Artikel Ilmiah : F1D021039 a.n. FELITHA ATIE SALIK

Kembali Update Delete

NIMF1D021039
NamamhsFELITHA ATIE SALIK
Judul ArtikelDinamika Strategi Pemasaran Politik PDI-P Banyumas: Penurunan Suara Pada Pemilu Legislatif 2024
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini menganalisis dinamika strategi pemasaran politik Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDI-P) Banyumas dari Pemilu 1999 hingga 2024, dengan
fokus pada penurunan suara dari 343.778 (2019) menjadi 332.347 (2024).
Menggunakan kerangka 4P (Product, Price, Place, Promotion) dan STP
(Segmentation, Targeting, Positioning), serta metode kualitatif berbasis pada
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Penelitian
ini bertujuan mengidentifikasi pola keberlanjutan dan perubahan strategi, serta
faktor penurunan suara PDI-P di Banyumas. Temuan menunjukkan bahwa PDI-P
konsisten mengandalkan narasi “wong cilik” sebagai konsistensi strategi
keberlanjutan dan perubahan demografi pemilih sebagai faktor perubahan.
Penurunan suara 2024 disebabkan oleh: (1) ketidakmampuan menarik pemilih
muda (52% pemilih) akibat kurangnya kampanye berbasis digital, (2) konflik elit
Megawati-Jokowi yang merusak citra, (3) absennya figur dominan, (4) politik uang
dari partai lawan, dan (5) inkonsistensi kader dalam citra merakyat. Meskipun
mempertahankan 17 kursi, erosi suara menandakan tantangan adaptasi terhadap
demografi dan teknologi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research analyzes political marketing strategy dynamics of PDI-P Banyumas
from the 1999 to 2024 elections, focusing on votes reduction from 343,778 (2019)
to 332,347 (2024). Using the 4P framework (Product, Price, Place, Promotion) and
STP (Segmentation, Targeting, Positioning), by using qualitative methods based on
data collection through interviews, observations, and document studies. This study
aims to identify patterns of sustainability and changes in PDI-P Banyumas political
marketing strategy, and factors votes reduction in Banyumas. The results of this
research reveal that PDI-P consistently relies on the narrative of ”wong cilik” as the
consistency of sustainability strategy and changes in voter demographics as the
factor of change. The votes reduction in 2024 was caused by: (1) the inability to
attract young voters (52% of voters) due to the lack of digital-based campaigns, (2)
the Megawati-Jokowi elite conflict that damaged the PDI-P branding, (3) the
absence of dominant figures, (4) money politics from opposing parties, and (5)
inconsistency of being humble cadres. Despite retaining 17 seats, the erosion of
votes indicates the challenges of adapting to demographics and technology.
Kata kunciKata kunci: PDI-P, pemasaran politik, Banyumas, penurunan suara, Pemilu 2024. Keywords: PDI-P, political marketing, Banyumas, votes reduction, 2024 Election.
Pembimbing 1Khairu Roojiqien Sobandi, S.IP., M.Si., M.A., Ph.D
Pembimbing 2Khairurrizqo, S.IP., M.I.P.
Pembimbing 3Prof. Dr. Sofa Marwah, S.IP., M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman57
Tgl. Entri2025-05-23 07:57:07.39756
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.