Artikelilmiahs
Menampilkan 8.541-8.560 dari 48.906 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8541 | 8990 | G1F010061 | PERBEDAAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN PROGRAM PROLANIS DI APOTEK DAN DI RUMAH SAKIT DI KABUPATEN BANYUMAS | Intisari Prolanis adalah program pengelolaan penyakit kronis yang mengupayakan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kefarmasian rutin tiap bulan di fasilitas kesehatan primer. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian program prolanis di Apotek di Kabupaten Banyumas dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan cross sectional dan memakai instrumen penelitian angket. Jumlah sampel terdiri atas 102 pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian program prolanis di Apotek di Kabupaten Banyumas dan pernah mendapat pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit. Semua item pada angket dinyatakan valid dan reliabel berdasarkan perhitungan uji validitas pearson product moment dan uji Alpha Cronbach. Data penelitian terdistribusi tidak normal berdasarkan perhitungan uji Kolmogorov Smirnof. Uji Wilcoxon dilakukan untuk mengetahui perbedaan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang menjadi responden adalah laki-laki (54,9%), berumur 56-63 tahun (43,2%), serta tingkat pendidikan S1 (38,2%). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek termasuk kategori tinggi dengan persentase jumlah responden kategori tinggi (100%), sedangkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit termasuk kategori sedang dengan persentase jumlah responden kategori tinggi (13,73%) dan jumlah responden kategori sedang (86,27%). Terdapat perbedaan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian program Prolanis di Apotek dibandingkan di Rumah Sakit. Pihak Apotek dan Rumah Sakit perlu melakukan evaluasi kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian secara berkala. | Prolanis is a chronic disease management program which seeking health services including regular pharmacy services monthly in primary health facility s. The purpose of this study was to determine differences between the level of patient satisfaction of pharmaceutical care on Prolanis in pharmacy at Banyumas with level of patient satisfaction levels through experience in hospital pharmacy. This study was performed using non-experimental research design and questionnarie. Samples were consisted of 102 patients which receive pharmaceutical care on Prolanis and experience pharmaceutical care in hospital pharmacy. All items on the instrument are valid and reliable based on the calculation of the pearson product moment correlation test and Alpha Cronbach reliability test. Data on the study has abnormal distribution by Kolmogorof Smirnof normality test. Wilcoxon test was performed to know the difference in the average level of patietnt satisfaction. The results showed patients who were respondent were male (54,9%), aged 56 -63 (43,2%), education level is S1 (38,2%), and patient’s occupation as retired civil servants (48%). The level of patient satisfaction of pharmaceutical care on Prolanis in pharmacy has high category with respondent percentage of high category (100 %) and the level of patient satisfaction of pharmaceutical care in hospital pharmacy has moderate category with respondent percentage of high percentage (13,73%) and respondent percentage of moderate criteria (86,27 %). There is a significant difference level of patient satisfactint with pharmaceutical care in pharmacy than hospital pharmacy. Pharmacy and Hospital needs to evaluate patient satisfaction periodically | |
| 8542 | 10589 | F1C010008 | STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA PERUSAHAAN (Studi Kasus Strategi Public Relations di Hotel Aston Imperium Purwokerto) | Public relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan sebuah organisasi. Dipilihnya Hotel Aston Imperium Purwokerto disebabkan karena Hotel Aston Imperium Purwokerto merupakan hotel berbintang empat yang mempunyai jaringan internasional yang baru berusia dua tahun di Kota Purwokerto dan hotel bintang empat pertama di Purwokerto yang mempunyai jaringan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan peran public relations dalam mempertahankan citra perusahaan di Hotel Aston Imperium Purwokerto. Subjek dalam penelitian ini manager dan sales and staff marketing Hotel Aston Imperium Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik penentuan informan yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling. Teknik yang disimpulkan guna mendapatkan validitas data yaitu menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi public relations di Hotel Aston Imperium Purwokerto dalam mempertahankan citra perusahaan yaitu dengan menggunakan strategi publikasi. Public relations di Hotel Aston Imperium Purwokerto menyebarkan sebuah informasi dengan menggunakan berbagai media promosi seperti membuat billboard, serta hidangan makanan lokal seperti mendoan, dan soto sokaraja dan musik tradisional yang semua itu merupakan kekhasan budaya Bayumasan. Peran public relations di Hotel Aston Imperium Purwokerto yaitu sebagai fasilitator komunikasi. Seorang public relations menjadi mediator dan fasilitator antara pengunjung dengan pihak manajemen atau antara media masa dengan manajemen ataupun antara manajemen dengan karyawan. Misalnya dengan adanya media promo, promo elektronik dan promo media masa. | Public relations is a function of management that build and maintain a good relationship and beneficial between the organization with the public that affects the success or failure of an organization. Chosen the Aston Imperium Hotel Purwokerto because it is four star hotel have an international network that was only two years in the city hotel and navan the first four star in purwokerto who became an international network . This research determine to know how the strategy and the role of public relations to maintain the in Aston Imperium Hotel Purwokerto. The subject in this study manager dan staff and sales marketing the Aston Imperium Hotel Purwokerto. Research m ethod of this study is qualitative descriptive research method by indepth interview, observati n and documentation with sampling technique uses purposive sampling. A technique that was concluded in order to get the data using triangulation validity of sources. This result of this research showed that strategy in Aston Imperium Hotel Purwokerto in maintaining the image of companies by using strategy publication. Publications at in Aston Imperium Hotel Purwokerto spreads the informations through promotion media such as billboard, special local wisine, like mendoan and soto sokaraja, also traditional music that are included in Banyumasan culture. The role of public relations at Aston Imperium Hotel Purwokerto is as a communication facilitator. A public relations becomes a mediator and facilitator between the visitors and the management or between mass media and the management or between the management and the employee. For example, the media promotion, electronic promotion and mass media promotion. | |
| 8543 | 8989 | C1B010101 | Pengaruh Komunikasi dan Promosi Jabatan terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi pada Karyawan Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komunikasi dan promosi jabatan terhadap turover intention dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan sampling jenuh. Populasi penelitian ini adalah semua karyawan Bank Himpunan Saudara 1906 Purwokerto yang berjumlah 31 responden. Berdasarkan analisis data penelitian dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) menunjukkan bahwa: (1) Komunikasi mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap kepuasan kerja pada karyawan Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto. (2) Promosi jabatan mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap Kepuasan Kerja pada Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto. (3) Komunikasi mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap Turnover Intention pada Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto. (4) Promosi Jabatan mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap Turnover Intention pada Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto. (5) Kepuasan Kerja mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap Turnover Intention pada Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto. (6) Kepuasan Kerja memediasi pengaruh komunikasi terhadap Turnover Intention pada Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto. (7) Kepuasan Kerja memediasi pengaruh Promosi Jabatan terhadap Turnover Intention pada Bank Himpunan Saudara 1906 Cabang Purwokerto. | The aims of research are to find out and to analyze the effects of communication and promotion opportunity on turnover intention with aspects of job satisfaction as a mediating variable. The method used was a survey with a sampling technique using nonprobability sampling with sampling saturation. The population of this research is all the employement of Bank Himpunan Saudara 1906 Purwokerto,it is known that sample size of this research is 31 respondents. Based on the analysis of research data by using Partial Least Square (PLS) showed that: (1) Communication have positive and significant effect on employee job satisfaction of Bank Himpunan Saudara 1906 Purwokerto. (2) Promotion Opportunity have positive and significant effect on employee job satisfaction of Bank Himpunan Saudara 1906 Purwokerto. (3) Communication have negative and significant effect on turnover intention of Bank Himpunan Saudara 1906 Purwokerto. (4) Promotion Opportunity have negative and significant effect on Turnover Intention of Bank Himpunan Saudara 1906 Purwokerto. (5) Job Satisfiction have negative and significant effect on Turnover Intention of Bank Himpunan Saudara 1906 Purwokerto. (6) Communication havedirectly effect onTurnover Intention, and also indirect effect on Turnover Intention with mediated job satisfaction. It turns out that the direct effect coefficient -0,332is less than the indirect effect is -0,198. So the results of the above analysis it can be concluded that job satisfaction is mediate the relationship between communication and Turnover Intention. (7) Promotion Opportunity have directly effect on Turnover Intention, and also indirect effect on Turnover Intention with mediated job satisfaction. It turns out that the direct effect coefficient -0,440 is less than the indirect effect is -0,185. So the results of the above analysis it can be concluded that job satisfaction is mediate the relationship between communication and Turnover Intention. | |
| 8544 | 10587 | H1F009009 | STUDI SEKUEN STRATIGRAFI DAN ANALISA PETROFISIKA ZONA “THETA” FORMASI SANTUL LAPANGAN ALF SUB-CEKUNGAN TARAKAN CEKUNGAN TARAKAN KALIMANTAN UTARA | Daerah telitian terletak pada daerah offshore pada Sub-Cekungan Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Pada Sub-Cekungan Tarakan terdiri dari beberapa Formasi batuan. Salah satu contoh adalah Formasi Santul yang memiliki potensi keterdapatan hidrokarbon. Formasi Santul terdiri dari litologi berupa batupasir, shale, dan shally sand. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pembagian fase sikuen stratigrafi menggunakan data 3 log sumur dan penentuan zona hidrokarbon untuk dilakukan test pada lapangan ALF dengan menggunakan data 2 log sumur. Reservoir yang menjadi target penelitian adalah lapisan batupasir yang termasuk dalam Formasi Santul yang berumur Miosen akhir-Pliosen awal. Berdasarkan geologi regional, struktur yang berkembang berupa listric growth fault akibat dari reaksi deltaic sediment load dan gravitasi. Hasil analisa kuantitatif (analisa petrofisika) yang bagus untuk dilakukan test pada sumur ALF-2 adalah zona Theta 3 dengan nilai Vshale 0,03003, porositas (Φ) 19,3% dan kejenuhan air 48,5% serta zona Theta 6 dengan nilai Vshale 0,0031, Porositas (Φ) 20,4%, dan kejenuhan air 45,4%. Untuk sumur ALF-3 adalah zona Theta 3U dengan nilai Vshale 0,0111, porositas (Φ) 17,8% dan kejenuhan air 43,5% serta zona theta 6 dengan nilai Vshale 0,088, Porositas (Φ) 16,5%, dan kejenuhan air 56,9%. | This research is located in the offshore, Tarakan Sub-Basin, North Kalimantan. In the Tarakan Sub-Basin consists of several rock formations. Santul Formation is one of the formation that has hydrocarbon potential occurences. Santul Formation consists of sandstone, shale, and shally sand. This research has done by two analysist that are distribution of sequence stratigraphy phase using 3 wells log data and hydrocarbon zone determination for test on ALF field using 2 wells log data. Reservoir which is the target of this research are sandstone bedding in Santul Formation age late Miocene-early Pliocene. Based on regional geology, developing a structure in the form of Listric Growth Fault result of deltaic sediment load reaction and gravity. The result of quantitative analysis (petrophysict analysis) which is good for the test in ALF 2 well are theta 3 zone with value of Vshale 0,03003, porosity (Φ) 19,3% and water saturation 48,5%, the other one is theta 6 zone with value of Vshale 0,0031, Porosity (Φ) 20,4%, and water saturation 45,4%. The result of ALF 3 well are theta 3U zone with value of Vshale 0,0111, porosity (Φ) 17,8% and water saturation 43,5%, another one is theta 6 zone with value of Vshale 0,088, Porosity (Φ) 16,5%, and water saturation 56,9%. | |
| 8545 | 8991 | D1E009069 | SUMBER NITROGEN PADA FERMENTASI KULIT BUAH KAKAO DENGAN JAMUR MARASMIUS Sp. TERHADAP KECERNAAN KARBOHIDRAT DAN PRODUKSI GAS TOTAL SECARA IN-VITRO | Penelitian bertujuan untuk mengkaji kecernaan karbohidrat dan produksi gas total kulit buah kakao yang difermentasi denag jamur marasmius Sp. dengan sumber nitrogen yang berbeda secara in-vitro. Materi yang digunakan adalah kulit buah kakao. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan adalah penggunaan urea 0,75% (R1), 1,5% (R2), dan tepung kepala ikan tongkol 7,5% (R3), dan 15% (R4). Peubah yang diukur adalah kecernaan karbohidrat dan produksi gas. Data dianalisis dengan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kecernaan karbohidrat dan berpengaruh tidak nyata (P<0,01) terhadap produksi gas. Kesimpulan dari penelitian adalah penggunaan urea sebagai sumber nitrogen sampai 1,5% dapat meningkatkan kecernaan karbohidrat namun tidak berpengaruh terhadap produksi gas total. | Research aims to study digestibility of carbohydrates and total gas production of fermented cocoa skin with mushroom Marasmius Sp. with different nitrogen sources in vitro. The material used is cocoa skin. The research method experimental used complete randomized Design (CRD) with 4 treatments and five replicates. The treatment use of urea 0,75% (R1), 1.5% (R2), and the tuna head meal 7,5% (R3), and 15% (R4). Variables measured are the carbohydrate digestibility and gas production. Data were analyzed with the varians analysis. Varians analysis results showed that treatment effect is real (P<0.05) on the carbohydrate digestibility and do not real (P>0,01). The implications of research is using of urea as a nitrogen source and 1.5% can increase the digestibility of carbohydrates but can not increase the total gas production. | |
| 8546 | 10588 | G1F011013 | EFEK EKSTRAK JAHE MERAH SEBAGAI AGEN KO-KEMOTERAPI 5-FLUOROURASIL TERHADAP VIABILITAS SEL KANKER KOLON WiDr | INTISARI Salah satu agen kemoterapi utama kanker kolon adalah 5-fluorourasil (5-FU). Namun dalam penggunaannya terjadi penurunan efektivitas 5-FU sehingga diperlukan ko-kemoterapi dengan ekstrak jahe merah yang telah diketahui memiliki aktivitas sitotoksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak jahe merah sebagai agen ko-kemoterapi dengan 5-FU terhadap viabilitas sel kanker kolon WiDr. Ekstrak jahe merah didapatkan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Uji sitotoksik ekstrak jahe merah dengan 5-fluorourasil diinkubasi selama 24 jam terhadap sel WiDr dilakukan dengan metode MTT assay. Data viabilitas sel antar perlakuan dianalisis dengan Regresi linier sehingga diperoleh nilai IC50. Berdasarkan nilai IC50 yang diperoleh, dilakukan uji ko-kemoterapi antara ekstrak jahe merah dengan 5-fluorourasil terhadap sel WiDr. Selanjutnya dilakukan uji One Way Anova dilanjutkan dengan uji Honestly Significant Difference (HSD) berdasarkan data viabilitas sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah dengan waktu inkubasi 24 memiliki efek sitotoksik terhadap sel WiDr dengan nilai IC50 68 µg/mL sedangkan nilai IC50 5-fluorourasil tidak dapat ditentukan. Hasil uji kombinasi ekstrak jahe merah dan 5-fluorourasil dapat menurunkan viabilitas sel WiDr lebih kecil dibandingkan dengan perlakuan tunggalnya. | ABSTRACT 5-Fluorouracil (5-FU) is one of the primary colon cancer chemotherapeutic agent. However, effectivity 5-FU is decreased so it necessary to combine with red ginger extract.cThe purpose of this study is to determine the effects of red ginger extract as agent co-chemotherapy with 5-FU in WiDr colon cancer cells viability. Red ginger extract obtained by maceration method using ethanol 96%. Cytotoxic test of red ginger extract and 5-fluorouracil was done by using MTT assay for 24 hours using colon cancer cells WiDr. Cells viability data were analyzed using linear regression in order to obtain IC50 value. Based on the IC50 value, co-chemotherapy test between red ginger extract with 5-fluorouracil. Cells viability was done resulting from co-chemotherapy test was analyzed using One Way Anova followed by test Honestly Significant Difference (HSD). The results showed that the red ginger extract incubation time 24 have cytotoxic effects against WiDr cells with IC50 value 68 µg/mL while the IC50 value of 5-fluorouracil can not be determined. Based on the calculation of cell viability was obtained from co-chemotherapy test, the combination of red ginger extract with 5-fluorouracil may reduce the viability of WiDr cells smaller than the single treatment. | |
| 8547 | 9008 | H1C010069 | ANALISIS COMMISIONING CIRCULATING CURRENT PROTECTION SEBAGAI PENGAMAN DIAMETER 3 GARDU INDUK TEGANGAN EKSTRA TINGGI (GITET) 500 KV KESUGIHAN (NEW RAWALO) | Gangguan yang besar dalam sistem tenaga listrik dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan sistem tenaga listrik jadi sistem proteksi sangat penting dalam suatu sistem tenaga listrik. Diameter dalam sistem Gardu Induk mempunyai fungsi yang sangat penting karena memiliki fungsi untuk mengontrol dan menyalurkan listrik.Untuk mengantisipasi gangguan-gangguan yang terjadi pada diameter, maka diperlukan sistem pengaman yang mampu berkerja secara otomatis, untuk mengisolasi bagian didalam diameter yang mengalami gangguan secepat mungkin dan menjaga apa yang ada didiameter agar tidak mengalami kerusakan yang diakibatkan oleh gangguan yang terjadi. Salah satu sistem pengaman tersebut adalah Circulating Current Protection (CCP). Agar sistem proteksi dapat berkerja seoptimal mungkin maka sebelum dioprasikan sistem proteksi yang telah dipasang dilakukan pengujian atau commisioning. Commisioning adalah serangkaian kegiatan pemeriksaan dan pengujian instalasi tenaga listrik yang telah selesai dikerjakan dan akan dioperasikan. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa instalasi yang diperiksa dan diuji, baik alat demi alat maupun sebagai sub sistem dan sistem, telah berfungsi semestinya dan memenuhi persyaratan kontrak, sehingga dinyatakan siap untuk dioperasikan dengan aman. Sehingga diharapkan CCP yang telah terpasang dapat berkerja dengan optimal dan semaksimal mungkin ketika dioperasikan. | A large disturbance in the electrical power system can cause damage to the power system equipment so the protection system is very important in a power system. Stem Diameter in Substation system has a very important function because it has the function to control and channel electricity. In anticipation of the disruption that occurs on the diameter, then needed protection system which is able to work automatically, to isolate the inside diameter of the misbehaving as quickly as possible and keep what is didiameter so as not to damage caused by disorders that occur. One of these is the security system of Circulating Current Protection (CCP). To protection system can work optimal hence before operated protection system that has a fitted done testing or commisioning. Commisioning is a series of activities screening and testing installation electric power the completed do and will be operated. The object is to ensure that assembly investigated and proved good tool to instrument and as sub-system and system, has serves misapplication and meet requirements contract, so expressed ready to operated safely. So hopefully CCP installed can work with optimal and their best when operated. | |
| 8548 | 10590 | G1F011017 | Analisis Biaya Fondaparinux Pada Pasien Penyakit Kardiovaskular di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto | Fondaparinux merupakan antikoagulan pentasakarida sintetik yang terbukti lebih aman dan lebih efektif dibandingkan antikoagulan lainnya seperti heparin dan enoxaparin. Namun, obat ini relatif lebih mahal dibandingkan antikoagulan lainnya sehingga dalam penggunaannya dibutuhkan kendali biaya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya yang digunakan untuk terapi penyakit kardiovaskular yang menggunakan fondaparinux berada di bawah tarif atau melebihi tarif yang ditetapkan pada INA-CBG’s. Responden penelitian ini adalah pasien penderita penyakit kardiovaslular yang menggunakan fondaparinux baik dengan status umum maupun peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Instalasi Rawat Inap RSUD. Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode Januari-Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan rancngan deskriptif non analitik dengan metode pengambilan data secara retrospektif. Penelitian ini merupakan tipe penelitian analisis biaya dengan menghitung biaya medis langsung. Biaya medis langsung meliputi biaya obat dan alat kesehatan, biaya pelayanan, biaya penunjang, biaya tindakan, dan biaya administrasi pasien. Biaya medis langsung rata-rata yang diperoleh dibandingkan dengan tarif INA-CBG’s (Indonesia Case Based Groups). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 61 pasien, 19,57% adalah perempuan dan 80,33% laki-laki. Pasien paling banyak berusia 45-59 tahun, dengan diagnosa utama paling banyak adalah Infark Miokard Akut Sedang. Rata-rata lama rawat inap yang dijalani oleh pasien adalah 6 hari dan paling banyak terdapat pada kategori sedang (4-6 hari) dengan 37 pasien. Biaya fondaparinux memiliki proporsi sebesar 55,37% terhadap biaya obat dan alat kesehatan, sedangkan biaya obat dan alat kesehatan merupakan komponen terbesar dari total biaya medis langsung (54,25%). Biaya medis langsung rata-rata pada pasien penderita penyakit kardiovaskular yang mendapatkan terapi fondaparinux masih berada di bawah tarif INA-CBG’s yang digunakan dalam pelakasanaan program JKN. Hasil penelitian ini menyarankan agar pihak rumah sakit tetap menggunakan fondaparinux pada pasien penderita penyakit kardiovaskular yang membutuhkan terapi antikoagulan. | Fondaparinux is a synthetic pentasaccharide anticoagulant which is safer and more effective than other anticoagulants such as heparin and enoxaparin. However, fondaparinux is more expensive than other anticoagulants, so the utilization of fondaparinux needs cost control. The main purpose of this study was to determine whether the costs used for the treatment of cardiovascular disease using fondaparinux is under or exceed the tariff specified in INA-CBG's (Indonesia Case Based Groups). The respondents of this study were patients with cardiovascular disease who received fondaparinux both of general status and participants of the National Health Insurance in RSUD. Prof Dr. Margono Soekarjo Purwokerto from January to August 2014. This study was a descriptive non analytic with retrospective method. The costs used cost analysis type of pharmacoeconomic study by accounted direct medical cost included drugs and medical devices costs, service costs, support costs, and administrative costs of patients. The mean of direct medical costs used by patients compared to INA-CBG's tariff. The results showed that from 61 patients, 19.57% were female and 80.33% were male. Most patients aged 45-59 years old (47.54%) with the most primary diagnosis were Acute Myocardial Infarction. Average length of stay in this study was 6 days and most patients stayed for 4 to 6 days (60.65%). Fondaparinux costs were 55.37% from drugs and medical devices costs, while the drugs and medical devices costs were the largest component of direct medical costs (54.25%). The mean of direct medical costs in patients with cardiovascular disease who used fondaparinux was under INA-CBG's tariff. The results suggested to the hospital for using fondaparinux in cardiovascular disease treatment which require anticoagulant therapy. | |
| 8549 | 4759 | F0A009019 | Usaha Meningkatkan Kenyamanan dan Keamanan Penumpang Oleh PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto | Di jaman modern seperti saat ini, kebutuhan transportasi semakin meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Transportasi dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu transportasi darat, laut, dan udara. Kereta api merupakan salah satu alat transportasi darat yang sangat disukai oleh sebagian masyarakat Indonesia. Ini karena kereta api murah, efisien dan efektif, dapat mengangkut penumpang dan barang dengan jumlah yang banyak (Salim ; 2009 ; 10), selain itu juga memiliki jalur jalan sendiri sehingga memudahkan kereta api untuk sampai tujuan tepat waktu. Sehingga penumpang mudah untuk menentukan jam berangkat atau pulang sesuai yang dibutuhkan dan diinginkan. Setiap penumpang pasti menginginkan kenyamanan dan keamanan saat menggunakan transportasi umum. Kenyamanan penumpang dirasakan saat mereka berada di transportasi yang bersih dan tertib. Sedangkan keamanan dirasakaan saat penumpang tidak terganggu oleh pedaganag asongan dan orang yang berlalu lalang (pengamen, pencopet, penjahat) di transportasi itu (Salim ; 2009 ; 17). Kereta api juga memiliki beberapa faktor yang mengakibatkan penumpang merasa tidak aman dan nyaman. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah seringnya terjadi kecelakaan karena lokomotif yang sudah tua dan rel kereta yang rusak dan rapuh, kurangnya ketertiban di dalam gerbong kereta sehingga masih banyak pengamen dan pedagang asongan yang berlalu lalang dari satu gerbong ke gerbong lainnya, sehingga penumpang tidak bisa beristirahat (tidur) dengan nyenyak, mereka akan merasa was-was dan merasa terancam keselamatannya, kurangnya kebersihan di dalam gerbong seperti toilet yang kotor, asap rokok, dan sampah yang berserakan. Serta masih banyak penumpang ilegal yang tidak membeli tiket tetap naik ke dalam gerbong, jika seperti itu penumpang ilegal tersebut akan segera diturunkan pada stasiun berikutnya. Untuk mengatasi masalah yang ada, para pegawai PT KAI (Persero) KAI DAOP V Purwokerto selalu berusaha untuk meningkatkan keyamanan dan keamanan penumpang kereta api. Menurut wawancara dengan Kepala Dipo Lokomotif Purwokerto Dasuki, adapun usaha-usahanya adalah sebelum dan sesudah beraktifitas pegawai memeriksa kelengkapan dan kebersihan lokomotif dan gerbong agar tidak terjadi kecelakaan serta mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan bersemangat, pada setiap lokomotif menggunakan jaringan (GPS) Global Positioning System untuk memantau kecepatan kereta agar terlihat jelas jika kereta tersebut melebihi batas maksimal walaupun hanya 1km/jam, melarang pedagang asongan dan pengamen masuk ke dalam gerbong agar penumpang tidak terganggu dengan pemaksaan yang sering dilakukan pedagang untuk membeli dagangannya dan bisa beristirahat dengan nyaman, melarang penumpang merokok di dalam gerbong karena ada sebagian masyarakat yang menjadi sesak nafas saat menghirup asap rokok, serta petugas kereta api secara bergantian setiap pagi pada pukul 08.00 hingga 14.30, dilanjutkan pada malam hari pada pukul 19.00 hingga 24.00 akan memeriksa tiket penumpang sehingga diharapkan tidak akan ada lagi penumpag ilegal yang tidak memiliki tiket (Vice President Sinung Tri Nugroho). Usaha yang dilakukan oleh pegawai PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto sudah cukup berhasil. Ini terlihat dari data yang diperoleh melalui wawancara dengan salah satu Customer Service Evi, data tersebut menggambarkan menurunnya jumlah penumpang ilegal yang tidak membeli tiket, dari tahun baru kemarin hingga bulan Juni 2012, sudah tercatat dari 46% menurun hingga 12%. Ini dikarenakan penumpang ilegal akan segera diturunkan di stasiun berikutnya oleh patugas. Sedangkan 12% penumpang ilegal yang tetap tidak membeli tiket dengan alasan kehabisan tiket akan masuk ke dalam gerbong bagasi atau gerbong kosong yang ada di paling belakang lokomotif. Pedangan asongan saat ini hanya berjualan di stasiun dan menunggu kereta datang tanpa masuk dan ikut ke dalam gerbong, pengamen untuk saat ini sudah cukup berkurang di beberapa stasiun kereta api. Dengan demikian, sebaiknya para pegawai PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto tetap tegas dalam melaksanakan tugasnya dan sabar dalam memberikan pengertian kepeda penumpang tentang peraturan yang telah ditentukan tanpa adanya kekerasan. Saat kereta berhenti di stasiun, sebaiknya pegawai memeriksa kembali setiap gerbong sehingga penumpang yang masuk ke gerbong bagasi atau gerbong kosong dapat diketahui, bagi para pengantar yang tidak boleh masuk area stasiun, telah disediakan bangku pengantar untuk menunggu penumpang berangkat dan pihak stasiun juga menyediakan beberapa kuli untuk membantu mambawa barang-barang penumpang tetapi sebaiknya para kuli tidak memaksa melainkan cukup menunggu panggilan dari penumpang apabila mereka memerlukan bantuan. Hal ini dapat menjadikan para penumpang lebih merasa dihargai dan merasa nyaman serta para pengantar tidak akan meaksa untuk tetap ikut masuk ke dalam area stasiun. | In modern era, public’s needs of mean transportation (land, sea, and air ones) is increasing due to the increase of people’s occupational mobility. Train is one of favorite land public transport because it is cheap, effective and efficient for long trip and can take many passengers and goods (Salim, 2009: 10). Besides, it has its own track, facilitating to its punctuality as well. So, passengers can choose their departure and arrival schedules as they need and want. Every passenger wants comfort and safety while using public transport. This can be achieved if the public transport is clean and there are no hustles and bustles of street musicians, sellers, pickpockets, and criminals (Salim ; 2009 ; 17). There are many reasons why train passengers feel uncomfortable and unsafe, including too many accidents caused by old locomotives and the damaged and breakable railway tracks, the lack of regulation enforcement that results in many street musicians and seller from one railway coach to others, creating noise and disturbance. Meanwhile, dirty facilities like dirty toilets, smoke, and rubbish, result in passengers discomfort. While many illegal passengers those without tickets make the railway coach crowded. To overcome the problems, the officials of PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto have always tried to improve their service. According to the head of Dipo Locomotive Purwokerto Dasuki, the officials always check the completeness and cleanness of locomotive and train cars in order to avoid accident and make the working environment clean. Every locomotive has network GPS (Global Positioning System) to control the speed of train whether the train runs in over maximum speed. Street musicians and sellers are not allowed to enter the railway coach because they can disturb the passengers by forcing them to buy their goods. PT KAI also prohibits the passengers smoke in railway coach because there are passengers who will get asthma if they draw on smoke. Besides, the officials work in 2 shifts, the first shift is from 8 am to 2.30 am, and the second is from 7 pm to 12 pm. They check the ticket after the train is leave the station so there is no passenger who doesn’t have ticket (Vice President Sinung Tri Nugroho). The officials of PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto are successful enough in improving their service. It is show in the data obtained from interview with one of the customer service staff, Evi. This data shows the decreasing amount of illegal passengers who didn’t buy ticket from January until June 2012, (46% decrease until 12%), because the illegal passengers are asked to get off in the next station. Whereas, the 12% of illegal passengers because of run out of ticket are found in the baggage or empty car will to gett off in the next station. Today the street sellers just sell in the station platform whereas the number of street musician is decreasing. In conclusion, it is better for the official of PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto to be responsible in doing their job and be patient in giving understanding to the passengers about the regulations and their obligation to follow them. When the train is in the station, the officials should recheck every railway coach so go to find illegal passengers. As for people seeing off or meeting passengers are not allowed to enter the station area, they can wait on the waiting seat outside the station. Furthermore, the station’s officials also provides porter to help the passengers carry their luggage but the porter should not force them. They should just wait for the passengers’ call when they need a help. Therefore, the passengers will feel more respected and comfortable. | |
| 8550 | 8992 | C1J010001 | Factors Affecting Employees Income of Gelagah Broom Industries and Welfare Level Based on Decent Living Needs in Majalangu Village (Case Study in Watukumpul Sub district Pemalang Regency ) | Penelitian ini berjudu “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Karyawan Industri Sapu Gelagah di Desa Majalangu Serta Tingkat Kesejahteraannya Dilihat dari Kebutuhan Hidup Layak (Studi Kasus di Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang)” penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan jumlah tanggungan keluarga, tingakat pendidikan dan jam kerja terhadap kesejahteraan karyawan industry sapu gelagah di Desa Majalangu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang. Hipotesis yang ada dalam penelitian ini yang pertama adalah variable tanggungan keluarga, tingkat pendidikan dan jam kerja memiliki hubungan positif terhadap pendapatan karyawan idustri sapu gelagah. Hipotesis yang kedua karyawan industry sapu gelagah telah mencapai tingkat kesejahteraan berdasarkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan menggunakan data primer yang diperoleh dari responden yaitu karyawan industry sapu gelagah di Desa Majalangu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang. Dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode tabulasi. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa jumlah tanggungan keluarga dan jam kerja memiliki hubungan positif terhadap pendapatan yang diperoleh karyawan industry sapu gelagah. Sedangkan tingkat pendidikan mempunyai hubungan negatif terhadap pendapatan karyawan industry sapu gelagah. Dilihat dari ukuran kebutuhan hidup layak (KHL), dapat diketahui bahwa karyawan yang dalam kondisi sejahtera sebanyak 23,33 persen, Sedangkan yang belum sejahtera sebanyak 76,66 persen. Hal ini disebabkan karena jumlah tanggungan keluarga karyawan yang cukup banyak sehinga pendapatanya tidak mencukupi setandar kebutuhan hidup layak di kabupaten pemalang. Dengan demikian karyawan industry sapu gelagah sebagian besar dinyatakan belum sejahtera. Implikasi dari penelitian ini adalah karyawan industry sapu gelagah harus meningkatkan jam kerja agar dapat meningkatkan pendapatannya, dan perlunya pekerjaan lain guna meningkatkan setandar hidup layak keluarga karyawan. | This study entitled l "Factors AffectingEmployees Income of Gelagah Broom Industries and Welfare Level Based on Decent Living Needsin Majalangu Village(Case Study in WatukumpulSub district Pemalang Regency)". This study aims to analyze the influence from number of family dependents, education level and working hours onwelfareof gelagah broom industry employee in MajalanguVillage WatukumpulSub District Pemalang Regency. The first hypothesis is the variable offamily dependents, education level and working hours simultaneously or partial give influence on income of gelagah broomindustry employees.The second hypothesis isemployees of gelagah broom industry have reached Decent Living Needs (KHL) standard. The research methodology uses a survey and the primary data is obtained from the respondents ofemployees from gelagah broom industry in Majalangu Village WatukumpulSub DistrictPemalang Regency. The number of respondents is 30 people.The analytical method uses tabulation. Based on calculations, it shows that number of family dependents and working hours are positivelyaffecting income earned bygelagah broom employees. While theeducation level gives no significant effect on income.And based on the decent living needs (KHL), it is known that the employee with prosperous condition is 23.33 percent. While,the 76.66 percent is not yet prosperous. Thus gelagah broom industry employees are not yet prosperous. This research implications are gelagah broom industry employees should be able to increase the workinghours in order to increase their income, and the need for other work to improve the family living standard. | |
| 8551 | 8993 | E1A010205 | PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI JARINGAN INTERNET OLEH POLISI ( Studi Di Kepolisian Resor Banyumas ) | Perkembangan teknologi informatika khususnya yang terintegrasi dengan jaringan internet dewasa ini berdampak bagi perkembangan hukum pidana. Dewasa ini tindak pidana pencemaran nama baik terjadi menggunakan sarana jaringan internet yang mana medianya melalui situs jejaring sosial yang dapat diakses melalui jaringan internet, oleh karena itu dalam penegakan hukum tindak pidana pencemaran nama baik perlu mendapat perhatian khusus dikarenakan sarana yang digunakan dewasa ini menggunakan internet. Penegakan Hukum tindak pidana pencemaran nama baik melalui jaringan internet merupakan wujud konsepsi negara hukum yang di anut oleh Negara Indonesia. Hukum didalam suatu negara tidak akan berjalan sebagai mana mestinya tanpa adanya penegakan hukum. Dalam hal ini penulis merumuskan masalah, 1. Bagaimana penegakan hukum tindak pidana pencemaran nama baik melalui jaringan internet oleh polisi dan apa kontribusinya bagi hukum pidana ?, 2. Faktor apa yang manghambagt dan menunjang penegakan hukum tindak pidana pencemaran nama baik melalui jaringan internet oleh polisi ?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan yang berorientasi pada pendekatan hukum yang ditempuh lewat pendekatan yuridis sosiologis dengan penyajian hasil penelitian secara kualitatif. Penegakan hukum tindak pidana pencemaran nama baik melalui jaringan internet oleh polisi di wilayah Kabupaten Banyumas dilakukan melalui upaya preventif dan represif yaitu dengan upaya preventif melakukan sosialisasi pada masyarakat melalui sarana jejaring sosial yang terhubung oleh internet yang materi sosialisasi adalah Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, upaya represif dengan melakukan penyelidikan terhadap pengaduan yang masuk terkait tindak pidana pencemaran nama baik melalui jaringan internet dan mengupayakan perdamaian bagi para pihak. Dalam hal ini pihak kepolisian didalam penyelidikan terkendala oleh informasi identitas terlapor pemilik/pengelola akun jejaring sosial. Selain itu didalam penegakan hukum oleh polisi terkendala faktor sarana dan fasilitas yaitu unit khusus cybercrime yang menangani kasus tindak pidana menggunakan jaringan internet. | Internet networking, a kind of informatics technology development, has a big effect for criminal law. Defamation should be alerted by law enforcement, because today, the crime of defamation using social network which can be accessed from internet network is being an issue. Law enforcement crime of defamation through the Internet is a form of conception state law which is adopted by Indonesia. In a country, law is not work properly if there is no law enforcement. In this case, the writer formulating the problem such as : 1. How is law enforcement crime of defamation through the Internet by the police and what is the contribution to criminal law?, 2. What is factor that can inhibit and support the law enforcement crime of defamation by the police ? In this research, the writer using an approach which is oriented by the legal approach through socio-juridical approach, and the result will be presented by qualitative method. Law enforcement crime of defamation using internet by the police in Banyumas regency is conducted through the efforts of preventive and repressive. Preventive effort is done by sosialization to public through socials networking that are connected by the internet and the material is Article 27 paragraph 3 of Legislation No. 11 of 2008 on information and electronic transaction, and repressive effort is done by conducting investigations through incoming complaints related to defamation crime using internet network. In this case, the police is hard to investigate because the owner or manager of a social networking account is one of problem. In addition, enforcement by police are constraining of the tools and facilities factors that can be called Cybercrime. Cybercrime is a special unit that handles criminal cases using the internet networking. | |
| 8552 | 10891 | C1B011096 | ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS DAN RETURN SAHAM SEBELUM DAN SETELAH STOCK SPLIT, DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL KONTROL (Studi pada perusahaan yang melakukan stock split periode 2012 dan 2013) | Penelitian ini menggunakan metode studi peristiwa atas peristiwa stock split yang terjadi di Bursa Efek Indonesia periode 2012 dan 2013. Penelitian ini berjudul : “Analisis Perbedaan Likuiditas dan Return Saham Sebelum dan Setelah Stock Split, dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Kontrol (Studi kasus pada perusahaan yang melakukan kebijakan stock split di Bursa Efek Indonesia periode 2012 dan 2013)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan likuiditas dan return saham sebelum dan setelah stock split pada perusahaan berukuran besar dan perusahaan berukuran kecil. Proksi yang digunakan dalam pengukuran likuiditas saham ialah Trading Volume Activity (TVA) dan untuk proksi pengukuran return saham ialah abnormal return. Sedangkan, ukuran perusahaan diukur menggunakan total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh perusahaan yang melakukan kebijakan stock split pada tahun 2012 dan 2013 di Bursa Efek Indonesia, dengan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Teknik analisis data yang digunakan ialah melalui analisis deskriptif dengan cara melihat rata-rata setiap indikator masing-masing variabel yang disajikan dalam bentuk tabel dan kurva, serta melalui metode analisis komparatif yaitu Paired Sample “t” Test dengan menggunakan SPSS 17.0 For Windows. Teknik pengumpulan data menggunakan pendokumentasikan data-data historis yang dibersifat data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, didapatkan kesimpulan antara lain : (1) Tidak terdapat perbedaan likuiditas saham sebelum dan setelah stock split pada perusahaan berukuran besar, (2) Tidak terdapat perbedaan likuiditas saham sebelum dan setelah stock split pada perusahaan berukuran kecil, (3) Terdapat perbedaan return saham sebelum dan setelah stock split pada perusahaan berukuran besar dan (4) Terdapat perbedaan return saham sebelum dan setelah stock split pada perusahaan berukuran kecil. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu : (1) Para pemegang saham yang telah terdaftar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) harus terus melakukan ekspansi-ekspansi bisnisnya di pasar modal baik secara individual ataupun portofolio. Hal tersebut dikarenakan keinginan untuk mendapatkan return yang optimal baik dalam bentuk capital gain ataupun income menjadi suatu motivasi yang utama dalam berinvestasi. Cara untuk mendapatkan return tersebut ialah dengan menganalisis informasi yang tidak dipublikasikan di pasar untuk mendapatkan abnormal return. Informasi tersebut membuat pembentukan harga saham yang baru karena timbulnya volatilitas perdagangan dan harga saham. Salah satu informasi yang dapat dipertimbangkan ialah informasi pengumuman stock split, (2) Perusahaan yang melakukan kebijakan stock split pada dasarnya telah sesuai dengan tujuan awal perusahaan yakni untuk meningkatkan volume perdagangan saham yang bersangkutan. Perubahan volume perdagangan memang benar terjadi setelah pengumuman stock split diumumkan, tetapi perubahan tersebut tidak bergerak secara signifikan pada hari-hari sebelum maupun setelah pengumuman peristiwa dikarenakan investor tidak menerima reaksi positif akibat peristiwa stock split. | This research uses event study method on stock split that occur in Indonesian Stock Exchange at 2012 and 2013. This research entitled : “The Difference Analysis of Stock Liquidity and Stock Return Before and After Stock Split, with the Firm Size as a Control Variable (Case study in firm that announce stock split policy in Indonesia Stock Exchange at 2012 and 2013)”. The objective of this research is to determine the differences about stock liquidity and stock return in large and small firms before and after stock split occur. The liquidity proxy that used is Trading Volume Activity (TVA) and the stock return proxy that used is abnormal return. The firm size is measured by assets that the firm have. Population of this research is the firms that do a stock split policy at 2012 and 2013 in Indonesian Stock Exchange, using purposive sampling as a sampling method. Data analysis technique that used consist of descriptive analysis with determining mean of each indicators of variables shown in table and kurve, and also comparative analysis with Paired Sample “t” Test using SPSS 17.0 For Windows. Data collecting technique uses documenting the historical data as a secondary data. Based on the result of the research and data analysis, it has got the conclusions : (1) There is no difference about stock liquidity before and after stock split in large firm, (2) There is no difference about stock liquidity before and after stock split in small firm, (3) There is a difference about stock return before and after stock split in large firm and (4) There is a difference about stock return before and after stock split in small firm. As implications of the conclusions above, (1) The investors that have listed in Indonesian Stock Exchange have to expand their bussines from the point of view of the individual stocks as well as in the group of stocks as a portofolio in the capital market due to their needs to get optimal return like capital gain or income as a main motivation in investment. To get the stock return, they have to analyze the reported and non-reported information to get the abnormal return. The information can make a new stock price insist of volatility of trading volume and stock price, (2) The firm that announce stock split policy has a fitness with firm’s objective for increasing trade volume. The transformation of trading volume before and after stock split announcement have shown no significant changing cause by investor didn’t receive a positive reaction of stock split. | |
| 8553 | 9009 | H1C010072 | PERHITUNGAN DIAMETER INTI SEL DARAH PUTIH (LEUKOSIT) BERDASARKAN HASIL PROSES MORFOLOGI CITRA | Dengan perkembangan teknologi yang cukup pesat tidak dipungkiri sangat berpengaruh ke semua bidang salah satunya bidang kesehatan. Berbagai penelitian kesehatan tidak lepas dari kemajuan teknolog dimana sistem manual mulai ditinggalkan dan mulai memanfaatkan sistem otomatis. Tes hematologi adalah pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya, salah satunya adalah sel darah putih (leukosit). Pemeriksaan hematologi seperti jumlah dan morfologi darah umumnya masih dilakukan secara manual. Keakuratan yang rendah karena perbedaan identifikasi dokter maupun petugas laboratorium melandasi penggunaan bantuan komputer. Pada penelitian ini, diusulkan identifikasi dan perhitungan diamater inti sel darah putih menggunakan operasi morfologi. Operasi morfologi citra dapat membantu mengidentifikasi dan mengetahui ciri-ciri suatu sel darah melalui ukuran sel tersebut ditinjau dari diamter, keliling dan luas dari sel tersebut. Dengan penelitian ini diharapkan didapat hasil diameter dari sebuah cira sel darah putih. | With technology development which is quite rapid it cannot be denied very influential into all areas of one of them is the field of health.A variety of studies health not separated from the progress of technologists where manual system began abandoned and started to take advantage of automatic system.A test hematology is a check that aims to know the state of the blood and its components, one of them is white blood cells (leukocytes) .Examination hematology as the number and morphology blood is generally still done by hand.Accuracy is low because of differences in identification laboratory doctor and officers had based the use of the aid of computers.In this research, proposed identification and by computation diamater the nucleus of white blood cells use the operation of morphology.The operation of morphology image can help identify and figure out the characteristics of a cell blood through the size of the cell viewed from diamter, a roving and broad than the cell. With research is expected obtained the result of the diameters of a cira white blood cells. | |
| 8554 | 8995 | H1G009027 | DETEKSI PENCEMARAN LOGAM KROMIUM MELALUI BIOAKUMULASI PADA IKAN TIGAWAJA ( Sciaenidae sp.) DI MUARA SUNGAI LOJI PEKALONGAN JAWA TENGAH | Penelitian ini berjudul “Deteksi Pencemaran Logam Kromium Melalui Bioakumulasi Pada Ikan Tigawaja (Sciaenidae sp.) Di Muara Sungai Loji Pekalongan Jawa Tengah”. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Cr dalam organ insang dan daging serta kelayakan konsumsi ikan berdasarkan bioakumulasi logam berat Cr dalam ikan tigawaja (Sciaenidae sp.) di Muara Sungai Loji. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2014 menggunakan metode survei dengan teknik Purposive sampling di tiga stasiun dengan enam kali ulangan. Data dianalisis secara deskriptif komparatif dan juga uji F. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Cr pada insang lebih tinggi daripada daging, insang berkisar 0,3982-0,4695 mg/kg dan daging berkisar 0,1963-0,2327 mg/kg. Kelayakan konsumsi ikan tigawaja di Muara Sungai Loji berdasarkan bioakumulasi pada ikan secara keseluruhan sudah tidak layak konsumsi. | This study entitled “Detection of Chromium Heavy Metal Contamination By Bioaccumulation Analysis on Tigawaja Fish (Sciaenidae sp.) At The Loji Estuary River Pekalongan Central Java”. The aim of this study were to observe Cr heavy metal content in the gills and meat and to investigate the consumption feasibility based on Cr heavy metal bioaccumulation on tigawaja fish (Sciaenidae sp.) at the loji estuary river. This study was done in March 2014 with survey method and purposive sampling technique at 3 stations and 6 times of repetition. The data were analyzed comparative descriptive and F-test. The result showed that Cr content in gills was higher than in meat, the Cr content gills ranged of 0,3982-0,4695 mg/kg and in meat ranged of 0,1963-0,2327 mg/kg. In general, it is concluded that fish has been not feasible consumption. | |
| 8555 | 8994 | H1L010033 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORY BARANG BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PANADA FRAMEWORK (STUDI KASUS SMK MA'ARIF NU 1 AJIBARANG) | Barang inventaris di sekolah merupakan sarana yang sangat dibutuhkan untuk menunjang berlangsungnya kegiatan belajar. Untuk itu perlu dilakukan pengawasan dan pengendalian barang agar kondisi barang dapat terkontrol. Pendataan barang yang terdapat pada SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang masih belum terstruktur sehingga informasi mengenai kerusakan barang tidak segera diketahui. Kelemahan ini menyebabkan keterlambatan penanganan kerusakan barangdan barang hilang. Sistem informasi inventory barang diharapkan dapat mempermudah pihak sekolah dalam mengontrol barang inventaris sekolah. Sistem ini dibangun menggunakan Panada Framework. | School inventory was very important to support learning activites. That’s why controlling and monitoring the inventory was needed to maintain the condition of inventory. Inventory on SMK Ma’arif NU 1 Ajibarang had not still structured so the information of damage inventory were unknown soon. The weakness caused delays on handling inventory and it losts. Hopefully,inventory information system can be easy for school. This system build with Panada Framework. Key word : Inventory Information System, Panada Framework | |
| 8556 | 8998 | E1A009103 | PERKAWINAN WANITA DALAM KEADAAN HAMIL (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Kota Magelang Nomor 0017/Pdt.P/2013/PA.Mgl) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan perkawinan wanita dalam keadaan hamil yang terjadi berdasarkan Penetapan Pengadilan Agama Kota Magelang Nomor 0017/Pdt.P/2013/PA.Mgl dan untuk mengetahui akibat hukum yang timbul terhadap anak yang lahir dari perkawinan wanita dalam keadaan hamil. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah Penerapan Hukum. Metode analisis bahan hukum adalah Kualitatif. Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang perkawinan wanita dalam keadaan hamil adalah 1) Hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin dengan alasan calon mempelai wanita telah hamil atau perkawinan wanita dalam keadaan hamil ini didasarkan pada pasal 53 Kompilasi Hukum Islam sehingga menimbulkan kepastian, kemanfaatan dan keadilan bagi calon mempelai perempuan tersebut dan 2) Dikabulkannya perkawinan wanita hamil tersebut akan timbul akibat hukum yaitu apabila anak yang dikandung tersebut lahir perempuan maka apabila anak tersebut akan melakukan pernikahan, bapak biologis dan yuridisnya tidak dapat menjadi wali nikah sehingga harus menggunakan wali Hakim sebagai wali nikahnya. | This research is aimed to finding out the issued judges consideran a determination that the applicant's marriage pregnant license based on the Magelang Religious Court No. 0017/Pdt.P/2013/PA.Mgl, and be completed to investigation determine the legal consequences that a child born of the marriage case. The author uses normative juridical approach to investigation these objectives. Application of the law is used specifications research. Analytical method is qualitative legal materials. Base on the research and discussion have conclusion on pregnant women marriage are 1) judges grant married dispensation because the bride have been pregnant, and legal application is based on article 53 of the Compilation of Islamic Law to keep out certainty, expediency and fairness for the bride 2) Legal consequences of marriage pregnant women when born female child. The legal consequences when the child will do the wedding that juridical and biological father can not be a guardian of marriage and should be used a judge of guardian illegitimate. | |
| 8557 | 8996 | D1E009093 | KONTRIBUSI PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA PADA USAHA TERNAK KERBAU (STUDI KASUS DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN PEMALANG) | Penelitian yang berjudul “Kontribusi Pendapatan Tenaga Kerja Wanita Pada Usaha Ternak Kerbau (Studi Kasus di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang)” telah dilaksanakan pada tanggal 1 Februari sampai dengan tanggal 10 Febuari 2014 di Kabupaten Pemalang. Tujuan penelitian ini adalah: 1). Mengetahui besarnya kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita pada usaha ternak kerbau di Kecamatan Taman; 2). Mengkaji pengaruh faktor sosial ekonomi terhadap kontribusi pendapatan kerja wanitapada usaha ternak kerbau di Kecamatan Taman. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai terhadap tenaga kerja perempuan peternak kerbau. Sampel wilayah diambil dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu 3 desa yang mewakili populasi peternak kerbaudi Kecamatan Taman. Sampel peternak diambil secara acak (simple randoom sampling) sebanyak 60 persen dari 3 desa terpilih. Sehingga jumlah responden sebanyak 45 istri peternak.Kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita istri peternak kerbau dianalisis denganmengkalikan kontribusi tenaga kerja wanita (%) dengan pendapatan usaha ternak kerbau. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kontribusi pendapatan tenaga kerja wanita digunakan model regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa kontribusi curahan jam kerja wanita adalah sebesar 19,66 persen dari total curahan jam kerja usaha tenak kerbau, dan kontribusi pendapatan kerja wanita sebesar Rp. 2.690.167,137 per tahun. Jumlah ternak dan curahan kerja wanita berpengaruh terhadap kontribusi pendapatan wanita (P<0.01). | The study entitled "Contribution of Women Labor Income In Buffalo Farming (A Study Case in Taman Sub District, Pemalang District)" was held on the 1st of February to the 10th February 2014. The purposes of study were 1) to determine the contribution of womwn labor labor inacome buffalo farming. 2) Assessing the influence of socioeconomic factors on the contribution of women labor income in the buffalo farming. The study used survey method on women labor in buffalo farming. Sample areas of (3 villages) were determined using purposive sampling method, that represent the large population of buffalo farmers in Taman sub District Park. 45 respondents were taken using simple random sampling of (60 percent of population of women labors). The results of the study showed that women labors contributed 19.66 percent of total hours for managing buffalo farming. The income of women labor was Rp. 2,690,167.137 per year. Partially, number of buffalo owned by farmer and laight of work hours of women labor has significant influence (P<0.01) to the contribution of women labor income. | |
| 8558 | 10591 | G1F011006 | EFEK EKSTRAK JAHE MERAH SEBAGAI AGEN KO-KEMOTERAPI DOKSORUBISIN TERHADAP VIABILITAS SEL KANKER SERVIKS HeLa | Doksorubisin merupakan agen kemoterapi yang digunakan pada terapi kanker serviks. Jahe merah telah diketahui memiliki aktivitas antikanker pada sel kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kombinasi antara ekstrak jahe merah dengan doksorubisin sebagai agen ko-kemoterapi pada sel kanker serviks HeLa. Ekstrak etanol jahe merah dan doksorubisin diuji sitotoksik terhadap sel HeLa dengan metode MTT assay. Nilai IC50 jahe merah dan doksorubisin digunakan sebagai dasar untuk uji ko-kemoterapi. Efek ko-kemoterapi ditetapkan dengan membandingkan viabilitas perlakuan tunggal dengan kombinasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah dan doksorubisin memiliki efek sitotoksik terhadap sel HeLa dengan nilai IC50 berturut-turut 65 dan 0,48 µg/mL. Uji ko-kemoterapi ekstrak jahe merah dengan doksorubisin menghasilkan efek penurunan viabilitas paling rendah pada kombinasi konsentrasi doksorubisin 0,2 μg/mL dan jahe merah 24 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian ini, ekstrak jahe merah berpotensi dikembangkan sebagai agen ko-kemoterapi doksorubisin pada terapi kanker serviks. | Doxorubicin is chemotherapy agent used in the treatment of cervical cancer. Red ginger has been known having anticancer activity on cervical cancer cells. The aim of study is to determine the effect of the combination of red ginger extract with doxorubicin as co-chemotherapy agents in cervical cancer HeLa cells. Ethanol extract of red ginger and doxorubicin were tested to HeLa cells by using MTT assay method. IC50 values of red ginger and doxorubicin were used as a basis for co-chemotherapy assay. Effect of co-chemotherapy determined by comparing the viability of single treatment with the combination. The results showed that the red ginger extract and doxorubicin have a cytotoxic effect against HeLa cells with IC50 value are 65 and 0.48 µg/mL, respectively. Co-chemotherapy assay of red ginger extract with doxorubicin produce the lowest reduction of cells viability on the combination of doxorubicin concentration 0.2 mg/mL and red ginger 24 mg/mL. Based on this result, red ginger extract is potential to be developed as co-chemotherapeutic agent of doxorubicin for cervical cancer. | |
| 8559 | 11055 | B1J010061 | KELIMPAHAN CILIATA DAN FLAGELLATA PADA LAHAN YANG DIPERKAYA MATERI ORGANIK | Bahan organik mempunyai peran penting dalam kehidupan mikroorganime tanah dan kesuburan tanah. Bahan organik berperan sebagai sumber makanan dalam jaring-jaring dekomposer. Protozoa telah diketahui memainkan peran penting di dalam dekomposisi yaitu mampu memobilisasi mineral yang terdapat dalam bakteri. Protozoa juga memainkan peran penting pada perputaran nitrogen dan fosfor dalam microbial loop. Kelompok protozoa yang banyak ditemukan di tanah diantaranya adalah Ciliata dan Flagellata.Ciliata dan Flagellata berperan sebagai sumber makanan bagi tingkat tropik diatasnya dalam jaring-jaring dekomposisi. Aktifitas pemangsaan oleh Ciliata meningkatkan pertukaran nutrien, khususnya nitrogen yang terimobilisasi dalam biomasa bakteri. Penelitian ini akan memberikan kontribusi tentang fluktuasi kelompok Ciliata dan Flagellata khususnya pada lahan pasir yang diberi penambahan materi organik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelimpahan Ciliata dan Flagellata pada lahan yang diperkaya materi organik dengan perbandingan berat berbeda selama waktu tertentu dan korelasi antara faktor lingkungan dan komunitas Ciliata dan Flagellata. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan Split Plot Design. Petak utama adalah waktu dengan enam taraf (W1, W2, W3, W4,W5, W6) dan anak petak adalah komposisi serasah dengan empat taraf (T0, T1, T2, T3). Ulangan masing-masing perlakuan adalah enam kali. Variabel bebas adalah perbandingan berat serasah, sedangkan variabel tergantung adalah komunitas Ciliata dan Flagellata. Parameter yang diamati yaitu kelimpahan Ciliata dan Flagellata. Selain itu, diamati juga parameter pendukung yaitu jumlah daun, tinggi tanaman, kehilangan berat materi organik, temperatur tanah, kelembaban tanah, pH tanah, NO3, NH4, PO4 tanah (di awal, tengah, dan akhir masa pertumbuhan tanaman). Dihitung jumlah individu protozoa dalam setiap kelompok. Ciliata dan Flagellata yang terbanyak diidentifikasi pada taraf genus. Multivariate analysis of variance (Manova) digunakan untuk menguji perbedaan perlakuan (perbandingan berat materi organik dalam perbedaan waktu) terhadap kelimpahan Ciliata dan Flagellata. Canonical Correspondence Analysis (CCA) digunakan untuk mengetahui korelasi antara faktor lingkungan (perbandingan berat materi organik, temperatur tanah, kelembaban tanah, kehilangan berat materi organik, pH tanah, NO3, NH4, PO4 tanah, pertumbuhan tanaman) dan komunitas Ciliata dan Flagellata. Hasil penelitian bahwa Kelimpahan Ciliata dan Flagellata relatif serupa (303-8346 individu/gram tanah) pada lahan yang diperkaya serasah tanaman dengan perbandingan berat berbeda menunjukkan pola penurunan pada masa akhir pertumbuhan tanaman. Faktor lingkungan seperti yang terdiri atas temperatur, kelembaban, ammonium, nitrat, pertumbuhan tanaman dan perbandingan serasah memiliki korelasi positif terhadap kelimpahan Ciliata dan Flagellata (Axis1 : 0.762, Axis2 : 0.544). | Organic matter plays an important role in soil fertility. It is a source of nutrients for decomposers. Protozoa are capable of mobilizing were locked in bacteria. Which is important in the turn over of nitrogen and phosphorus of the microbial loop. Ciliate and Flagellates are two groups of which also serve as a food source for higher trophic levels in a net of decomposition food web. Ciliate predation activity increasing the nutrient exchange particularly nitrogen immobilized in bacterial biomass. This study contributed to understanding Ciliate and Flagellata fluctuations on enhanced soil. The objectives of this research were to determine the Ciliate and Flagellates abundance in enriched soil enriched with organic matter of different weight ratio for a particular periode and ti investigate the correlation between environmental factors and Ciliate and Flagellates communities. This research was field experiment using. Completely Randomized Design (CRD) with a split plot design. There were six-level main plots based on sampling time (W1, W2, W3, W4, W5, W6) and four level based on organiic matter enhancement (T0, T1, T2, T3), with sic replicates. The independent variables was the weight ratio of organic matter, while the dependent variables was the Ciliate and Flagellates community. Parameters observed consisted of Ciliate and Flagellate abundance. In addition, other parameters observed included the number of leaves, plant height, weight loss of organic matter, soil temperature, soil moisture, soil pH, NO3, NH4, PO4 (at early, middle, and end of plant growth). Ciliate and Flagellates with the seven highest number were identified at the genus level. Multivariate analysis of variance (Manova) was used to test the treatment differences against Ciliate and Flagellate abundance. Canonical Correspondence Analysis (CCA) was used to determine the correlation between environmental factors (weight ratio of organic matter, soil temperature, soil moisture, weight loss of organic matter, soil pH, NO3, NH4, PO4, plant growth) and Ciliate and Flagellates communit. The results showed that Ciliate and Flagellate abundance relatively similar (303-8346 individuals/g soil) across the enriched that decreased by the end of plant growth period. Environmental factors had had a positive correlation to the Ciliate and Flagellates abundance (Axis1: 0762, Axis2: 0544). | |
| 8560 | 10614 | F1G011014 | Derivasi Verba Deadjektival dalam Bahasa Indonesia | ABSTRAK Penelitian berjudul “Derivasi Verba Deadjektival dalam Bahasa Indonesia” bertujuan untuk mengetahui proses pembetukan verba deadjektival dan makna gramatikal yang dihasilkan dari derivasi verba deadjektival dalam bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, yaitu penulis menyimak penggunaan bahasa tulis yang terdapat di surat kabar. Selain itu, teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap dengan teknik catat sebagai teknik lanjutannya untuk mendokumentasikan seluruh data. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 kata derivasi verba deadjektival yang dianggap dapat mewakili dalam bahasa Indonesia. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung yaitu teknik analisis data dengan cara membagi suatu konstruksi menjadi beberapa bagian. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik baca markah yang berfungsi untuk mengetahui peran afiks sebagai penanda proses pembentukan verba deadjektival. Penelitian ini menyimpulkan bahwa derivasi verba deadjektival menyangkut proses pembentukan verba deadjektival dan makna gramatikal yang dihasilkan dari derivasi verba deadjektival. Proses pembentukan verba deadjektival merupakan proses perubahan bentuk dari kata berkelas adjektiva menjadi kata berkelas verba dengan adanya afiks-afiks yang melekat. Afiks-afiks yang melekat pada bentuk dasar berkelas adjektiva antara lain, meN-, meN-i, meN-kan, memper-, memper-kan, memper-i, ber-, ter-i, diper-, di-i, di-kan, dan diper-kan. Selain itu, derivasi verba deadjektival juga menyangkut makna gramatikal sebagai akibat dari afiks-afiks yang melekat pada kata berkelas adjektiva menjadi kata berkelas verba. Makna-makna tersebut antara lain menyatakan makna ‘menjadi’ yang bertalian dengan prefiks meN-; makna ‘membuat jadi’ yang bertalian dengan gabungan afiks meN-i dan meN-kan; makna ‘merasa sesuatu pada’ yang bertalian dengan gabungan afiks meN-i; makna ‘membuat jadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-; makna ‘menjadikan supaya’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-kan; makna ‘membuat supaya objeknya menjadi atau menjadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-i; makna ‘merasakan, mengalami atau dalam keadaan’ yang bertalian dengan prefiks ber-; makna ‘dapat di’ yang bertalian dengan gabungan afiks ter-i; makna ‘dibuat jadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks diper-; makna ‘dibuat jadi’ yang bertalian dengan gabungan afiks di-i dan di-kan; makna ‘dirasa sesuatu’ yang bertalian dengan gabungan afiks di-i; makna ‘dijadikan supaya’ yang bertalian dengan gabungan afiks diper-kan. | SUMMARY The study entitled "The derivation of de-adjectival verbs in Indonesian Language" aims for identifying the formation process of de-adjectival verbs and grammatical meaning which resulted from derivation of de-adjectival verbs in Indonesian. The method of collecting data that used in this study is the method of reading, which mean the researcher read and analyze the use of written language that contained in the newspaper. In addition, the basic technique used is that, the technique of tapping the note as engineering techniques sequel to documenting all data. The data used in this study were 37 words de-adjectival verb derivation which is considered can represent in Indonesian language. Data analysis methods used in this study is the method with the basic technique, which is a technique to concern the direct element analysis techniques of data by dividing the construction into several sections. Advanced technique that used is the technique of reading a sign which serves to determine the role of affix as a marker de-adjectival verb formation process. In this study, the method of presenting the results of the analysis are using formal and informal because it also formed by using chart or tree diagram, the presented data also use the common words which easy to be understood directly. This study concluded that the derivation of de-adjectival verbs can correlate toward the process of de-adjectival verbs formation and its grammatical meaning which resulted from the derivation of de-adjectival verbs. The process of its formation is the process of changing form of the word from adjectives class into verbs with their word affixes which united. Affixes which united to the base form class among other adjectives are : meN-, meN-i, meN-kan, memper-, memper-kan, memper-i, ber-, ter-i, diper-, di-i, di-kan, and diper-kan. In the other hand, the derivation of de-adjectival verbs also related to the grammatical meanings as the impact of affix which patched from the adjective words into the verb. Those meanings also conclude the meaning of ‘be’ which combined with the prefix of meN-; the meaning of ‘make it become’ which combined with affix combinations men-i and men-kan; the meaning of 'feel something in' related to the combined affixes meN-i; the meaning of 'makes so much more' concerned with the combined affixes memper-; the meaning of 'make it for' related to the affix take into memper-kan; the meaning of 'make that object be or become more’ concerned with the combined affixes memper-i; the meaning of 'feeling, experiencing, or in some situation' concerned with the prefix ber-; the meaning 'can be done' concerned with the combined affixes ter-i; the meaning of 'made to be more' concerned with the combined affixes diper-; the meaning of 'made so' concerned with the combined affixes di-i and di-kan; the meaning of ‘felt something’ concerned with the combined affixes di-i; the meaning of 'made it for’ concerned with the combined affixes diper-kan. Key word: The derivation of de-adjectival verbs in Indonesia Language - formation process - grammatical meaning – morphology |