Artikelilmiahs
Menampilkan 6.461-6.480 dari 48.852 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6461 | 7873 | P2FB10015 | KEPUASAN TENAGA KERJA ATAS PELAYANAN JAMINAN KECELAKAAN KERJA JAMSOSTEK DI KABUPATEN PURBALINGGA | Budy Santosa, Program Studi Ilmu Administrasi Publik Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Analisis Kepuasan Tenaga Kerja Di Sektor Pengolahan Kayu Terhadap Pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Di Purbalingga. Komisi Pembimbing, Ketua : DR . Dyah Retna Puspita, M. Hum, Anggota: DR . Tyas Retno Wulan, M.Si. Tujuan penelitian ini adalah menguji tingkat kepuasan tenaga kerja dan menganalisis aspek pelayanan yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan kepuasan tenaga kerja atas pelayanan Jaminan Kecelakaan Kerja Program Jamsostek. Lokasi penelitian ini adalah empat perusahaan pengolahan kayu yang ikut dalam kepesertaan Jaminan Kecelakaan Kerja Jamsostek yang mengalami kecelakaan kerja. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa tingkat kesesuaian antara harapan dan kinerja pelayanan JKK mencapai 96,45%, yang berarti pelayanan JKK sangat sesuai dan hal ini menunjukan tingkat kepuasannya tinggi dengan harapan peserta JKK. Hasil perhitungan tingkat kesesuain pelayanan pada masing-masing aspek pelayanan diketahui aspek produk pelayanan JKK memiliki tingkat kesesuaian 95,34%, proses dan tugas pelayanan memiliki tingkat kesesuaian 95,15%, dan lingkungan pelayanan memiliki tingkat kesesuaian sebesar 100%. Selanjutnya aspek pelayanan yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan meliputi persyaratan pelayanan yaitu persyaratan administratif, aspek keadilan yaitu upaya pemenuhan kebutuhan tenaga kerja peserta JKK yang diperlukan dalam pelayanan kesehatan, kewajaran biaya yang mengarah keterjangkauan tenaga kerja terhadap besarnya biaya yang ditetapkan. Saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah agar PT. Jamsostek (Persero) Cabang Purwokerto meningkatkan aspek kepastian biaya, kecepatan pelayanan, persyaratan pelayanan dan sosialisasi secara intensif kepada perusahaan pengolahan kayu untuk meningkatkan kepesertaan JKK Program Jamsostek. | Budy Santosa, Study Program-Public Administration Graduate Program, University of General Sudirman Purwokerto, Workforce Satisfaction Analysis On Wood Processing Sector Of Service Accident Insurance ( JKK ) Workers Social Security Program ( Social Security) In Purbalingga . Supervising Commission, Chairman : DR . Dyah Retna Puspita, M. Hum, Members : DR . Tyas Retno Wulan, M.Si. The purpose of this study was to examine the level of satisfaction and analyze aspects of employment services should be prioritized to improve workforce satisfaction with the service Accident Insurance Social Security program. The location of this study is four wood processing companies participating in the membership Accident Insurance Social Security injured at work. These results prove that the degree of fit between expectations and service performance JKK reached 96.45 % , which means the service is very appropriate JKK and this shows a high level of satisfaction with the expectations of participants JKK . The results of calculation spesific level of service on each aspect of the service known aspect of the service product suitability JKK has a 95.34 % rate , and the ministry has a 95.15 % rate of suitability and appropriateness of the environment ministry has levels of 100 % . Further aspects of the service are the priorities for enhanced service include the requirement that administrative requirements , aspects of fairness that is addressing the needs of the labor required JKK participants in the health service , the reasonableness of the cost of labor which leads to the affordability of the cost of the set . Suggestions presented in this study is that PT . Social Security ( Persero ) Branch Purwokerto increase the rigidity of cost, speed of service , conditions of service and intensive socialization to wood processing companies to improve retention JKK Social Security program. | |
| 6462 | 7874 | P2EA12001 | PENERAPAN PERMA NO. 02 TAHUN 2012 TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP (Studi Di Pengadilan Negeri Purwokerto) | Karsena, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman,“Penerapan Perma No. 02 Tahun 2012 Tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP(Studi Di Pengadilan Negeri Purwokerto)”, Komisi Pembimbing, Ketua :Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum., Anggota :Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dua hal pokok permasalahan yaitu, Pertama, untuk mengetahui ide dasar Mahkamah Agung menerbitkan Perma No.02 Tahun 2012 Tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP dan Kedua,untuk mengetahui penerapan Perma tersebut di Wilayah Hukum Pengadilan Negeri Purwokerto. Dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif (legal research), data berupa peraturan, perundang-undangan yang berkaitan dengan kekuasaan kehakiman, KUHP, KUHAP, putusan Hakim, buku literatur, dokumen resmi Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 154/Pid.B/2012/PN.Pwt tanggal 20 Nopember 2012 dan Putusan Nomor : 145/Pid.R/2013/PN.Pwt tanggal 24 Desember 2013, yang kemudian dianalisis secara kualitatif, dihasilkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Ide dasar diterbitkannya Perma No.02 Tahun 2012 adalah untukmemenuhi tuntutankeadilandari masyarakat yang menghendaki keringanan hukuman untuk pelaku tindak kejahatan dengan nilai kerugian dibawah Rp. 2.500.000,00 (dua juta lima ratus rupiah), dan untuk penyesuaian nilai rupiah yang semenjak KUHP dibuat sampai sekarang sudah mengalami kenaikan 10.000 kali lipat,sehingga perlu dibuat aturan yang sesuai dengan masa sekarang ini. 2. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor 154/Pid.B/2012/PN.Pwt, perkara diputus tidak berdasarkan Perma No.02 Tahun 2012,karena saat terjadinya kasus itu Kepolisian dan Kejaksaan belum mengetahui Perma No.02 Tahun 2012 tersebut, disebabkan belum diadakannya Mou antara pihak Pengadilan, Kejaksaan dan Kepolisian. Alasan lainnya dimasukkan sebagai perkara pidana biasa, karena antara korban dan terdakwa tidak terjadi kesepakatan damai dan kesanggupan mengganti kerugian dari terdakwa kepada korban. 3. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 145/Pid.R/2013/PN.Pwt sudah berdasarkan pada Perma No.02 Tahun 2012 karena oleh Polisi dalam penyelidikannya turut diadakan perjanjian perdamaian dan permohonan maaf serta bersedia mengganti kerugian dari tersangka kepada korban, disaksikan oleh beberapa saksi,sehingga pihak kepolisian memasukkanya sebagai tindak pidana ringan dan Pengadilan Negeri Purwokerto menindaklanjuti dengan mengadili tersangka berdasarkan pada Perma No. 02 Tahun 2012Tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP. | Karsena, Law Study Program, Post Graduate ProgramJenderal SoedirmanUniversity, Aplied Regulation Supreme Court of Law Number 02 Year 2012 About Adjusment Confine Act of Criminal and Quantity Fine In The Criminal Code (Case Studies on Purwokerto District Court), Commission Guidance, Chairman :Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum., Member :Dr. Budiyono, S.H., M.Hum. This study aim to examinetwo main issues, namely, first, to know base notion Supreme Court of Law Produce regulation Number 02 Year 2012 About Adjusment Confine Act of Criminal and Quantity Fine In The Criminal Code, and second, to know aplied that Regulation of Supreme Court of Law on Purwokerto District Court. By using the method of normative juridical approach(legal research), data in tyhe form of legislation relating to the judicial authorithies, the Criminal code, Criminal procedure code, the judge`s decision, literature books, official documents Purwokerto District Court Decision Number : 154/Pid.B/2012/PN.Pwt dated Nopember 20rd. 2012 and Decision Number : 145/Pid.R/2013/PN.Pwt dated Desember 24rd 2013, which is then analyzed in a qualitative way, the resulted conclusions are as follows : 1. Base notion the Supreme Court of Law produce the Regulation Number 02 Year 2012 is for meet a demand from society that require punishment lightness to susected with damage price under Rp 2.500.000;(two milion and five hundred thousand rupiah), and for adaptation price of rupiah there since maked The Criminal Code until right now already experience go up 10000 time. 2. In Purwokerto District Court Case Number : 154/Pid.B/2012/PN.Pwt, the case indecease not with be based on Regulation of Supreme Court of Law Number 02 Year 2012 because at the moment case happen the police and the judicary didn`t know about regulation of Supreme Court of Law Number 02 Year 2012, this matter is happen cause not including Member Of Understanding between Court, Police and Judicary. The other reasons this case is indecease with usual act criminal becausebetweeen susected and sacrifice did not including come to agrement peacefull with ability to subtiture of damage. 3. In Purwokerto district Court Case number : 145/Pid.R/2013/PN.Pwt, the case indecease wiht be based on Regulation of Supreme Court of Law Number 02 Year 2012 because of Police in investigation according to the peacefull promise and appologize with ability to subtiture damage between susected and sacrifice enclose among witness. Untill the police take is minor act criminal and Purwokerto District of Court bring to justice with base on The Regulation Supreme Court of Law Number 02 Year 2012 About Adjusment Confine Act of Criminal and Quantity Fine In The Criminal Code. | |
| 6463 | 6959 | G1F009061 | PENGARUH SUHU PENYIMPANAN PADA STABILITAS MIKROBIOLOGIS SUSPENSI AMOXICILLIN TERHADAP Streptococcus pyogenes | Amoxicillin adalah antibiotik berspektrum luas yang banyak digunakan di masyarakat untuk terapi infeksi. Amoksisilin diindikasikan untuk penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang salah satunya disebabkan oleh bakteri S. pyogenes. Suspensi amoxicillin secara fisika kimia mempunyai shelf life yang singkat, maka untuk mengetahui efektifitasnya pada bakteri selama penyimpanan perlu dilakukan uji kestabilan secara mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu penyimpanan pada stabilitas mikrobiologis suspensi amoxicillin terhadap S. pyogenes. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorium yang meliputi uji aktivitas antibiotik suspensi Amoxicillin setelah direkonstitusi pada suhu kamar dan suhu lemari pendingin pada hari ke-0, ke-2, ke- 4, ke-6, ke-8, ke-10, ke-12, dan ke-14. Uji aktivitas ini menggunakan metode difusi cakram. Konsentrasi suspensi Amoxicillin yang digunakan adalah 125 mg/5 ml sesuai dengan yang tertera pada label kemasan, yang diujikan pada S. pyogenes. Data diperoleh berdasarkan pengamatan terhadap diameter zona hambat dan dianalisis dengan metode regresi. Hasil penelitian berdasarkan uji t satu arah dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan bahwa suspensi amoxicillin yang disimpan pada suhu lemari pendingin relatif lebih stabil dibandingkan suspensi amoxicillin yang disimpan pada suhu kamar berdasarkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri S. pyogenes. | Amoxicillin is a broad spectrum antibiotic that is widely used to treat infections. Amoxicillin is used for respiratory tract infection that one of them is caused by S. pyogenes. Amoxicillin’s suspension have a short shelf life, then to determine its effectivity in bacteria during storage periode, it is necessary to test its microbiologicall stability. The purposed of this research is to determine the influence of storage temperature on microbiological stability of amoxicillin suspension to S. pyogenes. This research used laboratory experimental method that included antibiotic activity of suspension amoxicillin after reconstituted in room temperature and refrigerator temperature on zero, 2nd, 4th, 6th, 8th, 10th, 12th, and the 14th days after reconstitution. This testing activity also used the disc diffusion method. The concentration of amoxicillin suspension was 125 mg/5 ml, based on stated on the label, and tested on S. pyogenes. The data obtained through observation of inhibition zone diameter and analyzed with regression method. The results of this research based on one-way t-test with 95% confidence level showed that amoxicillin suspension stored at refrigerator temperature was relatively more stable than amoxicillin suspension stored at room temperature, based on antibacterial activity against S. pyogenes. | |
| 6464 | 7875 | P2EA11023 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM UNDANG - UNDANG NO. 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK | YUDO FIRSTYONO, Program Studi Ilmu Hukum, Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, “Tinjauan Yuridis Terhadap Kebijakan Hukum Pidana Dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak”. Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. SETYA WAHYUDI, S.H., M.H, Anggota: Dr. BUDIYONO, S.H., M.Hum. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan hukum pidana yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan untuk mengetahui ketentuan pidana yang diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Anak berfungsi sebagai sarana pengawasan peradilan pidana anak. Metode penelitian dengan pendekatan Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, Sumber data meliputi : Bahan hukum primer : Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Pidana Anak; Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 110/PUU-X/2012 dalam perkara Pengujian Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak terhadap UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bahan hukum sekunder : buku atau literatur, dokumen yang terkaitan dengan pokok permasalahan. Pengumpulan Data melalui penelusuran kepustakaan, Penyajian data dalam bentuk uraian, Analisis data ialah kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap pokok permasalahan dalam tesis ini, dapat dikemukakan bahwa kebijakan hukum pidana yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, meliputi jenis-jenis tindak pidana dan ancaman pidananya sebagai berikut : 1) tidak melaksanakan kewajiban untuk mengupayakan diversi, pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah)”. 2) Melanggar kewajiban untuk merahasiakan dalam pemberitaan di media cetak ataupun elektronik tentang Identitas Anak, pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)”. 3) Tidak melaksanakan kewajiban mengeluarkan anak dari tahanan setelah jangka waktu penyidikan berakhir, pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun”. 4) Tidak melaksanakan kewajiban mengeluarkan anak dari tahanan setelah jangka waktu untuk kepentingan penuntutan berakhir, pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun”. 5) Tidak melaksanakan kewajiban mengeluarkan anak dari tahanan : untuk kepentingan pemeriksaan di sidang pengadilan, pemeriksaan di tingkat banding, pemeriksaan di tingkat kasasi karena jangka waktu penahanan telah berakhir, pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun”. 6) Tidak melaksanakan kewajiban untuk memberikan salinan putusan pada hari putusan diucapkan, pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun”. Ketentuan pidana yang diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dapat berfungsi sebagai sarana pengawasan peradilan pidana anak. Pengawasan hanya berfungsi menunjukkan telah terjadi kesalahan kebijakan atau tindakan, bukan sekaligus berwenang mengambil tindakan. Pengawasan yang dilakukan untuk menjaga kehormatan hakim, meskipun berlangsung di ranah kode etik dan perilaku, sesungguhnya dapat mencakup bidang yang luas yang menunjukkan pelanggaran yang dilakukan di dalam maupun di luar kedinasan. Sanksi yang dikenakan atas pelanggaran yang terbukti, yaitu sesuai dengan bobot pelangarannya, di mulai dengan sanksi ringan, sedang dan berat. | YUDO FIRSTYONO, Program Study Science Law, Program Pascasarjana, General Soedirman University, "Juridical Observation Towards Wisdom Criminal Law In Law No. 11 Year 2012 About Child Criminal System Of Judicature". Commission Counsellor, Chief : Dr. SETYA WAHYUDI, S.H., M.H, Member: Dr. BUDIYONO, S.H., M.Hum. Aim in this research to detect criminal law wisdom which have been that formulated in Statute Republic of Indonesia Number : 11 Year 2012 about System Of Judicature Child Crime and to detect criminal rule that regulated child system of judicature in statute functioneds as tool to criminal justice supervision child . Watchfulness method with approach juridical normatif, Specification of descriptive watchfulness, source of data : special law materials: statute nomor 11 year 2012 about System Of Judicature Child Crime; Decision Lawcourt Constitution Number 110/PUU-X/2012 statute examination case nomor. 11 year 2012 about system child criminal of judicature towards republic of indonesia country constitution year 1945. Secondary law ingredient: book or literature, document relevancy mainly troubleshoot. data collecting pass library research, data presentation is presented in the form of explanation, data analysis in this watchfulness qualitative. Based on watchfulness result and discussion towards main troubleshoot that submitted in this thesis, can be proposed that criminal law wisdom that formulated in number law: 11 year 2012 about child criminal system of judicature, covering doing an injustice kinds and the criminal threat as follows: 1) not carry out duty to strive for diversion, with prison criminal threat at longest 2 (two) year or fine at most Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). 2) Breaks duty to keep a secret in news at media prints and or electronic about child identity, with prison criminal threat at longest 5 (five) year and fine at most Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)”. 3) Doesn't carry out duty takes child from arrest after end investigation duration, with prison criminal threat at longest 2 (two) year. 4) Doesn't carry out duty takes child from arrest after duration for end prosecution, with prison criminal threat at longest 2 (two) year. Doesn't carry out duty takes child from arrest: for investigation at court, investigation at equal level, investigation at level kasasi because restraint duration end, prison criminal at longest 2 (two) year" . 6) doesn't carry out duty to give decision copy on decision is said, prison criminal at longest 2 (two) year" . Criminal law wisdom that regulated in child system of judicature law can functioned as child criminal justice supervision tool. Supervision only functioned to show happen wisdom error or action, not all at once authoritative take steps. Supervision that done to watch over judge honour, although go on at code domain etik and behaviour, actually can include vast area that shows infringement that done in also at outside on duty. Sanction that worn on infringement proved, that is as according to heavy impinge at begin with light sanction, and heavy. | |
| 6465 | 7881 | F1C007090 | POLA KOMUNIKASI KELUARGA HARAPAN DALAM PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO UTARA | ABSTRAKSI Penelitian ini mengambil judul “Pola Komunikasi Keluarga Harapan Dalam Perkembangan Kognitif Anak di Kelurahan Grendeng Purwokerto Utara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Pola Komunikasi Keluarga dalam perkembangan kognitif anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah keluarga miskin yang memiliki anak usia sekolah dasar. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih informan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dengan model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa setiap keluarga pasti memiliki pola komunikasi yang berbeda-beda. Akibat perekonomian yang rendah jelas pola komunikasi yang diterapkan juga pasti berbeda. Maka Pola komunikasi keluarga yang dihasilkan informan pertama dan informan kedua menghasilkan pendomiasian pola komunikasi persamaan dan menghasilkan keterbukaan antar orang tua dan anak dalm menyikapi segala hal yang terjadi dalam keluarga, sedangkan pada informan ketiga dan informan kelima menghasilkan pendominasian pola komunikasi monopoli sehingga menghasilkan perilaku yang terkesan kaku dalam keluarga, lalu yang terakhir pada keluarga informan keempat menghasilkan pendominasian pola komunikasi seimbang terpisah dalam pola ini setiap anggota keluarga memiliki daerah kekuasaan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Perkembangan kognitif anak menunjukkan perkembangan dari cara berpikir anak. Ada faktor yang mempengaruhi perkembangan tersebut. Faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif yaitu pengalaman yang berasal dari lingkungan dan kematangan, keduanya mempengaruhi perkembangan kognitif anak. | SUMMARY The title of this research is “Family Expectation Communication Patterns in The Cognitive Development of Children in Grendeng North Purwokerto”. The purpose of this research is to know how poor family communication pattern in cognitive development of children. This research use descriptive qualitative methods. The target of this research is family especially parents and their kids. The data collection methods was using interview and documentation. This research use purposive sampling technic to choose the informan and the analytical data methods was using qualitative descriptive with interactive model. Base on the research the researcher obtained conclusion that every family have their own communication pattern. So the consequences of different family culture causing different communication methods. The pattern of family communication that comes from the first and the second informan are dominated at the balanced communication, and the connection between parents and their children get more open to anything that happen in the family. For the third and the fifth informan have conclusion that is dominated at the monopoly communication that make stiff behavior on that family, and the last at the fourth informan’s family have a conclusion that is dominated at the balance separated communication on this pattern, each family’s member have their own domain which different from one another. Cognitive development of children showed progression of the way children think. The factor that influence these developments. That factors influence the development of cognitive derived from the environmental experience and maturity, both of that give affect the cognitive development of children. | |
| 6466 | 6962 | H1F008007 | GEOLOGI DAN PERHITUNGAN SUMBERDAYA BASALT BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK DAERAH CIWUNI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN KESUGIHAN, KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH | Penelitian Tugas Akhir ini berada di Desa Ciwuni, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Letak geografis daerah penelitian dalam koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) yaitu 9.162.000 - 9.157.250 mN dan 283.750 - 289.250 mE. Secara geologi regional, daerah ini memiliki tatanan geologi yang menarik dan potensi bahan galian (tipe C) berupa batuan beku basalt. Penelitian bertujuan untuk merekonstruksi proses-proses geologi yang telah terjadi dan mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dengan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger, untuk memperkirakan jumlah sumberdaya batuan basalt yang ada. Daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan geomorfolgi, yaitu Satuan Punggungan Bergelombang Kuat (S3), Satuan Perbukitan Bergelombang (S1), Satuan PunggunganKuesta (S6) dan Satuan Dataran Aluvial (F4). Adapun stratigrafi daerah penelitan dibagi menjadi empat satuan litostratigrafi tidak resmi, dimulai dari pengendapan yang tertua yaitu Satuan Batupasir, Satuan Batulempung, Satuan Basalt, dan Satuan Endapan Aluvial. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitan adalah struktur lipatan berupa antiklin dan sinklin yang berarah barat - timur serta sesar mendatar yang berarah baratlaut - tenggara dan timurlaut - baratdaya. Studi khusus yang dilakukan adalah perhitungan sumberdaya basalt berdasarkan data geolistrik. Studi ini dilakukan untuk mengetahui jumlah potensi sumberdaya batuan basalt dalam ukuran tonnase serta penyebarannya. Perhitungan sumberdaya dilakukan dengan metode blok reguler daerah pengaruh dan metode luasan rata-rata. Hasil perhitungan sumberdaya basalt dengan metode blok reguler daerah pengaruh yaitu 4.138.617,87 ton, sedangkan perhitungan dengan metode luasan rata-rata di dapatkan sumberdaya sebesar 4.079.072,8 ton. | This research of final study is located at Ciwuni village, Kesugihan district, Cilacap regency. Geographical location of the study area in UTM coordinates (Universal Transverse Mercator) is 9162000 - 9157250 mN and 283750 - 289250 mE. According to the regional geology, the area has an interesting geological structure and mineral potential (type C) in the form of igneous rock, basalt. The research is aims to reconstruct the geological processes that have been occurred and to identify the subsurface mantle with geoelectrical resistivity method of Schlumberger configuration to estimate the resource of basalt. The research area is divided into four unit geomorphology, there are Rolling Topography Hills Unit (S3), Undulating Topography Hills Unit (S1), Cuestas Ridges Unit (S6) and Alluvial Plain Unit (F4). The stratigraphic divided into four unformal lithostratigraphy unit, begin from the oldest of deposition: Sandstone Unit, Claystone unit, Basalt Unit, and Alluvial Deposits Unit. Geological structures that be found in the research area is fold as anticline and syncline with orientation west - east and strike slip fault with orientation northwest - southeast and northeast - southwest. The focus study is resource calculation of basalt based on geoelectrical data. This study conducted to determine the amount of potential resource basalt in tonnage and its distribution. Resource calculation conducted using regular block area of influence method and mean area method. The result of resource calculation of basalt with regular block area of influence method is 4,138,617.87 tons, while the calculation with mean area method result 4,079,072.8 tons of resources available. | |
| 6467 | 10099 | F1B009029 | KEMITRAAN PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT DI DESA KARANGSALAM KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini mendeskripsikan mengenai pola kemitraan pada program PHBM yang terjalin di Desa Karangsalam Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menggambarkan secara mendalam mengenai pola kemitraan yang terjalin antara pihak Perhutani BKPH Gunung Slamet Barat, pihak swasta, dan masyarakat LMDH Wana Lestari dalam mengelola sumberdaya hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan di Desa Karangsalam. Konsep yang digunakan diadopsi dari model kemitraan Sulistiyani dan Syahrir dengan metode kualitatif dan analisa interaktif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Karangsalam belum memahami dengan baik mengenai adanya kerjasama yang muncul antara ketiga belah pihak. Hal ini dikarenakan pendidikan masyarakat yang rendah menjadi salah satu penyebab utamanya. Perhutani juga belum secara rutin mengadakan rapat berkala, lalu kesibukan masyarakat yang sebagian besar petani, membuat kurangnya tingkat partisipasi dalam penyadapan getah kopal. Namun secara keseluruhan program PHBM di Desa Karangsalam sudah berjalan lancar. Manfaat yang didapat oleh Perhutani adalah hutan menjadi aman tidak adanya penebangan liar, dan ekosistem terjaga. Manfaat bagi BAF yakni BAF mendapatkan lahan sewa dari Perhutani, dan mendapatkan pengakuan dari segi keamanan dan kebutuhan tenaga kerja dari Desa Karangsalam. Sedangkan yang didapat dari LMDH Wana Lestari sendiri adalah adanya kesempatan bekerja bagi masyarakat Desa Karangsalam, namun kesempatan kerja tersebut belum dapat menaikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara signifikan. | This study describes the patterns of partnership in CFM program that exists in the village Karangsalam Banyumas. The purpose of this study to determine and describe the depth of the partnership that exists between Perhutani BKPH Mount Slamet West, the private sector, and community LMDH Wana Lestari in managing forest resources and improve the welfare of forest communities in the village Karangsalam. The concept used was adopted from the model Sulistiyani and Syahrir partnership with qualitative methods and interactive analysis. Selection of informants using purposive sampling technique. The results showed that the villagers Karangsalam not understand enough about the cooperation that emerged between the three parties. This is because the low public education became one of the main causes. Perhutani also not routinely hold regular meetings, and the bustle of society, mostly farmers, making the lack of participation in sap-copal. But overall program in the village CFM Karangsalam been running smoothly. The benefits gained by Perhutani is forest to secure the absence of illegal logging, and the ecosystem is maintained. Benefits for the BAF, BAF get lease land from Perhutani, and gain recognition in terms of security and employment needs of the village Karangsalam. Whereas obtained from LMDH Wana Lestari itself is an opportunity to work for the villagers Karangsalam, but employment opportunities are yet to be raised significantly the level of social welfare. | |
| 6468 | 11378 | D1E008104 | PENGARUH IMBANGAN HIJAUAN - KONSENTRAT TERHADAP PRODUK FERMENTASI RUMEN SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan untuk mengkaji VFA dan N-NH3 pada pakan imbangan hijauan– konsentrat yang mengandung kulit nanas yang difermentasi dengan Saccharomyces cereviseae. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan dari tanggal 13 Januari 2013 sampai dengan 14 Februari 2013di Laboratorium Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Nutrisi Ternak dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan TernakPeternakan Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang digunakan adalah pakan yang tersusun dari rumput lapang dan konsentrat dengan perbandingan 30:70; 50:50; 70:30. Cairan rumen sebagai sumber inokulum diambil dari sapi yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH). Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental secara in vitro yang dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah R1= Imbangan Hijauan-Konsentrat 30-70; R2 = Imbangan Hijauan-Konsentrat 50-50; dan R3= Imbangan Hijauan-Konsentrat 70-30. Peubah yang diukur meliputi konsentrasi VFA dan N-NH3 secara in vitro. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam, bila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Orthogonal Polynomial. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa imbangan hijauan–konsentrat tidak berpengaruh nyata terhadap produksi VFA total akan tetapi berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap produksi NH3. Berdasarkan uji lanjut ortogonal polinomial perlakuan berpengaruh secaralinierdengan persamaan Y = 10,96 – 0,06 X dan koefisien determinasi (r2 = 0,43). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi taraf konsentrat yang mengandung kulit nanas fermentasi tidak mempengaruhi kadar VFA tetapi berpengaruh terhadap penurunan N-NH3. | The research aimed to assess the VFA and N-NH3 in diets of forage - concentrate ratio containing fermented pineapple peel with Saccharomyces cereviseae. The research was carried out for 1 month from the date of January 13 th, 2013 until February 14 th, 2013, in the Laboratory of Animal Nutrition and Feedstuff Science Laboratory, Faculty of Animal Science, Jendral Soedirman University, Purwokerto. The materials used were feeds that were composed of forage and concentrate with a ratio of 30:70; 50:50; and 70:30. Rumen fluid as a source of inoculum was taken from cattle abattoar (slaughterhouse). The research method was experimental by in-vitro methods, that was designed using completely randomized design (CRD). The treatments tested were R1 = forage – Concentrate ratio of 30:70, R2 = forage – Concentrate ratio of 50:50,and R3 = forage –Concentrate ratio of 70:30. The measured variables included of VFA and N-NH3. The data were analyzed using analysis of variance. If the treatments significantly affected the variables being tested, the test was continued with Orthogonal polynomial.The results of analysis of variance showed that the ratio of forage - concentrate no significantly affected the digestibility of VFA, but had significant effect (P <0.05) on N-NH3 digestibility of diets. Based on orthogonal polynomial test, there was a linear effect of trertment on the of dry matter with the equation, Y = 10,96 – 0,06 X and the coefficient of determination (r2 = 0,43). Based on the results of this study concluded that the higher level of concentrate containing fermented pineapple peel does not affect the levels of VFA but affects the decrease in N-NH3. | |
| 6469 | 10098 | H1B010016 | Model Persamaan Simultan untuk Analisa Faktor yang Mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto dengan Two Stage Least Square Method | Pada penelitian ini dibahas analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Jawa Tengah tahun 2002-2012. Variabel yang diamati adalah PDRB, investasi, pengeluaran rumah tangga, ekspor, pajak dan kurs. PDRB dan investasi mempunyai hubungan timbal balik yang dapat direpresentasikan ke dalam suatu model persamaan simultan. Model persamaan simultan adalah model yang menyatakan terjadinya hubungan dua arah antara variabel bebas dan tak bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan model persamaan simultan untuk persamaan PDRB, investasi dan pengeluaran rumah tangga serta menentukan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persamaan PDRB, investasi dan pengeluaran rumah tangga. Dalam mengestimasi parameter model persamaan simultan digunakan metode Two Stage Least Square (2SLS). Data yang digunakan adalah data times series selama periode 2002-2012. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persamaan PDRB adalah investasi dan pengeluaran rumah tangga, sedangkan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap persamaan investasi adalah PDRB dan pajak serta pengeluaran rumah tangga dipengaruhi oleh ekspor dan kurs. | This research studied the analysis of the factors affecting Gross Regional Domestic Product (GRDP) in Central Java in 2002-2012. The observed variables are GRDP, investment, house hold expenditure, export, tax and kurs. GRDP and investment had reciprocal relation which can be represented into a simultaneous equation model. Simultaneous equation model is a model that expresses two-way relation between independent and dependent variable. The goal of this research is to determine the simultaneous equation model for the equation of GRDP, investment and house hold expenditure, also determine the variables that influence the equation of GRDP, investment and house hold expenditure. Two Stage Least Square method (2SLS) is used to estimate. The data used is time series data for the period 2002-2012. The results shows that the variables affect the equation of GRDP are investment and house hold expenditure, while variables influence the equation of investment are GRDP and tax also house hold expenditure suspect affected by export and kurs. | |
| 6470 | 11392 | A1H011011 | Kajian Motivasi Petani Tidak Melanjutkan Metode SRI Menggunakan Analisis Means-End Chain (Studi Kasus Kabupaten Purbalingga) | Ditemukan beberapa kesulitan dalam penerapan metode System of Rice Intensification (SRI) seperti teknis dan rentan terhadap hama. Hambatan ini menyebabkan penurunan minat petani untuk menerapkan metode SRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi petani yang tidak melanjutkan penggunaan metode SRI, topik sentral dan mengidentifikasi atribut, konsekuensi serta nilai-nilai. Pengambilan data dilakukan dengan mewawancarai 60 responden kemudian dilakukan analisis menggunakan pendekatan Means-End Chain (MEC) yang terdiri dari tiga tahap: pemberian kode, membuat Hierarchical Value Map (HVM), dan intrepretasi HVM. Abstractness ratio dan centrality index juga dihitung dengan menggunakan software MECAnalyst. Kode konten dengan nilai centrality index terbesar yaitu “mencukupi kebutuhan keluarga” (0.15), “panen yang baik” (0.09), “kebahagiaan” (0.07) dan “secara teknis sulit” (0.07). Hasil HVM menunjukkan terdapat dua tema utama hambatan kenapa petani tidak melanjutkan metode SRI yaitu rentan terhadap hama dan secara teknis sulit. | Some difficulties are identified of System of Rice Intensification (SRI) such as technical method and susceptible to pests. The barriers decrease farmer’s interest to apply SRI method. The aims of this research are to know farmers’ motivation not to adopt SRI method, central topic, and indentify attributes, consequences as well as values. Data collection were conducted by interviewing 60 respondents. The data are then analysed using Means-End Chain (MEC) approach consist of three steps: data coding, generating HVMs, and HVMs intrepretasion. Abstractness ratio and centrality index were also calculated by using MECAnalyst software. Based on centrality index “meet family need” (0.15), “good harvest” (0.09), “happiness” (0.07) and “technically difficult” (0.07) are central in this method. The result of the HVM shows that there are two mains barriers why farmers not to adopt SRI method. Those are susceptible to pests and technically difficult. | |
| 6471 | 7876 | P2EA11047 | KEKERASAN SEBAGAI UPAYA MENEGAKKAN DISIPLIN SISWA DI SEKOLAH (Studi di Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Banyumas) | LU’LUATUN NAFISAH, Program Studi Ilmu Hukum, Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, Kekerasan Sebagai Upaya Menegakkan Disiplin Siswa di Sekolah (Studi di Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Banyumas), Komisi Pembimbing, Ketua: Dr. Kuat Pujiprayitno, S.H.,M.Hum, Anggota : Dr. Setya Wahyudi, S.H, M.H. Kekerasan dalam dunia pendidikan yang terjadi di Indonesia ibarat fenomena gunung es. Berbagai kasus yang terungkap diyakini hanya sebagian kecil dari realitas yang terjadi dalam masyarakat. Hal ini diakibatkan karena dalam statistik kriminal selalu terdapat angka gelap, yang disebabkan karena tidak terlaporkannya kejahatan yang terjadi karena berbagai alasan. Semula dipahami bahwa kekerasan adalah salah satu cara yang cukup efektif digunakan untuk mendisiplinkan siswa. Setelah lahirnya Undang-Undang 23 tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak, kekerasan dalam proses pendidikan mulai mendapat perhatian lebih, karena dalam undang-undang tersebut diatur bahwa anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan atau lembaga pendidikan lainnya. Namun ternyata pada prakteknya, penegakan hukum kekerasan dalam lingkungan sekolah, setidaknya aparat penegak hukum, umumnya mengatakan tidak cukup efektif, karena pihak sekolah cenderung menutupi hal tersebut. Politik kriminal pada hakekatnya merupakan bagian integral dari upaya perlindungan masyarakat (Social Defence) dan upaya mencapai kesejahteraan masyarakat (Social Welfare). Oleh karena itu tujuan akhir atau tujuan utama dari politik kriminal ialah “perlindungan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan masyarakat”. Kebijakan hukum pidana (penal policy) atau penal-law enforcement policy operasionalisasinya melalui beberapa tahap yaitu tahap formulasi (kebijakan legislatif), tahap aplikasi (kebijakan yudikatif/yudisial) dan tahap eksekusi (kebijakan eksekutif/administratif). Dari ketiga tahap tersebut, tahap formulasi merupakan tahap yang paling strategis dari upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan melalui kebijakan hukum pidana. Kesalahan/kelemahan kebijakan legislatif merupakan kesalahan strategis yang dapat menjadi penghambat upaya pencegahan dan penanggulangan kejahatan pada tahap aplikasi dan eksekusi. Penelitian ini mengkaji masalah Kekerasan Dalam Proses Menegakkan Disiplin Siswa di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Banyumas, untuk mengetahui bagaimana kriteria kekerasan sebagai proses menegakkan disiplin siswa dan bagaimana kekerasan sebagai tindak pidana serta penegakan hukumnya. Penelitian inibersifat deskriptif, menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini dilakukan di beberapa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Banyumas, mengingat di Wilayah Hukum Banyumas termasuk wilayah yang memiliki lembaga pendidikan atau sekolah yang cukup beragam. Sumber data primer diambil/diperoleh dari pendapat langsung dari para responden dalam hal ini adalah : Kepala Sekolah, Guru Bimbingan dan Konseling, Guru Mata Pelajaran, Siswa dan Wali Murid atas petunjuk Guru Bimbingan dan Konseling. Sumber data sekunder diambil dari peraturan perundang-¬undangan, literatur, dokumen-dokumen dan arsip penelitian terdahulu yang berkaitan dengan materi penelitian, dokumen kasus. Tehnik pemilihan informan dilakukan dengan Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik ; 1) Observasi, 2) Wawancara (interview), 3) Dokumentasi. Untuk menjamin validitas data digunakan teknik/cara tringulasi sumber. Tehnik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif deskriptif dengan model interaktif (Interactive Model Of Analisys), yang komponennya yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan, bentuk-bentuk tindak kekerasan oleh guru terhadap siswa yang terjadi di SMP N 1 Banyumas, SMP N 1 Rawalo, SMP Diponegoro 8 Rawalo, MTS Al Hidayah Purwokerto berupa kekerasan fisik, antara lain : menyentil telinga, menjewer, menampar, menendang, melempar dengan benda keras, menjemur di lapangan, lari mengitari lapangan. Sementara bentuk kekerasan psikis berupa, berupa : membentak, berkata dengan kata-kata kasar seperti “goblok” dan “bodoh”. Akan tetapi menurut penegak hukum kekerasan tersebut belum tertanggulangi dengan baik, karena sebagian besar siswa dan wali murid menganggap hal tersebut masih merupakan proses pendisiplinan. Dan jika terjadi pelaporan oleh siswa maupun wali murid penegakan hukumnya lebih mengedepankan konsep restorative justice. | Lu’luatun Nafisah, Legal studies program, Post Graduate Programe of Jenderal Soedirman University, The Violence As A Way To Enforce Student’s Dicipline In A School (The Study of Primary School in Banyumas), Supervisor : Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum, Co. Supervisor : Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H. The violence that happens in education is like an iceberg phenomenon. Various cases covered are believed as just a fraction of reality that happens in the society. Thi is caused on crime statistic that there is always a dark figure which caused by uncovered crimes that occur for various reasons . Firstly, it is understood that the violence is a term that is effective enough to be used to dicipline student. After the birth of the laws 23 of 2002 which is concerning on the protection of children, the violence in the education process begins to get more attention, because inside the law stipulates that the children within the school must be protected from acts of violence which are committed by teachers, school administrators or their friends in the school or other educational institution. However, it turns out in practice, the law enforcement of violence in the environment of school, law enforcement officers at least, is generally said that it is not effective enough, because the school tends to cover it and parents or even people in the society still keep the thinking that the violence committed by teachers against their students is part of the process of enforcing the dicipline to the students . Criminal politics in essence is an integral part of efforts to protect the public ( Social Defence) and the welfare of society (Social Welfare). Therefore, the final destination or the main purpose of criminal politics is “the protection of society to achieve public welfare.” Policies criminal law (penal policy) or penal-law enforcement policy, its operationalization through several phases : formulation (legislative policy), stage of the application (policy judiciary / Judicial ) and the execution stage (the executive / administrative) . From the third stage , the stage of formulation is the most strategic phase of efforts to prevent and control crime through criminal law policy. Faults / weaknesses of the legislative policy is a strategic mistake that could be obstacles to prevent efforst and crime prevention at this stage of the application and execution . This study investigated the problem of violence in the process of enforcing dicipline at the junior high school student in Banyumas district , to know how the criteria of violence as student dicipline process and how violence as a crime and law enforcement . In additon , this study was descriptive, using qualitative research methods with the approach of juridicial sociology. This research was conducted in several junior high schools in Banyumas district , considering in the jurisdiction area, Banyumas was including area that has educational institution or schools are quite diverse. Sources of primary data captured / obtained from the direct opinion of the respondent in this case is : headmaster, guidance and counseling teachers, teachers, students and parents under the direction of teacher guidance and counseling. Sources of secondary data taken from the legislations, literature , documents and archieves of previous research related to research materials, documents the case. Informant selection techniques done in two ways : 1) purposive sampling, 2) Snowball sampling. Data collection techniques : 1)observation, 2) Interview ( interview) , 3) Documentation. To ensure the validity of data used technique / method tringulasi source. Technical analysis of the data used int this research is descriptive qualitative analysis with an interactive model(interactive Model of Analysis), whose components namely, data reduction, data presentation and conclusion . From the result of study found the forms of physical violence which were done by teachers against their students that happened in SMP N 1 Banyumas, SMP N 1 Rawalo , SMP Diponegoro 8 Rawalo, MTS Al Hidayah Purwokerto such as, ear flicked, pinched, slapped, kicked, tossed with a hard object, sunning on the field, running around the field. While the forms of psychologial violence used to be done by snapping , said harsh words like “goblok” or “bodoh”. However, according to law enforcement, the violence hasn’t insurmountable well, because most of the students and parents still consider it as a diciplinary process. In addition, if there is a case of reporting which is done by students and parents, its law enforcement is demanded to put forward the concept of restorative justice. | |
| 6472 | 7843 | G1A010083 | Hubungan Asupan Kalsium dengan Indeks Kualitas Tidur pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang : Kalsium merupakan mineral yang sangat dibutuhkan manusia untuk menjalankan proses fisiologis seseorang termasuk dalam kegiatan tidur. Kualitas tidur yang buruk akan mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologi seseorang. Mahasiswi Kedokteran yang memiliki pola asupan kalsium rendah akan terganggu tidurnya sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik dan psikologi. Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mencari hubungan asupan kalsium dengan indeks kualitas tidur Mahasiswi Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metode : Penelitian menggunakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 44 responden dengan teknik stratified random sampling. Hasil : Uji statistik yang digunakan adalah Korelasi Pearson (p=0,696) Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium dengan indeks kualitas tidur pada Mahasiswi Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Kata Kunci : Kualitas Tidur, Kalsium, PSQI | Background : Calcium is essensial mineral in human body for pshysiological prosess including sleep activity. Bad sleep quality will affect the health of physical and physicological someone. The medical student (woman) who has minimum daily intake of calcium will irritate their sleep. It makes their health is disturbed. Purpose : Looking for correlation between calcium untake and sleep quality index of Medical Student of Jenderal Soedirman Medical Faculty. Method : observasional analitic with cross sectional. Number of sample is 44 with stratified random sampling. statistic analysis with pearson correlation Result : there is no sginificant correlation between calcium intake and sleep quality index of Medical Student (woman) who studied in Jenderal Soedirman Medical Faculty. Conclussion : There was no correlation between calcium intake and sleep quality index of Medical Student (woman) who studied in Jenderal Soedirman Medical Faculty. Respondens have low calcium intake and poor sleep quality index Keywords : Sleep Quality, Calcium, PSQI | |
| 6473 | 11379 | A1L010210 | RESPONS GALUR-GALUR F8 PADI GOGO TERHADAP BEBERAPA TARAF PEMUPUKAN K | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui respons galur-galur F8 terhadap beberapa taraf pemupukan K dalam rangka perakitan padi gogo berdaya hasil tinggi dan umur genjah; 2) mengetahui dosis optimum pupuk K yang diaplikasikan pada galur-galur F8 dalam rangka perakitan padi gogo berdaya hasil tinggi dan umur genjah. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Mei 2014 hingga Oktober 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), dicoba 4 taraf perlakuan, diulang sebanyak 3 kali, dan terdapat 72 unit percobaan. Faktor yang diuji adalah genotip padi gogo dan aplikasi dosis pupuk K, yaitu 0, 50, 100, 150 kg/ha. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, jumlah dan luas daun, umur berbunga, umur panen, panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 biji dan bobot gabah per rumpun. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian empat taraf pemupukan K tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel, kecuali variabel panjang malai. | The purposes of this research was: 1) to determine respons of F8 to some extent fertilization K in order to assembly upland rice high yielding and early maturity; 2) to determine the optimum dose of potassium fertilizers applied to F8 in order to assembly upland ricehigh yielding and early maturity. The research was conducted in screen house of agriculture faculty, Jenderal Soedirman University. The research was carried out from May to October 2014. This experimental research used Randomized Completely Block Design (RCBD) factorial pattern consisted of 4 treatmens, 3 replications, and 72 experimental units. The factors consist of genotypes upland rice and applied of potassium fertilization 0, 50,100, 150 kg/ha. The caracters observed were plant height, tiller number, productive tiller number, number and leaf area, flowering age, harvesting age, panicle length,, number of grains per panicle, persentage of filled grain per panicle, weight of 1000 seeds and grain weight per hill. The data was analized by F-test, if it different significantly continued by Duncan Multiple Range Test (DMRT) in 5% level. The results showed awarding four levels K fertilization did not significantly affect all variables, except the variable panicle length. | |
| 6474 | 7877 | C1B009133 | PENGARUH STRES KERJA, LINGKUNGAN KERJA DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA SURAT KABAR HARIAN UMUM DI BANYUMAS ( Studi Pada Surat Kabar Harian Pagi Satelit Post) | Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres kerja, Lingkungan kerja, dan Komunikasi terhadap Kinerja karyawan pada surat kabar harian umum di banyumas (studi pada surat kabar harian pagi satelit post). Permasalahan dalam penelitian ini apakah stres kerja mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan, apakah lingkungan kerja mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan, apakah komunikasi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis Uji t diperoleh thitung X1 sebesar -6,827, X2 Sebesar 2,175 dan X3 Sebesar 2,939 α= 0,05 diperoleh t tabel sebesar 1,960. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja karyawan, lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan dan komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada surat kabar harian pagi satelit post. Untuk memaksimalkan kinerja karyawan pada surat kabar harian pagi satelit post maka implikasi dari penelitian ini adalah memberikan program untuk menangani dan mengelola stres kerja yang di alami oleh karyawan. perusahaan perlu memberikan jaminan kesehatan berupa penyediaan sarana kesahatan, pelayanan kesejahteraan bagi karyawan. dan meningkatkan sarana prasarana komunikasi didalam perusahaan yang mendukung serta meningkatkan kinerja karyawan. | The research entitled Effect of Job stress , work environment , employee performance and communication to the public daily newspapers in Banyumas (studies on the daily morning newspaper satellite post) . Problems in this study whether work stress has a significant negative effect on the performance of the employee , whether the work environment has a significant positive effect on the performance of the employee , whether the communication has a significant positive effect on employee performance . Type of research is associative , while the method of analysis used is multiple linear regression analysis. Based on the results of t-test analysis of -6.827 obtained t X1 , X2 and X3 much as much as 2.175 2.939 α = 0.05 was obtained for 1,960 t table . It can be concluded that the significant negative effect of job stress on employee performance , work environment significant positive effect on employee performance and communication affect the performance of employees in the daily morning newspaper satellite post . To maximize the performance of employees in the daily morning newspaper the implications of satellite post of this study is to provide a program for handling and managing work stress experienced by employees . Companies need to provide health insurance in the form of the provision of health , welfare services for employees . and improve communication within the company's infrastructure that support and improve employee performance. | |
| 6475 | 12317 | H1H008019 | PENGARUH PENINGKATAN SALINITAS SECARA GRADUAL TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN SINTASAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis sp.) | Ikan nila (Oreochromis sp.)adalah komoditas perikanan budidaya air tawar yang bersifat eurihaline, dapat hidup pada kisaran salinitas antara 0-35 ppt, sehingga dapat dibudidayakan pada perairan payau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan salinitas secara gradual terhadap kadar glukosa darah dan sintasan benih ikan nila. Metode eksperimen berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dilakukan dalam penelitian ini. Benih ikan nila dikelompokan menjadi tiga dengan rangkaian perubahan salinitas yang berbeda, P1 (0 ppt - 0 ppt0 ppt), P2 (6 ppt – 12 ppt – 18 ppt), P3 (18 ppt – 18 ppt – 18 ppt). Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke-4, 6 dan 8 pemeliharaan dengan menggunakan alat uji glukosa (GlucoDr)dan sintasan diamati setiap hari. Kadar glukosa darah meningkat secara signifikan akibat peningkatan salinitas namun tidak dipengaruhi oleh sistem gradual. Namun demikian sistem gradual memberi sintasan yang lebih tinggi (81,25%) dibandingkan perubahan salinitas secara langsung (56,25%). | Nile tilapia (Oreochromis sp.), a commodity in freshwater fish farming is eurihaline, which can survive in the range between 0-35 ppt of salinity, therefore it can be cultured in brackish waters. This study aimed to determine the effect of a gradual change in salinity on blood glucose levels and survival of tilapia. An experimental method based on completely randomized design was done in this study. Tilapia fish was grouped into three with a series of different salinity changes, P1 (0 ppt - 0 ppt-0 ppt), P2 (6 ppt - 12 ppt - 18 ppt), P3 (18 ppt - 18 ppt - 18 ppt). Measurement of blood glucose levels was done on day 4, 6 and 8 by using a glucose test equipment (GlucoDr) and survival rate was observed every day. Blood glucose levels increased significantly due to increase of salinity but were not affected by gradual change of salinity. However, gradual change gave a higher survival rate (81.25%) compared to direct changes of salinity (56.25%). | |
| 6476 | 7878 | E1E008008 | PEMBUKTIAN TERHADAP BARANG BUKTI NARKOTIKA DI PERSIDANGAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan: 73/Pid.Sus/2011/PN.Pwt) | Masalah penyalahgunaan narkotika di Indonesia, sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Narkotika di satu sisi merupakan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan atau pelayanan kesehatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan di sisi lain dapat pula menimbulkan ketergantungan yang sangat merugikan apabila disalahgunakan atau digunakan tanpa pengendalian dan pengawasan yang ketat dan saksama. Penyalahgunaan narkotika sangat membahayakan masyarakat terutama generasi muda yang berakibat dapat merusak moral bangsa. Maka penulis melakukan penelitian dengan judul: pembuktian terhadap barang bukti narkotika di persidangan (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 73/Pid.Sus/2011/PN.Pwt) Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang pertama, bagaimana kekuatan pembuktian alat bukti surat Laboratorium Forensik tentang Narkotika di persidangan dalam Putusan Nomor : 73/Pid.Sus/2011/PN.Pwt ? Kedua, Bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan Putusan Nomor : 73/Pid.Sus/2011/PN.Pwt? Berdasarkan hasil penelitian terhadap Putusan Nomor: 73/Pid.Sus/2011/PN.Pwt, hasil pemeriksaan laboratories kriminalistik No. Lab.: 124/NNF/2012 tanggal 30 Januari 2012 pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri cabang Semarang dalam Putusan Nomor : 73/Pid.Sus/2011/PN. Pwt sebagai alat bukti surat berdasarkan pada Pasal 184 Ayat (1) KUHAP dan Pasal 187 huruf c KUHAP adalah Alat bukti yang dikeluarkan oleh seorang ahli dari laboratorium Forensik Bareskrim Polri. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan adalah sesuai dengan Pasal 183 KUHAP, yakni adanya beberapa alat bukti, yaitu keterangan saksi, keterangan terdakwa serta surat yang dikeluarkan dari Laboratorium Forensik Bareskrim Polri dan Hakim memperoleh keyakinan bahwa terdakwa melakukan Tindak Pidana narkotika yang dijatuhi Penjara selama 4 Tahun. Kata Kunci : Pembuktian, Barang Bukti, Narkotika | Drug abuse problem in Indonesia, is very alarming nowdays. Narcotics is an useful drug or substance in medicine or health care, and the development of science but on the other hand can also cause dependency that is very detrimental if abused or used without strict control and supervision and carefully. Drug abuse is very dangerous to the public; especially the younger generation, it can lead to moral ruin. So author does watchfulness with title: verification towards narcotics proof goods at conference (juridical observation towards number decision: 73/Pid. Sus/2011/Pn.Pwt) based on explanation above, so can be formulated first troubleshoot, how does forensic laboratory mail proof tool verification strength about narcotics at conference in number decision: 73/Pid. Sus/2011/Pn. Pwt? second, how does judge law deliberation in drop number decision: 73/Pid. Sus/2011/Pn. Pwt? based on watchfulness result towards number decision: 73/Pid. Sus/2011/Pn.Pwt, investigation result laboratories kriminalistik no. lab. : 124/NNF/2012 date 30 Januaries 2012 forensic laboratory centres bareskrim branch police Semarang in number decision: 73/Pid.Sus/2011/Pn. Pwt, as a means of mail proof based on in paragraph 184 verses (1) KUHAP and paragraph 187 fonts c KUHAP proof tool that talked by expert from forensic laboratory bareskrim police. Judge law deliberation in drop decision as according to paragraph 183 KUHAP, that is existence several proof tools, that is witness explanation, defendant explanation with mail that talked from forensic laboratory bareskrim police and judge gets confidence that defendant does narcotics doing an injustice prison during 4 year. Keyword: Evidence, Goods Verification, Narcotics | |
| 6477 | 10101 | E1A009193 | ANALISIS TENTANG MATERI MUATAN PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI DI KABUPATEN BANJARNEGARA (Studi tentang Sinkronisasi Peraturan Perundang-Undangan) | ABSTRAK Pembentukan peraturan perundang-undangan lebih menekankan pada ketentuan hierarki atau perjenjangan setiap jenis peraturan perundang-undangan yang didasarkan pada asas bahwa peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang (statue approach) yang dilakukan dengan menelaah semua undang-undang dan peraturan yang ada tentunya berhubungan dengan pembentukan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan Pasal 7 telah menegaskan jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan yang dimana Peraturan Daerah Kabupaten ditempatkan di bawah Peraturan Perundang-undangan yang lain seperti UUD 1945, TAP MPR, UU/PERPU, Peraturan Pemerintah,Peraturan Presiden dan Peraturan Daerah Provinsi. Berkaitan dengan hal tersebut diatas bahwa pembentukan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai seharusnya mendasarkan kepada Peraturan Perundang-undangan diatasnya sesuai dengan jenis dan hierarkiperaturan perundang-undangan yang berlaku. Kata kunci : Pembentukan, Peraturan Perundang-undangan, Peraturan Daerah dan Hierarki. | ABSTRACT The establishment of the legislations is emphasized on a hierarchy or any type of the level legislations that is based on the principle that the legislations should not be contradict between the lower and the higher. In this research uses statue approach which done by analyse all of the laws and regulations relating to the establishment of legislation According of regulation No. 12 year 2011 on the establishment of legislation in establishment of regional regulation Article 7 has affirmed the type and hierarchy of legislation in which Regional Regulation placed under the other Legislations such us Constitution 1945 , Provision of MPR , Law / government regulation in lieu of law, Government regulations , Regulations President and Provincial Regulations. In connection with the above that the establishment of the Regional Regulation of Banjarnegara regency No. 4 year 2013 on Watershed Management supposedly basing with Legislation there on in accordance with the type and hierarchy of legislation applicable. Keywords : Formation , Legislation , Regulations and Hierarchy. | |
| 6478 | 10100 | F1F007148 | THE REFLECTION OF HUMAN CHARACTERISTICS THROUGH CHILDREN’S LITERATURE IN ANTOINE DE SAINT EXUPERY’S THE LITTLE PRINCE | ABSTRAK Elmasari, Nafi. 2014. The Reflection of Human Characteristics through Children’s Literature in Antoine De Saint Expery’s The Little Prince. Program Sarjana Bahasa dan Sastra Inggris, Ilmu Budaya, Akademik 2012/2013. Pembimbing 1: Tribuanan Sari, S.S., M.Si. Pembimbing 2: Mia Fitria Agstina, S.E.,S.S., M.A. Penguji: Rosyid Dodiyanto, S.S., M. Hum. Kata Kunci: Karakter manusia, Sastra Anak, The Little Prince. Penelitian yang berjudul “The Reflection of Human Characteristics through Children’s Literature in Antoine De Saint Expery’s The Little Prince” bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik manusia dicerminkan melalui karya sastra anak dalam novel Antoine De Saint Expery yang berjudul The Little Prince. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Data utama dari penelitian ini berupa novel Antoine De Saint Exuupery yang berjudul The Little Prince yang dianalisis menggunakan isu karakter. Dari penelitian ini diambil kesimpulan bahwa ada beberapa karakter manusia yang dicerminkan oleh karakter yang ada di novel. Mereka adalah: The Narrator, The Flower, The King, The Conceited Man, The Tippler, The Businessman, The Little Prince, The Gamplighter, The geographer and The Fox. The Narrator merefleksikan sifat manusia yakni; imajinatif, kesepian dan ramah. The Flower merefleksikan sifat manusia yakni; penuh akal, tidak konsekwen dan munafik. The King merefleksikan sifat manusia yaitu, penuh ambisi. The Conceited Man merefleksikan sifat manusia yaitu, cinta pada diri sendiri. The Tippler merefleksikan sifat manusia yaitu konyol dan tidak masuk akal. The Businessman merefleksikan sifat manusia yaitu; tidak ramah, tamak dan tidak masuk akal. The Little Prince merefleksikan sifat manusia yaitu; pemberani, kesepian, bertanggungjawab dan baik hati. The Lamplighter merefleksikan sifat mansia, yaitu bertanggungjawab dan tidak berfikir untuk dirinya sendiri. The Geographer merefleksikan sifat manusia yakni tidak mau menikmati keindahan dan selalu memikirkan hal-hal tang besar saja. The Fox merefleksikan sifat manusia yaitu bijaksana. Setiap karakter yang ditemui oleh The Little Prince mendefinisikan dunia menurut pendapat mereka sendiri, mereka melihat dunia hanya sebatas apa yang mereka lihat bukan memahami maknanya melalui hati. | ABSTRACT Elmasari, Nafi. 2014. The Reflection of Human Characteristics through Children’s Literature in Antoine De Saint Expery’s The Little Prince. English Language and Literature Study Program, Departement of Humanities, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Soedirman University, Academic year 2013/2014. First Advisor: Tribuanan Sari, S.S., M.Si. Second Advisor: Mia Fitria Agstina, S.E.,S.S., M.A. Examiner: Rosyid Dodiyanto, S.S., M. Hum. Keywords: Human Characters, Children’s Literature, The Little Prince The research entitled “The Reflection of Human Characteristics through Children’s Literature in Antoine De Saint Expery’s The Little Prince” is aimed to find out how human characteristics are reflected through children’s literature in Antoine De Saint Expery’s The Little Prince. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The data source of this study is Antoine De Saint Expery’s The Little Prince whose literary elements are analyzed to find out human’s characteristics depicted in the novel through characters in the novel. From the research, there is a conclusion that in this novel, there are several human characteristics represented by the characters in the novel. They are: The Narrator, The Flower, The King, The Conceited Man, The Tippler, The Businessman, The Little Prince, The Lamplighter, The Geographer and The Fox. The narrator reflects human characteristics they are imaginative, lonely and friendly. The flower reflected human characters, those are; tricky, inconsistent and hypocritical. The king represented a human characteristic which is obsessed. The conceited man is reflected the human character which is narcissism. The tippler represented human character which is silly. The businessman shows the human characteristics namely unfriendly, greedy, and illogical. The little prince is reflected human characteristics, they are: brave, lonely, responsible and kind. The lamplighter represented human character which is responsible and caring. The geographer is represented human characteristic which is cannot enjoy every day pleasure and just thinking of matter of consequence. The fox is represented human characteristic which is wise. While, every one of these adult that the little prince meets defines the world around him according to his own terms. Each of them sees the world only as he thinks it is. They do not realize what it means to see with the heart. | |
| 6479 | 11393 | A1L011152 | PENGARUH PELAPISAN CHITOSAN DAN PENGERINGAN BENIH TERHADAP VIGOR BENIH SORGUM (Sorghum bicolor (L.) Moench) | Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui pengaruh pelapisan chitosan dan pengeringan benih terhadap vigor benih sorgum, 2) menentukan konsentrasi chitosan pada pelapisan benih sorgum yang berpengaruh paling baik terhadap vigor benih. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan Kelurahan Bancarkembar, Purwokerto Utara pada Bulan Nopember 2014 sampai Pebruari 2015. Penelitian ini merupakan penelitian faktorial yang disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 kelompok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi chitosan (C0: 0%, C1: 0,5%, C2: 1,0%, dan C3: 1,5%). Faktor kedua adalah pengeringan benih (P0: benih tidak dikeringkan dan P1: benih dikeringanginkan). Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, indeks vigor, bobot segar kecambah normal, dan bobot kering kecambah normal. Data dianalisis dengan uji F pada taraf kesalahan 5%, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh interaksi pelapisan chitosan dan pengeringan benih terhadap vigor benih sorgum. Daya berkecambah, keserempakan tumbuh, dan bobot segar kecambah normal benih yang dilapisi chitosan 0,5% lebih tinggi berturut-turut 9,52%, 10,13%, dan 17,85% daripada benih yang tidak dilapisi chitosan, namun kecepatan tumbuh relatif, indeks vigor, dan bobot kering kecambah normal benih yang dilapisi chitosan sama dengan benih yang tidak dilapisi chitosan. Daya berkecambah, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, indeks vigor, bobot segar kecambah normal, dan bobot kering kecambah normal benih yang dikeringanginkan sama dengan benih yang tidak dikeringkan. | This research purposes were 1) studying the effect of chitosan coating and seed drying on sorghum seed vigor and 2) determining which chitosan concentration for sorghum seed coating giving the best effect on seed vigor. The research was conducted at Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman and Bancarkembar District, North Purwokerto on November 2014 until February 2015. This was factorial research which arranged the randomized block design with 4 groups as replications. The first factor was chitosan concentration (C0: 0%, C1: 0,5%, C2: 1,0%, and C3: 1,5%). The second factor was seed drying (P0: undried seeds and P1: air dried seeds). Observed variables were germination, growth uniformity, relative growth rate, vigor index, normal seedling fresh weight, normal seedling dry weight. Data were analysised by F test at 5% error level, if different effect continued with Least Significant Difference (LSD) at 5% error level. Result showed that there was no interaction effect of chitosan coating and seed drying on sorghum seed vigor. Germination, growth uniformity, and normal seedling fresh weight of seeds coated by 0,5% chitosan were 9,52%, 10,13% and 17,85% higher and that of uncoated seeds respectively, but relative growth rate, vigor index, and normal seedling dry weight of seeds coated by chitosan similar to that of uncoated seeds. Germination, growth uniformity, relative growth rate, vigor index, normal seedling fresh weight, normal seedling dry weight of seeds dried by air dried similar to that of undried seeds. | |
| 6480 | 12323 | E1A011125 | PEMBEBASAN BERSYARAT (Suatu Tinjauan Pelaksanaan Pemberian Pembebasan Bersyarat Terhadap Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Kelas IIA Tangerang) | Penelitian ini berjudul: “PEMBEBASAN BERSYARAT (SUATU TINJAUAN PELAKSANAAN PEMBERIAN PEMBEBASAN BERSYARAT TERHADAP NARAPIDANA ANAK DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK PRIA KELAS IIA TANGERANG)”. Anak merupakan generasi penerus bangsa. Anak yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang akan menjadi anak nakal dan selanjutnya ia dapat melakukan perbuatan yang melanggar hukum, sehingga dapat menyebabkan anak menjalani proses pidana di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Penjatuhan pidana pun juga sebagai upaya pembinaan dan perlindungan anak.Dalam Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan mengatur mengenai hak-hak seorang narapidana antara lain mendapatkan Pembebasan Bersyarat. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Kelas IIA Tangerang. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis, yaitu pendekatan yang menekankan pada pencarian-pencarian. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dengan observasi,wawancara,dan studi pustaka. Data disajikan secara sistematis,logis,dan rasional serta dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Pembebasan bersyarat adalah proses pembinaan narapidana di luar Lembaga Pemasyarakatan setelah menjalani sekurang-kurangnya 2/3 masa pidananya dengan ketentuan 2/3 masa pidana tersebut minimal 9 bulan. Dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat setiap narapidana yang diajukan mendapatkan pembebasan bersyarat haruslah memenuhi syarat substantif dan juga syarat administrative. Berdasarkan hasil penelitian diketahui Pelaksanaan Pembebasan Bersyarat oleh Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Kelas II Tangerang dianggap telah berhasil, karena dari tahun ke tahun jumlah anak yang mendapatkan Pembebasan Bersyarat meningkat.Pemberian pembebasan bersyarat terhadap Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang ini pada kenyataannya belum menggunakan peraturan yang baru yang tertera pada Pasal 81 UU SPPA, yakni belum menggunakan perhitungan ½ dari masa pidana, namun masih menggunakan perhitungan 2/3 dari masa pidana. Hal ini dikarenakan belum adanya Juklak dan Juklis (peraturan pelaksanaan dan tulis) yang turun. Namun untuk pengaturan lainnya sudah menggunakan UU SPPA yang baru ini. Pembebasan Bersyarat ini pun diberikan oleh Petugas Lembaga Pemasyarakatan kepada Narapidana Anak setelah memperhatikan dan mempertimbangkan syarat yang umum dan khusus, dan tentunya dengan bekerja sama dengan instansi terkait. Adapun faktor-faktor yang menjadi penyebab Narapidana Anak tidak mendapatkan Pembebasan Bersyarat di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang seperti Narapidana Anak tidak berkelakuan baik, melakukan tindak pidana lagi, dan masih kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap warga binaan, sehingga masyarakat tidak mau menerima di berikannya Pembebasan Bersyarat terhadap Narapidana tersebut. | This study entitled: "CONDITIONAL EXEMPTION (AN OVERVIEW OF THE EXEMPTION CONDITIONAL ON CHILD PRISONERS IN MALE CHILD CORRECTIONAL INSTITUTION CLASS IIA TANGERANG)". Children are the future generation. Children who get less attention and affection will be a bad boy and then he can perform acts that violate the law, so as to cause the child to undergo criminal proceedings in the Children's Penitentiary. Any criminal punishment as well as coaching and protection efforts anak.Dalam Article 14 paragraph (1) of Law No. 12 of 1995 concerning Corrections govern the rights of the prisoners, among others, to get parole. This research was conducted in Child Correctional Institution Class IIA Men Tangerang. The method used in this research is a sociological juridical approach that emphasizes the searches. Sources of data in the form of primary data and secondary data. Data were collected by observation, interview, and literature study. Data is presented in a systematic, logical, and rational and analyzed by qualitative normative method. Parole is the process of coaching outside Penitentiary inmates after serving at least 2/3 times 2/3 criminal with the provisions of the criminal past of at least 9 months. In the implementation of parole any inmate who filed parole must meet the requirements of substantive and administrative requirements. Based on the survey results revealed Implementation Parole by Child Correctional Institution Class II Men Tangerang considered to have been successful, because from year to year the number of children who get parole Parole meningkat.Pemberian of Prisoners Children Tangerang Penitentiary Son of man is in fact not using rules newly listed in Article 81 of Law SPPA, ie not using ½ calculation of criminal past, but still uses the calculation of 2/3 of the criminal past. This is due to the lack of operational guidelines and Juklis (implementing regulations and writing) are down. But for the other settings are already using this new SPPA law. Parole is also given by the Inmates Prison officials Son after notice and consider the general and specific requirements, and of course in cooperation with the relevant agencies. The factors that cause the Child Prisoners do not get parole in Men Tangerang Child Penitentiary Inmates such child does not behave well, committing a crime again, and the lack of public trust towards prisoners, so that people do not want to receive in given it the Parole against the inmates. Keywords: Implementation of Parole. |