Artikelilmiahs

Menampilkan 51.541-51.560 dari 52.044 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5154132949C1C017042PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK,
KUALITAS PELAYANAN PERPAJAKAN DAN SANKSI PERPAJAKAN
TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK RESTORAN
(Studi Pada Pengusaha Rumah Makan Di Kabupaten Kebumen)
Abstraksi: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, kualitas pelayanan perpajakan, sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak restoran di Kabupaten Kebumen. Sampel diambil menggunakan teknik Cluster Sampling dengan jumlah 97 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda.

Hasil menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak dan kualitas pelayanan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak restoran di Kabupaten Kebumen, namun sanksi perpajakan berpengaruh negatif terhadap kepatuhan wajib pajak restoran di Kabupaten Kebumen.

Abstract: This study aims to determine taxpayer awareness of Kebumen Regency's restaurant taxpayer compliance, the quality of tax services, and the impact of tax sanctions. Samples were taken using a cluster sampling technique with a total of 97 respondents. Use surveys to collect data and analyze it using multiple linear regression analysis.
The results show that taxpayer awareness and quality of tax service have a positive impact on Kebumen Regency's restaurant taxpayer compliance, while tax sanctions have a negative impact on Kebumen Regency's restaurant taxpayer compliance.

5154227055D1A015072MORFOLOGI CACING DAUN Fasciola hepatica DI HATI DAN TELUR CACING DI FESES
PADA SAPI YANG DI POTONG DI RPH BANTARWUNI BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cacing dan telur cacing Fasciola hepatica serta mengetahui hubungan antara jumlah cacing dengan jumlah telur cacing Fasciola hepatica. Materi penelitian yang digunakan yaitu hati sapi potong yang terinfeksi cacing Fasciola hepatica dan jumlah telur cacing yang terdapat pada feses sapi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Data yang didapat kemudian dianalisis menggunakan uji regresi untuk membandingkan jumlah telur dan jumlah cacing Fasciola hepatica pada hati, analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan morfologi cacing. Variabel yang diukur yaitu jumlah cacing, morfologi cacing, dan jumlah telur cacing. Hasil analisis menunjukan adanya perbedaan nyata (P<0,05) antara jumlah cacing dalam hati dan jumlah telur pada feses. Disimpulkan bahwa jumlah cacing Fasciola hepatica pada hati berpengaruh terhadap jumlah telur yang keluar lewat feses. Hasil analisis persamaan regresi y= 362,96 + 3,3 x yang dapat disimpulkan bahwa dalam tiap kenaikan satu cacing Fasciola hepatica memberikan pengaruh terhadap jumlah telur sebanyak 363 butir.This study aimed to identify the worms and eggs of theworm Fasciola hepatica and find out the relationship between the number of worms and the number ofworm eggs Fasciola hepatica. The research material used is beef liver infected withworms Fasciola hepatica and the number of worm eggs found in catle feces. The research method used was a survey method. The data obtained were then analyzed using a regression test to compare the number of eggs and the number ofworms Fasciola hepatica in the liver, descriptive analysis was used to describe the morphology of the worms. The variables measured were the number of worms, morphology of worms, and the number of worm eggs. The analysis showed a significant difference (P <0.05) between the number of worms in the liver and the number of eggs in the stool. It was concluded that the number ofworms Fasciola hepatica in the liver affects the number of eggs that come out of feces. The results of the analysis of the regression equation y= 362,96 + 3,3 x which can be concluded that in each increase of one worm Fasciola hepatica gives an influence on the number of eggs as many as 363 eggs.
5154350395I1C020069FORMULASI BODY SCRUB EKSTRAK ETANOL KACANG HIJAU (Vigna radiata) DAN SERBUK BERAS PUTIH (Oryza sativa L.)Penelitian ini bertujuan memformulasikan body scrub dari ekstrak kacang hijau (Vigna radiata) dan serbuk beras putih (Oryza sativa L.) sebagai agen pelembab dan eksfoliator alami. Asam stearat dan trietanolamin sebagai emulgator divariasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menguji pengaruh sifat dan stabilitas fisik sediaan body scrub ekstrak kacang hijau (Vigna radiata) dan beras putih (Oryza sativa L.) dengan variasi konsentrasi trietanolamin dan asam stearat serta untuk mengetahui konsentrasi trietanolamin dan asam stearat yang menghasilkan body scrub dengan sifat dan stabilitas fisik yang paling baik. Kacang hijau diekstraksi dengan metode maserasi, kemudian dibuat dalam bentuk krim body scrub dengan variasi konsentrasi Asam Stearat dan Trietanolamin. Body scrub dibuat 3 formula yaitu F0 (6;0,5), F1 (6:0,5), F2 (8:1), dan F3 (10:2). Uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Setelah dilakukan uji sifat fisik, dilakukan pula uji stabilitas fisik dengan metode Freeze-Thaw. Seluruh formula telah memenuhi kriteria sifat fisik dan stabilitas fisik krim body scrub, kecuali daya sebar yang masih dibawah 5 cm, dengan daya sebar terbaik yaitu F1 dengan rata-rata 3,98 cm. Variasi konsentrasi asam stearat dan trietanolamin mempengaruhi sifat fisik sediaan krim body scrub yaitu pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat. Konsentrasi asam stearat dan trietanolamin yang tinggi akan meningkatkan pH, viskositas, dan daya lekat, namun akan menurunkan daya sebar sediaan. Body scrub dengan konsentrasi asam stearat 6% dan trietanolamin 0,5% (F1) adalah body scrub dengan formula yang paling baik.This study aims to formulate a body scrub from mung bean extract (Vigna radiata) and white rice powder (Oryza sativa L.) as a natural moisturizer and exfoliator. Stearic acid and triethanolamine as emulsifiers were varied to determine their effect on the physical properties and stability of the preparation. This study aims to test the effect of the physical properties and stability of the body scrub formulation made from green bean extract (Vigna radiata) and white rice (Oryza sativa L.) with varying concentrations of triethanolamine and stearic acid, as well as to determine the concentrations of triethanolamine and stearic acid that produce a body scrub with the best physical properties and stability. Green beans were extracted using the maceration method, then made into a body scrub cream with varying concentrations of stearic acid and triethanolamine. Three body scrub formulas were created: F0 (6:0.5), F1 (6:0.5), F2 (8:1), and F3 (10:2). Physical stability tests include organoleptic tests, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, and adhesion. After the physical property tests, physical stability tests were also conducted using the Freeze-Thaw method. All formulas met the criteria for physical properties and physical stability of body scrub creams, except for spreadability, which was still below 5 cm, with the best spreadability being F1 with an average of 3.98 cm. Variations in the concentrations of stearic acid and triethanolamine affect the physical properties of the body scrub cream formulation, namely pH, viscosity, spreadability, and adhesion. High concentrations of stearic acid and triethanolamine increase pH, viscosity, and adhesion, but reduce the spreadability of the formulation. The body scrub with a stearic acid concentration of 6% and triethanolamine concentration of 0.5% (F1) is the body scrub with the best formulation.
515446225C1A009115FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI NLAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA TAHUN 2007.I-2011.IVPenelitian ini berjudul “Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika Tahun 2007.I-2011.IV”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika dengan variabel penelitiannya BI Rate, pinjaman dollar Amerika, jumlah uang beredar (M2), inflasi dan cadangan devisa.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis kuantitatif menggunakan metode analisis regresi linier berganda, uji statistik (Uji R2, Uji t, Uji F) dan uji asumsi klasik (Multikolinieritas, Heterokedastisitas, Autokorelasi dan Normalitas). Data yang digunakan adalah data time series, yaitu data triwulanan periode 2007.I-2011.IV atau jumlah data sebanyak 20 pengamatan.
Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel BI Rate, pinjaman dollar Amerika, jumlah uang beredar, inflasi dan cadangan devisa berpengaruh secara simultah terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Namun secara parsial variabel BI Rate, pinjaman dollar Amerika dan jumlah uang beredar (M2) yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Sementara itu, hasil uji elastisitas menunjukkan bahwa jumlah uang beredar (M2) merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.
Implikasi dari penelitian ini adalah untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika tetap stabil, BI Rate yang merupakan instrumen kebijakan Bank Indonesia sebaiknya fleksibel mengikuti perkembangan ekonomi domestik maupun dunia, persediaan atau supply dollar Amerika juga perlu diperhatikan karena apabila kebutuhan akan dollar Amerika tidak tercukupi akan menyebabkan rupiah terdepresiasi, sementara untuk jumlah uang beredar (M2) pemerintah dan Bank Indonesia juga perlu mengaturnya karena terlalu banyak jumlah uang beredar akan menyebabkan inflasi dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika terdepresiasi.
This research is entitled “The Factors That Effect of Exchange Rate of Rupiah Against The U.S Dollar 2007.I-2011.IV Period”. The aims of the research are to find out the factors of the influence of exchange rate Rupiah/U.S. Dollar using variables are BI Rate, commercial loan (U.S. Dollar), broad money (M2), inflation and foreign exchange reserves.
The research methods that used in this study are quantitative analysis using multiple linear regression , statistical tests (R2 test, t test, F test) and classical assumption tests (multicollinearity, heteroskedasticity, autocorrelation and normality). The data used in the research are time series data in quarter period from 2007.I-2011.IV or as many as 20 observations.
Based on the result of multiple linear regression test shows that the variable BI Rate, commercial loan (U.S. Dollar), broad money (M2), inflation and foreign exchange reserves simultaneously has significant effect to exchange rate Rupiah/U.S. Dollar. However, partially the variable of inflation and foreign exchange reserves that has significant effect to exchange rate Rupiah/U.S Dollar. Meanwhile, the result of elasticity test explains that the broad money variable is a variable that has the most impact to exchange rate Rupiah/U.S Dollar.
The implications of the research are BI rate is main instrument Central Bank of Indonesia’s policy must be flexible according to Indonesia and global economic, supply of US dollar must be sufficient to fulfilled US dollar loan demand and broad money (M2) are regulated by government and Bank Indonesia not occur inflation and depreciation, in order to stability of exchange rate rupiah/US dollar.

515456870F1D006009Perspektif Ekonomi Politik Peran Disperindakop Dalam Pengelolaan Pasar Segamas Untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Kabupaten PurbalinggaTujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran Disperindagkop dalam pengelolan Pasar Segamas di Kabupaten Purbalingga, dan menjelaskan faktor-faktor ekonomi politik yang dominan mendukung dan menghambat pengelolaan Pasar Segamas dalam peningkatan Penghasilan Asli Daerah Kabupaten Purbalingga Metode yang gunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini ialah kepala Disperindagkop Kabupaten Purbalingga, DPRD Komisi B, Tokoh Masyarakat, Paguyuban Pasar Segamas, Pedagang. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan Wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah dengan model analisis interaktif dengan keabsahan data diuji mengunakan Triagulasi Sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Disperindagkop dalam pengelolaan pasar segamas, yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah dan UPTD Pasar Segamas. Hubungan interaksi antara pemerintah daerah (Disperindagkop) dan UPTD Pasar Segamas tercipta hubungan kerjasama yang saling menguntungkan dengan meningkatnya pendapatan asli daerah dari sektor pasar. Didasarkan analisa ekonomi politik (nilai, kepentingan, kekuasaan) peran Disperindagkop dalam hubunganya dengan aktor lain (UPTD Pasar Segamas) memiliki posisi dominan dan kuat dalam hubungan pengelolaan pasar segamas. Hal ini dikarenakan faktor pendukung lebih berpengaruh pada peran pemerintah daerah dalam mengelola pasar segamas. Adapun faktor pendukung memiliki legal formal, letak pasar segamas yang strategis, adanya dukungan masyarakat Purbalingga, pasar segamas sebagai sumber pendapatan daerah dan adanya otonomi daerah. Sedangkan faktor penghambat peran Disperindagkop dalam pengelolaan pasar segamas yaitu minimnya Sumber daya manusia dalam pengelolaan akiabatnya kurang maksiamal serta kurangnya fasiliats dalam pasar sehingga pengunjung kurang nyaman .

The purpose of this study is to understand the role in the management Disperindagkop Segamas Markets in Purbalingga , and explain the political economy factors that support and hinder dominant market management Segamas in regional real income increased Purbalingga method used descriptive qualitative research . Objectives of this study is to head Disperindagkop Purbalingga , Commission B DPRD , Community Leaders , Circle Segamas Market , Trader . Informant retrieval technique using purposive sampling and snowball sampling . Data was collected through in-depth interviews , observation , documentation . The analytical method used is to model the interactive analysis with the data validity was tested using Triagulasi sources .
The results showed that Disperindagkop role in the management of Segamas market , which is managed independently by local governments and UPTD Segamas Market . Interaction between local government ( Disperindagkop ) and UPTD Segamas Market created a mutually beneficial partnership with the increasing revenue of market sectors . Based analysis of political economy ( the value , importance , power ) Disperindagkop role in relation to the other actors ( UPTD Segamas Market ) has a dominant position in relationship management and strong Segamas market . This is because the supporting factors have more influence on local government's role in managing Segamas market . The contributing factors have formal legal Segamas strategic market location , the community support Purbalingga , Segamas market as a source of regional income and regional autonomy . While inhibiting factor Disperindagkop role in market management Segamas namely the lack of human resources in the management and lack akiabatnya less maksiamal fasiliats in the market so that visitors are less comfortable .
5154614917F1B010005Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Etiket Pelayanan
Terhadap Kepuasan Masyarakat Dalam Pembuatan Sertifikat Tanah
di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Ciamis
Masyarakat menginginkan pelayanan publik yang efektif dan efisien dari pemerintah dalam berbagai hal. Pelayanan publik merupakan masalah yang terus menerus selalu ada bagi instansi pemerintah atau badan usaha milik negara yang menyelenggarakan. Instansi pemerintah dalam hal ini Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Ciamis terus berupaya memberikan pelayanan yang prima. Dalam beberapa tahun terakhir ini berbagai masalah di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Ciamis muncul ke permukaan, hal ini terkait dengan pelayanan yang berbelit, biaya yang tinggi, dan waktu yang lama.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh kualitas pelayanan (X1) terhadap kepuasan masyarakat (Y), besarnya pengaruh etiket pelayanan (X2) terhadap kepuasan masyarakat (Y), dan besarnya pengaruh kualitas pelayanan (X1) dan etiket pelayanan (X2) terhadap kepuasan masyarakat (Y) di Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Ciamis.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, untuk mengetahui adakah pengaruh dari variabel kualitas pelayanan dan etiket pelayanan terhadap kepuasan masyarakat. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling metode pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara, dan observasi. Sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menggunakan jasa pelayanan pembuatan sertifikat tanah di Kantor BPN Kabupaten Ciamis dalam setahun terakhir.
Berdasarkan hasil yang didapatkan dari uji regresi ordinal menunjukkan bahwa dari dua variabel yang terdiri dari kualitas pelayanan dan etiket pelayanan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kepuasan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap variabel dependen yaitu kepuasan masyarakat.
People want a public service that is effective and efficient than the government in various ways. Public service is an ongoing problem that has always existed for government agencies or state-owned enterprises were organized. Government agencies in this case the National Land Agency Ciamis Regency continues to provide excellent service. In recent years, various problems in the Office of the National Land Agency Ciamis Regency surfaced, it is associated with convoluted service, high cost, and a long time.
The purpose of this study was to magnitude the effect of quality of service (X1) to the public satisfaction (Y), magnitude the effect of etiquette service (X2) to the public satisfaction (Y), and the magnitude the effect of quality of service (X1) and the etiquette service (X2) to public satisfaction (Y) in the Office of the National Land Agency Ciamis District.
The method used is quantitative method to know is there any effect of the variable quality of service and etiquette of service to the public satisfaction. The sampling technique using cluster random sampling method of data collection using questionnaires, interviews, and observations. The targets of this research are people who use services titling of land in Ciamis District Land Office in the past year.
Based on the results of ordinal regression test showed that two variables consisting of quality of service and service etiquette significant and positive impact on people's satisfaction. This proves that all independent variables have a significant and positive effect on the dependent variable, namely the satisfaction of the public.
5154755415I4D025002Asuhan Gizi Pada Pasien Tuberkulosis Paru Milier, Colic Abdomen, dan AnemiaPasien masuk dengan diagnosis Tuberkulosis milier, colic abdomen, dan anemia. Studi
kasus dilakukan di RSUD Welas Asih pada April 2026 selama 3 hari intervensi.
Pengumpulan data meliputi pengukuran menggunakan tinggi lutut dan Lingkar
Lengan Atas (LiLA), biokimia darah, fisik/klinis, asupan menggunakan food recall 24
jam dan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), serta menggunakan
data rekam medis. Intervensi diet diberikan pada hari pertama sebesar 67% dari
kebutuhan energi, 1325 kkal (67%), protein 49 g (62%), lemak 50 gram (91%),
karbohidrat 157 gram (54%) dengan bentuk makanan lunak. Pada hari kedua dan
ketiga, pemberian diet ditingkatkan menjadi 73% dari kebutuhan energi, 1444 kkal
(73%), protein 55 gram (70%), lemak 38 gram (69%), karbohidrat 213 gram (73%)
dengan bentuk makanan cincang. Diagnosis gizi meliputi asupan oral inadekuat,
malnutrisi akibat penyakit kronis, dan pemilihan makanan yang tidak diinginkan.
Intervensi diberikan berupa Diet Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) dengan
kebutuhan energi 2022,3 kkal, protein 79,4 g, lemak 56,2 g, dan karbohidrat 298,3 g,
disertai edukasi, konseling, dan kolaborasi tim kesehatan. Hasil monitoring dan
evaluasi menunjukkan peningkatan asupan dari 17,2% menjadi 71,9%, ditandai dengan
meningkatnya nafsu makan.
The patient was admitted with diagnoses of miliary tuberculosis, abdominal colic, and
anemia. This case study was conducted at RSUD Welas Asih in April 2026 over a 3 day
intervention period. Data collection included anthropometric assessment using knee
height and Mid-Upper Arm Circumference (MUAC), blood biochemical tests, physical
and clinical examinations, dietary intake assessment using a 24-hour food recall and
Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), and medical record
review. On the first day, the patient received a soft diet providing 1,325 kcal (67% of
energy requirements), 49 g protein (62%), 50 g fat (91%), and 157 g carbohydrates (54%).
On the second and third days, the diet was increased to 1,444 kcal (73%), 55 g protein
(70%), 38 g fat (69%), and 213 g carbohydrates (73%) with a minced-food texture.
Nutrition diagnoses included inadequate oral intake, chronic disease-related
malnutrition, and undesirable food choices. A High Energy High Protein diet was
prescribed, providing 2.022,3 kcal, 79,4 g protein, 56,2 g fat, and 298,3 g carbohydrates,
accompanied by nutrition education, counseling, and multidisciplinary collaboration.
Monitoring and evaluation results showed that dietary intake improved from 17,2% to
71,9%, accompanied by an increase in appetite.
5154855416I4D025020Laporan Kasus: Asuhan Gizi Terstandar pada Pasien Fistel Rectovaginal Post Laparotomi Abdominoperineal Resection dengan Kolostomi Permanen Fistel rectovaginal merupakan salah satu komplikasi yang terjadi pada tumor rektum, yaitu adanya hubungan abnormal antara rektum dan vagina sehingga menyebabkan keluarnya gas atau fese melalui vagina. Laparotomi abdominoperineal resection (APR) merupakan tindakan pengangkatan rektum, anus, dan sfingter ani sehingga pasien memerlukan kolostomi permanen sebagai jalur keluarnya feses. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan gizi pada pasien fistel rectovaginal post laparotomi abdominoperineal resection dengan kolostomi permanen. Subjek merupakan pasien berusia 61 tahun dengan riwayat massa rektum dan telah melakukan operasi laparatomi APR dengan kolostomi permanen. Desain penelitian ini berupa studi kasus yang dilaksanakan di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten pada bulan Januari 2026 dengan empat hari intervensi dan monitoring evaluasi. Asuhan gizi pasien dimulai dengan asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring, dan evaluasi gizi. Pasien diberikan diet tinggi protein dan rendah serat dengan tekstur secara bertahap (cair, saring, dan lumak). Berdasarkan prinsip dan syarat diet ESPEN pemberian intervensi target asupan pada hari pertama dan kedua yaitu 50%, hari ketiga 60%, dan hari keempat 90% meningkat secara bertapah beririsan dengan kondisi fisik klinis pasien. Pemantauan selama empat hari menunjukkan adanya peningkatan asupan energi, lemak, dan karbohidrat. Kondisi fisik klinis juga mengalami perbaikan pada hari terakhir intervensi.A rectovaginal fistula is a complication of rectal tumors characterized by an abnormal connection between the rectum and the vagina, resulting in the passage of gas or feces through the vagina. Abdominoperineal resection (APR) is a surgical procedure to remove the rectum, anus, and anal sphincter, requiring the patient to undergo a permanent colostomy as a route for fecal elimination. This case report aims to describe the nutritional care process for patient with a rectovaginal fistula following an abdominoperineal resection (APR) with a permanent colostomy. The subject was a 61 year old patient with a history of a rectal mass who had undergone an APR with colostomy permanent. This study was designed as a case study conducted at RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten in Januari 2026, involving four days of intervention, monitoring, and evaluation. The patient’s nutritional care began with assessment, diagnosis, intervention, monitoring, and nutritional evaluation. The patient was placed on a high-protein, low-fiber-diet with a gradually progressing texture (liquid, strained, and pureed). Based on ESPEN dietary principles and requirements, the target intake for the first and second days was 50%, the third day 60%, and the fourth day 90%, increasing gradually in accordance with the patient clinical physical condition. Monitoring over the foru days showed an increase in energy, fat, and carbohydrate intake. Clinical physical condition also improved by the last day of the intervention.
5154941996I1C019012FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN SIRIH MERAH (Piper crocatum) SEBAGAI ANTIJERAWATJerawat merupakan suatu kondisi peradangan pada kulit yang dapat disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Kombinasi ekstrak etanol daun kelor dan sirih merah terbukti dapat menghambat bakteri P. acnes dengan sangat kuat karena mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, alkaloid, fenol, dan eugenol. Tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh kombinasi ekstrak etanol daun kelor dan sirih merah terhadap sifat dan stabilitas fisik krim serta aktivitas antibakteri terhadap P. acnes. Penelitian eksperimental ini dilakukan pembuatan sediaan krim pada perbandingan F0 (0%:0%), F1 (5%:0%), F2 (0%:5%), F3 (2,5%:2,5%), dan F4 (1,25%:1,25%), evaluasi sifat dan stabilitas fisik serta uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi sumuran. Hasil menunjukkan kombinasi ekstrak daun kelor dan sirih merah berpengaruh signifikan terhadap viskositas dan daya lekat krim, tidak berpengaruh terhadap stabilitas fisik krim selama penyimpanan, dan memiliki aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan krim ekstrak tunggal. Formula 3 (2,5%:2,5%) memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes paling besar yaitu sebesar 11,67 mm. Acne is an inflammatory condition of the skin that can be caused by the bacterium Propionibacterium acnes. The combination of the ethanol extracts of moringa leaf and red betel leaf has been shown to inhibit P. acnes bacteria powerfully because they contain flavonoid, saponins, tannins, alkaloids, phenols, and eugenol. This study aims to see the effect of a combination of ethanol extracts of moringa and betel leaf on properties and physical stability of the cream as well as antibacterial activity against P. acnes. This experimental research was carried out to make cream in the ratio of F0 (0%: 0%), F1 (5%: 0%), F2 (0%: 5%), F3 (2.5%: 2.5%), and F4 (1.25%:1.25%), evaluation of physical properties and stability and antibacterial activity test using the well diffusion method. The results showed that the combination of Moringa leaf extract and red betel had a significant effect on the viscosity and stickiness of the cream, had no effect on the physical stability of the cream during storage, and had better antibacterial activity than single extract cream. Formula 3 (2.5%:2.5%) had the greatest antibacterial activity against P. acnes, which was 11.67 mm.
5155028669I1D015035HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI JUNK FOOD,
PENGETAHUAN GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN
STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI SMA IT AL-IRSYAD
PURWOKERTO
Latar Belakang: Remaja putri merupakan salah satu kelompok sasaran yang berisiko
mengalami gizi lebih dan dapat mengalami gizi kurang. Kelebihan energi pada remaja
salah satunya disebabkan oleh kebiasaan konsumsi junk food. Pola hidup masyarakat
yang saat ini cenderung sedentary perlu mendapatkan perhatian karena aktivitas fisik
yang rendah meningkatkan risiko kejadian obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi junk food, pengetahuan gizi, dan
aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja putri di SMA IT Al-Irsyad Purwokerto.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Sampel pada
penelitian ini berjumlah 39 responden menggunakan metode random sampling. Data
frekuensi konsumsi junk food diambil menggunakan kuesioner FFQ, data aktivitas fisik
menggunakan kuesioner PAQ-A, dan kuesioner pengetahuan gizi dibuat oleh peneliti
yang disesuaikan dengan variabel yang diteliti dengan uji validitas dan reliabilitas
terlebih dahulu.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan 13% responden mengalami
overweight, dan 87% memiliki status gizi normal. Tidak ada hubungan signifikan antara
status gizi dengan frekuensi konsumsi junk food, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik
dinilai secara berurutan p=0,52; p=0,57; p=0,57.
Kesimpulan: Frekuensi konsumsi junk food, pengetahuan gizi, dan aktivitas fisik tidak
berhubungan signifikan dengan status gizi pada remaja putri SMA IT Al-Irsyad
Purwokerto.
Background: Girl teenage is including one of nutritionally vulnerable age group to get
overweight and it also has possibility to have lack of nutrition. Junk food daily
consumption is one of causes that makes overweight in adolescent. Nowadays, the
community lifestyle has changed into sedentary lifestyle, and it has to get more attention
because the lower physical activities increasing the risk of obesity. This research has
aim to know the relationship between junk food consumption, nutrition knowledge, and
physical activity of nutritional status teenage girl at SMA IT Al-Irsyad Purwokerto.
Method: This research used cross sectional method. Samples in this research had
amount 39 respondents which was taken by random sampling method. The data of junk
food consumption frequency was taken by FFQ, physical activities data was taken by
PAQ-A, and questionnaire of nutritional knowledge was made by the researcher that
had adjusted with the variables which had gotten validity and reliability tests.
Result: This research was showing 13% respondents get overweight, and 87% had
normal nutritional status. There was no significant correlated between nutritional status
with frequency of junk food consumption, nutritional knowledge, and physical activity
that has value p=0,52; p=0,57; p=0,57.
Conclusion: The frequency of junk food consumption, nutritional knowledge, and
physical activity were not correlated with nutritional status at girl teenage in SMA ITAl-Irsyad Purwokerto.
5155155418I4D025024Asuhan Gizi Terstandar Pada Pasien SAH (Subarachnoid Hemorrhage) non traumatik, SAH (Subarachnoid Hemorrhage) Ruptured PCOM (Posterior Communicating Artery) Aneurysm di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Stroke merupakan salah satu penyakit dengan penyebab kematian tertinggi kedua di Dunia. Dari beberapa jenis stroke, sekitar 5% merupakan stroke perdarahan subaraknoid .Tujuan penelitian adalah untuk memberikan proses asuhan gizi terstandar sesuai dengan kebutuhan pasien dan mengetahui efektifitasnya. Metode penelitian adalah studi kasus dengan subyek seorang pasien SAH (Subarachnoid Hemorrhage) non traumatik di Rumah Sakit Umum Pusat dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Alur asuhan gizi dimulai dari assessment, diagnosis, intervensi, monitoring dan evaluasi. Intervensi dilakukan selama 4 hari dari persiapan tindakan pembedahan craniotomy clipping aneurisma hingga post pembedahan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan observasi rekam medik. Dari penelitian didapatkan bahwa terdapat perubahan nilai biokimia dan fisik/klinis pasca pembedahan. Data asupan menunjukkan data yang fluktuatif saat intervensi. Stroke is the second leading cause of death worldwide. Among the various types of stroke, subarachnoid hemorrhage accounts for approximately 5% of cases. This study aimed to provide standardized nutrition care tailored to the patient's needs and to evaluate its effectiveness. A case study method was employed, focusing on a patient with non-traumatic subarachnoid hemorrhage (SAH) at Dr. Soeradji Tirtonegoro Central General Hospital, Klaten. The nutrition care process followed the standard sequence of assessment, diagnosis, intervention, monitoring, and evaluation. The intervention spanned four days, covering the period from preparation for aneurysm clipping craniotomy surgery through the post-operative phase. Data were collected via interviews and a review of medical records. The study revealed changes in biochemical and physical/clinical parameters following surgery, while intake data showed fluctuations throughout the intervention period
5155225110C1B015088ANALISIS PENJADWALAN WAKTU PROYEK KONTRUKSI DENGAN CPM, PERT DAN S-CURVE (STUDI KASUS PADA PROYEK JALAN DAN JEMBATAN NGALANG-NGUWOT-GADING GUNUNG KIDUL)Penelitian ini merupakan penelitian terapan yang berupa studi kasus pada PT Aneka Dharma Persada. PT Aneka Dharma Persada merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha jasa kontruksi. Perusahaan memerlukan manajemen proyek yang baik terutama pada bagian perencanaan dan penjadwalan, karena perusahaan dituntut untuk dapat menyelesaikan proyek sebelum atau tepat pada tanggal jatuh tempo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Critical Path Method (CPM), Program Evalution and review Technique (PERT) dan S-Curve. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data untuk penjadwalan waktu metode CPM proyek dapat diselesaikan 266 hari, metode PERT dan S-Curve 267 hari. Sedangkan perencanaan penjadwalan waktu proyek oleh perusahaan adalah 290 hari. Probabilitas penyelesaian proyek 267 hari adalah 99,95%. Setelah dilakukan Crashing tiga hari pada lintasan kritis perencanaan waktu proyek menjadi 233 hari dengan biaya total Rp 58.310.492.034,207 selisih Rp 72.210.000 dari perencanaan biaya total perusahaan yaitu Rp 58.238.282.034,207. Dengan demikian penjadwalan waktu proyek metode CPM, PERT, S-Curve dan Crashing dapat menghasilkan perencanaan waktu yang lebih singkat dengan penambahan biaya yang tidak terlalu besar. This research is an applied research in the form of a case study at PT Aneka Dharma Persada. PT Aneka Dharma Persada is a company engaged in the business of construction services. Companies need good project management, especially in the planning and scheduling section, because companies are required to be able to complete the project before or on the due date. The methods used in this study are Critical Path Method (CPM), Program Evalution and review Technique (PERT) and S-Curve. Based on the results of research and data analysis for scheduling the CPM method time the project can be completed 266 days, PERT and S-Curve 267 days. While planning the project scheduling time by the company is 290 days. The probability of completing a project of 267 days is 99.95%. After crashing three days on the critical track project time planning to 233 days with a total cost of Rp. 58,310,492,034,207, the difference was Rp. 72,210,000 from the planning of the company's total cost of Rp. 58,238,282,034.207. Thus the project time scheduling method CPM, PERT, S-Curve and Crashing can produce shorter time planning with additional costs that are not too large.
5155348504H1B021014Pengendalian Banjir Pada Sungai Serayu Desa Cindaga Kabupaten Banyumas Menggunakan Kombinasi Pemodelan HEC-RAS 1D dan 2DSungai adalah wadah alami atau buatan yang memanjang dari hulu ke hilir yang dibatasi kanan dan kiri oleh garis sempadan. Sungai memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Namun sungai dapat menjadi penyebab banjir yang dapat merugikan, terutama ketika alirannya meluap dengan debit air yang meningkat sehingga terjadi genangan yang luas. Salah satu daerah rawan terjadi bencana banjir yaitu Desa Cindaga yang berada di Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas yang terletak di sepanjang aliran Sungai Serayu. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan melalui analisis hidrologi dan analisis hidraulika dengan bantuan software HEC-RAS. Data debit dianalisis untuk menghasilkan debit rencana melalui HSS SCS Segitiga Berdimensi, sedangkan data topografi dilakukan untuk mensimulasikan tinggi muka air dan penyebaran banjir di Desa Cindaga. Dalam melakukan analisis hidraulika, digunakan pemodelan HEC-RAS menggunakan kombinasi 1D dan 2D untuk mensimulasikan banjir sebagai langkah awal dalam mengambil kebijakan dan pencegahan bencana banjir di Desa Cindaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis hidrologi yang dilakukan didapatkan debit kala ulang rancangan dengan periode ulang 25 dengan metode analisis frekuensi dan diperoleh debit sebesar 1884,14 m3/detik. Analisis hidraulika dilakukan menggunakan kombinasi pemodelan HEC-RAS 1D dan 2D dengan simulasi unsteady flow menunjukkan bahwa kondisi eksisting semua penampang mengalami banjir dan diperoleh luas genangan sebesar 163,49 ha. Pengendalian banjir dilakukan dengan cara normalisasi sungai dan pembuatan tanggul. Hasil simulasi menunjukkan bahwa normalisasi sungai hanya mengurangi luas genangan sebesar 2,83%. Setelah dilakukan pengendalian banjir berupa pembuatan tanggul, sungai tidak mengalami limpasan ke Desa Cindaga dan mengurangi luas genangan sebesar 36,42%.A river is a natural or artificial container that extends from upstream to downstream bounded on the right and left by a border line. Rivers play an important role in human life. However, rivers can cause flooding that can be detrimental, especially when the flow overflows with increased water discharge resulting in extensive inundation. One of the areas prone to flooding is Cindaga Village in Kebasen District, Banyumas Regency, which is located along the Serayu River. This research was conducted using an approach through hydrological analysis and hydraulic analysis with the help of HEC-RAS software. Discharge data was analyzed to produce a plan discharge through the Triangular Dimensioned HSS SCS, while topographic data was carried out to simulate the water level and flood distribution in Cindaga Village. In conducting hydraulic analysis, HEC-RAS modeling using a combination of 1D and 2D was used to simulate flooding as a first step in making policies and preventing flood disasters in Cindaga Village. The results showed that the hydrological analysis carried out obtained a design return period discharge with a return period of 25 with the frequency analysis method and obtained a discharge of 1884,14 m3/second. Hydraulic analysis conducted using a combination of HEC-RAS 1D and 2D modeling with unsteady flow simulation shows that the existing conditions of all cross sections are flooded and an inundation area of 163,49 ha is obtained. Flood control is carried out by normalizing the river and building embankments. Simulation results show that river normalization only reduces the inundation area by 2,83%. After flood control in the form of embankment construction, the river does not experience runoff to Cindaga Village and reduces the inundation area by 36,42%.
5155444942F1A020046Fenomena Toxic Relationship dalam Pacaran (Studi di Kalangan Mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman)Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk toxic relationship yang dialami mahasiswi Univeritas Jenderal Soedirman dan upaya yang dilakukan mahasiswi dalam menghadapi toxic relationship. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan enam informan. Analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dalam bentuk teks naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korban mengalami kekerasan dalam pacaran, seperti kekerasan fisik berupa pukulan, tendangan, dan tamparan. Selanjutnya kekerasan psikis berupa direndahkan dan diselingkuhi, serta sikap pasangan posesif pasangan dan suka mengatur kehidupan korban. Kemudian ada kekerasan ekonomi berupa perampasan uang korban untuk memenuhi keperluan hidup pelaku. Kekerasan lain yang dialami adalah kekerasan seksual, berupa diraba dan dipaksa untuk melakukan hubungan badan. Upaya awal yang dilakukan mahasiswi beragam; diam tanpa perlawanan, melakukan komunikasi dua arah, dan mengancam putus. Alasan para informan melakukan upaya tersebut karena mereka berharap pasangannya bisa berubah, sehingga mereka bisa melanjutkan hubungannya hingga ke jenjang pernikahan. Namun, sejauh apa pun mereka mempertahankan hubungan yang toxic, pada akhirnya mereka memberanikan diri untuk keluar dari toxic relationship. This study aims to describe the forms of toxic relationships experienced by female students at Jenderal Soedirman University and the efforts they make to cope with these relationships. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was conducted through in-depth interviews with six informants. The data analysis involved data reduction, presenting data in narrative text form, and drawing conclusions. The findings of this study indicate that the victims experienced dating violence, which included physical violence such as hitting, kicking, and slapping. Additionally, psychological violence was prevalent, involving demeaning behavior, infidelity, and possessive and controlling attitudes by partners. Economic violence was also reported, where the victims' money was confiscated to meet the perpetrators' needs. Another form of violence encountered was sexual violence, including being groped and forced into sexual intercourse. The initial responses of the female students varied; some remained silent without resistance, others attempted two-way communication, and some threatened to end the relationship. The informants hoped that their partners would change, allowing the relationships to progress towards marriage. However, despite their efforts to maintain the toxic relationships, ultimately, they found the courage to leave.
5155555438I4D025026Studi Kualitatif Faktor Penyebab Stunting pada Balita di Kelurahan Sokanegara Kabupaten Banyumas

(1) Latar belakang singkat; Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi stunting dari perspektif ibu penting untuk mendukung penyusunan intervensi yang efektif. (2) Tujuan dan/atau ruang lingkup penelitian; Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi stunting berdasarkan perspektif ibu di Kelurahan Sokanegara, Kabupaten Banyumas. (3) Metode yang digunakan; Penelitian kualitatif eksploratif dilakukan pada tujuh informan (lima ibu yang memiliki anak stunting, satu kader kesehatan, dan satu bidan kelurahan) yang dipilih menggunakan teknik maximum variation sampling. Data dikumpulkan melalui in depth interview, observasi, dan catatan lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. (4) Ringkasan hasil; Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi stunting meliputi penyebab langsung, yaitu riwayat penyakit infeksi dan praktik pemberian makan anak yang belum optimal. Penyebab tidak langsung meliputi keterbatasan pengetahuan ibu mengenai stunting, pola asuh anak, serta faktor lingkungan dan sanitasi. Penyebab dasar meliputi kondisi sosial ekonomi keluarga. (5) Simpulan; Temuan penelitian menunjukkan bahwa stunting dipengaruhi oleh riwayat penyakit infeksi berulang, praktik pemberian makan anak yang belum optimal, keterbatasan pengetahuan ibu mengenai stunting, pola asuh anak, faktor lingkungan dan sanitasi, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. (1) Background; Stunting is a chronic nutritional problem that remains a public health challenge in Indonesia and is influenced by various interrelated factors. Understanding the factors that influence stunting from mothers’ perspectives is important for developing effective interventions. (2) Objective and/or scope of the study; This study aimed to analyze the factors that influence stunting from mothers’ perspectives in Sokanegara Urban Village, Banyumas Regency. (3) Methods used; An exploratory qualitative study was conducted involving seven informants (five mothers of children with stunting, one community health volunteer, and one village midwife) who were selected using maximum variation sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and field notes. The data were analyzed using thematic analysis. (4) Summary of results; The findings showed that the factors influencing stunting included direct causes, namely a history of infectious diseases and suboptimal child feeding practices. Indirect causes included mothers’ limited knowledge of stunting, childcare practices, and environmental and sanitation factors. Basic causes included the family’s socioeconomic conditions. (5) Conclusion; The findings indicate that stunting is influenced by a history of recurrent infectious diseases, suboptimal child feeding practices, mothers’ limited knowledge of stunting, childcare practices, environmental and sanitation factors, and the family’s socioeconomic conditions.
5155616635E1A012158KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN AHLI PSIKIATRI FORENSIK TERHADAP TERDAKWA YANG MENDERITA GANGGUAN JIWA (STUDI PUTUSAN NOMOR 19/Pid.Sus/2016/PT.PBR juncto PUTUSAN NOMOR 602/Pid.Sus/2015/PN.PBR)Pembuktian adalah bagian terpenting dari suatu persidangan agar suatu perkara menjadi terang dan hakim dapat menjatuhkan putusan yang tepat guna tercipta rasa keadilan di masyarakat. Zaman yang semakin berkembang membuat tindak pidana semakin beragam, tanpa terkecuali orang yang mengalami gangguan jiwa. Ketentuan mengenai orang yang mengalami gangguan jiwa apabila melakukan suatu tindak pidana ada dalam Pasal 44 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Orang yang mengalami gangguan jiwa tidak dapat bertanggungjawab atas perbuatannya dan dibutuhkan seorang ahli jiwa yang khusus memeriksa untuk proses persidangan atau psikiatri forensik. Keterangan ahli tercantum dalam Pasal 184 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengenai alat bukti yang sah, namun tidak ada pengaturan mengenai nilai pembuktian dari keterangan seorang ahli. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kekuatan pembuktian keterangan ahli psikiatri forensik terhadap terdakwa yang mengalami gangguan jiwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pendekatan yuridis normatif. Berdasarkan Putusan Pengadilan Nomor 19/Pid.Sus/2016/PT.PBR jo Putusan Nomor 602/Pid.Sus/2015/PN.PBR, melanggar Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Hakim memutus berdasarkan alat bukti saksi, surat berupa visum et repertum dan visum et repertum psikiatrium, keterangan ahli serta barang bukti.
Proof is the most important part of a court order that a case be bright and the judge can make a decision that is appropriate to create a sense of justice in society. Now adays increasingly diverse make criminal offenses, without exception people who experience mental illness. The provisions concerning people with mental disorders if there is a penal offense under Article 44 of the Code of Penal. People who experience mental illness can not be held responsible for their actions and needed a psychiatrist who specialized check to the proceedings or forensic psychiatry. Expert testimony contained in article 184 the Code of Criminal Procedure (Criminal Procedure Code) concerning the legal evidence, but there is no regulation concerning the probative value of the testimony of an expert. The purpose of this study is to determine the strength of evidence forensic psychiatry expert testimony against the defendants who are mentally handicapped. This study used a qualitative method with normative juridical approach. Based on the Court's Decision No. 19/Pid.Sus/2016/PT.PBR jo Decision No. 602/Pid.Sus/2015/PN.PBR, violating Article 82 paragraph (1) of Law Number 35 Year 2014 About the Amendment Act Law No. 23 of 2002 on Child Protection. Judge to decide based on the evidence of witnesses, a letter in the form of a visum et repertum and visum et repertum psikiatrium, expert testimony and evidence.
5155743521F1A020022HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN SOSIALISASI DENGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KONSEP DIRI SISWA
Artikel ini bertujuan menjelaskan hubungan status sosial ekonomi dan sosialisasi teman sebaya dengan konsep diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Wangon, Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif antara status sosial ekonomi orang tua dengan konsep diri siswa. Nilai korelasi sebesar 0.158 dan nilai signifikansi sebesar 0.058. Dengan demikian, status sosial ekonomi tidak memiliki peran dalam pembentukan konsep diri. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menghasilkan temuan bahwa status sosial ekonomi memiliki hubungan dengan konsep diri. Hal ini disebabkan meskipun responden berasal dari kelas bawah namun mereka dapat menerima kondisi sosial ekonominya sehingga hal ini tidak berdampak pada konsep dirinya. Sementara terdapat hubungan positif antara teman sebaya dengan pembentukan konsep diri. Nilai korelasi sebesar 0.298 dan nilai signifikansi 0.000. Teman sebaya memiliki peran dalam pembentukan konsep diri. Konsep diri positif yang dimiliki responden terbentuk karena penerimaan yang baik dari teman sebaya. Hasil penelitian ditemukan bahwa sosialisasi yang dilakukan responden dengan teman sebayanya baik sehingga memengaruhi konsep diri positif yang terbentuk. Peran teman sebaya diperlukan, karena di masa ini individu membutuhkan kelompok sebagai percontohan dan tempat pengaplikasian norma kehidupan yang berlaku. Hal ini cukup berpengaruh besar terhadap konsep diri yang dimiliki responden.
Kata Kunci: status sosial ekonomi, teman sebaya, konsep diri
This article describes the relationship between socioeconomic status and peer socialization with students' self-concept. This research employs a survey method and was conducted at SMA N 1 Wangon, Banyumas. The results showed that there was no significant positive correlation between parents' socioeconomic status and students' self-concept. The correlation value is 0.158 with a significance value is 0.058. Consequently, socioeconomic status does not play a role in shaping self-concept. These results differ from previous research, which found a relationship between socio-economic status and self-concept. This divergence might be due to the fact that although respondents come from a low sosioeconomic background, they are able to accept their socioeconomic conditions, which do not significantly impact their self-concept. Meanwhile, there was a positive correlation between peer relationships and students self-concept. The correlation value is 0.298 with a significance value is 0.000. Peer groups play a role in shaping self-concept. The positive self-concept held by respondents is formed due to the positive acceptance from peer groups. The research discovered that the socialization carried out by respondents with their peers was positive, thereby influencing the formation of a positive self-concept. The role of peer groups is essential because during this phase, individuals require a group as a role model and a place to apply the norms of life. This significantly impacts the self-concept held by the respondents.
Keywords: socioeconomic status, peer relationships, self-concept
5155826555I1D015024ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI ILMU GIZI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI ILMU GIZI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Rita Rahmawati, Hesti Permatasari, Widya Ayu Kurnia Putri

Latar Belakang: Sebanyak 26,3% mahasiswi Program Studi Ilmu Gizi memiliki status gizi lebih, sebagai calon ahli gizi dimasa mendatang mahasiswi gizi memiliki tanggung jawab menjadi contoh dimasyarakat namun kenyataanya masih terdapat masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Metode observasional dengan pendekatan studi cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 76 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data asupan diambil dengan food record selama 7 hari, tingkat aktivitas fisik menggunakan kuesioner aktivitas fisik Riskesdas 2007, dan citra tubuh menggunakan kuesioner BSQ 16B. Status gizi diukur menggunakan indeks masa tubuh (IMT). Analisis statistik menggunakan uji rank spearman.
Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan citra tubuh (p<0,05), namun tidak untuk asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan aktivitas fisik dengan status gizi (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan citra tubuh.Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan aktivitas fisik.
Kata Kunci: Status Gizi, Citra Tubuh, Aktivitas Fisik, Asupan Gizi Makro
THE ANALYSIS OF FACTORS THAT RELATED TO THE STATUS OF NUTRITION ON NUTRITIONAL SCIENCE STUDENTS OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Rita Rahmawati, Hesti Permatasari, Widya Ayu Kurnia Putri

Background: As many as 26,3% nutritional students have more nutritional status, as a future nutritionist student must have more responsibilities becoming the role model in a society. In fact there still a large nutritional problems found in it. This study aim to analyse the factors which were related to nutritional status of Nutrition Science student in Jenderal Soedirman University.
Method: Observational method that emphasizing study cross sectional using 76 respondents that required inclusions criteria. The data gathered using food record within a week, pyhsical activity index recorded using questionares Riskesdas 2007, and body image captured using BSQ 16B questionares. While, Nutritional status measured using Body Mass Index. The last, statistical analysis tested by the rank spearman.
Result: The study found significant corelation between nutritional status and body image (p <0,05), but was not found on energy, protein, fat, carbohydrate intake, and physical activity with nutrition status (p>0,05).
Conclusion: There is a significant corelation between nutritional status and body image. No corelation between nutritional status and energy, protein, fat, and carbohydrate intake. No corelation between nutritional status and physical activity.
Keywords: Body image, macro nutrition intake, nutrition status, physical activity
5155924867E1A014265TURUT SERTA MELAKUKAN PEMBUNUHAN BERENCANA
(TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PUTUSAN PENGADILAN NEGERI KEBUMEN NOMOR :288/PID.B/2017/PN.KBM)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang turut serta, serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhan pidana dalam perkara pidana Nomor : 288/Pid.B/2017/PN.KBM

Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif, metode pengumpulan data studi kepustakaan dan studi dokumen, metode analisis normatif kualitatif.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulakan bahwa majelis hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa bernama Suherman bin Supadi telah mempertimbangkan unsur-unsur Pasal 340 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana dan Pasal 55 ayat (1) butir 1 KUHP tentang turut serta dan hal-hal meringankan maupun memberatkan terdakwa serta perlu mempertimbangkan peranan dari masing-masing pelaku dalam melaksanakan perbuatan pidana. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana juga harus sesuai dengan teori tujuan pemidanaan, dalam penelitian ini menggunakan teori gabungan, sehingga pidana yang diajtuhkan terahadap terdakwa tidak hanya membalas perbuatan terdakwa saja, tetapi juga ada upaya untuk memperbaiki terdakwa agar dapat diterima dalam masyarakat.
This research was conducted with the aim to find out the application of elements of Article 340 of the Criminal Code concerning premeditated murder and Article 55 paragraph (1) to 1 of the Criminal Code concerning participation, as well as judicial legal considerations in imposing criminal cases in criminal cases Number: 288 / Pid.B / 2017 /PN.KBM

The research method used is normative juridical, prescriptive research specifications, library study data collection methods and document studies, qualitative normative analysis methods.

Based on the results of the research and discussion it can be concluded that the panel of judges in imposing criminal charges against the accused named Suherman bin Supadi had considered the elements of Article 340 of the Criminal Code concerning Criminal Actions and Article 55 paragraph (1) point 1 of the Criminal Code concerning participating and mitigating matters or incriminating defendants and need to consider the role of each actor in carrying out criminal acts. Judges' legal considerations in imposing a criminal sentence must also be in accordance with the purpose of the criminal theory, in this study using a combined theory, so that the criminal charged to the defendant not only repaid the defendant's actions, but also attempts to correct the defendant in society.
5156055419I4D025023Efektivitas Edu Card Bertema Pangan Lokal sebagai Media Edukasi Gizi Interaktif terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita UnderweightUnderweight masih menjadi salah satu permasalahan gizi pada balita yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Peningkatan pengetahuan ibu merupakan salah satu strategi untuk mendukung praktik pemberian makan yang sesuai pada balita. Penggunaan media edukasi gizi interaktif berbasis pangan lokal diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edu card bertema pangan lokal sebagai media edukasi gizi interaktif terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita underweight. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Timur I, pada Oktober 2025 dengan melibatkan 12 ibu balita underweight yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan edukasi meliputi penyampaian materi, permainan edu card, diskusi kelompok, dan tanya jawab. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Median skor pengetahuan meningkat dari 7,5 sebelum intervensi menjadi 10,0 setelah intervensi dengan peningkatan median sebesar 2,5 poin. Hasil uji menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pretest dan posttest (p = 0,005). Dapat disimpulkan bahwa edu card bertema pangan lokal merupakan media edukasi gizi interaktif yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita underweight serta berpotensi mendukung kegiatan promosi gizi di masyarakat.Underweight remains a nutritional problem among children under five that may impair growth and development. Improving mothers' nutritional knowledge is an important strategy to promote appropriate child feeding practices. Interactive nutrition education using local food-based media is expected to enhance participants' understanding and engagement. This study aimed to analyze the effectiveness of a local food-themed edu card as an interactive nutrition education medium in improving the nutritional knowledge of mothers with underweight children under five. A quantitative pre-experimental study with a one-group pretest–posttest design was conducted in the working area of Purwokerto Timur I Primary Health Center, in October 2025. Twelve mothers of underweight children under five were selected using purposive sampling. Data were collected through a nutrition knowledge questionnaire administered before and after the intervention. The educational activities included material presentation, edu card games, group discussions, and question-and-answer sessions. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon Signed Rank Test. The median knowledge score increased from 7.5 before the intervention to 10.0 after the intervention, with a median increase of 2.5 points. A significant difference was observed between pretest and posttest scores (p = 0.005). The findings indicate that the local food-themed edu card is an effective interactive nutrition education medium for improving mothers' nutritional knowledge and has the potential to support community-based nutrition promotion programs.