Artikelilmiahs

Menampilkan 8.561-8.580 dari 48.927 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
856110614F1G011014Derivasi Verba Deadjektival dalam Bahasa IndonesiaABSTRAK
Penelitian berjudul “Derivasi Verba Deadjektival dalam Bahasa Indonesia” bertujuan untuk mengetahui proses pembetukan verba deadjektival dan makna gramatikal yang dihasilkan dari derivasi verba deadjektival dalam bahasa Indonesia.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak, yaitu penulis menyimak penggunaan bahasa tulis yang terdapat di surat kabar. Selain itu, teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap dengan teknik catat sebagai teknik lanjutannya untuk mendokumentasikan seluruh data. Data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 kata derivasi verba deadjektival yang dianggap dapat mewakili dalam bahasa Indonesia.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode agih dengan teknik dasar yaitu teknik bagi unsur langsung yaitu teknik analisis data dengan cara membagi suatu konstruksi menjadi beberapa bagian. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik baca markah yang berfungsi untuk mengetahui peran afiks sebagai penanda proses pembentukan verba deadjektival.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa derivasi verba deadjektival menyangkut proses pembentukan verba deadjektival dan makna gramatikal yang dihasilkan dari derivasi verba deadjektival. Proses pembentukan verba deadjektival merupakan proses perubahan bentuk dari kata berkelas adjektiva menjadi kata berkelas verba dengan adanya afiks-afiks yang melekat. Afiks-afiks yang melekat pada bentuk dasar berkelas adjektiva antara lain, meN-, meN-i, meN-kan, memper-, memper-kan, memper-i, ber-, ter-i, diper-, di-i, di-kan, dan diper-kan. Selain itu, derivasi verba deadjektival juga menyangkut makna gramatikal sebagai akibat dari afiks-afiks yang melekat pada kata berkelas adjektiva menjadi kata berkelas verba. Makna-makna tersebut antara lain menyatakan makna ‘menjadi’ yang bertalian dengan prefiks meN-; makna ‘membuat jadi’ yang bertalian dengan gabungan afiks meN-i dan meN-kan; makna ‘merasa sesuatu pada’ yang bertalian dengan gabungan afiks meN-i; makna ‘membuat jadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-; makna ‘menjadikan supaya’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-kan; makna ‘membuat supaya objeknya menjadi atau menjadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks memper-i; makna ‘merasakan, mengalami atau dalam keadaan’ yang bertalian dengan prefiks ber-; makna ‘dapat di’ yang bertalian dengan gabungan afiks ter-i; makna ‘dibuat jadi lebih’ yang bertalian dengan gabungan afiks diper-; makna ‘dibuat jadi’ yang bertalian dengan gabungan afiks di-i dan di-kan; makna ‘dirasa sesuatu’ yang bertalian dengan gabungan afiks di-i; makna ‘dijadikan supaya’ yang bertalian dengan gabungan afiks diper-kan.
SUMMARY

The study entitled "The derivation of de-adjectival verbs in Indonesian Language" aims for identifying the formation process of de-adjectival verbs and grammatical meaning which resulted from derivation of de-adjectival verbs in Indonesian.
The method of collecting data that used in this study is the method of reading, which mean the researcher read and analyze the use of written language that contained in the newspaper. In addition, the basic technique used is that, the technique of tapping the note as engineering techniques sequel to documenting all data. The data used in this study were 37 words de-adjectival verb derivation which is considered can represent in Indonesian language. Data analysis methods used in this study is the method with the basic technique, which is a technique to concern the direct element analysis techniques of data by dividing the construction into several sections. Advanced technique that used is the technique of reading a sign which serves to determine the role of affix as a marker de-adjectival verb formation process. In this study, the method of presenting the results of the analysis are using formal and informal because it also formed by using chart or tree diagram, the presented data also use the common words which easy to be understood directly.
This study concluded that the derivation of de-adjectival verbs can correlate toward the process of de-adjectival verbs formation and its grammatical meaning which resulted from the derivation of de-adjectival verbs. The process of its formation is the process of changing form of the word from adjectives class into verbs with their word affixes which united. Affixes which united to the base form class among other adjectives are : meN-, meN-i, meN-kan, memper-, memper-kan, memper-i, ber-, ter-i, diper-, di-i, di-kan, and diper-kan. In the other hand, the derivation of de-adjectival verbs also related to the grammatical meanings as the impact of affix which patched from the adjective words into the verb. Those meanings also conclude the meaning of ‘be’ which combined with the prefix of meN-; the meaning of ‘make it become’ which combined with affix combinations men-i and men-kan; the meaning of 'feel something in' related to the combined affixes meN-i; the meaning of 'makes so much more' concerned with the combined affixes memper-; the meaning of 'make it for' related to the affix take into memper-kan; the meaning of 'make that object be or become more’ concerned with the combined affixes memper-i; the meaning of 'feeling, experiencing, or in some situation' concerned with the prefix ber-; the meaning 'can be done' concerned with the combined affixes ter-i; the meaning of 'made to be more' concerned with the combined affixes diper-; the meaning of 'made so' concerned with the combined affixes di-i and di-kan; the meaning of ‘felt something’ concerned with the combined affixes di-i; the meaning of 'made it for’ concerned with the combined affixes diper-kan.

Key word: The derivation of de-adjectival verbs in Indonesia Language - formation process - grammatical meaning – morphology
85628999D1E010236TOTAL PADATAN DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) ES KRIM YOGURT SUSU SAPI DENGAN PERSENTASE GULA YANG BERBEDAPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan penggunaan persentase gula yang berbeda terhadap total padatan dan total BAL es krim yogurt susu sapi. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan yaitu : T1= persentase gula 9%, T2= persentase gula 12%, T3= persentase gula 15%, T4= persentase gula 18%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diukur adalah total padatan dan total BAL. Data dianalisis menggunakan analisis variansi kemudian dilanjutkan dengan uji regresi. Analisis variansi menunjukkan bahwa persentase gula berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap total padatan mengikuti persamaan Y= 7.36+2.32X (r =0.58) dan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap total BAL es krim yogurt susu sapi. Kesimpulannya bahwa penggunaan persentase gula sampai dengan 18% meningkatkan total padatan dan menghasilkan total BAL yang relatif sama pada es krim yogurt susu sapi.The purpose of the research was to examine the effect of different percentages of sugar that produced ice cream yogurt milk cows with the total solid and total of LAB. Experimental research method was used Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments are: T1 = the percentage of sugar 9%, T2 = the percentage of sugar 12%, T3 = the percentage of sugar 15%, T4 = 18% the percentage of sugar. Each treatment was repeated 5 times. The parameters measured were total solids and total BAL. Data were analyzed using analysis of variance was followed by regression. Analysis of variance showed that the percentage of sugar significantly (P <0.05) on the total solids followed the equation Y = 7.36 + 2.32X (r = 0.58) and not significant (P> 0.05) to BAL total ice-cream cow's milk yogurt. The conclusion that the use of the percentage of sugar up to 18% increase in total solids and produces a relatively same in total of BAL on ice cream cow's milk yogurt.
85639088D1E009118SUBSTITUSI KONSENTRAT MENGGUNAKAN TEPUNG BULUOLAHAN PENGARUHNYA TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAN LEMAK PAKAN AYAM BROILERPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi konsentrat oleh tepung bulu olahan terhadap kecernaan bahan organik dan kecernaan lemak pakan ayam broiler.Materi yang digunakan adalah 60 ekor ayam broiler, kandang metabolis danBacillus Sp. MTS untuk fermentasi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu, R0 (tanpa pemberian tepung bulu olahan), R1 (3% tepung bulu olahan), R2 (6 % tepung bulu olahan) , R3 (9 % tepung bulu olahan), R4 (12 % tepung bulu olahan), setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan organik dan kecernaan lemak pakan ayam broiler.Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan tepung bulu olahan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap kecernaan bahan organik dan berpengaruh nyata (P<0.01) pada kecernaan lemak. Uji lanjut dengan menggunakan ortogonal polinomial diperoleh respon linier Y= 71,7235-0,263 X dengan nilai R2 = 67,5 %. Hasil pengamatan diperoleh rataan kecernaan bahan organik antara 71,50 % sampai dengan 75,90 % dan rataan kecernaan lemak antara 68,48 % sampai dengan 73,43 %. Teknik pengolahan tepung bulu secara fisik, kimia, dan biologis dengan cara fermentasi menggunakan Bacillus sp MTS dapat digunakan hingga 12% tanpa menyebabkan penurunan kecernaan bahan organik.The purpose of the study is to determine the effect of of substitution of concentrate by processed chicken feather meal and its effects on fat and organic matter digestibility of broiler feed.The materials used were 60 broiler chickens, metabolic cages and Isolates of Bacillus Sp. MTS for fermentation. The study was conducted with an experimental method in vivo using completely randomized design (CRD) with 5 treatments. R0 (withoutany feathermeal), R1 (3%processed feather meal), R2 (6%processed feather meal), R3 (9%processed feather meal), R4 (12%processed feather meal). Each treatment was repeated 4 times. The observed variables are the digestibility of organic matter and fat digestibility of feed. Analysis of variance showed that the use of prosessed feather meal effect was not significantly effect in organic matter digestibility but it was significantly effect (P<0.01) on the digestibility of fat. Orthogonal polynomials analysis obtained linear response Y= 71,7235-0,263 X with the value R2 = 67,5 %. The averag of organic matter digestibility were 71,50 % up to 75,90 % and the average of fat digestibility were 68,48 % up to 73,43 %. Processing feather meal by physic chemical techniques and fermentation using Bacillus sp MTS can be used up to 12 % without causing a decrease in organic matter digestibility.
85644769F1G009015ANALISIS TEMA ATAS KUMPULAN CERPEN SELINGKUH ITU INDAH
KARYA AGUS NOOR
Abstrak
Penelitian yang berjudul "Analisis Tema atas Kumpulan Cerpen Selingkuh Itu Indah Karya Agus Noor", pada dasarnya membahas dan menganalisis tema yang mendominasi pada kumpulan cerpen Selingkuh Itu Indah karya Agus Noor. Manfaat bagi mahasiswa diharapkan dapat memahami tentang analisis cerpen, terutama yang membahas tentang tema. Dengan demikian mahasiswa mengetahui amanat yang ingin disampaikan penulis tetang isi dari cerpen tersebut.
Penelitian menggunakan metode deskriptif analisis cerpen yaitu karya fiksi kemudian disusul dengan analisis yang dihubungkan dengan menggunakan pendekatan struktural. Fokus penelitian ini yaitu membahas tentang keterkaitan tema yang mendominasi dalam kumpulan cerpen Selingkuh Itu Indah. Sumber data yang digunakan adalah cerpen Selingkuh Itu Indah karya Agus Noor. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan ialah menganalisis keterkaitan unsur intrinsik meliputi tema, penokohan, alur, amanat, latar, dan tema yang mendominasi dalam cerpen Selingkuh Itu Indah karya Agus Noor.
Hasil dari pembahasan dalam penelitian ini sebagai berikut, tokoh dan penokohan dalam kumpulan cerpen Selingkuh Itu Indah secara keseluruhan banyak memerankan tokoh-tokoh yang berkarakter egois, suka berselingkuh, hidup hanya untuk mencari kesenangan, serta rendah kesadaran agamanya.
Latar dalam kumpulan cerpen Selingkuh Itu Indah ini menunjukkan latar perkotaan, di mana masyarakatnya sudah bergaya hidup maju, dengan banyak mendeskripsikan dunia perkantoran, kafe-kafe, motel serta hotel-hotel. Alur yang digunakan rata-rata alur maju karena dalam pemahamannya lebih memudahkan pembaca untuk memahami cerita. Alur diceritakan dari awal hingga akhir dengan teratur dan menanjak atau menurunnya pertikaian selalu dinamis dengan laju alur yaitu maju. Amanat yang disampaikan dalam cerpen Selingkuh Itu Indah adalah keadaran bahwa selingkuh itu tidak baik untuk rumah tagga. Perbuatan seperti itu hanya akan menyengsarakan keluarga.
Tema pokok yang mendominasi dalam kumpulan cerpen Selingkuh Itu Indah itu perselingkuhan, yaitu perselingkuhan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh cerita yang sudah berkeluarga.
Abtract

The research is titled "Analisis Tema Atas Kumpulan Cerpen Selingkuh itu Indah karya Agus Noor", it can be concluded that the study was basically to discuss and analyze dominating theme in the short story was having an Selingkuh itu Indah by Agus Noor. Benefits for students are expected to understand the analysis of short stories, especially those that discuss about the theme. Thus, students know the message is to be conveyed author neighbor content of the short story.
The research using the descriptive method of analysis is to describe the intrinsic elements of fiction followed by the analysis associated with the structural approach. The focus of this research that discusses the themes that dominate the relationship in a collection of short stories was wonderful affair. Data sources used are short stories cheating is Beautiful works of Agus Noor. Data collection techniques used are engineering and technical note read. The data analysis technique used to analyze the relationship is dominating theme includes characterization, plot, message, and background. and linkages dominating theme in the story affair is Beautiful works of Agus Noor.
The results of the discussion in this study can be summarized as follows, characters and characterizations in a collection of short stories on the whole Selingkuh itu Indah many figures who played selfish character, love affair, lived only for pleasure, and low awareness of religion.
Background in a collection of short stories shows cheating is Beautiful urban setting, where people are already living style developed, with many describing the world of offices, cafes, motels and hotels. Flow is used the average flow in understanding more advanced because it allows the reader to understand. Plot is told from beginning to end and climb regularly or decrease of contention is always dynamic with the flow rate of the developed world.The mandate given in the story Selingkuh itu Indah is keadaran that cheating is not good for the family. Such acts would only afflict families.
Theme discussed in the collection of short stories that cheating is Beautiful infidelity, adultery is committed by the characters who are married.
85659001H1G009009Analisis Kesesuaian Lahan Bagi Pertumbuhan Mangrove Sebagai Syarat Rehabilitasi Pesisir Pangandaran, Jawa BaratPenelitian ini berjudul “Analisis Kesesuaian Lahan Bagi Pertumbuhan Mangrove Sebagai Syarat Rehabilitasi Pesisir Pangandaran, Jawa Barat”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan lahan (fisikokimia tanah dan air) bagi pertumbuhan mangrove di pesisir Pangandaran dan mengetahui jenis vegetasi mangrove yang sesuai pada kondisi lahan guna rehabilitasi di pesisir Pangandaran. Pengambilan data penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel Cluster sumpling dan membagi penelitian menjadi 4 lokasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan lahan (fisikokimia tanah dan air) di pesisir Pangandaran pada umumnya sesuai untuk pertumbuhan mangrove, namun pada stasiun I, II dan IV tekstur tanah berupa pasir dapat membatasi pertumbuhan mangrove. Jenis vegetasi mangrove yang sesuai untuk kegiatan rehabilitasi di pesisir Pangandaran pada stasiun I, II dan IV adalah jenis Rhizophora mucronata, R. stylosa dan Sonneratia alba, sedangkan pada stasiun III adalah jenis Rhizophora spp, Sonneratia spp., dan Avicennia spp.
This study, entitled "Land Suitability Analysis of Mangrove Growt as Requirement for Pangandaran Coastal Rehabilitation, West Java". The purpose of this study was to determine the environmental condition of the land (physicochemical soil and water) for the growth of mangroves on the Pangandaran coast and determine the appropriate mangrove vegetation type for coastal area rehabilitation in Pangandaran. Survey method was used for data collection with Cluster sampling technique wich divided this study into 4 study location. These results indicated that the environmental conditions of land (physicochemical soil and water) in the Pangandaran coast was generally suitable for mangrove growth, however at station I, II and IV, sand soil texture might limit the growth of mangroves. Mangrove vegetation types which are suitable for rehabilitation activities in the Pangandaran coast at station I, II and IV were Rhizophora mucronata, R. stylosa and Sonneratia alba, while at the station III was of Rhizophora spp, Sonneratia spp. and Avicennia spp.
856610595F1B009040COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN UPT LOKAWISATA BATURRADEN DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul Collaborative Governance dalam Pengelolaan UPT Lokasi wisata Baturraden Di Kabupaten Banyumas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menemukan mekanisme proses pengelolaan UPT Lokawisata Baturraden yang mengadopsi pendekatan collaborative governance di sektor Pariwisata Banyumas dan memberikan gambaran yang lengkap mengenai faktor-faktor kontekstual yang mendorong keberhasilan dan kegagalan adopsi collaborative governance di Lokawisata Baturraden, yaitu dengan cara membuktikan secara empiris. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, desain penelitian yang digunakan dalam bentuk embedded case study atau studi kasus terpancang maksudnya yaitu penelitian dengan pengumpulan data yang terarah berdasarkan tujuan dan pertanyaan yang lebih dulu ditentukan. Penelitian ini tidak mengkaji seluruh aspek, tetapi membatasi aspek terpilih. Teknik pengambilan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dan snowball sampling.
Maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kerjasama antara pemerintah, privat, dan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan aset publik di sektor pariwisata. Kerjasama yang dilakukan meliputi proses Perencanaan, Pengorganisasian, Staffing, evaluating, dan monitoring. Namun, dalam proses kerjasama dalam mengelola aset publik tersebut masih terdapat hambatan-hambatan.
Kata kunci: Collaborative Governance, Pariwisata, UPT Lokawisata Baturraden
This research named Collaborative Governance in Management of UPT Lokawisata Baturraden. The aim of this research is to find the mechanism management process of UPT in Lokawisata Baturraden, which use collaborative governance approach in Banyumas Tourism Sector and provide a complete picture about these contextual factors success and failure to adopt collaborative governance in Lokawisata Baturraden, to do so, this research has to be done empirically. The method of this research is descriptive qualitative, the research design is in a embedded case study form, which means this research is based on the data that go along the aim and the question that had been chosen in the first place. This research is not examine the whole aspect, but a few that had been chosen. The technique of taking informant itself use the purposive sampling technique and snowball sampling.
The research indicated a cooperation between the government, private and the community in building and developing the public asset in tourism sector. The cooperation include the process of planning, organizing, staffing, evaluating and monitoring. Yet, still the cooperate process have obstacles in managing public asset.
Keywords: Collaborative Governance, Tourism, UPT Lokawisata Baturraden
856710593H1H010039PERIODE PEMUASAAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN SERTA SINTASAN IKAN NILEM ( Osteochillus hasselti )Pemuasaan merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi pemberian pakan yang berlebihan dan untuk memacu pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh periode pemuasaan yang berbeda terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan dan sintasan benih ikan nilem (Osteochilus hasselti). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diteliti adalah Setiap hari diberi pakan (P1), Pemuasaan 1 hari dalan 1 minggu (P2), Pemuasaan 2 hari dalam 1 minggu (P3) dan Pemuasaan 3 hari dalam 1 minggu (P4). Variabel yang diamati yaitu laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan harian, efisiensi pakan dan sintasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ikan nilem yang dipuasakan secara periodik berpengaruh terhadap laju pertumbuhan spesifik, laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan, namun tidak berpengaruh terhadap sintasan. Nilai rata-rata laju pertumbuhan spesifik berkisar antara 0,30 ±0,16-0,79±0,13%/hari, laju pertumbuhan harian 0,02±0,01-0,05±0,01g/hari, efisiensi pakan 1,14±0,65-2,99±0,53%, dan sintasan 87,5±9,57-97,5±5,00%. Perlakuan P2 dan P3 lebih efisien dalam memanfaatkan pakan untuk pertumbuhannya karena pertumbuhannya sama dengan perlakuan P1.Starvation is a method that can be used to reduce consumption of feed excessive and to accelerate the growth of fish. The purpose of this research was determine the effect of period deprivation on the growth, feed efficiency and survival rate of fish Nilem (Osteochillus hasselti). The research was done using experimental method with Completely Randomized Design (CRD) applying with 4 treatments and 4 replications. The treatment were fed give every day (P1), starvation one day per week (P2), starvation two day per week (P3) and starvation three day per week (P4). The variable were observed growth, feed efficiency, and survival.The result showed that deprivation had a significant effect on the growth and feed efficiency, but has non significant effect on the survival rate. The average value of the specific growth rateamong0.30±0.16 to 0.79±0.13%/day, daily growth rate among 0.02±0.01 to 0.05±0,01g/day, efficiency among 1.14±0.65 to 2.99±feed0.53%, and the survival rate among 87.5±9.57 to 97.5±5.00%. Treatment 2 and 3 are more efficiention the use of feed for growth than treatment without deprivation (P1).
856810594F1D008010Perilaku Politik Komunitas Film dalam Mengkritisi Pengelolaan TPA Banjaran di Kabupaten PurbalinggaPenelitian ini bertujuan untuk: 1) Menggambarkan perilaku politik komunitas film dalam mengkritisi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga. 2) Mengetahui alasan perlilaku politik dari komunitas film dalam mengkritisi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Banjaran di Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Komunitas film yang menjadi subjek penelitian adalah Cinema Lover Community atau CLC. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Informan utama yang diambil dalam penelitian ini adalah Pengurus CLC. Kemudian untuk Informan Pendukung diambil dari Warga Banjaran, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Purbalingga, serta Rekanan dari CLC. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), observasi dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Validitas data menggunakan trianggulasi data.
Hasil penelitian ini yaitu: 1) CLC melakukan perilaku politik untuk mengkritisi pengelolaan TPA Banjaran. Perilaku politik yang dilakan adalah perilaku kelompok dengan Bowo Leksono sebagai aktor utama. Sikap CLC terhadap pengelolaan TPA Banjaran adalah TPA Banjaran telah melakukan pencemaran dan membuat sengsara masyarakat desa Banjaran. Oleh karena itu, TPA Banjaran harus ditutup. Beberapa tindakan yang dilakuan oleh CLC untuk mengkritisi TPA Banjaran adalah membuat film dokumenter Banjaran Menolak Sampah, membuat ruang kritis bernama Kado Buat Kota Tercinta, pemutaran film Banjaran Menolak Sampah, dan mendampingi masyarakat Banjaran. 2) Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku politik dari CLC dalam mengkritisi TPA Banjaran. faktor tersebut adalah: lingkungan sosial poltik tidak langsung, lingkungan sosial poltik langsung, struktur kepribadian yang tercermin dari sikap individu, faktor sosial politik langsung.



Abstract
The study aims to: 1) Describe the political behavior of the film community in criticizing the management of Banjaran landfill, Purbalingga. 2) Acknowledge the reason for the political behavior of the film community in criticizing the management of Landfill Banjaran, Purbalingga.
This is a qualitative descriptive study. The case study research is conducted as the method to investigate this case. The film community which acts as the subject of research is Cinema Lover Community or CLC. Sources are selected using purposive sampling technique. The main sources involved in this research are part of CLC board. In addition, we take other sources from Banjaran locals, Purbalingga agency of public works, and CLC colleagues by which the data are collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The analysis is conducted by means of interactive model. The Validity is conducted by triangulasi model.
The results of this study: 1) CLC doing political behaviour to criticizing management of Banjaran landfill. The Political behaviour provide by CLC is a Group Behaviour with Bowo Leksono as the main actor. CLC belief that the management of Banjaran Landfill is making pollution and also making Banjaran people in misery. So, management of Banjaran Landfill must be close. Some action that CLC do to critizing management of Banjaran Landfill is making documentary film titled “Banjaran Menolak Sampah”, making critical sphere called “Kado Buat Kota Tercinta”, watching Banjaran Menolak Sampah film, and providing assistance to people of Banjaran. 2) There is some factor that influence CLC Political Behaviour when criticizing management of Banjaran landfill. Those factor is : indirect social politic environment, direct social politic environment, personality structure that shows from individual attitude, and direct social politic factor.


85699164H1B010050ALGORITMA AUCTION
DALAM PENENTUAN LINTASAN TERPENDEK
Penelitian ini mengkaji tentang algoritma Auction dan sifatnya. Tahap pertama yang dilakukan adalah mengkaji tentang langkah-langkah algoritma Auction. Selanjutnya, juga dibahas mengenai sifat-sifat yang diperoleh dari hasil algoritma Auction yaitu syarat perlu lintasan kandidat dan barisan bobot memenuhi Complementary Slackness dan panjang lintasan terpendek antara dua buah titik, serta syarat perlu lintasan terpendek dari titik asal menuju titik tujuan.This research reviewing about the Auction algorithm and the properties. The first stage be to review the steps of the algorithm Auction. Furthermore, also discussed the properties that are retrieved based on the results of Auction algorithms that is necessary condition the candidate path and sequence weights satisfy Complementary Slackness and length of the shortest path between two nodes, as well as a necessary condition of the shortest path from origin node to destination node.
85709002D1E010133KANDUNGAN PROTEIN DAN LEMAK TEPUNG PUTIH TELUR AYAM
DIBUAT DENGAN METODE PENGERINGAN YANG BERBEDA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh metode foam drying dan freeze drying untuk menghasilkan tepung putih telur ayam dengan kadungan protein dan lemak tertinggi. Materi yang digunakan adalah putih telur ayam niaga petelur, ragi tape (Saccharomyces cereviceae). Metode penelitian menggunakan metode eksperimental, data yang diperoleh kemudian dilakukan pengujian menggunakan Uji T berpasangan untuk mengetahui rata-rata dari dua perlakuan, yaitu pengeringan tepung putih telur dengan metode foam drying dan freeze drying terhadap kandungan protein dan lemak yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan kandungan protein metode foam drying diperoleh sebesar 44,68±9,85 dan metode freeze drying diperoleh sebesar 56,07±4,69, sedangkan rataan kandungan lemak metode foam drying diperoleh sebesar 0,24±0,15 dan metode freeze drying diperoleh sebesar 0,42±0,16. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa metode pengeringan yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein dan lemak tepung putih telur ayam. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa kandungan protein dan lemak tepung putih telur dengan metode foam drying dan freeze drying sama.This study aims to determine the effect of foam drying and freeze drying method produced high protein and fat contents of albumen powder. The material used was commercial laying hen egg-white, tape yeast (Saccharomyces cereviceae). Research methods using experimental methods, the data obtained were tested using paired T test to determine the average of two treatments, the albumen powder dried by foam drying and freeze drying method produced protein and fat contents. The reseach resulted that average of protein foam drying obtained 44,68±9,85 and freeze drying method obtained 56,07±4,69, while the average of fat freeze drying obtained 0,42±0,16. Based on analyze showed that the different drying method did not sighnificantly different (P>0.05) in protein and fat contents of albumen powder. The conclusion of this study proved that the protein and fat contents of albumen powder used foam drying and freeze drying were equal.
857111056G1B008126PERILAKU MEROKOK PADA TENAGA KESEHATAN DI RS WIJAYAKUSUMA (DKT) PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMASPerilaku merokok adalah aktivitas menghisap atau menghirup asap rokok dengan menggunakan pipa atau rokok. Perilaku itu sendiri terbentuk dari 3 faktor yaitu faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor penguat. Tenaga kesehatan yang memiliki kebiasaan merokok dapat ditemui hampir di seluruh tempat pelayanan kesehatan, termasuk di Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan, sikap, persepsi dampak negatif, fasilitas pendukung, motivasi, dan peran pemimpin (kepala rumah sakit) terkait dengan perilaku merokok pada petugas kesehatan di lingkungan RS Wijayakusuma Purwokerto. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah tenaga kesehatan Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto yang merokok diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian diperoleh bahwa petugas kesehatan mengetahui kandungan rokok, bahaya merokok, dan manfaat rokok, namun belum dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari karena merokok sudah menjadi kebutuhan. Petugas kesehatan menyatakan sikap yang tidak setuju terhadap petugas kesehatan yang merokok di tempat umum apalagi di Rumah sakit dan berpendapat bahwa merokok lebih banyak merugikannya dari pada manfaatnya. Petugas kesehatan termotivasi untuk merokok karena dorongan teman dan ingin dianggap jantan, namun demikian juga termotivasi untuk berhenti merokok dengan cara mengurangi jumlah rokok dan menggantinya dengan permen atau makanan ringan. Petugas kesehatan memiliki persepsi yang positif tentang merokok, yaitu merokok memiliki dampak negatif bagi kesehatan diantaranya dapat menyebabkan penyakit paru-paru, gangguan pernafasan, dan kanker. Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto tidak menyediakan fasilitas merokok bagi petugas kesehatan. Petugas kesehatan merokok di luar jam kerja dan melakukannya di luar ruangan seperti di tempat parkir. Upaya yang dilakukan pemimpin Rumah Sakit Wijayakusuma Purwokerto agar tenaga kesehatan tidak merokok di lingkungan rumah sakit adalah dengan memberikan peraturan larangan merokok pada jam kerja.The objectives of researchto describe the knowledge, attitudes, perceptions negative impact, support facilities, and the role of the leader associated with smoking behavior in environmental health officers Wijayakusuma Hospital Purwokerto Banyumas. This research is descriptive qualitative. Subjects were health officerof Wijayakusuma Hospital Purwokerto who smoked were taken used purposive sampling technique. Analysis of data used interactive model. The results showed that the majority of health officer have a good knowledge and understanding of the content of cigarettes, the dangers of smoking, and cigarette benefits, but can not apply very well in everyday life because they behave smoke. Health officer mostly have a good attitude about smoking. Health officer believed that smoking more harm than good. Health officer are aware that smoking in the workplace, particularly in the hospital was not good. The majority of health officer are motivated to smoke because of the encouragement of friends and because they want to be considered a male , but so too are motivated to stop smoking by reducing the number of cigarettes piecemeal or replace it with eating sweets. Health officer are mostly have positive perceptions about smoking, that smoking has a negative impact on the health of which can cause lung disease, respiratory disorders, and cancer. Wijayakusuma Hospital Purwokerto not provide smoking facilities for health officer. Health officer mostly smoke outside working hours and do outdoors such as in a field or parking lot. Efforts of leaders made Wijayakusuma Purwokerto Hospital that health officer do not smoke in the hospital environment is to provide rules should not smoke during work hours.
85729003G1B010060EFEKTIVITAS PELATIHAN TOKOH MASYARAKAT SEBAGAI PEER EDUCATOR SUAMI SIAGA DALAM PERAWATAN KEHAMILAN ISTRI DI WIAYAH KERJA PUSKESMAS I AJIBARANGPeran suami merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perawatan kehamilan seorang ibu di Ajibarang. Menjadikan suami sebagai salah satu fokus dalam program pendidikan kesehatan ibu dapat menciptakan perilaku yang dapat meningkatkan kesehatan ibu. Pendidikan sebaya bagi para suami dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi suami siaga. Untuk dapat meningkatkan partisipasi tersebut diperlukan agen perubahan yang erat dengan para suami, yaitu tokoh masyarakat. Pelatihan tokoh masyarakat sebagai peer educator suami siaga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi suami dalam perawatan kehamilan istri guna menurunkan angka kematian ibu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pelatihan tokoh masyarakat sebagai peer educator suami siaga dalam perawatan kehamilan istri di wilayah kerja Puskesmas I Ajibarang. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest and postest design. Sampel penelitian adalah tokoh masyarakat diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 31 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji pair t test dan wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukan pelatihan tokoh masyarakat efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, motivasi, dan keterampilan tokoh masyarakat sebagai peer educator suami siaga. Diharapkan tokoh masyarakat mampu melakukan pendidikan sebaya suami siaga di wilayahnya masing-masing.The role of the husband is the most influential factor on a mother's pregnancy care in Ajibarang. By setting the husband as one of the focus in maternal health education programs can create behaviors that can improve the health of the mother. Peer education for husbands can be use to increase the knowledge and participation of alert husband. In order to increase the participation of husband, we need the necessary agents of change, who close with the husband, that is community leaders. Training community leaders as peer educators is expected to increase the alert husband's participation in wife's pregnancy care to reduce maternal mortality. The purpose of this study was to examine the effectiveness of
2
training community leaders as peer educators of alert husband in pregnancy care in Ajibarang I Public Health Centre. The method used was a quasi experimental design with one group pretest and posttest design. Samples were community leaders obtained using purposive sampling as many as 31 . Analysis of the data used a pair t test and Wilcoxon test. The results of this study indicate that training community leaders effectively improve knowledge, attitudes, motivation, and skills of community leaders as peer educators of alert husband. It is expected that community leaders are able to make peer education of alert husband in their respective areas
85739005D1E010050PENGGUNAAN CENTERING DATE METHOD (CDM) CATATAN SATU MINGGUAN DALAM EVALUASI MUTU GENETIK SAPI PERAHPenelitian ini dilaksanakan di BBPTU-HPT Baturraden. Materi penelitian adalah 184 catatan produksi susu laktasi pertama periode pencatatan tahun 2006-2013. Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui ketepatan penggunaan CDM dalam penaksiran produksi susu sapi perah pada laktasi pertama menggunakan catatan satu mingguan dibanding harian, dan 2) mengetahui keeratan hubungan peringkat NP individu sapi perah pada evaluasi mutu genetik menggunakan catatan produksi susu satu mingguan dengan harian. Hasil penelitian menunjukkan produksi susu sapi perah laktasi pertama di BBPTU-HPT Baturraden rata-rata 4360,4 ± 937,0 kg dan taksiran CDM 4775,3 ± 960,9 kg, umur 834 ± 91,99 hari (27,81 ± 3,1 bulan) , JHP 291,17 ± 74,31 hari. Produksi taksiran CDM satu mingguan menyimpang 10,20 ± 9,5 di atas produksi harian yang masih dalam kriteria wajar. Nilai koefisien korelasi rank-Spearman antara peringkat NP produksi susu harian dengan taksiran CDM sebesar 0,928 sehingga dapat dinyatakan ada hubungan erat (P<0,01) antara peringkat NP yang ditaksir menggunakan produksi susu harian dengan taksiran CDM satu mingguan. Kesimpulan penelitian adalah 1) penggunaan catatan satu mingguan dalam penaksiran total produksi susu sapi perah berdasarkan metode CDM catatan satu mingguan dibandingkan dengan total produksi susu harian memiliki deviasi yang bernilai positif tetapi masih dalam kisaran normal, dan 2) penaksiran produksi susu dengan menggunakan metode CDM satu mingguan menghasilkan peringkat NP individu yang sama dengan peringkat NP produksi susu harian. This research was conducted at BBPTU-HPT Baturraden. The research materials were 184 first lactating milk yield records recorded from the year of 2006 to 2013. The purposes of the study were 1) to assess the accuracy of weekly CDM in predicting factual daily milk yield of dairy cows on first lactation, and 2) to determine the relationship between individual Breeding Value (BV) ranking evaluated from weekly CDM records and factual daily yield on the first lactation. The results showed that factual milk yield of first lactation had an average of 4360,4 ± 937,0 kg, average weekly CDM was 4775,3 ± 960,9 kg, average cow age was 834 ± 91,99 days or 27,81 ± 3,1 months, and the average number of days in milk was of 291,17 ± 74,31 days. The devaluation of estimated production by CDM weekly record is 10,20 ± 9,5, and its bigger than dairy production but still proper.The Spearman rank correlation coefficient was 0.928 (P<0.01) which means that there was a close relationship between the individual BV evaluated using factual daily milk yield and using the weekly CDM method. The conclusion of this study is that weekly CDM resulted in slightly positive estimates compared to the factual daily milk yield which is still in a normal range and the individual BV estimated using weekly CDM method produces the same ranking as that of estimated using factual daily milk yield.
857411057G1B008119HUBUNGAN ANTARA IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI
BAGIAN RAWAT JALAN DENGAN KEPUASAN PASIEN
DI RSUD dr. M. ASHARI PEMALANG

Salah satu masalah yang sering dijumpai oleh suatu rumah sakit berasal dari instalasi rawat jalan. Hal ini diindikasikan dengan adanya antrian pasien maupun calon pasien yang cukup panjang dan seringkali tidak teratur. Penggunaan Sistem Informasi digunakan untuk membantu pelayanan di banyak Rumah Sakit saat ini. Namun apakah penggunaan Sistem Informasi dapat mempengaruhi kepuasan pasien rawat jalan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara implementasi Sistem Informasi Rawat Jalan dengan kepuasan pasien di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Metode Penelitian ini menggunakan desain atau jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional untuk menganalisis persepsi pasien tentang implementasi sistem informasi bagian rawat jalan di RSUD dr. M. Ashari di Pemalang. Hasil penelitian ini menunjukan gambaran implementasi SIRJ RSUD dr. M. Ashari Pemalang adalah cepat (85.9%), tepat (83.3%), dan lengkap (68.7%). Terdapat hubungan antara kecepatan Sistem Informasi Rawat Jalan dengan kepuasan pasien dengan nilai p = 0.028. Terdapat hubungan antara ketepatan Sistem Informasi Rawat Jalan dengan kepuasan pasien dengan nilai p = 0.007. Terdapat hubungan antara kelengkapan Sistem Informasi Rawat Jalan dengan kepuasan pasien dengan nilai p = 0.023. kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara implementasi sistem informasi bagian rawat jalan dengan kepuasan pasien di RSUD dr. M. Ashari Pemalang. Rumah Sakit diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik baik dari aspek pelayanan fisik maupun psikologis kepada pasien.One problem was always face by a hospital is come from outpatient installation. It is indication from the long patient line and it is not make a good service. Now, almost every hospital using information system to make a good service for their patient. But, is using information system can influence patient satisfaction in outpatient installation. The Purpose of this research is to know the relationship between implementation of outpatient information system with patient satisfaction in dr. M. Ashari Pemalang Hospital. The Method of this research used design cross sectional to analyze patient perception about implementation of information system in outpatient installation of dr. M. Ashari Pemalang Hospital. The result showed that implementation of information system in outpatient installation of dr. M. Ashari Pemalang Hospital is fast (85.9%), appropiate (83.3%), and complete (68.7%). There is relationship between speed of outpatient information system with patient satisfaction (p=0.028). There is relationship between accuracy of outpatient information system with patient satisfaction (p=0.007). There is relationship between completeness of outpatient information system with patient satisfaction (p=0.028). Conclusion of this research is there is relationship between implementation of outpatient information system with patient satisfaction in dr. M. Ashari Pemalang hospital and researcher hope that every hospital can give much bettes service to patient from physical matter or psychological matter.

85759006F1C007047ANALISIS SEMIOTIKA PHOTO STORY “PERJUANGAN UNTUK PENDIDIKAN” KARYA KRISTIANTO PURNOMOPenelitian dengan judul ANALISIS SEMIOTIKA PHOTO STORY “PERJUANGAN UNTUK PENDIDIKAN” KARYA KRISTIANTO PURNOMO merupakan penelitian tentang analisis semiotika pada sebuah karya fotografi. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika guna merepresentasikan pendidikan di Indonesia melalui media fotografi sebagai instrumen utama penelitian yang direkam oleh Kristianto Purnomo. Fotografi adalah salah satu media komunikasi visual yang berfungsi menyampaikan pesan atas apa yang tersirat di dalamnya.
Kajian utama dalam penelitian ini adalah bagaimana suatu pesan dapat diketahui pemaknaannya secara denotatif maupun konotatif, dan menemukan mitos yang berlaku. Penelitian ini melihat bagaimana realitas secara umum pendidikan di Indonesia terutama di wilayah perdesaan melalui sebuah media foto.
Penelitian ini bersifat interpretatif kualitatif dengan semiotika sebagai pisau analisisnya. Metode yang digunakan yaitu analisis semiotika Roland Barthes yang menggunakan dua tahap pemaknaan (two order of signification), yaitu pemaknaan denotasi dan konotasi, kemudian dilanjutkan dengan menarik mitos.
Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap photo story “Perjuangan Untuk Pendidikan”, ditemukan bahwa Photo Story karya Kristianto Purnomo merepresentasikan realitas pendidikan di Indonesia. Serangkaian tanda denotatif memberi petunjuk mengenai elemen-elemen yang terdapat pada foto masing-masing korpus berada pada tingkat pemaknaan terluar yang masih dapat dipahami pemandang foto baik awam maupun profesional. Lalu dilakukan pembedahan makna konotatif yang menimbulkan makna baru.
Penelitian ini memperkuat mitos yang telah ada dan berkembang dalam masyarakat tentang pendidikan di Indonesia, mitos yang telah ada dan mengakar dari masa ke masa pada masyarakat di Indonesia. Yaitu bahwa pendidikan di Indonesia ini belum merata pada daerah-daerah terpencil, baik dari segi sarana prasarana, tenaga pendidik, maupun infrastruktur lainnya yang apabila dipenuhi maka dapat menunjang proses belajar-mengajar. Permasalahan seperti ini dapat ditangani sesegera mungkin, untuk menciptakan Indonesia yang lebih berkualitas.

Kata Kunci : Semiotika, Roland Barthes, Photo Story, Pendidikan
SEMIOTIC ANALYSIS PHOTO STORY "STRUGGLE FOR AN EDUCATION" BY KRISTIANTO PURNOMO is the study of semiotic analysis on a photographic work. This study uses analysis of semiotics to represent education in Indonesia through the medium of photography as the main research instrument recorded by Kristianto Purnomo. Photography is a medium of visual communication that works convey the message of what is implied in it.
A major study in this research is how a message can be known by its denotative and connotative meanings, and those connotative ones would eventually find the prevailing myths. These studies look at how reality in general education in Indonesia especially in rural areas through a media photo.
This study is a qualitative interpretative semiotic analysis as a knife. While the method used is Roland Barthes semiotic analysis method which uses two stages of meaning (two orders of signification), that is the meaning denotation and connotation, which is then followed by the interesting myth.
From the results of research conducted on the photo story "struggle for education", it was found that Photo Story by Kristianto Purnomo represents the reality of education in Indonesia. A series of signs in denotative gave instructions on the elements contained in each photo corpus is at the level of the outer meaning that the viewer can still understand as a common and professional. Then perform the advanced stages of connotative meanings that will lead to a new meaning.
This research confirmed the myth that has existed and grown in the public about education in Indonesia, a myth that has been there from time to time to deeply located in communities in Indonesia. that education in Indonesia is not evenly distributed in the remote areas, both in terms of infrastructure, teaching staff, as well as other infrastructure which when filled then it can support the teaching-learning process. Problems like this can be handled as soon as possible, to create a higher quality education of Indonesia.

Keywords: Semiotics, Roland Barthes, Photo Story, Education
857611044G1B010048FAKTOR-FAKTOR PENENTU KUALITAS MIKROBIOLOGI PADA SUSU SAPI PERAH DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS
Susu adalah sekresi normal dari kelenjar susu mamalia. Susu sapi merupakan bahan makanan yang baik untuk manusia dan juga untuk bakteri. Bakteri yang mengkontaminasi susu dalam waktu singkat akan berkembang biak mencapai jumlah yang banyak. Air susu yang tercemar oleh bakteri biasanya disebabkan oleh manusia dan lingkungan, seperti udara yang kotor pada saat pemerahan dan petugas yang tidak memperhatikan kebersihan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Kecamatan Pekuncen dan Laboratorium Kesehatan Daerah Purbalingga. Jumlah populasi 80 peternak dengan sampel 44 peternak dan susu sapi yang diukur kualitas mikrobiologinya dengan metode Total Plate Count (TPC). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut kebersihan sapi 70,5% tidak memenuhi syarat, higiene pemerah 59,1% tidak memenuhi syarat, sanitasi kandang 61,4% tidak memenuhi syarat, kualitas fisik air 100% memenuhi syarat, sanitasi peralatan 65,9% tidak memenuhi syarat, dan kualitas mikrobiologi 77,3% memenuhi syarat. Dari hasil uji hubungan, variabel yang berhubungan dengan angka kuman adalah kebersihan sapi (0,021), higiene pemerah (0,003), sanitasi kandang (0,004), dan sanitasi peralatan (0,009), sedangkan untuk uji hubungan secara bersamaan hasil menunjukkan tidak signifikan (0,998). Berdasarkan hasil penelitian maka saran untuk peternak kedepannya akan lebih baik jika memandikan sapi secara rutin yaitu 2 kali sehari sebelum pemerahan, mencuci tangan dan menggunakan pakaian kerja sebelum dan saat pemerahan serta membersihkan peralatan perah dengan desinfektan atau air panas. The secretion of milk is normal from the mammary glands mammals. Cow milk is goog food for human and also to bacteria. Bacteria contaminating the milk in a short time will breed reach numbers. Water milk contaminated by bacteria usually caused by human and environment as air dirty at the time of a reddening and the officers did not pay attention to hygiene. The kind of research quantitative used is with the methods of observational and analytic used the cross sectional. Research sites in district Pekuncen and laboratory ragional health in Purbalingga. A population of 80 with sampel rancher 44 and dairy milk measured quality mikrobiologi with a method of total plate count (TPC). The research risult is as follows cleanliness cow 70,5% not qualified, higiene rouge 59,1% not qualified, sanitation enclosure 61,4% not qualified, physical qualities water 100% qualified, sanitation equipment 65,9% not qualified, and quality of mikrobiology 77,3% qualified. As a result, the relationship a variabel that deals with the germ is cleaness cow (0,021) higiene rouge (0,003) sanitation enclosure (0,004) and sanitation equipment (0,009) while simultaneosly for the test results show insignificant (0,998). Based on the result of research and advise for farmers would be better if washing away cattle routinely namely 2 times a day beforfe a reddening, wash your hands and using work clothes before and when a reddening and cleaned up of dairy equipment with a desinfectant or hot water.
85779007E1A007224PENYIARAN AGAMA KEPADA ORANG YANG TELAH BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM DAN HAMSetiap agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan perdamaian. namun dalam sejarahnya semua agama hampir selalu terdapat catatan peristiwa yang menodai agama itu sendiri.
Tak dapat disangkal , manusia secara naluriah ingin diterima oleh orang lain dengan segala keberadaannya, bahkan ingin mempengaruhi orang lain agar mengikuti kehendaknya. Oleh karena itu hal itupun terjadi pada kehidupan beragama. Di sisi lain setiap orang memiliki pengalaman spiritual sendiri dan tentu saja ingin hidup dengan apa yang ia percayainya sendiri. Di sinilah masalah mulai muncul, dan masalah itu menjadi semakin besar ketika konflik manakala menyebarkan agama dalang kerangka kepercayaan menjlanakan perintah agama dan upahnya masuk ke surga. Kegiatan penyebaran agama acap kali tidak lagi menunjukkan karakter agama yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan perdamaian tetapi berubah menjadi kegiatan penaklukan dan penindasan.
Harus diakui dengan jujur hal ini juga terjadi di Indonesia. Sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah titandai dengan perebutan dominasi agama. Hal ini jelas terbaca dalam sejarah pembukaan konstitusi. Piagam Jakarta adalah dokumen sejarah kompromi antara partai-partai Islam dan nasional di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menjembatani perbedaan (pemisahan) agama dan negara.
Perangkat hukum telah diterbitkan dalam berbagai tingkat kewenangan tetapi tidak memecahkan masalah. Persoalan penyebaran agama terus berlangsung. Akhir-akhir ini bahkan tindakan kekerasan dan intoleransi agama yang berkembang pesat.
Mampukah hukum menyelesaikan masalah seputar penyebaran agama kepada orang-orang yang sudah memiliki agama yang berbeda ? Mampukah hukum melindungi (pemeluk) agama minoritas ? Meskipun berbagai kenyataan memberi jawabanan: tidak, bagaimanapun hukum di Indonesia harus mampu mengatasi masalah ini. Oleh karena itu di sinilah pentingnya membahas sekitar PENYIARAN AGAMA KEPADA ORANG YANG TELAH BERAGAMA, DALAM PERSPEKTIF HUKUM DAN HAM
Every religion teaches human values, justice and peace. but in the history of all religions is almost always a record of events that tarnish the religion itself.
Undeniable humans instinctively want to be accepted by any other person of its existence, even want to influence in order to follow his will. Thus it happened about religious life. The thing everyone has his own spiritual experience and of course want to live what he believes himself. This is where the problems begin to emerge, it becomes even greater when the conflict in order to spread the religion to reward the confidence enter to heaven. Proselytizing activities no longer indicate that her character teaches human values, justice and peace but turned into subjugation and conquest activities.
Recognized to be honest this thing also happened in Indonesia. Since the establishment of the unitary state of Indonesia over the issue of seizure is characterized by the dominance of religion. It is clearly legible in the history of the preamble of the constitution. Jakarta Charter is a historical document of compromise between the Islamic and national parties in Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) to bridge the differences in religion and the state.
Law has been published in various levels of authority but does not solve the problem. Even so, yet the issue of proselytizing continued. Lately even acts of violence and religious intolerance is rapidly evolving.
Could resolve legal issues surrounding the spread of religion to the people who have different religions? Could the law protects religious minorities? Despite the fact answer: no. law in Indonesia should be able to resolve this issue. Therefore the importance of discussing about SPREADING OF RELIGION TO PEOPLE WHO HAVE DIFFERENT RELIGIOUS, PERSPECTIVES IN LAW AND HUMAN RIGHTS
85789010H1K009026ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR BUNTON KABUPATEN CILACAPPenelitian ini berjudul “Analisis Perubahan Garis Pantai di Pesisir Bunton Kabupaten Cilacap”. Latar belakang penelitian ini adalah berlandaskan dari dampak perubahan garis pantai khususnya abrasi yang dapat mengancam keberadaan lokasi pemukiman wilayah pesisir, prasarana jalan dan hilangnya sebagian lahan. Tujuan penelitian adalah mengetahui perubahan luas pantai dan panjang garis pantai serta mengetahui faktor dominan penyebab perubahan garis pantai di Pesisir Bunton. Metoda yang digunakan adalah deskriptif dengan membandingkan ketiga citra multi temporal. Data yang digunakan adalah data meteorologi dan data penginderaan jauh. Hasil analisis citra Landsat 7 ETM+ yaitu perubahan luas pantai di Pantai Bunton Kabupaten Cilacap tahun 2004 hingga tahun 2013 adalah pengurangan luas pantai (Abrasi) sebesar 368.525,2 m2. Perubahan total panjang garis pantai tahun 2004 hingga dengan tahun 2013 adalah sebesar 3.582,57 m. Faktor lingkungan seperti faktor alam seperti angin dan gelombang serta faktor kegiatan manusia seperti penambangan pasir, reklamasi pantai dan tidak adanya vegetasi pantai sebagai pertahanan alami (natural coastal defence) menjadi faktor dominan penyebab perubahan garis pantai dan meningkatkan laju abrasi di pesisir Bunton.This study, entitled "Analysis of Coastal Shorelines Movement in Bunton Cilacap". The background of this research is based on the impact of changes in particular shoreline abrasion that can be threaten the existence of the settlement location of coastal areas, road infrastructure and the loss of part of the land. The study aimed to determine the movement of broad beach and shoreline and to determine the dominant factor of shoreline changing in Bunton Beach. The method used is to compare the three multi- temporal imagery. The meteorological data and remote sensing data is used in this research. The results of Landsat 7 ETM+ is total coastal area changed from 2004 to 2013 have a reduction area square (Abrasion) of 368,525.20 m2. The Bunton’s Beach total shoreline changed length from 2004 to 2013 of 3,582.57 m. Environmental factors like natural factors include wind and waves as well as factors of human activities like sand mining, land reclamation and the absence of coastal vegetation as a natural defense (natural coastal defense) became the dominant factor cause the change and increase the rate of shoreline erosion in the coastal Bunton.
85799012F1C010009PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL PATH SEBAGAI BENTUK PENAMPILAN CITRA DIRIPenelitian ini mengambil judul “Penggunaan Jejaring Sosial Path Sebagai Bentuk Penampilan Citra Diri”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan jejaring sosial Path dan alasan penggunaan jejaring sosial Path, mengetahui dan mendeksripsikan bagaimana jejaring sosial Path menjadi sebuah sarana bentuk menampilkan citra diri penggunanya, serta mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana pengguna menunjukan citra dirinya melalui jejaring sosial Path.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan paradigma konstruktivisme yang merupakan pemahaman berdasarkan pengamatan dan objektivitas dalam menemukan realitas atau ilmu pengetahuan. Paradigma konstruktivisme digunakan juga untuk memahami dunia sosial subjek penelitian ini. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dan didukung oleh dokumentasi guna memperoleh informasi dari data yang didapat.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pembentukan dan penampilan citra diri seseorang dapat dilakukan di dalam sebuah jejaring sosial, termasuk jejaring sosial Path. Penampilan citra diri yang dilakukan di dalam jejaring sosial Path dilakukan melalui posting pengguna untuk dibagikan ke pengguna lainnya. Bentuk posting yang disampaikan di dalam jejaring sosial Path merupakan sebuah bentuk komunikasi di antara pengguna satu dan yang lainnya untuk saling berbagi kehidupan sehari-hari. Intensitas penggunaan jejaring sosial Path juga mempengaruhi interaksi di dalam media sosial tersebut, karena interaksi inilah adalah bentuk aktivitas yang dilakukan guna membentuk dan menampilkan citra diri seseorang. Citra diri yang dibentuk dan di tampilkan di dalam jejaring sosial Path mempunyai pengaruh terhadap citra diri di dunia nyata seseorang. Hal ini menunjukan bahwa media sosial mampu menjadi sebuah fasilitas yang mudah dalam membentuk citra diri seseorang di dalam kehidupan sehari-hari.
The title of this research is “The Use of Path as a form of Self Image”. This research aims to find out and describe the use of Path as a social media and the reason behind, to find out and describe how, Path, as a social media can be a media for the users to show their self image. The research also aims to find out and describe how the users show their self image through Path.
The analysis method used in this research is qualitative descriptive with the constructivism paradigm. This paradigm is a comprehension based on the observation and objectivity to find reality or knowledge. The constructivism paradigm also used to understand the subject of this research. This research uses observation and in-depth interview to collect the data that are needed. Documentations also used to support this research.
The result of this research shows that the forming of self image can be done through social media, such as Path as an example. The forming of self image can be shown from the posting of users, as the main activity on Path. This posting is a form of communication among Path users that later can be used as a media to share everyday life. The intensity of Path users when posting can affect the interaction inside the Path world itself, because this interaction is a form of activity that is done to show and create someone’s self image. The self image that is created on Path has an influence towards the reality of Path users. This shows that social media can be an easy way to form someone’s self image in their everyday life.
858010596F1F010072WARIS DIRIE’S STRUGGLES TO GET HER RIGHT AND DREAM REFLECTED IN DESERT FLOWER: THE EXTRAORDINARY JOURNEY OF A DESERT NOMAD NOVEL WRITTEN BY WARIS DIRIE AND CATHLEEN MILLERABSTRAK

Putri, Kartika. 2014. Waris Dirie’s Struggles to Get Her Right and Dream Reflected
in Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad Novel Written by Waris Dirie and Cathleen Miller. Skripsi. Program Studi Bahasa Inggris. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Dibimbing oleh: Mia Fitria Agustina, S.S., M.A., Eni Nur Aeni, S.S, M.A., and Rizki Februansyah, S.S., M.A.

Kata kunci: perjuangan, penindasan patriarkhal, liberal feminis

Penelitian yang berjudul “Waris Dirie’s Struggles to Get Her Right and Dream Reflected in Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad Novel Written by Waris Dirie and Cathleen Miller” bertujuan untuk menemukan perjuangan yang Waris Dirie lakukan melawan penindasan partriarkhal untuk mendapatkan hak dan impiannya dalam novel Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad. Penelitian ini menggunakan teori liberal feminis untuk mendukung analisis. Sebagai tambahan, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Beberapa langkah di ambil dalam penelitian ini. Langkah pertama adalah membaca novel Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad berulang kali untuk memahami isinya dan mengumpulkan data yang relevan dengan tujuan analisis. Langkah kedua adalah mengidentifikasi teks yang mengandung perjuangan dari Waris Dirie untuk mendapatkan hak dan impiannya yang didukung oleh teori liberal feminis. Langkah ketiga adalah menganalisa data dari perjuangan menggunakan teori liberal feminis dan bukti di dalam novel.
Berdasarkan analisa yang ada, ada beberapa penindasan patriarkhal di Africa yang dapat ditemukan dalam novel Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad. Penindasan yang terjadi menyebabkan Waris Dirie berjuang untuk mendapatkan hak dan impiannya yang telah direnggut oleh pria. Perjuangan yang Waris Dirie lakukan untuk dirinya adalah membebaskan diri dari batasan ekonomi dan membebaskan diri dari penindasan seksual. Perjuangan yang pertama untuk membebaskan diri dari batasan ekonomi bertujuan untuk mendapatkan kemerdekaan dalam menghasilkan uang untuk dirinya dalam perkerjaan apapun. Perjuangan yang kedua untuk membebaskan diri penindasan sexual bertujuan untuk mendapatkan kemerdekaan untuk mengontrol seksualitas dan organ seksualnya.
ABSTRACT

Putri, Kartika. 2014. Waris Dirie’s Struggles to Get Her Right and Dream Reflected
in Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad Novel Written by Waris Dirie and Cathleen Miller. Thesis. English Study Program. English Language and Literature Department. Faculty of Humanities. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. Supervised by Mia Fitria Agustina, S.S., M.A., Eni Nur Aeni, S.S, M.A., and Rizki Februansyah, S.S., M.A.

Key words: struggles, patriarchal oppression, liberal feminist

The research entitled” Waris Dirie’s Struggles to Get Her Right and Dream Reflected in Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad Novel Written by Waris Dirie and Cathleen Miller” aims to find out the struggles that Waris Dirie does against the patriarchal oppression to gain her right and dream in novel Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad. This research uses liberal feminist theory to support the analysis. In addition, the analysis in this research uses descriptive qualitative method.
Some steps are taken to analyze this novel. The first step is reading Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad novel repeatedly to understand the content and collecting the relevant data with the analysis’ aim. The second step is identifying texts which consist of struggles from Waris Dirie to get her right and dream which are supported by liberal feminist theory. The third step is analyzing the data of the struggles by using liberal feminist theory and evidences from the novel.
Based on the analysis, there are some patriarchal oppressions in Africa found in Desert Flower: The Extraordinary Journey of a Desert Nomad novel. The oppressions that happen lead the struggles in Waris Dirie’s life to gain the right and dream which have been taken away by men. The struggles that Waris Dirie does for herself are releasing from economic limitation and releasing from sexual oppression. The first struggle to release from economic limitation aims to get freedom in gaining money for herself in any job. The second struggle to release from sexual oppression aims to get freedom to control her sexuality and the sexual organ.