Artikelilmiahs

Menampilkan 51.581-51.600 dari 52.044 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5158149127H1A021086ANALISIS PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP EFISIENSI TRANSFORMATOR
UNIT 1&2 DI PLTA TULIS
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan sumber energi terbarukan yang berperan
penting dalam sistem ketenagalistrikan nasional. Transformator dalam PLTA berfungsi menaikkan tegangan
output generator, namun efisiensinya sangat dipengaruhi oleh kondisi pembebanan. Beban yang tidak optimal
dapat menimbulkan rugi daya seperti rugi tembaga dan rugi inti, sehingga menurunkan efisiensi sistem.
Penelitian ini menganalisis pengaruh pembebanan terhadap efisiensi transformator Unit 1 dan Unit 2 di
PLTA Tulis, berdasarkan data logsheet Desember 2024. Perhitungan mencakup daya semu, rugi-rugi, dan
efisiensi transformator. Hasil menunjukkan efisiensi meningkat seiring bertambahnya beban hingga titik
optimal, lalu menurun. Efisiensi teoritis maksimum Unit 1 sebesar 99,44% pada beban 52,03%, dan Unit 2
sebesar 99,43% pada beban 35–45%. Efisiensi aktual Unit 1 berkisar antara 95,00%–95,72%, sedangkan Unit 2 antara 92,67%–95,69%. Selisih antara nilai ideal dan aktual menunjukkan pentingnya pengelolaan beban yang optimal untuk menjaga kinerja sistem transformator di lapangan.
Hydroelectric Power Plant (PLTA) is a renewable energy source that plays an important role in
the national electricity system. The transformer in a PLTA functions to increase the generator output voltage,
but its efficiency is greatly influenced by loading conditions. Suboptimal loads can cause power losses such
as copper losses and core losses, thereby reducing system efficiency. This study analyzes the effect of loading
on the efficiency of transformers Unit 1 and Unit 2 at the Tulis PLTA, based on logsheet data from December
2024. The calculation includes apparent power, losses, and transformer efficiency. The results show that
efficiency increases with increasing load to the optimal point, then decreases. The maximum theoretical
efficiency of Unit 1 is 99.44% at a load of 52.03%, and Unit 2 is 99.43% at a load of 35–45%. The actual
efficiency of Unit 1 ranges from 95.00%–95.72%, while Unit 2 is between 92.67%–95.69%. The difference
between ideal and actual values shows the importance of optimal load management to maintain the
performance of transformer systems in the field.
5158246592A1C020051Analisis Estimasi Evapotranspirasi dan Bukaan Stomata Pada Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L) dalam Plant FactoryEvapotranspirasi merupakan proses penting yang berperan dalam ketersediaan air
bagi tanaman dan mempengaruhi pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Dalam
sistem pertanian modern seperti plant factory, pemahaman tentang proses ini dapat
meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mendukung praktik pertanian yang
berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk mengestimasi
evapotranspirasi, yaitu metode Pennman-Monteith dan Hargreaves. Pembukaan stomata,
yang merupakan proses terbukanya pori-pori kecil di permukaan daun untuk pertukaran
gas antara tanaman dan lingkungan, juga dianalisis. Dengan menganalisis hubungan
antara evapotranspirasi dan pembukaan stomata, penelitian ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme yang mempengaruhi
efisiensi penggunaan air pada tanaman bayam merah (Amaranthus tricolor L.) di dalam
plant factory. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengukur unsur-unsur iklim mikro
dan pembukaan stomata pada tanaman bayam merah, 2) mengestimasi evapotranspirasi
tanaman bayam merah, dan 3) menganalisis korelasi antara evapotranspirasi dan
pembukaan stomata pada tanaman bayam merah.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian
Bio-Lingkungan serta Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal
Soedirman, Purwokerto, pada periode Oktober 2023 hingga Juni 2024. Prosedur
penelitian mencakup studi pendahuluan untuk membandingkan metode perhitungan
evapotranspirasi, mempelajari pembukaan stomata, menganalisis kebutuhan iklim mikro,
merealisasikan rancangan plant factory, menyemai bayam merah, mengamati
pertumbuhannya, pengambilan data, dan analisis data. Variabel yang diukur meliputi
suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan lebar bukaan stomata yang diukur
menggunakan mikroskop. Hasil estimasi evapotranspirasi dengan metode Pennman-
Monteith pada rak atas selama satu bulan adalah 0,04–0,05 mm/hari dan pada rak bawah
0,01–0,07 mm/hari, sedangkan dengan metode Hargreaves pada rak atas adalah 0,01–0,2
mm/hari dan pada rak bawah 0,01–0,1 mm/hari. Pengukuran pembukaan stomata
tanaman bayam merah menunjukkan ukuran terkecil 0,625 μm dan terbesar 3,75 μm.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi antara pembukaan stomata dan
peningkatan laju evapotranspirasi, yang mengindikasikan bahwa tanaman dapat
mengoptimalkan proses transpirasi air untuk pertumbuhan yang lebih baik
Evapotranspiration is a crucial process that contributes to water availability for
plants and affects their growth and productivity. In modern agricultural systems such as
plant factories, understanding this process can enhance water use efficiency and promote
sustainable farming practices. This study uses two methods to estimate
evapotranspiration: the Pennman-Monteith and Hargreaves methods. Stomatal opening,
the process through which small pores on the leaf surface open for gas exchange between
plants and the environment, is also analyzed. By examining the relationship between
evapotranspiration and stomatal opening, this research aims to provide a better
understanding of the mechanisms influencing water use efficiency in red spinach
(Amaranthus tricolor L.) in a plant factory. The objectives of the study are to 1) measure
microclimate elements and stomatal opening in red spinach, 2) estimate
evapotranspiration in red spinach, and 3) analyze the correlation between
evapotranspiration and stomatal opening.
The research was conducted at the Bio-Environmental Management and Control
Engineering Laboratory and the Agronomy Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal
Soedirman University, Purwokerto, from October 2023 to June 2024. The study involved
preliminary research to compare evapotranspiration calculation methods, study stomatal
opening, analyze microclimate requirements, implement the plant factory design, seed
red spinach, observe its growth, collect data, and perform data analysis. The measured
variables included temperature, humidity, light intensity, and stomatal opening, which
was directly measured using a microscope. The results of evapotranspiration estimation
using the Pennman-Monteith method showed values of 0.04–0.05 mm/day on the upper
rack and 0.01–0.07 mm/day on the lower rack, while the Hargreaves method showed
values of 0.01–0.2 mm/day on the upper rack and 0.01–0.1 mm/day on the lower rack.
Stomatal openings ranged from 0.625 μm to 3.75 μm. The findings indicate a correlation
between stomatal opening and increased evapotranspiration, suggesting that red spinach
in the plant factory optimizes water transpiration for better growth.
5158331507C1A013094Pengaruh Variabel-Variabel Financial Technology terhadap Inklusi Keuangan
Di Indonesia
Inklusi keuangan telah memasuki babak baru di era revolusi Industry 4.0, pengadopsian teknologi ke dalam sistem layanan keuangan menjadi kunci dalam perbaikan akses keuangan sekaligus meningkatkan sektor produktif, berangkat dari latar belakang tersebut penelitian ini kemudian berusaha mencari seberapa besar pengaruh penerapan teknologi digital ke dalam sistem layanan keuangan terhadap inklusi keuangan di Indonesia. dengan menggunakan metode analisis kuantitatif tehadap data time series yang diperoleh berdasarkan periode waktu bulanan terhitung sejak januari 2018 hingga Juni 2020. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara empiris variabel-variabel Financial Technology yang didalamnya mencakup variabel Pengguna Fintech, Penyelenggara Fintech, Volume Uang Elektronik dan Akumulasi Penyaluran Pinjaman Fintech berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap tingkat inklusif keuangan dengan indeks inklusi keuangan sebagai indikatornyaFinancial inclusion has entered a new chapter in the era of the Industry 4.0 revolution, the adoption of technology into the financial service system is the key to improving financial access and the productive sector, based on that phenomena the research then tries to find The impact of financial technology on financial inclusion in Indonesia. by using quantitative analysis methods of time series data That published based on monthly time periods starting from January 2018 to June 2020. The results show that empirically the Financial Technology variables include variables of Fintech Users, Fintech Startup, Electronic Money and accumulated of fintec’s loan have a significant effect both partially and simultaneously on the level of financial inclusion with the financial inclusion index as an indicator
5158419570C1B013126Pengaruh Current Ratio,Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, Ukuran perusahan,dan pertumbuhan penjualan terhadap Return On Asset dan Pengaruhnya terhadap Return sahamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), Ukuran perusahaan,dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Return on Asset (ROA) dan pengaruh return saham. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan, laporan tahunan, laporan perusahaan, jurnal penelitian, dan data perpustakaan lainnya. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25 perusahaan manufaktur pada tahun 2012 sampai 2015. Data dianalisis dengan regresi linier (dibantu oleh perangkat lunak SPSS 17 for windows) menunjukkan bahwa Current Ratio tidak berpengaruh terhadap ROA, Debt to Equitya Ratio memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap return on asset (ROA), total asset turnover (TATO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on asset (ROA), ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on asset (ROA), Pertumbuhan penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap return on asset (ROA) dan return on asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.This study aims to determine the effect of Current Ratio (CR), Debt To Equity Ratio (DER),Total Assets Turnover(TATO), Size, Sales Growth To Return On Asset (ROA) and the effect of stock return. This study uses secondary data obtained from the financial statements, annual reports, company reports, research journals, and other library data. The method used in the selection of the sample is purposive sampling. The sample used in this study were 25 manufacturing companies in 2012 through 2015. The data were analyzed step regression (helped by software SPSS 17 for windows) show that current ratio has not effect on return on asset (ROA), debt to equity ratio (DER) has negative and significant effect on return on asset (ROA), total asset turnover (TATO) has positive and significant effect on return on asset (ROA), firm size has positive and significant effect on return on asset (ROA), sales growth has positive and significant effect on return on asset (ROA) and return on asset (ROA) has positive and significant effect on stock return.
5158555426I4D025009Analisis Penerapan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) pada Pepes Daging Giling di Instalasi Gizi RSUD dr. Seokardjo Tasikmalaya Keamanan pangan pada penyelenggaraan makanan rumah sakit perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya kontaminasi biologis, kimia, maupun fisik yang dapat membahayakan kesehatan pasien. Salah satu upaya pengendalian keamanan pangan dapat dilakukan melalui penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan HACCP pada pengolahan pepes daging giling di Instalasi Gizi RSUD dr. Soekardjo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara terhadap petugas pengolah makanan selama proses produksi berlangsung. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi potensi bahaya biologis, kimia, dan fisik pada setiap tahapan pengolahan serta menentukan Critical Control Point (CCP) menggunakan metode decision tree. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bahaya dapat ditemukan pada tahapan penerimaan bahan makanan, pengolahan, holding time, pemorsian, dan distribusi makanan. Tahapan yang ditetapkan sebagai CCP meliputi proses pengolahan dan holding time karena memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi pangan. Pengendalian dilakukan melalui pemantauan suhu, waktu, higiene penjamah makanan, kebersihan alat, dan sanitasi area pengolahan. Penerapan HACCP pada pengolahan pepes daging giling diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan pangan dan mutu makanan pasien di rumah sakit. Food safety in hospital food service must be prioritized to prevent biological, chemical, or physical contamination that could endanger patient health. One approach to ensuring food safety is through the implementation of the Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) system. This study aims to analyze the implementation of HACCP in the processing of minced meat pepes at the Nutrition Unit of Dr. Soekardjo General Hospital. The study employed a qualitative descriptive method using a case study approach. Data collection was conducted through direct observation and interviews with food processing staff during the production process. The analysis was conducted by identifying potential biological, chemical, and physical hazards at each processing stage and determining Critical Control Points (CCPs) using the decision tree method. The results of the study indicate that potential hazards can be found during the stages of food ingredient receipt, processing, holding time, portioning, and food distribution. The stages designated as CCPs include the processing, holding time, portioning, and distribution stages because they pose a high risk of food contamination. Control measures were implemented through monitoring of temperature, time, food handlers’ hygiene, equipment cleanliness, and sanitation of the processing area. The application of HACCP in the processing of minced meat pepes is expected to help improve food safety and the quality of food for patients in the hospital.
5158622756F1A011079STRATEGI BELAJAR MAHASISWA BEKERJA PART TIME YANG SEDANG MENYELESAIKAN PENYUSUNAN SKRIPSI
(Studi pada Mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto)
Fenomena mahasiswa bekerja part time bukan lagi hal yang baru. Mahasiswa yang bekerja part time tersebut, mencari penghasilan tambahan untuk mencukupi kebutuhan kuliah yang semakin banyak. Kuliah sambil bekerja tidak lagi menjadi sesuatu hal yang langka dan hanya dilakukan mahasiswa dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu, bahkan mahasiswa dengan status ekonomi yang cukup juga tidak jarang yang bekerja sambilan. Fenomena ini sangat menarik ditambah adanya peluang usaha bagi mahasiswa. Namun, suatu hal akan memiliki pengaruh positif dan negatif, dan pengaruh buruk tersebut di antaranya terhadap kelancaran mahasiswa dalam menyusun skripsi. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mendeskripsikan strategi belajar mahasiswa bekerja part time yang sedang menyelesaikan tugas akhir pada mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dan untuk mendeskripsikan kendala dan solusi yang dihadapi mahasiswa bekerja part time yang sedang menyelesaikan tugas akhir pada mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini dilakukan di tempat mahasiswa bekerja part time di Kota Purwokerto, dengan menggunakan metode kualitatif, dan pendekatan studi kasus. Sasaran dalam penelitian ini adalah mahasiswa FISIP. Pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, dan gabungan/triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan yaitu strategi belajar mahasiswa bekerja part time yang sedang menyelesaikan tugas akhir pada mahasiswa S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto adalah dengan memanfaatkan waktu luang pada saat dan setelah bekerja. Kendala yang dihadapi mahasiswa bekerja part time yaitu benturan waktu kerja dengan kuliah serta kelelahan fisik akibat bekerja. Solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memilih jenis kerja part time yang jam kerjanya bisa mengatur sendiri atau dengan sistem shift kerja. Selain itu, mahasiswa perlu memiliki motivasi yang kuat untuk menyelesaikan studinya. Motivasi mahasiswa untuk bekerja part time selain karena faktor ekonomi untuk biaya kuliah, perlu dipertimbangkan lagi, sehingga keinginan untuk memiliki pengalaman dalam bekerja tidak mengorbankan waktu kuliah.The phenomenon of college students work part time is no longer a novelty. Students who work part time, are looking for extra income to fullfill the needs of a growing number of College. College while working is no longer something that is rare and only done students with poor economic conditions, even students with economic status is also not uncommon that work part-time. This phenomenon is very interesting plus the existence of business opportunities for students. However, it will have positive and negative influences, and the bad influence of them against student fluency in drawing up the thesis. This research has a purpose and that is to describe the learning strategies of college students work part time who are completing the final project undergraduates, Faculty of social and political sciences of the University of General Soedirman Purwokerto, and to describe the constraints and solutions faced by students working part time who are completing the final project undergraduates, Faculty of social and political sciences of the University of General Soedirman Purwokerto. This research was conducted at the place of part time working students in Purwokerto City, using qualitative method, and case study approach. The target in this research is a Political Science student. The collection of data obtained from observations, interviews, documentation, and combined/triangulation. Data analysis in this study uses qualitative analysis. Based on the research results and discussion can be summed up i.e. learning strategies of college students work part time who are completing the final project undergraduates, Faculty of social and political sciences of the University of General Soedirman Purwokerto is by utilizing spare time at the moment and after work. Obstacles faced student working part time i.e. conflict of work time with lectures and physical exhaustion due to work. Solutions that can be done is to choose the type of work a part time hours of work could set itself or with the shift system of work. In addition, students need to have a strong motivation to complete his studies. The motivation of students to work part time because in addition to the economic factors for college tuition, to consider again, so that the desire to have experience in work not to sacrifice time in college.
5158737519H1C018031GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK ENDAPAN TIMAH PLACER DAERAH BENCAH DAN SEKITARNYA KECAMATAN AIR GEGAS KABUPATEN BANGKA SELATAN KEPULAUAN BANGKA BELITUNGLokasi penelitian berada di daerah Bencah dan sekitarnya, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tatanan stratigrafi tersusun atas Satuan Batupasir Batulempung (Trias Awal), Satuan Intrusi Granit (Trias Akhir – Jura Awal), dan Endapan Aluvial (Kuarter). Berdasarkan hasil analisis morfologi dan petrografi batuan sumber timah placer merupakan batuan granit dan batupasir termineralisasi. Berdasarkan hasil analisis grain counting terhadap sampel endapan aluvial terdapat kehadiran mineral pembawa timah (Sn) yakni kasiterit dan mineral ikutan timah yang mengandung unsur tanah jarang seperti ilmenit, monasit, turmalin, zircon, dan lain sebagainya. Berdasaran data pengeboran, daerah dengan anomali kadar Sn (>0.04%) memiliki orientasi arah dari barat laut hingga tenggara daerah penelitian. Korelasi dari 16 lubang bor menunjukkan bahwa ada dua lapisan sedimen yang mengandung kadar timah (Sn) cukup tinggi yakni lapisan yang terendapkan di atas batuan dasar (kaksa), dan endapan sedimen yang merupakan rework atas endapan sedimen sebelumnya (mincan). Lapisan dengan kadar timah ini terkandung dalam endapan yang berukuran pasir kasar, dan jarang ditemukan pada endapan yang berukuran pasir halus dan lempung. Endapan dengan kadar timah yang terdapat pada mineral kasiterit terendapkan dan mengalami pengayaan di beberapa lokasi seperti bagian dalam meander sungai, side bars, dan di dasar air terjun (cerukan) sungai.Research area is located in Bencah and surrounding areas, South Bangka Regency, Province of Bangka Belitung. The stratigraphic arrangement was composed of Alternating Units of Claystone Sandstone (Early Triassic), Granite Intrusion Units (Late Triassic – Early Jura), and Aluvial Deposits (Quarter). Based on the results of grain counting analysis of aluvial samples, there is presence of tin-bearing minerals (cassiterite) and tin-associated minerals that containing rare earth elements such as ilmenite, monazite, turmalin, zircon, and so on. Based on the drilling data, the area with Sn content anomaly (>0.04%) extends from the northwest to the southeast of the study area. Correlation of several bore holes shows that there are two sediment layers containing quite high Sn, kaksa layer which was deposited above the bedrock, and the mincan layer as a rework of the previous sedimentary deposits. This material with tin content is contained in coarse sand-sized deposits, and rarely found in fine sand and clay-sized deposits. Material with cassiterite mineral was deposited and enriched in several locations such as inside of meander river, side bars, and at the bottom of the waterfall of the river.
5158855427C1C022087DAMPAK KOMPETENSI APARATUR DESA DAN TRANSPARANSI TERHADAP EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ANGGARAN DANA DESA DENGAN PENDAMPINGAN DESA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PEMERINTAH DESA DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif survey pada seluruh pemerintah desa di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 301 desa. Penelitian ini mengambil judul “Dampak kompetensi aparatur desa dan transparansi terhadap efektivitas pengelolaan anggaran dana desa dengan pendampingan desa sebagai variabel moderasi pada pemerintah desa di Kabupaten Banyumas.”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kompetensi aparatur desa dan transparansi terhadap efektivitas pengelolaan anggaran dana desa dengan pendampingan desa sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemerintah desa di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 301 desa. Pada penelitian ini sampling yang digunakan adalah non-probability sampling yaitu dengan purposive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SEM-PLS dapat menunjukkan bahwa : (1) Kompetensi aparatur desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana desa pada pemerintah desa, (2) Transparansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana desa, (3) Pendampingan desa tidak mampu memoderasi pengaruh kompetensi aparatur desa terhadap efektivitas pengelolaan dana desa dan (4) Pendampingan desa mampu memoderasi pengaruh transparansi terhadap efektivitas pengelolaan dana desa pada pemerintah desa di Kabupaten Banyumas.
Secara praktis, hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi aparatur desa merupakan faktor utama yang memengaruhi efektivitas pengelolaan dana desa. Oleh karena itu, pemerintah desa di Kabupaten Banyumas diharapkan terus meningkatkan kompetensi aparatur desa melalui pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, dan pendampingan yang berkelanjutan. Selain itu, pemerintah desa perlu terus menerapkan prinsip transparansi dalam setiap tahapan pengelolaan anggaran desa. Dengan meningkatnya kompetensi aparatur desa, pengelolaan dana desa diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
This study employs a quantitative survey approach involving all 301 village governments in Banyumas Regency. The study is titled "The Impact of Village Apparatus Competence and Transparency on the Effectiveness of Village Fund Budget Management, with Village Assistance as a Moderating Variable, in Village Governments of Banyumas Regency."
The research aims to analyze the impact of village apparatus competence and transparency on the effectiveness of village fund budget management, using village assistance as a moderating variable. The study population comprises all
301 village governments in Banyumas Regency. A non-probability sampling method specifically purposive sampling is utilized.
Research results and data analysis using SEM-PLS indicate that: (1) Village apparatus competence has a positive and significant effect on the effectiveness of village fund management; (2) Transparency does not have a significant effect on the effectiveness of village fund management; (3) Village assistance does not moderate the effect of village apparatus competence on the effectiveness of village fund management; and (4) Village assistance moderates the effect of transparency on the effectiveness of village fund management in the village governments of Banyumas Regency.
From a practical standpoint, the findings demonstrate that village apparatus competence is the primary factor influencing the effectiveness of village fund management. Therefore, village governments in Banyumas Regency are expected to continuously enhance apparatus competence through education, training, technical guidance, and ongoing assistance. Furthermore, village governments need to consistently apply transparency principles at every stage of village budget management. With improved village apparatus competence, village fund management is expected to become more effective, efficient, and accountable, while remaining in compliance with statutory regulations.
515895378C1B008071KOMITMEN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
(Studi pada Karyawan Harum Swalayan Purbalingga)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuia pengaruh komitmen organisasi sebagai variabel intervening pada hubungan antara kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian dilaksanakan pada Karyawan Harum Swalayan Purbalingga. Pengumpulan data dilakukan dengan survei dan interview serta kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus. Alat analisis yang digunakan adalah regresi multivariate dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja dan komitmen organisasi baik affective commitment, normative commitment juga continuan commitment. Penelitian menunjukkan bahwa affective commitment, normative commitment, continuan commitment mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan komitmen organisasi mampu menjadi variabel pemediasi pada hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja karyawan.This study aims to mengetahuia influence organizational commitment as an intervening variable in the relationship between job satisfaction on employee performance. The experiment was conducted on Employee Self Harum Purbalingga. Data was collected through surveys and interviews and questionnaires. Sampling was done by census method. The analytical tool used is the multivariate regression t test. The results showed that satisfaction has a significant influence on the performance and commitment of both organizations affective commitment, normative commitment also continuan commitment. Research shows that affective commitment, normative commitment, commitment continuan have a significant influence on employee performance and commitment to the organization is able to be mediating variables in the relationship between job satisfaction and employee performance.
5159055428I4D025029Poster dan Kipas Gizi sebagai Media Intervensi Gizi Penanganan Diabetes Melitus (DM) pada Lansia dan Kader Posyandu Desa BanjaranyarLatar belakang: Rendahnya pengetahuan terkait penanganan Diabetes Melitus pada lansia dapat diatasi melalui edukasi gizi yang didukung dengan media berupa poster dan kipas gizi Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian intervensi gizi berupa edukasi dengan menggunakan media poster dan kipas gizi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design yang diikuti oleh 15 lansia dan 11 kader posyandu Hasil: Media edukasi secara signifikan meningkatkan pengetahuan lansia (p= 0,003), sikap kader posyandu (p= 0,003). Sikap lansia (p-value= 0,005) dan kader posyandu (p= 0,003) terhadap media edukasi yang digunakan Kesimpulan: Penggunaan media edukasi dengan menggunakan poster dan kipas gizi secara efektif dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia dan kader posyandu desa banjaranyar sehingga dapat menjadi alternatif media edukasiBackground: Low knowledge related to the treatment of Diabetes Mellitus in the elderly can be done through nutrition education supported through media in the form of posters and nutrition fans Objective: To determine the influence of providing nutritional interventions in the form of education using poster media and nutrition fans. Methods: This study is a quasi-experiment research with a One-Group Pretest-Posttest Design research design which was attended by 15 elderly and 11 posyandu cadres Results: Educational media significantly increased the knowledge of the elderly (p = 0.003), the attitude of posyandu cadres (p = 0.003). The attitude of the elderly (p-value = 0.005) and posyandu cadres (p= 0.003) towards the educational media used Conclusion: The use of educational media using posters and nutrition fans can effectively increase knowledge and attitudes so that it can be an alternative to educational media.
5159125521C1A014007ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI MELON DI DESA CURUT KECAMATAN PENAWANGAN KABUPATEN GROBOGANIndonesia merupakan negara agraris yang memiliki keuntungan geografis sehingga banyak tanaman yang dapat tumbuh, salah satunya adalah tanaman buah melon. Buah melon merupakan buah yang cukup popular dimasyarakat sehingga jumlah konsumsi melon di Indonesia menunjukkan tren yang meningkat namun hal itu tidak diikuti dengan jumlah produksi melon yang menunjukkan kecenderungan menurun. Berdasarkan uraian tersebut penelitian ini berjudul “Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Usahatani Melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan”.
Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis pengaruh luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan pestisida terhadap produksi, menganalisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi dan menganalisis efisiensi ekonomi usahatani melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan. Penentuan jumlah responden dalam penelitian ini menggunakan Proportionate stratified random sampling sehingga didapatkan 95 responden.
Metode penelitian yang dipakai yaitu menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglass, Nilai Produk Marginal Faktor Produksi, dan R/C Ratio. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi Cobb-Douglas dengan bantuan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Secara simultan variabel luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi melon. Secara parsial hanya variabel tenaga kerja dan bibit yang signifikan, sedangkan variabel luas lahan, pupuk dan pestisida tidak signifikan. (2) Efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani melon yaitu variabel luas lahan dinyatakan belum efisien, sedangkan variabel tenaga kerja, bibit, pupuk dan pestisida dinyatakan tidak efisien. (3) Efisiensi ekonomi usahatani melon di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan dinyatakan sudah efisien secara ekonomi.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu petani melon sebaiknya dalam mengelola usahatani agar mengikuti langkah-langkah budidaya melon sesuai prosedur operasional baku yang telah ditetapkan, agar petani dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi tepat. Perlunya kegiatan penyuluhan tentang usahatani melon baik dalam menggunakan faktor produksi maupun dampak penggunaan bahan kimia yang terlalu berlebihan agar tidak merusak lingkungan sekitar lahan pertanian sehingga menjaga keberlangsungan usahatani. Petani melon sebaiknya terus meningkatkan usahataninya karena hasil penelitian terbukti masih menguntungkan dan layak untuk diteruskan. Selanjutnya pemerintah dapat turut campur tangan melalui kebijakan yang mendukung seperti penguatan modal dan penyediaan sarana produksi berupa subsidi pupuk, pestisida maupun bibit.
Indonesia is an agricultural country that has geographical advantages so that many plants can grow, one of which is melon. Melon fruit is a fruit that is quite popular in the community so that the amount of melon consumption in Indonesia shows an increasing trend but this is not followed by the number of melon production which shows a declining trend. Based on the description, this research is entitled "Efficiency of the Use of Factors of Melon Farming Production in Curut Village, Penawangan District, Grobogan Regency".
The purpose of this study was to analyze the effect of land area, seeds, labor, fertilizers and pesticides on production, analyze the efficiency of the use of production factors and analyze the economic efficiency of melon farming in Curut Village, Penawangan District, Grobogan Regency. The population in this study were all melon farmers in Curut Village, Penawangan District, Grobogan Regency. Determination of the number of respondents in this study using Proportionate stratified random sampling so that 95 respondents were obtained.
The research method used is using the Cobb-Douglass production function, the Marginal Product Value of the Production Factor, and the R / C Ratio. Based on the results of research and data analysis using Cobb-Douglas regression analysis with the help of SPSS, it shows that: (1) Simultaneously the variable area of land, labor, seeds, fertilizers and pesticides has a significant effect on melon production. Partially, only variable labor and seeds are significant, while the variable area of land, fertilizer and pesticides is not significant. (2) Efficiency in the use of melon farming production factors, namely the land area variable stated as not yet efficient, while the variables of labor, seeds, fertilizers and pesticides are declared inefficient. (3) The economic efficiency of melon farming in Curut Village, Penawangan Subdistrict, Grobogan Regency is stated to be economically efficient.
The implication of the conclusion above is that melon farmers should manage their farms in order to follow the steps of melon cultivation according to the predetermined standard operating procedures, so that farmers in allocating the right production factors. The need for extension activities on melon farming both in using production factors and the impact of using chemicals that are too excessive so as not to damage the environment around agricultural land so as to maintain the sustainability of farming. Melon farmers should continue to improve their farming because the results of the research prove to be still profitable and feasible to continue. Furthermore, the government can intervene through supporting policies such as strengthening capital and providing production facilities in the form of subsidies for fertilizers, pesticides and seeds.
5159247454I1A021101PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP KEKAMBUHAN PASIEN ASMA BRONKIAL DI PUSKESMAS PURWOJATI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang: Asma bronkial sampai sekarang masih termasuk dalam deret
permasalahan kesehatan yang serius di seluruh dunia. Pandangan masyarakat
tentang asma bronkial masih kurang dipahami sehingga hal seperti kambuh pada
penderita yang sudah didiagnosis sering terjadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui bagaimana pengaruh faktor lingkungan terhadap kekambuhan pasien
asma bronkial di Puskesmas Purwojati Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Metode penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif
dengan pendekatan studi kasus kontrol, sumber data yang digunakan adalah data
primer dan sekunder, metode pengumpulan data adalah wawancara dan studi
kepustakaan. Analisis data yang dilakukan merupakan Uji distribusi frekuensi, Uji
Chi-Square, dan Uji Regresi Logistik Berganda.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian terhadap Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap
Kekambuhan Pasien Asma Bronkial di Puskesmas Purwojati Kabupaten Banyumas menunjukkan bahwa paparan asap rokok (p value = 0,022), variabel paparan debu (p value = 0,009) dan variabel penggunaan obat nyamuk bakar (p value = 0,013) memiliki pengaruh terhadap kekambuhan pasien asma bronkial.
Kesimpulan: Faktor lingkungan seperti asap rokok, debu, dan penggunaan obat
nyamuk bakar berpengaruh rendah terhadap kekambuhan asma bronkial. Upaya
yang dapat dilakukan adalah peningkatan pemahaman pasien asma bronkial dan
keluarga mengenai penyebab kekambuhan asma bronkial khususnya pada faktor
lingkungan.
Kata kunci: asma bronkial, faktor lingkungan, paparan asap rokok, perubahan
cuaca, paparan debu, penggunaan obat nyamuk bakar
Background: Bronchial asthma is still a serious health problem throughout the
world. The public's view of bronchial asthma is still poorly understood, so things
like relapses in sufferers who have already been diagnosed often occur. The aim of this study was to determine the influence of environmental factors on the recurrence of bronchial asthma patients at the Purwojati Community Health Center, Banyumas Regency.
Methods: The research method used was quantitative research with a case control study approach, the data sources used were primary and secondary data, data collection methods were interviews and literature study. The data analysis carried out was a frequency distribution test, Chi-Square Test, and Multiple Logistic Regression Test
Results: The results of research on the influence of environmental factors on the
recurrence of bronchial asthma patients at the Purwojati Community Health Center, Banyumas Regency show that exposure to cigarette smoke (p value = 0.022), dust exposure variable (p value = 0.009) and variable use of mosquito coils (p value = 0.013) has an influence on the recurrence of bronchial asthma patients.
Conclution: Environmental factors such as cigarette smoke, dust, and the use of
mosquito coils have a low effect on the recurrence of bronchial asthma. Efforts that can be made are to increase understanding of bronchial asthma patients and their families regarding the causes of bronchial asthma recurrence, especially environmental factors.
Keywords: bronchial asthma, environmental factors, exposure to cigarette smoke,
weather changes, exposure to dust, use of mosquito coils
5159322948E1A012189ISBAT NIKAH (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapann Pengadilan Agama Tasikmalaya No.0491/Pdt.G/2015/PA.Tsm)ISBAT NIKAH
(Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapann Pengadilan Agama Tasikmalaya No.0491/Pdt.G/2015/PA.Tsm)

Oleh : Dudu Abdul Ghani
Nim : E1A012189
ABSTRAK

Menurut Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 yang menyatakan bahwa “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”. Dengan demikian negara mempunyai kepentingan pula untuk turut mencampuri berbagai masalah perkawinan dengan membentuk dan melaksanakan perundang-undangan tentang perkawinan.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan isbat nikah pada penetapan Pengadilan Agama Tasikmalaya Nomor 0491/Pdt.G/2015/PA.Tsm. .Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah preskriptif analitif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara inventarisasi,penyajian data dengan text naratif yang disusun dengan cara sistematis,serta analisis data normative kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Hakim hanya memakai Pasal 7 Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 39 Kompilasi Hukum Islam, sebaiknya hakim memakai penjelasan Pasal 49 ayat 2 angka (22) Undang-Undang Pengadilan Agama yaitu pernyataan tentang sahnya perkawinan yang terjadi sebelum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan dijalankan menurut peraturan yang lain.

Kata kunci : Isbat Nikah , kelalaian PPN



NIKAH ISBAT
(Juridical Review of the Establishment of the Tasikmalaya Religious Court No.0491 / Pdt.G / 2015 / PA.Tsm)

By: Dudu Abdul Ghani
Nim: E1A012189
ABSTRACT

According to Article 2 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 which states that "Every marriage is recorded according to the prevailing laws and regulations". Thus the state also has an interest in interfering in various marital problems by forming and implementing legislation concerning marriage.
The problem in this study is how the judge's legal considerations in granting the request for marriage isbat in the determination of the Tasikmalaya Religious Court Number 0491/Pdt.G/2015/PA.Tsm. The approach method used in this study is normative juridical method. The specifications used in this study are prescriptive analytics. Data collection is done by inventorying, presenting data with narrative text that is compiled in a systematic way, as well as qualitative normative data analysis.
Based on the results of the research and discussion the Judge only used Article 7 of the Compilation of Islamic Law and Article 8 of Law Number 1 of 1974 jo. Article 39 Compilation of Islamic Law, the judge should use the explanation of Article 49 paragraph 2 number (22) of the Law of the Religious Court, namely the statement of the validity of marriage that occurred before Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and carried out according to other regulations.

Keywords: Marriage Issues, VAT negligence




5159442678I1D019055HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI, BODY DISSATISFACTION DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEBIASAAN SARAPAN PADA SISWA SMA DIPONEGORO SAMPANG CILACAPLatar Belakang: Sarapan sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitas. Penelitian menyebutkan bahwa rendahnya pengetahuan gizi, kurangnya dukungan keluarga, dan adanya body dissatisfction dapat menjadi faktor yang memengaruhi kebiasaan sarapan remaja. SMA Diponegoro Sampang memiliki masalah dalam hal kebiasaan sarapan, dengan 54,2% siswa yang tidak melakukan sarapan.
Metodologi: Penelitian ini merupakan studi cross sectional di SMA Diponegoro Sampang Cilacap pada September 2023. Sampel penelitian sebanyak 95 siswa dengan metode total sampling. Data diperoleh dari pengisian kuesioner pengetahuan gizi, BSQ-16A, dukungan keluarga serta kuesioner kebiasaan sarapan. Analisis statistik menggunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian: Sebanyak 73,7% responden memiliki pengetahuan gizi baik, 52,6% responden mengalami body dissatisfaction rendah, 95,8% responden dengan dukungan keluarga baik dan 87,4% responden dengan kebiasaan sarapan baik. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan (p=0,119). Tidak terdapat hubungan antara body dissatisfaction dengan kebiasaan sarapan (p=0,118). Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kebiasaan sarapan (p=0,00)
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dan body dissatisfaction dengan kebiasaan sarapan. Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kebiasaan sarapan
Background: Breakfast is crucial for maintaining health and productivity. In several studies, it has been found that a lack of nutrition knowledge, insufficient family support, and body dissatisfaction can be factors influencing breakfast habits in adolescents. SMA Diponegoro Sampang has a problem with breakfast habits, with 54.2% of students skipping breakfast.
Methodology: This research is a cross-sectional study at SMA Diponegoro Sampang Cilacap in September 2023. The research sample consists of 95 respondents by total sampling. Data was collected through the administration of nutrition knowledge questionnaires, BSQ-16A, family support, and breakfast habit questionnaires. Statistical analysis was performed using the Chi-Square test.
Result: Of the respondents, 73.7% had good nutrition knowledge, 52.6% experienced low body dissatisfaction, 95.8% had good family support, and 87.4% had good breakfast habits. There was no correlation between nutrition knowledge with breakfast habits (p=0.119). There was no correlation between body dissatisfaction with breakfast habits (p=0,118). There was a significant correlation between family support with breakfast habits (p=0.00).
Conclusion: There was no correlation between nutrition knowledge and body dissatisfaction with breakfast habits. There was a correlation between family support with breakfast habits
5159548251G1A021120Hubungan Diabetes Distress dengan Self-Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan Sumbang BanyumasLatar belakang: diabetes distress merupakan bentuk kecemasan, kekhawatiran,
ketakutan, dan ancaman yang terkait dengan perjuangan yang dihadapi oleh mereka yang
menderita diabetes melitus. Adanya diabetes distress dikaitkan dengan berkurangnya
perawatan diri (self-management). Self-management diabetes mellitus merupakan
serangkaian tindakan yang dilakukan individu untuk mengelola kondisi medis mereka yang
terdiri dari pengaturan pola makan, pengaturan aktivitas fisik, pengonsumsian obat DM
secara rutin dan teratur, pemantauan glukosa darah serta perawatan kaki secara rutin.
Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes
distress dengan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan
Sumbang Banyumas.
Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan bentuk studi observasional analitik
dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik total sampling sebanyak 55 orang. Analisis data menggunakan uji
chi-square.
Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa self-management pasien DM tipe 2
mayoritas berada pada kategori cukup yaitu 25 orang (45,5%) dan diabetes distress pasien
DM tipe 2 pada kategori ringan yaitu 35 orang (63,6%). Ada hubungan antara diabetes
distress dengan self-management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Kecamatan
Sumbang Banyumas (p =0,000).
Kesimpulan: diabetes distress berhubungan dengan self-management pada pasien diabetes
melitus tipe 2.
Background: Diabetes distress is a form of anxiety, worry, fear, and perceived threat
related to the struggles experienced by individuals living with diabetes mellitus. The
presence of diabetes distress is associated with reduced self-care (self-management).
Diabetes mellitus self-management refers to a series of actions taken by individuals to
manage their medical condition, including dietary regulation, physical activity
management, regular and consistent intake of diabetes medication, blood glucose
monitoring, and routine foot care.
Objective: This study aims to determine the relationship between diabetes distress and self-
management in patients with type 2 diabetes mellitus in Sumbang District, Banyumas.
Method: This research uses an analytical observational study with a cross sectional
approach. The sampling technique used was a total sampling of 55 people. Data analysis
using the chi-square test.
Research Results: The results of the research showed that self-management of type 2 DM
patients was mostly in the sufficient category, namely 25 people (45.5%) and diabetes
distress of type 2 DM patients is in the mild category, namely 35 people (63.6%). There is
a relationship between diabetes distress and self-management in type 2 diabetes mellitus
patients in Sumbang District, Banyumas (p = 0.000).
Conclusion: diabetes distress is related to self-management in type 2 diabetes mellitus
patients
5159655429C1C022092PENGARUH KOMITE AUDIT, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP MANAJEMEN LABA (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komite audit, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap manajemen laba pada perusahaan sektor energi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kasus penyajian informasi keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya serta karakteristik sektor energi yang memiliki skala operasi besar dan kompleksitas bisnis tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Hierarchical Linear Modeling (HLM). Sampel penelitian terdiri atas 36 perusahaan sektor energi yang terdaftar di BEI selama periode 2021–2024, dengan 139 observasi setelah pengujian outlier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik perusahaan, khususnya ukuran perusahaan, perlu dipertimbangkan dalam memahami praktik manajemen laba pada sektor energi.This study aims to analyze the effects of audit committee, leverage, and firm size on earnings management in energy sector companies. The study is motivated by cases of financial information presentation that did not reflect actual conditions and by the characteristics of the energy sector, which has large-scale operations and high business complexity. This study employs a quantitative approach using Hierarchical Linear Modeling (HLM). The sample consists of 36 energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2021–2024, with 139 observations after outlier testing. The results show that audit committee and leverage have no significant effect on earnings management, while firm size has a positive and significant effect. These findings indicate that firm characteristics, particularly firm size, should be considered in understanding earnings management practices in the energy sector.
5159729114C1A016078ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI CURAHAN JAM KERJA MAHASISWA BEKERJA PARUH WAKTU
(Studi Kasus Mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman)

Judul penelitian ini adalah “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Curahan Jam Kerja Mahasiswa Bekerja Paruh Waktu (Studi Kasus Mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh uang saku mahasiswa, upah mahasiswa, jumlah SKS mahasiswa dan jenis kelamin mahasiswa terhadap curahan jam kerja mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman yang bekerja paruh waktu, (2) Variabel yang paling berpengaruh terhadap curahan jam kerja mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman yang bekerja paruh waktu. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 30 responden mahasiswa Strata 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman yang bekerja paruh waktu. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian, variabel uang saku mahasiswa dan jenis kelamin mahasiswa tidak memiliki pengaruh terhadap curahan jam kerja mahasiswa bekerja paruh waktu, variabel upah mahasiswa memiliki pengaruh signifikan positif terhadap curahan jam kerja mahasiswa bekerja paruh waktu, variabel jumlah SKS mahasiswa memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap curahan jam kerja mahasiswa bekerja paruh waktu, variabel yang paling berpengaruh terhadap curahan jam kerja mahasiswa bekerja paruh waktu adalah variabel upah mahasiswa dan sebagian besar mahasiswa memiliki motif bekerja paruh waktu untuk mencari pengalaman. Selain untuk untuk mencari pengalaman kerja dalam mencurahankan jam kerja mahasiswa bekerja paruh waktu dipengaruhi oleh upah yang ditawarkan dari tempat bekerja, mahasiswa akan cenderung memilih untuk bekerja dan mencurahkan waktu lebih banyak untuk bekerja di tempat yang memberikan upah tinggi dibandingkan tempat bekerja yang menawarkan upah lebih rendah.
The title of this research is "Factors that Influence the Hours of Work of Students Working Part Time (Case Study Students Strata 1 of the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University). This study aims to analyze: (1) the influence of student allowances, student wages, the number of student credit hours and the sex of students on the work hours of undergraduate students at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University who work part time, (2) The most variable affect the flow of work of Strata 1 students in the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University who work part time. The data used in this study are primary data taken from 30 undergraduate students of the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University who work part time. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis.
Based on the results of the study, the variable student allowance and gender of the students did not have an influence on the flow of working hours of students working part time, the variable of student wages had a significant positive effect on the flow of hours of work of students working part time, the variable number of SKS of students had a significant negative effect on flow student work hours work part time, the variable that most influences the outpouring of student work hours working part time is the variable student wages and most students have the motive of working part time to look for experience. In addition to seeking work experience in maintaining student work hours part-time work is influenced by wages offered from the place of work, students will tend to choose to work and devote more time to work in places that provide high wages compared to places of work that offer lower wages .
5159855430I4D025038STUDI KUALITATIF KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 09 PURWOKERTOPendahuluan: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat, terutama pada remaja. Anemia pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor gaya hidup seperti kebiasaan mengonsumsi es teh, kopi, kebiasaan makan yang kurang baik, serta kurangnya pengetahuan mengenai konsumsi tablet tambah darah
(TTD). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku remaja yang berisiko terhadap kejadian anemia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-deph interview) dengan pemilihan partisipan menggunakan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 6 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi. Validasi data dilakukan melalui member checking, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif naratif dengan kerangka konseptual yang digunakan adalah teori Lawrence Green yang menjelaskan bahwa perilaku kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi (predisposing factors), faktor pemungkin (enabling factors) dan faktor pendorong (reinforcing factors). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai anemia terutama mengenai penyebab, tanda dan gejala, kebiasaan makan yang kurang baik. Dukungan dari sekolah untuk menurunkan risiko anemia yaitu melalui berbagai kegiatan seperti pembagian tablet tambah darah (TTD) secara rutin setiap hari jumat yang melibatkan peran aktif anggota PMR dan kegiatan tersebut meningkatkan kepatuhan konsumsi partisipan dalam mengonsumsi TTD. Selain itu, dukungan keluarga menjadi faktor pendorong yang berperan dalam mengurangi risiko anemia pada remaja. Kesimpulan: Remaja putri perlu lebih rutin mengonsumsi tablet tambah darah, melakukan pemeriksaan kesehatan, serta menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
Introduction: Anemia is a common health issue in the community, particulary among adolescents. Adolescent anemia is influenced by lifestyle factors such as the consumption of iced tea and cofee, poor dietary habits, and a lack of knowledge reagrding blood-supplementing tablets (TTD). This studi aims to identify adolescent behaviors that pose a risk for anemia. Methods: This study employed a qualitative design with a descriptive approach. Data were collected throught in-deph interviews with participants selected via purposive sampling, resulting in a sample of six participants who met the inclusion criteria. Data validation was conducted throught member checking, while analysis utilized a narrative-descriptive qualitative approach based on Lawrence Green’s theory, which posits that health behavior is influenced by predisposing, enabling, and reinforcing factors. Results: The findings indicate that most adolescent girls have limited knowledge regarding anemia specifically its causes, signs and symptomns, the impact of poor dietary habist. School based support to reduce anemia risk included activities such as the routine ditribution of blood supplementing tablets (TTD) every Friday, involving the active participation of the Tout red Cross (PMR), these activities improved participant adherence to taking the tablets. Additionally, support form family and peers served as reinforcing factors that hepled reduce the risk of anemia among adolescents. Conclusion: Adolescent girls need to consume blood supplemttaing tablets more conseistently, undergo regular health checkups, and adpot healthier lifestyles
5159948155F1A021057Diskriminasi Sosial dalam Pendidikan pada Anak Sekolah di Perkampungan Marjinal Purwokerto, Jawa TengahHak untuk mendapatkan pendidikan adalah hak dasar bagi setiap anak, tetapi sayangnya masih terdapat diskriminasi yang menghalangi anak-anak dari kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diskriminasi sosial yang dialami oleh anak-anak sekolah di sebuah perkampungan marjinal di Purwokerto, Jawa Tengah. Nama kampung tersebut disamarkan menjadi “Kampung Amanah”. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif berbasis data lapangan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini melibatkan 9 orang informan, yang terdiri atas dua siswi jenjang SMK, satu siswa jenjang SMP, tiga informan orang tua, dan tiga informan guru kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan, anak sekolah di perkampungan marjinal tersebut mengalami diskriminasi sosial di sekolahnya secara terselubung. Mereka mengalami perundungan dan pengucilan, baik yang dilakukan oleh teman-teman mereka sendiri maupun guru. Diskriminasi tersebut menimbulkan dampak psikologi, sosial, dan akademik yang buruk. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan dan program pendidikan inklusif yang menekankan kesetaraan, pemberdayaan, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap anak-anak dari kampung marjinal.The right to education is a basic right for every child, but unfortunately there is still discrimination that hinders children from certain groups. This research aims to describe the social discrimination experienced by school children in a marginalized village in Purwokerto, Central Java. The research method used is a qualitative method based on field data. The data in this study were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis method used is interactive data analysis technique. Data validity in this study uses source triangulation. This study involved 9 informants, consisting of two female students at SMK level, one student at junior high school level, three parent informants, and three class teacher informants. The results of this study show that school children in the marginalized village experience social discrimination in their school in a covert manner. They experience bullying and exclusion, both by their peers and teachers. This discrimination has adverse psychological, social and academic impacts. The findings of this study indicate the need for inclusive education policy and program interventions that emphasize equality, empowerment, and the elimination of stigma and discrimination against children from marginalized villages.
5160029609I1A016100EVALUASI PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN DI
PUSKESMAS WILAYAH KERJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN
2019
Latar Belakang: Ketersediaan tenaga kesehatan di Puskesmas Kabupaten Purbalingga
pada tahun 2019 sebanyak 622 tenaga. Dari jumlah tersebut, terdapat pendistribusian
tenaga kesehatan yang tidak merata. Hal ini menyebabkan Puskesmas mengalami
kelebihan maupun kekurangan tenaga kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian
ini bertujuan untuk melihat bagaimana perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan yang
berjalan, perencanaan pengadaan kebutuhan, pendayagunaan perencanaan kebutuhan,
serta pembinaan dan pengawasan perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan.
Metodologi: Penelitian merupakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan naratif.
Sumber data didapatkan dari wawancara mendalam dan data Dinas Kesehatan
Kabupaten Purbalingga. Analisis data menggunakan content analysis.
Hasil Penelitian: Pendistribusian tenaga kesehatan belum merata terutama bidan.
Secara keseluruhan Puskesmas di Kabupaten Purbalingga mengalami kekurangan
bidan, sehingga menimbulkan beban kerja ganda. Untuk meminimalisir hal tersebut,
dalam melakukan perencanaan kebutuhan menggunakan ABK dan SKM melalui
aplikasi Renbut dan E-Formasi harus teliti guna pengusulan kekurangan yang diajukan
tepat sasaran. Serta peningkatan pembinaan pengawasan melalui aplikasi dan laporan
tahunan.
Kesimpulan: Perencanaan kebutuhan di Puskesmas Wilayah Kerja Kabupaten
Purbalingga belum optimal, masih perlu diperbaiki dengan pengintegrasian proses
verifikasi data dari Puskesmas sampai Dinkes serta pemerataan penyebaran tenaga
kesehatan berdasarkan hasil analisis dengan redistribusi tenaga kesehatan yang ada dan
rekrutmen.
Background: The availability of health workforce in primary healthcare Purbalingga
Regency in 2019 was 622 workers. Of these, there was a maldistribution of health
workforce. This caused the primary health care to experience both a surplus and lack
of health workforce. Based on this, this study aims to evaluate how the needs planning
of health workforce runs, procurement planning, utilization planning, and development
and supervision needs planning of health workforce.
Methods: This research is a descriptive qualitative with a narative approach. Data
sources obtained from in-depth interviews and data from the Purbalingga District
Health Office. Data analysis uses content analysis.
Results: The distribution of health workforce are maldistributed especially midwives.
Overall, Primary Healthcare in Purbalingga has a lack of midwives, which causes
increased woarkload. To minimize it, in needs planning using ABK and SKM through
Renbut and E-Formasi applications must be careful in order to propose the proposed
shortcomings right on target. Then, increase coaching and supervision through
application and annual reports.
Conclusion: Needs planning at the primary healthcare purbalingga regency is not
optimal, it still needs to be improved by integrating the data verification process from
the primary healthcare to the district Health Office as well as equitable distribution of
health workforce based on the results of analysis with the redistribution of existing
health workforce and recruitment.