Home
Login.
Artikelilmiahs
16275
Update
ALIFAH ZATA YUMNI
NIM
Judul Artikel
PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) TERKAIT DENGAN RIBA, KEIKUTSERTAAN DAN PEMANFAATAN BPJS DI KALANGAN KELOMPOK AGAMA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Latar belakang. Sampai pada hari ini, BPJS masih menjadi topik yang dipenuhi dengan pendapat pro-dan kontra. Ditinjau dari berbagai pandangan oleh kalangan masyarakat yang menyebutkan adanya keterkaitan antara BPJS dengan rRiba ditambah lagi setelah MUI (Majelis Ulama Indonesia) menyatakan bahwa BPJS haram karena adanya denda administratif sebesar 2% (dua persen). Perbedaan pandangan mengenai BPJS ini lah yang kemudian mendorong peneliti untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat tentang BPJS terkait adanya Riba. Tujuan. Mengetahui pandangan masyarakat tentang BPJS terkait dengan Riba, keikutsertaan dan pemanfaatan BPJS di Kabupaten Banyumas khususnya kalangan kelompok agama. Metodologi Penelitian. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam dengan metode pengumpulan data. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik purposive sampling yakni masyarakat yang diambil dari organisasi sosial MUI (Majelis Ulama Indonesia), NU (Nadhatul Ulama), Muhammadiyah, HTI (Hizbuttahrir Indonesia) dan perwakilan dari pengurus Masjid Fatimatuzzahra yang memenuhi kriteria penelitian Hasil dan Pembahasan. Dalam penelitian ini didapatkan beberapa tema penelitian yakni pemahaman tentang BPJS Kesehatan, Kontroversi program BPJS Kesehatan, Faktor yang menyebabkan adanya Riba di dalam program BPJS Kesehatan, keikutsertaan dan pemanfaatan BPJS serta Harapan terhadap BPJS Kesehatan. Kesimpulan. Penelitian ini mengidentifikasi pandangan kalangan agama yang masih tidak jelas sehingga menimbulkan konroversi. Selain itu ditemukan pandangan lain selain Riba (Penambahan) yang menyebabkan semakin banyaknya definisi lain mengenai BPJS yakni adanya Gharar (Ketidakjelasan) dan Maisir (Judi/Spekulasi). Meskipun informan memiliki banyak pandangan yang berbeda terhadap BPJS Kesehatan namun sebagian informan tetap memilih mendaftarkan dirinya kedalam program BPJS Kesehatan atas tuntutan dari kantornya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRAK Background. Until today, BPJS become the a topic filled by opinions pro and con. Judging from the various views by the community which mentions the relationship between BPJS with Riba plus another after the MUI (Majelis Ulama Indonesia) said that BPJS forbidden because of their administrative fine of 2% (two percent). The discovery of some differences of views on this BPJS who then encourages researchers to find out how people's views of their usury related BPJS Aim. Knowing people's views of BPJS associated with usury, participation and utilization BPJS in Banyumas, especially among religious groups. Research methodology. This research uses descriptive qualitative design with in-depth interviews with the method of data collection. The research subject is taken using purposive sampling techniques such as the people who were taken from social organizations MUI (Majelis Ulama Indonesia), NU (Nadhatul Ulama), Muhammadiyah, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) and representatives of the mosque caretaker Fatimatuzzahra who met the study criteria Results and Discussion. In this study, several research themes namely understanding of BPJS Health, Health Controversy BPJS program, factors which led to the usury in BPJS Health program, participation and utilization BPJS and hope to BPJS. Conclusion. This research identifies the community views remain unclear, causing controversy. Also found other views besides Riba (Interest) which led to the increasing number of other definitions regarding BPJS namely their Gharar (Unclear) and Maisir (Judi / speculation). Although informants have many different views on BPJS but some informants still choose to register itself into program BPJS on the demands of his office.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save