Artikel Ilmiah : G1F009011 a.n. HARISA NIDA KHOFIA

Kembali Update Delete

NIMG1F009011
NamamhsHARISA NIDA KHOFIA
Judul ArtikelPENENTUAN KADAR HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KADAR BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana) TERHADAP BAKTERI Shigella flexneri
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penyakit disentri dan diare persisten merupakan penyakit diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella flexneri. Pengobatan yang biasa digunakan adalah antibiotik, namun penggunaan yang kurang tepat akan menimbulkan masalah resistensi. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan yang rasional dan eksplorasi bahan alam yang memiliki efek antibakteri. Salah satu tanaman yang memiliki efek sebagai antibakteri adalah kulit buah manggis (Garcinia mangostana). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak etanol kulit buah manggis terhadap bakteri S.flexneri.
Metode yang digunakan untuk mendapatkan nilai KHM dan KBM adalah metode dilusi cair, dengan membuat seri pengenceran ekstrak kulit buah manggis yaitu konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,125%, 1,56%, dan dua kelompok kontrol yaitu: kontrol negatif menggunakan media Nutrien Broth (NB) dan kontrol positif menggunakan antibiotik ciprofloksasin. Nilai KHM dinilai dengan tingkat kejernihan visual ekstrak etanol kulit manggis (G. mangostana) dalam media Nutrien Broth (NB), sedangkan nilai KBM dinilai dengan tumbuh tidaknya S. flexneri pada medium Mueller Hinton Agar (MHA) dan dihitung dengan colony counter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah manggis memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.flexneri dengan nilai KHM 12,5% dan KBM didapatkan pada konsentrasi 25%
Abtrak (Bhs. Inggris)Dysentery and diarrhea is persistent diarrhea can be caused by a bacterial infection of Shigella flexneri. Treatment is commonly used antibiotics, yet inappropriate use will cause problems of resistance. Therefore we need a rational treatment and exploration of natural materials that have antibacterial effects. One of the plants that have an antibacterial effect is mangosteen rind (Garcinia mangostana). The purpose of this study was to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) mangosteen rind extract against bacterial S.flexneri .
The method used to determine the MIC and MBC is the liquid dilution method, by making serial dilutions of mangosteen peel extract is a concentration of 50%, 25%, 12,5% , 6,25%, 3,125%, 1,56%, and the two groups control ie : negative control using medium Nutrient Broth (NB) and positive control using ciprofloxacin. MIC was assessed by the level of visual clarity bark ethanol extract of mangosteen (G. mangostana) in medium Nutrient Broth (NB), while MBC was assessed by growing absence of S. flexneri in medium Mueller Hinton Agar (MHA) and calculated by colony counter. The results showed that the ethanol extract of mangosteen rind has antibacterial activity against S.flexneri with MIC values of 12,5% and MBC obtained at a concentration of 25 %
Kata kunciGarcinia mangostana, Shigella flexneri, Kadar Bunuh Minimum (KBM), Kadar Hambat Minimum (KHM).
Pembimbing 1Iskandar Sobri M. Biotech., Apt
Pembimbing 2Drs. Sunarto MS., MP
Pembimbing 3Ratna Stia Dewi, M.Sc
Tahun2014
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri(belum diset)
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.