Artikelilmiahs
Menampilkan 51.421-51.440 dari 52.046 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51421 | 38221 | K1A018065 | FORMULASI NANOEMULSI MINYAK ATSIRI BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) SERTA AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIJAMUR Candida albicans DAN ANTIBAKTERI Propionibacterium acnes | Pemanfaaan minyak atsiri dalam bidang kesehatan salah satunya sebagai agen antimikroba. Tujuan penelitian ini yaitu untuk membuat formulasi, karakterisasi serta menentukan aktivitas antijamur Candida albicans dan antibakteri Propionibacterium acnes dari nanoemulsi minyak atsiri buah pala. Pembuatan nanoemulsi menggunakan metode energi rendah dengan tween 80 dan propilen glikol sebagai surfaktan dan kosurfaktan. Uji aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi. Hasil uji organoleptis nanoemulsi untuk semua formula yaitu memiliki warna kuning jernih, bau aromatik buah pala dan homogen. Nilai transmitan dan derajat keasaman (pH) yang dihasilkan pada nanoemulsi semakin rendah dengan meningkatnya konsentrasi minyak. Viskositas nanoemulsi bernilai tinggi seiring dengan meningkatnya konsentrasi minyak. Pemeriksaan tipe nanoemulsi dihasilkan semua formula merupakan nanoemulsi tipe oil in water (o/w). Ukuran partikel terkecil dari nanoemulsi 1, 3 dan 5% masing-masing sebesar 12,64, 14,65 dan 18,13 nm. Stabilitas nanoemulsi menghasilkan perbedaan signifikan pada formula 3 (F3) dengan penyimpanan minggu ke-4 di berbagai suhu, yaitu warna kuning lebih pekat jika dibandingkan dengan formula 1 dan 2, serta waktu simpan minggu ke-0 dan ke-2. Uji aktivitas antijamur dan antibakteri yang dihasilkan berupa zona hambat yang semakin tinggi seiring dengan bertambahnya konsentrasi minyak dalam nanoemulsi. Minyak atsiri buah pala dengan pelarut DMSO (Dimethyl Sulfoxide) digunakan sebagai pembanding. Zona hambat minyak atsiri buah pala lebih besar dibandingkan dengan nanoemulsi. | One of the uses of essential oils in the health sector is as an antimicrobial agent. This research aims to formulate and characterise nutmeg oil nanoemulsion and determine the antifungal and antibacterial activity of Candida albicans and Propionibacterium acnes. Manufacture nanoemulsions used a low-energy method with tween 80 and propylene glycol as surfactants and cosurfactants. Then, the antimicrobial activity test uses the diffusion method. The results of the nanoemulsion organoleptic test for all formulas were clear yellow colour, aromatic and homogeneous odour. The transmittance value and the degree of acidity (pH) produced in the nanoemulsion decreased with increasing oil concentration. The viscosity of the nanoemulsion is high as the oil concentration increases. Examination of nanoemulsion type resulted that all formulas being oil in water (o/w) type nanoemulsions. The most petite particle sizes of 1%, 3% and 5% nanoemulsions were 12.64, 14.65 and 18.13 nm, respectively. The stability of the nanoemulsion produced a significant diffference on the third formula (F3) of the week storage 4 at various suhue where as the yellow color was darkes than on the first and second formula at he week storage 0 and 2. The antifungal test produced was in the form of an inhibition zone which increased with increasing oil concentration in the nanoemulsion. Nutmeg oil with DMSO (Dimethyl Sulfoxide) solvent was used as a comparison. The inhibition zone of nutmeg oil is larger than the nanoemulsion. | |
| 51422 | 32456 | F1B017058 | Inovasi Pelayanan Kesehatan Program Elite Baby (Gelang Kendali, Tim Emergency, Pendampingan Bayi) di Puskesmas Banjarmangu 1 Kabupaten Banjarnegara | Inovasi dibuat sebagai solusi dalam permasalahan pelayanan publik. Inovasi Elite Baby (Gelang Kendali, Tim Emergency, Pendampingan Bayi) dirancang oleh Puskesmas Banjarmangu 1 untuk mengendalikan angka kematian bayi dalam pelayanan kesehatan. Namun, dalam pelaksanaannya inovasi Elite Baby ini belum maksimal menurunkan angka kematian bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana inovasi pelayanan kesehatan program Elite Baby di Puskesmas Banjarmangu 1 Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis menggunakan metode analisis interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Inovasi Elite Baby meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan kepuasan masyarakat. Inovasi ini memenuhi aspek kesesuaian, karena memperhatikan nilai dan kepercayaan sosial budaya, mengintergrasikan inovasi sebelumnya, serta kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan inovasi ini dilakukan uji coba pada satu desa, yaitu Desa Sigeblog. Inovasi ini menjadi inovasi yang mudah bagi pelaksana program. Namun inovasi ini belum memberikan kenyamanan bagi sebagian penerima program, serta masih menghadapi beberapa kendala atau hambatan, yang berasal dari masyarakat, kader, maupun kondisi pandemi covid 19. Hasil pelaksanaan inovasi Elite Baby ini dapat diamati, yaitu terjadi perubahan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan bayi, identifikasi risiko pada bayi, namun belum memberikan hasil yang maksimal pada angka kematian bayi. Sehingga, Elite Baby merupakan inovasi yang memenuhi lima karakteristik, dan mudah untuk dilakukan adopsi. | Innovation is made as a solution to public service problems. The Elite Baby innovation (Wristbands, Emergency Team, Baby Assistance) was designed by the Banjarmangu 1 Health Center to control infant mortality in health services. However, in its implementation the Elite Baby innovation has not maximally reduced the infant mortality rate. This study aims to find out how the Elite Baby program health service innovation is at the Banjarmangu 1 Public Health Center, Banjarnegara Regency. The method used is descriptive qualitative research. The informant selection technique used purposive sampling technique. Collecting data using interview, observation, and documentation methods, which were analyzed using interactive analysis methods. The results of this study indicate that Elite Baby Innovation improves access to health services and community satisfaction. This innovation fulfills the suitability aspect, because it pays attention to socio-cultural values and beliefs, integrates previous innovations, as well as community needs. The implementation of this innovation was tested in one village, namely Sigeblog Village. This innovation is an easy innovation for program implementers. However, this innovation has not comforting for some program recipients, and is still facing several obstacles, which come from the community, cadres, and the conditions of the Covid 19 pandemic. The results of implementing the Elite Baby innovation can be observed, there is a changes in public awareness of infant health, identification of risks in infants, but it has not provided maximum results on infant mortality. Thus, Elite Baby is an innovation that meets five characteristics, and is easy to adopt. | |
| 51423 | 49493 | H1B020087 | PROSEDUR PEMBUATAN CN GRID SEBAGAI DASAR PENENTUAN PENENTUAN NILAI CN DALAM PERHITUNGAN DEBIT LIMPASAN LANGSUNG UNTUK SIMULASI GENANGAN BANJIR | Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan kawasan yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air hujan melalui sungai. Karakteristik fisik dan curah hujan pada DAS dapat mempengaruhi debit air dan limpasan langsung penyebab banjir. Curved Number (CN) merupakan indeks yang dikembangkan oleh Soil Conservation Service untuk mengukur resapan air hujan ke tanah dan jumlah limpasan permukaan yang berperan penting dalam analisis hidrologi DAS. Penelitian ini mengkaji prosedur pembuatan CN Grid sebagai dasar penentuan nilai CN dalam perhitungan debit limpasan langsung untuk simulasi genangan banjir di DAS Klawing. Mengingat perhitungan CN secara manual untuk wilayah luas memerlukan waktu yang panjang, penelitian ini memanfaatkan teknologi Geographical Information System (GIS) melalui software QGIS untuk pemodelan CN Grid, kemudian HEC-HMS untuk pemodelan debit limpasan dengan metode SCS-CN, dan HEC-RAS untuk simulasi genangan banjir. Prosedur pembuatan CN Grid meliputi input data DEM, delineasi DAS, input data tata guna lahan dan hydrological soil group, proses clip, reclassify, dan analisis nilai CN grid. Hasil penelitian menunjukkan rentang nilai CN pada DAS Klawing bervariasi antara 71-100. Analisis debit puncak dilakukan pada enam model subbasin (1, 3, 5, 7, 9, dan 11) dengan kala ulang 25, 50, dan 100 tahun, menghasilkan debit puncak tertinggi pada kala ulang 100 tahun pada model 1 subbasin mencapai 2529,5 m³/s, sedangkan pada model 11 subbasin mencapai 1853,9 m³/s. Pemodelan genangan banjir dengan HEC-RAS menunjukkan area genangan mencapai 28,287 km² pada periode kala ulang 25 tahun, dengan dampak tersebar di 11 desa di Kabupaten Purbalingga dan 7 desa di Kabupaten Banyumas. | A watershed is an area that functions to collect, store, and drain rainwater through rivers. The physical characteristics and rainfall in watersheds can influence water discharge and direct runoff that causes flooding. The Curve Number (CN) is an index developed by the Soil Conservation Service to measure the absorption of rainwater into the soil and the amount of surface runoff, which plays an important role in watershed hydrological analysis. This research examines the procedure for creating a CN Grid as a basis for determining CN values in calculating direct runoff discharge for flood inundation simulation in the Klawing watershed. Considering that manual CN calculations for large areas require extensive time, this research utilizes Geographical Information System (GIS) technology through QGIS software for CN Grid modeling, followed by HEC-HMS for runoff discharge modeling using the SCS-CN method, and HEC RAS for flood inundation simulation. The CN Grid creation procedure includes DEM data input, watershed delineation, land use and hydrological soil group data input, clipping, reclassifying, and CN grid value analysis. The results show that the CN values in the Klawing watershed vary between 71-100. Peak discharge analysis was conducted on six subbasin models (1, 3, 5, 7, 9, and 11) with return periods of 25, 50, and 100 years, resulting in the highest peak discharge for the 100-year return period in the 1-subbasin model reaching 2529.5 m³/s, while in the 11-subbasin model reaching 1853.9 m³/s. Flood inundation modeling with HEC-RAS shows that the inundation area reaches 28,287 km² for the 25-year return period, with impacts spread across 11 villages in Purbalingga Regency and 7 villages in Banyumas Regency. | |
| 51424 | 43036 | H1D020011 | SEGMENTASI PELANGGAN E-COMMERCE MENGGUNAKAN MODEL RFM DAN ALGORITMA K-MEANS CLUSTERING DENGAN GRAPHICAL USER INTERFACE BERBASIS WEBSITE | Saat ini antusias berbelanja masyarakat di e-commerce sangat tinggi dengan kebutuhan yang sangat beragam. Pihak e-commerce dituntut untuk dapat menyesuaikan penawaran dan strategi pemasaran yang tepat. Segmentasi pelanggan dapat menjadi alternatif dalam pengelompokan pelanggan sesuai dengan minat masing-masing pelanggan. Pada penelitian ini, segmentasi pelanggan untuk e-commerce dilakukan menggunakan model RFM (Recency, Frequency, Monetary) dan klasterisasi menggunakan algoritma K-Means Clustering. Jumlah kelas (k) paling optimal diperoleh dari metode Elbow dengan nilai k=4. Hasil klasterisasi membentuk 4 segmen pelanggan yaitu segmen Platinum, Gold, Silver dan Bronze. Dua segmen prioritas yaitu Platinum dan Bronze. Segmen Platinum memiliki jumlah anggota paling sedikit tetapi memiliki rata-rata loyalitas tertinggi. Segmen Bronze memiliki jumlah anggota paling banyak dengan rata-rata loyalitas terendah. Hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan pihak e-commerce dalam menentukan keputusan strategi pemasaran di masa yang akan datang terutama untuk dua segmen prioritas. Visualisasi atau GUI untuk hasil pengujian ini berbasis website dengan framework Streamlit yang menyajikan hasil klasterisasi dan dashboard pada Looker Studio untuk menampilkan report hasil analisis segmentasi pelanggan. Adanya visualisasi berbasis website dan dashboard dapat membantu pembaca dalam mengetahui hasil pengujian dengan mudah dan interaktif. | People are enthusiastic about shopping on e-commerce nowadays. E-commerce are required to be able to adjust offers and appropriated marketing strategies. Customer segmentation can be an alternative in grouping customers according to each customer's interests. In this research, customer segmentation for e-commerce was carried out using the RFM (Recency, Frequency, Monetary) model and clustering using the K-Means Clustering algorithm. The most optimal number of classes (k) is obtained from the Elbow method with a value of k=4. The clustering results form 4 customer segments, namely the Platinum, Gold, Silver and Bronze segments. The two priority segments are Platinum and Bronze. The Platinum segment has the fewest members but the highest average loyalty. The Bronze segment has the largest number of members with the lowest average loyalty. It can be taken into considerate by e-commerce in determine a decisions of marketing strategy in the future, especially for the two priority segments. The visualization or GUI for the test results is website-based with the Streamlit framework which presents clustering results and a dashboard in Looker Studio to display reports on the results of customer segmentation analysis. The existence of website and dashboard-based visualization can help readers find out test results easily and interactive. | |
| 51425 | 17344 | H1C013065 | PERANCANGAN DESAIN PROTOTIPE GENERATOR SINKRON MAGNET PERMANEN FLUKS RADIAL DAN ANALISIS SEBARAN FLUKS TERHADAP KELUARAN TEGANGAN GENERATOR | Pembangunan PLTA berskala besar memiliki banyak kendala seperti memerlukan tinggian jatuh air (head) yang tinggi untuk beroprasi, mahalnya biaya pembangunan infrastruktur, juga sulitnya akses menuju lokasi pembangkitan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Piko Hidro (PLTPH) yang dapat beroprasi pada head rendah. Pada suatu pembangkit, generator merupakan komponen utama dalam pembangkitan energi listrik. Pada penelitian ini dirancang suatu desain generator yang dapat bekerja pada head dan putaran rendah. Generator Sinkron Magnet Permanen Fluks Radial (GSMPFR) dipilih karena tidak memerlukan eksitasi dari luar sehingga menghemat biaya pembangkitan, juga jenis ini dapat menghasilkan daya besar dalam skala yang sama dengan generator magnet permanen bertipe aksial. Desain yang dibuat berupa desain 2 Dimensi (2D) dan 3 Dimensi (3D) menggunakan software AutoCad. Analisis dilakukan pada desain menggunakan FEMM untuk mengetahui hubungan kerapatan fluks pada celah udara terhadap keluaran tegangan fasa generator. Output yang diharapkan dari perancangan desain ini adalah tegangan fasa 220 V dengan frekuensi 50 Hz. Hasil dari perancangan desain dan simulasi kerapatan fluks magnetik didapatkan sebesar 0,632 T dan keluaran tegangan fasa sebesar 215,501 V. Hasil ini didapat karena pembulatan nilai parameter pada proses perancangan sehingga terdapat sedikit perbedaan antara perencanaan dengan hasil simulasi. | The construction of large scale hydropower has its own drawbacks, on how it requires the height of waterfall (head) height to operate, the high cost of infrastructure development, also the difficulty to access the area with head high. The solution to these problems is Pyco Hydro Power Plant (PHPP), this plant can work at low head. generator is a major component in the process of electric energy generation, in this study, will be designed a generator that can work by head low and low round, a Radial Flux Permanent Magnet Synchronous Generator (RFPMSG) chosen because it requires no excitation from the outside thus it can save the cost of generation, also it can generate substantial power in the same scale with axial-type permanent magnet generator. The designs are made in two-dimension (2D) and three dimension (3D) using AutoCad software. Designed will be analyzed using FEMM software to determine the relation between air gap flux density and output phase voltage generator. The expected output of this design is 220 V with 50 Hz. Results of design and simulation of magnetic flux density obtained by 0.632 T and the output phase voltage by 215.501 V. These results are obtained because of rounding the value of parameters in the design process so that there is little difference between the planning and the simulation results. | |
| 51426 | 16062 | G1B011021 | hubungan faktor intrinsik pekerjaan dengan stres kerja guru bimbingan konseling (BK) SMK di kabupaten banyumas | Hasil survey pendahuluan di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, diperoleh data jumlah SMK di Kabupaten Banyumas sebanyak 74 sekolah dengan jumlah guru BK sebanyak 114 orang, yang sudah PNS berjumlah 28 orang, sedangkan yang bukan PNS berjumlah 86 orang. Tingkat stres kerja guru BK SMK di Kabupaten Banyumas sebanyak 14 orang, diperoleh hasil bahwa sebanyak 2 orang (14,3%) stres sedang, 3 orang (21,4%) stres berat dan 9 orang (64,3%) stres berat sekali. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor intrinsik pekerjaan (pencahayaan, suhu, kelembaban, perjalanan ke dan dari tempat kerja, pemakaian teknologi baru dan beban kerja) dengan stres kerja guru Bimbingan Konseling (BK) SMK di Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang dengan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel yang berhubungan dengan stres kerja adalah beban kerja (p = 0,035) lebih kecil dari 0,05. Sebaiknya beban kerja guru BK disesuaikan dengan standar (mengampu 150-250 siswa). Kata Kunci : Stres Kerja, Guru BK Kepustakaan : 50 (2007-2015) | The results of a preliminary survey in Banyumas District Education Office, showed that the number of vocational schools in Banyumas regency are 74 schools number of teachers are 114, 28 teachers are civil servant, and the rest 86 teachers are not. The level of work stress of vocational counseling teacher in Banyumas as many as 14 people, the result indicates there are 2 teachers (14.3%) who have moderate stress, 3 teachers (21.4%) who have severe stress and 9 teachers (64.3%) who have severe stress once. Objective of the study is to determine the relation between intrinsic factor (lighting, temperature, humidity, distance to and from work, the use of new technologies and workload) and work stress of guidance and counseling teachers at vocational highschool in Banyumas. The sample of this research are 31 people with purposive sampling technique. The data analysis used is Chi Square's test. The results of this study showed that variables related to job stress is the workload (p = 0,035) is smaller than of 0,05. Guidance and Counseling teacher workload should be adjusted to the standard (support 150-250 students). Keywords : Work Stress, Guidance and Counseling teacher. Bibliography : 50 (2007-2015) | |
| 51427 | 40131 | G1A019062 | KORELASI ANTARA KELAHIRAN PREMATUR DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK STUNTING USIA 6-59 BULAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022-2023 | Latar Belakang – Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan angka kelahiran prematur tertinggi. Anak prematur berisiko mengalami keterlambatan perkembangan neurokognitif, bahasa, dan motorik dibandingkan anak normal seusianya. Prematuritas merupakan determinan kuat dari anak stunting di Indonesia dimana stunting dalam jangka pendek menyebabkan keterlambatan perkembangan pada anak. Perkembangan motorik memfasilitasi interaksi anak dengan lingkungan fisik dan sosial di sekitarnya. Terganggunya aspek tersebut akan menghambat anak berfungsi secara sosial dan berinteraksi dengan anak seusianya. Tujuan – Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui korelasi antara kelahiran prematur dengan perkembangan motorik kasar anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. Metode – Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data penelitian bersifat primer yang merupakan hasil wawancara dan pengukuran antropometri pada anak. Sampel berjumlah 128 balita stunting dikumpulkan dengan metode consecutive sampling. Pengolahan dan analisis data menggunakan software SPSS versi 22.0 menggunakan uji Spearman. Hasil – Subjek dengan suspek gangguan perkembangan pada motorik kasar berjumlah 13 dari 128 balita stunting diantaranya 1 subjek prematur dan 12 subjek aterm. Uji Spearman menghasilkan nilai Sig. 0,106 (>α=0,005) artinya tidak terdapat korelasi antara kelahiran prematur dengan gangguan perkembangan motorik kasar anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. Kesimpulan – Tidak terdapat korelasi antara kelahiran prematur dengan perkembangan motorik kasar anak stunting usia 6-59 bulan di Kabupaten Banyumas. | Background – Indonesia ranks in fifth place for the highest prematurity rate. Premature children have a higher risk on neurocognitive, language, dan motor delay compared to their peers. Prematurity is a strong determinant of childhood stunting in Indonesia. Both stunting and prematurity are causing developmental delay. Motor development facilitates children to interact with their physical and social environment. Motor developmental delay will disturb their social function and interaction with their peers. Purpose – This study aimed to discover the correlation between premature birth and gross motor development in stunting children aged 6-59 months. Method – This study used cross-sectional approach. Primary data was obtained through interviews and anthropometric measurements. A sample of 128 stunting children was collected with consecutive sampling method. Data analysis was done using SPSS software version 22.0 with Spearman test. Result – Out of 128 subjects, 1 preterm and 12 term subjects are found to have gross motor developmental delay. Spearman test result is 0,106 (>α=0,005), which means there is no correlation between preterm birth and gross motor development among stunting children aged 6-59 months in Kabupaten Banyumas. Conclusion – There is no correlation between preterm birth and gross motor development among stunting children aged 6-59 months in Kabupaten Banyumas. | |
| 51428 | 38431 | E1A018325 | CERAI GUGAT KARENA PERSELISIHAN ( TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN AGAMA TEGAL NOMOR : 385/PDT.G/PA.TG | Perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus seringkali menimbulkan keretakan dalam rumah tangga yang dapat berujung pada perceraian. Perceraian merupakan putusnya hubungan perkawinan antara suami dan isteri seperti dalam perkara mengenai cerai gugat pada Pengadilan Agama Tegal dengan Putusan Nomor : 385/Pdt.G/2022/PA.TG. Perceraian dalam perkara ini terjadi karena adanya perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat dikarenakan Tergugat tidak memberi nafkah baik lahir maupun bathin dan sering bertindak emosional hingga melakukan kekerasan fisik terhadap Penggugat. Peneliti mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana dasar pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat karena perselisihan dan pertengkaran terus-menerus pada Putusan Pengadilan Agama Tegal Nomor 385/Pdt.G/2022/PA.TG. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi. Data yang terkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif dengan metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, Pertimbangan Hukum Hakim hanya memutus perkara tersebut dengan Pasal 39 ayat (2) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo. Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 dan Pasal 116 luruf f Kompilasi Hukum Islam, Menurut Peneliti Pertimbangan Hukum Hakim dilengkapi dengan Pasal 33 Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan dan Pasal 5 huruf a ( Melakukan kekerasan fisik ) dan b ( Melakukan Penelantaran rumah tangga ) Undang – Udnang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. | The continual conflict and fighting that occurs in a household can lead to a divorce. Divorce refers to the termination of the marital relationship between husband and wife, as in the case of divorce contested before the Tegal Religious Court Decision Number : 385/Pdt.G/2022/PA.TG. The divorce in this case occurred since the disputes and quarrels between Plaintiff and Defendant since Defendant never made a living and often acted emotionally to the point of committing physical violence against Plaintiff. The researcher raised the formulation of the problem regarding how the basis for the judge's legal considerations in granting a divorce is due to disputes and constant bickering at the Decision of the Tegal Religious Court Number : 385/Pdt.G/2022/PA.TG. The research method used was normative juridical with analytical prescriptive research specifications. The data source used was secondary data and the data collection method used a literature study with an inventory. The collected data was then presented in the form of narrative text with a qualitative normative data analysis method. Article 39 paragraph (2) letter f of Law Number 1 of 1974 jo. Article 19 letter f of Government Regulation Number 9 of 1975 and Article 116 luruf f Compilation of Islamic Law, According to the Researcher of Legal Considerations Judges are equipped with Article 33 of Law Number 1 of 1974 concerning marriage and article 5 letter a (Committing physical violence) and b (Committing Domestic Neglect) Law Number 23 of 2004 concerning the Elimination of Domestic Violence. | |
| 51429 | 44721 | K1A020028 | PEMURNIAN PARSIAL DAN KARAKTERISASI ENZIM UREASE DARI BIJI KACANG HIJAU (Vigna radiata) | Enzim merupakan protein yang berfungsi sebagai katalisator biologis yang akan mempercepat laju reaksi kimia. Urease merupakan enzim yang berperan sebagai katalis dalam hidrolisis urea menjadi CO2 dan NH3. Urease dari biji kacang hijau telah diektraksi sehingga diperoleh ekstrak kasar. Ekstrak kasar masih memiliki aktivitas yang rendah, untuk itu perlu dilakukan pemurnian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pemurnian parsial dan karakterisasi enzim urease dari biji kacang hijau. Kacang hijau diekstraksi menggunakan buffer fosfat pH 7 dan disentrifugasi sehingga dihasilkan ekstrak kasar enzim urease. Ekstrak kasar selanjutnya difraksinasi menggunakan aseton dengan tingkat kejenuhan (33, 41, 50, 60, dan 67%). Fraksi yang memiliki aktivitas spesifik tertinggi dikarakterisasi meliputi pengaruh pH, suhu, waktu penyimpanan terhadap aktivitasnya, serta analisis fraksi protein menggunakan SDS-PAGE. Aktivitas urease ditentukan menggunakan metode Nessler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik tertinggi diperoleh pada F67 dan tingkat kemurnian 3,2 kali dibandingkan ekstrak kasarnya. Hasil karakterisasi diperoleh aktivitas optimum pada pH 7 dan suhu 35 °C dengan nilai aktivitas sebesar 0,662 U/mL. Hasil analisis fraksi protein pada F67 menunjukkan bahwa terdapat 5 pita protein dengan berat molekul 60, 48, 24, 19, dan 14 kDa. | Enzymes are proteins that function as biological catalysts that will accelerate the rate of chemical reactions. Urease is an enzyme that acts as a catalyst in the hydrolysis of urea into CO2 and NH3. Urease from mung bean seeds has been extracted so that a crude extract is obtained. The crude extract still has low activity, so it needs to be purified. The purpose of this study was to perform partial purification and characterization of urease enzyme from mung bean seeds. Mung beans were extracted using phosphate buffer pH 7 and centrifuged to produce crude extract of urease enzyme. The crude extract was further fractionated using acetone with saturation levels (33, 41, 50, 60, and 67%). Fractions with the highest specific activity were characterized including the effect of pH, temperature, storage time on activity, and analysis of protein fractions using SDS-PAGE. The urease activity was determined using the Nessler method. The results showed that the highest specific activity was obtained in F67 and the purity level was 3.2 times compared to the crude extract. Characterization results obtained optimum activity at pH 7 and temperature 35 °C with an activity value of 0.662 U/mL. The results of protein fraction analysis on F67 showed that there were 5 protein bands with molecular weights of 60, 48, 24, 19, and 14 kDa. | |
| 51430 | 37481 | C1B019054 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN NILAI YANG DIRASAKAN KONSUMEN TERHADAP PEMBELIAN ULANG DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada konsumen BUMDes Desa Sudagaran) | Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan nilai yang dirasakan konsumen terhadap pembelian ulang dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gemah Ripah di Desa Sudagaran. Model dinamis didasarkan pada hasil kuesioner dari 61 responden yang berasal dari pelanggan BUMDes Gemah Ripah yang melakukan pembelian minimal 2 kali dalam 6 bulan terakhir). Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan regresi berganda dengan alat bantu SPSS dan uji sobel. Hasil menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap nilai yang dirasakan. Kualitas pelayanan dan nilai yang dirasakan konsumen berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen. Selanjutnya kualitas pelayanan dan nilai yang dirasakan konsumen tidak berpengaruh positif terhadap pembelian ulang. Namun kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap pembelian ulang. Untuk kepuasan konsumen memediasi hubungan antara kualitas pelayanan dan nilai yang dirasakan konsumen terhadap pembelian ulang. Namun, diamati bahwa kepuasan konsumen memiliki dampak yang lebih signifikan saat menjadi variabel mediasi pada nilai yang dirasakan konsumen terhadap pembelian ulang. Studi ini mengungkapkan pentingnya Langkah-langkah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pembelian ulang pelanggan BUMDes Gemah Ripah melalui kualitas pelayanan, nilai yang dirasakan konsumen, dan kepuasan konsumen. Tidak ada studi yang mengevaluasi hubungan antara kualitas layanan, nilai yang dirasakan konsumen, kepuasan konsumen, dan pembelian ulang untuk BUMDes Gemah Ripah. Oleh karena itu, penelitian ini bermanfaat bagi BUMDes Gemah Ripah dan Pemerintah Desa Sudagaran Kecamatan Banyumas. Kata kunci : Kualitas Pelayanan; Nilai yang Dirasakan Konsumen; Kepuasan Konsumen; Pembelian Ulang; BUMDes | The purpose of this paper is to analyze the effect of service quality and perceived value on consumers' repurchase with customer satisfaction as a mediating variable at Gemah Ripah Village-Owned Enterprises in Sudagaran Village. The dynamic model is based on the results of a questionnaire from 61 respondents from Gemah Ripah Village Owned Enterprise customers who have made purchases at least 2 times in the last 6 months). To test the hypothesis, the researcher used multiple regression with the statistical package for the social sciences (SPSS) and Sobel test. The results show that service quality has a positive effect on perceived value. Service quality and perceived value of consumers positively affect customer satisfaction. Furthermore, the quality of service and the perceived value of consumers do not have a positive effect on repeat purchases. However, consumer satisfaction has a positive effect on repeat purchases. Consumer satisfaction mediates the relationship between service quality and the perceived value of consumers on repeat purchases. However, it was observed that consumer satisfaction had a more significant impact when it became a mediating variable on consumers' perceived value of repurchase. This study reveals the importance of policy measures aimed at increasing customer repurchase of Gemah Ripah Village-Owned Enterprises through service quality, consumer perceived value, and customer satisfaction. There are no studies evaluating the relationship between service quality, consumer perceived value, customer satisfaction, and repeat purchases for Gemah Ripah Village Owned Enterprises. Therefore, this research is beneficial for Gemah Ripah Village-Owned Enterprises and the Sudagaran Village Government, Banyumas District, Banyumas Regency. Keywords: Service Quality, Consumer Perceived Value, Consumer Satisfaction, Repeat Purchase, BUMDes. | |
| 51431 | 51682 | I2A024008 | DETERMINAN KETIDAKTEPATAN PENGIRIMAN DATA PASIEN RAWAT JALAN PADA PLATFORM SATUSEHAT DI RUMAH SAKIT SUMBER WARAS CIREBON TAHUN 2025 | Latar Belakang: Ketidaktepatan pengiriman data pasien rawat jalan pada platform SATUSEHAT masih menjadi tantangan di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon, di mana hanya 3 dari 15 indikator integrasi yang tercapai. Kondisi ini menunjukkan adanya kendala dalam akurasi, kelengkapan, dan ketidaktepatan waktu pelaporan yang perlu dianalisis lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan apa saja yang memengaruhi ketidaktepatan pengiriman data pasien rawat jalan ke platform “SATUSEHAT” di Rumah Sakit Sumber Waras. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 126 petugas yang terlibat dalam pengelolaan dan pengiriman data pada poli rawat jalan. Pengukuran variabel didasarkan pada model gabungan DeLone & McLean dan teori kinerja Campbell. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup variabel kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, manfaat bersih, jenis profesi, pengetahuan, motivasi kerja, performa perilaku, serta ketidaktepatan pengiriman data rawat jalan ke platform SATUSEHAT. Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi ketidaktepatan pengiriman data. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara performa perilaku yang buruk dengan ketidaktepatan pengiriman data. Performa perilaku yang buruk terbukti menjadi faktor paling berpengaruh dengan peluang 3,9 kali lebih besar dalam menentukan ketidaktepatan pengiriman data ke SATUSEHAT. Kesimpulan: Tenaga kesehatan di Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon memiliki Performa perilaku yang buruk terhadap ketidaktepatan pengiriman data rawat jalan ke platform “SATUSEHAT”. Peningkatan akurasi dan ketepatan waktu pengiriman data rawat jalan ke platform SATUSEHAT tidak cukup hanya difokuskan pada aspek kepuasan pengguna sistem. Diperlukan intervensi yang berorientasi pada perbaikan performa perilaku tenaga kesehatan, kepatuhan terhadap pengisian rekam medis, peningkatan pemahaman dan penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta peningkatan ketelitian dalam verifikasi elemen data sebelum proses pengiriman. | Background: Inaccuracy in the submission of outpatient data to the SATUSEHAT platform remains a challenge at Sumber Waras Hospital Cirebon, where only 3 out of 15 integration indicators have been achieved. This condition indicates the presence of obstacles related to accuracy, completeness, and timeliness of reporting that need further analysis. This study aims to analyze the determinants that influence the inaccuracy of outpatient data submission to the SATUSEHAT Platform at Sumber Waras Hospital. Methods: This study employed a quantitative cross-sectional design with total sampling involving 126 staff members responsible for managing and submitting outpatient data. Variable measurement was based on the integrated DeLone and McLean Information System Success Model and Campbell’s performance theory. Data were collected using a structured questionnaire covering system quality, information quality, service quality, net benefits, professional category, knowledge, work motivation, behavioral performance, and the inaccuracy of outpatient data submission to the SATUSEHAT platform. Bivariate and multivariate analyses were conducted to identify factors influencing data submission inaccuracy. Results: There was a significant association between poor behavioral performance and data submission inaccuracy. Poor behavioral performance was identified as the most influential factor, with a 3.9-fold higher likelihood of contributing to inaccurate outpatient data submission to the SATUSEHAT platform. Conclusion: Healthcare workers at Sumber Waras Hospital, Cirebon, exhibited poor behavioral performance that contributed to inaccuracies in outpatient data submission to the SATUSEHAT platform. Improving the accuracy and timeliness of outpatient data submission cannot rely solely on enhancing user satisfaction with the system. Targeted interventions are required to improve healthcare workers’ behavioral performance, strengthen compliance with medical record documentation, enhance understanding and implementation of standard operating procedures (SOPs), and increase diligence in verifying data elements prior to submission. | |
| 51432 | 19894 | C1B013039 | PENGARUH KUALITAS PRODUK, REPUTASI MEREK, PROMOSI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PRODUK INDOMIE (Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman) | RINGKASAN Penelitian ini berjudul: Pengaruh Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Indomie Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Indomie Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Sampel penelitian ini adalah 88 responden dari populasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman yang pernah mengkonsumsi Indomie yang berjumlah 112 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hipotesis yang diajukan adalah Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi mempunyai pengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen serta pengaruhnya terhadap Loyalitas Konsumen. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi bertahap dengan uji determinasi (R2), Uji F, Uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi mempunyai pengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen dan Kepuasan Konsumen mempunyai pengaruh positif Loyalitas Konsumen. | ABSTRACT The title of this research is : Influence quality products, brand reputation, promotion of customer satisfaction and its effect on consumer products loyalty Indomie the Students Of Economics And Business Jenderal Soedirman University. The purpose of this research is to find the influence of quality products, brand reputation, promotion of customer satisfaction and its effect on consumer products loyalty Indomie the Students Of Economics And Business Jenderal Soedirman University. The research sample about 88 respondents of the population Students Of Economics And Business Jenderal Soedirman University ever consume Indomie totaling 112 people with the sample used technique purposive sampling . The hypothesis of this research are quality of the products , brand reputation , promotion have leverage positive on customer satisfaction and their influence on loyalty consumers. The analytical tools that used the analyze of multistep regression analysis with the determinasi (R2) test, F test, t test and simple linear regression analysis. Based on the result of this study concluded that the of quality of the product, brand reputation, promotion has a positive on customer satisfaction, and customer satisfaction has a positive on consumer products loyalty. Keywords: Product quality, Brand Reputation, Promotion, Customer satisfaction, and Consumer Product Loyalty | |
| 51433 | 33233 | A1A116016 | ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI CABAI MERAH DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Sumbang merupakan salah satu daerah yang berada di Kabupaten Banyumas yang dikenal sebagai penghasil sayuran hortikultura salah satunya yaitu cabai merah. Meski bernilai ekonomis tinggi cabai merah merupakan salah satu komditas pertanian yang memeiliki risiko usahatani, salah satunya risiko produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui biaya dan pendapatan usahatani cabai merah, (2) mengetahui seberapa besar tingkat risiko yang dihadapi petani cabai merah, dan (3) mnegetahui strategi petani dalam menghadapi risiko usahtani cabai merah. Model analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis risiko (koefisien variasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata biaya usahatani cabai merah sebesar Rp7.323115, sedangkan rata-rata total penerimaan sebesar Rp18.312.966 sehingga diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp10.989.852. Tingkat risiko produksi yang dihadapi petani cabai merah di Kecamatan Sumbang sebesar 109,7 persen maka risiko yang dihadapi petani adalah tinggi. Strategi pengelolaan ex-ante dilakukan dengan melakukan diversifikasi tanaman. Strategi pengelolaan interaktif dilakukan oleh petani adalah melakukan penyulaman apabila ada tanaman yang mati, jarak tanam sesuai anjuran, penggunaan pupuk tidak berbeda jenis tetapi beda volumenya baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Strategi ex-post dilakukan dengan meminjam uang dari kerabat dekat dan tengkulak. | Sumbang Subdistrict is one of the areas in Banyumas Regency which is known as a producer of horticultural vegetables, one of which is red chili. Despite the high economic value, red chili is one of the agricultural commodities that has farming risks, one of which is production risk. The objectives of this study were (1) to determine the costs and income of red chili farming, (2) to determine the level of risk faced by red chili farmers, and (3) to determine the farmers' strategies in dealing with the risks of red chili farming. The analysis model uses descriptive analysis and risk analysis (coefficient of variation). The results showed that the average red chili farming cost was Rp. 7,323115, while the average total revenue was Rp. 18.312.966 so that the average income. The level of production risk faced by red chili farmers in Contributing District is 109,7persen, the risk faced by farmers is high. The ex-ante management strategy is carried out by diversifying plants. The interactive management strategy carried out by farmers is to do embroidery if there are dead plants, plant spacing as recommended, the use of fertilizers is not different in type but different in volume both in the rainy season and dry season. The ex-post strategy is carried out by borrowing money from close relatives and middlemen. | |
| 51434 | 42684 | J1D019044 | Studi Kasus Pembelajaran Menulis Teks Anekdot Kelas X E-11 di SMA Negeri 3 Purwokerto | Penelitian ini akan terfokus pada mata pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks anekdot, khususnya pada studi kasus mengenai keterampilan menulis teks anekdot kelas X E-11 dengan berbantuan media video stand up comedy di SMA Negeri 3 Purwokerto. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot kelas X E-11 dengan berbantuan video stand up comedy di SMA Negeri 3 Purwokerto. Bentuk penelitian ini masuk dalam kategori penelitian deskriptif, kualitatif menggunakan metode studi kasus. Data yang dihasilkan dari penelitian ini berbentuk data tertulis mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan assesmen pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot kelas X E-11 dengan berbantuan media video stand up comedy. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara tidak struktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis kualitatif dan analisis deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot kelas X E-11 menggunakan bantuan media video stand up comedy di SMA Negeri 3 Purwokerto adalah dengan mempersiapkan modul pembelajaran. Lokasi dan kondisi sekolah memengaruhi keberlangsungan dan kenyamanan dalam pembelajaran. Pembelajaran dengan bantuan media video pembelajaran dapat meningkatkan semangat siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Evaluasi pembelajaran keterampilan menulis teks anekdot kelas X E-11 dengan menggunakan bantuan video stand up comedy terdapat pengayaan dan remedial. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan bantuan media video stand up comedy dapat berkontribusi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi teks anekdot. | This research will focus on the subject of learning Indonesian anecdotal text material, especially on a case study regarding class X E-11 anecdotal text writing skills with the help of stand up comedy video media at SMA Negeri 3 Purwokerto. This research aims to describe the planning, implementation and assesment of learning anecdote text writing skills for class X E-11 with the help of stand up comedyvideos at SMA Negeri 3 Purwokerto. This form of research falls into the category of descriptive, qualitative research using the case study method. The data produced from this research is in the form of written data regarding the planning, implementation and evaluation of learning anecdote text writing skills for class X E-11 with the help of stand up comedyvideo media. Data collection techniques used in this research include unstructured interviews, observation and documentation. Data analysis was carried out using qualitative analysis and descriptive analysis. The results of data analysis show that the planning for learning anecdotal text writing skills for class X E-11 using the help of stand up comedyvideo media at SMA Negeri 3 Purwokerto is by preparing learning modules. The location and conditions of the school influence the continuity and comfort of learning. Learning with the help of instructional video media can increase student enthusiasm in teaching and learning activities. Evaluation of the learning of anecdote text writing skills for class X E-11 using the help of stand up comedyvideos includes enrichment and remediation. Implementing learning using stand up comedyvideo media can contribute to the Indonesian language subject with anecdotal text material. | |
| 51435 | 43355 | C1C020108 | Pengaruh Sales Growth, Struktur Modal, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Dan Free Cash Flow Terhadap Kinerja Keuangan | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh (1) sales growth terhadap kinerja keuangan, (2) struktur modal terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan, (4) likuiditas terhadap kinerja keuangan, (5) free cash flow terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 80 perusahaan dengan periode penelitian 4 tahun yaitu 2019-2022. Teknik pengampilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 32 perusahaan dengan 128 observasi data. Berdasarkan hasil pegujian dan analisis data menggunakan analisis regresi data panel dengan bantuan software Eviews 12 menunjukkan hasil bahwa (1) sales growth berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, (2) struktur modal tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (3) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (4) likuiditas tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, (5) free cash flow tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. | This study aims to determine the effect of (1) sales growth on financial performance, (2) capital structure on financial performance, (3) company size on financial performance, (4) liquidity on financial performance, (5) free cash flow on financial performance. This research is an associative quantitative research. The population in this study were all non-cyclical consumer sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The total population in this study were 80 companies with a 4-year research period for 2019-2022. The sample technique in this study used purposive sampling. The number of samples obtained in this study were 32 companies with 128 data observations. Based on the results of testing and data analysis using panel data regression analysis with the help of Eviews 12 software, the results show that (1) sales growth has a positive effect on financial performance, (2) capital structure has no effect on financial performance, (3) company size has no effect on financial performance, (4) liquidity has no effect on financial performance, (5) free cash flow has no effect on financial performance. | |
| 51436 | 54061 | D3A022007 | Duck Egg Quality: A Comparison of Rearing Systems in Tropical Indonesia | Duck farming in tropical regions such as Indonesia faces challenges in standardizing egg quality to meet rising consumer demand. Optimizing rearing systems is a pivotal strategy for enhancing production efficiency and product consistency. This study evaluated and compared external and internal egg quality metrics of local ducks reared under extensive, colony-intensive, and battery-cage systems in Banyumas, Indonesia. A total of 90 fresh eggs were collected from farms representative of each system, with 30 eggs allocated to each housing treatment. External traits, including weight and shape index, alongside internal parameters such as Haugh Unit, yolk color (L*, a*, b*), and pH, were analyzed using Analysis of Variance followed by Duncan’s Multiple Range Test. External morphometry analysis indicated no significant differences (P > 0.05) in egg weight or shape index among the groups. Internal quality assessment showed that eggs from intensive systems had significantly better albumen freshness, yielding higher Haugh Unit scores compared to the extensive method. Yolk color also differed. Eggs from the colony system had the most intense red color (a*), while eggs from extensive systems were paler and more yellow. Eggs from battery cages had higher albumen pH, indicating faster loss of freshness, compared to those from the colony system. The colony system appears to offer a good balance, maintaining internal egg quality without changing physical yield. Implementation of this semi-intensive configuration provides a viable pathway for sustainable egg production in the region. | ||
| 51437 | 30551 | E1A016078 | Tinjauan Yuridis Perbuatan Melawan Hukum dalam Perjanjian Penitipan Barang (Studi Putusan Nomor 225/Pdt.G/2018/PN SDA) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam perjanjian penitipan barang dan pertimbangan hukum hakim dalam menentukan ganti rugi dalam perkara ini. Putusan yang dipilih adalah Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 225/Pdt.G/2018/PN SDA yaitu sengketa antara penggugat Tjee Sik Hong alias Edy Santoso melawan Tergugat I PT. Kiat Ananda Cold Storage dan Tergugat II Muhammad Firman atas kerusakan bawang putih yang dititipkan pada gudang pendingin Tergugat I. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan. Spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data sekunder dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh para Tergugat yaitu bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku dan bertentangan dengan kepatutan yang terdapat dalam masyarakat, terhadap diri dan terhadap barang orang lain. Dalam pertimbangan hukum hakim menyatakan bahwa hanya Tergugat I yang bertanggung jawab membayar ganti kerugian materiil dan immateriil sebesar Rp.14.153.000.000,-, maka Tergugat I yang dapat dinyatakan terbukti melakukan perbuatan melawan hukum yang memenuhi unsur dalam Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Kata Kunci : Perjanjian penitipan barang, perbuatan melawan hukum, ganti rugi | This research aims to analyze the elements of acts against the law in goods deposit law and law consideration by the judge to determine the compensations in this case. The verdict that was chosen is Putusan Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor 225/Pdt.G/2018/PN SDA namely dispute between Tjee Sik Hong a.k.a Edy Santoso as the litigant, PT. Kiat Ananda Cold Storage as defendant I, and Muhammad Firman as defendant II for the damage happened to the garlic that was stored in defendant I’s cold storage. This research was done by using juridical normative types of research with legislation and case approach. Prescriptive research specifications. Secondary data resource with qualitative normative analysis method. The result of this research states that there was an element of illegal acts committed by the Defendants that against with law obligations of the the perpetrator and against the appropiation that exist in society, to theirselves and others belongings. In law consideration, the judge determined that only defendant I responsible for paying material and immaterial damages in the amount of IDR 14.153.000.000,-. Therefore, defendat I could be declared proven to have committed an illegal act which fulfills the elements in Article 1365 of the Civil Code. Keywords: Goods deposit agreement, acts against the law, compensations | |
| 51438 | 29647 | I1A016096 | Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Wilayah Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Banyumas (Analisis Data Riskesdas Tahun 2018) | Latar Belakang : Prevalensi Hipertensi di Indonesia pada Tahun 2018 tercatat lebih tinggi pada wilayah perkotaan (34,43%) dibandingkan perdesaan (33,72%). Masyarakat yang hidup di wilayah perdesaan memiliki aktivitas fisik yang lebih tinggi serta konsumsi makanan yang sehat, sedangkan masyarakat perkotaan cenderung memiliki gaya hidup sedentari dengan aktivitas ringan serta memiliki pola makan yang tidak sehat yang berujung pada tingginya angka obesitas di perkotaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat wilayah perdesaan dan perkotaan di Kabupaten Banyumas (analisis data Riskesdas Tahun 2018). Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kabupaten Banyumas, dengan memanfaatkan data Riskesdas 2018 untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh anggota rumah tangga berusia ≥18 tahun di Indonesia yang terpilih sebagai sampel dari Riskesdas 2018, dan sampel dari penelitian ini adalah 2083 anggota rumah tangga berusia ≥18 tahun, yang terdiri dari 821 responden dari wilayah perdesaan, dan 1262 responden dari wilayah perkotaan. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis univariat dan bivariat, dan uji yang digunakan dalam analisis bivariate adalah uji chi-square. Hasil Penelitian : Prevalensi hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan (40,4%) dan perkotaan (40,3%). Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perdesaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, dan obesitas, sedangkan faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah perkotaan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, obesitas, serta kebiasaan merokok. Kesimpulan : Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi tidak jauh berbeda antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Perlu dilakukan upaya pengendalian terhadap faktor risiko dari hipertensi guna menurunkan prevalensi hipertensi di wilayah perdesaan dan perkotaan. | Background: The prevalence of hypertension in Indonesia on 2018 is higher in urban areas (34.43%) than rural areas (33.72%). People who live in rural areas have higher physical activity and consumption of healthy foods, while urban people tend to have a sedentary lifestyle with light activity and have unhealthy eating patterns which lead to high rates of obesity in urban areas. Therefore, this study aims to determine the factors associated with hypertension in rural and urban communities in Banyumas Regency (data analysis of Riskesdas 2018). Methods: a cross-sectional study in Banyumas, Indonesia. Data from a large-scale national health survey called Riskesdas were used to analyze factors associated. The population of this study were all peoples aged ≥18 years who selected as sample of Riskesdas 2018, and the number of samples from this study was 2083 peoples aged ≥18 years, consisted of 821 respondents from rural areas, and 1262 respondents from urban areas. Data analysis methods used univariate and bivariate analysis, bivariate analysis using Chi Square test. Results: The prevalence of hypertension in rural area (40,4%) are not much different with urban area (40,3%). Factors related to hypertension in rural areas were age, sex, education and obesity, while factors related to hypertension in urban areas were age, sex, education, occupation, obesity, and smoking habits. Conclusion: The factors that related to hypertension are not much different between rural and urban areas. Risk factors of hypertension need to be managed in order to decrease the prevalence of hypertension in rural and urban areas. | |
| 51439 | 8494 | G1B009020 | HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN KNEETING DI PT ROYAL KORINDAH PURBALINGGA | Kualitas fisik secara garis besar ditentukan oleh kemampuan untuk memelihara tubuhnya dengan makanan bergizi yang cukup. Seorang pekerja membutuhkan asupan zat gizi yang baik agar dapat menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi dan protein dengan produktivitas kerja pada karyawan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian cross sectional, dengan metode penelitian observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan bagian proses Knetting bulu mata di PT Royal Korindah Purbalingga sebesar 250 karyawan. Sampel dalam penelitian ini karyawan bagian proses Knetting bulu mata di PT Royal Korindah Purbalingga sebesar 70 karyawan. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan asupan energi dengan produktivitas kerja karyawan (p value = 0,043) dan tidak ada hubungan asupan protein dengan produktivitas kerja karyawan (p value = 1,000). berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan kepada karyawan agar mengkonsumsi makanan yang bersumber energi seperti ketela,singkong,nasi dan mengkonsumsi makanan bersumber protein misalnya tempe, tahu, telur perlu ditingkatkan kembali agar tidak mempengaruhi produktivitas dalam bekerja. | Physical quality is generally determined by the ability to nourish his body with enough nutritious food. A worker needs a good intake of nutrients in order to produce high work productivity. The purpose of this research is to know the relation of energy and protein intake to work productivity of employees. It’s a cross sectional research which used observational method. The population of this study are all employees of the eyelashes knetting unit in PT Royal Korindah Purbalingga, there are 250 employees. There are 70 employees of knetting unit as samples of this research. Results of the study suggested that there is a relation of energy intake to employee productivity (p value = 0,043) and there is no relationship of protein intake to work productivity of employees (p value = 1,000). Based on the results of this study, the researchers suggest to employees to consume energy such as cassava, cassava, rice and consume food protein source such as tempe, tofu, eggs, it need to be improved so it will not have negative affect to the productivity of work. | |
| 51440 | 43975 | C1C020089 | Pengaruh Biaya Lingkungan, Pengungkapan Lingkungan, dan Kinerja Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Energi dan Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2022) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh biaya lingkungan, pengungkapan lingkungan, dan kinerja lingkungan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan sektor energi dan perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2022. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 18 sampel perusahaan dengan empat tahun pengamatan sehingga data pengamatan penelitian ini berjumlah 72 data. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Biaya lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. (2) Pengungkapan lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. (3) Kinerja lingkungan tidak berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini yaitu perusahaan perlu menerapkan produktivitas atas aktivitas atau proses bisnis sehingga perusahaan dapat menekan pengeluaran biaya lingkungan. Perusahan perlu melakukan pengungkapan informasi terkait lingkungan sebagai bentuk kesadaran dan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Selain itu, perusahaan juga perlu menyampaikan informasi lebih detail mengenai elemen-elemen dalam penilaian kinerja lingkungan yang telah dilakukan pada setiap periode. | This research aims to examine and analyze the influence of environmental costs, environmental disclosure, and environmental performance on the financial performance of energy and plantation sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2022 period. The number of sampels used in this research was 18 company sampels with four years of observation so that the observation data for this research amounted to 72 data. The data analysis techniques used are panel data regression analysis. The research results show that (1) Environmental costs do not have a positive effect on financial performance. (2) Environmental disclosure has a positive effect on financial performance. (3) Environmental performance does not positively affect financial performance. The implication of this research is that companies need to apply productivity to their activities or business processes to reduce environmental costs incurred. The companies have disclosed information related to the environment as a form of company awareness and responsibility towards the environment. Besides that, the companies also need to disclose more detailed information regarding the elements of environmental performance assessments carried out in each period. |