Home
Login.
Artikelilmiahs
7255
Update
NAELIN NIKMAH
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN SKOR SPERMATOGENIK TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN PASCA PEMBERIAN VITAMIN C DAN E PADA MODEL STRES PARADOXICAL SLEEP DEPRIVATION
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) dapat meningkatkan pengeluaran hormon glukokortikoid dan produksi Reactive Oxygen Species serta penurunan antioksidan sehingga menyebabkan stres oksidatif yang dapat memicu kerusakan sel spermatogenik. Vitamin C dan E merupakan antioksidan untuk mencegah kerusakan sel spermatogenik dengan mencegah reaksi akibat radikal bebas. Tujuan: Mengetahui perbedaan skor spermatogenik tikus putih (Rattus norvegicus) jantan pasca pemberian vitamin C dan E pada model stres Paradoxical Sleep Deprivation. Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimental post test only with control group design. Tikus putih (Rattus norvegicus) jantan berjumlah 28 ekor dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol dengan PSD (KI), kelompok PSD dan vitamin C (KII), kelompok PSD dan vitamin E (KIII), dan kelompok PSD dengan vitamin C dan E (KIV). Pemberian perlakuan diberikan selama 7 hari. Testis kiri diambil kemudian dilakukan pembuatan preparat dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil penelitian: Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) dan dilanjutkan Uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok II,III dan IV dengan kelompok kontrol. KI memiliki rerata skor spermatogenik terendah (5,27±0,28), KII (7,12±0,84), KIII (7,72±0,55) dan KIV memiliki rerata skor spermatogenik tertinggi (8,95±0,62). Kesimpulan: Vitamin C, E serta kombinasi vitamin C dan E dapat mencegah penurunan skor spermatogenik tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang mengalami PSD. Pemberian kombinasi vitamin C dan E mempunyai rerata skor spermatogenik tertinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Paradoxical Sleep Deprivation (PSD) increase glucocorticoid level and the production of Reactive Oxygen Species and decrease levels of antioxidants causing oxidative stress that can trigger spermatogenic cells damage. Vitamins C and E are antioxidants to prevent spermatogenic cells damage by preventing free radical rection Objective: Knowing the difference spermatogenic score the male albino rats (Rattus norvegicus) post giving vitamin C and E on Paradoxical Sleep Deprivation Method: The research was an experimental methods with post-test only with control group design. Totaling of the male albino rats (Rattus norvegicus) were 28 which divided into 4 groups of treatment. Control group with PSD (KI), PSD and vitamin C (KII), PSD and vitamin E (KIII), and PSD with vitamin C and E (KIV). Treatment were given for 7 days. Left testis was taken then made preparations with Hematoxylin-Eosin staining. Result: Kruskal-Wallis test show significant differences (p <0,05) and Mann-Whitney test show a significant difference (p <0,05) between groups II, III and IV with control group. KI has the lowest mean score of spermatogenic (5,27 ± 0,28), KII (7,12 ± 0,84), KIII (7,72 ± 0,55) and KIV has the higest a mean score of spermatogenic (8,95 ± 0,62). Conclusion: Vitamin C, E and a combination of vitamins C and E can prevent a decrease in spermatogenic score male albino rat (Rattus norvegicus) on PSD. Combination of vitamins C and E have the highest mean score of spermatogenic.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save