Artikel Ilmiah : F1G011014 a.n. ERNA YUNINGSIH
| NIM | F1G011014 |
|---|---|
| Namamhs | ERNA YUNINGSIH |
| Judul Artikel | Derivasi Verba Deadjektival dalam Bahasa Indonesia |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian berjudul “Derivasi Verba Deadjektival dalam Bahasa Indonesia” bertujuan untuk mengetahui proses pembetukan verba deadjektival dan makna gramatikal yang dihasilkan dari derivasi verba deadjektival dalam bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, yaitu penulis menyimak penggunaan bahasa tulis yang terdapat di surat kabar. Selain itu, teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap dengan teknik catat sebagai teknik lanjutannya untuk mendokumentasikan seluruh data. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 kata derivasi verba deadjektival yang dianggap dapat mewakili dalam bahasa Indonesia. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung yaitu teknik analisis data dengan cara membagi suatu konstruksi menjadi beberapa bagian. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik baca markah yang berfungsi untuk mengetahui peran afiks sebagai penanda proses pembentukan verba deadjektival. Penelitian ini menyimpulkan bahwa derivasi verba deadjektival menyangkut proses pembentukan verba deadjektival dan makna gramatikal yang dihasilkan dari derivasi verba deadjektival. Proses pembentukan verba deadjektival merupakan proses perubahan bentuk dari kata berkelas adjektiva menjadi kata berkelas verba dengan adanya afiks-afiks yang melekat. Afiks-afiks yang melekat pada bentuk dasar berkelas adjektiva antara lain, meN-, meN-i, meN-kan, memper-, memper-kan, memper-i, ber-, ter-i, diper-, di-i, di-kan, dan diper-kan. Selain itu, derivasi verba deadjektival juga menyangkut makna gramatikal sebagai akibat dari afiks-afiks yang melekat pada kata berkelas adjektiva menjadi kata berkelas verba. Makna-makna tersebut antara lain menyatakan makna ‘menjadi’ yang bertalian dengan prefiks meN-; makna ‘membuat jadi’ yang bertalian dengan gabungan afiks meN-i dan meN-kan; makna ‘merasa sesuatu pada’ yang bertalian dengan gabungan afiks meN-i; makna ‘membuat jadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-; makna ‘menjadikan supaya’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-kan; makna ‘membuat supaya objeknya menjadi atau menjadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-i; makna ‘merasakan, mengalami atau dalam keadaan’ yang bertalian dengan prefiks ber-; makna ‘dapat di’ yang bertalian dengan gabungan afiks ter-i; makna ‘dibuat jadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks diper-; makna ‘dibuat jadi’ yang bertalian dengan gabungan afiks di-i dan di-kan; makna ‘dirasa sesuatu’ yang bertalian dengan gabungan afiks di-i; makna ‘dijadikan supaya’ yang bertalian dengan gabungan afiks diper-kan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SUMMARY The study entitled "The derivation of de-adjectival verbs in Indonesian Language" aims for identifying the formation process of de-adjectival verbs and grammatical meaning which resulted from derivation of de-adjectival verbs in Indonesian. The method of collecting data that used in this study is the method of reading, which mean the researcher read and analyze the use of written language that contained in the newspaper. In addition, the basic technique used is that, the technique of tapping the note as engineering techniques sequel to documenting all data. The data used in this study were 37 words de-adjectival verb derivation which is considered can represent in Indonesian language. Data analysis methods used in this study is the method with the basic technique, which is a technique to concern the direct element analysis techniques of data by dividing the construction into several sections. Advanced technique that used is the technique of reading a sign which serves to determine the role of affix as a marker de-adjectival verb formation process. In this study, the method of presenting the results of the analysis are using formal and informal because it also formed by using chart or tree diagram, the presented data also use the common words which easy to be understood directly. This study concluded that the derivation of de-adjectival verbs can correlate toward the process of de-adjectival verbs formation and its grammatical meaning which resulted from the derivation of de-adjectival verbs. The process of its formation is the process of changing form of the word from adjectives class into verbs with their word affixes which united. Affixes which united to the base form class among other adjectives are : meN-, meN-i, meN-kan, memper-, memper-kan, memper-i, ber-, ter-i, diper-, di-i, di-kan, and diper-kan. In the other hand, the derivation of de-adjectival verbs also related to the grammatical meanings as the impact of affix which patched from the adjective words into the verb. Those meanings also conclude the meaning of ‘be’ which combined with the prefix of meN-; the meaning of ‘make it become’ which combined with affix combinations men-i and men-kan; the meaning of 'feel something in' related to the combined affixes meN-i; the meaning of 'makes so much more' concerned with the combined affixes memper-; the meaning of 'make it for' related to the affix take into memper-kan; the meaning of 'make that object be or become more’ concerned with the combined affixes memper-i; the meaning of 'feeling, experiencing, or in some situation' concerned with the prefix ber-; the meaning 'can be done' concerned with the combined affixes ter-i; the meaning of 'made to be more' concerned with the combined affixes diper-; the meaning of 'made so' concerned with the combined affixes di-i and di-kan; the meaning of ‘felt something’ concerned with the combined affixes di-i; the meaning of 'made it for’ concerned with the combined affixes diper-kan. Key word: The derivation of de-adjectival verbs in Indonesia Language - formation process - grammatical meaning – morphology |
| Kata kunci | Derivasi verba deadjektival dalam bahasa Indonesia – proses pembentukan – makna gramatikal – morfologi |
| Pembimbing 1 | Etin Pujihastuti, M.Pd. |
| Pembimbing 2 | Siti Junawaroh, M.Hum. |
| Pembimbing 3 | Farida Nuryantiningsih, M.Hum. |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2015-02-14 14:05:07.368059 |