Artikelilmiahs

Menampilkan 6.481-6.500 dari 48.862 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
64817879C1A009102FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN LISTRIK RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul "Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Listrik Rumah Tangga di Kabupaten Banyumas". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, sumber air, jumlah anggota keluarga, jumlah peralatan yang menggunakan listrik, dan luas bangunan rumah terhadap besarnya permintaan listrik rumah tangga di Kabupaten Banyumas dan untuk mengetahui variabel yang paling sensitif pengaruhnya terhadap besarnya permintaan listrik rumah tangga di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini dilakukan dengan metode survai dengan teknik analisis data regresi linier berganda untuk menguji pengaruh dua variabel atau lebih variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Untuk mengetahui uji asumsi klasik dalam penelitian ini digunakan Uji Multikolinearitas, Uji Heteroskedastisitas, dan Uji Autokorelasi.
Hasil dari perhitungan regresi linier berganda dapat disimpulkan bahwa variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan listrik rumah tangga di Kabupaten Banyumas adalah variabel pendapatan rumah tangga, pendidikan kepala rumah tangga, sumber air, jumlah anggota keluarga, jumlah peralatan yang listrik, dan luas bangunan rumah. Secara parsial variabel pendidikan kepala rumah tangga dan sumber air tidak berpengaruh terhadap permintaan listrik rumah tangga di Kabupaten Banyumas. Variabel yang paling sensitif pengaruhnya dalam penelitian ini adalah variabel pendapatan rumah tangga.
Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya sosialisasi untuk menghemat listrik. Sebaiknya responden yang berpendapatan tinggi dapat mengurangi pemakaian listriknya dengan membeli alat-alat listrik yang dapat menghemat arus listrik. Oleh karena itu, sosialisasi untuk menghemat listrik sebaiknya ditujukan ke golongan masyarakat yang berpendapatan tinggi, dikarenakan masyarakat yang berpendapatan rendah dengan sendirinya sudah dapat menghemat listrik. Untuk penerangan sendiri dapat menggunakan lampu hemat energi.
This research is entitled "The Determinants of Household Demand for Electricity in Banyumas Regency". The purpose of this research is to determine the effect of household income, education of household head, source of water, family size, number of appliances using electricity, and house floor size on household demand for electricity in Banyumas Regency and to identify the most sensitive variable.
This research was conducted by survey method. Data were analyzed using multiple regression to test the effect of independent variables on the dependent variable. Tests of the classical assumption used in this study included multicollinearity, heteroskedasticity, and autocorrelation.
The results show that the variables that significantly affect household electricity demand in Banyumas include household income, number of family members, number of electrical appliances, and house floor size. Education of household head and source of water have no effect on household demand for electricity in Banyumas. The most sensitive variable in this research is the household income.
This research implies the importance of campaign to save electricity. It is recommended that high-income group should reduce electricity consumption by purchasing energy-saving tools. The campaign should be targeted to high-income group because low-income group, due to their income constraint, have used electricity efficiently. For lighting alone, households are recommended to use energy-saving lamps.
64827880F1C010055BARANG-BARANG ‘BERMEREK’ DAN PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI
(STUDI KORELASIONAL TENTANG KEPEMILIKAN BARANG-BARANG ‘BERMEREK’ DENGAN PEMBENTUKAN SELF IDENTITY DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN)
Skripsi ini berjudul Barang-Barang ‘Bermerek’ dan Pembentukan Identitas Diri (Studi Korelasional tentang Kepemilikan Barang-barang ‘Bermerek’ dengan Pembentukan Self Identity di Kalangan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman). Pokok permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara persepsi kepemilikan barang-barang ‘bermerek’ dengan pembentukan identitas diri mahasiswa di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pemilihan informan random sampling. Penelitian ini menggunakan Korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antara persepsi tentang kepemilikan barang-barang ‘bermerek’ dengan pembentukan identitas diri mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh koefisien korelasi (r-hitung) sebesar 0,808 pada taraf signifikansi 5% (α=0,05), dan tingkat kepercayaan 95% dengan jumlah responden 100.
Koefisien korelasi sebesar 0,808 tersebut dapat dimaknai bahwa diantara variabel persepsi tentang kepemilikan barang-barang ‘bermerek’ dengan pembentukan identitas diri mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman terdapat hubungan yang sangat kuat, positif, dan signifikan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah, persepsi tentang kepemilikan barang-barang ‘bermerek’ secara langsung maupun tidak langsung memiliki hubungan dengan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dalam membentuk identitas dirinya.

Kata kunci: Psikologi Komunikasi, Persepsi, Barang Bermerek, Identitas Diri
The title of the script is the Branded Goods And the Forming of Self-Identity (The Correlation Study of the Branded Goods Possession With the Forming of Self-Identity Among the Students of Jenderal Soedirman University). The subject matter raised in the research is How the correlation between perception of the branded goods possession with the forming of students self-identity in the Jenderal Soedirman University is.
The method used in the research is the survey with the technique of random sampling informant selection. The research used the product moment correlation to find out the correlation between perception of the branded goods possession with the forming of the self-identity of the Jenderal Soedirman University students in Purwokerto. Based on the statistical calculation, the coefficient correlation (r-calculus) is 0,808 in the significant level of 5% (α=0,05) and the level of confidence is 95% from 100 respondents
The correlation coefficient of 0,808 means that there is very strong, positive and significant correlation between variable perception of the branded goods possession with the forming of the self-identity of the Jenderal Soedirman University students. The conclusion of the research is the perception of the branded goods possession directly or indirectly have a correlation with the students of the Jenderal Soedirman University in forming their self-identity.

Keywords : The communication psychology, Perception, Branded Goods, Self Identity.
64837882G1A010112PENGARUH EKSTRAK BIJI KOPI HIJAU (Coffea canephora robusta) TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) DAN BERAT BADAN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)Latar Belakang : Obesitas adalah keadaan gangguan metabolik yang dapat mencetuskan beberapa penyakit seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan stroke. HDL merupakan lipoprotein yang mampu mencegah penyakit tersebut. Ekstrak biji kopi hijau telah diketahui memberikan efek anti-obesitas dan diduga dapat meningkatkan kadar HDL plasma.
Tujuan : Mengetahui pengaruh ekstrak biji kopi hijau (Coffea canephora robusta) terhadap kadar HDL dan berat badan tikus model obesitas yang diinduksi diit tinggi lemak.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain rancangan acak lengkap dengan pendekatan pre-post test with control group. Tiga puluh ekor tikus (Rattus norvegicus) jantan galur Wistar berumur 2 bulan dengan berat badan 100-150 gram dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Sebelum perlakuan, kelompok II dan III diinduksi obesitas dengan asupan high fat diet sampai diperoleh berat badan >20 gram dibandingkan kelompok I. Kelompok I (kontrol negatif) mendapatkan normal fat diet + sonde aquades; kelompok II (kontrol positif) mendapatkan high fat diet + PTU 0,01% + sonde aquades; kelompok III (ekstrak biji kopi hijau) mendapatkan high fat diet + PTU 0,01% + sonde esktrak biji kopi hijau 400 mg/KgBB/hari. Pemberian ekstrak dilakukan selama 21 hari. Sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan pengukuran kadar HDL dan berat badan tikus. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Selain itu data juga dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan kelompok III memiliki rerata HDL post test tertinggi berbeda bermakna terhadap kelompok I dan II (p<0,05). Berat badan tikus kelompok III mengalami penurunan. Selisih berat badan pre-post kelompok III berbeda bermakna terhadap kelompok I dan II (p<0,05).
Kesimpulan : Pemberian ekstrak biji kopi hijau dosis 400 mg/KgBB/hari dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kadar HDL dan penurunan berat badan tikus model obesitas.
Background : Obesity is a state of metabolic disorders that can trigger some diseases such as hypertension, coronary heart disease and stroke. HDL is a lipoprotein that is capable of preventing the disease. Green coffee bean extract has been known to provide anti-obesity effects and can increase plasma HDL levels.
Objective : The aims of this research was to study the effect of extract of green coffee beans (Coffea canephora robusta) on HDL levels and body weight in obese rats induced high-fat-diet.
Methode : This is an experimental study with pre-post test with control grup design. Thirty (30) male Wistar rats aged 2 months, weighing 100-150 grams were alocated into 3 groups. Before treatment, group II and III were induced obesity by high-fat diet until gained weight > 20 grams compared to group I. Group I (negative control) received normal fat diet + aquadest gavage; Group II (positive control) received high-fat diet + 0,01% PTU + aquadest gavage; Group III (green coffee bean extract) received high-fat diet + 0,01% PTU + 400 mg/KGBW/day green coffee bean extract gavage. The treatment is done for 21 days. HDL levels and body mass, before and after treatment were measured. The data were analyzed with One-Way ANOVA, followed by Post Hoc test with LSD test. The other data were analyzed with Kruskal-Wallis, followed by Mann-Whitney test.
Results : This study showed that average HDL levels post-test of group III is highest significant (p<0,05). The body weight of group III was decreased. Delta body weight pre-post test from group III was significant diferent compared to group I and II (p<0,05).
Conclucion : Green coffee bean extract with dose of 400 mg/kgBW/day can give positive effect to incrased the HDL levels and decreased body weight in obese rats.
64847883F1C009028Peranan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana dalam Mengantisipasi Perkawinan Usia Dini di Desa Pernasidi Kecamatan Cilogok Kabupaten BanyumasDengan mengambil judul Peranan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana dalam Mengantisipasi Perkawinan Usia Dini di Desa Pernasidi Kecamatan Cilogok Kabupaten Banyumas bertujuan untuk melihat bagaimana peranan PLKB dan hambatan apa saja yang terjadi pada saat proses penyuluhan antisipasi perkawinan usia dini. Penyuluhan antisipasi perkawinan usia dini merupakan tindak lanjut program pemerintah berkaitan dengan program hindari 4T (terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, terlalu rapat jaraknya).
Penyuluhan antisipasi perkawinan dini diadakan karena angka perkawinan usia dini termasuk kategori tinggi yang berdampak pada banyaknya remaja yang putus sekolah dan tingkat perceraian yang tinggi. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan studi deskripstif, Informan yang dipilih menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan) tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis interaktif sedangkan untuk kepentingan keabsahan data digunakan triangulasi sumber.
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan penyuluhan antisipasi perkawinan usia dini di desa Pernasidi menggunakan pendekatan persuasif melalui tokoh masyarakat dan tokoh agama. Peranan penyuluh lapangan keluarga berancana terangkum dalam 10 langkah PLKB yang di aplikasikan secara maksimal oleh penyuluh lapangan keluarga berencana desa Pernasidi, melalui pendekatan persuasif dengan menggunakan tekhnik repetisi melalui tokoh agama dan tokoh masyarakat pada saat kegiatan rakor yang rutin dilakukan, karena kebanyakan warga Desa Pernasidi masih mengikuti apa yang dikatakan oleh tokoh agama dan tokoh mayarakat.
Hambatan dalam melakukan penyuluhan dibagi menjadi dua yaitu hambatan internal dan eksternal, hambatan internal berkaitan dengan kuantitas tenaga PLKB yang sangat kurang dan hambatan ekternal berkaitan dengan sumber daya masyrakat yang rata-rata hanya lulusan SD.


This research that entitled “Family Planning Program Intructor Roles to Anticipate Adolescent Marriage in Pernasidi Village, Cilongok District” aims to understand how the PLKB roles to anticipate adolescent marriage. This Counseling is further action from goverment program that related from Avoid 4 T (Too young, Too old, Too have many children, Too tight-the distance).
This counseling held because adolesce marriage number have high category that effected by some adolesces drop out and high divorce. On the qualitative method with descriptive method, informant is selected by purposive sampling. Data accumulation uses observation interview and documentation. Data analysis is analyzed by interactive analysis, whereas to data validity uses source triagulation.
From research result concluded that this counseling action explore persuasive approach by person of society figure and religion figure. Role of intructor summarized by 10 step PLKB that applicated maximally by that instructor, use persuasive approach with repetition technique through religion figure, and society figure in the rakor routine activity, because some of Pernasidi society still apply what they do and explain.
Obstacles from counseling divide into two part are internal problem and external problem. Internal problem related with less quantity of PLKB employee. External problem related with human resources that more of them only graduate from elementary school.


648511546D1E009230PROFIL TERNAK SAPI PERANAKAN ONGOLE DI KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian berjudul “Profil Ternak Sapi Peranakan Ongole di Kabupaten Purbalingga” telah dilaksanakan pada tanggal 14 April 2014 sampai dengan 28 Mei 2014. Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil ternak sapi Peranakan Ongole berdasarkan umur, body condition score (BCS), dan ukuran statistik tubuh sapi di Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan metode survei, penentuan sampel wilayah menggunakan metode stratified random sampling berdasarkan jumlah kelompok peternak sapi potong terbanyak, sedang dan tersedikit. Kecamatan yang terpilih sebagai sampel adalah Kecamatan Bobotsari, Mrebet, dan Karangjambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). sapi PO pedet umur 6,62 bulan dengan nilai BCS 2,18 memiliki ukuran lingkar dada, panjang badan, tinggi badan, dan bobot badan rata-rata sebesar 134,13 cm, 90,82 cm, 116,69 cm, dan 194,21 kg,(2). sapi PO muda umur 14,61 bulan, dengan nilai BCS 2,32 memiliki ukuran lingkar dada, panjang badan, tinggi badan dan bobot badan rata-rata sebesar 155,12 cm, 109,29 cm, dan 129,67 cm, dan 259,23 kg, (3). sapi PO dewasa umur 39,15 bulan dengan nilai BCS 2,07 memiliki ukuran lingkar dada, panjang badan, tinggi badan, dan bobot badan rata-rata sebesar 167,94 cm, 122,52 cm, 128,93 cm, dan 288,53 kg. Penelitian dapat disimpulkan bahwa profil sapi pada umur fisiologis pedet, muda dan dewasa memiliki nilai BCS yang relatif sama terhadap ukuran statistik vitalnya cenderung meningkat.The study entitled "Profile of Ongole Crossbreed Cattle (PO) in Purbalingga Regency" was conducted from 14 April to 28 May, 2014. This research aimed to study the profile of Ongole Crossbreed Cattle based on the age, body condition score (BCS), and statistical measures of the animal body in Purbalingga.The research was carried out with the survey method on farmers Ongole crossbred cattle, determination of the sample area used a stratified random sampling method based on the highest, middle, and the lower number of beef cattle farmer group. The sub-districts which were selected as the sample area were Bobotsari, Mrebet, and Karangjambu. The results showed: (1). PO beef cattle at calves 6.62 months of age with BCS value of 2.18, had a chest circumference, body length,average height of 134.13 cm, 90.82 cm, and 116.69 cm, and the average of body weight was 194.21 kg, (2). Young PO cows aged 14.61 months, with a BCS value of 2.32, had a chest circumference, body length, average height of 155.12 cm, 109.29 cm, and 129.67 cm, and the average of body weight was 259.23 kg, and (3). adults PO cattle aged age 39.15 months, with a BCS value of 2.07, had a chest circumference, body length, average height of 167.94 cm, 122.52 cm, and 128.93 cm, and the average of body weight was 288.53 kg. It can be concluded that the profiles of male and female calves, steer and heifer and bull and cow, they have similar BCS and their statistical measures tend to increase.
64867884G1A010003Pengaruh Senam Aerobik Terprogram Terhadap Indeks Massa TubuhLatar Belakang : Komposisi tubuh merupakan salah satu parameter untuk mengevaluasi tingkat kebugaran jasmani. Indeks massa tubuh adalah salah satu cara menilai komposisi tubuh yang mudah, murah dan sederhana. Obesitas dan overweight masih menjadi masalah penting baik di Indonesia maupun di dunia. Intervensi untuk mengatasi obesitas dan overweight yaitu dengan memperbanyak aktivitas fisik aerobik. Senam aerobik merupakan aktivitas aerobik yang cukup populer belakangan ini.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik terprogram terhadap indeks massa tubuh.
Metode : Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan pendekatan pre and post test design. Tiga puluh tiga sampel diambil dengan metode consecutive sampling. Senam aerobik dilakukan seminggu tiga kali selama 12 minggu dengan durasi 40 menit. Subyek diukur IMT sebelum dan setelah melaksanakan program senam aerobik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh senam aerobik terprogram terhadap IMT.
Hasil : Hasil uji Wilcoxon menujukkan adanya pengaruh yang signifikan senam aerobik terprogram terhadap indeks massa tubuh dengan p=0,000. IMT sebelum senam aerobik 22,89 (17,78 – 36,57) dan IMT sesudah senam aerobik 22,20 (16,66 – 37,32).
Kesimpulan : Terdapat pengaruh senam aerobik terprogram terhadap indeks massa tubuh.
Background : Body composition is one of the parameters to evaluate the level of physical fitness. Body mass index is one way of assessing body composition are easy, cheap and simple. Obesity and overweight is becoming an important issue in Indonesia and world. Interventions to address obesity and overweight is to multiply the aerobic physical activity. Aerobic dance is aerobic activity that is quite popular these days.
Purpose : The purpose of this study is to determine the effect of programmed aerobic dance on body mass index.
Methods : This study is an experimental study with pre and post test design. 33 samples were taken with consecutive sampling method. Aerobic dance is taken three times a week for 12 weeks with a duration of 40 minutes. Subjects were measured their BMI before and after implementing aerobic dance program. Data analysis using the Wilcoxon test to determine the effect of programmed aerobic dance on BMI.
Results : The results of the Wilcoxon test showed a significant influence of programmed aerobic dance on body mass index with p = 0.000. BMI before aerobic dance is 22.89 ( 17.78 to 36.57 ) and BMI after aerobic dance is 22.20 ( 16.66 to 37.32 ).
Conclusion : There is a effect of aerobic dance on body mass index.
64877309C1K009048FACTORS AFFECTING E-LEARNING ADOPTION AT ECONOMICS FACULTY FACTORS AFFECTING E-LEARNING ADOPTION AT ECONOMICS FACULTY FACTORS AFFECTING E-LEARNING ADOPTION AT ECONOMICS FACULTY
648810102E1A009087TINJAUAN YURIDIS KEDUDUKAN HUKUM CALON PENUMPANG SEBAGAI AKIBAT PUTUSAN PAILIT PENGADILAN NIAGA JAKARTA PUSAT NOMOR : 77/PAILIT/2012/PN.NIAGA.JKT.PST TERHADAP PERUSAHAAN JASA MASKAPAI PT. METRO BATAVIAKepailitan pada intinya adalah upaya agar debitor tidak melakukan perbuatan yang dapat merugikan kepentingan kreditor, sehingga dapat membayar utang-utangnya. Seiring berjalannya waktu, kepailitan tidak hanya menjadi masalah antara pihak berpiutang dan pihak yang berutang, namun juga melibatkan pihak-pihak lain yang pada awalnya tidak termasuk ke dalam pihak yang bersengketa. Hal ini dapat dilihat pada kasus kepailitan PT. Metro Batavia dengan putusan nomor : 77/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Awalnya hubungan hukum antara pihak PT. Metro Batavia dengan calon penumpang hanyalah hubungan jual beli jasa. Setelah putusan pailit, hubungan hukum berubah menjadi utang piutang dimana PT. Metro Batavia sebagai yang berutang (debitor) dan pihak calon penumpang sebagai pihak yang berpiutang (kreditor). Hal ini dianggap tidak adil oleh para calon penumpang, karena mereka hanya ingin mendapatkan haknya berupa layanan jasa. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini membahas suatu permasalahan yakni bagaimana kedudukan hukum calon penumpang sebagai akibat putusan pailit Pengadilan Niaga Jakarta Pusat Nomor : 77/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst terhadap perusahaan jasa maskapai PT. Metro Batavia.
Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif, dimana penelitian difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positf. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diketahui bahwa kedudukan hukum calon penumpang adalah sebagai kreditor konkuren yang mana kreditor ini mendapat pelunasan setelah kreditor diatasnya yakni kreditor separatis dan kreditor preferen memperoleh pelunasan terlebih dahulu berdasarakan Pasal 36 ayat (3) dan 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.
Bankruptcy is essentially an effort to protect the creditor to the debtor did not abuse may damage the creditor interest, so that it can pay its debts. Over time, bankruptcy isn’t only become a problem between the parties and the parties owe indebted, but also involve other parties which wasn’t initially included in the parties to the dispute. This matter can refer to in the case of bankruptcy of PT. Metro Batavia with verdict number : 77/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst.
Legal relationship which originally was selling such services, turned into accounts payable which PT. Metro Batavia as the debt (the debtor) and the consumer as parties indebted (creditor). It is considered unfair by consumers because they just want to get their rights. Accordingly, this study discusses an issue that is how the legal position of passengers as a result of the bankruptcy verdict Niaga’s Court of Central Jakarta Number: 77/Pailit/2012/PN.Niaga.Jkt.Pst on airline services company PT. Metro Batavia.
The approach of method used is a normative juridical, where research is focused on reviewing the application of the rules or norms of the positive law. Based on the research results, it can be seen that the legal position of the passenger is as concurrent creditors which the creditor is getting repayment after creditors thereon that is separatist creditors and preferred creditor to obtain repayment in advance be based on Article 36 verse (3) and Article 37 verse (1) Regulation number 37 Year 2004 about Bankruptcy and Posponement Duty Payment Debt.
648911207G1A007078HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI
DENGAN STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN BALITA
DI KECAMATAN BATURADEN
Latar Belakang :Anak balita merupakan salah satu golongan penduduk yang rawan terhadap masalah gizi. Kurang gizi pada masa balita dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan mental. Kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan orang tua balita, khususnya ibu merupakan salah satu penyebab kekurangan gizi pada balita. Pengetahuan ibu tentang stimulus perkembangan anak dan penyajian makanan yang seimbang merupakan faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi dan perkembangan balita.
MetodePenelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di Kecamatan Baturaden pada bulan Mei tahun 2014 sebanyak 3528 balita, sampel yang diteliti adalah sebanyak 97 responden. Dianalisis data dengan menggunakan Chi Square.
Hasil :Berdasarkan penelitian didapatkan Nilai X2hitung = 8,993 > X2tabel = 3,84 dan p-value 0,003 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita.X2hitung = 4,084 > X2tabel = 3,84 dan p-value 0,043 < 0,05. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan perkembangan balita.
Kesimpulan:Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan statu gizi di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas. Terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan perkembangan balita di Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas.



Toddler is one segment of the population that is vulnerable to nutritional problems. If they happen to malnutrition in infancy can lead to stunted growth and mental development disorders. Lack of knowledge of nutrition and health of the parents, especially the mother is one of the causes of malnutrition in children under five. Knowledge of parents about child development and presentation of the stimulus balanced diet is an important factor in supporting the development of the child.
This studyaimed todetermine the relationship ofmaternalknowledgeaboutnutritionalandinfant nutritionalstatusof early childhood development. This type of researchisanalyticcorrelativewith cross sectional approach. The populationin this study wereallchildrenin the DistrictBaturraden2014in May of3528asa toddler, the sample studiedisas much as97respondents.
Based on thesurvey results revealedX2 countvalue=4.084>X2table=3.84andp-valueof 0.043<0.05. This showsthatthere is astatisticallysignificant relationshipwith themother's knowledgeaboutnutritionearly childhood developmentin SubBaturadenBanyumasYear2014X2 countvalue=8.993>X2table=3.84andp-value0.003<0.05. This showsthatthere is astatisticallysignificant relationshipwith themother's knowledgeabout nutritionnutritional status of childrenin DistrictBaturadenBanyumas2014.
649010924F1D009038PERILAKU MEMILIH NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA PURWOKERTO
DALAM PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANYUMAS
PERIODE 2013-2018
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana perilaku memilih narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banyumas Periode 2013-2018 dan juga faktor-faktor kontekstual apa sajakah yang mempengaruhi perilaku memilih narapidana tersebut. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perilaku memilih narapidana adalah memilih secara skeptis tanpa memiliki pertimbangan ideologis terhadap sebuah partai politik atau seorang kontestan. Namun demikian, narapidana sendiri merupakan pemilih yang mandiri. Artinya, dalam menentukan pilihannya narapidana memilih berdasarkan pilihan sendiri tanpa ada pengaruh dari orang lain. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku memilih narapidana seperti adalah 1) posisi warga binaan yang tidak menjadi prioritas utama kampanye tim sukses, 2) minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak KPUD Banyumas dan pihak Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto, 3) tidak ada jadwal kampanye visi dan misi pasangan calon dari KPUD Banyumas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto.The purpose of this study is to know the choosing behaviour of the prisoners at Class IIA Penitentiary Purwokerto in the Election of Regent and Vice Regent of Banyumas Period 2013-2018 and what are the contextual factors that affect the prisoners. The result of this study shows that the convicts choosing behaviour is choosing sceptically without having ideological considerations against a political party or a contestant. However, prisoners are independent voter. It means that they choose based on their own choice without any influence from others. While the factors that influence the choosing behaviour of the prisons are 1) the position of the prisoner who did not have a major priority for the campaign, 2) lack of socialization conducted by KPUD Banyumas and The Penitentiary Class IIA Purwokerto, 3) lack of candidate’s vision and mision schedule campaign from KPUD Banyumas in Class IIA Penitentiary Purwokerto.
64917885G1A010103HUBUNGAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DENGAN PERSALINAN PREMATUR DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO TAHUN 2013Persalinan prematur saat ini menjadi perhatian utama dalam bidang obstetrik karena erat kaitannya dengan morbiditas dan mortalitas perinatal. Di Indonesia berdasarkan data Riskesdas (2007) prevalensi prematur diperkirakan 7 – 14%. Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan persalinan prematur. Di Indonesia prevalensi anemia pada kehamilan cukup tinggi yaitu mencapai 70%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan anemia pada kehamilan dengan persalinan prematur di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto tahun 2013. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis hasil menggunakan analisis Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ibu hamil dengan anemia yang melahirkan prematur sebanyak 32 orang (52,46%). Pada kelompok pembanding yaitu ibu hamil tidak anemia hanya 9 orang (14,75%) yang mengalami persalinan prematur. Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia pada kehamilan dengan persalinan prematur (x2=68,95;p=0,000) dan prevalence risk sebesar 6,37.Preterm labor is currently a major concern in obstetrics as closely related to perinatal morbidity and mortality. In Indonesia, based on Riskesdas (2007) data, the prevalence of premature was estimated 7-14%. Anemia in pregnancy is considered to be related to premature labor. The prevalence of anemia in pregnancy in Indonesia is high, reaching 70%. The purpose of this research was to determine the association between anemia in pregnancy and premature labor in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital in 2013. The method of this research is observational cross sectional study. The data was analized using Chi square. The result of this study showed that 32 (52,46%) preterm pregnant women are anemic. In pregnant women who were not anemic only 9 (14,75%) who gave premature labor. Chi square test showed that there was a significant association between anemia in pregnancy and the labor (x2=68,95;p=0,000). The prevalence risk was 6,37.
64927887F1F009070The Analysis of Idioms Used in The Dark Knight Rises Movie Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan analisis idiom pada film The Dark knight rises, apa saja tipenya, ciri nya, lalu fungsi dari idiom yang ada di dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan data yang diambil dari percakapan yang ada di dalam film The Dark Knight Rises. Alasan peneliti memilih idiom adalah karena peneliti sangat tertarik untuk menganalisis kata-kata khusus yang memiliki banyak arti tersirat dan makna kiasan, jadi hal tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan peneliti mengenai kajian studi semacam ini.
Metode yang dipakai peneliti adalah metode kualitatif. Peneliti menjawab pertanyaan penelitian dalam bentuk paragraf dengan menggambarkan situasi konteks dan analisis. Ada 83 data yang dipakai sebagai sampel. Berdasarkan pengelompokan tipe idiom, peneliti menemukan 11 data yg termasuk dalam pure idiom, 13 semi idiom, dan 59 literal idiom. Kemudian berdasarkan pengelompokan ciri-ciri idiom, peneliti menemukan 28 conventional phrase, 9 figurativeness, dan 46 phrasal verbs. Peneliti tidak menemukan data yang termasuk dalam ciri alteration of grammatical rule dan alteration of word order. Setelah itu, berdasarkan pengelompokan fungsi idiom, peneliti menemukan 59 data yang termasuk dalam fungsi referensial, dan 24 data yang termasuk dalam fungsi pragmatik.
This research was conducted to describe the analysis of idiom used in The Dark knight rises movie, to find out the types, the features and then the functions of idiom that happened in the movie. This research used the data that were taken from conversations in The Dark Knight Rises Movie. The reasons why the researcher chooses idiom is because the researcher is interested in analyzing the special words that have many hidden meanings and non literal meaning, so that it can enlarge the knowledge of the researcher about this kind of study.
The method that the researcher uses is qualitative method. The researcher answers the research question in form of paragraphs by describing the contexts and analyses. There were 83 data that were used as samples. Based on the classification of types of idiom, the researcher found 11 data that are included as pure idiom, 13 semi idioms, and 59 literal idioms. Based on the classification features of idiom, the researcher found 28 conventional phrase, 9 figurativeness, and 46 phrasal verbs. The researcher did not find any data that are included in alteration of grammatical rules and alteration of word order. Then, based on the classification functions of idiom, the researcher found 59 data that are included in referential function and 24 data that are included in pragmatic function.
649310103F1B009016Kinerja Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Kabupaten Indramayu Dalam Pengelolaan Sampah Di TPA Pecuk Kabupaten IndramayuBesarnya timbulan sampah yang tidak dapat ditangani akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung bagi penduduk. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah timbulnya berbagai penyakit, sedangkan dampak tidak langsung adalah turunnya kualitas lingkungan baik jangka waktu lama maupun dalam jangka waktu pendek, diantaranya adalah bahaya banjir, pencemaran air dan tanah dan sebagainya.
Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Desain penelitian yang digunakan adalah bentuk terpancang, yaitu riset kualitatif dengan kegiatan mengumpulkan data berdasarkan tujuan dan pertanyaan-pertanyaan riset yang lebih dulu ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja DKP Kabupaten Indramayu dalam memberikan pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Indramayu. Dan juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja DKP Kabupaten Indramayu dalam pengelolaan sampah di TPA Pecuk Kabupaten Indramayu.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kinerja organisasi masih perlu peningkatan. Hal ini tergambar dari masih kurangnya sarana dan prasarana pengelolaan sampah serta rendahnya peran serta masyarakat. Oleh sebab itu dibutuhkan sistem yang terpadu antara Dinas Kebersihan dan Pertamanan sebagai pengelola pelayanan dengan masyarakat sebagai penerima pelayanan. Cara penyelesaian yang ideal dalam penanganan sampah di perkotaan adalah dengan cara membuang sampah sekaligus memanfaatkannya sehingga selain membersihkan lingkungan, juga menghasilkan kegunaan baru dan secara ekonomi akan mengurangi biaya penanganan sampah. Dari segi kebutuhan tenaga dan peralatan pengumpulan dan pengangkutan jelas akan menjadi lebih sedikit sehingga pemerintah daerah akan dapat meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah serta mendapatkan revenue dari hasil pengelolaan sampah diluar retribusi.
The amount of waste that can not be handled will cause a variety of problems, either directly or indirectly to the population. The direct impact of waste management indiscretion include a variety of diseases, while the indirect impact is the decline in the quality of the environment both the long term and in the short term, such as flooding, water and soil pollution, and so on.
The method used is descriptive qualitative. Design research is a form of spikes, ie qualitative research by collecting activity data based on the objectives and research questions are first determined. The purpose of this study was to determine the performance of DKP Indramayu district in providing waste management services in Indramayu. And also to determine the factors that affect the performance of DKP Indramayu district in the management of waste in the landfill Cormorant Indramayu district.
Based on the research, organizational performance still needs improvement. This is illustrated by the lack of waste management infrastructure and low community participation. And therefore required an integrated system between the Department of Hygiene and as a community organizer with the service as the service recipient. The ideal way of settlement in urban waste management is to dispose of waste as well use it so that in addition to cleaning up the environment, also generate new usability and economy will reduce waste management costs. In terms of personnel and equipment needs of the collection and transport would be less obvious that the local government will be able to improve waste management services and gain revenue from the levy beyond waste management.
649410104H1C010045DESAIN, IMPLEMENTASI, DAN PERBANDINGAN ALGORITMA DETEKSI RADAR OS, OSGO, DAN OSSO CFAR PADA FPGARadar merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi target pada suatu wilayah. Pendeteksian target dilakukan dengan cara membandingkan sinyal yang diterima dengan nilai threshold tertentu. Sinyal yang diterima dapat berupa sinyal target ataupun bukan yang dianggap sebagai noise. Noise yang bermacam – macam jenisnya dapat menyebabkan sebagian noise terdeteksi sebagai target. Agar radar dapat mendeteksi target secara lebih tepat, diperlukan suatu algoritma perhitungan threshold yang adaptif dengan lingkungan yang ada, sehingga noise tidak terdeteksi sebagai target. Algoritma tersebut dinamakan Constant False Alarm Rate (CFAR). Salah satu cara algoritma CFAR untuk menentukan nilai thresholdnya secara adaptif adalah dengan mengurutkan sejumlah nilai dari beberapa sinyal yang diterima kemudian diambil nilai ke-k. Cara tersebut dikenal dengan Order Statistics (OS) CFAR. OS CFAR saat ini dikembangkan menjadi beberapa algoritma baru, diantaranya Order Statistics Greatest Of (OSGO) dan Order Statistics Smallest Of (OSSO) CFAR. Pada penelitian ini, dilakukan desain prosesor dengan berdasarkan algoritma CFAR yang diuji coba ke Field Programmable Gate Array (FPGA) dengan menggunakan software quartus II.9.0. Dari hasil simulasi diketahui bahwa ALUT yang dibutuhkan oleh detektor OS yaitu 13.198, sedangkan oleh OSGO dan OSSO yaitu 6539. Selain itu, detektor OSGO dan OSSO memiliki laju data yang hampir sama sedangkan OS lebih lambat dari keduanya.Radar is a device used to detect targets in an area. The detection is done by comparing the received signal with a certain threshold value. The received signal can be either target signal not considered as noise. A various kind of noise cause the noise to be detected as an object. In order to detect a target precisely, needs an adaptive logarithm to the existing environment, so there is no mistake in detecting a target as noise. The algorithm is called the Constant False Alarm Rate (CFAR). For example, the CFAR determine the threshold value adaptively by arranging some value from a certain received signal then pick it to -k. It is known as the Order Statistics (OS) CFAR. Nowadays, OS CFAR is being developed into several new algorithms, including Order Statistics Greatest Of (OSGO) and Order Statistics Smallest Of (OSSO) CFAR. This study will be conducted with processor using CFAR logarithm and tested in Field Programmable Gate Array (FPGA) with quartus II 9.0. From the simulation was known ALUT that needed by OS detector is13.198, while OSGO and OSSO detector are 6.539. Beside that, OSGO and OSSO detector have almost same bit rate, while OS detector is slower than both of them.
649510925G1D011030PENGARUH TERAPI EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) TERHADAP SKOR KECEMASAN ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB X PURWOKERTOLatar Belakang : Anak merupakan hal paling berharga bagi orang tua, semua orang tua mengharapkan anak sehat dan normal. Anak tunagrahita mengalami kondisi terhentinya atau tidak lengkapnya perkembangan pikiran selama periode perkembangan, yang mempengaruhi keseluruhan tingkat kecerdasan. Orang tua yang tidak menerima anak tunagrahita, akan timbul gangguan psikologis seperti cemas. Terapi EFT (Emotional Freedom Technique) merupakan, salah satu cara mengatasi masalah psikologis. Ketukan pada EFT akan mengirimkan sinyal untuk menenangkan otak.
Tujuan : Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh terapi EFT terhadap skor kecemasan orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB X Purwokerto
Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan pra eksperimen dengan one group pre and posttest design. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah 21 responden. Analisis data menggunakan uji t-tes berpasangan.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden semuanya mengalami kecemasan sedang setelah dilakukan terapi EFT sebanyak 2 kali, setelah dilakukan terapi 15 responden mengalami kecemasan sedang dan 6 responden kecemasan ringan. Rata-rata kecemasan sebelum terapi adalah 61,428 dan rata-rata sesudah terapi adalah 51,952. Hasil analisis statistik menggunakan uji t-tes berpasangan menghasilkan nilai p = 0,000 (p<α = 0,05).
Kesimpulan : Terdapat penurunan skor kecemasan sebelum dan sesudah terapi EFT pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB X purwokerto
Background: Children are the most precious thing for parents, all parents expect children to be healthy and normal. Retarded child has a condition cessation or incomplete development of mind during the development period, which affects the overall level of intelligence. Parents who do not accept children with intellectual challenges, there will be psychological disorders such as anxiety. Therapy EFT (Emotional Freedom Technique) is one way to overcome psychological problems. The knock on EFT will send a signal to calm the brain.
Purpose: The purpose of the study was to determine the effect of EFT therapy for anxiety scores of parents who have children with mental retradation in SLB X Purwokerto
Methods: This study used a pre-experimental design with one group pretest and posttest. Purposive sampling method using sampling with 21 respondents. Analysis of data using paired t-tests.
Results: The results of this study indicate that respondents are all experienced anxiety after EFT therapy 2 times, after 15 respondents experienced anxiety therapy and 6 respondents were mild anxiety. On average anxiety before therapy is 61.428 and the average after therapy is 51.952. Statistical analysis using paired t-test p = 0.000 generate value (p <α = 0.05).
Conclusion: There is a decrease in anxiety scores before and after the EFT therapy in elderly people who have children with mental retradation in SLB X purwokerto
Keywords: anxiety, EFT therapy, mental retradation

649611390E1A111054PERSETUJUAN TINDAKAN MEDIS DALAM OPERASI CITO SECSIO SESARIA (Studi terhadap Pertimbangan Hukum Hakim dalam Putusan Nomor: 79 PK/PID/2013)ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur persetujuan tindakan medis dalam operasi Cito Secsio Sesaria, dan juga untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam perkara malpraktik medis dalam Putusan Pengadilan Negeri Manado No. 90 PID.B/2011/PN.MDO dan Kasasi oleh Mahkamah Agung Putusan No. 365 K//PID/2012, serta Putusan Peninjauan Kembali No. 79 PK/PID/2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan analisis, yaitu disamping melihat norma-norma tertulis, juga dalam rangka melihat suatu fenomena kasus yang telah diputus oleh pengadilan, dengan cara melihat analisis yang dilakukan oleh ahli hukum yang dapat digunakan oleh hakim dalam pertimbangan putusannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur persetujuan tindakan medis dalam operasi Cito Secsio Sesaria yang dilakukan oleh para Terdakwa telah sesuai dengan prosedur persetujuan tindakan medis dalam Pasal 4 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 290/MENKES/PER/III/2008 tentang Persetujuan Tindakan Kedokteran. Selanjutnya pertimbangan hakim dalam Putusan No. 90 PID.B/2011/PN.MDO, Majelis Hakim mempertimbangkan alat bukti yang saling bersesuaian, serta dakwaan Jaksa Penuntut Umum, dan karena unsur-unsur yang didakwakan tidak terbukti, maka Hakim memutus untuk membebaskan para Terdakwa dari semua dakwaan. Pertimbangan hakim dalam Putusan Kasasi No. 365 K/PID/2012, Mahkamah Agung mempertimbangkan memori kasasi yang membuktikan adanya kelalaian dari tindakan para terdakwa, sehingga Mahkamah Agung berkeyakinan bahwa perbuatan para Terdakwa merupakan suatu kelalaian yang menyebabkan meninggalnya seseorang dan Mahkamah Agung menjatuhkan putusan pemidanaan kepada terdakwa. Pertimbangan hakim dalam Putusan Peninjauan Kembali No. 79 PK/PID/2013, hakim mempertimbangkan alasan permohonan peninjauan kembali, keterangan para saksi dan ahli, hakim PK berkeyakinan bahwa para Terpidana tidak bersalah, karena tindakan para Terpidana sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga hakim PK memutus bebas Para Terpidana.


Kata Kunci: Persetujuan Tindakan Medis, Operasi Cito Secsio Sesaria, Kelalaian

ABSTRACT

This research aimed to find out procedure of informed consent of cito secsio sesaria surgical operation, and to find out judgement of malpractice case on verdict of Manado court No. 90 PID. B/ 2011/ PN. MDO and the jurisdiction of the supreme court No. 365 K/ PID/ 2012, and verdict of reconsideration No. 79 PK/ PID/ 2013. The approach that was used in this research was normative juridical analysis. the researcher not only analyzed written norm but also phenomenon of case that had been served by court throughout analyzing what was conducted by law expert that would be used by judge to consider the verdict.
The result of this research showed that the procedure of the informed consent of cito secsio sesaria surgical operation conducted by defendant had been agreeable with procedure of informed consent on article 4 Indonesia Health Minister adjusment No. 290/ MENKES/ PER/ III/ 2008 about agreement medical treatment. Furthermore, judgment of verdict No. 90 PID. B/ 2011/ PN. MDO, judge council considered that the evidence and accusation of public prosecutor were appropriate. Therefore, components that was accused was not evidenced, so judge adjudicated to acquit the defendant. The jurisdiction of the supreme court No. 365 K/ PID/ 2012 , the supreme court judged memory of an appeal to the highest court proved that there was carelessness conducted by the defendant, so the supreme court certain that the deed of the defendant was a carelessness that caused death of somebody. Therefore, the supreme court adjudicated condemnation verdict to the defendant. The verdict of reconsideration No. 79 PK/ PID/ 2013, judge considered the reason of reconsideration petition, testimony of the spectator and expert. Thus, judge certain that the defendant was not guilty because the medical treatment had been appropriate with standard operational procedure ( SOP), so judge adjudicated to acquit the defendant.

Key words: Informed Consent, Cito Secsio Sesaria Surgical Operation,
Carelessness



649711548C1C011039PENGARUH COMPETITIVE BIDDING PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI TERHADAP PENAWARAN PEMENANG TENDER DALAM E-PROCUREMENT LPSE PT. PLN (PERSERO)Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh competitive bidding pada pekerjaan konstruksi terhadap penawaran pemenang tender dalam e-procurement LPSE PT. PLN (PERSERO). Pada Penelitian ini, competitive bidding dianalisis dari lima sisi yang berbeda diantaranya jumlah peserta tender, aset bersih peserta tender, jarak peserta tender dengan lokasi proyek, nilai pekerjaan, dan kemenangan masa lalu peserta tender. Data yang digunakan adalah 38 pekerjaan konstruksi yang dilelang di e-procurement LPSE PT. PLN (PERSERO) agensi Jawa Tengah dan DIY. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa jumlah dan aset bersih peserta tender berpengaruh negatif terhadap penawaran pemenang tender. Sedangkan, jarak peserta tender, nilai pekerjaan, dan kemenangan masa lalu peserta tender tidak berpengaruh terhadap penawaran pemenang tender. Penelitian ini juga membuktikan bahwa variabel-variabel tersebut secara simultan berpengaruh terhadap penawaran pemenang tender. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan meskipun jumlah dan aset bersih peserta tender berpengaruh negatif terhadap penawaran pemenang tender, jumlah dan aset bersih peserta tender tergolong kecil dalam pengadaan publik yang terdaftar dalam e-procurement LPSE PT. PLN (PERSERO). Selain itu, jarak peserta tender, nilai pekerjaan, dan kemenangan masa lalu peserta tender yang tidak berpengaruh terhadap penawaran pemenang tender dikarenakan lokasi peserta yang terpusat pada satu wilayah, nilai pekerjaan yang tergolong kecil, dan pengalaman peserta dalam melakukan proyek-proyek yang kecil sebelumnya. Hasil ini kemudian menunjukkan bahwa competitive bidding pada pekerjaan konstruksi berpengaruh negatif terhadap penawaran pemenang tender.
This study aimed to examine the effect of competitive bidding on construction work winning bids in the e-procurement LPSE PT. PLN (PERSERO). In this research, competitive bidding is analyzed from five different sides of which the number of bidders, net assets of the bidder, distance, project size, and past wins. Using 38 construction work being auctioned on e-procurement LPSE PT. PLN (PERSERO) agency in Central Java and Yogyakarta. The data is analyzed by multiple linear regression analysis method.
The results showed that the number and net assets of bidders negatively affect the winning bids. Meanwhile, the distance, project size, and past wins do not affect the winning bidder offers. This study also proved that these variables simultaneously affect the winning bids. The implications of this study show despite the number and net assets bidders negatively affect the winning bidder offers, the number and net assets of bidders is small in public procurement which listed in the e-procurement LPSE PT. PLN (PERSERO). In addition, the distance bidders, the value of work, and past victories bidders that do not affect the winner of the tender offer due to the location of the participants were concentrated in one area, the value of the work that is relatively small, and the participants' experiences in doing small projects before. This result then show that competitve bidding in construction works negatively effects the winning bids.
64988377F1G010039Eufemisme dalam Rubrik Cinta dan Seks di Vemale.comPenelitian ini berjudul “Eufemisme dalam Rubrik Cinta dan Seks di Vemale.com”. Tujuan penelitian ini mendiskripsikan referensi eufemisme dan latar belakang penggunaannya dalam Rubrik Cinta dan Seks di Vemale.com.
Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan data yang berasal dari Rubrik “Cinta dan Seks” di Vemale.com. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak dan metode cakap, dengan teknik dasar sadap dan teknik cakap tak bertemu muka, dilanjutkan dengan teknik catat. Analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu dengan daya pilah referensial dan teknik hubung banding membedakan sebagai teknik lanjutannya.
Berdasarkan penelitian ini, ditemukan beberapa istilah yang berfungsi sebagai referensi nama benda, bagian tubuh, penyakit,aktivitas dan keadaan. Istilah eufematis referensi nama benda digunakan untuk menunjukkan makna meluas, istilah asing, metonimia dan bentuk singkatan. Istilah eufematis referensi nama bagian tubuh digunakan untuk menunjukkan makna meluas, istilah medis, bentuk singkatan dan asosiasi. Istilah eufematis referensi nama penyakit digunakan untuk menunjukkan istilah medis. Istilah eufematis referensi aktivitas untuk menunjukkan makna meluas, istilah asing, dan bentuk singkatan. Istilah eufematis referensi keadaan digunakan untuk menunjukkan makna meluas dan istilah asing.
Di dalam penelitian ini ditemukan lima latar belakang penggunaan istilah eufematis pada Rubrik “Cinta dan Seks” di Vemale.com. Kelima latar belakang penggunaannya yaitu digunakan untuk menghindari hal-hal tabu jika diungkapkan secara langsung (tabu yang berhubungan dengan masalah kesusilaan bidang seks), untuk merahasiakan sesuatu, untuk menghindari penggunaan istilah-istilah yang kurang bagus, untuk menutupi rasa malu, dan untuk pendidikan (biasanya digunakan para orang tua untuk mengajarkan anaknya). Latar belakang penggunaannya yang paling banyak terjadi adalah untuk menghindari hal-hal tabu yang diungkapkan secara langsung.
The research is entitled “Euphemism in Rubrik Cinta dan Seks in Vemale.com”. This research aims at describing euphemism reference and its background to be employed in Rubrik Cinta dan Seks in Vemale.com. This research is descriptive qualitative research based on data taken from Rubrik Cinta dan Seks in Vemale.com. Data collection methods applied are listening and recording methods using taped and indirect interview techniques and then carried by noted
technique. The data analysis employs equation method such as, referential identity method and pragmatic identity method with selecting, differentiating, and equalizing technique.
The research result shows that there are some terms found functioning as the references of things, parts of body, diseases, activities and situations. Euphemism reference of things is to convey general meaning, foreign terms, metonymies and abbreviations. Those terms from euphemism reference of parts of body are to convey the general meanings, the medical terms, the abbreviation and associations. Meanwhile, those terms from euphemism reference of diseases are to convey the medical terms; terms from euphemism reference of activities are to convey general meaning, foreign terms, and abbreviation; in addition, terms from euphemism reference of situations are to convey general meaning and foreign terms.
There are five underlying backgrounds of employing euphemism in Rubrik Cinta dan Seks in Vemale.com explored in this research. These five backgrounds are employed in order to avoid taboo things if the terms are stated directly uncensored (taboo is related to the sexuality topics), in order to conceal certain things, in order to avoid improper terms, in order to avoid losing-face, and in order to meet the educational requirement (commonly used by parents to teach their children). The mostly used underlying background is in order to avoid taboo things which are stated directly.
64997891D1E010017PENGARUH KOMPOS FORTIFIKASI AEROB BERBAHAN FESES SAPI POTONG DENGAN FESES PUYUH TERHADAP PRODUKSI BAHAN KERING DAN LUAS DAUN RUMPUT GAJAHPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompos fortifikasi berbahan dasar feses sapi potong dengan feses puyuh terhadap bahan kering dan luas daun rumput gajah. Pengambilan data dilaksanakan pada 18 November 2013 sampai 26 Januari 2014 di Pusat Pengembangan KIKKU Desa Mipiran Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga. Materi penelitian yang digunakan adalah feses sapi potong sebanyak 465 kg (6 x 77,5 kg) dalam bentuk bahan kering, feses puyuh 135 kg (6 x 22,5 kg) dalam bentuk bahan kering, aktifator Stardec dan 90 stek rumput gajah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (P01, P02, P1, P2, dan P3) dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan level feses puyuh terhadap kompos fortifikator memberikan pengaruh sangat nyata terhadap produksi bahan kering dan luas daun rumput gajah (P<0,01), akan tetapi penambahan level feses puyuh yang semakin tinggi menghasilkan produksi bahan kering dan luas daun rumput gajah semakin rendah. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa penambahan level feses puyuh yang semakin tinggi pada kompos fortifikasi akan menurunkan produksi bahan kering dan luas daun rumput gajah.The research aimed to examine the effects of fortification of compost made from beef cattle feces with quail feces on dry matter and leaf area of elephant grass. The experiment was carried out from November 18th 2013 to January 26th 2014 at the Development Center of KIKKU Mipiran Village, Sub Distric of Padamara, Purbalingga Regency. The research materials was 465 kg of beef cattle feces (6 x 77.5 kg) in the form of dry ingredients, quail feces 135 kg (6 x 22.5 kg) in the form of dry ingredients, activator “stardec” and 90 cuttings of elephant grass. Research was done experimentaly using a Completely Randomized with 5 treatments (P01, P02, P1, P2 and P3) and each treatments had 6 replicates. Data were analyzed by analysis of variance. The results showed that the level of the use of quail feces to compost fortification very significant on dry matter production and leaf area of elephant grass (P <0.01), but the addition of feces level of quail had the highest yield of dry matter production and lower leaf area of elephant grass. The conclusion of this study was that the addition of feces level of quail was that, the higher the fortification compost will, the lower was dry matter production and leaf area of elephant grass.
65007890G1A010051Hubungan Polimorfisme Gen ACTN3 dengan Ketahanan Otot Tungkai pada Atlet Unit Kegiatan Mahasiswa Sepakbola di Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang. Ketahanan otot tungkai merupakan salah satu komponen biomotor yang dibutuhkan dalam permainan sepakbola agar dapat bermain dalam waktu pertandingan yang lama tanpa mengalami kelelahan. Perfoma atlet dalam melakukan sepakbola salah satunya dipengaruhi secara genetik. Polimorfisme gen alpha-aktinin-3 (ACTN3) menunjukkan keuntungan dalam performa atletik. Genotip RR bermanfaat untuk aktivitas kekuatan dan genotip XX bermanfaat untuk aktivitas ketahanan.
Tujuan. Mengetahui hubungan polimorfisme gen ACTN3 dengan ketahanan otot tungkai pada atlet unit kegiatan mahasiswa (UKM) sepakbola di Universitas Jenderal Soedirman
Metode. Penelitian ini adalah merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah atlet UKM sepakbola di Universitas Jenderal Soedirman yang berusia 18-24 tahun yang berjumlah 42 orang. Ketahanan otot tungkai diukur dengan menggunakan tes half squat jump selama 60 detik, sedangkan polimorfisme gen ACTN3 diidentifikasi menggunakan metode PCR-RFLP dari sampel darah subjek penelitian. Uji one way ANOVA dilakukan untuk mengetahui hubungan polimorfisme gen ACTN3 dengan ketahanan otot.
Hasil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan polimorfisme gen alpha-aktinin-3 dengan ketahanan otot tungkai (p = 0,16). Rerata ketahanan otot tungkai atlet UKM mahasiswa di Univertitas Jenderal Soedirman adalah 63,24 ± 22, 48 kali. Ketahanan otot tertinggi dimiliki oleh kelompok genotip RR dengan rerata 74,20 ± 17,51 kali.
Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan polimorfisme gen alpha-aktinin-3 (ACTN3) dengan ketahanan otot tungkai pada atlet unit kegiatan mahasiswa sepakbola di Universitas Jenderal Soedirman
Background. Leg muscle endurance is one of biomotor component needed to play a football game in a long match time without experiencing fatigue. Performance of athletes in football is genetically influenced. Alpha-actinin-3 (ACTN3) polymorphism showed advantages in athletic performance. RR genotype beneficial for strength while XX genotype for endurance activities.
Objective. The aim of this study was to know the association of the ACTN3 polymorphism with leg muscle endurance in football athlete of student activity unit at the Jenderal Soedirman University
Methods. This study is an analytical observational studies with cross sectional design. The subjects were 42 men of UKM’s football athlete at the University of Jenderal Sudirman between 18-24 years old. Leg muscle endurance was measured using the half squat jump test for 60 seconds, while the ACTN3 gene polymorphisms were identified using PCR-RFLP method of blood sample of subjects. One way ANOVA test was conducted to determine the relationship of ACTN3 polymorphism with muscle endurance.
Results. There was no significant association of alpha-aktinin-3 polymorphism with leg muscle endurance (p = 0.16). The mean leg muscle endurance athletes was 63.24 ± 22, 48 times. The highest muscle endurance is owned by RR genotype with the average 74.20 ± 17.51.
Conclusion. There was no association alpha-aktinin-3 (ACTN3) polymorphism with leg muscle endurance in football athelete of student activity unit at the Jenderal Soedirman University