Artikelilmiahs
Menampilkan 45.181-45.200 dari 48.757 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45181 | 48547 | E1A021151 | PENYELESAIAN WANPRESTASI ATAS PEMBAYARAN HONORARIUM DALAM PERJANJIAN ADVOKASI (Studi Putusan Nomor 112/Pdt.G/2023/PN Sby) | Perjanjian advokasi adalah perjanjian antara advokat dengan kliennya dimana di dalamnya terdapat kesepakatan dalam hal penggunaan layanan advokat untuk membantu menyelesaikan permasalahan hukum yang dialami oleh kliennya. Perjanjian advokasi dapat dilakukan bak lisan maupun tertulis. Perjanjian Advokasi yang dilakukan secara lisan dapat dilihat dalam Putusan Nomor 112/Pdt.G/2023/PN Sby yang menjadi sebab terjadinya wanprestasi oleh debitur dalam perjanjian advokasi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keabsahan dari perjanjian advokasi dalam perkara Nomor 112/Pdt.G/2023/PN Sby dilakukan secara lisan antara para pihaknya dan bagaimana pertimbangan hakim dalam menentukan tanggung jawab tergugat. Para tergugat dalam putusan ini dinyatakan wanprestasi dan harus bertanggungjawab atas perbuatan wanprestasi yang dilakukannya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Berdasarkan hasil penelitian, perjanjian advokasi yang dilakukan secara lisan antara advokat dengan kliennya merupakan perjanjian yang sah secara hukum dan mengikat para pihak sehingga bisa menimbulkan akibat hukum, karena berdasarkan pertimbangan hakim perjanjian advokasi antara Agung Satryo Wibowo dengan CV Bina Niaga telah memenuhi syarat sah perjanjian sebagaimana dalam pasal 1320 KUHPerdata. Hakim memutus perbuatan tergugat merupakan perbuatan wanprestasi harus bertanggungjawab dengan tanggung jawab atas paksaan kepada penggugat selaku advokat yang dirugikan. | An advocacy agreement is an agreement between an advocate and his client in which there is an agreement in terms of the use of advocate services to help resolve legal problems experienced by his client. Advocacy agreements can be made orally or in writing. Advocacy agreements made orally can be seen in Decision Number 112/Pdt.G/2023/PN Sby which is the cause of default by the debtor in the advocacy agreement. The purpose of this study is to analyze the validity of the advocacy agreement in Case Number 112/Pdt.G/2023/PN Sby which was conducted orally between the parties and how the judge's consideration in determining the defendant's responsibility. The defendants in this decision were declared in default and must be responsible for their default actions. The method used in this research is normative juridical research. The approach taken in this research uses a statutory approach and a case approach. Based on the results of the research, the advocacy agreement made orally between the advocate and his client is a legally valid agreement and binds the parties so that it can cause legal consequences, because based on the consideration of the judge the advocacy agreement between Agung Satryo Wibowo and CV Bina Niaga has fulfilled the legal requirements of the agreement as in Article 1320 of the Civil Code. The judge decided that the defendant's actions constituted an act of default must be responsible with the responsibility for coercion to the plaintiff as an advocate who was harmed. | |
| 45182 | 48548 | J1A021012 | ACCEPTABILITY AND TRANSLATION PROCEDURES OF INDONESIAN CULTURAL TERMS IN ENGLISH TRANSLATION OF “ARUNA AND LIDAHNYA” MOVIES SUBTITLES | Penelitian ini mengkaji jenis-jenis istilah budaya berdasarkan teori Newmark (1988), prosedur penerjemahan menurut kerangka kerja Davies (2003), serta kualitas keterterimaan terjemahan berdasarkan kriteria Nababan (2012), khususnya dalam konteks subtitle bahasa Inggris film Aruna dan Lidahnya. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi bagaimana prosedur penerjemahan memengaruhi pemahaman audiens terhadap istilah-istilah budaya. Data dikumpulkan dari dialog dan subtitle film, lalu dievaluasi oleh tiga penilai menggunakan kriteria penilaian tertentu. Peneliti mengidentifikasi 43 data istilah budaya yang dikategorikan ke dalam empat jenis: budaya material (62,79%), budaya sosial (25,58%), organisasi sosial (6,98%), dan ekologi (4,65%). Enam prosedur penerjemahan ditemukan, dengan transformation sebagai yang paling sering digunakan (41,86%), karena memodifikasi istilah budaya agar lebih sesuai dengan bahasa sasaran. Selanjutnya adalah preservation (18,60%), addition (18,60%), globalization (11,63%), localization (4,65%), dan omission (4,65%). Meskipun prosedur seperti transformation, addition, dan globalization sering diterapkan, temuan menunjukkan bahwa penggunaannya tidak selalu menghasilkan terjemahan yang dapat diterima. Analisis keterterimaan menunjukkan bahwa 58,14% terjemahan dianggap dapat diterima, 37,21% kurang dapat diterima, dan 4,65% tidak dapat diterima. Hampir setengah dari terjemahan dinilai kurang dapat diterima, yang menunjukkan bahwa meskipun umumnya dapat dipahami, banyak yang masih memerlukan perhatian dan penyempurnaan lebih lanjut. Oleh karena itu, meskipun kualitas keseluruhan keterterimaan terjemahan dapat dikatakan cukup baik, masih terdapat ruang untuk perbaikan guna mencapai kealamian dan kejelasan. | This study examines the types of cultural terms based on Newmark’s (1988) theory, translation procedures according to Davies’s (2003) framework, and the translation quality of acceptability following Nababan’s (2012) criteria, specifically within the context of the English subtitles of Aruna dan Lidahnya. A descriptive qualitative approach is employed to explore how translation procedures affect audience comprehension of cultural terms. The data was collected from the movie’s dialogue and subtitles, and then evaluated by three raters using specific assessment criteria. The researcher identified 43 instances of cultural terms, categorized into four types: material culture (62.79%), social culture (25.58%), social organization (6.98%), and ecology (4.65%). Six translation procedures were observed, with transformation being the most frequently applied (41.86%), as it modifies cultural terms to make them more suitable for the target language. This was followed by preservation (18.60%), addition (18.60%), globalization (11.63%), localization (4.65%), and omission (4.65%). Although procedures such as transformation, addition, and globalization were commonly used, the findings reveal that their application does not always guarantee acceptable translations. The acceptability analysis shows that 58.14% of the translations were considered acceptable, 37.21% less acceptable, and 4.65% unacceptable. Nearly half of the translations were rated less acceptable, indicating that while generally understandable, many still require further attention and refinement. Therefore, although the overall translation acceptability quality can be considered satisfactory, there remains room for improvement in achieving greater naturalness and clarity. | |
| 45183 | 48549 | J1A021024 | Analysis of Translation Strategies and Accuracy of Expressive Speech Act in the Subtitles of Tilik (2018) | Penelitian ini berjudul “Analisis Strategi Penerjemahan dan Akurasi Tindak Tutur Ekspresif dalam Subtitle Film Pendek Tilik (2018),” yang bertujuan untuk mengkaji bagaimana tindak tutur ekspresif diterjemahkan dalam subtitle Bahasa Inggris film pendek Indonesia Tilik. Berdasarkan klasifikasi dari Searle dan Vanderveken (1985), ditemukan bahwa hanya enam dari dua belas jenis tindak tutur ekspresif yang muncul dalam film, dengan jenis protes (38,46%) dan mengeluh (36,54%) sebagai yang paling dominan. Dominasi kedua jenis ini mencerminkan tema utama film yang berkaitan dengan gosip, norma sosial, dan konflik antarpribadi dalam masyarakat Jawa. Melalui pendekatan strategi penerjemahan dari Gottlieb dan Gambier (2001), penelitian ini mengidentifikasi tujuh strategi subtitling yang digunakan, dengan paraphrase sebagai strategi yang paling sering dipakai (61.54%). Hal ini menunjukkan bahwa penerjemah lebih mengutamakan penyampaian makna dan konteks budaya daripada terjemahan harfiah. Tingkat akurasi subtitle, yang dinilai menggunakan model Nababan (2012) oleh tiga orang penilai, menunjukkan presentase akurasi yang tinggi sebesar 80.77%. Sebagian besar ujaran berhasil menyampaikan pesan yang dimaksud lebih rendah karena berbagai faktor linguistik maupun konteks penerjemahan. Temuan ini menunjukkan kompleksitas dalam menerjemahkan ekspresi emosional dalam media audiovisual, yang memerlukan keseimbangan antara kejelasan makna, relevansi budaya, dan ketepatan emosi. Secara keseluruhan, strategi penerjemahan yang digunakan dalam Tilik berhasil menjaga pesan serta nuansa emosional film, sehingga dapat diterima dan dipahami oleh penonton internasional. | This research, entitled “Analysis of Translation Strategies and Accuracy of Expressive Speech Act in the Subtitle of Tilik (2018),” examines how expressive speech acts are translated and conveyed through the English subtitles of the Indonesian short film Tilik. Drawing on Searle and Vanderveken’s (1985) theory, the study finds that only six out of the twelve expressive speech act types appear in the film, with protest (38.46%) and complaint (36.54%) being the most frequently used. These dominant categories reflect the film’s themes surrounding gossip, social expectations, and interpersonal tension within a Javanese setting. Employing Gottlieb and Gambier’s (2001) framework, the study identifies seven subtitling strategies, with paraphrasing being the most prevalent (61.54%). This suggests that the translator prioritized conveying meaning and cultural context over literal translation. The accuracy of the subtitles, assessed using Nababan’s (2012) model by three raters, reveals a high accuracy rate of 80.77%, with most utterances clearly conveying the intended message, while a small portion received lower ratings due to various linguistic or contextual factors. These results demonstrate the challenges of translating expressive content in audiovisual media, where clarity, cultural relevance, and emotional fidelity must be carefully balanced. Overall, the study concludes that the translation strategies used in Tilik effectively preserve the film’s original message and emotional depth, enabling it to resonate with international audiences. | |
| 45184 | 48553 | G1B021050 | EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus.) TERHADAP RE-EPITELISASI PADA PROSES PENYEMBUHAN ULKUS TRAUMATIKUS MUKOSA LABIAL INFERIOR (Studi In Vivo pada Tikus Wistar) | Latar Belakang. Ulkus traumatikus merupakan lesi rongga mulut yang ditandai dengan hilangnya lapisan epitelium melebihi membran basalis dan lamina propia akibat adanya trauma. Keberhasilan penyembuhan luka ulkus traumatikus dapat diliha melalui parameter re-epitelisasi. Daun nangka (Artocarpus heterophyllus) diketahui mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid, saponin dan tanin yang berpotensi dapat membantu dalam penyembuhan luka. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap re-epitelisasi pada proses penyembuhan ulkus traumatikus mukosa labial inferior. Metode. Jenin penelitian true experimental laboratoris secara in vivo dengan posttest control group design. Penelitian ini terbagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu, yaitu P1 (gel ekstrak daun nangka 5%), P2 (gel ekstrak daun nangka 10%), P3 (gel ekstrak daun nangka 15%), KP (Aloclair® Plus gel), dan KN (gel tanpa bahan aktif) pengamatan pada hari ke-7. Pengamatan re-epitelisasi preparat histologi jaringan mukosa labial inferior dengan pewarnaan HE perbesaran 400x pada 3 lapang pandang. Data dilakukan analisis uji One way ANOVA dan Uji Post Hoc LSD. Hasil. Analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kelompok P3 dengan kontrol negatif gel tanpa bahan aktif. Gel ekstrak konsentrasi 15% tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif Aloclair® Plus Gel (p>0,05). Simpulan. Gel ekstrak daun nangka konsentrasi 15% memiliki efektivitas paling baik dalam meningkatkan re-epitelisasi. | Background. Traumatic ulcer is an oral lesion that is characterized by the loss of the epithelial layer beyond the basement membrane and lamina propria caused by trauma. The success of traumatic ulcer wound healing can be observed through the parameter of re-epithelialization. Jackfruit leaves (Artocarpus heterophyllus.) are known to contain phytochemical compounds such as flavonoids, saponins, and tannins, which are potentially beneficial in wound healing. Purpose. The effect of jackfruit leaf extract gel (Artocarpus heterophyllus) on re-epithelialization during the healing process of traumatic ulcers in the inferior labial mucosa is aimed to be investigated in this study. Methods. A true experimental laboratory study was conducted in vivo using a posttest control group design. This study was divided into five treatment groups: P1 (5% jackfruit leaf extract gel), P2 (10% jackfruit leaf extract gel), P3 (15% jackfruit leaf extract gel), KP (Aloclair® Plus gel), and KN (gel without active ingredients), with observations made on day 7. Re-epithelialization was observe on histological preparations of the inferior labial mucosa tissue using HE staining at 400x magnification across three fields of view. Data were analyzed using One-way ANOVA and Post Hoc LSD test. Results. Significant differences (p<0.05) were found between group P3 and the negative control gel without active ingredients. The 15% concentration gel was not shown to have significant differences compared to the positive control Aloclair® Plus Gel (p>0,05). Conclusion. Jackfruit leaf extract gel at a concentration of 15% is concluded to have the best effectiveness in improving re-epithelialization. | |
| 45185 | 48554 | A1C021017 | AUDIT ENERGI PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK MENJADI PETASOL MELALUI PROSES PIROLISIS (STUDI KASUS DI BANK SAMPAH KABUPATEN BANJARNEGARA) | minyak yaitu penumpukan limbah plastik di Tempat Pembuang Akhir (TPA) sampah. Perlu adanya alternatif proses daur ulang yang lebih menjanjikan dan berprospek ke depan. Salah satunya mengonversi sampah plastik menjadi energi terbarukan. Teknologi pirolisis di BSB merupakan sebuah inovasi teknologi pemusnahan limbah plastik secara kimia melalui proses pembakaran selama kurang lebih 12 jam yang mampu menghasilkan energi baru berupa Bahan Bakar Minyak (BBM). Mengingat proses pengolahan limbah hingga menjadi petasol cukup lama dan penggunaan energi pada proses pengolahannya belum diketahui, sehingga dibutuhkan perhitungan audit energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Menganalisis tahapan proses pengolahan limbah, 2) Menganalisis besaran konsumsi energi manusia, listrik, bahan bakar mesin gibrig, dan bahan bakar pirolisis, 3) Menganalisis kesetimbangan massa dan energi, 4) Menganalisis efisiensi penggunaan energi manusia, listrik, bahan bakar mesin gibrig, bahan bakar pirolisis, serta kesetimbangan massa dan energi. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi secara langsung mengikuti alur proses pengolahan limbah plastik. Pengambilan data ini meliputi proses pemilahan dan pembersihan, persiapan dan pembakaran biomassa, proses pirolisis, dan treatment. Kemudian, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sehingga didapatkan gambaran secara langsung mengenai energi yang digunakan dalam proses pengolahan limbah plastik menjadi petasol di BSB sehingga dapat dicari upaya penghematan energi yang dapat dilakukan. Proses pengolahan limbah plastik di Bank Sampah Banjarnegara membutuhkan energi dengan jumlah yang berbeda-beda yang diklasifikasikan berdasarkan bentuk energinya yaitu energi manusia sebesar 25,65 MJ, energi listrik 7,33 MJ, energi petasol 34,107 MJ, dan energi bahan bakar pirolisis 72,2 MJ. | The crucial problem in Indonesia today, in addition to the shortage of fuel oil supply, is the accumulation of plastic waste in the Final Disposal Site (TPA). There needs to be an alternative recycling process that is more promising and has future prospects. One of them is converting plastic waste into renewable energy. Pyrolysis technology at BSB is an innovation in chemical plastic waste destruction technology through a combustion process for approximately 12 hours which is able to produce new energy in the form of Fuel Oil (BBM). Considering that the waste processing process to become petasol is quite long and the use of energy in the processing process is not yet known, an energy audit calculation is needed. The purpose of this study is to 1) Analyze the stages of the waste processing process, 2) Analyze the amount of human energy consumption, electricity, gibrig engine fuel, and pyrolysis fuel, 3) Analyze mass and energy balance, 4) Analyze the efficiency of human energy use, electricity, gibrig engine fuel, pyrolysis fuel, and mass and energy balance. Data collection was carried out by direct observation following the flow of the plastic waste processing process. This data collection includes the process of sorting and cleaning, preparation and burning of biomass, pyrolysis process, and treatment. Then, the data obtained is analyzed descriptively so that a direct picture is obtained regarding the energy used in the process of processing plastic waste into petasol at BSB so that energy saving efforts can be sought. The process of processing plastic waste at the Banjarnegara Waste Bank requires energy in different amounts which are classified based on the form of energy, namely human energy of 25.65 MJ, electrical energy of 7.33 MJ, petasol energy of 34.107 MJ, and pyrolysis fuel energy of 72.2 MJ.Keywords: Energy audit, energy efficiency, plastic waste, petasol, pyrolysis | |
| 45186 | 48555 | H1A021071 | PERANCANGAN PENYEARAH PFC SATU FASA UNTUK SISTEM MIKROGRID PLN-PLTS STASIUN PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK JENIS BUS DC | Saat ini ketersediaan SPKLU di indonesia masih belum merata. Mobil listrik adalah kendaraan ramah lingkungan yang emisinya benar-benar nol jika listrik tersebut dari sumber dengan emisi karbon sedikit dan bahkan nol. Salah satu cara pengisian baterai mobil listrik yang ramah lingkungan dan reliable adalah menggabungkan dua sumber energi listrik dari PLN dan Panel Surya dalam satu jaringan disebut Mikrogrid. Mikrogrid jenis tegangan DC digunakan karena relatif mudah, sederhana juga sesuai dengan kebutuhan pengisian baterai mobil listrik. Penelitian bertujuan menguji kinerja sistem mikrogrid DC untuk pengisian baterai mobil listrik. Listrik PLN digunakan sebagai cadangan daya saat kondisi panel surya tidak optimal. Dengan merancang konverter AC ke DC yang dilengkapi PFC akan berkontribusi pada pengurangan jumlah emisi dari PLN dan efisiensi sistem keseluruhan. PFC menghasilkan faktor daya tinggi yang dicirikan dengan hasil bentuk arus input AC yang sinusoidal dan sefase terhadap tegangan. Desain Boost PFC digunakan untuk koreksi faktor daya pada rangkaian penyearah. Boost PFC menggunakan teknik switching PWM dan kontrol PI yang dikendalikan oleh mikrokontroller. | Currently, the availability of EVCS in Indonesia is still uneven. Electric cars are environmentally friendly vehicles whose emissions are truly zero if the electricity comes from sources with little or even zero carbon emissions. One way to charge an electric car battery that is environmentally friendly and reliable is to combine two sources of electrical energy from PLN and Solar Panels in one network called a Microgrid. DC voltage type microgrids are used because they are relatively easy, simple and also in accordance with the needs of charging electric car batteries. The study aims to test the performance of the DC microgrid system for charging electric car batteries. PLN electricity is used as a power backup when the solar panel conditions are not optimal. By designing an AC to DC converter equipped with PFC will contribute to reducing the amount of emissions from PLN and the efficiency of the overall system. PFC produces a high power factor characterized by the results of the sinusoidal AC input current and in phase with the voltage. The Boost PFC design is used for power factor correction in the rectifier circuit. Boost PFC uses PWM switching techniques and PI control controlled by a microcontroller. | |
| 45187 | 48556 | F1C021051 | Analisis Resepsi Khalayak terhadap Male Privilege dalam Tayangan YouTube Mata Najwa Enaknya Jadi Laki-Laki | Media memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran publik atas isu ketimpangan gender. Tayangan YouTube Mata Najwa episode Enaknya Jadi Laki-Laki menjadi ruang wacana yang menyoroti posisi istimewa laki-laki dalam masyarakat patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana khalayak memaknai gagasan male privilege dalam tayangan tersebut dengan pendekatan kualitatif dan teori resepsi Stuart Hall. Data diperoleh melalui Focus Group Discussion dan wawancara terhadap 15 informan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Hasil penelitian menunjukkan dua posisi pemaknaan: tujuh informan berada pada posisi dominant-hegemonic, sementara delapan lainnya menempati posisi negotiated. Proses pemaknaan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu faktor individu, kelompok sosial, dan hubungan sosial. Mayoritas informan perempuan cenderung menerima narasi Mata Najwa karena pengalaman langsung sebagai kelompok subordinat yang mengalami ketimpangan berbasis gender. Sebaliknya, seluruh informan laki-laki menempati posisi negosiasi yang mencerminkan kecenderungan untuk mempertahankan identitas gender mereka yang selama ini terinternalisasi. Sebab sebagai bagian dari kelompok dominan dalam struktur patriarki, informan laki laki memiliki blind spot terhadap bentuk-bentuk ketimpangan yang tidak mereka alami secara langsung. Dengan demikian, resepsi terhadap isu gender berlangsung dalam dinamika tarik-ulur antara narasi yang disampaikan media dan konstruksi sosial yang membentuk cara individu memaknai realitas. | The media plays an important role in shaping public awareness of gender inequality issues. The YouTube broadcast of the Mata Najwa episode "Enaknya Jadi Laki-Laki" served as a discursive space that highlighted the privileged position of men in a patriarchal society. This study examines how audiences interpret the idea of male privilege in the broadcast, using a qualitative approach and Stuart Hall's reception theory. Data were obtained through Focus Group Discussions and interviews with 15 student informants from Jenderal Soedirman University. The findings revealed two interpretive positions: seven informants adopted the dominant-hegemonic position, while the other eight took the negotiated position. The meaning-making process was influenced by three main factors: individual background, social groups, and interpersonal relationships. Most female informants tended to accept the Mata Najwa narrative due to their direct experiences as members of a subordinate group facing gender-based inequality. In contrast, all male informants assumed a negotiated position, reflecting a tendency to maintain their internalized gender identity. As part of the dominant group within the patriarchal structure, male informants exhibited blind spots toward forms of inequality they had not personally experienced. Thus, the reception of gender issues occurs through a dynamic interplay between the media narrative and the social constructions that shape individuals' interpretations of reality. | |
| 45188 | 48571 | F1F021053 | DEKONSTRUKSI HEGEMONI HETERONORMATIF DALAM WARTIME SEXUAL VIOLENCE: STUDI KASUS QUEER MUSLIM PADA PERANG AFGHANISTAN-TALIBAN II (2021-2024) | Penelitian ini mengkaji bagaimana hegemoni heteronormatif dijalankan melalui kekerasan seksual terhadap queer muslim dalam konteks Perang Afghanistan-Taliban II (2021-2024). Teori falogosentrisme digunakan untuk membaca relasi antara kekuasaan maskulin, norma seksual dominan, dan kontrol atas tubuh queer. Melalui analisis interpretatif naratif manifesto dan pernyataan Taliban, laporan-laporan kemanusiaan, serta wacana dalam media berita, penelitian ini menemukan bahwa kekerasan seksual yang dilakukan oleh Taliban bertujuan untuk menghukum penyimpangan dan menciptakan suatu instrumen simbolik untuk menegaskan tatanan heteroseksual dan religius yang hegemonik. Oleh karena itu, kekerasan seksual dipahami sebagai bagian dari strategi politik dan moral negara-bangsa dalam mereproduksi identitas nasional yang eksklusif, normatif, dan patriarkat. | This research examines how hegemonic heteronormativity is enforced through sexual violence against queer muslim in the context of the Second Afghanistan-Taliban War (2021-2024). The theory of phallogocentrism is employed to explore the relationship between masculine power, dominant sexual norms, and control over queer bodies. Through narrative interpretative analysis of Taliban manifesto and statements, humanitarian reports, and discourse in news media, this study finds that sexual violence perpetrated by the Taliban serves both to punish deviation and to function as a symbolic instrument for reinforcing a hegemonic heterosexual and religious order. Thus, sexual violence is understood as part of the political and moral strategy of the nation-state in reproducing an exclusive, normative, and patriarchal national identity. | |
| 45189 | 49805 | B1A021123 | Studi Etnobotani Tumbuhan Pewarna Alami pada Teknik Ecoprint oleh Masyarakat Kabupaten Banyumas | Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan yang berpotensi sebagai sumber pewarna alami, salah satunya melalui teknik ecoprint. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman tumbuhan dan pemanfaatannya sebagai pewarna alami pada teknik ecoprint di Kabupaten Banyumas. Survei dilakukan Januari–Mei 2025 dengan purposive sampling, menganalisis karakter morfologi, bagian yang dimanfaatkan, warna yang dihasilkan, teknik pengolahan, nilai guna (UV), bagian tumbuhan yang digunakan (PPU), dan tingkat kesetiaan warna (FL). Ditemukan 65 spesies dari 37 famili, dengan Euphorbiaceae terbanyak. Pohon jati memiliki nilai guna tertinggi, terutama bagian daun. Teknik ecoprint meliputi pukul (10,64%), kukus (43,26%), dan rebus (46,10%). Eucalyptus, jati, dan kenikir memiliki FL 100%. Masyarakat melakukan konservasi melalui penanaman kembali tumbuhan pewarna. | Indonesia has a diversity of plants that have the potential to be used as natural dyes, one ofwhich is through the ecoprint technique. This study aims to identify the diversity of plants and theiruse as natural dyes in the ecoprint technique in Banyumas Regency. The survey was conducted fromJanuary to May 2025 using purposive sampling, analyzing morphological characteristics, partsutilized, colors produced, processing techniques, utility value (UV), plant parts used (PPU), andcolor fastness (FL). A total of 65 species from 37 families were identified, with Euphorbiaceae beingthe most abundant. Teak trees have the highest utility value, particularly their leaves. Ecoprintingtechniques include pounding (10.64%), steaming (43.26%), and boiling (46.10%). Eucalyptus, teak,and kenikir have a color fastness level of 100%. The community practices conservation through thereplanting of dye plants. | |
| 45190 | 48557 | J1D021018 | Analisis Persusif Wacana Iklan pada Media Sosial dan Relevansinya sebagai Stimulus Pembelajaran Teks Iklan Kelas VIII SMP | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teknik persuasif dalam wacana iklan di media sosial serta mengeksplorasi relevansinya sebagai stimulus pembelajaran teks iklan kelas VIII SMP. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemanfaatan media sosial yang dekat dengan keseharian peserta didik, namun belum dioptimalkan sebagai bahan ajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten tehadap iklan media sosial Instagram, YouTube, dan TikTok dengan pendekatan pragmatik. Objek penelitian mencakup tiga akun influencer, dengan total dua puluh video, yaitu akun Raffi dan Nagita melalui akun Instagram @raffiangita1717, Ricis melalui kanal YouTube Ricis Official, dan Vilmei melalui akun TikTok @vilmeijuga. Pemilihan influencer didasarkan pada angket yang dibagikan kepada peserta didik kelas VIII sebelum penelitian dilakukan. Data diperoleh melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dilanjutkan dengan transkripsi wacana iklan dari media sosial, dokumentasi, penyebaran angket kepada peserta didik, dan wawancara dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan pada media sosial menggunakan teknik persuasif, dengan teknik rasionalisasi dan teknik sugesti sebagai teknik yang paling dominan. Selain itu, wacana iklan media sosial dari ketiga influencer tersebut relevan dijadikan stimulus pembelajaran karena memiliki struktur dan unsur kebahasaan yang sesuai dengan materi teks iklan di SMP. Temuan ini diharapkan dapat mendorong pendidik untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan media sosial sebagai sumber belajar, serta meningkatkan minat serta pemahaman peserta didik terhadap teks iklan. | This study aims to describe the use of persuasive techniques in advertising discourse on social media and to explore its relevance as a learning stimulus for advertising text materials in Grade VIII of junior high school. The background of this research is the importance of utilizing social media, which is closely connected to students' daily lives, but has not been fully optimized as a learning resource. The method used in this study is content analysis of advertisements on the social media platforms Instagram, YouTube, and TikTok, using a pragmatic approach. The research objects include three influencer accounts with a total of twenty videos, namely Raffi and Nagita’s Instagram account (@raffiangita1717), Ricis’s YouTube channel (Ricis Official), and Vilmei’s TikTok account (@vilmeijuga). The selection of these influencers was based on a questionnaire distributed to Grade VIII students before the study was conducted. Data were collected through the non-participant observation method (Simak Bebas Libat Cakap), followed by transcription of advertising discourse from social media, documentation, student questionnaires, and interviews with teachers. The results show that advertisements on social media apply persuasive techniques, with rationalization and suggestion being the most dominant techniques. In addition, the advertising discourse from the three influencers is relevant to be used as a learning stimulus because it contains structures and linguistic features that align with the advertising text material in junior high school. These findings are expected to encourage teachers to be more creative in using social media as a learning source and to increase students’ interest and understanding of advertising texts. | |
| 45191 | 48558 | H1A021068 | ANALISIS KONTROL ARUS HISTERESIS PADA CURRENT SOURCE INVERTER (CSI) COMMON EMITTER DUA TINGKAT | Di era modern, peningkatan kualitas daya listrik sangat penting, terutama pada sistem energi terbarukan yang membutuhkan stabilitas dan efisiensi tinggi. Inverter sumber arus berperan vital dalam konversi daya, tetapi kinerjanya bergantung pada pengendalian arus yang akurat. Kontrol arus histeresis sering digunakan karena kesederhanaan dan respons cepat, namun memiliki tantangan seperti variasi frekuensi switching yang memengaruhi efisiensi dan presisi. Penelitian ini mengimplementasikan kontrol histeresis pada inverter sumber arus common emitter dua tingkat menggunakan simulasi PSIM 9.1. Pengujian meliputi analisis dengan arus dan pita histeresis yang bervariasi. Hasilnya menunjukkan bahwa kontrol histeresis mampu mengatur arus sesuai arus referensi (Iref), dengan rugi-rugi daya 42,53–58,06 W, efisiensi 82,14–87,29%, THD Iload 3,61–13,42%, THD Vload 17,02–41,68%, spektrum harmonik Iload 0,1–6,73%, dan Vload 0,17–7,60%. Simulasi membuktikan kontrol histeresis dapat mengendalikan inverter dengan performa cukup baik. | In the modern era, improving power quality is crucial, particularly for renewable energy systems requiring high stability and efficiency. Current source inverters play a vital role in power conversion, but their performance depends on precise current control. Hysteresis current control is widely used due to its simplicity and fast response, yet it faces challenges such as switching frequency variations that affect efficiency and precision. This study implements hysteresis control on a two-level common-emitter current source inverter using PSIM 9.1 simulation. Tests include variable current and hysteresis band analysis. Results show that hysteresis control effectively regulates current according to the reference (Iref), with power losses of 42.53–58.06 W, efficiency of 82.14–87.29%, Iload THD of 3.61–13.42%, Vload THD of 17.02–41.68%, Iload harmonic spectrum of 0.1–6.73%, and Vload harmonic spectrum of 0.17–7.60%. The simulation confirms that hysteresis control can manage the inverter with reasonably good performance. | |
| 45192 | 48559 | J1B018055 | Makna Religiusitas Pada Buku Kumpulan Puisi Berjalan dalam Ingatan Karya Dharmadi Tema Ramadan (Analisis Semiotika Riffaterre) | Penelitian ini membahas makna religiusitas dalam buku Berjalan dalam Ingatan karya Dharmadi yang dilatarbelakangi bahwa puisi tidak dapat dimaknai secara kosong namun perlu adanya analisis semiotika Riffaterre sebagai kajiannya. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif yang mendeskripsikan makna religiusitas dalam puisi buku Berjalan dalam Ingatan yang bertema Ramadan yaitu Kembali Siuman, Seribu Bulan, dan Mulut. Dalam penelitian ini digunakan metode pembacaan heuristik dan hermeneutik, penentuan matriks, model, dan varian. Metode tersebut mengkaji signifikansi puisi. Ditemukan makna religiusitas setelah ditemukannya signifikansi puisi. Kembali Siuman memiliki makan religiusitas tentang senantisa berjuang melawan hawa nafsu, sementara Seribu Bulan memiliki makna malam Lailatul Qadar sebagai cara memperoleh kesejahteraan dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sedangkan pada Mulut sebagai sarana intropeksi diri. | This research discusses the meaning of religiosity in the book Berjalan dalam Ingatan by Dharmadi, based on the premise that poetry cannot be understood empty-handed but requires Riffaterre's semiotic analysis as its study. This research falls under qualitative descriptive research that describes the meaning of religiosity in the poems of the book Berjalan dalam Ingatan with Ramadan themes, namely Kembali Siuman, Seribu Bulan, and Mulut. This study uses heuristic and hermeneutic reading methods, determination of matrices, models, and variants. These methods examine the significance of the poetry. The meaning of religiosity is found after determining the significance of the poems. Kembali Siuman has a religious meaning about constantly striving against lust, Seribu Bulan signifies the night of Lailatul Qadar as a means to achieve well-being and come closer to God, and Mulut serves as a means of self-introspection. | |
| 45193 | 48562 | H1A021036 | PENGARUH HYPERPARAMETER TUNING PADA KINERJA MOBILENETV2 DENGAN TRANSFER LEARNING UNTUK DETEKSI PENYAKIT KULIT | Deteksi penyakit kulit berbasis visual memerlukan model klasifikasi yang efisien dan akurat dalam membantu proses diagnosis secara otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hyperparameter tuning terhadap performa model Convolutional Neural Network (CNN) dalam melakukan klasifikasi penyakit kulit. Model yang digunakan adalah MobileNetV2 yang dikenal ringan dan efisien untuk perangkat dengan sumber daya yang terbatas. Dataset yang digunakan adalah ISIC 2019, yang terdiri dari delapan kelas penyakit kulit. Pendekatan penelitian yang dilakukan mencakup pelatihan model CNN dasar tanpa transfer learning, pelatihan MobileNetV2 tanpa menggunakan bobot pelatihan, dan pelatihan model MobileNetV2 menggunakan transfer learning. Hasil penelitian menjunjukkan bahwa hyperparameter berperan penting dalam meningkatkan kemampuan model. Penggunaan transfer learning pada MobileNetV2 dengan learning rate sebesar 0.0001 , batch size 16 dan 70 epoch dengan menggunakan rasio 20:80 untuk data traning dan testing menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 96.63% Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi hyperparameter yang tepat serta penerapan transfer learning dapat meningkatkan kemampuan model dalam melakukan klasifikasi penyakit kulit. | Visual-based skin disease detection requires an efficient and accurate classification model to support the automatic diagnostic process. This study aims to analyze the effect of hyperparameter tuning on the performance of a Convolutional Neural Network model in classifying skin diseases. The model used is MobileNetV2, which is known for its lightweight architecture and efficiency on resource-constrained devices. The dataset used is ISIC 2019, consisting of eight classes of skin diseases. The experimental approach includes training the model without transfer learning, training MobileNetV2 without pretrained weights, and training MobileNetV2 using transfer learning with pretrained weights. The results indicate that hyperparameters play a crucial role in enhancing model performance. Applying transfer learning on MobileNetV2 with a learning rate of 0.0001, batch size of 16, and 70 epochs using a 20:80 train- test data split achieved the highest accuracy of 96.63%. These results show that the right combination of hyperparameters and the application of transfer learning can improve the model's ability to classify skin diseases. | |
| 45194 | 48561 | H1E021029 | PHARMACEUTICAL INVENTORY PLANNING AND CONTROL WITH MUSIC-3D APPROACH AND DISTRIBUTION REQUIREMENT PLANNING (DRP) METHOD AT UPKF BANYUMAS REGENCY | Unit Pembekalan Alat Kesehatan dan Farmasi (UPKF) Kabupaten Banyumas merupakan salah satu distribution centre dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas yang menyediakan alat kesehatan dan farmasi untuk 40 puskesmas di Kabupaten Banyumas. Hasil observasi awal menunjukkan pemenuhan permintaan UPKF pada tahun 2024 hanya sebesar 50%, yang artinya masih banyak permintaan obat dari puskesmas yang tidak dapat dipenuhi atau stockout. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan persediaan obat menggunakan Multi Unit Spares Inventory Control - Three Dimensional Approach (MUSIC 3D) dengan pendekatan Analisis ABC (Always, Better, Control), VEN (Vital, Essential, Non-Essential), dan FSN (Fast, Slow, Non-Moving). Setelah diketahui tingkat prioritas obat tertinggi, kombinasi prioritas terpilih dilakukan pengendalian persediaan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP) untuk menjadwalkan permintaan dari 40 Puskesmas kepada supplier. MUSIC 3D mengkategorikan 213 jenis obat kedalam 20 kategori, selanjutnya dipilih satu kategori tertinggi yang digunakan dalam menentukan kebijakan pengendalian persediaan obat-obatan. Kategori yang berada pada peringkat tertinggi adalah kategori AVS yang meliputi 2 jenis obat yaitu Amoxicillin 125mg/5ml Sirup dan Amoxicillin 500mg. Dua jenis obat yang ini yang menjadi fokus utama dalam pengendalian persediaan menggunakan metode Distribution Requirement Planning (DRP). Metode DRP menghasilkan jadwal pemesanan kepada supplier untuk item obat prioritas tertinggi sehingga dapat memenuhi permintaan dari 40 Puskesmas di Kabupaten Banyumas pada tahun 2025. | The Banyumas Regency Medical Equipment and Pharmaceutical Supply Unit (UPKF) is a distribution center under the Banyumas District Health Office that supplies medical equipment and drugs to 40 health centers in Banyumas District. Initial observations show that only 50% of UPKF's needs can be met in 2024, which means that there are still many requests from Puskesmas that cannot be fulfilled or are in stock. It is therefore necessary to plan the stock of medicines using the three-dimensional approach of Multi Unit Spares Inventory Control (MUSIC 3D) with the analysis approaches ABC (Always, Better, Control), VEN (Vital, Essential, Non-Essential) and FSN (Fast, Slow, Non-Moving). Once the highest priority level of the drug is known, the selected priority combination is used to plan the requirements of 40 Puskesmas to the suppliers using the DRP (Distribution Requirement Planning) method. MUSIC 3D categorized 213 types of drugs into 20 categories and then selected the highest category to be used in determining the inventory control policy for drugs. The highest categorized category is the AVS category, which includes two types of medicines, namely Amoxicillin 125mg/5ml Syrup and Amoxicillin 500mg. These two types of medicines are the focus of inventory control using the DRP method (Distribution Requirement Planning). The DRP method generates an order plan for the supplier for the medicines with the highest priority. | |
| 45195 | 48560 | F1F021018 | ANALISIS REALISME NEOKLASIK DALAM OPERASI CAMPUR TANGAN CINA DI AUSTRALIA (2015-2020) | Penelitian ini menganalisis alasan di balik operasi campur tangan Cina di Australia selama 2015-2020, menggunakan pendekatan analisis konten kualitatif. Di tengah kerja sama ekonomi yang terus berkembang, Cina justru melancarkan operasi campur tangan yang berpotensi merusak hubungannya dengan Australia. Fenomena ini kontradiktif dengan logika kerja sama bilateral yang seharusnya berorientasi pada penguatan dan pemeliharaan hubungan saling menguntungkan. Dengan berlandaskan pada kerangka analisis Realisme Neoklasik, penelitian ini menemukan bahwa operasi campur tangan Cina di Australia merupakan hasil interaksi antara faktor sistemik dan domestik. Di level sistemik, kebijakan ini menjadi respons strategis Cina terhadap (1) resistansi Australia terhadap ambisi maritim Cina; dan (2) arsitektur keamanan Asia-Pasifik. Ini kemudian dimoderasi oleh struktur dan karakteristik politik domestik Cina, meliputi (1) persepsi Xi Jinping; (2) budaya strategis Partai Komunis Cina; hubungan pemerintah Cina dan masyarakatnya yang harmoni; serta (4) kondisi insitusi domestik Cina yang kohesif. | This study examines the underlying rationale behind China’s foreign interference operations in Australia between 2015 and 2020, utilizing a qualitative content analysis approach. Despite the continued expansion of bilateral economic cooperation, China conducted interference operations that posed a potential threat to its relationship with Australia. This phenomenon presents a contradiction to the logic of bilateral engagement, which is ideally oriented toward fostering mutually beneficial relations. Based on the framework of Neoclassical Realism, the study finds that China’s interference strategy resulted from the intersection between systemic and domestic factorss. At the systemic level, the policy emerged as a strategic response to (1) Australia’s resistance to China’s maritime ambitions and (2); the Asia-Pacific security architecture. These external constraints were then mediated by China’s domestic political structure and characteristics, including (1) Xi Jinping’s strategic perceptions; (2) the strategic culture of the Chinese Communist Party; (3) the harmonious relationship between the Chinese government and its society, and; (4) the cohesive nature of its domestic institutions. | |
| 45196 | 48563 | E1B020010 | THE IMPLEMENTATION OF STANDARD OPERATING PROCEDURES IN MANAGING ELECTRONIC IDENTITY CARDS THROUGH ONLINE IN SERVICES (Study at the Population and Civil Registration Office of Tasikmalaya City) | IMPLEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGURUSAN E-KTP SECARA ONLINE DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya) Oleh: Alifia Kayla Marwah E1B020010 ABSTRAK Penelitian ini membahas implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pengurusan E-KTP secara online pada pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya. Melalui pendekatan yuridis empiris dan teori bekerjanya hukum oleh Robert B. Seidman, penelitian ini menganalisis proses pendaftaran, verifikasi data, dan pendistribusian E-KTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam digitalisasi layanan melalui penggunaan aplikasi WhatsApp dan website resmi, implementasi SOP masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan infrastruktur, literasi digital masyarakat yang rendah, serta belum optimalnya kompetensi aparatur dalam pengoperasian sistem digital. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi SOP meliputi regulasi, kapasitas pelaksana, infrastruktur, serta budaya administratif masyarakat. Penelitian ini menyarankan peningkatan literasi digital, penguatan SDM dan infrastruktur, serta pembaruan SOP agar pelayanan E-KTP online menjadi lebih efektif dan efisien. | THE IMPLEMENTATION OF STANDARD OPERATING PROCEDURES IN MANAGING ELECTRONIC IDENTITY CARDS THROUGH ONLINE IN SERVICES (Study at the Population and Civil Registration Office of Tasikmalaya City) By: Alifia Kayla Marwah E1B020010 ABSTRACT This study examines the implementation of Standard Operating Procedures in the online processing of Electronic Identity Card within the civil registration services at the Civil Registration Office (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil / Disdukcapil) of Tasikmalaya City. Using an empirical juridical approach and Robert B. Seidman’s theory on the operation of law in society, the research analyses the processes of registration, data verification, and distribution of Electronic Identity Card. The findings indicate that while digital service initiatives through WhatsApp and the official website show progress, the implementation of SOPs still faces challenges such as limited infrastructure, low digital literacy among citizens, and inadequate competence of officials in managing digital systems. Factors influencing SOP implementation include legal regulations, executor capacity, infrastructure availability, and public administrative culture. The study recommends enhancing digital literacy, strengthening human resources and infrastructure, and revising SOPs to improve the effectiveness and efficiency of online Electronic Identity Card services. Keywords: Civil Registration, Electronic Identity Card, Standard Operating Procedure, Digital Public Service | |
| 45197 | 48564 | A1D021144 | Parameter Genetik serta Korelasi Umur Berbunga dan Umur Panen dengan Beberapa Karakter Tanaman Padi pada Dua Ketinggian Tempat | Produksi padi menunjukkan fluktuasi dalam lima tahun terakhir, sementara kebutuhan terus meningkat. Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui pemuliaan varietas unggul yang adaptif terhadap berbagai kondisi, termasuk perbedaan ketinggian. Penelitian ini bertujuan mengkaji keragaman genetik, heritabilitas, kemajuan genetik, serta hubungan antar karakter penting pada delapan varietas padi di dataran menengah dan dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan Juni 2024 hingga Februari 2025 menggunakan rancangan acak kelompok faktorial tiga ulangan. Hasil menunjukkan bahwa karakter gabah total per malai memiliki KKG dan KKF sedang, heritabilitas arti luas yang tinggi, kemajuan genetik tinggi, berkorelasi nyata dan positif serta berpengaruh langsung terhadap hasil. Umur panen, persentase gabah isi per malai, dan gabah total per malai berpengaruh langsung secara positif terhadap hasil. | Rice production has shown fluctuations in the last five years, while demand continues to increase. Efforts to increase production are carried out through breeding superior varieties that are adaptive to various conditions, including height differences. This study aims to examine genetic diversity, heritability, genetic progress, and relationships between important characters in eight rice varieties in the middle and highlands. The research was carried out from June 2024 to February 2025 using a randomized design of a factorial group of three replicates. The results showed that the total grain character per panicle had a moderate KKG and KKF, high heritability of broad meaning, high genetic progress, was significantly and positively correlated and had a direct effect on the results. Harvest age, percentage of grain content per panicle, and total grain per panicle have a direct positive effect on yields. | |
| 45198 | 48565 | A1A019113 | STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA ROASTED BEANS MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QSPM DI SERIBU KOPI KECAMATAN CIMAHI TENGAH KOTA CIMAHI | Seribu Kopi merupakan roastery house yang memproduksi roasted coffeebeans sejak tahun 2021 di Kota Cimahi, Jawa Barat. Seribu Kopi adalah salah satu usaha yang memiliki potensi pasar yang sangat luas, terutama dengan kelebihan utama yang dimiliki oleh Seribu Kopi yakni adanya puluhan varian beans yang dijual dan kerjasama dengan Dinas Perindustrian & Ketenagakerjaan untuk menerbitkan sertifikat pelatihan dengan roaster dan barista bersertifikat BNSP. Masalah utama yang dihadapi oleh Seribu Kopi adalah kurangnya promosi usaha dan jumlah stok yang tidak menentu. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan strategi alternatif dan pengembangan yang dapat diterapkan di Seribu Kopi untuk mengamankan posisi pasar dari faktor-faktor internal dan eksternal yang dimiliki oleh Seribu Kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan depth interview. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Pengambilan data dilakukan di Seribu Kopi, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive). Penelitian ini menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Narasumber internal berjumlah 5 orang, yakni pemilik dan seluruh pengelola Seribu Kopi. Narasumber eksternal berjumlah 8 orang, yakni supplier, konsumen, dan pesaing. Adapun indikator pemilihan narasumber eksternal adalah frekuensi dan jumlah pembelian, frekuensi dan jumlah pasok, lokasi dan variasi produk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh Seribu Kopi antara lain meningkatkan konsistensi promosi melalui platform internet dan berbagai event di luar store, menjaga konsistensi kualitas produk untuk memertahankan pasar, diversifikasi sumber pasokan dan efisiensi pengelolaan stok, memberikan complimentary bagi pelanggan dan pemasok sebagai bentuk apresiasi, ekspansi pasar dan jaringan dengan menonjolkan kerjasama Dinas Perindustrian, dan kerjasama dengan reseller. | Seribu Kopi is a roastery house that has been producing roasted coffee beans since 2021 in Cimahi City, West Java. Seribu Kopi is one of the businesses that has a very large market potential, especially with the main advantages of Seribu Kopi, namely the dozens of bean variants sold and cooperation with the Industry and Trade Service Department to issue a training certificate that acknowledged by BNSP-certified roasters and baristas. The main problems faced by Seribu Kopi are the lack of business promotion and the uncertain amount of stock. This study aims to find alternative strategies and developments that can be applied in Seribu Kopi to secure its market position from internal and external factors owned by Seribu Kopi. The research method used is a case study with a depth interview approach. The research was conducted in May 2024. Data collection was carried out at Seribu Kopi, Cimahi Tengah District, Cimahi City, West Java. The selection of the research location was chosen intentionally (purposive). This study uses SWOT and QSPM analysis. There are 5 internal sources, namely the owner and all managers of Seribu Kopi. There are 8 external sources, namely suppliers, consumers, and competitors. The indicators for selecting external sources are the frequency and amount of purchases, frequency and amount of supply, location and product variety. The results of this study indicate that alternative strategies that can be carried out by Seribu Kopi include increasing the consistency of promotion through internet platforms and various events outside the store, maintaining the consistency of product quality to maintain the market, diversifying supply sources and stock management efficiency, providing complimentary for customers and suppliers as a form of appreciation, expanding the market and network by highlighting cooperation with the Industry and Trade Service Department, and cooperation with resellers. | |
| 45199 | 48576 | H1B020065 | DESAIN CURAH HUJAN EKSTREM BERDASARKAN PENDEKATAN NON-STASIONER MENGGUNAKAN DATA HUJAN IPCC-AR6 DI IBU KOTA NUSANTARA (IKN) | Kajian ini menganalisis dinamika curah hujan ekstrem di Ibu Kota Nusantara (IKN) menggunakan model Generalized Extreme Value (GEV) non-stasioner, berdasarkan data proyeksi iklim IPCC-AR6 (SSP126, SSP245, SSP370, SSP585). Dengan mempertimbangkan perubahan parameter distribusi seiring waktu, model ini merepresentasikan tren curah hujan ekstrem akibat perubahan iklim. Hasil menunjukkan bahwa parameter lokasi GEV meningkat signifikan pada skenario emisi tinggi, mengindikasikan peningkatan frekuensi dan intensitas hujan ekstrem. Temuan ini menekankan pentingnya integrasi informasi iklim dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan di IKN. | This study evaluates the dynamics of extreme rainfall in the Nusantara Capital City (IKN) area using a non-stationary Generalized Extreme Value (GEV) analysis approach. The data utilized are sourced from the IPCC-AR6 (Sixth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change) satellite projections, covering several climate change scenarios (SSP126, SSP245, SSP370, and SSP585). By accounting for the non-stationarity of distribution parameters, this study is able to represent projected changes in extreme rainfall patterns due to climate change. The non-stationary GEV model is employed to capture the variation in extreme value parameters influenced by time, thereby reflecting dynamic climate trends. The results indicate that the GEV location parameter exhibits a significant increasing trend under high emission scenarios, signaling a potential increase in the frequency and intensity of extreme rainfall events in the future. These findings highlight the importance of integrating climate information into sustainable development and planning in IKN as an adaptive response to changing extreme weather patterns in the era of global climate change. | |
| 45200 | 48566 | J1E018032 | THE IMPLEMENTATION OF ROLE PLAY TOWARD STUDENTS' SPEAKING ACTIVITY IN LEARNING ENGLISH (A Descriptive Qualitative Study on The Eleventh Grade Students of AEDS Program at Al Ikhsan Islamic Boarding School Academic Year of 2024/2025) | Mubarok, Sakur Rizki. 2025. The Implementation of Role Play to Improve Students’ Speaking Skill in Learning English (Studi Deskriptif Kualitatif pada Siswa Kelas Sebelas Program AEDS di Pondok Pesantren Al Ikhsan Tahun Ajaran 2024/2025). Skripsi. Pembimbing 1: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Pembimbing 2: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Ketua Penguji: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Penguji: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode role play dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas sebelas pada Program AEDS (Arabic and English Development Skills) di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji Purwokerto pada tahun ajaran 2024/2025. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas sebelas A yang terdiri dari 30 siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan role play dilakukan melalui tiga tahap: persiapan, praktik, dan penampilan. Siswa menunjukkan peningkatan dalam kelancaran berbicara, penguasaan kosakata, kepercayaan diri. dalam proses pembelajaran. Role play ditemukan efektif untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan memotivasi sehingga mendorong siswa untuk aktif berbicara dalam bahasa Inggris. Namun, ditemukan juga beberapa tantangan seperti kebutuhan waktu persiapan yang lebih banyak dan manajemen kelas selama kegiatan berlangsung. Secara keseluruhan, role play menjadi metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris. | Mubarok, Sakur Rizki. 2025. The Implementation of Role Play to Improve Students’ Speaking Skill in Learning English (A Descriptive Qualitative Study on the Eleventh Grade Students of AEDS Program at Al Ikhsan Islamic Boarding School in the Academic Year of 2024/2025). Thesis. Supervisor 1: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd., Supervisor 2: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Chief External Examiner: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Education Study Program, Purwokerto. This study aims to describe the implementation of the role play method in speaking class activity on the eleventh-grade students of AEDS Program (Arabic and English Development Skills) at Al-Ikhsan Islamic Boarding School Beji Purwokerto in the 2024/2025 academic year. This subject of this research is the eleventh-grade A that consists of 30 students. This research employs a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used were observation, interviews, and questionnaires. The results show that the implementation of role play was conducted in three stages: preparation, practice, and performance. Students showed improvements in speaking fluency, vocabulary mastery, self-confidence. Role play found to be effective to create an interactive, enjoyable, and motivating learning environment that encouraged students to speak actively in English. However, several challenges were also found, such as the need for more preparation time and classroom management during the activities. Overall, role play found to be an effective method for enhancing students’ speaking skills in English learning contexts. |