Artikelilmiahs
Menampilkan 8.621-8.640 dari 48.906 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8621 | 11457 | C1B011038 | PENGARUH INDEKS HARGA SAHAM AMERIKA, EROPA, CHINA, JEPANG DAN SINGAPURA TERHADAP PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN | Penelitian ini mengangkat masalah tentang integrasi antara pasar modal luar negeri dengan pasar modal Indonesia yang semakin berkembang sebagai konsekuensi dari globalisasi ekonomi. Salah satu cara untuk mengetahui integrasi pasar modal adalah dengan menganalisis keterkaitan indeks harga saham dari masing-masing negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari pasar modal global terhadap pasar modal Indonesia di BEI. Populasi pada penelitian ini adalah indeks harga saham yang ada di pasar modal Amerika, Eropa, China, Jepang, Singapura dan IHSG pada periode 2009-2013. Sampel diambil dengan metode purposive sampling sehingga diperoleh 6 indeks saham yang memenuhi syarat sebagai sampel, yaitu Indeks Dow Jones dari bursa saham New York, FTSE 100 dari bursa saham London, SSE dari bursa saham Shanghai, Nikkei 225 dari bursa saham Jepang dan STI dari bursa saham Singapura. Penelitian ini menggunakan analisis jalur dengan menggunakan program SPSS 22.0 for Windows. Dari hasil pengujian dengan analisis jalur menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari indeks saham global terhadap pergerakan IHSG secara simultan dan parsial. Indeks Dow Jones berpengaruh secara positif, sedangkan Indeks Nikkei 225 dan SSE Shanghai berpengaruh negative dan FTSE 100 tidak berpengaruh terhadap IHSG. | This study focused on the issue of integration between Indonesian stock market with global stock market which has rapid development as a consequences of economic globalization. One way to determine the integration of capital market is by observing the relationship between stock price index in each country. The purpose of this research is to determine whether there are influence of global stock market index towards Indonesia Composite Index in Indonesia Stock Exchange. The population of this research is the index of the stock exchange in United States, Europe, China, Japan and Singapore between 2009-2013. Sample were taken by using purposive sampling method that gained 6 index, specifically is Dow Jones which represent NY-USA stock market, FTSE 100 which represent London Stock Exchange, SSE Composite Index which represent Shanghai Stock Exchange, Nikkei 225 which represent Tokyo Stock Exchange, and Strait Times Index which represent Singapore Stock Exchange. This study uses the path analysis using SPSS 22.0 for Windows. The result showed that path analysis found a significant relationship between global stock index with Indonesia Composite Index. The Dow Jones and Strait Times Index positively affect on Indonesia Composite Index, whereas Nikkei 225 and SSE Composite Index negatively affect on Indonesia Stock Exchange and FTSE 100 not affect Indonesia Composite Index in 2009-2013 period. | |
| 8622 | 11806 | D1E010043 | TINGKAT MOTIVASI PETERNAK WANITA DALAM USAHA TANI TERNAK AYAM KAMPUNG HUBUNGANNYA DENGAN ASPEK SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi dan faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi peternak untuk beternak ayam kampung khususnya wanita atau ibu rumah tangga dan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara tingkat motivasi dengan faktor sosial ekonomi peternak di Kecamatan Karanglewas. Penelitian dilakukan dengan metode survey dalam pengumpulan data, sedangkan pengambilan sampel peternak dengan metode sensus, yaitu sebanyak 116 orang sebagai responden. Hubungan antara faktor sosial ekonomi peternak dengan tingkat motivasi peternak dianalisis dengan menggunakan uji korelasi rank spearman. Tingkat motivasi peternak wanita di Kecamatan Karanglewas masuk dalam kategori sedang, motivasi ekstrinsik lebih mendominasi dibanding motivasi intrinsik peternak untuk menjalankan ternak ayam kampungnya, sehingga di dapat kategori sedang. Faktor sosial ekonomi peternak wanita di Kecamatan Karanglewas masuk dalam kategori sedang, dilihat dari pendapatan yang rata-rata sudah cukup bisa membantu kebutuhan keluarga, tingkat pendidikan peternak sudah cukup tinggi, jumlah ternak yang dipelihara hampir tersebar merata dan jumlah anggota keluarga tidak terlalu mempengaruhi peternak dalam menjalankan usaha ternak ayam kampung. Variabel yang diteliti memiliki koefisien korelasi yang signifikan, tetapi tidak semua variabel yang diteliti memiliki korelasi keeratan yang kuat, dalam penelitian ini hanya pendidikan dan jumlah kepemilikan ternak saja yang memiliki keeratan cukup tinggi dibanding dua variabel yang lainnya. Sebenarnya masih banyak faktor sosial ekonomi yang memiliki nilai keeratan lebih kuat dan bisa mempengaruhi tingkat motivasi peternak selain variabel yang diteliti dalam penelitian ini. | The purpose of this study was to determine the level of motivation and socio-economic factors that influence farmers to raise chicken, especially women or housewives and to find out how the relationship between the level of motivation with socioeconomic factors Karanglewas farmers in the district. The research was conducted by survey method in collecting data, while sampling farmers with methods census, as many as 116 people as respondents. The relationship between factors of socio economic farmer to motivation levels were analyzed using the Spearman rank correlation test. The motivation level of women farmers in the district Karanglewas into the category medium, extrinsic motivation is more dominating than the intrinsic motivation to run their to raise farm, so that in can be category medium. Socio-economic factors of women farmers in the district Karanglewas into the category medium, observed from the average income is adequate to help family needs, the education level of farmers is fairly high, the number of animals kept almost evenly spread and the number of family members did not significantly affect farmers in run to raise chicken farming. Variables studied had a significant correlation coefficient, but not all of the variables studied have a strong correlation closeness, in this research only education and the number of livestock holdings who have fairly high compared to the closeness of the two other variables. Actually there are many socio-economic factors have a stronger cohesion value and can affect the motivation level of farmers in addition to the variables examined in this research. | |
| 8623 | 9044 | A1L010062 | UJI DAYA HASIL ENAM BELAS GENOTIP PADI FUNGSIONAL DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil dari enam belas genotip padi fungsional, Memperoleh genotip padi fungsional yang berdaya hasil tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Penelitian telah dilaksanakan selama 4 bulan, mulai bulan Desember 2013 sampai dengan April 2014. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 14 genotip dan 2 varietas pembanding dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, jumlah gabah total per malai, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 butir, dan hasil gabah kering per plot. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan uji F, apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan 1). Terdapat genotip dengan daya hasil tinggi dan komponen hasil yang ideal yaitu pada genotip IR83663-20-3-2-2, FFZ1, PKBC-179-168-88-36, S/PKC-179-168-88-36, B560H-MR-1PN-1, BH39D-MR-11-1-1-6, AGH-BMH, BP9454F-17-3-5-B, BP9494C-1-1-2-3. Genotip dengan daya hasil tinggi dan komponen hasil yang kurang ideal yaitu genotip Fe7. Genotip dengan daya hasil rendah dan komponen hasil kurang ideal pada genotip Fe27 dan B109070C-MR-4-2-1-1-1-Si-3-2-4-2-1-PN-4. Genotip dengan daya hasil rendah dan komponen hasil kurang ideal yaitu Bio196-D3, Bio197-D5. 2). Genotip berdaya hasil tinggi adalah genotip IR83663-20-3-2-2, FFZ1, PKBC-179-168-88-36, S/PKC-179-168-88-36 , B560H-MR-1PN-1, BH39D-MR-11-1-1-6, AGH-BMH, BP9454F-17-3-5-B, BP9494C-1-1-2-3. | This study aims to determine the yield of sixteen genotypes functional rice, to obtain the genotypes of functional rice which have high yield. This study was conducted in paddy Majatengah Village, Kemangkon Sub District, Purbalingga District. The research has been carried out for 4 months, starting on December 2013 to April 2014. The experimental design of this study used a Random Group Design (RGD) that consisted of 14 genotypes and two check varieties with 3 replications. Variables that are observed are: the height of the plants, the total number of tillers, the number of productive tillers, days to flowering, the harvesting age, the total number of grains per panicle, percentage of filled grains per panicle, the weight of thousand grain, and the dry grain yield per plot. The observations were analyzed using the F test, if there is a differences, it will be followed by DMRT on 5% error level. The result of the study showed 1) there are genotypes with high grain yield and ideal result components, they are on genotype IR83663-20-3-2-2, FFZ1, PKBC-179-168-88-36, S/PKC-179-168-88-36, B560H-MR-1PN-1, BH39D-MR-11-1-1-6, AGH-BMH, BP9454F-17-3-5-B, BP9494C-1-1-2-3. Genotype with high grain yield and less ideal result component is on genotype Fe7. Genotypes with low grain yield and less ideal result component are on genotype Fe27and B109070C-MR-Si-3-2-4-2-1 4-2-1-1-1-PN-4. Genotypes with low grain yield and less than ideal result component are on Bio196-D3, Bio197-D5. 2) The high grain yield genotypes were genotype IR83663-20-3-2-2, FFZ1, PKBC-179-168-88-36, S/PKC-179-168-88-36, B560H-MR-1PN-1, BH39D-MR-11-1-1-6, AGH-BMH, BP9454F-17-3-5-B, and BP9494C-1-1-2-3. | |
| 8624 | 9040 | D1E010241 | KADAR AIR DAN TOTAL BAKTERI MAYONES PADA BERBAGAI JENIS KUNING TELUR | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis kuning telur terhadap kadar air dan total bakteri pada pembuatan mayones. Materi yang digunakan pada penelitian adalah 75 butir telur ayam niaga petelur, 117 butir telur ayam arab dan 60 butir telur itik masing-masing berumur 3 hari, minyak nabati, mustard, cuka, garam, gula, air dan media nutrien agar. Penelitian menggunakan metode eksperimental. Penghitungan kadar air dan jumlah bakteri menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang di uji adalah mayones dari telur ayam niaga petelur (T1), mayones dari telur ayam arab (T2), mayones dari telur itik (T3) dan diulang sebanyak 6 kali, Peubah yang diukur adalah kadar air (%) dan total bakteri (CFU/gram). selanjutnya dilakukan analisis variansi data dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan penggunaan kuning telur yang berbeda pada mayones berpengaruh nyata (P˂0.05) terhadap kadar air mayones dan berpengaruh tidak nyata (P˃0.05) terhadap total bakteri. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah penggunaan jenis kuning telur yang berbeda dalam pembuatan mayones, menghasilkan rataan total kadar air mayones sebesar 15,14% dan rataan total bakteri mayones sebesar 4,50 CFU/gram dan sesuai dengan SNI no 01-4473-1998. | This study aimed to determine the effect of various types of egg yolk on water content and total bacteria in the manufacture of mayonnaise. The materials used in the study were 75 commercial eggs of laying chicken, 177 Arabic chicken eggs and 60 duck eggs of 3 days old, vegetable oil, mustard, vinegar, salt, sugar, water and nutrient agar medium. Experimental methods was used in this research. Water content and the amount of bacteria were calculated with completely randomized design. The treatments tested were mayonnaise from commercial eggs of laying chicken (T1), mayonnaise from arabic chicken eggs (T2), mayonnaise from duck eggs (T3), each treatments repeated 6 times. The variables measured were water content (%) and the amount of bacteria (CFU/gram), then analyzed the data variance and proceed with honest significant difference test . The results of variance analysis showed that the treatment of the use of different yolks had mayonnaise significant (P˂0.05) to the water content of mayonnaise and no significant effect (P˃0.05) on total bacteria. The conclusion is the use of different types of egg yolk in the manufacture of mayonnaise, The resulting in the average of total water content of mayonnaise was 15.14% and the average of total bacteria of mayonnaise was 4.50 CFU/gram and accordance with SNI no 01-4473-1998. | |
| 8625 | 9041 | E1A010110 | PENERAPAN PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/2/PBI/2011 TENTANG PELAKSANAAN FUNGSI KEPATUHAN BANK UMUM DI PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK KANTOR CABANG UTAMA PURWOKERTO | Fungsi kepatuhan bank merupakan salah satu hal yang harus dilaksanakan dalam rangka penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Ketentuan dalam rangka memastikan kepatuhan Bank diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/2/PBI/2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum yang merupakan penyempurnaan dari Peraturan Bank Indonesia Nomor 1/6/PBI/1999 tanggal 20 September 1999 tentang Penugasan Direktur Kepatuhan (Compliance Director) dan Penerapan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank Umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/2/PBI/2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Purwokerto. Penelitian ini adalah penelitian dengan metode penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approach). Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dari bahan kepustakaan yang didukung dengan data primer hasil wawancara. Data-data tersebut diuraikan atau disajikan secara menyeluruh dan sistematis berbentuk teks naratif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Purwokerto dalam penerapan fungsi kepatuhan telah menerapkan ketentuan Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/2/PBI/2011 tentang Pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank Umum. Penerapan fungsi kepatuhan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang Utama Purwokerto diantaranya dilakukan dengan menyusun program Compliance Awareness dan Compliance Training untuk mendorong terwujudnya budaya kepatuhan pada semua tingkatan organisasi dan kegiatan usaha bank. | Compliance function of bank is a function which have to be done in order to implemented the principles of Good Corporate Governance. The regulation is Bank Indonesia Regulation Number 13/2/PBI/2011 on the Implementation of Compliance Functions of Commercial Banks which is mending regulation of Bank Indonesia Regulation Number 1/6/PBI/1999 on dated 20 September 1999 on the Compliance Director and Implementation of Standard Administration Intern Audit Function of Commercial Banks. The aim of this research is to perceive the implementation of Bank Indonesia Regulation Number 13/2/PBI/2011 on the Implementation of Compliance Functions of Commercial Banks in PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Primary Branch Office Purwokerto. The method of this research is normative juridical descriptive with statue approach. Source of data is secondary data which is related literature supported with primary data of interview. The data is described as a holistic and systematic in narrative text. The analytical method is normative qualitative. The result shows PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Primary Branch Office Purwokerto in order to implemented compliance function has implemented Bank Indonesia Regulation Number 13/2/PBI/2011 on the Implementation of Compliance Functions of Commercial Banks. The implementation of compliance function in PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Primary Branch Office Purwokerto is planned by set program Compliance Awareness and Compliance Training to hold compliance culture in every level of organization and bank operations. | |
| 8626 | 4925 | J1A006028 | PRODUKTIVITAS RAWAI TUNA (TUNA LONGLINE) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP (PPSC) | Produktivitas merupakan ukuran bagaimana baiknya suatu sumberdaya diatur dan dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Rawai tuna adalah alat penangkap ikan yang dioperasikan secara horisontal dan terbentang memanjang di permukaan air. Rawai tuna terdiri dari bagian-bagian tali yang terangkai dengan beberapa tali cabang yang dilengkapi pancing dan tersusun dalam unit-unit yang disebut basket. Tujuan dalam penelitian ini adalah: 1) Mengetahui produktivitas rawai tuna yang mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). 2) Mengetahui faktor yang paling berpengaruh dalam produktivitas rawai tuna yang mendaratkan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Produksi adalah suatu proses di mana masukan (input) diubah menjadi luaran (output). Dalam penelitian ini yang menjadi faktor masukan (input) adalah ukuran kapal (X1), daya kapal (X2), jumlah ABK (X3), jumlah pancing (X4), umur nelayan (X5), dan pengalaman nelayan (X6). Analisis data menggunakan analisis linier regresi berganda. Data diolah menggunakan program SPSS. Hasil uji F menunjukkan bahwa faktor-faktor produksi memiliki pengaruh yang nyata terhadap produktivitas rawai tuna (1,994 > 0,108). Faktor produksi yang berpengaruh terhadap produktivitas rawai tuna adalah jumlah pancing yang digunakan. | Productivity is a measure of how a resource being managed and utilized to achieve the desired results. Tuna longline fishing gear is operated horizontally and stretched on the water surface. Tuna longline consists of rope part with several branches fishing rope and arranged in unit called basketball. The purposes of this research are: 1) Determine the productivity of tuna longline landed in the port of Cilacap Ocean Fishery (PPSC). 2) To know the most influencing factor in the productivity of the tuna longline landed in PPSC. Production is a process in which inputs are turned into outputs. In this study, the inputs are size of the vessel (X1), power boats (X2), number crew (X3), the number fishing (X4), age fishermen (X5), and the experience of fishermen (X6). Data were analyzed using linear regression analysis. Data were processed using SPSS. F test results indicate that the production factors affect significantly the productivity of longline tuna (1.994 > 0.108). Factor affecting productivity is the amount of tuna longline fishing line. | |
| 8627 | 9042 | A1G010002 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN TELUR AYAM RAS (KASUS KONSUMEN RUMAH TANGGA DI PERUMAHAN KOTA BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA) | RINGKASAN Telur ayam ras merupakan salah satu produk peternakan yang sering dikonsumsi karena harganya relatif murah dibandingkan produk peternakan lainnya. Terdapat karakteristik yang berbeda setiap rumah tangga, khususnya dalam hal pendapatan dan pendidikan, sehingga dapat berpengaruh terhadap pembelian produk peternakan khususnya telur ayam ras. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat konsumsi telur ayam ras pada tingkat rumah tangga di Perumahan Kota Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan telur ayam ras pada tingkat rumah tangga di Perumahan Kota Banjarnegara, mengetahui elastisitas permintaan telur ayam ras pada tingkat rumah tangga di Perumahan Kota Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel adalah two stage cluster sampling, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis diskriptif, analisis regresi linier berganda, elastisitas permintaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat konsumsi telur ayam ras pada rumah tangga di perumahan Kota Banjarnegara rata-rata 1,33 kg telur ayam ras per bulan atau setara dengan 3,2 kg telur ayam/ kapita/ tahun. Alasan konsumen rumah tangga mengkonsumsi telur ayam ras adalah karena telur ayam ras bergizi tinggi dan mudah diperoleh di pasar tradisional. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel harga telur ayam ras, daging ayam, dan selera berpengaruh nyata terhadap permintaan telur pada tingkat rumah tangga, sedangkan variabel harga tempe, pendapatan dan jumlah tanggungan keluarga tidak berpengaruh nyata. Hasil elastisitas permintaan terhadap harga telur ayam ras diperoleh sebesar -3,79 artinya permintaan telur ayam ras bersifat elastis. Untuk elastisitas permintaan pendapatan didapatkan bahwa telur ayam ras bersifat inelastis dan telur ayam ras termasuk kedalam barang normal. Elastisitas permintaan silang menunjukkan bahwa daging ayam termasuk kedalam barang subtitusi dari telur ayam ras. | SUMMARY Layer egg is one of the livestock products are often consumed because they are relatively inexpensive compared to other livestock products. There are different characteristics of each household, especially in terms of income and education, so as to influence the purchase of farm products, especially layer eggs. The purpose of the study was to determine the level of layer eggs consumption at the household level in Banjarnegara Residential, Banjarnegara City, knowing the factors that affect the demand for layer eggs at the household level in Residential Banjarnegara City, knowing the elasticity of demand for layer eggs at the rate of household in City Residential Banjarnegara, Banjarnegara district. The method used is the survey method and collecting data is used two stage cluster sampling, while the analysis tool used is descriptive analysis, multiple linear regression analysis, the elasticity of demand. The results showed that the rate of egg consumption in residential households in the City of Banjarnegara average of 1.33 kg of chicken eggs per month, equivalent to 3.2 kg of chicken eggs / capita / year. The reason consumer households consume eggs because eggs are highly nutritious and easily available in the traditional market. The results showed that the variable price of layer eggs, chicken meat, and tastes significantly affect demand for layer eggs at the household level, while the price variable soybean, family income and number of dependents had no significant effect. The results of the price elasticity of demand layer eggs obtained at -3.79 means that demand is elastic layer eggs. For earned income elasticity of demand that is inelastic layer eggs, and layer eggs included into the normal stuff. Cross-elasticity of demand indicates that chicken meat including substitution of goods into layer eggs. | |
| 8628 | 4850 | C1C009015 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA UKM (Studi pada UKM Bordir Kota Tasikmalaya) | Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Informasi Akuntansi Pada UKM (Studi pada UKM Bordir Kota Tasikmalaya). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh faktor – faktor skala usaha, umur perusahaan, tingkat pendidikan dan pelatihan akuntansi terhadap penggunaan informasi akuntansi. Populasi dalam penelitian ini adalah manajer atau pemilik usaha bordir di Kota Tasikmalaya. Peneliti menentukan sampel menggunakan metode area sampling untuk pemilihan lokasi, dan simple random sampling untuk penentuan responden. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi liner berganda. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa skala usaha, pendidikan manajer/pemilik dan pelatihan akuntansi secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha bordir Kota Tasikmalaya. Sedangkan umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap penggunaan informasi akuntansi pada usaha bordir Kota Tasikmalaya. | This research entitled “Analysis of Factors that Influence the Use of Accounting Information at Small and Medium Size Companies (Case of Bordir Companies in Tasikmalaya City)”. This study aims to provide empirical evidence on these factors influence the scale of business, age of company, education level, and accounting formal training about the use of accounting information. Population in this study is that managers or bordir business owners in Tasikmalaya City. Researchers determine the sample using area sampling method for choosing area, and simple random sampling method to determine the respondents. Respondents in this study amounted to 100. Analysis instrument that used in this research is a multiple linear regression. From the test result can be concluded that the business scale, education level, and accounting formal training partially have a positive significant impact to the use of accounting information in bordir companies of Tasikmalaya City. Whereas the age of company have not impact to the use of accounting information in bordir companies of Tasikmalaya City. | |
| 8629 | 9043 | C1C010018 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYIAPAN PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) (Studi Empiris UKM di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan manajer/pemilik, skala usaha, masa memimpin, umur perusahaan, pelatihan akuntansi, sektor industri, dan motivasi terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi. Pada penelitian ini, data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dengan metode survei. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Banyumas. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda menggunakan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda, menunjukkan bahwa: (1) Tingkat pendidikan manajer/pemilik, skala usaha, masa memimpin perusahaan, umur perusahaan, pelatihan akuntansi yang diikuti manajer/pemilik, sektor industri, dan motivasi secara simultan berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi pada UKM di Banyumas, (2) Tingkat pendidikan manajer/pemilik berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi pada UKM di Banyumas, (3) Skala usaha tidak berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi pada UKM di Banyumas, (4) Masa memimpin perusahaan berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi pada UKM di Banyumas, (5) Umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi pada UKM di Banyumas, (6) Pelatihan akuntansi yang diikuti manajer/pemilik berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi, (7) Sektor industri tidak berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi, (8) Motivasi berpengaruh terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi, dan (9) Tingkat pendidikan manajer/pemilik merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap penyiapan penggunaan informasi akuntansi. | managers/owners, business scale, lead time, age of the company, accounting training, industrial sector, and motivation toward preparation and use of the accounting information. This research is primarly data that collected with survey. Data obtained using questionare that distributed directly to the Small and Medium Enterprises (SMEs) in Banyumas. Analysis tool that used in this research is multiple regression analysis which uses SPSS program. Result of this research shows that educational level managers / owners, business scale, led the company, age of the company, accounting training which followed manager/owner, industry sector, and motivation simultaneously has influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; education level of manager / owner has influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; business scale has no influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; led the company has influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; Age of the company has no influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; training followed accounting manager/owner has influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; industrial sector has not influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; Motivation has influence toward preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas; and educational level manager/owner is the most influential variable on preparation and use of the accounting information on SMEs in Banyumas. | |
| 8630 | 10609 | D1E011086 | PENGARUH PENAMBAHAN SKIM DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP KADAR AIR, pH DAN YIELD YOGURT BUBUK SUSU SAPI | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan skim dengan level yang berbeda terhadap kadar air, pH, dan yield yogurt bubuk susu sapi. Materi yang digunakan yaitu : 30 l susu sapi segar, starter kering bakteri komersial 5 gr,skim 1100 gr, aquades 2,5 l. Metode penelitian adalah metode eksperimen menggunakan RAL dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan Susu sapi tanpa penambahan skim, Susu sapi ditambah skim 2%, Susu sapi ditambah skim 4%, Susu sapi ditambah skim 6%. Hasil penelitian menunjukan penambahan skim dengan level berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap pH dan yield.Rataan kadar air yogurt bubuk susu sapi yaitu 9,47% ± 2,48. Rataan pH setiap perlakuan : susu sapi tanpa penambahan skim=4,24±0,29; susu sapi dengan penambahan skim 2%=4,00±0,07; susu sapi dengan penambahan skim 4%=3,92±0,08; Susu sapi dengan penambahan skim 6% = 3,86 ± 0,05.Rataan yield tiap perlakuan yaitu susu sapi tanpa penambahan skim 0%=6,70%±0,47 ; susu sapi dengan penambahan skim 2%=7,42% ±0,74 ; susu sapi dengan penambahan skim 4%=8,42%±0,65; susu sapi penambahan skim 6%=9,47%±0,54. Simpulan penelitian yaitu penambahan skim pada yogurt bubuk susu sapi menurunkan nilai pH sampai dengan 3,36 dan meningkatkan yield sampai dengan 9,47% ,dan menghasilkan kadar air sampai dengan 9,64%. Kata kunci : yogurt bubuk, kadar air, pH, yield. | The research aims to determine the effect of different levels of skim on water content, pH, and yield of cow's milk yogurt powder. The material used 30 l of fresh cow milk, commercial starter 5 gr, 1100 gr of skim milk, distilled water 2,5 l. Research method used experimental method by using a completely randomized design Complete with 4 treatments and 5 replications.The treatments were 2%,4%,6% skim milk.The results showed that the addition of skim with different levels did not significantly affect water content, but very significantly affect pH and yield. The average water content was 9,47%±2,48. The mean pH of yogurt powder without skim milk =4,24±0,29; with 2% skim milk = 4,00 ± 0,07; with of 4% skim milk =3,92 ±0,08 and 6% skim milk = 3,86 ± 0,05. The average yield without skim milk = 6,70% ± 0,47; 2% skim milk = 7,42% ± 0,74; skim milk with the addition of 4%=8,42%±0,65; 6% skim milk = 9,47% ± 0,54. Conclusion of the research, the addition of skimmed milk powder in the manufacture of cow’s yogurt powder lowers the pH value of up to 3,36 and increase the yield up to 9,47% with water content 9,64%. Keywords : yogurt powder, water content, pH, yield | |
| 8631 | 9036 | D1E010116 | SUPLEMENTASI EKSTRAK KULIT BAWANG PUTIH (Allium sativum) DALAM PAKAN SAPI PERAH PENGARUHNYA TERHADAP TOTAL BAKTERI DAN AMONIA SECARA IN VITRO | Penelitian berjudul Suplementasi Ekstrak Kulit Bawang Putih (Allium sativum) dalam Pakan Sapi Perah Pengaruhnya Terhadap Total Bakteri dan Amonia Secara In Vitro dilaksanakan pada 1 Mei sampai 10 Juni 2014. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cairan rumen sapi perah dan pakan dasar sapi perah tersusun atas hijauan : konsentrat yaitu 60% : 40%. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan yaitu R1 : Substrat dasar + mineral organik (0.3 ppm Selenium + 1.5 ppm Chromium + 40 ppm Zink-lysinat) + 0 ppm ekstrak kulit bawang putih; R2 : R1 + mineral organik + 15 ppm ekstrak kulit bawang putih; R3 : R1 + mineral organik + 30 ppm ekstrak kulit bawang putih; R4 : R1 + mineral organik + 45 ppm ekstrak kulit bawang putih; R5 : R1 + mineral organik + 60 ppm ekstrak kulit bawang putih. Peubah yang diamati adalah total bakteri dan amonia serta data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan uji Orthogonal Polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap peningkatan total bakteri (P<0.01) dan berpengaruh terhadap konsentrasi konsentrasi (P>0,05). Taraf terbaik pemberian ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum) pada perlakuan R5 yaitu 60 ppm. Level optimum amonia ditunjukkan pada perlakuan R4 yaitu penambahan ekstrak Allium sativum 45 ppm, dengan nilai 16.88 ± 1.439 mM. Hasil yang didapatkan tidak sesuai pada hipotesis, karena perlakuan hanya meningkatkan total bakteri dan tidak dapat mempertahankan konsentrasi amonia. | The title of this research was “Supplementation of Extracts Garlic Husk (Allium sativum) in the Diet of Dairy Cattle and its Effect on Total Bacteria and Ammonia by In Vitro”. The study was conducted from 1st of May until 10th of June 2014. The materials of the research were rumen fluid of dairy cattle obtained basic substrate from feed of dairy cattle composed of 55% grass, 5% Gliricidae maculata and 40% concentrate (CP 15.4%, CF 23.3%, TDN 61.2%). The research method was experimental, using Completely Randomized Design (CRD). The treatments were R1 = basic substrat + organic minerals (0.3 ppm Selenium + Chromium + 1.5 ppm 40 ppm Zinc-lysinat) + 0 ppm of garlic husk extract, R2 = R1 + organic minerals + 15 ppm of garlic husk extract; R3 =R1 + organic + 30 ppm of garlic husk extract; R4 = R1 + organic minerals + 45 ppm of garlic husk extract; R5 = R1 + organic minerals + 60 ppm of garlic husk extract. Data were analyzed using analysis of variance followed by Orthogonal Polynomial Test. The results showed that the treatment affected total bacteria (P<0.01). The optimum level of supplementation of garlic husk extract that highest level was achieved by effected total bacteria 60 ppm. Whereas, ammonia concentration showed that the treatment R4 was supplementation of garlic husk extract 45 ppm, with the value of 16.88 ± 1.439 mM. The results were different to hypothesis, because the treatments only increased total bacteria and couldn’t preserve ammonia concentration. | |
| 8632 | 11061 | G1D010050 | HUBUNGAN KEYAKINAN DIRI DAN PERSEPSI PASIEN TENTANG PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA | HUBUNGAN KEYAKINAN DIRI DAN PERSEPSI PASIEN TENTANG PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA Aan Anisah1, Atyanti Isworo2, Dewi Natalia3 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2 Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Jurusan keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 3Perawat RSUD Banyumas ABSTRAK LatarBelakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu sindroma klinis metabolik akibat kelainan insulin, kerja insulin atau keduanya. Pengelolaan DM dapat memberikan hasil yang maksimal jika diikuti oleh perilaku kooperatif dari pasien DM dalam menjalankan terapi, salahsatunya, diet. Banyak responden yang merasa tersiksa dalam mematuhinya sehingga cenderung tidak patuh. Kepatuhan dapat dipengaruhi faktor internal salah satunya keyakinan diri yang menjadi motivasi seseorang untuk patuh dan faktor eksternal yaitu adanya dukungan sosial dari tenaga kesahatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keyakinan diri dan persepsi pasien tentang peran petugas kesehatan dengan kepatuhan diet penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan sampel sebanyak 52 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner keyakinan diri dan peran petugas kesehatan serta form food recall 24 jam. Hasil:Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara keyakinan diri dengan kepatuhan diet DM tipe 2 (p=0,748), tidak ada hubungan antara persepsi pasien tentang peran petugas kesehatan dengan kepatuhan diet DM tipe 2 (p=1,190) Simpulan: tidak ada hubungan yang bermakna antara keyakinan diri dan persepsi pasien tentang peran petugas kesehatan dengan kepatuhan diet penderita DM tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Utara | CORRELATION BETWEEN SELF EFFICACY AND PATIENT’S PERCEPTION OF HEALTH CARE PROFESIONAL’S ROLE WITH DIETARY ADHERENCE TYPE 2 DM PATIENTS AT PURWOKERTO UTARA COMUNITY HEALTH CENTER Aan Anisah1, Atyanti Isworo2, Dewi Natalia3 1Student of Nursing majority, Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University 2Surgical Medical Departement, Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University 3Nurse at RSUD Banyumas ABSTRACT Background: Diabetes Mellitus (DM) is a clininical syindrome of metabolic disorder caused by disparity of insulin secretion, insulin work, or both. DM management can provide optium result if combining with adherence to managemant of DM such as diet. Many of patients who feel tormented in complience so that tend not to adherence. Compliance can be influenced the internal factor such us self efficacy that will be self motivation for somone to obey and external factors is the social support from health workers. Aims: The study aim to determine the correlation between self efficacy and patient’s perception of health care profesional’s role with dietary adherence type 2 DM patients at Purwokerto Utara Comunity Health Center. Methods: This study used a descriptive analytical design with cross sectional approach. Sampling method used purposive sampling with a sample of 52 patients. An instrument of this study used a questionnaire and a food recall 24 hours. Results: The result showed a was not significant correlation between self efficacy and dietary adherence type 2 DM (p=0,748), was not significant correlation between patient’s perception of health care profesional’s role and dietary adherence type 2 DM (p=1,190) Conclusion: There was not correlation between self efficacy and patient’s perception of health care profesional’s role with type 2 DM patients at Purwokerto Utara Comunity Health Center | |
| 8633 | 11285 | F1B010003 | Strategi PT Pelabuhan Samudera Palaran dalam Meningkatkan Kontribusi Profit Sharing Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda | Kontribusi profit sharing PT PSP terhadap Pendapatan Asli Daerah Samarinda masih bersifat fluktuatif setiap bulannya.Hal ini dipengaruhi oleh besar-kecilnya volume peti kemas yang mampu ditangani di TPK Palaran.Oleh karena itu, PT PSP memiliki peluang yang besar untuk meningkatkan kontribusinya terhadap PAD Samarinda karena pertumbuhan arus peti kemas di Samarinda semakin pesat. Penelitian tentang terminal peti kemas Palaran menjadi penting guna mengetahui strategi apa saja yang diterapkan dilapangan untuk meningkatkan produktivitas kegiatan bongkar-muat dan meningkatkan perolehan keuntungannya. Penelitian ini difokuskan kepada dua hal yakni terkait dengan manfaat yang diperoleh Pemerintah Kota Samarinda sebagai penerima profit sharing dan strategi yang diterapkan PT PSP untuk meningkatkan kontribusi tersebut. Penelitian telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi yang diberikanterhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda masih tergolong rendah jika dikaitkan dengan kontribusinya kedalam APBD.Meskipun kontribusi tersebut menjadi salah satu sumber potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah.Strategi yang diterapkan pada masing-masing bidang fungsional saling bersinergi untuk meningkatkan produktivitas TPK Palaran dan meningkatkan keuntungannya.Akan tetapi, kenaikan tarif merupakan strategi yang paling signifikan untuk meningkatkan perolehan keuntungan dan profit sharing terhadap PAD Samarinda. | The contribution of profit sharing from PT PSP to the Regional Real Income (PAD) of Samarinda is still fluctuate each month. It is influenced by the large or small of the container volumes than can be handled in TPK Palaran. Therefore, PT PSP has a great opportunity to increase the contribution to the Regional Real Income due the growth of the container flow more rapidly in Samarinda.Research on container terminal Palaran be important to know about what strategies are applied in the field to improve the productivity of loading and unloading activities and improve the profits.This study focused on two things namely related to the benefits gained as a receiver for Samarinda City Government profit sharing and the strategy adopted by PT PSP to increase the contributions. The research was done by using descriptive qualitative approach, and the informant selection techniques using purposive sampling.These results indicate that the contribution made to the regional real income (PAD) of Samarinda still relatively low if it is associated with a contribution into the budget (APBD). Although these contributions to be one potential source to increase local revenue. The strategy applied to each of the functional areas of mutual synergy to improve productivity and increase profits of TPK Palaran. However, the rate increase is most significant strategy to increase profitability and profit sharing to the regional real income (PAD) of Samarinda. | |
| 8634 | 11359 | H1L009043 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB (Studi Kasus RSUD Banyumas) | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas merupakan instansi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dibawah pemerintah daerah Kabupaten Banyumas. RSUD Banyumas memiliki beberapa bagian dalam organisasinya, salah satunya adalah bagian kepegawaian. Sistem manajemen kepegawaian pada proses pengelolaan data pegawai, kenaikan pangkat reguler dan kenaikan gaji berkala masih belum efektif, karena sistem yang digunakan masih bersifat manual dengan tingginya volume data pegawai yang diolah. Oleh karena itu, diperlukan suatu sistem informasi yang dapat membantu bagian kepegawaian menangani masalah tersebut. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem yang berjalan, membuat perancangan, melakukan pengujian dan implementasi sistem informasi manajemen kepegawaian. Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk memberikan kemudahan dalam pengelolaan data kepegawaian. Sehingga pada akhirnya akan berdampak positif dengan meningkatnya kinerja para pegawai. | Banyumas General Hospital is an institution that organizes health services under the local government of Banyumas. It has some parts in the organization, one of them is the part of personnel. Personnel management system in the process of employee data management, regular promotion, and periodic salary increases are not effective yet, because the system used is still manual by the high volume of employee data processed. Therefore, it needs an information system that can help the personnel department to handle those problems. The purpose of this research is to know the running system, to make the design, to conduct a test and implementation of personnel management information system. The usefulness of this research is to provide the simplicity of data management. So that, it will have a positive impact by increasing the performance of the employees. | |
| 8635 | 9000 | C1J010030 | Variables Affecting The Income of Lunjar Fish Catcher in Patikraja Village Patikraja Sub Regency Banyumas Regency | Tujuan pembangunan nasional Indonesia pada prinsipnya yaitu pemerataan pendapatan diberbagai bidang diseluruh tanah air. Hasil-hasil pembangunan harus dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memperbaiki taraf hidupanya. Pembangunan ekonomi pada umumnya dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut. Nelayan atau penangkap ikan, pada umumnya penangkap ikan self employed, artinya mayoritas hanya terdiri dari satu tenaga kerja. Modal yang dimiliki relative tidak terlalu besar dan terbagi atas peralatan dan modal kerja. Selain itu di sektor ini tidak mengenal batasan usia, tingkat pendin dikan yang rendah dan tidak adanya keahlian lain menyebabkan mereka sulit untuk bekerja disektor formal. Bidang informal berupa penagkap ikan menjadi satu-satunya pilihan untuk tetap mempertahankan hidup. Sumber daya perikanan secara potensial dapat menjadi salah satu mata pencaharian yang dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan atau penangkap ikan. Namun masih banyak nelayan atau penangkap ikan yang belum dapat meningkatkan hasil tangakapanya sehingga pendapatan yang mereka peroleh belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tingakat kesejahteraan hidup nelayan atau penangkap ikan sangat tergantung terhadap hasil tangkapanya. Penelitian ini ingin mengamati dan menganalisis variabel yang memengaruhi pendapatan penangkap ikan Lunjar yaitu modal, jam kerja, dan masa kerja. Dari uraian diatas penulis akan mengkaji lebih jauh pendapatan penangkap ikan Lunjar dalam judul skripsi yaitu “Analisis Variabel yang Memengaruhi Pendapatan Penangkap Ikan Lunjar di Desa Patikraja Kecamatan Patikraja Kebupaten Banyumas”. | Indonesia's national development aims to balance the income distribution throughout the country.Development outcomes should be enjoyed by all levels of Indonesian society to improve their quality of life.Economic development is generally done to make this happen. Fishermen are generally signing as self-employed, it means that only consist of a labor. Working Capital owned is not to big and divided into equipment and working capital. This sector knows no boundaries of age, low level of education and the absence of any other skills. It causes them difficult to work in the formal sector.Informal Sector of fisheryisthe only option to keep alive. Fishery can potentially be one of the livelihoods which are used to improve the lives and welfare of fishermen.But there are still many fishermen who cannot improve the fishing results so the income they earn is not enough to fulfill the needs. Welfare of fishermen is greatly depending on the fishing results. This study wants to observe and analyze the variables that affect the revenue of Lunjar fishing such as working capital, working hours, and working period.From the description above, the authors will examine the Lunjar fishing revenue with the title of the thesis is “Variables Affecting The Income of Lunjar Fish Catcher in Patikraja Village Patikraja Sub Regency Banyumas Regency”. | |
| 8636 | 10610 | A1C009056 | KONTRIBUSI PENERIMAAN USAHATANI KACANG TANAH LAHAN TADAH HUJAN TERHADAP PENERIMAAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN SOMAGEDE KABUPATEN BANYUMAS | Peranan komoditas palawija dirasakan sangat penting dalam upaya untuk meningkatkan penerimaan rumah tangga, salah satu komoditas palawija yang dibudidayakan di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas adalah kacang tanah. Usahatani kacang tanah di Kecamatan Somagede dilakukan pada lahan tadah hujan. Usahatani kacang tanah lahan tadah hujan di Kecamatan Somagede dirasakan belum optimal, meski demikian masyarakat menjadikan komoditas tersebut sebagai salah satu sumber penerimaan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatan, tingkat efisiensi, BEP, dan mengetahui perubahan pendapatan petani bila terjadi perubahan harga produk dan biaya produksi (biaya pupuk) serta mengetahui besarnya kontribusi penerimaan usahatani kacang tanah di lahan tadah hujan terhadap penerimaan rumah tangga petani di Kecamatan Somagede. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Rancangan pengambilan responden menggunakan metode sensus. Pengambilan data dilaksanakan mulai 15 September sampai 20 Oktober 2014 pada petani kacang tanah lahan tadah hujan di Desa Plana dan Sokawera Kecamatan Somagede. Jumlah petani responden dalam penelitian sebanyak 61 orang. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C, BEP, penerimaan rumah tangga, kontribusi penerimaan usahatani kacang tanah terhadap penerimaan rumah tangga dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani kacang tanah per ha sebesar Rp6.468.425,00, penerimaan sebesar Rp12.674.725,00, dan pendapatan sebesar Rp6.206.300,00. Besarnya R/C adalah 1,95 atau sudah lebih besar dari 1 yang berati usahatani kacang tanah lahan tadah hujan di Kecamatan Somagede sudah efisien. BEP volume produksi sebesar 148,71 kg dan BEP penerimaan sebesar Rp1.604.924,00. Rata-rata penerimaan total rumah tangga petani sebesar Rp4.181.141,00, dan besarnya kontribusi penerimaan usahatani kacang tanah terhadap penerimaan rumah tangga petani adalah 44,42 persen. Jumlah pendapatan petani apabila harga jual kacang tanah turun 10 persen adalah Rp2.173.083,00, apabila turun 20 persen, jumlah pendapatan sebesar Rp1.615.395,00, dan penurunan 30 persen diperoleh pendapatan sebesar Rp1.057.707,00, sedangkan bila biaya pupuk naik 10 persen diperoleh pendapatan sebesar Rp2.691.267,00, bila naik 20 persen, jumlah pendapatan sebesar Rp2.656.598,00, dan kenaikan 30 persen diperoleh pendapatan sebesar Rp2.621.928,00. | The role of commodity crops to be especially important in the effort to increase household revenues, one of the commodity crops grown in the Somagede District Banyumas Regency is peanuts. Peanut farming in Somagede District did on rainfed land. Peanut farming in Somagede District has not been optimal, however the society makes these commodities as a source of household revenues. The purpose of this study was to know the cost of production, revenues, income, level of efficiency, BEP, and know changes farmer’s income in the event of changes in product prices and production costs (the cost of fertilizer) and know the contribution of peanut rainfed farm revenues against farmer’s households revenues in the Somagede District. The method used was a survey. The draft decision of the respondents using census method. Retrieval of data held from September 15 to October 20 2014 in peanut rainfed farmers in Plana village and Sokawera village in Somagede District. The number of farmer respondents in the study as many as 61 people. Data will be analyzed using analysis of costs, revenues, income, R/C, BEP, acceptance household, farm receipts peanut contribution to the household acceptance and sensitivity analysis. The analysis showed that the average cost of production per hectare farming peanuts for Rp6.468.425,00, revenues of Rp12.674.725,00, and incomes of Rp6.206.300,00. The amount of R/C is 1.95 or already greater than 1 which means farming rainfed groundnut in District Somagede already efficient. BEP production volume amounted to 148,71 kg and BEP revenue of Rp1.604.924,00. The average total revenue amounted Rp4.181.141,00 farmer households, and the contribution of farm receipts against acceptance peanut farmer households was 44.42 percent. The number of farmers' income if the selling price fell 10 percent peanuts are Rp2.173.083,00, if dropped 20 percent, the amount of revenue of Rp1.615.395,00, and a 30 percent decline in revenue obtained by Rp1.057.707,00, whereas when rising fertilizer costs 10 percent earned revenues of Rp2.691.267,00, when rose 20 percent, the amount of revenue of Rp2.656.598,00, and a 30 percent increase in earned revenue of Rp2.621.928,00. | |
| 8637 | 9045 | C1C010008 | PENGARUH KESADARAN, PENGETAHUAN PERATURAN PERPAJAKAN, PERSEPSI TENTANG PAJAK, DAN SOSIALISASI PERPAJAKAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAUAN MEMBAYAR PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK PELAKU USAHA KECIL MENENGAH (UKM) DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor kesadaran, pengetahuan peraturan perpajakan, persepsi tentang pajak, dan sosialisasi perpajakan terhadap peningkatan kemauan membayar pajak penghasilan, dan untuk mengetahui faktor mana yang berpengaruh paling dominan terhadap peningkatan kemauan membayar pajak penghasilan wajib pajak pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak pelaku UKM yang memiliki izin usaha. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 77 pemilik usaha. Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi liniear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) variabel kesadaran wajib pajak, pengetahuan peraturan perpajakan, Persepsi yang baik tentang pajak, dan sosialisasi perpajakan secara simultan berpengaruh terhadap peningkatan kemauan membayar pajak penghasilan wajib pajak pelaku UKM di Purbalingga. (2) variabel kesadaran, pengetahuan peraturan perpajakan, dan persepsi yang baik tentang pajak, secara parsial berpengaruh terhadap peningkatan kemauan membayar pajak penghasilan wajib pajak pelaku UKM. Variabel sosialisasi perpajakan secara parsial tidak berpengaruh terhadap peningkatan kemauan membayar pajak penghasilan wajib pajak pelaku UKM. (3) Berdasarkan uji elastisitas diketahui variabel pengetahuan peraturan perpajakan memiliki pengaruh paling dominan terhadap peningkatan kemauan membayar pajak. Kata kunci : Kesadaran Wajib Pajak, Pengetahuan Peraturan Perpajakan, Persepsi Tentang Pajak, Sosialisasi Perpajakan, Kemauan Membayar Pajak | This study aims to determine the influence of awareness, knowledge of tax laws, perceptions about tax and taxation socialization to increased willingness to pay income tax, and to determine which factors are the most dominant influence on the increase in willingness to pay income tax taxpayers offender Small and Medium Enterprises (SMEs) in Purbalingga. The population of this research is the Small and Medium Enterprises (SMEs) taxpayer in Purbalingga. Determination of the sample using simple random sampling. Respondents in this study consist of 77 SMEs’ taxpayer. Hypothesis testing using multiple linear regression. The results showed that: (1) the taxpayer awareness, knowledge of tax laws, a good perception about tax and taxation socialization simultaneously affect the increase of willingness to pay income tax on SMEs taxpayer. (2) the taxpayer awareness, knowledge of tax laws, and a good perception about taxes, partially, affect the increased of willingness to pay income tax on SMEs taxpayer. While socialization taxation, partially not affect the increased of willingness to pay income tax on SMEs taxpayer (3) Based on the elasticity test, knowledge of tax laws has a dominant influence to increase the willingness to pay income tax on SMEs taxpayer. Keywords: Taxpayers Awareness, Knowledge of Taxation Laws, Perception About Tax, Taxation socia lization, Willingness to Pay Income Tax | |
| 8638 | 9046 | D1E010109 | PENGARUH SUBSTITUSI BUNGKIL KEDELAI DENGAN PROTEIN KONSENTRAT BUNGKIL BIJI JARAK FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT DAN BOBOT SEKUM KELINCI | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan substitusi terbaik protein konsentrat bungkil biji jarak fermentasi (PK-BBJF) terhadap bungkil kedelai ditinjau dari total bakteri asam laktat dan bobot sekum kelinci. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian unggulan Dipa Unsoed tahun 2013 dengan ketua proyek penelitian Titin Widiyastuti, S.Pt, M.Si. Materi yang digunakan adalah kelinci peranakan rex unsexed lepas sapih dengan kisaran umur 8 minggu sebanyak 20 ekor dengan bobot potong 500-1000 gram dan ransum menggunakan PK-BBJ fermentasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan uji orthogonal pollynomial. Jumlah perlakuan empat dengan ulangan sebanyak lima kali dan setiap ulangan terdiri atas satu ekor kelinci. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan perlakuan PK-BBJ fermentasi dengan perlakuan R0 (tanpa PK-BBJ fermentasi), perlakuan R1 (penggunaan PK-BBJ fermentasi 6%), perlakuan R2 (penggunaan PK-BBJ fermentasi 12%), dan perlakuan R3 (penggunaan PK-BBJ fermentasi 18%). Peubah yang dicatat dan diamati adalah total bakteri asam laktat dan bobot sekum kelinci. Data dianalisis menggunakan analisis kovariansi dan dikoreksi ke arah sex yang sama. Hasil analisis kovariansi menunjukkan bahwa penggunaan protein konsentrat bungkil biji jarak fermentasi dalam pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total bakteri asam laktat dan bobot sekum kelinci. Kesimpulan dari penelitian ini adalah substitusi bungkil kedelai dengan protein konsentrat bungkil biji jarak fermentasi dalam pakan tidak mempengaruhi total bakteri asam laktat dan bobot sekum kelinci. | This study was aimed to find out the influence of the use of protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal on lactid acid bacteria and rabbit caecum weight and to review the best level substitution of protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. on total lactid acid bacteria and rabbit caecum weight. This study is part of research excellence unsoed Dipa by 2013 with the Chair of the research project Titin Widiyastuti, S.Pt., M.Si. Materials used were unsexed rex cross rabbit with the range of age of 8 weeks as many as 20 heads and weight 500-1000 grams and ration use protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal. This research was conducted by in vivo experimental method, by using Completely Randomized Design (CRD). Treatment numbers were four with five replications and each replication consisted of one rabbit. The tested treatments were treatment the use of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal with R0 (without protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R1 (use of 6% of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R2 (use of 12% of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal), R3 (use of 18% of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal). Variables that were recorded and observed were total lactid acid bacteria and rabbit caecum weight. The data were analyzed using analysis of covariance and corrected to the same sex. Covariance analysis results showed that the use of protein concentrate of fermented Jatropha curcas L. seed meal in feed had no significant (P>0,05) on total lactid acid bacteria and rabbit caecum weight. The conclusion of this research is substitution of soybean meal with protein concentrates of fermented Jatropha curcas L. in feed meal has no influence on total lactid acid bacteria and rabbit caecum weight. | |
| 8639 | 11208 | A1L010230 | PENGARUH DOSIS RADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KENTANG MZ PADA DATARAN MEDIUM | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh radiasi sinar gamma terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang, 2) mengetahui dosis radiasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil mutan kentang, 3) mengetahui mutan kentang yang mampu tumbuh dan berproduksi tinggi pada dataran medium. Penelitian dilakukan di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas pada ketinggian 580 m dpl, dengan umbi bibit kentang MZ yang telah diradiasi sinar gamma dengan dosis 30, 35, dan 40 Gy. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Augmented Design yang terdiri dari bibit kentang MZ 30 Gy (MD1), 35 Gy (MD2), 40 Gy (MD3) tidak diulang sedangkan varietas cek yaitu kontrol MZ (MD0), Atlantik (AD0), dan Granola (GD0) diulang sebanyak lima kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F untuk melihat keragaman dari setiap variabel dan uji LSI (Least Significant Increase) dengan taraf 5% untuk menentukan mutan yang lebih baik dari varietas cek. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa perlakuan radiasi sinar gamma menurunkan persentase hidup serta menghambat pertumbuhan tanaman. Pada dosis 30 Gy menghasilkan 21 mutan, pada dosis 35 Gy menghasilkan 6 mutan, dan pada dosis 40 Gy menghasilkan 2 mutan. Dosis 30 Gy merupakan dosis terbaik karena memiliki persentase hidup yang paling tinggi serta menghasilkan mutan 130 dengan jumlah umbi 14 butir dan bobot umbi 253,30 g. | This research aims: 1) to know the influence of gamma ray radiation on potato growth and yield, 2) to know the best radiation dosage on the growth and yield of potato mutant, 3) to know potato mutant that able to grow and produce at medium plains. This research is done in Gandatapa Village, Sumbang Sub District, Banyumas Regency at 580m asl. Using potato seed MZ that has been radiated by gamma ray with dosage of 30, 35, and 40 Gy. Augmented Design is used with potato seed MZ 30 Gy (MD1), 35 Gy (MD2), and 40 Gy (MD3) are not repeated, while variety control MZ (MD0), Atlantic (AD0), and Granola (GD0) are repeated for five times. The observation data is analyzed by F test for observing the varieties from each variable and using LSI (Least Significant Increase) at 5% rate for deciding better clone from the varieties. The result shows that gamma ray radiation treatment is decreasing life percentage and hampering plan grows. In a dose of 30 Gy produces 21 mutants, in a dose of 35 Gy produces 6 mutants, in a dose of 40 Gy produces 2 mutants. 30 Gy is the best dosage because it gives the best life percentage and producing mutant 130 with 14 total tubbers and weights tubber 253,30 g. | |
| 8640 | 11487 | C1J010036 | ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT (GRDP) BASED ON SECTOR TO LOCALLY GENERATED-REVENUE (LGR) IN BANJARNEGARA DISTRICT IN 1998-2012 PERIOD | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Sektor Terhadap Produk Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten Banjarnegara Tahun 1998-2012”. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk menganalisis PDRB menurut sektor Primer, sector Sekunder dan sector Tersier terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. (2) Untuk mengetahui sektor apa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan PAD Kabupaten Banjarnegara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yang diperoleh dari BPS, Bappeda dan literatur yang berkaitan dengan penelitian ini. Data sekunder yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain adalah PDRB dan PAD 1998-2012 di Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini meggunakan alat Analisis Regresi Linier Berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh dari suatu variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi β1 variable PDRB sektor primer diperoleh hasil 106,756 artinya PDRB sektor primer mempunyai pengaruh positif terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Hal ini berarti apabila PDRB sektor primer mengalami peningkatan sebesar Rp 1.000.000,00 maka PAD Kabupaten Banjarnegara meningkat sebesar RP 106,756,00. Dari hasil penghitungan analisis regresi dan uji statistik maka di peroleh, secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri PDRB sektor primer berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Hal ini berarti bahwa sektor primer masih merupakan salah satu penyumbang bagi pendapatan daerah yang cukup potensial. Sumbangan dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian masih cukup tinggi terhadap PDRB primer, terutama untuk sektor pertanian yang secara absolut masih besar sumbangannya bagi PDRB kabupaten Banjarnegara. (2) Dengan menghitung koefesien regresi variabel PDRB sektor sekunder sebesar 198,575 artinya variabel PDRB sektor sekunder mempunyai pengaruh yang positif terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Apabila PDRB sektor sekunder mengalami peningkatan sebesar Rp 1.000.000,00 maka PAD Kabupaten Banjarnegara meningkat sebesar Rp 198,575,00. PDRB sektor sekunder baik secara bersama-sama dan sendiri-sendiri mempengaruhi PAD Kabupaten Banjarnegara. Dengan semakin banyak tenaga kerja yang terserap di dalam sektor sekunder ini maka akan semakin mengurangi tingkat pengangguran dan akan meningkatkan pendapatan dari masyarakat. Dengan peningkatan pendapatan dari masyarakat, maka akan meningkatkan daya beli yang berpengaruh terhadap pemasukan pendapatan daerah dari segi pajak dan retribusi. (3) Variable sektor tersier secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan variable sektor tersier mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara ditolak. Ini karena sektor tersier jarang digunakan di Negara berkembang atau di daerah-daerah. (4) Variabel yang paling berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara selama kurun waktu 1998-2012 adalah sektor primer. Dari penelitian ini pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara perlu lebih memperhatikan sektor tersier tanpa mengabaikan sektor primer dan sektor sekunder agar ketiga sektor tersebut dapat secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara. Untuk mendorong peningkatan PAD Kabupaten Banjarnegara, pemerintah harus mengoptimalkan sumber-sumber PAD yang ada dan jeli mencari sumber-sumber PAD yang baru dari sektor primer guna menambah pendapatan daerah, misalnya dengan menambah retribusi daerah dari sektor penggalian dan pertambangan. Disamping itu, mekanisme pengeluaran pemerintah daerah harus diperhitungkan secara efisien. Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara perlu meningkatan kemampuan dalam menarik investasi yaitu dengan menambah dan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, perijinan dan kemudahan yang diberikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetap selektif terhadap investor, dan jangan menggantungkan investasi pada satu dua investor saja. Selain itu, PAD harus ditingkatkan untuk kemandirian masyarakat, jadi ketika PAD meningkat dana alokasi untuk publik akan meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Pada penelitian ini sektor primer paling berpengaruh terhadap PAD Kabupaten Banjarnegara, oleh karena itu sektor ini perlu mendapat perhatian yang lebih dari pemerintah daerah Kabupaten yaitu dengan kebijakan pembangunan melalui upaya-upaya yang mengarah pada agroindustri dan agrobisnis. | This research title is “Analysis Of The Influence Of Gross Regional Domestic Product (GRDP) Based On Sector On Locally Generated Revenue (LGR) In Banjarnegara District In 1998-2012 Period. The purpose of this research is (1) To analyze GRDP by primary sector, secondary sector and tertiary sector on LGR Banjarnegara District. (2) To find out what is the most influential sector to the growth of LGR Banjarnegara District. Data used in this research were secondary data obtained from CSA, Board for Planning and Regional Development and literature related to this research. Secondary data required in this research were GRDP and LGR in 1998-2012 in Banjarnegara District. This research used Linear Regression Analysis tool to determine the influence of an independent variable on dependent variable. The result of this study show that (1) Regression coefficient value β1 primary sector GRDP variable obtains 106.756, it means primary sector GRDP has positive influence on Banjarnegara LGR. This means if the primary sector GRDP increases in RP 1.000.000,00 then Banjarnegara LGR increases by RP 106,756,00. From the results of the regression analysis and the calculation of statistical test, simultaneously and partially the primary sector GRDP influences on Banjarnegara LGR. This means the primary sector is still one of the contributors to LGR. Contribution of agriculture, mining and quarrying is still quite high, especially the agricultural sector which is still large in absolute terms regarding its contribution to Banjarnegara GRDP. (2) From the calculation of regression coefficient value β2 secondary sector GRDP variable obtains 106.756, it means primary sector GRDP has positive influence on Banjarnegara LGR. This means if the secondary sector GRDP increases by Rp 1.000.000,00 then Banjarnegara LGR increases by RP 198,575,00. From the results of the regression analysis and the calculation of statistical test, simultaneously and partially the primary sector GRDP influences on Banjarnegara LGR. With more workers absorbed in the secondary sector, this will further reduce the level of unemployment and will increase the income of the community. With the increasing income of the community, it increases the purchasing power of the region in terms of income taxes and levies. (3) Tertiary sector variable is partially giving no significant effect on Banjarnegara LGR. Thus, the hypothesis states that tertiary sector variable has significant influence on Banjarnegara LGR is rejected. This is because the tertiary sector is rarely used in developing countries or regions. (4) The variables that most influence on Banjarnegara LGR since 1998-2012 is primary sector. From this research, Local Government of Banjarnegara needs more attention on tertiary sector without neglecting the primary sector and secondary sector that these three sectors can simultaneously give effect on Banjarnegara LGR. To boost Banjarnegara LGR, the government should optimize the LGR resources available and find new revenue sources from primary sector in order to increase LGR, for example by increasing levies of excavation and mining sectors. In addition, the mechanism of local government expenditure must be calculated efficiently. Local Government of Banjarnegara needs to improve the ability to attract investment to increase and improve the quality of road infrastructure, licensing and convenience provided, improving the quality of human resources, remain selective towards investors, and do not only relying on one or two investors. Not only that, LGR should be increased for community self-reliance, thus when LGR increases the allocation of public funds will be increased, so the public welfare will also increase. The most influential variable on Banjarnegara LGR is primary sector. Therefore, this sector should receive more attention from local government, such as policy development that led to agro-industry and agribusiness. |