Artikel Ilmiah : G1F009012 a.n. RESTI MAHLIFATI AWALIYAH

Kembali Update Delete

NIMG1F009012
NamamhsRESTI MAHLIFATI AWALIYAH
Judul ArtikelPenetapan Kadar Proantosianidin dalam Ekstrak Biji dan Kulit Buah Pinang (Areca catechu) dengan Metode spektrofotometri
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pinang dikatakan memiliki khasiat astringen dan antiinflamasi karena mengandung senyawa tanin, yaitu proantosianidin. Proantosianidin merupakan suatu tanin terkondensasi yang termasuk dalam golongan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar proantosianidin tersebut dalam ekstrak biji dan kulit buah pinang.
Metode pengukuran dalam penelitian ini menggunakan metode spektrofotometri visible. Biji dan kulit buah pinang yang telah dikeringkan diekstraksi dengan cara maserasi, kemudian direaksikan dengan larutan vanillin-HCl dan diukur absorbansinya dengan spektrofotometri pada panjang gelombang 497 nm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T dua arah untuk menguji perbedaan kadar proantosianidin dalam ekstrak biji dan kulit buah pinang.
Berdasarkan perhitungan didapatkan hasil kadar proantosianidin dalam biji pinang sebesar 41,75±0,05 mg/gram dan dalam kulit buah pinang sebesar 4,94±0,06 mg/gram. Hasil analisis uji T dua arah dengan taraf kepercayaan 95% didapatkan nilai signifikansi 0,12 x 10-10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar proantosianidin dalam biji dan kulit buah pinang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Areca cathecu has astringent and anti-inflammatory properties because it contains tannin, which is a proanthocyanidin. Proanthocyanidin is a condensed tannins that are included in the class of flavonoids. This study aimed to determine the content of the proanthocyanidin in areca seed and areca peel extract.
Methods of measurement in this study using visible spectrophotometry. Areca seed and areca peel was dried and extracted by maceration, then reacted with a solution of vanillin-HCl and absorbance was measured by spectrophotometry at a wavelength of 497 nm. Data were analyzed using two tailed T test to see the differences of proanthocyanidin content between areca seed and areca peel.
Based on the calculation, the level of proanthocyanidin in areca seed is 41,75 ± 0,05 mg/g and in areca peel is 4,94 ± 0,06 mg/g. T test results with a level of 95% obtained significant value 0,12 x 10-10. It can be concluded that there are differences of proanthocyanidin content between areca seed and areca peel.
Kata kuncipinang, proantosianidin, spektrofotometri visibel
Pembimbing 1Eka Prasasti Nur Rachmani, M.Sc., Apt
Pembimbing 2Rehana, M.Si., Apt
Pembimbing 3Sarmoko, M.Sc., Apt
Tahun2014
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.