Artikelilmiahs

Menampilkan 8.581-8.600 dari 48.906 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
85819022G1B010053EFEKTIFITAS DEMONSTRASI PERAWATAN METODE KANGURU TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DI PUSKESMAS II SUMPIUH KABUPATEN BANYUMASTingginya Angka Kematian Bayi yang disebabkan oleh Bayi Berat Lahir Rendah dan Prematur menjadi permasalahan yang serius. Perawatan Metode Kanguru (PMK) diilhami dari seekor kanguru yang selalu merawat bayinya didalam kantung perutnya sehingga bayi akan selalu hangat dan aman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi perawatan metode kanguru terhadap pengetahuan, sikap dan keterampilan kader kesehatan di Puskesmas II Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest and postest design. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik quota sampling yang merupakan perwakilan dari setiap posyandu sebanyak 42 orang. Analisis data yang digunakan untuk variabel pengetahuan dan keterampilan adalah uji Wilcoxon dan untuk variabel sikap adalah uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukan pada perbandingan pretest dan postest ada perbedaan yang signifikan pada pengetahuan, sikap dan keterampilan perawatan metode kanguru. kesimpulan bahwa metode demonstrasi efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader kesehatan di Puskesmas II Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Dengan demikian disarankan untuk memberikan pendidikan kesehatan dengan metode demonstrasi mengenai PMK kepada seluruh kader yang belum mendapatkan infromasi sebelumnya oleh narasumber dan dibantu pendampingan oleh kader yang sudah mendapatkan pelatihan.The high infant mortality rate caused by Low Birth Weight Babies and Premature became a serious problem. Kangaroo Care Method is inspired from a kangaroo who is always taking care of the baby inside the pouch of the stomach so that the baby will always be warm and safe. The purpose of this research was to examine the effectiveness of demonstration of kangaroo care method to the knowledge, attitude and skill of health cadre in Sumpiuh II Primary Health Centre area in Banyumas district. The method used quasi experimental design with one group pretest and posttest design. Samples were obtained by using a quota sampling technique which was represent of integrated post care and it found 42 people. The Analysis of the data used for knowledge and skills variables were the Wilcoxon test and attitude variable was paired t-test. The results indicated that there was significantly different of knowledge, attitude and skill related to kangaroo care method between pretest and posttest. Conclusion it revealed that demonstration was an effective method in improving knowledge, attitudes and skills of the health cadre in Sumpiuh II Primary Health Centre area in Banyumas district. Suggestions to provide education health by method demonstration about Kangaroo Care Method to all cadres not got information formerly by speakers with assistance flanking by members who have received training.
85829013H1K009051RENDEMEN DAN KUALITAS ALGINAT DARI RUMPUT LAUT Padina australis, Sargassum duplicatum DAN Turbinaria ornata DARI PANTAI KARAPYAK, JAWA BARATPenelitian mengenai Rendemen dan Kualitas Alginat dari Rumput Laut Padina australis, Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata dari Pantai Karapyak, Jawa Barat dilaksanakan pada bulan November 2013. Penelitian ini memfokuskan pada tiga jenis rumput laut cokelat yang mewakili tiga genus dengan kelimpahan yang tinggi di Perairan Indonesia yaitu spesies Padina australis, Sargassum duplicatum dan Turbinaria ornata. Berdasarkan referensi dari penelitian terdahulu, ketiga spesies ini juga memiliki persentase rendemen alginat yang tinggi dibandingkan dengan spesies rumput laut cokelat lainnya. Tujuan penelitian ini adalah, mengetahui potensi rumput laut cokelat sebagai bahan baku alginat berdasarkan persentase rendemen dan kualitas alginat (viskositas, persentase air dan persentase abu). Metode Purposive Random Sampling digunakan dalam pengambilan sampel rumput laut. Ekstraksi alginat dilakukan dengan menggunakan metode Rasyid (2010) dan Zaelanie et al. (2001). Hasil penelitian menunjukan bahwa rumput laut Sargassum duplicatum merupakan rumput laut yang memiliki potensi terbaik sebagai bahan baku alginat diantara dua lainnya, karena memiliki rendemen dan viskositas tertinggi dan persentase air serta persentase abu terendah.A research on Yield and Quality of Alginate Extracted from Padina australis, Sargassum duplicatum and Turbinaria ornata from Karapyak Beach, West Java, was held in November 2013. This study focused on three brown seaweed species as representative of three genera with highest abundance in Indonesia waters they are Padina australis, Sargassum duplicatum and Turbinaria ornata. Based on previous studies, these three species produced a high percentage of yield compared to another brown seaweed. The purpose of this study, was to know the potential of brown seaweed as raw material of alginate based on the percentage of yield and quality of alginate (viscosity, water content percentage and ash percentage). Purposive Random Sampling method was used in seaweed sampling. Alginate extraction were carried out using the method which was used by Rasyid (2010) and Zaelanie et al. (2001). On the basis of the results research, it can be concluded that Sargassum duplicatum was the most potential seaweed which can be used as raw material for alginate production. Sargassum duplicatum was the best candidate compared two other brown seaweed since it had the highest yield and viscosity but contained the lowest water content percentage and ash percentage.
85839014D1E010030PENGARUH PENGGUNAAN RENNET PASTA SEGAR, RENNET PASTA PERAM DAN RENNET CAIR DARI ABOMASUM KAMBING TERHADAP KADAR AIR, LEMAK DAN ORGANOLEPTIK KEJUTujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penggunaan rennet pasta segar, rennet pasta peram dan rennet cair dari abomasum kambing terhadap kadar air, lemak dan organoleptik keju. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah susu sapi PFH 24 liter, rennet cair komersial 0,84 ml, 18 abomasum kambing muda. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk kadar air dan kadar lemak. Rancangan acak kelompok (RAK) untuk organoleptik keju menggunakan 25 panelis semi terlatih sebagai kelompok. Perlakuan yang digunakan yaitu R0 = Keju dengan koagulan rennet cair komersial, R1 = Keju dengan koagulan rennet cair dari abomasum kering, R2 = Keju dengan koagulan rennet pasta segar, R3 = Keju dengan koagulan rennet pasta (diperam), setiap perlakuan diulang sebanyak enam kali sehingga unit percobaan berjumlah 24 buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rennet pasta segar, pasta peram dan rennet cair dari abomasum kering berbeda tidak nyata terhadap kadar air (52,75 %), kadar lemak (9,00 %), dan organoleptik keju. Penggunaan rennet pasta segar, pasta peran dan rennet cair dari abomasum kering baik digunakan sebagai alternatif koagulan dalam pembuatan keju.The aim of this research was to study the influence of using fresh and ripened rennet pastes and liquid rennet from kid abomasa on moisture, fat and organoleptic characteristic of cheese. The materials used were cow’s milk 24 liters, 0,84 ml commercial liquid rennet, 18 kid abomasa. The research was conducted using an experimental method with experimental design was a completely randomized design (CRD) for moisture and fat content. A randomized block design (RAK) was used for organoleptic test with 25 trained panelists, which considered as a group. The treatments were R0 = cheese made using commercial liquid rennet (as control), R1 = cheese made using liquid rennet from dried abomasa, R2 = cheese made using fresh rennet paste, R3 = cheese made using ripened rennet paste. Each treatment was repeated six times, so total of experimental units were 24. The result showed that the use of fresh rennet paste, ripened rennet paste and liquid rennet from dried abomasa was not significant affected moisture content (52,75 %), fat content (9,00 %) and organoleptic (flavor) of cheese. The use of fresh and ripened rennet paste, and liquid rennet from dried abomasa as alternative coagulants during cheese making process.
85849015C1B010112PENGARUH NILAI KERJA DAN BURNOUT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR(OCB) DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL WILAYAH IV BANYUMASPenelitian ini berjudul : “Pengaruh Nilai Kerja dan Bunrout terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi Pada Satuan Kerja Perum BULOG Sub Divisi Regional Wilayah IV Banyumas”. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari nilai kerja dan burnout. Variabel nilai kerja diukur dengan indikator yang dikemukakan oleh (Ros, Schwartz, dan Surkiss, 1999) yang terdiri dari nilai intrinsik, nilai ekstrinsik, nilai sosial dan nilai gengsi. Variabel burnout menggunakan empat (4) indikator dari (Baron dan Grenberg, 2003) yaitu physical exhaustion, emotional exhaustion, depersonalization, feeling of low personal accomplishment . Sedangkan variabel kepuasan kerja yang merupakan variabel mediasi menggunakan lima (5) indikator yang dikemukakan Kreitner dan Kinicki yaitu need fulfillment, discrepancies, value attainment, equity, dan dispositional/genetic components. Dan variabel dependen dalam penelitian ini adalah organizational citizenship behavior menggunakan indikator yang dikemukan (Organ, 1988) yaitu altruism, ourtesy, sportsmanship, civic virtue, conscientiousness.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh nilai kerja, burnout dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Satuan Kerja Perum BULOG Sub Divisi Regional Wilayah IV Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Perum BULOG Sub Drive Wilayah IV Banyumas. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap yang berjumlah 63 karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Partial Least Square (PLS) menunjukan bahwa: (1) Nilai kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja Satuan kerja Perum BULOG Sub Divre Wilayah IV Banyumas. (2) Burnout berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja Satuan kerja Perum BULOG Sub Drive Wilayah IV Banyumas. (3) Kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap OCB Satuan kerja Perum BULOG Sub Drive Wilayah IV Banyumas. (4) Nilai kerja berpengaruh positif signifikan terhadap OCB Satuan kerja Perum BULOG Sub Drive Wilayah IV Banyumas. (5) Burnout berpengaruh negatif signifikan terhadap OCB Satuan kerja Perum BULOG Sub Drive Wilayah IV Banyumas. (6) Kepuasan kerja memediasi pengaruh nilai kerja terhadap OCB Satuan Kerja Perum BULOG Sub Drive IV Wilayah Banyumas. (7) Kepuasan kerja memediasi pengaruh burnout terhadap OCB Satuan Kerja Perum BULOG Sub Drive Wilayah IV Banyumas.
Implikasi dari penelitian ini, yaitu: (1) Manajemen Satuan Kerja Perum BULOG Drive Wilayah IV Banyumas harus bisa memberikan suatu motivasi kepada karyawan untuk selalu meningkatkan diri dalam pekerjaan, dengan cara
xvi
diskusi atau tukar pikiran antara atasan dengan karyawan atau antar karyawan, sehingga karyawan dapat terbuka menerima masukan yang mendorong kearah kemajuan serta kepercayaan diri yang tinggi para karyawan sebagai suatu nilai kerja yang baik yang dapat memberikan kinerja extra-role selain kinerja intra-role. (2) Untuk mengurangi Burnout Satuan Kerja Perum BULOG Drive Wilayah IV Banyumas harus melakukan tindakan preventif yaitu dengan memperbaiki kualitas manajemen, budaya perusahaan, dan kondisi kerja. Seorang pemimpin yang dekat dengan tiap karyawan, menuntut pekerjaan yang baik dengan cara yang tidak terlalu menekan, dan membiarkan karyawan untuk bertindak secara kreatif dalam tugas merupakan tanggung jawab seorang atasan. Hal tersebut akan semakin meningkatkan kepuasan kerja karyawan sehingga burnout akan menurun dan karyawan akan mampu meningkatkan kepekaannya untuk memberikan kinerja yang lebih untuk perusahaan. (3) Karyawan di berikan gaji yang sesuai, pekerjaan yang sesuai harapan, pencapaian nilai yang baik, perilaku adil di perusahaan, kondisi lingkungan, rekan kerja, lingkungan kerja yang harmonis dan kepastian kerja yang mencerminkan kepuasan kerja karyawan Satuan Kerja Perum BULOG Drive Wilayah IV Banyumas akan menguatkan Organizational Citizenship Behavior (OCB). (4) Dari hasil penelitian ini nilai kerja dan burnout hanya mempengaruhi kepusan kerja sebesar 75,9% dan nilai kerja, burnout, dan kepuasan kerja hanya berpengaruh sebesar 61,8% terhadap organizational citizenship behavior (OCB) sehingga untuk penelitian selanjutnya mengenai kepuasan kerja dan OCB bisa digali lagi faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti karakteristik individu, karakteristik pekerjaan, budaya dan iklim organiasi, motivasi kerja, kepribadian dan suasana hati, masa kerja, dan jenis kelamin.
The study was titled: "The influence of work values and Burnout of Organizational Citizenship Behavior with job satisfaction as a Mediating Variable On a work unit of Perum BULOG Sub Division Regional Region IV Banyumas". The independent variables in this study consists of the value of work and burnout. Variable work values measured by the indicators proposed by (Ros, Schwartz, and Surkiss, 1999) which consists of intrinsic value, extrinsic value, social value and prestige value. Variable burnout using four (4) indicators of (Baron and Grenberg, 2003): the physical exhaustion, emotional exhaustion, depersonalization, feeling of low personal accomplishment. While job satisfaction is a variable moderating variable using five (5) indicators proposed Kreitner and Kinicki that need fulfillment, discrepancies, Attainment value, equity, and dispositional / genetic components. And the dependent variable in this study is organizational citizenship behavior using indicators of (Organ, 1988) that is altruism, ourtesy, sportsmanship, civic virtue, conscientiousness.
The purpose of this study was to clarify the effect of the value of work, burnout and job satisfaction on Organizational Citizenship Behavior (OCB) at the Unit of Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas. The population in this study were employees of Perum Sub Division Regional Region IV Banyumas. Respondents in this study were all employees totaling 63 employees.
Based on the research and analysis of data by using Partial Least Square (PLS) showed that: (1) The value of labor significant positive effect on job satisfaction working Unit of Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas. (2) Burnout significant negative effect on job satisfaction working Unit of Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas. (3) Job satisfaction significant positive effect on OCB employment Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas. (4) The value of labor significant positive effect on OCB employment Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas. (5) Burnout significant negative effect on OCB employment Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas. (6) Job satisfaction mediates the influence of work values on OCB Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas. (7) Job satisfaction mediates the effect of burnout on OCB Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas.
The implications of this research, namely: (1) Management Unit of Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas should be able to give a motivation for employees to constantly improve ourselves in work with the way the discussions or brainstorming between supervisor with employees or between employees, so that employees can open to receive input that lead to advancement and higher confidence that employees will provide optimum performance to
xviii
perform extra-role performance. (2) Unit of Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas should take preventive actions to reduce burnout where the quality of management, corporate culture, working conditions must be improved. With decreasing burnout employee will be able to increase the sensitivity to give a better performance for the company so that OCB will increase. (3) Employees are given an appropriate salary, employment, promotion, working conditions and work colleagues that reflects employee satisfaction Perum Bulog Sub Division Regional Region IV Banyumas will strengthen employee OCB. (4) From the results of this research work values and job burnout affects only kepusan by 75,9% and the value of work, burnout, and job satisfaction affects only amounted to 61,8% of the organizational citizenship behavior (OCB) so as to further research on job satisfaction OCB can be explored and the factors that influence job satisfaction and OCB as individual characteristics, job characteristics, culture and climate organiasi, motivation, personality and mood, tenure, and gender.
85859016H1K007025STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA DAN BIVALVIA DI SUBSTRAT PERAIRAN TELUK PENYU KABUPATEN CILACAPPenelitian ini berjudul “Struktur Komunitas Gastropoda dan Bivalvia di Substrat Perairan Teluk Penyu Kabupaten Cilacap”. Gastropoda dan bivalvia memiliki distribusi yang luas, sebagian besar melimpah sebagai individu. Gastropoda dan bivalvia umumnya berada dilaut, hidup di sepanjang pantai atau diperairan dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas gastropoda dan bivalvia serta pengaruh jenis substrat dasar dan parameter fisika dan kimia perairan sebagai penentu keberadaan gastropoda dan bivalvia di Perairan Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini terbagi menjadi 4 stasiun pengamatan sepanjang garis pantai.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Jenis substrat dasar rata-rata dari semua stasiun pengamatan mempunyai karakter substrat berpasir. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Eikman Grab 25x15 cm, selanjutnya sampel dibersihkan dan diawetkan untuk kemudian dilakukan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gastropoda dan bivalvia yang ditemukan terdiri dari 6 Ordo, 13 Famili, 15 Genus, dan 19 Spesies dengan kelimpahan total sebesar 36.224 ind/m3. Kelimpahan terbanyak terdapat pada kelas Bivalvia sebesar 25.664 ind/m3. Keanekaragaman di Teluk Penyu berkisar antara 0,9308 – 1,8851. Dominansi terendah sampai tertinggi 0,1655 – 0,8952. Nilai indeks kemerataan terendah sampi tertinggi 0,0305 – 0,2662.
This study entitled “Community Structure of Gastropod and Bivalve on substrate of Teluk Penyu Waters, Cilacap”. Gastropod and bivalve has an extensive distribution, and most abundant as individuals. These species are generally found at sea, living along the coast or shallow waters. The aim of this study was to investigate the structure of gastropod and bivalve community and also to know the influence of substrate type, basic physical and chemical parameters of water as a defining presence of Gastropod and Bivalve in Teluk penyu, Cilacap. This study was divided into four observation stations along the coastline.
Descriptive method was used in this study we using. The most common substrate in the observation area was sandy. The samples were obtained by using Eikman Grab 25x15 cm, furthermore samples were cleaned and preserved to be identified. The overall result showed Gastropod and Bivalve that found in this study consisted of 6 Ordo, 13 Families, 15 Genera and 19 Species with total abundance 36.224 ind/m3. The highest abundance was found in the Class Bivalve with total abundance 25.664 ind/m3. Diversity index in Teluk Penyu ranged from 0,9308 – 1,8851. Dominance index ranged from 0,1655 – 0,8952. The similarity index ranged from 0,0305 – 0,2662.
85869011G1B010066FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU
KELUARGA DALAM MERAWAT LANSIA PENDERITA HIPERTENSI
DI DESA WANOGARA WETAN KECAMATAN REMBANG
KABUPATEN PURBALINGGA
Hipertensi adalah keadaan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut data Puskesmas Rembang tahun 2013 penderita hipertensi untuk usia >= 45 adalah 5,5%, sedangkan di Desa Wanogara Wetan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga pada bulan Januari 2013 sampai dengan bulan Februari 2014 terdapat 119 penderita hipertensi (56,39%). Penyakit hipertensi pada lansia membutuhkan perawatan fisik maupun non fisik oleh keluarganya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keluarga dalam merawatlansia penderita hipertensi di Desa Wanogara Wetan Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional, teknik pengambilan sampel dengan stratified random sampling berjumlah 68 orang. Data dianalisis dengan univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menyatakan faktor yang berhubungan yaitu peran tetangga dan faktor yang berhubungan secara bersama-sama adalah peran tenaga kesehatan dan peran tetangga.Kesimpulannya adalah tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, sikap, tempat pelayanan kesehatan dan peran tenaga kesehatan tidak berhubungan dan peran tetangga berhubungan dengan perilaku keluarga dalam merawat lansia penderita hipertensi serta peran tenaga kesehatan dan peran tetangga berhubungan secara bersama-sama dengan perilaku keluarga dalam merawat lansia penderita hipertensi.Saran dari penelitian ini adalah masyarakat meningkatkan penghasilan keluarga untuk meningkatkan perawatan kesehatan lansia penderita hipertensi dan menjaga interaksi dengan tetangganya. Pemerintah Kabupaten Purbalingga memberikan informasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan yang berkaitan langsung tentang cara-cara perawatan lansia dengan baik dan benar baik perawatan fisik maupun non fisik guna meningkatkan status kesehatan masyarakat dengan cara demonstrasi.Hypertension is a condition of systolic blood pressure greater than 140 mmHg and diastolic more than 90 mmHg. According to the data of Rembang public health center on 2013 years for hypertension patients more than 45 years was 5.5% of the total treatment, whereas in Wanogara wetan village Rembang, Purbalingga in January 2013 untill February 2014 there were 119 hypertensive patients (56.39%) of the total 211 members in integrated service post of elderly. Hypertension in the elderly need of physical and non-physical treatment of his family The purpose of this observation were to learned factors that related with behavior of family in treating hypertension in elderly patients Wanogara wetan village Rembang Purbalingga. This observation is analytical observation with cross sectional design, sampling techniques with stratified random sampling totaling 68 people. Analyzed data by univariate, bivariate and multivariate analyzes. The result of the factors that related with the behavior in treating elderly patients are the role of neighbors and related factors together is the role of health professionals and the role of neighbors. The conclusion was that the level of knowledge, education level, income level, attitude, health centers and the role of health professionals are not related and neighboring roles associated with the behavior of the family in caring for elderly patients with hypertension and the role of health professionals and the role of neighbors related together with the behavior in the family care for elderly with hypertension.The suggestion of this observation are the community increase family income to improve the health care of elderly with hypertension and maintain interaction with neighbors. The Government of Purbalingga provide information to the public and health professionals related directly about ways elderly care properly both physical and non-physical treatments to improve the health status of the community by way of demonstration.
858710598F1C010001STRATEGI KREATIF RANGKAIAN IKLAN TELEVISI ROKOK L.A LIGHT DALAM TAGLINE "LET'S DO IT"Penelitian ini berjudul Strategi Kreatif Rangkaian Iklan Televisi Rokok L.A Light Dalam Tagline “Let’s Do It”. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kreatif yang digunakan pihak agency dalam pembuatan iklan L.A Light versi “Let’s Do It” beserta hambatan proses kreatifnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Obyek penelitian ini adalah strategi kreatif iklan L.A Light versi “Let’s Do It”. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan cara mengambil subyek informan yang dianggap paling tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang valid dan mengetahui masalahnya secara mendalam berdasarkan pengalaman yang mereka punya. Dengan kata lain subyek penelitiannya yaitu Copywriter dan Art Director dari Tim Kreatif Dentsu (Agency) yang menangani campaign iklan “Let’s Do It” ini. Cara pengumpulan datanya melaui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Validitas data dengan menggunakan triangulasi sumber data dan metode.

Maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kreatif yang digunakan tim kreatif Dentsu (Agency) yaitu melakukan brainstorming, menentukan target audience, membuat tujuan iklan beserta pesannya, dan membuat tagline. Rangkaian iklan L.A Light versi Let’s Do It ini bertujuan untuk merubah ritme kehidupan anak muda dalam artian perubahan karakter dan sosial yang positif, dan mencegah rasa malas yang dalam merubah dunia.
This research titled Creative Strategy of L.A Light Series TV Advertisment in Tagline: “Let’s Do It”. The aim of this research is to find a creative strategy used by the agency in the making of L.A Light advertisment “Let’s Do It” version, also the obstacles it had. This research is using qualitative method with case study approach. The object of this research is the creative strategy of L.A Light advertisment “Let’s Do It” version. Informants in this research are chosen by using purposive sampling techniques which taken subjects informers that is deemed to know and trusted the most to become the valid source data and know the problem in-depth based on the experience that they have. In other words, the subject of this research is Copywriter and Art Director from Dentsu Creative Team (Agency) that have responsible for “Lets Do It” campaign advertisment. The way to collecting data is by observations, depth interviews and documentation. Validity of the data is using tringulasi data source and method.

The result of this research indicated that creative strategy used by Dentsu Creative Team (Agency) is brainstorming, placing audience target, making goal and message, and making tagline. The series of L.A Light advertisment Lets Do It version is aimed to change the lives of young people's rhythm in the sense of change the character and social positive, and to prevent a lazy to do that in changing world.
85889017E1A010040PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCABULAN SESAMA JENIS KELAMIN TERHADAP ANAK (Tinjaun Yuridis Putusan Nomor 367/Pid.B/2012/PN.Cms)Skripsi ini membahas mengenai pembuktian dalam perkara pencabulan sesama jenis kelamin yang dilakukan terhadap anak dari Putusan Pengadilan Negeri Ciamis Nomor 367/Pid.B/2012/PN.Cms, yakni antara perempuan dengan perempuan yang dilakukan oleh terdakwa LRL terhadap anak perempuan yang berusia 17 tahun. Penulis merumuskan permasalahan bagaimanakah pembuktian tindak pidana pencabulan sesama jenis kelamin terhadap anak dan bagaimanakah akibat hukum bagi terdakwa.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pembuktiannya telah memenuhi Pasal 183 KUHAP, yaitu minimal dua alat bukti yang sah dan keyakinan hakim. Alat bukti pada Putusan Pengadilan Negeri Ciamis Nomor 367/Pid.B/2012/PN.Cms adalah keterangan saksi AYM, ELP, AS, dan SBB serta keterangan terdakwa yang mengakui telah melakukan pencabulan sesama jenis kelamin terhadap saksi korban AYM. Atas dasar tersebut, hakim berkeyakinan bahwa terdakwa LRL bersalah melakukan tindak pidana “melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama jenis kelamin yang belum dewasa” sesuai dengan dakwaan Kesatu Pasal 292 KUHP. Akibat hukum bagi terdakwa, yakni menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 4 (empat) bulan dan membebankan biaya perkara sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah).

Kata Kunci: Pembuktian, Pencabulan, Sesama Jenis Kelamin
This mini-thesis through the argumentation around criminal case of same-sex abuse against the children case study of decision district court Ciamis number 367/Pid.B/2012/Pn.Cms, between two female who has done by LRL as the defendant against 17 years old female. The main problem which writer concerned is how to do argumentation around criminal case of same-sex abuse against the children and the legal consequences for the defendant.
According to the research and the analysis, it has a conclusion the argumentation has fulfilled article 183 KUHAP, which is for minimum two evidence and judges conviction. The evidence in decision district court Ciamis number 367/Pid.B/2012/PN.Cms is witness’s evidence AYM, ELP, AS, and SBB also defendant acknowledgement toward AYM. Based on those thing, judges believe the defendant LRL is guilty and did a criminal case “committed to same-sex abuse against the children” according to first indictment which is article 292 KUHP. Legal consequences for the defendant is, punishment which is imprisonment for 4 (four) month and punish to pay for court fees Rp. 2.000,- (two thousand rupiah)

Keywords : Argumentation, Sexual abuse, same-sex abuse
858910600E1A011128PEMBUKTIAN PERBUATAN UITLOKKING (MENGGERAKAN ORANG LAIN) DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI
(Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg)
Tindak pidana korupsi akhir-akhir ini selalu mendapatkan perhatian yang lebih dibandingkan dengan tindak pidana lainnya mengingat bahwa dampak negatif yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi ini. Pembuktian dalam hal ini memiliki peranan yang penting untuk mengungkapkan adanya tindak pidana korupsi. Penelitian ini mengambil judul “Pembuktian Perbuatan Uitlokking (Menggerakan Orang Lain) Dalam Tindak Pidana Korupsi (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg)”. Tujuan penelitian ini mengetahui pembuktian perbuatan uitlokking (menggerakan orang lain) untuk korupsi dalam putusan perkara Nomor 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg bagi Terdakwa dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Semarang dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap tindak pidana korupsi pada putusan Nomor 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg.
Metode penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif dan spesifikasi penelitian adalah Preskriptif. Metode pengumpulan data dengan inventarisasi peraturan undang-undang dan metode analisa data menggunakan normatif kualitatif.
Berdasarkan studi putusan dapat disimpulkan bahwa : pembuktian perbuatan uitlokking (menggerakkan orang lain) dalam tindak pidana korupsi dalam Putusan Nomor 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg adalah didasarkan pada ketentuan Pasal 183 KUHAP yaitu dengan minimum pembuktian menggunakan alat bukti dalam ketentuan Pasal 184 ayat (1) KUHAP berupa keterangan saksi serta keterangan terdakwa dan keyakinan hakim, serta mendasarkan pada unsur-unsur perbuatan uitlokking dalam Pasal 55 ayat (1) KUHP dan barang bukti yang diajukan dipersidangan. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan Putusan Nomor 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg, yaitu : 1) Pertimbangan Yuridis (Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP, ketentuan Pasal 183 KUHAP, alat bukti berupa keterangan saksi dan keterangan terdakwa dan didasarkan pada barang-barang bukti yang memiliki hubungan terhadap perkara ini yang diajukan dalam persidangan, 2) Pertimbangan Non Yuridis (Hal-hal yang memberatkan : Sifat dari tindak pidana korupsi sebagai kejahatan extra ordinary crime, yang dampaknya merusak sendi-sendi kehidupan perekonomian Negara dan juga perekonomian masyarakat, Perbuatan terdakwa sangat tercela dimata masyarakat karena menyalahgunakan nama keagamaan untuk kepentingan pribadinya dan hal tersebut dapat mengurangi kepercayaan pemerintah dan hal-hal yang meringankan : Terdakwa bersikap sopan di persidangan; Terdakwa menyesali perbuatannya; Terdakwa belum pernah dipidana; Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga)

Kata Kunci : pembuktian, uitlokking, tindak pidana korupsi
ABSTRACT

Corruption act always give more respons than another crimes because this impact. Authentication has important position to knowing about corruption act. This research is entitled “The Authentication of Uitlokking (Moving Others) Act in Corruption (Juridical Review of the Verdict Number 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg)”. The purpose of this research is to find out the authentication of uitlokking (moving others) act to corrupt in the case of verdict Number 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg for the defendant and to discover the basic legal considerations of the judge of the Court of Corruption Act in Semarang in handing down the criminal verdict toward the corruption act in the verdict Number 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg.
The research method used was normative juridical and the research specification was Prescriptive. The method employed in data collection was the inventory of law regulations and that used in data analysis was normative qualitative method.
Based on the study of the verdict, it can be concluded that the authentication of uitlokking (moving others) act in corruption in the verdict Number 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg was based on the stipulation of Article 183 of Criminal Code that was by minimum authentication that used material evidences in the stipulation of Article 184 subsection (1) of Criminal Code and the judge’ conviction which is witness and defendant, as well as based on the elements of uitlokking act as defined in Article 55 subsection (1) of Criminal Code and material evidences failed to the court. The judge’s legal considerations in handing down the verdict Number 139/Pid.Sus/2013/PN.Tipikor.Smg, were: 1) Juridical Review (Article 3 Jo Article 18 of Act Number 31 of 1999 about Eradication of Corruption as amended with Act Number 20 of 2001 about the Amendment of Acts Number 31 of 1999 about the Eradication of Corruption Jo Article 55 subsection (1) of the two Criminal Codes, the stipulation of Article 183 of Criminal Code, evidences which is witness and defendant and was based on material evidences that had relationships to the case filed to court, 2) Non Juridicial Considerations (aggravating things: the nature of corruption as an extra-ordinary crime that effected on the damage of pivotal strengths of state and people’s economy; the accused’s act was very blamable on people eyes because he abused the religious name for his personal use and it could reduce the trust of government and alleviating things: the defendant was polite at court; the defendant regretted his act; the defendant had never been punished before; the defendant had family dependents)

Keywords: authentication, uitlokking, corruption
85909020E1A010190KONTRIBUSI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN CILACAP (Studi Setelah Berlakunya Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Dan Retribusi Daerah)Pajak Daerah merupakan pungutan yang dikenakan terhadap seluruh rakyat di suatu daerah. Salah satu jenis pajak Kabupaten/Kota adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan semula adalah kewenangan Pemerintah Pusat, kemudian dialihkan menjadi kewenangan Kabupaten/Kota, semata-mata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Penulis menggunakan dua metode pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan dan analitis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pendapatan Pengelolaan Kuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Cilacap, Pusat Informasi Ilmiah Fakultas Hukum Unsoed, Pusat Informasi Ilmiah Universitas Jenderal Soedirman. Sumber bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum sekunder yang dikumpulkan dengan studi pustaka dan dokumen-dokumen resmi Dinas Pendapatan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Cilacap. Bahan hukum yang disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan dianalisa secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, dengan adanya pengalihan menjadi pajak Kabupaten/Kota penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Cilacap tahun 2013 sebesar Rp 38.205.003.023,00. Kontribusi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Cilacap setelah ada pengalihan menjadi pajak Kabupaten/Kota sebesar 14% atau dapat dikatakan kurang berkontribusi. Dengan demikian daerah masih mengandalkan Dana Perimbangan dari Pusat.
Local tax is imposed on charges that all the people in a region. One of the kinds of tax District/City is Tax Land and building Rural and urban areas. Land tax and building Rural and urban areas is Central Government authority, and then transferred District/City become the authority, merely to to improve Regional's Original.
Research method used in this research is nomative juridical. I use approaches that is two methods and regulation and analytical with specifications or descriptive. This research will be done in the Office Regional Asset Management and Hearing) of the District (DPPKAD Cilacap, Central Law Faculty Scientific Information Unsoed Scientific Information Center, Jenderal Sudirman University. Source of the raw materials that is used law secondary legal materials are grouped with libraries study official documents and the Department Regional Asset and Financial Management Programs (DPPKAD) Cilacap Regency. Legal materials that is served in the form description is arranged in a systematic and analyzed in normative qualitative research.
Based on the results of research and analysis that can be concluded that, with the transfer of tax to Regency/City tax revenues, and The building Rural and urban areas in Cilacap Regency in 2013 was Rp 38,205,003,023.00. The Tax Land and building Rural and urban areas to the Internal Regional income in Cilacap Regency after there is a shift to tax District/City of 14 percent or can be said that it is less than to contribute. Thus the area was still relying on Fund from Central government.
85919021D1E009083KORELASI pH SEMEN SEGAR DENGAN KUALITAS SEMEN PEJANTAN SAPI SIMMENTAL DI BALAI INSEMINASI BUATAN LEMBANGPenelitian dilaksanakan di Balai Inseminasi Buatan Lembang pada tanggal 31 Maret 2014 sampai dengan 07 April 2014. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui korelasi pH terhadap kualitas semen segar pejantan sapi Simmental yang meliputi warna, konsistensi, motilitas, dan konsentrasi semen Sapi Simmental di Lembang. Materi yang digunakan berupa catatan produksi dari Sapi Simmental pada tahun 2012 yang dipelihara di Balai Inseminasi Buatan Lembang. Parameter yang diamati meliputi pH semen, warna semen, konsistensi semen, motilitas spermatozoa, dan konsentrasi spermatozoa. Analisis korelasi dan regresi linier digunakan untuk olah data. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan antara pH semen dengan warna semen diperoleh Y = -0,643X + 7,4856 (R2 = 0,02, p < 0,05); pH semen dengan konsistensi semen Y = -0,3911X + 4,4262 (R2 = 0,22, p < 0,01); pH semen dengan motilitas spermatozoa Y = -16,901X + 173,58 (R2 = 0,24, p < 0,01; dan pH semen dengan konsentrasi spermatozoa Y = -270,87X + 2927,3 (R2 = 0,119, p < 0,05).

The research was conducted at Centre of Artificial Insemination in Lembang on March 31, 2014 to April 07, 2014. The purposes of the research were to know the correlation of pH of the fresh semen of Simmental bull which consisted of color, consistency, motility, and sperm concentration. Material used in this study included records of Simmental semen production at Centre of Artificial Insemination Lembang. The parameters observed were pH of semen, semen color, semen consistency, sperm motility, and sperm concentration. Correlation analysis and linear regression were used to process data.The results showed that the relationship between pH of the semen and the color of semen: Y = -0.6439X + 7.4856 (R2 = 0.02, p < 0.05); pH of the semen and semen consistency: Y = -0.3911X + 4.4262 (R2 = 0.22, p < 0.01); pH of the semen and spermatozoa motility: Y = -16.901X + 173.58 (R2 = 0.24, p < 0.05); and pH of the semen and concentration of spermatozoa: Y = -270.87x + 2927.3 (R2 = 0.012, p < 0.05).
85929018H1K009050HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN DENGAN KARAKTERISTIK SEDIMEN DI PESISIR GENDING PROBOLINGGO, JAWA TIMUR
Skripsi ini berjudul “Hubungan antara faktor lingkungan dengan karakteristik sedimen di pesisir Gending Probolinggo, Jawa Timur”, dengan tujuan mengetahui kondisi lingkungan saat pengendapan sedimen di pesisir Gending, mengetahui karakteristik sedimen di pesisir Gending, mengetahui proses pengendapan sedimen yang berlangsung di Perairan pesisir Gending, Probolinggo, Jawa Timur. Pengambilan sampel dilakukan pesisir Gending, Probolinggo dan dianalisis di Laboratorium Geologi Laut P20-LIPI Oseanografi Ancol, Jakarta Utara selama bulan Maret-Juni 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Pengambilan data sedimen menggunakan coresampler pada dua stasiun dan data dianalisis secara deskriptif. Analisis data menggunakan klasifikasi Shepard (1958) untuk melihat karakter sedimen, kemudian dianalisis dengan XRD untuk mengetahui mineral yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan Arus didapatkan 18,4 cm/det dan termasuk dalam kategori arus lemah, komposisi sedimen didominasi oleh lempung, serta proses pengendapan sedimen di pesisir yang berasal dari hasil erosi di daratan menyebabkan berbedanya tekstur sedimen (fisik) antara perairan pantai dan laut. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pola aliran arus lemah menyebabkan partikel kecil cepat mengendap, lokasi penelitian berada di daerah yang mengalami pasang surut, selalu tergenang (banjir rob) dan garis pantai yang semakin mundur ke arah daratan diklasifikasikan sebagai Pantai mundur (submergence).
Kata kunci : Probolinggo, Sedimen, Kondisi lingkungan, Karakteristik sedimen, Proses pengendapan
A Research, entitled "Relations between environmental factors to characteristic of sediment in coastal Gending Probolinggo, East Java", A was to environmental condition when the deposition of sediment in coastal Gending, to know characteristic sediment in coastal Gending, to know process deposition of sedimentary held in coastal waters Gending, Probolinggo, East Java. Sediment sample was taken at Gending coastal, Probolinggo and to be analyzed in the Marine Geology Oceanography laboratory P20-LIPI Ancol, North Jakarta during the month of March to June2013, the research method was used the descriptive method, and the purposive random sampling was used sediment. Core sampler at two stations and the dat awere analyzed descriptively by using the classification shepard (1958) to see the inter-station acquisition, are then analyzed to determine XRD minerals, The results of the current obtained 18,4 cm/det and included in a category weak currents, the sindicate that sediment compositionis dominated by clay, as well as the process of deposition of sediments in coastal erosion results stemming from the Mainland cause different sediment textures (physically) between coastal waters and the sea. It can be concluded that a pattern the flow of current weak causing small particles quickly settles, locations are in areas of research that are experiencing ups and downs, have always been inundated (floods rob) and the coastline retreated inland is classified as a shore backward
Keywords: Probolinggo, Sediment, The environmental condition, Characteristic of sediment, The process of the deposition
85939023D1E009032PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN SALAM DALAM RANSUM TERHADAP KEEMPUKAN, DAYA IKAT AIR DAN SUSUT MASAK DAGING ITIK RAMBONPeneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun salam (Syzygium polyanthum) dalam ransum terhadap terhadap keempukan, daya ikat air dan susut masak daging Itik Rambon. Materi penelitian yang digunakan adalah 80 ekor anak itik Rambon jantan, metode penelitian adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah R0 = ransum basal tanpa tepung daun salam, R1= ransum basal dengan 3% tepung daun salam, R2 = ransum basal dengan 6% tepung daun salam, R3 = ransum basal dengan 9% tepung daun salam. Peubah yang diukur adalah nilai keempukan, daya ikat air dan susut masak daging Itik Rambon jantan.Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan apabila perlakuan berpengaruh dilanjutkan dengan uji orthoghonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan nilai keempukan daging R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 0,21 mm/g/dt, 0,24 mm/g/dt, 0,21 mm/g/dt dan 0,22 mm/g/dt; rataan daya ikat air daging R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 25,29%, 24,22%, 21,87% dan 26,47%, sedangkan rataan nilai susut masak air daging R0, R1, R2, dan R3 berturut-turut adalah 37,55%, 37,52%, 38,48% dan 36,74%. Analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P<0.05) terhadap nilai keempukan, daya ikat air dan susut masak daging. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung daun salam (Syzygium polyanthum) dengan level 3%, 6% dan 9% dalam ransum belum dapat menaikkan nilai keempukan, menurunkan daya ikat air dan menurunkan susut masak daging, akan tetapi memiliki kecenderungan untuk menaikkan angka keempukan, menurunkan daya ikat air dan menurunkan susut masak Itik Rambon jantan.The aim of this research was to find out the influence of the addition of salam leaves flour (Syzygium polyanthum) in the diet on value of Tenderness, Water Holding Capacity and Cooking loasses Ducks meat Rambon meal. Research material used were 80 Day Old Ducks (DOD) of Rambon drake. The method of this research was experiment using Completely Randomized Design (CRD). The treatments were R0 = feed without salam leaves flour, R1 = feed with 3% sa lam leaves flour, R2 = feed with 6% salam leaves flour, R3 = feed with 9% salam leaves flour. The variables measured were the value of Tenderness, Water Holding Capacity and Cooking loasses Ducks meat rambon meat meal The data were analyzed using analysis of variance followed by orthoghonal polynomial test.The result showed that the average of tenderness levels of R0, R1, R2, and R3 were 0,21 mm/g/dt, 0,24 mm/g/dt, 0,21 mm/g/dt dan 0,22 mm/g/dt; the average of Water Holding Capacity levels of R0, R1, R2, and R3 were 25,29%, 24,22%, 21,87% and 26,47% while average of cooking loasses levels of R0, R1, R2, and R3 were 37,55%, 37,52%, 38,48% and 36,74%. The statistical analysis showed that the effects of treatment was not significant (P>0.05) on the value Tenderness, Water Holding Capacity and Cooking loasses Ducks meat rambon meat meal The conclusion of this research was that the addition of salam leaves flour (Syzygium polyanthum) at 3%, 6% and 9% In rations hasnt raise grades tenderness, lowering water holding capacity and lowering cooking losses meat, but having a tendency to raise the level of tenderness, lowering water holding capacity and lowering cooking losses of duck Rambon male.
859410601E1A010024PERANAN DACTILOSCOPY DALAM MENGUNGKAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi di Polres Banyumas)ABSTRAK
Identifikasi sidik jari, dikenal dengan dactiloscopy adalah ilmu yang mempelajari sidik jari untuk keperluan pengenalan kembali identitas orang dengan cara mengamati garis yang terdapat pada guratan garis jari tangan dan telapak kaki. Sidik jari adalah hasil reproduksi tapak–tapak jari, baik yang sengaja diambil atau dicapkan dengan tinta maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah terpegang atau tersentuh dengan kulit telapak (friction skin) tangan atau kaki. Dactiloscopy dipergunakan salah satunya terhadap tindak pidana pembunuhan. Penelitian ini mengambil judul tentang Peranan Dactioscopy Dalam Mengungkap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan (Studi di Polres Banyumas).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kapan diperlukannya Sarana Dactiloscopy oleh Penyidik dalam Penyidikan Tindak Pidana Pembunuhan di Polres Banyumas dan untuk mengetahui bagaimana peranan Dactiloscopy dalam mengungkap pelaku Tindak Pidana Pembunuhan di Polres Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dan spesifikasi penelitian adalah Deskriptif. Metode pengumpulan data dengan peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur dan data primer sebagai data pendukung. Metode analisa data menggunakan normatif kualitatif.
Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa diperlukannya sarana Dactiloscopy oleh penyidik dalam penyidikan tindak pidana pembunuhan adalah untuk mencari, menemukan, mengamati, mempelajari, mengembangkan, merumuskan, mencari kembali dokumen, dan membuat keterangan sidik jari seseorang yang akan dicocokan dengan sidik jari tersangka atau orang yang dicurigai yang ditemukan di TKP guna mencari ada atau tidaknya sidik jari asing yang diduga sebagai pelaku dalam tempat kejadian perkara tersebut untuk mengungkap adanya tindak pidana pembunuhan. Peranan Dactiloscopy dalam mengungkap pelaku tindak pidana pembunuhan sebagai barang bukti yang dapat membantu mengungkapkan pelaku tindak pidana pembunuhan dan dapat dijadikan sebagai alat bukti petunjuk, dimana dactiloscopy melalui sidik jari laten dapat menentukan tentang peristiwa pidana yang terjadi dan tersangka yang melakukan tindak pidana pembunuhan.



ABSTRACT
Fingerprint identification, known as dactiloscopy is the study of fingerprints for the purpose of re-introduction of the identity of people by observing the lines contained in the line strokes fingers and soles of the feet. Fingerprints are the result of reproduction starfish fingers, either deliberate or stamped with ink and used left on objects having been held in check or touched with palms skin (skin friction) hands or feet. Dactiloscopy used one of them to the crime of murder. This study took the title on the Role Dactioscopy In Revealing Actors Crime Murder (Studies in Banyumas Police).
The purpose of this research is to find out when the need Means Dactiloscopy by investigators in the Crime Investigation Police Killings in Banyumas and to find out how Dactiloscopy role in exposing the perpetrators Crime Police Killings in Banyumas.
The method used is a normative juridical and specifications are descriptive study. Data were collected by legislation, books and literature primary data as supporting data. Methods of data analysis using qualitative normative.
From the research data showed that the need for a means Dactiloscopy by investigators in the investigation of criminal offenses of murder is to search, discover, observe, learn, develop, formulate, looking back documents, and making one's fingerprint information that will be matched with the fingerprints of suspects or persons who suspected were found at the scene for the presence or absence of foreign fingerprints of alleged perpetrators in the crime scenes to reveal the existence of a criminal offense of murder. Dactiloscopy role in exposing the criminal murder as evidence that can help reveal the perpetrators of the crime of murder and can be used as evidence in the instructions, which dactiloscopy through latent fingerprints can determine about criminal events that occurred and the suspect who committed the crime of murder.
859511058G1F010026Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Pengawas Menelan Obat (PMO) Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Paru di RS Paru Sidawangi CirebonAngka prevalensi Tuberkulosis Paru (TB Paru) di Indonesia masih tinggi. Pengobatan jangka panjang, frekuensi minum obat yang setiap hari dan kurangnya kesadaran penderita akan penyakitnya seringkali membuat pasien TB Paru menjadi tidak patuh dalam menjalani pengobatannya. Peran Pengawas Menelan Obat (PMO) pada pasien TB Paru diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perilaku PMO terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru di RS Paru Sidawangi Cirebon.
Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Responden yang digunakan sebanyak 81 responden PMO dan 81 pasien TB Paru Basil Tahan Asam (BTA) positif di RS Paru Sidawangi Cirebon. Alat pengumpulan data adalah kuesioner mengenai pengetahuan PMO, serta perilaku PMO. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dilakukan untuk mencari hubungan antara pengetahuan PMO, serta perilaku PMO terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan perilaku PMO terkait TB Paru dalam kategori baik, namun kepatuhan minum obat pasien TB Paru dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil analisis bivariat, pengetahuan PMO tidak memiliki hubungan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru (p = 0,951), dan perilaku PMO tidak memiliki hubungan terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru (p = 0,924). Sehingga kesimpulan dari penelitan ini adalah tidak terdapatnya hubungan antara pengetahuan dan perilaku PMO terhadap kepatuhan minum obat pasien TB Paru di RS Paru Sidawangi Cirebon.
Prevalence of Pulmonary Tuberculosis in Indonesia is still high. A long medical treatment, the frequency of the medication every day and a lack of awareness patient with their disease often make them not patiently to take the treatment. To improve the compliance of Pulmonary TB patients can be done with Supervisory role Swallowing Drugs Controller (PMO). The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge and behavior of Swallowing Drugs Controller (PMO) against drug compliances of Pulmonary TB patients in RS Paru Sidawangi Cirebon.
The study was designed with cross-sectional approach and purposive sampling, each of the samples obtained were 81 respondents PMO and 81 respondents Pulmonary TB patients in BKPM Purwokerto. Data collection tool was a questionnaire consisting of three aspects, namely knowledge of PMO, behavior of PMO, as well as compliances of Pulmonary TB patients. Bivariate analysis using Chi – square test is performed to find relationship between knowledge and behavior of Swallowing Drugs Controller (PMO) against drug compliances of Pulmonary TB patients.
The results showed that knowledge and behavior of PMO in the good category, but drug compliances of Pulmonary TB patient in low category. The result of analysis bivariate showed that knowledge (p = 0,951) doesn’t have relationship with drug compliances of Pulmonary TB patients and behavior (p = 0,951) doesn’t have relationship with drug compliances of Pulmonary TB patients. The conclusion of this research is knowledge and behavior of Swallowing Drugs Controller (PMO) doesn’t have relationship with drug compliances of Pulmonary TB patients in RS Paru Sidawangi Cirebon.
859611284A1L010054KONSERVASI DAN POTENSI PARASITOID Telenomus rowani Gahan DALAM PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BATANG PADI KUNING DENGAN VARIETAS PADI DAN GULMA BERBUNGAProduksi padi di Indonesia sangat fluktuatif, salah satu penyebabnya adanya organisme pengganggu tanaman (OPT) yang keberadaannya tergantung iklim. Salah satu OPT adalah serangan hama penggerek batang padi kuning (PBPK). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui populasi T. rowani pada beberapa varietas padi dan gulma berbunga, 2) mengetahui tingkat pemarasitan T. rowani pada lahan tanaman padi yang dikonservasi dengan varietas dan gulma berbunga, 3) mengetahui hasil panen tanaman padi pada lahan yang dikonservasi dengan gulma berbunga. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret hingga Juli 2014. Rancangan dasar dari penelitan ini adalah menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) untuk setiap varietas dengan empat ulangan untuk selanjutnya dilakukan analisis ragam gabungan. Faktor yang diuji adalah varietas padi IR 64, Situ Bagendit, Cilamaya dan gulma berbunga yang terdiri dari Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, Echinochloa crussgali. Variabel yang diamati yaitu, intensitas serangan hama PBPK, jumlah kelompok telur hama PBPK, tingkat pemarasitan telur PBPK, populasi parasitoid T. rowani pada gulma berbunga, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai dan hasil panen. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F taraf 5 %, kemudian dilanjutkan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi ngengat PBPK paling tinggi pada varietas Cilamaya sebesar 12,78 imago diikuti pada varietas Situ Bagendit sebesar 0, 88 imago dan IR 64 sebesar 0,12 imago. Gulma berbunga tidak berpengaruh terhadap keberadaan ngengat PBPK. Parasitoid T. rowani lebih tertarik pada pertanaman Cilamaya yang dikelilingi gulma Cyperus rotundus. Intensitas serangan hama tertinggi pada varietas Situ Bagendit (1,77%) diikuti varietas Cilamaya (0,66%) dan IR 64 (0,23%). Varietas padi berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan tanaman padi sedangkan gulma berbunga tidak berpengaruh terhadap variabel pertumbuhan padi.Rice production in Indonesia is very fluctuating, due to the disruption of plant pests whose existence depends on the climate. One of the problems is the attack of yellow rice stem borer (Scirpophaga incertulas Wlk.). This research aimed to: 1) know the population of T. rowani on several varieties of rice and flowering weeds, 2) know the parasitism level of T. rowani on the rice field which are conserved with the flowering weeds variety, 3) know the yields of the rice plants on the rice field which are conserved with the flowering weeds. The research was conducted at the Kalisalak Village, on the Kebasen district, Banyumas regency in March and July 2014. The basic design of this research was the CRD (completely randomized design) for each variety with four replications for further analysis of variance combined. Factors tested were rice varieties consisting of IR 64, Situ Bagendit, Cilamaya and weeds flowering consisting Cyperus rotundus, Ageratum conyzoides, and Echinochloa crussgali. Observed variables were the attack intensity of YRSB pests, the number of YRSB eggs mass, the parasitism level of YRSB eggs mass by T. rowani, the populations of T. rowani parasitoid on flowering weeds, plant height, number of tillers, panicle number and yield. The Results were analyzed using the F test 5%, followed Honestly Significant Difference (HSD) 5%. The results showed that the highest population of YRSB moth occured on the Cilamaya varieties was 12.78 imago, and followed by Situ Bagendit varieties was 0,88 imago, and IR 64 was 0.12 imago. Flowering weeds did not affect the existence of YRSB moth. Parasitoid T. rowani was more interested in Cilamaya varieties which were surrounded by Cyperus rotundus weeds. The highest intensity of pest attack occurred to Situ Bagendit variety (1,77%) and followed by Cilamaya (0,66%) and IR 64 varieties (0,23%). The rice plants varieties affect on the growth variables whereas the flowering weeds did not affect on the growth variables.
85978935D1E010129KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN KELINCI YANG MENGANDUNG KONSENTRAT PROTEIN BUNGKIL BIJI JARAK FERMENTASIPenelitian ini bertujuan mengetahui apakah protein bungkil biji jarak fermentasi dapat mengantikan bungkil biji kedelai mencapai 100% dalam taraf pemberian 18%. Materi yang digunakan adalah 20 ekor kelinci peranakan Rex jantan umur (lepas sapih) dengan kisaran bobot (500-1000 gram). Mendapat 4 pakan perlakuan dengan level subtitusi konsentrat protein bungkil biji jarak fermentasi R1 = 0%, R2 = 6%, R3 = 12%, R4 = 18%, dan 5 kali ulangan. Penelitian mengunakan metode eksperimental dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap. Peubah yang di ukur adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data diolah mengunakan analisis covarian dengan covariate bobot badan awal. Hasil penelitian diperoleh rataan kecernaan bahan kering R1 = 78,35%, R2 = 76,83%, R3 = 54,48% dan R4 = 65,14% dan rataan kecernaan bahan organik R1 = 43,49%, R2 = 47,68%, R3 = 44,70%, dan R4 = 43,50%. Analisis covariansi menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan organik. Uji orthogonal polynomial menunjukkan respon linier pada kecernaan bahan kering dengan persamaan garis Y = -1,033x + 78,00 dan mempunyai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,253. Kesimpulan penelitian ini adalah perlakuan R4 dengan level pemberian 18% protein bungkil biji jarak fermentasi tidak berbeda dengan pakan yang mengandung bungkil kedelai 18%.The aim of this research was to determine whether the protein of fermentasi jatropha seed meal fermented can replace soybean seed meal up to 100% in the level of provision of 18%. The materials used in the study were 20 rex male rabbits breed at the ages (post) with weight range of (500-1000 grams). Rabbits received 4 treatments with the addition of the protein levels of fermented seed meal distance R1 = 0%, R2 = 6%, 12% = R3, R4 = 18%, and 5 replications. The research experimental methods with completely randomized design experiment. The variables measured were dry matter digestibility and organic matter digestibility. The resualts Showed that the average of obtained dry matter digestibility were R1 = 78.35%, R2 = 76.83%, R3 = R4 = 54.48% and 65.14%. The analysis of variance showed highly significant effect (P<0.05) on dry matter digestibility. The orthogonal polynomial test showed a linear response in dry matter digestibility ingredients with the equation Y = -1.033x + 78.00 (r 2 = 0.253). The means of organic matter digestibility were R1 = 43.49%, R2 = 47.68%, R3 = 44.70%, and R4 = 43.50%. The analysis of variance showed that R4 to often treatments was not significantly different (P<0.01). The conclusion of this experiment is, R4 with the level of provision of 18% protein of fermented jatropha seed meal does not differ with feed containing 18% soybean meal.
85989024D1E010192PRODUKTIVITAS INDUK DOMBA PADA KELOMPOK TANI TERNAK PROGRAM SARJANA MEMBANGUN DESAPenelitian bertujuan untuk mengetahui (1) produktivitas induk domba pada kelompok tani ternak program Sarjana Membangun Desa (SMD) dan (2) perbedaan produktivitas induk domba antar bangsa domba (Domba Batur (DB), Domba Ekor Tipis (DET), Domba Ekor Gemuk (DEG)) pada kelompok tani ternak (KTT) program SMD. Penelitian dilakukan pada KTT program SMD di Kabupaten Banjarnegara, Pemalang, Brebes, Tegal, and Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Teknik pengambilan data dilakukan melalui metode survei. Ditetapkan metode sensus data produktivitas induk domba, dikoleksi dari 92 ekor induk, dan data bobot badan cempe pra sapih dikoleksi dari 112 ekor cempe pada 8 KTT program SMD yang masih aktif. Analisis deskriptif statistik, analisis chi square, dan analisis variansi digunakan dalam penelitian. Rataan litter size DET, DEG dan DB masing-masing 1,5; 1,54; dan 1,59 ekor. Rataan mortalitas cempe pra sapih DET, DEG, dan DB masing-masing 13,33; 5; dan 6,9 %. Mortalitas meningkat seiring dengan meningkatnya litter size. Rataan interval beranak DET, DEG, dan DB masing-masing 302,3; 263,15; dan 261,058 hari. Rataan bobot badan cempe pra sapih DET, DEG, dan DB masing-masing 8,7; 9,5; dan 22,56 kg. Bobot badan cempe pra sapih cenderung menurun pada litter size yang meningkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa litter size dan mortalitas cempe pra sapih domba antara bangsa DET, DEG, dan DB tidak berbeda nyata (P>0,05). Interval beranak dan bobot badan cempe pra sapih antara bangsa DET, DEG, dan DB berbeda nyata (P<0,05).The objectives of the current study were to know (1) the productivity of ewes (2) the differences of ewes productivity among breeds (Javanese Thin Tail Sheep (JTT), Javanese Fat Tail Sheep (JFT), and Batur Sheep (BS)) in farmer group of Sarjana Membangun Desa (SMD) Program. The study was conducted at Farmer Group of SMD Program located in Banjarnegara, Pemalang, Brebes, Tegal, and Cilacap regency, Central Java Province, Indonesia. Data collected with survey method. Decided with census method data from 92 records of ewes and 92 records of lambing of sheep in eight farmer groups of SMD Program were analyzed. To know statistic ewes productivity, data litter size, preweaning lamb mortality, lambing interval and preweaning weight were analyzed using descriptive statistics. To determine the differences among breeds, data litter size and preweaning lamb mortality were analyzed using the Chi-squares. To determine the differences among breeds, data lambing interval and preweaning weight were analyzed using analysis of variance. Results showed that average litter size of JTT, JFT, and BS were 1,5; 1,54; and 1,59 head, respectively. Average preweaning lamb mortality of JTT, JFT, and BS were 13,33; 5; dan 6,9 %, respectively. Preweaning lamb mortality increased with increasing litter size. Average lambing interval JTT, JFT, and BS were 302,3; 263,15; dan 261,058 days, respectively. Average preweaning weight of JTT, JFT, and BS were 8,7; 9,5; and 22,56 kg, respectively. Preweaning weight decreased with increasing litter size. Results showed that litter size and preweaning mortality among breeds (JTT, JFT, BS) weren’t significantly different (P>0,05). Lambing interval and preweaning weight were significantly different (P<0,05) among breeds (JTT, JFT, BS).
85999025E1A109021KEKUATAN PEMBUKTIANKETERANGAN SAKSI KORBAN ANAK DALAM TINDAK PIDANA PENCABULAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan No :98 / Pid.Sus/2012/PN.Bjn)
Penelitian ini mengambil judul kekuatan pembuktian keterangan saksi korban anak dalam tindak pidana Pencabulan (tinjauan yuridis terhadap putusan no :98 / pid.sus/2012/pn.bjn).
Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana kekuatan pembuktian saksi korban anak dalam Tindak Pidana dengan sengaja melakukan persetubuhan dengan anak dibawah umur serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam Tindak Pidana dengan sengaja melakukan persetubuhan dengan anak dibawah umur.
Untuk membahas permasalahan tersebut, maka metode yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan sumber data berupa data sekunder dan wawancara sebagai penunjang data sekunder.Data disajikan dalam bentuk uraian yang di susun secara sistematis dengan analisis kualitatif.
Hasil Penelitian ini adalah kekuatan pembuktian keterangan saksi korban Anak dalam Putusan Nomor: 98/Pid.Sus/2012/PN.Bjn.Keterangan saksi korban anak dalam Putusan Nomor: 98/Pid.Sus/2012/PN.Bjn. tidak mempunyai kekuatan pembuktian atau tidak mempunyai nilai pembuktian karena tidak memenuhi syarat formil yaitu tidak mengangkat sumpah. Dasar Pertimbangan Hakim dalam Menjatuhkan Pidana dalam Putusan Nomor: 98/Pid.Sus/2012/PN.Bjn,sudah adanya minimal dua alat bukti yaitu adanya keterangan saksi dan alat bukti surat berupa Visum et Repertum Nomor 445/775-RM-2011 juga sudah dipertimbangkan keterangan terdakwa yang mengakui perbuatannya sehingga hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa sebagai pelaku tindak pidana serta Majelis Hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terhadap terdakwa.

Kata kunci: Keterangan Saksi ,Anak, pencabulan

This study takes the title of the strength of evidence in the witness statements of child victims of abuse in a criminal act ( judicial review of the decision no: 98 / pid.sus/2012/pn.bjn ) .

The problem in this study is how the strength of evidence in the child victim witness Crime deliberately intercourse with a minor and how the legal reasoning of judges in Crime deliberately intercourse with minors.

To address these problems , the method used is normative , the data sources in the form of secondary data and interviews as supporting sekunder.Data the data presented in the form of descriptions collated systematically with qualitative analysis .

The results of this study is the strength of evidence in the Child victim witness Decision Number : 98/Pid.Sus/2012/PN.Bjn.Keterangan child victim witnesses in Decision Number : 98/Pid.Sus/2012/PN.Bjn . do not have or do not have the strength of evidence probative value because it does not meet the formal requirements that do not take the oath . Dropping Basic Considerations in Criminal Justice in Decision Number : 98/Pid.Sus/2012/PN.Bjn , already the existence of at least two items of evidence , namely the testimony of witnesses and documentary evidence in the form of Visum et Repertum Number 445/775-RM-2011 also been considered the testimony of the defendant confessed to the judge that the conviction gained as a criminal defendant and the judges also consider aggravating and relieve the defendant .

Keywords : Witness Testimony , Son , molestation
86009028G1B010094EFEKTIVITAS METODE CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN
PENGETAHUAN DAN SIKAP PETANI TENTANG LEPTOSPIROSIS
DI DESA SELANDAKA KECAMATAN SUMPIUH KABUPATEN BANYUMAS
Desa Selandaka merupakan Desa dengan kasus leptospirosis paling banyak yaitu 5 kasus dari 14 kasus yang dilaporkan di Kabupaten Banyumas. Pengetahuan yang masih kurang baik diduga menjadi salah satu penyebab upaya pencegahan leptospirosis belum bisa berjalan. Salah satu pencegahan leptospirosis adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan merupakan upaya-upaya terencana untuk mengubah perilaku individu, kelompok keluarga dan masyarakat. Salah satu metode pendidikan kesehatan adalah ceramah. Ceramah dalam penelitian ini akan diberikan pada petani karena petani memiliki resiko yang besar terhadap kejadian leptospirosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap petani tentang leptospirosis di Desa Selandaka Kecamatan Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Sampel dalam penelitian ini sebesar 36 responden. Hasil uji statistik menggunakan uji wicoxon menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah adanya ceramah pada pengetahuan responden p=0,000 dan sikap responden p=0,021. Peningkatan skor pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberi ceramah tentang leptospirosis sebesar 21,83% dan peningkatan skor sikap responden sebelum dan sesudah diberi ceramah tentang leptospirosis sebesar 5,2%. Metode ceramah dapat digunakan sebagai alternatif pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap petani.Selandaka village is the village with the many cases leptospirosis are 5 cases of the 14 cases reported in the Banyumas District. Knowledge is still lacking both thought to be one cause of leptospirosis prevention efforts have not been able to walk. The one of prevention leptospirosis is to provide health education. Health education is a planned effort to change the behavior of individuals, families and community groups. One method a health education is lecture. Lectures in this study will be given to farmers because farmers have a greater risk of the incidence of leptospirosis. This research aims was find out effectiveness of the lecture method to increase knowledge dan attitudes of farmers about leptospirosis in Selandaka Village Sumpiuh District Banyumas Regency. The used of method was a quasi experiment research with one group pretest and post test design. The sample in this study was 36 respondents. The results of the statistical test used wicoxon test showed the differences before and after the lecture on the knowledge of the respondents, p = 0.000 and attitudes of respondent p = 0.021. Increase of knowledge score respondent before and after give lecture about leptospirosis in the amount of 21,83% and increase of attitudes score respondent before and after give lecture about leptospirosis in the amount of 5,2%. Lecture method can be used as an alternative health education to improve the knowledge and attitudes of farmers.