Home
Login.
Artikelilmiahs
7267
Update
BELLINDRA PUTRA HARYOKO
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA JURUSAN KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Tidur merupakan status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Gangguan tidur pada seseorang dapat mempengaruhi fungsi kognitif, afektif, dan psikomotor. Gangguan tidur yang umum terjadi adalah insomnia. Insomnia timbul sebagai akibat gejala gangguan lain yang mendasarinya, seperti stres, kecemasan, depresi atau gangguan emosi lain. Mahasiswa dalam kegiatannya tidak dapat terlepas dari stres sehingga proses belajar tidak maksimal, kehidupan pribadi terganggu dan sering tidak hadir dalam perkuliahan. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, jumlah responden 52 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stres Scale). Kejadian insomnia diukur dengan kuesioner KSBPJ-IRS (Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta- Insomnia Rating Scale). Analisis data menggunakan korelasi pearson. Hasil: Analisis univariat sebagian besar sampel memiliki tingkat stres sedang (31 sampel, 59,6 %) dan kejadian insomnia (30 sampel, 57,7 %). Analisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian insomnia dilakukan dengan menggunakan uji korelasi pearson dan memperoleh nilai p=0,009 dan nilai r=0,357 yang berarti memiliki korelasi positif dengan kekuatan korelasi lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan kejadian insomnia, semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi pula kejadian insomnia pada mahasiswa Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Sleep was status change of consciousness when individual perception and reaction to environment decreased. Sleep disorder could affect cognitive, affective, and psychomotor function. The most common sleep disorder was insomnia. Insomnia caused by stress, anxiety, depression, and others emotional disruption. Students always exposed by many stressors caused decrease in learning process, personal life disturbtion, and absence in class. Objective: Knowing the correlation between stress level and occurance of insomnia on students in general medicine program, medicine and health sciences faculty, Jenderal Soedirman University. Methods: Observational analytic with cross-sectional study, conducted 52 students fulfilled inclusion and exclusion criteria. Stress level measured by DASS (Depression Anxiety Stres Scale) questionnaire. Occurance of insomnia measured by KSBPJ-IRS questionnaire (Kelompok Studi Psikiatri Biologik Jakarta- Insomnia Rating Scale). Data were analyzed by pearson correlation. Results: Univariate analysis showed that most of respondents had moderate stress level (31 respondents, 59,6%) and occurance of insomnia (30 respondents, 57,7%). Bivariate analysis using pearson correlation was obtained p= 0,009 and r= 0,357, that was mean positive and weak correlation. Conclusion: There was correlation between stress level and occurance of insomnia, increasing stress level caused higher insomnia occurance on students in general medicine program, medicine and health sciences faculty, Jenderal Soedirman University .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save