Home
Login.
Artikelilmiahs
48630
Update
SOPHIA LERINA LUBIS
NIM
Judul Artikel
DISKRIMINASI HAK BERIBADAH KELOMPOK MINORITAS Studi Kasus Penyegelan Gereja GKPS Purwakarta
Abstrak (Bhs. Indonesia)
RINGKASAN Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji penyebab pelanggaran hak kebebasan beragama serta menganalisis pengaruh politik identitas dalam kasus penyegelan Gereja GKPS Purwakarta. Peneliti menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan jenis penelitian studi lapangan. Dalam menentukan sasaran penelitian digunakan teknik purposive sampling, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen. Untuk menjamin keakuratan data, menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa penyegelan Gereja GKPS Purwakarta mencerminkan ketegangan sosial yang dipicu oleh dua faktor: Pertama, belum terpenuhinya syarat administratif perizinan 90 KTP jemaat dan 60 KTP warga sesuai PMA No. 9, No. 8 Tahun 2006. Kedua, adanya penolakan dari masyarakat terhadap keberadaan Gereja GKPS Purwakarta yang berada di wilayah mayoritas Islam. Kedua faktor tersebut memunculkan tekanan sosial yang dilakukan kelompok mayoritas terhadap pemerintah untuk memberikan keputusan menyegel bangunan Gereja GKPS Purwakarta. Disisi lain, keberadaan rumah ibadah merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Seharusnya, pemerintah mampu mengayomi dan melindungi masyarakat dalam menjalankan fungsinya membina kerukunan antar umat beragama salah satunya memfasilitasi pendirian rumah ibadah. Keywords: Diskriminasi, Hak beribadah, Kelompok minoritas, politik identitas
Abtrak (Bhs. Inggris)
SUMMARY This study aims to examine the causes of violations of the right to freedom of religion and to analyze the influence of identity politics in the case of the sealing of the GKPS Chruch in Purwakarta. The researcher uses a qualitative method through a case study approach with field study research type. To determine the research targets, purposive sampling tecnique is applied. This study collects data through in-depth interviews, obsevation, and document review. To ensure data accuracy, source triangulation technique is used. The results of this study reveal that the sealing of the GKPS Church in Purwakarta reflects social tension triggered by two factors: Firts, the administrative permit requirements of 90 congregation ID cards and 60 resident ID cards, according to PMA No. 9 and No. 8 of 2006, have not been fulfilled. Second, there is rejection from the community againts the existence of the GKPS Church ini a predominantly Muslim area. These two factors led to social pressure from the majority group on the government to make the decision to seal GKPS Church building. On the othe hand, the existence of places of worship is a basic need of the community. Ideally, the government should be able to protect facilitating the establishment of places of worship. Keywords: Discrimination, Right to worship, Minority groups, Identity politics
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save