Home
Login.
Artikelilmiahs
16263
Update
MUHAMMAD AUDRY ERIANTO
NIM
Judul Artikel
Strategi Pemenangan Aktor Lucky Hakim Sebagai Anggota DPR-RI Periode 2014 - 2019 Dalam Pemilihan Umum Legislatif Di Kota Bekasi
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel ini membahas strategi pemenangan aktor Lucky Hakim sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019 dalam pemilihan umum legislatif di Kota Bekasi. Permasalahanya adalah saat ini terjadi sebuah fenomena artis yang ikut dalam kegiatan politik praktis seperti menjadi calon anggota legislatif. Kemudian untuk melihat bagaimana strategi pemenangan yang dilakukan oleh seorang artis untuk dapat meraih kursi legislatif. Strategi pemenangan yang dilakukan oleh aktor Lucky Hakim di Kota Bekasi dengan awalnya melakukan analisis dengan pendekatan ilmu marketing politik untuk dijual kepada masyarakat. Seperti penggunaan media massa, mengunjungi door to door ke rumah warga, kunjungan ke pasar, di undang ke acara-acara sosial, hingga datang ke acara pernikahan warga. Strategi pemenangan ini menjadi mudah karena di dukung oleh faktor politik dan sosial yang dimiliki oleh Lucky Hakim. Tetapi juga terdapat faktor ekonomi dan kapabilitas yang menjadi penghambat dari strategi pemenangan tersebut
Abtrak (Bhs. Inggris)
This article discusses the strategy winning actor Lucky Hakim as a member of Parliament in the period 2014-2019 legislative elections in Bekasi. The issue is when this happens a phenomenon artists who participate in practical political activity as a candidate member of the legislature. Then to see how the winning strategy undertaken by an artist to be able to grab a seat legislature. Winning strategy undertaken by the actor Lucky Judge in Kota Bekasi by initially analyzing the science of political marketing approach to sell to the public. As the use of mass media, visiting door to door to the homes, a visit to the market, invited to social events, to come to the wedding residents. This winning strategy becomes easy because the support by political and social factors that are owned by Lucky Hakim. But there are also economic factors and capabilities that become an obstacle to the winning strategy
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save