Artikelilmiahs

Menampilkan 6.381-6.400 dari 48.852 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
638116197G1D012037PERBEDAAN SELF-ESTEEM MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Self-esteem merupakan penilaian individu yang dapat mencerminkan penerimaan atau penolakan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya sendiri. Self-esteem sangat penting bagi mahasiswa karena berpengaruh pada kualitas psikologis, hubungan sosial dan prestasinya. Tetapi banyak faktor yang mampu mempengaruhi self-esteem mahasiswa diantaranya adalah jenis kelamin, fisik, psikologi, lingkungan sosial, tingkat intelegensi, sosial ekonomi, dan pola asuh.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan self-esteem Mahasiswa Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan stratified propotional random sampling dengan jumlah sampel 171 mahasiswa. Pengambilan data pada bulan Juni 2016 di Kampus Keperawatan Unsoed. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji one way ANOVA.
Hasil: Karakteristik responden lebih dominan pada jenis kelamin perempuan (88,3%), indeks prestasi kumulatif sangat memuaskan (74,9%), dan pendapatan orang tua yang tinggi (58,5%). Hasil uji one way ANOVA menunjukkan tidak ada perbedaan self-esteem mahasiswa tahun pertama hingga keempat Jurusan Keperawatan Unsoed dengan nilai p=0,250 (p>0,05).
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan self-esteem yang bermakna pada Mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed.
Kata Kunci: keperawatan, mahasiswa, self-esteem

Background: Self-esteem is an individual assessment to reflect the acceptance or rejection of everything to do with yourself. Self-esteem is very important for students because it affects the quality of the psychological, social relationships and accomplishments. But many factors that can affect the self-esteem of students, such as gender, physical, psychological, social environment, the level of intelligence, socioeconomic, and parenting.
Objective: The purpose of this study was to determine the differences in self-esteem of Nursing Students Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Method: This study was a quantitative study with cross sectional design. Sampling technique used stratified proportional random sampling with a sample size of 171 students. The data was taken on Juni, 2016 at Campus of Nursing Unsoed. Data were obtained by using questionnaire. Data analysis was carried out by using one-way ANOVA.
Result: The characteristics of respondents were more dominant in the female (88,3%), magna cum laude of grade point average (74,9%), and high-income parents (58,5%). The result of one-way ANOVA test showed that there were no differences in self-esteem first to fourth year of nursing students Unsoed with
p-value =0,250 (p>0,05).
Conclusion: There were no differences in self-esteem of Nursing Students Unsoed.
Keywords: nursing, self-esteem, students
638216198G1D012033PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI BENSON TERHADAP KECEMASAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 1 WANGONLatar Belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dan akan menyertai seumur hidup penderita. Hal tersebut yang dapat menyebabkan munculnya kecemasan. Oleh sebab itu, diperlukan intervensi untuk mengatasi kecemasan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi Benson terhadap kecemasan penderita DM tipe 2.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental pre and posttest with control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Besar sampel adalah 29 responden yang dibagi menjadi 14 orang pada kelompok intervensi dan 15 orang pada kelompok kontrol. Pada saat proses penelitian berlangsung satu responden pada kelompok intervensi dikeluarkan karena memiliki skor kepatuhan kurang dari 80%. Hubungan antara karakteristik responden dengan kecemasan diuji menggunakan uji pearson dan uji spearman. Analisis data kecemasan sebelum dan setelah intervensi diuji menggunakan paired t-test. Sedangkan analisis perbedaan kecemasan kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan independent t-test.
Hasil: Rata-rata skor kecemasan sebelum dan setelah diberikan teknik relaksasi Benson pada kelompok intervensi secara berurutan yaitu 27,79 dan 19,93, sedangkan pada kelompok kontrol yaitu 24,00 dan 23,73. Setelah dilakukan analisis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05) pada kelompok intervensi dan p=0,685 (p>0,05) pada kelompok kontrol. Adapun perbedaan skor kecemasan kelompok intervensi dan kelompok kontrol yaitu p=0,000(p<0,05).
Kesimpulan: Teknik relaksasi Benson berpengaruh signifikan terhadap penurunan kecemasan penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas 1 Wangon.
Background: Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that cannot be cured and suffered for a lifetime. This can lead to the emergence of anxiety. Therefore, required intervention to overcome anxiety.
Objective: This research aimed to determine the effect of Benson relaxation technique on anxiety of patients with type 2 DM.
Method: This research was a quantitative with quasi experimental pre and posttest with control group design. The sampling used simple random sampling technique. The sample size was 29 respondents divided into 14 people in the intervention group and 15 people in the control group. During the research process, one of the respondents in the intervention group excluded because have compliance score less than 80%. The relationship between the characteristics of respondent and anxiety was tested using pearson and spearman test. Data analysis of anxiety before and after the intervention was tested using paired t-test. While the analysis of the difference of anxiety between the intervention group and the control group was tested using independent t-test.
Result: The average score of anxiety before and after Benson relaxation technique in the intervention group was 27.79 and 19.93, respectively. While in the control group was 24.00 and 23.73, respectively. After the analysis, it was obtained p value =0.000 (p<0.05) in the intervention group and p value=0.685 (p>0.05) in the control group. As for the difference in anxiety scores in the intervention and control groups was p value=0.000(p<0,05).
Conclusion: Benson relaxation technique had a significant effect on anxiety reduction of patients with type 2 DM in working area of Puskesmas 1 Wangon.
638316199F1G011031MOBILITAS SOSIAL DALAM NOVEL MEMANG JODOH KARYA MARAH RUSLISkripsi ini berjudul “Mobilitas Sosial dalam Novel Memang Jodoh karya Marah Rusli”. Latar belakang dalam penelitian ini adalah mobilitas sosial tokoh Hamli yang mengalami perubahan status sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mobilitas sosial tokoh utama yaitu Hamli pada novel Memang Jodoh karya Marah Rusli dan pendeskripsian yang meliputi alur, penokohan dan latar pada novel Memang Jodoh karya Marah Rusli. Manfaat dalam penelitian ini yaitu manfaat praktis dan manfaat teoritis. Manfaat penelitian ini secara praktis diharapkan dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya serta menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti atau pembaca. Adapun manfaat teoritis penelitian ini diharapkan pembaca mampu mengembangkan keilmuan sastra khususnya tentang mobilitas sosial dalam karya sastra.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu mobilitas sosial tokoh Hamli pada novel Memang Jodoh karya Marah Rusli. Teknik pengumpulan data yaitu membaca,mencatat dan mengklasifikasikan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data yaitu mereduksi data yang tidak relevan dengan fokus penelitian. Menganalisis dan mendeskripsikan data yang sesuai dengan rumusan masalah serta menyimpulkan hasil analisis.
Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh gambaran mobilitas sosial tokoh Hamli sebagai tokoh utama. Perjalanan tokoh Hamli dibagi menjadi dua bagian yaitu perubahan status sosial dan peningkatan status sosial. Perubahan status Hamli terjadi ketika Hamli pergi ke Bogor dengan tujuan melanjutkan sekolahnya, Hamli juga mencari uang tambahan untuk menghidupi keluarganya dengan menambah anak didiknya yang belajar bermain biola. Dengan kerja keras dan semangatnya, Hamli akhirnya lulus dan bekerja di Sumbawa sebagai ahli pertanian. Perjalanan Hamli dalam bekerja sering kali dipindahtugaskan ke berbagai kota seperti Blitar. Peningkatan status sosial terjadi ketika Hamli dipindahtugaskan ke Cirebon dan Semarang sebagai Kepala Pertanian.

This researh is entitled “Mobilitas Sosial dalam Novel Memang Jodoh karya Marah Rusli”. The background of the study in this research is social mobility of Hamli who experienced social changes. This research has a purpose to describe the social mobility of the main character named Hamli in a novel entitled Memang Jodoh by Marah Rusli, and to analyze the intrinsic element interconnections, for example, the plot, characterization, and setting of Memang Jodoh by Marah Rusli. There are two significances in this study, for instance, practical and theoretical significances. Practical significances of this research are that the study can be reference of the next research, and can increase the insight and knowledge for both the researchers and readers. While, the theoretical significance of this research is that the research can help the readers increase literary knowledge especially about social mobility in literary works.
This research method is descriptive-qualitative method. The focus of the research is the social mobility of Hamli in Memang Jodoh by Marah Rusli. Data collection technique is conducted through reading, note taking, and data classifying based on the research question. Data analysis is done by reducing data which are not relevant with the focus of research. Then, analyzing and describing data are carried out based on the research question. Finally, the last step is concluding the result of the analysis.
Based on the research, the result describes the social mobility of Hamli, the main character. The journey of Hamli is divided into two which are the change of the social status and the enhancement of the social status. The change of Hamli status happened when Hamli went to Bogor to carry on his study to fulfill his dream. In Bogor, although Hamli studied, he earned money to provide his family needs by getting more students who were eager to learn playing violin. With his hard work and passion, Hamli could graduate and worked in Sumbawa as an agricultural expert. Moreover, Hamli often moved to some cities like Blitar because of his work. The enhancement of the social status happened when Hamli had to work in Cirebon and Semarang as the head of agricultural department.
638416204G1D012065FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA ASAL MALUKU DI UNSOEDLatar Belakang: Motivasi belajar merupakan kekuatan daya penggerak didalam diri mahasiswa yang menimbulkan kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar demi mencapai tujuan yang ditetapkan.
Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa asal Maluku dalam menjalani perkuliahan di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah study cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 45. Analisis data menggunakan uji chi square untuk bivariat dan regresi logistic untuk multivariat.
Hasil: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (53,3%), usia ≤20 tahun (68,9%), kuliah ≤4 tahun (73,3%), sumber dana asal beasiswa (80%), dan jurusan sesuai minat (57,8%). Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar menunjukkan mayoritas responden memiliki motivasi belajar, kondisi fisik, psikis, dan keluarga kurang dengan persentase (55,6%), (55,6%), (51,1%), (55,6%). Sedangkan kondisi lingkungan responden tergolong baik yaitu (51,1%). Hasil analisis jenis kelamin, usia, lama studi, dana asal dan jurusan sesuai minat diperoleh nilai p (0,688), (0,014), (0,024), (1,000), dan (0,036). Sedangkan untuk faktor-faktor meliputi kondisi fisik, psikis, keluarga, lingkungan diperoleh nilai p (0,000), (0,000), (0,013), dan (0,000). Hasil analisis multivariat diperoleh nilai OR=59,185, p=0.043.
Kesimpulan: Motivasi belajar mahasiswa Unsoed asal Maluku dipengaruhi oleh faktor kondisi fisik, psikis, keluarga, dan lingkungan. Ditambah karakteristik responden usia, lama studi, dan jurusan sesuai minat. Sedangkan faktor yang paling dominan adalah kondisi psikis.
Background: Learning motivation is the driving force of students that raises learning activities and provides direction on learning activities to achieve the goals set.
Objective: To determine the factors that affect learning motivation on students of Jenderal Soedirman University originated from Maluku.
Method: The research design used in this research was cross sectional study. The sampling used total sampling with 45 respondents. Data analysis in this research used chi square test for bivariate and logistic regression for multivariate.
Result: The majority of respondents were female (53.3%), aged ≤20 years old (68.9%), having lectures ≤4 years (73.3%), receiving scholarship fund (80%), and the major according to the interests (57.8%). The description of factors affecting learning motivation indicated that the majority of respondents had learning motivation, less physical, psychological and family condition with the percentage of (55.6%), (55.6%), (51.1%), (55.6%), respectively. While the environmental condition of respondents was good by (51.1%). The analysis results of gender, age, duration of study. The origin of funds and the majors according to the interest were obtained p value of (0.688), (0.014), (0.024), (1.000), and (0.036), respectively. While for factors including physical, psychological, family, and environmental conditions were obtained p value of (0.000), (0.000), (0.013), and (0.000), respectively. The result of multivariate analysis obtained OR value =59.185, p=0.043.
Conclusion: Learning motivation of the students of Jenderal Soedirman University originated from Maluku was affected by the factors of physical, psychological, family, and environmental conditions. It was also affected by the respondents characteristics of age, duration of study, and the majors according to the interests, while the most dominant factor was psychological condition.
638516205G1D012022PENGARUH KOMIK PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI ABSTRAK
Latar Belakang: Pengendalian kanker di Indonesia mulai dilaksanakan secara terpadu. Pemeriksaan payudara sendiri merupakan salah satu cara deteksi dini adanya benjolan pada payudara. Pendidikan kesehatan dengan media komik merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pemeriksaan payudara sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komik pemeriksaan payudara sendiri terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam upaya deteksi dini kanker payudara. Metode: Penelitian ini merupakan Quasy experimental dengan pre and post test with control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling sejumlah 30 dari setiap kelompok yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner tentang pengetahuan dan sikap. Analisa data menggunkan uji statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk pengetahuan, Dependent t Test, dan Independen t Test untuk sikap. Hasil: Hasil uji Wilcoxon kelompok intervensi menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai pretest dan posttest dengan nilai p<0,05, sedangkan pada kelompok kontrol nilai p>0,05. Hasil uji Mann- Whitney test menunjukkan bahwa ada perbedaan skor pengetahuan pada kelompok kontrol dan intervensi (p<0,05). Hasil uji Dependent t test menunjukkan bahwa ada perbedaan nilai pretest dan posttest dengan nilai p<0,05, sedangkan pada kelompok kontrol nilai p>0,05. Hasil uji Independent t test menunjukkan bahwa ada perbedaan skor sikap pada kelompok kontrol dan intervensi (p<0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh komik pemeriksaan payudara sendiri terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam upaya deteksi dini kanker payudara.
Kata Kunci: komik, pemeriksaan payudara sendiri, pengetahuan, dan sikap
ABSTRACT
Background: Cancer control in Indonesia began to be implemented in an integrated basis. Breast self-examination is one of the ways of early detection of a lump in the breast. Health education through comic media is one of the ways to improve the knowledge and attitude of female students about breast self-examination. Objective: This research aimed to determine the influence of breast self-examination comics on knowledge and attitude of female students in the early detection of breast cancer. Method: This was a Quasy experimental research with pre and post test with control group design. The sampling in this research used random sampling technique with the number of 30 from each group that met inclusion and exclusion criteria. The instrument used in this research was a questionnaire about their knowledge and attitude. Data analysis used was Wilcoxon and Mann- Whitney statistical test for the knowledge and Dependent t test and Independent t test for the attitude. Result: The result of Wilcoxon test in the intervention group indicated that there was a value difference of pretest and posttest with p value <0.05, while in the control group obtained p value > 0.05. The result of Mann-Whitney test indicated that there was a score difference in knowledge of control group and the intervention group (p<0.05). The result of Dependent t test indicated that there was difference of pretest and posttest with p value < 0.05, while in the control group obtained p value > 0.05. The result of Independent t test indicated that there was a score different in attitude of control group and the intervention group (p<0.05). Conclusion: There was an influence of breast self-examination comics on the knowledge and attitude of female students in the early detection of breast cancer.
Keywords: comic, breast self-examination, knowledge, attitude
638616206G1D012008PENGARUH HAND MASSAGE KOMBINASI DENGAN MINYAK AROMATERAPI MAWAR TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA HIPERTENSI PRIMERLatar belakang: Hipertensi primer merupakan penyakit kronik dengan prevalensi yang cukup tinggi di Indonesia. Hipertensi primer ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti gagal jantung, stroke bahkan kematian sehingga perlu pengelolaan tekanan darah dengan tepat. Hand massage merupakan salah satu terapi nonfarmakologis untuk hipertensi.
Tujuan: Mengetahui pengaruh hand massage kombinasi minyak aromaterapi mawar terhadap penurunan tekanan darah pada hipertensi primer di Dukuh Kulon Banjarnegara.
Metode: Jenis penelitian quasi eksperimental with control group design. Metode simple random sampling, dengan 15 responden sebagai kelompok kontrol yang diberikan hand massage dan 15 responden sebagai kelompok intervensi yang diberikan hand massage dengan minyak aromaterapi mawar. Instrumen menggunakan sphygmomanometer digital dan dianalisis dengan uji independent t test.
Hasil: Hasil rata-rata tekanan darah pretest kelompok kontrol 158,47/91,93 mmHg dan postest 155,07/88,47 mmHg, sedangkan pretest kelompok intervensi tekanan darah sistol 170,07/90,87 mmHg dan postest 150,73/84,60 mmHg dengan nilai p value=0,000 untuk tekanan darah sistol dan nilai p value=0,198 untuk tekanan darah diastol.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh hand massage kombinasi aromaterapi mawar terhadap penurunan tekanan darah sistol pada hipertensi primer di Dusun Dukuh Kulon Banjarnegara.
Background: Primary hypertension is a chronic disease with high prevalence in Indonesia. This primary hypertension can cause various complications such as heart failure, stroke and even death, so it needs proper management of blood pressure. Hand massage is one of non-pharmacological therapies for hypertension.
Objective: To determine the effect of hand massage combined with rose aromatherapy oil to reduce blood pressure in primary hypertension at Dukuh Kulon, Banjarnegara.
Method: The type of this research was quasi experimental with control group design. The method used was simple random sampling with 15 respondents as the control group given the treatment of hand massage and 15 respondents as the intervention group given the treatment of hand massage with rose aromatherapy oil. The research instrument used digital sphygmomanometer and was analyzed with independent t test.
Result: The average blood pressure in the control group in pretest was 158.47/91.93 mmHg and in posttest was 155.07/88.47 mmHg, while pretest in the intervention group obtained systolic blood pressure of 170.07/90.87 mmHg and in posttest obtained 150.73/84.60 mmHg with p value = 0.000 for systolic blood pressure and p value= 0.198 for diastolic blood pressure.
Conclusion: There was effect of hand massage combined with rose aromatherapy oil on systolic blood pressure reduction in primary hypertension at Dukuh Kulon, Banjarnegara.
638716208G1B012041RESPON PESERTA PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH TERHADAP KEBIJAKAN PENCEGAHAN KETERLAMBATAN PEMBAYARAN IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KABUPATEN BANYUMASTerjadi ketidakseimbangan pemasukan dan pengeluaran premi BPJS Kesehatan pada tahun 2014. Kebijakan yang saat ini diterapkan BPJS Kesehatan dalam mencegah terjadinya keterlambatan pembayaran iuran yaitu dengan keluarnya Peraturan Presiden No. 19 Tahun 2016 dengan pendekatan power koersif. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan respon pada peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) terhadap kebijakan pencegahan keterlambatan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Banyumas. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode purposive sampling dalam pemilihan subjek penelitian dan content analysis. Dengan kriteria peserta PBPU yang terlambat dan rutin membayar iuran JKN di wilayah perkotaan dan perdesaan Kabupaten Banyumas. Didapatkan 8 informan utama dan 3 informan pendukung. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, metode dan teknik. Respon PBPU terhadap kebijakan pencegahan keterlambatan pembayaran iuran JKN berupa respon positif pada aspek afekif dan behavioral. Dengan adanya kebijakan pencegahan keterlambatan pembayaran iuran JKN berpengaruh terhadap keadaan internal dan eksternal PBPU. Sehingga PBPU merekomendasikan Kebijakan Pencegahan Keterlambatan Pembayaran Iuran JKN mendatang pada aspek fungsi BPJS Kesehatan dan peran PBPU. Namun, PBPU tetap mendukung terhadap kebijakan pencegahan keterlambatan pembayaran iuran JKN. Respon peserta PBPU dilihat dari kepentingan kelompok sasaran, jenis manfaat yang didapat, perubahan yang diinginkan serta kepatuhan dan daya tanggap.There is a missmatch between premium and claim of BPJS Kesehatan premium in 2014. Now, the policy applied by BPJS Kesehatan in order to prevent payment overdue is based of President Regulation No. 19 in 2016 by power coersive approach. The purpose of this research was to explain the respon of Informal Sektor Workers (PBPU) to prevention overdue health insurance payment policy in Banyumas Regency. It was a qualitative study with phenomenology approach which used purposive sampling and content analysis. The criteria for the informan were PBPU who paid the premium of the JKN regularly and late in Banyumas Regency. There were 8 proncipal informants and 3 supported informants who met the criteria. The data validity was measured by triangulation. PBPU showed possitive in afective and behavioral aspec to the ovedue payment policy prevention because it was related to the internal and external condition of PBPU. Therefore, PBPU recomended the following JKN late payment prevention policy to BPJS Kesehatan function and PBPU’s role. However, PBPU supported the health insurance late payment prevention policy. PBPU’s respon depends on group interest target, adventages, the expected changes and obedience and the reaction of PBPU.
638816215G1B012079FAKTOR-FAKTOR INDIVIDUAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI IBU HAMIL MENGENAI PELAYANAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI PUSKESMAS PURWOKERTO SELATANLatar Belakang : Penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dari ibu ke anak dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kematian janin, bayi baru lahir dan meningkatkan kemungkinan terinfeksi HIV tiga kali lipat atau lebih. Pemanfaatan pelayanan IMS khususnya ibu hamil di Puskesmas Purwokerto Selatan masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor individual yang mempengaruhi persepsi ibu hamil mengenai pelayanan IMS.
Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Selatan berjumlah 1.876 orang. Sampel diambil sebanyak 67 orang ibu hamil dengan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap persepsi ibu hamil mengenai pelayanan IMS adalah sikap dan harapan. Sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh adalah umur, pengetahuan, motivasi dan pengalaman.
Kesimpulan : Sikap dan harapan berpengaruh terhadap persepsi ibu hamil mengenai pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS)


Background : Sexually transmitted infection (STI) passed from mother to children can cause several health issues such as fetal death, death of newborn baby, and increas the possibility of getting infected by HIV by three times than normal. At Purwokerto Selatan, the utilization STI service especially for expectant mother is relatively low. The aim of this study was to find out about Individual factors which mother perception about STI services.
Method: This study was an observational study using cross sectional design. Determination of respondent wasdone by taking sampling from total population of 1.876 mothers on Purwokerto Selatan community health work environment. 67 mothers has been choosen as respondent using proportional random sampling technique. Data retrieval has been done by quisioner interview. This study use Univariat analysis, Bivariat analysis by Chi-Square Test, and Multivariat analysis by Logistic Regression.
The Result: This study has shown that several factors which affected expectant mother perception about STI service, are behavior, and expectation, while age, knowledge, motivation, andexperience are factors which didnot affect the mother perception about STI service.
Conclution: Behavior and expectation have effect towards the mother perception about STI services.

638916209G1A011083HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DALAM BIDANG AKADEMIK DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWA PROFESI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOLatar Belakang : Mahasiswa profesi kedokteran mempunyai banyak kesibukan yang padat dan menimbulkan banyak stresor, hingga akhirnya beberapa mahasiswa memilih merokok sebagai pemecah masalah padahal efek negatif merokok sudah diketahui terutama oleh mahasiswa profesi fakultas kedokteran. Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dalam bidang akademik dengan perilaku merokok pada mahasiswa profesi fakultas kedokteran universitas jenderal soedirman purwokerto Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik, sedangkan pendekatan terhadap subjek penelitian dilakukan dengan cross sectional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuisioner Lie Minnesota Multiphasic personality Inventory (L-MMPI), kuisioner tingkat kecemasan akademik dan kuisioner perilaku merokok. Analisis data yaitu dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil : Berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan software statistik, diperoleh nilai korelasi uji spearman rank sebesar 0,001 (p<0,001). Kesimpulan : terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dalam bidang akademik dengan perilaku merokok pada mahasiswa profesi fakultas kedokteran universitas jenderal soedirman purwokerto.Background : Medical profession students have a lot of bustle which cause stressors. So some students decided to smoke cigarettes to help them to sove problems even the negative effect was known especially by medical profession students. Objective : To aim the relationship between level of academic anxiety and smoking behavior of profession students of medical faculty at jenderal soedirman university purwokerto. Method : The research used analytic observational, meanwhile approached toward subject of the research was cross sectional. The research instrument used was the Lie Minnesota Multiphasic Personality Inventory (L-MMPI) quistionare and level of academic anxiety questionare and smoke behavior quistionare. Data analysis using spearman rank test. Result : Based on the counting result with statistic soft there was 0,001 (p<0,001) spearman rank test. Conclusion : there was correlation between level of academic anxiety and smoking behavior of profession students of medical faculty at jenderal soedirman university purwokerto
639016211G1D012043PERBEDAAN EFEKTIVITAS MEDIA BOOKLET DIBANDINGKAN DENGAN METODE CERAMAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI BAGI PARTISIPASI IBU DALAM KELAS IBU HAMILKelas Ibu Hamil (KIH) merupakan program pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu berupa kelompok belajar bagi ibu dengan usia kehamilan 4-36 minggu. Dewasa ini, partisipasi ibu dalam KIH masih rendah. Salah satu faktor yang berperan dominan yaitu dukungan suami. Suami sebagai orang terdekat yang berperan sebagai pemberi dukungan dapat dijadikan sasaran pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan mengenai kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan suami. Pendidikan kesehatan dapat diberikan melalui media booklet ataupun metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh booklet dan metode ceramah terhadap pengetahuan dan dukungan suami bagi partisipasi ibu dalam kelas ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttet with control group design. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling, sejumlah 32 responden dikelompokkan ke dalam kelompok booklet (n=16) dan kelompok metode ceramah (n=16). Analisa data menggunakan uji Ancova. Hasil uji Ancova menunjukan suami yang mendapatkan pendidikan kesehatan dengan booklet memiliki pengetahuan 10,23 poin lebih tinggi dibandingkan dengan metode ceramah (p=0,001; adjusted R2= 31,1%). Tidak terdapat perbedaan dukungan pada suami yang mendapatkan pendidikan kesehatan antara media booklet dan metode ceramah (p=0,124; adjusted R2=3,5%). Terdapat perbedaan pengaruh booklet dan metode ceramah terhadap pengetahuan. Tidak terdapat perbedaan pengaruh booklet dan metode ceramah terhadap dukungan.Prenatal class is a government program to reduce maternal mortality rate, it such as study group for pregnants with 4-36 weeks gestational age. So far, pregnant mother’s participation in the prenatal class still low. One of the dominant factor is husband’s support. Health education regarding prenatal class is one of ways to increase husband’s knowledge and support. There is no previous study to compare the effectiveness of booklet and teaching method. The aim of this research was to determine the differences effect among booklet and teaching method on husband’s knowledge and support to pregnant mother’s participation in the prenatal class. This research was a quasi experimental and using pretest-posttet with control group design approach. Sample was recruited by consecutive sampling technique, 32 participants were grouped into booklet group (n=16) and teaching method group (n=16). Data were analyzed using Ancova.The Ancova test result showed that husbands who obtained health education by booklet had a knowledge 10,23 points higher than who obtained health education by teaching method (p=0,001; adjusted R2= 31,1%). There was’nt differences on husband’s support among who obtained health education by booklet and who obtained health education by lecturing (p=0,124; adjusted R2=3,5%). There was a difference effect of health education by booklet compared with teaching method on husband’s knowledge. There wasn’t differences effect of health education by booklet compared with lecturing on husband’s support.
639116212G1B012068HUBUNGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI DENGAN TARAF INTELEGENSI PADA SISWA SD NEGERI KECIL WATUJARAN DAN SD NEGERI 1 LIMPAKUWUSHasil penjaringan kesehatan peserta didik (2014) menunjukkan kasus wasting/kurus tingkat SD/MI tertinggi adalah wilayah kerja Puskesmas II Sumbang sebesar 43,2%. SD Negeri Watujaran dan SD Negeri Limpakuwus di Kecamatan Sumbang terdapat kasus wasting/kurus sebesar 13,3% dan 8,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kesegaran jasmani dan status gizi dengan taraf intelegensi anak sekolah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Lokasi penelitian di SD Negeri Watujaran dan SD Negeri 1 Limpakuwus Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis yang dilakukan univariat dan bivariat (Korelasi Product Moment). Hasil analisis menunjukkan antara tingkat kesegaran jasmani dengan taraf intelegensi siswa SD Negeri Watujaran dan SD Negeri 1 Limpakuwus memiliki nilai r= 0,150 dan nilai p(0,308)>0,05. Selanjutnya antara status gizi dengan taraf intelegensi siswa SD Negeri Watujaran dan SD Negeri 1 Limpakuwus memiliki nilai r= -0,070 dan nilai p(0,638)>0,05. Tidak ada hubungan antara tingkat kesegaran jasmani dengan taraf intelegensi siswa SD Negeri Watujaran dan SD Negeri 1 Limpakuwus. Tidak ada hubungan antara status gizi dengan taraf intelegensi siswa SD Negeri Watujaran dan SD Negeri 1 Limpakuwus.The results of the students health collected (2014) showed that the highest level of underweight case in the Elementary school level was in the Puskesmas II Sumbang; it was 43,2%. There were in SD N Watujaran and SD N Limpakuwus in the Kecamatan Sumbang around 13,3% and 8,3%. This study is aimed to obtain the correlation between physical fitness level and nutritional status with students’ intelligence level. This study used quantitative data with cross sectional study approach. It was located in SD N Watujaran and SD N 1 Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. The sample was taken using purposive sampling technique. The analysis used univariat and bivariat (Product Moment Correlation). The analysis showed that the results between the level of physical fitness to the students’ intelligence level of SD N Watujaran and SD N 1 Limpakuwus with r = 0.150 and p(0.308)> 0.05. Then, the results between the nutritional status to the students’ intelligence level of SD N Watujaran and SD N 1 Limpakuwus with r = -0.070 and p(0.638)> 0.05. There is no relationship between the level of physical fitness to the intelligence level of SD N Watujaran and SD N 1 Limpakuwus. There is no relationship between the nutritional status to the intelligence level of SD N Watujaran and SD N 1 Limpakuwus.
639216213G1D012060PENGARUH PAKET TAMAN (TANGGAP MENOPAUSE SEJAK DINI) TERHADAP KESIAPAN WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA REMPOAH KECAMATAN BATURRADEN
KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang: Penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron menjelang masa menopause akan menyebabkan timbulnya berbagai keluhan baik fisik maupun psikologis atau biasa disebut sindrom premenopause. Respon wanita terhadap keluhan tersebut akan berbeda tergantung dari kesiapan yang dimiliki. Pengetahuan yang cukup akan membantu wanita memahami dan mempersiapkan dirinya menghadapi masa menopause dengan lebih baik. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan berupa paket TAMAN (Tanggap Menopause sejak Dini) menggunakan media ceramah dan booklet.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian paket TAMAN terhadap kesiapan wanita dalam menghadapi menopause.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy experimental pre test and post test with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan cara simple random sampling sebanyak 30 responden pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kesiapan wanita dalam menghadapi menopause. Analisa data menggunakan uji t tidak berpasangan.
Hasil: Hasil analisis menggunakan uji t tidak berpasangan didapatkan nilai t=4,069 dan p=0,000 (p<0,005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesiapan setelah diberikan paket TAMAN antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Kesimpulan: Pemberian paket TAMAN dapat meningkatkan kesiapan wanita dalam menghadapi menopause di Desa Rempoah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.
Background: The decreasing levels of estrogen and progesterone in nearly menopause stage may cause various lamentations either physical or psychological or so-called as premenopausal syndrome. The women’s response to the lamentation may be different depending on the readiness of the women. Sufficient knowledge can help the women to better understand and prepare themselves in facing menopause. One of the ways to increase knowledge is by providing health education in the form of TAMAN package (Early Menopause Response) using lecture and booklet as the media.
Objective: This research was aimed to determine the effect of TAMAN package towards the readiness of women in facing menopause.
Method: This research used quasi experimental pre test and post test with control group design. The sampling technique used in this research was the probability sampling technique which used simple random sampling to obtain 30 respondents in the experimental group and the control group whom fulfilled the inclusion and exclusion criterias. Questionnaires about the readiness of women in facing menopause were used as instruments. The data analysis used in this reasearch was unpaired t test.
Result: The unpaired t test result showed an obtained t value of 4.069 and p value of 0.000 (p<0.005). The result indicated that there were differences of readiness between the experimental group and the control group after the provision of TAMAN package.
Conclusion: The provision of TAMAN package can increase the readiness of women in facing menopause at Rempoah village, Baturraden sub-district, Banyumas regency.
639316214G1D012095PERBEDAAN PENGARUH PERMAINAN KARTU ARUS DENGAN CERAMAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MENCUCI TANGAN DAN MENGGOSOK GIGI PADA SISWA KELAS III Latar Belakang: Pengetahuan dan sikap tentang indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu mencuci tangan dan menggosok gigi sangat penting. Namun mencuci tangan dan menggosok gigi pada usia sekolah dasar kurang terlaksana dengan baik, sehingga peneliti tertarik melakukan kajian promosi kesehatan dengan menggunakan permainan kartu arus agar pengetahuan dan sikap siswa dapat meningkat.
Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh permainan kartu arus dengan ceramah terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap mencuci tangan dan menggosok gigi pada siswa kelas III.
Metode: Penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan rancangan randomized pretest-posttest with control group design. Teknik pengambilan sampel secara random sampling dengan sampel masing-masing kelompok 20 anak. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dan t tidak berpasangan.
Hasil: Karakteristik responden usia pada kelompok kartu arus dan ceramah nilai median 9 tahun dan responden berjenis kelamin laki-laki (50%). Perbedaan rerata pengetahuan dan sikap mencuci tangan kelompok kartu arus (p=0,001) dan (p=0,002), pengetahuan dan sikap menggosok gigi (p=0,000) dan (p=0,003). Sedangkan pengetahuan dan sikap mencuci tangan pada kelompok ceramah (p=0,169) dan (p=0,541), pengetahuan dan sikap menggosok gigi (p=0,061) dan (p=0,243). Pengetahuan mencuci tangan dan menggosok gigi antara kelompok kartu arus dan ceramah (p=0,045) dan (p=0,026). Sedangkan nilai p sikap mencuci tangan dan menggosok gigi yaitu (p=0,091) dan (p=0,762).
Kesimpulan: Permainan kartu arus berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap mencuci tangan dan menggosok gigi pada kelompok kartu arus. Terdapat perbedaan pengetahuan mencuci tangan dan menggosok gigi antara kelompok kartu arus dan ceramah. Tidak ada perbedaan sikap mencuci tangan dan menggosok gigi antara kelompok kartu arus dan ceramah.
Background: Knowledge and attitude on the indicators of Clean and Healthy Behavior (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) is that hand washing and tooth brushing are very important. However, hand washing and tooth brushing at primary school age are not well implemented, so that the researcher is interested in conducting a research of health promotion by using the flow card game in order to increase knowledge and attitude of the students.
Objective: To determine the difference influence of flow card game with lecture on the changes of knowledge and attitude of hand-washing and tooth brushing of the students in class III.
Method: This research was a quasi experiment research with randomized pretest-posttest with control group design. The sampling technique used was random sampling with the sample of each group of 20 children. Data were obtained using a questionnaire. Data analysis in this research used paired t test and unpaired t test.
Result: The characteristics of respondents in terms of age in the flow card with lecture group had median value of 9 years old and the respondents were male (50%). The mean difference between knowledge and attitude of hand washing in the flow card group was (p=0.001) and (p=0.002), knowledge and attitude of tooth brushing was (p=0.000) and (p=0.003). While the knowledge and attitude of hand washing in the lecture group was (p=0.169) and (p=0.541), knowledge and attitude of tooth brushing was (p=0.061) and (p=0.243). Knowledge of hand washing and tooth brushing between flow card and lecture groups was (p=0.045) and (p=0.026). While p value of hand washing and tooth brushing attitude was (p=0.091) and (p=0.762).
Conclusion: The flow card game had influence on the increasing knowledge and attitude of hand washing and tooth brushing in the flow card group. There was difference knowledge of hand washing and tooth brushing knowledge between the flow card and lecture groups. There was no difference of hand washing and tooth brushing attitude between the flow card and lecture group.
639416216G1B012035FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN KADER DALAM MEMANTAU PERTUMBUHAN BALITA DI KABUPATEN BANYUMAS
(Studi di Puskesmas II Kembaran dan Puskesmas Banyumas)
Latar Belakang : Permasalahan kurangnya kader diposyandu berpengaruh pada peran kader dalam memantau pertumbuhan balita. Kader hanya melakukan penimbangan tanpa ada konseling, terbukti cakupan hasil penimbangan (N/D) Puskesmas II Kembaran (69,9%) dan Puskesmas Banyumas (64,3%). Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan peran kader dalam memantau pertumbuhan balita.

Metode : Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi kader kesehatan di Wilayah kerja Puskesmas Banyumas dan Puskemsas II Kembaran sebanyak 759 orang. Sampel menggunakan cluster random sampling secara proporsional sebanyak 82 kader. Pengumpulan data menggunakan wawancara dengan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (uji Chi Square) dan multivariat (regresi logistik ganda).

Hasil Penelitian : Hasil analisis univariat sebagian besar responden memiliki umur 20-54 tahun (82,9%), pendidikan dasar (52,4%), tidak bekerja (81,7%), pengetahuan baik (59,8%), sikap baik (65,9%), motivasi tinggi (51,2%), dukungan bidan kurang (56,1%), sarana prasarana kurang (74,4%) dan peran kurang baik (51,2%). Analisis bivariat menunjukan ada hubungan sikap, motivasi, dukungan bidan desa, sarana prasana dengan peran kader dalam memantau pertumbuhan balita. Analisis multivariat menunjukkan yang berpengaruh terhadap peran kader dalam memantau pertumbuhan balita adalah dukungan bidan desa, sarana prasarana, dan tingkat pendidikan.

Kesimpulan:faktor yang paling berpengaruh terhadap peran kader dalam memantau pertumbuhan balita adalah dukungan bidan desa.
Background: The problem the lack of cadres in Posyandu cadre effect on role in monitoring the growth of children. cadres only weighing without any counseling, evident from the scope of weighing results (N/D) Health Center II Kembaran by 69.9% and 64.3% Banyumas. This study investigates the factors that relate to the role of cadres in monitoring the growth of children.

Methods: This study used an analytical observational with crossectional approach. The study population was a cadre of health in working area Puskesmas Banyumas and II Kembaran amount 759 cadres. Samples amount 82 obtained by proportionally cluster random sampling. Data taken by interview with quitionare and used univariate, bivariate (Chi-Square) and multivariate (logistic regression).

Results: Univariate analysis of most of the respondents have an age of 20-54 years (82.9%), basic education (52.4%), did not work (81.7%), good knowledge (59.8%), attitude both (65.9%), high motivation (51.2%), support midwives less (56.1%), lack of infrastructure (74.4%) and roles are less well (51.2%). The bivariate analysis showed relationship attitude, motivation, support midwives, infrastructures with a cadre role in monitoring the growth of children. Multivariate analysis showed that affect the role of cadres in monitoring the growth of children is the support midwife, infrastructure, and education level.

Conclusion: The most influential factors on the role of cadres in monitoring the growth of children is support of midwives.
639516217G1B012029FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN SUAMI DALAM PENCEGAHAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGBANTENGLatar Belakang: Prevalensi bayi berat lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng pada tahun 2015 masih menjadi masalah kesehatan (5,57%). Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian BBLR adalah dengan mengoptimalkan peran suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran suami dalam pencegahan BBLR.
Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh suami dari ibu yang mempunyai bayi berusia 0-3 bulan dan tercatat di Puskesmas Kedungbanteng, Sampel dipilih dengan cluster random sampling sebanyak 68 responden. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi anallisis univariat untuk menggambarkan masing-masing variabel, bivariat dengan uji chi square dan multivariate menggunakan regresi logistik.

Hasil Penelitian: Hasil univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan dasar (51,5%), berpenghasilan rendah (52,9%), berpengetahuan baik (50%), memiliki sikap yang mendukung (57,4%), memiliki akses informasi yang baik (55,9%) dan bidan mendukung pencegahan BBLR (64,7%). Analisis bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan yaitu pendidikan, pengetahuan dan sikap. Analisis multivariat menunjukkan variabel yang mempengaruhi adalah pengetahuan dan sikap.
Kesimpulan: Variabel yang mempengaruhi adalah pengetahuan dan sikap.
Background: The prevalence of low birth weight (LBW) is still a public health problem in Kedungbanteng (5,57%). One of the effort in LBW prevention is optimizing the role of husband. Previous research said that traditional beliefs affect male involvement in maternal health and childbirth that is pregnancy and childbirth is the duty of women. This study was aimed to determine the factors affecting to husband’s role in LBW prevention.
Methods: This is quantitative study with cross-sectional approach. The population were all husbands whose wife had baby aged 0-3 months. The sample have been selected by using cluster random sampling and 68 husbands have been selected as sampel.
Result: The results of univariate analysis showed that 51,5% of respondents have primary education, 52,9% of respondents have low-income, 50% of respondents have good knowledge, 57,4% have good attitudes, 55,9% of respondents have good information access and 64,7% of respondents have good the midwife's role. Bvariate analysis showed that knowledge and attitude related to husband’s role. The result of multivariate analysis showed that knowledge and attitude have influence on husband’s role.
Conclusion: Variable which affect the role as husband on prevention are knowledge and attitude.

639616218G1F012014ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP AKTIVITAS LAYANAN KEFARMASIAN OLEH APOTEKER DI APOTEK WILAYAH KOTA TASIKMALAYAKepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian menjadi salah satu bentuk evaluasi kinerja pelayanan yang sangat penting. Kepuasan didapatkan apabila kenyataan sama dengan atau lebih dari harapan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyataan, tingkat harapan dan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan kefarmasian yang diberikan oleh apoteker kepada pasien di Apotek Kota Tasikmalaya.
Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner.Responden penelitian didapatkan dengan cara accidental sampling sejumlah 104 pasien yang mendapatkan pelayanan kefarmasian di Apotek di Kota Tasikmalaya. Data yang diperoleh dihitung rata-rata untuk mengetahui tingkat kenyataan dan tingkat harapan pasien. Analisis tingkat kepuasan pasien dilakukan dengan membandingkan kenyataan dan harapan diukur menggunakan analisis gap.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat harapan pasien sebesar 4,45 termasuk dalam kategori tinggi dan tingkat kenyataan pasien sebesar 4,70 termasuk dalam kategori tinggi. Analisis gap pada semua item menunjukkan nilai positif dengan nilai gap rata-rata 0,25 termasuk dalam kategori rendah. Gap bernilai positif artinya pasien telah merasa puas terhadap layanan apoteker di apotek. Secara keseluruhan kenyataan kinerja layanan apoteker di apotek Kota Tasikmalaya sudah memenuhi harapan pasien namun dengan tingkat kepuasan yang rendah.
Patient satisfaction with pharmaceutical services form part of the performance evaluation of essential services. Satisfaction obtained when the reality is equal to or more than the desired expectation. This research aims to determine the level of reality, the hope and the level of patient satisfaction with pharmaceutical services provided by pharmacists to patients in pharmacies of Tasikmalaya.
The method used is survey method with cross sectional approach using research kuesioner.Responden obtained by accidental sampling number of 104 patients who received pharmaceutical services in pharmacies in the city of Tasikmalaya. The data obtained were calculated the average to determine the level of reality and the level of patient expectations. Analysis of patient satisfaction by comparing the reality and expectations are measured using gap analysis.
The results showed that the rate of patient expectations of 4.45 in the high category and level of 4,70 fact patients included in the high category. Gap analysis at the all items showed positive values with average of gap value of 0.25 is included in the low category. Gap is positive, it means a patient has been satisfied with the services of pharmacists in pharmacies. An overall reality pharmacist at the pharmacy service performance of Tasikmalaya has fulfilled the expectations of patients, with low levels of satisfaction.
639716255C1C009123PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI, PEMAHAMAN TEKNOLOGI INFORMASI, PENDIDIKAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBUTUHAN SAK ETAP BAGI UKM DI KABUPATEN CILACAP
PENGARUH PENGETAHUAN AKUNTANSI, PEMAHAMAN TEKNOLOGI INFORMASI, PENDIDIKAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBUTUHAN SAK ETAP BAGI UKM DI KABUPATEN CILACAP
Effect of Accounting Knowledge, Understanding Information Technology, Education, and Measures Against Supplies Company SAK ETAP for SMEs in Cilacap
639816219G1B012056PENGARUH TINGKAT KONSUMSI ENERGI, PROTEIN, LEMAK, DAN STATUS KECACINGAN TERHADAP STATUS GIZI PADA SISWA SDN 01 LIMPAKUWUSMasa usia sekolah merupakan masa yang penting bagi kehidupan manusia dan perlu dipersiapkan dengan baik kualitasnya Pada kondisi ini anak usia sekolah rentan mengalami kurang gizi. Kekurangan gizi pada usia sekolah akan berimplikasi pada perkembangan anak dan selanjutnya perkembangan potensi diri pada usianya. Tingkat konsumsi makanan dan status infeksi kecacingan merupakan dua faktor yang paling banyak berpengaruh terhadap status gizi anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi crossectional dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 44 responden. Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat (rank spearman), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil analisis multivariat menunjukkan variabel yang berpengaruh dengan status gizi adalah tingkat konsumsi lemak (p=0,022), dan variabel yang tidak berpengaruh dengan status gizi adalah tingkat konsumsi energi (p=0,999), tingkat konsumsi protein (p=0,580), dan status kecacingan (p=0,661). Ada pengaruh tingkat konsumsi lemak terhadap status gizi pada anak sekolah. Tidak ada pengaruh tingkat konsumsi energi terhadap status gizi pada anak sekolah. Tidak ada pengaruh tingkat konsumsi protein terhadap status gizi pada anak sekolah. Tidak ada pengaruh status kecacingan terhadap status gizi pada anak sekolahSchool age is the important period of human life and the quality have to be prepared well. The school age children is susceptible to malnutrition. Malnutrition among school age children will implicate the children’s development and further potential development in that age. Food consumption levels and worm infection status are the two most affected factors to nutritional status of children school. The purpose of this research is to know the effect of energy, protein, fat and worm inflectional status to the nutritional status of SDN 01 Limpakuwus’s student in Sumbang, Banyumas. This research was cross sectional study approach, used purposive sampling with inclusion and exclusion criteria in 44 respondents. Analysis conducted by univariate, bivariate (Spearman rank) and multivariate (multiple logistic regress ion). Multivariate analysis showed the variables that influenced nutritional status is the level of fat consumption (p=0.022), and the variable did not affect the nutritional status are the level of energy consumption (p=0.999), protein consumption level (p=0.580), and worm infection status (p = 0.661). The suggestion is to get more food that can fulfil the energy, protein, fat needs and make the canteen in the school becomes a healthy canteen that serves healthy and nutritious meal.
639916220G1B012046PENGARUH PENGGUNAAN CELEMEK LENGAN PANJANG TERHADAP PENGURANGAN KEJADIAN TERKENA MINYAK PANAS PEDAGANG AYAM GORENG DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARAPedagang ayam goreng adalah salah satu pekerja sektor informal yang memiliki risiko untuk mengalami kecelakaan kerja salah satunya terkena minyak panas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan celemek lengan panjang terhadap pengurangan kejadian terkena minyak panas pedagang ayam goreng di Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berjumlah 18 pedagang pada kelompok sampel dan 20 orang pada kelompok kontrol. Analisis data pada kelompok sampel dan kelompok kontrol menggunakan Uji Wilcoxon. Analisis uji beda antara kelompok sampel dan kelompok kontrol menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil Uji Wilcoxon kelompok sampel diperoleh nilai p-value 0,001 (< 0,05) berarti terdapat pengaruh penggunaan celemek lengan panjang terhadap pengurangan kejadian terkena minyak panas. Hasil Uji Wilcoxon kelompok kontrol diperoleh nilai p-value 0,682 (> 0,05) berarti tidak terdapat perbedaan kejadian terkena minyak panas pada kelompok kontrol. Hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai p-value 0,000 (< 0,05) berarti terdapat perbedaan pengurangan kejadian terkena minyak panas pada kelompok sampel dan kelompok kontrol setelah menggunakan celemek lengan panjang. Ada pengaruh penggunaan celemek lengan panjang terhadap pengurangan kejadian terkena minyak panas pedagang ayam goreng di Purwokerto Utara.Fried chicken’s seller was one of the informal sector workers who were at risk for occupational accidents, one of them was hitting the hot cooking oil. The purpose of this study was to determine the effect of the long-sleeved apron to reducing exposed hot cooking oil fried chicken’s seller in the District of North Purwokerto. This research was a Quasi- Experiment with design pretest- posttest control group design. Sample was choosing by purposive sampling technique were 18 merchants in the treatment group and 20 merchants in the control group. Analysis of data on treatment and control group using the Wilcoxon Test. Analysis of different test between the treatment and control group using Mann Whitney Test. Result of the Wilcoxon test treatment group obtained p-value of 0.001 (< 0.05) means that there was significant long-sleeved aprons used to reducing exposed to hot cooking oil . Wilcoxon test result obtained by the control group p-value 0.682 (> 0.05) means there was no difference exposed to hot cooking oil in the control group. Mann Whitney test result obtained p-value of 0.000 (<0.05) means that
there were difference in reduction the incidence of exposed hot cooking oil in the treatment group and the control group after using a long-sleeved apron. There was the effect of using long-sleeved apron to reduction of hot cooking oil exposed on fried chicken’s seller in North Purwokerto.
640016221G1B012006FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR PADA PERSALINAN ATERM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II SUMBANG DAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS Latar belakang: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor utama dalam peningkatan mortalitas, dan morbiditas. Faktor yang mempengaruhi berat bayi lahir meliputi umur ibu, paritas, status gizi, penyakit berisiko, akses dan mutu pelayanan, keterpaparan asap rokok, dan psikologis. Jumlah kasus BBLR pada persalinan aterm di Puskesmas II Sumbang sebanyak 21 (41%). Jumlah kasus BBLR pada persalinan aterm di Puskesmas Kedungbanteng sebanyak 37 (71%).

Tujuan: Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR pada persalinan aterm.

Metode: Observasional analitik dengan rancangan studi kasus kontrol. Kasus adalah sebagian ibu bayi yang memiliki riwayat melahirkan BBLR pada persalinan aterm. Kontrol adalah sebagian ibu bayi tetangga terdekat dari bayi BBLR yang memiliki waktu kelahiran hampir sama tetapi tidak mengalami riwayat BBLR.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LILA, psikologi, dan penyakit berisiko/komplikasi memiliki hubungan dengan kejadian BBLR pada persalinan aterm, dan yang tidak berhubungan adalah usia, paritas, akses dan mutu pelayanan, serta potensi keterpaparan rokok. LILA (OR=5,779) dan psikologi (OR=3,912) merupakan faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR pada persalinan aterm. Variabel yang tidak berpengaruh adalah usia, penyakit berisiko/komplikasi ibu, paritas, akses dan mutu pelayanan, serta potensi keterpaparan rokok.
Background: Low Birth Weight Babies (LBWB) is the main factor to increase baby and children mortality and morbidity. Factors which affect baby birth weight are age of the mother, parity, nutrition state, mother’s risk disease, access and quality antenatal service, cigarette exposure, and psycology. Total LBWB case on aterm labor which reported on Puskesmas II Sumbang in 2015 are 21 cases (41%). Total LBWB case on aterm labor on Puskesmas Kedungbanteng are 37 cases (71%).
The Aim: The aim of this study is to find out about factors which affect towards LBWB incident on aterm labor
Method: Analytic Observational with control case study. Case are mother who have history of LBWB on aterm labor. Control are mother who are neighbour of LBWB, who have nearly close time of labor, do not have LBWB history.
Result: This study has shown that LILA, psychology, and mother’s risk disease are correlated with LBWB on aterm labor and variable which do not correlated are age, parity, acces and quality antenatal service, also cigarette exposure. LILA (OR=5.779) and psycology (OR=3.912) are factors which affect LBWB on aterm labor. Variable which not affect LBWB on aterm labor are age, mother’s risky/complication decease, parity, acces and quality service, also cigarette exposure.
Conclution: Variable which affect LBWB on aterm labor are LILA and psycology.