Artikelilmiahs
Menampilkan 45.261-45.280 dari 48.757 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45261 | 48626 | F1D021070 | POLITIK PELABELAN "ANAK ABAH" DI MEDIA SOSIAL X DALAM OPINI RESISTENSI TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH PRABOWO-GIBRAN | Pasca Pemilihan Umum 2024 politik pelabelan telah menjadi fenomena penting dalam dinamika komunikasi politik di ruang digital. Lahirnya istilah “anak abah” yang mengalami transformasi makna dari identitas elektoral pendukung Anies Baswedan menjadi alat delegitimasi terhadap kritik politik pemerintahan Prabowo-Gibran. Penelitian ini menggunakan labelling theory Howard S.Becker dan konsep pelabelan politik Rosalind Eyben untuk memahami proses sosial dan relasi kuasa dalam pemberian label, serta teori identitas sosial Henry Tajfel dan konsep inklusi eksklusi Eyben untuk menganalisis pembentukan in-group dan out-group dalam konteks polarisasi politik digital. Melalui pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough yang mencakup analisis teks, praktik kewacanaan, dan praktik sosial dengan pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, label “anak abah” mengalami transformasi makna dari identitas kolektif yang digunakan para pendukung Anies Baswedan pada Pemilihan Umum 2024 berubah menjadi sebuah label yang disematkan kepada kritikus pemerintah sebagai bentuk penyimpangan politik. Kedua, hadirnya kelompok pro-pemerintah yang mendiskreditkan kritikus pemerintah menunjukkan adanya hubungan kekuasaan yang kompleks dan dapat menciptakan efek kontrol sosial yang kuat. Ketiga, adanya kekuasaan yang multifaset dan tidak searah, dimana label “anak abah” membangun solidaritas kolektif yang digunakan untuk memobilisasi adanya dukungan politik kepada Calon Gubernur 03 pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2024. Keempat, fenomena pelabelan “anak abah” ini memperjelas adanya polarisasi politik yang melahirkan “kelompok kami (kontra-pemerintah)” dan “kelompok mereka (pro-pemerintah)”, sehingga memperkuat relasi inklusi dan eksklusi di ruang publik digital Pasca Pemilihan Umum 2024. | After the 2024 General Election, political labeling has become an important phenomenon in the dynamics of political communication in the digital space. The birth of the term “anak abah” which experienced a transformation of meaning from the electoral identity of Anies Baswedan's supporters to a tool of delegitimization against political criticism of the Prabowo-Gibran administration. This research uses Howard S. Becker's labelling theory and Rosalind Eyben's concept of political labelling to understand social processes and power relations in labeling, as well as Henry Tajfel's social identity theory and Eyben's concept of exclusion inclusion to analyze the formation of in-groups and out-groups in the context of digital political polarization. Through Norman Fairclough's critical discourse analysis approach that includes text analysis, discourse practices, and social practices with data collection in the form of literature studies. The results showed that first, the label “anak abah” experienced a transformation of meaning from a collective identity used by Anies Baswedan's supporters in the 2024 General Election to a label pinned on government critics as a form of political deviation. Secondly, the presence of a pro-government group that demonizes government critics shows the existence of complex power relations and can create strong social control effects. Third, there is multifaceted and unidirectional power, where the label “anak abah” builds collective solidarity used to mobilize political support for Governor Candidate 03 in the 2024 DKI Jakarta Regional Head Election. Fourth, the phenomenon of labeling “anak abah” reinforces the existence of political polarization that gave birth to “our group (pro-government)” and “their group (counter-government)”, thus strengthening relations of inclusion and exclusion in the digital public space after the 2024 General Election. | |
| 45262 | 48652 | J0B022017 | STRATEGI PENERJEMAHAN DALAM PENGEMBANGAN BUKU KOSAKATA INDONESIA-MANDARIN DI PT GOLDEN TEXTILE INDONESIA | Peningkatan investasi Tiongkok di Indonesia melalui skema Penanaman Modal Asing menciptakan kebutuhan akan komunikasi efektif di lingkungan kerja multibahasa. Salah satunya adalah PT Golden Tekstil Indonesia yang menghadapi kendala komunikasi di lingkungan kerja multibahasa, khususnya antara tenaga kerja lokal dan ekspatriat Tiongkok. Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku kosakata dwibahasa Indonesia–Mandarin untuk mendukung komunikasi teknis di Departemen Production Office perusahaan tersebut. Menggunakan metode penelitian kualitatif terapan, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Sebanyak 1.028 kosakata dikompilasi, mencakup istilah-istilah penting dalam proses produksi. Dalam proses penerjemahan, teknik padanan lazim digunakan untuk istilah yang memiliki ekivalen umum dalam bahasa Indonesia, seperti "克重" diterjemahkan menjadi "gramasi." Sementara itu, teknik deskriptif digunakan untuk istilah yang tidak memiliki padanan langsung, dengan penjelasan kontekstual agar mudah dipahami pengguna. Buku kosakata ini telah divalidasi melalui FGD dan uji coba lapangan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman dan efisiensi komunikasi antar pekerja. Penelitian ini membuktikan bahwa pemilihan teknik penerjemahan yang tepat dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi hambatan komunikasi di lingkungan kerja multibahasa. | Abstract : The increase in Chinese investment in Indonesia through the Foreign Direct Investment (FDI) scheme has created a need for effective communication in multilingual work environments. One such case is PT Golden Tekstil Indonesia, which faces communication barriers in its multilingual workplace, particularly between local workers and Chinese expatriates. This study aims to develop an Indonesian–Mandarin bilingual vocabulary book to support technical communication in the company’s Production Office Department. Using an applied qualitative research method, data were collected through interviews, observations, documentation, and literature study. A total of 1,028 vocabulary items were compiled, covering key terms used in the production process. In the translation process, equivalence techniques were commonly used for terms with standard equivalents in Indonesian, such as "克重" translated as "gramasi" (grammage). Meanwhile, descriptive techniques were applied to terms without direct equivalents, providing contextual explanations to ensure user comprehension. The vocabulary book was validated through focus group discussions (FGDs) and field testing. The results showed improved understanding and communication efficiency among workers. This study demonstrates that selecting appropriate translation techniques can effectively address communication barriers in multilingual works settings. | |
| 45263 | 48667 | J1C020048 | RESEPSI PENONTON TERHADAP KONTRADIKSI GENRE PADA ANIME BANANA FISH KARYA AKIMI YOSHIDA (KAJIAN RESEPSI SASTRA WOLFGANG ISER) | Pada penelitian ini, peneliti membahas mengenai resepsi penonton kajian resepsi sastra Wolfgang Iser terhadap kontradiksi genre pada anime Banana Fish karya Akimi Yoshida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interpretasi genre boys’ love (BL) yang diberikan para penonton pada anime Banana Fish melalui pendekatan kajian resepsi sastra Wolfgang Iser. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan metode pengumpulan data dengan menyebar angket kuesioner melalui google form di media sosial X atau Twitter akun menfess @JPFBASE (JAPANFESS). Responden dikelompokkan sebagai penonton anime Banana Fish berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kegemaran dalam mengonsumsi konten yang berbau homoseksual maupun yang tidak minat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan genre dapat dipengaruhi resepsi penonton dalam memberikan label genre sesuai keyakinan kolektif audiens. Peran penonton tidak hanya menjadi penerima pasif, tetapi juga berperan aktif dalam menginterpretasikan sendiri makna-makna dalam karya sastra, membentuk dunia sendiri sesuai dengan imajinasi penonton, menjadi karakter di dalam cerita, dan merasakan sendiri apa yang dirasakan oleh karakter dalam karya tersebut, kemudian menciptakan makna bersama dengan karya dan informasi yang diterimanya menjadi sebuah kesan yang dapat bersifat pro dan kontra. Dari pemberian kesan juga dapat menentukan ketertarikan dan minat para penonton dalam memilih genre tayangan yang ingin mereka tonton. | In this research, researchers discussed the audience's reception of Wolfgang Iser's literary reception study of genre contradictions in the Banana Fish anime by Akimi Yoshida. The aim of this research is to determine the interpretation of the boys’ love (BL) genre in the Banana Fish anime given by the audiences through Wolfgang Iser's literary reception study approach. The methods used in this research are descriptive qualitative methods and data collection methods by distributing questionnaires via Google Form on the social media X or Twitter menfess account @JPFBASE (JAPANFESS). Respondents were grouped as audiences of the Banana Fish anime based on age, gender, and penchant for consuming content that containing homosexual or that has no interest with it. The results of this research shows that classifying genre can be influenced by the audience reception in labeling genres according to the audience's collective beliefs. The role of the audience is not only to be passive recipients, but also to play an active role in interpreting the meanings in literary works themselves, forming their own world according to the audience's imagination, becoming characters in the story, and feeling for themselves on what the characters in the work would feel, then creating meaning together with the work and the information they receive becomes an impression that can be between pros and cons. Giving an impression can also determine the penchant and interest of the audience in choosing the genre of show they want to watch. | |
| 45264 | 48668 | F2A023021 | PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak Stunting merupakan permasalahan gizi yang dihadapi oleh banyak masyarakat di dunia, tidak terkecuali di Indonesia dengan angka prevalensi stunting yang cukup tinggi. Meningkatnya kasus stunting tidak terlepas dari persepsi yang terbentuk di masyarakat itu sendiri serta tingkat kesadaran akan potensi bahaya yang dimiliki stunting, baik dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan, maupun pihak-pihak lain yang berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kasus dan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan di Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, dalam waktu selama 1 (satu) bulan pada September-Oktober 2023 dengan menggunakan metode teknik pengamatan (observasi lapangan), studi kepustakaan, dokumentasi, dan catatan lapangan, metode analisis menggunakan metode interpretatif dan penalaran induktif yang disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan persepsi stunting di masyarakat Kabupaten Banyumas memiliki keterkaitan dengan angka prevalensi stunting di daerah tersebut, masyarakat menilai edukasi dan pemberian informasi secara berkelanjutan dapat meningkatkan daya ingat dan kepahaman serta kepedulian masyarakat terhadap stunting, selain itu pembentukan regulasi yang tepat sasaran sesuai dengan kondisi lapangan, juga mempercepat penurunan stunting di suatu daerah. Kata kunci: Stunting, Persepsi Masyarakat, Kebijakan | Abstract Stunting is a nutritional problems faced by many countries in the world, including Indonesia, with a fairly high stunting prevelance rate. The increase in stunting cases can not be separated from the perception formed in society itself as well as the level of awareness of the potential dangers of stunting, both from the government as the policy maker, and other related parties. This research aims to determine the public’s perception of stunting reduction in Banyumas Regency, Central Java Province. This research is a qualitative research with a case approach and descriptive-analytical research specifiations. The data coollection was carried out in North Purwokerto District, Banyumas Regency, Central Java Province within 1 (one) month in September-October 2023 using field observation techniques, literature studies, documentation and field notes, and analyzed using interpretative method and inductive reasoning and presented in the form of narrative text. The results of the research show that the perception of stunting in the Banyumas Regency is related to the stunting prevelance rate in the area. The community assesses that continuous education and providing better information can raise the knowledge and understanding the concern of stunting, in addition of forming the right regulation with high accordance target and field conditions also accelerates the reduction of stunting in the area. Keywords: Stunting, Community Perception, Regulations | |
| 45265 | 48627 | F1D021035 | POPULISME DAN KEMUNDURAN DEMOKRASI DI ASIA TENGGARA: Studi Perbandingan Lintas Kasus Indonesia dan Filipina | Artikel ini membahas perbandingan populisme dan implikasinya terhadap kemunduran demokrasi di Indonesia dan Filipina. Rumusan masalah yang dijawab dalam tulisan ini adalah aspek populisme apa yang paling berkontribusi terhadap kemunduran demokrasi di kedua negara tersebut. Temuan utama dari analisis ini menunjukkan bahwa aspek ideologi dan mobilisasi yang menghasilkan ketergesa-gesaan Jokowi dan Duterte dalam mengungkapkan realitas kesengsaraan yang disebabkan oleh politisi yang korup, tidak profesional, dan tidak kompeten dalam mengelola negara merupakan aspek populisme yang paling berkontribusi terhadap kemunduran demokrasi di kedua negara tersebut. Melalui desain perbandingan MDSD (the Most Different Systems Design), tulisan ini membandingkan tiga konsepsi utama populisme dalam literatur ilmu politik dan sosiologi di kedua negara tersebut. Dengan menggunakan tipologi kemunduran demokrasi dari Nancy Bermeo, artikel ini menunjukkan bahwa telah terjadi penggelembungan kekuasaan eksekutif (executive aggrandisement) di kedua negara tersebut akibat konsolidasi kekuasaan yang dilakukan oleh Jokowi dan Duterte dalam rangka mewujudkan ketergesa-gesaan tersebut. | This article discusses the comparison of populism and its implications for the decline of democracy in Indonesia and the Philippines. The problem formulation addressed in this article is which aspects of populism contribute most to the decline of democracy in both countries. The main findings of this analysis indicate that the ideological and mobilization aspects that result in the haste of Jokowi and Duterte in expressing the reality of suffering caused by corrupt, unprofessional, and incompetent politicians in managing the state are the aspects of populism that most contribute to the decline of democracy in both countries. Through the Most Different Systems Design (MDSD), this paper compares three main conceptions of populism in the political science and sociology literature in both countries. Using Nancy Bermeo's typology of democratic backsliding, this article shows that there has been an executive aggrandisement in both countries due to the consolidation of power carried out by Jokowi and Duterte in order to realize that haste. | |
| 45266 | 48628 | F1C021007 | Representasi Kehidupan Ideal Anak-Anak Versi Brand Ambassador Iklan Ultra Mimi Kids | Penelitian ini membahas bagaimana iklan susu Ultra Mimi Kids di Instagram menggambarkan kehidupan ideal anak-anak. Iklan ini menampilkan Abe Abraham sebagai brand ambassador. Subjek ini dipilih karena PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk adalah perusahaan besar yang punya pengaruh luas. Selain itu, Instagram merupakan media sosial yang sangat populer di Indonesia, dengan lebih dari 90 juta pengguna aktif pada September 2024. Pemilihan iklan juga didasarkan pada kecenderungan penggunaan anak-anak sebagai elemen visual. Anak-anak sering digunakan karena dapat menarik perhatian dan membangkitkan emosi audiens. Penelitian ini menggunakan teori semiotika dari Charles Sanders Peirce dan teori representasi dari Stuart Hall untuk memahami bagaimana iklan membentuk gambaran tentang kehidupan ideal anak-anak. Makna dalam iklan ini dikaitkan dengan kebutuhan dasar manusia menurut Maslow. Terutama tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar agar anak bisa mencapai aktualisasi diri. Peneliti menganalisis lima iklan dan tiga video dari akun Instagram @ultramimiid. Hasilnya menunjukkan bahwa iklan menyampaikan makna kehidupan ideal anak lewat tiga konsep utama yakni individu yang mencapai aktualisasi diri, representasi anak serba unggul, dan representasi anak sebagai pusat perhatian keluarga. Selain itu, representasi pada iklan tidak lepas dari kepentingan pemilik modal dalam membentuk persepsi terhadap produk. | This research discusses how Ultra Mimi Kids milk advertisements on Instagram portray the ideal life of children. The ad features Abe Abraham as the brand ambassador. This subject was chosen because PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company, Tbk is a large company with wide influence. In addition, Instagram is a very popular social media in Indonesia, with more than 90 million active users as of September 2024. The ad selection was also based on the tendency of using children as visual elements. Children are often used because they can attract attention and evoke emotions in the audience. This research uses Charles Sanders Peirce's semiotics theory and Stuart Hall's representation theory to understand how the advertisement forms a picture of children's ideal life. The meaning in this advertisement is related to Maslow's basic human needs. Especially about the importance of fulfilling basic needs so that children can achieve self-actualization. The researcher analyzed five advertisements and three videos from the Instagram account @ultramimiid. The results show that advertisements convey the meaning of children's ideal life through three main concepts, namely individuals who achieve self-actualization, representations of children who excel, and representations of children as the center of family attention. In addition, representation in advertisements cannot be separated from the interests of capital owners in shaping perceptions of products. | |
| 45267 | 48629 | J1B020039 | Alih Kode pada Pemelajar BIPA di Universitas Jenderal Soedirman (Kajian Sosiolinguistik) | Fenomena kebahasaan sering ditemukan di dalam masyarakat tutur, salah satunya adalah alih kode. Pada penelitian ini membahas terkait alih kode yang terjadi pada tuturan pemelajar BIPA di Universitas Jenderal Soedirman. Mahasiswa BIPA dipilih sebagai fokus pada penelitian ini karena belum ada penelitian yang membahas alih kode pada pemelajar BIPA, khususnya di Universitas Jenderal Soedirman. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan faktor yang melatarbelakangi terjadinya alih kode pada pemelajar BIPA di universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang menekankan pada pengamatan peristiwa tutur yang dilakukan oleh pemelajar BIPA di Universitas Jenderal Soedirman. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik sadap dan lanjutannya adalah teknik simak. Selain itu, peneliti menggunakan teknik wawancara, rekam, dan catat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Data hasil penelitian menunjukkan adanya 14 peristiwa alih kode yang didominasi oleh alih kode ke luar (ekstern), kode bahasa Inggris. Latar belakang terjadinya peristiwa tersebut didominasi oleh faktor penutur, mitra tutur, dan topik pembicaraan. | Linguistic phenomena are often found in speech communities, one of which is code switching. This research discusses code switching that occurs in the speech of BIPA learners at Universitas Jenderal Soedirman. BIPA students are chosen as the focus of this study because there is no research that discusses code switching in BIPA learners, especially at Universitas Jenderal Soedirman. This study aims to analyze the forms and factors behind the occurrence of code switching in BIPA learners at Universitas Jenderal Soedirman. The method used is qualitative method which emphasizes on the observation of speech events conducted by BIPA learners at Universitas Jenderal Soedirman. The data collection technique uses tapping technique and its follow-up is listening technique. In addition, researchers used interview, recording, and note-taking techniques to get the information needed. The data showed that there were 14 code-switching events which were dominated by external code-switching, English code. The background of the event is dominated by the factors of speakers, speech partners, and the topic of conversation. | |
| 45268 | 48630 | F1D021006 | DISKRIMINASI HAK BERIBADAH KELOMPOK MINORITAS Studi Kasus Penyegelan Gereja GKPS Purwakarta | RINGKASAN Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji penyebab pelanggaran hak kebebasan beragama serta menganalisis pengaruh politik identitas dalam kasus penyegelan Gereja GKPS Purwakarta. Peneliti menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian studi lapangan. Dalam menentukan sasaran penelitian digunakan teknik purposive sampling, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen. Untuk menjamin keakuratan data, menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penyegelan Gereja GKPS Purwakarta mencerminkan ketegangan sosial yang dipicu oleh dua faktor: Pertama, belum terpenuhinya syarat administratif perizinan 90 KTP jemaat dan 60 KTP warga sesuai PMA No. 9, No. 8 Tahun 2006. Kedua, adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaan Gereja GKPS Purwakarta yang berada di wilayah mayoritas Islam. Kedua faktor tersebut memunculkan tekanan sosial yang dilakukan kelompok mayoritas terhadap pemerintah untuk memberikan keputusan menyegel bangunan Gereja GKPS Purwakarta. Disisi lain, keberadaan rumah ibadah merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Seharusnya, pemerintah mampu mengayomi dan melindungi masyarakat dalam menjalankan fungsinya membina kerukunan antar umat beragama salah satunya memfasilitasi pendirian rumah ibadah. Keywords: Diskriminasi, Hak beribadah, Kelompok minoritas, politik identitas | SUMMARY This study aims to examine the causes of violations of the right to freedom of religion and to analyze the influence of identity politics in the case of the sealing of the GKPS Chruch in Purwakarta. The researcher uses a qualitative method through a case study approach with field study research type. To determine the research targets, purposive sampling tecnique is applied. This study collects data through in-depth interviews, obsevation, and document review. To ensure data accuracy, source triangulation technique is used. The results of this study reveal that the sealing of the GKPS Church in Purwakarta reflects social tension triggered by two factors: Firts, the administrative permit requirements of 90 congregation ID cards and 60 resident ID cards, according to PMA No. 9 and No. 8 of 2006, have not been fulfilled. Second, there is rejection from the community againts the existence of the GKPS Church ini a predominantly Muslim area. These two factors led to social pressure from the majority group on the government to make the decision to seal GKPS Church building. On the othe hand, the existence of places of worship is a basic need of the community. Ideally, the government should be able to protect facilitating the establishment of places of worship. Keywords: Discrimination, Right to worship, Minority groups, Identity politics | |
| 45269 | 48631 | G1B019018 | Effect of Glass Ionomer Cement Combined with Bawor Durian rind Nanocellulose on Fibroblast Viability | Glass ionomer cement (GIC) merupakan bahan restorasi yang sering digunakan. GIC memiliki kelemahan seperti mudah larut dan rentan terhadap fraktur. Salah satu inovasi yang dilakukan untuk menutupi kekurangan tersebut dengan penambahan nanoselulosa kulit durian yang terbukti dapat meningkatkan sifat GIC. Namun efek toksisitas GIC yang dikombinasikan nanoselulosa kulit durian terhadap gingiva belum diteliti lebih lanjut. Toksisitas GIC kombinasi nanoselulosa kulit durian dapat diketahui dengan uji viabilitas fibroblas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian glass ionomer cement yang dikombinasikan nanoselulosa kulit durian bawor (Durio zibethinus Murr.) konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% terhadap viabilitas fibroblas. Jenis penelitian ini berupa penelitian eksperimental laboratoris in vitro dengan rancangan post-test only control group design. Sampel berupa hasil kultur fibroblas BHK-21 dalam microplate well 96 yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok perlakuan pemberian elusi GIC nanoselulosa kulit durian konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% terhadap kultur fibroblas dan kontrol negatif berupa perlakuan pemberian elusi GIC tanpa nanoselulosa kulit durian. Uji karakterisasi nanoselulosa menggunakan Particle Size Analyser dan nilai viabilitas diperoleh dengan uji MTT Assay kemudian dibaca dengan microplate reader. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA diikuti dengan uji Post Hoc LSD. Hasil uji karakterisasi menunjukkan nanoselulosa kulit durian memiliki rata-rata 50,79 nm dengan rata-rata nilai zeta potensial sebesar -29,23 mV. Persentase viabilitas sel terendah bernilai 68, 69% pada kelompok paparan elusi GIC nanoselulosa kulit durian konsentrasi 1,5% terhadap fibroblas dan viabilitas tertinggi bernilai 86,82% pada kelompok paparan elusi GIC nanoselulosa kulit durian konsentrasi 0,5% terhadap fibroblas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian glass ionomer cement yang dikombinasikan nanoselulosa kulit durian bawor (Durio zibethinus Murr.) konsentrasi 0,5%, 1%, dan 1,5% terhadap viabilitas fibroblas. | Background: Glass Ionomer Cement (GIC) is commonly used as restorative material. Weakness of GIC such as susceptibility to dissolution and fracture. The innovation to overcome these limitations is the addition of durian rind nanocellulose as GIC filler, wich has been shown to enhance GIC’s mechanical properties. However the toxicity effect of GIC combined with durian rind nanocellulose on the gingiva has not been studied further. The toxicity of GIC combined with durian rind nanocellulose can be determined by fibroblast viability testing. This study aims to determine the effect of glass ionomer cement combined with durian bawor rind nanocellulose (Durio zibethinus Murr.) at concentrations of 0,5%, 1%, dan 1,5% on fibroblast viability. Method: This study is in vitro laboratory experiment using a post-test only control group design. The sampels consisted of BHK-21 fibroblast culture in 96-well microplates, divide into four groups. Treatment group with 0,5%, 1%, and 1,5% durian rind nanocellulose GIC eluate expose to fibroblast culture, and negative control group exposed to GIC eluate without durian rind nanocellulose. Nanocellulose characterization was determined using Partile Size Analyzer and cell viability was measured using MTT Assay then read by microplate reader. Data were analyzed using One-Way ANOVA followed by the Post Hoc LSD test. Result: Characterization result showed that the average size of durian rind nanocellulose was 50,79 nm with an average of zeta potensial is -29,23 mV. The lowest cell viability percentage was 68.69% in 1,5% durian rind nanocellulose GIC eluate group while the highest was 86,82% in 0,5% durian rind nanocellulose GIC eluate group. Conclusion: The study concludes that there is an effect of glass ionomer cement combined with durian bawor rind nanocellulose (Durio zibethinus Murr.) at concentrations of 0,5%, 1%, dan 1,5% on fibroblast viability | |
| 45270 | 48632 | J0B020006 | Pembuatan Video Sejarah dan Benda Koleksi Museum Nasional Indonesia Berbahasa Mandarin Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Wisata | Laporan tugas akhir ini berjudul “Pembuatan Video Sejarah dan Benda Koleksi Museum Nasional Indonesia Berbahasa Mandarin Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Wisata.” Kegiatan praktik kerja dilaksanakan pada November 2022 sampai dengan April 2023. Latar belakang praktik kerja ini didasari oleh banyaknya wisatawan Tiongkok yang datang ke Museum Nasional Indonesia tetapi belum tersedia informasi sejarah dan benda koleksi yang mendukung Bahasa yang digunakan para wisatawan tersebut. Tujuan dari kegiatan praktik kerja ini adalah menghasilkan video sejarah dan benda koleksi berbahasa Mandarin sebagai upaya peningkatan pelayanan wisata terhadap wisatawan Tiongkok di Museum Nasional Indonesia. Metode yang digunakan penulis dalam pengumpulan data yaitu, metode observasi, metode dokumentasi, metode jelajah internet, dan metode studi pustaka. Dalam pembuatan transkrip video, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif. Metode ini bertujuan memudahkan wisatawan Tiongkok memahami informasi yang disampaikan pada video. Hasil penerjemahan transkrip video berbahasa Mandarin diubah dalam bentuk lisan menggunakan teknik voice over dan penambahan subtitle berbahasa Mandarin. Hasil video diserahkan ke Museum Nasional Indonesia dan ditampilkan di dalam museum. | This final project report is entitled "Making a Video of the History and Collections of the National Museum of Indonesia in Mandarin as an Effort to Improve Tourism Services." The work practice activity was carried out from November 2022 to April 2023. The background of this work practice is based on the large number of Chinese tourists who come to the National Museum of Indonesia but there is no historical information and collections that support the language used by these tourists. The purpose of this work practice activity is to produce a video of history and collections in Mandarin as an effort to improve tourism services for Chinese tourists at the National Museum of Indonesia. The methods used by the author in collecting data are the observation method, documentation method, internet browsing method, and library study method. In making the video transcript, the author uses the communicative translation method. This method aims to make it easier for Chinese tourists to understand the information conveyed in the video. The results of the translation of the Mandarin video transcript were changed into oral form using voice over techniques and the addition of Mandarin subtitles. The video results were submitted to the National Museum of Indonesia and displayed in the museum. | |
| 45271 | 48633 | F1D021024 | SWIFTONOMICS DAN MULTIPLIER EFFECT INDUSTRI KREATIF Analisis Ekonomi Politik Konser Eksklusif Eras Tour Taylor Swift di Singapura 2024 | Konser Taylor Swift di Singapura pada tahun 2024 menjadi fenomena yang mencerminkan adanya dinamika ekonomi politik kreatif di Asia Tenggara. Penelitian ini menganalisa bagaimana sektor industri kreatif, melalui acara musik berskala global dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, diplomasi budaya, dan strategi politik domestik. Dengan menggunakan pendekatan ekonomi politik dan ekonomi kreatif, penelitian ini menemukan bahwa pemerintah Singapura secara aktif memposisikan konser ini sebagai alat promosi pariwisata dan soft power, dengan cara memberikan insentif eksklusif untuk mendukung penyelenggaraan acara. Dampak ekonominya signifikan, mencakup peningkatan pendapatan sektor perhotelan, transportasi, dan konsumsi domestik. Analisa yang dilakukan juga menunjukkan bahwa konser berskala internasional tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi dapat menjadi suatu instrumen strategis dalam kompetisi ekonomi kreatif. | Taylor Swift's concert in Singapore in 2024 became a phenomenon that reflects the dynamics of creative political economy in Southeast Asia. This study analyzes how the creative industry sector, through global music events, can contribute to economic growth, cultural diplomacy, and domestic political strategies. Using a political economy and creative economy approach, this study finds that the Singaporean government actively positioned the concert as a tool for tourism promotion and soft power, by providing exclusive incentives to support the event's organization. The economic impact was significant, including increased revenue in the hospitality, transportation, and domestic consumption sectors. The analysis also shows that international-scale concerts are not merely entertainment events but can serve as strategic instruments in creative economy competition. | |
| 45272 | 48634 | F2C022002 | MANAJEMEN KOMUNIKASI PROGRAM JIDER JITENG DALAM MENINGKATKAN RESPON DETEKSI DINI MASYARAKAT TENTANG KESEHATAN IBU DAN BAYI DI BANYUMAS | Peningkatan Angka Kematian Bayi menjadi salah satu kondisi yang terus diupayakan pengendaliannya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Program Jider Jiteng menjadi salah satu upaya pengendalian Angka Kematian Bayi dengan mewujudkan adanya peningkatan respon deteksi dini di masyarakat mengenai kesehatan ibu dan bayi sebagai tujuan awal. Dalam pelaksanaannya, terdapat manajemen komunikasi yang menjadi support system program ini berhasil meningkatkan respon deteksi dini pada masyarakat. Penggunaan literatur pada kajian ini didasari dari topik kajian yang bertema manajemen komunikasi pada program kesehatan. Studi kasus intrinsik menjadi model kajian ini dengan validitas data trianggulasi sumber. Tujuan penulisan adalah untuk mengidentifikasi fungsi manajemen komunikasi Program Jider Jiteng serta menganalisis tantangan dan hambatan yang terjadi sehingga potensi keberlanjutan program dapat diperkirakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam mencapai tujuan program Jider Jiteng, terdapat manajemen komunikasi yang diterapkan dan terbagi menjadi tahapan-tahapan serta proses-proses tersendiri. Melalui analisis manajemen komunikasi tersebut, ditemukan beberapa hambatan dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi dalam pelaksanaan program. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat diketahui pula potensi keberlanjutan program. Implikasi dari penulisan ini, diharapkan dapat menjadi bukti praktik manajemen komunikasi yang digunakan dalam konteks program kesehatan. Selain itu, kajian ini dapat menjadi acuan refleksi, perbaikan, catatan khusus yang berkaitan dengan upaya evaluasi atau peningkatan kualitas bagi instansi yang bersangkutan atau pribadi yang memerlukan. | The increase in Infant Mortality Rate is one of the conditions that the Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas continues to try to control. The Jider Jiteng Program is one of the efforts to control the Infant Mortality Rate by realizing an increase in early detection responses in the community regarding maternal and infant health as the initial goal. In its implementation, there is communication management that is a support system for this program that has succeeded in increasing early detection responses in the community. The use of literature in this study is based on the topic of study with the theme of communication management in health programs. Intrinsic case studies are the model for this study with the validity of source triangulation data. The purpose of this writing is to identify the communication management function of the Jider Jiteng Program and analyze the challenges and obstacles that occur so that the potential for program sustainability can be estimated. The results of the study show that in achieving the objectives of the Jider Jiteng program, there is communication management that is applied and divided into stages and separate processes. Through the analysis of communication management, several obstacles and challenges were found that are being and will be faced in implementing the program. Based on the results of this analysis, the potential for program sustainability can also be identified. The implications of this writing are expected to be evidence of communication management practices used in the context of health programs. In addition, this study can be a reference for reflection, improvement, special notes related to evaluation efforts or quality improvement for the relevant agencies or individuals who need it. | |
| 45273 | 48658 | J0B022016 | PEMBUATAN BROSUR ELEKTRONIK EPO BERBAHASA MANDARIN DI KANTOR IMIGRASI CILACAP | Kehadiran Warga Negara Asing (WNA) penutur Bahasa Mandarin di Indonesia terus meningkat setiap tahun. Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Cilacap belum menyediakan panduan pengurusan Exit Permit Only (EPO) dalam Bahasa Mandarin, sehingga WNA masih bergantung pada sponsor dalam proses pengurusan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan brosur elektronik panduan EPO dalam Bahasa Mandarin guna meningkatkan kualitas pelayanan. Metode yang digunakan adalah penerjemahan komunikatif yang menekankan pada keberterimaan dan kesepadanan makna. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan jelajah internet. Hasil dari kegiatan ini berupa brosur elektronik yang telah dipublikasikan memlalui instagram @imigrasi.cilacap dan juga disediakan dalam bentuk barcode di kantor imigrasi. Brosur ini diharapkan dapat membantu WNA penutur Bahasa Mandarin mengurus EPO secaea mandiri. | The presence of Mandarin-speaking foreign nationals in Indonesia continues to increase each year. However, the Cilacap Class 1 Immigration Office (TPI) has not yet provided an Exit Permit Only (EPO) application guide in Mandarin, causing these individuals to remain dependent on their sponsors during the process. This study aims to produce an electronic EPO guide brochure in Mandarin to improve the quality of public service. The method used is communicative translation, which emphasizes acceptability and equivalence of meaning. Data were collected through observation, interviews, and internet research. The outcome of this project is an electronic brochure that has been published via Instagram (@imigrasi.cilacap) and is also available in the form of a QR code at the immigration office. This brochure is expected to assist Mandarin-speaking foreign nationals in independently managing their EPO application process. | |
| 45274 | 48635 | F1D021039 | Dinamika Strategi Pemasaran Politik PDI-P Banyumas: Penurunan Suara Pada Pemilu Legislatif 2024 | Penelitian ini menganalisis dinamika strategi pemasaran politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Banyumas dari Pemilu 1999 hingga 2024, dengan fokus pada penurunan suara dari 343.778 (2019) menjadi 332.347 (2024). Menggunakan kerangka 4P (Product, Price, Place, Promotion) dan STP (Segmentation, Targeting, Positioning), serta metode kualitatif berbasis pada pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola keberlanjutan dan perubahan strategi, serta faktor penurunan suara PDI-P di Banyumas. Temuan menunjukkan bahwa PDI-P konsisten mengandalkan narasi “wong cilik” sebagai konsistensi strategi keberlanjutan dan perubahan demografi pemilih sebagai faktor perubahan. Penurunan suara 2024 disebabkan oleh: (1) ketidakmampuan menarik pemilih muda (52% pemilih) akibat kurangnya kampanye berbasis digital, (2) konflik elit Megawati-Jokowi yang merusak citra, (3) absennya figur dominan, (4) politik uang dari partai lawan, dan (5) inkonsistensi kader dalam citra merakyat. Meskipun mempertahankan 17 kursi, erosi suara menandakan tantangan adaptasi terhadap demografi dan teknologi. | This research analyzes political marketing strategy dynamics of PDI-P Banyumas from the 1999 to 2024 elections, focusing on votes reduction from 343,778 (2019) to 332,347 (2024). Using the 4P framework (Product, Price, Place, Promotion) and STP (Segmentation, Targeting, Positioning), by using qualitative methods based on data collection through interviews, observations, and document studies. This study aims to identify patterns of sustainability and changes in PDI-P Banyumas political marketing strategy, and factors votes reduction in Banyumas. The results of this research reveal that PDI-P consistently relies on the narrative of ”wong cilik” as the consistency of sustainability strategy and changes in voter demographics as the factor of change. The votes reduction in 2024 was caused by: (1) the inability to attract young voters (52% of voters) due to the lack of digital-based campaigns, (2) the Megawati-Jokowi elite conflict that damaged the PDI-P branding, (3) the absence of dominant figures, (4) money politics from opposing parties, and (5) inconsistency of being humble cadres. Despite retaining 17 seats, the erosion of votes indicates the challenges of adapting to demographics and technology. | |
| 45275 | 48636 | I1E021074 | Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Learning terhadap Hasil Belajar Peraturan Dasar Olahraga Bola Tangan | Latar Belakang: Pendidikan jasmani menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan dan keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh pemilihan model yang tepat. Berdasarkan observasi di SMA IT Al-Irsyad Purwokerto, siswa menwgalami kesulitan memahami peraturan dasar bola tangan. Model pembelajaran inquiry learning dinilai tepat karena melibatkan siswa secara aktif dengan bimbingan guru. Mengingat bola tangan masih kurang populer, model ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry learning terhadap hasil belajar peraturan dasar bola tangan. Metodologi: Penelitian menggunakan metode True-Experimental Designs dengan jenis Pretest-Posttest Control Group Design untuk mengetahui pengaruh suatu perlakuan terhadap subjek penelitian. Perlakuan yang diberikan yaitu penggunaan model pembelajaran inquiry learning untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar. Teknik analisis menggunakan uji N-gain score dan Uji T. Hasil Penelitian: Penelitian ini melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen menerapkan model inquiry learning dan kelas kontrol menggunakan model konvensional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 53,06 menjadi 75,66 pada kelas eksperimen dan dari 49,94 menjadi 67,13 pada kelas kontrol. Analisis N-gain menunjukkan peningkatan sedang (0,49 Eksperimen dan 0,37 Kontrol), serta uji statistik menunjukkan signifikasi < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua model pembelajaran. Kesimpulan: Model pembelajaran inquiry learning terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi peraturan dasar bola tangan, mampu meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa secara lebih optimal. | Background: Physical education is a compulsory subject at all levels of education and the succes of learning is greatly influenced by the selection of the right model. Based on observations at SMA IT Al-Irsyad Purwokerto, students have difficulty understanding the basic rules of handball. The inquiry learning model is considered appropriate because it involves students actively with teacher guidance. Considering that handball is still less popular, this model is expected to improve student understanding. This study aims to determine the effect of the inquiry learning model on learning outcomes of the basic rules of handball. Methodology: The study used the True-Experimental Designs method with the Pretest-Posttest Control Group Design type to determine the effect of a treatment on the research subjects. The treatment given was the use of the inquiry learning model to determine its effect on learning outcomes. The analysis technique used the N-gain score test and the T-test. Research Result: This study involved two classes, namely the experimental class applying the inquiry learning model and the control class using the conventional model. The results showed an increase in the average value from 53,06 to 75,66 in the experimental class and from 49,94 to 67,13 in the control class. The N-gain analysis showed a moderate increase (0,49 Experiment and 0,37 Control), and the statistical test showed a significance of < 0,05 which means there is a significant difference between the two learning models. Conslusion: The inquiry learning model has been proven to have a significant influence on improving student learning outcomes in the material on basic handball rules, and is able to improve student understanding and activity more optimally. | |
| 45276 | 48637 | G1B018025 | Hubungan Stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada Balita di Desa Karangaren dan Desa Kutasari Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga | Latar Belakang. Stunting adalah suatu bentuk kegagalan pertumbuhan pada tubuh dan otak pada anak yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi jangka panjang sehingga anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan umurnya. Stunting dapat menyebablan permasalahan gigi dan mulut anak, salah satunya yaitu menyebabkan Developmental Defect of Enamel (DDE). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada balita si Desa Karangaren dan Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Metode. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah disproportionate stratified random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 63 responden yang merupakan balita yang bertempat tinggal di Desa karangaren dan di Desa Kutasari Kecamatan Kutasari, Kabupatan Purbalingga. Instrumen penelitian adalah lembar pemeriksaan dan lembar hasil pengukuran. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji eta; Hasil. Hasil penelitian menunjukkn bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada balita dengan nilai η yaitu 0,659. Simpulan. Simpulan penelitian adalah terdapat hubungan stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada balita di Desa Karangaren dan Desa Kutasari Kecamatam Kutasari Kabupaten Purbalingga. | Background. Stunting is a form of impaired growth in the body and brain of children caused by prolonged nutritional deficiency, resulting in children being shorter than their age-appropriate height. Stunting can lead to oral and dental health problems, one of which is the Developmental Defect of Enamel (DDE). Objective. This study aims to examine the relationship between stunting and the Developmental Defect of Enamel (DDE) in toddlers in Karangaren Village and Kutasari Village, Kutasari Sub-district, Purbalingga Regency. Methods. This research is an analytic observational study using a cross-sectional approach. The sampling technique used was disproportionate stratified random sampling based on inclusion and exclusion criteria. The total number of respondents was 63 toddlers residing in Karangaren and Kutasari Villages, Kutasari Sub-district, Purbalingga Regency. The research instruments included examination sheets and measurement records. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Eta correlation test. Results. The study found a significant relationship between stunting and Developmental Defect of Enamel (DDE) in toddlers, with an Eta value of 0.659. Conclusion. There is a significant relationship between stunting and the Developmental Defect of Enamel (DDE) in toddlers in Karangaren Village and Kutasari Village, Kutasari Sub-district, Purbalingga Regency. | |
| 45277 | 48639 | I1C021040 | ANALISIS MEKANISME DAN TARGET AKSI SENYAWA AKTIF RAMUAN JAMU SAINTIFIK SEBAGAI ANTIOBESITAS BERDASARKAN NETWORK PHARMACOLOGY | Latar belakang : Obesitas merupakan penyakit kompleks yang melibatkan berbagai jalur biologis sehingga memerlukan terapi multitarget. Penggunaan herbal berpotensi menjadi solusi karena mengandung senyawa bioaktif yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme molekuler jamu saintifik antiobesitas Indonesia berdasarkan network pharmacology. Jamu ini terdiri dari daun kemuning (Murraya paniculata), tempuyung (Sonchus arvensis), jati belanda (Guazuma ulmifolia), dan akar kelembak (Rheum officinale). Metodologi : Sebanyak 268 senyawa jamu diperoleh dari database dan literatur diskrining berdasarkan absorbsi gastrointestinal dan drug-likeness. Senyawa terpilih dianalisis untuk menentukan hubungan antara senyawa, protein yang ditargetkan, serta jalur yang terlibat pada obesitas. Analisis data mencakup top hub gene, gene ontology, serta KEGG pathway. Hasil Penelitian : Sebanyak 136 senyawa lolos skrining dan menargetkan sepuluh top hub gene yaitu SRC, HSP90AA1, GNAI1, PRKACA, PIK3CA, PIK3R1, MAPK1, AKT, TP53, dan MAPK3. Empat protein tersebut, yaitu SRC, HSP90AA1, GNAI1, PRKACA tidak dianalisis lebih lanjut karena keterbatasan literatur yang relevan dengan obesitas. Enam protein lainnya ditargetkan oleh 46 senyawa aktif dan terlibat dalam regulasi adipogenesis melalui jalur pendukung adipogenesis yaitu PI3K/AKT, MAPK, dan JAK-STAT, serta jalur penghambatan, Wnt dan AMPK. Kesimpulan : Jamu saintifik antiobesitas berperan dalam meregulasi adipogenesis melalui lima jalur yang terkait. Daun kemuning berkontribusi paling banyak dalam menargetkan protein-protein terkait obesitas tersebut. Sedangkan protein yang paling banyak ditargetkan adalah PIK3CA. | Background : Obesity is a complex disease that involves many biological processes. This complexity requires a treatment that can target multiple areas. Herbs offer a solution due to their diverse compounds. This study explores how Indonesian anti-obesity herbal medicine works using network pharmacology. The herbal formulation includes kemuning leaves (Murraya paniculata), tempuyung (Sonchus arvensis), jati belanda (Guazuma ulmifolia), and kelembak roots (Rheum officinale). Methods : A total of 268 herbal compounds were collected from databases and literature, then screened based on gastrointestinal absorption and drug-likeness. Selected compounds were analyzed to identify target genes and obesity-related signaling pathways through hub gene, gene ontology, and KEGG analyses. Results : A total of 136 compounds passed screening and targeted ten key hub genes: SRC, HSP90AA1, GNAI1, PRKACA, PIK3CA, PIK3R1, MAPK1, AKT, TP53, and MAPK3. Four genes SRC, HSP90AA1, GNAI1, and PRKACA were excluded from further analysis due to limited obesity-related evidence. The other six, targeted by 46 active compounds, regulate adipogenesis via supportive pathways PI3K/AKT, MAPK, JAK-STAT and inhibitory ones Wnt and AMPK. Conclusion : These findings highlight the potential of scientific herbal medicines for obesity management by modulating adipogenesis via five key signaling pathways. Kemuning leaves exhibited the most significant impact on obesity-related genes, with PIK3CA as the most frequently targeted gene. | |
| 45278 | 48638 | I1C021015 | Efek Ekstrak Etanolik Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Histopatologi Pankreas dan Ekspresi GLUT 4 Tikus Terinduksi Pakan Tinggi Lemak dan Streptozotocin | Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe II ditandai dengan hiperglikemia. Penurunan fungsi atau kerusakan sel pankreas menyebabkan gangguan sekresi insulin. Tanaman yang mengandung senyawa polifenol, flavonoid, steroid dan terpenoid seperti kayu manis (Cinnamomum burmannii) berfungsi sebagai antioksidan dan anti diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histopatologi dan ekspresi GLUT 4 pada pankreas tikus yang diinduksi pakan tinggi lemak dan STZ. Metodologi: Penelitian ini merupakan ekperimen laboratorium Post-Test Control Group Design menggunakan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam 5 kelompok. Kelompok I (kontrol normal), kelompok II (metformin), kelompok III (kayu manis dosis 100 mg/kgBB), kelompok IV (kayu manis dosis 200 mg/kgBB), kelompok V (kayu manis dosis 400 mg/kgBB). Dilakukan pengamatan pada perubahan histopatologi pankreas dengan metode skoring setelah dilakukan pewarnaan Hemaatoxylin-Eosin serta data dianalisis secara deskriptif setelah dilakukan pewarnaan Imunohistokimia. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan tinggi lemak dan streptozotocin dapat menyebabkan kondisi diabetes melitus pada tikus. Pemberian kayu manis dosis 100 mg/kgBB memberikan kenaikan berat badan tikus paling tinggi dibandingkan pemberian metformin, kayu manis dosis 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Dosis 100 mg/kgBB dapat memperbaiki pankreas paling tinggi ditunjukkan dengan batas sel yang jelas, tidak adanya nekrosis serta peningkatan ekspresi GLUT 4 pada sitoplasma sel pankreas dengan warna coklat kegelapan pekat, lebih tegas dan seragam. Kesimpulan: Pemberian ekstrak etanolik kayu manis (Cinnamomum burmannii) berpotensi memperbaiki profil histopatologi organ pankreas yang terdapat kemiripan dengan kontrol sehat serta meningkatkan terjadinya ekspresi GLUT 4 pada sitoplasma sel organ pankreas yang terdapat kemiripan dengan kelompok pemberian metformin. | Background: Type II Diabetes Melitus is characterized by hyperglycemia. Reduced function or damage to pancreatic beta-cells leads to impaired insulin secretion. Plants containing compounds such as polyphenols, flavonoids, steroids, and terpenoids, such as cinnamon (Cinnamomum burmannii), function as antioxidant and antidiabetic agents. This research aims to determine the histopathological features and glut-4 expression in the pancreas of male wistar rats induced with a high fat diet and streptozotocin (STZ). Methodology: This study used a laboratory experiment design with Post-Test Control Group. Twenty-five male wistar rats were utilized and divided into five groups: Group I (normal control), Group II (metformin treatment), Group III (cinnamon at a dose of 100 mg/kg body weight), Group IV (cinnamon at a dose of 200 mg/kg body weight), and Group V (cinnamon at a dose of 400 mg/kg body weight). Observation were conducted on pancreatic histopathological changes using a scoring method following after Hematoxylin-Eosin staining, and data were analyzed descriptively after Immunohistochemisstry staining. Result: The results from the study indicate that the administration of a high fat and streptozotocin can cause diabetes mellitus condition in rats. Cinnamon administration at a dosage of 100 mg/kg body weight resulted in the highest increase of body weight in rats compared to the administration of metformin and cinnamon at dosages of 200 mg/kg and 400 mg/kg body weight. The dosage of 100 mg/kgBB demonstrated the most significant improvement in pancreatic tissue characterized by distinct cell borders, the absence of necrosis, and cellular regeneration. In addition, the increased expression of GLUT 4 in the cytoplasm of pancreatic cells was characterized by a strong, dark brown staining that appeared more distinct and uniform. Conclusion: The administration of ethanolic extract of Cinnamomum burmannii demonstrates potential; in improving the histopathological profile of pancreatic tissue, closely resembling that of the healthy control group, and in enhancing GLUT 4 expression within the cytoplasm of pancreatic cells, comparable to the effects observed in the metformin treated group. | |
| 45279 | 48640 | I1A021102 | Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Stres Kerja Pada Perawat Puskesmas Rawat Inap Di Kabupaten Banyumas | Latar Belakang: Perawat adalah tenaga kesehatan yang memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dengan padatnya aktivitas yang dilakukan oleh perawat maka dapat menimbulkan indikasi stres kerja. Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan stres kerja pada perawat seperti tingginya beban kerja, tuntutan tugas, umur, jenis kelamin, dan status pernikahan, masa kerja. Studi ini meneliti faktor risiko yang berpengaruh terhadap stres kerja pada perawat di puskesmas rawat inap Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 108 perawat yang diambil secara proportionate stratified sampling dari 15 puskesmas rawat inap di Kabupaten Banyumas. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden mengalami stres kerja berat (63,9%). Variabel yang paling berpengaruh terhadap stres kerja pada perawat puskesmas rawat inap di Kabupaten Banyumas yaitu variabel hubungan interpersonal (p=0,004) dan Odds Ratio (OR) sebesar 5,898 (95% CI: 1,760-19,763). Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh terhadap stres kerja pada perawat puskesmas rawat inap di Kabupaten Banyumas adalah variabel hubungan interpersonal. Saran: Diharapkan untuk setiap perawat agar bisa untuk membangun komunikasi yang baik kepada sesama rekan. Yaitu dengan komunikasi yang terbuka, saling toleransi, menjalin kerjasama yang baik, meningkatkan empati, keterampilan dalam berkomunikasi. Selain itu Diharapkan puskesmas bisa melakukan pembinaan dan pelatihan terkait dengan pengembangan aspek komunikasi dan kerjasama tim. | Background: Nurses are healthcare professionals who play a crucial role in providing health services. Due to the high intensity of their daily activities, nurses are increased at risk of experiencing work-related stress. Several risk factors contribute to this stress, such as heavy workloads, job demands and individual factors. This study investigates the risk factors that influence work stress among nurses at inpatient community health centers in Banyumas Regency. Methods: This research uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 108 nurses selected using proportionate stratified sampling from 15 inpatient puskesmas in Banyumas Regency. Data analysis was conducted using univariate analysis, bivariate analysis with the Chi-Square test, and multivariate analysis with logistic regression. Results: Most respondents experienced high levels of work stress (63.9%). The most influential variable related to work stress among nurses in inpatient community health center in Banyumas Regency was interpersonal relationships, with a p-value= 0.004 and a Odds Ratio (OR) of 5.898 (95% CI: 1.760–19.763). Conclusion: The most influential factor contributing to work stress among nurses in inpatient community health center in Banyumas Regency was interpersonal relationships. | |
| 45280 | 48641 | I1C021007 | Penetapan Mutu Simplisia Kayu Manis (Cinnamomum burmanii) dari Desa Kebumen Kecamatan Baturaden sebagai Bahan Obat Tradisional | Latar Belakang : Penggunaan obat dari bahan alam telah lama dilakukan untuk penyembuhan dan perawatan kesehatan. Kayu manis (Cinnamomum burmanii) adalah salah satu tanaman yang dikenal mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi farmakologis. Penggunaan obat tradisional yang terus meningkat, perlu standardisasi untuk memastikan kualitas dan keamanan bahan baku. Standardisasi meliputi parameter spesifik dan parameter non spesifik. Metodologi : Penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium berdasarkan parameter spesifik meliputi pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, kadar sari larut etanol, kadar sari larut air, kadar fenol total, kadar flavonoid total serta parameter non spesifik meliputi susut pengeringan, kadar abu dan kadar abu tidak larut asam Hasil Penelitian : Pengamatan makroskopik simplisia menunjukkan kulit kayu manis berbentuk pipih, menggulung, dengan warna coklat kekuningan dan rasa manis serta aroma khas kayu manis. Pengamatan mikroskopik simplisia menunjukkan fragmen terdiri dari sel minyak, sklereida dan sel sklerenkim. Kadar sari larut etanol sebesar 25,13±4,66% sedangkan kadar sari larut air sebesar 9±0,36%. Kadar fenol total pada simplisia sebesar 61,08±3,55 mg GAE/g, kadar flavonoid total 40,32±3,64 mg QE/g. Susut pengeringan sebesar 9,71±0,15%, kadar abu total 3, 28 ±0,09%; dan kadar abu tidak larut asam 0,23±0,04%. Kesimpulan : Kayu manis memenuhi parameter spesifik berdasarkan pengamatan makroskopik, mikroskopik, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar fenol total, kadar flavonoid total serta parameter non spesifik seperti susut pengeringan, kadar abu serta kadar abu tidak larut asam sesuai persyaratan dari monografi resmi Farmakope Herbal Indonesia Kata Kunci : Simplisia, Kayu Manis (Cinnamomum burmanii), Parameter Spesifiik dan Non Spesifik | Background : The use of natural-based medicines has long been practiced for healing and health maintenance. Cinnamon (Cinnamomum burmanii) is one such plant known to contain bioactive compounds with pharmalogical potential. With the increasing use of traditional medicines, standardization is essential to ensure the quality and safety of raw materials. Standardization involves both specific and non-specific parameters. Methods : The experimental research was conducted in a laboratory based on specific parameters, including macroscopic, microscopic test, ethanol soluble extract content, water soluble extract content, total phenol content, and total flavonoid content, as well as non specific parameters such as loss drying, total ash content, and acid insoluble ash content Results : Macroscopic test of simplicia showed that the cinnamon bark is flat, curled, yellowish brown in color, with a sweet taste and a characteristic cinnamon aroma. Microscopic test was identified fragments consisting of oil cells, sclereids, and sclerenchyma cells. The ethanol soluble extract content was 25,13±4,66%, while the water soluble extract content was 9±0,36%. The total phenol content of the simplicia was 61,08±3,55 mg GAE/g, and the total flavonoid content was40,32±3,64 mg QE/g. The loss drying was 9,71±0,15%, total ash content was 3,28 ±0,09%, and the acid insoluble ash content was 0,23±0,04%. Conclusion : Cinnamon simplicia meets the requirements for specific parameters and non specific parameters in accordance with the requirements of the official monograph of the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. Keywords : Simplicia, Cinnamon (Cinnamomum burmanii), Specific and Non Specific Parameters |