Artikelilmiahs

Menampilkan 1.161-1.180 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
11617163F1F007115AN ANALYSIS OF TECHNIQUES OF ADJUSTMENT IN TRANSLATING RELIGIOUS TEXT VOCABULARIES (A STUDY ON SERIES OF
A HANDBOOK ON THE REVELATION TO JOHN)
Penelitian ini berjudul “Analisis Teknik Penyesuaian dalam Penerjemahan Kosakata Teks Keagamaan (Suatu Studi Pengadaptasian Kitab Wahyu Kepada Yohanes)”. Penelitian ini membahas tentang teknik penyesuaian yang digunakan untuk menerjemahkan kosakata teks keagamaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan tipe-tipe teknik penyesuaian dan subtipe-nya.
Untuk menganalisa data dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif. Teknik menganalisis data dalam penelitian ini terdiri atas 3 tahap yaitu (1) reduksi data, (2) sajian data, (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Reduksi data adalah proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, dan abstraksi data. Sajian data adalah proses pengorganisasian informasi dan penyusunan narasi lengkap sehingga memungkinkan diambilnya simpulan penelitian. Penarikan kesimpulan adalah proses penyimpulan dari berbagai hal yang diperoleh selama pengumpulan data. Sumber data dalam penelitian ini yaitu A Handbook on the Revelation to John dan adaptasinya berjudul Seri Pedoman Penafsiran Alkitab Wahyu Kepada Yohanes.
Setelah melaksanakan penelitian, peneliti menemukan 73 data. Teknik alteration berada di posisi pertama dengan jumlah 55 data atau 74,2 %. Teknik addition berada di posisi kedua dengan 12 data atau 16,4 %. Teknik subtraction berada di posisi ketiga dengan 6 data atau 8,2 %. Teknik addition terbagi atas 3 jenis yaitu obligatory specification (3 data atau 4.1%), amplification (7 data atau 9.6%), dan classifier (2 data atau 2.7%). Teknik subtraction terbagi atas 2 jenis yaitu conjunction (3 data atau 4.1%) dan formulae (3 data atau 4.1%). Teknik alteration terbagi atas 7 jenis yaitu sound (15 data atau 20.5%), category (6 data atau 8.2%), word class (2 data atau 2.7%), order (6 data atau 8.2%), clause dan sentence structure (1 data atau 1.4%), semantic problems involving single word (19 data atau 26%), dan semantic problems involving exocentric expression (6 data atau 8.2%).
Penelitian ini diharapkan akan membuka peluang bagi kalangan akademisi, khususnya ahli-ahli linguistik penerjemahan untuk melakukan kajian ilmiah lebih mendalam lagi menyangkut penerjemahan teks suci keagamaan agar bisa menjadi sumbangsih kajian baru dalam dunia penerjemahan.
This research is entitled “An Analysis of Techniques of Adjustment in Translating Religious Text Vocabularies (A Study on Series of A Handbook on the Revelation to John)”. It is about techniques of adjustment which are used to translate religious text vocabularies. It is aimed to find types of techniques of adjustment and their subtypes.
This research uses qualitative method to analyze the data. Techniques of analyzing data in this research consist of 3 components, they are (1) reducing the data, (2) explaining the data, and (3) taking a conclusion. Reducing data is a process of selecting, focusing, simplifying and abstracting the data. Explaining the data is a process of organizing information and arranging the complete narration. Taking a conclusion is a process of drawing conclusion from the data. The data sources of this research are A Handbook on the Revelation to John and its Indonesian translation entitled Seri Pedoman Penafsiran Alkitab Wahyu Kepada Yohanes.
After conducting the research, the researcher finds 73 data. Alteration technique is in the first position with 55 data or 74.2%. Then, addition technique is in the second position with 12 data or 16.4%. The last is subtraction technique with 6 data or 8.2%. Addition technique is divided into 3 subtypes, i.e. obligatory specification (3 data or 4.1%), amplification (7 data or 9.6%), and classifier (2 data or 2.7%). Subtraction technique is divided into 2 subtypes, i.e. conjunction (3 data or 4.1%) and formulae (3 data or 4.1%). Alteration technique is divided into 7 classifications, i.e. sound (15 data or 20.5%), category (6 data or 8.2%), word class (2 data or 2.7%), order (6 data or 8.2%), clause and sentence structure (1 datum or 1.4%), semantic problems involving single word (19 data or 26%), and semantic problems involving exocentric expression (6 data or 8.2%).
This research is expected to open wide opportunities and challenges to academicians, especially those in translation linguistics sphere to deepen their research and study, especially in translating the holy religious texts in order to be a new contribution to the translation fields.
11627326L1A006129ANALISIS KEPUASAN PASIEN INSTALASI RAWAT INAP KELAS III DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOSalah satu upaya untuk mengukur kepuasan pasien adalah dengan menggunakan dimensi pelayanan kesehatan, yaitu Kehandalan, Ketanggapan, Jaminan, Perhatian dan Tampilan Fisik. Kepuasan pasien di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto harus terus diperhatikan dengan meningkatkan kualitas pelayanan yaitu dengan mengetahui dimensi kualitas apa saja yang mempengaruhi terhadap kepuasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara Kehandalan, Ketanggapan, Jaminan, Perhatian dan Tampilan Fisik terhadap Kepuasan Pasien Instalasi Rawat Inap Kelas III di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel penelitian ini merupakan pasien instalasi rawat inap kelas III di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 22.216 pasien. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan didapatkan 96 responden. Jenis dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan studi Cross Sectional. Analisis yang digunakan yaitu univariat dengan penyajian data menggunakan tabel distribusi frekuensi, sedangkan bivariat menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kehandalan (p value 0,036), Ketanggapan (p value 0,016), Jaminan (p value 0,026), Perhatian (p value 0,022) dan Tampilan Fisik (p value 0,017) mempunyai hubungan dengan kepuasan pasien instalasi rawat inap kelas III di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Pihak rumah sakit diharapkan tetap mempertahankan kinerja yang sudah maksimal sehingga baik dari pihak rumah sakit maupun pasien sebagai pengguna jasa kesehatan dapat merasakan kepuasan.One of attempt to measure patient satisfaction is to use the dimensions of health care, namely Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy and Tangible. Patient satisfaction in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto should continue to be considered by increasing the quality of service which knowing the dimensions of quality that influence the satisfaction. The aim of this research was to determine the relationship between Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy and Tangible toward inpatient satisfaction Class III in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The sample of this research is inpatient Class III in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Amount of population were 22.216 patients. Sample was taken using Simple Random Sampling technique and obtained 96 respondents. Type and method used in this research was an analytic Cross Sectional approach. Univariate analysis used is the presentation using a frequency distribution table, while using a bivariate Chi-Square. The results of this research show that Reliability (p value 0,036), Responsiveness (p value 0,016), Assurance (p value 0,026), Empathy (p value 0,022) and Tangible (p value 0,017) have correlation with inpatient satisfaction Class III in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. The hospital officials are expected to retain maximum performance has been implied so that’s why both of hospital officials and patient or health service users can feel satisfy.
11637164H1C009047ANALISIS KEHANDALAN JARINGAN AKIBAT INDUKSI SAMBARAN PETIR PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM) 20 kV STUDI KASUS PENYULANG MJG 06 PT. PLN (PERSERO) AREA PELAYANAN JARINGAN CILACAPPada saluran distribusi 20 kV gangguan sambaran petir akibat sambaran langsung atau sambaran induksi tidak boleh diabaikan. Justru gangguan petir akibat sambaran induksi ini lebih banyak dibandingkan dengan gangguan petir akibat sambaran langsung. Hal tersebut disebabkan karena tingkat ketahanan impuls isolasi V50% dari isolator SUTM relatif rendah dan luasnya daerah sambaran induksi, sehingga jumlah sambaran induksi juga jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sambaran langsung.
Pada makalah ini kinerja sambaran petir dan arrester pada saluran distribusi 20 kV akan disimulasikan menggunakan ATP-EMTP (Electromagnetic Transient Program) dalam mengamati sambaran induksi petir. Pada studi kasus, saluran distribusi 20 kV penyulang MJG06 khususnya gangguan pada tanggal 13 maret 2013 tentang pecahnya isolator fasa S tiang MJG06 299. Dari simulasi sambaran petir sebesar 89 kA menyambar langsung pada tiang MJG06 314 dengan durasi waktu 0,1 ms, fasa R akan meningkat sebesar 76,075 kV dan untuk fasa S dan T dalam durasi waktu 0,1 ms akan meningkat dari tegangan normal akibat tegangan induksi sebesar 30,392 kV dan 39,265 kV. Kemudian dari simulasi kita dapat menganalisa penyebab pecahnya isolator fasa S di tiang MJG06 299 yaitu karena breakdown atau kegagalan tembus akibat sambaran induksi petir yang mengakibatkan tegangan pada setiap fasa meningkat. Selain itu, adanya penurunan kemampuan isolator akibat umurnya yang sudah lama dan penurunan kemampuan ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

In the distribution line 20 kV disruption due to strike lightning strikes directly or induction should not be overlooked . Quite the disruption induced by lightning strikes is due to more than the result of direct strike lightning disruption . This is because the impulse insulation level V50 % of resistance of the insulator SUTM is relatively low and the extent of induction by lightning strikes area , so the number of strikes induction is also far more than the number of direct strike lightning .
In this paper the performance of lightning arresters on distribution line 20 kV and will be simulated using ATP - EMTP ( Electromagnetic Transient Program ) in the observed induction lightning strikes . In the case study , the distribution line 20 kV feeders MJG06 particular disruption on 13 March 2013 on the outbreak of the insulator phase S pole MJG06 299. From the simulation by 89 kA lightning strike directly at the pole MJG06 314 with time duration of 0.1 ms , phase R will increase by 76.075 kV and for phase S and T in a time duration of 0.1 ms will be increased from the normal voltage due to induced voltage by 30.392 kV and 39.265 kV. Then of simulations we can analyze the causes of the outbreak of the insulator phase S in pole MJG06 299 is as a result of breakdown or failure translucent induction lightning strikes that resulted in increased voltage on each phase . In addition , a decrease in the ability of an insulator due to its aging and decrease capability is influenced by environmental conditions .

11647165G1F009020FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SECARA IN VITRO SEDIAAN LOSION YANG MENGANDUNG MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL)
Minyak dedak padi mengandung antioksidan alami tokoferol, tokotrienol, dan orizanol, yang bermanfaat melawan radikal bebas. Dengan demikian minyak dedak padi dapat dimanfaatkan dalam formulasi sediaan topikal untuk melindungi kulit. Pemilihan sediaan topikal losion didasarkan pada konsistensinya yang cair, sehingga mudah menyebar, cepat kering dan meninggalkan lapisan tipis di permukaan kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sediaan losion yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik selama penyimpanan, serta mengetahui aktivitas antioksidan dari sediaan losion tersebut.
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian ekperimental laboratorium dengan membuat formulasi sediaan losion dari minyak dedak padi sebagai bahan aktif. Uji fisik sediaan losion yang dilakukan meliputi evaluasi pH, homogenitas, kestabilan fisik, uji daya sebar, daya lekat dan viskositas. Uji aktivitas antioksidan dilakukan sebelum penyimpanan dengan menggunakan metode DPPH. Analisis data menggunakan ANAVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa minyak dedak padi dapat diformulasikan menjadi sediaan losion yang memiliki warna putih susu, bau bunga mawar, stabil, homogen, pH 8, viskositas 93.400-186.800 cp, daya sebar 4,65-5,50 cm, daya lekat 1,29-4,68 detik. Persen peredaman Formula I (2g) sebesar 31,64%, Formula II (4g) sebesar 32,66%, Formula III (6g) sebesar 38,40%, dan Formula IV (kontrol) sebesar 22,18%.
Rice bran oil contains natural antioxydants tocopherol, tocotrienol, and orizanol, that are useful to inhibit free radicals. Therefore rice bran oil can be used in topical formulation to protect skin. The selection of topical lotion is based on its consistency that is liquid, so that spreads easily, dry quickly, and leaves a thin layer on the surface of skin. The purpose of this study is to make a formulation of lotion that qualified for evaluation of the physical characteristic and stability during storage, and to determine the antioxidant activity from the lotion.
This study is a laboratory experimental study with making a formulation of lotion from rice bran oil as an active ingredient. The physical test that tested are the evaluation of pH, homogenity, the physical stability, dispersion test, adhesion, and viscosity. Antioxydant activity test is done before and after storage by using DPPH method. Data analysis using one way ANOVA with the 95% convidence intervals.
The results showed that rice bran oil can be formulated into lotion with color milky white, odor rose, stabil, homogen, pH 8, viscosity value about 93400-186800 cp, dispersive 4.65 to 5.50 cm, and adhesion 1.29 -4.68 seconds. Percent of reduction Formula I (2g) for 31.64% , Formula II (4g) was 32.66%, Formula III (6g) 38.40% and Formula IV (control) 22.18%.
11657177H1L009011RANCANG BANGUN APLIKASI HYBRID SYSTEM UNTUK IDENTIFIKASI KELAYAKAN KONSUMSI JAMUR DENGAN MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI DAN MICROSOFT ACCESSMikologi merupakan cabang ilmu biologi yang secara khusus membahas tentang jamur, baik jamur mikroskopis maupun makroskopis. Jamur makroskopis yang juga dikenal dengan istilah mushroom, sudah digunakan sebagai alternatif bahan pangan tambahan, makanan diet dan juga bahan pengobatan oleh manusia. Kelayakan konsumsi dari suatu mushroom harus diidentifikasi secara tepat untuk menghindari kemungkinan keracunan, atau bahkan kematian. Proses identifikasi memerlukan pengetahuan yang luas berupa daftar nama spesies mushroom dan fitur pengamatan yang menjadi pembeda antarspesies dan dapat diadaptasi dalam bentuk sistem pakar. Namun, sistem pakar saja masih belum cukup untuk mengakomodasi kemungkinan kehilangan atau kesamaan fitur pengamatan yang dimiliki oleh spesies yang berbeda, sehingga diperlukan sistem inferensi fuzzy untuk dapat mengakomodasi grey area dalam identifikasi kelayakan konsumsi mushroom. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dikembangkan aplikasi hybrid system dengan menggabungkan sistem pakar dan sistem inferensi fuzzy atau yang juga dikenal dengan fuzzy expert system. Fuzzy expert system menggunakan fitur pengamatan sebagai nilai linguistik untuk input yang selanjutnya dikonversikan dalam nilai kuantitatif untuk digunakan sebagai input oleh proses inferensi fuzzy. Output yang dihasilkan oleh fuzzy expert system berupa nilai kelayakan konsumsi, disertai penjelasan dan daftar kemungkinan spesies yang memiliki kemiripan dengan specimen yang sedang diidentifikasi oleh sistem.Mycology is a part of biology which study fungus in particular, either macroscopic or microspic fungus. Macroscopic fungus which is also known as mushroom, is already used as alternative food, dietary food and medicinal compound by human. Mushroom’s edibility must be identified carefully to prevent the poisoning possibility, or even a death threat. Identification process needs wide knowledge in form of list of species’s name and observation’s feature which act as a certain factor to distinguish a species and can be adapted into an expert system. However, an expert system alone is not enough to cover the possibilities of observation’s feature lost or any mushroom that share same features in different edibility category, so that an expert system needs a fuzzy inference system to accommodate the grey area within mushroom’s edibility identification. Therefore, in this research, a hybrid system will be developed which is combining expert system and fuzzy inference system, also known as fuzzy expert system. Fuzzy expert system uses observation’s feature as linguistic value for expert system’s input, which is then converted into quantitative value for fuzzy inference system’s input. Fuzzy expert system is resulting some output, such as mushroom’s edibility rate, accompanied by an explanantion and list of species that maybe share some same features with specimen which is being identified by system.
11667167H1L009069RANCANG BANGUN APLIKASI PENGINGAT KONTROL RUTIN PASIEN BERBASIS ANDROIDDi era modern yang dipenuhi oleh mobilitas yang tinggi maka terkadang orang akan melupakan kegiatan yang seharusnya dia lakukan. Kegiatan penting terutama yang berkaitan dengan kesehatan karena kesehatan merupakan modal awal untuk melakukan kegiatan lainnya. Dengan majunya jaman maka sistem dirumah sakit pun kebanyakan telah terkomputerisasi maka kegiatan kontrol rutin pun telah memiliki jadwal yang ditetapkan oleh pihak rumah sakit untuk memfasilitasi para pasien dengan penyakit ataupun kebutuhan tertentu untuk bertemu dokter dan memeriksakan kesehatannya. Maka dari itu diperlukan sebuah aplikasi yang dapat mengingatkan jadwal kontrol rutin untuk memberikan penggunanya pengingat akan kegiatannya yang berkaitan dengan kontrol rutin. Penelitian ini mengusulkan sebuah aplikasi pengingat kontrol rutin yang berbasis android untuk mengingatkan penggunanya mengenai jadwal kontrol rutin yang harus dia hadiri. Dengan operating sytem android yang dapat digunakan di berbagai gadget yang biasanya selalu dibawa kemanapun maka akan memudahkan para penggunanya untuk mengingat kegiatan kontrol rutinnya.In the modern era that filled with high mobility then sometimes people will forget about the activities he should do. Important activities especially pertaining to health, because helath is initial capital to perform other activities. With the rapid advancement of the era hospital system mostly has been computerized, so routine control activities have also had a schedule set by the hospital to facilitate the patients with a disease or particular needs to see a doctor and check their health . Therefore an application that can remind schedule routine controls to give users a reminder of the activities related to control routine is needed. This study proposes a reminder control routine application based on android to remind users about the schedule of routine control he should attend. With android operating sytem that can be used in a variety of gadgets that are usually always taken everywhere, it will be easier for users to remember the routine control activities
11677168F1F008112THE ANALYSIS OF SEMANTIC DIMENSION IN THE DIALOGUE OF PRESIDENT CLINTON ON RACE
(A Discourse Analysis Approach)
Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengungkapkan penggunaan dimensi semantik dalam ungkapan President Bill Clinton dalam dialoguenya tentang ras dan (2) untuk menjelaskan bagaimana pengaruh dimensi semantik dalam pernyataan dan proposal dalam dialog tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sedangkan data dari penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan dari President Clinton dalam dialognya tentang ras. Data tersebut kemudian dianalisis dengan analisis wacana yang dikolaborasikan dengan teori dimensi semantik dari Lemke (1998:4-5). Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel data bertujuan. Setelah peneliti melaksanakan penelitian ini, peneliti menemukan 6 evaluasi dimensi semantik dalam ungkapan-ungkapan President Bill Clinton dalam dialognya tentang ras. Penemuan tersebut adalah: ada 22 evaluasi dimensi semantik desirability, 63 evaluasi dimensi semantik warrantability, 11 evaluasi dimensi semantik normativity, 7 evaluasi dimensi semantik usuality, 10 evaluasi dimensi semantik importance, 9 evaluasi dimensi semantik comprehensibility, dan kategori yang terakhir dari dimensi semantik yang dicetuskan oleh Lemke; 0 evaluasi dimensi semantik humorousness. Jumlah yang signifikan dari keenam dimensi semantic diatas dikarenakan dalam mencapai kesepakatan yang baik dalam sebuah dialognya, Presiden Bill Clinton harus menggunakan ungkapan-ungkapan berdasarkan keinginannya, kepercayaannya, pertimbangan dan pemahaman yang sesuai dengan norma-norma dan kebiasaan-kebiasaan yang dia peroleh dari pengalaman hidupnya. Sedangkan tidakditemukannya evaluasi dimensi semantik humorousness terjadi karena President Bill Clinton ingin menekankan, meyakinkan dan mendorong para pendengar bahwa ungkapan-ungkapannnya disampaikan dengan pernyataan yang jelas, informasi yang faktual, realita dan pengalamannya dalam format yang lebih formal sehingga beliau tidak menggunakan dimensi semantik humorousness dalam dialog tersebut.The purposes of this research are (1) to find out the semantic dimension used by President Bill Clinton in his dialogue and (2) to explain how that semantic dimension influence the use of the proposition or proposal in that dialogue.This research applied qualitative research method. The data were the 24 utterances in the dialogue on race with President Clinton program performed by President Bill Clinton. The data were analyzed using the discourse analysis in collaboration with semantic dimension purposed by Lemke (1998:4-5). The purposive sampling is used to take the data of the research.After conducting the analysis, the researcher found that from 7 categories of semantic dimension proposed by Lemke, 6 of them occurring in the utterances of President Bill Clinton in the dialogue. Those semantic dimension were: 22 evaluations of semantic dimension of desirability, 63 evaluations of semantic dimension of warrantability, 11 evaluations of semantic dimension of normativity, 7 evaluation of semantic dimension of usuality, 10 evaluations of semantic dimension of importance, 9 evaluation of semantic dimension of comprehensibility and the one last category of the seven semantic dimensions; 0 evaluation of semantic dimension of humorousness. The significance of those six evaluations happen since to reach the good agreement in the dialogue, President Bill Clinton should produce more utterances containing statements mostly based on his intension, his belief, his consideration, his comprehension which suitable with the norm and the usualities he acquired in his experience. In other hand the president did not deliver the statements which contain the evaluation of semantic dimension of humorousness at all because he wants to emphasize, ensure, persuade the hearers that his arguments were uttered by some strict utterances, factual information, realities and his own knowledge and experiences in the more formal way, so he did not use the evaluation of humorousness.
11687169G1F009028FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM YANG MENGANDUNG MINYAK DEDAK PADI (RICE BRAN OIL)
Minyak dedak padi dengan kandungan antioksidan tokoferol, tokotrienol, dan orizanol, bermanfaat melawan radikal bebas. Pemilihan sediaan krim sebagai sediaan antioksidan, didasarkan pada kepraktisan, kenyamanan dan waktu kontak yang lama pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula sediaan krim yang mengandung minyak dedak padi yang memenuhi syarat evaluasi sifat fisik dan stabilitas fisik selama penyimpanan, serta mengetahui aktivitas antioksidan dari sediaan krim tersebut.
Formula sediaan krim dibuat dengan variasi bobot minyak dedak padi sebesar 2 gram, 4 gram, 6 gram dan kontrol. Sediaan krim dievaluasi sifat fisik yang meliputi, organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Uji aktivitas antioksidan sediaan krim menggunakan metode DPPH. Data hasil evaluasi fisik organoleptis dan homogenitas dianalisis secara deskriptif. Data hasil evaluasi pH, viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sediaan krim tidak mengalami perubahan fisik setelah dilakukan evaluasi organoleptis, homogenitas, kestabilan pH, maupun uji sifat fisik. Sifat fisik pada keempat formula memiliki nilai viskositas berkisar (18166-56366 Cps), daya sebar (5,3-8,8 cm) dan daya lekat (1 detik). Persen peredaman yang tertinggi terdapat pada Formula III sebesar 50,95%, Formula II sebesar 46,61% , Formula I sebesar 40,14% dan Formula IV 31,97%.
Rice bran oil contains natural antioxydant such as tocopherol, tocotrienol, and oryzanol which has antioxydant activity. The selection of preparation as an antioxydant based on practicallity, mildness and long time contact on skin. The purpose of this study is to create formulation of cream preparation which contain rice bran oil that qualify enough for the evaluation of physical characteristic and physical stability during storage, and to determine the activity of antioxydant in the cream preparation.
The Formulation of creams were made with weight of rice bran oil 2 gram, 4 gram, 6 gram and control. The cream was evaluated including physical, organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, and adhesion dispersive power. Antioxidant activity of the cream was tested using DPPH. The data from organoleptic and homogeneity were analyzed descriptively. pH, viscosity, dispersive power test, adhesion test were and antioxidant activity analyzed using one-way ANOVA with a 95% confidence level.
The results showed that the cream did not change after the evaluation of organoleptic, homogenity, stability of pH and physical characteristic of the cream. Physical characteristics of this four formula are viscosity value about (18166-56355 Cps), dispersive (5,3-8,8 cm) and adhesion (1 second). The highest damping percentage is in Formula III 50,95%, Formula II 46,61%, Formula I 40,41% and Formula IV 31,97%.
11697170C1J008020FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYALURAN KREDIT PADA BANK UMUM DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dana pihak ketiga ( DPK ) , Inflasi , Kredit Non Performing ( NPL ) , BI Rate , dan Suku Bunga Kredit . Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang telah Pemerintah Kabupaten Bogor oleh Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Banyumas ( BPS ) dan menggunakan ganda linier regresi dan menggunakan program SPSS 11 . Solusinya difokuskan pada pertumbuhan total kredit bank commersial di Kabupaten Banyumas . Dari hasil analisa diperoleh bahwa kedua variabel yang digunakan dalam model ini . Untuk sementara dari uji yang dilakukan oleh hipotesa uji diperoleh TPF memiliki pengaruh yang signifikan terhadap total kredit bank commersial di Kabupaten Banyumas , inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap total kredit bank commersial di Kabupaten Banyumas , NPL berpengaruh signifikan terhadap total kredit di bank-bank di commersial Kabupaten Banyumas , BI rate berpengaruh signifikan terhadap total kredit bank commersial di Kabupaten Banyumas , suku Bunga kredit berpengaruh signifikan terhadap total kredit bank commersial di Kabupaten Banyumas .This research aims to know influence of Third party fund (TPF), Inflation, Non Performing Loans (NPL), BI Rate, and Credit Interest Rate. In this research use sekunder data which have been publicated by Bank of Indonesia and Badan Pusat Statistik Banyumas (BPS) and use double linier regretion and using SPSS 11 program. The solution focused at growth of total credit in commersial banks in Banyumas Regency. From the result analyse obtained that both of the variable used in this model. For a while from test conducted by hypothesizing test obtained TPF have effect significant to total credit in commersial banks in Banyumas Regency, inflation no have effect significant to total credit in commersial banks in Banyumas Regency, NPL have effect significant to total credit in commersial banks in Banyumas Regency, BI rate have effect significant to total credit in commersial banks in Banyumas Regency, Credit Interest Rate have effect significant to total credit in commersial banks in Banyumas Regency.
11707179H1A010011ANALISIS ZAT AKTIF MANGOSTIN DARI KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L) DENGAN METODE KROMATOGRAFIKulit buah manggis banyak mengandung senyawa aktif yang berguna untuk kesehatan tubuh manusia. Salah satu senyawa aktif yang terkandung dalam kulit buah manggis adalah senyawa alfa mangostin yang mempunyai kegunaan sebagai antiinflamasi, antidiabetes, dan antioksidan. Pada penelitian ini digunakan metode HPLC untuk penentuan mangostin dalam sampel. Uji kualitatif dengan kromatografi lapis tipis (KLT) memberikan nilai Rf untuk mangostin sebesar 0,79. Kondisi optimum metode HPLC untuk analisis mangostin adalah pada panjang gelombang 244 nm, laju alir 0,8 mL/min, dan fase gerak metanol:air (95:5, v/v). Hasil analisis mangostin dalam sampel kulit buah manggis diperoleh kadar sebesar 10,43% dengan nilai RSD (n=3) sebesar 0,58 dan nilai persen perolehan kembali sebesar 108,58%.Mangosteen rind contains many active compounds that are useful for human health. One of the active compound in mangosteen rind is alpha mangostin compound, usefulness as anti-inflammatory, antidiabetic, and antioxidant. In this study, chromatographic method is used for determination of mangostin in sample. Qualitative analysis by thin layer chromatography (TLC) gives Rf value by 0.79. The optimum conditions of HPLC method for mangostin analysis were wavelength at 244 nm, flow rate of 0.8 mL/min, and a mobile phase of methanol : water (95:5,v/v). The percentage mangostin in mangosteen rind is 10.43 % with RSD (n=3) 0.58 %, and recovery of 108.58%.
11717171G1F010052FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN GEL EKSTRAK KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium pericarpium)Kulit buah rambutan (Nephelium pericarpium) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa polifenol yang berkhasiat sebagai antioksidan untuk menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Kulit buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi daripada vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol kulit buah rambutan menjadi sediaan gel dan mengetahui aktivitas antioksidannya.
Gel dibuat 4 formula dengan variasi konsentrasi ekstrak sebesar 0.8, 1.6, 2.4 dan 3.2 gram. Gel diuji sifat fisik serta aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Data hasil evaluasi homogenitas dan stabilitas fisik dianalisis secara deskriptif, sedangkan hasil pengukuran pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan aktivitas antioksidan dianalisis dengan ANOVA satu arah, bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji BNJ, khusus untuk aktivitas antioksidan dilanjutkan dengan uji BNT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah rambutan dapat diformulasikan menjadi sediaan gel yang memenuhi syarat uji sifat fisik sediaan, kecuali dalam hal pH. Formula 1 menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi dengan persen peredaman sebesar 92,045%. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara masing-masing formula kecuali dalam hal pH sediaan gel.
Rambutan rind (Nephelium pericarpium) was one of the plants containing polyphenolic compounds were efficacious as an antioxidant to neutralize free radicals in the body. Rambutan rind has an antioxidant activity higher than vitamin C. This study aimed to formulate the ethanol extract of rambutan rind into the gel and evaluate antioxidant activity.
Gel was made 4 formula with extract concentration variation of 0.8, 1.6, 2.4 and 3.2 grams. Gel was tested the physical properties and antioxidant activity using DPPH method. Evaluation results of homogenity and physical stability were analyzed descriptive, while the measurement results of pH, viscosity, dispersive power, adhesion, and antioxidant activity were analyzed by one way ANOVA and if there was a difference followed by a HSD test and for antioxidant activity followed by LSD test.
The results of study showed that the ethanol extract of rambutan rind can be formulated into a gel that meets requirements of physical properties test preparation except in pH. Formula 1 showed the highest antioxidant activity with reduction percent of 92.045%. The results of statistical analysis showed significant differences at each formula except in pH of gel.
11727172H1E009012IDENTIFIKASI STRUKTUR LAPISAN BAWAH PERMUKAAN REMBESAN GAS ALAM DENGAN METODE GEOLISTRIK DESA KARANGLEWAS JATILAWANG BANYUMAS
Penelitian identifikasi struktur lapisan bawah permukaan rembesan gas alam dengan metode geolistrik daerah Karanglewas Jatilawang Banyumas. Penelitian inibertujuan menginterpretasikan struktur lapisan bawah permukaan daerah yang diindikasikan adanya semburan gas alam.Jenis konfigurasi yang digunakan adalah konfigurasi Wenner dan Schlumberger.Identifikasi ini diperoleh dengan melakukan pengukuran pada dua lintasan konfigurasi Schlumberger dengan menggunakan Naniura NRD 22 S dan pengolahan data konfigurasi Wenner.Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk penampang 2D dan Progress untuk penampang 1D.Hasil pengolahan data ini berupa permodelan sebaran nilai resistivitas, kurva nilai resistivitas sebenarnya dan litologi bawah permukaan daerah rembesan. Interpretasi struktur bawah permukaan tanah menunjukkan bahwa pada lintasan 1 konfigurasi Wenner dan Schlumberger lapisannya terdiri dari pasir sedikit lempung 20,60 Ωm, pasir 5,13-9,88 Ωm, lempung 3,31-5,13 Ωm, dan lempung basah 2,41-3,31 Ωm. Lintasan 2 Konfigurasi Wenner dan Schlumberger terdiri dari pasir sedikit lempung 12,04 Ωm, pasir 5,22-8,00 Ωm, lempung 2,75-5,22 Ωm, lempung basah 1,55-2,75 Ωm. Lapisan ini termasuk kedalam Alluvium. Dari hasil penelitian geolistrik didapatkan nilai resistivitas rendah yang diinterpretasikan lapisan lempung basah.Lapisan ini dimungkinkan sebagai lapisan penutup sistem gas alam.Rembesan gas alam yang muncul pada permukaan diduga terjadi karena adanya retakan atau rekahan pada lapisan penutup ini, contohnya sesar.The research of identifying subsurface structures of natural gas permeation using geoelectric method has been done in the Karanglewas village Jatilawang Banyumas. The aims of the research was to interpret the subsurface structure of the area that indicated the presence of natural gas bursts. The kinds of configurations were using Wenner and Schlumberger configurations. This identification was obtained by conducting measurements on two track with Schlumberger configuration using NRD Naniura 22 S and processing of data from the Wenner configuration. Processing data used software Res2Dinv for 2D cross sections and Progress for 1D cross section. The results of data processing were the form of modeling the distribution of resistivity values, the actual resistivity value curves and lithology of subsurface seepage area. The interpretation of subsurface structure shows that the 1st track of Wenner and Schlumberger configurations layers consist of little sand clay 20,60 Ωm, sand5,13-9,88 Ωm, clay3,31-5,13 Ωm, and wet clay 2,41-3,31 Ωm. The 2nd track of Wenner and Schlumberger configuration consists of little sand clay 12,04 Ωm, sand 5,22-8,00 Ωm, clay 2,75-5,22 Ωm, wet clay 1,55-2,75 Ωm. This layer was included into the Alluvium. From the research results obtained that the geoelectric low resistivity values are interpreted layers of wet clay. This layer is possible as cover gas system. Natural gas seepage that appears on the surface is thought to occur because of the presence of cracks or fractures on this cover, for example fault.
11737173H1E009020INTERPRETASI DATA ANOMALI MEDAN MAGNETIK
UNTUK MENGIDENTIFIKASI
STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN
SUNGAI LOGAWA DESA KEDIRI
KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS
Identifikasi struktur batuan bawah permukaan daerah sekitar Sungai Logawa Kabupaten Banyumas telah dilakukan menggunakan metode magnetik. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi struktur batuan bawah permukaan dan endapan sedimen. Pengolahan data dengan koreksi IGRF dan harian untuk memperoleh anomali medan magnetik. Kemudian, reduksi ke bidang datar dengan ketinggian 64 meter di atas sferoida acuan. Pemisahan anomali lokal dan regional dilakukan dengan kontinuasi ke atas dihasilkan anomali regional pada ketinggian 1.100 meter di atas sferoida acuan. Pemodelan bawah permukaan sayatan A-B, C-D dan E-F menggunakan perangkat lunak Mag2Dc for windows. Hasil interpretasi terdapat batuan endapan lahar Gunung Slamet Basaltik yang mendominasi, nilai suseptibilitas 0,0025 cgs units pada sayatan A-B, 0,0027; 0,0037; 0,0047; 0,0067; 0,0120 cgs units pada sayatan C-D, dan 0,0027; 0,0037; 0,0047; 0,0057; 0,0067; 0,0120 cgs units pada sayatan E-F. Kemudian terdapat batuan sedimen yaitu batu pasir dengan nilai suseptibilitas 0,0007 cgs units di kedalaman 0-20 meter, panjang 330 meter pada sayatan A-B, di kedalaman 3-17 meter, panjang 155 meter di sayatan C-D, serta pada kedalaman 9-20 meter, panjang 120 meter di sayatan E-F. Hal ini mengidentifikasikan bahwa sedimen sangat tipis dan nilai suseptibilitas yang rendah serta terjadi dari proses endapan yang tidak berpotensi terdapat kandungan mineral emas pada daerah tersebut.Identification of subsurface rock structures in area Banyumas Logawa River arround has been done using magnetic methods. The aims of this study to identify the structure of the subsurface rocks and sediments. Processing data using IGRF and daily correction to obtain the magnetic field anomalies. Then, the reduction to a flat surface with a height of 64 meters above the reference sferoida. Separation of local and regional anomalies carried by upward continuation of regional anomalies generated at an altitude of 1,100 meters above sferoida reference. Subsurface modelling in the slice A-B, C-D and E-F using Mag2Dc for windows software. The result from interpretation are the basaltic lava of Mount Slamet dominate, susceptibility value 0.0025 cgs units at the slice A-B, 0.0027; 0.0037; 0.0047; 0.0067; 0.0120 cgs units on the sliice C-D, and 0,0027; 0.0030; 0.0047; 0.0057; 0.0067; 0.0120 cgs units at the slice E-F. Then there is a sedimentary rock is sandstone with susceptibility value of 0.0007 cgs units at a depth of 0-20 meters, 330 meters in length at the slice A-B, at a depth of 3-17 meters, 155 meters in length at the slice C-D, at a depth of 9-20 meters, 120 meters in length at the slice E-F. This identifies that the sediments are very thin and low susceptibility values and occur from deposition process, and nothing for potential mineral deposits of gold in the area.
11747174H1E009046INTERPRETASI ANOMALI MEDAN MAGNETIK DI DAERAH CIPARI KABUPATEN CILACAP UNTUK MENGKAJI POTENSI PANAS BUMI Telah dilakukan survei geofisika menggunakan metode magnetik di daerah Cipari Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi panas bumi dengan mengetahui struktur geologi bawah permukaan di daerah Cipari berdasarkan anomali medan magnetik. Pengolahan data mentah dilakukan dengan koreksi IGRF dan variasi harian untuk mendapatkan nilai anomali medan magnet total. Kemudian, nilai anomali medan magnetik direduksi ke bidang datar dilakukan menggunakan pendekatan deret Taylor dengan ketinggian bidang datar 100 meter di atas sferoida referensi. Pemisahan anomali lokal dan regional dilakukan dengan metode kontinuasi ke atas dimana dihasilkan anomali medan magnet regional pada ketinggian 1000 meter di atas sferoida referensi. Reduksi ke kutub dilakukan untuk menyederhanakan proses interpretasi. Anomali medan magnet lokal diperoleh dari pengurangan anomali medan magnet regional terhadap anomali medan magnet total. Interpretasi kualitatif dilakukan dengan menganalisis kontur anomali medan magnet lokal. Interpretasi kuantitaif dilakukan dengan pemodelan 2½-D pada sayatan kontur anomali lokal yang terdiri dari sayatan AB dan CD.Hasil Interpretasi kuantitaif menunjukkan struktur geologi bawah permukaan Cipari didominasi oleh batu lempung dengan suseptibilitas1,48 x 〖10〗^(-3) emu. Pada pemodelan sayatan AB dan CD didapatkanlapisan- lapisan batuan yang terdiri atas endapan alluvium, batuan sedimen (satuan batupasir-batulempung) dari Formasi Halang,batuan breksi dengan fragmen batupasir, batulempung dan andesit. Benda penyebab timbulnya anomali medan magnet di daerah penelitian dengan suseptibilitas -8,25 x〖10〗^(-2)emu diperkirakan batuan reservoar panas bumi berada pada kedalaman 307 meter dengan ditandai adanya batuan yang telah mengalami proses demagnetisasi oleh alterasi hidrotermal.Geophysical surveys have performed using magnetic methods in Cipari village, Cilacap regency. This studyaims to assess the geothermal potential by knowing the subsurface geological structures in the area Cipari based anomaly magnetic field. Raw data processing is performed by the IGRF correction and daily variations to obtain total magnetic field anomalies value. Then,anomai magnetic lield value wasreduction to a flat surface made using Taylor series approximation to the height of a horizontal plane 100 feet above the sferoida reference. Separation of local and regional anomalies carried by upward continuation method where the regional magnetic field anomalies generated at an altitude of 1000 meters above sferoida reference. Reduction to the pole is done to simplify the process of interpretation. Local magnetic field anomalies obtained from the reduction of regional magnetic field anomalies on the total magnetic field anomalies. Qualitative interpretation is perform by analyzing the contours of the local magnetic field anomalies. Quantitative interpretation is done with a 2 ½ - D modeling of the incision local anomaly contour consisting of incision AB and CD. Quantitative Interpretation of the results indicate subsurface geological structures Cipari dominated by clay stone with susceptibility of 1,48 x 〖10〗^(-3) emu. In modeling the incision AB and CD obtained layers - layers of sediment rock made up of alluvium, sedimentary rocks ( sandstone - mudstone unit ) of Halang Formation, rock breccia with fragments of sandstone, mudstone and andesite. Object causes the magnetic field anomalies in the study area with susceptibility -8,25 x〖10〗^(-2) emu estimated geothermal reservoir rocks were at a depth of 307 meters with a marked absence of rocks that have undergone weathering due to demagnetization process by hydrothermal alteration.
11757176H1E009039IDENTIFIKASI STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DI DESA DARMAKRADENAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian geofisika dengan metode magnetik telah dilakukan di Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur batuan bawah permukaan daerah tersebut. Setelah dilakukan pengolahan data yang meliputi beberapa koreksi dan reduksi, maka diperoleh data anomali magnetik lokal daerah penelitian. Data anomali magnetik ini dimodelkan dengan perangkat lunak Mag2DC for Windows. Hasil pemodelan diperoleh struktur geologi bawah permukaan Darmakradenan didominasi oleh batuan pasir dengan nilai suseptibilitas 0,00166 emu. Dari dua pemodelan sayatan A-B dan C-D hasilnya hampir sama dalam pendugaan jenis batuan. Sayatan A-B suseptibilitas batuanya berkisar antara 0,00166 - 0,00516 emu dan sayatan C-D suseptibilitas batuanya berkisar antar 0,00166 - 0,00316 emu. Jenis batuanya adalah batuan pasir, batu gamping, batu lempung dan batuan sedimen.The geophysical research used magnetic method was conducted in the village Darmakradenan Ajibarang District of Banyumas. This research aims to determine the sub-surface rock structure of the area. After processing data includes some corrections and reduction, the obtained local magnetic anomaly data area of research. The magnetic anomaly data modeled with Mag2DC software for Windows. The results obtained by modeling the subsurface geological structure Darmakradenan dominated by sandstone with a value of 0.00166 emu susceptibilities. Modeling of two incisions A-B and C-D in the estimation results are almost the same rock type. A-B susceptibility incision ranged from 0.00166 to 0.00516 emu emu and C-D susceptibility incisions ranging between 0.00166 to 0.00316 emu emu. Types of rocks are sandstone, limestone, clay and sedimentary rocks.
11767178D1D006027KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA TERNAK SAPI POTONG TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA PETERNAK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian berjudul kontribusi pendapatan usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan keluarga peternak dan faktor-faktor yang mempengaruhi di Kabupaten Banyumas dilaksanakan mulai tanggal 17 Oktober sampai 28 Oktober 2013. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui kontribusi usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan keluarga. 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kontribusi pendapatan usaha ternak sapi potong. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Sasaran penelitian adalah peternak rakyat sapi potong di Kabupaten Banyumas. Penetapan sampel wilayah menggunakan metode purposive sampling yaitu berdasar kecamatan yang memiliki populasi sapi potong banyak, sedang dan sedikit. Terpilih tiga kecamatan yaitu Kecamatan Kalibagor, Kecamatan Kedungbanteng, dan Kecamatan Pekuncen. Kontribusi pendapatan usaha ternak sapi potong adalah 54,156%. Berdasarkan nilai yang diperoleh, usaha ternak sapi potong merupakan cabang usaha pokok bagi rumah tangga responden yang melakukan kombinasi usaha ternak sapi potong dengan usaha tani selain sapi potong. Koefisien determinasi (R2) diperoleh 0.535, yang berarti bahwa variasi dari variabel independen dapat diduga sebesar e2 (53,5%) atau berdasarkan F hitung analisis secara bersama variabel independen berpengaruh secara variabel dependen 99%. Secara parsial faktor -faktor jumlah ternak dan umur peternak yang berpengaruh terhadap pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor kontribusi usaha ternak sapi potong yang berpengaruh terhadap pendapatan keluarga adalah jumlah ternak dengan nilai koefisien regresi 38,759% dan umur peternak sebesar 1,297%.The research entitled contribution of the cattle business to the family income of farmers and factors affecting it in banyumas regency was conducted from October 17 to October 28, 2013. The purposes of the research were, 1) to know the cattle business contribution to the family income. 2) analyzing the factors that influence the contribution of cattle business income. Survey method was used. The respondent were cattle farmer in Banyumas regency. The sample area of research were chosen using purposive sampling method that cover the area that have high, medium, and low population. The three chosen area were kalibagor, kedungbanteng, and pekuncen. The coefficient of determination (R2) obtained was 0.535, the variation of the independent variable (e2) could be predicted of 53,5%. Based on the variant analysis, all together independent variables influenced the dependent variable by 99%. Partially, number of cattle and age of farmers affected farmers income. The results of the research showed that factors affecting the contribution of cattle business to family income was the number of cattle with regression coefficient of 38,759% and age of farmers with regression coefficient of 1,297%.
11777185C1A009060STUDI BEASISWA BANTUAN BELAJAR MAHASISWA (BBM)
MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Sumber daya manusia merupakan kunci dan faktor penentu dalam pembangunan suatu bangsa. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan hingga jenjang universitas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Peran beasiswa sangat berpengaruh dalam pendidikan. Penulis melakukan penelitian yang diberi judul Studi Beasiswa Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2013. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini yaitu kecukupan jumlah beasiswa BBM yang diterima mahasiswa sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan mereka selama perkuliahan dan pengaruh beasiswa BBM terhadap indeks prestasi mahasiswa. Objek penelitian adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman penerima beasiswa BBM tahun 2013.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu; uang saku, pengeluaran rutin, beasiswa, IPK, jam belajar, dan jam baca. Penelitian ini menggunakan dua analisis yaitu analisis kecukupan beasiswa yang diterima mahasiswa untuk konsumsi dalam waktu satu bulan, dan Analisis pengaruh beasiswa terhadap IPK mahasiswa. Keduanya menggunakan alat analisis tabulasi silang. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa beasiswa BBM hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang tidak indekos, sedangkan bagi mahasiswa indekos masih kurang. Beasiswa BBM yang diberikan kepada mahasiswa menaikan indeks prestasi (IPK) 56% mahasiswa dalam total populasi, dan 33% populasi menunjukkan beasiswa menurunkan indeks prestasi (IPK).
Implikasi yang didapatkan dari kesimpulan adalah hendaknya pemerintah mengkaji ulang mengenai pemberian beasiswa BBM dengan membedakan antara mahasiswa indekos dan tidak. Atau bahkan pemerintah dapat menaikan ketentuan minimum alokasi beasiswa per bulan sehingga beasiswa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mahasiswa sesuai dengan tujuan pemberian beasiswa. Bagi mahasiswa mereka dapat lebih berhemat dalam melakukan pengeluaran sehingga tambahan beasiswa yang diterima cukup. Perlunya penelitian lebih lanjut mengenai faktor yang mempengaruhi kenaikan IPK karena dalam hasil penelitian ini penerimaan beasiswa belum menjamin kenaikan IPK seluruh penerima beasiswa BBM.
Human resources is the key and determination factor in a nation development. To get qualified human resources needed qualified education. Education until the level of college requires a lot amount of money. The role of scholarship is very influencing in Education. Writer conducted research which entitled Study of Scholarship of Student Learning Aid (SLA) Student of Economy Faculty Jenderal Soedirman University year 2013. The problem that being studied in this final report is the adequacy of the amount of SLA scholarship as additional to fulfill their needs during college and the affect of SLA scholarship on student’s GPA.
Variables used in this research are: allowance, routine expense, scholarship, GPA, studying hour, and reading hour. This research uses two analysis those are analysis of scholarship adequacy that accepted by student for consumption in one month, analysis of the effect of scholarship on student's GPA. Both use analysis tool of cross tabulation. From the research result obtained conclusion that SLA scholarship only enough to fulfill student's needs that is not in boarding house, while for student in boarding house it is not enough. SLA scholarship that given to student increases GPA 56% of students in total population, and 33% population show scholarship decreases GPA.
Implication of the conclusion is supposedly the government reevaluate about giving SLA scholarship by distinguish student in boarding house and student that is not in boarding house. Or even then government could increase minimum provision of scholarship allocation per month thus scholarship enough to fulfill student's daily needs according to the purpose of giving scholarship. For student they can be more modest in spending money thus the additional scholarship that accepted is enough. The necessity of further research about factor that affecting the increase of GPA because in this research result scholarship acceptance hasn't guaranteed the increase of GPA of SLA scholarship acceptor student.
11787180C1C009114ANALISIS FAKTOR –FAKTOR YANG BERPENGARUH
TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA UMKM
(Studi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah kelas Menengah di Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor (latar belakang pendidikan, pengetahuan akuntansi, lama usaha, skala usaha, pengalaman dalam informasi akuntansi, pelatihan akuntansi, SDM, TI, SPI, kepatuhan terhadap standar, konsistensi, kontinyuitas, konservatisme, integritas, budaya organisasi, asimetri informasi, peran konsultan, alokasi waktu, kemampuan manajemen, pinjaman modal, pengguna laporan) yang berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan pada UMKM kelas Menengah di Kabupaten Banyumas.
Responden meliputi pemilik/manajer UMKM sebanyak 85 orang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan data primer. Alat analisis menggunakan analisis faktor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan manajemen, pengetahuan akuntansi, pelatihan akuntansi, SDM, pengalaman dalam informasi akuntansi, SPI, TI, integritas, kontinyuitas, budaya organisasi, asimetri informasi, kepatuhan terhadap standar, latar belakang pendidikan, konsistensi, konservatisme dan pinjaman modal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan UMKM kelas menengah di Kabupaten Banyumas.
This study aims to find out the factors (educational background, knowledge of accounting, age, scale, experience in accounting information, accounting training, HR, IT, ICS, adherence to standards, consistency, continuity, conservatism, integrity, organizational culture, information asymmetry, the role of consultants, time allocation, management capability, capital loans, the user reports) that affect the quality of financial reporting in the Intermediate class SMEs in Banyumas .
Respondents are owners/managers of SMEs as many as 85 people. This research is a qualitative descriptive study using primary data. Analysis tools using factor analysis .
The results of this research are management capability, accounting knowledge, accounting training, human resources, information experience in accounting, ICS, IT, integrity, continuity, organizational culture, information asymmetry, adherence to standards, educational background, consistency, conservatism and loan capital effect on the quality of financial statements of SMEs middle class in Banyumas .
11797181H1E007025PENGARUH TEMPERATUR ANNEALING TERHADAP STRUKTUR KRISTAL DAN ENERGI GAP FILM TIPIS NANOPARTIKEL TiO2TiO2 adalah salah satu zat kimia yang memiliki aplikasi yang sangat luas, diantaranya sebagai sensor dan sel surya. Secara umum TiO2 memiliki tiga jenis struktur Kristal diantaranya rutile, anastase dan brokite. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur annealing terhadap struktur kristal dan energy gap film tipis nanopartikel TiO2. Langkah-langkah dalam penelitian ini diawali dengan pembuatan lapisan tipis dengan teknik spincoating. Lapisan tipis dikarakterisasi dengan mengunakan XRD untuk mengetahui ukuran partikel dan menggunakan spektometer Uv-Vis untuk mengetahui nilai tranmitasi lapisan tipis. Hasil analisa uji XRD dengan menggunakan persamaan Scherrer menunjukan adanya penurunan ukuran partikel TiO2 dari suhu annealing 400o C sebesar 48,27 nm menjadi 36,20 nm dari suhu annealing 600o C. hasil pengujian menggunakan spektrometer Uv-Vis diperoleh hasil energy gap dari perhitungan nilai transmitasi menggunakan metode Swanepoel dan Tauc Plot diperoleh hasil terkecil 3,00 eV pada suhu annealing 600o C.TiO2 is a chemical substance that had very wide application, suchas a sensor and solar cells. Generally TiO2 have three crystal structure types, such as rutile, annastase and brookite. This study aim to determine the effect of annealing temperature on the crystal structure and the energy gap of TiO2 nanoparticle thin films. Measures in this research start with manufacture of thin layers with spincoating techniques. A thin layer is characterized using the XRD to find out particle size and using UV-Vis spectrometer to determine the value transmitasi thin layer. XRD analysis of the test result by yusing the Scherrer equation show a decrease particle size of TiO2 annealing temperature of 400o C at 48,27 nm to 36,20 nm from the annealing temperature 600o C. Test result using UV-Vis spectrometer energy gap acquired result of calculations using the value transmitasi Swanepole and Tauc Plot smallest result obtained 2,95 eV at annealing temperature of 600o C.
11807182H1F009005TEKSTUR URAT DAN ANALISIS INKLUSI FLUIDA
ENDAPAN EPITERMAL DAERAH CIHONJE DAN SEKITARNYA
KECAMATAN GUMELAR, KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH
Mineralisasi Epitermal di daerah Cihonje dan sekitarnya, Kabupaten Banyumas dicirikan dengan hadirnya berbagai urat yang bersifat mengisi rekahan. Identifikasi tekstur urat yang terdapat pada daerah penelitian dapat digunakan untuk menentukan lokasi mineralisasi dalam sistem vein. Sedangkan analisis inklusi fluida pada conto urat dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan komposisi kimia fluida pada saat pembentukan mineralisasi di daerah penelitian.
Secara garis besar, tekstur urat di daerah penelitian dikelompokan menjadi empat kelompok yaitu Kelompok Lattice Bladed, Kelompok Cockade, Kelompok Saccharoidal, serta Kelompok Sulfide Banded – Disseminated Sulfide. Berdasarkan Analisis Inklusi Fluida yang dilakukan, diketahui bahwa fluida hidrotermal pembentuk endapan epitermal di daerah penelitian, pernah mendidih pada kisaran temperatur 252 - 289 C selama perkembangan mineralisasi di daerah tersebut. Data temperatur pembekuan (Tm) sebesar -0,1 - -0,47 C berhubungan dengan besarnya salinitas fluida hidrotermal di daerah penelitian sebesar 0,18 – 0.84 %wt NaCl. Berdasarkan kumpulan tekstur urat serta data inklusi fluida diketahui bahwa mineralisasi di daerah penelitian terletak di zona boiling.

Kata kunci : Cihonje, Banyumas, Tekstur Urat, Inklusi Fluida, Epitermal.

Epithermal mineralization at Cihonje area and Surrounding characterized by presence of “open space filling” vein. Identification of vein texture in this area can be used to located the mineralization in the vein system. Whereas, the fluid inclusion analysis of vein provides physio-chemical characteristics of hydrothermal fluids which was responsible for mineralization in the research area.
Vein textures in research area is devided into four group they are Lattice Bladed Group, Cockade group, Saccharoidal Group, and sulfide banded – disseminated sulfide group. Hydrothermal fluid that form epithermal deposits in this area was boiling at temperature between 252 - 289 C. Temperature of melting values in the range -0,1 - -0,47 C, suggesting salinities between 0,18 – 0.84 %wt NaCl. Vein textures assemblages and fluid inclusion analysis suggest that mineralization in research area is located in the boiling zone.

Keyword : Cihonje, Banyumas, Vein Texture, Fluid Inclusions, Epithermal.