Artikelilmiahs

Menampilkan 51.541-51.544 dari 51.544 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5154154958J0A023082Creating a Bilingual Public Service Announcement Video of M-Paspor at The Cilacap Immigration OfficeLaporan akhir ini memaparkan program pelatihan kerja selama empat bulan di Kantor Imigrasi Cilacap. Magang tersebut dilaksanakan di Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Divisi Intelijen dan Penegakan Imigrasi. Laporan ini bertujuan untuk menjelaskan pelaksanaan pelatihan kerja, proses pembuatan video Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dwibahasa tentang M-Paspor, serta kendala yang dihadapi selama proses produksi. Video PSA dwibahasa tersebut dibuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang aplikasi M-Paspor dengan memberikan informasi yang jelas dalam bahasa Indonesia disertai teks terjemahan dalam bahasa Inggris. Proyek ini dikembangkan karena banyak pemohon yang masih mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi tersebut, sementara informasi dwibahasa juga diperlukan untuk membantu warga negara asing. Laporan ini menggunakan tiga metode: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Produksi video terdiri dari tiga tahap: praproduksi, produksi, dan pascaproduksi, termasuk penulisan naskah, pengambilan gambar, perekaman narasi, penyuntingan video, dan pembuatan subtitle. Selama magang, penulis membantu para pemohon paspor, memverifikasi dokumen permohonan, membuat konten media sosial, dan melaksanakan tugas-tugas administratif. Beberapa tantangan, seperti menyeimbangkan tugas magang dengan produksi video, menyederhanakan informasi teknis, dan keterbatasan akses ke akun media sosial resmi, berhasil diatasi melalui manajemen waktu yang efektif, konsultasi dengan pembimbing, dan koordinasi dengan lembaga terkait. Secara keseluruhan, proyek ini berhasil menghasilkan video iklan layanan masyarakat (PSA) dwibahasa untuk meningkatkan layanan informasi publik.This final report presents a four-month job training program at the Cilacap Immigration Office.The internship was conducted in the Information and Communication Technology Division and the Intelligence and Immigration Enforcement Division. The report aims to explain the job training implementation, the process of creating a bilingual Public Service Announcement (PSA) video of M-Paspor, and the obstacles encountered during the production. The bilingual PSA video was created to improve public understanding of the M-Paspor application by providing clear information in Indonesian with English subtitles. The project was developed because many applicants still experience difficulties in using the application, while bilingual information is also needed to assist foreign nationals. This report employed three methods: observation, interview, and documentation. The video production consisted of three stages: pre-production, production, and post-production, including scriptwriting, filming, voice-over recording, video editing, and subtitle creation. During the internship, the writer assisted passport applicants, verified application documents, created social media content, and performed administrative tasks. Several challenges, such as balancing internship duties with video production, simplifying technical information, and limited access to official social media accounts, were overcome through effective time management, consultation with supervisors, and coordination with the institution. Overall, the project successfully produced a bilingual PSA video to improve public information service.
5154254959A1F022102Analisis Preferensi Konsumen Dalam Strategi Pengembangan Produk Katering Harian Siswa SMA Swasta Menggunakan Metode Konjoin dan Metode SCAMPERKatering harian siswa SMA swasta merupakan layanan penyediaan makanan yang berperan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus membentuk pola makan yang lebih sehat. Namun, tingkat penerimaan siswa terhadap menu, khususnya menu berbasis sayuran, masih dipengaruhi oleh preferensi terhadap berbagai atribut produk seperti jenis menu, jenis saus, cita rasa, dan bentuk penyajian. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengembangan produk yang didasarkan pada preferensi konsumen agar layanan katering lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi atribut yang memengaruhi preferensi konsumen dalam memilih layanan katering harian siswa SMA swasta, (2) mengidentifikasi kombinasi atribut layanan katering harian yang paling disukai konsumen berdasarkan analisis konjoin, serta (3) menyusun implementasi rancangan pengembangan produk katering harian berdasarkan preferensi konsumen menggunakan metode
SCAMPER.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang dilaksanakan pada siswa SMA swasta di Kecamatan Purwokerto Timur selama
bulan Maret–Juli 2026. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang menggunakan layanan katering harian dan memenuhi
kriteria penelitian. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Atribut yang dianalisis meliputi jenis menu utama, jenis saus, cita rasa,
dan bentuk penyajian. Data dianalisis menggunakan metode conjoint analysis dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27 untuk memperoleh nilai utilitas, tingkat
kepentingan atribut, dan kombinasi atribut yang paling disukai konsumen. Hasil analisis tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar penyusunan strategi
pengembangan produk melalui metode SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, dan Rearrange).
Hasil penelitian diharapkan dapat mengidentifikasi atribut layanan katering harian yang paling berpengaruh terhadap preferensi konsumen, menentukan
kombinasi atribut yang paling disukai sebagai dasar pengembangan produk, serta menghasilkan rekomendasi strategi pengembangan produk yang lebih tepat
sasaran melalui penerapan metode SCAMPER. Strategi yang dihasilkan diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dan penerimaan siswa terhadap layanan katering harian, khususnya menu berbasis sayuran, sehingga mendukung peningkatan konsumsi pangan bergizi sekaligus menjadi acuan bagi penyedia katering dalam mengembangkan produk yang lebih inovatif, kompetitif, dan sesuai dengan preferensi konsumen.
Daily catering services for private senior high school students play an important role in supporting nutritional adequacy and promoting healthier eating habits. However, students' acceptance of meal offerings, particularly vegetable-based menus, is influenced by their preferences for several product attributes, including the main dish, sauce type, flavor profile, and presentation style. Therefore, a product development strategy based on consumer preferences is required to ensure that catering services better meet students' needs and expectations. This study aims to (1) identify the attributes that influence consumer preferences in selecting daily catering services for private senior high school students, (2) identify the combination of catering service attributes most preferred by consumers based on conjoint analysis, and (3) develop a product development strategy for daily catering services based on consumer preferences using the SCAMPER method.
This study employed a quantitative non-experimental research design and was conducted among private senior high school students in East Purwokerto District from March to July 2026. Primary data were collected through questionnaires administered to 100 respondents who regularly used daily catering services and met the predetermined research criteria. Respondents were selected using a purposive sampling technique. The attributes evaluated in the conjoint analysis included the main dish, sauce type, flavor profile, and presentation style. Data were analyzed using Conjoint Analysis with IBM SPSS Statistics 27 to estimate part-worth utility values, determine the relative importance of each attribute, and identify the most preferred combination of attributes. The findings from the conjoint analysis were subsequently used as the basis for developing product improvement strategies through the SCAMPER method (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to Another Use, Eliminate, and Rearrange).
The findings of this study are expected to identify the catering service attributes that have the greatest influence on consumer preferences, determine the most preferred combination of attributes as the foundation for product development, and generate appropriate product development strategies through the implementation of the SCAMPER method. The proposed strategies are expected to enhance students' acceptance of daily catering services, particularly vegetable-based menus, while providing practical recommendations for catering service providers to develop products that are more innovative, competitive, and aligned with consumer preferences.
5154354961B1A022025EFEKTIVITAS BIOINSEKTISIDA BERBASIS ECO-ENZYME DARI TANAMAN ZODIA (Evodia suaveolens) DAN
SERAI WANGI (Cymbopogon nardus)
TERHADAP Aedes aegypti
Demam dengue merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia dengan vektor utama Ae. aegypti. Pengendalian larva umumnya masih menggunakan insektisida sintetis, namun penggunaannya secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi serta berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan adalah pemanfaatan bioinsektisida berbasis eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan hasil fermentasi bahan organik yang mengandung metabolit hasil fermentasi serta senyawa bioaktif dari bahan penyusunnya. Tanaman zodia (Evodia suaveolens) dan serai wangi (Cymbopogon nardus) diketahui memiliki kandungan senyawa yang bersifat insektisida sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku eco-enzyme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eco-enzyme berbasis tanaman zodia dan serai wangi terhadap mortalitas dan perkembangan larva Ae. aegypti, serta menentukan nilai LC₅₀ dan LC₉₀ sebagai dasar penentuan konsentrasi efektif.
Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji pendahuluan dilakukan menggunakan kontrol negatif (akuades) dan konsentrasi eco-enzyme 0,625%; 1,25%; 2,5%; 5%; 10%; 20%; dan 40% untuk menentukan nilai LC₅₀ dan LC₉₀ melalui analisis probit. Uji utama terdiri atas kontrol negatif, kontrol positif (abate), serta lima konsentrasi eco-enzyme hasil analisis probit dengan empat kali ulangan dan masing-masing ulangan menggunakan 10 ekor larva instar III Ae. aegypti. Parameter yang diamati meliputi pH eco-enzyme, hasil uji fitokimia kualitatif dan kuantitatif, persentase mortalitas larva, lama perkembangan larva menjadi pupa dan dewasa, serta persentase larva yang berkembang menjadi pupa dan dewasa. Data mortalitas dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene, Kruskal-Wallis, dan dilanjutkan uji Mann-Whitney pada taraf signifikansi 5%, sedangkan parameter lainnya dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa eco-enzyme zodia dan serai wangi memiliki pH di bawah 4 serta mengandung senyawa tanin, saponin, dan steroid. Eco-enzyme zodia maupun serai wangi berpengaruh terhadap mortalitas dan perkembangan larva Ae. aegypti. Eco-enzyme serai wangi memiliki aktivitas larvasida yang lebih tinggi dibandingkan eco-enzyme zodia berdasarkan nilai LC₅₀ sebesar 0,241% dan LC₉₀ sebesar 1,227%, sedangkan eco-enzyme zodia memiliki nilai LC₅₀ sebesar 3,960% dan LC₉₀ sebesar 8,726%. Peningkatan konsentrasi eco-enzyme meningkatkan mortalitas larva dan menghambat perkembangan larva menuju fase pupa dan dewasa. Eco-enzyme berbasis tanaman zodia dan serai wangi berpotensi digunakan sebagai bioinsektisida nabati terhadap larva Ae. aegypti, dengan eco-enzyme serai wangi menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan eco-enzyme zodia.
Dengue fever remains one of the major public health problems in Indonesia, with Aedes aegypti as its primary vector. Larval control is generally carried out using synthetic insecticides; however, their continuous use may lead to insecticide resistance and adverse environmental impacts. An environmentally friendly alternative is the use of eco-enzyme-based bioinsecticides. Eco-enzyme is a fermented organic solution containing fermentation metabolites and bioactive compounds derived from its raw materials. Zodia (Evodia suaveolens) and citronella (Cymbopogon nardus) are known to contain insecticidal compounds, making them potential raw materials for eco-enzyme production. This study aimed to determine the effects of eco-enzymes derived from zodia and citronella on the mortality and development of Aedes aegypti larvae and to determine the LC₅₀ and LC₉₀ values as the basis for selecting effective concentrations.
This study was conducted experimentally using a Completely Randomized Design (CRD). A preliminary test was carried out using a negative control (distilled water) and eco-enzyme concentrations of 0.625%, 1.25%, 2.5%, 5%, 10%, 20%, and 40% to determine the LC₅₀ and LC₉₀ values through probit analysis. The main experiment consisted of a negative control, a positive control (temephos), and five eco-enzyme concentrations determined from the probit analysis, with four replications and ten third-instar Ae. aegypti larvae in each experimental unit. The observed parameters included eco-enzyme pH, qualitative and quantitative phytochemical analyses, larval mortality percentage, larval development time to the pupal and adult stages, and the percentage of larvae developing into pupae and adults. Mortality data were analyzed using the Shapiro–Wilk, Levene, Kruskal–Wallis, and Mann–Whitney tests at a 5% significance level, while the remaining parameters were analyzed descriptively.
The results showed that both zodia and citronella eco-enzymes had pH values below 4 and contained tannins, saponins, and steroids. Both eco-enzymes significantly affected the mortality and development of Ae. aegypti larvae. Citronella eco-enzyme exhibited higher larvicidal activity than zodia eco-enzyme, with LC₅₀ and LC₉₀ values of 0.241% and 1.227%, respectively, whereas zodia eco-enzyme showed LC₅₀ and LC₉₀ values of 3.960% and 8.726%, respectively. Increasing eco-enzyme concentrations increased larval mortality and inhibited larval development into the pupal and adult stages. Eco-enzymes derived from zodia and citronella have the potential to be used as plant-based bioinsecticides against Ae. aegypti larvae, with citronella eco-enzyme showing greater effectiveness than zodia eco-enzyme.
5154454963J1B019049EUFEMISME DAN DISFEMISME PADA KOMENTAR
PENGGEMAR SEPAK BOLA DI MEDIA SOSIAL X
Penggunaan eufemisme dan disfemisme dalam komentar penggemar sepak bola pada akun X @idextratime mencerminkan strategi bahasa dalam mengekspresikan dukungan, kritik, sindiran, dan identitas kelompok di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi eufemisme serta disfemisme dalam komentar penggemar sepak bola di akun X @idextratime. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik. Sumber data berupa komentar pada unggahan akun X @idextratime mengenai Final Liga Champions UEFA dari tanggal 29–31 Mei 2026. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 data eufemisme dan 27 data disfemisme. Bentuk eufemisme meliputi sirkumlokusi, understatement, substitusi satu-ke-satu, metafora, dan hiperbola, sedangkan bentuk disfemisme meliputi metafora, kolokial, remodeling, hiperbola, flippancy (kesembronoan), jargon, dan substitusi satu-ke-satu. Seluruh data memiliki makna kontekstual yang dipengaruhi oleh situasi pertandingan dan budaya komunikasi penggemar sepak bola. Eufemisme berfungsi untuk memperhalus penilaian, mengurangi kekecewaan, memberikan penjelasan, harapan, hiburan, apresiasi, nasihat, dukungan, dan permohonan yang sopan, sementara disfemisme berfungsi untuk mempermalukan, mengekspresikan kemarahan, menekankan kondisi, merepresentasikan kondisi yang sangat buruk, dan mengekspresikan keterkejutan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penggunaan eufemisme dan disfemisme merepresentasikan strategi komunikasi, ekspresi emosional, dan dinamika interaksi penggemar sepak bola di media sosial.The use of euphemisms and dysphemisms in football fans' comments on the X account @idextratime reflects language strategies in expressing support, criticism, satire, and group identity in the digital space. This study aims to describe the forms, meanings, and functions of euphemisms and dysphemisms in football fans' comments on the X account @idextratime. The study used a qualitative descriptive method with a semantic approach. The data source was comments on the X account @idextratime's posts regarding the UEFA Champions League Final from 29–31 May 2026. Data were collected through listening and note-taking techniques, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana models. The results showed that there were 19 euphemism data and 27 dysphemism data. The forms of euphemism include circumlocution, understatement, one-for-one substitution, metaphor, and hyperbole, while the forms of dysphemism include metaphor, colloquial, remodeling, hyperbole, flippancy, jargon, and one-for-one substitution. All data have contextual meanings influenced by match situations and the communication culture of football fans. Euphemisms function to soften judgment, reduce disappointment, provide explanations, hope, entertainment, appreciation, advice, support, and polite requests, while dysphemisms function to embarrass, express anger, emphasize conditions, represent extremely bad conditions, and express surprise. The research findings indicate that the use of euphemisms and dysphemisms represents communication strategies, emotional expressions, and the dynamics of football fans' interactions on social media.