Artikelilmiahs

Menampilkan 1.221-1.240 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
12217231G1A009009PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU
(Coffea canephora robusta)
TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL
PADA TIKUS MODEL OBESITAS
Latar belakang: Obesitas ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol yang merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai jenis penyakit degeneratif, dan ini merupakan masalah yang dihadapi seluruh dunia. Kopi hijau merupakan merupakan minuman yang banyak dikonsumsi seluruh dunia dan memiliki efek sebagai anti-obesitas.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak biji kopi hijau terhadap kadar kolesterol total pada tikus model obesitas.
Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar dengan berat badan 150-200 gram. Tikus dibagi 3 kelompok secara acak (n=10) yaitu: kelompok I sebagai kelompok kontrol negatif, kelompok II sebagai kelompok obesitas yang diinduksi pakan HFD (kontrol positif) dan kelompok III adalah tikus obesitas yang diberi perlakuan ekstrak etanol biji kopi hijau 400 mg/kgBB. Induksi berlangsung selama 21 hari. Perlakuan berlangsung selama 21 hari. Kolesterol total serum diperiksa pada akhir induksi dan akhir penelitian dan dianalisis menggunakan uji analysis of variance (ANOVA) dengan Post Hoc LSD.
Hasil: Rerata kolesterol total serum tikus kelompok obesitas yang mendapat ekstrak etanol biji kopi hijau 400 mg/kgBB (106,7 ± 26,7) lebih rendah dari kelompok obesitas (155,78 ± 17,22) (p<0,05). Selisih rerata kadar kolesterol total kelompok obesitas yang mendapat ekstrak etanol biji kopi hijau 400 mg/kgBB (47,5 ± 26,65) lebih rendah dibandingkan kelompok obesitas (85 ± 21,87) (p<0,05).
Kesimpulan: Tikus obesitas yang diberi ekstrak biji kopi hijau memiliki kadar kolesterol total lebih rendah dibandingkan tikus obesitas tanpa pemberian ekstrak biji kopi hijau.
Background : Obesity is characterized by elevated levels of cholesterol which is a risk factor for degenerative diseases of various kinds, and this is a problem facing the whole world. Green Coffee is a beverage that is widely consumed throughout the world and have an effect as an anti-obesity.
Objective : The purpose of this study was to determine the effect of green coffee bean extract on total cholesterol levels in rats models of obesity.
Methods : This experimental study using 30 white rats (Rattus norvegicus) male Wistar strain weighing 150-200 grams. Rats were randomly divided into 3 groups (n = 10), namely : Group I as the negative control group, group II as group feeding HFD -induced obesity (positive control) and group III is obese rats treated with ethanol extract of green coffee beans 400 mg/kgBB. Induction lasts for 21 days. Treat lasts for 21 days. Serum total cholesterol checked at the end of induction and end of the study and were analyzed using analysis of variance test (ANOVA) with post hoc LSD.
Results : The mean serum total cholesterol groups of obese rats that received ethanol extract of green coffee beans 400 mg/kgBB (106.7±26.7) was lower than the obese group (155.78±17.22) (p<0.05). Difference in mean total cholesterol obesity group that received ethanol extract of green coffee beans 400 mg/kgBB (47.5±26.65) was lower than the obese group (85±21.87) (p<0.05).
Conclusions : Levels of serum total cholesterol rats fed extracts of green coffee beans is lower than the rat that did not feed extract of green coffee beans.
12227232D1E009270ANALISIS KEBUTUHAN INVESTASI USAHA AYAM PELUNG DI KABUPATEN CIANJURPenelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juni sampai dengan tanggal 30 Agustus 2013 di Kabupaten Cianjur. Tujuan penelitian ini yaitu, a) Mengetahui modal investasi yang paling dibutuhkan dalam agribisnis usaha peternakan ayam pelung. b) Mengetahui sumber-sumber biaya investasi dalam usaha peternakan ayam pelung. c) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi dalam agribisnis usaha peternakan ayam pelung. Metode yang digunakan adalah metode survey. Penetapan sampel wilayah penelitian menggunakan metode purposive sampling yaitu mewakili kecamatan dengan populasi peternakan ayam pelung terbanyak di Kabupaten Cianjur. Terpilih enam kecamatan yaitu Kecamatan Gekbrong, Kecamatan Warungkondang, Kecamatan Campaka, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Sukaresmi dan Kecamatan Cipanas, dengan jumlah peternak yang diambil dari enam kecamatan tersebut sebanyak 55 peternak. Responden sebagai sampel menggunakan metode simple random sampling. Masing-masing wilayah kecamatan terpilih diambil sebanyak 10% dari jumlah keseluruhan peternak. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal investasi yang paling dibutuhkan dalam usaha ayam pelung adalah untuk pembelian lahan 43,38%, sedangkan 96,36% peternak menggunakan modal sendiri dan 3,64% peternak menggunakan modal pinjaman. Hasil perhitungan analisis investasi yang berpengaruh terhadap kebutuhan investasi untuk sarana produksi ternak adalah pendapatan luar usaha, skala usaha dan pekerjaan utama. Faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan investasi untuk pengadaan ternak adalah pendapatan usaha, pendapatan luar, skala usaha dan pekerjaan utama. Faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan investasi untuk pengadaan kandang dan bangunan adalah skala usaha. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa skala usaha berpengaruh keseluruh faktor kebutuhan investasi dalam usaha ayam pelung di Kabupaten Cianjur.This study was conducted from June 24th until August 30th 2013. The purposes of the study were, a) To know the required capital investment in agribusiness of pelung chicken farm. b) To know the sources of investment costs in the pelung chicken farm. c) To Know the factors that influence the level of investment in agribusiness of pelung chicken farm. The survey method was used and the sample area of research was choosen using purposive sampling method, that represents the population of pelung chicken farms in Cianjur Regency. The six selected districts (Gekbrong, Warungkondang, Campaka, Cilaku, Sukaresmi and Cipanas) were choosen and 55 farms were selected using simple random sampling method. Each selected district region is taken as 10% of the total number of farmers. The results showed that the capital investment is most needed in pelung chicken business is to purchase land 43,38%, while 96.36% of farmers use their own capital and 3.64% of farmers use the loan capital. The results of the calculation of the investment analysis of livestock production facilities are outer income, business scale, and main job. Influence factor between investment needed for supply chicken are income, outer income, business scale an main job. Factor that influence between investment needed for build housing and building are business scale. Based on result of research can be conclude that business scale influence to investment needed factor on pelung chicken business in cianjur regency.
12237233H1H009014SINTASAN, KONVERSI PAKAN, LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) YANG DIBERI PAKAN Azolla microphylla DAN PELET DENGAN PERBANDINGAN BERBEDATujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian Azolla microphylla dan pelet dengan perbandingan yang berbeda terhadap pertumbuhan, sintasan, dan konversi pakan ikan Nila merah (Oreochromis sp) dan mengetahui perlakuan manakah yang memberikan pertumbuhan, sintasan, dan konversi pakan ikan Nila (Oreochromis sp) terbaik. Ikan Nila merah sebanyak 360 ekor dipelihara pada 18 kolam dengan ukuran per kolam 2x1x0,5 m3. Masing-masing kolam diisi 20 ekor ikan. Metode penelitian adalah experimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan A (Kontrol) rerata nilai LPS 2,06%-2,52%, FCR 1,21-1,80, Sintasan 75%-100%. Perlakuan B (Pelet 75% + Azolla microphylla 25%) rerata nilai LPS 2,02%-2,68%, FCR 1,24-1,63, Sintasan 85%-100%. Perlakuan C (Pelet 50% + Azolla microphylla 50%) rerata nilai LPS 2,14%-2,170%, FCR 1,15-1,75, Sintasan 85%-95%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA hasilnya tidak berbeda nyata untuk setiap perlakuan. Parameter pendukung meliputi suhu, Oksigen terlarut dan pH menunjukan kualitas air media pemeliharaan baik untuk kehidupan ikan Nila merah.This study aimed to determine the effect of Azolla microphylla and pellets with different ration on the growth, survival, and feed conversion of Nile Tilapia. The best growth, survival, and feed conversion of fish were also determined. A total of 360 individuals was reared in 18 ponds measuring 2x1x0.5 m3, which was populated with 20 individuals. An experimental method applied completely randomized design (CRD ) for 3 treatments in sixtuplicates. Data were analyzed using ANOVA results were not significantly different for each treatment. Treatment A (control) presented 2.06%-2.52 % of SGR, FCR 1.21 to 1.80, Survival 75%-100%. Treatment B gave (75% Pellet + 25% Azolla microphylla) 2.02%-2.68% SGR, FCR 1.24 to 1.63, Survival 85%-100%. Treatment C (50% Pellet + 50% Azolla microphylla) gained 2.14%-2.170% SGR, FCR 1.15 to 1.75, Survival 85%-95%. Supporting parameters i.e. temperature, dissolved oxygen and pH were in good quality for red tilapia life.
12247235A1L008128SERANGGA HAMA PADA PERTANAMAN KEDELAI DI DESA KALISARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) jenis serangga hama kedelai, 2) mengetahui pola penyebaran menurut waktu , dan 3) mengetahui kepadatan populasi hama kedelai menurut varietas dan budidaya. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Desa Kalisari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dari bulan Agustus sampai Desember 2012. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 10 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba terdiri dari: 5 (lima) varietas yaitu Grobogan, Mitani, Mutiara, Rajabasa dan Slamet dan 2 (dua) aplikasi budidaya yaitu budidaya organik dan anorganik. Variabel yang diamati terdiri dari jenis hama, pola penyebaran hama, dan tingkat populasi hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis hama kedelai, yaitu lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon), kutu kebul (Bemisia tabaci Genn.), ulat grayak (Spodoptera litura F.), ulat penggerek buah (Helicoverpa armigera Hubn.), kepik polong (Riptortus linearis F.) dan kepik hijau (Nezara viridula Linn.). Pola penyebaran serangga hama yaitu tersebar acak di seluruh areal pertanaman. Varietas Slamet diserang dengan populasi hama tertinggi dibandingkan keempat varietas lainnya.The purpose of this research were to 1) determine the type of soybean insect pests, 2) determine dispersal patterns according to time, and 3) determine the level of pest population by soybean varieties and cultivation. The experiment was conducted in fields trial at Kalisari Village, District Cilongok, Banyumas from August to December 2012. Research used Randomized Block Design (RBD) consisted of 10 treatments and 3 replications. The treatments were: 5 (five) varieties, namely Grobogan, Mitani, Mutiara, Rajabasa, and Slamet and 2 (two) cultivation, namely the organic and inorganic farming. Observed variables consisted of the kind of insect pest, pest dispersal patterns, and the level of pest infestation. The results showed that there were six types of soybean pests, i.e. bean fly (Ophiomya phaseoli Tryon), whitefly (Bemisia tabaci Genn.), armyworm (Spodoptera litura F.), borer (Helicoverpa armigera Hubn.), pod suckingbug (Riptortus linearis F.) and green stinkbug ( Nezara viridula Linn.). Distribution pattern that was spread randomly throughout the planting area. Slamet variety was attacked by pests in higher level than four other varieties.
12257240C1B010037ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS, AKTIVITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS
(Studi pada Perusahaan Food and Beverages yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2012)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis likuiditas, aktivitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2009-2012. Penelitian ini menggunakan 14 sampel perusahaan yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda dengan alat statistik SPSS 17.00 untuk menganalisis data. hasil menunjukkan bahwa current ratio, inventory turnover, total asset turnover, dan debt to equity ratio berpengaruh positif terhadap return on asset. Sementara ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return on asset The purpose of this research is to analyze the effect of liquidity, activity, leverage, and firm size on profitability at food and beverages companies listed on Indonesian Stock Exchange during 2009-2012. It using 14 companies as sample was selected by purposive sampling method. This study used multiple regression analysis as the method a based on the result of research which used SPSS statistic 17.0 as the tool to analyze data. The result indicates that current ratio, inventory turnover, total asset turnover, and debt to equity ratio have positive and significant influence on return on asset. However, firm size hasn’t impact on return on asset.
12267236C1C008126PERANAN KEADILAN ORGANISASI PADA KINERJA BERBASIS ANGGARAN: PENGUJIAN EKSPERIMEN ATAS REFERENT COGNITION THEORYPenelitian ini berdasarkan teori referent cognition. Tujuan penelitian ini adalah menguji pengaruh dua elemen keadilan organisasi, yaitu keadilan distributif dan prosedural terhadap kinerja individu dalam konteks anggaran partisipatif dan non partisipatif. Pengujian dilakukan dengan desain eksperimental 2x2 betweeen subject. Partisipan adalah 24 orang mahasiswa program pascasarjana magister manajemen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat analisis ANOVA two ways with interaction dan ANOVA one way. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa, kinerja dipengaruhi persepsi keadilan pada target anggaran, namun persepsi keadilan pada proses penentuan anggaran secara parsial tidak mempengaruhi variasi kinerja. Kinerja berubah tergantung variasi kondisi keadilan pada target dan proses penentuan anggaran. Kinerja pada target anggaran yang tidak adil ketika ditentukan berdasarkan proses anggaran yang adil tidak berbeda dengan target anggaran yang adil. Kinerja rendah ketika target dan proses penentuan anggaran dilakukan secara tidak adil, Efek persepsi keadilan pada proses penentuan anggaran hanya dirasakan ketika target anggaran yang tidak adil dialokasikan.Based on referent cognition theory, this study examines the effects of two elements of organizational fairness, namely distributive fairness and procedural fairness on individual performance in a participative and non participative budgeting setting. An experimental design 2x2 between subjects was conducted. Participants are as many as 24 students of magister management program. Two ways with interaction ANOVA and one way ANOVA analyses are used to investigate hypothesis. The result show as predicted by referent cognition theory. Budget target has significant effects on performance, but budget process partially has no significant effect on performance. Variation of performance is changeable depending on condition of individual fairness perception on budget target and budget process. When an unfair budget target was determined using a fair budgeting process, performance was not significantly different from performance of the subjects assigned fair budget targets. Performance was lowest when an unfair budget target assigned using an unfair budgeting process. When the budget target assigned was fair, the fairness or unfairness of the budgeting process had no significant effect on performance.
12277234G1A007136PERBANDINGAN KALIUM SERUM ANTARA DIALISER BARU DENGAN DIALISER PAKAI ULANG PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTOGagal Ginjal Kronik merupakan masalah kesehatan dunia dengan peningkatan insidensi, prevalensi, biaya yang tinggi dan outcome yang buruk, Pada pasien Gagal Ginjal Kronik salah satu terapi pengganti yang bisa dilakukan adalah hemodialisis. Pelaksanaan hemodialisis diperlukan biaya yang cukup besar terutama penggunaan ginjal buatan dialiser, maka dilakukan penggunaan ginjal buatan pakai berulang. Untuk mencegah dampak buruk dari pemakaian berulang dialiser, perlu dilakukan pemantauan secara rutin dengan pemeriksaan kadar kalium pasien karena kalium sangat berguna untuk menilai fungsi glomerulus ginjal pasien. Tujuan penelitian adalah mengetahui perbandingan kalium serum antara dialiser baru dengan dialiser pakai ulang ke-5 dan ke-8 pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Margono Soekarjo. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian melibatkan 37 responden yang diambil dengan teknik total sampling, terdiri dari 11 responden yang menggunakan dialiser baru, 12 responden dialiser pakai ulang ke-5 dan 14 responden dialiser pakai ulang ke-8. Analisis data menggunakan One Way Annova. Hasil penelitian didapatkan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05), menunjukkan paling tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada dua kelompok selisih kalium serum pre dan post hemodialisis pada dialiser baru, dialiser pakai ulang ke-5 dan ke-8. Dilakukan uji Post Hoc karena terdapat perbedaan yang bermakna. Hasil a) nilai p sebesar 0,012 (p < 0,05), menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara dialiser baru dengan dialiser pakai ulang ke-5, b) nilai p sebesar 0,171 (p > 0,05), menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara dialiser baru dengan dialiser pakai ulang ke-8, c) nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05), menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara dialiser pakai ulang ke-5 dan dialiser pakai ulang ke-8.Chronic Renal Failure (CRF) was a global health problem with increased incidence, prevalence, high cost and bad outcomes. In patients with Chronic Renal Failure replacement therapy that one can do was hemodialysis. Implementation of hemodialysis was required at considerable expense, especially the use of dialyzer, then made repeated use of disposable dialyzer. To prevent the adverse effects of reuse dialyzer, should be routine monitoring of patients with serum potassium level examination because potassium was useful to assess renal glomerular function of patients. The purpose of the study was to determine serum potassium ratio between new dialyzer, 5th reuse dialyzer and 8th reuse dyalizer in patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis in the Margono Soekarjo Hospital. The study design used an analytical observational with cross sectional approach. The study included 37 respondents who were taken with a total sampling method, consisting of 11 respondents who use the new dialyzer, 12 respondents 5th reuse dialyzer and 14 respondents 8th reuse dialyzer. Data analysis used the One Way Annova. The results obtained p value of 0.001 (p < 0.05), showed there is significant differences between delta serum potassium pre and post hemodialysis on new dialyzer, 5th reuse dialyzer and 8th reuse dialyzer. Post Hoc Test is used because there is significant differences. The result a) p value of 0,012 (p < 0,05), showed there is significant differences between new dialyzer and 5th reuse dialyzer, b) p value of 0,171 (p > 0,05), showed there is no significant differences between new dialyzer and 8th reuse dialyzer, c) p value of 0,000 (p < 0,05), showed there is significant difference between 5 reuse dialyzer and 8th reuse dialyzer.
12287238D1F011008PENGGUNAAN TEPUNG BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) DALAM RANSUM AYAM ARAB TERHADAP PRODUKSI TELUR DAN KONVERSI PAKAN

(THE USE OF ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L) POWDER IN RATION OF ARABIAN HENS ON THE EGG PRODUCTION AND FEED CONVERTION RATIO)
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Wanita Karya, pada tanggal 2 Agustus sampai 30 September 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai level tepung bunga rosella terhadap produksi telur dan konversi pakan ayam Arab. Materi yang digunakan adalah ayam Arab betina umur 34 minggu sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental secara in vivo menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Jumlah perlakuan sebanyak empat level, setiap perlakuan diulang lima kali. Perlakuan yang diberikan adalah penggunaan level tepung bunga rosella, yang menjadi perlakuan adalah level tepung bunga rosella dalam pakan pada R0, R1, R2 dan R3 masing-masing 0%, 2%, 4% dan 6%. Peubah yang diamati yaitu produksi telur dan konversi pakan. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian produksi telur (HDP) pada R0 = 65,67 ± 4,18%, R1 = 63,11 ± 5,87%, R2 = 52,00 ± 12,56%, dan R3 = 55,22 ± 12,04%, konversi pakan pada R0 = 2,99 ± 0,21, R1 = 3,16 ± 0,28, R2 = 3,87 ± 1,09, dan R3 = 3,67 ±1,06. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan tepung bunga rosella dalam ransum ayam Arab berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap Hen Day Production dan konversi pakan. Dapat disimpulkan penggunaan tepung bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) level 0%, 2%, 4%, dan 6% dalam ransum ayam Arab menghasilkan produksi telur dan konversi pakan yang relatif sama.

ABSTRACT
Research was held at Farmer Livestock Women Work, on September 2nd until September 30th 2013. The research objective was to determine the effect of different levels of flower powder of rosella (Hibiscus sabdariffa L) in rations of Arabian hens on the egg production and feed conversion ratio. The materials were 60 Arabian hens aged 34 weeks. The research carried out by the experimental method in vivo using completely randomized design (CRD). Number of the treatments were four, including five times replications. The treatment was level of rosella powder in feed, consisted of R0, R1, R2 dan R3 were 0%, 2%, 4% dan 6% respectively. The variables observed were egg production of Arabian hens and the feed conversion ratio. The data were analyzed using variance analysis and then were analysed with Honesty Significant Difference (HSD). The results of egg production of Arabian hens (Hen Day Production) were R0 = 65,67 ± 4,18%, R1 = 63,11 ± 5,87%, R2 = 52,00 ± 12,56%, and R3 = 55,22 ± 12,04%, feed conversion ratio were R0 = 2,99 ± 0,21, R1 = 3,16 ± 0,28, R2 = 3,87 ± 1,09, and R3 = 3,67 ±1,06. The analysis results showed that the use of rosella powder in rations of Arabian hens were not significant (P>0.05) of Hen Day Production and feed conversion ration. The conclusions of the study on using rosella (Hibiscus sabdariffa L) powder levels 0%, 2%, 4%, and 6% in ration of Arabian Hens made the same production and feed conversion ratio.
12297250A1M008047KAJIAN FISIKOKIMIA MINUMAN FUNGSIONAL BERBAHAN DASAR Sargassum crassifolium DAN DAUN KUMIS KUCING BERDASARKAN LAMA DAN SUHU PENCELUPANTanaman rumput laut coklat (Sargassum crassifolium) dan daun kumis kucing dapat dijadikan minuman fungsional karena mengandung komponen bioaktif yang tinggi. Penambahan daun kumis kucing diharapkan dapat meningkatkan nilai fungsional minuman. Pembuatan minuman fungsional berbahan dasar S. crassifolium dan daun kumis kucing dapat dilakukan dengan menggunakan metode pencelupan pada suhu dan lama pencelupan tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh suhu pencelupan terhadap sifat sensori dan komponen bioaktif produk minuman Sargassum-java tea celup; 2) Mengetahui pengaruh lama pencelupan terhadap sifat sensori dan komponen bioaktif produk minuman Sargassum-java tea celup; 3) Mengetahui pengaruh interaksi antara suhu dan lama pencelupan terhadap sifat sensori dan komponen bioaktif produk minuman Sargassum-java tea celup. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) disusun secara faktorial dengan pola 4 x 4 yang terdiri atas 16 kombinasi perlakuan dan dua kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi suhu pencelupan (T) yang terdiri atas 4 taraf yaitu T1 (700C); T2 (800C); T3 (900C); T4(1000C). Lama pencelupan (W) terdiri atas 4 taraf yaitu W1 (1 menit); W2 (3 menit); W3 (5 menit); W4 (7 menit). Variabel yang diamati meliputi 1) komponen bioaktif yang terdiri atas alkaloid, flavonoid, saponin, dan terpenoid; 2) sensori terdiri atas warna, kenampakan, bau, rasa, flavour, dan kesukaan. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu T2W2 yaitu suhu pencelupan 800C dengan lama pencelupan 3 menit. Kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan kandungan komponen bioaktif yang tinggi dengan sifat sensori yang dapat diterima dengan nilai warna 1,7 (coklat muda), kenampakan 4,1 (bening), bau 3,2 (sedikit kuat), rasa 3,5 (sedikit pahit), flavor 3,4 (sedikit enak), dan kesukaan 3,4 (sedikit suka).Brown seaweed (Sargassum crassifolium) and java tea leaves could be made as a functional food because it contains bioactive components. The addition of Java tea leaves is expected to increase the value of functional food. Functional food made from S. crassifolium and Java tea leaves can be done by using immersion method at certain temperature and immersion time. The purposes of the research were 1) To determined the influence of temperature immersion toward sensory characteristic and bioactive components of Sargassum -java tea bag; 2) To determined the influence of immersion time toward sensory characteristic and bioactive components of Sargassum-java tea bag; 3) To determined the interaction between temperature and immersion time toward sensory characteristic and bioactive components of Sargassum-java tea bag. This research used experimental methods with a complete random design which arranged in a 4 x 4 factorial patterns and consisted of 16 treatments with two repettition. The tested treatments were immersion temperature (T), which consists of T1 (700C); T2 (800C); T3 (900C); T4 (1000C). Immersion time (W) consists of W1 (1 minute); W2 (3 minute); W3 (5 minute); W4 (7 minute). The observed variables were 1) Bioactive components (alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoids); 2) Sensory characteristic (color, appearance, odor, taste, flavour, and preference). The best treatment was T2W2 with 800C and 3 minutes of immersion. That treatment produced a high bioactive content which still could be accepted in sensory characteristic with the color value at 1,7 (light brown), appearance value at 4,1 (clear), odor value at 3,2 (a bit strong), taste value at 3,5 (slightly bitter), flavor value at 3,4 (a bit tasty) and preference value at 3,4 (a bit like).
12307239G1A007026PENGARUH PROGRAM FITNESS TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PADA MAHASISWA KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
Seseorang yang memiliki kesegaran jasmani prima dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan optimal dan tidak cepat lelah serta memiliki cadangan energy untuk melakukan kegiatan lain. Penelitian mengenai nilai kapasitas vital paru dan hubungannya dengan karakteristik fisikbertujuan untuk mengetahui pengaruh program fitness tehadap kapasitas vital paru pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analitik Observasional.Didapat 38 orang subyek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi.Subyek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok fitness dan kelompok Non fitness, dengan menggunakan simple random sampling.Mula-mula dilakukan pengambilan data karakteristik subyek penelitian lalu dilakukan pengambilan data nilai Kapasitas Vital Paru.Hasilpenelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel program fitness dengan kapasitas vital paru.Terdapat perbedaan rerata nilai kapasitas vital paru yang bermakna antara kelompok fitness dan kelompok non fitness dimana nilai kapasitas vital paru kelompok non fitness lebih rendah daripada kelompok fitness.
Someone who has excellent physical fitness can perform daily activities with optimal and not get tired and have energy reserves to do other activities. Research on the value of vital lung capacity and its relationship to the physical characteristics of the program aims to investigate the effect of fitness on lung vital capacity in General Sudirman University medical student.The method used in this study is the method of Analytic Observational. There were 38 subjects who selected by inclusion criteria. Subjects were divided into two groups: group fitness and group non-fitness, by using simple random sampling. At first conducted the data collection characteristics of study subjects then performed the data collection Vital Lung Capacity.The results showed that there were significant effects of variable fitness program with vital lung capacity or there are differences in the mean value of lung vital capacity was a significant association between group fitness and group fitness in which the value of vital Lung capacity of non-fitness group is lower than the fitness.
12317253C1B010084PENGARUH LINGKUNGAN KERJA, KETERLIBATAN KERJA DAN KOHESIVITAS DALAM KELOMPOK KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN ASPEK KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA (KPPN) PURWOREJOPenelitian ini berjudul " Pengaruh Lingkungan Kerja, Keterlibatan Kerja dan Kohesivitas dalam Kelompok Kerja Terhadap Kinerja Pegawai dengan Aspek Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi di KPPN Purworejo ". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja, keterlibatan kerja dan kohesivitas dalam kelompok kerja terhadap kinerja pegawai dengan aspek kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan sampling jenuh. Populasi dari penelitian ini adalah semua pegawai KPPN Purworejo, diketahui bahwa ukuran sampel penelitian ini adalah 35 responden. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa : (1) Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pegawai KPPN Purworejo. (2) Keterlibatan Kerja berpengaruh positif tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai KPPN Purworejo. (3) Kohesivitas Kelompok berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pegawai KPPN Purworejo. (4) Kohesivitas Kelompok berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai KPPN Purworejo. (5) Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai KPPN Purworejo. (6) Kohesivitas Kelompok secara langsung mempengaruhi kinerja pegawai, tetapi juga berpengaruh tidak langsung pada kinerja pegawai dengan dimediasi Kepuasan Kerja. Ternyata bahwa koefisien pengaruh langsung 0,398 lebih besar dari pengaruh tidak langsung adalah 0.150. Jadi hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja hanya memediasi secara parsial hubungan antara Kohesivitas dalam Kelompok dengan Kinerja Pegawai.
The research is titled “Effect of Work Environment, Job Involvement and Cohesiveness within the Working Group on Employee Performance with Aspects of Job Satisfaction as a Mediating Variable in KPPN Purworejo”. The aims of research are to find out and to analyze the effect of work environment, job involvement and cohesiveness within the working group on employee performance with aspects of job satisfaction as a mediating variable. The method of research is survey with sampling technique uses non probability sampling by saturation sampling. Population from the research is all of employement KPPN Purworejo, it is known that sample size of this research is 35 respondents. Based on the result of research analysis data using Partial Least Square (PLS) indicated that :(1) Work Environment has positive and significant effect on employees job satisfaction KPPNPurworejo. (2) Work involvement has positive but no significant effect on employees job satisfaction KPPN Purworejo. (3) Group Cohesiveness has positive and significant effect on employee job satisfaction KPPN Purworejo. (4) Group Cohesiveness has positive and significant effect on employee performance KPPN Purworedjo. (5) Job Satisfaction has positive and significant effect on employee performance KPPN Purworejo. (6) Cohesiveness in Group directly affect employee performance , but also indirect effect on employee performance with mediated Job Satisfaction . It turns out that the direct effect coefficient 0.398 is greater than the indirect effect is 0.150 . So the results of the above analysis it can be concluded that job satisfaction is only partially mediates the relationship between Group Cohesiveness in the Employee Performance .
12327243F1C009033PENGELOLAAN INFORMASI MELALUI CYBER PUBLIC RELATIONS DI PERGURUAN TINGGI (STUDI KASUS PADA WEBSITE UNSOED www.unsoed.ac.id)Hubungan Masyarakat atau Public Relations (PR) adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam sebuah institusi publik karena berperan dalam menginformasikan kebijakan publik dan memantau serta menganalisa berbagai isu yang berkembang di masyarakat. Salah satu institusi yang membutuhkan humas adalah perguruan tinggi. Tingginya persaingan antar perguruan tinggi baik swasta maupun negeri menyebabkan perguruan negeri saat ini sudah harus mulai mengedepankan aspek citra dan reputasinya melalui kegiatan kehumasan yang tidak lagi bersifat lokal namun sudah go-international. Hal tersebut yang pada akhirnya menuntut Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menerapkan fungsi cyber public relations yang direpresentasikan melalui sebuah website
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan informasi melaui konten-konten website www.unsoed.ac.id sebagai penerapan cyber public relations di UNSOED. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus. Informan dipilih dengan menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan) dengan teknik pengumpulan data yaitu analisis isi, focus grup discussion (FGD), wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis interaktif sedangkan untuk kepentingan keabsahan data digunakan triangulasi sumber.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa website UNSOED dikelola oleh tim ad-hoc di bawah rektor yang dikoordinasi melalui Pembantu Rektor IV atau bidang Perencanaan Informasi dan Kerjasama, dan secara administrasi difasilitasi oleh BAPSIH. Website UNSOED terintegrasi oleh website-website subdomain dan untuk mengkoordinasi hal tersebut tim pengelola mengadakan rapat setiap bulan dengan pengelola website subdomain. Berdasarkan data dari FGD, masih ada beberapa kelemahan dalam konten website UNSOED yaitu tampilan yang kurang menarik, fasilitas multibahasa yang belum maksimal, serta terbatasnya informasi pendukung mahasiswa lainnya seperti info beasiswa, jurnal dan berbagai referensi.
Public Relations or PR cannot be separated in a public institution because it has a role to inform public policy and to monitor and analyze various issues in the society. College is one of another institution that requiring a PR. High competition among college both private and public university leads the public university nowadays should start the good imaging and reputation in a PR activities which is no longer locally but go-international. That point finally encourage Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) to implement a cyber public relations that is represented by a website. Therefore, researcher chose “Management of Information Through Cyber Public Relations in a College (Case study in website unsoed www.unsoed.ac.id)” as a tittle to be researched.
This research was conducted to determine how management of information through the content in www.unsoed.ac.id as the application of cyber public relations in UNSOED. The method used qualitative method with case study. Informants were selected by using purposive sampling (samples intended) with data collection technic is analysis of the content, focus grup discussion (FGD), interview and documentation. Data analysis did by using the interactive analysis but for the validity of the data used triangulation of source
From the result of this research could be concluded that the website UNSOED managed by an ad-hoc team under the rector university which is coordinated through vice rector IV or Planinng Information and Cooperation section, and administratively facilitated by BAPSIH. UNSOED website integrated by subdomain websites and to coordinate that case, the management team meet every month with administrator of subdomain website. Based on the data from FGD, still there are some weakness in content of website UNSOED such as less atrractive view, facilities multillingual is not maximum, and the limited supporting information other student such as scholarship information, journals and various references.
12337244A1M009073KOMPARASI KONDISI TEKNIS DAN FINANSIAL PENGRAJIN GULA KELAPA CETAK STUDI KASUS DI DESA PAGERAJI, KARANG TENGAH DAN KEMAWI KABUPATEN BANYUMAS
(Comparison of Technical and Financial Condition of Solidified Palm Sugar Craftsmen in Pageraji, Karang Tengah and Kemawi Villages Banyumas)
Kabupaten Banyumas merupakan sentra pengolahan gula kelapa cetak di Indonesia. Menurut data Disperindagkop Banyumas (2012), pada tahun 2012 terdapat 26.853 pengrajin gula kelapa dengan volume produksi 62.187,37 ton/tahun. Besarnya jumlah pengrajin gula kelapa cetak di Kabupaten Banyumas tidak ada korelasi dengan tingkat kesejahteraan karena tingkat penghasilan pengrajin yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi teknis, biaya produksi, harga jual dan keuntungan gula kelapa cetak di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bersifat deskriptif komparatif. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah sampling purposive. Jumlah unit yang dikaji yaitu tiga unit pengrajin gula kelapa cetak. Penentuan daerah penelitian dilakukan tiga tahap yaitu menentukan kecamatan, desa dan responden pengrajin. Pengrajin yang terpilih yaitu Bu Narsipah Desa Pageraji Kecamatan Cilongok, Pak Karsidi Desa Karang Tengah Kecamatan Baturraden, dan Bu Mijem Desa Kemawi Kecamatan Somagede. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi teknis pengolahan gula kelapa cetak pada ketiga desa sudah cukup baik. Biaya produksi gula kelapa cetak per hari Desa Pageraji, Karang Tengah dan Kemawi berturut-turut sebesar Rp 61.615,00; Rp 68.214,00; dan Rp 64.664,00 sedangkan biaya produksi per kilogram berturut-turut sebesar Rp 8.226,30; Rp 8.053,61; dan Rp 7.105,93. Harga jual gula kelapa cetak Desa Pageraji dan Karang Tengah sebesar Rp 10.000,00 sedangkan Desa Kemawi sebesar Rp 9.000,00. Keuntungan per hari Desa Pageraji, Karang Tengah dan Kemawi berturut-turut sebesar Rp 13.285,00; Rp 16.486,00; dan Rp 17.236,00 sedangkan keuntungan per kilogram berturut-turut sebesar Rp 1.773,70; Rp 1.946,39; dan Rp 1.894,07.Banyumas is one of the palm sugar processing centers in Indonesia. According to the data from the Department of Industry and Trade Banyumas (2012), in 2012 there were approximately 26,853 palm sugar business units with production volume up to 62,187.37 tons/year. The large number of solidified palm sugar craftsmen in Banyumas did not have any correlation with their welfare level. It caused by the low income of the craftsmen. The purposes of this study were to determine technical condition, production cost, selling price and profit of solidified palm sugar in Banyumas. This research was a descriptive comparative case study. It used sampling purposive technique to collect the data. There were three tested units of solidified palm sugar craftsmen. The determination of the tested area was determined in three stages, which were determining the districts, determining the villages and determining the respondents. The selected respondents were Mrs. Narsipah from Pageraji Village of Cilongok District, Mr. Karsidi from Karang tengah Village of Baturraden District, and Mrs. Mijem from Kemawi Village of Somagede District. The result of this study showed that the technical condition of solidified palm sugar processing on the three villages were quite good. Production costs for solidified palm sugar a day in Pageraji, Karang tengah and kemawi Village had some differences, which were Rp 61,615.00; Rp 68,214.00; and Rp 64,664.00 while the production costs per kilograms were Rp 8,226.30; Rp 8,053.61; and Rp 7,105.9. The selling price of solidified palm sugar in Pageraji and Karang tengah Villages was Rp 10,000.00 while in Kemawi Village was Rp 9,000.00. Profit a day in Pageraji, Karang Tengah and Kemawi Village were Rp 13,285.00; Rp 16,486.00; and Rp 17,236.00 while profit per kilogram were Rp 1,773.70; Rp 1,946.39; and Rp 1,894.07.
12347251A1M008007FORMULASI BERAS ANALOG DARI TEPUNG JAGUNG DAN KACANG MERAH DENGAN PENAMBAHAN AGAR-AGAR SEBAGAI TEKSTURIZERBeras analog atau beras tiruan (artificial rice) adalah beras yang dibuat dari non padi dengan kandungan karbohidrat mendekati atau melebihi beras dengan bentuk menyerupai beras dan dapat berasal dari kombinasi tepung lokal atau padi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula yang tepat dalam pembuatan beras analog dari tepung jagung dan kacang merah dengan penambahan agar-agar sebagai teksturizer serta untuk mempelajari sifat fisik, kimia, dan sensori dari beras analog yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 20 kombinasi perlakuan dan 2 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah proporsi tepung jagung-kacang merah (T) yang terdiri dari 5 taraf yaitu T1 (90:10); T2 (85:15); T3 (80:20); T4 (75:25); dan T5 (70:30) serta konsentrasi agar-agar (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu A1 (0,5%); A2 (1 %); A3 (1,5%); dan A4 (2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang menghasilkan beras analog dengan nilai protein total dan nilai kesukaan tertinggi yaitu perlakuan proporsi tepung jagung-kacang merah 70:30 dengan konsentrasi glukomanan 1,5% (T5A3). Kombinasi perlakuan ini memiliki nilai rendemen 79,25%; densitas kamba 0,55 gr/ml; koefisien rehidrasi 3,73; kadar air 5,16 % (bb); kadar abu 1,32% (bk); protein total 14,03% (bk); kadar lemak 0,94% (bk); dan karbohidrat 83,70% (bk). Analog rice or artificial rice was made from non-paddy which its carbohydrate content almost or better than paddy and its shape like paddy, also can be made from a combination of local flour or rice. The purposes of this reseacrh were to determine the best proportion between corn and red beans flour and agar addition to produce good quality analog rice also to study the physical, chemical, and sensory analogue of rice produced. This research was an experimental method with completely randomized design (CRD) consisted of 20 combinations of treatments and 2 replications. Factors to be tested are the proportion of corn-red beans flour which consisted 5 levels, i.e., 90:10 (T1), 85:15 (T2), 80:20 (T3), 75:25 (T4), and 70:30 (T5) and the agar consentration which consisted 4 levels, i.e., 0.5% (A1), 1% (A2), 1.5% (A3), and 2% (A4). The results showed that the best analog rice produced by treatment combination of corn-red beans flour with proportion 70:30 and 1,5 % agar concentration (T5A3). This treatment combination has 79.25 of yield; 0.55 of bulk density; 3.73 of rehydration coefficient; 5.16% (wb) of moisture content; 1.32% (db) of ash content of; 14.03% of total protein; 0.94% of fat, and 83.70% of carbohydrate.
12357242A1L109001KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT
SECARA HIDROPONIK PADA BERBAGAI KOMPOSISI
MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI NUTRISI
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji pengaruh komposisi media tanam pada pertumbuhan dan hasil tomat secara hidroponik. 2) Mengkaji pengaruh konsentrasi nutrisi pada pertumbuhan dan hasil tomat secara hidroponik. 3) Mengkaji interaksi antara komposisi media tanam dan konsentrasi nutrisi pada pertumbuhan dan hasil tomat secara hidroponik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak KelompokLengkap (RAKL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan.Faktor pertama adalah komposisi media tanam terdiri dari 3 proporsi, yaitu 1:1; 1:2 dan 2:1. Faktor kedua adalah konsentrasi nutrisi terdiri dari tiga taraf yaitu 0; 2500 dan 5000 ppm. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah buah, bobot buah, diameter buah, umur berbunga dan umur panen. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian meningkatkan jumlah daun pada pemberian nutrisi konsentrasi 2500 ppm. Komposisi media tanam tidak menunjukan peningkatan semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Kata kunci: hidroponik, komposisi media tanam, konsentrasi nutrisi
The objective of this study were 1) to know the effect of media composition on growth and tomato yield by hydroponic . 2) to know the effect of nutrient concentration on the growth and tomato yield of hydroponic. 3) to know the effect of the interaction between the composition of the planting medium and nutrient concentration on the growth and tomato yield of hydroponic. Experimental design was randomized complete block design ( RAKL ) with two factors and three replications. The first factor was the composition of the planting medium 1:1 ; 1:2 and 2:1. The second factor was the concentration of nutrients consists of 3 levels was 0; 2500 dan 5000 ppm. The observed rasiables were plant height, number of leaves, number of productive branches, number of fruits, fruit weight, fruit diameter, flowering and harvesting time. The data were analyzed using the F test, if was a different effect followed by DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at 5% error level. The results increase the number of leafes on the concentration nutrition of 2500 ppm. While the composition of the planting media does not show improvment affect all growth variables and yield of tomato.
Keywords: hydroponic, planting medium composition, nutrient concentration

12367245F1F009058THE ANALYSIS OF TOURETTE SYNDROME IN THE MOVIE “FRONT OF THE CLASS”
Abstrak
Penelitian yang berjudul “The Analysis of Tourette Syndrome in the Movie “Front of the Class” bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tic dan situasi ketika Brad Cohen memproduksi tic secara sering dan intensif.
Dalam penelitian ini, pendekatan psycholinguistics dan teori tentang tic digunakan untuk meneliti tic yang diproduksi Brad Cohen di film tersebut. Kemudian analisis tersebut dijabarkan menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Terdapat tiga langkah untuk meneliti tic dalam film ini. Langkah pertama yaitu menonton film untuk memahami isi film tersebut untuk pengumpulan data. Langkah kedua adalah mengidentifikasi jenis-jenis tic dan situasi ketika Brad Cohen memproduksi tic secara sering dan intensif. Langkah terakhir adalah menjelaskan jenis-jenis tic tersebut dan situasinya didukung bukti-bukti yang ada di dalam film.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga jenis tic yang diproduksi Brad Cohen dalam film tersebut yaitu simple vocal tics, simple motor tics and complex motor tics. Brad Cohen memproduksi tic lebih sering and intensif ketika dia mengajar, berbicara tentang hal-hal sensitive, mengendarai sepeda, belajar di kelas, persiapan dalam melamar pekerjaan, dalam interview pekerjaan, dan ketika diwawancarai oleh kepala sekolah di depan umum setelah konser orchestra. Tic-nya terjadi secara sering dan intensif karena dia merasa terlalu gembira, tertekan, gugup, harus berkonsentrasi, terlalu banyak rangsangan dari luar, tersinggung, marah, sedih, terlalu percaya diri, dan takut penghakiman orang lain terhadap dirinya.



Abstract
The research entitled The Analysis of Tourette Syndrome in the Movie “Front of the Class” is aimed to analyze the types of tics and the situations when Brad Cohen produced tics frequently and intensively.
In this research, psycholinguistics approach and tics theory are applied to analyze the Brad Cohen’s tics in the movie. Then, the analysis is presented by using descriptive qualitative method.
There are three steps in analyzing the data in this research. Those steps are watching the movie many times to understand the content of the movie in collecting the data, identifying the types of tics and situations when Brad Cohen produced tics frequently and intensively, and explaining the tics and the situations supporting with the evidences from movie.
The findings show that there are three types of tics of Brad Cohen in the movie. They are simple vocal tics, simple motor tics and complex motor tics. Brad Cohen produced tics more frequently and intensively when he was teaching, talking about sensitive conversation, riding bike, studying in the classroom, preparing to propose jobs, being in job interview, and being interviewed by school principal in front of people after orchestra concert. His tics occurred more frequent and intensive because he was over-excited, stressed, nervous, concentrated, over-stimulated, offended, angry, sad, over-confident, and fearful of judgment.


12377254A1M009011KOMPARASI KONDISI TEKNIS DAN FINANSIAL PENGRAJIN GULA KELAPA KRISTAL STUDI KASUS DI DESA PAGERAJI, RANCAMAYA DAN SOKAWERA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak
Jumlah pengrajin di Kabupaten Banyumas 26.853 unit usaha dengan volume produksi 62.187,37 ton/tahun (DisPerinDagKop Kabupaten Banyumas,2012). Besarnya jumlah usaha gula kelapa tidak memiliki korelasi dengan tingkat kesejahteraan pengrajin. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan gula kelapa kristal di Desa Pageraji, Sokawera dan Rancamaya. Penelitian ini merupakan studi kasus bersifat deskriptif komparatif. Metode yang digunakan adalah metode evaluasi. Pengrajin gula kelapa kristal yang dikaji di Kabupaten Banyumas berjumlah tiga unit ditentukan secara purposive. Jenis data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi kondisi teknis, komponen biaya produksi, harga jual dan keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi teknis pengolahan gula kelapa kristal pada ketiga desa sudah cukup baik, sehingga gula kelapa yang dihasilkan dapat dijual dipasaran dengan harga jual yang normal. Total biaya produksi gula kelapa kristal per hari di Desa Pageraji, Sokawera dan Rancamaya berturut-turut sebesar Rp 284.768,00, Rp 60.226,00 dan Rp 72.130,00, sedangkan untuk biaya produksi per kilogramnya berturut-turut sebesar Rp 9.493,00 Rp 7.435,00 dan Rp 8.646,00. Harga jual gula kelapa kristal di Desa Pageraji sebesar Rp 14.000, sedangkan di Desa Rancamaya dan Sokawera sebesar Rp 13.250. keuntungan per hari untuk Desa Pageraji, Sokawera dan Rancamaya berturut-turut sebesar Rp 135.232,00, Rp 45.074,00 dan Rp 38.170,00. Sementara untuk keuntungan per kilogram berturut-turut sebesar Rp 4.507,00; Rp 5.565,00 dan Rp 4.604,00.
ABSTRACT
The number of craftsmen in Banyumas was 26.853 craftsmen, with production volume as much as 62.187 tons/year (DisPerinDagKop of Banyumas, 2012). A high number of palm sugar business has not any correlation with the welfare of craftsmen. The purpose of this study are to determine the technical conditions, production cost, selling price and profit of crystal palm sugar in Pageraji, Sokawera and Rancamaya Villages. This study was descriptive comparative case study. The method used is evaluation method. The craftsmen of crystal palm sugar which had been studied in Banyumas were three units, that chosen purposively. This study used primary and secondary data. The observed variables in this study were technical conditions, production cost, selling price and profit. The results of this study showed that technical condition of the crystal palm sugar processing is good enough, so that the result of crystal palm sugar can be sold at a normal selling price. Total cost production of crystal palm sugar in Pageraji, Sokawera and Rancamaya Village are Rp 284768.00; Rp 60.226,00 and Rp 72.130,00 per day, while the cost production for every kilogram of crystal palm sugar were Rp 9.493,00; Rp 7.435,00; and Rp 8.646,00. The selling price of crystal palm sugar in Pageraji Village was Rp 14.000, while in Sokawera and Rancamaya Villages were Rp 13.250. Profit for Pageraji, Sokawera and Rancamaya Villages were Rp 135.232,00 , Rp 45.074,00 and Rp 38.170,00 per day. As for the profit for every kilogram, respectively were Rp 4.507,00; Rp 5.565,00 and Rp 4.604,00.
12387246H1C009030UJI PERFORMANSI TEKNIK WATERMARKING DENGAN METODE LEAST SIGNIFICANT BIT PADA CITRA MEDISCitra merupakan salah satu elemen multimedia yang biasa digunakan dalam penyampaian suatu informasi, baik itu informasi yang hanya bersifat hiburan sampai informasi yang dapat dikatakan sebagai informasi penting yang salah satu contohnya ialah informasi di bidang medis sebagai contoh ialah citra mata Dengan meningkatnya jumlah pengidap penyakit mata maka akan semakin meningkatkan pula jumlah citra mata yang dihasilkan sehingga pihak rumah sakit harus lebih cermat dan teliti dalam pengelolaan citra mata tersebut. Salah satu cara sederhana untuk menghindari kesalahan dalam pengelolaan citra mata yakni dengan memberikan sistem keamanan pada citra mata dengan cara memanipulasi data atau informasi dari citra mata tersebut (image security). Watermarking merupakan salah satu teknik pengamanan gambar yang ada pada saat ini dengan beberapa metodenya yang salah satunya ialah metode Least Significant Bit yang prinsip kerjanya yakni mensubstitusikan bit bit yang ada pada citra watermark dengan citra Host.Dengan metode ini didapatkan citra terwatermark yang sangat mirip dengan citra aslinya sehingga tidak mudah dikenali secara kasat mata, namun kurang tahan terhadap bentuk serangan citra berupa kompresi citra.Image is one of the multimedia elements commonly used in the delivery of information, whether it is entertainment information or information that can be regarded as an important information which is the information in the medical field for example is the image of the eyes. The increasing number of people with the eyes disease will also generated the number of the eyes image, so that the hospitals should be careful and meticulous in managing the image of the eyes . One simple way to avoid errors in the eye 's image management by providing a security system in the image of the eye by means of manipulating the data or information from the eye image ( image security) . Watermarking is a kind technique of securing an image at the moment with several methods , which onesis Least Significant Bit that the working principle is substituting bits in the watermark image with the host image . With this method, the watermark image obtained is very similar to the original image so it is not easily recognized by naked eye, but it is less resistant to an image attacking in the form image compression.
12397237A1M008011FORMULASI BERAS ANALOG DARI TEPUNG JAGUNG DAN KACANG MERAH DENGAN PENAMBAHAN GLUKOMANAN SEBAGAI TEKSTURIZERBeras analog atau beras tiruan (artificial rice) adalah beras yang dibuat dari non padi dengan kandungan karbohidrat mendekati atau melebihi beras dengan bentuk menyerupai beras dan dapat berasal dari kombinasi tepung lokal atau padi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan tepung komposit terbaik antara tepung jagung dan tepung kacang merah untuk menghasilkan beras analog dengan kualitas yang baik serta untuk mengetahui pengaruh dari penambahan glukomanan terhadap tekstur beras analog yang dihasilkan, Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 20 kombinasi perlakuan dan 2 kali ulangan. Faktor yang dicoba adalah proporsi tepung jagung-kacang merah (T) yang terdiri dari 5 taraf yaitu T1 (90:10); T2 (85:15); T3 (80:20); T4 (75:25); dan T5 (70:30) serta konsentrasi glukomannan (G) yang terdiri dari 4 taraf yaitu G1 (0,5%); G2 (1 %); G3 (1,5%); dan G4 (2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan yang menghasilkan beras analog dengan nilai protein total dan nilai kesukaan tertinggi yaitu perlakuan proporsi tepung jagung-kacang merah 70:30 dengan konsentrasi glukomanan 1% (T5G2). Kombinasi perlakuan ini memiliki nilai rendemen 80,50%; densitas kamba 0,52 gr/ml; koefisien rehidrasi 3,19; kadar air 4,16 % (bb); kadar abu 1,38% (bk); protein total 14,57% (bk); kadar lemak 1,91% (bk); dan karbohidrat 82,11% (bk). Analog rice or artificial rice was made from non-paddy which its carbohydrate content almost or better than paddy and its shape like paddy, also can be made from a combination of local flour or rice. The purposes of this research were to determine the best proportion between corn and red beans flour to produce good quality analog rice also to determine the effect of glucomanan addition to the texture of analog rice. This research was an experimental method with completely randomized design (CRD) consisted of 20 combinations of treatments and 2 replications. Factors to be tested are the proportion of corn-red beans flour which consisted 5 levels, i.e., 90:10 (T1), 85:15 (T2), 80:20 (T3), 75:25 (T4), and 70:30 (T5) and the glucomanan consentration which consisted 4 levels, i.e., 0.5% (G1), 1% (G2), 1.5% (G3), and 2% (G4). The results showed that the best analog rice produced by treatment combination of corn-red beans flour with proportion 70:30 and 1 % glucomanan concentration (T5G2). This treatment combination has 80.50 of yield; 0.52 of bulk density; 3.19 of rehydration coefficient; 4.16% (wb) of moisture content; 1,38% (db) of ash content of; 14,57% of total protein; 1,91% of fat, and 82,11% of carbohydrate.
12407252A1M008037IDENTIFIKASI PEWARNA RHODAMIN B PADA KERUPUK KARAK
DI PASAR WAGE PURWOKERTO
(Identification Dye Rhodamine B on Crackers Karak in Market Wage Purwokerto)
Rhodamin B pada dasarnya merupakan pewarna tekstil, diduga banyak yang menggunakan Rhodamin B untuk pewarna makanan seperti pada kerupuk karak.. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui ada tidaknya Rhodamin B serta kadar Rhodamin B pada kerupuk karak. (2) mengetahui tingkat pengetahuan keamaanan pangan kerupuk karak pada pedagang, produsen dan konsumen kerupuk karak. (3) mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pedagang terhadap larangan penggunaan Rhodamin B serta mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan pedagang terhadap larangan penggunaan Rhodamin B. Penelitian ini dilakukan di Pasar wage, Purwokerto dengan sasaran produsen, konsumen dan pedagang. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar Rhodamin B tingkat pengetahuan keamanan pangan, tingkat pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan ditemukan kerupuk karak yang mengandung Rhodamin B 40% ,dengan kadar 0,835 μg/ml sampai 0,841 μg/ml. Pengetahuan responden pedagang 90% berpengetahuan rendah, 10% berpengetahuan sedang. Tingkat pengetahuan konsumen 58% berpengetahuan rendah, 31% berpengetahuan sedang, dan 11% berpengetahuan tinggi. Tingkat pengetahuan keamanan pangan produsen 50% rendah dan 50% berpengetahuan sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan yang erat tingkat pengetahuan pedagang terhadap penerimaan larangan penggunaan Rhodamin B dan tidak ada hubungan yang erat antara tingkat pendidikan pedagang terhadap penerimaan larangan penggunaan Rhodamin BRhodamin b is basically textile dye, are suspected that uses rhodamin b for food coloring as on crackers karak. This research aims at: ( 1 ) knowing whereabouts rhodamin b and levels rhodamin b on crackers karak. ( 2 ) determine the level knowledge keamaanan food crackers karak traders, manufacturers and consumers crackers karak. ( 3 ) know the relation between education levels traders against the use of rhodamin b and knowing the relation between level knowledge traders prohibition against the use of rhodamin b. This research was conducted in the market wage, Purwokerto targeting producers, consumers and traders. The variables observed in this study is the levels of Rhodamin B level of knowledge of food safety, the level of education. The results of this research indicate found crackers karak containing Rhodamin B 40%, with levels of 0,835 until 0,841 & amp; # 956; g/ml. Knowledge of respondents knowledgeable traders 90% 10% low-medium knowledgeable. Consumer knowledge level 58% knowledgeable low, 31% are knowledgeable, and 11% knowledgeable heightened. Level of knowledge of food safety the manufacturer lower 50% and 50% are knowledgeable. The results of this research indicate the absence of a close relationship of the level of knowledge of merchant acceptance of a ban on the use of Rhodamin B and there is no relation between the level of education of traders against the acceptance of a ban on the use of Rhodamin b