Artikelilmiahs

Menampilkan 6.441-6.460 dari 48.856 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
644116268F1F011007A Socio-Pragmatic Analysis of Refusal Utterances in Yes Man MoviePenelitian yang berjudul “A Socio-Pragmatic Analysis of Refusal Utterances in Yes Man Movie” ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tipe-tipe penolakan; (2) mengetahui strategi kesopansatunan; (3) menjelaskan faktor sosial dalam ujaran penolakan yang terjadi pada karakter utama film Yes Man. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
.
Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan teori Beebe et al untuk menganalisa tipe-tipe ujaran penolakan, teori Brown dan Levinson untuk menganalisa strategi kesopansantunan, dan teori Holmes untuk menjelaskan faktor sosial dalam refusal. Data yang digunakan berasal dari ujaran karakter utama dalam film Yes Man.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 76 ujaran penolakan, yaitu adjunct, indirectly dan directly. Strategi kesopanan yang digunakan yaitu off-record indirect strategy, bald on record strategy, negative politeness strategy, dan positive politeness strategy. Kemudian, faktor sosial yang mendominasi kesopanan dalam ujaran penolakan adalah status sosial dan hubungan dari penutur dan lawan tutur.

The research entitled “A Socio-Pragmatic Analysis of Refusal Utterances in Yes Man Movie” aims to: (1) find the types of refusal; (2) find the types of politeness strategy on refusal; (3) explain social factors on refusal in Yes Man Movie’s main character. This research uses qualitative method.

In analyzing the data, this research uses Beebe et al theory to analyze the types of refusal, Brown and Levinson theory to analyze the types of politeness strategy on refusal, Holmes theory to explain social factors on refusal. The primary data is taken from the utterances of Yes Man Movie’s main character.

The result of this research shows that there are 76 utterances which contained refusal classifications. They are adjunct, indirectly, and directly refusal. Politeness strategies found in this research are off record indirect strategy, bald on record strategy, negative politeness strategy positive politeness strategy. Then, social factors which dominate refusal in Yes Man Movie are status of the participants and relationship among participants.


644216259C1G014069PENGARUH KEEFEKTIFAN PENGENDALIAN INTERN, KESESUAIAN KOMPENSASI, DAN ETIKA ORGANISASI TERHADAP KINERJA AUDITOR PADA DEPUTI PENGAWASAN INSTANSI PEMERINTAHPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk menguji pengaruh keefektifan pengendalian intern, kesesuaian kompensasi, etika organisasi terhadap kinerja auditor. Populasi dari penelitian ini adalah auditor di Deputi Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman serta Bidang Polhukam PMK. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner yang disebar kepada responden. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 61 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan program SmartPLS.
Terdapat 3 (tiga) hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama (H1) yaitu keefektifan pengendalian intern berpengaruh terhadap kinerja auditor diterima, hipotesis kedua (H2) yaitu kesesuaian kompensasi berpengaruh terhadap kinerja auditor ditolak dan hipotesis ketiga (H3) yaitu etika organisasi berpengaruh terhadap kinerja auditor diterima. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah dengan meningkatnya efektivitas pengendalian intern, kesesuaian kompensasi dan etika organisasi diharapkan dapat meningkatkan kinerja auditor.
This research is a quantitative study which aims to analyze the effectiveness of internal control, the suitability of the compensation and the organizational ethics to auditor performance. The population of this research is auditor in Deputy Supervisory Government Agencies for The Economy and Maritime and Polhukam PMK. The sampling method using a purposive sampling. The data in this study were obtained from questionnaires distributed to respondents. The number of respondents were taken in this study is 61 peoples. Statistical method using analysis of Structural Equation Modelling (SEM) using SmartPLS programme .
There are 3 (three) hypothesis in this study. The results showed that first hypothesis (H1) the effectiveness of internal control have an impact on auditor performance accepted, second hypothesis (H2) the suitability of the compensation have an impact on auditor performance rejected, and third hypothesis (H3) the organizational ethics have an impact on auditor performance accepted. The implication of this research is by increasing the effectiveness of internal control, the suitability of the compensation and ethics organizations can increase auditor performance.
644316261C1K012001Antecedents of Safety at Work: Study of Supervision, Knowledge, Training, and PersonalityPenelitian ini merupakan studi tentang pengaruh pengawasan, pengetahuan,
pelatihan, dan kepribadian atau personality (Big Five Personality Traits) terhadap
keselamatan kerja. Judul dari penelitian ini adalah “Anteseden dari keselamatan
kerja: Studi tentang pengawasan, pengetahuan, pelatihan, dan kepribadian”.
Penelitian ini dilaksanakan di PT. Pertamina RU IV Cilacap.
Total responden dari penelitian ini adalah 170 responden dan menggunakan
kuisioner untuk mengambil data. Responden dari penelitian ini adalah para pekerja
yang bekerja di bagian produksi yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi.
Dengan menggunakan analisis regresi berganda, hasil dari penelitian ini
adalah sebagai berikut: (1) Pengawasan memiliki pengaruh positif terhadap
keselamatan kerja. (2) Pengetahuan tidak memiliki pengaruh positif terhadap
keselamatan kerja. (3) Pelatihan tidak memiliki pengaruh positif terhadap
keselamatan kerja. (4) Extraversion tidak memiliki pengaruh positif terhadap
keselamatan kerja. (5) Agreeableness tidak memiliki pengaruh positif terhadap
keselamatan kerja. (6) Conscientiousness tidak memiliki pengaruh positif terhadap
keselamatan kerja. (7) Emotional stability tidak memiliki pengaruh positif terhadap
keselamatan kerja. (8) Openness to experience tidak memiliki pengaruh positif
terhadap keselamatan kerja.
Implikasi dari kesimpulan di bawah, menyarankan bahwa PT. Pertamina
RU IV Cilacap haruse meningkatkan pengawasan mereka, karena hal itu dapat
memberikan timbal balik kepada penyelia. Dengan meningkatkan pengawasan, hal
itu dapat mencegah pekerja agar tidak cedera atau terkena kecelakaan karena
penyelia dapat langsung mengambil tindakan saat itu juga jika ada hal yang tidak
diinginkan terjadi. Selain pengawasan, pengetahuan juga harus ditingkatkan. PT.
Pertamina RU IV Cilacap dapat memberikan tahapan-tahapan yang kreatif dan
menambahkan poster-poster tentang cara mencegah agar tidak terkena kecelakaan
kerja.
This research is a study about the relationship between supervision,
knowledge, training, and personality (Big Five Personality Traits) towards safety at
work. The title of this research is “Antecedents of Safety at Work: Study of
Supervision, Knowledge, Training, and Personality”. This research was conducted
at PT. Pertamina RU IV Cilacap.
The total respondents from this research is 170 respondents and used
questionnaires to take the data. The respondents are those who are working at the
production line that have higher risk of accident.
By using multiple regression, the result are as follows: (1) Supervision has
positive relationship towards safety at work. (2) Knowledge does not have positive
relationship towards safety at work. (3) Training does not have positive relationship
towards safety at work. (4) Extraversion does not have positive relationship towards
safety at work. (5) Agreeableness does not have positive relationship towards safety
at work. (6) Conscientiousness does not have positive relationship towards safety
at work. (7) Emotional stability does not have positive relationship towards safety
at work. (8) Openness to experience does not have positive relationship towards
safety at work.
Implication from the conclusion below, suggest that PT. Pertamina RU IV
Cilacap should increase their supervision because it could give positive feedbacks
to supervisors. Increasing supervision could also prevent workers from getting
injured because supervisors could take corrective actions when they spot that
something is not right. Besides supervision, PT. Pertamina RU IV Cilacap should
also increase their knowledge. They should give more creative steps and also post
more preventive solution posters to prevent from accident.
644416262C1G014055PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP MANAJEMEN ASET TETAP DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN CILACAPPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap manajemen aset tetap daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah pihak-pihak yang terkait dengan manaejemen aset tetap daerah pada pemerintah daerah kabupaten cilacap. Metode pengambilan sampel yaitu dengan random sampling. Data penelitian ini diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada responden. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini berdasarkan perhitungan slovin adalah 61 orang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis persamaan regresi linear berganda.
Terdapat (tiga) hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa hipotesis pertama (H1) yaitu sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi secara simultan berpengaruh terhadap manajemen aset tetap daerah diterima. Hipotesis kedua (H2) yaitu sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap manajemen aset tetap daerah diterima. Hipotesis ketiga (H3) juga menunjukan adanya pengaruh positif pemanfaatan teknologi informasi terhadap manajemen aset tetap daerah diterima. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah dengan adanya pengaruh yang positif atas sumberdaya manusia dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap manajemen aset tetap daerah, pemerintah daerah kabupaten cilacap perlu terus menjaga dan meningkatkan sumber daya pengelola aset tetap daerah dari sisi keterlibatan kerja dan motivasi intrinsik melalui pemberian insentif, reward dan motivasi kerja serta pemeliharaan dan penyediaan teknologi informasi aset tetap daerah yang dapat memenuhi nilai manfaat dan kemudahan penggunannya.
The purpose of this research was to examine the influence of human resources and the utilization of information technology to management of local government fixed assets. This research uses a quantitative approach. The population of this research is civil servant who involved in managing the local goverment fixed asset in each SKPD on local government of Cilacap District. Methode use in sampling is random sampling. The data in this research were obtained from quetionnaires distribute to respondents. The number of respondents were taken in this study is 61 peoples. Hypothesis testing uses multiple linear regression analysis.
There are 3 (three) hypothesis in this research. The result showed that the first hypothesis (H1) is accepted that the human resources and the utilization of information technology have a simultan impact on management of local government fixed assets. Second hypothesis (H2) is accepted that the human resources have a positive impact on management of local government fixed assets. Third hypothesis (H3) is accepted too, that the utilization of information technology have a positive impact on management of local government fixed assets. The implication of this research is Cilacap District needs to continue maintain and improve the resources of local government fixed assets’s administrator at job involvement and also intrinsic job motivation throug the incentive provision, reward, and work motivasion along with supply dan maitanance of local government fixed assets’s technology information that can fulfill value of benefit and user convenience.
644516263F1D011038Strategi Pemenangan Aktor Lucky Hakim Sebagai Anggota DPR-RI Periode 2014 - 2019 Dalam Pemilihan Umum Legislatif Di Kota BekasiArtikel ini membahas strategi pemenangan aktor Lucky Hakim sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019 dalam pemilihan umum legislatif di Kota Bekasi. Permasalahanya adalah saat ini terjadi sebuah fenomena artis yang ikut dalam kegiatan politik praktis seperti menjadi calon anggota legislatif. Kemudian untuk melihat bagaimana strategi pemenangan yang dilakukan oleh seorang artis untuk dapat meraih kursi legislatif. Strategi pemenangan yang dilakukan oleh aktor Lucky Hakim di Kota Bekasi dengan awalnya melakukan analisis dengan pendekatan ilmu marketing politik untuk dijual kepada masyarakat. Seperti penggunaan media massa, mengunjungi door to door ke rumah warga, kunjungan ke pasar, di undang ke acara-acara sosial, hingga datang ke acara pernikahan warga. Strategi pemenangan ini menjadi mudah karena di dukung oleh faktor politik dan sosial yang dimiliki oleh Lucky Hakim. Tetapi juga terdapat faktor ekonomi dan kapabilitas yang menjadi penghambat dari strategi pemenangan tersebutThis article discusses the strategy winning actor Lucky Hakim as a member of Parliament in the period 2014-2019 legislative elections in Bekasi. The issue is when this happens a phenomenon artists who participate in practical political activity as a candidate member of the legislature. Then to see how the winning strategy undertaken by an artist to be able to grab a seat legislature. Winning strategy undertaken by the actor Lucky Judge in Kota Bekasi by initially analyzing the science of political marketing approach to sell to the public. As the use of mass media, visiting door to door to the homes, a visit to the market, invited to social events, to come to the wedding residents. This winning strategy becomes easy because the support by political and social factors that are owned by Lucky Hakim. But there are also economic factors and capabilities that become an obstacle to the winning strategy
644616269F1B009078KUALITAS PELAYANAN SERTIFIKASI TANAH MELALUI PROGRAM LAYANAN SERTIFIKASI TANAH UNTUK RAKYAT (LARASITA) DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN CILACAP
SERVICES QUALITY LAND CERTIFICATION THOURGH LARASITA PROGRAM IN CILACAP REGENCY
ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Kualitas Pelayanan Sertifikasi Tanah Melalui Program Layanan Rakyat Untuk Sertifikasi Tanah (LARASITA) di Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap. Salah satu badan yang berwenang dan bertugas serta berfungsi menangani masalah pertanahan secara nasional adal Badan Pertanahan Nasional yang bertugas serta mengembangkan administrasi pertanahan, khususnya Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, yaitu mobile service yang berbasis teknologi modern yaitu Layanan Sertifikasi Tanah Untuk Rakyat.
Adapun rumusan masalahnya adalah bagaimana Kualitas Pelayanan Sertifikasi Tanah Untuk Rakyat Melalui Program LARASITA di Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dimana peneliti menggunakan metode survey yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai pengumpul data, Sumber data yang digunakan primer dan sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas dapat disimpulkan bahwa kualitas Pelayanan Sertifikasi Tanah Melalui Program LARASITA di Kantor Pertanahan sudah berjalan baik, kualitas tersebut meliputi : 1. Kehandalan yaitu melakukan proses pelayanan yang cepat dan teliti sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan 2. Daya tanggap yaitu menjawab dengan jelas dan tepat keluhan dari masyarakat mengenai masalah pertanahan 3. Jaminan yaitu kemampuan dan pengetahuan dari LARASITA yang baik dan transparan dalam hal biaya untuk persertifikatan 4. Empati yaitu sikap yang baik, sopan santun dan sedikit perhatian dari petugas kepada masyarakat pengguna jasa LARASITA


Kata kunci : Kualitas Pelayanan, LARASITA
ABSTRACT
The study is titled “Services Quality Of Land Certification Thourgh LARASITA Program in Cilacap Regency. One institution in charge and undertakes and fuctioning to handle land problem nationally is National Land Affairs Department which having task develops land administration, especially Land affair office of Cilacap Regency. For agenda of improvment of public service, creates mobile service that is Public Service for Land Certification (Layanan Rakyat Untuk Serfikasi Tanah) or called as LARASITA.
The problem formula is how services Quality of Land Certification through larasita program in Cilacap Regency. This research is a descriptive quantitative. and for the survey to take sampling technique. Data was collected through questionnaires, data secunder and primer.
Based on result can be concluted that Services Quality of Land Certification through LARASITA Program in Cilacap Regency has run succesfully. 1. Mainstay that is doing service process that is quickly and accurate as according to procedure which has been specified 2. Perceptive power that is replying clearly and quickly sigh from public about land problem 3. Guarantee that is ability and knowledge from LARASITA officer which is good transparent and in the case of certificate expense 4. Emphaty that is good attitude, respectful, well mannered and a little of attention from officer to public who use LARASITA service.

644716264H1L009048RANCANG BANGUN APLIKASI PENJUALAN
DI ABATA PRINTING MENGGUNAKAN DELPHI
Abata Printing merupakan perusahaan yang bergerak dibidang percetakan dan digital printing yang menerima segala macam produk hasil cetak. Di zaman yang semakin maju dan berkembang serta sengitnya persaingan, perusahaan harus menerapkankan prinsip kerja yang produktif, efektif dan efisien. Dalam menerapkan prinsip kerja yang produktif, efektif dan efisien, semua data penjualan perlu dicatat dengan baik dan diolah menjadi laporan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menjalankan perusahaan. Untuk itu, Abata Printing membutuhkan sistem penjualan dimana informasi-informasi dan data-data yang dibutuhkan untuk proses penjualan, produksi dan rekap dapat dilakukan secara efisien dan efektif. Aplikasi penjualan yang dibutuhkan Abata Printing yaitu aplikasi yang hanya bisa diakses oleh kalangan terbatas dan menggunakan DBMS yang cukup handal untuk mencatat transaksi penjualan harian. Dengan menggunakan Delphi dan DBMS MySQL dapat dibuat sebuah aplikasi penjualan yang dapat digunakan untuk menjalankan prinsip kerja produktif, efektif dan efisien. Abata Printing is a company engaged in printing and digital printing. Which can make all kinds of printing products. In an age and growing and fierce competition, companies must implements working principles are productive, effective and efficient. In applying the principle of productive work, effective and efficient, sales data needs to be recorded and processed into sales reports that can be used as consideration in running the company. For that reason, Abata Printing requires sales system where information and data required to process the sales, production and recaps can be done efficiently and effectively. The sales application which required by Abata Printing is an application that can only be accessed by a limited circle and using a DBMS that is powerful enough to record daily sales transactions. By using Delphi and DBMS MySQL can be made a sales application that can be used to run the working principle productive, effective and efficient.
644816260G1D008066FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUTUSAN WANITA USIA SUBUR (WUS) MEMILIH KONTRASEPSI METODE OPERATIF WANITA (MOW) DI RSUD Prof. Dr. MARGONO
SOEKARJO PURWOKERTO
ABSTRAK

Latar belakang : Jumlah penduduk Indosenia dari tahun ketahun selalu meningkat. Salah satu upaya pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia adalah dengan program Keluarga Berencana (KB). Alat kontrasepsi memang sangat berguna dalam program KB, akan tetapi tidak semua alat kontrasepsi cocok dengan kondisi setiap orang. Metode Operasi Wanita (MOW)/tubektomi atau juga dapat disebut dengan sterilisasi karena memotong saluran tuba falopi pada wanita usia subur (WUS). Wanita Usia Subur ini mempunyai organ reproduksi yang masih berfungsi dengan baik, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan kehamilan, yaitu antara umur 20 sampai dengan 45 tahun.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi metode operatif wanita
Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian yang bersifat deskriptif dengan besar sampel 47 responden
Hasil Penelitian : Karakteristik responden dari umur terbanyak 20 – 35 tahun sebanyak 25 orang, dengan pendidikan terbanyak yaitu pendidikan dasar sebanyak 21 orang, responden yang menggunakan biaya sendiri berjumlah 32 orang. Responden dengan jumlah anak terbesar yaitu lebih dari dua anak sebanyak 35 responden dan dukungan suami terbanyak yaitu mendukung sebanyak 28 responden, dengan tingkat pengetahuan yang baik sebanyak 17 responden, dan keyakinan ibu yang baik sebanyak 27 responden.
Kesimpulan : Karakteristik wanita usia subur yang menggunakan MOW masih banyak yang berpendidikan rendah, mayoritas sudah mempunyai anak lebih dari dua anak dan mempunyai keyakinan diri yang tinggi serta di dukung oleh suami.

Kata kunci : wanita usia subur, metode operatif wanita
CHARACTERISTICS OF WOMEN OF CHILDBEARING AGE USE CONTRACEPTION METHODS OPERATIVELY WOMEN IN
RSUD PROF. DR. MARGONO
SOEKARJO PURWOKERTO

ABSTRACT
Background: The total of Indonesia population increase in every year. Contraception is very useful in Planning Family program, but not all contraception appropriate for every person condition. Woman Operation Method (Tubektomi) or can be called sterilization because it cuts fallopian in woman of childbearing age. This woman of childbearing age has reproduction which still works well, so it will be easier to get pregnant. It is range of 20 until 45 years old.
Aim: The purpose of this study to describe women of childbearing age use contraception methods operatively women
Method of Research: This type of research is the type of descriptive study with a large sample of 47 respondents
Result of Research: Characteristics of respondents from the largest age 20-35 years as many as 27 people, with the highest education that primary education at least 21 people, respondents who use their own cost amounted to 32 people. Respondents with the greatest number of children that is more than two children as much as 35 respondents and highest husband support that is supporting as many as 28 respondents, with a good level of knowledge as much as 17 respondents, and the belief that a good mother as much as 27 respondents.
Conclusion: Characteristics of women of childbearing age who use the MOW is still much less educated, the majority of children already have more than two children and have high self confidence and is supported by the husband.


Keywords: woman of childbearing age, woman operation method.
644916265H1G012005ANALISIS DIMENSI VEGETASI MANGROVE DI AREA YANG TERPAPAR TUMPAHAN MINYAK DI PESISIR BALONGAN, INDRAMAYUBalongan Indramayu, mendapatkan masukan limbah dari aktivitas industri minyak bumi yang mengandung hidrokarbon. Keberadaan hidrokarbon tersebut akan mencemari perairan, sedimen dan vegetasi mangrove. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dimensi mangrove, kandungan Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) di air, sedimen, akar, batang, daun dan hubungan kandungan TPH di air dan sedimen dengan TPH di akar, batang dan daun Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa serta hubungan dimensi mangrove dengan kandungan TPH di air dan sedimen. Metode yang dilakukan yaitu metode survey, dengan teknik pengambilan stratified sampling pada 4 stasiun dengan 4 kali ulangan. Data di analisis secara deskriptif komparatif dan menggunakan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan dimensi vegetasi mangrove di stasiun II memiliki diameter dan tinggi tertinggi yaitu diameter 22,29 cm, tinggi 5,25 m dengan jenis Thespesia populnea, kandungan TPH di air berkisar 67,59-103,17 ppm, TPH di sedimen berkisar 7108,55-9034,25 ppm, TPH di akar Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa berkisar 210.90-420.78 ppm dan 132.89-321.36 ppm, TPH di batang berkisar 125,80-293,85 ppm dan 85,06-156,58 ppm, TPH di daun berkisar 79,60-88,10 ppm dan 30,12-96,66 ppm. Berdasarkan hasil tersebut keberadaan TPH di air dan sedimen berpengaruh terhadap TPH di akar, batang dan daun Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa, tetapi TPH di air dan sedimen tidak berpengaruh terhadap diameter dan tinggi Rhizophora mucronata dan Rhizophora stylosa.Balongan Indramayu, taken load of hydrocarbon pollutants from oil industrial activities. The petroleum hydrocarbon polluted the water, sediment, and mangrove vegetation. This research aimed to analysed the dimension of mangroves, the existence of TPH in water, sediment, roots, stems and leaves; as well as to find out the correlation between TPH of water and sediment to TPH in the roots, stems, and leaves of Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa, and the correlation between mangrove dimension with TPH in the water and sediments. Survey method was conducted by stratified sampling with 4 stations and 4 replications. Data then analyzed using descriptive comparative and correlation regression. The results showed the dimensions of mangroves in the station II had the highest diameter and height which were 22.29 centimeters and 5.25 meters respectively with the kind of Thespesia populnea, TPH value of water ranged 67.59-103.17 ppm, TPH value of sediment ranged 7108.55-9034.25 ppm, TPH values of Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa roots ranged 210.90-420.78 ppm and 132.89-321.36 ppm, TPH values of stems ranged 125.80-293.85 ppm and 85.06-156.58 ppm, TPH values of leaves ranged 79.60-88.10 ppm and 30.12-96.66 ppm. Based on the research, it can be concluded that the existence of TPH in water and sediments gave significant effect to TPH in the roots, stems and leaves of Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa but didn’t give effect to the diameter and heights of Rhizophora mucronata and Rhizophora stylosa.
645015471E1A012339TANGGUNG JAWAB HUKUM BANK TERHADAP PRAKTIK GAGAL TRANSFER MENGGUNAKAN ANJUNGAN TUNAI MANDIRI (ATM) DI PT BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) TbkAnjungan Tunai Mandiri (ATM) merupakan salah satu produk perbankan dalam bentuk transaksi elektronik yang banyak digunakan oleh masyarakat luas dalam memudahkan transaksi keuangannya. Dalam hal ini pihak Bank sebagai pelaku usaha yaitu sebagai penyedia fasilitas ATM dituntut untuk memberikan pelayanan terbaiknya untuk konsumennya (nasabah) dalam menggunakan jasa layanannya, sehingga tidak merugikan nasabahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggung jawab hukum pihak Bank Tabungan Negar serta bagaimana cara penyelesaiannya ketika terjadi praktik gagal transfer menggunakan ATM.
Penelitian ini disusun menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan menggambarkan suatu objek/peristiwa. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku-buku literatur, dokumen resmi serta situs-situs internet dengan cara studi studi pustaka. Selain itu data primer berupa wawancara dengan pihak terkait juga digunakan untuk mendukung data sekunder. Data-Data yang diperoleh dianalisa dan dijabarkan berdasarkan norma hukum dan teori hukum yang berkaitan dengan objek penelitian.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tanggung jawab hukum Bank Tabungan Negara terhadap praktik gagal transfer menggunakan ATM dapat terjadi apabila telah terbukti bahwa terjadinya kegagalan transaksi transfer dana melalui mesin ATM merupakan kelalaian pihak bank dalam menjaga keamanan dan keandalan alat elektronik yang dimilikinya. Penyelesaian sengketa ketika terjadi gagal transfer menggunakan ATM dapat dilakukan menggunakan mekanisme pengaduan nasabah.
Automated Teller Machine (ATM) is a banking product in the form of electronic transactions that are widely used by public to facilitate their financial transactions. In this case, Bank is a principal business as an ATM facilities provider strive for provide the best service to their customers for using their services. On the other hand the Bank is also required to provide legal protection for their customers so the rights of customers can be protected, such as Bank have to compliance all regulations forms about customer’s protection and also give the responsibility when customers suffer losses caused by Bank mistake.
This research is using normative juridical method to describe the object or event. A secondary of the data used in the scientific literature, regulation, document, officially and the sites on the internet, in a library thoroughly with the data which was presented in the form of a systematic description. Primary data like an interview also used to complement secondary data. Elaborated by data analysis based on the norms and laws related to the object of study.
This research studying about assembling the legal responsibility by PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk toward failed transfer case using Automated Teller Machine (ATM). That case will be analyze using all form of the regulation on Bank sector.
645115504H1F009001GEOLOGI DAN MINERALISASI BIJIH HIDROTERMAL DAERAH SADAHAYU DAN SEKITARNYA KECAMATAN MAJENANG KABUPATEN CILACAP JAWA TENGAHDaerah penelitian terletak di Desa Sadahayu dan sekitarnya, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Secara geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Perbukitan Vulkanik Lava Andesit (V9) dan Satuan Perbukitan Vulkanik Breksi Andesit (V11). Pola aliran sungai subdendritik dengan tipe genetik sungai konsekuen. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 2 satuan dari yang tertua hingga yang termuda meliputi; (1) Satuan Lava Andesit dan (2) Satuan Breksi Andesit. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu berupa sesar mendatar. Zona alterasi daerah penelitian terbagi menjadi 5 zona alterasi meliputi; (1) zona klorit/smektit-karbonat-kuarsa (propilitik luar), (2) zona klorit-kuarsa-epidot-karbonat (propilitik dalam), (3) zona illit/smektit-kaolinit-dikit-kuarsa±klorit (argilik), (4) zona dikit-kuarsa-alunit±kaolinit (argilik lanjut) dan (5) zona silika-clay (silisifikasi). Urat yang berkembang di daerah penelitian merupakan urat kuarsa dengan tekstur massive dan vuggy yang merupakan penciri tekstur penggantian dan pencucian serta dapat ditemukan pada zona alterasi silika-clay (Zona Silisifikasi). Mineral bijih yang hadir dalam urat maupun batuan samping antara lain pirit, galena, sfalerit, kalkopirit, emas, markasit, stibnit dan kovelit. Berdasarkan mineral-mineral alterasi hidrotermal dan mineralisasi bijih, maka daerah penelitian dapat dikategorikan sebagai bagian dari sistem endapan epitermal sulfidasi tinggi.The research area is located in the Sadahayu area and around, Majenang District, Cilacap Regency, Central Java. Geomorphology unit of research area consist of Volcanic Hill Unit of Andesitic Lava (V9) and Volcanic Hill Unit of Andesitic Breccia (V11). Drainage pattern is subdendritic with genetic type consequent rivers. Stratigraphy of the research area is devided into two units, from oldest to youngest, are (1) Andesitic Lava Unit and (2) Andesitic Breccia Unit. Structure that develop in research area are strike-slip faults. Alteration zone of research area is devided into five zones, are (1) chlorite/smectite-carbonate-quartz zone (outer propylitic), (2) chlorite-quartz-epidote-carbonate zone (inner propylitic), (3) illite/smectite-kaolinite-dickite-quartz±chlorite zone (argillic), (4) dickite-quartz-alunite± kaolinite (advanced argillic) and (5) silica-clay zone (silicification). Vein that develop in the research area is quartz vein with massive and vuggy textures that are characterized of replacement and leaching textures and can be found in silica-clay zone (Silicification Zone). Ore minerals are present in vein and wall rock, among others, pyrite, galena, sphalerite, chalcopyrite, gold, marcasite, stibnite and covelite. Based on the hydrothermal alteration minerals and ore mineralization, the research area can be categorized as part of a high sulfidation epithermal deposit system.
645216270F1B112003Strategi Pemerintah Daerah Dalam Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Perumahan di Kabupaten PurworejoPembangunan Indonesia berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Yang menjadi sektor utama adalah sektor seperti industri, pariwisata dan jasa. Dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan akan meningkatkan pada penggunaan lahan. Salah satu kendala pada dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Purworejo adalah faktor alih fungsi lahan pertanian ke non perumahan. Perlahan Purworejo mulai bergerak ke sektor industri, pariwisata, dan jasa. Selain itu pembangunan perumahan menjadi permasalahan tersendiri bagi terjadinya alih fungsi lahan pertanian ke perumahan. Jika alih fungsi lahan pertanian ini tidak dapat segera diselesaikan akan berakibat pada produksi beras di Kabupaten Purworejo. Sebagaimana diketahui Kabupaten Purworejo adalah pemasok beras di Jawa Tengah. Dengan tidak dikendalikan laju alih fungsi lahan, ditakutkan akan mengurangi produksi beras. Namun dalam kenyataannya alih fungsi lahan pertanian tidak dapat dihindari, tetapi dapat dilakukannya pengendalian untuk mengurangi terjadinya alih fungsi lahan pertanian.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Alih Fungsi Lahan Perumahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis interaktif menurut Miles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Penelitian ini tidak mengkaji secara keseluruhan aspek, penelitian ini membatasi pada aspek-aspek terpilih.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Startegi Pemerintah Daerah dalam Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Perumahan di Kabupaten Purworejo masih belum maksimal, dengan tidak adanya peraturan yang mengatur serta sulit untuk menerapkan sanksi yang tegas dalam pengimplementasiannya. Serta bentuk insentif dan insentif yang belum jelas, bentuk apa yang diberikan. Selain itu harus adanya koordinasi antar dinas yang menangani pengendalian lahan pertanian ke non pertanian untuk menghindari data-data yang tidak sama terkait pengendalian lahan pertanian

Kata Kunci : Strategi, Pengendalian, Alih Fungsi Lahan Pertanian Ke Perumahan
Indonesia's development-oriented economic growth. Which is the main sector is the sector such as industry, tourism and services. With the increasing development needs will increase in land use. One of the constraints on the development of agriculture in Purworejo is a factor of agricultural land conversion to non-residential. Purworejo slowly began to move into the industrial sector, tourism, and services. Besides the construction of housing becomes a problem for the conversion of farmland into housing. If the conversion of agricultural land can not be resolved will result in the production of rice in Purworejo. As it is known is a supplier of rice Purworejo in Central Java. Not controlled by the rate of land conversion, feared would reduce the production of rice. But in reality the conversion of agricultural land can not be avoided, but it can be done controls to reduce the occurrence of agricultural land conversion.
The purpose of this study was to determine the Local Government Strategy in Housing Land Transfer Function Control. This study uses a qualitative method with purposive sampling techniques informant election. Data collected through interviews, observation and documentation. The analytical method used is interactive analysis by Miles and Huberman and validity of the data was tested by triangulation. This study did not assess the overall aspects, limiting research on selected aspects.
These results indicate that the Strategy of Local Government in Control Transfer Function Into Non-Agricultural Land Housing in Purworejo still not up, in the absence of regulations governing as well as difficult to implement strict sanctions implementation. As well as incentives and incentives are not yet clear, the form of what is given. In addition it should be coordination among agencies that deal with the control of agricultural land to non-agricultural to avoid data not related to control farmland same

Keywords: Strategy, Controlling, Agricultural Land Transfer Function Into Housing.
645316271C1A009083ANALISIS PENDAPATAN PENGRAJIN EMAS DI KELURAHAN PASIR KIDUL KECAMATAN PURWOKERTO BARAT KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan Pengrajin Emas di Kelurahan Pasir Kidul Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil produksi, jam kerja, usia, dan pengalaman bekerja, baik secara bersama-sama maupun secara parsial terhadap pendapatan pengrajin emas di Kelurahan Pasir Kidul, dan mengetahui besarnya kontribusi pendapatan pengrajin emas terhadap pendapatan rumah tangga, serta untuk mengetahui perbandingan pendapatan pengrajin maupun pendapatan per kapita rumah tangga pengrajin emas di Kelurahan Pasir Kidul melalui standar pemenuhan kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Banyumas tahun 2015.
Jumlah responden sebanyak 51 orang, di mana seluruh populasi sebanyak 104 orang pengrajin. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi berganda, dan analisis tabulasi.
Berdasarkan analisis regresi berganda, diperoleh bahwa hasil produksi, jam kerja, usia, dan pengalaman bekerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengrajin emas di Kelurahan Pasir Kidul. Hasil produksi, jam kerja, dan pengalaman bekerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pengrajin, sedangkan variabel usia secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengrajin.
Ditemukan pula bahwa persentase kontribusi pendapatan pengrajin emas di Kelurahan Pasir Kidul terhadap pendapatan rumah tangganya lebih dari 50 persen yaitu sebesar 76,26 persen, atau dapat dikatakan kontribusinya cukup besar terhadap pendapatan rumah tangganya. Berdasarkan perbandingan pendapatan pengrajin emas terhadap Standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Kabupaten Banyumas Tahun 2015, sebagian besar pendapatan pengrajin sudah memenuhi standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2015. Akan tetapi berdasarkan perbandingan pendapatan per kapita rumah tangga pengrajin emas terhadap standar KHL Kabupaten Banyumas tahun 2015, sebagian besar pendapatan per kapita rumah tangga pengrajin emas di Kelurahan Pasir Kidul belum memenuhi standar KHL Kabuaten Banyumas tahun 2015.
Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pelatihan, dan pendampingan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (DINPERINDAGKOP) bagi pengrajin untuk meningkatkan keterampilan yang nantinya akan berimbas pada peningkatan pendapatan pengrajin. Adanya kontinuitas dan konsistensi pengrajin dalam menekuni usahanya juga dapat menambah pengalaman bekerja bagi pengrajin. Usaha kerajinan emas ini berpotensi untuk dikembangkan. Di sisi lain, pengrajin mempunyai tanggungan keluarga, maka sangat diperlukan tambahan sumber pendapatan dari anggota keluarga yang lain khususnya yang telah berusia produktif guna meningkatkan pendapatan per kapita rumah tangga pengrajin yang memenuhi Standar Kebutuhan Hidup Layak Kabupaten Banyumas.
This research entitled "Income Analysis Goldsmith in Pasir Kidul Village, Purwokerto Barat District, Banyumas Regency". This study aimed to determine the effect of output, working hours, age, and work experience, either simultaneously or partially on the goldsmiths income in Pasir Kidul village, and to determine the contribution of goldsmiths income on household income, and to determine the comparison of goldsmith income or the comparison of per capita income in Pasir Kidul Village through decent living standarts (KHL) Banyumas 2015.
The number of respondents as many as 51 people in which the population as many as 104 goldsmiths. Data analysis method is used multiple regression and tabulation analysis.
Based on multiple regression analysis is obtained that the model of output, working hours, age, and work experience simultaneously are significant effect on goldsmiths income in Pasir Kidul Village. Output, working hours and work experience partially are positive and significant effect on the goldsmith income, while the age variable partially are not significant effect on goldsmiths income.
It was also found that the contribution precentage of goldsmiths income in Pasir Kidul Village on the household incomes is more than 50 percent, which mounted to 76.26 percent, or it can be said a great contribution to the household income. Based on the comparison of per capita household income of goldsmiths with Standard KHL Banyumas 2015, it is known that there are a number of 49 households or 96.08 percent of respondents have not met the Living Needs (KHL) and two household or 3.92 percent already meet the standards of KHL. Therefore, it can be said the majority of per capita household income of goldsmiths in the village of Pasir Kidul not meet decent living standards Banyumas 2015.
The implication of this research is the goldsmiths need the training and monitoring from Department of Industry, Trade, and Cooperation to improve their skills so that will can increase income. Continuity and consistency can also add the work experience of goldsmith. Gold handicraft business has the potential to be developed because the contribution or donation of goldsmiths income on household income is more than 50 percent. On the other side, the goldsmiths have the family responsibilities, so it have to need an additional income of the other family members who have been particularly productive age in order to increase per capita of household income artisans that meet standards living need of Banyumas.
645416272A1H010076APLIKASI NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN VARIASI NUTRISIBudidaya bawang merah secara hidroponik dengan metode Nutrient Film Technique (NFT) mulai dikembangkan. Hidroponik merupakan budidaya tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah dari nutrisi yang berbeda dengan metode penanaman secara hidroponik sistem Nutrient Film Techniquedan mendapatkan varietas bawang merah yang sesuai di budidayakan secara Nutrient Film Technique. Penelitian menggunakan dua macam nutrisi. Nutrisi I yaituAB Mix + Selenium (0 ppm) danNutrisi II yaitu AB Mix +Selenium (30ppm). Tanaman bawang merah yang digunakan yaitu lima varietas dan empat genotipe bawang merah. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan analisis data adalah Uji F dilanjutkan dengan Uji Jarak Ganda Duncan (UJGD) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada interaksi antara varietas dengan nutrisi pada jumlah daun dan volume akar. Interaksi antara nutrisi dengan varietas bawang merah terjadi pada tinggi tanaman, panjang daun, jumlah umbi dan bobot umbi. Varietas yang cocok di budidayakan secara NFT yaitu Varietas Bima Tarmo.Onion cultivation of hydroponic methods Nutrient Film Technique (NFT) was developed. Hydroponics is the cultivation without using soil as a growing medium. The purpose of this study was to get growth and yield of onion of different nutrients with the method of hydroponic cultivation system Nutrient Film Technique (NFT) and obtain the appropriate onion varieties cultivated in Nutrient Film Technique (NFT). The study used two kinds of nutrients. Nutrition 1 is a AB Mix + Selenium (0 ppm) and nutrition II is a AB Mix + Selenium (30ppm). Onion crop varieties used were five and four genotypes of onion. The design used in this study is a Randomized Design (RAK) with F test data analysis is followed by Duncan's Multiple Range Test (UJGD) at 5%. The results showed there was no interaction between the varieties of nutrients in the number of leaves and root volume. Interaction between nutrition onion varieties happen to occur in plant height , leaf length , number of tubers and tuber weight . Suitable varieties are cultivated varieties NFT is a Bima Tarmo.
64557872P2FB08046PENGARUH DISIPLIN PEGAWAI, KOMUNIKASI PEGAWAI DAN RESPONSIVITAS PEGAWAI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK KELURAHAN DI KABUPATEN CILACAPD. PURNOMO HERMAWAN, Program Studi Ilmu Administrasi-Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, Pengaruh Disiplin Pegawai, Komunikasi Pegawai, dan Responsivitas Pegawai Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Kelurahan di Kabupaten Cilacap, Komisi Pembimbing, Ketua Prof. Dr. Paulus Israwan Setyoko, MS., Anggota Drs. Simin, MSi.
Organisasi pemerintah memiliki tugas utama memberikan pelayanan publik dan bertanggungjawab untuk meningkatkan kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Berkenaan dengan hal tersebut, sebagai salah satu Organisasi Pemerintah Kelurahan memiliki peran yang sangat penting, karena melalui lembaga inilah prosedur perijinan sebagai salah satu bentuk pelayanan publik dimulai.
Berdasarkan identifikasi tersebut, maka permasalahan yang menarik untuk dikaji secara mendalam yaitu mengukur besarnya pengaruh disiplin pegawai, komunikasi pegawai dan responsivitas pegawai terhadap kualitas pelaksanaan pelayanan publik kelurahan yang ada di Kabupaten Cilacap.
Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan besarnya pengaruh disiplin pegawai, komunikasi pegawai dan responsivitas pegawai terhadap kualitas pelayanan publik kelurahan, dan teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Teori Kualitas Pelayanan Publik
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampel wilayah atau area sampling (cluster sampling). Dalam penelitian ini, yang menjadi populasi adalah masyarakat yang mendapatkan jasa pelayanan oleh Kelurahan di Kabupaten Cilacap. Sasaran Penelitian ini adalah masyarakat yang mendapatkan pelayanan oleh kelurahan yang ada di Kabupaten Cilacap yang berada di 9 (sembilan) kelurahan dari 15 (lima belas) kelurahan yang memiliki kesempatan sama untuk dipilih menjadi lokasi penelitian dan berada di Kabupaten Cilacap
Hasil perhitungan yang ada didapatkan, bahwa nilai fhitung adalah sebesar 42,027 lebih besar daripada ftabel sebesar 2,37, maka dapat disimpulkan bahwa variabel-variabel Disiplin Pegawai (X¬1) Komunikasi Pegawai (X2) dan Responsivitas Pegawai (X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat Kualitas Pelayanan publik kelurahan di Kabupaten Cilacap.
Berdasarkan pada perhitungan dengan menggunakan uji f, dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh positif sebesar 37,6% antara variabel Disiplin Pegawai (X¬1), Komunikasi Pegawai (X2) dan Responsivitas Pegawai (X3) terhadap variabel terikat Kualitas Pelayanan (Y), sehingga dapat diperoleh kesimpulan bahwa disiplin pegawai, komunikasi pegawai, dan responsivitas pegawai memiliki pengaruh yang kuat terhadap kualitas pelayanan publik kelurahan.
D. PURNOMO HERMAWAN, General Soedirman University’s Post Graduate Program of Administration Science Study Program, The influence of Discipline of the employees, Communication of the employees and Responsiveness of the employees to Public Service Quality of Village Administrative District in Cilacap Regency, Counselor Committee, Chairman Prof.Dr. Paulus Israwan Setyoko,MS., Member Drs.Simin,MSi.
Government’s Organization has main task to give public service and responsible to increase the quality of its service to society. Based on this matter, Village Administrative District as one of government organizations has important role, because the permit procedure as one of public service forms is started from here.
Based on this identification, there is such a case which is very interesting to review deeply, that is to measure level of the influence of discipline of the employees, communication of the employees and responsiveness of the employees to quality of village administrative district’s public service performance in Cilacap regency.
The purpose of this research is to know and explain level of the influence of discipline of the employees, communication of the employees and responsiveness of the employees to quality of village administrative district public service, and theory used in this research was Theory of Public Service Quality.
Sample taken in this research by using area sampling method or cluster sampling. In this research, the population is the people who get the service given by village administrative district in Cilacap regency. The target of the research is the people who get the service in nine of fifteen village administrative districts in Cilacap regency who have equal chance to be chosen as the location of research and located within Cilacap regency.
The result of the calculation is that the value of fcalculation is 42,027 greater than ftable which is 2.37, therefore it is concluded that Discipline of the employees variables (X1), Communication of the employees (X2) and Responsiveness of the employees (X3), altogether have influence to bound variable of public service quality in village administrative district in Cilacap regency.
Based on the calculation using fexamination, it is known that there is positive influence 37,6% among variables of Discipline of the employees (X1), Communication of the employees (X2) and Responsiveness of the employees (X3) to bound variable of Service Quality (Y), so the conclusion can be drawn that Discipline of the employees, Communication of the employees and Responsiveness of the employees have strong influence to public service quality in village administrative districts.
645616273G1A012130PERBANDINGAN KADAR ASAM URAT SERUM
PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL TAHAP AKHIR
DENGAN DIABETES MELITUS DAN NON DIABETES MELITUS
DI RSUD PROF. DR MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
ABSTRAK

Prevalensi Penyakit Ginjal Tahap Akhir di dunia meningkat saat ini dengan Diabetes Melitus (DM) sebagai salah satu penyebabnya. Penderita DM mengalami gangguan metabolisme dalam tubuh, salah satunya adalah ketidakseimbangan kadar asam urat. Kadar asam urat pada penderita DM cenderung meningkat. Penyakit ginjal tahap akhir berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat. Peningkatan kadar asam urat dapat memperburuk keadaan fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar asam urat serum pada pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan DM dan non DM. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan DM dan non DM, masing-masing 22 subjek, berusia 18-70 tahun, dan menjalani hemodialisis 3 bulan - 2 tahun. Analisis statistik menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rerata usia 51 tahun dan jenis kelamin laki-laki lebih banyak (56,8%). Rerata kadar kadar asam urat serum pada pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan DM 7,60 mg/dL, dan 5,86 mg/dL non DM. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji t tidak berpasangan diperoleh hasil p=0,00 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna kadar asam urat serum pada pasien penyakit ginjal tahap akhir dengan DM dan non DM.

The Prevalence of end stage renal disease (ESRD) in the world is increasing today, which diabetes is one of the causes. Diabetes patients suffered metabolism disorders in their body, including imbalance of uric acid level. Uric acid levels in diabetes patients tend to increase. ESRD with Increased of uric acid levels. Increased of uric acid levels will make heavier renal function. The purpose of this study is to comparison of uric acid serum level in ESRD patient with diabetes and without diabetes. This study is an observational analytic research with cross sectional design. Subjects were ESRD patients with diabetes and without diabetes respectively 22 people, aged 18-70 years and undergoing hemodialysis 3 months to 2 years. Bivariate analysis using independent t test. The results of this study showed the mean of subject age is 51 years old and more male (56,8%). The mean levels of serum uric acid in ESRD with diabetes 7,60 mg/dL, and 5,86 mg/dL without diabetes. Statistical test results using independent t test, p=0,00 (p<0,05). The conclusion of this study is significant difference of uric acid serum levels at the patients ESRD with diabetes and without diabetes.
645716274H1E011053Karakterisasi Sifat Mekanik, Optik, Dan Listrik Kitosan PEG 4000 Doping Garam LiClO4 Sebagai Membran Polimer Elektrolit BateraiPada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi sifat mekanik, optik, dan listrik dari membran polimer elektrolit Kitosan PEG 4000 doping garam LiClO4. Proses fabrikasi meliputi fabrikasi kitosan- PEG 4000 dengan konsentrasi 80% dan 20%, dan fabrikasi kitosan PEG 4000 didopingkan dengan garam LiClO4 sebanyak 15% dan 75%. Hasil pengujian sifat mekanik pada kitosan- PEG 4000 didapat nilai kuat tarik 448,15 MPa pendopingan garam LiClO4 sebanyak 15% dan 75% menghasilkan nilai kuat tarik masing masing 448,15 MPa dan 10,52 MPa, pada pengujian sifat listrik nilai konduktivitas yang diperoleh pada kitosan– PEG 4000 adalah 1,26.10^(-11)S/cm, dengan pendopingan garam LiClO4 sebanyak 15% dan 75% menghasilkan nilai konduktivitas masing masing 1,44.10^(-11)S/cm dan 1,45.10^(-8)S/cm. Pada sifat optik hasil yang diperoleh pada Kitosan- PEG 4000 adalah pelemahan sinyal ganda pada bilangan gelombang 3523 cm^(-1) dan 3560 cm^(-1), pelemahan sinyal tunggal pada bilangan gelombang 1623 cm^(-1), dan pelemahan sinyal pada bilangan Gelombang 3000 sampai 3700 cm^(-1), penambahan garam LiClO4 15% menunjukkan adanya pelemahan sinyal pada bilangan gelombang 1644 cm^(-1), dan pelemahan sinyal pada bilangan gelombang 3000 sampai 3675 cm^(-1), penambahan garam LiClO4 sebanyak 75% menghasilkan pelemahan sinyal pada bilangan gelombang 2882 cm^(-1). Sedangkan hasil pada pengujian XRD menunjukkan penambahan konsentrasi garam LiClO4 menghasilkan struktur kristal yang semakin amorf.

This research has been done on the characterization of mechanical, optical, and electrical properties of polymer electrolyte membrane of Chitosan PEG 4000 doped with LiClO4 salt. The fabrication process are Chitosan PEG 4000 at the concentration of 80% and 20% and fabrication of Chitosan PEG 4000 doped with LiClO4 salt with concentration of 15% and 75%. The mechanical properties result of Chitosan- PEG 4000 is tensile strength values of 448,15 MPa. The added of LiClO4 salt with concentration of 15% and 75% giving tensile strength result of 448,15 MPa and 10,52 MPa. The electrical properties result on Chitosan- PEG 4000 has given the conductivity value of 1,26.〖10〗^(-11)S/cm. With the added of LiClO4 salt of 15% and 75% has given conductivity values of 1,44.〖10〗^(-11)S/cm and 1,45.〖10〗^(-8)S/cm. The optical properties result of Chitosan PEG 4000 is double signal attenuation at ṽ 3523 cm^(-1) and 3560 cm^(-1), single signal attenuation at ṽ 1623 cm^(-1), broad signal attenuation at ṽ 3000 to 3700 cm^(-1). The added of 15% LiClO4 salt show signal attenuation at ṽ 1644 cm^(-1). And the broad signal attenuation at ṽ 3000 to 3675 cm^(-1). The added of 75% LiClO4 salt has given signal attenuation at ṽ 2882 cm^(-1). And the result of XRD test shows the added of LiClO4 salt concentration resulted in an increasingly amorphous crystaline structure.
645816275G1A012133PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) TERKAIT DENGAN RIBA, KEIKUTSERTAAN DAN PEMANFAATAN BPJS DI KALANGAN KELOMPOK AGAMA KABUPATEN BANYUMASABSTRAK

Latar belakang. Sampai pada hari ini, BPJS masih menjadi topik yang dipenuhi dengan pendapat pro-dan kontra. Ditinjau dari berbagai pandangan oleh kalangan masyarakat yang menyebutkan adanya keterkaitan antara BPJS dengan rRiba ditambah lagi setelah MUI (Majelis Ulama Indonesia) menyatakan bahwa BPJS haram karena adanya denda administratif sebesar 2% (dua persen). Perbedaan pandangan mengenai BPJS ini lah yang kemudian mendorong peneliti untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat tentang BPJS terkait adanya Riba.
Tujuan. Mengetahui pandangan masyarakat tentang BPJS terkait dengan Riba, keikutsertaan dan pemanfaatan BPJS di Kabupaten Banyumas khususnya kalangan kelompok agama.
Metodologi Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam dengan metode pengumpulan data. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yakni masyarakat yang diambil dari organisasi sosial MUI (Majelis Ulama Indonesia), NU (Nadhatul Ulama), Muhammadiyah, HTI (Hizbuttahrir Indonesia) dan perwakilan dari pengurus Masjid Fatimatuzzahra yang memenuhi kriteria penelitian
Hasil dan Pembahasan. Dalam penelitian ini didapatkan beberapa tema penelitian yakni pemahaman tentang BPJS Kesehatan, Kontroversi program BPJS Kesehatan, Faktor yang menyebabkan adanya Riba di dalam program BPJS Kesehatan, keikutsertaan dan pemanfaatan BPJS serta Harapan terhadap BPJS Kesehatan.
Kesimpulan. Penelitian ini mengidentifikasi pandangan kalangan agama yang masih tidak jelas sehingga menimbulkan konroversi. Selain itu ditemukan pandangan lain selain Riba (Penambahan) yang menyebabkan semakin banyaknya definisi lain mengenai BPJS yakni adanya Gharar (Ketidakjelasan) dan Maisir (Judi/Spekulasi). Meskipun informan memiliki banyak pandangan yang berbeda terhadap BPJS Kesehatan namun sebagian informan tetap memilih mendaftarkan dirinya kedalam program BPJS Kesehatan atas tuntutan dari kantornya.
ABSTRAK

Background. Until today, BPJS become the a topic filled by opinions pro and con. Judging from the various views by the community which mentions the relationship between BPJS with Riba plus another after the MUI (Majelis Ulama Indonesia) said that BPJS forbidden because of their administrative fine of 2% (two percent). The discovery of some differences of views on this BPJS who then encourages researchers to find out how people's views of their usury related BPJS
Aim. Knowing people's views of BPJS associated with usury, participation and utilization BPJS in Banyumas, especially among religious groups.
Research methodology. This research uses descriptive qualitative design with in-depth interviews with the method of data collection. The research subject is taken using purposive sampling techniques such as the people who were taken from social organizations MUI (Majelis Ulama Indonesia), NU (Nadhatul Ulama), Muhammadiyah, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) and representatives of the mosque caretaker Fatimatuzzahra who met the study criteria
Results and Discussion. In this study, several research themes namely understanding of BPJS Health, Health Controversy BPJS program, factors which led to the usury in BPJS Health program, participation and utilization BPJS and hope to BPJS.
Conclusion. This research identifies the community views remain unclear, causing controversy. Also found other views besides Riba (Interest) which led to the increasing number of other definitions regarding BPJS namely their Gharar (Unclear) and Maisir (Judi / speculation). Although informants have many different views on BPJS but some informants still choose to register itself into program BPJS on the demands of his office.
645912402H1B008016APLIKASI TOPSIS DALAM PENYELEKSIAN
BAHAN POKOK YANG AKAN DIPERJUALBELIKAN
Multiple Attribute Decision Making (MADM) metode TOPSIS merupakansalah satumetode yang mampumemecahkanmasalahsecaraefisiendanefektif, sertadapatdigunakanuntukpengambilankeputusan.Padapenelitianini,metode TOPSIS diaplikasikanuntukpenyeleksianbahan pokok yang akan diperjualbelikan pada usaha toko bahan pokok. Kriteria yang digunakandalampenyeleksianbahan pokok iniadalahkriteriakebutuhan perhari, keuntungan, tingkat fluktuasi harga, dan resiko rusak atau kadaluarsa. Perhitunganmetode TOPSIS dilakukansecara manual dandenganmenggunakan Program. Hasil seleksi bahan pokok yang diperoleh menggunakan aplikasi metode TOPSIS menunjukkan bahwa dari ketujuh warung makan yang menjadi responden, macam atau merek dagang bahan pokok yang dipilih sebagai alternatif terbaik untuk diperjualbelikan berdasarkan masing-masing jenisnya adalah beras IR 64, gula kristal putih, susu Frisian Flag, minyak malindo, gas ELPIJI 3 kg, garam Segitiga, tepung beras Rosebrand 500 gr, tepung terigu Dahlia, kecap Bango 600 ml, lada bubuk Ladaku, dan penyedap rasa Masako sachet.Multiple Attribute Decision Making (MADM) TOPSIS method is one of a method that is able to solve a problem efficiently and effectively, used in decision making. In this research, TOPSIS method is applied in selecting staple that will be used in a grocery store. The criteria used in selecting staple are daily needs demand, profit, price fluctuation rate, and durability risk or expired. TOPSIS method calculation are done manually and by using a programme. Staple selection result obtained through TOPSIS method show that from the seven grocery store respondents, type or brand of the choosen staple as the best alternative to be traded based from each kind are IR 64 rice, white crystal sugar, Frisian Flag milk, malindo cooking oil, 3 kg ELPIJI gas, Segitiga salt, Rosebrand rice flour 500 gr, Dahlia wheat flour, Bango soy 600 ml, Ladaku peper powder, and Masako flavoring sachet.
64607871P2EA10003PERAN DAN FUNGSI APEX BPR BANK JATENG SEBAGAI PENGAYOM
BANK PERKREDITAN RAKYAT (STUDI DI WILAYAH EKS KARESIDENAN BANYUMAS)
DUDI HERAWADI, Program Pascasarjana, Magister IlmuHukum, UniversitasJenderalSoedirman, Peran Dan Fungsi Apex BPR Bank JatengSebagaiPengayom Bank Perkreditan Rakyat (Studi Di Wilayah EksKaresidenanBanyumas.Pembimbing 1: Dr.Hj.Sulistyandari, S.H.,M.Hum, Pembimbing II: Dr.AriefSuryono, S.H.,M.H.
Dalamrangkamendorongpembiayaanpadasektorusahamikro, kecildanmenengahsertamenatapersaingan bank di daerahuntukmewujudkan sistem keuanganperbankan yang sehatdankuat, Bank Indonesia sebagaiotoritaspengawasandanpembinaan bank memberlakukan program inisiatifBank Regional Champion dan Apex Bank. Bank Regional Champion menempatkan Bank Pembangunan Daerah sebagaimarket leaderpenggerakperekonomiandaerah. Program apex bank ditujukansebagaipengayombagi Bank Perkreditan Rakyat menyikapidinamikaperkembanganekonomidantingkatpersaingan dibidangjasakeuangan yang memunculkanberbagaieksposurrisiko.
Penelitianinibertujuanuntukmemahami apex bank sebagaiinstrumenpengayom, mengetahuibagaimanapenerapan apex bank, mengetahuitingkatpemahamanparapihak, mengetahuifaktor-faktor yang dapatmemperkuatkerjasamaapex bank. Dilakukanterhadap bank-bank yang beradaatauberkedudukan di wilayahekskaresidenanBanyumas.Data hasilpenelitiandianalisissesuainorma-normahukum yang berlakudalamimplementasi program (kebijakan) sebagaisaranapemberlakuan program dimaksud.
Berdasarkanhasilpenelitiandananalisis, disimpulkanbahwaperandanfungsi Apex BPR Bank Jatengsebagaipengayom Bank Perkreditan Rakyat di wilayahekskaresidenanBanyumasbelumberfungsidanberperandenganbaik, sehinggatujuandaripemberlakuan program inisiatif apex bank belumtercapai.
Berdasarkanhasil yang ditemukandalampenelitian, makabeberapa saran yang dikemukakanadalah (1) Bank apex perlumelakukankegiatanuntukmengidentifikasikebutuhan yang secaranyatadandiperlukanoleh Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di wilayahekskaresidenanBanyumas. Hasilidentifikasitersebutmerupakaninventarisasisebagaidasarpertimbanganpenguatanfungsi Apex BPR Bank Jateng yang dilaksanakansesuaidengankebutuhan.(2) Menyusun program kerja Apex BPR Bank JatengdenganmelibatkanKomite Apex danAnggota Apex BPR Bank Jateng. Secaraberkaladilakukan forum komunikasibersamauntukmelakukanevaluasidanmengukurkinerjapencapaian program kerja apex bank.
Bank Indonesia sebagaiotoritaspengawasdanpembinaan bank ataulembaga yang menggantikannyamengambilperanlebihdalammelaksanakanfungsipengawasandanpembinaanuntukmensukseskanpencapaian program inisiatif yang dilaksanakan.
DUDI HERAWADI, Post Graduate Program of Law Sciences, JenderalSoedirmanUniversity, Role And Function Apex BPR Bank Jateng As Protector of Rural Banks ( Studies In Ex residencyof BanyumasRegion).
1stAdvisor: Dr. Hj.Sulistyandari ,S.H., M.Hum , 2ndAdvisor: Dr.AriefSuryono, S.H.,M.H.
In order to drive financing to micro, small and medium enterprises and the managing the bank competition in rural financial system to create sound and strong banking, Bank Indonesia as authorities bank supervision and guidance imposinginitiatives programs Regional Champion Bank and Apex Bank. Bank Regional Champion placing Bank Pembangunan Daerah as market leader in driving the regional economy. The program is intended as a guidance for rural banks respond to the dynamics of economic development and degree of competition in fields financial services which raises many risk exposures.
The purpose of this research aims to understand the apex bank as an instrument protector, find out how applying of the apex bank, find out the level of understanding of the parties, knowing the factors that can strengthen cooperation apex bank. Do the banks that are located in the region of ex residency of Banyumas. The data were analyzed according the legal norms in force in the implementation of the program (policy of) as a means of application of the program
Based on the results of research and analysis, it was concluded that the role and function of Apex BPR Bank Jateng as a guidance as of Rural Banks in the region of theex residency of Banyumas is not functioning properly and act, so that the purpose of the implementation of program initiatives apex bank have not reached.
Form the results found in the research, some advice are proposed are (1) the apex bank should undertakeactivities to identify the real needs and required by rural banks in the region ex residency of Banyumas. The identification result is an inventory as a basis for consideration of strengthening the function of the Apex BPR Bank Jateng are implemented according to the needs. (2) Develop a program of work with the Apex BPR Bank Jateng involves the Apex Committee and Member of Apex BPR Bank Jateng. Periodically performed with the communication forum for evaluating and measuring the performance of the work program achievement apex bank.
Bank Indonesia as the regulatory authorities and supervision the bank or institution that replaced took over the role in carrying out the functions of supervision and guidance to succeed in the achievement of program initiatives undertaken.