, vitamin E dan kombinasi dengan kontrol pada model stres Paradoxical Sleep Deprivation (PSD). Metode penelitian. Metode eksperimental post test only with control group design dengan 28 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar, yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok I (kontrol), II (pemberian vitamin C), III (pemberian vitamin E), dan kelompok IV (pemberian kombinasi) dengan lama perlakuan yaitu 7 hari. Parameter yang diperiksa adalah jumlah ekspresi caspase-3 sel Leydig. Analisis data untuk perbedaan jumlah ekspresi caspase-3 sel Leydig menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan Post Hoc Tukey- LSD. Hasil penelitian. Terdapat perbedaan signifikan jumlah ekspresi caspase-3 sel Leydig antara kelompok perlakuan dengan kontrol, (p=0,008) dan (p<0,05). Jumlah ekspresi caspase-3 terendah pada kelompok kombinasi (2,30 ± 0,46). Kesimpulan. Terdapat perbedaan jumlah ekspresi caspase-3 sel Leydig antara kelompok perlakuan dengan kontrol. Jumlah ekspresi caspase-3 terendah pada kelompok perlakuan kombinasi, sedangkan jumlah tertinggi pada kontrol. | Background. Paradoxical Sleep Deprivation stress can reduce reproductive system seriously. Glucocorticoid which increase within stress is known can induce Leydig cell’s apoptosis. The damage can be prevented by vitamin C and vitamin E. Objective. Knowing the differences among the number of Leydig cell caspase-3 expression in male albino rats (Rattus norvegicus) that given vitamin C, E and combination with control group in stress model Paradoxical Sleep Deprivation (PSD). Method. Experimental method, post-test only with control group design. The number of sample was 28 male albino rats (Rattus norvegicus) in Wistar strain, who were divided into 4 groups: group I (control), group II (vitamin C), group III (vitamin E), and group IV (combination). The treatment was given for 7 days. Parameters of this study were number of Leydig cells caspase-3 expression. Analysis for the differences number of Leydig cells caspase-3 expression was using analysis of variance (ANOVA) with Tukey's Post-Hoc LSD. Result. There’s significance differences number of Leydig cell caspase-3 between antioxidant group and control (p=0,008) and (p<0,05). The lowest number of Leydig cell caspase-3 is in combination group (2,30 ± 0,46). Conclusion. There’s differences number of Leydig cell caspase-3 between antioxidant group and control. The lowest number of Leydig cell caspase-3 is in combination group and the highest is in control. | |
| 1207 | 7212 | H1D007120 | PENGARUH PENAMBAHAN ABU BATU DENGAN AGREGAT HALUS BERUPA PASIR SERAYU TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAPAN AIR PADA PAVING BLOCK (BATA BETON) | Bertambahnya penduduk berkorelasi positif dengan bertambahnya kebutuhan pemukiman. Penggunaan paving block diarea pemukiman/perumahan yang digunakan untuk jalan dan pekarangan semakin meningkat. Kabupaten Purbalingga khususnya Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga mempunyai potensi abu batu yang sangat melimpah, namun sampai saat sekarang potensi tersebut belum tergali secara maksimal. Penggunaan abu batu selama ini hanya digunakan untuk sebagai bahan campuran pembuatan batako dan urugan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu batu terhadap kuat tekan dan daya serapan air pada paving block. Penelitian ini bersifat eksperimental, yang dilakukan di Laboratorium Mekanika dan Bahan Bangunan Teknik Sipil Unsoed. Pada penelitian ini mempunyai variasi komposisi abu batu 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, 0%:100% dengan kadar semen 15%. Benda uji dibuat dengan ukuran panjang 20 cm, lebar 10 cm dan tinggi 6 cm, dengan masing-masing 4 sampel untuk kuat tekan dan 4 sampel untuk serapan air. Evaluasi hasil eksperimen dan analisis yang dilakukan menunjukan bahwa abu batu dapat digunakan untuk bahan penambahan pembuatan paving block dengan komposisi 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100% dengan kadar semen 15% mempunyai nilai kuat tekan yang menghasilkan paving block mutu B yaitu digunakan untuk peralatan parkir. | Abstract The increase in population correlates positively with the need for settlement. In addition, the use of paving block in the housing complex for road and yard also increases. Purbalingga regency, particularly Kalikajar Village, has abundant potential for stone dust, but it has not been utilized maximally. In meantime, stone dust is only used as mixture material in paving block and earthwork material. This research is aimed at knowing the effect of sand dust aggregate toward the compressive strength and water absorption power in the paving block. This is an experimental research which is done in Mechanic Laboratory Faculty of UNSOED. This research used various ratio composition on the use of stone dust, these are: 100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, 0%:100 with cement use as 15%. The experimental paving block has this dimension: length= 20cm, width= 10cm, height= 6cm, with each four samples for each variation. The result of analysis and experiment showed that the addition of stone dust could be used for making paving block because it has compressive value which belongs to B classification that is used for parking instrument. | |
| 1208 | 7214 | A1M009029 | APLIKASI EDIBLE COATING BERBAHAN DASAR TAPIOKA DENGAN PENAMBAHAN SERAT NANO DAN ASAM ASKORBAT TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA GETUK GORENG SELAMA PENYIMPANAN | Edible coating dengan penggunaan serat onggok berukuran nano sebagai penguat film dan asam askorbat sebagai oxygen scavenger. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penambahan serat nano, asam askorbat interakasi terhadap sifat fisik dan kimia getuk goreng selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi konsentrasi serat nano (% b/b dari berat kering tapioka) yang terdiri dari 2 taraf yaitu 0,5% (N1) dan 1% (N2) dan konsentrasi asam askorbat yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0ppm (A1), 50ppm(A2), dan 100ppm (A3)sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan dan disimpan selama 0 hari, 7 hari, dan 14 hari untuk mengetahui ketahanan getuk goreng hingga masih baik dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat nano 1% b/b dan asam askorbat 100ppm pada edible coatingmemberikan pengaruh terhadap sifat fisik dan kimia getuk goreng yang telah disimpan hingga 7 hari. Perlakuan tersebut secara berturut-turut menghasilkan nilai tekstur 11,06mm/detik.g dan 11,17mm/detik.g, kadar air 28,19% dan 26,54%, asam lemak bebas 0,3% bk dan 0,21%, bilangan peroksida 9,25 m.eq/kg dan 9,27 m.eq/kg. Pengaruh interaksi penambahan serat nano 1% b/b dan asam askorbat 100ppm (N2A3) menghasilkan nilai tekstur 9,17 mm/detik.g, kadar air 26,25%, nilai asam lemak bebas 0,16% bk, dan nilai bilangan peroksida 8,92 m.eq/kg. | Edible coating with cassava fiber in nano-size used as reinforcement material of film and ascorbic acid which can be used as oxygen scavenger. The purposes of this study was to determine the addition of nano cassava fiber, ascorbic acid, and its interaction to physical and chemical characteristics of “getuk goreng” during storage. This research used Randomized Block Design (RAL) factorial with three replicates.The tested factor of this research are nano cassava fiber concentration (% w/w of the Tapioca’s dry weight)concist of two levels 0.5% (N1) dan 1% (N2) and ascorbic acid concentration concist of three levels 0ppm (A1), 50ppm(A2), dan 100ppm (A3) to obtain 6 treatment combinations and it stored for 0 day, 7 days, and 14 days to determine the shelf life of “getuk goreng”. The results showed the addition of 1% (w/w) nano cassava fiber and 100 ppm ascorbic acid into edible coating was able to keep a goodconditionto wards physical and chemical characteristics of “getuk goreng” until the 7th days of storage. That treatment had11.86 mm/s g and 11.17 mm/s g of texture, 28.19% and 26.54% of water content, 0.3% wb and 0.21%wb of free fatty acid, 9.25 m.eq/kg and 9.27 m.eq/kg of peroxide. The interaction of 1% nano cassava fiber and 100 ppm ascorbic acid (N2A2) had 9.17 mm/sec.g of texture, 26.25% of water content, 0.16% db of free fatty acid and 8.92% m.eq/kg of peroxide. | |
| 1209 | 7213 | G1F009071 | FORMULASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KACANG HIJAU (Vigna radiata Linn) DENGAN VARIASI KADAR MANITOL DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA | Antioksidan merupakan senyawa yang mampu mencegah atau menghambat reaksi radikal bebas dalam tubuh. Kecambah kacang hijau (Vigna radiata Linn) diketahui mengandung fitosterol dan vitamin E yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula tablet hisap dengan variasi kadar manitol untuk mengetahui pengaruh variasi kadar manitol terhadap sifat fisik tablet hisap dan mengetahui aktivitas antioksidannya. Tablet hisap ekstrak etanol kecambah kacang hijau dibuat dengan metode granulasi basah. Tablet hisap diuji sifat fisiknya yang meliputi penampilan fisik, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, kekerasan, friabilitas, dan waktu larut kemudian dianalisis statistik menggunakan One Way Anova dengan taraf kepercayaan 95%. Data hasil uji tanggap rasa oleh responden dianalisis secara statistik dengan uji Kruskal-Wallis. Data aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH tablet hisap dianalisis dan dihitung persen peredamannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi kadar manitol berpengaruh terhadap waktu alir granul, sudut diam granul, kekerasan, dan waktu larut tetapi tidak berpengaruh terhadap kandungan lembab granul, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, dan friabilitas. Uji aktivitas antioksidan terhadap formula 5 yang merupakan tablet hisap yang paling disukai oleh responden menunjukkan persen peredaman dalam berbagai konsentrasi adalah 22,25%, 24,35%, 29,40%, 31,19%, dan 34,81%. Kata kunci: tablet hisap, kecambah kacang hijau Vigna radiata Linn, antioksidan, manitol. | Antioxidants are the compounds capable to prevent or inhibit free radical reactions in the human body. Mung bean (Vigna radiata Linn) sprouts is known to contain vitamin E and phytosterol that have antioxidant activity. This study aimed to prepare lozenges formula with variation levels of mannitol to know influence variation levels of mannitol to physical properties of lozenges and know its antioxidant activity. Ethanol extract lozenges of mung bean sprouts are made with wet granulation method. The physical properties test of the lozenges, including physical appearance, uniformity of size, uniformity of weight, hardness, friability, and dissolving time then analyzed statistically using One Way Anova with a confidence level of 95%. Data responsive taste test performed by the respondens were analyzed statistically with Kruskal-Wallis test. Data activity free radical arrest of DPPH lozenges were analyzed and percent radical scavenging activity calculated. The results showed that variation levels of mannitol affect granules flow time, granules fixed corner, hardness, and dissolving time but did not affect granules moisture content, uniformity of size, uniformity of weight, and friability. Antioxidant activity test for formula 5 was the most liked lozenges by respondens showed percent radical scavenging activity in various concentration were 22,25%, 24,35%, 29,40%, 31,19%, and 34,81%. Keyword: lozenges, mung bean sprouts Vigna radiata Linn, antioxidants, mannitol. | |
| 1210 | 7217 | H1H009026 | LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK, KONVERSI PAKAN DAN SINTASAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) YANG DIBERI PAKAN KOMBINASI Lemna polyrhiza DAN PELLET | Meminimalisir biaya pakan dalam budidaya dapat dilakukan dengan penggunaan Lemna polyrhiza, karena memiliki kadar protein yang tinggi tetapi kadar serat, abu dan lemak yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terbaik serta pengaruh kombinasi Lemna polyrhiza dan pellet terhadap laju pertumbuhan spesifik, konversi pakan, dan sintasan nila merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2013, bertempat di Gapoktan Grumbul Gombong Banjarsari Kulon, Banyumas, Jawa Tengah. Ikan uji adalah nila merah (Oreochromis sp.) dengan kisaran berat 4,0–6,0 g. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Percobaan pada setiap perlakuan adalah pellet 100 %, pellet 75 % + Lemna polyrhiza 25 %, dan pellet 50 % + Lemna polyrhiza 50 %. Nila merah dipelihara pada media dengan volume air 800 L dengan kepadatan 20 ekor selama 56 hari. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00 WIB. Hasil penelitian menunjukkan nilai laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 2,19–2,27%/hari, rasio konversi pakan berkisar antara 1,53–1,69, dan sintasan berkisar antara 82,5–89,2%. Ketiga perlakuan tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan sintasan ikan nila merah. | Feed cost in aquaculture could be minimized by using Lemna polyrhiza, since it contains high protein content but fiber, ash and fat are low. This study aims to determine the best combination and influence of Lemna polyrhiza and pellet on specific growth, feed conversion and survival rates of red tilapia (Oreochromis sp.). This study was conducted in June to August 2013, in Gapoktan Grumbul Gombong Banjarsari Kulon, Banyumas, Central Java. Red tilapia weighed between 4.0 to 6.0 g. experimental method applied completely randomized design (CRD) with 3 treatments in sixtuplicates. Experiments in each treatment were 100% pellets, the pellets 75%+Lemna polyrhiza 25%, and pellets 50%+Lemna polyrhiza 50%. Red tilapia reared in 800 L media of water at a density of 20 fish for 56 days. Fish were fed twice a day at 08.00 and 16.00. The results showed specific growth rate ranged from 2.19 to 2.27% /d, feed conversion ratio ranged from 1.53 to 1.69, and the survival rate ranged from 82.5 to 89.2%. The three treatments did not affect the specific growth, feed conversion, and survival rates of red tilapia. | |
| 1211 | 7166 | A1L010019 | HUBUNGAN ANTAR VARIABEL PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI 6 GENOTIP PADI PADA LAHAN SALIN DI DESA KARANGKANDRI KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel pertumbuhan dan produksi enam genotip padi pada lahan salin. Penelitian dilaksanakan di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, selama 4 bulan sejak Mei sampai Agustus 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang akar, volume akar, bobot gabah kering, bobot 1000 biji, dan umur berbunga. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan tingkat ketelitian 95% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan variabel tinggi tanaman berbanding lurus dengan peningkatan jumlah anakan total. Enam genotip padi yang dicobakan mampu tumbuh dan berproduksi pada lahan salin. Produksi enam genotip padi yang didapatkan yaitu Ciherang dengan 3,6 ton/ha, Dendang dengan 2,2 ton/ha, Unsoed 7 dengan 3,0 ton/ha, Unsoed 8 dengan 3,4 ton/ha, Unsoed 9 dengan 3,2 ton/ha, dan Unsoed 10 dengan 3,2 ton/ha. | This study aims to determine the relationship between variable of growth and yield of 6 rice genotypes on saline land. The experiment was conducted in the village of Karangkandri, Kesugihan District, Cilacap regency, during 4 months from May to August 2013. The design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 6 treatments and repeated 3 times. The variables measured were plant height, number of leaves, number of tillers, number of productive tillers, root length, root volume, dry shell weight, weight of 1000 seeds, and flowering. Data were analyzed using the F test followed by a test of Least Significant Difference (LSD) with a 95 % accuracy rate and correlation analysis. The results showed that increase in plant height variable was directly proportional to the increase in the total number of tillers. Six rice genotypes tested were could grow and produce on saline land. Production of six rice genotypes obtained that was Ciherang with 3.6 tonnes / ha, Dendang with 2.2 tonnes / ha, Unsoed 7 with 3.0 tonnes / ha, Unsoed 8 with 3.4 tonnes / ha, Unsoed 9 with 3, 2 tonnes / ha, and Unsoed 10 with 3.2 tonnes / ha. | |
| 1212 | 7222 | A1C008034 | PENGARUH KEPUASAN PETANI DALAM BERMITRA TERHADAP JUMLAH PASOKAN TEBU PETANI (Studi Kasus Petani Tebu di Kabupaten Pati) | Pabrik Gula Trangkil dalam pelaksanaan produksi gula melakukan kerjasama dengan petani. Petani yang bekerjasama dengan PG Trangkil akan memperoleh keuntungan. Keuntungan yang didapat adalah petani akan memperoleh layanan kemitraan dari PG Trangkil. Kemitraan yang dilakukan selama ini menghadapi permasalahan diantaranya adalah loyalitas petani. Petani yang tidak loyal akan memasok sebagian hasil panen ke pabrik lain. Diduga petani yang melakukan hal tersebut dikarenakan tidak puas dengan kemitraan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kepuasaan petani mitra terhadap layanan PG Trangkil (2) mengetahui pengaruh kepuasaan petani dalam bermitra terhadap jumlah pasokan tebu. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik stratified random sampling dan jumlah responden yang di wawancarai sebanyak 65 petani. Teknik analisis yang digunakan adalah Likert Summated Ratings (LSR) dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa petani sudah puas pada layanan bibit, pupuk, dan tebang angkut. Rasa tidak puas ditunjukan pada layanan bimbingan teknis dan penentuan kulitas. Sedangkan faktor yang berpengaruh pada jumlah pasokan tebu adalah layanan bimbingan teknis dan penentuan kualitas. Kata kunci: Kemitraan, Petani tebu, Loyalitas, Pasokan tebu | Trangkil Factory's production of sugar in the implementation of cooperation with farmers. Farmers formed a partnership with PG Trangkil will benefit. The advantage gained is the farmer will get services from PG Trangkil. Partnerships encounter problems such as farmer loyalty. partnership issues is farmers loyalty. Farmers who are not loyal will supply sugar cane to other mills. Suspected farmers are doing it is because not satisfied with the partnership. The aim of this research was to know satisfaction farmers to service factory and influence farmers satisfication to supply the amount of cane. The sampling method in this research uses stratified random sampling and total number of respondents who were interviewed as many as 65 farmers. analytical techniques used Likert Summated Ratings (LSR) and regression analysis. The research results showed farmers are satisfied with the service seedlings, fertilizer, and cutting transport. factors that affect the amount of cane supply is technical tutoring services and service quality determination. | |
| 1213 | 7223 | A1H009033 | Rekayasa Buffle Pada Pendingin Evaporatif Tipe Evaporasi Tidak Langsung Aliran Silang Menggunakan Serabut Kelapa | Pendingin evaporatif adalah sistem pendingin yang bekerja dengan menguapkan air pada permukaan bebas dengan bantuan aliran udara. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus 2013. Pada penelitian ini buffle yang digunakan dalam pendingin evaporatif adalah serabut kelapa. Variabel yang diukur pada uji performansi sistem pendingin evaporatif tipe evaporasi tidak langsung aliran silang ini adalah suhu udara (bola basah dan bola kering) pada ruang pendingin dan lingkungan, kecepatan udara masuk, suhu air masuk, suhu air keluar, dan suhu ruang pendingin. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja sistem pendingin evaporatif seperti distribusi suhu ruang pendinginan, hampiran, kisaran, dan efektifitas pendingin evaporatif. Pendingin evaporatif ini bekerja dengan tiga kecepatan aliran udara yaitu 4,5 m/s; 5,2 m/s; dan 5,8 m/s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendingin evaporatif dengan menggunakan buffle berbahan serabut kelapa menghasilkan suhu yang mendekati suhu bola basah lingkungan dengan rata-rata suhu mencapai 27,01 - 27,28oC. Pendingin evaporatif ini akan bekerja baik pada kondisi nilai hampiran yang rendah serta nilai kisaran dan efektifitas yang tinggi. Kondisi seperti ini didapatkan pada penelitian dengan menggunakan buffle serabut kelapa pada kecepatan kipas 5,2 m/s dengan nilai hampiran, kisaran, dan efektifitas berturut-turut sebesar 1,45oC; 0,09oC; dan 0,91. | Evaporative cooler is a cooler system that works by vaporizes the water at free surface with air flow’s aid. This research was conducted in the Laboratory of Agricultural Engineering, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto, and it was done on March until August 2013. In this research, the buffle used in the evaporative cooler is coconut fiber. Variables that were measured in the test performance of evaporative cooler system at the type of indirect evaporation cross flow were the air temperature (dry bulb and wet bulb) in the refrigeration chamber and environment, the speed of air in, the water temperature in and out, and the refrigeration chamber’s temperature. This testing was conducted to find the performance of evaporative cooler systems such as the distribution of refrigeration chamber’s temperature, approach, range, and the effectiveness of evaporative cooler. This evaporative cooler works with three air flow speeds of 4.5 m / s; 5.2 m/ s, and 5.8 m / s. The result of this research shows that the evaporative cooler using coconut fiber produces colder temperature and close to wet bulb environment with temperature average up to 27.01 - 27.28 oC. It will works well on the low approaches’ value condition, range value and high effectiveness. These conditions are obtained in a research using coconut fiber at a fan rapidity of 5.2 m / s with approach value, range, and the effectiveness in a row of 1.45 oC, 0.09°C, and 0.91. | |
| 1214 | 7228 | A1D007060 | PENGARUH pH PELARUT DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP SIFAT SENSORI PULPY PEPAYA-NANAS DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI SOMBA | Pulpy merupakan salah satu pengolahan buah-buahan secara industri. Pulpy dibuat dengan menggunakan campuran buah pepaya dan nanas. Pembuatan pulpy terutama ditujukan untuk meningkatkan umur simpan serta daya guna buah-buahan. Penambahan pewarna alami bisa memberikan daya tarik pada produk. Somba (Bixa orellana L.) merupakan salah satu tanaman penghasil zat warna alami yang mengandung karotenoid yang tersusun atas bixin yang dapat larut dalam pelarut non polar dan norbixin yang larut dalam pelarut polar. Ekstraksi biji buah somba yang diaplikasikan pada pulpy diharapkan dapat meningkatkan warna produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1). Mengetahui pengaruh pH pelarut terhadap sifat sensori pada pulpy pepaya-nanas dengan penambahan ekstrak biji somba; 2). Mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap sifat sensori pada pulpy pepaya-nanas dengan penambahan ekstrak biji somba; 3). Mengetahui pengaruh kombinasi antara pH pelarut dan lama penyimpanan terhadap sifat sensori pulpy pepaya-nanas dengan penambahan ekstrak biji somba. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi pengaturan pH pelarut ekstrak biji somba yang terdiri dari 3 taraf: pH 4, pH 7 dan pH 10, serta lama penyimpanan produk dalam refrigerator dengan suhu 50-80C yang terdiri dari 4 taraf: minggu ke-0, minggu ke-1, minggu ke-2 dan minggu ke-3. Variabel yang diamati meliputi after taste, warna dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan yang optimal adalah kombinasi perlakuan pH 10 dan lama penyimpanan minggu ke-2 dengan kualitas pulpy pepaya-nanas sebagai berikut: after taste 1,3 (tidak pahit); warna 4,6 (oranye kemerahan) dan kesukaan 3,9 (suka). Kata kunci: pulpy, somba (Bixa orellana L.), ekstraksi, pH, lama penyimpanan | Pulpy is one of the fruits processing of industry. Pulpy is made using a blend of papaya and pineapple. The making of pulpy is primarily intended to increase the usability and the shelf life of the fruit. The addition of natural dyes can provide its appeal of the product. Somba (Bixa orellana L.) is a one of the natural dye producing plants that contain carotenoid which is composed of bixin, that soluble in non-polar solvents, and norbixin, that soluble in polar solvents. Somba fruit seed extraction which was aplication of the pulpy to enhance the color of the product. This research aimed to: 1). Determine the effect of solvent pH on the sensory properties of the papaya-pineapple Pulpy with the addition of somba seed extract; 2). Determine the effect of the storage duration on sensory properties of the papaya-pineapple Pulpy with the addition of somba seed extract; 3). Determine the effect of a combination between the solvent pH and storage duration on the sensory properties of papaya-pineapple Pulpy with the addition of somba seed extract. The 2 research used a randomized block design (RBD) that was arranged in a factorial with 3 replication. The tested factors include the solvent pH of somba adjusment extract which consist of : pH 4, pH 7 and pH 10, and the storage duration of the product in a refrigerator with 50-80C temperature that consist of : zero week, first week, second week and third week. The observed variables included such as after taste, color and preferences. The results showed that the optimal combination of treatments is a treatment with pH 10 and second week in shelf life with the quality of papaya-pineapple pulpy as follows: after taste value of 1,3 (not bitter); color value of 4,6 (reddish orange) and preferences value of 3,9 (like). Key word: pulpy, somba (Bixa orellana L.), extraction, pH, lama penyimpanan | |
| 1215 | 7224 | H1G009023 | ADSORPSI LOGAM BERAT KROMIUM (Cr) OLEH KULIT SINGKONG (Manihot utilissima) PADA BERBAGAI VARIASI pH DAN WAKTU KONTAK | Adsorpsi merupakan metode alternatif yang dapat digunakan dalam mengatasi pencemaran lingkungan yang berasal dari buangan industri yang mengandung polutan logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH, waktu kontak penjerapan Manihot utilissima terhadap ion logam Cr. Perlakuan dilakukan dengan mencampurkan 1 gr serbuk M.utilissima ke dalam larutan Cr pada beberapa rentang pH yaitu 2, 3, 4 dan 5 serta waktu kontak yang berbeda yaitu 20, 50, 80, dan 110 menit. Rancangan penelitian yang digunakan RAL faktorial. Konsentrasi ion logam Cr setelah dicampurkan dengan M.utilissima ditentukan oleh serapan atom (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi ion logam Cr oleh M.utilissima dipengaruhi oleh pH larutan dan lamanya waktu kontak. Adsorpsi terbaik terjadi pada pH 4 dan waktu kontak 110 menit, dengan kapasitas Adsorpsi sebesar 10,7 mg/g (53,5%). Dengan demikian serbuk M.utilissima dapat digunakan sebagai alternatif adsorben dalam mengurangi pencemaran yang mengandung logam Cr. | Adsorption is an alternative method used to overcome the pollution from industrial waste containing heavy metals. The research aimed to find the effect of pH and contact time absorption of Manihot utilissima on Cr. The treatment was conducted by mixing 1 g of dry biomass M. utilissima into a solution of Cr in some pH ranges i.e. 2, 3, 4 and 5 as well as different contact times being 20, 50, 80, and 110 minutes. The research used Completed Randomized Design in factorial pattern. The concentrations of Cr were determined using atomic absorbtion spectrophotometer (AAS). The research showed that the adsorption of Cr by M. utilissima was affected by pH and contact time. The adsorption was optimal at pH 4, contact time of 110 minute while the adsorption capacity was around 10,7 mg/g (53,5%). In conclusion, the biomass of dried M. utilissima could be an alternative adsorbent in decreasing Cr. | |
| 1216 | 7225 | A1M009013 | KAJIAN ANTIOKSIDAN MINUMAN RUMPUT LAUT Sargassum crassifolium-JAVA TEA CELUP PADA PLASMA DARAH TIKUS HIPERKOLESTEROLEMIK | Minuman rumput laut Sargassum crassifolium-java tea celup merupakan minuman berbahan dasar rumput laut Sargassum crassifolium dan daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus (BL.) Miq). Minuman tersebut mempunyai kadar dan aktivitas antioksidan yang tinggi sehingga diduga dapat menghambat reaksi oksidasi komponen struktur tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan serta mengetahui nilai dan hubungan antara kadar dan aktivitas antioksidan pada plasma darah tikus hiperkolesterolemik yang diberikan minuman rumput laut Sargassum crassifolium-java tea celup dengan berbagai flavoring dan minuman tradisional berbahan dasar Sargassum dari Cilacap. Penelitian ini berbentuk eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: P1 = kontrol negatif (pakan standar), P2 = kontrol positif (pakan kolesterol), P3 = minuman Sargassum crassifolium-java tea celup dengan flavoring lemon, P4 = minuman Sargassum crassifolium-java tea celup dengan flavoring lemon + jahe, P5 = minuman Sargassum crassifolium-java tea celup dengan flavoring lemon + pekak, dan P6 = minuman tradisional berbahan dasar Sargassum dari Cilacap. Perlakuan tersebut dilakukan pengulangan sebanyak 7 kali, sehingga diperoleh 42 unit percobaan. Variabel yang dikaji meliputi kadar dan aktivitas antioksidan plasma. Hasil penelitian menunjukkan, semua perlakuan pemberian minuman dapat menghambat pembentukkan MDA plasma, minuman Sargassum crassifolium-java tea celup flavoring lemon + jahe dapat meningkatkan kadar total fenol plasma tetapi belum mampu meningkatkan kadar glutation tereduksi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu minuman Sargassum crassifolium-java tea celup dengan penambahan flavoring lemon + jahe mampu meningkatkan kadar dan aktivitas antioksidan plasma darah tikus hiperkolesterolemik. | Sargassum crassifolium seaweed-java teabag is a functional drink which made from Sargassum crassifolium’s seaweed and leaf of cat whiskers (Orthosiphon aristatus (BL.) Miq). It has a high antioxidant content and activity which expected to be able to reduce oxidation reaction in our body. The aims of this research was to study and to compare the value and correlation between antioxidant content and activity in plasma of hyper-cholesterol rats which had been given Sargassum crassifolium seaweed-java teabag with various flavoring and traditional drink obtained from Cilacap regency which made from Sargassum. Complete Randomized Design (RAL) factorial were used in the current experiment with six treatments, i.e negative control rat was given standard diet (P1), positive control rat was given hyper-cholesterol diet (P2), Sargassum crassifolium seaweed-java teabag with lemon flavoring and hyper-cholesterol diet (P3), Sargassum crassifolium seaweed-java teabag with lemon + ginger flavoring and hyper-cholesterol diet (P4), Sargassum crassifolium seaweed-java teabag with lemon + star anise flavoring and hyper-cholesterol diet (P5), and traditional drink from Cilacap which made from Sargassum (P6). Each treatment was replicated seven times therefore, there were 42 experimental units. The tested variables were antioxidant content and activity on plasma. The result of this research showed that every treatments which given both Sargassum crassifolium-java teabag and traditional drink was able to decrease establishment of plasma malonaldehyde. Sargassum crassifolium-java teabag with lemon + ginger flavoring was able to increase total phenolic content of plasma. However, it was not able to increase glutathione content of plasma. The conclusion of this research showed that Sargassum crassifolium-java teabag with lemon + ginger flavoring was able to increase antioxidant content and activity of hyper-cholesterol rats’ plasma. | |
| 1217 | 7216 | G1F010031 | EVALUASI PENGGUNAAN METOTREKSAT PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DI RUMAH SAKIT EMANUEL KLAMPOK | Metotreksat (MTX) adalah salah satu disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), suatu agen antiinflamasi dan imunosupresan yang menjadi first line terapi rheumatoid arthritis (RA). Keberhasilan terapi MTX untuk RA ditentukan oleh ketepatan dosis dan monitoring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan MTX pada pasien RA di Rumah Sakit Emanuel Klampok berdasarkan kriteria yang meliputi indikasi, indikator proses, komplikasi, dan indikator hasil. Penggunaan MTX dievaluasi berdasarkan kriteria yang dibuat melalui studi pustaka dari jurnal-jurnal ilmiah dan text book. Analisis data dilakukan secara deskriptif evaluatif menggunakan data rekam medik pasien RA yang menggunakan MTX yaitu sejumlah 13 pasien rawat inap dan 27 pasien rawat jalan yang kemudian dibandingkan dengan kriteria yang telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan ketepatan indikasi 100%. Pasien yang memiliki faktor risiko gangguan GI, hepatotoksik, dan toksisitas bone marrow berturut-turut sejumlah 35 pasien (87,5%), 19 pasien (47,5%), dan 15 pasien (37,5%). Monitoring hematologi, SGPT, dan SCr berturut-turut pada 3 pasien (7,5%), 1 pasien (2,5%), dan 1 pasien (2,5%). Asam folat hanya diberikan pada 1 pasien (2,5%). Pemberian MTX dengan dosis yang tepat sejumlah 32 pasien (80%), dosis tidak tepat dengan ClCr 61-80 mL/menit sejumlah 3 pasien (7,5%), ClCr 51-60 mL/menit sejumlah 2 pasien (5%), ClCr 10-50 mL/menit sejumlah 1 pasien (2,5%), dan SGPT > 3 nilai normal sejumlah 2 pasien (5%). Interaksi MTX dengan NSAID sejumlah 35 pasien (87,5%) dan dengan agen hepatotoksik sejumlah 19 pasien (47,5%). Komplikasi terjadi pada 7 pasien (17,5%) berupa gangguan gastrointestinal dan 1 pasien (2,5%) berupa sirosis. Indikator hasil berupa berkurangnya keluhan klinis seperti nyeri dan kaku terjadi pada 10 pasien (25%) dan pasien yang membaik sejumlah 2 pasien (5%). | Methotrexate (MTX), one of a disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), is the first line therapy for rheumatoid arthritis (RA) as an antiinflammatory and immunosuppressant agent. Therapeutic efficacy of MTX is 2 determined by accuracy of dosing and monitoring. The purpose of this study was to evaluate the use of MTX in patients with rheumatoid arthritis at Rumah Sakit Emanuel Klampok based on criteria, including the indication, process indicators, complication, and outcome indicators. The medical record from 13 inpatients and 27 outpatients who used MTX were compared with the criteria. The results of this study demonstrated that all of the patients had appropriately indications to use MTX. Patients with risk factors that lead to GI disorders, hepatotoxicity, and bone marrow toxicity were 35 patients (87,5%), 19 patients (47,5%), and 15 patients (37,5%) respectively. Monitoring of haematology, SGPT, and SCr were in 3 patients (7,5%), 1 patient (2,5%), and 1 patient (2,5%) respectively. Only 1 patient (2,5%) received folic acid. There were 32 patients (80%) used MTX with the correct dosage, meanwhile incorrect dosage was showed in 3 patients (7,5%) with ClCr 61-80 mL/minute, 2 patients (5%) with ClCr 51-60 mL/minute, 1 patient (2,5%) with ClCr 10-50 mL/minute, and 2 patients (5%) with SGPT > 3 normal value. The interaction with NSAID was happened in 35 patients (87,5%) and the interaction with hepatotoxicity agents in 19 patients (47,5%). Complication occurred in 7 patients (17,5%) with effects that occur were GI disorders and 1 patient with chirrosis. There were 10 patients (25%) with clinical complaints reduced and 2 patients (5%) with the better condition. MTX use criteria in RA patients was developed and evaluation was conducted by comparing the data and criteria. | |
| 1218 | 7226 | A1M010083 | EVALUASI SIFAT FISIK DAN KIMIA UMBI KENTANG ATLANTIK YANG DIPENGARUHI KONDISI PEMUPUKAN | Kentang varietas Atlantik merupakan salah satu varietas yang sesuai sebagai bahan baku industri pengolahan kentang. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas umbi kentang adalah dosis dan kondisi pemupukan. Efisiensi pemupukan dapat ditingkatkan salah satunya dengan penggunaan arang. Penelitian ini mengkaji kualitas kentang varietas Atlantik yang dibudidayakan dengan jenis pupuk, jenis arang dan konsentrasi arang yang berbeda. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1). Menentukan jenis pupuk, arang dan konsentrasi arang yang optimal dan 2). Menentukan kombinasi perlakuan yang optimal untuk menghasilkan umbi kentang Atlantik dengan sifat fisik dan kimia yang sesuai sebagai bahan baku industri pengolahan kentang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk kimia (P1), arang kayu (A1) dan konsentrasi arang 450 g/polybag (D2) optimal untuk menghasilkan umbi kentang Atlantik yang sesuai standar kentang sebagai bahan baku industri pengolahan kentang. Kombinasi perlakuan jenis pupuk, jenis arang dan konsentrasi arang yang optimal untuk menghasilkan umbi kentang Atlantik yang sesuai standar kentang sebagai bahan baku industri pengolahan kentang adalah kombinasi perlakuan pupuk kimia, arang kayu dan konsentrasi arang 225 g/polybag (P1A1D1). | Atlantic is one of potato variety that suitable as a raw material of potato processing. Many aspect influence quality of potato tubers, particularly during cultivation such as dosage and condition of fertilization. Fertilization efficiency can be improved by using charcoal. This research examined quality of the potato variety Atlantic as affected by the type of fertilizers, charcoal and different concentrations of charcoal. The purpose of this research: 1). Determine type of fertilizer, charcoal and optimal concentration of charcoal and 2). Determine optimal treatment combination to produce Atlantic potato tuber with physical and chemical properties that suitable as raw material for the potato processing. The result showed that chemical fertilizer (P1), wood charcoal (A1) and concentration of charcoal 450 g/polybag (D2) is an optimal to produce Atlantic potato tuber that appropriate to standard. Optimal combination treatment of fertilizer, charcoal and concentration of charcoal to produce Atlantic potato tuber that appropriate to standard of potato as raw material potato processing industry was combination treatment: chemical fertilizer, wood charcoal and concentration of charcoal 225 g/polybag (P1A1D1). | |
| 1219 | 7227 | C1B010083 | PENGARUH STRESS KERJA TERHADAP INTENSI MENINGGALKAN ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA DAN KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Empiris Pada PT Nasmoco Purwokerto) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh stress kerja terhadap intensi meninggalkan organisasi, menganalisis pengaruh stress kerja terhadap kepuasan kerja, menganalisis pengaruh stress kerja terhadap komitmen organisasi, menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap intensi meninggalkan organisasi, menganalisis pengaruh komitmen organisasi terhadap intensi meninggalkan organisasi, menganalisis pengaruh kepuasan kerja dalam memediasi hubungan antara stress kerja terhadap intensi meninggalkan organisasi serta menganalisis pengaruh komitmen organisasi dalam memediasi hubungan antara stress kerja terhadap intensi meninggalkan organisasi. Jenis penelitian ini adalah studi empiris lokasi penelitian ini dilakukan di PT Nasmoco Purwokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stress kerja mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap intensi meninggalkan organisasi. Stress kerja mempunyai pengaruh signifikan dan negatif terhadap kepuasan kerja karyawan. Stress kerja mempunyai pengaruh signifikan dan negatif terhadap komitmen organisasi. Kepuasan kerja memberikan pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap intensi meninggalkan organisasi. Komitmen organisasi memberikan pengaruh signifikan dan negatif terhadap intensi meninggalkan organisasi. Kepuasan kerja dan komitmen mampu memberikan pengaruh mediasi antara stress kerja dan intensi meninggalkan organisasi. | The purpose of this study was to analyze the effect of work stress on intention to leave the organization, analyzing the effect of work stress on job satisfaction, analyzing the effect of work stress on organizational commitment, analyzing the effect of job satisfaction on intentions to leave the organization, analyzing the influence of organizational commitment on intention to leave the organization, analyzing the influence job satisfaction in mediating the relationship between work stress on intention to leave the organization as well as to analyze the influence of the organizational commitment mediates the relationship between work stress on intention to leave the organization. This research is an empirical study was conducted at the research sites PT Nasmoco Purwokerto. The results showed that job stress has a significant and positive effect to the intention to leave the organization. Job stress has a significant and negative effect on employee job satisfaction. Work stress has a significant and negative effect on organizational commitment. Job satisfaction provides a significant and negative effect to the intention to leave the organization. Organizational commitment and the significant negative impact to the intention to leave the organization. Job satisfaction and commitment to provide mediation effect between job stress and intention to leave the organization. | |
| 1220 | 7230 | A1D007008 | KAJIAN PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP NASI JAGUNG INSTAN DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA | Jagung merupakan salah satu hasil produksi pertanian yang digolongkan dalam jenis makanan pokok setara dengan beras. Salah satu produk olahan jagung yaitu beras jagung instan yang belum dikenal oleh masyarakat luas. Untuk lebih mengetahui penerimaan masyarakat terhadap beras jagung instan perlu dilakukan uji preferensi.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : 1). Mengetahui preferensi masyarakat terhadap beras jagung instan. 2). Mengetahui varietas jagung yang disukai oleh masyarakat di Kecamatan Pengadegan yang digunakan pada pembuatan beras jagung instan.3). Mengetahui ukuran beras jagung instan yang disukai oleh masyarakat di Kecamatan Pengadegan.4). Mengetahui ada tidaknya peran sosial ekonomi masyarakat terhadap preferensi beras jagung instan. Penelitian telah dilaksanakan dengan metode survei mengenai tingkat sosial ekonomi dan uji preferensi beras jagung instan pada daerah sentra produksi jagung yaitu di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga.Pemilihan responden menggunakan metode Simple Random Sampling dan Stratified Random Sampling.Jumlah responden yang diambil ditentukan dengan metode Slovin dan Meilgard. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah preferensi terhadap masyarakat di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Preferensi masyarakat terhadap nasi jagung instan baik masyarakat yang berada di bawah atau di atas garis kemiskinan adalah nasi jagung instan yang berwarna kuning, aroma jagung kuat, tekstur agak pulen, dan rasa jagung lebih terasa. 2) Varietas jagung yang disukai oleh masyarakat di Kecamatan Pengadegan yang digunakan pada pembuatan nasi jagung instan adalah jagung hibrida yang berwarna kuning. 3) Ukuran nasi jagung instan yang disukai oleh masyarakat di Kecamatan Pengadegan adalah nasi jagung yang kasar. 4) Preferensi masyarakat terhadap nasi jagung instan dari strata sosial di atas garis kemiskinan dan di bawah garis kemiskinan tidak menunjukkan adanya perbedaan atau dapat dikatakan dapat diterima oleh semua kalangan. | Corn is one of the agricultural products which is equivalent with he staple food . One of the corn products is instant corn rice that has not been recognized by the public. To further investigate the public acceptance of instant corn rice, it necessary to test preferences . The objectives of this study were : 1 ) . To study people's preference for instant corn rice.2 )To studycorn varieties preferred by people in the District Pengadegan used in the manufacture of instant corn rice.3 )To study thesize of instant corn rice are liked by people in the District Pengadegan . 4 ) . Determine whether there is a role for social and economic preferences of instant corn rice . Research has been carried out by the method of survey on the level of economic and social preference test instant corn rice at corn production centers are in District Pengadegan Purbalingga .The selection of respondents using simple random sampling method and stratified random sampling. The number of respondents is taken is determined by the method of Slovin and Meilgard. .Variables observed in this study ispreference test on people in the District Pengadegan Purbalingga . The results showed that : 1 ) people's preferences instant corn rice communities that are either below or above the poverty line are instant rice yellow corn , corn aroma strong , somewhat fluffier texture , and a more pronounced corn flavor . 2 ) corn varieties preferred by the people in the District Pengadegan used in the manufacture of instant corn rice is yellow corn hybrids . 3 ) Size of instant corn rice are liked by the people in the district is rice corn Pengadegan rough . 4 ) Public preferences towards rice corn instant of the social strata above the poverty line and below poverty line did not show any difference or can be said to be accepted by all people . |