Artikelilmiahs
Menampilkan 8.461-8.480 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 8461 | 10560 | B1J010176 | PERBEDAAN STRUKTUR KOMUNITAS DAN KARBON TERSIMPAN MANGROVE PADA AREA RESTORASI DI SEGARA ANAKAN CILACAP | Segara Anakan Cilacap merupakan laguna yang dikelilingi oleh hutan mangrove terluas di Pulau Jawa. Mangrove memiliki peran yang penting salah satunya adalah dalam proses penyerapan karbon. Kondisi mangrove yang semakin menurun dikarenakan alih fungsi dan illegal loging dapat mempengaruhi struktur komunitas dan karbon tersimpan pada mangrove. Penelitian bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove dan karbon tersimpan di area restorasi. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik plot sampling yang diletakkan secara acak pada tiap stasiun. Lima stasiun ditentukan berdasarkan kondisi yang ada, yaitu stasiun A umur restorasi 12 tahun, stasiun B umur restorasi 7 tahun, stasiun C umur restorasi 2 tahun, stasiun D kondisi rusak akibat bekas tambak, stasiun E kondisi rusak akibat illegal loging. Analisis data dilakukan dengan cara mengetahui indeks nilai penting, pengelompokan dengan Cluster Analysis, dan indeks keragaman menggunakan Shannon Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan struktur komunitas pada area restorasi kategori pohon terdapat 7 spesies dengan kerapatan rata-rata 14,29 ind.ha-1. Kerapatan tertinggi terdapat pada stasiun A umur restorasi 12 tahun sebesar 77,78 ind.ha-1. Indeks Nilai Penting (INP) yang dominan terdapat pada spesies Bruguiera gymnorrhiza sebesar 91,24%. Kategori anakan pohon terdapat 8 spesies dengan kerapatan rata-rata 816,67 ind.ha-1. Kerapatan tertinggi terdapat pada stasiun B umur restorasi 7 tahun sebesar 3644,44 ind.ha-1. INP yang dominan terdapat pada spesies Rhizophora mucronata sebesar 103,99%. Rata-rata karbon tersimpan pada kategori pohon stasiun A sebesar 4,49 ton.ha-1 dan stasiun E sebesar 0,96 ton.ha-1. Nilai tertinggi terdapat pada stasiun A umur restorasi 12 tahun. Kategori anakan pohon pada stasiun A sebesar 4,85 ton.ha-1, stasiun B 7,61 ton.ha-1, stasiun C 0,77 ton.ha-1, stasiun D 2,36 ton.ha-1, stasiun E 6,66 ton.ha-1. Nilai tertinggi terdapat pada stasiun B umur restorasi 7 tahun. | Segara Anakan Cilacap is a lagoon surrounded by the largest mangrove forest in Java. Mangrove has important fuction as a carbon sequester, but this process can be affected by mangrove degradation due to illegal loging and conversion. Restoration activities at Segara Anakan mangrove area can affect it’s community structure and carbon. This research aimed to determine the difference of mangrove community structure, and to know the carbon stored at restoration area. Research using survey methods with random sampling technique. Sampling at 5 stations with different conditions, the station A restoration 12 years old, station B restoration 7 years old, station C restoration 2 years old, station D damaged condition due to mangrove conversion, station E conditions damaged by illegal loging. Analysis data with INP important value index, Shannon wiener diversity index, and cluster analysis. The results showed that the differences in community structure at different restoration area hed 7 categories of tree species with an average density of (14.29 ind.ha-1). the highest density waslocated at station A (77.78 ind.ha-1). The Important Value Index of the dominant species found is Bruguiera gymnorrhiza which was about 91.24%. Seedling category had 8 spesies with average density (816,67 ind.ha-1). Highest density at station B restoration 7 years old by (3644,44 ind.ha-1). Important value index dominant by Rhizopora mucronata contained 103,99%. Average karbon stored in tree category at station A (4,49 ton.ha -1), and station E (0,96 ton.ha-1). The highest value at station A restoration 12 years old. Seedling category at station A (4,85 ton.ha-1), station B (7,61 ton.ha-1), station C (0,77 ton.ha-1), station D (2,36 ton.ha-1), station E (6,66 ton.ha-1), the highest value at station B restoration 7 years old. | |
| 8462 | 12054 | H1A011016 | OPTIMASI KADAR PEWANGI TERHADAP KUALITAS SABUN ANTIOKSIDAN DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L.) | Sabun mandi merupakan produk turunan dari minyak. Salah satu jenis sabun mandi yang dikembangkan saat ini adalah sabun antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar pewangi yang ditambahkan pada formulasi sabun antioksidan yang menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dan sesuai dengan SNI 06-3532-1994. Uji yang dilakukan terhadap sabun antioksidan meliputi uji pH, kadar air, asam lemak total, asam lemak bebas, lemak netral, stabilitas busa, dan uji aktivitas antioksidan sabun. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap nonfaktorial dengan variabel bebas minyak atsiri jeruk manis sebagai zat pewangi. Hasil yang menunjukkan beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun antioksidan dengan penambahan pewangi 5% (SAP5) memiliki karakteristik terbaik. Sabun antioksidan tersebut memiliki nilai pH 9,93; kadar air 17,92%; jumlah asam lemak total 55,44%; asam lemak bebas 0,47%; lemak tak tersabunkan atau lemak netral 11,09%; stabilitas busa 20,3%; dan kemampuan meredam radikal bebas DPPH (Diphenylpicrylhydrazyl) sebesar 27,67%. Sedangkan sabun antioksidan yang menghasilkan persen peredaman (inhibisi) terbaik adalah sabun antioksidan dengan penambahan pewangi 1% sebesar 28,28%. | Body soap is derivated product from oil. One kind of body soap that has been developed until now is antioxidant soap. The aim of this research are to know fragrance content that is added to antioxidant soap formulation that produced best antioxidant activity and appropriate of SNI 06-3532-1994. The tests has done to antioxidant soap include pH test, water content, total fatty acid, free fatty acid, unsaponification fatty or neutral fatty, foam stability, and test of antioxidant soap activity. Data analysis used in this research is nonfactorial random complete design with free variable volatile oil of Citrus sinensis L. as fragrance. The result that had showed significant different was continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with a confidence level of 95% (α=0,05). The research result showed antioxidant soap that was added by 5% of fragrance (SAP5) has best characteristic. It has pH value 9.93; water content 17.92%; total fatty acid 55.44%; free fatty acid 0.47%; unsaponification fatty or neutral fatty 11.09%; foam stability 20.3%; and ability of inhibiting free radical of DPPH (Diphenylpicrylhydrazyl) 27.67%. Whereas the antioxidant soap that was produced best inhibition persen is antioxidant soap that was added by 1% of fragrance 28.28%. Key words: Antioxidant, fragrance, soap | |
| 8463 | 12067 | A1L010110 | OPTIMALISASI PEMANFAATAN Azolla microphylla SEBAGAI SUMBER NUTRISI MELALUI INOKULASI SEGAR DAN APLIKASINYA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAMAN PADI SAWAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Pengaruh inokulasi Azolla dalam bentuk segar (hidup) terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah, 2). Konsentrasi paling tepat pupuk organik cair berbahan Azolla dan urin kambing untuk meningkatkan hasil padi sawah, 3). Interaksi inokulasi Azolla dan penyemprotan pupuk organik cair berbahan dasar urin kambing dan Azolla. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diuji adalah (1) Inokulasi Azolla microphylla yaitu tanpa inokulasi Azolla (A0) dan dengan inokulasi Azolla 200 g/m2 (A1). (2) Konsentrasi aplikasi pupuk organik cair yaitu 0 cc/l (K0), 20 cc/l (K1), 40 cc/l (K2) dan 60 cc/l (K3). Hasil penelitian menunjukkan inokulasi azolla meningkatkan jumlah gabah hampa per malai 2,96 bulir, meningkat bobot gabah kering per rumpun 17,19%. Waktu yang dibutuhkan Azolla untuk menutup lahan 100% berkisar 14-16 hari, dan produksi biomasa azola 1640,2 g/m2. Pupuk organik cair meningkatkan variabel jumlah anakan, jumlah anakan produktif, bobot jerami per rumpun, jumlah gabah isi per malai, bobot gabah kering per rumpun, dan produksi biomasa azolla. Pupuk organik cair 60cc/l menunjukkan nilai tertinggi pada rata-rata variabel: jumlah anakan 22,3 batang, jumlah anakan produktif 16,26 batang, bobot jerami per rumpun 32,10 g, jumlah gabah isi per malai 139,90 bulir, meningkatkan bobot gabah kering per rumpun 27,80% dan biomasa azolla 1964 g/m2. | This research was aimed to know: 1) the effect of Azolla inoculation in the form of fees (live ) on growth and paddy yield, 2 ) the best concentration of organic liquid fertilizer made from goat urine and Azolla to improve the yield of paddy , 3) the interaction of Azolla inoculation and sprayed liquid organic fertilizers of urine and Azolla goat. The experimental design was factorial randomized block design (RBD) with 3 replications. The first factor was the Azolla microphylla inoculation ie not in the inoculation Azolla and with 200 g/m2 inoculation Azolla. Second factor was concentration of the demand for liquid organic fertilizer 0 cc/l , 20 cc/l , 40 cc/l and 60 cc/l. The results showed the Azolla inoculation increase the number of unfiled grains per panicle (2.96 grains), increase in the dry weight of grain per panicle (17,19 %), the time of Azolla to cover 100% land was about 14-16 days, and biomass production Azola 1640.2 g / m2. Liquid organic fertilizers increased variable number of tillers , number of productive tillers , straw weight per panicle , number of filled grains per panicle dry weight of grain per hill, Azolla biomass production. Liquid organic fertilizer at concentration 60 cc/l showed highest value of the average variable number of tillers (22.3 rods) , the number of productive tillers (16.26 rods), straw weight per panicle (32.10 g), number of filled grains per panicle (139.90 grains) , weight of grain per panicle (27,80%) and Azolla biomass 1964 g/m2. | |
| 8464 | 11837 | F1B010070 | Evaluasi Dampak Program Laboratorium Lapang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Lab Site PMD) terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Serang, Kabupaten Purbalingga | Pemberdayaan masyarakat dewasa ini menjadi alternatif pilihan pemerintah untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan khususnya di perdesaan. Laboratorium Lapang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Lab Site PMD) adalah program dari Kementerian Dalam Negeri, yang dijadikan sebagai salah satu wadah pengembang model pemberdayaan masyarakat. Lab Site PMD memegang peranan penting untuk menciptakan berbagai program yang layak untuk diterapkan di desa seluruh Indonesia. Desa Serang sebagai salah satu desa pelaksana Lab Site PMD mengembangkan model pemberdayaan berupa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak program terhadap peningkatan pendapatan masyarakat Desa Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan adalah adanya pengaruh yang diberikan program Lab Site PMD terhadap peningkatan pendapatan masyarakat Desa Serang. Namun tingginya pendapatan juga diikuti dengan tingginya kebutuhan masyarakat yang membuat peningkatan pendapatan yang ada belum meningkatkan kesejahteraan masyarakat. | Now community empowerment has become an alternative options for poverty reduction by government, especially in rural areas. Lab Site PMD is a program from Ministry of Internal Affair, which is used as one container developer community empowerment models. Lab Site PMD plays an important role to create a viable program to be implemented in villages throughout Indonesia. Serang village as one of the implementer of Lab Site PMD, develop empowerment model in the form of Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) to increase incomes. This study aimed to evaluate the impact of the program on improvement of people's income in Serang village. The method used in this research is quantitative with survey method. The sampling technique used was simple random sampling. Results of research can be concluded is the influence exerted Lab Site PMD program to improve household incomes village of Serang. But the high income is also followed by the high demand for people who make no increase in income has not increased social welfare. | |
| 8465 | 8953 | E1A010069 | Perlindungan Hak Cipta (Studi Terhadap Kasus Film Soekarno : Indonesia Merdeka) | Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual di Indonesia saat ini diperlukan, baik secara moral, etika maupun hukum, mengingat bahwa hukum HKI telah menjadi salah satu hukum positif di Indonesia, termasuk Hak Cipta. Pengaturan mengenai Hak Cipta sendiri telah mengalami beberapa kali perubahan, dan yang terbaru dibentuklah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. Hak Cipta sebagai bagian dari Hak Kekayaan Intelektual menurut pembagian Convention Establishing The World Intellectual Property Right mengatur beberapa karya cipta yang dilindungi, salah satunya karya sinematografi. Secara umum, semua karya cipta yang diatur dalam Pasal 12 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, dilindungi oleh hukum, karena karya cipta memiliki resiko untuk adanya pelanggaran hak cipta. Perlindungan atas karya cipta diperlukan sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan waktu dan tenaga pencipta, dan oleh karenanya hukum menjamin kedudukan pencipta. Pencipta berhak mendapatkan kembali waktu dan tenaganya baik secara ekonomi dan moral. Saat ini penegakan hukum Hak Cipta masih lemah, karena kurangnya edukasi dan sosialisasi terkait hak cipta. Pelanggaran yang umum terjadi terhadap hak cipta, khususnya terkait dengan hak moral dan hak ekonomi antara lain pembajakan maupun plagiat. Seperti yang terjadi pada kasus film Soekarno : Indonesia Merdeka, yang melibatkan Rachmawati dengan Hanung Bramantyo beserta Ram Punjabi. Terdapat indikasi bahwa tindakan Hanung dan Ram Punjabi telah melanggar hak moral Rachmawati. Atas dasar tersebut maka perlu dibahas bagaimana hukum hak cipta melindungi pihak-pihak dalam kasus tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum hak cipta atas kasus film Soekarno. Pembahasan dilakukan dengan metode penelitian hukum, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Penelitian ini menjelaskan pada peraturan hukum terkait serta doktrin terkait. Sumber bahan hukum hanya bahan hukum primer yakni peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan hukum hak cipta dan bahan hukum sekunder. Keseluruhan bahan hukum tersebut dianalisis secara preskriptif dengan disusun secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang utuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hak cipta dapat dilakukan baik secara preventif maupun represif. Perlindungan hak cipta diberikan kepada sebuah karya dibidang ilmu pengetahuan, seni atau sastra, dan karya tersebut haruslah diwujudkan secara nyata oleh pencipta dan merupakan karya asli, dalam bentuk yang khas dan pribadi. Perlindungan hak cipta bersifat deklaratif, artinya pendaftaran atas karya cipta bukan merupakan syarat utama agar dilindungi, perlindungan diberikan sejak karya cipta lahir. Atas kasus film Soekarno, Rachmawati tidak mendapatkan perlindungan hukum hak cipta atas film, karena secara hukum yang diakui sebagai pencipta adalah Ram Punjabi dan Hanung Bramantyo sesuai dengan Pasal 6 dan/atau Pasal 7 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. | The Protection of Intellectual Property Right nowadays are very needed in various ways, protection from moral sight, ethic sight, and law sight, because today as we know the intellectual property right has become one of the positive law that exist in Indonesia, including the copyright. The regulation of copyright itself had been changed a couple of time until now. Copyright as part of intellectual property right according to Convention Establishing The World Intellectual Property Right has manage a few protected copyrighted works, one of them is a cinematograph works. In general ways, all of copyrighted works that related with article 12 (1) Copyright Law, are protected by law, because all of the copyrighted works are very risk, and violation of that works can be happen in different ways. The protection of copyrighted works are extremely needed to give a rewards and guarantee the position of the authors. Recovery are needed for the authors both economical and moral. In reality, law as a social control related to copyright law still need to be improved. Society needs to know more about the copyright law, and it needs to be socialized. Piracy and Plagiarism are the common violation related to copyright. As it happens to the case of “Soekarno : Indonesia Merdeka”. As for that, this case are needed to discussed objectively how the law of copyright protect the people in that case. This research are focus to explain how the law of copyright protect the authors and how the law of copyright protect the copyrighted works. At the end of session, there are a few explanation how the copyright law protect both of the authors and the copyrighted works. First, there are two kind of protection, preventive and repressive. Second, the protection are given to the works that related with science, art, or literature. Third, to get a protection, the works has to be realized into something real, and not only just idea, and the works itself has to be original. Fourth, the protection of copyright are declarative, which is means the registration is not the main requirement to get the protection, and the protection is given when the copyrighted works are realized or already through the process of fixation. Based on the case, Rachmawati didn’t get the protection of the film, because legally Ram Punjabi and Hanung Bramantyo are the one who recognized as the authors of the film according to article 6 jo. article 7 copyright act of Indonesia. | |
| 8466 | 10561 | E1A011161 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PENGGUNA KANTONG PLASTIK HITAM (PLASTIK KRESEK) BERDASARKAN PASAL 4 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | Penelitian ini berjudul “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Pengguna Kantong Plastik Hitam (Plastik Kresek) Berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen”. Latar belakang penelitian ini adalah masih banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan kantong plastik hitam atau yang sering disebut sebagai plastik kresek untuk pemenuhan kebutuhan mereka dengan cara yang tidak tepat yaitu sebagai wadah makanan siap santap secara lansung dan masih banyak pula masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui bahaya dari penggunaan kantong plastik hitam tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normtif, yaitu suatu pendekatan yang menggunakan pendekatan legis positivis, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah normative kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Banyumas. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Perlindungan Konsumen pengguna kantong plastik hitam berdasarkan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen secara normatife telah terpenuhi karena banyak peraturan yang menggatur mengenai penggunaan plastik daur ulang sebagai wadah makanan, diantaranya yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pangan, dan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makan Republik Indonesia Nomor HK. 00.05.55.6497 Tentang Bahan Kemasan Pangan, walaupun dalam prakteknya masih banyak pelaku usaha yang melanggar peraturan dalam menjalankan usahanya dengan tidak memperhatikan kenyamanan, keamanan, keselamatan konsumen serta tidak memberikan informari yang benar dan jelas terhadap penggunaan dan kandungan yang ada di dalam kantong plastik hitam kepada konsumen yang menggunakannya. Berdasarkan penelitian tersebut, maka hendaknya pemerintah dan instansi yang terkait lebih optimal dalam melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha dan melakukan sosialisasi serta pembinaan kepada pelaku usaha maupun konsumen mengenai bahaya penggunaan plastik kresek sebagai wadah makanan siap santap agar konsumen tidak mengalami kerugian ketika menggunakan plastik kresek tersebut. | This study, entitled "Legal Protection Against User Consumer Plastic Bags Black (Plastic crackle) Under Article 4 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection". The background of this research are still many Indonesian people who use black plastic bags or often referred to as a plastic bag for the fulfillment of their needs in a way that is not right that a container of food ready to eat in directly and there are still many Indonesian people who do not know the dangers of the use of the black plastic bag. The approach used in this study is normtif juridical approach, ie an approach that uses legis positivist approach, whereas the method of analysis used is qualitative normative. This research was conducted at the Department of Health and the Department of Industry, Trade, and Cooperative Banyumas. Based on the survey results revealed that users Consumer Protection black plastic bag under Article 4 of Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection in normatife been met because many menggatur regulations regarding the use of recycled plastics as food containers, among which the Law No. 8 of 2012 About the Food and Drug Regulations and the Head of the Republic of Indonesia Number Eating HK. 00.05.55.6497 About Food Packaging Materials, although in practice there are many businesses that break the rules in the operations with no regard to comfort, safety, consumer safety, and does not give a true and clear informari on the use and content of which is in a black plastic bag to consumers who use them. Based on these studies, it should be the government and relevant agencies more optimal in controlling the business people and socialize as well as guidance to businesses and consumers about the dangers of plastic bag use as containers of food ready to eat so that consumers do not suffer losses when using the plastic bag. | |
| 8467 | 11050 | B1J010051 | DINAMIKA EKOSISTEM MANGROVE HOLOSEN SEBAGAI INDIKATOR PERUBAHAN MUKA LAUT BERDASARKAN BUKTI PALINOLOGINYA DI BANJIR KANAL TIMUR SEMARANG | Palinologi merupakan ilmu tentang polen, spora dan palinomorf, baik yang masih hidup atau yang sudah terfosilkan. Serbuk sari (polen) dan atau spora dari tumbuhan mangrove baik masa sekarang atau masa lampau dan telah terendapkan dalam sedimen serta telah terfosilkan merupakan bukti palinologi. Fosil polen dan spora dari tumbuhan mangrove yang berada di lapisan sedimen dapat memberikan gambaran tentang vegetasi dan perubahan muka laut dimasa lampau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman tumbuhan mangrove holosen, mengetahui dinamika vegetasi mangrove holosen dan mengetahui perubahan muka laut holosen di Banjir Kanal Timur Semarang berdasarkan bukti fosil polen. Penelitian ini menggunakan metode survai, dengan pengambilan sampel secara stratified sampling yang dilakukan di Banjir Kanal Timur Desa Tanggungrejo Kecamatan Gayamsari Semarang Jawa Tengah. Penelitian ini terdiri dari penelitian lapangan dan laboratorium. Sampel sedimen sebanyak 40 dipreparasi menggunakan metode standar preparasi fosil polen yang sudah dimodifikasi. Hasil penelitian di Banjir Kanal Timur berdasarkan fosil yang ditemukan pada sampel 1-40 memiliki keanekaragamaan tumbuhan yang rendah dan didominasi oleh beberapa species yaitu dari vegetasi NAP, kehadiran taksa NAP lebih dominan dari pada taksa AP, ini menunjukkan vegetasi tumbuhan tidak berkayu lebih berkembang pada masa lampau, sedangkan berdasarkan analisis kurva gambaran perubahan muka laut terbagi kedalam 3 zona yakni zona I muka laut mengalami penurunan (regresi), pada zona II muka laut mengalami kenaikan (transgresi), dan pada zona III muka Laut mengalami penurunan (regresi). | Palynology is the study of pollen, spores and palinomorf, which still alive or it has been fossilized. Pollen or spores of mangroves either the present or the past has been deposited in the sediment which has been fossilized is an evidence of Palynology. Fossil pollen and spores of mangroves which are in layers of sediment, provide an overview about the conditions of vegetation and sea level changes in the past. The purpose of this reseach is to determine the diversity of Holocene mangrove, to know the dynamics of Holocene vegetation and to know the Holocene sea level changes the Flood Canal in the East Semarang based on fossil pollen evidence. The research was conducted in the East Flood Canal Village Tanggungrejo District of Gayamsari, Semarang City, Central of Java. The research used survey method namely stratified sampling method. This research consist of field and laboratory work. Sediment samples upto 40 were prepared using standard methods of fossil pollen preparation that has been modified. The results of this research which conducted in the East Flood Canal based on the fossils which are found in samples 1-40 has low diversity and dominated by a few species that is from NAP vegetation, NAP more dominant taxa presence of the taxa AP, this shows no woody vegetation plant is more developed in the past, while based on the analysis of curve description of changes in sea level divided into three zones namely the first zone of sea level decreased (regression), the second zone of sea level rise (transgression), and in zone III the seal level decreased (regression). | |
| 8468 | 11276 | G1A011097 | HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN TINGKAT DEPRESI DAN KECEMASAN PASIEN KARSINOMA NASOFARING DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Latar belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan penyakit dengan insidensi tinggi di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia dengan insidensi 6,2 kasus per 100,000 penduduk per tahun. Pada tahun 2007, Jawa Tengah disebutkan sebagai provinsi dengan jumlah kasus KNF tertinggi. Diagnosis, terapi, dan gangguan fungsional dari penyakit ini dapat menimbulkan depresi dan kecemasan. Penyakit ini juga masih dianggap sebagai stressor yang mampu menimbulkan mekanisme koping pasien yang dapat mempengaruhi tingkat depresi dan kecemasan pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan mekanisme koping dengan tingkat depresi dan kecemasan pasien KNF di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto (RSMS). Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan sampel penelitian adalah pasien KNF yang sedang menjalani terapi di Unit Radioterapi RSMS pada bulan Januari 2014. Metode sampling yang digunakan adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Analisis bivariat menggunakan uji Koefisien Kontingensi dengan stratifikasi jenis kelamin. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran FK Unsoed. Hasil: Uji korelasi menunjukan bahwa terdapat hubungan yang tidak bermaknsa (p>0,05) antara mekanisme koping dengan tingkat depresi dan hubungan yang bermakna (p<0,05) antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan pasien KNF dengan kekuatan korelasi sedang (r=0,506). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara mekanisme koping dengan tingkat kecemasan, namun tidak dengan tingkat depresi pasien KNF di RSMS. | Background: Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a disease with high incidence in developing countries, such as Indonesia which has incidence rate of 6.2 cases per 100,000 populations per year. In 2007, Central Java is mentioned as the province with the highest number of cases of NPC. Diagnosis, treatment, and functional disorders of the disease can lead to depression and anxiety. The disease is also still considered a stressor that is capable of showing up the patient's coping mechanisms that can affect the patient's level of depression and anxiety. Objective: The aim of this study was to determine the correlation of coping mechanisms to depression and anxiety level in NPC patients of RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto (RSMS). Methods: The design of this study was analytical observational with cross-sectional approach and the sample was NPC patients who were undergoing treatment at RSMS Radiotherapy Unit in January 2014. The sampling method used was consecutive sampling with a total sample of 31 respondents. Bivariate analysis used was contingency coefficient with stratification tested for age, sex, education and income. This study was approved by the Research Ethics Committee of FK Unsoed. Results: The study results revealed the correlation between coping mechanism and the level of depression in NPC patients was not significant and the correlation between coping mechanisms and the level of anxiety in NPC patients were significant (p<0,05) with moderate strength (r = 0.506). Conclusion: It was concluded that the coping mechanism has a significant correlation to the level of anxiety, but not to the level of depression in NPC patients of RSMS. | |
| 8469 | 8956 | C1A010077 | Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Kedelai Di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas | Penelitian ini berjudul “Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani Kedelai Di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keuntungan yang yang diperoleh, pengaruh penggunaan faktor produksi yaitu luas lahan, bibit, tenaga kerja, dan pupuk terhadap produksi kedelai, serta untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi tersebut terhadap produksi kedelai di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Metode penelitian adalah survey dengan menggunakan simple random sampling dengan pertimbangan bahwa keadaan petani relatif homogen. Sampel penelitian ini terdiri dari 54 petani kedelai. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara berdasarkan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 1) tingkat keuntungan rata-rata per hektar lahan adalah Rp 4.378.250,73 dengan nilai R/C ratio sebesar 1,51. 2) hasil Uji F menunjukan bahwa variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, dan pupuk secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai. Kemudian hasi Uji t menunjukan bahwa variabel bibit dan tenaga kerja berpengaruh signifikan, sedangkan variabel luas lahan dan pupuk tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi kedelai di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. 3) Variabel bibit merupakan variabel yang belum efisien terhadap hasil produksi kedelai di Desa Sidamulih menurut hasil analisis Pengujian Efisiensi Alokatif. Sedangkan secara keseluruhan penggunaan variabel luas lahan, tenaga kerja, dan pupuk sudah efisien terhadap produksi kedelai di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas Implikasi dari penelitian ini adalah usahatani kedelai di Desa Sidamulih Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas masih layak untuk terus dikembangkan melalui pemilihan bibit kedelai yang lebih berkualitas. | This research is titled “Efficiency of The Production Factors Use of Soybean Farming in Sidamulih Village Rawalo Subdistrict Banyumas Regency”. The purpose of this research are to determine the benefits derived, the effect of the use of production factors, that is land wide, seeds, manpower, and fertilize to soybean production, and to determine the efficiency level of the use of production factors to soybean production in Sidamulih Village Rawalo Subdistrict Banyumas Regency. This research was conducted in Sidamulih Village Rawalo Subdistrict Banyumas Regency. Research method that utilized is survey method with simple random sampling to determine the sample, with the consideration that the farmers are relatively homogeneous. The sample of this research consist of 54 soybean farmers. Data collected with interviews based on questionnaire. The result showes that: 1) Profit rate average per hectare of land is Rp4.378.250,73 with the R/C ratio 1,51. 2) F-test result shows that land wide, seeds, manpower, and fertilize variable simultaniously have significant effect to soybean production. Then t-test result shows that seeds and manpower variable have significant effect, but land wide and fertilize variable do not have significant effect to soybean production in Sidamulih Village Rawalo Subdistrict Banyumas Regency. 3) Seeds variable is the variable that have not efficient yet to the soybean production in Sidamulih Village based on Allocative Efficieny test. While overall the land wide, manpower, and fertilize variable use are efficient to soybean production in Sidamulih Village. The implication of this reserach are the soybean farming in Sidamulih Village Rawalo Subdistrict Banyumas Regency is worth to develop through the selection of a higher quality soybean seed. | |
| 8470 | 8951 | A1C009017 | ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI PEPAYA BANGKOK DAN PEPAYA CALIFORNIA DI DESA LANGGONGSARI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Pepaya merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki beragam kegunaan dan hampir semua bagian tanaman pepaya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Desa Langgongsari Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas merupakan daerah potensial untuk pengembangan pepaya. Varietas yang dibudidayakan di desa tersebut pepaya Bangkok dan pepaya California. Petani lebih banyak menanam pepaya California dibandingkan pepaya Bangkok dengan anggapan pepaya California lebih menguntungkan. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan bersih usahatani papaya California dan papaya Bangkok dan tingkat efisiensi usahatani pepaya California dan pepaya Bangkok. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 20 orang anggota Gapoktan Antap. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C ratio serta uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa usahatani pepaya California menghasilkan pendapatan sebesar Rp 4.636.118,51 per tahun per hektar sedangkan usahatani pepaya Bangkok menghasilkan pendapatan sebesar Rp9.530.925,69 per tahun per hektar, sehingga usahatani pepaya Bangkok lebih menguntungkan dari usahatani pepaya California. Hasil R/C ratio usahatani pepaya Bangkok sebesar 1,39 lebih besar daripada pepaya California sebesar 1,17. Secara statistik usahatani pepaya California tidak berbeda nyata dengan usahatani pepaya Bangkok. Namun, secara riil usahatani pepaya bangkok efisien dari usahatani pepaya California. | Papaya is one of horticulture commodities that have various uses and almost all parts of the papaya plant can be used. In Langgongsari Village, Cilongok Subdistrict, Banyumas District is a potential area for the development of papaya. Plantation varieties of papaya in there such as Bangkok and California papaya. In there, plantation of California papaya more than Bangkok papaya with assuming California papaya have more profit than Bangkok papaya. As for this research aimed to determine the differences in net farm income and farm efficienct rate of California and Bangkok papaya. The research methods used case study with number of samples 20 respondents from Gapoktan Antap. The Analytics method that used are analysis of cost and income, analysis of R/C ratio and uji t. the result of this research show that income California papaya in a year time period is Rp 4.636.118,51 even income farming system of Bangkok papaya is Rp 9.530.925,69, so that result farming system of Bangkok papaya more profit than California papaya. R/C ratio analysis farming system of Bangkok is 1,39 more much from California papaya with R/C ratio is 1,17. Finally, farming system of California papaya not real difference with Bangkok papaya. Actualy, farming system of Bangkok papaya more efficient than California papaya. | |
| 8471 | 8954 | E1A109027 | KEWENANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) DALAM MENJALANKAN USAHA PENGELOLAAN AIR MINUM DI KABUPATEN PURBALINGGA | ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kewenangan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga didalam mengelola air minum di daerah Kabupaten Purbalingga berdasarkan Perda No. 8 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode pendekatan secara yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode penyajian data dalam bentuk uraian yang dibentuk secara sistematis. Kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan tentang kewenangan PDAM adalah 1) PDAM Kabupaten Purbalingga mempunyai kewenangan di dalam melakukan pengelolaan air minum kepada masyarakat, melalui pengaturan dan mekanisme berdasarkan Perda No. 8 Tahun 2008 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Purbalingga, dan 2). Secara teknis kewenangan PDAM Kabupaten Purbalingga dalam memberikan pelayanan yang diberikan meliputi : pemasangan baru (sambungan rumah), penanganan kebocoran pipa pendistribusian, pelayanan pembayaran rekening tagihan air dengan sistem manual, pelayanan air tangki diberikan kepada pelanggan yang tidak mendapatkan pasokan air dan pemeriksaan kualitas air bersih. Kata kunci : PDAM, yuridis normatif, kewenangan | ABTRACT This research is aimed to analyze the authority of the Regional Water Company (PDAM) Purbalingga in managing drinking water. The authority base on the Regulation No. 8 Year 2008 on Regional Water Company of Purbalingga. The method uses normative approach. Specifications of the research is descriptive. Methods of data presentation in the descriptions systematically. Base on the research has conclusion that the authority of PDAM are 1) The PDAM of Purbalingga has the authority to been taken the management of publict drinking water base on the Regulation No. 8 Year 2008 on Regional Water Company 2) Technically authority in providing services such as new installation (home connection), handling the distribution pipe leaks, water bill payment manual system, tank water service provided to customers when are not getting water supply and water quality checks. Key words : PDAM, normative yuridction, authority | |
| 8472 | 8955 | E1A009228 | TINJAUAN ATAS PEMBERITAAN YANG BERINDIKASI ADANYA PENCEMARAN NAMA BAIK OLEH MEDIA MASSA DALAM PERSPEKTIF KODE ETIK JURNALISTIK DAN UNDANG-UNDANG PERS NO. 40 TAHUN 1999 | Media massa dewasa ini berkembang semakin pesat, selain menjadi alat kontrol sosial media, penghubung masyarakat , media massa juga menjadi pembentuk oponi masyarakat. jurnalis diberikan kebebasan pers yang cukup besar, menciptakan kesenjangan yang dapat menjadi momok wartawan sendiri dan masyarakat, bebasnya jurnalis memberitakan suatu peristiwa atas nama kebebasan pers terkadang kurang mengontrol pers itu sendiri untuk memberitakan suatu berita yang sesuai dengan kaidah etik jurnalistik hingga menimbulkan suatu pencemaran nama baik yang berdampak kepada pelanggaran kode etik maupun pelanggaran undang-undang nomor 40 tahun 1999, bisa juga diperkarakan lewat jalur pidana maupun perdata. Pers memang dilindungi kebebasannya , namun masyarakat juga dilindungi hak nya untuk melakukan perlawanan juga diindikasikan ada pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pers. Kode etik pers itu sendiri memuat norma-norma jurnalistik yang harus dianut dan menjadi suatu pedoman para jurnalis agar meminimalisir terjadinya salah tulis berita ataupun fitnah yang menimbulkan suatu bentuk pencemaran nama baik. Masyarakat juga dilindungi dan diberi beberapa hak seperti hak jawab, hak koreksi juga mekanisme late of reply untuk memulihkan nama baiknya jika terjadi pencemaran nama baik. Media massa memang dilindungi oleh kebebasan pers, namun masyarakat juga perlu dilindungi dari hal – hal maupun kemungkinan negatif dari salah penulisan yang menimbulkan fitnah pencemaran nama baik Kata kunci :pers, media massa, kode etik jurnalistik, pencemaran nama baik | The mass media today is growing more rapidly, besides being a tool of social control media, connecting peoples, mass media also be forming community opinion. Journalist is given freedom of the press which is quite large, creating a gap that can be the scourge of journalists themselves and society, proclaim an event in the name of press freedom sometimes less of control of the press itself to preach a message that is in accordance with the rules of journalistic ethics to give rise to a defamation impact on code violations as well as violations of the Law number 40 of 1999, could also be sued in civil and criminal passing lane. Press freedom is protected, but people are also protected his right to take the fight also indicated no defamation committed by the press. Code of ethics of the press itself contains norms of journalism that should be embraced and become a guide journalists to minimize the occurrence of a write or slander that causes a form of defamation. The community is also protected and given some rights such as the right of reply, the right to correct too late of reply mechanism to restore his good name in case of defamation. The mass media is protected by freedom of the press, but people also need to be protected from things and negative likelihood of any writing which raises slander defamation. | |
| 8473 | 4681 | B1J008120 | STUDI TENTANG PENGARUH SUKROSA PADA PERTUMBUHAN TUNAS KENTANG KULTIVAR GRANOLA DALAM KULTUR IN VITRO | Metode propagasi in vitro dengan umbi mikro merupakan metode alternatif untuk memperbaiki kualitas bibit kentang. Sukrosa merupakan stimulus yang paling penting untuk menginduksi pembentukan umbi mikro. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi sukrosa dan menentukan konsentrasi sukrosa yang paling baik untuk memacu pertumbuhan tunas kentang kultivar Granola secara in vitro. Percobaan dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Dasar Acak Lengkap. Perlakuan yang dicoba adalah konsentrasi sukrosa (S) yang terdiri atas 8 taraf yaitu: 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, dan 14%. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji BNJ pada tingkat kesalahan 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sukrosa pada media kultur tidak berpengaruh pada pertumbuhan tunas namun berpengaruh pada perakaran kentang kultivar Granola. Konsentrasi sukrosa 6 - 8% merupakan konsentrasi terbaik untuk memacu pertumbuhan tunas mikro kentang. | In vitro propagation using micro tuber is an alternative metode to improve the quality of potato seed tubers. Sucrose is the most important stimulus to induce microtuber formation . This research has been carried out to study the effect of sucrose concentrations on the in vitro shoot growth of Granola potato cultivar as well as to determine the best concentration of sucrose to stimulate the in vitro shoot growth of Granola potato cultivar. The study has been carried out experimentally using a completely randomized design. The treatments tested were concentration of sucrose (S), which consisted of 8 levels i.e. 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, 12%, and 14%. The data obtained were analysed using an analysis of variance (ANOVA), followed by HSD test at an error level of 5% and 1%. The results showed that the addition of sucrose in the culture medium had no effect on shoot growth but influenced the rooting of Granola potato cultivar shoots. The addition of 6-8% sucrose was found to be the best concentration to stimulate the growth of potato microshoots. | |
| 8474 | 10562 | H1L008039 | RANCANG BANGUN WEBSITE PEMASARAN TOKO ONLINE MENGGUNAKAN FRAMEWORK YII (STUDI KASUS TOKO IMPERIAL MUSIC) | ABSTRAK RANCANG BANGUN WEBSITE PEMASARAN TOKO ONLINE MENGGUNAKAN FRAMEWORK YII (STUDI KASUS TOKO IMPERIAL MUSIC ) Edy Istiawan Pemasaran produk adalah suatu modal bagi terciptanya sebuah informasi yang sangat berguna bagi kelangsungan berbelanja antara penjual dan pembeli. Toko imperial musik merupakan toko musik yang berada diwilayah Purwokerto menjual produk dan berbagai merk alat musik dengan pelayanan transaksi promosi dan jual-beli secara langsung. Sehingga proses pemasaran kurang meluas dan menimbulkan kendala yang mengakibatkan proses pemasaran kurang maksimal. Dalam pemasaran produk ini sebuah sistem informasi yang efisien dibutuhkan sebuah Toko Online sistem untuk membantu dalam pemasaran produk. Dengan sistem ini diharapkan toko dapat lebih mudah dalam memasarkan informasi produk yang lebih cepat dan efisien, serta dapat bertransaksi jual-beli online. Sistem ini berbasis web dibuat menggunakan Framework Yii. Kata kunci : Toko Online, web, Framework Yii | ABSTRACT DESIGN OF WEBSITE MARKETING ONLINE SHOP USING YII FRAMEWORK (CASE STUDY OF IMPERIAL MUSIC SHOP) Edy Istiawan MARKETING product is an asset for the creation of a very useful information for continuity between sellers and buyers. Imperial music shop is a music store located in the region of Purwokerto which sells products and various brands of musical instruments by service transactions and buy-sell promotions directly. So that the marketing process gets less maximum result in the marketing process. In Marketing these products, online shop needs an efficient information system for supporting in marketing these product. By this system expected that shop can be more easily in marketing the information products more quickly and efficiently, and can transact online buying and selling. This system is created using a web-based Yii Framework. keyword : Online shop, web, Yii Framework | |
| 8475 | 10563 | A1L009157 | UJI DAYA HASIL SEPULUH GALUR PADI SAWAH DARI HASIL PERSILANGAN G39 x CIHERANG DAN KORELASI ANTAR KARAKTER AGRONOMIK | Peningkatan produksi dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul berproduksi tinggi dan berumur genjah, serta teknik budidaya yang tepat. Varietas dengan sifat unggul ini dapat diperoleh melalui program pemuliaan tanaman padi. Korelasi antar karakter agronomi dengan hasil diperlukan untuk mencari karakter yang sesuai sebagai indikator seleksi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui penampilan karakter agronomik galur – galur padi sawah hasil persilangan G39 Ciherang; 2) mengetahui hubungan (korelasi) antar karakter agronomik dan hasil, dan; 3) memperoleh galur padi sawah F7 hasil persilangan G39 Ciherang yang memiliki produktivitas tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas pada bulan April sampai dengan bulan Agustus 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, umur panen, persentase gabah isi, panjang malai, jumlah gabah total per malai, bobot gabah per rumpun, bobot gabah per petak, dan bobot 1000 biji. Data cek yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5% kemudian dilanjutkan dengan analisis Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hubungan karakter - karakter agronomik dengan hasil dianalisis menggunakan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. 1) galur padi sawah memiliki karakter yang beragam dilihat dari tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, umur berbunga, jumlah gabah total per malai, persentase gabah isi, dan panjang malai. 2) diperoleh tiga galur yang memiliki potensi hasil tinggi yaitu P G39//CH-PK5 (4,8 t/ha), P-G39//CH-PK8 (4,9 t/ha), dan P-G39//CH-PK15 (5,0 t/ha) yang didukung oleh karakter jumlah anakan total, jumlah anakan produktif dan jumlah gabah total tinggi. 3) jumlah gabah total per malai, dan panjang malai adalah karakter agronomik yang paling berhubungan erat dengan hasil. Kata kunci: galur padi, karakter agronomik, korelasi | Production increase can be conducted by the use of high yielding varieties early harvesting, and suitable cultivation technology. Variety superior can be conducted with rice breeding program. Correlation among character of agronomic with the results of character needed for selection. This research aimed to: 1) know diversity appearance agronomic characters progenies of G39 × Ciherang; 2) know correlation among agronomic character with yield paddy lines of G39 × Ciherang, 3.) and to determine F7 paddy lines populationts that’s having high yield potential. The research was conducted in Pasir Kulon village, Karanglewas district, Banyumas regency on April 2013 up to august 2013. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCRD) with three replications. The observered variables are plant height, number of tiller, number of productive tiller, days to heading, days to maturity, filled grain percentage per panicle, panicle length, total number of spikelets per panicle, grain yield per hill, 1000 grain yield and yield per plot. Data obtained were analyzed using the F test on level 5 % significant degree and then followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) 5 % significant degree. And to know correlation between agronomic characters with grain yield were analyzed use by correlation covariance. The result showed that 1) there are diversity in high yield of rice line progenies crossing G39 × Ciherang showed by plant height, number of tiller, number of productive tiller, days to heading, days to maturity, filled grain precentage per panicle, panicle length, total number of spikelets per panicle; 2) coefficient correlation between total number of spikelets per panicle, and panicle length and the grain yield can be used as an indicator of indirect selection. 3) there lines obtained has high yield potential such as P-G39//CH-PK5 (4,8 t/ha), P-G39//CH-PK8 (4,9 t/ha), and P-G39//CH-PK15 (5 t/ha), that was supported by medium number of tillers, medium number of productive tillers, high total number of spikelets. Keywords: rice line, agronomic character, correlation | |
| 8476 | 10564 | A1L010061 | KONSERVASI PREDATOR HAMA WERENG BATANG COKELAT DENGAN VARIETAS PADI DAN GULMA BERBUNGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) jumlah wereng batang cokelat (WBC), (2) jenis dan jumlah musuh alami WBC, dan (3) hasil beberapa varietas padi pada lahan sawah yang ditanami padi dengan gulma berbunga yang dipelihara di sekeliling petak tanaman padi untuk konservasi predator. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas dari April hingga Agustus 2014. Penelitian ini adalah penelitian faktorial yang dirancang secara Acak Lengkap. Faktor pertama adalah varietas padi yaitu IR 64 (V1), Situ Bagendit (V2), dan Cilamaya (V3). Faktor kedua adalah gulma berbunga yaitu (G0) tanpa gulma, (G1) Cyperus rotundus, (G2) Ageratum conyzoides, dan (G3) Echinocloa crussgali, setiap unit perlakuan di ulang 4 kali. Variabel yang diamati adalah jumlah WBC, jenis dan jumlah musuh alami WBC, dan hasil tanaman padi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji BNJ dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) jumlah WBC di padi IR 64 tidak berbeda nyata dengan jumlah WBC di Situ Bagendit dan Cilamaya, (b) jumlah WBC di gulma C. rotundus tidak berbeda nyata dengan jumlah WBC di gulma A. conyzoides, dan E. crussgali, (c) tipe dan jumlah musuh alami WBC di varietas padi IR 64 tidak berbeda nyata dengan tipe dan jumlah musuh alami WBC di varietas Situ bagendit, dan Cilamaya, (d) tipe dan jumlah musuh alami WBC pada gulma C. rotundus tidak berbeda nyata dengan tipe dan jumlah musuh alami WBC di gulma A. conyzoides, dan E. crussgali, (e) hasil IR 64 lebih tinggi daripada hasil Situ Bagendit dan Cilamaya, hasil Situ Bagendit terendah. | The objectives of this research were: 1) to determine the total amount of brown planthoppers, 2) to determine the type and population of brown planthopper’s predator, and 3) to determine the yield of rice among flowered weed plantation . This research was conducted at Kalisalak Village, District Kebasen, Banyumas started from April to August 2014. This factorial research was arranged in Completely Randomized Design. The first factor was different varieties of rice consisted of IR 64 (V1), Situ bagendit (V2), Cilamaya (V3). the second factor was flowered weeds consisted of control (G0), Cyperus rotundus (G1), Ageratum conyzoides (G2), Echynocloa crussgali (G3). Each unit was replicated by 4 replications. The variables were the amount of brown planthoppers, the type and population of the predators and the production of the rice. The data were analized by F test by 5 % errors and continued by BNJ. The result showed: a) the amount of brown planthoppers on IR 64 was not different compared by brown planthoppers on Situ bagendit and Cilamaya. b) the amount of brown planthoppers on C. rotundus was not different compared by A. conyzoides and E. crussgali. c) the type and population of predators on IR 64 was not different compared by the predators on Situ bagendit and Cilamaya. d) the type and population of predators on C. rotundus was not different compared by A. conyzoides and E. crussgali. e) the production of IR 64 was the highest among other varieties in production, Situ bagendit was the lowest on its production. | |
| 8477 | 10565 | A1H010022 | Modifikasi dan Uji Performansi Alat Filtrasi Air Tipe Kapiler (Studi Kasus Sumber Air Sadah di Desa Darmakradenan) | Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan mahluk hidup di dunia ini khususnya manusia. Namun ketersediaan air yang dapat langsung dimanfaatkan dan yang memenuhi baku mutu kualitas air minum hanya sebesar 0,62%. Kualitas air baku di Desa Darmakradenan memiliki tingkat kesadahan yang tinggi sehingga dibutuhkan proses penurunan kesadahan menggunakan alat filtrasi tipe kapiler. Pada tahun 2009 tim kkn ppm Unsoed telah memberikan bantuan alat filtrasi tipe kapiler sebanyak 8 unit, namun alat tersebut masih belum bisa dioptimalkan oleh warga dikarenakan masih banyak terjadi kebocoran dan eror, oleh karena itu butuh dilakukannya modifikasi. Hasil yang didapat akan dianalisis dengan menggunakan permodelan Verhaust-Pearl. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Modifikasi alat filter untuk mengatasi masalah yang ada, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga, (2) Mengetahui pengaruh modifikasi alat filter terhadap penurunan tingkat kesadahan air, (3) Mengetahui waktu tunggu optimal untuk menurunkan tngkat kesadahan air dibawah standar, (4) Mengetahui variasi bahan filter yang paling efektif untuk menurunkan kesadahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Modifikasi alat berpengaruh nyata terhadap penurunan kesadahan. (2) Waktu tunggu optimal untuk kombinasi kedua perlakuan adalah 24 jam. (3) Kombinasi perlakuan terbaik untuk menurunkan tingkat kesadahan dan unsur lainnya adalah kombinasi arang aktif dengan spons busa yaitu berhasil menurunkan tingat kesadahan sampai 51,7% dalam waktu 24 jam. | Water is a vital necessity for the survival of living beings in this world, expecially human. However, the availability of water that can be directly utilized and that meet drinking water quality standards only 0,62%. Quality of standard water in Darmakradenan have high water-hardness so that it takes the decrease in hardness using a typeof capillary filtration. In 2009, KKN PPM Unsoedteam has provided assistance tool type capillary filtration 8 units, but the device can not be optimized by citizens because there are many leak and error, threrefore need doing modifications. The results will be analyzed using Verhaust-Pearl model. This study was aimed: (1) modification of the filter tool to overcome the existing problems, so itu can be used by citizens. (2) to know influence of modification tools to reduce filter water-hardness. (3) To know the optimal waiting-time to lower the water-hardness under standards level. (4) to know the variety of filters are most effective to reduce hardness. The results showed that: (1) modification tool significant effect on decreasing hardness, (2) the optimal waiting-time for combination of both treatments was 24 hours, (3) The best treatment combination to lower the hardness and other elements is a combination of activated chorcoal a foam-sponge that is managed to reduce their level of hardness up to 51,7% within 24 hours. | |
| 8478 | 11051 | B1J009069 | KEPADATAN DAN PAROUSITAS Aedes spp. SEBAGAI VEKTOR DBD DI KELURAHAN TELUK PURWOKERTO SELATAN | RINGKASAN Demam berdarah dengue merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes spp. Kejadian DBD juga terjadi di Kabupaten Banyumas dan daerah disekitarnya. Kabupaten Banyumas terdiri atas 30 kecamatan dengan 301 desa dan 30 kelurahan. Ibukota kabupaten Banyumas adalah Purwokerto, Purwokerto memiliki 4 Kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Purwokerto Selatan yang memiliki tujuh kelurahan. Dari tujuh Kelurahan, Kelurahan Teluk yang tergolong daerah endemis DBD. Kelurahan Teluk menjadi daerah endemis DBD karena kepadatan penduduk yang tinggi. Faktor lain yang mempengaruhi adalah kepadatan nyamuk vektor dan potensinya nyamuk menularkan penyakit dengan dilihat dari parousitasnya. Parousitas yaitu kondisi ovarium yang menunjukan apakah nyamuk pernah bertelur atau belum. Nyamuk dikatakan parous apabila pernah bertelur, sedangkan nulliparous adalah nyamuk Aedes spp. betina yang belum pernah bertelur. Salah satu upaya untuk mencegah penularan, maka perlu diadakan survey kepadatan dan pemeriksaan ovarium nyamuk Aedes spp. untuk mengetahui dugaan resiko penularan DBD di Kelurahan Teluk. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan dan parousitas nyamuk Aedes spp. di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Variabel yang diteliti adalah kepadatan dan parousitas nyamuk Aedes spp. sedangkan parameter yang diamati adalah banyaknya nyamuk yang diperoleh dan parousitas nyamuk Aedes spp. Parousitas dihitung menggunakan rumus parity rate sedangkan kepadatan Aedes spp. diketahui dengan nilai atau angka MHD. Berdasarkan penelitian yang diperoleh dari perhitungan angka parousitas pada penelitian ini menunjukkan nilai sebesar 80,4 % pada indoor dan sebanyak 69,2 % pada outdoor. Nilai MHD outdoor yaitu 2,17 lebih tinggi dibandingkan kepadatan yang ditemukan dalam rumah atau indoor dengan Nilai MHD 0,18. Kata Kunci : Aedes spp. , DBD, parousitas, Parity rate, dan MHD. | SUMMARY Dengue is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of Aedes spp. Incidence of dengue occurred in Banyumas that consists of 30 districts with 301 villages and 30 urban villages. Purwokerto is capital city of Banyumas Regency, which has 4 Distric, one of them is South Purwokerto and Teluk is one of village in south Purwokerto. That as endemic dengue area cause of density of population, and vector is high, the potential transmission of vector can be observe through the Parousity Parousity consist of two part either nulliparous and parous ( after lay eggs ). For prevention of dengue transmission can be done by surveillance of density of mosquitoes vector and parousity. The mains of this research is to understand of the density mosquitoes vector and parousity of female mosquitoes. Survey method was used for this research. Sampling was done by random. Parameter observe are the the number of female mosquitoes and parousity. Density of mosquitoes was analised by Man Hour Density ( MHD ) formula, while parousity was analised by parity rate. Result shows the MHD from outdoor is 2,17 higher than MHD from Indoor ( 0.18 ), while parity rate of mosquitoes is 80,4% from indoor and 69.2 % are paraous from outdoor. Keywords : Aedes spp. , dengue, parousity , parity rate, and MHD | |
| 8479 | 8957 | G1F010073 | KAJIAN INKOMPATIBILITAS FISIKA OBAT PADA PENCAMPURAN SEDIAAN INTRAVENA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD PROF. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Pencampuran dua atau lebih sediaan steril pada preparasi sediaan iv admixture dapat mengakibatkan terjadinya inkompatibilitas obat. Inkompatibilitas dapat mempengaruhi stabilitas obat dan kualitas sediaan iv admixture. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian inkompatibilitas fisika pencampuran obat-obat parenteral pasien rawat inap di RSUD Prof. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto berdasarkan dengan buku standar Handbook on Injectable Drug dan Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif observatif menggunakan rekam medik pasien rawat inap yang mendapatkan iv admixture di bangsal penyakit dalam RSMS Purwokerto. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan buku standar Handbook on Injectable Drug dan Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan. Kemudian dilakukan observasi langsung terhadap sediaan iv admixture yang terindikasi adanya inkompatibilitas sesuai dengan standar yang digunakan. Hasil analisis berdasarkan buku standar Handbook on Injectable Drug dan Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan menunjukan bahwa dari 61 pencampuran sediaan intravena: 59,02% sediaan kompatibel; 36,07% unknown; dan 4,92% sediaan inkompatibel. Berdasarkan hasil observasi dari 4,92% sediaan yang mengalami tanda-tanda inkompatibilitas fisika obat tersebut: 3,28% berupa kabut sementara dan 1,64% berupa endapan sementara. | Mixing two or more sterile product in iv admixture preparation may result drug incompatibility. Incompatibility may affect the stability and quality of iv admixture product. The aim of this study was to determine the prevalence of physical incompatibility mixing parenteral drugs inpatients in hospitals of Prof. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto based on the standard Handbook on Injectable Drug and Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan. The method of this study was descriptive observatife studies using Medical Repord inpatients who received iv admixture in internal medicine wards RSMS Purwokerto. The data was taken using total sampling method. Data were analyzed using standard Handbook on Injectable Drug and “Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan”. Then performed direct observation of iv admixture preparation, as indicated by the presence of incompatibility in accordance with the standards book. The results based on the standard Handbook on Injectable Drug and “Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatik Departemen Kesehatan” showed that the dosage of 61 mixing intravenous, the result are: 59,02% compatible dosage; 36,07% unknown; 4,92% dosage incompatible. Based on observations, 4,92% of stocks experiencing signs of physical incompatibility of the drug, in the form of fog 3,28% and 1,64% in the form of temporary sediment. | |
| 8480 | 8958 | A1C009066 | FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KINERJA USAHATANI KEDELAI DI KECAMATAN PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS | Tanaman Kedelai merupakan tanaman semusim dan termasuk dalam jenis tanaman kacang-kacangan. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian besar petaninya melakukan usahatani kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor sosial yang berhubungan dengan kinerja usahatani kedelai di Kecamatan Purwojati, serta untuk mengetahui besarnya pengaruh faktor teknis (lahan, benih, pestisida, pupuk, tenaga kerja, dan waktu tanam) terhadap kinerja usahatani kedelai di Kecamatan Purwojati. Pemilihan responden dilakukan dengan metode Two Stage Cluster Sampling yaitu sebanyak 52 responden. Faktor sosial ekonomi yang diteliti adalah tingkat pendidikan, lama usahatani, jumlah tanggungan keluarga petani, lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan waktu tanam. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, analisis regresi dengan variabel dummy, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan faktor sosial yaitu jumlah tanggungan keluarga petani berhubungan dengan kinerja usahatani kedelai, sedangkan faktor sosial tingkat pendidikan dan lama usahatani tidak berhubungan dengan kinerja usahatani kedelai. Faktor teknis yang mempengaruhi kinerja usahatani kedelai yaitu lahan, tenaga kerja, dan dummy (waktu tanam). Sedangkan faktor teknis yang tidak mempengaruhi kinerja usahatani kedelai yaitu benih, pupuk, dan pestisida, dengan tingkat signifikansi sebesar 95 persen. | The soybean plants are annuals included in the types of nuts plants. Banyumas Regency is one of Regencies in Central Java that prodeminately does soybean farming. The purpose of this research is to know the social factor that have connection with farming performance in Purwojati District, as well as to know the magnitude of the effect of technical factors (land of farming, seed, fertilizer, pesticides, labor, and the planting time) on performance of soybean farming in Purwojati District. The selection of respondents was by Two Stage Cluster Sampling method as much as 52 respondents. Socioeconomic factors 2 examined is the level of education, farming period, the number of family members that borne, land of farming, seed, fertilizer, pesticides, labor, and the planting time. Analytical methods used are cost and revenue analysis, regression analysis with dummy variables, and the descriptive analysis. The results showed the social factor is the number of family members that borne have an connect with farming performance of soybean, but social factors are education level and farming period have no connect with farming performance of soybean. Technical factors have an impact towards the performance of soybean farming is the land of farming, labor, and dummy (the planting time). But technical factors have no impact towards the performance of soybean farming is the seed, fertilizer, and pesticides with the significance level 95 persons. |