Home
Login.
Artikelilmiahs
4759
Update
JENI ANJARI
NIM
Judul Artikel
Usaha Meningkatkan Kenyamanan dan Keamanan Penumpang Oleh PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Di jaman modern seperti saat ini, kebutuhan transportasi semakin meningkat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Transportasi dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu transportasi darat, laut, dan udara. Kereta api merupakan salah satu alat transportasi darat yang sangat disukai oleh sebagian masyarakat Indonesia. Ini karena kereta api murah, efisien dan efektif, dapat mengangkut penumpang dan barang dengan jumlah yang banyak (Salim ; 2009 ; 10), selain itu juga memiliki jalur jalan sendiri sehingga memudahkan kereta api untuk sampai tujuan tepat waktu. Sehingga penumpang mudah untuk menentukan jam berangkat atau pulang sesuai yang dibutuhkan dan diinginkan. Setiap penumpang pasti menginginkan kenyamanan dan keamanan saat menggunakan transportasi umum. Kenyamanan penumpang dirasakan saat mereka berada di transportasi yang bersih dan tertib. Sedangkan keamanan dirasakaan saat penumpang tidak terganggu oleh pedaganag asongan dan orang yang berlalu lalang (pengamen, pencopet, penjahat) di transportasi itu (Salim ; 2009 ; 17). Kereta api juga memiliki beberapa faktor yang mengakibatkan penumpang merasa tidak aman dan nyaman. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah seringnya terjadi kecelakaan karena lokomotif yang sudah tua dan rel kereta yang rusak dan rapuh, kurangnya ketertiban di dalam gerbong kereta sehingga masih banyak pengamen dan pedagang asongan yang berlalu lalang dari satu gerbong ke gerbong lainnya, sehingga penumpang tidak bisa beristirahat (tidur) dengan nyenyak, mereka akan merasa was-was dan merasa terancam keselamatannya, kurangnya kebersihan di dalam gerbong seperti toilet yang kotor, asap rokok, dan sampah yang berserakan. Serta masih banyak penumpang ilegal yang tidak membeli tiket tetap naik ke dalam gerbong, jika seperti itu penumpang ilegal tersebut akan segera diturunkan pada stasiun berikutnya. Untuk mengatasi masalah yang ada, para pegawai PT KAI (Persero) KAI DAOP V Purwokerto selalu berusaha untuk meningkatkan keyamanan dan keamanan penumpang kereta api. Menurut wawancara dengan Kepala Dipo Lokomotif Purwokerto Dasuki, adapun usaha-usahanya adalah sebelum dan sesudah beraktifitas pegawai memeriksa kelengkapan dan kebersihan lokomotif dan gerbong agar tidak terjadi kecelakaan serta mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan bersemangat, pada setiap lokomotif menggunakan jaringan (GPS) Global Positioning System untuk memantau kecepatan kereta agar terlihat jelas jika kereta tersebut melebihi batas maksimal walaupun hanya 1km/jam, melarang pedagang asongan dan pengamen masuk ke dalam gerbong agar penumpang tidak terganggu dengan pemaksaan yang sering dilakukan pedagang untuk membeli dagangannya dan bisa beristirahat dengan nyaman, melarang penumpang merokok di dalam gerbong karena ada sebagian masyarakat yang menjadi sesak nafas saat menghirup asap rokok, serta petugas kereta api secara bergantian setiap pagi pada pukul 08.00 hingga 14.30, dilanjutkan pada malam hari pada pukul 19.00 hingga 24.00 akan memeriksa tiket penumpang sehingga diharapkan tidak akan ada lagi penumpag ilegal yang tidak memiliki tiket (Vice President Sinung Tri Nugroho). Usaha yang dilakukan oleh pegawai PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto sudah cukup berhasil. Ini terlihat dari data yang diperoleh melalui wawancara dengan salah satu Customer Service Evi, data tersebut menggambarkan menurunnya jumlah penumpang ilegal yang tidak membeli tiket, dari tahun baru kemarin hingga bulan Juni 2012, sudah tercatat dari 46% menurun hingga 12%. Ini dikarenakan penumpang ilegal akan segera diturunkan di stasiun berikutnya oleh patugas. Sedangkan 12% penumpang ilegal yang tetap tidak membeli tiket dengan alasan kehabisan tiket akan masuk ke dalam gerbong bagasi atau gerbong kosong yang ada di paling belakang lokomotif. Pedangan asongan saat ini hanya berjualan di stasiun dan menunggu kereta datang tanpa masuk dan ikut ke dalam gerbong, pengamen untuk saat ini sudah cukup berkurang di beberapa stasiun kereta api. Dengan demikian, sebaiknya para pegawai PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto tetap tegas dalam melaksanakan tugasnya dan sabar dalam memberikan pengertian kepeda penumpang tentang peraturan yang telah ditentukan tanpa adanya kekerasan. Saat kereta berhenti di stasiun, sebaiknya pegawai memeriksa kembali setiap gerbong sehingga penumpang yang masuk ke gerbong bagasi atau gerbong kosong dapat diketahui, bagi para pengantar yang tidak boleh masuk area stasiun, telah disediakan bangku pengantar untuk menunggu penumpang berangkat dan pihak stasiun juga menyediakan beberapa kuli untuk membantu mambawa barang-barang penumpang tetapi sebaiknya para kuli tidak memaksa melainkan cukup menunggu panggilan dari penumpang apabila mereka memerlukan bantuan. Hal ini dapat menjadikan para penumpang lebih merasa dihargai dan merasa nyaman serta para pengantar tidak akan meaksa untuk tetap ikut masuk ke dalam area stasiun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
In modern era, public’s needs of mean transportation (land, sea, and air ones) is increasing due to the increase of people’s occupational mobility. Train is one of favorite land public transport because it is cheap, effective and efficient for long trip and can take many passengers and goods (Salim, 2009: 10). Besides, it has its own track, facilitating to its punctuality as well. So, passengers can choose their departure and arrival schedules as they need and want. Every passenger wants comfort and safety while using public transport. This can be achieved if the public transport is clean and there are no hustles and bustles of street musicians, sellers, pickpockets, and criminals (Salim ; 2009 ; 17). There are many reasons why train passengers feel uncomfortable and unsafe, including too many accidents caused by old locomotives and the damaged and breakable railway tracks, the lack of regulation enforcement that results in many street musicians and seller from one railway coach to others, creating noise and disturbance. Meanwhile, dirty facilities like dirty toilets, smoke, and rubbish, result in passengers discomfort. While many illegal passengers those without tickets make the railway coach crowded. To overcome the problems, the officials of PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto have always tried to improve their service. According to the head of Dipo Locomotive Purwokerto Dasuki, the officials always check the completeness and cleanness of locomotive and train cars in order to avoid accident and make the working environment clean. Every locomotive has network GPS (Global Positioning System) to control the speed of train whether the train runs in over maximum speed. Street musicians and sellers are not allowed to enter the railway coach because they can disturb the passengers by forcing them to buy their goods. PT KAI also prohibits the passengers smoke in railway coach because there are passengers who will get asthma if they draw on smoke. Besides, the officials work in 2 shifts, the first shift is from 8 am to 2.30 am, and the second is from 7 pm to 12 pm. They check the ticket after the train is leave the station so there is no passenger who doesn’t have ticket (Vice President Sinung Tri Nugroho). The officials of PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto are successful enough in improving their service. It is show in the data obtained from interview with one of the customer service staff, Evi. This data shows the decreasing amount of illegal passengers who didn’t buy ticket from January until June 2012, (46% decrease until 12%), because the illegal passengers are asked to get off in the next station. Whereas, the 12% of illegal passengers because of run out of ticket are found in the baggage or empty car will to gett off in the next station. Today the street sellers just sell in the station platform whereas the number of street musician is decreasing. In conclusion, it is better for the official of PT KAI (Persero) DAOP V Purwokerto to be responsible in doing their job and be patient in giving understanding to the passengers about the regulations and their obligation to follow them. When the train is in the station, the officials should recheck every railway coach so go to find illegal passengers. As for people seeing off or meeting passengers are not allowed to enter the station area, they can wait on the waiting seat outside the station. Furthermore, the station’s officials also provides porter to help the passengers carry their luggage but the porter should not force them. They should just wait for the passengers’ call when they need a help. Therefore, the passengers will feel more respected and comfortable.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save