Artikelilmiahs
Menampilkan 1.321-1.340 dari 48.724 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1321 | 7358 | C1A008059 | ANALISIS PRODUKSI USAHA BIBIT BUAH MANGGIS DI KABUPATEN PURWOREJO | Penelitian ini berjudul “Analisis Produksi Usaha Bibit Buah Manggis Di Kabupaten Purworejo”. Tujuan penelitian ini untuk (a) Untuk mengetahui Bagaimana pengaruh luas lahan, modal, jumlah pohon induk, tenaga kerja, dan lama usaha terhadap produksi bibit Buah Manggis di Kabupaten Purworejo. (b) Untuk mengetahui faktor manakah yang memiliki pengaruh paling besar terhadap produksi bibit Buah Manggis di Kabupaten Purworejo. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei, sedangkan metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus sehingga diperoleh 26 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan logaritma natural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Luas lahan, modal kerja, jumlah pohon induk, tenaga kerja, dan lama usaha secara bersama-sama memiliki pengaruh positif terhadap produksi bibit Buah Manggis di Kabupaten Purworejo. Secara parsial hanya variabel modal dan tenaga kerja yang terbukti memiliki pengaruh positif secara signifikan. Hal tersebut menunjukkan kedua variabel berperan penting dalam menentukan hasil produksi bibit Buah Manggis. Variabel pohon induk dan luas lahan berpengaruh positif namun tidak signifikan. Meski tidak signifikan kedua variabel tetap memiliki peran dalam produksi bibit buah sehingga perlu diperhatikan. Terakhir, lama usaha justru berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produksi bibit Buah Manggis di Kabupaten Purworejo. Implikasi dari penelitian ini adalah petani perlu meningkatkan modal dan tenaga kerja guna meningkatkan produksi karena terbukti pengaruhnya positif dan signifikan. Semenatara lama usaha relatif tidak menjadi prioritas karena tidak signifikan dan berpengaruh negatif. Modal kerja dapat dimanfaatkan untuk menyediakan bahan baku ataupun operasional dari usaha pembibitan bibit buah. Sehingga modal kerja sangat berperan dalam menentukan produksi. | The title of the research is "Analysis of Mangosteen Fruit Seed Production In Purworejo". The purpose of this study are to (a) determine the factors of land, capital, main trees, labor, and time periode of businnes that effect to seed production in Purworejo Mangosteen. (b) To determine which factors have the most influence on seed production in Purworejo Mangosteen. This type of research is survey research, while the sampling method uses a census method that obtain 26 sample respondents. The analytical method use multiple linear regression analysis with the natural logarithm transformation. The results showed that: Area of land, working capital, main trees, labor, and time periode of businnes have positive influence on seed production in Purworejo Mangosteen. Partially capital and labor variables only have significantly positive effect. It shows that the two variables play an important role in determining the outcome Mangosteen seed production. Variables main trees and land area have no significant positive effect. Although they don’t have role in the production. Finally, time periode of businnes has negative effect on seed production in Purworejo Mangosteen. The implication of this research is the farmer needs to boost capital and labor in order to increase production because it proved positive and significant influence. Relatively time periode of businnes is being a priority because it is not significant and negative effect.Capital can be used to provide the raw materials or the operation of the business of fruit seedling nursery. So that working capital plays an important role in determining the production. | |
| 1322 | 7335 | C1C009087 | ANALISIS DAMPAK PENGALIHAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPTHB) SEBAGAI PAJAK DAERAH TERHADAP PENERIMAAN DAERAH DALAM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak pengalihan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai Pajak Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah dalam Anggaran Pemerintah Daerah. Sampel penelitian ini diambil dari realisasi anggaran pemerintah daerah di Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris perbedaan antara Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Hak Guna Bangunan sebelum dan sesudah dialihkan sebagai pajak daerah, untuk mendapatkan bukti empiris pengaruh Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagai pajak daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah, Dana Bagi Hasil, dan Dana Alokasi Umum. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala seksi Penggalian dan Pengendalian dan 3 (tiga) Staf Teknis dari DPPKAD Kabupaten Cilacap yang menangani Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. | The aim of this research is to analyze the impact of redirects Duty on the Acquisition of Land and Building Rights as a Local Tax to the Local Revenue in Local Government Budget. The samples of this research are taken from the realization of local government budget in Cilacap Regency. The purpose of this research is to obtain empirical evidence the differences between the Duty on the Acquisition of Land and Building Rights before and after redirected as a local tax, to obtain empirical evidence of the effect of redirected the Duty on the Acquisition of the Land and Building Rights as a local tax towards Local Own-source Revenue, Tax Revenue Sharing Fund, and General Allocation Fund. Informants in this research are Excavation and Control Section Chief and 3 (three) Executive Staff Technical from DPPKAD of Cilacap Regency who handles of the Duty on the Acquisition of Land and Building Rights. This research uses qualitative and quantitative methods. | |
| 1323 | 7336 | A1C009073 | USAHATANI PADI DENGAN POLA KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN (Studi Kasus pada Usahatani Padidi Desa Karanglewas Kidul Kecamatan KaranglewasKabupaten Banyumas) Rice Farming with Partnership and Non-Partnership (Case Study in farming at Karanglewas Kidul Village, Karanglewas District, Banyumas Regency) | Petani padi di Desa Karanglewas Kidul sebagian besar menghadapi kendala terbatasnya modal untuk pengadaan sarana produksi, harga padi yang berfluktuasi, minimnya teknologi dan kesulitan akan akses pasar.Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di desa Karanglewas Kidul, yaitu melakukan kerjasama dengan PT Pertani (Persero) dengan pola kemitraan menjalin hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Sistem kemitraan ini diharapkan dapat memberikan peluang yang menjanjikan keuntungan dan manfaat bagi petani mitra dibanding petani non-mitra. Penelitian bertujuan untuk : mengetahui perbedaan pendapatan petani mitra dan petani nonmitra dalam usahatani padi, mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi pada usahatani padi terhadap produksi padi. Metode penelitian yang dilakukan adalah kasus. Penelitian dilaksanakan di Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Metode pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling, maka diperoleh 15 petani mitra dan 19 petani nonmitra. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, uji Z, dan analisis Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan kemitraaan memiliki peran yang penting bagi petani dalam menyediakan modal, bimbingan teknis, sarana produksi, dan pemasaran. Usahatani padi petani mitra mendapatkan keuntungan sebesar Rp10.770.526,63, sedangkan petani non mitra sebesar Rp9.534.362,74. Hasil uji Z diperoleh Z hitung sebesar 0,99, nilai ini lebih besar dari pada Z tabel -1,28 artinya pendaptan petani mitra lebih besar dari pada petani non mitra. Penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk urea, dan pola kemitraan berpengaruh terhadap produksi padi. | Rice farmers in the village of Karanglewas Kidul mostly facing the constraints of limited capital to procure the equipment of production, rice prices fluctuation, the lack of technology and the difficulty of access to the market.One solution to overcome the problems faced by farmers in the village of Karanglewas Kidul, by cooperating with the PT Pertani (Persero) with the partnership reciprocal relationship of mutual benefit.This partnership is expected to provide promising opportunities and benefits for farmers partners than their non-partners.The study aimed to: determine the difference income of farmer partners and non-partners farmers in rice farming, knowing the effect of the use of production factors in rice production to rice production. The research methodology is case.The experiment was conducted in the village of Karanglewas Kidul, District Karanglewas, Banyumas.The sampling method using simple random sampling, then gained 15 farmers and 19 farmer non-partners farmers.Data were analyzed using descriptive analysis, analysis of costs and revenues, Z test, and analysis of Cobb-Douglas. The analysis showed that partnerships have an important role for farmers in providing capital, technical assistance, production facilities, and marketing.Peasant rice farming partners benefit of Rp10.770.526,63, while non-partner farmers for Rp9.534.362,74. Z test results obtained Z count of 0,99, this value is greater than the Z table -1,28 meaning in income of farmer partners is greater than the non-partners. The use of factors of production land, fertilizer urea, and a partnership affect rice production. | |
| 1324 | 7337 | A1C009011 | PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA PEMBESARAN IKAN GURAMI DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Kembaran merupakan salah satu daerah sentra budidaya ikan gurami yang potensial karena kondisinya cocok sebagai tempat tumbuh gurami yang baik. Kegiatan pemeliharaan yang baik dan harga jual gurami akan mempengaruhi penerimaan petani gurami. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besarnya biaya, pendapatan dan kelayakan usaha pembesaran gurami, mengetahui prospek pengembangan gurami apabila terjadi perubahan yang mempengaruhi penerimaan petani. Sasaran penelitian ini adalah petani pembesaran gurami di Desa Pliken, Desa Karangtengah dan Desa Keramat. Responden yang diambil sebanyak 40 orang dengan metode Proporsional Stratified Random Sampling. Data yang diambil adalah data biaya, produksi dan pendapatan petani mulai tahun 2008 sampai tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada tiga tahap dalam pembesaran gurami dengan luas rata-rata 1500 m2. Biaya rata-rata yang dikeluarkan sebesar Rp. 41.254.646,96, Rp.65.712.029,16 dan Rp. 39.822.338,72 dan memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp. 29.843.415,62, Rp. 35.555.670,84 dan Rp. 28.141.750,17. Nilai R/C Ratio, Payback Period dan Break Event Point (BEPunit dan BEPrupiah) ketiga tahap berturut-turut adalah Tahap I menghasilkan R/C ratio rata-rata sebesar 1,80, PP selama 1,34 tahun, BEP 6686 ekor dan Rp. 10.353.853,94; Tahap II menghasilkan R/C ratio sebesar 1,54, PP selama 1,31 tahun, BEP 618,39 kg dan Rp.13.332.866,48; serta Tahap III menghasilkan R/C Rasio sebesar 1,73, PP selama 1,16 tahun, BEP 334,63 kg dan Rp. 9.448.844,50. Usaha pembesaran gurami berdasarkan analisis sensitivitas layak untuk diteruskan dan memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan pada ketiga tahap. Tahap I sensitif apabila terjadi kematian 30 dan 40 persen, dan penurunan harga jual 30 persen. Tahap II sensitif terhadap kematian 40 persen. Apabila terjadi kematian, penurunan harga jual dan kenaikan biaya pakan secara bersama sebesar 20 persen, hanya tahap III yang masih menghasilkan R/C ratio di atas satu. Tahap III merupakan tahap pembesaran yang paling menguntungkan. | Kembaran district is one of the potential areas to cultivate the carp because the condition suitable as a good place for carp to grow. Good cultivation activities and the selling price of carp will affect on the acceptance of carp farmers. Natural conditions make the farmers should be smart to predict the selling price, it will affect on the carp farmers. The aim of the study are to quantify the cost, revenue and business feasibility of carp cultivation, to know carp cultivation prospects when the alteration happened that affect the acceptance of farmers. The object of the study is the carp cultivation farmers in the Pliken, Karangtengah and Kramat Village. The number of Respondents are 40 people with Proportional stratified random sampling method.The captured data were about the production costs and the acceptance of farmers since 2008 until 2012. The results showed that there are three stages in the carp cultivation with an average area of 1500 m2. The average of production cost were Rp.41,254,646.96, Rp.65.712.029, 16 and Rp.39,822,338.72 and earned an average income were Rp.29,843,415.62, Rp.35,555,670.84 and Rp.28,141,750.17. Value R/C Ratio, Payback Period and Break Even Point (BEPunits and BEPrp ) the third consecutive stage is Phase I resulted in the R / C ratio average of 1.80, PP 1.34 for years, BEP 6686 heads and Rp.10,353,853.94; Phase II resulted in the R / C ratio of 1.54, PP 1.31 for years, BEP 618.39kg and Rp.13.332.866,48, and Phase III produces the R / C ratio of 1,73, PP for 1.16 years, BEP 334.63 kg and Rp.9,448,844.50. Carp cultivation based on sensitivity analysis deserves to be forwarded and has good prospects for development in the three stage. Phase I is sensitive in the event of the death of 30 and 40 percent, and 30 percent reduction in the selling price. Phase II is sensitive to the death of 40 percent. In the event of death, decline in selling prices and rising feed costs were shared by 20 percent, only phase III which still produce R / C ratio above one. Phase III is the most profitable stage of cultivation. | |
| 1325 | 7339 | A1L008162 | Pengaruh Aplikasi Budidaya Terhadap Karakter Fisiologi dan Hasil Lima Varietas Kedelai | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh aplikasi budidaya terhadap karakter fisiologi dan hasil lima varietas kedelai, 2) mengetahui varietas kedelai yang berdaya hasil tinggi dari kelima varietas kedelai yang dibudidayakan, 3) mengetahui interaksi antara aplikasi budidaya dengan lima varietas kedelai yang digunakan. Penelitian merupakan percobaan lapangan yang dilaksanakan di lahan sawah Desa Kalisari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas, mulai Agustus sampai Desember 2012. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi budidaya yang terdiri dari budidaya anorganik (A) dan organik (O). Faktor kedua adalah varietas kedelai yang meliputi varietas Grobogan (V1), Mitani (V2), Mutiara (V3), Rajabasa (V4) dan Slamet (V5). Hasil penelitian menunjukkan: 1) Aplikasi budidaya anorganik lebih baik dibandingkan budidaya organik pada variabel laju pertumbuhan tanaman dan indeks panen, 2) Varietas kedelai yang berdaya hasil tinggi dari kelima varietas yang dicobakan adalah varietas Rajabasa dan Slamet pada variabel fisiologi dan hasil, 3) Aplikasi budidaya organik dengan penggunaan varietas Rajabasa dan Slamet dapat dikembangkan sebagai pengganti budidaya anorganik menurut variabel bobot biji per petak dan indeks panen. | The research aims : 1) to know the effect of farming application on physiological characters of five soybeans varieties , 2) to know the soybeans varieties for high produce from five soybeans varieties farmed, 3) to know interaction between farming applications with five varieties of soybeans in used. The research was field experiments in wetland Kalisari village Cilongok Banyumas district, from August to December 2012. The experimental design used was a randomized complete block design (RCBD) factorial with three replications. The first factor is the farming applications consisting of inorganic (A) and organic (O) farming. The second factor is the soybean varieties include varieties Grobogan (V1), Mitani (V2), Mutiara (V3), Rajabasa (V4) and Slamet (V5). The results showed: 1) Application of inorganic farming is better than organic farming on a variable crop growth rate and harvest index, 2) Soybean varieties for high yield of five varieties tested are varieties Rajabasa and Slamet on the physiology and yield variables, 3) Application of organic farming with the use of varieties Slamet and Rajabasa can be developed as a substitute for inorganic farming base on variable grain weight per plot and harvest index. | |
| 1326 | 7359 | A1L009193 | Pengaruh Konsentrasi Urin Kambing dan Dosis Pupuk Kandang Kambing terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada | Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui konsentrasi urin kambing yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada (2) mengetahui dosis pupuk kandang kambing yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman selada (3) mengetahui kombinasi terbaik antara dosis pupuk kandang dan konsentrasi urin kambing yang optimal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse di Desa Banjarsari Wetan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan, mulai Juni 2013 sampai dengan Agustus 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas 16 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu: (i) urin kambing dengan konsentrasi 0, 5, 10, 15 cc/l dan (ii) pupuk kandang kambing dengan dosis 0, 5, 10, 15 t/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot basah tanaman (g), bobot basah akar (g), bobot basah tajuk (g), bobot kering tanaman (g), bobot kering akar (g), bobot kering tajuk (g), volume akar (ml), dan luas daun (cm2). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan uji DMRT taraf kesalahan 5%, dan analisis regresi guna memperoleh dosis optimal kedua perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan dosis optimum pupuk kandang kambing adalah sebesar 8,41 t/ha dengan hasil tanaman 2,05 t/ha. Pemberian urin kambing tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel. Interaksi antara urin kambing dan pupuk kandang kambing tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. | The purpose of this study was to: (1) determine the optimal concentration of goat urine on growth and yield in lettuce (2) determine the dose optimum goat manure on growth and yield in lettuce and, (3) determine the best combination between the dose of manure and urine concentrations goats on growth and yield of lettuce plants. Research was conducted 3 months, from June 2013 to August 2013 in the screenhouse in Banjarsari Wetan Village, Sub District of Sumbang, District of Banyumas. The experimental design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with factorial consisting of 16 treatment combination with 3 replicates. Treatment were consisted of two factors: (i) goat urine concentrations 0, 5, 10, 15 cc/l, and (ii) goat manure with doses of 0, 5, 10, 15 tons / ha . The variables measured were plant height (cm), number of leaves (leaf), plant fresh weight (g), root fresh weight (g), the weight of wet canopy (g), plant dry weight (g), root dry weight (g), canopy dry weight (g), root volume (ml), and leaf area (cm2). The data were analyzed using the F test, if there were significantly different then tested by DMRT at 5 % error level, and followed by regression analysis to obtain the optimal dose of treatment. The result showed that the optimum dose of goat manure was at 8.41 t/ha, which was yielded 2.05 t/ha. The goat urine was not affected to all variables. The interaction between goat and goat urine was not affected to all observation variables. | |
| 1327 | 7340 | C1C007049 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PEMERIKSA INSPEKTORAT MELALUI INDEPENDENSI DAN KOMITMEN ORGANISASI (Studi pada Inspektorat Kabupaten Tegal, Brebes dan Kota Tegal) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada pemeriksa internal Inspektorat pada Kabupaten Tegal, Brebes dan Kota Tegal. Penelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Pemeriksa Internal Inspektorat Kabupaten Tegal, Brebes dan Kota Tegal melalui Independensi dan Komitmen Organisasi (study pada Inspektorat Kabupaten Tegal, Brebes dan Kota Tegal)” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh pemahaman good governance terhadap kinerja, baik secara langsung maupun secara tidak langsung yang dimediasi oleh independensi dan juga untuk mengetahui signifikansi gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap kinerja secara parsial secara langsung maupun tidak langsung melalui komitmen organisasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pemeriksa internal inspektorat yang melakukan fungsi pengawasan secara langsung di Inspektorat daerah Kabupaten Tegal,Brebes dan Kota Tegal dengan ukuran sampel 52 responden dari seluruh kantor Inspektorat pada daerah masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data menunjukkan bahwa (1) secara parsial pemahaman good governance, gaya kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja, (2) pemahaman good governance mempengaruhi kinerja secara signifikan melalui independensi (3) gaya kepemimpinan dan budaya organisasi masing-masing secara tidak langsung tidak berpengaruh terhadap kinerja melalui komitmen organisasi. | This study is a survey of research on Inspektorat internal auditor in Tegal and Brebes Regency and City of Tegal. The study is titled “Factors that Influence Inspektorat Internal Auditor’s Performance through Independence and Organizational Commitment (study on Inspektorat of Tegal and Brebes Regency and City of Tegal).” The purpose of this study is to determine the significance of good governance understanding’s direct influence on job performance of Inspektorat Internal Auditors and indirect influence of it trough independence as mediator. This also to partially determine the significance of direct influnece of leadership style and organizational culture on job performance and also to determine the indirect influence of them on job performance via organizational commitmen as mediator. The population in this research were all of those Inspektorat internal auditor who doing direct auditing activity, with 52 respendent as sample whose all of them are Inspektorat’s internal auditor from each region. The result from the data analysist indicated that (1) good governance understanding, leadership style, and organizational culture partially have significance direct influence on job performance (2) good governance understanding also has significance indirect influence on job performance via indepence as mediator (3) while leadership style and organizational culture partially have no indirect influence on job performance via organizational commitment as mediator. | |
| 1328 | 7341 | E1A010109 | Pemberhentian Antarwaktu (Recall) Anggota DPR dan DPRD dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia (Analisis Recall dalam Perspektif Demokrasi) | Lembaga perwakilan rakyat dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia dikenal dengan sebutan Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR. Model pertanggungjawaban anggota DPR dapat dilakukan dengan uji publik melalui pemilihan umum selama lima tahun sekali, akan tetapi dalam masa jabatannya anggota DPR dapat diberhentikan dengan mekanisme pemberhentian antarwaktu atau yang dikenal dengan istilah recall. Mekanisme recall dalam pengaturannya dapat dilakukan melalui pintu partai politik dan Badan Kehormatan DPR. Hak recall partai politik sangat besar, subjektif, tidak terukur dan cenderung disalahgunakan dari tujuan ideal pelembagaannya. Mekanisme recall melibatkan pimpinan DPR dan Presiden, hal ini sering diperdebatkan berkenaan kedudukan pimpinan DPR dan Presiden dalam hal kewenangannya dalam mekanisme recall. Dasar hukum recall merupakan keputusan Presiden (Keppres), dan diterjemahkan sebagai Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) yang konsekuensi logisnya dapat diugat kepada Peradilan Tata Usaha Negara (Peratun), namun belum terjadi keseragaman pendapat dalam hal ini khususnya para hakim. Dinamisasi Putusan Mahkamah Konstitusi mengubah sistem pemilu menjadi sistem proporsional dengan penerapan suara terbanyak, dan diterjemahkan sebagai penguatan kedaulatan rakyat, maka kedudukan rakyat pun harus di tingkatkan dalam mekanisme recall. Lembaga perwakilan rakyat dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia tidak hanya ada di pusat, akan tetapi di daerah yaitu yang disebut Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD. Lembaga recall juga diterapkan dalam lembaga ini sebagai metode pertanggungjawaban. Hakikatnya lembaga recall yang diterapkan dalam DPRD secara substansial adalah sama, akan tetapi para pihak yang terlibat dalam mekanisme recall disesuaikan dengan tingkat pemerintahannya, misalnya untuk DPRD provinsi melibatkan gubernur, pimpinan DPRD provinsi dan menteri dalam negeri, sedangkan untuk DPRD kabupaten/kota melibatkan bupati/walikota, pimpinan DPRD kabupaten/kota dan gubernur. Analisis terhadap recall sangat penting sebagai wujud tinjauan ulang bagi kesempurnaan lembaga recall di masa yang akan datang sebagaimana hakikat dan prinsip-prinsip demokrasi yang berdasarkan atas hukum. | Legislative council in Indonesian constitutional system known as the House of Representatives or DPR. The Model of House members’ responsibility are able to be done by public test through conducted a general election for five years, but the House member is able to be dismissed by inter termination time, is known as recall. The mechanism of recall can be done through the political parties and the House Ethics Council. Political parties have very large right of recall, subjective, immeasurable and likely to be abused than ideal goal of the institution. The mechanism of recall involves the leader of House and the President, it is often debated regarding the position of the House leader and the President in the authority in the mechanism of recall. The basic law for the recall is the decision of the President (Presidential Decree), and translated as the Administrative Decisions (KTUN), the logical consequence of it which can be challenged to the Administrative Court (Peratun), but the judges had not had same opinion in this regard. The dynamicization of Constitutional Court Decision change the electoral system into a proportional system by implementing of majority vote, and interpreted as strengthening the sovereignty of the people, then the position of any of the people should be improved in the recall mechanism. Legislative council in the constitutional system of the Republic of Indonesia not only in the center, but it is existed in every region that is called the House of Region Representative or DPRD. Recall institution also applied in this institution as a method of responsibility. Essentially recall institution applied in this institution has same substantive, but the parties involved in the recall mechanism agreed with the level of government, for example, the house of provincial representative involve governors, the leader of house and the provincial interior minister, while the regency/city involving regents/mayor, the leader of house regency/city and governor. Analysis of the recall is very important as a review for the perfection of recall institution in the future as the nature and democratic principles based on the laws. | |
| 1329 | 7342 | A1L008169 | Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Mikoriza Dan Pengurangan Dosis Anjuran Pupuk Urea, Sp-36 Dan Kcl Terhadap Jumlah Air Yang Digunakan Dan Titik Layu Permanen, Beberapa Sifat Fisik Tanahultisol Serta Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) | Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran mempunyai prospek pemasaran yang cerah. Pengembangan tomat di Indonesia terkendala oleh banyaknya lahan subur yang beralih fungsi menjadi lahannon-pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati mikoriza dan pengurangan dosis anjuran pupuk Urea, SP-36, dan KCl terhadap kebutuhan air, titik layu permanen, beberapa sifat fisik tanah ultisol yaitu kadar air batas cair (BC), kadar air batas berubah warna (BBW), berat jenis isi (BJI), berat jenis partikel (BJP), porositas, dan persediaan air maksimum (PAM) serta hasil tanaman tomat. Percobaan dilakukan di screenhouse dengan menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor pertama yang dicoba yaitu variasi genus mikoriza yang terdiri dari Glomus sp. (M1), Gigaspora sp. (M2), dan campuran Glomus sp dan Gigaspora sp. (M3). Faktor kedua adalah pengurangan dosis anjuran pupuk N, P, dan K yang terdiri tiga taraf yaitu pegurangan sebesar 0% dari dosis anjuran (P0), pengurangan 25% dari dosis anjuran (P1), dan pengurangan 50% dari dosis anjuran (P2). Perlakuan dirancang dalam bentuk faktorial lengkap sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan, dan masing-masing diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati mikorizadan pengurangan dosis anjuran pupuk Urea, SP-36, dan KCl memberikan hasil yang tidak brbeda pada kadar air titik layu permanen. Tetapi berpengaruh pada variabel kebutuhan air, BJI, BJP, Porositas, BC, BBW, PAM, dan produksi tanaman tomat. | The tomato fruit as one vegetable commodities has bright marketing prospects. In the development of communities hampered by Indonesia tomato abundance of fertile ground the switch functions into land non-farming. The purpose of this study was to examine the effect of mycorrhizal biofertilizer addition and the reduction of recommended dose in Urea, SP-36, and KCl fertilizer to the water demand and permanent wilting point, some of physical soil properties namely the liquid limi (BC)t, boundary change color(BBW), bulky density(BJI), paticle density (BJP), porosity, and maximum water supply (PAM) and crop yields of tomato. The experiments conducted in the screenhouse by using randomized block design (RBD). The first factor are attempted that variation of mycorrhiza genus consisting of Glomus sp. (M1), Gigaspora sp. (M2), and a mixture of Glomus and Gigaspora sp sp. (M3). The second factor are the reduction of recommended dose of fertilizer N, P, and K which comprises three levels that are 0% reduction of the recommended doses (P0), 25% reduction of recommended doses (P1), and a reduction of 50% of the recommended doses (P2). The treatment is designed in the form of a full factorial with nine treatment combinations and each repeated three times to obtain 27 experimental unit. The result shows that application of affording biological mycorrhizafertilizer and reducing recommendeddose of urea fertilizer, SP-36 and KCl give the similar result have no difference toward the water amount of permanent wilting point . But have influenceon variable water need, BJI, BJP, Porositas, BC, BBW, PAM, andtomato crop production. | |
| 1330 | 7360 | H1H009004 | PERTUMBUHAN DAN FAKTOR KONDISI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL DAN Azolla microphylla DENGAN JUMLAH BERBEDA | Penelitian berjudul “Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Nila Merah (Oreochromis sp.) yang Diberi Pakan Komersial dan Azolla microphylla dengan Jumlah Berbeda”. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan faktor kondisi ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang diberi perlakuan pakan komersial 100% (A), pakan komersial 75% Azolla microphylla 25% (B) dan pakan komersial 50% Azolla microphylla 50% (C). Penelitian ini dilaksanakan pada Mei sampai dengan Agustus 2013, di Desa Banjarsari Kulon, Sumbang, Purwokerto. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 6 kali ulangan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa ikan nila merah yang diberi perlakuan A, B dan C masing-masing memiliki rata-rata pertumbuhan harian sebesar 0,31 g/hari. 0,34 g/hari dan 0,36 g/hari dengan hasil Analisa Keragaman Anova menunjukkan F hitung (0,78) < F tabel 5% (3,68), rata-rata pertumbuhan mutlak sebesar 17,21 g, 19,09 g dan 19,84 g dengan hasil Analisa Keragaman Anova menunjukkan F hitung (0,78) < F tabel 5% (3,68), rata-rata faktor kondisi sebesar 1,50, 1,46 dan 1,45 termasuk golongan ikan yang bentuk badannya pipih (kurus) dan pertumbuhannya allometric. Kualitas air tiap perlakuan menunjukkan kisaran suhu air 24-30°C, pH air 6-8 dan oksigen terlarut 4-16,4 mg/L. Kata kunci: Azolla, Nila, Pertumbuhan, Faktor Kondisi. | The study titled "Growth and Condition Factor Red Tilapia (Oreochromis sp.) were Given Commercial Feed and Azolla microphylla with Different Number". This study was conducted to determine the growth and condition factor of the red tilapia (Oreochromis sp.) treated with commercial feed 100% (A), 75% commercial feed Azolla microphylla 25% (B) and 50% commercial feed Azolla microphylla 50% (C). This study was conducted in May to August 2013, in the village of Banjarsari Kulon, Sumbang, Purwokerto. An experimental method applied completely randomized design (CRD) to test 3 treatments in sixtuplicates and ANOVA. The results showed that red tilapia treated with A, B and C each had an average daily growth of 0,31 g/day, 0,34 g/day and 0,36 g/day (Fcount 0.78 < F table 5% 3,68). Absolute growth rate averaged 17.21 g, 19.09 g and 19.84 g (Fcount 0.78 < F table 5% 3.68). Condition factors averaged 1.41, 1.46 and 1.46 indicating flattened body shape (thin), and allometric growth. The water quality of each treatment ranged 24-30°C for water temperature, 6-8 water pH and 4-16.4 mg/L dissolved oxygen. Keywords: Azolla, Tilapia, growth, condition factor. | |
| 1331 | 7346 | G1D009054 | HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK SEHARI-HARI DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI KELOMPOK POSYANDU LANSIA HARAPAN II KELURAHAN PABUWARAN | HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK SEHARI-HARI DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI KELOMPOK POSYANDU LANSIA HARAPAN II KELURAHAN PABUWARAN Didi Irawan1 Rahmi Setiyani2 Fajar Tri Asih3 ABSTRAK Latar Belakang : Dengan bertambahnya usia, masalah tidur sering dialami lansia. Lansia dianjurkan mempertahankan olah raga dan aktivitas fisik untuk mempertahankan kesehatannya. Keletihan yang terjadi setelah melakukan aktivitas akan menimbulkan seseorang cepat tertidur. Namun yang sering terjadi individu yang beranjak lanjut usia menjadi kurang aktif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik sehari-hari dengan kualitas tidur lansia di kelompok Posyandu Lansia Harapan II Kelurahan Pabuwaran. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel adalah lansia di kelompok Posyandu Lansia Harapan II Kelurahan Pabuwaran sebanyak 98 orang. Aktivitas fisik dinilai menggunakan kuesioner 24 jam recall aktivitas fisik. Semakin tinggi skor berarti semakin berat aktivitas fisiknya. Sementara itu kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI yang telah dimodifikasi. Semakin tinggi skor berarti semakin buruk kualitas tidurnya. Hasil : Responden pada penelitian ini rata-rata berumur 64.41 tahun, berjenis kelamin perempuan (57.1%), tidak bekerja (84.7%), aktivitas fisik rata-rata 1.62, dan skor PSQI 8.78. Hasil uji statistik Pearson Product Moment menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara skor aktivitas fisik dan skor PSQI (r=0.659, p=0.000). Hasil analisis Anova menunjukkan perbedaan skor PSQI yang signifikan antara kelompok lansia yang memiliki tingkat aktivitas sangat ringan, ringan, sedang, dan berat (p=0.000). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara aktivitas fisik sehari-hari dengan kualitas tidur lansia. Semakin berat aktivitas lansia maka semakin buruk kualitas tidurnya. Kata Kunci : Lansia, Kualitas Tidur, Aktivitas fisik. | CORRELATION BETWEEN DAILY PHYSICAL ACTIVITY AND SLEEP QUALITY AMONG ELDERLY IN HARAPAN II ELDERLY HEALTH CENTER GROUP, PABUWARAN Didi Irawan1 Rahmi Setiyani2 Fajar Tri Asih3 ABSTRACT 1Students School of Nursing Unsoed 2Lecturer School of Nursing Program Unsoed 3Committee Chief of Nurse Community Health Department of Banyumas Regency Background: Sleep problems are commonly experienced by the elderly as they age. Seniors are encouraged to do some sports and engage in physical activities to maintain their health. Physical activities will help individual sleep better. However, individuals become less active as they age. Objective: This research aims to examine the correlation between daily physical activity and sleep quality among elderly in Harapan II Elderly Health Center group, Pabuwaran Village. Methods: This is a descriptive analytics study with cross-sectional design. Ninety eight elderly in Harapan II Elderly Health Center group were selected to be participant. Physical activity was measured using 24-hour recall questionnaire. A higher score means higher level of physical activity level. Quality of sleep was measured using a modified PSQI questionnaire. A higher score means worse quality of sleep. Results : The mean age of respondents was 64.41 years old, the number of female respondent was slightly higher than male respondent (57.1%), and most of them were unemployed (84.7%). The average score of physical activity and PSQI of the respondents were 1.62, and 8.78 respectively. Analysis using Pearson Product Moment showed a significant positive relationship between physical activity score and PSQI score (r = 0.659, p = 0.000). Furthermore, the Anova demonstrated a significant differences in PSQI scores among four groups of elderly with different level of activities (p = 0.000). Conclusion: There is a correlation between daily physical activity and sleep quality of elderly. Higher intensity of physical activity correlates to poorer quality of sleep among elderly. Keywords: Elderly, Sleep Quality, Physical Activity. | |
| 1332 | 7347 | F1A009061 | Peran Pengasuhan Orang Tua terhadap Anak dalam Keluarga Nelayan Desa Tegalkamuyan Cilacap | Penelitian ini berjudul “Peran Pengasuhan Orang Tua Terhadap Anak Dalam Keluarga Nelayan Desa Tegalkamulyan Cilacap”. Peran Pengasuhan Orang Tua terhadap Anak dalam Keluarga Nelayan merupakan suatu bentuk pola pengasuhan terhadap anak di dalam rumah dalam usahanya untuk membentuk kepribadian anak. Hal ini merupakan sesuatu yang penting dan layak untuk diperhatikan secara seksama bagi orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak di rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) Untuk mengetahui peran pengasuhan orang tua terhadap anak dalam keluarga nelayan (2) Menganalisis dampak dari aktivitas orang tua keluarga nelayan terkait dengan peran pengasuhan terhadap anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan adalah teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), observasi (Observer As Participant) dan dokumentasi. Sasaran utama adalah ayah (nelayan kecil, juragan kecil), ibu (pedagang/penjual/ibu rumah tangga), dan anak serta sasaran pendukungnya adalah kerabat/saudara dan tetangga. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Tegalkamulyan Kecamatan Cilacap Selatan, Cilacap. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dan validitas data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran Pengasuhan Orang Tua terhadap Anak dalam Keluarga Nelayan di Desa Tegalkamulyan Cilacap, memberikan dampak yang cukup signifikan bagi anak. Orang tua dalam memberikan pengasuhan terhadap anak lebih cenderung memaksimalkan kedisplinan daripada kebebasan anak, sehingga antara kedisplinan dan kebebasan anak tidak seimbang. Dalam frekuensi dan waktu yang diluangkan orang tua terhadap anak ketika berada di rumah, bapak meluangkan waktu antara 2-4, setiap hari Sabtu dan Minggu, sedangkan ibu meluangkan waktu antara 4-6 jam dalam satu hari dari hari Senin-Minggu. Adanya waktu yang dihabiskan orang tua terkait dengan aktivitas di luar rumah dan sikap orang tua cenderung otoriter dan penelantaran. Membuat proses pengasuhan orang tua terhadap anak di dalam rumah tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Implikasinya bahwa Peran Pengasuhan Orang Tua terhadap Anak adalah sesuatu hal yang penting dalam tahap tumbuh kembang anak, dan juga dalam rangka pembentukan kepribadian anak. Sebaiknya orang tua lebih memperhatikan hubungan antara kedisplinan dan kebebasan anak. Jangan terlalu mengekang anak dengan segala aturan yang ada di dalam rumah, lebih baik orang tua bersikap sebagai teman bicara sang anak daripada memberikan hukuman atau memarahi anak ketika anak melakukan kesalahan, serta kurangilah aktivitas di luar rumah dan perbanyak waktu berkumpul bersama dengan keluarga di rumah. | The title of this research is “The Role of Taking Care of Parent to the Child in The Fisherman Family in the Village of Tegalkamulyan Cilacap.” The role of taking care of parent to the child in the fisherman family is a form of the pattern of taking care to the child at home in the efforts to form the child personality. This is a important things and appropriate to be concerned intentionally for parent in educating and taking care of child at home. The purpose of this research is to: (1) To find out the role of taking care of the parent too the child in fisherman family (2) to Analyze the impact of the parent activity to the fisherman family relates to the role of taking care to the child. The research uses the method of descriptive qualitative research by using technique of informant determinant it is the technique of purposive sampling and technique of data collecting by using the indepth interview, observer as participant and documentation. Main target is the father (small fisherman, small entrepreneur), mother (merchant/seller/household mother), and child, and the its support target is the relative/family and neighbor. The location of research is conducted at Village of Tegalmulyan in the Sub district of Cilacap Selatan, Cilacap. Method of data analysis uses the interactive analysis and data validity uses the triangulation technique. The result of this research shows that the Role of the Taking Care of Parent to the Child in the Fisherman Family in the Village of Tegalmulyan, Cilacap gives the enough significant effect to the child. The parent in giving the taking care to the child is more tend to maximize the discipline than child freedom, so between the discipline and child freedom is not balance. In the frequency and time that have been spent by parent for their child when at home, father gives his time between 2-4 hours in every Saturday and Monday and the mother has spent her time between 4-6 hours in one day from Monday to Sunday. The time that has been spent by parent relates to the activities in the out side of home and the attitude of parent tends to authoritarian and ignorance. It makes the process of taking care of parent to the child at home can not work appropriately. Its implication that the role of Taking Care of Parent to the Child it is the important things in the stage of child development growth, and also in order to establish the child personality. It would be better for parent to be more concern to the relationship between the discipline and child freedom. Do not too confine the child with all regulations at home, it would be better for parent to act as friend in chatting with child than giving the punishment or reprimand the child while the child make any mistakes, and reduce the activity in the outside of home and use more time to be together with the family at home. Keywords: Role of Taking Care of parent to the Child, Fisherman Family, the impact of pa rent activity to the Child | |
| 1333 | 7175 | H1E009002 | INTERPRETASI DATA ANOMALI MEDAN MAGNET TOTAL UNTUK MENGESTIMASI POTENSI SUMBER DAYA MINERAL EMAS DI DESA PANINGKABAN KECAMATAN GUMELAR KABUPATEN BANYUMAS | Mineral emas terbentuk akibat naiknya larutan hidrotermal melalui sesar atau patahan dan menyebabkan proses ubahan mineral (alterasi) serta pengendapan mineral bijih sulfida (mineralisasi) dalam bentuk urat (vein) pada batuan samping sedimen (sediment hosted). Telah dilakukan penelitian menggunakan survei magnetik di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi mineral emas berdasarkan sebaran nilai anomali medan magnet total di permukaan dan melakukan pemodelan struktur geologi bawah permukaan yang berhubungan dengan proses alterasi dan mineralisasi. Pengambilan data dilakukan menggunakan Proton Precession Magnetometers (PPM). Data yang diperoleh berupa medan magnet total dilakukan koreksi data untuk menghasilkan anomali medan magnet total di topografi. Anomali medan magnet total di topografi selanjutnya dilakukan reduksi data untuk menghasilkan anomali regional dan anomali lokal. Data anomali lokal dilakukan proses Second Vertical Derivative untuk melokalisir posisi dipole magnetik sebagai sumber anomali bawah permukaan yang sebenarnya. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan menganalisis kontur anomali lokal. Sedangkan interpretasi kuantitatif dilakukan pemodelan 2½ D menggunakan perangkat lunak Mag2DC for Windows dengan suseptibilitas batuan lingkungan daerah penelitian merupakan perselingan batupasir dan batulempung 0,00154 cgs units didapatkan tiga sayatan model bawah permukaan. Hasil pemodelan sayatan AB dan CD di interpretasi adanya intrusi batuan beku andesit tekstur porfiritik dengan suseptibilitas 0,016 cgs units. Sayatan AB di bagian utara posisi geografis 108°59ʹ45,6ʹʹBT dan 7°24ʹ58,8ʹʹLS dengan kedalaman 36 meter dan di bagian selatan posisi geografis 108°59ʹ46,4ʹʹBT dan 7°25ʹ3,2ʹʹLS dengan kedalaman 113 meter. Sayatan CD di bagian barat posisi geografis 108°59ʹ45,6ʹʹBT dan 7°24ʹ58,8ʹʹLS berada pada kedalaman 113 meter dan di bagian timur posisi geografis 108°59ʹ58,9ʹʹBT dan 7°24ʹ58,7ʹʹLS berada pada kedalaman 107 meter, sedangkan sayatan EF di interpretasikan tidak ada intrusi batuan beku. | Gold minerals formed by hydrothermal solutions rising through fault or fracture and cause the alteration minerals alteration as well as the deposition of sulphide ore minerals mineralization in the form of veins in addition to sedimentary rocks sediment hosted. Have conducted studies using magnetic surveys in Paningkaban Village, District Gumelar, Banyumas. This study aims to estimate the mineral potential based on the distribution of gold values in the total magnetic field anomalies and surface modeling subsurface geological structures associated with alteration and mineralization processes. Data were collected using a Proton Precession Magnetometers (PPM). Data obtained in the form of the total magnetic field correction data to produce a total magnetic field anomalies in the topography. Total magnetic field anomalies in the topographic data reduction is then performed to produce anomalous regional and local anomalies. Local anomaly data do Second Vertical Derivative process to localize the position of the magnetic dipole as a source of actual subsurface anomalies. Qualitative interpretation is done by analyzing the contours of local anomalies. While the quantitative interpretation of the 2½ D modeling using Mag2DC software for Windows with susceptibility rock environment is a research area of sandstone and mudstone 0.00154 cgs units earned three incisions subsurface models. The results of modeling the incision AB and CD in the interpretation of the presence of igneous intrusions of porphyritic andesite texture with susceptibility 0.016 cgs units. AB incision in the northern part of the geographic position of 108°59ʹ45.6ʹʹE and 7°24ʹ58.8ʹʹLS with a depth of 36 meters and in the southern part of the geographical position of 108°59ʹ46.4ʹʹE and 7°25ʹ3.2ʹʹLS with a depth of 113 meters. CD incision in the western part of the geographical position of 108°59ʹ45.6ʹʹE and 7°24ʹ58.8ʹʹLS is at a depth of 113 meters and in the eastern part of the geographical position of 108°59ʹ58.9ʹʹE and 7°24ʹ58.7ʹʹLS is at a depth of 107 meters, while the EF incision in interpret no igneous intrusions. | |
| 1334 | 7361 | E1A009199 | Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Menjatuhkan Putusan Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas. (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 665/Pid.B/2012/PN.JKT.PST). | Kecelakaan lalu lintas tidak terjadi karena kebetulan, melainkan ada sebabnya. Oleh karena itu ada sebabnya yang harus di analisis dan ditemukan, sebagai dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan dalam suatu perkara kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan adanya korban yang cedera ataupun tidak, kesakitan bahkan kematian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan dapat menambah wacana ilmu hukum pidana, dengan menggunakan pendekatan yuridis normative, dan memilih lokasi penelitian di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan hanya menggunakan data sekunder yaitu bahan-bahan hukum yang memberikan penjelasan terhadap bahan hukum primer. Data yang terkumpul kemudian di olah, disajikan, dan dianalisis secara bentuk uraian normatif kualitatif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan tindak pidana kecelakaan lalu lintas hakim diharapkan memperhatikan tujuan pemidanaan, karena pada dasarnya pidana yang dijatuhkan oleh hakim bukan saja bagi diri si pelaku tindak pidana tersebut, tetapi juga ditujukan dan diharapkan berdampak pada masyarakat pada umumnya. | Crush accident doesn’t happen coincidentally but because of any reason. Therefore there are any reasons that should be analyzed and discovered, as a basic law consideration of the judge in make a decision in an crush accident case which causes any victim with injury or not, pain and death. This research was done with the purpose to add knowledge in criminal law, with using normative method and choosing the reseach location in Court House of Central Jakarta. With only using secondary data, then the data was processed, viewed, and analyzed, with the form of quality normative. The result of this research gave the description that law consideration of thw judge in make a decision in crush accident case should considerate the intention of the punishment, because basically not only gave impact generally toward the people. | |
| 1335 | 7382 | A1H009055 | PENGARUH STERILISASI TERHADAP SIFAT FISIK GUDEG KALENG SELAMA MASA PENYIMPANAN | Gudeg memiliki masa simpan yang pendek yaitu tiga hari. Masa simpan gudeg dapat diperpanjang dengan penerapan teknologi pengalengan. Proses yang menjadi kunci dalam pengalengan adalah sterilisasi. Selama sterilisasi, dilakukan pemberian panas untuk mematikan sebagian besar mikroorganisme tanpa merusak sifat fisik dari bahan makanan. Parameter yang perlu dipertimbangkan dalam pemberian panas adalah konduktivitas dan nilai sterilisasi. Perlakuan penyimpanan bahan selama waktu tertentu juga dapat menentukan keberhasilan proses sterilisasi. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli-Desember 2013 di Laboratorium Pengalengan UPT BPPTK LIPI Yogyakarta dan Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Konduktivitas bahan penyusun gudeg kaleng berubah seiring dengan perubahan suhu selama sterilisasi. Semakin besar perbedaan antara dua titik pengukuran maka semakin kecil nilai konduktivitas bahan tersebut. Gudeg kaleng masih memiliki kualitas sensori yang dapat diterima konsumen meskipun telah disimpan hingga 18 bulan. Penurunan kualitas organoleptik disebabkan oleh reaksi kimia antar bahan dalam gudeg kaleng. Penurunan parameter sifat fisik gudeg kaleng ditunjukkan dengan persamaan ywarna = -0,0885x + 3,8385 dengan R² = 0,4355, yaroma = -0,087x + 3,7509 dengan R² = 0,4184, yrasa = -0,1396x + 4,0208 dengan R² = 0,5822, ytekstur = -0,1245x + 3,928 dengan R² = 0,8311, dan ykeseluruhan = -0,1401x + 4,0165 dengan R² = 0,7124 | Sterilization is a main process of canning technology. During sterilization, heat transferred from retort to canned gudeg to destroy microorganism without damage the physical charactertics of gudeg. The important parameters to define amount of heat during sterilization is thermal conductivity and sterilization value. A success strerilization also can determine by keeping product for several month. This research has been done in July until December 2013 at Laboratory of Canning at Technical Implementation Unit For Development of Chemical Engineering Process Indonesian Institute of Sciences and Laboratory of Agricultural Technology University of Jenderal Soedirman. Thermal conductivity of canned gudeg is change along with temperature’s change during sterilization. If temperature value between two different point of measurement is icrease, the thermal conductivity value will decrease. Canned gudeg still have acceptable physical quatily even have been kept for 18 months. The physical quality of canned gudeg had decreased because of chemical reaction between food composition. Decreasing of canned gudeg’s physical characteristics during storage are shown by equations ycolor =-0,0885x + 3,8385 with R² = 0,4355, yscent = -0,087x + 3,7509 with R² = 0,4184, yflavor = -0,1396x + 4,0208 with R² = 0,5822, ytexture = -0,1245x + 3,928 with R² = 0,8311, and ywholecharacter = -0,1401x + 4,0165 with R² = 0,7124. | |
| 1336 | 7350 | E1A009004 | PENAHANAN TERHADAP TERSANGKA TINDAK PIDANA PENCURIAN RINGAN (Implementasi PERMA No. 02 Tahun 2012 terhadap Putusan Pengadilan Negeri Solok Nomor: 03/Daf.Pid.C/2013/PN.Slk ) | Penahanan terhadap tersangka dalam tindak pidana pencurian ringan dalam putusan Pengadilan Negeri Solok Nomor : 03/Daf.Pid.C/2013/PN.Slk, merupkan pelanggaran terhadap Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. Perkara-perkara pencurian yang tergolong ringan seharusnya masuk dalam kategori tindak pidana ringan yang mana seharusnya lebih tepat didakwa dengan Pasal 364 KUHP dan harusnya tidak dikenakan penahanan. Melalui penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penahanan terhadap tersangka tindak pidana pencurian ringan implementasi Perma No.02 Tahun 2012 dalam Putusan Nomor: 03/Daf.Pid.C/2013/PN.Slk. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa Sesuai Putusan Nomor: 03/Daf.Pid.C/2013/PN.Slk, dengan adanya Peraturan Mahkamah Agung Nomor 02 Tahun 2012, Pencurian Ringan dengan pidana penjara paling lama tiga bulan, tidak bisa dikenakan penahanan karena prosedur penahanan Tersangka H tidak sesuai dengan alasan obyektif penahanan yaitu Pasal 21 ayat (4) KUHAP. Akibat hukum dalam Putusan Nomor: 03/Daf.Pid.C/2013/PN.Slk penahanan yang dilakukan terhadap tersangka H dalam tindak pidana pencurian ringan terkait PERMA Nomor 02 Tahun 2012 secara yuridis normatif menyalahi aturan PERMA Nomor 02 Tahun 2012 walaupun memang Perma tersebut tidak mengatur sanksinya. Kata kunci: Penahanan, Pencurian ringan, Perma No. 02 / 2012. | The detention of suspects in a criminal of Light Robbery in a verdict of the district court solok number: 03 / daf.pid.c / 2013 / pn.slk, is violation of Supreme Court Regulation 02/2012 about the adjustment of the limits Light Robbery and the amount of fines in KUHP. Larceny appertain a very mild supposed to be included in the category of mild criminal act which should be more precise charged with article 364 KUHP and should not subject to detention. Through research juridical normative with the approach of legislation, research is aimed to know the detention of suspects a criminal Light Robbery the implementation of Supreme Court Regulation no.02 2012 in a verdict number: 03 / daf.pid.c / 2013 / pn.slk. Based on research, known that the appropriate the award number: 03 / daf.pid.c / 2013 / pn.slk, with this Supreme Court Regulation No. 02 2012, Light Robbery with an imprisonment of no longer than three months can't worn detention because the procedure of the detention of suspects dd not conforming to reason objective detention namely article 21 paragraph ( 4 ) kuhap. As a result of law in a verdict number: 03 / daf.pid.c / 2013 / pn.slk detention of suspects in a criminal H in a criminal of Light Robbery of Supreme Court Regulation No. 02 2012 in a juridical manner normative violating the rules of Supreme Court Regulation No. 02 2012 although indeed Supreme Court Regulation does not regulate the sanction. Keyword: Detention, Light Robbery, Supreme Court Regulation 02/2012. | |
| 1337 | 7351 | D1E010165 | PENGARUH PENAMBAHAN ENZIM MICROBIAL TRANSGLUTAMINASE PADA PEMBUATAN KEJU DENGAN RENNET YANG BERBEDA TERHADAP YIELD, INDEKS SINERESIS DAN KADAR AIR KEJU | Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan microbial trasglutaminase (mTG) pada proses pembuatan keju dengan menggunakan rennet yang berbeda terhadap yield, indeks sineresis dan kadar air keju. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2013 sampai dengan tanggal 22 Desember 2013, bertempat di Laboratorium Teknologi Hasil Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode experimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan yaitu penggunaan microbial rennet tanpa penambahan mTG (P1), penggunaan microbial rennet dengan penambahan mTG (P2), penggunaan animal rennet tanpa penambahan mTG (P3) dan penggunaan animal rennet dengan penambahan mTG (P4). Penambahan mTG sebesar 0,01 % dan ditambahkan setelah 7 menit penambahan rennet. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur terdiri atas yield, indeks sineresis dan kadar air keju. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan mTG dengan jenis rennet yang berbeda memberikan pengaruh tidak nyata terhadap yield dan indeks sineresis keju, sedangkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang nyata dari perbedaan rennet yaitu meningkatkan kadar air keju. Keju yang dihasilkan dari animal rennet lebih tinggi kadar airnya daripada microbial rennet Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan mTG sebanyak 0,01 % belum memberikan manfaat yang nyata pada peningkatan yield indeks sineresis dan kadar air keju dari susu sapi. | This research aimed to study the effects of addition of microbial trasglutaminase (mTG) in cheese making with different rennet on yield, syneresis Index and moisture content of cheese made from cow’s milk. This experiment was conducted from December 2nd 2013 until December 22nd 2013 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. The method used in this research was experimental method using a Completely Randomized Design (CRD). There were 4 treatments, i.e. use of microbial rennet without the addition of mTG (P1), use of microbial rennet with 0,01 % mTG (P2), use of animal rennet without the addition of mTG (P3) and use of animal rennet with 0,01 % mTG (P4). mTG was added 7 minutes after the addition of rennet. Each treatment was repeated 5 times. Variables measured were yield (%), syneresis index, and moisture content (%) of cheese. The results showed that the effect of mTG on on yield and syneresis index were not significant. The effects of rennet on moisture content were significant. Animal rennet produced cheese milk higher moisture content than microbial rennet. In conclusion the addition of 0,01 % mTG did not resulted in significant improvement of yield, syneresis index and moisture content of cheese made from cow’s milks. | |
| 1338 | 7383 | H1K008013 | AKTIVITAS ANTIOKSIDAN RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN PENGERINGAN YANG BERBEDA | Penelitian berjudul “Aktivitas Antioksidan rumput laut (Gracilaria verrucosa) menggunakan metode DPPH dengan pengeringan yang berbeda”. Rumput laut merupakan sumber senyawa bioaktif yang banyak dicari karena jumlahnya yang melimpah salah satunya adalah Gracilaria verrucosa. Penelitian antioksidan alami menjadi penangkal radikal bebas yang aman dan sangat dibutuhkan, karena beberapa penelitian menemukan sifat karsinogen dalam penggunaan antioksidan sintetis dalam jangka waktu yang panjang. Tujuan dari penelitian ini mengetahui aktivitas antioksidan secara kualitatif pada rumput laut Gracilaria verrucosa menggunakan metode DPPH dengan perlakuan pengeringan berbeda. Perlakuan dengan pengeringan berbeda freeze dry dan heat dry menjadi faktor penentu dalam penelitian ini. Metode pengeringan freeze dry lebih optimal pada perolehan rendemen, kadar air dan total fenol dengan hasil 15,58%; 6,97% dan 0,05%. Hasil uji aktivitas senyawa antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak Gracilaria verrucosa positif menangkal radikal bebas yang ditunjukkan dengan warna kuning pada konsentrasi 1000 µg/mL. | A study entitled “Antioxidant Activity of Gracilaria verrucosa Seaweed with DPPH method in Different Drying”. Seaweed is one of representative bioactive source which should be found because of its availability. The research upon natural antioxidant because a substance which are safe and could be used against free radical compound. Many researches found that synthetic antioxidant brought carcinogen effect when it used in a long term. The purpose of this study was to analyze antioxidant activity by a qualitative method. The treatment with freeze and heat dry method were main factor in this study. The optimal value of residu, moisture and totaln phenol showed by the extract of Gracilaria verrucosa with freeze drying method as follow 15.58%, 6.97% and 0.005% responsibilty. The Results of antioxidant activity assay using DPPH method showed that extract of Gracilaria verrucosa was positive in binding freeze dry, which was indicated with a yellow colour in 1000 µg/mL concentrate. | |
| 1339 | 7389 | C1B010099 | PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Corporate Governance terhadap Kinerja Profitabilitas pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, dewan komisaris independen, ukuran dewan direksi, dan kepemilikan manajerial terhadap kinerja profitabilitas pada perusahaan LQ45 di Bursa Efek Indonesia. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 53 perusahaan LQ45 yang terdaftar di BEI selama periode 2010 - 2012. Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1) Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja profitabilitas, 2) Dewan Komisaris Independen berpengaruh positif terhadap kinerja profitabilitas, 3) Ukuran Dewan Direksi berpengaruh negatif terhadap kinerja profitabilitas, 4) Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif terhadap kinerja profitabilitas, 5) Kepemilikan Institusional berpengaruh paling dominan terhadap kinerja profitabilitas. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif berupa analisis regresi berganda, uji elastisitas, dan uji asumsi klasik yang terdiri dari: uji normalitas, moltikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kinerja profitabilitas, dewan komisaris independen berpengaruh positif terhadap kinerja profitabilitas, ukuran dewan direksi berpengaruh positif terhadap kinerja profitabilitas, kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja profitabilitas, dan variabel kepemilikan institusional merupakan salah satu mekanisme corporate governance yang berpengaruh dominan terhadap kinerja profitabilitas. Sebagai implikasi, manajemen dan investor sebaiknya mempertimbangkan corporate governance dengan baik dan benar karena terbukti dengan corporate governance dapat mengurangi agency cost sehingga kinerja profitabilitas dapat dicapai secara maksimal. | The research entitled “The Effect of Corporate Governance on Profitability in LQ45 Companies at Indonesian Stock Exchange”. The purpose of this study is to test the effect of institutional ownership, board of independent commissioner, board of director, and managerial ownership on profitability of LQ45 companies listed in Indonesian Stock Exchange. The population is LQ45 companies that listed on Indonesian Stock Exchange. By using purposive sampling technique, this research used 53 companies listed at LQ45 during 2010 - 2012 as the sample. The hypothesis are: 1) there is positive effect of institutional ownership to profitability, 2) there is positive effect of board of independent commissioner to profitability, 3) there is negative effect of board of director to profitability, 4) there is positive effect of managerial ownership to profitability, 5) institutional ownership had the highest effect on net profit margin than the others. To analyze the data, this research using quantitative analyze method such as multiple regression analysis, elasticity test, and classic assumption test which measured by normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test, and autocorrelation test. The result states that there is positive effect of institutional ownership to profitability. There is positive effect of board of independent commissioner to profitability. There is positive effect of board of director to profitability. There is no effect of managerial ownership to profitability. Institutional ownership had the highest effect on net profit margin than the others. As implication, managers and investors should concern about corporate governance as good as possible because this study states that corporate governance could minimize the agency cost which mean could maximize profitability. | |
| 1340 | 7285 | C1A008028 | DAMPAK KEHADIRAN MINI MARKET TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG TRADISIONAL | Penelitian ini berjudul “DAMPAK KEHADIRAN MINIMARKET TERHADAP PENDAPATAN PEDAGANG TRADISIONAL (Studi Kasus Pendapatan Pedagang Tradisional di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas)” Perkembangan globalisasi laju kondisi sosial ekonomi masyarakat dan perubahan sistem nilai telah membawa besar. Pasar sebagai salah satu fasilitas perbelanjaan selama ini sudah menyatu dan memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat. Bagi masyarakat pasar bukan sekedar tempat bertemunya penjual dan pembeli, tetapi juga wadah interaksi sosial dan representasi nilai-nilai tradisional yang ditunjukan oleh perilaku aktor-aktor di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak perkembangan pasar modern terhadap pedagang tradisional di kecamatan Sokaraja dan mengetahui jumlah omset pedagang, jumlah pendapatan pedagang tradisional di Kecamatan Sokaraja kabupaten Banyumas sebelum dan sesudah berdirinya pasar modern. Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah metode survey dengan melakukan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan kuisioner. Metode analisisnya dengan menggunakan tabulasi data dan uji beda dua rata-rata. Hasil dalam penelitian ini dari perhitungan jumlah omset pedagangnya terjadi penurunan sesudah adanya minimarket sebesar 7,00% dan penurunan pendapatan bersih pedagang sesudah adanya minimarket sebesar 7,87%. Maka implikasi pedagang tradisional harus berani bersaing dengan pasar modern yaitu minimarket karena semakin lama kebutuhan masyarakat bertambah dan mereka membutuhkan pusat berbelanjaan yang sistem jual belinya cepat. Pedagang tradisional juga harus memperhatikan kualitas barang dagangan yang menarik, harga barang dagangan jangan terlalu mahal, pelayanan terhadap konsumen harus ramah dan sopan, tempat berjualan harus bersih, rapi dan nyaman agar konsumen lebih tertarik berdatangan ke pedagang tradisional agar pendapatan dan omset naik dan tidak kalah saing dengan pasar modern. | The study is titled "IMPACT ATTENDANCE TO INCOME TRADERS MINIMARKET TRADITIONAL (Case Studies in Income Trader Traditional Sokaraja Banyumas District)" The development of globalization, the pace of socio-economic conditions and changes in the system has brought great value. Market as one of the shopping facility has been already fused and has an important place in people's lives. For market society is not just a meeting place for sellers and buyers, container tetapi juga social interaction and representation of traditional values shown by the behavior of the actors in it. The purpose of this study to determine the impact of the development of modern markets in sub Sokaraja traditional merchants and traders to know the amount of turnover, merchants income di Kecamatan Sokaraja traditional Banyumas district before and after the founding of the modern market. Methods used in the study is a survey method with direct interviews using questionnaires to the respondents. Tabulation analysis method using two different test data and average. The results in this study from the calculation of the amount of merchant turnover decreased after the minimarket at 7.00% and a decrease in net income traders after the minimarket at 7.87%. Then the implications of traditional traders should dare to compete with modern market which minimarket because the longer the growing needs of the community and they need the scenic landscapes that traditional fast . Merchant the trading system must also consider the quality of the merchandise attractive, price not too expensive merchandise, service to consumers must be friendly and polite, the place to do should be clean, tidy and comfortable so that consumers are more interested in coming to a traditional merchant that revenues and rising turnover and lose competitiveness with modern market. |