Artikelilmiahs

Menampilkan 1.281-1.300 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
12817299A1H009006KAJIAN DISTRIBUSI SIFAT FISIKO-KIMIA TANAH DAN PRODUKTIVITAS KENTANG ATLANTIK SKALA SCREEN HOUSE PADA BERBAGAI VARIASI CAMPURAN PUPUK DAN ARANGSelain pupuk organik, penambahan arang ke dalam tanah dapat pula meningkatkan kesuburan tanah, karena hasil dekomposisi pada tanah yang diberi arang nantinya akan melepaskan berbagai unsur yang diperlukan tanaman. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui dinamika air (2) Mengetahui dinamika unsur hara N dan P (3) Mengetahui media tanam dengan campuran pupuk dan arang yang menghasilkan produktivitas paling tinggi selama penanaman kentang atlantik skala screen house dengan berbagai variasi jenis pupuk dan dosis arang. Penelitian ini menggunakan 3 faktor perlakuan, yaitu jenis pupuk (P1 = pupuk anorganik dan P2 = pupuk organik), jenis arang (A1 = arang kayu, A2 = arang sekam dan A3 = arang aktif) dan dosis arang (D1 = 5 ton/ha, D2 = 10 ton/ha dan D3 = 15 ton/ha) masing-masing perlakuandiulang 3x sehingga total sampel adalah 60 polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain, sifat fisik tanah (kadar air, kepadatan dan permeabilitas tanah), sifat kimia tanah (nutrisi Nitrogen, Fosfor dan C-organik), pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah anakan, ILD, bobot basah dan bobot kering tanaman) dan produktivitas hasil (bobot umbi, jumlah umbi dan pengelompokan umbi). Penggunaan jenis pupuk dan arang yang berbeda mempengaruhi dinamika air selama masa tanam kentang. Dimana perlakuan dengan pupuk anorganik dosis 15 ton/ha memiliki kadar air rata-rata paling tinggi daripada perlakuan lain (0,34cm3/cm3). Penggunaan jenis pupuk dan arang yang berbeda mempengaruhi dinamika nutrisi dalam tanah. Pemberian pupuk anorganik lebih cepat mengurangi hara total dan tersedia dalam tanah. Produktivitas hasil umbi tertinggi pada perlakuan pupuk anorganik arang kayu dosis 10 ton/ha dimana bobot umbi yang dihasilkan sebesar 422,33 g/rumpun atau 10,55 ton/ha.Charcoal, inaddition to organic fertilizer application could also boost soil fertility, because the result of decomposition in soil enriched with will directly release various elements required by plant. The purpose of this research are (1) to know the water dynamics (2) to know the nutrient dynamic N and P (3) to know to know the media growing season with a mixture of fertilizer and charcoal that produces productivity potatoes atlantic most high. This research use 3 factor treatment i.e: type of fertilizer (P1 = anorganic fertilizer and P2 = organic fertilizer), type of charcoal (A1 = wood charcoal, A2 = husk charcoal and A3 = activated charcoal) and dosage of charcoal (D1 = 5 tons/ha, D2 = 10 tons/ha and D3 = 15 tons/ha). The factor treatment resulting 20 combination by each treatment repeated three times making total sample is 60 polybags. Variables that observed in this research are the physical soil properties (water content, bulk density and permeability) and the chemical soil properties (content of nitrogen, phospor and c-organic), plant growth (height of plant, the number of leaves, diameter of the stem, the number of saplings, LAI, weight of wet plants and weight of dried plants) and yield (weight tubers, the number of tubers and grade of tubers ). The use of different fertilizers and charcoal affecting water dynamics during the crop season. Treatment of P1A3D3 (anorganic fertilizer with activated charcoal dosage of 15 tons/ha) has higher water content (on average) 0.34 cm3/cm3 compare to another treatment. The use of different fertilizers and charcoal affecting nutrient dynamics in the soil. Applicatin of anorganic fertilizers reduce total and available nutrient in the soil. Yield of tuber were highest in treatment of P1A1D2 (anorganic fertilizer with wood charcoal dosage of 10 tons/ha) where the weight of the tuber produced was 422.33 g/clump or 10.55 tons/ha.
12827322F1F009067AN ANALYSIS OF INTERJECTION TRANSLATION IN 'FLOWERS FOR ALGERNON' NOVEL
Penelitian berjudul An Analysis of Interjection Translation in ‘Flowers for Algernon’ Novel ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai penerjemahan kata seru dalam novel Daniel Keyes Flowers for Algernon. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua ungkapan yang mengandung kata seru yang diambil dari novel Daniel Keyes yang berjudul Flowers for Algernon (1959 dan terjemahan Bahasa Indonesia-nya, Charlie: Si Jenius Dungu (2006) ditulis oleh Isma B. Koesalamwardi. Teknik purposive sampling digunakan untuk mendapatkan data yang relevan. Kemudian, peneliti menganalisis ungkapan-ungkapan tersebut berdasarkan teori O’Connell mengenai bentuk kata seru, teori Ameka mengenai fungsi kata seru serta teori Catford mengenai strategi penerjemahan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada 4 bentuk kata seru yang ditemukan di dalam novel ini; primary conventional interjection, primary non-conventional interjection, secondary interjection dan onomatopoeic interjection. Kata seru tersebut mempunyai 3 fungsi; expressive interjection, phatic interjection and conative interjection. Kata seru tersebut diterjemahkan dengan 5 strategi penerjemahan; transliteration, unit shift, class shit, structure shift and pure meaning transference. Hasil tersebut mengungkapkan bahwa sebuah kata seru dari tipe bentuk kata seru tertentu dapat diterjemahkan secara berbeda tergantung pada variasi fungsi pada penggunaannya. Kata seru tersebut bisa saja memerlukan strategi penerjemahan yang berbeda atau hanya memerlukan satu strategi penerjemahan yang sama dengan kata padanan yang berbeda.
The research entitled An Analysis of Interjection Translation in ‘Flowers for Algernon’ Novel is aimed to get an image of translation of interjection in Daniel Keyes’ novel Flowers for Algernon. This research uses a descriptive qualitative method. The data of the research is all the utterances containing interjections which are taken from Daniel Keyes’s novel entitled Flowers for Algernon (1959) and its Indonesian translation, Charlie: Si Jenius Dungu (2006) by Isma B. Koesalamwardi. Purposive sampling technique is used to obtain relevant data only. Then, the researcher analyzes the utterances based on O’Connell’s theory of form of interjection, Ameka’s theory offunction of interjection and Catford’s theory of translation technique. The result shows that there are 4 forms of interjections found in the novel; primary conventional interjection, primary non-conventional interjection, secondary interjection and onomatopoeic interjection. They carry 3 functions; expressive interjection, phatic interjection and conative interjection. Those interjections are translated trough 5 various translation techniques; transliteration, unit shift, class shit, structure shift and pure meaning transference. In conclusion, an individual interjection form in a certain type of form of interjection can be translated differently depending on the variation of its function in its occurrences. It may need different translation techniques or only a single translation technique with different equivalent words.
12837384H1F008019GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK FASIES TURBIDIT FORMASI WATURANDA DAERAH SAMPANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAHLokasi penelitian berada di daerah Sampang, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Daerah penelitian dibatasi oleh koordinat 109,473190-109,507350 BT dan 7.5073430-7.5521460¬¬ LS dengan luas daerah penelitian 25 km2. Daerah penelitian merupakan bagian dari Formasi Waturanda yang diendapkan melalui arus turbid berumur Miosen Awal.
Secara umum daerah penelitian terbagi menjadi dua satuan dasar morfologi yaitu bentang alam pegunungan lipatan dan bentang alam pegunungan sesar. Struktur geologi yang berkembang di daerah ini berupa struktur lipatan berarah barat timur yang berasosiasi dengan struktur sesar naik dan anjak yang berarah barat-timur. Struktur sesar mendatar kiri berarah timurlaut-tenggara dan sesar mendatar kanan berarah baratlaut-tenggara. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi enam satuan tidak resmi, dari tua ke muda yaitu, Satuan Batulempung, Satuan Tuf-batulempung, Satuan Batupasir-batulempung 1, Satuan Breksi, Satuan Batupasir-batulempung 2 dan Satuan Batupasir-batulempung 3.
Fasies turbidit Formasi Waturanda pada daerah penelitian terdiri dari fasies Breccias atau fasies A, fasies Pebbly Sandstones atau fasies A4, fasies Massive Sandstones atau fasies B2 dan fasies Classical Turbidites atau fasies C dan D. Mekanisme pengendapan sedimen pada Formasi Waturanda dipengaruhi oleh arus gravitasi meliputi arus turbid, Debris Flow/Sandy Debris Flow dan Bottom Current Reworking. Formasi Waturanda pada daerah penelitian dibagi menjadi dua bagian dalam model kipas laut dalam yaitu Outer Fan dan Middle Fan.
Sedimentasi pada Formasi Waturanda melibatkan proses erupsi Gunung Api Waturanda. Hasi sedimen erupsi mengalir pada bawah permukaan air melalui aliran piroklastik kemudian diendapkan terlebih dahulu pada lereng gunung api selanjutnya mengalami proses re-sedimentasi dan diendapkan kembali melalui mekanisme arus gravitasi.
The study area is located in Sampang, Kebumen, Middle Java. Geographically it is located between 109,473190-109,507350 BT and 7.5073430-7.5521460¬¬ LS with covered area 25 km2. The study area is a part of Waturanda Formation which formed by turbid flows from Early Miocene.
There are two main geomorphologics units in the study area that is folded ridge landform and fault ridge landform. Geological structure in this study area is a fold (E-W trend) associated with thrust fault (E-W trend), dextral strike slip fault (NE-SW trend), and sinistral strike slip fault (NW-SE trend). Stratigraphic of study area can be grouped into six unofficial lithostratigraphy units from Eocene to Middle Miocene, that is Claystone Unit, Tuff-claystone Unit, Sandstone-claystone 1 Unit, Breccia Unit, Sandstone-claystone 2 Unit and Sandstone-claystone 3 Unit.
There are Facies turbidites of Waturanda Formation in this study area is : Breccias facies or A1 facies, Pebbly Sandstones facies or A4 facies, Massive Sandstones facies or B2 facies and Classical Turbidites facies or C and D facies. Mechanism of deposition sediment in Waturanda Formation influence by gravity flow, include like turbid flows, debris flow/sandy debris flow and bottom current reworking. This study area can be parting in two unit of submarine fan model, there are Outer Fan and Middle Fan of submarine fan model.
Sedimentation of Waturanda Formation engage of Waturanda Volcano eruption activity. Sediment of eruption deposited by pyroclastic flow in subaqueous conditions on steep volcano slope and then remobilized as gravity flow.
12847300G1D010031HUBUNGAN ANTARA POLA KOMUNIKASI KELUARGA
DENGAN PERILAKU AGRESIF REMAJA
DI SMA X PURWOKERTO
ABSTRAK
Latar Belakang: Usia remaja berada dalam usia rentang 12-25 tahun. Remaja akan mengalami perubahan pribadi yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku yang tidak baik seperti perilaku agresif. Oleh karena itu, peran keluarga atau perhatian orang tua sangat penting terhadap perubahan karakteristik yang terjadi pada remaja tersebut. Salah satu aspek perhatian orang tua kepada anak remaja adalah dengan melakukan pola komunikasi yang baik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku agresif remaja di SMA X Purwokerto. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 38 responden yang diambil dengan metode purposive sampling selama masa penelitian pada bulan Desember 2013. Hasil: Hasil analisis menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku agresif remaja dengan uji chi-square diketahui bahwa nilai p = 0,035 (p < α = 0,05). Kesimpulan: Pada dasarnya, ada hubungan yang signifikan antara pola komunikasi keluarga dengan perilaku agresif remaja. Tingkat perilaku agresif yang dilakukan oleh remaja bergantung pada peran atau perhatian orang tua yang dilakukan.
Kata Kunci: Pola Komunikasi Keluarga, Perilaku Agresif, Remaja.
ABSTRACT
Background: Adolescent ages in years 12-25. Teenagers will experiment personal change that can lead to changes in behavior that is not as goo as aggressive behavior. By because it is the role of family or parental care is very important to change the characteristics of those that occur in adolescent. One aspect of parental concern for teenagers is to communicate well. Purpose: This study aims to determine the correlation between family communication pettern with adolescent aggressive behavior in Senior High School XPurwokerto. Method: This research is analytic correlation with cross sectional. 38 responden samples are taken by purposive sampling method during the study period in December 2013. Result: The result of the analysis showed that there was a significant correlation between family communication pattern with adolescent aggressive behavior by chi-square test is known that the valve of p = 0,035 (p < α = 0,05). Conclusion: Basically, there is a significant correlation between family communication pattern with adolescent aggressive behavior. The level of aggressive behavior committed by juveniles or concern depends on the role of parents.
Keywords: Family Communications Patterns, Aggressive Behavior, Teenagers.
12857301G1D010074HUBUNGAN TEBAL LIPATAN LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) DENGAN USIA MENARCHE PADA REMAJA PUTRI DI SMP AL IRSYAD PURWOKERTOABSTRAK

HUBUNGAN TEBAL LIPATAN LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) DENGAN USIA MENARCHE PADA REMAJA PUTRI
DI SMP AL IRSYAD PURWOKERTO

Anyrahayu1 Saryono2 Dwi Agus Yulianto3

1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Dasar, Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
3Unit Pelayanan RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga


Latar belakang: Pubertas pada anak perempuan ditandai oleh menarche. Usia menarche merupakan usia seorang perempuan mengalami menstruasi pertama. Banyak faktor yang mempengaruhi usia menarche salah satunya status nutrisi. Status nutrisi seseorang berhubungan dengan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold).
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) dengan usia menarche pada remaja putri di SMP Al Irsyad Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Instrumen yang digunakan yaitu alat ukur skinfold caliper dan lembar angket. Analisis data yang digunakan adalah uji statistik non parametrik Spearman.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) sebesar 45,46±6,362 dan median usia menarche 12,00 dengan nilai minimal-maksimal 9-13 tahun. Uji statistik Spearman menunjukkan p value = 0,374 (p value ≥ 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) dengan usia menarche pada remaja putri di SMP Al Irsyad Purwokerto.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara tebal tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) dengan usia menarche pada remaja putri di SMP Al Irsyad Purwokerto.


Kata kunci: pubertas, usia menarche, skinfold
ABSTRACT

THE RELATION BETWEEN SKINFOLD AND AGE OF MENARCHE ON YOUNG GIRLS IN SMP AL IRSYAD PURWOKERTO

Anyrahayu1 Saryono2 Dwi Agus Yulianto3

1Student of Nursing Majority, Faculty of Medical and Health Sciences,
Jenderal Soedirman University
2Basic Nursing Departement, Nursing Majority, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3Unit of Integrated RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga


Background: Puberty in girls is marked by menarche. Age of menarche is age a woman who get her first period puberty. Many factors affect the age of menarche, especially nutritional status . Nutritional status relates with skinfold.
Purpose: The purpose of this research was to determine relation between skinfold and the age of menarche on young girls in SMP Al Irsyad Purwokerto.
Method: This research used observational design with cross sectional approach. The sampling technic used simple random sampling with the number of sample are 56 respondents. The research instrument are skinfold caliper and questionnaire sheet. The data was analysed by Spearman test.
Result: The results of research showed that mean of skinfold is 45.46 ±6.36 and median age of menarche is 12 with 9-13 years minimal-maximal. Spearman statistical test showed p value = 0.374 (p value ≥ 0.05) which means there is not relation between skinfold and age of menarche on young girls in SMP Al Iryad Purwokerto.
Conclusion: Skinfold is not related with the age of menarche on young girls in SMP Al Irsyad Purwokerto.

Key words: puberty, age of menarche, skinfold
12867297G1D010039HUBUNGAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DENGAN USIA MENOPAUSE DI KELURAHAN PURWOKERTO LOR BANYUMASHUBUNGAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DENGAN USIA MENOPAUSE DI KELURAHAN PURWOKERTO LOR BANYUMAS

ABSTRAK
Nadiroh1 Desiyani Nani2 Deny Achiriyati3
1Nursing Departement, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto
2Nursing Departement, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto
3Clinical Department, RS Ajibarang Hospital

Latar Belakang: Menopause merupakan berhentinya menstruasi yang berhubungan dengan kegagalan fungsi ovarium dan menandai akhir dari kapasitas reproduktif wanita. Menopause dapat terjadi secara dini maupun terlambat yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik salah satunya adalah golongan darah. Setiap golongan darah mempunyai antigen yang berbeda. Antigen tersebut dapat mempengaruhi tingkat hormon tertentu seperti hormon follicle stimulating hormone (FSH) yang berperan dalam merangsang ovulasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan golongan darah sistem ABO dengan usia menopause pada perempuan di Kelurahan Purwokerto Lor Banyumas.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan dari bulan November sampai Desember tahun 2013. Jumlah sampel sebanyak 63 responden dari usia 45-50 tahun dengan pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Uji antar variable dilakukan dengan uji non-parametrik Chi Square (x2) untuk mengetahui hubungan golongan darah sistem ABO dengan usia menopause.
Hasil: Usia responden terbanyak adalah 50 tahun. Status sudah menopause sebanyak 32 orang dan golongan darah paling banyak ditemukan adalah O. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai p=0,146 (p>α=0,05) untuk hubungan golongan darah sistem ABO dengan usia menopause. Sementara hasil uji Chi Square pada penelitian ini juga menunjukkan nilai p=0,026 (p<α=0,05) yang bermakna ada hubungan antara jumlah anak dengan usia menopause.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara golongan darah sistem ABO dengan usia menopause. Hal ini dikarenakan ada faktor lain yang lebih kuat dalam mempengaruhi usia menopause salah satunya adalah jumlah anak.

Kata Kunci: Golongan Darah, Menopause, Usia Menopause, Jumlah Anak.
RELATION BETWEEN ABO SYSTEM BLOOD TYPE AND MENOPAUSE AGE IN PURWOKERTO LOR VILLAGE BANYUMAS

ABSTRACT

Nadiroh1 Desiyani Nani2 Deny Achiriyati3
1Nursing Departement, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto
2Nursing Departement, Faculty of Medicine and Health Sciences, Jenderal Soedirman University, Purwokerto
3Clinical Department, RS Ajibarang Hospital

Background: Menopause is the cessation of menstruation related ovarian function failure and marked the end of the reproductive capacity of women. Menopause can occured early or late can be influenced by genetic factors, especially is the blood type. Each blood type has a different antigen. These antigens can affect the levels of certain hormones such as hormone follicle stimulating hormone (FSH) which can affect stimulating ovulation.
Purpose: The aim of this research was to know relation between blood type and menopause age on women in Kelurahan Purwokerto Lor Banyumas.
Method: This was observational research, with cross sectional approach. Research conducted from November to early December 2013. The number of samples were as much as 63 respondents from the age of 45 to 50 years old with a selection of sample done in a purposive sampling. Continued non-parametric test Chi Square (x2) was used to know the relation between blood type and menopause age.
Result: Most respondents was 50 years old. Menopause status was already as much as 32 people and most found blood type is O. The Chi Square test result showed the value of p=0.146 (p>α=0.05) to relation between ABO system blood type and menopause age. While the Chi Square test on the studied also showed the value of p=0.026 (p<α=0.05) which means that there is a relation between the number of children and menopause age.
Conclusion: There was not significant relation between ABO system blood type and menopause age. There are some factors that more powerful in influencing the menopause age of them number of children.

Keywords: Blood Type, Menopause, Menopause Age, Number of Children.
12877302G1D010075HUBUNGAN ANTARA TIPE POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KETERBUKAAN DIRI REMAJAABSTRAK
Usia remaja berada pada rentang 10-20 tahun. Remaja akan mengalami tugas perkembangannya saat dia berada dilingkungan, khususnya di sekolah. Hal ini peran orang tua sangat berperan penting terhadap perkembangan anaknya dilihat dari pola asuh orang tua yang diberikan. Remaja akan mencari jati dirinya dengan cara dia bersosialisasi, hal ini yaitu dengan keterbukaan dirinya pada teman, guru dan orang tua agar dia dapat mendapat perhatian yang baik dari orang yang terdekatnya. Dalam hal ini ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan keterbukaan diri pada remaja.Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan keterbukaan diri pada remaja kelas XI IPA di SMAX Purwokerto. Metode penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMA X Purwokerto dengan populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA dan orang tua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 150. Sampel penelitian sebanyak 60 responden yang diambil dengan metode purposive sampling selama masa penelitian pada bulan Desember 2013. Instumen yang digunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square.Hasil analisis menunjukan bahwa ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan keterbukaan diri siswa dengan uji chi squarediketahui bahwa nilai p=0,001 (p<α=0,05).Keterbukaan diri siswa pada dasarnya ada hubungan yang sangat signifikan dengan pola asuh orang tua yang diberikan. Tingkat keterbukaan diri siswa tergantung dari pada peran orang tua yang berikan dengan cara mendidik yang sesuai dengan tugas perkembangan anaknya.
Kata Kunci:Remaja, Pola Asuh, Keterbukaan Diri.
ABSTRACT
Teenagers age is between 10-20 years old. They will have their development task when they are in a particular environment, especially in school environment. Parents have an important role to their children development, it could be seen from the way they educate their children. Teenagers will look for their self determination by socializing, for example by being open to their friends, teacher and parents to get a good attention from the people surround them. The way parents educate their children could influence the children behavior in managing their life.This research has a purpose to know the relationship between the ways parents educate their children to teenagers self disclosure of science class grade XI students in SMA X Purwokerto. This research is a correlation analysis with cross sectional approach. This research has been conducted in SMA X Purwokerto, the research population is science class grade XI students and their parents in total number are 150. There are 60 sampel respondents which are taken by purposive sampling method during the research on December 2013. The research it self uses questionnaire instruments and has been analyzed with Chi square test. The results of this research showed that there is relationship between the parents educate their children with the teenager self disclosure with chi square test it is known that the value of p=0,001 (p<α=0,05). The students self disclosure basically have a significant relationship with parents, pattern in educating their children.
Keyword :Adolescent, Care Pattern, Self Disclosure.
12887221A1H008015KAJIAN DINAMIKA AIR DAN NUTRISI DALAM TANAH PADA BUDIDAYA SORGUM MANIS (Sorghum bicolor L. Moench) DI DAERAH TROPIS DENGAN APLIKASI BIOCHARSorgum manis (Sorghum bicolor L. Moench) memiliki kadar gula yang tinggi pada batangnya sehingga dapat dijadikan bahan baku bioetanol. Sorgum manis juga memiliki daya serap tinggi terhadap N dan P dalam tanah sehingga dapat dijadikan media bioremediasi tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dinamika air, dinamika nutrisi, neraca air dan nutrisi dalam tanah pada budidaya sorgum manis dengan berbagai variasi pemupukan dan aplikasi biochar. Penelitian menggunakan 5 variasi perlakuan, yaitu pupuk organik (O), pupuk anorganik (K), pupuk organik + arang sekam dosis 30 ton/ha (OA), pupuk anorganik + arang sekam dosis 30 ton/ha (KA) dan tanpa perlakuan (Kontrol) masing-masing tanpa ulangan sehingga total pot percobaan adalah 5 pot. Variabel yang diamati dalam penelitian antara lain dinamika air dalam tanah (kadar air volumetrik, kepadatan tanah dan konduktivitas hidrolik tanah), dinamika nutrisi tanah (N total dan P total) dan produktivitas (bobot tanaman basah dan kering serta brix). Pengukuran kadar air volumetrik tanah pada penelitian menggunakan EC5 moisture sensor dengan variasi kedalaman 10 dan 20 cm. Dinamika air dalam tanah dipengaruhi oleh variasi pemupukan dan pemberian arang, dimana perlakuan Kontrol dan organik kedalaman 10 cm memiliki kadar air volumetrik rata-rata tertinggi, yaitu 0,47 cm3/cm3. Variasi pemupukan dan pemberian arang mempengaruhi dinamika nutrisi dalam tanah. Pemberian pupuk organik mampu meningkatkan kandungan N total dan P total dalam tanah masing-masing sebesar 16,3%; 39,3% dan 47,3%; 73,3% untuk pupuk anorganik. Penambahan arang pada perlakuan organik mampu meningkatkan jumlah N total dalam tanah sebesar 16,5%.Sweet sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) have a high sugar levels in the rod so it can be used as a raw material for bioetanol. Sweet sorghum also have absorption of N and P in soil so that it can be used as a medium soil bioremediation. The purpose of the research was to identification the dynamics of water, the dynamics of nutrients, water and nutrients balance in soil during sweet sorghum cultivation with different fertilizer and biochar application. This research using a 5 variety of treatment; organic fertilizer (O), inorganic fertilizers (K), organic + husk charcoal 30 tons/ha (OA), inorganic fertilizers + husk charcoal 30 tons/ha (KA) and without treatment (control) each without repeats so the total pot experiment only5. The variables observed in this study, among others, water dynamics of soils (volumetric water content,soil density and hydraulic conductivity), nutrient dynamics of soils (total N and total P) and productivity (wet and dry plant weight and brix). Measurement of volumetric soil water content on this research use the EC5 moisture sensors with a depth of between 10 and 20 cm. Dynamics of water in soils affected by variations in fertilization and the granting of charcoal, where Control and Organic depth 10 cm treatment have volumetric water content highest median, namely 0,47 cm3/cm3. Variation of fertilization and adding charcoal affect the dynamics of nutrients in the soil. Provision of organic fertilizer to increase the content of total N and total P in the soil each amounting to 16.3%; 39,3% and 47.3%; 73,3% for inorganic fertilizers. The addition of charcoal on the organic treatment was able to increase the amount of total N in the soil of 16.5%.
12897303G1D010038HUBUNGAN TEBAL LIPATAN LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) DENGAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA USIA DEWASAHUBUNGAN TEBAL LIPATAN LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) DENGAN KADAR ASAM URAT DARAH PADA USIA DEWASA

Isnany Purwanto Putrie1 Desiyani Nani2 Deny Achiriyati3
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Dasar, Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
3 Unit Gawat Darurat, Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang

ABSTRAK
Latar Belakang: Hiperurisemia tidak hanya dialami oleh lansia akan tetapi usia dewasa juga berisiko menderita hiperurisemia. Hiperurisemia disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah adanya akumulasi lemak berlebih yang diindikasikan dengan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold). Dampak hiperurisemia ini sangat besar pada tingkat morbiditas dan mortalitas.
Tujuan: Mengetahui hubungan tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) dengan kadar asam urat darah pada usia dewasa.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Responden penelitian mengisi lembar skrining kemudian responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diukur tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) dengan skinfold caliper dan kadar asam urat dengan alat ukur asam urat digital. Analisa data yang digunakan adalah uji statistik parametrik pearson.
Hasil: Rerata skinfold pada pria 88,46 mm dan wanita 117,15 mm sedangkan rerata kadar asam urat darah pria 6,32 mg/dl dan wanita 5,01 mg/dl. Uji statistik pearson menunjukkan p value > 0,05 (p value = 0,854 pada pria dan 0,999 pada wanita). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) dengan kadar asam urat darah pada usia dewasa baik pada pria maupun wanita.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tebal lipatan lemak bawah kulit (skinfold) dengan kadar asam urat darah pada usia dewasa.

Kata kunci: skinfold, asam urat, usia dewasa
Referensi: 37 (2001-2013)
THE RELATION BETWEEN THICK OF UNDER FAT FOLD LAYER (SKINFOLD)
WITH THE BLOOD URIC ACID LEVEL IN ADULT

Isnany Purwanto Putrie1 Desiyani Nani2 Deny Achiriyati3

1Student of Nursing Program, Faculty of Medical and Health Sciences,
Jenderal Soedirman University
2Basic Science in Nursing Department, Nursing Program, Faculty of Medical
and Health Sciences, Jenderal Soedirman University
3Emergency Unit, Ajibarang State Hospital

ABSTRACT
Background: Hyperuricemia is not only experienced by the elderly person but also on adult. Hyperuricemia were caused by various factors. One is the presence of excess fat accumulation, indicated skinfold. Impact of hyperuricemia were significant increasing level of morbidity and mortality.
Purpose: This research aims to determine the relation between skinfold layer with the blood uric acid level in adult.
Method: This research used a cross sectional design. Sampling used purposive sampling. Samples that used in this research were 80 respondents. The respondents fulfill the screening chart. Respondents are persons who included in the inclusion and exclusion criteria. Skinfold layer was measured by skinfold caliper and blood uric acid levels was measured by digital measuring instrument. Analysis of the data used parametric statistical test was Pearson Product Moment.
Result: Mean skinfold in men 88,46 mm and woman 117,15 mm while mean blood uric acid levels in men 6,32 mg/dl and woman 5,01 mg/dl. Pearson test showed p value> 0.05 (p value = 0.854 in men and 0.999 in woman). Results showed that there was no significant relation between skinfold layer with blood uric acid levels in adult both men and women.
Conclusion: There was no significant relation between skinfold with blood uric acid levels in adult.

Keywords: skinfold layer, blood uric acid levels, adult
Reference : 37 (2001-2013)
12907304G1D010043GAMBARAN PENYEMBUHAN LUKA DIABETES MELITUS DENGAN GEL Nigella Sativa 30% PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN
Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah. Prevalensi penderita diabetes pada 1985 sebesar 30 juta, meningkat menjadi 135 juta pada 1995 dan 217 juta pada 2005. DM apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya ulkus diabetik.Sudah banyak jenis pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi ulkus diabetik. Namun belum ada yang efektif. Oleh karena itu dicari inovasi pengobatan baru dengan menggunakan gel nigella sativa. Nigella sativa dipercaya mampu mengobati luka karena mengandung zat antiinflamasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyembuhan luka diabetes dengan gel Nigella sativa 30% pada tikus yang telah diinduksi aloksan.
Metode: Penelitian ini menggunakan true eksperimental dengan rancangan dengan posttest only with control group design. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling, Jumlah sampel sebanyak 24 ekor tikus.
Hasil: Hasil makroskopis yang ditemukan antara lain tidak adanya perubahan warna pada kedua kelompok, tidak adanya edema di daerah sekitar luka pada kedua kelompok, adanya lapisan berwana putih kekuningan yang lebih tebal pada kelompok 30%, dan belum adanya perybahan pada ukuran luka untuk kedua kelompok. Hasil histologi menunjukkan belum adanya reepitelialisasi pada kedua kelompok dan luas daerah inflamasi yang hampir sama pada kedua kelompok.
Kesimpulan: Gel nigella sativa 30% ternyata kurang efektif untuk digunakan pada penyembuhan luka.
Saran: Perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan mengurangi dosis nigella sativa dan memperpanjang waktu pemberian perlakuan.
Background : Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that can be known by blood glucose increasing level. The prevalence of diabetes in 1985 was 30 million, then increased to 135 million in 1995 and 217 million in 2005. Diabetes mellitus can cause many complications if not get proper treatment, one of those complication is diabetic ulcers. There have been many types of treatment are being made to overcome the diabetic ulcers, but there haven’t effective yet. Because of that, nigella sativa gel is used to create a new innovation of treatment. Nigella sativa contain of anti-inflammatory substance that can used to wound healing.
Purposes : This research aimed to know the description of diabetes mellitus’ wound healing with 30% Nigella Sativa gel in rat induced by alloxan.
Method :This research used true experimental method with posttest only with control group design plan.
Result : Macroscopic results that found are the color changes in both of groups, there is no edema around of wound in both of groups, there is a yellowish white colored layer that is thicker in the 30% group, and there is no size changing yet in both of group. Histology result shown that there is no reepitelisationin both groups and the area of inflammation which is almost the same in both groups yet.
Conclusion : 30% Gel Nigella Sativa is less effective to healing the wound.
Suggestion :Further research is needed with reduce the nigella sativa dose and extend the treatment timing.
12917305C1B010035ANALISIS PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, TOTAL ASSET TURNOVER, PRICE TO BOOK VALUE, UKURAN PERUSAHAAN, NILAI KAPITALISASI PASAR TERHADAP RETURN SAHAM
(Studi Pada Perusahaan Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2011)
tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh DER, TATO, PBV, Ukuran Perusahaan dan kapitalisasi pasar terhadap return saham pada perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di bursa efek indonesia pada periode 2008-2007. dengan menggunakan purposive sampling, penelitian ini menggunakan 12 perusahaan sebagai sampel. berdasarkan hasil pada penelitian dengan menggunakan SPSS 16.0 sebagai alat analisis data, terdapat kesimpulan sebagai berikut: 1) DER berpengaruh negatif terhadap return saham 2) TATO berpengaruh positif terhadap return saham 3) PBV berpengaruh positif terhadap return saham 4) Çuukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return saham 5) kapitalisasi pasar berpengaruh positif terhadap return saham. Implikasi dari penelitian diatas adalah 1) investor dapat lebih memberi perhatian terhadap variabel dalam penelitian ini dalam penelitian ini 2) manajemen dapat mengoptimisasikan perusahaan untuk dapat menjaga keuntungan perusahaan sehingga perusahaan akan memberikan return saham yang menguntungkan bagi investor The purpose of this research was to analyze the effect of DER, TATO, PBV, SIZE, Market Capitalization on Stock Return at Automotive and Component Companies Listed on Indonesia Stock Exchange during 2008-2011. By using purposive sampling, this research used 12 companies as the samples. Based on the result of research which used SPSS statistic 16.0 as the tool to analyze the data, the conclusions were as follows : (1) DER had a negative effect on stock return, (2) TATO had a positive effect on stock return, (3) PBV had a positive effect on stock return. (4) SIZE had no effect on stock return, (5) Market Capitalization had a positive effect on stock return. The implication for the conclusion above, are that (1) investors are able to extend more attention to the variables in this research .(2)Management is able to optimize the company in order to be able to keep the company’s profit so that the company tends to provide a beneficial stock exchange
12927306G1D010036HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH DENGAN
PENYAKIT TUBERCULOSIS (TB) PARU DI BALAI PENGOBATAN
PENYAKIT PARU-PARU (BP4) PURWOKERTO
HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH DENGAN PENYAKIT TB PARU DI BALAI PENGOBATAN PENYAKIT PARU-PARU (BP4) PURWOKERTO
Desy Anggraeni 1, Desiyani Nani ², Deni Achiriyati ³ 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2Departemen Keperawatan Dasar, Jurusan Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 3 Unit Gawat Darurat, Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang
ABSTRAK
Latar Belakang: Tuberculosis (TB) paru merupakan salah satu penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang dapat menular. Golongan darah adalah salah satu faktor yang mempunyai peran dalam perkembangan TB paru. Terdapat protein sebagai imunitas bawaan yang disebut galektin. Galektin tersebut dapat berikatan dan beraglutinasi dengan golongan darah tertentu untuk melakukan pertahanan terhadap infeksi bakteri TB.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara golongan darah dengan penyakit TB paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Purwokerto
Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 69 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak (50,7%) responden berjenis kelamin laki-laki (50,7%). Sebanyak (55,1%) responden tidak memiliki riwayat kontak. Sebanyak (53,5%) status gizi responden berada pada kategori normal. Sebanyak (58,0%) responden tidak merokok. Responden dengan faktor ekonomi < UMR Rp 877.500,- sebanyak (72,5%). Sebanyak (55,1%) tingkat pendidikan responden SMA-Perguruan Tinggi. Sebagian besar jenis pekerjaan responden tidak berisiko (56,5%). Sebanyak (68,1%) responden bergolongan darah tidak berisiko. Sebanyak (71,0%) responden dengan penyakit TB paru.
Hasil Uji Chi-Square hubungan antara golongan darah dengan penyakit TB paru menunjukkan nilai p = 0,433 yang berarti p value ≤ 0,05.
Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara golongan darah dengan penyakit TB paru di Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Purwokerto.
Kata kunci : Golongan darah, galektin, penyakit TB paru.
THE RELATION BETWEEN BLOOD TYPE WITH PULMONARY TUBERCULOSIS AT THE CLINIC OF PULMONARY DISEASE (BP4) PURWOKERTO
Desy Anggraeni1 Desiyani Nani2 Deni Achiriyati 3
1Student of Nursing Program, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2Basic Science in Nursing Department, Nursing Program, Faculty of Medical and Health Sciences, Jenderal Soedirman University 3Emergency Unit, Ajibarang State Hospital
ABSTRACT
Background: Pulmonary tuberculosis (TB) is one of infection disease which is at respiratory tract and can be transmitted. There are many factors can be influenced development of tuberculosis, one of them is blood type. We have a protein in our own body as congenital immunity named galectin. Galectin has a process to bind and agglutinate with blood type as a defense from tuberculosis bacteria. Purpose: This study aims to determine the relation between blood type with pulmonary tuberculosis at the Clinic of Pulmonary Disease (BP4) Purwokerto.
Method : A correlation analytic with cross sectional method was selected for this study, there are 69 respondent based on inclusion criteria. Sampling was selected by purposive technique.
Result: Most of the respondents are 50,7% males and 55, 1% had no history of contact with tuberculosis patient. Nutritional status of respondents are majority in normal category (53,5%). Partly of them not a smokers (58,0%). Economic factor (regional minimum wage) majority less than Rp 877.500,- (72, 5%). Many of education factor’s respondents were in high school and college (55,1%). Most of respondents not working in risk job (56,5%). There are 68, 1% of respondent's blood type were not in risk. There were 71,0% pulmonary tuberculosis patient. The result of Chi-Square analysis about relation between blood type and pulmonary tuberculosis disease showed p value was 0.433 (p ≤ 0,05).
Conclusion: There was no relation between blood type with pulmonary tuberculosis at the Clinic of Pulmonary Disease (BP4) Purwokerto.
Keywords : Blood type, galectin, pulmonary tuberculosis.
12937308C1K009044Pengaruh Ukuran Perusahaan, Return on Aset, Price Earning Ratio, Volume Perdagangan, Price to Book Value, Risiko Terhadap Return. (Studi Kasus di Sektor Bank di BEI pada tahun 2007-2011)The aim of this research were to examine the effects of firm size, return on assets, trading volume, price earnings ratio, price book value and risk on return. By using purposive sampling, this research use19 companies as sample. This study used multiple linear regressionas the method of analysis the results of this research indicated that Firm size had positive effect on return, Return on assets had positive effect on return, Trading volume had negative effect on return, Price earnings ratio had negative effect on return, Price book value had negative effect on return. andRisk had positive effect on return.The aim of this research were to examine the effects of firm size, return on assets, trading volume, price earnings ratio, price book value and risk on return. By using purposive sampling, this research use19 companies as sample. This study used multiple linear regressionas the method of analysis the results of this research indicated that Firm size had positive effect on return, Return on assets had positive effect on return, Trading volume had negative effect on return, Price earnings ratio had negative effect on return, Price book value had negative effect on return. andRisk had positive effect on return.
12947310F1B008060ANALISIS PROSPEK PENERAPAN ELECTRONIC OFFICE DI SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BANYUMASPenelitian tentang “Analisis Prospek Penerapan Electronic Office Di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk menganalisis menganai prospek penerapan program electronic office Di Banyumas, mendeskripsikan sistem program, dan mengidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program e-Office Banyumas. Program e-Office merupakan kebijakan pemerintah Kabupaten Banyumas dalam bidang Teknologi Informasi sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis pada teknologi atau electronic government.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengambil lokasi penelitian di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Banyumas dalam hal ini terdapat empat dinas yang merupakan pilot project pelaksanaan e-Office. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini dulakukan dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif dari Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan program e-Office Banyumas telah berjalan namun belum optimal karena dari empat dinas yang menjadi pilot project Di Banyumas baru dua yang sudah melaksanakan program ini dalam sistem kerja kedinasan yakni Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banyumas sementara dua yang lain Sekretariat Daerah dan Dinas Kesehatan Banyumas belum melaksanakan program ini didalam sistem administrasi kedinasannya, hal ini dikarenakan sumber daya manusia dan sistem infrastruktur pendukung yang belum memadahi sehingga target pelaksanaan program e-Office di seluruh kantor-kantor dinas di SKPD Banyumas belum dapat terlaksana secara menyeluruh. Hal lain yang menjadi masalah dalam pengembangan sistem ini adalah kurangnya sosialisasi dan pelatihan serta pendampingan secara berkelanjutan kepada pegawai di dinas, disamping itu belum terbangunnya konektivitas baik antar dinas maupun dari pemerintah pusat kabupaten ke desa-desa juga menjadi kendala utama bagi terhambatnya program e-Office Banyumas.
The research "Analysis of Application Prospect of Electronic Office Work Unit Area In Banyumas" This study aims to analyze the prospects for the implementation of electronic program office in Banyumas, describing the system program, and identify the factors which become obstacles in the implementation of e-Office Banyumas. E-Office program is a government policy Banyumas in Information Technology as part of the government's commitment in the area of governance to realize based on technology or electronic government.
This research uses descriptive qualitative research took place in the regional work units Banyumas in this case there are four official who is a pilot project of e-Office implementation. Selection techniques dulakukan informants in this study by using purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques with interviews, documentation and observation. The analysis technique used is interactive analysis of Miles and Huberman .
The results showed that the implementation of e-Office Banyumas already running but is not optimal because of the four agencies that become a new pilot project in Banyumas two that already implement this program in a work system that the Department of Transportation official Communications and Information Technology and Regional Development Planning Board Banyumas while the other two Regional Secretariat and Department of Health Banyumas not implement this program in the system administration offical , this is because the human resources system and supporting infrastructure so that the target has not been available to the target e-office implementation of the program across regional offices in Banyumas on education can not be accomplished thoroughly. Another thing that is an issue in the development of this system is the lack of socialization and training and continuous assistance to employees in the service , in addition to not building better connectivity between offices or from the central government to the district villages are also major obstacles to hamper the e-Office Banyumas .
12957329E1A010008PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH (Know Your Customer) BERKAITAN DENGAN PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, CAB. PURWOKERTOABSTRAK
“PENERAPAN PRINSIP MENGENAL NASABAH (Know Your Customer) BERKAITAN DENGAN PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) DI PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, CAB. PURWOKERTO”.
Oleh :
Lisa Indraningsih
E1A010008

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya suatu Prinsip Mengenal Nasabah yang telah disempurnakan menjadi Prinsip Customer Due Dilligance terhadap calon nasabah khususnya nasabah Kredit Usaha Rakyat oleh lembaga perbankan sebelum mengabulkan permohonan kredit untuk memperkecil risiko terjadinya kredit macet.
Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legis positivis, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Purwokerto.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa berdasar Surat Edaran PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Nomor Surat Edaran BRI NOSE. S.08-DIR /ADK/03/2008 tentang Kredit Usaha Rakyat dan Daftar Uraian Jabatan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, telah melaksanakan Prinsip Mengenal Nasabah yang telah disempurnakan menjadi Prinsip Customer Due Dillligance yaitu :
a. Tahapan Prinsip Mengenal Nasabah Sebelum Kredit Diberikan ;
b. Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Sebagai Bentuk Pengawasan Kredit;
c. Penerapan Prinsip Mengenal Nasasah Dalam Mengatasi Kredit Macet;

Kata Kunci : Prinsip Mengenal Nasabah, Prinsip Customer Due Dilligance, Kredit Usaha Rakyat
ABSTRACT
“APPLICATION OF KNOW YOUR CUSTOMER PRINCIPLES RELATING TO CREDIT EFFORT PEOPLE (KUR) IN PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, BRANCH PURWOKERTO”.
By :
Lisa Indraningsih
E1A010008

This research background is important a Know Your Customer Principles that perfected with Due Dilligance Principles to debitur candidate especially to Credit Effort People (KUR) by banking institute before granting credit application to minimize risk the happening of credit stuck.
Approach method used in this research is approach yuridis normative method, which is approach using legal positive conception while analysis method used is normative qualitative. This research is conducted in PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Branch Purwokerto.
Based to research result known that based on handbill PT. Bank Rakyat Indonesia number BRI NOSE. S.08-DIR /ADK/03/2008 about Credit Effort People and Register Description Position PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, have applied Know Your Customer Principles that perfected with Due Dilligance Principles such as :
a. Stages Know Your Customer Principles Before Credit Granted
b. Application of Know Your Customer Principles as a Form of Credit Monitoring
c. Application of Know Your Customer Principles to Overcome a Bad Credit

Keywords : Know Your Customer Principles, Due Dilligance Principles, Credit Effort People
12967312A1G011016PERSEPSI ANGGOTA KELOMPOK TANI IKAN TERHADAP KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI
(Studi Kasus Kelompok Tani Mulyasari Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas)
Usahatani pembesaran ikan gurami merupakan salah satu kegiatan usaha budidaya ikan gurami yang banyak di pilih oleh petani dengan pertimbangan bahwa ikan ini cukup digemari masyarakat karena rasanya serta bergizi tinggi, kegiatan usaha pembesaran tidak membutuhkan waktu yang lama dalam proses kegiatanya. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu sentra ikan gurami di Indonesia, terdapat unit bisnis pembesaran ikan tepatnya di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Peranan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi terhadap produksi usahatani pembesaran ikan gurami memegang peranan penting dalam berlangsungnya kegiatan, diharapkan memberikan kontribusi yang baik terhadap pendapatan petani. Tujuan penelitian adalah menghetahui persepsi anggota kelompok tani terhadap Kredit Ketahanan Pangan dan Energi, dan mengetahui manfaat Kredit Ketahanan Pangan dan Energi terhadap pendapatan anggota kelompok tani Mulyasari di Desa Pliken. Metode pengambilan sample yang digunakan dalam penelitian adalah sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota kelompok tani Mulyasari terhadap Kredit Ketahanan Pangan dan Energi adalah positif. Penelitian juga menunjukkan peranan Kredit Ketahanan Pangan dan energi berpengaruh terhadap pendapatan anggota kelompok tani. Enlargement of carp farming is one of the carp fish farming activities that many farmers choose on the basis that this fish is quite popular with the public because it feels as well as highly nutritious , enlarged business activities do not require a long time in the process of its activities . Banyumas is a center of carp in Indonesia , there are fish rearing business unit exactly in the Village District Pliken twins Banyumas . Role of Food Security Credit and Energy against the enlargement of farm production carp plays an important role in the ongoing activities , is expected to give a good contribution to the income of farmers . The purpose of research is the perception menghetahui farmer group members towards Food Security and Energy Loans , Credit and determine the effect of the Food and Energy Security income members of farmer groups in the village Mulyasari Pliken . The method used in the study is a case study . The results showed that the perception of members of farmer groups Mulyasari on Food Security and the Energy Credit is positive . Research also shows the role of Food Security Credit and energy influence the farmers 'group members' income.
12977313A1C008078Preferensi Konsumen Supermarket Terhadap Pembelian Beras Organik di Kota BekasiSaat ini masyarakat mulai menyadari bahwa penggunaan bahan-bahan kimia terutama pestisida kimia dalam produksi pertanian (dalam hal ini beras) ternyata menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Adanya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan keamanan pangan ini maka preferensi masyarakat dalam mengkonsumsi beras mengalami pergeseran dari beras non organik ke beras organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian beras organik, mengetahui peringkat kepentingan atribut dalam pengambilan keputusan pembelian menurut konsumen, dan mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut beras organik. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis uji cochran yang dilanjutkan dengan analisis conjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian beras organik yaitu atribut harga, tekstur, kesehatan, dan ketersediaan. Peringkat kepentingan atribut dalam pengambilan keputusan pembelian beras organik yaitu kesehatan sebesar 30,399 persen; ketersediaan sebesar 26,979 persen; harga sebesar 23,362 persen; dan tekstur sebesar 19,260 persen. Preferensi konsumen dalam pembelian beras organik di Bekasi yaitu konsumen menyukai beras organik karena sangat aman dikonsumsi bagi kesehatan; ketersediaan yang selalu ada (setiap hari); harga beras yang berkisar antara Rp14.000,00-Rp37.000,00, dan tekstur nasi yang pulen.Nowadays people start to realize that the use of chemical ingredients especially pesticide in rice farming production causes the negative effect for human and society. The increasing of public awareness for safety and healthy food influences the public preference in consuming rice from non-organic into organic rice. This research is aimed at getting to know the attributes of consumer consideration in making decision to buy organic rice, the important attributes rank in the decision making, and the consumer preference on the organic rice attributes. The analysis of the data was performed by using cochran analysis and followed by conjoin analysis. The results of this research showed that the attributes considered by consumer of the organic rice were price, texture, healthy, and availability. The important attributes ranks in making decision to buy the organic rice were 30,399 percent healthy, 26,929 percent availability, 23,362 percent price, and 19,260 percent texture. The consumer preferences in buying organic rice in Bekasi are resulted as follows: save to be consume; availability (every day); price range from Rp.14.000,00-Rp37.000,00; good texture.
12987314F1A008054FENOMENA GUGAT CERAI DI PURWOKERTO
(Studi Deskriptif Tentang Kasus Gugat Cerai Istri Terhadap Suami Di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas)
Perceraian merupakan salah satu masalah yang serius bagi lembaga sosial keluarga. Pada sebagian kalangan masyarakat, perkawinan sudah tidak dianggap lagi sebagai pranata sosial yang sakral, sehingga ketika terjadi masalah, perceraian langsung menjadi pilihan utama.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab alasan-alasan yang mendasari terjadinya kasus gugat cerai istri terhadap suami yang terjadi di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utamanya adalah para perempuan/istri yang sedang dalam proses melakukan gugat cerai atau yang telah sah bercerai yang tergolong cerai gugat bukan cerai talak, serta sasaran pendukungnya adalah suami, tokoh masyarakat, pegawai PA, pegawai PN di Purwokerto.
Hasil penelitian menunjukkan motivasi dan alasan dasar para pelaku perceraian, yaitu perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, ekonomi dan tidak ada tanggung jawab dari sang suami. Implikasi dari penelitian ini adalah pertama, bagi pasangan suami istri yaitu agar perlu dibenahi lagi tentang tugas dan kewajiban masing-masing perannya agar jika terdapat masalah yang dialami bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, hal ini ditujukan untuk mengurangi angka perceraian (marital divorce) yang sekarang semakin meningkat. Kedua, bagi pemerintah khususnya lembaga keagamaan yaitu BP4 (Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan). diharapkan sebagai antisipasi sebelum kasus perceraian naik ke persidangan.
Divorce is a serious problem of family social institutions. In most societies, marriage is no longer regarded as a sacred social institutions, so that when there are problems, divorce instantly became the primary choise.
The purpose of this research is to replay the reasons that base happening divorce case at wife to husband that happen in Purwokerto City Banyumas Regency. This research use descriptive qualitative method. The main obyektive is women/wife in divorce process or that have been divorce, divorce not get a divorce, and the main support is husband, figure society, religious court official, court of firs instance official in Purwokerto.
Result of research showed motivation and base reasond of divorce, are dishonest, hardness in a household, economy and unresponbility from her husband. This implication of this research are first for merried couple need to fix each rightful and obligation again. In order, if there is a problem, it can be solved having to do with family. This matter is directed to reduce divorce member that increasing now a days. Second, for government, special religious institute exactly BP4 (Badan Penasihat Pembina dan Pelestarian Perkawinan), hoped as inspiration before divorce case go to court session.
12997315P2PA11040KAJIAN KUALITAS PERAIRAN DAN TERUMBU KARANG,SERTA PERSEPSI NELAYAN TENTANG TAMAN WISATA PERAIRAN GILI MATRA LOMBOK UTARA
Penelitian dilakukan untuk memperoleh data terkini tentang kondisi kualitas perairan; kondisi terumbu karang; persepsi nelayan; danhubunganantarakondisi kualitas perairan, kondisi terumbu karang,danpersepsi nelayan tentang TWP Gili Matra. Gambaran tersebut diharapkan dapat menambah data dan informasi sebagai dasar pengelolaan kawasan konservasi TWP Gili Matra, terutama dalam penentuan zonasi kawasan.Penelitiandilakukan pada bulan Februaridan Maret 2013 dengan purposive sampling. Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi terumbu karang adalah dengan line intercept transect(LIT). Kondisi kualitas perairan di TWP Gili Matra tergolong baik.Meskipun, beberapa lokasi memiliki parameter yang berada di luar kisaran baku mutu kualitas air laut untuk karang berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004. Parameter yang berada di luar kisaran baku mutu adalah kadarsalinitasdanjumlahsampah. Kondisi terumbu karang di TWP Gili Matra, terutama di Gili Meno tergolong baik (37,79%) dibandingkan dengan Gili Air (29,86%) dan Gili Trawangan (24,21%) berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang. Persepsi nelayan tentang TWP Gili Matra, terutama di Gili Meno tergolong baik (83%) dibandingkan dengan Gili Air (33%) dan Gili Trawangan (17%) berdasarkan wawancara dengan nelayan. Secara umum, kondisi kualitas perairan yang baik di Gili Meno cenderung mengakibatkan kondisi terumbu karangnya baik, sehingga masyarakatnya berpersepsi baik. Sebaliknya, kondisi kualitas perairan yang baik di Gili Air dan Gili Trawangan, tetapi kondisi terumbu karang di Gili Air (kasus perusakan terumbu karang) dan Gili Trawangan (kasus perusakan terumbu karang dan daerah pariwisata) kurang baik, sehingga persepsi masyarakatkurang baik.This research is carried out to find the latest data about the water quality condition; the coral reefs condition; the fishermen’s perception of Gili Matra Water Park; and the relationship among water quality condition, the coral reefs condition, and the fishermen’s perception of Gili Matra Water Park. The result is hoped to give more data and information as the basis to manage the conservation area particularly to specify the zoning district.The research conducted in February and March 2013 by purposive sampling. The coral reefs are collected by the method of line intercept transect (LIT). The result shows that the water quality in Gili Matra Water Park is classified into good category although some locations have different parameter from the standard marine quality based on the Decree of the Environment Ministry Number 51/2004. The different parameter are the salinity and amount of garbage. The coral reefs condition in GiliMatra water park, especially in Gili Meno, are considered to be in good condition (37.79%) compared to the coral condition in Gili Air (29.86%) and Gili Trawangan (24.21%) based on the Decree of the Indonesian Ministry of Environment Number 04/2001. Fishermen’s perceptionabout Gili Matra water park, especially in Gili Meno is good (83%) compare to perception in Gili Air (33%) and Gili Trawangan (17%) based on interview with fisherman’s. In general, the good quality of the water in Gili Meno tends to make the good condition of the coral reefs; and this has resulted in the public positive perception. In contrast, the water quality in Gili Air and Gili Trawangan is good, but it is not supported by the good condition of the coral reefs in Gili Air (coral reefs destruction) as well as in Gili Trawangan (a case of coral reef and tourist resort destructions); so that the public perception is less well.
13007316G1A010101PENGARUH EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU (Coffea canephora robusta) TERHADAP KADAR Low Density Lipoprotein (LDL) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) OBESITASLatar belakang : Obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti dislipidemia pro-aterogenik yang ditandai dengan peningkatan kadar LDL. Ekstrak biji kopi hijau telah diketahui memiliki efek anti-obesitas pada hewan coba model obesitas.
Tujuan : Mengetahui pengaruh ekstrak biji kopi hijau (Coffea canephora robusta) terhadap kadar LDL pada tikus obesitas yang diinduksi diit tinggi lemak.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap dengan pendekatan pre-post test with control group. Dua puluh empat ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar berumur 2 bulan dengan berat badan 100-150 gram dikelompokan menjadi 4 kelompok. Sebelum perlakuan, kelompok II, III, dan IV diinduksi obesitas dengan diit tinggi lemak sampai diperoleh berat badan >20 gram dibandingkan kelompok I. Kelompok I (kontrol negatif) mendapatkan normal fat diet + sonde aquades; kelompok II (kontrol positif) mendapatkan diit tinggi lemak + PTU 0,01% + sonde aquades; Kelompok III (ekstrak biji kopi hijau) mendapatkan diit tinggi lemak + PTU 0,01% + sonde ekstrak biji kopi hijau 400 mg/KgBB/hari; Kelompok IV (simvastatin) mendapatkan diit tinggi lemak + PTU 0,01% + sonde simvastatin 0,9 mg/KgBB/hari. Perlakuan dilakukan selama 21 hari. Sebelum dan sesudah perlakuan perlakuan dilakukan pengukuran LDL. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA, dilanjutkan uji Post Hoc dengan uji LSD.
Hasil : Hasil penelitian adalah teradapat perbedaan yang signifikan selisih kadar LDL pre-post test pada kelompok II, III, dan IV dibandingkan dengan kelompok I; dan tidak terdapat perbedaan selisih kadar LDL pre-post test yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan diit tinggi lemak. Kelompok ekstrak biji kopi hijau mengalami peningkatan kadar LDL yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol positif.
Kesimpulan : Ekstrak biji kopi hijau dosis 400 mg/KgBB/hari tidak dapat memperbaiki kadar LDL secara signifikan pada tikus obesitas.
Background : Obesity is a risk factor for degenerative diseases such as dyslipidemia pro-atherogenic which is characterized by elevated levels of LDL. Green coffee bean extract has been known to have anti-obesity effects in animal models of obesity.
Objective : The aims of this research was to study the effect of extracts of green coffee beans (Coffea canephora robusta) on LDL levels in obese rats induced high-fat diet.
Method : This was an experimental study with pre-post test with control group. Twenty four (24) male Wistar rats aged 2 months, weighing 100-150 g were allocated into 4 groups. Before treatment, group II, III, and IV was induced obesity by high-fat diet until gained weight > 20 grams compared to group I. Group I (negative control) received normal fat diet + aquadest gavage; Group II (positive control) received high-fat diet + 0.01% PTU + aquadest gavage; Group III (green coffee bean extract) received high-fat diet + 0.01% PTU + 400 mg/kgBW/day green coffee bean extract gavage; Group IV (simvastatin) received high-fat diet + 0.01% PTU + 0.9 mg/kgBW/day simvastatin gavage. The treatment is done for 21 days. LDL levels before and after treatment were measured. The data were analyzed with One Way ANOVA, followed by Post Hoc Tests with LSD tests.
Results : The study showed that there were significant differences in delta LDL levels pre-post test in group II, III, and IV compared to group I; and there no significant differences in delta LDL levels pre-post test in group which received high-fat diet. Green coffee bean extract group had increased levels of LDL lower than the positive control group.
Conclusion : Green coffee bean extract dose of 400 mg/kgBW/day can not significantly reduce LDL levels in obese rats.