Artikelilmiahs

Menampilkan 45.341-45.360 dari 48.756 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4534149516L1A021070BIOLOGI REPRODUKSI IKAN BACEMAN (Hemibagrus nemurus Valenciennes, 1840) DI HILIR SUNGAI KLAWING, KABUPATEN PURBALINGGA, JAWA TENGAH Penelitian ini berjudul “Biologi Reproduksi Ikan baceman (Hemibagrus nemurus Valenciennes, 1840) di Hilir Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah”. Ikan baceman yaitu ikan ditemukan di hilir Sungai Klawing, keberadaannya di alam mengalami penurunan karena penangkapan berlebih maka diperlukannya pengetahuan tentang biologi reproduksi ikan baceman untuk mendukung upaya domestikasi dan konservasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui biologi reproduksi meliputi rasio kelamin, indeks gonadosomatik, indeks hepatosomatik, dan indeks visceralsomatik ikan baceman. Metode penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling pada bulan September-November 2024 di stasiun Jetis, Bokol, dan Kedungbenda. Data kuantitatif dan deskriptif dianalisis menggunakan aplikasi spss dan excel. Hasil penelitian rasio kelamin 1:1,29 yang berarti ikan betina lebih banyak. IGS tertinggi betina pada stasiun 3 (Kedungbenda) yaitu 13,40%±1,36. IHS tertinggi betina pada stasiun 3 (Kedungbenda) yaitu 9,30%±0,53, IVS tertinggi betina pada stasiun 3 (Kedungbenda) yaitu 12,29%±0,84, Uji ANOVA di dapat p<0,05 yang menunjukkan bahwa reproduksi ikan baceman (Hemibagrus nemurus) sudah matang gonad.This study is titled “Reproductive Biology of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus Valenciennes, 1840) in the Lower Klawing River, Purbalingga Regency, Central Java.” The Asian Redtail Catfish is found in the lower reaches of the Klawing River. Its population in the wild has declined due to overfishing, making it necessary to understand the reproductive biology of the Asian Redtail Catfish to support domestication and conservation efforts. The objectives of this study are to determine the reproductive biology of the Asian Redtail Catfish, including sex ratio, gonadosomatic index, hepatosomatic index, and viscerosomatic index. The research method employed purposive sampling from September to November 2024 at the Jetis, Bokol, and Kedungbenda stations. Quantitative and descriptive data were analyzed using SPSS and Excel software. The results showed a sex ratio of 1:1.29, indicating a higher proportion of female fish. The highest GSI for females was at Station 3 (Kedungbenda) at 13.40% ± 1.36. The highest HSI for females was at Station 3 (Kedungbenda) at 9.30% ± 0.53, and the highest VSI for females was at Station 3 (Kedungbenda) at 12.29% ± 0.84. The ANOVA test yielded p<0.05, indicating that the reproduction of Asian Redtail Catfish (Hemibagrus nemurus) has reached gonadal maturity.
4534248707K1A021001KARAKTERISTIK INTERAKSI ADSORPSI ZAT WARNA RHODAMINE B PADA ASAM HUMAT HASIL ISOLASI DARI TANAH GAMBUT RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Industri tekstil merupakan sektor unggulan manufaktur nasional yang berkembang pesat karena permintaan produksinya selalu meningkat setiap tahun. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya volume limbah cair yang dihasilkan, terutama zat warna sintetik seperti rhodamine B yang bersifat toksik, sulit terurai, dan berpotensi mencemari lingkungan, terutama tanah. Hal ini disebabkan adanya senyawa organik dalam tanah seperti asam humat dengan gugus fungsi yang dapat berinteraksi dengan rhodamine B. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi adsorpsi rhodamine B pada asam humat hasil isolasi dari tanah gambut Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Asam humat diisolasi melalui ekstraksi alkali dan dikarakterisasi menggunakan FTIR, UV-Vis, SEM, serta analisis kadar air, abu, dan gugus fungsi kuantitatif. Proses adsorpsi diuji berdasarkan variasi waktu kontak, pH, dan konsentrasi rhodamine B, serta dianalisis menggunakan model isoterm dan kinetika. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan keberadaan gugus OH dan –C=O karboksil khas asam humat. Rasio E4/E6 sebesar 2,889, morfologinya berbentuk padatan amorf yang tidak beraturan. Kadar air dan abu masing-masing 9,26% dan 5,63%, serta kandungan keasaman total, –COOH, dan OH sebesar 630, 160, dan 460 cmol/kg. Adsorpsi optimal tercapai pada pH 3 dan waktu 30 menit dengan persentase sebesar 99,9567%. Interaksi terjadi melalui ikatan hidrogen dan mengikuti model isoterm Langmuir.The textile industry is a leading national manufacturing sector that has grown rapidly due to increasing production demand each year. This growth leads to a high volume of liquid waste generation, especially synthetic dyes such as rhodamine B which are toxic, difficult to degrade, and potentially pollute the environment, especially soil. This is due to the presence of organic compounds in the soil such as humic acids with functional groups that can interact with rhodamine B. This study aims to analyze the adsorption interaction of rhodamine B on humic acid isolated from peat soil of Rawa Pening, Semarang Regency. Humic acid was extracted using an alkaline extraction method and characterized through FTIR, UV-Vis spectroscopy, SEM imaging, and quantitative analysis of moisture, ash content, and functional groups. The adsorption process was evaluated by varying contact time, pH, and rhodamine B concentration, and analyzed using adsorption isotherm and kinetic models. FTIR characterisation results showed the presence of -OH and -C=O carboxyl groups typical of humic acids. E4/E6 ratio of 2.889, the morphology is irregular amorphous solid. The moisture and ash contents were 9.26% and 5.63% respectively, and the total acidity, –COOH, and –OH contents were 630, 160, and 460 cmol/kg. Optimal adsorption was achieved at pH 3 and 30 minutes with a percentage of 99.9567%. The interaction occurs through hydrogen bonding and follows the Langmuir isotherm model.
4534348712I1A018101Gambaran Karakteristik Penderita TB-HIV Di Kabupaten Banyumas Tahun 2020-2023Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan dua penyakit infeksi menular yang saling memperburuk kondisi pasien bila terjadi secara bersamaan (koinfeksi). Koinfeksi TB-HIV menyebabkan peningkatan morbiditas dan mortalitas, serta menimbulkan tantangan dalam aspek diagnosis dan pengobatan.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data sekunder diambil dari SITB Dinas Kesehatan Banyumas untuk tahun 2020–2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 167 penderita TB-HIV. Analisis data dilakukan secara univariat.
Hasil Penelitian: Mayoritas penderita TB- HIV adalah laki-laki (76%) dengan usia rata-rata usia produktif (15–64 tahun). Pekerjaan terbanyak adalah sopir/buruh (19,2%), dan sebagian besar penderita berdomisili di wilayah Kabupaten Banyumas (58,7%). Lokasi penemuan kasus terbanyak ada di rumah sakit (86,8%), dan sebagian besar pasien memiliki riwayat pengobatan baru (91,6%). Mayoritas penderita memiliki hasil tes TB sebelum pengobatan adalah negatif (38,9%) terdiagnosis TB secara klinis(65,3%), dengan klasifikasi TB paru (86,8%) dan hasil akhir pengobatan menunjukkan sebagian besar pasien dinyatakan pengobatan lengkap (49,1%) serta lama pengobatannya masih banyak yang kurang dari 6 bulan. Sebagian kecil penderita juga memiliki penyakit penyerta berupa diabetes melitus (1,2%).
Kesimpulan: Karakteristik penderita TB-HIV di Kabupaten Banyumas didominasi oleh kelompok usia produktif, jenis kelamin laki-laki, dan pekerjaan informal. Hasil ini menjadi dasar penting untuk perumusan strategi pengendalian TB-HIV berbasis karakteristik lokal dan pendekatan lintas sektor.
Background: Tuberculosis (TB) and Human Immunodeficiency Virus (HIV) are two communicable infectious diseases that can worsen a patient’s condition when they occur simultaneously (co-infection). TB-HIV co-infection increases morbidity and mortality and poses significant challenges in both diagnosis and treatment.
Methods: This study used a quantitative descriptive design with a case study approach. Secondary data were obtained from the Banyumas District Health Office's Tuberculosis Information System (SITB) for the period 2020–2023. The sampling technique employed was total sampling, with a total of 167 TB-HIV patients. Data were analyzed univariately.
Results: The majority of TB-HIV patients were male (76%), with most falling within the productive age group (15–64 years). The most common occupations among patients were drivers and laborers (19.2%), and the majority resided in Banyumas Regency (58.7%). Most cases were identified at hospitals (86.8%), and a large proportion of patients were classified as new cases (91.6%). Prior to treatment, a significant number of patients had negative TB test results (38.9%) and were diagnosed clinically (65.3%), with pulmonary TB being the predominant classification (86.8%). Treatment outcomes indicated that nearly half of the patients completed their therapy (49.1%), although many underwent treatment for less than six months. A small proportion of patients also had comorbidities, particularly diabetes mellitus (1.2%).
Conclusion: The characteristics of TB-HIV patients in Banyumas Regency are predominantly male, of productive age, and engaged in informal employment. These findings provide an important basis for formulating TB-HIV control strategies tailored to local characteristics and supported by cross-sectoral approaches.
4534448709C1A020021Pengaruh Desentralisasi Fiskal dan Investasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014-2022Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu PDRB di Provinsi Jawa Tengah, variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu PAD, DAU, DAK, DBH, dan investasi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dari instansi terkait. Data yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 315 yang terdiri dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dengan rentang waktu 9 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data panel. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) PAD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. (2) DAU berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. (3) DAK berpengaruh negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. (4) DBH tidak berpengaruh secara signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. (5) Investasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan PAD dan DAK tidak selalu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, kemungkinan karena alokasi yang kurang efisien, sedangkan DAU dapat mendorong pertumbuhan jika dialokasikan ke sektor yang produktif. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif agar desentralisasi fiskal benar-benar mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.This study aims to analyze the effect of fiscal decentralization on economic growth in Central Java Province. The dependent variable used in this study is GRDP in Central Java Province, the independent variables used in this study are PAD, DAU, DAK, DBH, and investment. The type of data used in this study is secondary data from related agencies. The data used in this study amounted to 315 consisting of 35 districts / cities in Central Java Province with a span of 9 years. This research uses quantitative methods with panel data analysis techniques. Based on the results of the study, it shows that: (1) PAD has a negative and significant effect on economic growth. (2) DAU has a significant positive effect on economic growth. (3) DAK has a significant negative effect on economic growth. (4) DBH has no significant effect on economic growth. (5) Investment has no significant effect on economic growth. The results of this study indicate that an increase in PAD and DAK does not always contribute to economic growth, possibly due to inefficient allocation, while DAU can encourage growth if allocated to productive sectors. Therefore, more effective regional financial management is needed so that fiscal decentralization truly supports economic growth in Central Java.
4534548710I1D021033Pengaruh Edukasi Pedoman Gizi Seimbang Melalui Video Aplikasi Tiktok Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Konsumsi Buah Dan Sayur Di
SMK Negeri 1 Purwokerto
Latar Belakang : Edukasi pedoman gizi seimbang melalui aplikasi TikTok dapat menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap konsumsi buah dan sayur. Penggunaan media sosial TikTok dapat dijadikan sebagai alternatif edukasi bagi remaja karena tidak membosankan dan informasi yang disampaikan mudah diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi gizi melalui media aplikasi TikTok terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang konsumsi buah dan sayur di SMK Negeri 1 Purwokerto.
Metode : Penelitian eksperimental menggunakan quasi experiment dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan perhitungan sampel menggunakan proportionate sampling. Edukasi dilakukan selama 2 minggu dengan total 8 video, dengan durasi video 1-2 menit. Pengetahuan dan sikap remaja mengenai buah dan sayur diukur menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap. Uji normalitas kuesioner menggunakan uji Shapiro-Wilk. Variabel pengetahuan diuji menggunakan uji Wilcoxon dan variabel sikap diuji menggunakan uji Paired T-test.
Hasil : Hasil uji Wilcoxon pada variabel pengetahuan menunjukan nilai p<0,05 (p=0,001) dengan peningkatan median sebesar 1,5 setelah diberikan edukasi. Hasil uji Paired T-test pada variabel sikap menunjukan nilai p<0,05 (p=0,036) dengan peningkatan nilai rata-rata sikap sebesar 2,2 setelah diberikan edukasi.
Kesimpulan : Terdapat pengaruh edukasi video terhadap pengetahuan dan sikap mengenai buah dan sayur sebelum dan sesudah diberikan edukasi melalui aplikasi TikTok di SMK Negeri 1 Purwokerto.
Kata Kunci : Video Edukasi, Pedoman Gizi Seimbang, Pengetahuan, Sikap, Remaja,TikTok.
Background: Balanced nutrition guidelines education through the TikTok application is one of strategies used to increase adolescent knowledge and attitudes towards fruit and vegetable consumption. The use of TikTok social media served as an alternative education method for adolescents. This application is amusing and the information is easy to understand. This study aimed to determine the effect of nutrition education through TikTok application on adolescent knowledge and attitudes about fruit and vegetable consumption at SMK Negeri 1 Purwokerto.
Methods:The study was an experimental research using a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, and the sample was calculated using proportionate sampling. Education was conducted for 2 weeks with a total of 8 videos, duration of videos 1-2 minutes. Adolescents' knowledge and attitudes about fruits and vegetables were measured using a knowledge and attitude questionnaire. The normality test of the questionnaire was conducted using the Shapiro-Wilk test. The knowledge and attitude were analysed using Wilcoxon test and Paired T-test.
Results: The result of the difference test using the Wilcoxon test on the knowledge variable showed a p<0,05 (p = 0,001) with a median increase of 1,5 after education was given. The result of the difference test using the Paired T-test on the attitude variable showed a p<0,05 (p = 0,036) with an increase in the average attitude score of 2,2 after education was given.
Conclusions: There was an effect of video based education on knowledge and attitudes regarding fruits and vegetables before and after the education was delivered through TikTok application at SMK Negeri 1 Purwokerto.
Keywords: Adolescent, Education Video, Balanced Nutrition Guidelines, Knowledge, Attitude, TikTok.
4534648708I1B021050Translasi dan Validasi Instrumen Arc's Self-Determination Scale untuk Anak Tunarungu dalam Bahasa IndonesiaLatar Belakang: Data statistik pendidikan tahun 2024 menunjukkan jumlah populasi siswa terbesar adalah tunarungu. Siswa tunarungu memiliki potensi intelektual yang dapat diberdayakan namun, pemberdayaan diri memerlukan determinasi diri yang baik. Belum ada instrumen berbahasa Indonesia yang dapat mengukur determinasi diri untuk anak tunarungu, sehingga diperlukan penelitian translasi instrumen serta uji psikometrik.
Metode: Penelitian ini berupa studi analitik melalui proses translasi dan validasi yang melibatkan lima penerjemah, lima expert, dan 30 siswa tunarungu sebagai responden. Variabel yang diteliti adalah item kuesioner Arc’s Self-Determination Scale yang terdiri dari domain kemandirian, regulasi diri, pemberdayaan psikologis, dan realisasi diri. Analisis uji yang digunakan yaitu Content Validity Index (CVI), Pearson Product Moment, dan Cronbach alpha.
Hasil Penelitian: Nilai I-CVI item Arc’s SDS bahasa Indonesia yaitu 0.8-1.00 yang berarti valid. Nilai rerata (S-CVI) sebesar 0.98 pada domain kemandirian, dan nilai 1.00 pada domain sisanya. Sementara itu, uji pearson menghasilkan nilai r hitung 0.365-0.798 lebih besar dari r tabel 0.361 pada 32 item kuesioner yang dinyatakan valid dengan rincian 19 item kemandirian, 7 item pemberdayaan psikologis, dan 6 item realisasi diri. Item valid dinyatakan reliabel dengan nilai cronbach alpha >0.6 yaitu 0.89 (kemandirian), 0.69 (pemberdayaan psikologis), dan 0.72 (realisasi diri).
Kesimpulan: Jumlah item Arc’s SDS bahasa Indonesa yang teruji valid dan reliabel yaitu 32 item dari total 72 item yang diuji secara psikometrik.
Background: Education statistics for 2024 show that the largest student population is the deaf. Deaf students have the intellectual potential to be empowered to achieve future success. Self-empowerment requires good self-determination. However, there is no Indonesian language instrument that can measure self-determination in deaf children; therefore, translational research of the instrument and psychometric testing are needed.
Methods: This research was an analytic study through a translation and validation process consisting of a content validity test, construct validity test, and reliability test. The researcher involved five translators, five experts, and 30 deaf students. The variables studied were Arc's Self Determination Scale questionnaire items consisting of the domains of independence, self-regulation, psychological empowerment, and self-realization. The test analysis used was Content Validity Index (CVI), Pearson Product Moment correlation test, and Cronbach alpha.
Research Results: The I-CVI value of Arc's SDS Indonesian items is 0.8-1.00 which means that it is valid. The mean value (S-CVI) was 0.98 in the independence and 1.00 in the rest domain. Meanwhile, the Pearson test resulted in the value of r_count 0.365-0.798 greater than r_table 0.361 on 32 questionnaire items that were declared valid and reliable with Cronbach alpha >0.6 values, namely 0.89 (independence), 0.69 (psychological empowerment), and 0.72 (self-realization).
Conclusion: The number of items of Arc's SDS in Indonesia that tested valid and reliable was 32 out of a total of 72 items that were psychometrically tested.
4534748713I1B021061Hubungan Pengetahuan dengan Efikasi Diri Ibu yang Mempunyai Bayi Berat Lahir Rendah
Latar Belakang : Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan kondisi yang memerlukan perawatan lebih intensif oleh ibu. Pengetahuan ibu dalam merawat BBLR akan mempengaruhi efikasi diri ibu dalam merawat BBLR. Penelitian ini bertujuam untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan efikasi diri ibu yang mempunyai bayi berat lahir rendah.

Metodologi : Jenis penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan teknik convenience sampling yang melibatkan 48 responden. Kriteria responden yakni ibu yang mempunyai bayi berat lahir rendah (BBLR) Instrumen penelitian berupa kuisioner pengetahuan ibu dan Perceived Maternal Parenting Efikasi diri (PMP SE). Analisis data menggunakan uji Spearman.

Hasil Penelitian : Karakteristik usia ibu menunjukan nilai tengah 28,94 tahun. Mayoritas ibu berpendidikan terakhir SMA, status persalinan mayoritas multipara, dengan rata -rata berat badan bayi 1.756,46 gram. Ibu memiliki skor pengetahuan rata rata 17,40 dengan nilai minimum 10 dan maksimum 25. Analisis uji Spearman diperoleh hasil nilai p-value = 0,001 (p<0,05) dengan nilai r = 0,800 yang menunjukan terdapat hubungan yang bermakna dengan kategori hubungan kuat antara pengetahuan ibu dengan efikasi diri ibu dengan bayi berat lahir rendah.

Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara efikasi diri dengan pengetahuan ibu yang memiliki BBLR.

Background : Low birth weight (LBW) babies are a condition that requires more intensive care by the mother. The mother's low knowledge in caring for LBW will affect the mother's self-confidence or self-efficacy in caring for LBW. This research aims to analyze the relationship between knowledge and efikasi diri of mothers who have low birth weight babies.

Method : This type of research is quantitative using a correlation approach involving 48 respondents using convenience sampling techniques. The research instrument is a questionnaire on maternal knowledge and Perceived Maternal Parenting Efikasi diri (PMP SE). Data analysis uses the Spearman test.

Research Results : The characteristics of maternal age showed a mean value of 28.94 years old. The majority of mothers had a high school education, the majority of childbirth status was multiparous, with an average baby weight of 1,756.46 grams. Mothers had an average knowledge score of 17.40 with a minimum value of 10 and a maximum of 25. Spearman test analysis obtained a p-value of 0.001 (p <0.05) with an r value of 0.800 which indicated a significant relationship with a strong relationship category between maternal knowledge and maternal efikasi diri with low birth weight babies.

Conclusion : There is a significant relationship between selfefficacy and knowledge of mothers who have LBW.


4534848714I1D021067Alternatif Pangan Fungsional Tempe Kecambah Koro Pedang Putih dengan Lama Fermentasi dan Jenis Kemasan BerbedaLatar Belakang: Penggunaan kecambah koro pedang putih sebagai bahan baku pembuatan tempe dapat menjadikan tempe sebagai alternatif produk pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi lama fermentasi dan jenis kemasan berbeda terhadap kadar protein terlarut, serat kasar, dan sensori hedonik tempe kecambah koro pedang putih.

Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak kelomok dengan 2 faktor, yaitu lama fermentasi (36, 48, 60, dan 72 jam) dan jenis kemasan (plastik, daun pisang, dan daun jati). Analisis statistik kadar protein terlarut dan serat kasar menggunakan one-way ANOVA, sedangkan sensori hedonik menggunakan uji Friedman. Duncan’s multiple range test (DMRT) dilakukan bila terdapat pengaruh nyata (p<0,05). Perlakuan terbaik ditentukan dengan uji indeks efektivitas.

Hasil Penelitian: Tempe dengan lama fermentasi dan jenis kemasan berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar protein terlarut (p=0,000), kadar serat kasar (p=0,000), sensori hedonik warna, aroma, penampilan, dan rasa (p=0,000). Tempe kecambah koro pedang putih terbaik yaitu lama fermentasi 72 jam dan jenis kemasan daun jati yang memiliki kadar protein terlarut sebesar 3,30%bk, serat kasar sebanyak 21,6%bk, skor sensori hedonik warna 3,08 (cukup suka); aroma 3,36 (cukup suka); penampilan 3,22 (cukup suka); dan rasa 3,34 (cukup suka); serta memiliki kandungan asam amino hidrofobik sebanyak 28,7 g/100g protein bk.

Kesimpulan: Lama fermentasi dan jenis kemasan berbeda meningkatkan kadar protein terlarut, serat kasar, dan sensori hedonik. Lama fermentasi 72 jam dan kemasan daun jati pada tempe kecambah koro pedang putih berpotensi menjadi pangan fungsional yang bermanfaat untuk kesehatan.

Kata kunci: Tempe Kecambah Koro Pedang Putih, Protein Terlarut, Serat Kasar, Pangan Fungsional
Background: The use of germinated jack bean as raw material for tempeh production has the potential to develop tempeh as an alternative functional food. This study aimed to determine the interactive effects of fermentation duration and different packaging types on the levels of soluble protein, crude fiber, and hedonic sensory attributes of germinated jack bean tempeh.

Methods: This experimental study employed a randomized group design with two factors, fermentation duration (36, 48, 60, and 72 hours) and packaging type (plastic, banana leaf, and teak leaf). Statistical analysis of soluble protein and crude fiber content was performed using one-way ANOVA, while hedonic sensory evaluation was analyzed using the Friedman test. Duncan's Multiple Range Test (DMRT) was performed for further analysis if significant differences were found (p<0,05). The best treatment was determined using an effectiveness index test.

Results: Tempeh with different fermentation durations and packaging types had significant effects on soluble protein content (p=0,000), crude fiber content (p=0,000), and hedonic sensory attributes including color, aroma, appearance, and taste (p=0,000). The best germinated jack bean tempeh was the one fermented for 72 hours and packaged in teak leaves, which contained 3,30% soluble protein (dry weight), 21,6% crude fiber (dry weight), and hedonic sensory scores as follows: color 3,08 (moderately liked), aroma 3,36 (moderately liked), appearance 3,22 (moderately liked), and taste 3,34 (moderately liked); and contained 28,7 g of hydrophobic amino acids per 100 g of dry weight protein.

Conclusion: Different fermentation durations and packaging types increased the levels of soluble protein, crude fiber, and hedonic sensory attributes. A fermentation duration of 72 hours and teak leaf packaging in germinated jack bean tempeh has the potential to become a functional food beneficial for health.

Keywords: Germinated Jack Bean Tempeh, Soluble Protein, Crude Fiber, Functional Food
4534948715K1C019067Identifikasi Potensi Bahan Galian Menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger di Desa Cilangkap Kecamatan Gumelar Kabupaten BanyumasDaerah Gumelar Kabupaten Banyumas, memiliki potensi sumber daya alam yang perlu dieksplorasi lebih lanjut, salah satunya adalah bahan galian yang terdapat di bawah permukaan. Untuk melakukan eksplorasi bahan galian perlu dilakukan eksplorasi geofisika, salah satunya menggunakan metode geolistrikkonfigurasi Schlumberger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan daerah penelitian dan untuk mengetahui pemodelan volume potensi bahan galiandi daerah penelitian. Data pengukuran geolistrik sebanyak 8 titik sounding dengan panjang lintasan masing-masing 160 meter. Hasil menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan terdiri dari tiga lapisan, yaitu batulempung dengan rentang nilai resistivitas 7,35 – 32,74 Ωm, batulempung pasiran dengan rentang nilai resistivitas dari 32,71 hingga 84,05 Ωm, dan batupasir dengan rentang nilai resistivitas 84,05 – 470,43 Ωm. Pemodelan volume cadangan bahan galian menunjukkan bahwa potensi bahan galian di wilayah penelitian memiliki potensi yang besar, lapisan batulempung memiliki volume 7,82 x 105 m3, batupasir 6,67 x 106 m3, dan batulempung pasiran 1,72 x 107 m3. The Gumelar District in Banyumas Regency holds significant natural resource potential, one of which is the mineral deposits located beneath the surface. Geophysical exploration is required to explore these resources, with one of the methods being the Schlumberger configuration of geoelectrical resistivity. This study aims to determine the subsurface structure of the study area and model the potential volume of mineral resources within the region. Geoelectrical measurements were taken at 8 sounding points, with each sounding having a length of 160 meters. The results show that the subsurface structure consists of three layers: claystone with resistivity values ranging from 7.35 to 32.74 Ωm, sandy-claystone with resistivity values ranging from 32.71 to 84.05 Ωm, and sandstone with resistivity values ranging from 84.05 to 470.43 Ωm. The modeling of the mineral deposit volume indicates that the study area has significant potential, with the claystone layer having a volume of 7,82 x 105 m³, sandstone 6,67 x 106 m³, and sandstone-claystone intercalation 1,72 x 107 m³.
4535048716C1H019002THE INFLUENCE OF PERCEIVED RECOVERY AND PERCEIVED VALUE ON POST-RECOVERY SATISFACTION WITH INVOLVEMENT AS A MEDIATING VARIABLE IN THE NO MAN'S SKY USER COMMUNITY IN INDONESIAStudi berjudul "Pengaruh Perceived Recovery dan Perceived Value on Post-Recovery Satisfaction with Involvement as a Mediating Variable in the User No Man's Sky Community in Indonesia" bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perceived recovery, perceived value, involvement, dan post-recovery satisfaction. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan alat analisis SMARTPLS 3. Sampel penelitian terdiri dari responden yang pernah mengalami kegagalan layanan dan mendapatkan upaya pemulihan dari perusahaan. Analisis data meliputi validitas, keandalan, pengujian hipotesis, dan uji mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan yang dirasakan memiliki pengaruh positif pada keterlibatan dan nilai yang dirasakan memiliki pengaruh positif pada keterlibatan. Selain itu, pemulihan yang dirasakan dan nilai yang dirasakan memiliki pengaruh positif langsung pada kepuasan pasca-pemulihan. Keterlibatan memiliki pengaruh positif pada kepuasan pasca-pemulihan. Selain itu, keterlibatan memainkan variabel mediasi yang signifikan dalam hubungan antara pemulihan yang dirasakan dengan kepuasan pasca-pemulihan dan nilai yang dirasakan terhadap kepuasan pasca-pemulihan. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah bahwa perusahaan perlu merancang strategi pemulihan layanan yang tidak hanya berpengaruh tetapi juga secara aktif melibatkan konsumen dalam proses pemulihan. Meningkatkan pemulihan yang dirasakan dapat dilakukan dengan memberikan solusi yang relevan dan adil, sedangkan nilai yang dirasakan dapat ditingkatkan dengan memastikan nilai yang diterima konsumen melebihi harapan mereka. Selain itu, perusahaan perlu mendorong keterlibatan konsumen dalam pemulihan, misalnya dengan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk berpartisipasi dalam menentukan solusi yang paling tepat. Dengan demikian, kepuasan pasca pemulihan dapat dimaksimalkan dan loyalitas konsumen kepada perusahaan dapat dipertahankan. Penelitian di masa depan disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain, seperti kepercayaan dan persepsi risiko, serta menggunakan pendekatan longitudinal untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam.The study entitled "The Influence of Perceived Recovery and Perceived Value on Post-Recovery Satisfaction with Involvement as a Mediating Variable in the User No Man's Sky Community in Indonesia" aims to analyze the relationship between perceived recovery, perceived value, involvement, and post-recovery satisfaction. This study uses a quantitative approach with the SMARTPLS 3 analysis tool. The research sample consisted of respondents who had experienced service failures and received recovery efforts from companies. Data analysis includes validity, reliability, hypothesis testing, and mediation tests.
The results of the study showed that perceived recovery had a positive influence on involvement and perceived value had a positive influence on involvement. In addition, perceived recovery and Perceived value have a direct positive influence on post-recovery satisfaction. Involvement has a positive influence on post-recovery satisfaction. Furthermore, involvement plays a significant mediating variable in the relationship between perceived recovery to post-recovery satisfaction and perceived value to post-recovery satisfaction.
The implication of the above conclusion is that companies need to design service recovery strategies that are not only influenceive but also actively involve consumers in the recovery process. Improving perceived recovery can be done through providing relevant and fair solutions, while perceived value can be increased by ensuring the value that consumers receive exceeds their expectations. In addition, companies need to encourage consumer engagement in recovery, for example by providing consumers with the opportunity to participate in determining the most appropriate solutions. Thus, post-recovery satisfaction can be maximized and consumer loyalty to the company can be maintained. Future research is suggested to explore other variables, such as trust and risk perception, as well as use a longitudinal approach to get a more in-depth picture.
4535147932K1C021041Sistem Monitoring PH Berbasis Sensor Warna TCS3200 pada Hidroponik NFT (Studi Kasus Tanaman Melon)Sistem hidroponik telah terbukti sebagai metode pertanian yang efisien dengan optimasi penggunaan air dan nutrisi, memungkinkan pertumbuhan tanaman yang lebih terkendali dibandingkan metode konvensional. Namun, efektivitas sistem ini sangat bergantung pada kestabilan pH larutan nutrisi, yang memengaruhi ketersediaan unsur hara dan pertumbuhan tanaman. Pemantauan pH konvensional umumnya mengandalkan sensor elektrokimia, yang memiliki keterbatasan dalam biaya, kalibrasi, dan ketahanan jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini mengeksplorasi potensi sensor warna TCS3200 sebagai alternatif deteksi pH berbasis perubahan warna larutan. Metode yang digunakan meliputi pengujian sensor dalam lingkungan terkontrol, analisis hubungan warna RGB dengan pH, serta integrasi sistem dengan ESP8266 untuk pemantauan real-time. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan orde dua terbaik dalam mendeteksi pH berbasis warna oleh sensor warna TCS3200. Sistem ini berhasil diterapkan dalam hidroponik NFT dan memberikan data pH secara real-time, meskipun diperlukan optimasi lebih lanjut dalam proses kalibrasi untuk meningkatkan keandalan deteksi.Hydroponic systems have proven to be an efficient method of farming by optimizing the use of water and nutrients, allowing for more controlled plant growth compared to conventional methods. However, the effectiveness of these systems is highly dependent on the pH stability of the nutrient solution, which affects nutrient availability and plant growth. Conventional pH monitoring generally relies on electrochemical sensors, which have limitations in cost, calibration and long-term robustness. Therefore, this study explores the potential of the TCS3200 colour sensor as an alternative to pH detection based on solution colour changes. The methods used include sensor testing in a controlled environment, analysis of the relationship between RGB colour and pH, and system integration with ESP8266 for real-time monitoring. The results showed that the best approach second order in detecting color-based pH by the TCS3200 color sensor. The system was successfully implemented in NFT hydroponics and provided real-time pH data, although further optimization is needed in the calibration process to improve detection reliability.
4535248718I2B023003Pengaruh Media Permainan Pertolongan Pertama (MP3) Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Penatalaksanaan Pre-Hospital Kegawatdaruratan Kecelakaan Lalu Lintas Pada RemajaLatar belakang : Kegawatdaruratan merupakan suatu kondisi yang membutuhkan pertolongan segera guna mencegah kematian atau kedisabilitasan yang dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja. Penanganan pre-hospital perlu dilakukan untuk menghindari keparahan yang terjadi namun perlu pengetahuan dan keterampilan yang memadahi. Tujuan penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan MP3. Metode : Penelitian ini terdiri dari dua tahap. Pada tahap pertama R&D dengan pendekatan prototyping, pengujian validitas MP3 dengan CVI, uji reliabilitas menggunakan inter-rater reliability dan uji kegunaan menggunakan SUS. Tahap kedua yaitu eskperimental menggunakan desain kuantitatif dengan quasi eksperimen two group pre test post test design. Hasil : Hasil penelitian tahap satu adalah prototype MP3 valid dengan nilai CVI = 1, uji reliabilitas pada MP3 nilai p=0,023 dan p=0,035 dan skor SUS= 88. Hasil penelitian tahap dua menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan pada kelompok intervensi dengan nilai p <0,001. Kesimpulan : Media Permainan Pertolongan Pertama MP3 valid, relibel, layak dan efektif digunakan sebagai media permainan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam penatalaksanaan pre-hospital kegawatdaruratan kecelakaan lalu lintas.
Kata Kunci : Kegawatdaruratan, Keterampilan, MP3, Pengetahuan
Background : An emergency is a condition that requires immediate help to prevent death or disability that can occur anywhere, anytime and to anyone. Pre-hospital handling needs to be done to avoid the severity that occurs but requires adequate knowledge and skills. The purpose of the study was to determine the difference in knowledge and skills before and after health education with MP3. Method : The experiment consists two phases. In the R&D phase, the prototyping method was applied and the validity of the media was tested using the CVI, the reliability testing using inter-rater validity and usibility testing was using the SUS. The experimental pahse was carried out using a quantitative design with the quasi-experimental two group pre-post design with the control group. Results : The results of phase one research is the prototype of First Aid Media Game (MP3) is valid with a CVI value = 1, the MIP2 reliabel with p value = 0.023 and p value = 0.035 and SUS score = 88 on MEP2. The results of phase two of the study showed that there were differences in knowledge and skills before and after health education in the intervention group with a p <0.001. Conclusion : First Aid Media Game (MP3) is valid, reliable, usibility and efektive as a media game to improve knowledge and skills teenanger pre-hospital management of emergency road accidents.
Keyword : Emergency, Skills, MP3, Knowladge
4535348717I2B023023PENGARUH APLIKASI E-MINDFULNESS BASED COGNITIVE THERAPY (E-MBCT) BERBASIS ANDROID TERHADAP STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)Latar Belakang: Stres pengasuhan adalah salah satu dampak dari pengasuhan orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Stres pengasuhan dapat memunculkan distorsi kognitif. Kondisi ini adalah vulnerabillity yang dapat memengaruhi kesejahteraan melalui self transcendence. Salah satu tindakan yang dilakukan untuk pengaplikasian Self transcendence adalah pemberian e-Mindfulness Based Cognitive Therapy (e-MBCT) berbasis Android. Tujuan intervensi ini untuk menurunkan stres pengasuhan orang tua dengan ABK.
Metodologi: Metode penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental pretest-post test with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling.
Hasil Penelitian: Hasil menggunakan uji independent t test menunjukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan setelah pemberian aplikasi e-MBCT berbasis Android antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p > 0,355).
Kesimpulan: Aplikasi e-MBCT tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tingkat stres pengasuhan pada orang tua dengan ABK.
Background: Parenting stress is one of the impacts of parenting for special needs. Parenting stress can cause cognitive distortion. This condition is a vulnerability that can affect well-being through self-transcendence. One of the actions taken to apply self-transcendence is the provision of Android-based e-Mindfulness-Based Cognitive Therapy (e-MBCT). The purpose of this intervention is to reduce parenting stress for parents with special needs.
Methods: The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) development model. The research design used is a quasi-experimental pretest-posttest with a control group design. The sampling technique uses purposive sampling.
Results: The independent t-test results showed no significant difference between the intervention group and the control group after the intervention of the Android-based e-MBCT application (p> 0.355).
Conclusion: The e-MBCT application does not have a significant effect on reducing parenting stress levels in parents with ABK.
4535448719C1L021037PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN
KAHOOT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA
PELAJARAN EKONOMI KELAS XI DI MAN 1 BANYUMAS
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang minim media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan
Kahoot terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Ekonomi kelas XI di MAN 1 Banyumas. Menggunakan desain kuasi eksperimen dengan Non-Equivalent Group Pretest-Posttest Design, sampel terdiri dari 52 siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling, terbagi dalam kelas eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes uraian berupa pretest dan posttest, lalu dianalisis dengan uji Independent Sample T-test, Paired Sample T-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL berbantuan Kahoot secara signifikan
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode konvensional. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya mengintegrasikan pembelajaran berbasis masalah dan media interaktif digital untuk meningkatkan partisipasi dan keterampilan berpikir kritis siswa.
This study was motivated by students’ low critical thinking skills due to the dominance of conventional teaching methods with minimal use of interactive media. The aim is to analyze the effect of Problem Based Learning (PBL) assisted by Kahoot on the critical thinking skills of Grade XI Economics students at MAN 1 Banyumas. Using a quasi-experimental design (Non-Equivalent Group Pretest-Posttest Design), the sample of 52 students was selected purposively and divided into experimental and control groups. Data were collected through pretest and posttest essay questions and analyzed using Independent Sample T-test, Paired Sample T-test, and N-Gain. The results show that PBL with Kahoot significantly improves students’ critical thinking skills compared to conventional methods. This study highlights the importance of integrating problem-based learning with digital interactive media to enhance student engagement and critical thinking in Economics learning.
4535548720K1A021035DEPOLIMERISASI KATALITIK LIGNIN MENJADI MONOMER AROMATIK DENGAN KATALIS Ni BERPENYANGGA MgO-Al2O3 Lignin merupakan salah satu komponen lignoselulosa pada tumbuhan yang sering dianggap sebagai limbah dan tidak bersaing dengan bahan konsumsi manusia. Proses depolimerisasi lignin bertujuan untuk memutus ikatan C–O maupun C–C dalam strukturnya yang kompleks, sehingga dapat menghasilkan senyawa aromatik, hidrokarbon, dan turunannya yang berpotensi digunakan dalam produksi bahan kimia. Penelitian ini berfokus pada depolimerisasi lignin menjadi monomer-monomernya melalui metode hidrogenolisis dengan katalis berbasis logam nikel berpenyangga oleh MgO-Al2O3 guna meningkatkan efektivitas produk yang dihasilkan. Katalis disintesis menggunakan penyangga Al2O3 yang diperoleh dari aluminium isopropoksida dengan penambahan Pluronic F127 sebagai agen pembentuk pori yang kemudian didoping menggunakan MgO dan Ni dari garam hidratnya. Katalis ini memiliki karakteristik meliputi luas permukaan tertinggi pada variasi penambahan 5% MgO sebesar 150,8 m2/g, sementara ukuran pori mengalami penurunan seiring dengan penambahan rasio MgO dari 15,8 nm menjadi 9,99 nm, menunjukkan bahwa katalis ini memiliki struktur mesopori. Peningkatan rasio MgO juga menyebabkan peningkatan ukuran kristalnya dari 3,91 menjadi 9,81 nm. Katalis tersebut memiliki angka keasaman dan kebasaan tertinggi pada variasi penambahan 5% MgO sebesar 1,4808 m2/g dan 1,2547 m2/g. Variasi Ni/5%MgO-Al2O3 menunjukkan konversi tertinggi sebesar 28%. Yield produk aromatik dan ester tertinggi pada variasi Ni/10%MgO-Al2O3 sebesar 15,93% dan 1,21%. Sedangkan, yield produk alifatik rantai panjang tertinggi pada variasi Ni/20%MgO-Al2O3 sebesar 1,58%. Hasil ini menunjukkan bahwa katalis Ni/MgO-Al2O3 efektif dalam depolimerisasi lignin, dengan pengaruh signifikan terhadap selektivitas produk yang dihasilkan.
Lignin is one of the lignocellulosic components in plants that is often considered as waste and does not compete with human consumption materials. The depolymerization process of lignin aims to break the C–O and C–C bonds in its complex structure, so as to produce aromatic compounds, hydrocarbons, and their derivatives that can potentially be used in chemical production. This research focuses on the depolymerization of lignin into its monomers through the hydrogenolysis method with a nickel metal-based catalyst buffered by MgO-Al2O3 to increase the effectiveness of the products produced. The catalyst was synthesized using Al2O3 buffer obtained from aluminum isopropoxide with the addition of Pluronic F127 as a pore forming agent which was then doped using MgO and Ni from its hydrate salt. This catalyst has characteristics including the highest surface area in the variation of 5% MgO addition of 150.8 m2/g, while the pore size decreased along with the addition of MgO ratio from 15.8 nm to 9.99 nm, indicating that this catalyst has a mesoporous structure. Increasing the MgO ratio also led to an increase in the size of the kirstal from 3.91 to 9.81 nm. The catalyst has the highest acidity and basicity numbers in the variation of 5% MgO addition of 1.4808 m2/g and 1.2547 m2/g. The Ni/5%MgO-Al2O3 variation showed the highest conversion of 28%. The highest yield of aromatic and ester products in the Ni/10%MgO-Al2O3 variation was 15.93% and 1.21%. Meanwhile, the yield of long-chain aliphatic products was highest in the Ni/20%MgO-Al2O3 variation at 1.58%. These results indicate that Ni/MgO-Al2O3 catalyst is effective in lignin depolymerization, with a significant influence on the selectivity of the products produced.
4535648711I1D021065Protein Terlarut, Vitamin C dan Mutu Hedonik Susu Kecambah Koro Pedang Putih Ekstrak Jahe Gajah dan Serai Sebagai Minuman Alternatif Untuk Diabetes Melitus Tipe 2Latar Belakang: Susu nabati yang terbuat dari kecambah koro pedang putih ekstrak jahe gajah dan serai dapat dijadikan sebagai minuman alternatif untuk penderita Diabetes Melitus tipe 2 karena mengandung protein dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi susu kecambah koro pedang putih dengan penambahan ekstrak jahe gajah dan serai terhadap kadar protein terlarut, vitamin C, dan mutu hedonik (rasa, aroma, warna, dan tekstur) susu nabati.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) Eksperimental Non-Faktorial. Faktor perlakuan proporsi Air: Kecambah: Jahe: Serai terdiri dari 3 formula yaitu F1 (1:10:10%:12,5%), F2 (1:8:8%:10%), F3 (1:6:6%7,5%) dengan 6 kali pengulangan. Analisis statistik kadar protein terlarut dan vitamin C dilakukan menggunakan uji ANOVA dan DMRT (signifikansi α <0,50). Untuk hasil analisis mutu hedonik di uji menggunakan Friedman.

Hasil Penelitian: Proporsi Kecambah Koro Pedang Putih: Air: Jahe: Serai berpengaruh nyata (p = 0,025) terhadap protein terlarut, warna, tekstur, aroma, dan rasa, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap vitamin C susu nabati (p=0,500). F3(1:6:6%7,5) merupakan formula terbaik berdasarkan indeks efektivitas.

Kesimpulan: Susu nabati F3 mengandung kadar protein terlarut sebesar 14,1% dan vitamin C sebesar 54,2 mg/100g. Formula tersebut memiliki skor rasa 3,3 (cukup khas susu nabati); aroma 3,7 (cukup berbau rempah); warna 3,8 (putih kecoklatan); dan tekstur 3,4 (cukup encer). Satu sajian susu nabati yaitu, 200 mL.
Background: Plant-based milk made from sprouts jack bean with added zingiber officinale and lemongrass extract can serve as an alternative beverage for individuals with type 2 diabetes mellitus, as it contains protein and vitamin C. This study aims to determine the proportion sprouts of jack bean milk with the addition of zingiber officinale and lemongrass extract on the levels of soluble protein, vitamin C, and the hedonic qualities (taste, aroma, color, and texture) of the plant-based milk.

Methodology: This study used a non-factorial experimental randomized block design (RBD). The treatment factors of the proportion of Water: Sprouts: Ginger: Lemongrass were divided into 3 formulas F1 (1:10:10%:12.5%), F2 (1:8:8%:10%), and F3 (1:6:6%:7.5%) with 6 repetitions. Statistical analysis of soluble protein and vitamin C content were performed using ANOVA and DMRT (if significance α < 0.50), while the sensory quality testing was done using Friedman.

Results: The proportion of White Sword Bean Sprout: Water: Ginger: Lemongrass significantly affected (p = 0.025) soluble protein, color, texture, aroma, and taste, but had no significant effect on the vitamin C content of the plant-based milk (p = 0.500). F3 (1:6:6%:7.5%) is the best formula based on the effectiveness index.

Conclusion: F3 contains 14.1% soluble protein and 54.2 mg/100g of vitamin C. This formula scored 3.3 for taste (fairly typical of plant-based milk), 3.7 for aroma (fairly spicy), 3.8 for color (brownish-white), and 3.4 for texture (fairly watery). One serving of plant-based milk is 200 mL.
4535748721J1C021008Peningkatan Kolaborasi dan Teamwork Mahasiswa Internship di Komeda Coffee JepangPenelitian ini menganalisis peningkatan keterampilan interpersonal mahasiswa yang mengikuti program magang di Komeda Coffee Jepang, dengan fokus pada kerjasama tim di lingkungan kerja. Program magang penting untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja, di mana keterampilan interpersonal menjadi kunci untuk menciptakan kerjasama yang efektif, terutama dalam konteks multikultural. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana keterampilan interpersonal mahasiswa yang mengikuti program magang di Komeda Coffee Jepang dapat meningkat dalam kerjasama tim di tempat kerja. Menggunakan pendekatan fenomenologi dan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan tiga mahasiswa magang di berbagai lokasi di Jepang. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara terstruktur, yang dianalisis untuk mengidentifikasi peningkatan keterampilan interpersonal melalui pengalaman kerjasama tim. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan dalam keterampilan kerjasama, kepercayaan, dan kekompakan, yang berkontribusi pada efektivitas kerjasama tim. Dapat disimpulkan bahwa kerjasama tim lebih efektif dibandingkan kerja individu, karena meningkatkan efisiensi dan solidaritas. Kepercayaan menjadi fondasi utama dalam kolaborasi yang efektif, di mana kejujuran dan keterbukaan adalah kunci dalam membangunnya. Kekompakan tim dibangun melalui kebiasaan bekerja bersama, interaksi informal, serta komunikasi terbuka dan sikap profesional. Ketidakkompakan yang muncul umumnya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan diskusi langsung, menunjukkan bahwa kekompakan tim dibangun melalui proses konsisten yang melibatkan komunikasi terbuka dan jujur.This study analyzes the improvement of interpersonal skills of Universitas Jenderal Soedirman students who participated in an internship program at Komeda Coffee Japan, with a focus on teamwork in the work environment. Internship programs are important to prepare students to enter the world of work, where interpersonal skills are key to creating effective cooperation, especially in a multicultural context. The formulation of the problem in this study is how the interpersonal skills of students who take part in the internship program at Komeda Coffee Japan can improve in teamwork in the workplace. Using a phenomenological approach and qualitative descriptive method, this study involved three student interns, namely ATR (Shizuoka), TSGT (Saitama), and AA (Tokyo) in Japan. Data were collected through observation and structured interviews, which were analyzed to identify improvements in interpersonal skills through teamwork experiences. The results showed that the most important interpersonal skill of collaboration and teamwork was the trust indicator. Thus, it can be concluded that teamwork is more effective than individual work, because it increases efficiency and solidarity. Trust is the main foundation in effective collaboration, where honesty and openness are key in building it. Team cohesiveness is built through habits of working together, informal interactions, as well as open communication and a professional attitude. The incompatibilities that arose were generally temporary and could be overcome by direct discussion, suggesting that team cohesiveness is built through a consistent process involving open and honest communication.
4535848722E1A021168TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN UTANG PIUTANG DENGAN JAMINAN PENYERAHAN SERTIPIKAT HAK ATAS TANAH DISERTAI JANJI MILIK DALAM HAL DEBITUR WANPRESTASI (STUDI PUTUSAN NOMOR 27/PDT.G/2023/PN MTW) Penyerahan sertipikat hak atas tanah disertai janji milik tanpa adanya pembebanan hak tanggungan seringkali ditemui dalam masyarakat sehingga menjadi pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pertimbangan hukum hakim terhadap kreditur yang dijamin dengan penyerahan sertipikat hak atas tanah disertai dengan janji milik dalam hal debitur wanprestasi dan bagaimana pertimbangan hukum hakim terhadap akibat hukum debitur wanprestasi pada putusan nomor 27/Pdt.G/2023/PN Mtw. Penelitian ini penelitian yuridis normatif meggunakan pendekatan statute approach, case approach, dan conseptual approach dengan spesifikasi deskriptif normatif serta analisis secara kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam memutus kreditur yang dijamin dengan penyerahan sertipikat hak atas tanah disertai janji milik dalam hal debitur wanprestasi kurang tepat dengan mempertimbangkan Pasal 12 Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1996 Tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda – Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, namun penggunaan klausul janji milik telah dilarangan dalam sistem hukum Indonesia. Pertimbangan hukum hakim terhadap akibat hukum wanprestasi debitur kurang tepat. Majelis hakim tidak mempertimbangkan pemenuhan perjanjian, pemenuhan perjanjian disertai gantri rugi, ganti rugi, pembatalan perjanjian, pembatalan perjanjian disertai ganti rugi sebagai akibat hukum wanprestasi yang dijamin oleh Pasal 1243 KUHPerdataTransfer of land rights accompanied by stipulations appropriate without prior land mortgage encumbrance often encountered public therefore it become the judge consideration in deciding cases. The purpose of this study analyze how judge's legal considerations towards creditors guaranteed by land rights accompanied stipulations appropriate in the case of defaulting debtor and how the judge's legal considerations towards the legal consequences of defaulting debtors in decision number 27/Pdt.G/2023/PN Mtw. This study is normative legal study using statute, case, and conseptual approach with normative descriptive specifications and qualitative analysis. The results can be concluded the judge's legal considerations in deciding creditors guaranteed by land rights with stipulation appropriate in the case of a defaulting debtor are inappropriate by considering Article 12 of Law Number 4 of 1996 Concerning Mortgage Rights on Land and Objects Related to Land however stipulations appropriate are prohibited in Indonesian legal system. The judge's legal considerations regarding the legal consequences of the debtor's default are inappropriate. The judge’s didn’t consider the fulfillment of the agreement, fulfillment of the agreement accompanied by compensation, compensation, cancellation of the agreement, cancellation of the agreement accompanied by compensation as a legal consequence of default guaranteed by Article 1243 of the Civil Code.
4535948723K1C021006Analisis Peak Ground Acceleration (PGA) Menggunakan Metode Donovan dan Intensitas Untuk Pemetaan Tingkat Risiko Gempabumi di Kabupaten PandeglangPeak Ground Acceleration (PGA) merupakan nilai percepatan tanah maksimum di suatu tempat akibat terjadinya gempabumi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan persebaran gempabumi berdasarkan kedalaman dan kekuatan magnitudo, menentukan nilai Peak Ground Acceleratio (PGA) dengan metode Donovan, dan menentukan nilai intensitas gempabumi dari hasil nilai PGA serta tingkat risiko gempabumi berdasarkan hasil perhitungan nilai PGA. Dari data gempabumi pada periode 2008-2024 dari BMKG pada koordinat 6°21'-7°10' LS dan 105°09'-106°11' BT dengan kekuatan M ≥ 3. Selanjutnya data gempabumi diolah dan dibuat peta seismisitas persebaran gempabumi menggunakan software ArcGis 10.8. Hasil pengolahan dan perhitungan menunjukkan sebaran gempabumi di Kabupaten Pandeglang didominasi dengan gempabumi dangkal. Untuk nilai PGA berdasarkan rumus metode Donovan hasilnya berkisar antara 47, 01 - 190, 98 gal atau 0, 048 - 0,195 g. Nilai percepatan tanah maksimum terdapat di wilayah Kecamatan Sumur. Hasil nilai intensitas berdasarkan nilai PGA itu dengan skala IV - VI MMI (Modified Mercalli Intensity). Tingkat risiko yang diperoleh yaitu tingkat risiko rendah - sedangPeak Ground Acceleration (PGA) is the highest ground vibration acceleration value that has ever occurred in an area due to an earthquake. This study aims to map earthquakes based on depth and magnitude, determine the Peak Ground Acceleration (PGA) value using the Donovan method, and determine the earthquake intensity value from the result of the PGA value and the level of earthquake risk based on the results of the PGA value calculation. Earthquake data in the 2008-2024 period from BMKG at coordintaes 6°21'-7°10' South Latitude and 105°09'-106°11' East Longitude with a strength of M ≥ 3. Then, the earthquake data was processed and a seismicity map of the earthquake distribution was cretaed using ArcGis 10.8 software. The processing and calculation results show that the distribution of earthquake in Pandeglang Regency is dominated by shallow earthquake. And PGA values based on the Donovan method formula, the results range between 47, 01 - 190, 98 gal or 0, 048 - 0,195 g. The Peak Ground Acceleration value is found in the Sumur Sub-District area. The intensity value is based on the PGA value on the IV - VI MMI (Modified Mercalli Intensity). The level of risk obtained is which produces a low - medium risk level
4536048724H1D021034ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DENGAN METODE SIMPLE MULTI-ATRIBUTE RATING TECHNIQUE (SMART) DAN MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION BY RATIO ANALYSIS (MOORA) PADA PENILAIAN KINERJA PRODUK UMKM BERBASIS WEBSITEUMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Toko sembako, sebagai salah satu jenis UMKM, berfungsi penting dalam menjaga ketersediaan barang, terutama di daerah terpencil. Namun, banyak toko sembako menghadapi tantangan dalam mengevaluasi kinerja produk, termasuk pemilihan produk unggulan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis website yang mengimplementasikan metode Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART) dan Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyediakan hasil penilaian kinerja produk UMKM yang akurat dan mudah dipahami, serta menganalisis perbandingan antara kedua metode untuk menentukan metode yang paling efisien dalam mendukung pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kinerja produk toko sembako berdasarkan perspektif keuangan menggunakan metode SMART dan MOORA mempertimbangkan tiga kriteria utama: ROI, NPM, dan Rasio Efisiensi. Hasil perhitungan metode SMART menempatkan Minyak Goreng F sebagai produk dengan kinerja terbaik, diikuti oleh Minyak Goreng B di peringkat kedua dan Minyak Goreng A di peringkat ketiga. Sedangkan hasil perhitugan metode MOORA menempatkan Minyak Goreng F sebagai produk dengan kinerja terbaik, diikuti oleh Minyak Goreng B di peringkat kedua dan Minyak Goreng J di peringkat ketiga. Selain itu, hasil pengujian rata-rata response time menunjukkan bahwa MOORA memiliki waktu eksekusi lebih cepat dengan rata-rata 50,36001 ms, 49,01413667 ms, 47,301972 ms pada percobaan 10, 30, 50 kali dibandingkan SMART dengan rata-rata 56,9009 ms, 52,94165333 ms, 50,035682 ms pada percobaan 10, 30, 50 kali, menjadikannya lebih efisien dalam mendukung pengambilan keputusan penilaian kinerja produk.Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in Indonesia's economy, especially in meeting the daily needs of the community. Grocery stores, as one type of MSME, serve an important function in maintaining the availability of goods, particularly in remote areas. However, many grocery stores face challenges in evaluating product performance, including selecting the most superior products. To address this issue, this study develops a web-based Decision Support System (DSS) that implements the Simple Multi-Attribute Rating Technique (SMART) and Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA) methods. The aim of this study is to provide accurate and easy-to-understand product performance assessments for MSMEs and to analyze a comparison between the two methods to determine which is more efficient in supporting decision-making. The results show that the performance evaluation of grocery store products from a financial perspective using SMART and MOORA considers three main criteria: ROI, NPM, and Efficiency Ratio. The SMART method ranks Cooking Oil F as the best-performing product, followed by Cooking Oil B in second place and Cooking Oil A in third. Meanwhile, the MOORA method also places Cooking Oil F as the top-performing product, followed by Cooking Oil B in second and Cooking Oil J in third. In addition, average response time testing shows that MOORA has a faster execution time, averaging 50.36001 ms, 49.01413667 ms, and 47.301972 ms in 10, 30, and 50 trials respectively, compared to SMART with averages of 56.9009 ms, 52.94165333 ms, and 50.035682 ms in the same number of trials, making MOORA more efficient in supporting product performance evaluation decisions.