| NIM | G1B018025 |
| Namamhs | SALSABIL MUNA NABILAH |
| Judul Artikel | Hubungan Stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada Balita di Desa Karangaren dan Desa Kutasari Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang. Stunting adalah suatu bentuk kegagalan pertumbuhan pada tubuh dan otak pada anak yang disebabkan oleh kekurangan nutrisi jangka panjang sehingga anak memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan umurnya. Stunting dapat menyebablan permasalahan gigi dan mulut anak, salah satunya yaitu menyebabkan Developmental Defect of Enamel (DDE). Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada balita si Desa Karangaren dan Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Metode. Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel adalah disproportionate stratified random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 63 responden yang merupakan balita yang bertempat tinggal di Desa karangaren dan di Desa Kutasari Kecamatan Kutasari, Kabupatan Purbalingga. Instrumen penelitian adalah lembar pemeriksaan dan lembar hasil pengukuran. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji eta; Hasil. Hasil penelitian menunjukkn bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada balita dengan nilai η yaitu 0,659. Simpulan. Simpulan penelitian adalah terdapat hubungan stunting dengan Developmental Defect of Enamel (DDE) pada balita di Desa Karangaren dan Desa Kutasari Kecamatam Kutasari Kabupaten Purbalingga. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background. Stunting is a form of impaired growth in the body and brain of children caused by prolonged nutritional deficiency, resulting in children being shorter than their age-appropriate height. Stunting can lead to oral and dental health problems, one of which is the Developmental Defect of Enamel (DDE). Objective. This study aims to examine the relationship between stunting and the Developmental Defect of Enamel (DDE) in toddlers in Karangaren Village and Kutasari Village, Kutasari Sub-district, Purbalingga Regency. Methods. This research is an analytic observational study using a cross-sectional approach. The sampling technique used was disproportionate stratified random sampling based on inclusion and exclusion criteria. The total number of respondents was 63 toddlers residing in Karangaren and Kutasari Villages, Kutasari Sub-district, Purbalingga Regency. The research instruments included examination sheets and measurement records. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Eta correlation test. Results. The study found a significant relationship between stunting and Developmental Defect of Enamel (DDE) in toddlers, with an Eta value of 0.659. Conclusion. There is a significant relationship between stunting and the Developmental Defect of Enamel (DDE) in toddlers in Karangaren Village and Kutasari Village, Kutasari Sub-district, Purbalingga Regency. |
| Kata kunci | Balita, Developmental Defect of Enamel (DDE), Enamel Defect Score (EDS), Stunting |
| Pembimbing 1 | drg. Ali Taqwim, Sp.KGA. |
| Pembimbing 2 | drg. Riski Amalia Hidayah, M.PH |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2025-05-23 08:41:06.391745 |
|---|