Artikelilmiahs

Menampilkan 6.401-6.420 dari 48.852 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
640116222G1B012082EFEKTIVITAS PELATIHAN SAFETY BEHAVIOR TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU DAN KEJADIAN KECELAKAAN TERKENA MINYAK PANAS DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA
KABUPATEN BANYUMAS (Studi pada Tenaga Kerja Penggoreng Ayam)
Salah satu contoh pekerjaan di sektor informal adalah pedagang ayam penyet yang saat ini bekerja dalam risiko tinggi dan tidak ada perlindungan kontrak kerja aman seperti kecelakaan kerja. Situasi dan kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan survey pendahuluan terhadap 20 pedagang diketahui bahwa 80% pedagang pernah mengalami kecelakaan kerja terkena minyak panas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan safety behavior terhadap pengetahuan, perilaku dan kejadian kecelakaan kerja terkena minyak panas tenaga kerja penggoreng ayam di Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasy experiment dengan desain penelitian one group pretest dan posttest design. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 23 tenaga kerja penggoreng ayam. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan 8,46%, sikap 3,39% dan perilaku 25,58% serta terdapat penurunan kejadian kecelakaan terkena minyak panas sebesar 41,21%. Pelatihan safety behavior efektif dalam meningkatkan pengetahuan, dan perilaku serta menurunkan kejadian kecelakaan terkena minyak panas tenaga kerja penggoreng ayam di Kecamatan Purwoketo Utara Kabupaten Banyumas.One of the example job informal sector is a ‘ayam penyet’ seller who is working in a high risk job and without work contract protection like work incident. The situation and conditions can lead the occurrence of work incidents. Based on preliminary survey upon 20 sellers revealed than 80% of sellers have experienced work incident exposed to hot oil. This aims of this research is to reveal effectiveness of safety behavior training upon the knowledge, behavioral and work incident exposed to hot oil of fryer chicken labor in North Purwokerto, Banyumas Regency. This research was a quasy experiment with one group pretest and posttest design. The sampel of this research obtained by using purposive sampling technique on 23 fryer chicken labor. The research showed increased average score of respondent’s knowledge 8,46%, attitudes 3,39% and behavioral 25,58% also variables generate 41,21% reduction of incidents exposed to hot oil. The behavior safety training effective upon the knowledge, behavioral and reduction of work incidence exposed to hot oil occurrence of fryer chicken labor in the North Purwokerto Banyumas Regency.
640216223G1B012059HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI OLAHRAGA DAN DURASI OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA
SISWI SMPN 9 PURWOKERTO KABUPATEN
BANYUMAS
Latar Belakang: Berdasarkan survey pendahuluan, siswi di SMPN 9 Purwokerto mengalami kejadian dismenore dan kebiasaan olahraga yang buruk lebih banyak dibandingkan dengan siswi di SMPN 1,2, dan 6 Purwokerto. Dismenore merupakan nyeri saat haid yang terasa di perut bagian bawah dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara frekuensi olahraga dan durasi olahraga dengan kejadian dismenore.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 141 siswi dan sampel berjumlah 58 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan uji yang digunakan adalah uji chi square.
Hasil Penelitian: Sebanyak 79% responden berusia 14 tahun, 82,8% usia menarche ≥12 tahun, 79,3% lama menstruasi 3-7 hari, 81% responden melakukan olahraga jogging, 82,8% frekuensi olahraga buruk, 67,2% durasi olahraga buruk, 77,6% mengalami dismenore.
Kesimpulan: Ada hubungan antara frekuensi olahraga dan durasi olahraga dengan kejadian dismenorepada siswi kelas VIII dengan p=0,005 (p≤0,05) ; p=0,019 (p≤0,05).
Background: Based on the preliminary survey, a student at SMPN 9 Purwokerto experienced dysmenorrhea and poor exercise habits more than the students in SMPN 1,2, and 6 Purwokerto. Dysmenorrhea is a menstrual pain felt in the lower abdomen and can interfere with daily activities.The aim of research to determine the relationship between exercise frequency and duration of exercise with the incidence of dysmenorrhea
Methods: This research is a quantitative research with cross sectional approach. The study population numbered 141 students and the sample was 58 students. Data was collected through interviews using a questionnaire and a test that used was chi square test.
Results: A total of 79% of respondents aged 14 years, 82.8% of menarche age ≥12 years, 79.3% long periods of 3-7 days, 81% of respondents do jogging exercise,82.8% with poor excercisefrecuency, 67.2% with bad duration, 77.6% had dysmenorrhea.
Conclusion: There is a relationship between exercise frequency and duration of exercise with the incidence of dysmenorrhea in grade VIII with p = 0.005 (p≤0,05); p = 0.019 (p≤0,05).
640316224G1B012027GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT JALAN PENYAKIT JANTUNG DIRUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA PURWOKERTO, KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT JALAN PENYAKIT JANTUNG DIRUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA PURWOKERTO, KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016


DESCRIPTION OF THE CHARACTERISTICS OF HEART DISEASE OUTPATIENT HOSPITAL WIJAYA KUSUMA PURWOKERTO , DISTRICT BANYUMAS YEAR 2016


Lidya Natalia Sitompul
Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B
Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Telp. 085747730690 E-mail: sitompul.lidya35@yahoo.co.id


ABSTRAK


Latar Belakang. Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di berbagai negara, namun masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala dan bahaya PJK. Data Dinas Kesehatan Banyumas Tahun 2014 menunjukan proporsi penyakit jantung koroner berdasarkan laporan dari puskesmas yaitu 2,31%, sementara berdasarkan laporan dari rumah sakit proporsinya 8,53%. Hasil survey di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran karakteristik pasien rawat jalan PJK di Rumah Sakit Wijaya Kusuma Purwokerto, Banyumas bulan Januari-Maret tahun 2016.

Metode penelitian. Jenis penelitian deskriptif study kasus. Populasi merupakan seluruh PJK. Sampel berjumlah 259 yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan data sekunder dengan instrumen penelitian berupa ceklist. Analisis data berupa analisis univariate menggunakan SPSS.

Hasil penelitian. mayoritas pasien PJK bertempat tinggal di Wilayah Banyumas, berusia 55-65 berjenis kelamin laki laki, berstatus gizi normal, dan tekanan darah dalam kategori pre hipertensi

Kesimpulan. Perlu dilakukan upaya pencegahan PJK dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup.

Key word: PJK, penelitian, karakteristik, pasien, proporsi.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN RAWAT JALAN PENYAKIT JANTUNG DIRUMAH SAKIT WIJAYA KUSUMA PURWOKERTO, KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016


DESCRIPTION OF THE CHARACTERISTICS OF HEART DISEASE OUTPATIENT HOSPITAL WIJAYA KUSUMA PURWOKERTO , DISTRICT BANYUMAS YEAR 2016


Lidya Natalia Sitompul
Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B
Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Telp. 085747730690 E-mail: sitompul.lidya35@yahoo.co.id


ABSTRACT


Background. Coronary Hearth Disease (CHD) is one of the major causes of death in many countries , but there are still many people who do not understand the signs and dangers of CHD. Based on Banyumas Health Service data of 2014, the proportion of coronary heart disease based on reports from health centers reached 2.31%. While according to a report from the hospital, the proportion was 8.53%. The results of the survey at the Hospital Wijaya Kusuma Purwokerto showed a significant increase in cases from year to year. This study aims to determine the characteristic features of CHD outpatients at Hospital Wijaya Kusuma Purwokerto , Banyumas during January to March 2016.

Methods. This type of study was the case study. The population were all of CDH patients in Hospital Wijaya Kusuma Purwokerto, January to March 2016. Total number of samples were 259, by purposive sampling technique. This research used secondary data and data analysis was conducted by SPSS.

Results. Results of this study showed that the majority characteristic of patients in Hospital Wijaya Kusuma Purwokerto were 55-65 year old, male, normal nutritional status, and blood pressure in pre- hypertensive category.

Conclusion. Prevention efforts of CHD such as healthy diet and lifestyle are important to be done.

Key word: CHD, research, characteristic, patients.
640416225G1B012025HUBUNGAN POSISI KERJA DUDUK DENGAN KELELAHAN FISIK PEKERJA BATIK DI DESA KAUMAN SOKARAJAPekerja batik merupakan salah satu pekerjaan yang menggunakan posisi kerja duduk. Posisi kerja duduk yang janggal akan menyebabkan pekerja merasa cepat lelah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan posisi kerja duduk dengan kelelahan fisik pada pekerja batik tulis. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan crossectional. Jumlah sampel adalah 41 pekerja batik tulis berjenis kelamin wanita dengan teknik pemilihan sampel yaitu total sampling. Data diuji dengan uji chi square dengan tingkat kesalahan 5% atau α = 0,05. Hasil uji bivariat pada variabel posisi punggung didapatkan nilai p = 0,001 (< 0,05). Variabel posisi kepala dan leher didapatkan nilai p = 0,108 (>0,05). Variabel jarak jangkauan tangan didaptkan nilap p = 0,000 (< 0,05). Variabel posisi kerja duduk didapatkan nilai p = 0,001 (< 0,05). Ada hubungan posisi punggung, jarak jangkauan tangan dan posisi kerja duduk dengan kelelahan fisik pekerja batik tulis di Desa Kauman Sokaraja.Handmade batik worker is a job used sit position. Indecent sit position will cause workers feel fatigue faster. The objective of this research is to know correlation work sit position with physical fatigue at handmade batik workers. This research used analytic observational with crossectional approachment. Sample are 41 female handmade batik workers with total sampling as sample election technique. The data analyze used chi square test with 5% level error or α = 0,05. Bivariate analyze at back position variable obtain p-value = 0,001 (< 0,05). Head and neck position variable obtain p-value = 0,108 (> 0,05). Hand range variable obtain p-value = 0,000 (< 0,05). Work sit position obtain p-value = 0,001 (< 0,05). Back position variable, hand range variable and work sit position have correlation with physical fatigue.
640516226G1B012084PERBEDAAN EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ATRAKTAN LARUTAN FERMENTASI GULA-RAGI DAN AIR RENDAMAN CABAI MERAH (Capsicum Annum) TERHADAP JUMLAH TELUR Aedes Sp. YANG TERPERANGKAPLatar Belakang : Salah satu metode pengendalian nyamuk Aedes sp tanpa menggunakan insektisida adalah menggunakan perangkap telur nyamuk (ovitrap). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas penggunakan atraktan larutan fermentasi gula ragi dan air rendaman cabai merah terhadap jumlah telur Aedes sp yang terperangkap.
Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan subjek penelitian berupa semua telur yang terperangkap pada ovitrap. Unit penelitiannya adalah sekelompok rumah, gedung/bangunan yang terdapat pada wilayah penelitian terdiri dari 15 rumah. Penelitian dilakukan di Keluarahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur. Penelitian ini menerapkan 3 perlakuan, sehingga objeknya terdiri dari 15 rumah kemudian jumlah total ovitrap yang dipasang 45 di dalam rumah dan 45 di luar rumah.
Hasil Penelitian : Total keseluruhan telur Aedes sp yang terperangkap adalah 1021 butir, kemudian jumlah telur yang terperangkap pada kontrol (air sumur) 929 butir (91%), 60 butir (5,9%) pada atraktan air rendaman cabai merah dan 32 butir (3,1%) pada atraktan larutan fermentasi gula-ragi. Jumlah telur yang terperangkap pada ovitrap, di luar rumah yaitu sebanyak 639 butir (62,6%) dan ovitrap di dalam rumah 382 butir (37,4%). Ada perbedaan yang signifikan jumlah telur yang terperangkap pada masing-masing jenis atraktan (p = 0,000). Tidak ada perbedaan yang signifikan jumlah telur yang terperangkap berdasarkan letak perangkap (p = 0,446)
Kesimpulan : Jumlah telur yang terperangkap pada masing-masing atraktan berbeda secara signifikan dan berdasarkan letak tidak berbeda secara signifikan.
Background: Oviposition trap (Ovitrap) is one of the Aedes sp mosquito controlling method without insectide. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the use of attractant solution of yeast- sugar and water soaking red chilii to the number of trapped eggs of Aedes sp.

Methods: Type of this research was experimental study. The subject of this research were all the eggs were trapped on ovitrap, while the research unit was a group of houses, building / construction in the research area which consisted of 15 houses. The study was conducted in kelurahan Mersi, Mersi District of Purwokerto. This research applies 3 treatment, so that the object consists of 15 houses with the total number of installed ovitrap 45 indoors and 45 outdoors.

Results: Total number of eggs of Aedes sp which trapped in ovitrap were 1021 grain. Number of trapped eggs in control (water wells), water of soaking red chili attractant and solution of yeast-sugart attractant were 929 grains (91%), 60 grains (5,9%) and 32 grains (3.1%) respectively. Number of eggs which trappped in ovitrap outdoor were 639 grains (62.6%) while in ovitrap indoor wwere 382 grains (37.4%). There was significant difference in the number of eggs that trapped in each type of attractant (p = 0.000), however there was no significant difference in the number of eggs that are trapped on the basis of location (p = 0.446).

Conclusion: The number of eggs that are trapped in each of the attractant were differ significantly while based on the location were not differ significantly
640616227G1B012024HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI LEMAK DENGAN KADAR KOLESTEROL PEKERJA PT. BRIDGESTONE TIRE INDONESIA BEKASI PLANTLatar Belakang: Hasil medical check up PT. Bridgestone Tire Indonesia Bekasi Plant (BSINb) tahun 2013 menyebutkan jumlah pekerja berkadar kolesterol tinggi sebanyak 127 orang (6,46%), meningkat drastis menjadi 1091 orang (55,52%) pada 2014 dan tahun 2015 menjadi 958 orang (48,75%).

Metodologi: Desain penelitian merupakan observasional analitik, pendekatan cross-sectional pada 26 pekerja Departemen Produksi PT. BSINb yang dipilih melalui purposive sampling. Data tingkat konsumsi lemak didapatkan melalui food recall 2x24 jam dengan bantuan food model, data kadar kolesterol diukur dengan alat cek kolesterol digital. Data dianalisis dengan Uji Korelasi Pearson Product Moment dan Rank Spearman.

Hasil Penelitian: Kadar kolesterol tidak normal terdapat pada 13 orang (50%). Tingkat konsumsi lemak makan pagi berlebih terdapat pada 15 orang (57,7%), tingkat konsumsi lemak makan siang berlebih terdapat pada 17 orang (65,4%), tingkat konsumsi lemak makan malam berlebih terdapat pada 9 orang (34,6%), tingkat konsumsi lemak makan selingan berlebih terdapat pada 3 orang (11,5%). Tidak ada hubungan tingkat konsumsi lemak di luar penyediaan makanan perusahaan (makan pagi, malam, dan selingan) dan dari penyediaan makanan perusahaan (makan siang) dengan kadar kolesterol.

Kesimpulan: Kadar kolesterol pekerja tidak berhubungan dengan tingkat konsumsi lemak makanan dari perusahaan maupun di luar perusahaan.

Kata Kunci: asupan lemak, kadar kolesterol, pekerja
Background: Medical check-up data showed PT. Bridgestone Tire Indonesia Bekasi Plant (BSINb) in 2013 put the number of 127 workers (6.46%) having high cholesterol levels, increased drastically became 1091 workers (55.52%) in 2014 and in 2015 became 958 workers (48.75% ).

Methodology: The study design was observational analytic with cross-sectional approach to 26 workers of PT. BSINb’s Production Department. Samples selected through purposive sampling. Fat consumption levels obtained through food recall 2x24 hours and food model. Cholesterol data measured by digital cholesterol checks tools. The data was analyzed by Pearson Product Moment and Spearman Rank Correlation.

Results: Abnormal cholesterol levels found in 13 workers (50%). Breakfast’s fat consumption levels found in 15 workers (57.7%). Lunch’s fat consumption levels found in 17 workers (65.4%). Dinner’s fat consumption levels found in 9 workers (34.6%) and snack’s fat consumption levels found in 3 workers (11.5%). There is no correlation between fat consumption levels from the company (lunch) and outside the company (breakfast, dinner, and snack) with cholesterol levels.

Conclusion: Worker’s cholesterol have no correlate with fat consumption levels from the company and outside the company.

Keyword: fat intake, cholesterol levels, workers
640716228G1B012049PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN (MC KENZIE EXERCISE) TERHADAP KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA
PEKERJA BATIK TULIS DESA PAPRINGAN BANYUMAS
Latar Belakang : Pembatik bekerja dengan posisi duduk statis dalam waktu yang lama sehingga menimbulkan keluhan Low Back Pain (LBP). Latihan peregangan (Mc Kenzie Exercise) dapat mengurangi keluhan LBP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan (Mc Kenzie Exercise) terhadap keluhan LBP pada pekerja batik tulis di Desa Papringan, Banyumas.
Metodologi : Penelitian menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design. Populasi meliputi seluruh pekerja batik tulis berjenis kelamin wanita di Desa Papringan. Sampel sebanyak 34 (purposive sampling) dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol. Instrumen yang digunakan adalah Skala Analog Visual. Analisis data menggunakan uji Friedman dan Mann-Whitney.
Hasil Penelitian : Hasil uji Friedman menunjukan adanya perbedaan keluhan LBP sebelum latihan, setelah 5 hari latihan, dan setelah 10 hari latihan (ρ=0,000, α=0,05). Hasil uji Mann-Whitney pada data sebelum penelitian diperoleh ρ=0,092 (ρ≥0,05), sehingga tidak ada perbedaan keluhan LBP antara kelompok perlakuan dan kontrol. Setelah 5 hari dan 10 hari diperoleh nilai ρ=0,000 (ρ≤0,05), menunjukan adanya perbedaan keluhan LBP antara kelompok perlakuan dan kontrol setelah 5 dan 10 hari penelitian.
Kesimpulan : Ada pengaruh latihan peregangan (Mc Kenzie Exercise) terhadap keluhan LBP pada pekerja batik tulis di Desa Papringan, Banyumas.
Kata Kunci : Mc Kenzie Exercise, Low Back Pain, Pekerja batik
Background : Batik artisans work while sitting on static position in long time everyday, which give Low Back Pain (LBP). Mc Kenzie Exercise can restore elasticity of muscle which cause LBP. The purpose of this study is to identify the effect of Mc Kenzie Exercise towards LBP of Batik artisans in Papringan, Banyumas.
Methods : This research used Quasy Eksperimental with Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design. The population was female Batik artisans in Papringan. The samples consist of 34 (purposive sampling). This study used Visual Analog Scale (VAS) to measure LBP value.The data are analyzed by Friedman and Mann-Whitney test.
Result : Result of Friedman test showed that there was a difference between LBP value before, after 5 days treatment, and after 10 days treatmen (ρ=0,000, α=0,05). Mann-Whitney test in before treatment obtained p value (0,092≥0,05), so there was no difference in LBP value on the control and treatment groups. Then, obtained after 5 and 10 days trearment p value (0,000 ≤0,05), so there was difference in LBP value on the control and treatment groups after 5 and 10 days treatment.
Conclusion : There was the effect of Mc Kenzie Exercise towards LBP value of Batik artisans in Papringan, Banyumas.
Keywords : Mc Kenzie Exercise, Low Back Pain, Batik Artisans
640816230G1A010090Hubungan Antara Frekuensi Diare Dengan Lama Rawat Pada Kejadian Diare Akut Di RSUD. Prof. DR. Margono Soekarjo Purwokerto Latar Belakang. Diare adalah buang air besar yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Hasil survei morbiditas diare di Indonesia yang dilakukan pada tahun 2010 juga menunjukkan bahwa proporsi penderita diare terbesar pada balita. Kondisi penyakit diare akan memberikan pengaruh langsung terhadap lamanya perawatan pada kejadian tersebut.

Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi diare dengan lama rawat pada kejadian diare akut balita di di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto.

Metode. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.

Hasil dan Kesimpulan. Jumlah sampel adalah 37 pasien balita. Data penelitian bersumber dari penelusuran berkas rekam medik pasien diare di ruang rawat inap anak. Analisis data yang digunakan adalah uji parametrik Pearson. Hasil uji parametrik Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi diare dengan lama rawat dengan nilai p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara frekuensi diare dengan lawa rawat inap pada kejadian diare akut balita di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo.
Background. Diarrhea is excessive bowel movement and more watery stool consistency than usual. Diarrhea morbidity survey in Indonesia conducted in 2010 showed that the largest proportion from diarrhea morbidity was infant patients. Diarrhea disease conditions will directly affect the duration of treatment in the event.

Objectives. The purposeof this study to determine the relation between frequency of diarrhea with long hospitalization of acute diarrhea in children at Rsud. Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto .

Methods. The method from this study was observational analytic with cross sectional design.

Result and Conclusion. This study was following by 37 respondents. Research data was sourced from patient medical record files in childrens patient unit. Statistical analysis used was bivariate parametric Pearson test. The result of parametric Pearson test showed a significant relation between frequency of diarrhea with long hospitalization rate with p<0,05. The study result showed that there was significant relation between frequency of diarrhea with long hospitalization of acute diarrhea in children in Rsud. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
640916231G1A011071HUBUNGAN KARAKTERISITIK PEKERJAAN IBU DENGAN TINGKAT INTELEGENSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI SOKANEGARA-I PURWOKERTOLatar Belakang: Intelegensi meliputi kemampuan mempelajari, memahami, dan menyelesaikan masalah yang dapat diukur menggunanakan skor Intelligence Quotient (IQ). Pekerjaan ibu merupakan salah satu faktor yang secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan inteligensi anak. Tujuan: mengetahui hubungan karakteristik pekerjaan ibu dengan tingkat intelegensi pada siswa SDN Sokanegara-I Purwokerto. Desain Penelitian: penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Subjek penelitian adalah siswa SDN Sokanegara-I Purwokerto kelas I tahun ajaran 2014/2015 yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan didapatkan 122 subjek. Data karakteristik pekerjaan ibu meliputi status pekerjaan, penghasilan, kepuasan kerja, pendidikan, periode pemberian ASI, dan usia anak awal kerja didapatkan melalui kuesioner dan skor IQ menggunakan culture fair intelligence test scale 1. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s dan uji Mann-Whitney. Persetujuan Etik diberikan oleh Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Hasil: tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu, kepuasan kerja, dan periode pemberian ASI terhadap skor IQ (p>0.05, 95%CI). Tidak terdapat perbedaan skor IQ yang signifikan berdasarkan status pekerjaan, penghasilan, dan usia anak awal kerja (p>0.05, 95%CI). Kesimpulan: pendidikan ibu, kepuasan kerja, dan periode pemberian ASI tidak berpengaruh terhadap skor IQ. Tidak terdapat perbedaan skor intelegensi berdasarkan status pekerjaan ibu, penghasilan ibu, dan usia anak awal kerja.Background: Intelligence affects the ability to learn, understand and solve problems that can be measured using Intelligence Quotient (IQ) scores. Mother's occupation is one of the factors that indirectly influence the development of the intelligence of a child. Objective: to know the characteristics of the working relationship with the mother's level of intelligence in students of Sokanegara-I State Primary School. Research Design: In this study, a cross-sectional study design was used. The subjects were students of Sokanegara-I State Primary School year 2014/2015 class I who met the inclusion criteria. The sampling technique using total sampling and gained of 122 subjects. Job characteristics include employment status, income, job satisfaction, education, breastfeeding period and the age of the child early work obtained through questionnaires and IQ scores using the culture fair intelligence test scale 1. The data were analyzed using the Spearman’s test and the Mann-Whitney U. Ethics approval was given by the Research Ethics Committee of the Faculty of Medicine, University of Jenderal Soedirman. Results: There were no significant relationship between maternal education, job satisfaction, and the period of breastfeeding on IQ scores (p>0.05, 95%CI). There were no significant differences in IQ scores based on employment status, income, and age of the child's early work (p>0.05, 95%CI).
Conclusions: maternal education, job satisfaction, and the period of breastfeeding had no effect on IQ scores. There were no differences in intelligence scores for maternal employment status, income mothers, and working early.
641016232G1B012077HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PEDAGANG KECIL DI SEKITAR KAMPUS UNSOED PURWOKERTOLatar Belakang: Pekerja pada bulan Februari 2015 tercatat sebesar 120,8 juta orang dan sebanyak 80% berada pada sektor informal. Salah satu pekerja pada sektor informal ialah pedagang kecil. Anemia merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran status gizi dan aktivitas fisik dengan kadar hemoglobin pada pedagang kecil di sekitar kampus Unsoed Purwokerto.
Metodologi: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pedagang kecil sebanyak 120 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 44 pedagang kecil. Analisis data menggunakan uji chi quare
Hasil Penelitian: Uji chi square (alpha=0,05) hubungan status gizi dengan kadar hemoglobin memperoleh nilai p=0,017 (<α=Ho ditolak) dan aktivitas fisik dengan kadar hemoglobin memperoleh nilai p=0,720 (>α=Ho diterima).
Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan status gizi dengan kadar hemoglobin dan tidak ada hubungan aktivitas fisik dengan kadar hemoglobin.
Background: Workers in February 2015 stood at 120.8 million people and 80% are in the informal sectors. One of the workers in the informal sector is small traders. Anemia is a nutritional problems caused by lack of iron. The purpose of this study is to obtain nutritional status and physical activity with the hemoglobin in the small traders around campus Unsoed Purwokerto.
Methodology: The study was observational analytic with cross-sectional approach. The population in this study were the small traders as many as 120 people. Sampling used purposive sampling as many as 44 small traders. Data analysis used chi square.
Results: The Chi square test (alpha = 0.05) relationship with the nutritional status hemoglobin levels obtained value of p = 0.017 (<α = Ho rejected) and physical activity levels of hemoglobin obtain the value of p = 0.720 (> α = Ho accepted).
Conclusion: The results showed that there is a relationship of nutritional status with hemoglobin levels and no association with hemoglobin levels of physical activity.
641116210G1B012045ANALISIS SPASIAL KEJADIAN LEPTOSPIROSIS DI KABUPATEN BANYUMAS, PROPINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014-2016Latar Belakang: Kabupaten Banyumas merupakan daerah rawan leptospirosis. Sejak dilaporkan tahun 2010 sampai 2016 sebanyak 42 kasus ditemukan dan tersebar di 19 Kecamatan. Pengetahuan tentang analisis spasial sangat diperlukan karena dapat memberikan informasi lokasi populasi yang berisiko dapat segera ditangani. Tujuan penelitian adalah menjelaskan gambaran hasil analisis spasial kejadian leptospirosis di Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah tahun 2014-2016.

Metodologi: Jenis penelitian deskriptif desain studi kasus. Sampel penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 25 orang. Analisis data menggunakan metode spasial pendekatan elementary analaysis of disease, Nearest Neighbour Index dan Convex hulls.

Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa kejadian leptospirosis tahun 2014 berpola menyebar, tahun 2015 dan 2016 berpola mengelompok. Kasus didominasi
oleh kelompok laki-laki dewasa, pekerja petani & IRT. Kasus lebih banyak ditemukan berdekatan dengan vegetasi semak (96%), mempunyai selokan yang tidak memenuhi syarat (68%), memiliki jarak 0-1 km dari tataguna lahan (56%), mempunyai jarak rumah yang kurang dari 500 m dari TPS (100%), mempunyai jarak rumah <300 m dari sungai (64%), desa yang berjarak >2 km dari fasilitas kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) hanya ditemukan 1 kasus, zona kerawanan tinggi meliputi 20 Kecamatan.

Kesimpulan: Sistem Informasi Geografis dimanfaatkan sebagai sistem surveilans leptospirosis dan sebaiknya dilakukan pemantauan dari waktu ke waktu.
Background: Banyumas was a leptospirosis vulnerable region. It has been reported
since 2010 till 2016 consist of 42 cases which found and dispersed in 19 subdistrict. Knowledge of spatial analysis was very nescessary because it could give an information about located of pupulation which risk to be addressed soon. The research was aim to explained the results of leptospirosis spatial analysis in Banyumas, Central Java Province on 2014-2016.

Method: The descriptive research with case study design. The research used total sampling technique consisted of 25 people. Spatial data analysis used elementary analaysis of disease, Nearest Neighbour Index and Convex hulls approachments.

Results: The research showed that the incidence of leptospirosis in 2014 patterned spreads, 2015 and 2016 clumped pattern. The case was dominated by a group of adult men and farmer workers. More cases are found adjacent to the bush vegetation (96%), has a gutter which is not eligible (68%), has a distance of 0 to 1 km from land utilizing (56%), distance of home to TPS was less than 500 m (100 %), distance of home to the river was less than 300 m from the river (64%), distance of village to the health facilities was more than 2 km was finding just one case, the high vulnerability zone covering 20 districts.

Conclusion: Geographic Information System can be utilized as part of the surveillance system leptospirosis and monitoring should be done from by the time.
641216233G1A012112HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN WANITA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER TIGA DI BKMIA KARTINI PURWOKERTOIbu hamil pada kehamilan pertama dapat mengalami berbagai perasaan yang bercampur aduk. Selain perasaan bahagia, ibu hamil juga merasakan kecemasan karena belum pernah mengalami proses tersebut. Kecemasan dapat muncul karena masa panjang saat menanti kelahiran dan bayangan tentang hal- hal yang menakutkan saat proses persalinan walaupun belum tentu terjadi. Ketakutan dan kecemasan merupakan faktor utama yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri dalam persalinan. Ketika mengalami kecemasan, dukungan suami menjadi sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Kehadiran fisik maupun psikis suami selama kehamilan dapat mempengaruhi psikologi ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan wanita primigravida trimester tiga di BKMIA Kartini Purwokerto. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 42 responden. Analisis bivariat dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Terdapat korelasi dukungan suami dengan tingkat kecemasan yang bermakna (p=0,006) dengan arah negatif dan kekuatan korelasi sedang (r = -0,418). Dapat disimpulkan, semakin tinggi tingkat dukungan suami maka semakin rendah tingkat kecemasan dan berlaku sebaliknya.Pregnant women in their first pregnancy may experience a variety of feelings were mixed . In addition to feeling happy , pregnant women also feel anxiety because we have never experienced such a process. Anxiety can arise due to a long period of time waiting for the birth and shadows of things that scary time of delivery , though not necessarily the case. Fear and anxiety are the main factors that cause pain and pain in childbirth . When experiencing anxiety , the husband's support is needed by pregnant women . Physical and psychological presence husband during pregnancy can affect the physiology of pregnant women. This was a cross-sectional study with 42 subjects. Bivariable analysis was done by using Spearman correlation test. There was a significant correlation of physical activity and waist circumference (p=0,006) with negative direction and very strong correlation (r = -0,825). There was a significant correlation of knowledge about obesity and waist circumference (p<0,01) with negative direction and moderate correlation (r = -0,418). It was concluded that higher husband support will strongly impact on the lower anxiety level of BKMIA Kartini Purwokerto.
641316234G1B012042STUDI KEPADATAN TIKUS DI DAERAH RAWAN LEPTOSPIROSIS
(Studi Kasus di Desa Kedungpring Kecamatan Kemranjen, Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen, dan Desa Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja)
Kabupaten Banyumas merupakan daerah rawan leptospirosis. Sejak pertama kali muncul pada Tahun 2010 hingga Bulan Maret 2016 telah tercatat 42 kasus leptospirosis yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Banyumas. Tikus merupakan reservoir utama penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran kepadatan tikus di daerah rawan leptospirosis di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan pendekatan crossectional. Pengumpulan sampel tikus dilakukan dengan cara memasang perangkap hidup di Desa Kedungpring, Desa Tumiyang, dan Desa Sokaraja Lor yang merupakan daerah rawan leptospirosis kemudian dilakukan identifikasi. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian diketahui bahwa jenis tikus yang tertangkap yaitu Rattus tanezumi, Rattus exulans, Rattus norvegicus, Suncus murinus, dan Rattus tiomanicus. Jumlah tikus yang tertangkap sebesar 132 ekor. Kepadatan relatif tikus (trap success) di Desa Kedungpring 22,5%, Desa Tumiyang 18,5%, dan Desa Sokaraja Lor 25%. Kepadatan relatif tikus di daerah rawan leptospirosis di Kabupaten Banyumas tergolong tinggi sehingga diperlukan pengendalian yang tepat guna mencegah penularan penyakit leptospirosis.Banyumas Regency is a leptospirosis prone area. Since it first detected in 2010 until March 2016, 42 cases that are spread in 19 districts have been recorded. Rats is the primary reservoir of the disease. The aim of this research was to provide an overview of rat density in leptospirosis prone areas in Banyumas Regency. Type of this study was a descriptive research, using survey method with crossectional approach. Rats sample collection was performed by setting a live trap in Kedungpring Village, Tumiyang Village and Sokaraja Lor Village as study area. Afterwards, rat identification was conducted. The data was analyzed in descriptive and presented in table and graph. Result of this study showed that the types of rats were Rattus tanezumi, Rattus exulans, Rattus norvegicus, Suncus murinus, and Rattus tiomanicus. There were 132 rats caught. Rats relative density (trap success) in Kedungpring Village was 22%, Tumiyang Village 18,5%, Sokaraja Lor Village 25%. Rats relative density in leptospirosis prone area in Banyumas Regency is relatively high that it needs efficient controlling to prevent leptospirosis transmission.
641416090H1G012037PENGARUH WAKTU TINGGAL LUMPUR AKTIF DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHUMetode lumpur aktif digunakan untuk mengurangi kandungan bahan organik pada limbah cair industri makanan dan minuman seperti industri tahu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan optimal lumpur aktif dalam menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair industri tahu, mengetahui waktu tinggal lumpur aktif yang paling efektif menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair industri tahu, serta mengetahui kesesuaian hasil pengolahan bahan organik dengan lumpur aktif pada limbah cair industri tahu dengan standar baku mutu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor perlakuan adalah waktu tinggal lumpur aktif (0, 2, 4, 6, 8, dan 10 hari) dengan 1 buah kontrol, setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa lumpur aktif mampu menurunkan kandungan bahan organik limbah cair tahu sebesar 89,03±3,03% (BOD) dan 87,21±1,59% (COD). Waktu tinggal lumpur aktif yang paling efektif menurunkan kandungan bahan organik limbah cair industri tahu adalah 8 hari. Kemudian hasil pengolahan limbah cair tahu berupa bahan organik dengan lumpur aktif telah memenuhi standar baku mutu menurut Perda Prov. Jateng No. 5 th. 2012.Activated sludge method used to reduce the content of organic matter in food and beverage industrial wastewater e.g. tofu industry. This research aimed to determine the optimum ability of activated sludge to reduce organic matters in tofu industrial wastewater, to find out the residence time of activated sludge, which is the most effective to reduce the organic matter, and to compare with tofu wastewater quality standards. This research used experimental method with a completely randomized design (CRD). Treatment factor is the residence time of activated sludge (0, 2, 4, 6, 8, and 10 days) with 1 unit of control, each treatment was repeated 3 times. The results showed that the activated sludge can reduce the organic matter content of wastewater out of 89.03 ± 3.03% (BOD) and 87.21 ± 1.59% (COD). The most effective residence time of activated sludge to reduce the organic matter concentration of wastewater is 8 days. Then the results of processing tofu industrial wastewater by activated sludge has met the quality standards in accordance with Central Java Regulation No. 5 th. 2012.
641516237G1A012055HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS NYERI DENGAN DISABILITAS PADA PENDERITA LOW BACK PAIN (LBP) DI RSUD. PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang : Dewasa ini,sering muncul masalah kesehatan yang berhubungan dengan gangguan pada sistem muskuloskeletal, dan yang paling sering dikeluhkan adalah Low Back Pain (LBP). Intensitas nyeri pada LBP dapat menyebabkan impairment yang berujung pada disabilitas yaitu keterbatasan atau gangguan kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara intensitas nyeri dengan disabilitas pada penderita Low Back Pain di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan analitik observational dengan pendekatan studi cross sectional. Besar sampel yang diteliti adalah sebanyak 35 sampel dengan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari pengisian kuesioner kombinasi Visual Analoque Scale (VAS) dan Numeric Rating Scale (NRS) serta Oswestry Disability Index (ODI). Data dianalisis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan p<0,05.
Hasil : Korelasi yang dihasilkan sebesar (r=+0,748) dengan nilai kemaknaan (p=0,000) yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara intensitas nyeri dengan disabilitas LBP dengan arah positif dan kekuatan kuat.
Kesimpulan : Semakin tinggi intensitas nyeri, semakin tinggi disabilitasnya pada penderita LBP
Background: Today, often emerging health problems associated with disorders of the musculoskeletal system, and the most frequent complaints are Low Back Pain (LBP). The intensity of pain in LBP can cause impairment that lead to disability is limited or impaired ability to perform everyday activities.
Objective: To determine the relationship between the intensity of pain with disability in patients with Low Back Pain in hospitals. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Methods: This study design was observational analytic with cross sectional study approach. Large sample studied was 35 samples with consecutive sampling technique. Data obtained from the questionnaires combination Analoque Visual Scale (VAS) and the Numeric Rating Scale (NRS) and the Oswestry Disability Index (ODI). Data were analyzed using univariate, bivariate analysis using Spearman rank correlation test with significance level of p <0.05.
Results: The correlation is generated by (r = + 0.748) with a value of significance (p = 0.000), which means there is a significant correlation between the intensity of pain with disabilities LBP with positive direction and strength of the strong.
Conclusion: The higher of pain intensity, the higher of disability in patients with LBP
641616236B1J012007PENGARUH INOKULASI MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN TOMAT
(Solanum lycopersicum)
Tomat berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat. Kendala utama dalam budidaya tomat adalah penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum yang menyerang tanaman sejak masa pembibitan hingga dewasa. Salah satu alternatif pengendalian yang digunakan adalah mikoriza vesikula arbuskula (MVA). Keberhasilan infeksi MVA pada tanaman ditentukan dari dosis dan cara inokulasinya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dosis dan cara inokulasi MVA campuran terhadap munculnya penyakit layu fusarium pada tanaman tomat serta mengetahui dosis dan cara inokulasi MVA campuran yang paling efektif untuk mengendalikan penyakit layu fusarium pada tanaman tomat. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang dicoba terdiri atas 2 jenis perlakuan yang dikombinasikan yaitu 5 dosis MVA campuran (0 g/tanaman, 10 g/tanaman, 12,5 g/tanaman , 15 g/tanaman, 17,5/tanaman g) dan 2 cara inokulasi (inokulasi saat biji ditanam, inokulasi saat bibit dipindahtanamkan). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan adalah tiga tanaman. Parameter yang diamati meliputi masa inkubasi penyakit dan intensitas penyakit layu fusarium sebagai parameter utama serta pengukuran pH tanah, temperatur, kelembapan ruang, dan derajat infeksi sebagai parameter pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis dan cara inokulasi MVA campuran tidak mampu menurunkan munculnya penyakit layu fusarium pada tanaman tomat, namun mampu memperpanjang masa inkubasi penyakit layu fusarium pada tanaman tomat dengan dosis 10 g/tanaman yang diinokulasi saat biji ditanam dan saat bibit dipindahtanamkan.
Tomato has an role to fullfil the nutrition of society. The most main problem in the cultivation of tomatoes is fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum it will attacking the plants from nursery to adult. One of the alternative control is use the Vesicles Arbuscular Mycorrhizae (VAM). The success of VAM infection in plants is determined by the dose and the inoculation. The aim of this research is to determine the effect of dose and mixture VAM inoculation to against the emergence of fusarium wilt in tomato plants and to determine the dosage mixture VAM inoculation as the most effective way for controlling fusarium wilt in tomato plants. The method of this research used experimental with completely randomized design. The experimental treatment consists of two types of treatment that are combined with used 5 doses of VAM mixture (0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant) and used two ways of inoculation ( inoculation when the seed is planted and inoculation when transplanting the seeds). Each treatment was repeated 3 times and each test are three plants. The parameters was observed the incubation period of the disease and the intensity of fusarium wilt as the main parameter and the measurement of pH, temperature, humidity room, and the degree of infection as supporting parameters. The results of this research showed that the dosage and inoculation of VAM mixture is not able to reduce the emergence of fusarium wilt on tomatoes, but it was able to extend the incubation period of fusarium wilt on tomato plants a dose with 10 g /plant inoculated plants when the seeds are planted and inoculation when transplanting the seeds.
641716238G1D012038FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN WILAYAH PURWOKERTOLatar Belakang: Prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar. Prestasi belajar dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu faktor internal (minat, motivasi, sikap, IQ, bakat, fisik), eksternal (dukungan social), dan pendekatan belajar.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar remaja yang tinggal di panti asuhan wilayah Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian didapatkan dengan menggunakan proportional random sampling sebanyak 65 responden. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner minat, motivasi, sikap dan dukungan sosial panti asuhan, serta rerata nilai laporan hasil belajar. data dianalisis dengan uji chi-square.
Hasil Penelitian: Hasil uji chi-square didapatkan nilai signifikansi (p) terhadap prestasi belajar, yaitu minat (p=0,906), motivasi (p=0,066), sikap (p=0,332), dan dukungan sosial panti asuhan (0,337). p>0,05.
Kesimpulan: Minat, motivasi, sikap dan dukungan sosial panti asuhan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap prestasi belajar remaja yang tinggal di panti asuhan wilayah Purwokerto.

Background: The academic achievement is the outcome or level of ability that has been achieved by students after participating in the learning process. The academic achievement is influenced by three factors, namely internal factors (interest, motivation, attitude, IQ, talent, physical), external (social support), and the learning approach.
Objective: This research aimed to determine the factors that affect the academic achievement of adolescents who lived in the orphanage Purwokerto area.
Method: This research used cross sectional design. The samples were selected by using proportional random sampling technique and obtained 65 respondents. Data were collected by questionnaires interest, motivation, attitude and social support of orphanages, as well as the average value of progress reports. Data were analyzed by using chi-square test.
Result: The chi-square test results obtained significance value (p) the learning achievement, namely interest (p=0.906), motivation (p=0.066), attitude (p=0.332), and social support of orphanages (p=0,337). p>0,05.
Conclusion: Interest, motivation, attitude and social support of orphanage did not have a significant relationship with learning achievement of adolescents who lived in the orphanage Purwokerto area.
641816239G1D012078pengaruh permainan puzzle PHBS terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku menggosok gigi di SD N 4 Karang KlesemPENGARUH PERMAINAN PUZZLE PHBS TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU
MENGGOSOK GIGI PADA SISWA SDN 4 KARANG KLESEM


Qurota’Ayun1, Eva Rahayu2, Asep Iskandar3



ABSTRAK


Latar belakang: Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia tersebut rentan terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut. Masalah kesehatan yang muncul dapat disebabkan karena Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang kurang baik. Pendidikan tentang PHBS dapat diterapkan sejak dini untuk menurunkan masalah kesehatan pada anak. Pendidikan yang dilakukan dapat melalui metode yang menyenangkan bagi anak seperti permainan puzzle untuk meningkatkan pengetahun, sikap dan perilaku menggosok gigi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh permainan puzzle PHBS terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku menggosok gigi pada siswa Sekolah Dasar.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian praeksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre and posttest design. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah responden 26, Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner modifikasi dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji statistik t-test jika data terdistribusi normal dan menggunakan uji Wilcoxon jika data tidak terdistribusi normal.
Hasil: Karakteristik responden usia nilai median 9 tahun, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (65,4%). Skor pengetahuan menggosok gigi mendapatkan hasil p = 0,007 (p<0,05), sikap mendapatkan hasil p = 0,009 (p<0,05) dan perilaku mendapatkan hasil p = 0,408 (p>0,05).
Kesimpulan: Permainan puzzle PHBS berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap, tetapi tidak berpengaruh terhadap perilaku menggosok gigi pada siswa.

Kata Kunci : puzzle, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, anak sekolah dasar, pengetahuan, sikap, perilaku menggosok gigi.











1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan FiKes Universitas Jenderal Soedirman.
2 Bagian Keperawatan Komunitas FiKes Universitas Jenderal Soedirman.
3 Bagian Keperawatan Komunitas FiKes Universitas Jenderal Soedirman.
THE EFFECT OF PHBS PUZZLE GAME ON CHANGES OF KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND BEHAVIOR TO BRUSH THE TEETH OF STUDENTS AT SD NEGERI 4 KARANG KLESEM


Qurota’Ayun1, Eva Rahayu2, Asep Iskandar3



ABSTRACT


Background: School children are in the critical age group because these ages are susceptible to oral health problems. Health problems occur because of bad Clean and Healthy Living Behavior (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat or called PHBS). The education on these behavior can be applied early to reduce health problems in children. The education can be implemented through methods that are fun for children, such as puzzle game to improve the knowledge, attitude and behavior of brushing teeth.
Objective: To determine the effect of PHBS puzzle game on the improvement of knowledge, attitude, and behavior of brushing teeth of Elementary School students.
Method: This research was a pre-experimental research with one group pre and posttest design. The sampling technique used in this research was total sampling with the number of respondents 26. Data was collected using a modified questionnaire and observation sheets. Data analysis in this research used statistical t-test if the data were normally distributed and used Wilcoxon test if the data were not normally distributed.
Result: The characteristic of respondents were in the median age of 9 years old and most of the respondents were female (65.4%). The result indicated that the score of knowledge in brushing teeth was p = 0.007 (p<0.05), the score of attitude was p = 0.009 (p<0.05), and the score of behavior was p = 0.408 (p>0.05).
Conclusion: PHBS puzzle game had an effect on improving knowledge and attitude, but it did not have effect on behavior of brushing teeth.

Keywords: Puzzle, Clean and Healthy Living Behavior, Elementary School Children, Knowledge, Attitude, Behavior of Brushing Teeth.













1 Student of Nursing Department, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University.
2 Section of Community Nursing, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University.
3 Section of Community Nursing, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University.
641916240G1B012085HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI ZAT BESI DAN VITAMIN C DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA BURUH TETAP DI GUDANG PERUM BULOG KABUPATEN BANYUMASKelelahan merupakan gangguan kesehatan yang paling umum dialami oleh tenaga kerja di dunia. Zat besi dan vitamin C memiliki peranan penting dalam metabolisme tubuh berkaitan dengan kelelahan. Kurangnya konsumsi zat besi dan vitamin C diduga berhubungan dengan timbulnya kelelahan kerja. Penelitian cross-sectional dilakukan untuk menguji hubungan tingkat konsumsi zat besi dan vitamin C dengan kelelahan kerja pada bulan April-Juli 2016 terhadap 32 buruh tetap Gudang Perum BULOG Kabupaten Banyumas. Data yang diambil berupa usia dan masa kerja yang diketahui melalui wawancara, beban kerja melalui pengukuran denyut nadi kerja dengan metode 10 denyut, status gizi dengan pengukuran IMT, tingkat konsumsi zat besi dan vitamin C dengan 2x24 hour food recall dibandingkan dengan AKG, dan kelelahan berdasarkan waktu reaksi dengan reaction timer. Uji korelasi Spearman (alpha=0,05) hubungan tingkat konsumsi zat besi dengan kelelahan kerja memperoleh nilai p=0,280 (>α=Ho diterima) dan hubungan tingkat konsumsi vitamin C dengan kelelahan kerja memperoleh nilai p=0,534 (>α=Ho diterima). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho diterima, yang berarti bahwa tingkat konsumsi zat besi dan vitamin C tidak berhubungan dengan kelelahan kerja.Fatigue is the most common health problems experienced by workers. Iron and vitamin C has an important role in the metabolism of the body associated with fatigue. Lack of consumption of iron and vitamin C were related to the onset of fatigue. The cross-sectional study to investigate correlation between iron and vitamin C consumption with fatigue at work was conducted in April-July 2016. 32 permanent labours of Perum BULOG Banyumas were assessed. Data of the age and working period known through interviews, the workload by 10 beats method, nutritional status by BMI, the level of consumption of iron and vitamin C with a 2x24-hour food recall then compared with RDA and fatigue based on reaction time. Spearman correlation test (alpha=0.05) produced the correlation between iron consumption with fatigue at work obtain p=0,280 (>α=Ho accepted) and the correlation between the level of vitamin C with fatigue at work obtain p=0,534 (>α=Ho accepted). The results showed that Ho is accepted, which means the level of consumption of iron and vitamin C is not related to fatigue at work.
642016241G1B012053EFEKTIFITAS PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN PEMBINA UKS DALAM UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA GIZI BESI REMAJA PUTRI DI KOTA PURWOKERTOAnemia defisiensi besi merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang menonjol pada remaja. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu dari kegiatan trias UKS. Guru khususnya pembina UKS merupakan sasaran sekunder dalam upaya pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan guru. Oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja terhadap pembina UKS.
Penelitian ini merupakan jenis quasi experimental design dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 34 responden.
Hasil analisis univariat menunjukan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pada pengetahuan yaitu 8,95%, pada sikap 14,54% dan pada keterampilan 1,62%. Hasil analisis bivariat menujukan ada perbedaan pengetahuan setelah pelatihan ( p=0,001), ada perbedaan sikap setelah pelatihan (p=0,000) dan tidak ada perbedaan keterampilan setelah pelatihan (p=0,603).
Ada perbedaan pengetahuan responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri. Ada perbedaan sikap responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri. Tidak ada perbedaan ketermpilan responden dalam upaya pencegahan anemia gizi besi remaja putri.
Anemia iron deficiency is one of the main nutritional problem in Indonesia especially in teenager. School Health Unit (UKS) is the activities to improve the health degree of school children at each track, type and level of education. Health education, included nutrition education is one of the trias UKS (3 main purposes of UKS). Teachers especially UKS buillder is a secondary target to prevent anemia iron deficiency. Training can improve knowledge, attitude and skills of teachers. Therefore it is necessary to do the training for teacher especially UKS builder in order to prevent anemia iron deficiency among the students.
This study is a quasi-experimental design using purposive sampling with inclusion and exclusion criteria as much as 34 respondents.
Univariate analysis showed that average score of knowledge increased 8.95%, the average score of attitudes increased 14.54% and the average score of skill increased 1.62%. The results of the bivariate analysis showed that there was a differences knowlege after traning (p=0.001), there was a differences attitudes after traning (p=0.000) and there was no difference skill after traning (p=0.603).
There was a differences knowlege to prevent anemia iron deficency. There was a differences attitude to prevent anemia iron deficency. There was a skill knowlege to prevent anemia iron deficency to the UKS builder.