Artikelilmiahs

Menampilkan 45.241-45.260 dari 48.758 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4524148607J0A022063www.tukangnyetak.com: Developing Content in One-Stop WebsiteLaporan praktik kerja ini disusun berdasarkan praktik kerja dan pelaksanaan pembuatan produk inovatif dalam rangka kompetisi Mahasiswa Berprestasi tingkat jurusan hingga nasional yang berlangsung pada 1 Maret 1 Juni 2024. Tukang Nyetak, yang didirikan oleh penulis, adalah usaha percetakan yang menyediakan layanan seperti cetak foto, stiker, undangan pernikahan, dan berbagai produk percetakan digital lainnya. Laporan ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan sebuah platform digital terpadu, yaitu One-Stop Website www.tukangnyetak.com, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam layanan cetak, pelatihan keterampilan, dan informasi lowongan kerja. Platform ini mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu tempat untuk memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pengguna, dengan menambahkan fitur dwibahasa, deskripsi konten, logo, dan gambar guna memberikan rancangan yang menarik di One-Stop Website.

Fitur utama dari website ini meliputi layanan cetak untuk produk seperti undangan, brosur, dan foto; pelatihan keterampilan digital, seperti desain grafis dan daur ulang kertas; serta portal lowongan kerja yang menyediakan informasi pekerjaan di bidang percetakan. Pengembangan One-Stop Website ini menggunakan tiga metode utama: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode dokumentasi terdiri dari dua tahap, yaitu pembuatan prototipe dengan bantuan mitra "789 Softworks" dan publikasi website melalui Google dengan dukungan mitra "PT Braling Inovasi Teknologi."

Selama pengembangan website ini, beberapa hambatan dihadapi, termasuk waktu kerja yang terbatas, yaitu hanya tiga minggu, yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan waktu pengembangan standar. Menurut Bapak Hartanto, mitra dari "PT Braling Inovasi Teknologi", pengembangan standar biasanya memerlukan satu hingga tiga bulan.. Hal ini terjadi karena penulis mengikuti seleksi PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) 2024 yang berlangsung dalam waktu yang singkat dan intensif. Selain itu, tantangan lain mencakup cuaca buruk yang menghambat proses wawancara, kehilangan rekaman wawancara sehingga harus diulang, kurangnya informasi terkait kebutuhan pengguna, serta kesulitan dalam mendapatkan responden survei yang memberikan jawaban sesuai harapan pada pertanyaan mengenai pelatihan percetakan digital. Namun, berkat kerja sama dengan mitra yang kompeten, strategi pengumpulan data yang fleksibel, serta pengelolaan waktu yang baik, kendala-kendala tersebut berhasil diatasi, sehingga One-Stop Website ini dapat berfungsi optimal.
This job training report is prepared based on work practices and the implementation of innovative product manufacturing in the framework of the PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi)/Outstanding Student competition 2024 from study program to national level which took place on 1 March - 1 June 2024. Tukang Nyetak, founded by the author, is a printing business that provides services such as photo printing, stickers, wedding invitations, and various other digital printing products. This report aims to explain the development of an integrated digital platform, the One-Stop Website www.tukangnyetak.com, designed to meet the community's needs in printing services, skills training, and job vacancy information. The platform integrates various services in one place to provide convenience and efficiency for users by adding bilingual features, content descriptions, logos, and images to provide an attractive design on the One-Stop Website,

The website's main features include printing services for products such as invitations, brochures, and photos; digital skills training, graphic design and paper recycling; and a job portal that provides job information in the printing field. The development of this One-Stop Website used three main methods: observation. interviews, and documentation. The documentation methods consist of two stages: prototyping with the help of partner "789 Softworks" and publishing the website through Google with the support of partner "PT Braling Inovasi Teknologi."

During the development of this website, several obstacles were encountered, including a limited working time of only three weeks, significantly shorter than the standard development period, which, according to Mr. Hartanto, a partner at "PT Braling Inovasi Teknologi", usually takes one to three months. It happened because the author participated in the selection PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi)/Outstanding Student competition 2024, which took place in a short and intensive time. Other challenges included bad weather that hindered the interview process, lost interview recordings that had to be repeated, lack of information related to user needs, and difficulty in getting respondents of the survey who gave the expected answers on the questions about digital printing training. However, these obstacles were overcome thanks to cooperation with competent partners, flexible data collection strategies, and good time management, allowing the One-Stop Website to function optimally.
4524248608C1A021073DETERMINAN MAKROEKONOMI TERHADAP AKTIVASI INOVASI EKONOMI SIRKULAR DI JAWA TENGAHPerubahan iklim adalah ancaman bagi pertumbuhan ekonomi dimasa mendatang karena kerusakan lingkungan akibat tidak terkelolanya timbulan sampah, ekonomi sirkular berperan penting karna dapat menjadi solusi untuk meningkatkan perutmbuhan ekonomi dengan mengelola sampah sebagai bahan produksi. Namun, di Indonesia ekonomi sirkular belum berjalan secara optimal sehingga diperlukan dorongan untuk berinovasi dalam menerapkan ekonomi sirkular yang dilihat dari sudut pandang makroekonomi. Penelitian ini meneliti dampak faktor-faktor makroekonomi terhadap adopsi ekonomi sirkular, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan mengurangi kerusakan lingkungan di Provinsi Jawa Tengah. Studi ini menggunakan pendapatan per kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan Pengeluaran Pemerintah sebagai proksi untuk variabel makroekonomi, sementara menggunakan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) sebagai proksi untuk ekonomi sirkular. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif analisis regresi data panel. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel IPM memberikan pengaruh positif yang signifikan. Sebaliknya, pengeluaran pemerintah pengaruh negatif terhadap IKLH, meskipun pendapatan per kapita dan PMDN tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap IKLH. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemangku kepentingan yang relevan dalam mengembangkan kebijakan yang sesuai untuk mendorong inovasi dalam penerapan ekonomi sirkular di Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan dalam mengembangkan kebijakan untuk meningkatkan pelaksanaan ekonomi sirkular, terutama dengan memfokuskan pada daerah dengan IKLH rendah namun pendapatan per kapita dan PMDN tinggi dan diiringi dengan meningkatkan pengetahuan publik mengenai pengelolaan limbah.Climate change is a threat to future economic growth due to environmental damage caused by unmanaged waste generation, the circular economy plays an important role because it can be a solution to increase economic growth by managing waste as a production material. However, in Indonesia, the circular economy has not been running optimally, so there is a need for encouragement to innovate in implementing the circular economy from a macroeconomic point of view. This study examines the impact of macroeconomic factors on the adoption of circular economy, which aims to increase local revenue and reduce environmental damage in Central Java Province. This study uses per capita income, Human Development Index (HDI), Domestic Investment (DDI), and Government Expenditure as proxies for macroeconomic variables, while using Environmental Quality Index (IKLH) as a proxy for circular economy. This study utilizes quantitative methodology of panel data regression analysis. The research findings show that HDI variable provides a significant positive influence. In contrast, government expenditure has a negative influence on EQI, although income per capita and FDI do not have a significant influence on EQI. The implications of this study are expected to provide information to relevant stakeholders in developing appropriate policies to encourage innovation in the implementation of circular economy in Central Java Province. The government is expected to assist stakeholders in developing policies to improve the implementation of circular economy, especially by focusing on areas with low IKLH but high per capita income and PMDN and accompanied by increasing public knowledge on waste management.
4524348609C1H020026COMPARATIVE ANALYSIS OF SOCIAL, SHOPPING CULTURE AND PROMOTIONAL STRATEGIES: A CASE STUDY BETWEEN SONY JAPAN AND SONY INDONESIAPenelitian ini mengeksplorasi pengaruh perbedaan sosial dan budaya pada perilaku konsumen antara Jepang dan Indonesia, dengan fokus pada strategi promosi Sony di pasar-pasar ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan metodologi studi kasus untuk memeriksa bagaimana nilai-nilai budaya membentuk keputusan pembelian konsumen di kedua negara. Studi ini menyoroti variasi signifikan dalam perilaku berbelanja antara Jepang dan Indonesia, di mana konsumen Jepang menekankan kualitas dan inovasi teknologi, sementara konsumen Indonesia lebih fokus pada keterjangkauan, status sosial, dan keterlibatan digital. Sony menyesuaikan strategi pemasarannya: di Jepang, perusahaan memprioritaskan kualitas produk, reputasi merek, dan kemajuan teknologi, sedangkan di Indonesia, Sony berfokus pada promosi harga, pemasaran media sosial, dan kolaborasi influencer untuk menarik audiens yang lebih muda. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi promosi yang disesuaikan secara budaya meningkatkan penetrasi pasar dan kepuasan pelanggan di kedua negara, menawarkan wawasan berharga bagi perusahaan multinasional lainnya yang ingin menyesuaikan upaya pemasaran mereka dengan konteks budaya lokal.This research explores the influence of social and cultural differences on consumer behavior between Japan and Indonesia, focusing on Sony’s promotional strategies within these markets. The research employs a qualitative approach using case study methodology to examine how cultural values shape the purchasing decisions of consumers in both countries. The study highlights the significant variations in shopping behaviors between Japan and Indonesia, where Japanese consumers emphasize quality and technological innovation, while Indonesian consumers are more focused on affordability, social status, and digital engagement. Sony adapts its marketing strategies accordingly: in Japan, the company prioritizes product quality, brand reputation, and technological advancement, whereas in Indonesia, Sony focuses on price promotions, social media marketing, and influencer collaborations to attract a younger audience. The results indicate that culturally adapted promotional strategies enhance market penetration and customer satisfaction in both countries, offering valuable insights for other multinational corporations seeking to tailor their marketing efforts to local cultural contexts.
4524448610H1A021004IMPLEMENTASI DAN ANALISIS KUALITAS LAYANAN DAN JARINGAN LORAWAN PADA POWER METER BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)Penelitian ini berfokus pada implementasi perangkat Power Meter dan analisis kualitas layanan jaringan LoRaWAN dalam implementasinya dengan teknologi Internet of Things (IoT). Implementasi Power Meter dengan kombinasi teknologi IoT untuk mempermudah pengguna memantau dan mengukur konsumsi energi listrik dari jarak jauh, sehingga bisa membantu efisiensi dalam konsumsi energi listrik merupakan upaya yang tengah digencarkan oleh Perusahaan Telkom Corporate University. Salah satu langkah yang diambil adalah menggunakan media komunikasi yang dapat menjangkau seluruh area mengingat perangkat power meter akan di pasang pada panel yang biasanya tidak terjangkau oleh jaringan internet. Selain itu, diperlukan juga proses perhitungan kualitas layanan menggunakan metode Quality of Service (QoS) dan kinerja jaringan media komunikasi LoRaWAN dengan menggunakan standar perhitungan International Telecommunication Union (ITU) dan juga LoRa Alliance. Parameter yang digunakan dalam perhitungan kualitas layanan dan jaringan LoRaWAN adalah Delay, Packet Loss, Signal to Noise Ratio (SNR), dan Received Signal Strength Indicator (RSSI). Pengujian parameter-parameter tersebut dilakukan dengan mengatur pengiriman paket data setiap 5 detik dan mengamati setiap parameter yang dikirim selama 5 menit dengan tujuan agar perangkat dapat mengirim paket data sejumlah 60 paket data. Dari hasil pengujian selama 5 kali di waktu yang berbeda menunjukkan hasil pengujian delay sebesar 6 detik masuk dalam kategori yang dapat diterima, hasil pengujian packet loss adalah 15% yang melebihi standar yang ditetapkan sehingga tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hasil pengujian SNR 0 dB hingga 7 dB mendapat rata-rata yang bernilai positif menunjukkan SNR masuk dalam kategori Bagus. Hasil pengujian RSSI mendapat nilai rata-rata -80 dBm sampai -105 dBm menunjukkan RSSI masuk dalam kategori Bagus.This Research focuses on the implementation of the Power Meter device and analyzing the quality of service of the LoRaWAN network in its implementation with Internet of Things (IoT) technology. The implementation of Power Meter with a combination of IoT technology to make it easier for users to monitor and measure electrical energy consumption remotely, so that it can help efficiency in electrical energy consumption is an effort that is being intensified by Telkom Corporate University Company. One of the steps taken is to use communication media that can reach the entire area considering that the power meter device will be installed on a panel that is usually not reached by the internet network. In addition, it is also necessary to calculate the quality of service using the Quality of Service (QoS) method and the performance of the LoRaWAN communication media network using the International Telecommunication Union (ITU) and LoRa Alliance calculation standards. The parameters used in the calculation of service quality and LoRaWAN network are Delay, Packet Loss, Signal to Noise Ratio (SNR), and Received Signal Strength Indicator (RSSI). Testing of these parameters is done by setting the sending of data packets every 5 seconds and observing each parameter sent for 5 minutes with the aim that the device can send data packets totaling 60 data packets. From the test results for 5 times at different times, it shows that the delay test result of 6 seconds is in the acceptable category, the packet loss test result is 15% which exceeds the set standard so it does not comply with the set standard. SNR test results 0 dB to 7 dB got a positive average showing SNR in the Good category. RSSI test results get an average value of -80 dBm to -105 dBm indicating RSSI is in the Good category.
4524548611I1A021064FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA PEKERJA PRODUKSI DI PT BRASIL SAHITYA ABADI SOKARAJALatar Belakang: Perubahan gaya hidup di era globalisasi menyebabkan peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM), salah satunya hipertensi. Hipertensi banyak ditemukan pada kelompok pekerja, terutama pekerja sektor formal. PT Brasil Sahitya Abadi, perusahaan manufaktur makanan di Sokaraja, memiliki prevalensi pekerja produksi dengan tekanan darah di atas normal mencapai 58%. Terdapat beberapa faktor risiko hipertensi yaitu riwayat hipertensi di keluarga, Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, paparan asap rokok, aktivitas fisik, beban kerja fisik, stres kerja, dan asupan natrium. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi. Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 56 pekerja produksi di PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja. Sampel penelitian sebanyak 56 pekerja produksi dengan teknik total sampling. Analisis data univariat dan analisis bivariat. Hasil Penelitian: Variabel berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja adalah riwayat hipertensi di keluarga (p=0,000), IMT (p=0,020), paparan asap rokok (p= 0,028), aktivitas fisik (p=0,000), dan stres kerja (p=0,003). Variabel tidak berhubungan adalah kebiasaan merokok (p=0,308), beban kerja fisik (p=0,510), dan Asupan Natrium (p=0,340). Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja adalah riwayat hipertensi di keluarga, IMT, aktivitas fisik, dan stres kerja. Pekerja perlu rutin periksa tekanan darah, meningkatkan aktivitas fisik, menjaga komunikasi kerja yang sehat, serta menciptakan lingkungan kerja bebas asap rokok untuk mencegah hipertensi.Background: Lifestyle changes in the era of globalization have led to an increase in Non- Communicable Diseases (NCDs) including hypertension. Hypertension is commonly found among workers, particularly in the formal sector. At PT Brasil Sahitya Abadi, a food manufacturing company in Sokaraja, 58% of production workers were found to have above-normal blood pressure. Risk factors for hypertension include a family history of hypertension, body mass index (BMI), smoking habits, exposure to cigarette smoke, physical activity, physical workload, work-related stress, and sodium intake. This study aims to identify factors associated with hypertension among production workers. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. The study population consisted of 56 production workers at PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja, all of whom were included using total sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate methods. Results: Factors significantly associated with hypertension among production workers at PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja included a family history of hypertension (p=0,000), BMI (p=0,020), exposure to cigarette smoke (p=0,028), physical activity (p=0,000), and work-related stress (p=0,003). Conclusion: A family history of hypertension, BMI, physical activity, and work-related stress are factors associated with hypertension among production workers at PT Brasil Sahitya Abadi Sokaraja. Workers are advised to regularly monitor their blood pressure, increase physical activity, maintain healthy workplace communication, and establishing a smoke-free work environment to prevent hypertension.
4524648612I1A021041FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KAPASITAS
VITAL PARU PADA PEKERJA PRODUKSI CV. FAJAR JAYA
PURWOKERTO
Latar Belakang : Besarnya gangguan fungsi paru dipengaruhi oleh faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. Gangguan fungsi paru dapat diketahui melalui pengukuran kapasitas paru. Tujuh dari sepuluh pekerja bagian produksi CV. Fajar Jaya Purwokerto mengalami gangguan kapasitas paru.
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kapasitas
vital paru pada pekerja bagian produksi CV. Fajar Jaya Purwokerto.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan pengukuran. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik dengan sampel sebanyak 90 pekerja bagian produksi CV. Fajar Jaya Purwokerto.
Hasil : Analisis multivariat menunjukkan ada pengaruh antara masa kerja (p=0,042) dan status gizi (p=0,036) terhadap kapasitas vital paru. Variabel yang tidak berpengaruh yaitu usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, dan APD tidak berpengaruh terhadap kapasitas vital paru.
Kesimpulan : Variabel yang berpengaruh terhadap kapasitas vital paru antara lain masa kerja dan status gizi. Variabel yang paling berpengaruh terhadap kapasitas vital yaitu masa kerja. Saran untuk pekerja supaya menjalankan pemeriksaan berkala dan mempertahankan status gizi normal.
Background: The extent of pulmonary function impairment is influenced by individual, occupational, and environmental factors. Lung function disorders can be identified through the measurement of lung capacity. Seven out of ten workers in the production section of CV. Fajar Jaya Purwokerto were found to have impained lung capacity. This study aims to identify the factors that influence the vital lung capacity in these workers.
Method: This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected through observation, interviews, and lung capacity measurement. Data analysis used chi square tests and logistic regression with a sample of 90 production workers from CV. Fajar Jay Purwokerto.
Results: Multivariate analysis showed a significant influence of work tenure (p=0.042) and nutritional status (p=0.036) on vital lung capacity. Variables that not significantly affect vital lung capacity include age, gender, smoking habits, exercise habits, and Personal Protective Equipment (PPE).
Conclusion: The variables that influence vital lung capacity are work tenure and nutritional status. The most influential variable is work tenure. It is recommended that workers undergo regular health check-ups and maintain a normal nutritional status
4524748613I1D021073HUBUNGAN MASSA OTOT DAN LEMAK DENGAN KEKUATAN OTOT PADA ATLET BELA DIRI DI BANYUMASLatar Belakang: Tingkat kebugaran jasmani menurut SDI tingkat kebugaran dalan kategori kurang dan kurang sekali sebesar 83,55%. Atlet bela diri membutuhkan kebugaran jasmani yang baik untuk menunjang prestasi dari atlet. Salah satu aspek dari kebugaran jasmani adalah kekuatan otot. Kekuatan otot dapat dipengaruhi oleh persen massa otot dan persen lemak tubuh masing-masing atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persen massa otot dan persen lemak dengan kekuatan otot lengan dan kekuatan otot tungkai pada atlet bela diri di Banyumas.

Metodologi: Penelitian cross sectional dengan sampel 43 atlet bela diri (taekwondo, pencak silat, dan karate) menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Persen massa otot dan persen lemak diukur menggunakan Bioelectrical impedance analysis, kekuatan otot lengan diukur menggunakan handgrip dynamometer, dan kekuatan otot tungkai diukur menggunakan leg dynamometer. Data diuji untuk melihat hubungan dan korelasi menggunakan nonparametik Spearman.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara persen massa otot dengan kekuatan otot lengan (p = 0,000 dan r = 0,547), persen massa otot dengan kekuatan otot tungkai (p = 0,000 dan r = 0,570), persen lemak dengan kekuatan otot lengan (p = 0,024 dan r = -0,344), dan persen lemak dengan kekuatan otot tungkai (p = 0,01 dan r = -0,491).

Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persen massa otot dengan kekuatan otot lengan, persen massa otot dengan kekuatan otot tungkai, persen lemak dengan kekuatan otot lengan, dan persen lemak dengan kekuatan otot tungkai.


Background: The level of physical fitness according to the SDI fitness level in the category of less and very less is 83.55%. Martial arts athletes need good physical fitness to support the achievements of athletes. One aspect of physical fitness is muscle strength. Muscle strength can be influenced by the percent muscle mass and percent body fat of each athlete. This study aims to determine the relationship between percent muscle mass and percent fat with arm muscle strength and leg muscle strength in martial arts athletes in Banyumas.

Methodology: Cross sectional study with a sample of 43 martial arts athletes using purposive sampling and snowball sampling techniques. Percent muscle mass and percent fat were measured used Bioelectrical impedance analysis, arm muscle strength was measured using a handgrip dynamometer, and leg muscle strength was measured using a leg dynamometer. Data were tested to see the relationship and correlation using Spearman's nonparametric.

Results: The results showed that there was a relationship between percent muscle mass with arm muscle strength (p = 0.000 and r = 0.547), percent muscle mass with leg muscle strength (p = 0.000 and r = 0.570), percent fat with arm muscle strength (p = 0.024 and r = -0.344), and percent fat with leg muscle strength (p = 0.01 and r = -0.491).

Conclusion: There is a significant relationship between percent muscle mass and arm muscle strength, percent muscle mass and leg muscle strength.

4524848614J1C021022Inversi Formula Genre Isekai pada Anime Isekai ShokudouPeningkatan jumlah anime bergenre isekai yang sangat pesat membuat genre ini menarik untuk diteliti lebih mendalam, terutama terkait formula cerita yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis inversi formula genre isekai pada anime Isekai Shokudou dengan membandingkannya terhadap teori formula isekai menurut Ummah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui teknik simak-catat dan dokumentasi, kemudian data dianalisis dan dikelompokkan sesuai tema. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat inversi utama, yaitu penggabungan latar dunia fantasi dan restoran sebagai latar utama, tidak adanya konflik besar yang berkelanjutan, fokus plot pada pengalaman kuliner dengan unsur iyashikei yang memberikan suasana tenang tanpa pertempuran, serta ketiadaan tokoh antagonis. Inversi-inversi ini diterima dengan baik oleh penonton dan berpotensi membuka peluang munculnya subgenre baru dalam isekai yang lebih menekankan kehidupan sehari-hari dan penyelesaian masalah tanpa konfrontasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan studi genre dan industri anime dalam menciptakan variasi cerita yang inovatif serta memperkaya wacana akademis mengenai evolusi narasi dalam genre isekai.The rapidly increasing number of isekai anime has made this genre interesting to study in more depth, especially regarding the story formulas used. This research aims to identify and analyze the inversions of the isekai genre formula in the anime Isekai Shokudou by comparing it to the isekai formula theory according to Ummah. The method used is descriptive qualitative with data collection through observation-recording and documentation, then the data is analyzed and grouped according to themes. The results of the research show that there are four main inversions, namely the combination of fantasy world and restaurant settings as the main setting, the absence of major ongoing conflicts, the plot's focus on culinary experiences with iyashikei elements that provide a calm atmosphere without battles, and the absence of antagonistic characters. These inversions are well-received by the audience and potentially open opportunities for the emergence of new subgenres in isekai that emphasize daily life and problem-solving without confrontation. It is hoped that these findings can be an important reference for the development of genre studies and the anime industry in creating innovative story variations and enriching the academic discourse on narrative evolution in the isekai genre.
4524948615J1C021020REPRESENTASI MASYARAKAT JEPANG ERA ECONOMIC MIRACLE DALAM LIRIK LAGU GENRE CITY POPStudi ini mengeksplorasi bagaimana elemen lokal dan translokal direpresentasikan dalam lirik City Pop, dan bagaimana genre tersebut mencerminkan identitas budaya Jepang selama era keajaiban ekonomi. Alih-alih hanya produk industri musik, lagu-lagu City Pop mengekspresikan bagaimana orang-orang Jepang urban menghadapi perubahan sosial dan ekonomi yang cepat.
Dengan menggunakan analisis teks kualitatif dan teori adegan musik (Bennett & Peterson, 2004), studi ini berfokus pada tiga lagu: “Bring Me to the Dancenight” (Anri), “Light’n Up” (Minako Yoshida), dan “Downtown Boy” (Yumi Matsutoya).
Temuan menunjukkan bahwa lagu-lagu ini menampilkan tema kemewahan, modernitas, kehidupan malam, dan kosmopolitanisme, memadukan identitas lokal Jepang dengan pengaruh musik global seperti funk, soul, dan disko. City Pop bertindak sebagai "soundtrack" budaya kebangkitan ekonomi Jepang, yang menyeimbangkan ekspresi lokal dan global.
This study explores how local and translocal elements are represented in City Pop lyrics, and how the genre reflects Japanese cultural identity during the economic miracle era. Rather than just music industry products, City Pop songs express how urban Japanese people navigated rapid social and economic changes.
Using a qualitative text analysis and the music scenes theory (Bennett & Peterson, 2004), the study focuses on three songs: “Bring Me to the Dancenight” (Anri), “Light’n Up” (Minako Yoshida), and “Downtown Boy” (Yumi Matsutoya).
The findings show that these songs feature themes of luxury, modernity, nightlife, and cosmopolitanism, blending Japanese local identity with global musical influences like funk, soul, and disco. City Pop acts as a cultural "soundtrack" of Japan’s economic rise, balancing local and global expressions.
4525048620F1D021020Netizen dan Wacana Keterlibatan Politisi Selebriti Pada Kontestasi Pemilu Legislatif Tahun 2024 Dalam YouTube Mata NajwaArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan wacana keterlibatan politisi selebriti dalam kontestasi Pemilu Legislatif 2024 yang dikonstruksi oleh netizen Indonesia melalui platform YouTube, khususnya dalam program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Critical Discourse Analysis (CDA) dari perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme. Hasil analisis menunjukkan bahwa netizen memproduksi wacana kritis terhadap caleg dari kalangan selebriti, terutama terkait minimnya kompetensi politik dan dominasi pencitraan. Kolom komentar menjadi arena resistensi publik terhadap politisi instan, yang merefleksikan kekhawatiran atas kualitas demokrasi. Temuan ini menegaskan bahwa media digital seperti YouTube bukan sekadar ruang distribusi informasi, tetapi juga arena produksi makna politik yang dipengaruhi oleh relasi kuasa dan logika kapitalisme media. Penelitian ini memperlihatkan bahwa politisi selebriti tidak hanya hadir sebagai simbol popularitas, tetapi juga sebagai aktor dalam hegemoni politik digital.

Kata Kunci: Politisi selebriti, Netizen, YouTube, Wacana kritis,
Politik digital.
This article aims to explain the discourse on the involvement of political celebrities in the 2024 Legislative Election contest constructed by Indonesian netizens through the YouTube platform, especially in the Mata Najwa program. This study uses a qualitative method with a Critical Discourse Analysis (CDA) approach from a poststructuralist perspective and a constructivist paradigm. The results of the analysis show that netizens produce critical discourse against candidates from celebrities, especially related to the lack of political competence and dominance of imagery. The comment column became an arena of public resistance to instant politicians, reflecting concerns over the quality of democracy. These findings confirm that digital media such as YouTube is not only a space for information distribution, but also an arena for the production of political meanings that are influenced by power relations and the logic of media capitalism. This research shows that political celebrities are not only present as a symbol of popularity, but also as actors in digital political hegemony.

Keywords: Political celebrities, Netizens, YouTube, Critical discourse,
Digital politics.
4525148616H1A021079PENGARUH SISTEM CACHE BERBASIS IN-MEMORY PADA APLIKASI WEB UNTUK MENINGKATKAN KINERJA AKSES DATA Dalam era digital, jumlah pengguna internet terus meningkat, dengan penetrasi internet di Indonesia mencapai
79,5% pada tahun 2024. Seiring pertumbuhan ini, kinerja website menjadi faktor penting dalam memberikan
pengalaman pengguna yang optimal. Waktu respon yang lambat dan beban server tinggi dapat menurunkan
kepuasan pengguna. Salah satu solusi untuk meningkatkan performa aplikasi web adalah penerapan sistem caching,
yaitu penyimpanan sementara data untuk mempercepat akses dan mengurangi beban server. Database relasional
(RDBMS) masih umum digunakan, namun memiliki keterbatasan dalam kecepatan karena berbasis harddisk.
Sebagai alternatif, In-Memory Database (IMDB) seperti Redis menawarkan kecepatan lebih tinggi karena
menyimpan data langsung di RAM. Pengelolaan cache membutuhkan strategi yang tepat untuk menentukan data
mana yang dipertahankan atau dihapus saat memori penuh. Beberapa algoritma penggantian cache yang populer
adalah Least Recently Used (LRU), Least Frequently Used (LFU), Random Replacement, dan First In First Out
(FIFO), masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
sistem cache berbasis IMDB terhadap peningkatan kinerja akses data pada aplikasi web, serta memberikan wawasan bagi pengembang dalam memilih strategi caching yang optimal.
In the digital era, the number of internet users continues to grow, with internet penetration in Indonesia reaching
79.5% in 2024. Along with this growth, website performance becomes a crucial factor in providing an optimal user
experience. Slow response times and high server loads can lead to decreased user satisfaction. One solution to
improve web application performance is the implementation of caching systems, which temporarily store data to
speed up access and reduce server load. Relational databases (RDBMS) are still commonly used, but they have
limitations in access speed due to hard disk-based storage. As an alternative, In-Memory Databases (IMDB) such
as Redis of er higher access speeds by storing data directly in RAM. Ef ective cache management requires the right
strategy to determine which data should be retained or removed when memory is full. Several popular cache
replacement algorithms include Least Recently Used (LRU), Least Frequently Used (LFU), Random Replacement,
and First In First Out (FIFO), each with its own advantages. This research aims to analyze the impact of IMDB-based caching systems on improving data access performance in web applications and to provide insights for developers in selecting the optimal caching technology and strategy.
4525248617F1D021009Childfree dan Hak Reproduksi Perempuan: Wacana Feminisme Liberal dalam Distribusi Wacana Childfree Gitasav Melalui Komentar di Platform Media Sosial Instagram Artikel penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan wacana feminisme liberal dalam distribusi
wacana childfree melalui salah satu komentar di platform Instagram @gitasav yang berbunyi
“Not having kids is indeed natural anti aging. You can sleep for 8 hours every day, no stress
hearing kids screaming. And when you finally get wrinkles, you have the money to pay for
botox”. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan Analisis Wacana
Kritis Norman Fairclough, analisis dilakukan melalui konteks dan bahasa yang dilontarkan
pada kolom komentar sehingga mampu membangun korelasi dalam rangka memproduksi
pemahaman sosial, dengan kata lain menitikberatkan pada penggunaan bahasa dalam
membongkar praktik kuasa di setiap proses linguistik. Analisis wacana ini melalui tiga tahapan,
meliputi tahapan tekstual yang mencakup diksi dan gaya bahasa; tahap kedua berupa praktik
diskursif mengenai produksi dan konsumsi konteks dan bahasa; serta tahap ketiga adalah
praktik sosiokultural yang mempengaruhi bagaimana wacana dan prosesnya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwasannya komentar tersebut mencerminkan eksistensi wacana feminisme
liberal dalam penyebaran wacana childfree melalui Instagram @gitasav yang terlihat dari
pemenuhan syarat analisis wacana kritis disetiap tahapannya. Dengan demikian, komunikasi
online berupa komentar bukan saja digunakan sebagai respon personal, namun juga menjadi
wadah kampanye ideologi feminisme liberal yang kontradiktif dengan norma konservatif dan
peran gender di Indonesia sehingga memberikan pandangan sosiokultural yang komprehensif.
This research article aims to elucidate the discourse of liberal feminism in the dissemination
of the childfree narrative through a comment on the Instagram platform @gitasav, which
states, “Not having kids is indeed natural anti-aging. You can sleep for 8 hours every day, no
stress hearing kids screaming. And when you finally get wrinkles, you have the money to pay
for Botox.” Employing a qualitative descriptive method and Norman Fairclough’s Critical
Discourse Analysis approach, the analysis is conducted through the context and language used
in the comment section, thereby establishing a correlation to produce social understanding,
emphasizing the use of language to uncover power practices in every linguistic process. The
discourse analysis is structured in three stages: the textual stage, encompassing diction and
language style; the second stage, involving discursive practices related to the production and
consumption of context and language; and the third stage, addressing sociocultural practices
that influence the discourse and its processes. The findings indicate that the comment reflects
the existence of liberal feminist discourse in the dissemination of the childfree narrative on
Instagram @gitasav, as evidenced by meeting the criteria of critical discourse analysis at each
stage. Consequently, online communication in the form of comments serves not only as a
personal response but also as a platform for advocating the ideology of liberal feminism, which
contradicts conservative norms and gender roles in Indonesia, thereby providing a
comprehensive sociocultural perspective.
4525348428E1A021136TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TIDAK DIPENUHINYA JANJI KAWIN SEBAGAI PERBUATAN MELAWAN HUKUM (Studi Putusan MA Nomor 4571 K/PDT/2023)Seseorang yang telah berjanji, namun diingkari dapat menimbulkan kerugian bagi pihak yang diberi janji sebagaimana dalam Putusan Kasasi MA Nomor 4571 K/Pdt/2023 yang memutus tidak dipenuhinya janji kawin dari seorang pria pada seorang wanita. Selanjutnya, wanita tersebut mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum. Namun, terdapat perbedaan putusan antara Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Kupang, dan Pengadilan Negeri Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam mengkualifisir tidak dipenuhinya janji kawin sebagai perbuatan melawan hukum dan pengabulan tuntutan ganti kerugian tidak dipenuhinya janji kawin sebagai perbuatan melawan hukum dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 4571 K/PDT/2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual dengan spesifikasi penelitian penemuan hukum in concreto yang menganalisis data sekunder dengan metode analisis data normatif kualitatif.
Hasil penelitian terhadap putusan ini menunjukkan bahwa kriteria perbuatan melawan hukum yang dilanggar, berupa hak atas kehormatan dan nama baik wanita dan anak yang dilahirkan (melanggar hak subjektif orang lain), Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan diperluas dengan Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 (melanggar kewajiban hukum si pelaku), tidak dipenuhinya janji kawin pria pada wanita walaupun sudah dilakukannya acara peminangan antara pria dan wanita tersebut (bertentangan dengan kesusilaan dan kepatutan). Walaupun unsur Pasal 1365 KUHPerdata telah terpenuhi secara kumulatif, tuntutan ganti kerugian hanya dikabulkan sebagian, berupa kerugian materiil (biaya pertemuan keluarga dan peminangan, biaya persalinan anak) dan kerugian immateriil (biaya pemeliharaan dan pendidikan anak). Namun, kerugian immateriil lainnya (jatuhnya kehormatan dan harga diri wanita, pemulihan nama baik wanita dan keluarganya, denda adat) tidak dikabulkan karena tidak adanya pembuktian.

Kata Kunci: Ganti Kerugian, Perbuatan Melawan Hukum, Tidak Dipenuhinya Janji Kawin.
A broken promise can result in harm to the party to whom the promise was made, as illustrated in the Supreme Court Cassation Decision Number 4571 K/Pdt/2023, which ruled on the non-fulfillment of a marriage promise by a man to a woman. The woman subsequently filed a lawsuit for tort. However, there were differences in the decisions made by the Supreme Court, the Kupang High Court, and the Kupang District Court. This study aims to analyze the legal considerations used by judges in qualifying the non-fulfillment of a marriage promise as a tort, and in granting compensation claims for damages based on that tort in the Supreme Court Decision Number 4571 K/PDT/2023. The research uses a normative juridical method with statutory, case-based, and conceptual approaches, employing a legal discovery in concreto research specification and qualitative normative data analysis of secondary data.
The research findings on this court decision indicate that the criteria for a tort were fulfilled, including violations of the rights to a woman's and her child's honor and reputation (infringement of subjective rights), Article 43(1) of the Indonesian Marriage Law, as broadened by the Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010 (breach of legal duty), and the non-fulfillment of a marriage promise by a man to a woman despite an official engagement (violation of morality and propriety). Although all elements of Article 1365 of the Indonesian Civil Code were cumulatively satisfied, the compensation for damages was only partially granted. The compensation awarded included material damages (expenses for the family and engagement ceremony, and childbirth costs) and immaterial damages (childcare and education expenses). However, other immaterial losses (the loss of a woman's honor and dignity, as well as the restoration of the woman's and her family's reputation, and customary fines) were rejected due to a lack of evidence.

Keywords: Compensation, Tort, Non-fulfillment of Marriage Promise.
4525448618F1D021036Demokrasi dan Otoritarianisme di Suriah Masa Kepemimpinan Presiden Bashar al-Assad 2011-2024Abstrak
Artikel ini membahas dinamika transisi politik di Suriah pada masa pemerintahan
Bashar al-Assad antara 2011 hingga 2024. Rumusan masalah yang dijawab dalam
tulisan ini adalah bagaimana transisi demokrasi di Suriah terjadi selama kepemimpinan
Bashar al-Assad serta faktor-faktor yang membentuk dinamika tersebut. Temuan utama
dari analisis ini menunjukkan bahwa meskipun protes domestik dan oposisi memiliki
potensi untuk menggulingkan rezim Assad, intervensi internasional, khususnya oleh
Rusia dan Iran, lebih dominan dalam mempertahankan kekuasaan Assad dan
memperpanjang konflik. Dengan metode Comparative Historical Analysis (CHA),
tulisan ini menyoroti cleavage, critical juncture dan legacy yang mendorong
keruntuhan rezim otoriter Bashar al-Assad. Dengan menggunakan teori transisi
demokrasi Huntington, artikel ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi cleavage
sosial-politik yang mendalam, critical juncture yang terjadi pada 2011 memperlihatkan
bagaimana intervensi internasional men
Abstract
This article examines the dynamics of political transition in Syria during the rule of Bashar al-Assad from 2011 to 2024. The main research question addressed is how the democratic transition in Syria unfolded under Assad’s leadership and what factors shaped its trajectory. The key finding of this analysisreveals that while domestic protests and opposition forces had the potential to overthrow the Assad regime, international intervention—particularly by Russia and Iran—played a more dominant role in sustaining Assad’s power and prolonging the conflict. Using the Comparative Historical Analysis (CHA) method, this paper explores the cleavage, critical juncture, and legacy that contributed to the collapse of Assad’s authoritarian regime. Applying Huntington’s theory of democratic transition, the article arguesthat despite deep socio-political cleavages, the critical juncture of 2011 demonstrated how international intervention became the decisive factor that extended Assad’s rule until 2024. This study provides a deeper understanding of a political transition obstructed by external interference and highlights how the legacy of Assad’s regime continues to influence Syria despite significant domestic and international challenges.
4525548619F2D023007Analisis Ekonomi Politik: Revisi atas Kebijakan Mineral dan
Batu Bara Era Jokowi
ABSTRAK
Artikel ini menyoroti para oligarki batu bara yang berafiliasi dengan partai politik
memanfaatkan jaringan politiknya untuk mempertahankan tujuan oligarkisnya melalui revisi
UU Minerba. Jokowi mengklaim bahwa kebijakan ini dilandasi oleh semangat nasionalisme,
karena mengutamakan kekayaan negara dan rakyat. Namun penelitian yang dibuat melalui
metode penelitian kualitatif, pendekatan literatur, dan kerangka analisis teori oligarki penguasa
kolektif Jeffrey Winters ini menunjukkan bahwa UU Minerba masih memiliki nilai
oligarkisnya, karena substansi dan proses politik pembuatan kebijakan ini telah dikunci oleh
para oligark dalam koalisi besar yang dibentuk oleh Jokowi pasca Pilpres 2019. Oleh karena
itu, kebijakan ini tidak sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai kerakyatan yang nasionalis seperti
yang diklaim oleh Jokowi. Proses revisi UU Minerba mencerminkan besarnya pengaruh
oligarki dalam membentuk kebijakan publik di DPR, terlihat dari minimnya resistensi dari
fraksi-fraksi partai
ABSTRACT
CONTACT
ramadan.saputro@mhs.unsoed.a
c.id
KEYWORDS
Oligarki, Partai Politik, UU
Minerba, Koalisi Partai,
Populisme
Received: 10/03/2024
Revised: 15/04/2024
Accepted: 21/04/2024
Online: 30/04/2024
Published: 30/04/2024
Al-ijtima’i is licenced under a Creative
Commons Attribution Share-Alike Public
Licence (CC-BY-SA)
This article highlights how coal oligarchs, which are affiliated with political parties, utilize
their political networks to maintain their oligarchic goals through the revision of the Minerba
Law. Jokowi claims that this policy is founded by the spirit of nationalism, because its
prioritizes the country and its people’s wealth. But this study, which made through qualitative
research methods, a literature approach, and the analytical framework of Jeffrey Winters
collective ruling oligarchy theory shows that the Minerba Law still has its oligarchic value,
because of the substance and political process of this policy making have been locked by
oligarchs in a large coalition formed by Jokowi after the 2019 presidential election. Therefore,
this policy does not fully reflect the nationalist populisms values as Jokowi has claimed. The
process of revising the Minerba Law reflects the large influence of oligarchs in shaping public
policy in the DPR, as seen from the lack of resistance from party fractions.
4525648621F1D021063Strategi Kampanye Lagu "Oke Gas" terhadap Perilaku Pemilih Pemula di Desa BinangunArtikel ini mengkaji terkait strategi kampanye lagu ‘Oke Gas’ terhadap perilaku
pemilih pemula. Pemilih pemula merupakan pemilih dengan rentang usia 17-21 tahun
yang menjadi salah satu golongan penting dalam partisipasi pemilihan umum.
Pemilih pemula cenderung terpengaruh dengan pendekatan kampanye kreatif. Salah
satu kandidat yang menggunakan pendekatan ini adalah Pasangan Prabowo-Gibran.
Kampanye ini bertujuan untuk membangun citra Prabowo-Gibran dan mempengaruhi
pemilih khususnya pemilih pemula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
bagaimana perilaku pemilih pemula terhadap lagu ‘Oke Gas’ Prabowo-Gibran dalam
menentukan keputusan politik mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui teknik wawancara. Wawancara
dilakukan di Desa Binangun Kabupaten Purbalingga. Beberapa pemilih pemula
memiliki antusiasme terhadap viralnya lagu ‘oke gas’. Namun, mayoritas pemilih
pemula memilih pasangan calon dengan mempertimbangkan aspek substansial
seperti: visi-misi, progam kerja, rekam jejak, dan gagasan pasangan calon. Sehingga
dapat disimpulkan pemilih pemula di Desa Binangun tergolong ke dalam pemilih
rasional.
This article examines the campaign strategy of the song ‘Oke Gas’ on the behavior of
new voters. New voters are voters aged 17-21 years who are one of the important
groups in participating in general elections. New voters tend to be influenced by
creative campaign approaches. One of the candidates who uses this approach is the
Prabowo-Gibran Pair. This campaign aims to build the image of Prabowo-Gibran
and influence voters, especially new voters. This study aims to analyze how new
voters behave towards the song ‘Oke Gas’ by Prabowo-Gibran in determining their
political decisions. This study uses a qualitative research method with a field study
approach through interview techniques. Interviews were conducted in Binangun
Village, Purbalingga Regency. Several new voters are enthusiastic about the viral
song ‘Oke Gas’. However, the majority of new voters choose a candidate pair by
considering substantial aspects such as: vision-mission, work programs, track
records, and ideas of the candidate pair. So it can be concluded that new voters in
Binangun Village are classified as rational voters.
4525748623F1D021028POLITIK KESEJAHTERAAN DAN DEMOKRASI: MENELAAH POLITISASI BANSOS DALAM FILM DOKUMENTER "DIRTY VOTE"Politik kesejahteraan merupakan sebuah pencapaian kemakmuran ekonomi yang ditentukkan oleh konteks politik. Politik kesejahteraan berkaitan erat dengan demokrasi yang berperan sebagai pola relasi kekuasaan yang dipakai untuk mengelola berbagai sumber daya dalam mencapai taraf hidup lebih baik melalui kebijakan-kebijakan sosial. Politik kesejahteraan ini kemudian tergambarkan dalam sebuah film dokumenter berjudul “Dirty Vote” dalam beberapa segmen yang menjelaskan tentang politisasi bantuan sosial. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini hadir dengan tujuan untuk memahami dan menggambarkan politik kesejahteraan dalam film dokumenter “Dirty Vote” dan implikasinya terhadap kemunduran demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan semiotika Roland Barthes dalam menganalisis beberapa scene dalam film dokumenter “Dirty Vote”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pertama, politisasi bantuan sosial yang termuat dalam beberapa segmen pada film dokumenter “Dirty Vote” terjadi dengan menggunakan tiga modus. Kedua, film dokumenter “Dirty Vote” telah menggambarkan terkait praktik politisasi bantuan sosial menjelang pemilihan umum tahun 2024 di Indonesia. Ketiga, politisasi bantuan sosial dilakukan oleh tiga aktor mulai dari Joko Widodo, Zulkifli Hasan, dan Airlangga Hartarto. Keempat, terdapat relasi patron-klien pada politisasi bantuan sosial. Kelima, terjadi kemunduran demokrasi yang disebabkan relasi patron-klien pada politisasi bantuan sosial.Welfare politics is an achievement of economic prosperity that is determined by the political context. Welfare politics is closely related to democracy, which acts as a pattern of power relations used to manage various resources in achieving a better standard of living through social policies. The politics of welfare is then depicted in a documentary film entitled “Dirty Vote” in several segments that explain the politicization of social assistance. Based on this, this research aims to understand and describe the politics of welfare in the documentary “Dirty Vote” and its implications for the decline of democracy. This research uses qualitative research methods and Roland Barthes semiotics in analyzing several scenes in the documentary “Dirty Vote”. The results of this study show that first, the politicization of social assistance contained in several segments in the documentary “Dirty Vote” occurs using three modes. Second, the documentary “Dirty Vote” has described the practice of politicization of social assistance ahead of the 2024 general election in Indonesia. Third, the politicization of social assistance was carried out by three actors starting from Joko Widodo, Zulkifli Hasan, and Airlangga Hartarto. Fourth, there is a patron-client relationship in the politicization of social assistance. Fifth, there is a decline in democracy caused by patron-client relations in the politicization of social assistance.
4525848624I1A021047Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Low Back Pain (LBP) pada Pekerja Penggiling Padi Di Kecamatan Kemranjen Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Low Back Pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah dan sebanyak 60% hingga 80% dari populasi seluruh dunia diperkirakan pernah mengalami kejadian LBP sekali dalam hidup mereka. Terdapat beberapa faktor yang menjadi faktor risiko LBP yaitu usia, IMT, stretching, kebiasaan merokok, masa kerja, posisi kerja, beban kerja, dan repetisi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap LBP pada pekerja penggiling padi di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas.

Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 99 pekerja penggiling padi di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan keterbatasan penelitian yaitu tidak bersediaannya beberapa responden di wawancara dan pekerja penggilingan padi yang bersedia menjadi responden berjumlah 87 orang.

Hasil Penelitian: Terdapat 3 variabel yang berhubungan dengan LBP pada pekerja penggiling padi di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas yaitu beban kerja (p = 0,0001), posisi kerja (p = 0,0001), dan masa kerja (p = 0,0001). Variabel yang tidak berhubungan yaitu usia (p = 1,000), IMT (p = 0,730), dan kebiasaan merokok (p = 0,355).

Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan pekerja penggiling padi di Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas yaitu beban kerja, posisi kerja, dan masa kerja.
Background: Low back pain (LBP) is pain felt in the lower back and as much as 60% to 80% of the world population is estimated to have experienced an LBP event once in their lifetime. There are several factors that become risk factors for LBP, namely age, BMI, stretching, smoking habits, job tenure, job position, workload, and repetition. The aim of this study was to determine the factors influencing LBP in rice mill workers in Kemranjen district, Banyumas Regency.

Methods: Quantitative study with cross-sectional approach. The study population consisted of 99 rice mill workers in Kemranjen District, Banyumas Regency. The sampling technique used was a total sampling with research limitations, namely the unwillingness of some respondents to be interviewed and rice mill workers who were willing to become respondents amounted to 87 people.

Results: There were 3 variables associated with LBP among rice mill workers in Kemranjen District, Banyumas Regency, namely workload (p = 0.0001), work position (p = 0.0001), and working period (p = 0.0001). Variables such as age (p = 1.000), BMI (p = 0.730), and smoking habit (p = 0.355) were not significanty associated with LBP.

Conclusion: Variables associated with rice mill workers in Kemranjen District, Banyumas Regency are workload, work position, and work period.
4525948622I1A021103Faktor Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Hipertensi Pada Petani Di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas Tahun 2024Latar Belakang : Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang juga berdampak pada petani di Indonesia, negara agraris dengan banyak pekerja sektor pertanian. Kondisi ini menurunkan produktivitas dan menimbulkan kerugian ekonomi. Faktor risiko hipertensi meliputi jenis kelamin, usia, masa kerja, riwayat keluarga, merokok, stres, pola makan, konsumsi natrium, beban kerja fisik, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi hipertensi pada petani di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi terdiri dari 5.286 petani di Kecamatan Wangon, dengan sampel 100 petani yang dibagi melalui teknik proportionate stratified random sampling. Analisis data mencakup univariat (uji frekuensi), bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda).

Hasil Penelitian : Stres dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap hipertensi pada petani di Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas (p-value < 0,05). Sementara itu, usia, masa kerja, riwayat keluarga, merokok, pola makan, konsumsi natrium, beban kerja fisik, dan obesitas tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p-value > 0,05).

Kesimpulan : Stres dan jenis kelamin merupakan variabel yang berpengaruh terhadap hipertensi pada petani di Kecamatan Wangon, dengan stres sebagai faktor paling dominan (OR = 11,213). Petani disarankan mengelola stres melalui teknik relaksasi, pola tidur teratur, dan hubungan sosial yang harmonis.
Background: Hypertension is a global health problem that also affects farmers in Indonesia, an agricultural country with many people working in farming. This condition can reduce productivity and cause economic losses. Risk factors for hypertension include gender, age, years of work, family history, smoking, stress, eating habits, sodium intake, physical workload, and obesity. This study aims to find out what factors affect hypertension in farmers in Wangon District, Banyumas Regency.

Methods: The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population was 5,286 farmers in Wangon District, and 100 farmers were chosen using proportionate stratified random sampling. Data were analyzed using univariate (frequency test), bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression tests).

Results: Stress and gender had a significant effect on hypertension in farmers in Wangon District (p-value < 0.05). Other factors like age, years of work, family history, smoking, eating habits, sodium intake, physical workload, and obesity did not have a significant effect (p-value > 0.05).

Conclusion: Stress and gender are the main factors affecting hypertension in farmers, with stress being the most dominant (OR = 11.213). Farmers are advised to manage stress through relaxation techniques, regular sleep patterns, and good relationships with others.
4526048625J1B020017Kritik Sosial Masalah Kemiskinan Cerpen Kursi Ongkang Karya Joko PinurboPenelitian ini memaparkan atau mendeskripsikan data mengenai kritik sosial cerpen Kursi Ongkang yang termuat dalam buku kumpulan cerpen Tak Ada Asu di Antara Kita karya Joko Pinurbo. Penggambaran tokoh dalam cerpen mengenai seorang menjadi copet. Cerpen ini diteliti menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan kritik sosial masalah kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu baca dan catat. Hasil penelitian ditemukan kritik kemiskinan mengenai kelayakan pendidikan dan pekerjaan.This research presents or describes data about the social criticism of the short story Kursi Ongkang contained in the short story collection book Tak Ada Asu di Antara Kita by Joko Pinurbo. The depiction of the character in the short story is about a pickpocket. This short story was studied using a literary sociology approach with social criticism of poverty issues. This research uses a qualitative research method with a descriptive form. Data collection techniques are reading and recording. The results of the study found criticism of poverty regarding educational and employment eligibility.