Artikelilmiahs
Menampilkan 45.161-45.180 dari 48.758 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45161 | 48530 | A1A021027 | Minat Mahasiswa Generasi Z untuk Berkarier di Sektor Pertanian dengan Pendekatan Social Cognitive Career Theory | Minat generasi Z di sektor pertanian tergolong rendah karena berbagai faktor, seperti persepsi negatif terhadap prospek kerja dan ketidakpastian pendapatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Social Cognitive Career Theory (SCCT) untuk memahami fenomena tersebut. Pendekatan ini menekankan pengaruh efikasi diri, harapan hasil, dan tujuan karier pribadi terhadap pembentukan minat karier mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat minat mahasiswa rumpun pertanian di Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto terhadap karier di sektor pertanian, serta mengkaji pengaruh variabel-variabel dalam SCCT terhadap minat karier tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 327 mahasiswa yang dipilih melalui teknik sampel kuota. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dan dilanjutkan Analisis Multigrup (MGA) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat mahasiswa terhadap karier di sektor pertanian tergolong dalam kategori sedang. Harapan hasil terbukti berpengaruh positif terhadap minat dan tujuan karier, sedangkan efikasi diri tidak berpengaruh langsung terhadap minat namun berpengaruh tidak langsung melalui tujuan karier. Hasil MGA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pola hubungan antar variabel berdasarkan program studi, di mana mahasiswa Teknologi Pangan menunjukkan pola yang berbeda dibandingkan program studi lainnya. Sedangkan untuk kelompok tahun angkatan, mahasiswa angkatan 2022 menunjukkan pola minat karier yang lebih rendah dibandingkan lainnya. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pembinaan karier yang disesuaikan dengan karakteristik program studi dan tahap perkembangan akademik mahasiswa. | Generation Z's low interest in the agricultural sector is caused by various factors, such as negative perceptions of job prospects and income uncertainty. To understand this phenomenon, this study uses the Social Cognitive Career Theory (SCCT) approach which emphasizes the influence of self-efficacy, outcome expectations, and personal goals on the formation of students' career interests. The purpose of this study is to analyze the level of interest of agriculture students at Jenderal Soedirman University, Muhammadiyah Purwokerto University, and Nahdlatul Ulama Purwokerto University towards careers in the agricultural sector, and examine the influence of variables in SCCT on career interest. This study used a quantitative approach with a sample size of 327 students selected through the quota sampling technique. Data analysis was carried out using the Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) method and continued Multigroup Analysis (MGA) with the help of SmartPLS 4 software. The results showed that the level of student interest in careers in the agricultural sector was in the medium category. Outcome expectations proved to have a positive effect on interest and career goals, while self-efficacy has no direct effect on interest but has an indirect effect through career goals. The MGA results show that there are differences in the pattern of relationships between variables based on study programs, where Food Technology students show a different pattern compared to other study programs. As for the year group, the 2022 students showed a lower career interest pattern than the others. These findings indicate the importance of a career coaching approach that is tailored to the characteristics of the study program and the stage of academic development of students. | |
| 45162 | 48531 | H1E021025 | PERANCANGAN MODEL OPTIMASI JARINGAN RANTAI PASOK BUAH BACCAUREA SPP INDIGENOUS SULAWESI MENGGUNAKAN METODE MIXED INTEGER LINEAR PROGRAMMING DAN SAVINGS MATRIX | Baccaurea adalah salah satu genus dari keluarga tanaman Phyllanthaceae yang memiliki khasiat obat. Adanya khasiat sebagai obat menjadikan tanaman ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku industri fitofarmaka. Permasalahan utama yang dihadapi adalah jaringan rantai pasok buah Baccaurea belum ada sebelumnya, karena merupakan sediaan bahan obat yang akan dikembangkan. Jaringan rantai pasok yang dibangun harus mempermudah pengumpulan lokal di setiap desa dan menjaga pasokan bahan baku, sehingga perlu distribution center (DC) sebagai buffer untuk menyediakan kebutuhan pasokan secara kontinu. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah membuat model rantai pasok untuk buah Baccaurea, dengan memilih lokasi optimal pendirian DC, agar didapatkan total biaya rantai pasok yang minimal sekaligus membuat rute distribusi yang efisien. Tahapan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi jumlah Baccaurea di Sulawesi Barat dengan sampel dari Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Mamuju, mengidentifikasi kegiatan rantai pasok, menyusun model matematis, dan mengoptimalkan distribusi Baccaurea. Proses optimasi model bertujuan untuk memilih lokasi DC potensial dalam rantai pasok menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming (MILP). Penelitian ini juga menentukan rute distribusi menggunakan metode Savings Matrix, yang dilanjutkan dengan algoritma Nearest Neighbor dan Nearest Insert, dan dipilih rute terpendek. Hasil dari MILP menunjukkan penyewaan satu DC di Kabupaten Polewali Mandar dengan total biaya rantai pasok sebesar 24.459.750 IDR. Metode Savings Matrix menghasilkan kombinasi rute untuk 4 armada kendaraan dalam mendistribusikan Baccaurea, dan di antara metode penentuan urutan rute, algoritma Nearest Neighbor menghasilkan rute terpendek dengan total 1.821,7 km, dibandingkan dengan algoritma Nearest Insert yang menghasilkan total jarak sejauh 1.852 km. Hal ini dikarenakan desa yang harus dilalui oleh kendaraan tidak banyak, cenderung berurutan dan tidak berkelompok, sehingga algoritma Nearest Neighbor bekerja dengan lebih cepat dan memiliki hasil yang lebih baik | Baccaurea is a genus from the Phyllanthaceae family that possesses medicinal properties. Due to its potential as a pharmaceutical raw material, this plant holds promise for development into a source for the phytopharmaceutical industry. However, a supply chain network for Baccaurea fruit has not yet been established, as it is a newly proposed medicinal raw material. The supply chain network to be developed should facilitate local collection in each village and maintain a consistent supply of raw materials. Therefore, distribution centers (DCs) are needed to act as buffers, ensuring continuous supply availability. This study aims to design a supply chain model for Baccaurea fruit by determining the optimal location for DC establishment in order to minimize total supply chain costs and create efficient distribution routes. The research stages include identifying the quantity of Baccaurea in West Sulawesi using samples from Mamasa and Mamuju Regencies, identifying supply chain activities, formulating a mathematical model, and optimizing Baccaurea distribution. The model optimization process aims to select potential DC locations within the supply chain using the Mixed Integer Linear Programming (MILP) method. This research also determines distribution routes using the Savings Matrix method, followed by the Nearest Neighbor and Nearest Insert algorithms, selecting the shortest route. The MILP results indicate the selection of one DC in Polewali Mandar Regency with a total supply chain cost of 24,459,750 IDR. The Savings Matrix method produced a combination of routes for 4 vehicle fleets distributing Baccaurea, and among the route sequencing methods, the Nearest Neighbor algorithm yielded the shortest route with a total distance of 1,821.7 km, compared to the Nearest Insert algorithm with a total distance of 1,852 km. This is because the villages to be visited are relatively few, sequential, and not clustered, allowing the Nearest Neighbor algorithm to perform faster and yield better results | |
| 45163 | 48532 | J1D021039 | Prinsip Kerja Sama dan Prinsip Kesantunan terhadap Perkembangan Sosial pada Tokoh Pupus | Penelitian ini membahas prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan dalam percakapan pada webtoon Pupus Putus Sekolah karya Kurnia Harta Winata serta dampaknya terhadap perkembangan sosial tokoh Pupus. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk penerapan prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan dalam dialog antar tokoh, serta menganalisis bagaimana tuturan berkontribusi terhadap perkembangan sosial anak berdasarkan teori Maslow. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 33 percakapan yang menerapkan prinsip kerja sama dan 57 percakapan yang memenuhi penerapan pada prinsip kesantunan. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa prinsip kerja sama dan prinsip kesantunan dalam percakapan webtoon memberikan kontribusi positif terhadap dampak perkembangan sosial tokoh Pupus. | This study examines the cooperative and politeness principles in the Pupus Putus Sekolah webtoon by Kurnia Harta Winata, as well as their influence on the social development of its characters. This study aims to identify how the cooperative and politeness principles are applied in dialogue between characters and analyze how speech contributes to children's social development based on Maslow's theory. This study employs a qualitative approach with a content analysis. Data were obtained through a free listening technique. The analysis technique used in this study is the pragmatic pairing method with the Pilah Unsur Penentu (PUP) technique. The results show that 33 conversations apply the cooperative principle, and 57 conversations fulfill the politeness principle. Additionally, the results show that the cooperative and politeness principles positively impact Pupus's social development, particularly in communication, empathy, and social interaction. | |
| 45164 | 48533 | C1B021072 | Pengaruh Fleksibilitas Pembayaran, Keringanan Utang, Jenis Usaha & Faktor Demografi Terhadap Kinerja Usaha Pada Usaha Mikro (Studi Pada BUM Desa & BUM Desa Bersama Di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fleksibilitas pembayaran,keringanan utang dan faktor demografi terhadap kinerja usaha pada usaha mikro (studi pada bum desa & bumdesma di kabupaten banyumas). Sampel penelitian ini yaitu sebanyak 128 responden. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statiska deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, pengujian koefisian determinasi, uji t dan uji f. Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS yang telah dilakukan pada penelitian ini, menghasilkan output yaitu:1) fleksibilitas pembayaran berpengaruh postif terhadap kinerja usaha pada usaha mikro, 2) keringanan utang berpengaruh negatif terhadap kinerja usaha pada usaha mikro, 3) jenis usaha berpengaruh negatif terhadap kinerja usaha pada usaha mikro, 4) pendidikan berpengaruh negatif terhadap kinerja usaha pada usaha mikro, 5) umur berpengaruh negatif terhadap kinerja usaha pada usaha mikro. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemilik usaha mikro disarankan untuk mengintegrasikan fleksibilitas pembayaran dalam strategi bisnis untuk mengurangi risiko finansial dan meningkatkan efisiensi. Pemerintah dan BUMDes serta BUMDESMA perlu memperkuat penyuluhan tentang keringanan utang, serta mendukung diversifikasi usaha dan pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selain itu, pengembangan literasi keuangan dan kolaborasi antar pemilik usaha dari berbagai umur akan meningkatkan keterampilan manajerial dan daya saing usaha mikro. | This study aims to determine the effect of payment flexibility, debt relief and demographic factors on the business performance of micro businesses (a study on village-owned enterprises & bumdesma in Banyumas district). The sample of this study was 128 respondents. The sampling technique used purposive sampling technique. The data analysis techniques used were descriptive statistical analysis, classical assumption test, multiple regression analysis, determination coefficient test, t-test and f-test. Based on the data analysis using SPSS that has been carried out in this study, the output is: 1) payment flexibility has a positive effect on business performance in micro businesses, 2) debt relief has a negative effect on business performance in micro businesses, 3) type of business has a negative effect on business performance in micro businesses, 4) education has a negative effect on business performance in micro businesses, 5) age has a negative effect on business performance in micro businesses. The implications of this study are that micro business owners are advised to integrate payment flexibility into their business strategies to reduce financial risk and increase efficiency. The government and BUMDes and BUMDESMA need to strengthen counseling on debt relief, as well as support business diversification and infrastructure development to increase production capacity. In addition, developing financial literacy and collaboration between business owners of various ages will improve managerial skills and competitiveness of micro businesses. | |
| 45165 | 48534 | A1D021184 | Identifikasi dan Seleksi Genotipe Padi Aromatik Berbasis Marka Fungsional dengan Teknologi Multiplexing PCR | Padi aromatik memiliki nilai ekonomi tinggi dan merupakan komoditas unggulan dicirikan oleh keberadaan senyawa volatil 2-acetyl-1-pyrroline (2AP). Identifikasi genotipe aromatik sangat penting untuk mendukung program pemuliaan berbasis seleksi molekuler. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gen badh2 yang berperan dalam sintesis aroma padi menggunakan pendekatan multiplex PCR dengan marka Bradbury. Sebanyak 14 genotipe padi diuji di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Ekstraksi DNA dilakukan dengan metode CTAB dan amplifikasi dilakukan melalui single dan multiplex PCR. Hasil menunjukkan bahwa primer Badex7-5 dan Bradbury mampu membedakan genotipe aromatik dan non-aromatik berdasarkan panjang pita. Genotipe Mentik Wangi, Basmati Pakistan, dan Bengawan Solo terbukti membawa alel aromatik homozigot. Hasil ini menegaskan efektivitas multiplex PCR sebagai metode seleksi molekuler pada padi aromatik. | Aromatic rice is a high-value crop characterized by the presence of 2-acetyl-1-pyrroline (2AP). Accurate identification of aromatic genotypes is essential to support molecular-assisted breeding. This study aimed to detect the badh2 gene responsible for aroma biosynthesis in rice using multiplex PCR with Bradbury marker. Fourteen rice genotypes were tested at the Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. DNA was extracted using the CTAB method and amplified via multiplex PCR. Results showed that the Badex7-5 and Bradbury marker effectively distinguished aromatic and non-aromatic, Mentik Wangi, Basmati Pakistan, and Bengawan Solo were confirmed to carry the aromatic homozygous allele. This research confirms the reliability of multiplex PCR for molecular selection of aromatic rice. | |
| 45166 | 48535 | H1C020016 | Studi Petrografi dan Geokimia Batuan Vulkanik Gunungapi Muria, Jawa Tengah | Gunungapi Muria merupakan gunungapi api kuarter yang terletak di Semenanjung Muria, di sebelah utara Pulau Jawa bagian tengah, dan merupakan bagian dari Busur Vulkanik Sunda. Semenanjung Muria merupakan suatu kompleks vulkanik yang terdiri dari Gunungapi Muria, Gunungapi Genuk, dan Gunungapi Patiayam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mineral dan geokimia dari batuan vulkanik di daerah penelitian yang mencakup Gunungapi Muria, Gunungapi Genuk, dan Gunungapi Patiayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis petrografi dan X-Ray Fluoroscence (XRF). Berdasarkan hasil analisis petrografi didapatkan jenis batuan vulkanik daerah penelitian adalah tephritic phonolite, phonolite, basalt, basalt andesite, dan andesite. Terdapat tekstur mikro plagioklas diantaranya sieve, fine-scale oscillatory zoning, synneusis, glomerocryst, microlites, dan broken crystal. Hasil analisis geokimia diperoleh merupakan batuan beku intermediet hingga basa berdasarkan kandungan dari SiO2 yang mana memiliki persentase 51,6%–62,2 wt%. Berdasarkan diagram TAS yang membandingkan SiO2 dan Na2O+K2O (total alkali) dengan persentase 6,63-12,72 wt%, jenis batuan merupakan trachyte trachydacite, tephriphonolite, trachyandesite, dan basaltic trachyandesite; memiliki afinitas magma shoshonite series karena memiliki kandungan K2O yang tinggi yaitu 2,88-5,2 wt% yang disebabkan oleh keterdapatan mineral feldspatoid. Lingkungan tektonik pada daerah penelitian kemungkinan merupakan bagian dari continental arc atau busur benua yang terbentuk akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah dan lempeng Eurasia yang panjang dan sangat dalam (supra-subduksi). | Muria volcano is a Quaternary volcano located at the Muria Peninsula, in the north of central Java Island, and is part of the Sunda Volcanic Arc. The Muria Peninsula is a volcanic complex consisting of Muria volcano, Genuk volcano, and Patiayam volcano. This study aims to identify the mineral abnd geochemical characteristics of volcanic rocks in the study area which includes Muria volcbanBo, Genuk volcano, and Patiayam volcano. The methods used in this research are petrographic analysis and X-Ray Fluoroscence (XRF). Based on the results of petrographic analysis, the types of volcanic rocks in the study area are tephritic phonolite, phonolite, basalt, basalt andesite, and andesite. There are plagioclase micro-textures including sieve, fine-scale oscillatory Bzoning, synneusis, glomerocryst, microlites, and broken crystal. The results of geochemical analysis obtained are intermediate to basic igneous rocks based on the content of SiO2 which has a percentage of 51.6%-62.2 wt%. Based on the TAS diagram that compares SiO2 and Na2O + K2O (total alkali) with a percentage of 6.63-12.72 wt%, rock types are trachyte trachydacite, tephriphonolite, trachyandesite, and basaltic trachyandesite; has a magma affinity shoshonite series because it has a high K2O content of 2.88-5.2 wt% caused by the presence of feldspatoid minerals. The tectonic environment in the study area is likely part of a continental arc formed by the subduction of the subducting Indo-Australian plate and the long and very deep Eurasian plate (supra-subduction). | |
| 45167 | 48536 | J1D020007 | SKRIPSI STUDI KASUS PEMBELAJARAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 MAJENANG | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis puisi menggunakan model Problem Based Learning di kelas VIII A SMPN 2 Majenang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VIII A dan guru Bahasa Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan model Problem Based Learning ini mampu meningkatkan keterampilan menulis puisi secara signifikan. Menggali ide melalui masalah yang ada di sekitar lingkungan siswa. Dengan adanya kelompok diskusi siswa ini memudahkan untuk siswa menyelesaikan kendala dalam menulis puisi, serata memberikan pengalaman berbagi pusi yang meningkatkan kepercayan diri siswa. Serta Menghasilkan karya puisi yang kretif dan berstruktur. Model Problem Based Learning terbukti mampu efektif menarik minat siswa, memperjelas elemen puisi seperti diksi, gaya bahasa, dan struktur, serta mendorong kretivitas siswa. Kesimpulannya, model Problem Based Learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran menulis puisi. Peneliti merekomendasikan penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning ini secara luas diberbagai jenjang pendidikan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengkaji model pembelajaran ini pada aspek pembelajaran lainnya. | This study aims to describe the planning, implementation, and assessment of poetry writing learning using the Problem Based Learning model in class VIII A of SMPN 2 Majenang. This study uses a qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The subjects of the study included class VIII A students and Indonesian language teachers. The results of this study indicate that using the Problem Based Learning model can significantly improve poetry writing skills. Exploring ideas through problems that exist around the student's environment. With the existence of this student discussion group, it makes it easier for students to solve obstacles in writing poetry, as well as providing a poetry sharing experience that increases student self-confidence. And produces creative and structured poetry. The Problem Based Learning model has been proven to be effective in attracting student interest, clarifying poetry elements such as diction, style, and structure, and encouraging student creativity. In conclusion, the Problem Based Learning model can improve the quality of poetry writing learning. Researchers recommend the use of this Problem Based Learning learning model widely at various levels of education. Further research is recommended to examine this learning model in other aspects of learning. | |
| 45168 | 48537 | K1A020051 | Studi Hubungan Kuantitatif Struktur Aktivitas Senyawa Turunan Phenylpirimidines Sebagai Herbisida Safeners | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kuantitatif antara struktur dan aktivitas senyawa turunan phenylpyrimidines sebagai herbisida safeners menggunakan metode Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (HKSA). Herbisida safeners merupakan agen yang membantu tanaman bertahan dari efek toksik herbisida, dan senyawa turunan phenylpyrimidines telah menunjukkan potensi sebagai herbisida safeners yang efektif. Melalui teknik kimia komputasi menggunakan software GaussView, HyperChem, dan DTC-QSAR Tools, penelitian ini membangun model HKSA menggunakan metode Semi Empiris AM1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskriptor yang mempengaruhi aktivitas senyawa turunan phenylpyrimidines sebagai herbisida safeners dapat dijelaskan dengan model HKSA: logEC_50=4,9537-0,0062(SAA)+0,2082(Pol)+72,8266(qC_8)-0,0022(Mass) Model tersebut memiliki kualitas yang baik dilihat dari nilai R2 sebesar 0,9898 dengan Mean Absolute Error hanya 0,047. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang faktor-faktor struktural yang dapat memberikan panduan desain dan sintesis senyawa yang lebih efisien untuk digunakan sebagai herbisida safeners. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada pengembangan senyawa herbisida safening yang efektif dan berpotensi sebagai alat pengendalian hama dan penyakit tanaman. | This study aims to analyze the quantitative relationship between the structure and activity of phenylpyrimidine derivatives as herbicide safeners using Quantitative Structure-Activity Relationship (QSAR) methods. Herbicide safeners are agents that help plants withstand the toxic effects of herbicides, and phenylpyrimidine derivatives have shown potential as effective herbicide safeners. Through computational chemistry techniques using GaussView, HyperChem, and DTC-QSAR Tools software, this study constructed a QSAR model using Semi Empirical AM1 methode. The results indicated that the descriptors influencing the activity of phenylpyrimidine derivatives as herbicide safeners can be explained by the QSAR equation: logEC_50=4,9537-0,0062(SAA)+0,2082(Pol)+72,8266(qC_8)-0,0022(Mass) The model had good quality as seen from the R2 value of 0.9898 with a Mean Absolute Error of only 0.047. This research provides valuable insights into the structural factors that could guide the design and synthesis of more efficient compounds to be used as herbicide safeners. These findings are expected to contribute to the development of effective herbicide safening compounds with potential applications in pest and disease control. | |
| 45169 | 48538 | A1C021045 | ANALISIS KESESUAIAN LAHAN PADI KETAN LUSINAS BERBASIS AHP-SIG PADA DAERAH RAWAN BANJIR DAN KEKERINGAN | Analisis kesesuaian lahan merupakan informasi mengenai sebaran potensi lahan untuk budidaya tanaman padi ketan lusinas pada Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen. Peta kesesuaian lahan merupakan peta yang dapat digunakan untuk membuat perencanaan pertanian terutama budidaya padi ketan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta sebaran kesesuaian lahan padi ketan menggunakan Analytical Hierachy Process untuk mengetahui parameter yang paling berpengaruh dalam peta sebaran kesesuaian lahan padi ketan. Penelitian ini dilakukan menggunakan aplikasi QGIS dengan beberapa tools dan plug in tambahan untuk membuat peta sebaran kesesuaian lahan aplikasi Ms. Excel untuk pengolahan data. Terdapat delapan parameter yang digunakan untuk menentukan peta sebaran kesesuaian lahan padi ketan lusinas, yaitu peta organic carbon (OC), peta cation exchange capacity (CEC), peta power hydrogen (pH), dan peta coarse fragment (CF) yang didapatkan dari website ISRIC.go.id. Kemudian peta slope dan peta drainage condition (DC) yang berasal dari peta turunan Digital Elevation Model. Peta rainfall dan peta temperature yang didapatkan dari website WorldClim.go.id. Analisis data dilakukan dengan menggunakan hasil pengisian kuisioner oleh para ahli yang disebut dengan expert judgment. Hasil data kuisioner kemudian dilakukan konsistensi untuk menentukan bobot masing-masing parameter. Hasil bobot masing-masing parameter digunakan untuk menentukan value setiap klasifikasi pada semua parameter. Nilai value ini yang akan digunakan untuk melakukan proses overlay menggunakan tools raster calculator. Output yang dihasilkan yaitu peta sebaran kesesuaian lahan padi ketan lusinas yang memiliki value masing-masing dari delapan parameter. Peta sebaran kesesuaian lahan padi ketan dibuat dalam resolusi 1000m x 1000m. Kelas kesesuaian lahan padi ketan lusinas yang sesuai berada di Kabupaten Banjarnegara dan Pubalingga. Sedangkan Kabupaten Kebumen didominasi oleh lahan yang tidak sesuai untuk ditanami padi ketan lusinas. | Land Suitability Analysis is an information regarding the distribution of land potential for the cultivation of lusinas glutinous rice in the regencies of Banjarnegara, Purbalingga, and Kebumen. A land suitability map is a tool that can be used for agricultural planning, especially for glutinous rice cultivation. This study aims to create a distribution map of glutinous rice land suitability using the Analytical Hierarchy Process (AHP) to identify the most influential parameters in the distribution map of glutinous rice land suitability. The research was conducted using the QGIS application with several additional tools and plug-ins to generate the land suitability distribution map, and Microsoft Excel for data processing. Eight parameters were used to determine the land suitability map for lusinas glutinous rice: the organic carbon (OC) map, cation exchange capacity (CEC) map, pH map, and coarse fragment (CF) map obtained from the ISRIC.go.id website; the slope map and drainage condition (DC) map derived from the Digital Elevation Model (DEM); and the rainfall map and temperature map obtained from the WorldClim.go.id website. Data analysis was conducted using expert judgment through questionnaires completed by experts. The consistency of the questionnaire data was then evaluated to determine the weight of each parameter. These weights were used to assign values to each classification within all parameters. These values were used in the overlay process using the Raster Calculator tool. The output produced is a land suitability distribution map for lusinas glutinous rice, which includes the individual values of the eight parameters. The glutinous rice land suitability map was created at a resolution of 1000m x 1000m. Suitable land classes for lusinas glutinous rice are found in Banjarnegara and Purbalingga Regencies, while Kebumen Regency is predominantly unsuitable for lusinas glutinous rice cultivation. | |
| 45170 | 48539 | I2A022001 | Implementasi Kebijakan Penggunaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan di Kabupaten Purbalingga | Latar Belakang: Kebijakan pemberian bantuan dana bantuan operasional kesehatan ( BOK) dari pemerintah tujuannya untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dalam menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan promotif dan preventif. Hanya saja dengan anggaran BOK yang sudah diberikan oleh Pemerintah untuk Puskesmas, realisasinya belum bisa terserap dengan optimal. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam terkait informasi implementasi kebijakan penggunaan dana BOK di Puskesmas Kabupaten Purbalingga. Informan dalam penelitian ini didapatkan dengan menggunakan purposive sampling. Informan penelitian ini terdapat informan kunci dan pendukung. Sebagai informan kunci yaitu Kepala Puskesmas, Ka Sub Bag TU, Bendahara BOK, petugas pengelola perencanaan BOK di Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga. Sebagai informan pendukung adalah tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengguna BOK di Puskesmas Pengadegan, Puskesmas Karangmoncol dan Puskesmas Bojong. Hasil:Implementasi kebijakan penggunaan dana BOK di Kabupaten Purbalingga dari segi komunikasi dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola BOK melalui Wa Grup, pertemuan offline dan onlain,dan supervisi langsung oleh Dinas Kesehatan. Hanya saja masih ditemukan adanya misskomunikasi terkait pemahaman penggunaan dana BOK. Terkait sumber daya di Kabupaten Purbalingga, masih terjadi penumpukan tugas dikarenakan belum ada kebijakan khusus untuk tenaga pengelola BOK yang latar pendidikannya seperti ekonomi maupun akuntan. Disposisi terkait kebijakan BOK dirasa tepat hanya saja kurang fleksibel terkait petunjuk teknis penggunaan dana BOK itu sendiri. Dari struktur birokrasi di Kabupaten Purbalingga tidak ada pembentukan birokrasi ataupun organisasi khusus terkait BOK. Namun, masih terdapat tata urutan dalam melaporkan hasil kegiatan terkait penggunaan dana BOK di Kabupaten Purbalingga. Kesimpulan: Penggunaan dana bantuan operasional dalam pelaksanaannya tidak bisa fleksibel karena sudah ada petunjuk teknis yang ditetapkan | Background: The policy of providing operational health assistance funds (BOK) from the government aims to improve access and quality of public health services in organizing promotive and preventive health service efforts. However, with the BOK budget that has been provided by the Government for the Health Center, its realization has not been optimally absorbed. Methods: This study uses a qualitative research type with a case study approach. Where this study aims to dig deeper into information on the implementation of the BOK fund usage policy at the Purbalingga Regency Health Center. Informants in this study were obtained using purposive sampling. The informants in this study include key and supporting informants. As key informants, namely the Head of the Health Center, Head of Sub-Division of TU, BOK Treasurer, BOK planning management officer at the Purbalingga Regency Health Office. As supporting informants are health workers involved in BOK users at the Pengadegan Health Center, Karangmoncol Health Center and Bojong Health Center. Results: The implementation of the BOK fund usage policy in Purbalingga Regency in terms of communication is carried out through coordination with BOK managers via Wa Group, offline and online meetings, and direct supervision by the Health Office. However, more intensive meetings are still needed to help optimize the absorption of BOK funds. Regarding resources in Purbalingga Regency, there is still a backlog of tasks because there is no specific policy for BOK management personnel whose educational backgrounds include economics or accounting. The disposition related to the BOK policy is considered appropriate, but it is not flexible enough regarding the technical instructions for using the BOK funds themselves. From the bureaucratic structure in Purbalingga Regency, there is no formation of a special bureaucracy or organization related to BOK. However, there is still a sequence in reporting the results of activities related to the use of BOK funds in Purbalingga Regency. Conclusion: The use of operational assistance funds in its implementation cannot be flexible because there are already established technical instructions. | |
| 45171 | 48550 | H1A021045 | ANALISIS PERFORMA SERVER DAN APLIKASI WEB MODULAR DENGAN LARAVEL OCTANE | Perkembangan teknologi internet membawa inovasi signifikan, salah satunya teknologi web yang mempermudah akses informasi dan mendukung transformasi digital di berbagai bidang. Teknologi web berbasis server seperti Apache (17.61%) dan Nginx (20.01%) sering digunakan bersama bahasa pemrograman server-side seperti PHP dengan framework Laravel, yang menawarkan fitur lengkap untuk mempermudah pengembangan. Namun, kombinasi PHP dan Laravel dengan server web tersebut kerap menghadapi masalah performa. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan pengujian pada aplikasi yang mengimplementasikan Laravel Octane dengan server web alternatif seperti Swoole, RoadRunner, dan FrankenPHP. Selain itu, dilakukan juga implementasi jenis arsitektur modular yang memisahkan frontend dan backend dengan berbagai protokol komunikasi API seperti REST, GraphQL, atau gRPC, untuk melihat performa pada aplikasi web. Dari hasil pengujian yang dilakukan, menunjukkan bahwa penggunaan Laravel Octane dengan server web alternatif seperti Swoole, RoadRunner, dan FrankenPHP dapat meningkatkan performa pada aplikasi web. Hal itu disebabkan karena adanya fitur caching dan worker yang dapat mempercepat kinerja. Selain itu protokol komunikasi yang digunakan juga berpengaruh terhadap kinerja suatu aplikasi web. | The development of internet technology has brought significant innovations, one of which is web technology that facilitates access to information and supports digital transformation across various fields. Server-based web technologies such as Apache (17.61%) and Nginx (20.01%) are often used in conjunction with server-side programming languages like PHP with the Laravel framework, which offers comprehensive features to simplify development. However, this combination of PHP and Laravel with these web servers frequently encounters performance issues. To address this, testing was conducted on applications implementing Laravel Octane with alternative web servers such as Swoole, RoadRunner, and FrankenPHP. Additionally, modular architecture implementations that separate frontend and backend with various API communication protocols such as REST, GraphQL, or gRPC were also tested to evaluate performance on web applications. The test results demonstrate that using Laravel Octane with alternative web servers like Swoole, RoadRunner, and FrankenPHP can enhance web application performance. This improvement is attributed to caching features and workers that can accelerate performance. Furthermore, the communication protocols used also significantly influence the performance of a web application. | |
| 45172 | 48541 | F2B023007 | ANALISIS EKSKLUSI BARU TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (STUDI KASUS PADA SEKOLAH INKLUSI DI KABUPATEN BANYUMAS) | Pendidikan inklusi memberikan kesempatan pada anak berkebutuhan khusus untuk dapat bergabung dalam sekolah reguler. Namun, pada praktiknya pendidikan inklusi belum sepenuhnya dapat memberikan pengakuan yang penuh. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis praktik sekolah inklusi pada anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penentuan informan dengan purposive sampling, pengumpulan data dengan wawancara dan observasi dan analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan Praktik sekolah inklusi di Kabupaten Banyumas dalam menciptakan pendidikan inklusi masih memerlukan evaluasi. Anak berkebutuhan khusus sebaiknya dijadikan sebagai subjek aktif dalam implementasi pendidikan inklusi dengan memberikan rekognisi secara penuh sehingga lingkungan inklusif dapat tercipta. | Inclusive education provides opportunities for children with special needs to join regular schools. The integration of education for children with special needs with other students shows a recognition for them. However, the practice of inclusive education has not fully recognized children with special needs. The research aims to analyzing Banyumas Regency inclusive school practices that create new exclusions for students with special needs. The research method used a qualitative case study approach, which was analyzed using Axel Honneth's Recognition theory. The technique of determining informants used a purposive sampling technique. Data collection used observation, interviews, documentation, and FGDs. Data analysis used the Miles and Huberman interactive analysis model with several stages, namely data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The practice of inclusive schools in Banyumas Regency in creating inclusive education still requires evaluation. Children with special needs should be made active subjects in the implementation of inclusive education by providing full recognition so that an inclusive environment can be created. | |
| 45173 | 48551 | H1A021073 | ANALISIS PENAMBAHAN SISTEM PENTANAHAN PADA TOWER DI GARDU INDUK 150 KV KALIBAKAL | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas peningkatan sistem grounding pada tower SUTT di Gardu Induk 150 kV Kalibakal. Sistem pentanahan yang diuji meliputi Driven Ground, PSPT, MRG, dan MDG. Data yang dikumpulkan mencakup nilai resistansi pentanahan, jumlah gangguan, jenis tanah, serta kondisi fisik lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem MDG paling efektif dalam menurunkan nilai resistansi terutama di lokasi dengan resistivitas tinggi seperti perbukitan dan permukiman padat. Sementara itu, sistem PSPT dan MRG menunjukkan performa yang baik pada tanah basah seperti persawahan dan kolam. Perbandingan nilai resistansi antara tahun 2022 dan 2024 menunjukkan penurunan signifikan pada sebagian besar tower. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mengenai penerapan sistem pentanahan yang lebih efektif untuk jaringan transmisi tegangan tinggi dan pentingnya pemeliharaan serta peningkatan sistem grounding di lapangan. | The present study aims to analyze the effectiveness of grounding system improvements on SUTT towers at the 150 kV Kalibakal Substation. The grounding systems evaluated include Driven Ground, PSPT, MRG, and MDG. The collected data includes ground resistance values, number of disturbances, soil types, and field conditions. The results show that the MDG system is the most effective in reducing ground resistance, especially in areas with high soil resistivity such as hills and densely populated settlements. Meanwhile, the PSPT and MRG systems performed well in wet soil areas like rice fields and ponds. A comparison of resistance values between 2022 and 2024 shows a significant decrease in most towers. Therefore, this research provides insight into the implementation of more effective grounding systems for high-voltage transmission networks and emphasizes the importance of maintenance and continued improvement of grounding systems in the field. | |
| 45174 | 48552 | A1C021085 | PENGARUH TEGANGAN DAN MATERIAL ELEKTRODA TERHADAP KINERJA PROSES ELEKTROLISIS DALAM PENGOLAHAN AIR HUJAN SEBAGAI AIR BAKU MINUM | Ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan primer manusia menjadi masalah di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Banyumas, sehingga pencarian sumber air alternatif menjadi solusi. Solusi yang muncul sebagai sumber alternatifnya adalah air hujan, sumber air yang selalu tersedia dan bahkan melimpah namun kualitasnya sering belum berada pada batas standar kesehatan akibat mengandung kontaminan fisik dan kimia. Pengolahan air hujan menggunakan metode elektrolisis menjadi salah satu solusi yang berpotensi untuk meningkatkan kualitas air hujan sebagai sumber air konsumsi. Elektrolisis adalah proses penguraian molekul air menggunakan tenaga eksternal (listrik) yang dapat meningkatkan kualitas air. Sejumlah penelitian telah dilakukan dan sebagian besar hanya fokus pada satu variabel saja seperti tegangan atau elektroda yang digunakan secara terpisah, dan masih sedikit sekali yang mengkaji secara simultan pengaruh keduanya terhadap kualitas air terutama air hujan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tegangan dan material elektroda terhadap kualitas air hujan sebagai air baku minum, serta menentukan kombinasi perlakuan optimal untuk menghasilkan air yang memenuhi standar baku mutu air minum. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas yaitu tegangan listrik dan jenis elektroda dengan tiga kali pengulangan pada setiap percobaan. Penelitian dilakukan di Sekolah Generasi Mulia, Desa Karanggintung, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Proses elektrolisis dilakukan selama 5 jam. Parameter yang diamati meliputi parameter kimia (pH air) dan parameter fisika (suhu, total dissolved solids, kekeruhan, dan bau) yang sesuai dengan Peraturan Menterei Kesehatan No.2 Tahun 2023. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT 5% dan regresi linear untuk mengetahui hubungan antara perlakuan dengan parameter yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tegangan dan material elektroda memberikan pengaruh yang signifikan terhadap semua parameter kualitas air. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh dengan menggunakan tegangan 18V dan elektroda stainless steel dengan hasil semua parameter berada di batas standar parameter yang sudah ditetapkan. Perlakuan menggunakan elektroda tembaga menghasilkan air dengan kualitas yang tidak sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan karena memiliki sedikit bau logam dan nilai kekeruhan tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode elektrolisis dengan kombinasi tegangan dan elektroda yang tepat bepotensi sebagai teknologi pengolahan air yang sederhana, efisien, dan aplikatif bagi semua lapisan masyarakat. | The availability of clean water as a primary human need remains a pressing issue in several regions of Indonesia, including Banyumas Regency, making the search for alternative water sources a necessity. Rainwater emerges as a promising alternative due to its abundance and accessibility, although its quality often falls below health standards as it contains physical and chemical contaminants. Treating rainwater using electrolysis has become a potential solution to improve its quality for consumption. Electrolysis is a process of decomposing water molecules using external electrical energy, which can enhance water quality. While several studies have been conducted, most have focused on a single variable—either voltage or electrode material—without examining the combined influence of both, especially in the context of rainwater treatment. Therefore, this study aims to determine the effect of voltage variation and electrode material on the quality of rainwater as raw drinking water and to identify the optimal treatment combination to produce water that meets drinking water quality standards. This study used two independent variables, namely electrical voltage and electrode type, with three replications for each experiment. The research was conducted at Sekolah Generasi Mulia, Karanggintung Village, Banyumas Regency, and the Laboratory of Agricultural Tools and Machinery, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The electrolysis process was carried out for 5 hours. The observed parameters included chemical parameters (water pH) and physical parameters (temperature, total dissolved solids, turbidity, and odor) in accordance with the Indonesian Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. Data analysis was performed using ANOVA, followed by DMRT at 5% significance level and linear regression to determine the relationship between treatments and the measured parameters. The results showed that voltage and electrode material significantly influenced all water quality parameters. The best treatment combination was achieved using 18V voltage and stainless steel electrodes, which produced water that met all standard parameter limits. In contrast, the use of copper electrodes resulted in substandard water quality due to a slight metallic odor and high turbidity values. This study demonstrates that electrolysis, when applied with the appropriate voltage and electrode combination, has strong potential as a simple, efficient, and practical water treatment technology accessible to all levels of society. | |
| 45175 | 48542 | H1E021017 | REDESIGN MEJA KNOCK-DOWN MENGGUNAKAN HOUSE OF QUALITY (HOQ), KANO, DAN PENGUJIAN DENGAN FINITE ELEMENT METHOD (FEM) DI UMKM JATI BLORA | UMKM mebel jati di Blora memiliki potensi besar karena ketersediaan bahan baku lokal yang berkualitas tinggi. Namun, persaingan dengan furnitur ukir Jepara dan tantangan logistik menuntut inovasi dalam desain untuk meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan merancang ulang (redesign) produk meja jati menjadi model knock-down yang lebih efisien, praktis, dan kompetitif menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan. Metode yang digunakan adalah integrasi House of Quality (HOQ), Kano, serta uji kekuatan struktur menggunakan Finite Element Method (FEM) dan analisis kelelahan (fatigue analysis) melalui software Solidworks. Voice of Customer (VOC) yang digunakan sebagai dasar penyusunan kuisioner, yang kemudian diklasifikasi dengan metode Kano untuk mengidentifikasi atribut penting produk. Hasil klasifikasi menjadi dasar dalam menyusun matriks HOQ kemudian digunakan untuk menghubungkan kebutuhan pelanggan dengan respons teknis desain. Model desain yang dihasilkan diuji kekuatannya melalui simulasi FEM, dengan fokus pada tegangan Von Mises, faktor keamanan (safety factor), dan umur pakai melalui fatigue analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain knock-down yang dikembangkan memenuhi kebutuhan teknis dan fungsional, serta aman digunakan dengan siklus hidup yang layak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi desain untuk UMKM Blora agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas pasar furnitur jati termasuk sebagai pemasok bagi ritel besar seperti IKEA, Informa dan Dekoruma. | Teak furniture MSMEs in Blora have significant potential due to the availability of high-quality local raw materials. However, competition with Jepara carved furniture and logistical challenges demand design innovation to improve competitiveness. This study aims to redesign teak wood tables into more efficient, practical, and competitive knock-down models using a customer needs-based approach. The methods used include the integration of House of Quality (HOQ), Kano Model, as well as structural strength testing using Finite Element Method (FEM) and fatigue analysis through Solidworks software. The Voice of Customer (VOC) served as the basis for the questionnaire, which was then classified using the Kano method to identify key product attributes. The classification results were used to develop the HOQ matrix, which connects customer needs with technical design responses. The resulting design model was tested for structural strength using FEM simulations, focusing on Von Mises stress, safety factors, and product lifespan through fatigue analysis. The findings show that the developed knock-down design meets both technical and functional requirements, and is safe to use with an acceptable life cycle. This research is expected to serve as a design recommendation for Blora’s teak furniture MSMEs to enhance their competitiveness and expand into broader markets, including becoming suppliers for major retailers such as IKEA, Informa, and Dekoruma. | |
| 45176 | 48540 | I1B021025 | Perbedaan Motivasi Lansia dalam Pengendalian Tekanan Darah Berdasarkan Derajat Hipertensi | Latar belakang : Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi hipertensi. Agar hal tersebut tidak terjadi sehingga lansia perlu melakukan pengendalian tekanan darah. Dalam menjalani proses pengendalian tekanan darah diperlukan adanya motivasi. Motivasi pada setiap lansia pastinya berbeda sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat perbedaan motivasi pada lansia dengan hipertensi derajat 1 dan derajat 2 dalam pengendalian tekanan darah. Metodologi : Desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 103 lansia di Desa Karang Asem yang didapatkan dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik responden dan kuesioner motivasi Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ). Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney u test dan uji normalitas data menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Hasil : Mayoritas responden berusia 63 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SD/sederajat. Sebagian besar responden berstatus menikah, tinggal bersama keluarga, dan memiliki riwayat hipertensi selama lebih dari 5 tahun. Responden memiliki tekanan darah pada derajat 1 dan derajat 2. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan motivasi antara lansia hipertensi derajat 1 dan derajat 2 dalam pengendalian tekanan darah (p=0,097) Kesimpulan : Motivasi lansia sama dalam pengendalian tekanan darah baik pada hipertensi derajat 1 maupun derajat 2. Saran bagi responden agar dapat meningkatkan motivasi dalam mengontrol tekanan darah, bagi keluarga untuk dapat memberikan dukungan bagi responden, serta bagi perawat untuk dapat berperan sebagai motivator, edukator | Background : Uncontrolled blood pressure can lead to hypertension complications. To prevent this, the elderly need to manage their blood pressure effectively. Motivation plays a crucial role in this process, and it may vary among individuals. This study aims to determine whether there is a difference in motivation between elderly individuals with grade 1 and grade 2 hypertension in managing blood pressure. Methodology : This study employed a quantitative observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 103 elderly participants from Karang Asem Village were selected using a simple random sampling technique. The research instruments included a respondent characteristics questionnaire and the Treatment Self-Regulation Questionnaire (TSRQ) for motivation assessment. Data analysis was conducted using the Mann-Whitney U test, while normality was tested using the Kolmogorov-Smirnov test. Results : The majority of respondents were 63 years old, female, had an elementary school education or equivalent, were married, lived with their families, and had a history of hypertension for more than five years. Respondents were classified into grade 1 and grade 2 hypertension. The study results showed no significant difference in motivation between elderly individuals with grade 1 and grade 2 hypertension in blood pressure management (p=0.097). Conclusion : The motivation of elderly individuals in blood pressure management is similar in both grade 1 and grade 2 hypertension. It is recommended that respondents enhance their motivation to control blood pressure, families provide support, and nurses take on roles as motivators and educators. | |
| 45177 | 48543 | A1C021006 | Pengembangan Model Partial Least Squares Regression (PLSR) Untuk Memprediksi Adulteran Pada Kakao Bubuk Menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) | Meningkatnya permintaan bubuk kakao telah mengakibatkan kenaikan harga pasar, yang menyebabkan munculnya praktik pemalsuan yang bertujuan untuk mencapai keuntungan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan model Partial Least Squares Regression (PLSR) yang mampu memprediksi tingkat adulterasi pada kakao bubuk berdasarkan data spektrum yang diperoleh dari FTIR (2) Mendeteksi pemalsuan kakao bubuk, serta menentukan konsentrasi dan komponen kimia masing-masing adulteran menggunakan data spektrum FTIR. Bahan pemalsuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tepung kedelai, tepung carob, dan tepung kulit kakao dengan berbagai konsentrasi. Spektrum hasil FTIR dikumpulkan dari beberapa sampel kakao murni dan adulteran, kemudian dianalisis menggunakan metode regresi PLSR untuk mengidentifikasi korelasi antara data spektrum dan kadar adulteran yang diketahui. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model PLSR yang dikembangkan memiliki performa prediksi yang baik, ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) yang tinggi dan nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang rendah pada data validasi. Hasil terbaik untuk deteksi adulterasi kakao bubuk dengan tepung kedelai menggunakan pre prosesing normalize mendapatkan nilai R2 (0,991) dan RMSE (3,681). Deteksi terbaik untuk adulterasi kakao bubuk dengan tepung carob menggunakan pre prosesing MSC mendapatkan nilai R2 (0,961) dan RMSE (7,383). Deteksi terbaik untuk adulterasi kakao bubuk dengan tepung kulit kakao menggunakan pre prosesing normalize mendapatkan nilai R2 (0,907) dan RMSE (12,631). Dengan demikian, kombinasi teknologi FTIR dan model PLSR terbukti efektif dalam meminimalkan risiko pemalsuan dan meningkatkan mutu produk kakao bubuk. | The rising demand for cocoa powder has led to an increase in market prices, triggering adulteration practices aimed at achievieng economic profit. This study aims to (1) develop a Partial Least Squares Regression (PLSR) model capable of predicting the level of adulteration in cocoa powder based on spectral data obtained from Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), and (2) detect cocoa powder adulteration and quantify both the concentration and chemical components of each adulterant using FTIR spectral data. The adulterants used in this research were soybean flour, carob flour, and cocoa shell flour, each incorporated at various concentrations. FTIR spectra were collected from both pure cocoa powder and adulterated samples. These spectra were analyzed using the PLSR method to identify correlations between spectral patterns and known adulterant concentrations. The results demonstrated that the developed PLSR model had strong predictive performance, as indicated by high coefficients of determination (R²) and low Root Mean Square Error (RMSE) values in the validation dataset. The best prediction for cocoa powder adulterated with soybean flour was obtained using normalization preprocessing, achieving an R² of (0.991) and an RMSE of 3.681307. For carob flour, the best result was achieved using Multiplicative Scatter Correction (MSC) preprocessing, with an R² of (0.961) and an RMSE of (7.383). In the case of cocoa shell flour, normalization preprocessing yielded the best performance with an R² of (0.907) and an RMSE of 12.630. These findings confirm that the combination of FTIR technology and the PLSR modeling approach is effective for detecting adulteration and improving quality control in cocoa powder products. | |
| 45178 | 48544 | I1D021049 | OPTIMASI FORMULA MI BASAH DARI TAPIOKA, IKAN LELE, DAN KORO PEDANG PUTIH UNTUK STUNTING | Latar Belakang: Stunting merupakan sebuah masalah gizi kronis yang ditandai dengan Z-score dan tinggi badan anak yang berada di bawah rata-rata usianya. Produk pangan sumber protein diyakini mampu mengatasi stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh proporsi tapioka, ikan lele, dan Tepung Tempe Koro Pedang Putih (TTKPP) terhadap kandungan protein, lemak, dan mutu hedonik. Metodologi: Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan proporsi tapioka:TTKPP:ikan lele pada F1 (50:40:10); F2 (50:30:20); F3 (50:20:30); F4 (50:10:40); F5 (50:0:50); dan F6 (50:50:0) dengan 4 kali pengulangan. Analisis statistik kadar protein total dan lemak total menggunakan ANOVA dan DMRT (beda signifikan jika α<0.05), uji mutu sensori menggunakan Friedman. Hasil Penelitian: Perbedaan proporsi berpengaruh nyata terhadap protein total (p<0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap lemak total (p>0,05). Formula terbaik adalah F2 dengan proporsi tapioka:TTKPP:ikan lele (50:30:20) yang mengandung protein total 27,18% bk, lemak total 0,98% bk, karbohidrat by difference 70,82% bk, air 70,46% bb, dan abu 1,02% bk. Secara sensori F2 memiliki skor warna 3,04 (cukup putih kecoklatan), tekstur 2,91 (kurang kenyal), aroma 2,96 (langu dan amis), dan rasa 2,98 (tempe dan lele). Mi basah telah memenuhi protein sebesar 20% sehingga menurut BPOM No. 1 Tahun 2022 telah memenuhi klaim label gizi sumber protein. Kesimpulan: Mi Basah mampu memenuhi 30% kebutuhan protein dan 0,46% kebutuhan lemak anak usia 1-3 tahun, mi basah berpotensi untuk mencegah kejadian stunting. | Background: Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a child's Z-score and height below the average age. Protein source food products are believed to be able to overcome stunting. The purpose of this study was to determine the effect of the proportion of tapioca, catfish, and Jackbean Tempe Flour (JBTF) on protein content, fat content, and hedonic quality. Methods: This study used randomized block design with treatment proportion of tapioca:JBTP:catfist F1 (50:40:10); F2 (50:30:20); F3 (50:20:30); F4 (50:10:40); F5 (50:0:50); dan F6 (50:50:0) with 4 repetition. The data of total protein dan total fat analyzed using ANOVA and DMRT (significantly different if α<0.05), the data of sensory quality analized using Friedman. Result: The difference in proportion had a significant effect on total protein (p<0.05), but no significant effect on total fat (p>0.05). The best formula was F2 with the proportion of tapioca:JBTF:catfish (50:30:20) containing total protein 27.18% db, total fat 0.98% db, carbohydrate by difference 70.82% db, water 70.46% wb, and ash 1.02% db. Based on the sensory quality, F2 had a color score of 3.04 (moderately brownish white), texture of 2.91 (less chewy), aroma of 2.96 (languid and fishy), and taste of 2.98 (tempeh and catfish). The wet noodles have fulfilled the protein of 20% so that according to BPOM No. 1 Year 2022 it has fulfilled the nutrition label claim of protein source. Conclusion: Wet noodles can fulfill 30% of protein needs and 0.46% of fat needs of children aged 1-3 years, wet noodles have the potential to prevent stunting. | |
| 45179 | 48545 | H1E021003 | Penyelesaian Capacitated Vehicle Routing Roblem With Time Windows Dengan Metode Mixed Integer Linear Programming Pada Distribusi Obat di UPKF Banyumas | Distribusi memiliki peran yang krusial termasuk pada industri farmasi. Industri farmasi merupakan industri yang sangat vital bagi suatu negara karena berperan dalam kelangsungan hidup masyarakat di suatu negara. UPKF Banyumas menghadapi permasalahan dalam penentuan rute distribusi yang belum efektif dan efisien yang seharusnya dapat memaksimalkan kapasitas kendaraan dengan durasi distribusi yang memiliki jendela waktu. Permasalahan yang dihadapi UPKF Banyumas termasuk dalam Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows (CVRPTW). Metode penelitian yang digunakan yaitu formulasi penentuan rute menggunakan model Mixed Integer Linear Programming yang dimodelkan pada matlab menggunakan Algoritma Nearest Neighbor. Berdasarkan perancangan rute distribusi dengan metode MILP, didapatkan total biaya distribusi dengan rute usulan yang dihasilkan. Dengan metode usulan, didapatkan total jarak tempuh sebesar 559 km dari yang semula sebesar 1439,4 km dan total biaya distribusi sebesar Rp23.243.000,00 dari yang semula sebesar Rp59.735.400,00. Sehingga UPKF Banyumas dapat menghemat jarak tempuh distribusi sebesar 880,4 km atau 61,16% lebih kecil dibandingkan dengan metode existing serta dapat menghemat total biaya distribusi sebesar Rp36.492.400,00 atau 61,09% lebih kecil dibandingkan dengan metode existing. | Distribution plays a crucial role, including in the pharmaceutical industry. The pharmaceutical industry is a very vital industry for a country because it plays a role in the viability of the people in a country. UPKF Banyumas faces problems in determining distribution routes that are not effective and efficient, which should maximize vehicle capacity with a distribution duration that has a time window. The problem faced by UPKF Banyumas is included in the Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows (CVRPTW). The research method used is the formulation of route determination using the Mixed Integer Linear Programming model modeled in matlab using the Nearest Neighbor Algorithm. Based on the design of the distribution route using the MILP method, the total distribution cost is obtained with the resulting proposed route. With the proposed method, the total distance traveled is 559 km from the previous one of 1439.4 km and the total distribution cost is Rp23,243,000.00 from the previous one of Rp59,735,400.00. Therefore, UPKF Banyumas can save the distribution mileage of 880.4 km or 61.16% less than the existing method and can save the total distribution cost of Rp36,492,400.00 or 61.09% less than the existing method. | |
| 45180 | 48546 | F1C021003 | PERAN SCRIPTWRITER PADA FILM DOKUMENTER “LOGAM BERSWARA” | Industri Kecil Menengah (IKM) knalpot di Purbalingga, yang dikenal dengan sebutan "Knalpot Braling," menjadi salah satu IKM kebanggaan, karena berkontribusi pada perekonomian daerah. Namun, para pengrajin knalpot dibuat dilema dengan berbagai dinamika regulasi, sosial, dan ekonomi yang menghasilkan fenomena kontradiktif antara produsen dan pengguna dengan implementasi kebijakan penggunaan knalpot aftermarket di Purbalingga. Di satu sisi, para pengrajin berupaya menjaga keberlangsungan usaha, tetapi di sisi lain perilaku pengguna serta implementasi kebijakan membuat mereka harus berhadapan dengan dilema eksistensi garapan mereka setiap tahunnya. Produksi karya ini dilakukan di Purbalingga pada tahun 2024-2025 dengan tujuan untuk menampilkan realitas mengenai permasalahan yang dihadapi IKM knalpot di wilayah tersebut, berdasarkan aspek sosial, ekonomi, dan regulasi. Bentuk karya yang dibuat adalah film dokumenter dengan pendekatan expository, yang menegaskan pada narasi dan argumentasi logis alur cerita. Metode penciptaan karya yang digunakan adalah kualitatif, dengan pendekatan wawancara, observasi, dan studi dokumen untuk menggali perspektif dari berbagai pihak terhadap fenomena kontradiktif yang terjadi. Peran penulis dalam penciptaan karya ini adalah sebagai scriptwriter. Output yang dihasilkan berupa film dokumenter, yang diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai tantangan yang dihadapi IKM knalpot Purbalingga, serta menjadi dasar rekomendasi bagi pemangku kebijakan untuk menciptakan solusi yang lebih inklusif dan mendukung keberlanjutan IKM knalpot di Purbalingga. | The Small and Medium Industries (IKM) of exhaust in Purbalingga, known as "Exhaust Braling," is one of the proud SMEs, because it contributes to the regional economy. However, exhaust craftsmen are made into a dilemma with various regulatory, social, and economic dynamics that produce contradictory phenomena between producers and users with the implementation of the aftermarket exhaust use policy in Purbalingga. On the one hand, the craftsmen try to maintain the sustainability of the business, but on the other hand, the behavior of users and the implementation of policies make them have to deal with the existential dilemma of their work every year. The production of this work was carried out in Purbalingga in 2024-2025 with the aim of showing the reality of the problems faced by exhaust SMEs in the region, based on social, economic, and regulatory aspects. The form of the work made is a documentary film with an expository approach, which emphasizes the narrative and logical argumentation of the storyline. The method of creating works used is qualitative, with an approach of interviews, observations, and document studies to explore perspectives from various parties on the contradictory phenomena that occur. The role of the writer in the creation of this work is as a scriptwriter. The output produced is in the form of a documentary film, which is expected to provide insight into the challenges faced by Purbalingga exhaust SMEs, as well as become the basis for recommendations for policy makers to create more inclusive solutions and support the sustainability of exhaust SMEs in Purbalingga. |